Anda di halaman 1dari 55

BUKU PEDOMAN PELAKSANAAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM PERMESINAN

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Pengertian K3 :

Dalam penerapan kesehatan dan keselamatan kerja (k3) atau yang dikenal dengan istilah occupational safety and health (OSH) yang di gabung dengan lingkungan ( environment ) sehingga menjadi OHS ! terdapat beberapa pengertian dasar seperti :

"eselamatan ( safety ) merupakan suatu kondisi bebas dari cedera atau bahaya atau perasaan takut akan terjadi kecelakaan! cedera maupun resiko bahaya# "esehatan ( health ) merupakan suatu kondisi sehat secara fisik maupun mental ataupun social# "esehatan kerja biasa nya menyangkut berbagai ancaman terhadap kesehatan pekerja yang bekerja pada tempat atau lingkungan kerja dimana perusahaan berada# $ingkungan (environment) adalah suatu keadaan sekeliling tempat kerja atau organisasi atau perusahaan bersangkutan beroperasi "ecelakaan kerja ( occupational accident ) dan %enyakit akibat kerja (occupational disease ) dan atau penyakit yang berhubungan dengan pekerjaan ( &alk related disease ) menelan korban berupa ji&a ! kerugian ! materi ! baik bagi pekerja maupun pengusaha atau perusahaan dan kemungkinan akan merusak lingkungan "3 merupakan perlindungan agar tenaga kerja orang lain atau pun perusahaan di tempat kerja selamat dan sehat serta agar setiap sumber produksi dapat digunakan secara aman dan efesien

'empat kerja ialah tiap ruangan atau lapangan tertutup atau terbuka! bergerak atau tetap ! dimana tenaga kerja bekerja atau sering di masuki tenaga kerja untuk keperluan suatu usaha# 'etapi karena sekarang kita membahas tentang "3 di &ilayah "ampus %O$()*(%oliteknik *egeri (andung)! maka pengertian 'empat kerja ialah tiap ruangan atau lapangan tertutup atau terbuka! bergerak atau tetap ! dimana para mahasis&a bekerja+melakukan praktek atau sering di masuki mahasis&a untuk keperluan pembelajaran mata kuliah yg dijalani# ,ang dimaksud tempat kerja ialah semua ruangan ! lapangan! halaman dan sekeliling ny yang merupakan bagian- atau yang berhubungan dengan tempat kerja tersebut#

.paya/upaya yang ditujukan untuk memperoleh kesehatan yang setinggi/tingginya dengan cara mencegah dan memberantas penyakit yang diidap oleh pekerja! mencegah kelelahan kerja dan menciptakan lingkungan kerja yang sehat# .paya/upaya yang ditujukan untuk melindungi pekerja0 menjaga keselamatan orang lain0 melindungi peralatan! tempat kerja dan bahan produksi0 menjaga kelestarian lingkungan hidup dan melancarkan #

BUKU PEDOMAN PELAKSANAAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM PERMESINAN

1.2 Ruang Lingkup Program K3 1uang lingkup program k3 sangat mengarah kan baik pekerja maupun perusahaan untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat! aman! sejahtera dan produktif melalui upaya peningkatan keselamatan tenaga kerja yang diserasikan dengan kondisi lingkungan secara umum agar bisa meminimalisir kecelakaan yang mungkin terjadi dan ruang lingkup "3 menurut pokok bahasan saat ini adalah (engkel %ermesinan %O$()*#

1.3 Unsur dasar kegiatan k3 .nsur kegiatan kerja dari suatu system operasional yang berinteraksi dengan lingkungan dan akan berpengaruh langsung bagi keselamatan dan kesehatan kerja# .nsur unsur yang berpotensi memiliki dampak terhadap setiap perubahan lingkungan keselamatan dan kesehatan baik yang menguntungkan maupun yang merugikan baik secara keseluruhan maupun sebagian #

1. !aktor ke"er#asi$an Ker%a Secara umum factor keberhasilan kerja dari seseorang di pengaruhi oleh : 2aktor 3nternal dari individu pekerja itu sendiri seperti attitude! sikap! characteristic fisik nya minat jenis kelamin motivasi dan pendidikan 2actor fisik biasa nya meliputi mesin atau peralatan+material metode dan lingkungan kerja 2actor yang terkait dengan social dan keorganisasian diantara nya karakteristik perusahaan training! penga&asan! pengupahan dan lingkungan social

1.& Akti'itas Ker%a )ktifitas "erja mencakup : .nsur 4anusia 4esin+%eralatan (ahan )ktifitas "erja dilaksanakan pada &aktu: %embangunan fasilitas industry %elaksanaan operasinal proses produksi 2

BUKU PEDOMAN PELAKSANAAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM PERMESINAN

"ecelakaan dan penyakit akibat kerja timbul karena aktifitas yang dilaksanakan dalam perusahaan+tempat kerja

1.( Kerugian Aki"at Ke)e$akaan Ker%a (erbagai kerugian yang terjadi akibat kecelakaan kerja diantaranya : "ehilangan 5am kerja produktif! yang mengakibat kan system operasional atau produksi terhenti! penalty ! hilang &aktu dan kesempatan untuk menjual dll# "erusakan lingkungan "erugian terjadi dalam rangkaian pasca kecelakaan kerja 6ompany 3mage! menurun nya nama baik perusahaan bahkan negative! atau trauma "erugian bagi diri sendiri baik cedera ringan! cedera berat! cacat! sampai kematian D$$

1.* +u%uan Pokok k3 "3 mempunyai tujuan pokok dalam upaya memajukan dan mengembangkan proses industrialisasi! terutama dalam me&ujudkan kesejahteraan pekerja# 1., Latar Be$akang %ada tahun 789: sebelum 4asehi! 1aja Hammurabi! yang merupakan pendiri Dinasti (abylonia! menyusun kumpulan undang/undang dan peraturan yang kemudian disebut "ode Hammurabi# "ode ini! telah diterima oleh raja dari de&a matahari! Shamash! yang memberikan prosedur mengenai hak/hak milik! hak perorangan! dan hutang/piutang# "ode ini dibuat antara lain untuk mengatur kerusakan yang disebabkan oleh pengabaian dalam berbagai perdagangan# Sebagai contoh! ini mengatur mengenai hal berikut : ; Jika seorang pembangun membangun rumah untuk seseorang dan tidak membangunnya secara tepat, kemudian rumah tersebut runtuh dan menewaskan pemiliknya, maka pembangun harus dihukum mati. Jika pembuat kapal membuat perahu untuk seseorang dan tidak membuatnya dengan kuat, jika selama tahun yang sama perahu tersebut rusak, maka pembuat kapal harus memperbaikinya dengan biayanya sendiri. Kapal yang telah diperbaiki tersebut harus diberikan kepada pemiliknya. 4ungkin kutipan di atas tidak sesuai dengan judul makalah ini# *amun dari kutipan tersebut! dapat kita pahami bah&a hal tersebut di atas merupakan sejarah lahirnya S"3 di dunia# 4aksudnya! ternyata S"3 sudah ada dan di terapkan sejak <aman dahulu# 'ak hanya itu! S"3 juga mencakup berbagai aspek kehidupan baik politik! sosial dan budaya! industri! iptek dan lain/lain# 'api kenyataan di lapangan sangat berbeda# Sistem ini! seakan diabaikan oleh semua pihak! baik oleh kaum intelegent! pengusaha! dan khalayak ramai# %ada hal ini khususnya masyarakat umum banyak yang tidak tahu mengenai keberadaan S"3 di sekelilingnya# Dampaknya! banyak sekali kecelakaan/ 3

BUKU PEDOMAN PELAKSANAAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM PERMESINAN kecelakaan yang terjadi di masyarakat dan industry karena kita tidak tahu tentang pentingnya penerapan S"3# Dalam .ndang/.ndang Dasar 7=>? menyatakan bah&a setiap &arga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan (pasal -8 ayat -)# %ekerjaan yang layak bagi kemanusiaan adalah pekerjaan yang bersifat manusia&i sesuai dengan harkat dan martabat manusia! sehingga pekerja berada dalam kondisi selamat dan sehat! terhindar dari kecelakaan dan penyakit akibat kerja# (erdasarkan ketentuan tersebut! telah diterbitkan .ndang/undang *o# 73 tahun -::3 tentang "etenagakerjaan! antara lain mengatur tentang perlindungan tenaga kerja yaitu bah&a setiap tenaga kerja berhak mendapat perlindungan atas keselamatan! kesehatan! kesusilaan! pemeliharaan moral kerja serta perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia dan nilai agama# Selanjutnya! .. *o# 7 tahun 7=8: tentang "eselamatan "erja! sebagai pengganti undang/undang keselamatan yang diterbitkan di <aman Hindia (elanda pada tahun 7=7: yang dikenal dengan singkatan @1 yaitu A@eilegheids 1eglement;# .ndang/undang *o# 7 tahun 7=8: lebih bersifat preventif dibanding dengan @1 yang bersifat represif# 1uang lingkup keselamatan kerja yang diatur dalam .. *o# 7 tahun 7=8: mencakup keselamatan kerja di semua tempat kerja baik di darat! di dalam tanah! di permukaan air! di dalam air! maupun di udara di &ilayah negara 1epublik 3ndonesia# "arena itu sumber bahaya yang dapat menimbulkan kecelakaan dan penyakit akibat kerja yang berada di tempat kerja harus dikendalikan melalui penerapan syarat keselamatan dan kesehatan kerja sejak tahap perencanaan! proses produksi! pemeliharaan! pengangkutan! peredaran! perdagangan! pemasaran! pemakaian! penyimpanan! pembongkaran dan pemusnahan bahan! barang produk teknis dan alat produksi yang mendukung dan dapat menimbulkan bahaya dan kecelakaan#

BAB II 4

BUKU PEDOMAN PELAKSANAAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM PERMESINAN

LANDA-AN +E.RI

(erdasarkan penelitian! hanya >9B dari >::: respoden yang memahami tentang keselamatan dan kesehatan kerja ("3)! yang dilakukan badan peninjau kelengkapan %oliteknik se/kota (andung tentang "3! >-B tidak sesuai dengan standart umum yang ada# Dilain pihak kecelakaan kerja yang terjadi di pabrik kebanyakan dari lulusan S4" termasuk juga %oliteknik# Hal ini membuktikan kalau fasilitas "3 di laboratorium permesinan masih kurang diperhatikan# # 4engacu pada masalah diatas maka tujuan pembuatan buku panduan ini yaitu untuk mengetahui bagaimana fasilitas "3 pada laboratorium pemesinan di %oliteknik *egeri (andung ditinjau dari perlindungan bahaya kebakaran! perlindungan bahaya listrik! dan kondisi lingkungan kerja# 1ancangan yang di gunakan dalam mengetahui kecelakaan di lab permesinan disini sangat deskriptif ! dimana sedikit sekali yang memperhatikan safety first keselamatan kerja di laboratorium permesinan! contoh pada saat menggerinda pada mesin gerinda banyak sekali mahasis&a yang tidak memperhatikan hand safety nya sendiri dengan menggerinda benda kerja secara over heating yang mengakibat kan tangan melepuh dan membengkak! itu hanya sebagian contoh kecil yang seharus nya bisa di hindari dengan cara menggerinda step by step apabila benda panas celupkan kedalam bromus# Dari contoh contoh kecil itu lah yang harus sangat di perhatikan jika tidak! bisa saja menimbulkan kecelakaan yang lebih berbahaya dan tidak di ingin kan#5ika di tinjau lebih riskan lagi meliputi: jumlah pemadam kebakaran!
penempatannya! pemberian symbol untuk bahan yang mudah terbakar! tempat penyimpanannya serta tanda bahaya jika terjadi kebakaran# %erlindungan bahaya listrik 79B yang harus diperbaiki meliputi: pengadaan alat perlindungan dari kontak listrik serta penggunaan alat penurun tegangan pada las listrik# .ntuk kondisi lingkungan kerja -:B yang perlu perhatian meliputi: ventilasi udara! akustik! ukuran ruangan! pengadaan ruangan! dan sarana informasi keselematan dan kesehatan kerja ("3)#

2.1 -istem /anagement Kese$amatan Kese#atan Ker%a 0K31 OHS)S 7C:: diterbitkan oleh sekumpulan organisasi dunia seperti : 7# 5apanese Standart )ssosiation -# (ritish Standart 3nstitution 3# South )frican (ureau of Standart ># *ational Standart )uthority of 3reland ?# (ureaus @eritas Duality 3nternational 9# Det *orske @eritas 8# $yoyds 1egister Duality )ssurance C# S2S 6ertification =# SES ,arsley 3nternational 6ertification Services 5

BUKU PEDOMAN PELAKSANAAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM PERMESINAN 7:# 77# 7-# 73# 7># 7?# 79# 78# 7C# *ational Duality 3nsurance )ssociation spanola de *ormali<ation y 6ertification 3nternational Safety 4anagement Organi<ation $td# S3134 D)S Sdn (dn 3nternational 6ertification Serfices 'he High %ressure Eas Safety 3nstitute of 5apan 'he ngineering mployers 2ederation Singapore %roductifity Standarts (oard 3nstituto 4aFicano de *ormali<ation y 6ertification

"arena saat ini OHS)S 7C::: sudah dikenal memiliki struktur hampir sama dengan 3SO 7>::7 : 7==9! maka akan lebih mudah untuk diintegrasikan dengan 3SO 7>:::dan 3SO =::: dan sistem audit nya pun hampir sama pula#

% 14 *)" 1 :?+4 *+7==9 merupakan salah satu jenis yang sama yang telah di kembangkan di indonesia dengan nama Sistem 4anajemen"/3 ! &alaupun ada sedikitperbedaan dengan OHS)S 7C::: dimana % 14 *)" 1 :?#4 *+7==9 membagi jumlah+jenis elemen untuk jenis perusahaan tergantung pada besar kecil nya perusahaan itu sendiri! sehingga dalam penerpannya terbagi menjadi :

7# %erusahaan kecil dengan tingkat resiko rendah harus menetapkan sebanyak 9> kriteria -# %erusahaan sedang dengan tingkat resiko menengah harus menerapkan sejumlah 7-- kriteria 3# %erusahaan besar dengan tingkat resiko tinggi harus menerapkan 799 kriteria Sedangkan OHS)S 7C::: emnsyaratkan pemberlakuan untuk semua jenis organisasi dengan tidak melihat besar kecilnya jenis perusahaan# .kuran keberhasilan penerapan % 14 *)" 1 :?+4 *+7==9 dengan kompensasi berikut : 7# 'ingkat pencapaian penerapan : G ?=B dan pelanggaran peraturan perundang/ undangan ( nonconformance) dikenai tindakan hukum -# %encapaian penerapan 9: G C:B diberikan sertifikat dan bendera perak 3# %ncapaian penerapan C?B / 7::B di berikan sertifikat dan bendera emas Dengan demikian penerapan Sistem 4anajemen "/3 dan lingkungan perlu dilakukan secara berkesinambungan ! maka tahap demi tahap dalam proses penerapannya perlu disesuaikan dengan siklus %lan/Do/6heck/)ction (%D6)) dengan siklus sperti gambar berikut:

BUKU PEDOMAN PELAKSANAAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM PERMESINAN

Eambar -#7 siklus manajemen k3 2.1 +u%uan penerapan -/K 2 3 4engendalikan 1esiko kecelakaan kerja 4embantu pimpinan perusahaan dalam menerapkan standar G standar "/3 ,ang merupakan tuntutan masyarakat nasional dan internasional 4enjamin "osistensi dan efektifitas perusahaan dalam pengendalian sumber bahaya 4engurangi dan mencegah kecelakan dan penyakit akibat kerja 4engantisipasi pemberlakuan sertifikasi "/3 ataupun standarisasi "/3 secara 3nternational 4emacu peningkatan daya saing barang dan jasa yang di hasil kan 4emaksimalkan efesiensi perubahan 4eningkatkan produktifitas perusahaan

2.1 Dasar Hukum 7

BUKU PEDOMAN PELAKSANAAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM PERMESINAN .ndang G undang *o#7 tahun 7=8: tentang kesehatan dan keselamatan kerja %eraturan 4enteri *o# %er# :?+4 *+7==9 tentang Sistem 4anajemen "eselamatan dan "esehatan "erja %eraturan %erundangan lainnya yang berkaitan dengan %eraturan menteri tersebut

2.1 Aspek Dasar Semua unsure atau elemen system dalam kegiatan organisasi yang dapat berinteraksi dengan lingkungan dan berpengaruh langsung terhadap keselamatn dan kesehatan kerja tenaga kerja! sehingga berdampak pada setiap perubahan terhadap lingkungan! keselamatan dan kesehatan kerja# Dalam proses evaluasi nya perlu dipertimbangkan 0 dampak terhadap tenaga kerja ! factor hokum ! kerugian G kerugian secara ekonomi ! frekuensi kejadian! kemampuan personil dll#

2.2 Imp$ementasi Seluruh lingkungan+tempat kerja 'erutama tempat kerja+perusahaan yang : 4empekerjakan tenaga sebanyak seratus orang atau lebih dan atau 4engandung potensi bahaya yang ditimbulkan oleh karakteristik proses atau bahan produksi yang dapat mengakibat kan kecelakaan kerja seperti ! peledakan! kebakaran! pencemaran penyakit akibat kerja#

2.1 E$ement dasar -istem /anagement K33 "er"asis I-. 7# -# 3# ># ?# 9# 8# C# =# 7:# 77# 7-# %embagunan dan pemeliharaan komitmen Strategi pendokumentasian %eninjauan ulang rancangan (design) dan kontrak %engendalian dokumen %embelian "eamanan bekerja berdasarkan S4"3 Standar %emantauan %emantauan dan %erbaikan kekurangan %engelolaan material dan pemindahan nya %engumpulan dan penggunaan data ( Sistem 3nformasi "3 ) %emeriksaan system manajemen + )udit S4"/3 %engembangan keterampilan dan kemampuan

2.1 Langka#3$angka# penerapan )da dua tahap dasar dalam proses penerpan yakni : a# 'ahap %ersiapan ! merupakan tahap a&al yang berupa kegiatan : "omitmen 4anajemen puncak 4enentukan ruang lingkup 4enerapkan cara penerapannya 4ebentuk kelompok kerja 4enetapkan sumber daya yag di perlukan

BUKU PEDOMAN PELAKSANAAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM PERMESINAN a# 'ahap %engembangan dan penerapan ! tahap ini berisikan langkah yang harus dilakukan organisai dengan melibat kan seluruh elemen organisasi! baik pada saat penyuluhan! kegiatan audit maupun dalam pemeliharaan dan perbaikannya # %enerapan Sistem 4anajemen "/3 berbasis 3SO berikut dengan gambar :

Eambar -#- %enerapan sistem k3

K./I+/EN K34 adalah tota$itas ! pandangan ! sikap! ucapan dan tindakan dengan tujuan mendukung keberhasilan penerpan "3#

5u%ud Komitmen K3 :

7# Sikap dan ucapan serta tindakan %impinan %erusahaan pada setiap kesempatan selalu mengaitkan dengan k3# -# 4enempatkan organisasi "3 pada posisi yang dapat menetukan 3# 4emberi anggaran "3 yang cukup ># 4enyiapkan SD4 yang tangguh#

A)uann6a! dijabarkan ! tertulis! dikomunikasikan! dipahami! dimengerti! dan dilaksanakan

Ke"i%akan K37 4erupakan penjabaran lebih lanjut dari komitmen k3 ! dan dalam bentuk tertulis serta di tanda tangani pimpinan tertinggi di perusahaan tersebut "ebijakan k3 mencakup: %erusahaan menerapkan prinsip/prinsip k3 dalam menjalan kan operasi nya 9

BUKU PEDOMAN PELAKSANAAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM PERMESINAN 4emandang manusia sebagai aset perusahaan yang harus di jaga dan dipelihara di samping asset perusahaan lainnya 4ematuhi setiap peraturan dan ketentuan k3 Dimana factor yang terkait dengan social dan keorganisasian di antaranya karakteristik $aboratorium! training! penga&asan! pengupahan! dan lingkungan social#

Mesi Pe!"#"$" Ke!%" M"$e!i"# Li &'( &" )isi' Me$*+" T"$" ,"!" Pe!"$(!"

A$i$(+e - Si."$ K"!"'$e!is$i' .isi'/i "$- /*$i0"si- %e is 'e#"/i - 1e +i+i'"

K"!"'$e! Pe!(s"2"" T!"i i & Pe &"3"s" Pe &(1"2" Li &'4 s*si"#


10

BUKU PEDOMAN PELAKSANAAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM PERMESINAN Eambar -#3 kebijakan k3

2.1 .rganisasai K3

"etrampilan yang diperlukan untuk mengelola usaha keselamatan dan kesehatan dalam suatu organisasi tergantung pada banyak faktor# (ahaya dan resiko apa yang ada dalam organisasiH 5enis teknologi apa yang menjalankan organisasiH )pakah pekerjaan memerlukan profesional manajemen keselamatan dan kesehatanH )pakah memerlukan ketrampilan untuk mempengaruhi manajer operasiH )pakah memerlukan ketrampilan teknis untuk masukan pada rancangan peralatan dan fasilitasH )pakah masalah interpretasi legal diperlukan dalam pekerjaan iniH %ada masa lalu! beberapa orang mempertimbangkan cara keselamatan secara sederhana sebagai mengikuti akal sehat# %ada saat ini! safety dapat dengan mudah diamati pada situasi dimana koreksi terlihat jelas# .saha a&al pada safety juga mencakup safety contest, safety slogans, dan safety poster# 3ni memberikan usaha a&al bah&a keselamatan dan kesehatan adalah suatu permainan dan bah&a setiap orang dapat melakukannya# "emudian muncul tiga 8E9 dalam bidang safety : engineering! education! dan enforcement# (eberapa orang menambahkan yang kelima : enthusiasm# 4enerapkan elemen/elemen ini akan memecahkan banyak permasalahan safety# "ita sekarang tahu bah&a terdapat pendekatan sederhana untuk menetapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan yang kokoh# %ara praktisi keselamatan dan kesehatan saat ini harus menghadapi dan memecahkan berbagai masalah rumit dengan peralatan yang baru dan lebih efektif# "etrampilan yang diperlukan untuk menerapkan peralatan ini sekarang dikenal sebagai mu$ti'a)eted# (eberapa sertifikasi profesional telah muncul# )merican 3ndustrial Hygiene )ssociation telah mengadopsi beberapa code yang mengatur para anggotanya# 4ereka mempersyaratkan bah&a anggotanya Amelakukan profesinya mengikuti prinsip/ prinsip ilmiah yang dikenal dengan realisasinya bah&a kehidupan! kesehatan dan kesejahteraan manusia tergantung pada ketetapan profesional mereka####; Demikian juga! )merican Society of Safety ngineers mempunyai kode etik dan mengi<inkan sertifikasi bah&a seseorang mempunyai bachelor degree dalam bidang safety dari institusi yang terakreditasi (atau pilihan lainnya)! mempunyai empat tahun pekerjaan safety! memenuhi kriteria pemilihan dan lulus ujian Safety 2undamentals and 6omprehensive %ractice# 4ereka menggambarkan profesional safety sebagai Aseorang yang terlibat dalam pencegahan kecelakaan! insiden dan kejadian yang membahayakan manusia! property atau lingkungan# 4ereka menggunakan analisa kuantitatif dan kualitatif terhadap produk yang sederhana dan kompleks! system! operasi dan kegiatan untuk mengidentifikasi bahaya#### Selain pengetahuan yang luas mengenai bahaya! pengendalian dan metode 11

BUKU PEDOMAN PELAKSANAAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM PERMESINAN assessment! profesional safety harus mempunyai pengetahuan mengenai fisika! kimia! biologi dan ilmu perilaku! matematika! bisnis! pelatihan dan teknik pendidikan! konsep engineering! dan jenis/jenis operasi khusus###; Derajat praktisi keselamatan dan kesehatan kerja yang perlu untuk menyusun dan menerapkan semua ketrampilan ini tentunya tergantung pada sifat bahaya dan pekerjaan dalam organisasi# 6orporate do&nsi<ing telah mendorong praktisi safety menjadi kurang sebagai pelaksana dan lebih menjadi pendorong# 3ni memerlukan penerapan ketrampilan fasilitasi! advokasi dan menjadi tim atau group leader# (ahaya dengan kecenderungan ini adalah potensi dilusi dan+atau disolusi dari praktek profesional keselamatan dan kesehatan# )pakah ini tampaknya akan dipertimbangkan sebagai pendekatan manajemen dengan cara profesional lain seperti biologi! akuntansi atau engineeringH %ada beberapa organisasi! 6orporate 6 O menempatkan diri sebagai pejabat kepala safety# Dalam kasus ini! gaya manajemen telah muncul pada titik dimana ini diketahui bah&a safety dimulai dari puncak# Organisasi besar mempunyai Senior @ice %resident Health Safety and nvironment dengan staf profesional kesehatan dan keselamatan yang bekerja secara sentral atau secara tidak langsung melalui lini organisasi# %ada banyak perusahaan kecil atau menengah! personel yang menangani masalah keselamatan dan kesehatan memakai berbagai topi seperti sumber daya manusia atau manajemen fasilitas# %emikiran organisasional yang muncul mempunyai keselamatan dan kesehatan yang terintegrasi dalam unit bisnis strategis dimana semua keperluan organisasi tersedia dalam kelompok# (eberapa orang menambahkan hal ini dengan meletakkan matriks kecil yang tersentralisasi dari ahli/ahli fungsional# Sebagian besar ahli organisasional akan menyarankan bah&a keselamatan dan kesehatan perlu untuk sepenuhnya dihubungkan dengan aspek/aspek lain dari struktur organisasi# 4enetapkan fungsi keselamatan dan kesehatan yang tersentralisasi secara kuat yang bekerja mengatur secara top/do&n jelas tidak masuk akal untuk suatu organisasi yang bekerja secara desentralisasi# Dalam beberapa kasus! dimanapun kesehatan dan keselamatan ditempatkan dalam struktur! dengan maksud untuk keberhasilannya! kegiatan keselamatan dan kesehatan harus sepenuhnya dihubungkan dengan tujuan bisnis dari organisasi# .saha kesehatan dan keselamatan harus memberikan nilai bisnis yang jelas dan dapat diukur# Diskusi dengan bagian/bagian kunci dari organisasi utnuk menentukan misi bersama dengan tujuan keselamatan dan kesehatan merupakan langkah pertama yang baik dalam penyelarasan ini# 4enyediakan saran keselamatan dan kesehatan secara masuk akal dan profesional ke atas dan ke ba&ah dalam organisasi merupakan langkah selanjutnya untuk usaha yang berhasil serta bernilai#

2.: -+RUK+UR .R;ANI-A-I K3


Struktur organisasi adalah suatu bagian yang menunjukkan hubungan antara fungsi dan tugas dari tiap G tiap bagian dalam suatu organisasi# Struktur organisasi k3 dapat dikategorikan sebagai berikut : Departemen berdiri sendiri dan berada langsung diba&ah Eeneral 4anager Departemen berada diba&ah penge&asan departemen produksi Departemen berada diba&ah penga&asan departemen 4aintenance (erdiri secara independent! dan langsung berada diba&ah penga&asan direktur# Secara umum struktur organisasi departemen "3 dapat dilihat pada gambar berikut : 12

BUKU PEDOMAN PELAKSANAAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM PERMESINAN

Eambar -#> struktur organisasi k3 lab#%ermesinan

(erikut nama G nama yang dosen maupun teknisi yang terlibat dalam struktur organisasi "3 di $aboratorium %ermesinan %oliteknik *egeri (andung:

Eambar -#? bagan dosen dan teknisi di permesinan

"eterangan : 7# -# 3# ># 1esp I 'eori (yang dilakukan pada sekali pertemuan di pertemuan pertama) %DE I %edestral Erinding (gerinda) SH I Shaping (Sekrab) 4$ I 4illing

Note7 Nama nama dosen penga%ar 6ang penu$is "uat disini ada$a# nama3nama dosen tingkat I 4 karena penu$is sendiri masi# "erada pada tingkat I

(agianGbagian yang terlibat langsung dalam manajemen "3 antara lain:


"epala $aboratorium 4erupakan tingkat tertinggi dari masing/masing divisi yang mengelola dan mengambil keputusan yang tepat untuk meningkatkan produktivitas divisinya! khususnya dalam hal penanganan keselamatan dan kesehatan kerja di permesinan Dosen $aboratorium Sebagai mengarahkan! membagi! menga&asi dan memberi penilaian setiap pekerjaan yang dibebankan kepada tiap pelaksana#

'eknisi 4erupakan pekerja level terakhir yang bertugas menjalankan kegiatan untuk menjalankan program "eselamatan dan "esehatan "erja di $aboratorium 'ersebut #

13

BUKU PEDOMAN PELAKSANAAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM PERMESINAN Adapun -truktur .rganisasi <urusan teknik /esin Ada$a# 7

"epala $aboratorium bertanggung ja&ab kepada "etua 5urusan 'eknik 4esin#


KETUA Management Ka.Lab Ka.KBK Majelis Ketua Ka.Lab JURUSAN Program Program Perawatan Representative Fabrikasi Pemesinan Jurusan Bahan CNC- ME AE TEKNIK SEK. MESIN CADCAM JURUSAN

14

BUKU PEDOMAN PELAKSANAAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM PERMESINAN

Eambar -#9 struktur organisasi jrusan teknk mesin Salah satu tugas yang utama dari "epala $aboratorium berdasarkan -istem /ana%emen /utu I-. :===72=== adalah membuat 5ad&al %raktikum dan melaporkan ni$ai #asi$ Praktikum pada "etua program! jad&al yang dimaksud adalah detail kegiatan di $aboratorium selama 7 (satu) semester! didalam jad&al praktikum biasanya memuat tentang materi praktikum kapan dilaksanakan! berapa lama dan oleh siapa praktikum tersebut di bimbing! pembuatan jad&al ini dapat dilakukan apabila kurikulum pada semester yang akan berjalan telah terlebih dahulu ditetapkan S)% nya oleh pihak 5urusan! sehingga setelah kurikulum ditetapkan %rogram studi akan membuatkan daftar program praktikum pada semester yang akan berjalan beserta dengan Daftar mahasis&a dari sini kemudian dapat di buatkan menjadi 5ad&al %raktikum untuk semester yang akan berjalan# Disamping 5ad&al %raktikum seorang kepala $aboratorium juga harus membuat detail keperluan 3*' 1* $aboratorium seperti0 4enyusun rencana penjad&alan praktikum! 4enyusun kebutuhan bahan penunjang kegiatan %raktikum! 4embagi tugas dan memberi pengarahan 3ntruktur %raktikum dan teknisi! 4enjaga keandalan 2asilitas! 4engkoordinasikan serta melaksanakan penilaian "egiatan praktikum bagi mahasis&a agar proses belajar mengajar berjalan dengan baik! 4enentukan dosen pengganti bilamana dosen yang bersangkutan berhalangan

15

BUKU PEDOMAN PELAKSANAAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM PERMESINAN

$ayout $aboratorium %ermesinan :

16

BUKU PEDOMAN PELAKSANAAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM PERMESINAN

t
( 1 b b E ( . a h D ) a n * E 1 o l l i n
" O 4

g
%

d
1

o
S

o
O

r
1

>2

>2

>2

>"

32

32

32

3b

b b

'

'

t o

r e E ) . l a 1 D t # D ) * O E S * ) * E

i g g d d f E f D 4 1 # ' O E 1 . 3

"

l 1 a #s

D 1

o #

s e D

n
g p g

J J

6 6

7 -

s g pe

np

Eambar -#8 layout laboratorium permesinan

2.1= UUD k3 UNDAN;3UNDAN; REPUBLIK IND.NE-IA N./.R 1 +AHUN 1:*= +EN+AN; KE-ELA/A+AN KER<A 17

BUKU PEDOMAN PELAKSANAAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM PERMESINAN DEN;AN RAH/A+ +UHAN >AN; /AHA E-A PRE-IDEN REPUBLIK IND.NE-IA4 4enimbang : a# bah&a setiap tenaga kerja berhak mendapat perlindungan atas keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi serta produktivitas *asional0 b# bah&a setiap orang lainnya yang berada di tempat kerja perlu terjamin pula keselamatannya0 c# bah&a setiap sumber produksi perlu dipakai dan dipergunakan secara aman dan effisien0 d# bah&a berhubung dengan itu perlu diadakan segala daya/upaya untuk membina norma/norma perlindungan kerja0 e# bah&a pembinaan norma/norma itu perlu di&ujudkan dalam .ndang/undang yang memuat ketentuan/ ketentuan umum tentang keselamatan kerja yang sesuai dengan perkembangan masyarakat! industrialisasi! teknik dan teknologi0 4engingat : 7# %asal/pasal ?! -: dan -8 .ndang/.ndang Dasar 7=>?0 -# %asal/pasal = dan 7: .ndang/undang *o# 7> 'ahun 7=9= tentang "etentuan/ketentuan %okok mengenai 'enaga "erja ($embaran *egara 1epublik 3ndonesia 'ahun 7=9= *o# ??! 'ambahan $embaran *egara *o# -=7-)0 Dengan persetujuan De&an %er&akilan 1akyat Eotong/1oyong# 4 4.'.S")* : 7# -# 4encabut : @eiligheidsreglement 'ahun 7=7: (Stbl# *o# >:9)! 4enetapkan : .*D)*E/.*D)*E ' *')*E " S $)4)')* " 15)# BAB I. +EN+AN; I-+ILAH3I-+ILAH Pasa$ 1 Dalam .ndang/undang ini yang dimaksudkan dengan : (7) Atempat kerja; ialah tiap ruangan atau lapangan! tertutup atau terbuka! bergerak atau tetap! dimana tenaga kerja bekerja! atau yang sering dimasuki tenaga kerja untuk keperluan suatu usaha dan di mana terdapat sumber atau sumber/sumber bahaya sebagaimana diperinci dalam pasal -0 termasuk tempat kerja ialah semua ruangan! lapangan! halaman dan sekelilingnya yang merupakan bagian/bagian atau yang berhubungan dengan tempat kerja tersebut0 (-) Apengurus; ialah orang yang mempunyai tugas memimpin langsung sesuatu tempat kerja atau bagiannya yang berdiri sendiri0 (3) Apengusaha; ialah : a# orang atau badan hukum yang menjalankan sesuatu usaha milik sendiri dan untuk keperluan itu mempergunakan tempat kerja0 b# orang atau badan hukum yang secara berdiri sendiri menjalankan sesuatu usaha bukan miliknya dan untuk keperluan itu mempergunakan tempat kerja0 c# orang atau badan hukum! yang di 3ndonesia me&akili orang atau badan hukum termaksud pada (a) dan (b)! jikalau yang di&akili berkedudukan di luar 3ndonesia# (>) Adirektur; ialah pejabat yang ditunjuk oleh 4enteri 'enaga "erja untuk melaksanakan .ndang/ undang ini0 18

BUKU PEDOMAN PELAKSANAAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM PERMESINAN (?) Apega&ai penga&as; ialah pega&ai teknis berkeahlian khusus dari Departemen 'enaga "erja0 (9) Aahli keselamatan kerja; ialah tenaga teknis berkeahlian khusus dari luar Departemen 'enaga "erja yang ditunjuk oleh 4enteri 'enaga "erja untuk menga&asi ditaatinya .ndang/undang ini# BAB II. RUAN; LIN;KUP Pasa$ 2. (7) ,ang diatur oleh .ndang/undang ini ialah keselamatan kerja dalam segala tempat kerja! baik di darat! di dalam tanah! di permukaan air! di dalam air maupun di udara! yang berada di dalam &ilayah kekuasaan hukum 1epublik 3ndonesia# (-) "etentuan/ketentuan dalam ayat (7) tersebut berlaku dalam tempat kerja di mana : a# dibuat! dicoba! dipakai atau dipergunakan mesin! pesa&at! alat! mekanik# perkakas! peralatan atau instalasi yang berbahaya atau dapat menimbulkan kecelakaan! kebakaran atau peledakan0 b# dibuat! diolah! dipakai! dipergunakan! diperdagangkan! diangkut atau disimpan bahan atau barang yang : dapat meledak! mudah terbakar! menggigit! beracun! menimbulkan infeksi! bersuh tinggi0 c# dikerjakan pembangunan! perbaikan! pera&atan! pembersihan atau pembongkaran rumah! gedung atau bangunan lainnya! termasuk bangunan pengairan! saluran atau tero&ongan di ba&ah tanah dan sebagainya atau dimana dilakukan pekerjaan persiapan0 d# dilakukan usaha : pertanian! perkebunan! pembukaan hutan! pengerjaan hutan! pengolahan kayu atau hasil hutan lainnya! peternakan! perikanan dan lapangan kesehatan0 e# dilakukan usaha pertambangan dan pengolahan : emas! perak! logam atau bijih logam lainnya! batu/ batuan! gas! minyak atau mineral lainnya! baik di permukaan atau di dalam bumi! maupun di dasar perairan0 f# dilakukan pengangkutan barang! binatang atau manusia! baik di daratan! melalui tero&ongan! di permukaan air! dalam air maupun di udara0 g# dikerjakan bongkar/muat barang muatan di kapal! perahu! dermaga! dok! stasiun atau gudang0 h# dilakukan penyelaman! pengambilan benda dan pekerjaan lain di dalam air0 i# dilakukan pekerjaan dalam ketinggian di atas permukaan tanah atau perairan0 j# dilakukan pekerjaan di ba&ah tekanan udara atau suhu yang tinggi atau rendah0 k# dilakukan pekerjaan yang mengandung bahaya tertimbun tanah! kejatuhan! terkena pelantingan benda! terjatuh atau terperosok! hanyut atau terpelanting0 l# dilakukan pekerjaan dalam tangki! sumur atau lobang0 m# terdapat atau menyebar suhu! kelembaban! debu! kotoran! api! asap! uap! gas! hembusan angin! cuaca! sinar atau radiasi! suara atau getaran0 n# dilakukan pembuangan atau pemusnahan sampah atau limbah0 o# dilakukan pemancaran! penyiaran atau penerimaan radio! radar! televisi atau telepon0 p# dilakukan pendidikan! pembinaan! percobaan! penyelidikan atau riset (penelitian) yang menggunakan alat teknis0 K# dibangkitkan! dirubah! dikumpulkan! disimpan! dibagi/bagikan atau disalurkan listrik! gas! minyak atau air0 r# diputar film! dipertunjukkan sandi&ara atau diselenggarakan rekreasi lainnya yang memakai peralatan! instalasi listrik atau 19

BUKU PEDOMAN PELAKSANAAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM PERMESINAN (3) Dengan peraturan perundangan dapat ditunjuk sebagai tempat kerja! ruangan/ruangan atau lapangan/ lapangan lainnya yang dapat membahayakan keselamatan atau kesehatan yang bekerja dan atau yang berada di ruangan atau lapangan itu dan dapat dirubah perincian tersebut dalam ayat (-)# BAB III. ->ARA+3->ARA+ KE-ELA/A+AN KER<A. Pasa$ 3# (7) Dengan peraturan perundangan ditetapkan syarat/syarat keselamatan kerja untuk : a# mencegah dan mengurangi kecelakaan0 b# mencegah! mengurangi dan memadamkan kebakaran0 c# mencegah dan mengurangi bahaya peledakan0 d# memberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada &aktu kebakaran atau kejadian/kejadian lain yang berbahaya0 e# memberi pertolongan pada kecelakaan0 f# memberi alat/alat perlindungan diri pada para pekerja0 g# mencegah dan mengendalikan timbul atau menyebarluasnya suhu! kelembaban! debu! kotoran! asap! uap! gas! hembusan angin! cuaca! sinar atau radiasi! suara dan getaran0 h# mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat kerja baik physik maupun psychis! peracunan! infeksi dan penularan0 i# memperoleh penerangan yang cukup dan sesuai0 j# menyelenggarakan suhu dan lembab udara yang baik0 k# menyelenggarakan penyegaran udara yang cukup0 l# memelihara kebersihan! kesehatan dan ketertiban0 m# memperoleh keserasian antara tenaga kerja! alat kerja! lingkungan! cara dan proses kerjanya0 n# mengamankan dan memperlancar pengangkutan orang! binatang! tanaman atau barang0 o# mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan0 p# mengamankan dan memperlancar pekerjaan bongkar/muat! perlakuan dan penyimpanan barang0 K# mencegah terkena aliran listrik yang berbahaya0 r# menyesuaikan dan menyempurnakan pengamanan pada pekerjaan yang bahaya kecelakaannya menjadi bertambah tinggi# (-) Dengan peraturan perundangan dapat dirubah perincian seperti tersebut dalam ayat (7) sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan! teknik dan teknologi serta pendapatan/pendapatan baru di kemudian hari# Pasa$ . (7) Dengan peraturan perundangan ditetapkan syarat/syarat keselamatan kerja dalam perencanaan! pembuatan! pengangkutan! peredaran! perdagangan! pemasangan! pemakaian! penggunaan! pemeliharaan dan penyimpanan bahan! barang! produk teknik dan aparat produksi yang mengandung dan dapat menimbulkan bahaya kecelakaan# (-) Syarat/syarat tersebut memuat prinsip/prinsip teknik ilmiah menjadi suatu kumpulan ketentuan yang disusun secara teratur!jelas dan praktis yang mencakup bidang konstruksi! bahan! pengolahan dan pembuatan! perlengkapan alat/alat perlindungan! pengujian dan pengesyahan! pengepakan atau pembungkusan! pemberian tanda/tanda pengenal atas bahan! barang! produk teknis dan aparat produksi 20

BUKU PEDOMAN PELAKSANAAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM PERMESINAN guna menjamin keselamatan barang/barang itu sendiri! keselamatan tenaga kerja yang melakukannya dan keselamatan umum# (3) Dengan peraturan perundangan dapat dirubah perincian seperti tersebut dalam ayat (7) dan (-) : dengan peraturan perundangan ditetapkan siapa yang berke&ajiban memenuhi dan mentaati syarat/syarat keselamatan tersebut# BAB I?. PEN;A5A-AN Pasa$ &. a# Direktur melakukan pelaksanaan umum terhadap .ndang/undang ini! sedangkan para pega&ai penga&as dan ahli keselamatan kerja ditugaskan menjalankan penga&asan langsung terhadap ditaatinya .ndang/undang ini dan membantu pelaksanaannya# b#Je&enang dan ke&ajiban direktur! pega&ai penga&as dan ahli keselamatan kerja dalam melaksanakan .ndang/undang ini diatur dengan peraturan perundangan# Pasa$ (. (7) (arangsiapa tidak dapat menerima keputusan direktur dapat mengajukan permohonan banding kepada %anitia (anding# (-) 'ata/cara permohonan banding! susunan %anitia (anding! tugas %anitia (anding dan lain/lainnya ditetapkan oleh 4enteri 'enaga "erja# (3) "eputusan %anitia (anding tidak dapat dibanding lagi# Pasa$ *. .ntuk penga&asan berdasarkan .ndang/undang ini pengusaha harus membayar retribusi menurut ketentuan/ketentuan yang akan diatur dengan peraturan perundangan# Pasa$ ,. (7) %engurus di&ajibkan memeriksakan kesehatan badan! kondisi mental dan kemampuan fisik dari tenaga kerja yang akan diterimanya maupun akan dipindahkan sesuai dengan sifat/sifat pekerjaan yang diberikan padanya# (-) %engurus di&ajibkan memeriksakan semua tenaga kerja yang berada di ba&ah pimpinannya! secara berkala pada dokter yang ditunjuk oleh pengusaha dan dibenarkan oleh direktur# (3) *orma/norma mengenai pengujian keselamatan ditetapkan dengan peraturan perundangan#

BAB ?. PE/BINAAN. Pasa$ :. (7) %engurus di&ajibkan menunjukkan dan menjelaskan pada tiap tenaga kerja baru tentang : a# "ondisi/kondisi dan bahaya/bahaya serta yang dapat timbul dalam tempat kerjanya0 b# Semua pengamanan dan alat/alat perlindungan yang diharuskan dalam tempat kerjanya0 c# )lat/alat perlindungan diri bagi tenaga kerja yang bersangkutan0 21

BUKU PEDOMAN PELAKSANAAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM PERMESINAN d# 6ara/cara dan sikap yang aman dalam melaksanakan pekerjaannya#

(-) %engurus hanya dapat mempekerjakan tenaga kerja yang bersangkutan setelah ia yakin bah&a tenaga kerja tersebut telah memahami syaratsyarat tersebut di atas# (3) %engurus di&ajibkan menyelenggarakan pembinaan bagi semua tenaga kerja yang berada di ba&ah pimpinannya! dalam pencegahan kecelakaan dan pemberantasan kebakaran serta peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja! pula dalam pemberian pertolongan pertama pada kecelakaan# (>) %engurus di&ajibkan memenuhi dan mentaati semua syarat/syarat dan ketentuan/ketentuan yang berlaku bagi usaha dan tempat kerja yang dijalankannya# BAB ?I. PANI+IA PE/BINA KE-ELA/A+AN DAN KE-EHA+AN KER<A Pasa$ 1=. (7) 4enteri 'enaga "erja ber&enang membentuk %anitia %embina "eselamatan dan "esehatan "erja guna memperkembangkan kerja/sama! saling pengertian dan partisipasi efektif dari pengusaha atau pengurus dan tenaga kerja dalam tempat/tempat kerja untuk melaksanakan tugas dan ke&ajiban bersama di bidang keselamatan dan kesehatan kerja! dalam rangka melancarkan usaha berproduksi# (-) Susunan %anitia %embina "eselamatan dan "esehatan "erja! tugas dan lain/lainnya ditetapkan oleh 4enteri 'enaga "erja# BAB ?II. KE@ELAKAAN. Pasa$ 11. (7) %engurus di&ajibkan melaporkan tiap kecelakaan yang terjadi dalam tempat kerja yang dipimpinnya! pada pejabat yang ditunjuk oleh 4enteri 'enaga "erja# (-) 'ata/cara pelaporan dan pemeriksaan kecelakaan oleh pega&ai termaksud dalam ayat (7) diatur dengan peraturan perundangan# BAB ?III. KE5A<IBAN DAN HAK +ENA;A KER<A. Pasa$ 12. Dengan peraturan perundangan diatur ke&ajiban dan atau hak tenaga kerja untuk : a# 4emberikan keterangan yang benar bila diminta oleh pega&ai penga&as dan atau ahli keselamatan kerja0 b# 4emakai alat/alat perlindungan diri yang di&ajibkan0 c# 4emenuhi dan mentaati semua syarat/syarat keselamatan dan kesehatan kerja yang di&ajibkan0 d# 4eminta pada pengurus agar dilaksanakan semua syarat keselamatan dan kesehatan kerja yang di&ajibkan0 e# 4enyatakan keberatan kerja pada pekerjaan di mana syarat keselamatan dan kesehatan kerja serta alat/ alat perlindungan diri yang di&ajibkan diragukan olehnya kecuali dalam hal/hal khusus ditentukan lain oleh pega&ai penga&as dalam batas/batas yang masih dapat dipertanggungja&abkan# BAB IA. KE5A<IBAN BILA /E/A-UKI +E/PA+ KER<A# Pasa$ 13.

22

BUKU PEDOMAN PELAKSANAAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM PERMESINAN (arangsiapa akan memasuki sesuatu tempat kerja! di&ajibkan mentaati semua petunjuk keselamatan kerja dan memakai alat/alat perlindungan diri yang di&ajibkan# BAB A. KE5A<IBAN PEN;URU-. Pasa$ 1 . %engurus di&ajibkan : a# Secara tertulis menempatkan dalam tempat kerja yang dipimpinnya! semua syarat keselamatan kerja yang di&ajibkan! sehelai .ndang / undang ini dan semua peraturan pelaksanaannya yang berlaku bagi tempat kerja yang bersangkutan! pada tempat/tempat yang mudah dilihat dan terbaca dan menurut petunjuk pega&ai penga&as atau ahli keselamatan kerja0 b# 4emasang dalam tempat kerja yang dipimpinnya! semua gambar keselamatan kerja yang di&ajibkan dan semua bahan pembinaan lainnya! pada tempat/tempat yang mudah dilihat dan terbaca menurut petunjuk pega&ai penga&as atau ahli "eselamatan "erja0 c# 4enyediakan secara cuma/cuma! semua alat perlindungan diri yang di&ajibkan pada tenaga kerja yang berada di ba&ah pimpinannya dan menyediakan bagi setiap orang lain yang memasuki tempat kerja tersebut! disertai dengan petunjuk/petunjuk yang diperlukan menurut petunjuk pega&ai penga&as atau ahli keselamatan kerja# BAB AI. KE+EN+UAN3KE+EN+UAN PENU+UP. Pasa$ 1&. (7) %elaksanaan ketentuan tersebut pada pasal/pasal di atas diatur lebih lanjut dengan peraturan perundangan# (-) %eraturan perundangan tersebut pada ayat (7) dapat memberikan ancaman pidana atas pelanggaran peraturannya dengan hukuman kurungan selama/lamanya 3 (tiga) bulan atau denda setinggi/tingginya 1p# 7::#:::!/ (seratus ribu rupiah)# (3) 'indak pidana tersebut adalah pelanggaran# Pasa$ 1(. %engusaha yang mempergunakan tempat/tempat kerja yang sudah ada pada &aktu .ndang/undang ini mulai berlaku &ajib mengusahakan di didalam satu tahun sesudah .ndang/undang ini mulai berlaku! untuk memenuhi ketentuan/ketentuan menurut atau berdasarkan .ndang/undang ini# Pasa$ 1*. Selama peraturan perundangan untuk melaksanakan ketentuan dalam .ndang/undang ini belum dikeluarkan! maka peraturan dalam bidang keselamatan kerja yang ada pada &aktu .ndang/undang ini mulai berlaku! tetapi berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan .ndang/undang ini# Pasa$ 1,. .ndang/undang ini disebut A.*D)*E/.*D)*E " S $)4)')* " 15); dan mulai berlaku pada hari diundangkan# )gar supaya setiap orang dapat mengetahuinya! memerintahkan pengundangan .ndang/undang ini dengan penempatan dalam $embaran *egara 1epublik 3ndonesia# Disahkan di 5akarta Pada tangga$ 12 <anuari 1:*=. PRE-IDEN REPUBLIK IND.NE-IA4 23

BUKU PEDOMAN PELAKSANAAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM PERMESINAN -.EHAR+.. <endera$ +.N.I. Diundangkan di <akarta pada tangga$ 12 <anuari 1:*=. -EKRE+ARI- NE;ARA REPUBLIK IND.NE-IA4 ALA/-<AH /a6or <endera$ +.N.I.

PEN<ELA-AN A+AUNDAN;3UNDAN; N./.R 1 +AHUN 1:*= +EN+AN; KE-ELA/A+AN KER<A. PEN<ELA-AN U/U/ @eiligheidsreglement yang ada sekarang dan berlaku mulai 7=7: (Stbl# *o# >:9) dan semenjak itu di sana/sini mengalami perobahan mengenai soal/soal yang tidak begitu berarti! ternyata dalam banyak hal sudah terbelakang dan perlu diperbaharui sesuai dengan perkembangan peraturan perlindungan tenaga kerja lainnya dan perkembangan serta kemajuan teknik! teknologi dan industrialisasi di *egara kita de&asa ini dan untuk selanjutnya# 4esin/mesin! alat/alat! pesa&at/pesa&at baru dan sebagainya yang serba pesik banyak dipakai sekarang ini! bahan/bahan tehnis baru banyak diolah dan dipergunakan! sedangkan mekanisasi dan elektrifikasi diperluas di mana/mana# Dengan majunya industrialisasi! mekanisasi! elektrifikasi dan modernisasi! maka dalam kebanyakan hal berlangsung pulalah peningkatan intensitet kerja operasionil dan tempo kerja para pekerja# Hal/hal ini memerlukan pengerahan tenaga secara intensief pula dari para pekerja# "elelahan! kurang perhatian akan hal/hal lain! kehilangan keseimbangan dan lain/lain merupakan akibat dari padanya dan menjadi sebab terjadinya kecelakaan# (ahan/bahan yang mengandung racun! mesin/mesin! alat/alat! pesa&atpesa&at dan sebagainya yang serba pelik serta cara/cara kerja yang buruk! kekurangan ketrampilan dan latihan kerja! tidak adanya pengetahuan tentang sumber bahaya yang baru! senantiasa merupakan sumber/sumber bahaya dan penyakit/penyakit akibat kerja# 4aka dapatlah difahami perlu adanya pengetahuan keselamatan kerja dan kesehatan kerja yang maju dan tepat# Selanjutnya dengan peraturan yang maju akan dicapai keamanan yang baik dan realistis yang merupakan faktor sangat penting dalam memberikan rasa tentram! kegiatan dan kegairahan bekerja pada tenaga/kerja

24

BUKU PEDOMAN PELAKSANAAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM PERMESINAN yang bersangkutan dan hal ini dapat mempertinggi mutu pekerjaan! meningkatkan produksi dan produktivitas kerja# %enga&asan berdasarkan @eiligheidsreglement seluruhnya bersifat repressief# Dalam .ndang/undang ini diadakan perobahan prinsipiil dengan merobahnya menjadi lebih diarahkan pada sifat preventief# Dalam praktek dan pengalaman dirasakan perlu adanya pengaturan yang baik sebelum perusahaan/ perusahaan! pabrik/pabrik atau bengkel/bengkel didirikan! karena amatlah sukar untuk merobah atau merombak kembali apa yang telah dibangun dan terpasang di dalamnya guna memenuhi syarat/syarat keselamatan kerja yang bersangkutan# %eraturan baru ini dibandingkan dengan yang lama! banyak mendapatkan perobahan/perobahan yang penting! baik dalam isi! maupun bentuk dan sistimatikanya# %embaruan dan perluasannya adalah mengenai : 7# -# 3# ># ?# 9# 8# %erluasan ruang lingkup# %erobahan penga&asan repressief menjadi preventief# %erumusan teknis yang lebih tegas# %enyesuaian tata/usaha sebagaimana diperlukan bagi pelaksanaan penga&asan# 'ambahan pengaturan pembinaan "eselamatan "erja bagi management dan 'enaga "erja# 'ambahan pengaturan mendirikan %anitya %embina "eselamatan "erja dan "esehatan "erja# 'ambahan pengaturan pemungutan retribusi tahunan#

PEN<ELA-AN PA-AL DE/I PA-AL. Pasa$ 1. A6at 011. Dengan perumusan ini ruang lingkup bagi berlakunya .ndang undang ini jelas ditentukan oleh tiga unsur: 7 3 'empat dimana dilakukan pekerjaan bagi sesuatu usaha! )danya tenaga kerja yang bekerja disana! )danya bahaya kerja ditempat itu#

'idak selalu tenaga kerja harus sehari/hari bekerja dalam sesuatu tempat kerja# Sering pula mereka untuk &aktu/&aktu tertentu harus memasuki ruangan/ruangan untuk mengontrol! menyetel! menjalankan instalasi/instalasi! setelah mana mereka keluar dan bekerja selanjutnya di lain tempat# 3nstalasi/instalasi itu dapat merupakan sumber/sumber bahaya dan dengan demikian haruslah memenuhi syarat/syarat keselamatan kerja yang berlaku baginya! agar setiap orang termasuk tenaga kerja yang memasukinya dan atau untuk mengerjakan sesuatu disana! &alaupun untuk jangka &aktu pendek! terjamin keselamatannya# 3nstalasi/instalasi demikian itu misalnya rumah/rumah! transformator! instalasi pompa air yang setelah dihidupkan berjalan otomatis! ruangan/ruangan instalasi radio! listrik tegangan tinggi dan sebagainya# Sumber berbahaya adakalanya mempunyai daerah pengaruh yang meluas# Dengan ketentuan dalam ayat ini praktis daerah pengaruh ini tercakup dan dapatlah diambil tindakan/tindakan penyelamatan yang diperlukan# Hal ini sekaligus menjamin kepentingan umum# 4isalnya suatu pabrik dimana diolah bahan/bahan kimia yang berbahaya dan dipakai serta dibuang banyak air yang mengandung <at/<at yang berbahaya# (ila air buangan demikian itu dialirkan atau dibuang begitu saja ke dalam sungai maka air sungai itu menjadi berbahaya! akan dapat mengganggu kesehatan manusia! ternak ikan dan pertumbuhan tanam/tanaman#

25

BUKU PEDOMAN PELAKSANAAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM PERMESINAN "arena itu untuk air bungan itu harus diadakan penampungannya tersendiri atau dikerjakan pengolahan terdahulu! dimana <at/<at kimia di dalamnya dihilangkan atau dinetraliseer! sehingga airnya itu tidak berbahaya lagi dan dapat dialirkan kedalam sungai# Dalam pelaksanaan .ndang/undang ini dipakai pengertian tentang tenaga kerja sebagaimana dimuat dalam .ndang/undang tentang ketentuan/ketentuan %okok 4engenai 'enaga "erja! maka dipandang tidak perlu di muat definisi itu dalam .ndang/undang ini# .saha/usaha yang dimaksud dalam .ndang/undang ini tidak harus selalu mempunyai motif ekonomi atau motif keuntungan! tapi dapat merupakan usaha/usaha sosial seperti perbengkelan di Sekolah/sekolah teknik! usaha rekreasi/rekreasi dan di rumah/rumah sakit! di mana dipergunakan instalasi/instalasi listrik dan atau mekanik yang berbahaya# )yat (-) 6ukup jelas# )yat (3) 6ukup jelas# )yat (>) 6ukup jelas# )yat (?) 6ukup jelas# )yat (9)# Euna pelaksanaan .ndang/undang ini diperlukan penga&asan dan untuk ini diperlukan staf/staf tenaga/ tenaga penga&as yang kuantitatief cukup besar serta bermutu# 'idak saja diperlukan keahlian dan penguasaan teoritis bidang/bidang spesialisasi yang beraneka ragam! tapi mereka harus pula mempunyai banyak pengalaman di bidangnya# Staf demikian itu tidak didapatkan dan sukar dihasilkan di Departemen 'enaga "erja saja# "arena itu dengan ketentuan dalam ayat ini 4enteri 'enaga "erja dapat menunjuk tenaga/tenaga ahli dimaksud yang berada di 3nstansi/instansi %emerintah dan atau S&asta untuk dapat memformeer %ersonalia operasionil yang tepat# 4aka dengan demikian 4enteri 'enaga "erja dapat mendesentralisir pelaksanaan penga&asan atas ditaatinya .ndang/undang ini secara meluas! sedangkan %O$36, *)S3O*)$*,) tetap menjadi ')*EE.*E/5)J)(*,) dan berada di tangannya! sehingga terjamin pelaksanaannya secara S 1)E)4 dan S 1)S3 bagi seluruh 3ndonesia# %asal -# )yat (7)# 4ateri yang diatur dalam .ndang/undang ini mengikuti perkembangan masyarakat dan kemajuan teknik! teknologi serta senantiasa akan dapat sesuai dengan perkembangan proses industrialisasi *egara kita dalam rangka %embangunan *asional Selanjutnya akan dikeluarkan peraturan/peraturan organiknya! terbagi baik atas dasar pembidangan teknis maupun atas dasar pembidangan industri secara sektoral# Setelah .ndang/undang ini! diadakanlah %eraturan/peraturan perundangan "eselamatan "erja bidang $istrik! .ap! 1adiasi dan sebagainya! pula peraturan perundangan "eselamatan "erja sektoral! baik di darat! di laut maupun di udara# A6at 021. Dalam ayat ini diperinci sumber/sumber bahaya yang dikenal de&asa ini yang bertalian dengan: 7# "eadaan mesin/mesin! pesa&at/pesa&at! alat/alat kerja serta peralatan lainnya! bahan/bahan dan sebagainya# -# 3# ># $ingkungan! Sifat pekerjaan# 6ara kerja# 26

BUKU PEDOMAN PELAKSANAAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM PERMESINAN ?# %roses produksi#

A6at 031. Dengan ketentuan dalam ayat ini dimungkinkan diadakan perubahan/perobahan atas perincian yang dimaksud sesuai dengan pendapatan/pendapatan baru kelak kemudian hari! sehingga .ndang/undang ini! dalam pelaksanaannya tetap berkembang# %asal 3# )yat (7)# Dalam ayat ini dicantumkan arah dan sasaran/sasaran secara konkrit yang harus dipenuhi oleh syarat/ syarat keselamatan kerja yang akan dikeluarkan# )yat (-)# 6ukup jelas# %asal ># )yat (7)# Syarat/syarat keselamatan kerja yang menyangkut perencanaan dan pembuatan diberikan pertama/tama pada perusahaan pembuata atau produsen dari barang/barang tersebut! sehingga kelak dalam pengangkutan dan sebagainya itu barang/barang itu sendiri tidak berbahaya bagi tenaga kerja yang bersangkutan dan bagi umum! kemudian pada perusahaan/perusahaan yang memperlakukannya selanjutnya yakni yang mengangkutnya! yang mengedarkannya! memperdagangkannya! memasangnya! memakainya atau mempergunakannya! memeliharanya dan menyimpannya# Syarat/syarat tersebut di atas berlaku pula bagi barang/barang yang didatangkan dari luar negeri# )yat (-)# Dalam ayat ini ditetapkan secara konkrit ketentuan/ketentuan yang harus dipenuhi oleh syarat/syarat yang dimaksud# )yat (3)# 6ukup jelas# %asal ? 6ukup jelas# %asal 9# 6ukup jelas# %anitia (anding ialah %anitia 'eknis! yang anggota/anggotanya terdiri dari ahli/ahli dalam bidang yang diperlukan# %asal 8# 6ukup jelas# %asal C# 6ukup jelas# %asal =# 6ukup jelas# %asal 7:# )yat (7)# %anitia %embina "eselamatan dan "esehatan "erja bertugas memberi pertimbangan dan dapat membantu pelaksanaan usaha pencegahan kecelakaan dalam!perusahaan yang bersangkutan serta dapat memberikan penjelasan dan penerangan efektif pada para pekerja yang bersangkutan# )yat (-)# %anitia %embina "eselamatan dan "esehatan "erja merupakan suatu (adan yang terdiri dari unsur/unsur penerima kerja! pemberi kerja dan pemerintah (tripartite)# %asal 77# 6ukup jelas# %asal 7-# 6ukup jelas# %asal 73# 27

BUKU PEDOMAN PELAKSANAAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM PERMESINAN ,ang dimaksud dengan barang siapa ialah setiap orang baik yang bersangkutan maupun tidak bersangkutan dengan pekerjaan di tempat kerja itu# %asal 7># 6ukup jelas# %asal 7?# 6ukup jelas# %asal 79# 6ukup jelas# %asal 78# %eraturan/peraturan "eselamatan "erja yang ditetapkan berdasarkan veiligheidsreglement 7=7: dianggap ditetapkan berdasarkan .ndang/undang ini sepanjang tidak bertentangan dengannya# %asal 7C# 6ukup jelas#

BAB III Identi'ikasi Ba#a6a

3.1HaBard Sebuah Bahaya didefinisikan sebagai situasi dengan potensi menyebabkan kerugian kepada manusia kesehatan atau keselamatan.

'ujuan dari proses identifikasi bahaya adalah untuk memastikan bah&a operator dan anggota dari angkatan kerja tahu ada bahaya tentang yang dapat menyebabkan peristi&a kecelakaan besar di fasilitas+tempat kerja mereka! dan bah&a bahaya baru diakui sebelum mereka diperkenalkan#

Setelah bahaya telah diidentifikasi! operator fasilitas akan dapat mengambil tindakan untuk benar/benar mengatur mereka# Sangat penting untuk menguasai teknik dalam mengidentifikasi bahaya! atau teknik! yang memberikan memadai kedalaman analisis# identifikasi bahaya harus memberikan kesadaran yang cukup! pengetahuan dan pemahaman tentang bahaya Luntuk dapat mencegah dan mengurangi hasil yang tidak diinginkan# identifikasi bahaya memberikan dasar untuk mengidentifikasi! mengevaluasi! mendefinisikan dan membenarkan pilihan dari tindakan pengendalian untuk mengurangi risiko# $engkap dan acara jenis bahaya harus dipertimbangkan dan output dari bahaya proses identifikasi sepenuhnya didokumentasikan# bahaya yang teridentifikasi tidak boleh diabaikan atau dengan potongan hanya karena tindakan kontrol! atau akan! di tempat# %roses identifikasi bahaya harus mempertimbangkan semua modus pengoperasian fasilitas tersebut! dan semua kegiatan yang diharapkan terjadi# Hal ini juga harus mempertimbangkan masalah/masalah manusia dan sistem serta sebagai isu rekayasa# 28

BUKU PEDOMAN PELAKSANAAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM PERMESINAN %roses identifikasi bahaya harus mengakui bah&a kombinasi kegagalan dapat terjadi! &alaupun mungkin tampak sangat tidak mungkin# Hal ini penting untuk sistematis! juga diperlukan untuk berpikir lateral# %roses identifikasi bahaya harus terus menerus dan dinamis# Seharusnya tidak hanya dilakukan selama perkembangan kasus keselamatan! tetapi juga dalam berbagai keadaan yang ditetapkan! seperti ketika ada modifikasi fasilitas! sesudah kejadian kecelakaan besar atau terjadinya berbahaya ! jika kekurangan ukuran kontrol diidentifikasi! dan pada interval ditetapkan# ALARP 3stilah ini mengacu pada mengurangi risiko ke tingkat yang serendah %racticable# %raktis# Dalam prakteknya! ini berarti bah&a operator harus menunjukkan melalui dan didukung argumen beralasan bah&a tidak ada pilihan praktis lainnya yang cukup dapat diadopsi untuk mengurangi risiko lebih lanjut#

Kontro$ Ukur "ontrol adalah setiap sistem! prosedur! proses! perangkat atau cara lain menghilangkan! mencegah! mengurangi atau mengurangi risiko peristi&a kecelakaan besar yang timbul pada atau di dekat fasilitas# tindakan 6ontrol berarti dimana risiko kesehatan dan keselamatan dari peristi&a dihilangkan atau diminimalkan# "ontrol dapat mengambil banyak bentuk! termasuk peralatan fisik! sistem kontrol proses! manajemen ! proses! atau pemeliharaan prosedur operasi! rencana tanggap darurat! dan kunci personil dan tindakan mereka#

!orma$ Kese$amatan Peni$aian Suatu penilaian keselamatan formal dalam konteks peraturan O%EES (S)! adalah penilaian atau serangkaian penilaian yang mengidentifikasi semua bahaya memiliki potensi menimbulkan peristi&a kecelakaan besar! adalah rinci dan sistematis penilaian risiko yang terkait dengan masing/masing bahaya! termasuk kemungkinan dan konsekuensi dari setiap peristi&a besar kecelakaan potensial0 dan mengidentifikasi langkah/langkah lain kontrol dan teknis yang diperlukan untuk mengurangi risiko ke tingkat yang serendah praktis MO%EES (S) peraturan -#?(-)N -#? (-)N

29

BUKU PEDOMAN PELAKSANAAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM PERMESINAN -tandar Kiner%a Standar "inerja berarti standar! didirikan oleh operator! dari kinerja yang diperlukan dari suatu sistem! item peralatan! orang atau prosedur yang digunakan sebagai dasar untuk mengelola risiko sebuah peristi&a besar kecelakaan MO%EES (S) regulation 7#?N# peraturan 7!?N#

Peni$aian Risiko %enilaian risiko adalah proses estimasi kemungkinan kejadian dari konsekuensi tertentu (kejadian yang tidak diinginkan) dari keparahan diberikan#

+enaga Ker%a )nggota dari angkatan kerja termasuk anggota angkatan kerja yang: ()) diidentifikasi sebelum kasus keselamatan dikembangkan! dan (() bekerja! atau mungkin bekerja! pada fasilitas yang relevan# MO%EES(S) regulation -#77(3)N MO%EES (S) peraturan -#77 (3)N

3.2 +u%uan dan Hasi$ Identi'ikasi Ba#a6a Hasil dari proses identifikasi bahaya adalah untuk: mengidentifikasi semua bahaya untuk kesehatan dan keselamatan orang pada atau dekat fasilitas0 mengidentifikasi peristi&a yang terkait dan hasil dan peringkat mereka berdasarkan risiko0 menunjukkan hubungan yang jelas antara bahaya! penyebab dan peristi&a potensial0 mengidentifikasi bahaya dapat menyebabkan peristi&a kecelakaan besar0 menyediakan operator dan tenaga kerja dengan pengetahuan yang cukup kesadaran! dan pemahaman tentang bahaya untuk dapat mencegah dan menangani kecelakaan dan bahaya memberikan catatan sistematis dari semua bahaya yang teridentifikasi yang dapat mempengaruhi kesehatan dan keselamatan orang pada atau dekat fasilitas! dan khususnya mereka yang dapat mengakibatkan kecelakaan besar acara! bersama dengan asumsi! dan memberikan dasar untuk mengidentifikasi! mengevaluasi! mendefinisikan dan membenarkan seleksi (dan penolakan) langkah/langkah kontrol untuk menghilangkan atau mengurangi resiko

30

BUKU PEDOMAN PELAKSANAAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM PERMESINAN

3.3 Poin sukses Proses Identi'ikasi Ba#a6a 2aktor/faktor berikut mengarah ke identifikasi bahaya yang sukses: %roses identifikasi bahaya harus sesuai dan relevan dengan fasilitas0 bahaya harus mengambil pandangan segar dari setiap pengetahuan yang ada! dan harus tidak secara otomatis menganggap bah&a tidak ada pengetahuan baru yang diperlukan0 anggota yang tepat dari tenaga kerja secara aktif terlibat dan teratur dan berkelanjutan konsultasi terjadi0 )sumsi dan ketidakpastian secara eksplisit diidentifikasi dan dicatat untuk analisis selanjutnya0 Semua metode! hasil! asumsi dan data sepenuhnya didokumentasikan 3dentifikasi didokumentasikan dari bahaya secara teratur dipelihara (update misalnya dari alert dan insiden) dan digunakan sebagai dokumen hidup Hasil dari identifikasi bahaya harus digunakan untuk rencana pengelolaan kesehatan dan keselamatan dan harus diberikan kepada orang yang membutuhkan itu dalam rangka untuk bekerja dengan aman# %engetahuan tentang bahaya dan implikasinya diperlukan untuk langkah berikutnya dari pengembangan kasus proses keselamatan! termasuk penilaian risiko dan evaluasi tindakan pengendalian#

Ruang Lingkup Dalam menentukan lingkup dari proses identifikasi bahaya! operator harus mempertimbangkan mana untuk mengatur batas/batas untuk belajar masing/masing# Hal ini penting untuk mendefinisikan dan merekam setiap asumsi relevan dengan fasilitas atau kegiatan dan kemudian memastikan bah&a proses identifikasi bahaya beroperasi dalam amplop yang ditetapkan# 3ni dapat membantu untuk membagi fasilitas tersebut menjadi bagian/bagian dikelola! daerah atau "egiatan untuk proses identifikasi bahaya# *amun demikian! jika keseluruhan lingkup bahaya identifikasi dibagi menjadi bagian/bagian diskrit atau studi! interface pada batas antara berbagai studi perlu khusus termasuk juga# %era&atan harus diambil ketika memutuskan untuk mengecualikan setiap daerah atau operasi! dan alasan dicatat untuk tujuan untuk menunjukkan di keselamatan kasus bah&a keputusan tersebut telah tepat#

3. -ingkatan C Akronim ALARP As ow As !easonably "racticable EER #$akuasi, #scape dan Analisis !escue FD %asilitas &eskripsi FMEA %ailure 'ode #ffects Analysis FMECA %ailure 'ode #ffects and (riticality Analysis 31

BUKU PEDOMAN PELAKSANAAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM PERMESINAN FSA %ormal Safety Assessment HAZID )a*ard +dentification Study HAZOP )a*ard and ,perability Study HSR )ealth and Safety !epresentati$e JHA Job )a*ard Analysis JSA Job Safety Analysis LEL ower #-plosi$e imit LOPA ayers of "rotection Analysis MAE 'ajor Accident #$ent MoC 'anagement of (hange OPGGS(S. ,ffshore "etroleum and /reenhouse /as Storage 0Safety. !egulations 1223 MSDS 'aterial Safety &ata Sheet NOPSA 4ational ,ffshore "etroleum Safety Authority OHS ,ccupational )ealth and Safety OPGGSA ,ffshore "etroleum and /reenhouse /as Storage Act 1225 QRA 6uantitati$e !isk Analysis SMS Safety 'anagement System

BAB I?

Bengke$ Permesinan P.LBAN


0Po$iteknik Negeri Bandung1 (engkel %ermesinan berdiri bersamaan dengan berdirinya %O$()*(%oilteknik *egeri (andung) melalui S" Direktur 5endral %endidikan 'inggi *o# :3+D5+"ep+7=8= tanggal -8 5anuari 7=8=! dan dinamakan %oliteknik 3'( karena berada dalam naungan 3nstitut 'eknologi (andung (3'() dengan > 32

BUKU PEDOMAN PELAKSANAAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM PERMESINAN program studi dalam tiga jurusan yaitu %rogram studi 'eknik 4esin (5urusan 'eknik 4esin)0 %rogram studi 'eknik Sipil (5urusan 'eknik Sipil)0 %rogram studi 'eknik lektronika dan 'eknik $istrik (5urusan 'eknik lektro)# 'etapi pada 'ahun 7==8 %O$3' "*3" 3'( menjadi institusi mandiri berpisah dari 3'( secara passing out menjadi %oliteknik *egeri (andung (%O$()*) melalui Surat "eputusan 4enteri %endidikan dan "ebudayaan *o# :C?+O+7==8# (engkel %ermesinan terletak di dalam "ampus %olban di daerah sebelah atas# Di (engkel %ermesinan mahasis&a diberi ilmu tentang bagaimana cara mengoperasikan berbagai macam mesin yang sering digunakan oleh berbagai 3ndustri sehingga mahasis&a sudah mendapatkan gambaran bagaimana dunia industri kelak mereka akan bekerja karena mahasis&a memang dipersiapkan dan dituntut untuk membekali ilmu ilmu yg di butuhkan oleh industry industry di dunia kerja# Di dalam (engkel %ermesinan khususnya untuk mahasis&a 'ingkat %ertama pada semester 3! mahasis&a diajarkan dan dites untuk mengoperasikan berbagai mesin yg digunakan di berbagai industry! diantaranya: 4esin Erinding! 4esin 4illing! 4esin Scrab! 4esin (ubut#

?isi dan /isi Program +eknik /esin


Program +eknik /esin ?I-I DE /EN<ADIKAN PR.;RA/ -+UDI UN;;ULAN DALA/ PENDIDIKAN ?.KA-I4 UN+UK /E/BEN+UK +ENA;A AHLI /ENEN;AH DIBIDAN; +EKNIK /E-IN -E-UAI -+ANDAR K./PE+EN-I INDU-+RI.EE /I-I
1./e$aksanakan pe$a6anan pendidikan "erdasarkan ke"utu#an Industri. 2. /eng#asi$kan $u$usan 6ang mempun6ai kemampuan teknis dan mana%eria$ da$am7 a. /eren)anakan dan me$aksanakan peker%aan komp$ek. ". /e$akukan peme)a#an masa$a# se)ara mandiri dan "eker%a sama da$am tim. 3. /eng#asi$kan $u$usan 6ang7 a. /empun6ai Integritas dan etika pro'esi.

33

BUKU PEDOMAN PELAKSANAAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM PERMESINAN


". +anggap ter#adap perkem"angan pengeta#uan dan tekno$ogi di"idangn6a i$mu

+a"e$ 1. ?isi misi prodi teknik mesin

gambar >#7 visi prodi teknik mesin

gambar >#- misi prodi teknik mesin .1 ;am"ar dan "agian mesin serta ke)e$akaan n6a

.1.1 /esin ;erinda 4esin Erinding atau yang disebut 4esin Eerinda adalah mesin yang digunakan untuk mengikis+membentuk permukaan benda dengan cara menempelkan benda yang ingin dikikis ke batu gerinda yang sedang berputar ketika mesin sedang dioperasikan sehingga permukaan benda akan terkikis# /esin Pedesta$ ;rinding dan Bagian3Bagiann6a serta !ungsin6a 7
M*$*! #is$!i' B"$( &e!i +"

T($(1 !*+" &e!i +"

Me%" 1e &"s"2

34

BUKU PEDOMAN PELAKSANAAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM PERMESINAN


S"'e#"! Pe &"$(! s(+($

B"+" /esi &e!i +" Te/1"$ "i! 1e +i &i

Eambar >#3 msin

No 7# -# 3# ># ?# 9# 8# C#

Nama Bagian (atu gerinda 4eja pengasah 'empat air pendingin Sakelar 'utup roda gerinda 4otor lstrik %engatur sudut (adan mesin gerinda

!ungsi .ntuk menggerinda .ntuk menyangga benda kerja Sebagai tempat air pendingin .ntuk menyalakan dan mematikan mesin .ntuk menutupi roda gerinda Sebagai penggerak mesin gerinda .ntuk mengatur kemiringan sudut meja pengasah Sebagai dudukan mesin gerinda

'abel -# (agian dan fungsi mesin gerinda A$at 2 A$at Bantu dan !ungsin6a No Nama A$at 7# %enggaris !ungsi .ntuk menggaris ;am"ar

35

BUKU PEDOMAN PELAKSANAAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM PERMESINAN -# %enggores .ntuk menggores benda kerja

3#

)ir pendingin

.ntuk mendinginkan benda kerja

>#

(evel %rotector

.ntuk mengukur sudut

"ikir

.ntuk mengikir benda kerja

?#

%engasah

.ntuk mengasah batu gerinda

'abel 3# )lat alat bantu dan fungsi mesin gerinda

<enis ke)e$akaan pada mesin gerinda Ke)e$akaan / (atu gerinda terbelah Pen6e"a" Pen)ega#an

3 "etika memegang benda tenaga / %egang benda kerja dengan kuat kurang kuat sehingga benda dan penuh konsentrasi / 'angan terbakar+kapalan masuk ke mesin gerinda dan / Sekiranya benda kerja sudah membuat batu gerinda terbelah / 'angan masuk ke mesin gerinda terasa panas berhentilah sejenak / 4engikis batu gerinda terlalu dan masukan benda kerja ke lama dalam cairan bromus+pendingin / Operator terlalu mendekatkan / %astikan sebelum tangannya ke batu gerinda dan mengoperasikan mesin tubuh 36

BUKU PEDOMAN PELAKSANAAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM PERMESINAN kurang on!entra!i anda dalam keadaan fit

'abel ># "ecelakaan pada mesin gerinda

Eambar >#># 4esin Eerinda

.1.2 /esin /i$$ing 4esin 4illing adalah mesin yang digunakan untuk mengikis+memotong+memakan permukaan benda dengan cara memotongnya dengan pisau cutter+cutting yang diputar sehingga permukaan benda bisa dibentuk sesuai dengan kebutuhan operator# NA/A BA;IAN /E-IN !RAIDua golongan besar jenis mesin frais hori<ontal dan mesin frais vertical! dimana mesin frais hori<ontal adalah cocok untuk pengerjaan frais yang paling banyak dijumpai! dimana mesin itu mempunyai cirri yaitu poros utama yang terletak hori<ontal# (agian/bagian utama mesin frais: 37

BUKU PEDOMAN PELAKSANAAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM PERMESINAN a# 6oloumn b# "nee c# Overarm : 4erupakan dudukan dari bagian/bagian lainnya dan di bagian dalamnya terdapat motor yang dapat menggerakan spindle dan feed : Daat digerakkan vertikl untuk mengatur naik turunnya spindle dan meja sebagai tempat benda kerja! sehingga kedalaman potong dapat diatur# : 4erupakan bangun penopang untuk memegang perkakas (cutter) yang berputar dengan spindle#

4esin frais universal mempunya kelebihan yaitu meja memanjang dan diserong terhadap sumbu utamanya! sehingga memungkinkan untuk mengefrais alur yang berbentuk skrup#4esin frais vertical mempunyai sumbu mesin yang terletak vertical# (ila poros utama vertical itu dapat diserongkan maka memungkinkan untuk mengefrais alur berbentuk skrup dan poros vertical dapat distel secara aksial# 2ungsi mesin frais yaitu meratakan permukaan! membuat alur! membuat roda gigi! membesarkan lubang! mengebor! meluaskan lubang (reamer)! D$$#

(agian/bagian penting dari mesin frais : 7# -# 3# ># ?# (adan adalah bagian yang menahan seluruh bagian/bagian mesin# Didalamnya terdapat motor penggerak!susunan roda gigi pengatur kecepatan putar! tempat minyak pelumas bagian yang berputar! dan tempat penyimpanan cairan pendingin# %aksi atau spindle adalah poros utama mesin frais dan berfungsi sebagai tempat dudukan poros frais(arbour)# $engan adalah bagian mesin frais yang berguna sebagai tempat kedudukan penopang ujung poros frais dan letaknya pada bagian paling atas mesin tersebut# $utut adalah tempat kedudukan meja dan eretan meja(sadel)# retan meja atau sadel adalah bagian yang menyokong meja dan terpasang diatas lutut

<enis ke)e$akaan pada /esin /i$$ing Ke)e$akaan Pen6e"a" Pen)ega#an

38

BUKU PEDOMAN PELAKSANAAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM PERMESINAN / pisau cutter+cutting patah / (enda kerja terlempar / 'angan terkena pisau cutter+cutting 3 %isau cutter+cutting memakan benda terlalu dalam / %encengkraman benda kurang kuat / Operator mendekatkan tangannya ke pisau cutter+cutting ketika mesin sedang dioperasikan / Setting lah pemakanan benda dengan batas maksimal kemampuan pisau cutter+cutting / %astikan ragum yg digunakan untuk mencengkram benda sudah kuat / 5angan dekatkan tangan ketika mesin sedang dioperasikan

'abel ?# kecelakaan pada mesin milling

gambar >#? mesin milling .1.3 /esin -)ra" 4esin Scrab adalah mesin yang digunakan untuk mengikis+memotong+memakan permukaan benda dengan cara memotongnya dengan pahat yang bergerak maju mundur sehingga permukaan benda termakan dan bisa dibentuk sesuai dengan kebutuhan operator# Bagian 2 "agian dari mesin -ekra"7 a# 1am! yaitu bagian dari mesin ketam yang memba&a pahat! diberi gerak ulak/alik sama dengan panjang langkah yuang diinginkan# b# "unci ram! berfungsi agar ram tetap pada kedudukannya! sehingga panjang langkah potong tidak berubah# 39

BUKU PEDOMAN PELAKSANAAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM PERMESINAN c# d# e# f# g# "unci kepala pahat! untuk mengunci pahat yang terpasang %engatur kedudukan ram! untuk mengatur kedudukan ram pada posisi yang diinginkan Hantaran ulir! untuk mengatur besarnya kedalaman pemakanan pahat pada benda kerja# Hendel pahat! berfungsi untuk menyetel kedudukan pahat# "otak lonceng! berfungsi agar pahat tidak menyayat benda kerja saat kembali ke posisi a&al# h# 4eja kerja! berfungsi sebagai tempat peletakan benda kerja! biasanya terdapat ragum diatasnya# i# 4otor listrik! berfungsi sebagai sumber daya untuk menjalankan mesin# j# 'uas kecepatan! berfungsi untuk mengatur kecepatan gerakan ram# k# Dial panjang langkah! berfungsi untuk mengatur panjang langkah pemakanan# l# Hantaran vertikal dan horisontal! berfungsi agar meja kerja dapat bergerak vertikal dan horisontal# <enis ke)e$akaan pada /esin -ekra" Ke)e$akaan / %ahat patah / (enda kerja terlempar / 'angan terkena pisau cutter+cutting Pen6e"a" 3 %ahat memakan benda terlalu dalam / %encengkraman benda kurang kuat / Operator mendekatkan tangannya ke pisau cutter+cutting ketika mesin sedang dioperasikan Pen)ega#an / Setting lah pemakanan benda dengan batas maksimal kemampuan pisau cutter+cutting / %astikan ragum yg digunakan untuk mencengkram benda sudah kuat / 5angan dekatkan tangan ketika mesin sedang dioperasikan

'abel 9# kecelakaan pada mesin sekrab

40

BUKU PEDOMAN PELAKSANAAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM PERMESINAN

Eambar >#9 mesin sekrab .1. /esin Bu"ut 4esin (ubut adalah mesin yang digunakan untuk mengikis+memotong+memakan permukaan benda dengan cara benda kerja dicekam dan diputar lalu permukaan dimakan menggunakan pahat yang diam sehingga permukaan benda bisa dibentuk sesuai dengan kebutuhan operator# %rinsip kerja mesin bubut: 4esin bubut yang menggunakan sabuk di Hagley 4useum %oros spindel akan memutar benda kerja melalui piringan pemba&a sehingga memutar roda gigi pada poros spindel# 4elalui roda gigi penghubung! putaran akan disampaikan ke roda gigi poros ulir# Oleh klem berulir! putaran poros ulir tersebut diubah menjadi gerak translasi pada eretan yang memba&a pahat# )kibatnya pada benda kerja akan terjadi sayatan yang berbentuk ulir# Bagian 2 Bagian /esin Bu"ut 1. Kepa$a +etap %ada kepala tetap terdapat 6huck yang berfungsi untuk mencekam benda kerja yang akan di bubut# "epala tetap ada dua jenis yaitu tiga rahang dan empat rahang# "epala tetap tiga rahang hanya dapat mencekam benda/benda berbentuk silindris# Sedangkan kepala tetap empat rahang dapat mencekam benda/benda berbentuk segi empat ataupun silindris! sehingga kepala tetap empat rahang dapat menghasilkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan kepala tetap tiga rahang karena kepala tetap empat rahang dapat mencekam benda kerja dengan sempurna# *amun pada tiap/tiap kepala tetap sama/sama terdapat lima gigi# (enda kerja yang diproses pun harus terjepit oleh kelima gigi tersebut# 'etapi jika benda kerja tersebut hanya terjepit oleh satu gigi atau benda kerja terlalu panjang maka benda kerja tersebut harus disangga dengan senter putar# 41

BUKU PEDOMAN PELAKSANAAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM PERMESINAN

Eambar >#8#7 kepala tetap bubut

2. Hand$e Handle berfungsi untuk mengatur kecepatan mesin bubut yang disesuaikan dengan putaran atas benda kerja yang akan digunakan# Setiap handle memiliki fungsi masing/masing tetapi yang satu dengan yang lainnya saling berhubungan# Handle dapat diatur sesuai dengan putaran benda kerja yang telah dihitung sebelumnya dan disesuikan dengan yang ada pada table#

Eambar >#8#- handle mesin bubut

42

BUKU PEDOMAN PELAKSANAAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM PERMESINAN 3. Kepa$a Lepas 0 +ai$ -to)k 1 "epala lepas berfungsi sebagai tempat chuck drill! center drill! center putar! untuk menyeting pahat dan untuk menahan benda kerja# "epala lepas dapat digerakan kearah kiri dan kanan sepanjang dudukan kepala lepas atau bed#

Eambar >#8#3 kepala lepas mesin bubut . Dudukan Kepa$a Lepas 0 Bed 1 Dudukan kepala lepas berfungsi sebagai dudukan kepala lepas dan sebagai penahan atau rel ketika kepala lepas sedang digeser# Sehingga kepala lepas dapat berjalan dengan lancar#

Eambar >#8#> dudukan kepala lepas mesin bubut &. Eretan me$intang atas retan melintang atas berfungsi melakukan pergerakan memahat skala kecil untuk arah secara hori<ontal# %ada eretan melintng atas ini terdapat skala ukuran! sehingga kita bisa menentukan seberapa panjang benda kerja yang akan dilakukan pembubutan#

43

BUKU PEDOMAN PELAKSANAAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM PERMESINAN

E!e$" Me#i $" & A$"s

Eambar >#8#? retan melintang atas

(. Eretan me$intang "aFa# retan melintang ba&ah berfungsi melakukan pergerakan memahat untuk arah secara vertikal# %ada eretan melintng ba&ah ini terdapat skala ukuran! sehingga kita bisa menentukan seberapa dalam benda kerja (biasanya dalam penentuan diameter) yang akan dilakukan pembubutan#

E!e$" Me#i $" & B"3"2

Eambar >#8#9 eretan melintang ba&ah

*. Ruma# Pa#at Dan Dudukan Ruma# Pa#at (agian ini berfungsi sebagai tempat pahat dalam kegiatan membubut# %ada saat penyetingan paha! rumah pahat dapat diukur ketinggiannya dengan cara memutar baut untuk mengatur tinggi rendahnya pahat#

44

BUKU PEDOMAN PELAKSANAAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM PERMESINAN Baut Pe &"$(! $i &&i !e +"2 1"2"$ dudukan Rumah

Pe &( 5i P"2"$
R(/"2 P"2"$
Eambar >#8#8 rumah pahat

D(+('" R(/"2 P"2"$

,. Poros +ransporter %oros transporter berfungsi sebagai poros bagi kereta ketika akan membubut secara memanjang atau melintang secara otomatis#

Eambar >#8#C %oros transporter

45

BUKU PEDOMAN PELAKSANAAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM PERMESINAN

<enis ke)e$akaan pada /esin "u"ut Ke)e$akaan / %ahat patah / (enda kerja terlempar / 'angan terluka / 1ambut tersangkut pada mesin dan tertarik sehingga kepala terluka Pen6e"a" 3 %ahat memakan benda terlalu dalam / %encengkraman benda kurang kuat / Operator mencoba mengambil sisa benda yang masih dibubut dengan tangan kosong / Operator yang memiliki rambut panjang tidak mengikat rambutnya Pen)ega#an / Setting lah pemakanan benda dengan batas maksimal kemampuan pahat / %astikan pencengkeraman benda sudah kuat ketika mesin dioperasikan / 5angan dekatkan tangan ketika mesin sedang dioperasikan / 3katlah rambut ketika mengoperasikan mesin bubut

'abel 8# kecelakaan pada mesin bubut

Eambar >#8#= 4esin bubut

.2 A$at Pe$indung Diri

46

BUKU PEDOMAN PELAKSANAAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM PERMESINAN

)lat pelindung diri adalah seperangkat alat yang digunakan oleh tenaga kerja untuk melindungi seluruh+sebagian tubuhnya terhadap kemungkinan adanya potensi bahaya+kecelakaan kerja# )lat pelindung diri dipakai sebagai upaya terakhir dalam usaha melindungi tenaga kerja apabila usaha rekayasa (engineering) dan administratif tidak dapat dilakukan dengan baik# *amun pemakaian alat pelindung diri bukanlah pengganti dari kedua usaha tersebut! tetapi sebagai usaha akhir# Dasar hukum untuk penggunaan alat pelindung diri pada sebuah industri yaitu 7# .ndang/undang no#7 tahun 7=8:# a# %asal 3 ayat (7) butir f: dengan peraturan perundangan ditetapkan syarat/syarat untuk memberikan alat pelindung diri b# %asal = ayat (7) butir c: pengurus di&ajibkan menunjukkan dan menjelaskan pada tiap tenaga kerja baru tentang alat pelindung diri# c# %asal 7- butir b: dengan peraturan perundangan diatur ke&ajiban dan atau hak tenaga kerja untuk memakai alat pelindung diri# d#%asal 7> butir c: pengurus di&ajibkan menyediakan alat pelindung diri secara cuma/cuma -# %ermenakertrans no#per#:7+men+7=C7 pasal > ayat (3) menyebutkan ke&ajiban pengurus menyediakan alat pelindung diri dan &ajib bagi tenaga kerja untuk menggunakannya untuk pencegahan penyakit akibat kerja# 3# %ermenakertrans no#per#:3+men+7=Cpasal - butir i menyebutkan memberikan nasehat mengenai perencanaan dan pembuatan tempat kerja! pemilihan alat pelindung diri yang diperlukan dan gi<i serta penyelenggaraan makanan ditempat kerja ># %ermenakertrans no#per#:3+men+7=C9 pasal - ayat (-) menyebutkan tenaga kerja yang mengelola pestisida harus memakai alat/alat pelindung diri yg berupa pakaian kerja! sepatu lars tinggi! sarung tangan! kacamata pelindung atau pelindung muka dan pelindung pernafasan#
1. Langka# Penentuan A$at Pe$indung Diri

G G G G G

3dentifikasi dan analisa potensi bahaya yang dapat terjadi 4enentukan jumlah alat pelindung diri yang diperlukan 4emilih kualitas yang akan digunakan! kualitas itu mencakup : 4emberikan perlindungan terhadap bahaya 1ingan Dapat dipakai secara fleFible 'idak menimbulkan bahaya 'idak mudah rusak Sesuai standar )danya kemudahan dalam pemeliharaanya "emudahan suku cadang 'idak membatasi gerak (entuk menarik
1. -6arat A$at Pe$indung Diri

nak dipakai 'idak mengganggu kerja


47

BUKU PEDOMAN PELAKSANAAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM PERMESINAN

G
1.

4emberikan perlindungan yang efektif terhadap bahaya


A$at Pe$indung Diri Pada Pengggunaan di Bengke$ Permesinan Po$"an

)lat pelindung muka dan mata bisa berupa safety glasses# )lat ini berfungsi untuk melindungi diri dari lemparan benda kecil! lemparan benda panas! dan mengurangi intensitas cahaya#

Eambar >#C#7 safety glasses

%akaian kerja harus yang bisa merefleksikan panas yang dihasilkan oleh ketel uap# (iasanya digunkan alumunium untuk melapisi nya# %akaian kerja untuk radiasi panas terbuat dari bahan katun yang mudah menyerap keringat dan agak longgar# (ahan/bahan pakaian lain yang bersifat isolasi terhadap panas seperti &oll! kautn! asbes ( tahan sampai ?:: : 6)! kaca tahan sampai >?:: 6 dan bahan sintetik lainnya#

Eambar >#C#- %akaian kerja G %elindung kaki berupa safety shoes digunakan untuk melindungi kaki dari tertimpa benda/benda berat atau tergelincir sehingga sangat aman jika digunakan di ruang lingkup kerja "3 para mahasis&an di (engkel %ermesinan %olban#

48

BUKU PEDOMAN PELAKSANAAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM PERMESINAN

Eambar >#C#3 safety shoes

.3 +anda 2 tanda Pada +empat Ker%a 1. +anda Larangan 7 'anda larangan adalah sebuah tanda yang biasa digunakan sebagai larangan untuk melakukan sesuatu pada tempat tertentu seperti:

49

BUKU PEDOMAN PELAKSANAAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM PERMESINAN

Eambar >#=#7 Dilarang membuang sampah

Eambar >#=#- Dilarang 4asuk

Eambar >#=#3 Dilarang 4erokok

2. +anda Perinta#

7 digunakan untuk menyuruh seseorang

'anda perintah adalah tanda yang menggunakan+melakukan sesuatu hal seperti :

50

BUKU PEDOMAN PELAKSANAAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM PERMESINAN

Eambar>#=#> Eunakan safety shoes

Eambar >#=#? Eunakan safety glasses

Eambar>#=#9 'ingkatkan ke&aspadaan

Eambar >#=#8 Eunakan %%%"

Eambar>#=#C 'anggap terhadap kecelakaan

51

BUKU PEDOMAN PELAKSANAAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM PERMESINAN . !irst AID 2irst )3D adalah upaya pertama penanggulangan kecelakaan dimana first )3D membutuhkan segala aspek yang berhubungan dengan safety first! adapun yang harus diperhatikan pada first )3D adalah ketersediaan materi pengobatan yang bersifat mendadak seperti! )3D boF! betadine! kapas! alkohol! balsem! hansaplast! perban! dll# 2isrt )3D merupakan hal yang cukup penting dalam kesehatan dan keselamatan kerja dan semua pekerjaan yang berhubungan dengan kesehatan dan keselamatan kerja harus mengerti baik tentang hal itu! tetapi tetap saja banyak sekali golongan golongan yang kurang mementingkan pentingnya first! contohnysa seperti pada "ampus %O$()* kita sendiri! sungguh sangat miris ketika mengetahuinya karena pada dasarnya "ampus %O$()* merupakan kampus yang mencetak tenaga tenaga kerja muda yang profesional dan siap masuk ke dunia industri akan tetapi dimana kampus ini tetap memiliki kekurangan akan kesadaran tentang first yang kurang begitu diperhatikan# 6ontoh gambar )3D boF di bengkel permesinan %O$()*:

Eambar aid boF

gambar aid boF

Sungguh sangat miris bukan ketika melihat sebuah )3D boF yang kurang tera&at dan begitu melihat isinya yang tidak ada sama sekali macam macam first )3D yang dibutujkan sesuai standar kesehatan dan keselamatan kerja yang berlaku# Semoga untuk kedepannya "ampus %O$()* meningkatkan kesadarannya akan kesehatan dan keselamatan kerja di lab/lab+bengkel/bengkel tempat dimana mahasis&a melakukan praktek sehingga "ampus %O$()* bisa mencetak tenaga tenaga ahli yang dibutuhkan industri dan sadar akan pentingnya kesehatan dan keselamatan kerja dalam melakukan suatu perkerjaan# .& Emergen)6 Aid 4erupakan suatu pertolongan darurat yang di butuh kan dimana keadaan saat itu sudah sangat darurat dan kritis! banyak kecelakaan yang terjadi di laboratorium permesinan %O$()* ! baik itu yang biasa maupun yang kritis! contoh kejadian flashback di beberapa tahun yang lalu dimana ada seseorang mahasis&i teknik mesin yang berambut panjang tidak mengikat rambut nya sehingga membiarkan rambut nya terurai mengoperasikan mesin bubut ! mahasis&i tersebut mengalami kecelakaan dimana rambut nya tersangkut di mesin bubut dan mengalami kecelakaan yang parah! namun pada saat itu tidak ada emergency aid yang tersedia sehingga semua yang berada di laboratorium menjadi panik # ,ang harus di butuh kan seperti kata dosen pembimbing "3 yaitu bapak 3r Harlian "adir bah&a seminimal mungkin sebuah kampus seperti %O$()* harus memiliki satu unit mobil )mbulance dan "erjasama dengan sebuah 1umah Sakit rujukanan agar menjadi rujukan pertama se&aktu terjadinya sebuah insiden atau 52

BUKU PEDOMAN PELAKSANAAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM PERMESINAN kecelakaan# Hal ini di butuh kan karena lingkungan kampus seperti %O$()* di sesuaikan degan linkungan 3ndustri khusus nya! dan tidak menutup kemungkinan bah&a di kampus %O$()* terjadi sebuah insiden atau kecelakaan yang cukup parah #

Eambar 1S Hasan Sadikin

Eambar 4obil )mbulance %O$()* harapan kami

53

BUKU PEDOMAN PELAKSANAAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM PERMESINAN

()( @ % *.'.%

Dengan ada nya buku panduan ini penulis berharap dapat membantu rekan rekan sekalian dalam meningkat kan kualitas "3 di laboratorium permesinan khusus nya %O$()* ! terimakasih penulis ucapkan kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses pembuatan buku ini ! terimakasih kepada dosen pembimbing bapak 3r Harlian "adir yang telah membimbing dalam proses pembelajaran khusus nya k3# Semoga buku ini bermanfaat bagi kita semua#

54

BUKU PEDOMAN PELAKSANAAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM PERMESINAN

D)2')1 %.S')") 2$$16773334s5!i8+45*/7+*57192365607PERMESINAN 2$$1677i'2s" (48#*&s1*$45*/720097117/"'"#"29 *!/"9'ese#"/"$" 9+" 9 'ese2"$" 42$/# 2$$1677333452e/9is9$!:4*!& 2$$1677e!!:s(se$:*48#*&s1*$45*/ 2$$1677i+43*!+1!ess45*/ 3334s".e$:si& 45*/ 3334&**&#e45*/ 33343i'i1e+i"45*/ 3334*!i.i#e45*/ D"$" #"8*!"$*!i(/ 1e!/esi " POLBAN

55