Anda di halaman 1dari 15

Understanding Price Wars

Early Warning Signal dan Implementasi kasus pada industri Telekomunikasi


Kelompok 2 Cahyo Budi Wibowo Dwitya Aribawa Finotia Astari Friztina Anisa I Wayan Narada Abhyasa Indy Setiar Nababan

Price War is

Focus Behavior

The actions and reactions focus almost exclusively on the competitor instead of the consumer. The pricing interaction as a whole is undesirable to the competitors. The competitors did neither intend nor expect to ignite the price war through their preceding competitive behavior. The competitive interaction violates industry norms. The pricing interaction occurs at a much faster rate than previous such interactions. The direction of the pricing is downward. Mainly: the pricing interplay is not sustainable.

Not Sustain

Price Downward

Industry Norm

Conceptual Framework

Market Based Early Warning Signal


Competitive entry
Price war akan muncul bila pemain baru di pasar ingin meraih pasar dengan berbagai cara.

Excess Capacity
Price war akan muncul bila industri mampu memberikan supply yang berlebih pada pasar.

Market Growth
Price war akan muncul bila industri mengalami growth yang cenderung menurun.

Distribution of Market power


Price war akan muncul saat industri hanya diisi oleh beberapa perusahaan (Oligopoly) yang menguasai pasar.

Firm Based Early Warning Signal


Exit Cost/Barriers
Price war akan muncul bila semakin sulit perusahaan keluar dari industri yang dimasukinya.

Price Leadership
Price war akan timbul bila tidak ada perusahaan yang bertindak sebagai price leader di industri.

Firm Reputation
Price war akan semakin intens saat terdapat satu atau lebih perusahaan yang memiliki reputasi baik di industri.

Financial Condition
Price war akan muncul bila ada paling tidak satu perusahaan pada industri yang memiliki kondisi keuangan yang kurang baik.

Over Competing
Price war akan muncul bila terdapat perusahaan yang bangkrut atau akan bangkrut pada sebuah industri

Product Based Early Warning Signal


Importance of Product
Price war akan muncul bila sebuah produk yang dimiliki perusahaan adalah produk utama atau konsentrasi utama perusahaan.

Lack of Differentiation and Premium Product


Price war akan muncul bila product yang ada di pasar cenderung tidak premium.

Head to Head Product


Price war akan muncul bila perusahaan memperkenalkan produk untuk bersaing secara langsung dengan produk kompetitior pada segmen yang sama.

Consumer Based Early Warning Signal


Brand Loyalty
Price war akan muncul apabila loyalitas konsumen pada sebuah brand rendah.

Price Sensitivity
Price war akan muncul bila konsumen memiliki sensitifitas terhadap harga yang tinggi.

Indonesia Telecommunication Era

Content Regulation KPPU and BRTI War

Price War SMS and Call 3 G and CDMA Era (Deregulasi)

GSM Era
(3 Premium Providers)

1996 - 01

2002 -08

2005 - 2008

2008 - Now

After Price War

Market Share
60%
50% 40% telkomsel

30%
20% 10% 0% 2003 2004 Market Share Seluler 2006

XL
Indosat Lain-Lain

Firm Based
Net Income
35000 30000

25000
20000 15000 Telkomsel Indosat

10000 5000
0

XL

2003

2004

2006

Product Based
Produk tidak premium memunculkan price war

Consumer Based

Brand Loyalty

Price Sensitivity

Conclusion
Dengan kondisi industri layanan seluler sekarang ini, perusahaan operator dituntut untuk kreatif. Penekanan pada harga dalam persaingan adalah era persaingan masa lalu menjadi pelajaran berharga pada industri ini. Dengan BRTI dan KPPU sebagai pembuat "Rule of the Game" pada industri ini maka diharapkan tercipta value tambah yang maksimum bagi pelanggan provider masing-masing dari segi pelayanan. Mengutip dari CEO salah satu pemain telekomunikasi di Indonesia "Perang Tarif Usai, Saatnya Perang Kualitas".