Anda di halaman 1dari 3
BERITA PERS Jakarta, 9 Maret 2012 AAJI Mencatat Pendapatan Premi Baru Industri Asuransi Jiwa Meningkat

BERITA PERS

Jakarta, 9 Maret 2012

AAJI Mencatat Pendapatan Premi Baru Industri Asuransi Jiwa Meningkat Hampir 30% pada Tahun 2011

Kinerja Asuransi Jiwa hingga Q4 2011 :

Total pendapatan industri asuransi jiwa nasional meningkat 7.99% mencapai Rp 110.61 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Total pendapatan premi produksi baru (new business premium) mencapai Rp.67,65 triliun, meningkat sebesar 28.45% dibandingkan Q4 2010.

Jumlah investasi meningkat 25.55% atau sebesar Rp 197.54 triliun dibandingkan tahun

2010.

Total klaim yang dibayarkan tercatat Rp.55.21 triliun atau meningkat 13,37% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Total aset mengalami peningkatan, yakni mencapai Rp 225.25 triliun atau naik sebesar 28.88% dibandingkan periode yang sama di 2010.

Cadangan teknis mengalami peningkatan 23.63% menjadi Rp 177.88 triliun dibandingkan tahun sebelumnya.

Total tertanggung (insured) mengalami kenaikan sebesar 50.03% dibandingkan tahun 2010 atau sejumlah 49.817.996 orang.

Total agen yang telah berlisensi sampai dengan akhir Desember 2011 tercatat sebanyak 258.399 agen

JAKARTA, 9 Maret 2012 – Meski krisis Eropa dan Amerika Serikat masih terus bergejolak, bisnis proteksi di Indonesia tetap tumbuh signifikan. Industri asuransi jiwa selalu memperlihatkan prospek cemerlang dari tahun ke tahun. Berdasarkan data kinerja bisnis triwulan 4 (Q4) tahun 2011 (un-audited) yang terkumpul dari 43 perusahaan asuransi jiwa anggota Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), total pendapatan industri asuransi jiwa nasional Q4/2011 mencapai Rp 110.61 triliun, tumbuh 7.99% dari posisi Q4/2010 (un-audited) yang sebesar Rp102.43 triliun.

Dari total pendapatan Q4/2011 tersebut, total pendapatan premi menjadi penyumbang terbesar yakni Rp 94,43 triliun, atau tumbuh 24.28% jika dibandingkan dengan total pendapatan premi pada periode Q4/2010 yang sebesar Rp75,98 triliun. Adapun pendapatan premi tersebut terdiri dari pendapatan premi produksi baru (new business premium) pada Q4/2011 yang mencapai Rp.67,65 triliun, meningkat sebesar 28.45% jika dibandingkan dengan Q4/2010 yang sebesar Rp 52,66 triliun.

Menariknya, pada pendapatan premi new business, premi tradisional berhasil menyaingi pendapatan premi dari unit linked. Pada Q4/2011 total premi new busines tradisional mencapai Rp.33,90 triliun, tumbuh 71,2% dari posisi Q4/2010 yang sebesar Rp.19,80 triliun. Sedangkan pendapatan premi new bussines dari unit linked hanya tumbuh 2,68% menjadi Rp.33, 73 triliun pada Q4/2011 dari posisi Rp.32,85 pada Q4/2010.

Namun, di sisi pendapatan premi lanjutan Q4/2011 yang sebesar Rp.26,78 triliun, pendapatan premi lanjutan unit linked masih mendominasi dengan sumbangan sebesar Rp.15,24 triliun, sedangkan premi lanjutan tradisional sebesar Rp.11,53 triliun. Sehingga persentase total pendapatan premi tradisional berbanding dengan total pendapatan premi adalah sebesar 48.12%, sedangkan persentase total pendapatan premi unit linked terhadap total pendapatan premi adalah sebesar 51.88%

Sementara itu, sumbangan pendapatan dari non premi tercatat sebesar Rp16,18 triliun, lebih rendah dari sumbangan

Sementara itu, sumbangan pendapatan dari non premi tercatat sebesar Rp16,18 triliun, lebih rendah dari sumbangan pada periode Q4/2010 yang sebesar Rp 26,45 triliun. Penurunan tersebut oleh karena penurunan sumbangan dari pendapatan hasil investasi pada Q4/2011 yang hanya sebesar Rp13.42 triliun, menurun -43.89% dibandingkan dengan Q4/2010 sebesar Rp23.92 triliun.

”Kami mensyukuri bahwa catatan new business sangat baik pada Q4 tahun 2011. Artinya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mengantisipasi risiko dan membeli produk asuransi terus mengalami peningkatan. Ini berarti produk asuransi semakin terus diminati oleh masyarakat”, papar Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Hendrisman Rahim pada konferensi pers Kinerja Asuransi Jiwa Nasional Q4 2011 di Jakarta, Jumat, (9/3/2012).

Hendrisman menambahkan, hingga akhir tahun 2011, industri asuransi jiwa terus berkembang sesuai dengan capaian pertumbuhan ekonomi. Demikian pula dalam beberapa tahun sebelumnya, kendati ada krisis melanda perekonomian, industri asuransi tetap eksis dan selalu mencetak pertumbuhan aset rata-rata di level 25 persen hingga 30 persen.

INVESTASI, KLAIM, ASET & CADANGAN TEKNIS

Ketua Bidang Keanggotaan dan Komunikasi AAJI, Albertus Wiroyo mengungkapkan, di tengah kondisi krisis yang melanda wilayah Eropa dan Amerika Serikat, perusahaan asuransi jiwa nasional tidak menyurutkan rencana investasi mereka. Terlihat dari total nilai investasi perusahaan asuransi jiwa nasional pada Q4/2011 yang tercatat mencapai Rp197.54 triliun, meningkat 25.55% jika dibandingkan dengan Q4/2010 yang sebesar Rp157.34 triliun.

Dari total investasi tersebut, sekitar Rp 149.22 triliun atau 75,49 persen ditempatkan di instrumen pasar modal seperti saham obligasi, SUN dan reksadana. Penempatan dana investasi di pasar modal ini tumbuh 21,17 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 123.07 triliun

Albertus menambahkan, pada Q4/2011 total klaim yang dibayarkan asuransi jiwa nasional tercatat Rp.55.21 triliun atau meningkat 13,37% dibandingkan periode yang sama 2010 yang sebesar Rp 48.70 triliun. Klaim pada Q4/2011 meliputi:

1. Polis yang ditebus (surrender value) bernilai Rp39.78 triliun (atau 72.21% dari total klaim) naik sebesar 23.97% dibandingkan dengan Q4/2010 sejumlah Rp32.13 triliun.

2. Polis yang berakhir masa kontraknya (maturity) berjumlah Rp6.41 triliun (atau 11.61% dari total klaim) naik sebesar 35.98% dibandingkan dengan Q4/2010 sejumlah Rp4.71 triliun.

3. Lain-lain sebesar Rp5.32 triliun (atau 9.63% dari total klaim) turun sebesar 35.98% dibandingkan dengan Q4/2010 sejumlah Rp8.30 triliun.

4. Klaim meninggal dunia sebesar Rp3.62 triliun (atau 6.55%) naik sebesar 2.68% dibandingkan dengan Q4/2010 sejumlah Rp3.52 triliun.

Dari sisi asset, Albertus mengatakan, pada Q4/2011 aset industri asuransi jiwa mengalami peningkatan, yakni mencapai Rp225.25 triliun, meningkat sebesar 28.88% dibandingkan dengan Q4/2010 Rp174.77 triliun. Begitu pula cadangan teknis pada Q4/2011 yang mengalami peningkatan 23.63% jika dibanding dengan periode Q4/2010 menjadi Rp177.88 triliun dari sebelumnya Rp143,89 triliun.

Sedangkan untuk total tertanggung (insured) pada Q4/2011 mengalami kenaikan sebesar 50.03% atau sejumlah 49.817.996 orang dibandingkan periode yang sama di 2010 yang berjumlah 33.206.052 orang. Dilihat secara terpisah, tertanggung kumpulan mengalami peningkatan jumlah tertanggung dibanding tahun sebelumnya. Sementara tertanggung perorangan mengalami penurunan.

Untuk tertanggung perorangan pada Q4/2011 sebanyak 8.991.932 orang atau turun sebesar - 3.65% dibanding dengan periode Q4/2010 sebanyak 9.332.136. Sedangkan untuk tertanggung kumpulan mengalami kenaikan sebesar 71.01% dari posisi Q4/2010 yang berjumlah 23.873.916 menjadi sebanyak 40.829.063 pada Q4/2011.

AGEN Selain melakukan sosialisasi dalam upaya peningkatkan penetrasi asuransi di Indonesia, AAJI juga terus meningkatkan

AGEN

Selain melakukan sosialisasi dalam upaya peningkatkan penetrasi asuransi di Indonesia, AAJI juga terus meningkatkan kualitas para agen.

Direktur Eksekutif AAJI Benny Waworuntu mengatakan, sebagai ujung tombak bisnis asuransi jiwa, posisi agen sungguh strategis. Itu sebabnya, sejalan dengan misi AAJI untuk menjadikan agen sebagai perencana keuangan atau financial planner bagi keluarga di Indonesia. Sejak 2010 AAJI telah melakukan program ‘100% Agen Asuransi Jiwa Berlisensi’. “Hal ini dilakukan untuk menciptakan standarisasi profesi agen, sehingga sistem dan pelayanan kepada nasabah menjadi lebih terukur dan berkualitas,” ujar Benny.

AAJI mencatat total agen telah berlisensi sampai dengan akhir Desember 2011 sebanyak 258.399 agen. “Ke depan, kami tentu akan terus meningkatkan jumlah agen yang telah berlisensi, sesuai dengan target AAJI memiliki 500.000 agen berlisensi pada tahun 2014. AAJI sendiri kini telah memiliki fasilitas sertifikasi yang sangat mumpuni dan bisa dimanfaatkan oleh seluruh anggota,” tambah Benny.

Kinerja AAJI tahun 2011 (dalam miliar rupiah)

Indikator 2010 2011 Pertumbuhan Total Pendapatan Premi 75,981 94,432 24.28% Total Klaim 48,700 55,212 13.37%
Indikator
2010
2011
Pertumbuhan
Total Pendapatan Premi
75,981
94,432
24.28%
Total Klaim
48,700
55,212
13.37%
Total Dana Investasi
157,340
197,541
25.55%
Hasil Investasi
23,917
13,421
-43.89%
Aset
174,774
225,252
28.88%

-

selesai

-

Tentang Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia atau disingkat dengan AAJI adalah sebuah wadah dan penampungan serta penyalur aspirasi Perusahaan Asuransi Jiwa dan Reasuransi di Indonesia. Didirikan pada tahun 2002, saat ini AAJI beranggotakan 45 perusahaan asuransi jiwa di Indonesia serta 4 perusahaan reasuransi.

AAJI memiliki visi untuk menyatukan arah dan tujuan usaha asuransi jiwa dalam rangka pemberian perlindungan kepada masyarakat khususnya pemegang polis tertanggung, yang merupakan perwujudan peran serta Industri Asuransi Jiwa dalam usaha meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Untuk Keterangan lebih lanjut, silahkan menghubungi:

Tengku Fahrina

AAJI Marketing & Communications

Telp.

: +62 21 2992 2929

Email

: aaji.info@aaji.or.id

Website: www.aaji.or.id