Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA PERCOBAAN I PENENTUAN BERAT MOLEKUL BERDASARKAN PENGUKURAN MASSA JENIS GAS

Nama NIM

: Akhmad Baihaqi : J1E1080 !

"a#i$ Ta%&&a' P#ak(ik)m : Kami*+ 1, A-#i' .00! "a#i$ Ta%&&a' Dik)m-)' "a#i$ Ta%&&a' A00 K1'2m-2k A*i*(1% : Kami*+ ./ A-#i' .00! : : 3I 4E%am5 : N22# I'ma Maha#a%i

PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETA"UAN ALAM UNI3ERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARBARU .00! PERCOBAAN I PENENTUAN BERAT MOLEKUL BERDASARKAN PENGUKURAN MASSA JENIS GAS I6 TUJUAN PERCOBAAN Tujuan dari percobaan ini adalah untuk menentukan berat molekul senyawa volatil berdasarkan pengukuran massa jenis gas dengan menggunakan persamaan gas ideal. II6 TINJAUAN PUSTAKA Gas mempunyai sifat bahwa molekul-molekulnya sangat berjauhan satu sama lain sehingga hampir tidak ada gaya tarik menarik atau tolak menolak diantara molekul-molekulnya sehingga gas akan mengembang dan mengisi seluruh ruang yang ditempatinya, bagaimana pun besar dan bentuknya. Untuk memudahkan mempelajari sifat-sifat gas ini baiklah dibayangkan adanya suatu gas ideal yang mempunyai sifat-sifat : a. b. Tidak ada gaya tarik menarik di antara molekul-molekulnya. olume dari molekul-molekul gas sendiri diabaikan.

c.

Tidak ada perubahan enersi dalam !internal energy " #$ pada pengembangan. %ifat-sifat ini didekati oleh gas inert !&e, 'e, (r dan lain-lain$ dan uap &g

dalam keadaan yang sangat encer. Gas yang umumnya terdapat di alam !gas sejati$ misalnya: '), *), +*), '&, dan lain-lain sifat-sifatnya agak menyimpang dari gas ideal. -ensiti dari gas dipergunakan untuk menghitung berat molekul suatu gas, ialah dengan cara membendungkan suatu volume gas yang akan dihitung berat molekulnya dengan berat gas yang telah diketahui berat molekulnya !sebagai standar$ pada temperatur atau suhu dan tekanan yang sama. -ensiti gas diidenfinisikan sebagai berat gas dalam gram per liter. Untuk menentukan berat molekul ini maka ditimbang sejumlah gas tertentu kemudian diukur . /enurut hukum gas ideal : . " n0T dimana n " dan T-nya.

/ "

1ila gas ideal sifat-sifatnya dapat dinyatakan dengan persamaan yang sederhana ialah . " n 0 T, maka sifat-sifat gas sejati hanya dapat dinyatakan dengan persamaan, yang lebih kompleks lebih-lebih pada tekanan yang tinggi dan temperatur yang rendah. 1ila diinginkan penentuan berat molekul suatu gas secara teliti maka hukum-hukum gas ideal dipergunakan pada tekanan yang rendah. Tetapi akan terjadi kesukaran ialah bila tekanan rendah maka suatu berat tertentu dari gas akan mempunyai volume yang sangat besar.. Untuk suatu berat tertentu bila tekanan berkurang volume bertambah dan berat per liter berkurang. -ensiti yang didefinisikan dengan 23 berkurang tetapi perbandingan densiti dan tekanan d3p atau 23p akan tetap, sebab berat total 2 tetap dan bila gas dianggap gas ideal p juga tetap sesuai dengan persamaan berikut :

. / "

" 0T 0 T " !d3p$o 0 T

%uatu aliran dari udara kering yang bersih dilewatkan cairan yang diukur tekanan uapnya. 4etelitian dari pengukuran ini tergantung pada kejenuhan udara tersebut. Untuk menjamin kejenuhan ini maka udara dilewatkan cairan tersebut secara seri. 1ila adalah volume dari w gram cairan tersebut dalam keadaan uap, / berat mol cairan dan tekanan uap dari cairan tersebut pada temperatur T maka tekanan uap dapat dihitung dengan hukum gas ideal : . " !$ 0T !0espati, 566)$. &ukum gabungan gas untuk suatu sampel gas menyetakan bahwa perbandingan . 3T adalah konstan " konstan %ebetulnya untuk gas-gas real !nyata$ seperti metana !+&,$ dan oksigen dilakukan pengukuran secara cermat, ternyata hal ini tidak benar betul. Gas hipotesis yang dianggap akan mengikuti hukum gabungan gas pada berbagai suhu dan tekanan hukum gabungan gas pada berbagai suhu dan tekanan disebut gas ideal. Gas nyata akan menyimpang dari sifat gas ideal.. .ada tekanan yang relatif rendah termasuk pada tekanan atmosfer serta suhu yang tinggi, semua gas akan menempati keadaan ideal sehingga hukum gas gabungan dapat dipakai untuk segala macam gas yang digunakan !1rady, 5666$. .ersamaan gas ideal bersama-sama dengan massa jenis gas dapat digunakan untuk menentukan berat molekul senyawa volatil. -alam hal ini menyarankan

konsep gas ideal, yakni gas yang akan mempunyai sifat sederhana yang sama dibawah kondisi yang sama !&aliday, 5678$. .ersamaan yang menghubungkan langsung massa molekul gas dengan rapatannya dapat diturunkan dari hukum gas ideal. 9ika jumlah mol suatu gas dapat diketahui dengan membagi massanya dalam gram dengan massa molekulnya. 9umlah mol !n$ " 1ila dimasukan dalam hukum gas ideal menghasilkan : . " 0T / " 0apatan !d$ adalah perbandingan antara massa !berat$ terhadap volume, !g3 $. /aka persamaan dapat ditulis : / " d !1rady, 5666$. III6 METODELOGI PERCOBAAN /61 A'a( da% 7aha% a. (lat (lat-alat yang digunakan pada percobaan ini adalah erlenmeyer !5:; ml$, gelas piala !<;; ml$, aluminium foil, karet gelang, jarum, neraca analitik dan desikator. b. 1ahan 1ahan-bahan 1ahan-bahan yang diperlukan pada percobaan ini adalah akuades, cairan volatil seperti +&+l, dan aseton.

0ancangan alat : lubang kecil

aluminium foil

karet gelang = 5cm

erlenmeyer uap cairan >

air mendidih cairan volatil gelas

api

piala

/6. P#2*1d)# P1#027aa% 5. /engambil sebuah labu erlenmeyer yang berleher kecil, yang bersih dan kering, kemudian menutup dengan aluminium foil dan kencangkan dengan karet gelang.

).

/enimbang labu erlenmeyer beserta aluminium foil dan karet gelang dengan menggunakan neraca analitik.

,.

/emasukkan sebanyak : ml cairan volatil ke dalam labu erlenmeyer, kemudian menutup kembali dengan aluminium foil dan mengencangkan dengan karet gelang. 4emudian dengan menggunakan jarum dibuat lubang kecil pada aluminium foil.

?. /erendam labu erlenmeyer di dalam penangas air dengan temperatur kurang dari 5;;2+ :. /embiarkan sampai seluruh cairan volatil menguap, mencatat temperatur penangasnya, kemudian diangkat. @alu mengeringkan bagian luar labu erlenmeyer, kemudian diletakkan di dalam desikator untuk didinginkan. <. /enimbang labu erlenmeyer yang telah dingin tanpa melepas aluminium foil dan karet gelang. 7. /enentukan volume dari labu erlenmeyer dengan cara mengisi labu dengan air sampai penuh. 8. /engukur tekanan atmosfer dengan menggunakan barometer. I36 "ASIL DAN PER"ITUNGAN 861 "a*i' P1%&ama(a% Ta71' 1
N2 5 ) , ? : < P1%&ama(a% /assa labu erlenmeyer, allumunium foil, dan karet gelang /assa erlenmeyer dan volatil /assa cairan A /assa erlenmeyer dan air /assa air Temperatur air K'2#292#m 7),68 g 7,,<< g ;,<8 g );6,? 5,<,88 g ,;B+ A*1(2% 7,,8; g 7,,6: g ;,5: g );8,8; g 5,:,<8 g ,5B+

7 8

Temperatur air !volatil menguap$ Temperatur atmosfir

8:B+ 5 atm

8)B+ 5 atm

86. P1#hi()%&a% .erhitungan untuk kloroform ! +&+l, $ -ik : massa air air " 5,<,88 gr " ;,66<; gr3 cm,

T air dalam labu " ,;; + /assa +&+l, " ! massa labu erlenmeyer C alumunium foil C karet alumunium foil C karet gelang $ " 7,,<< gr D 7),68 gr " ;,<8 gr geleng C

cairan terkondensasi $ D ! massa labu erlenmeyer C

T air dalam penangas " 5;;; + " 5;; C )7, " ,7, ;4 . " 5 atm -it : 1/ +&+l, 9awab : air " " " 5,7,?)6 cm, " 5,7,?)6. 5;-, @ air " kloroform " 5,7,?)6. 5;-, @

" " " ?,6?8 gr3@ 1/ " " ?,6?8 6 " 5:5,?: gr3@ .erhitungan untuk aseton -ik : massa air " 5,:,<8 gr air " ;,66<; gr3 cm,

T air dalam labu " ,5; + /assa aseton " !massa labu erlen meyer C aluminium foil C karet gelang C cairan terkondensasi$ D !massa labu erlenmeyer C aluminium foil C karet gelang$. " 7,,6: gr D 7,,8; gr " ;,5: gr Tair dalam penangas . " 5 atm -it : 1/ aseton 9awab : air " " " 5,<,)): cm, " 5,<,)):. 5;-, @ air " aseton " 5,<,)):. 5;-, @ " 5;;; + " 5;; C )7, " ,7, ;4

" " " 5,5;55 gr3@ 1/ " " 5,5;556 " ,,,7;,: gr3@ .erhitungan .ersen #ror

Untuk kloroform -ik : 1/ praktek " 5:5,?: gr3@ 1/ teori -it : E error 9awab : Eerror " " ")<,7,<? E Untuk aseton -ik : 1/ praktek " ,,,7;,: gr3@ 1/ teori -it : E error 9awab : Eerror " " " ?5,86;: E .erhitungan Faktor 4oreksi Untuk kloroform -ik : mair %uhu kamar " 5,<,88 gr " ): ;+ " :8 gr3mol " 556,: gr3mol

udara

"

erlenmeyer

" 5,7,?)6. 5;-, @ " )8,8 gr3mol

1/ udara

%uhu dalam penangas " 5;; ;+ " ,7, ;4 -it : 1/ +&+l, 9awab : Faktor koreksi @og . " " " ),)6:? . " 567,?)? mm&g " ;,):68 atm massa udara . 1/ " mudara " " " ;,;?) gr massa total " massa udara C massa kloroform " ;,;?) C ;,<8 " ;,7)) gr gr3@

1/ kloroform " " :,):,< " 5<;,8;?5 gr3mol Untuk aseton -ik : mair %uhu kamar
udara

" 5,:,<8 gr " ): ;+ " 5,<,)):. 5;-, @ " )8,8 gr3mol

"

erlenmeyer

1/ udara

%uhu dalam penangas " 5;; ;+ " ,7, ;4 -it : 1/ aseton

9awab : Faktor koreksi @og . " " " ),)6:? . " 567,?)? mm&g " ;,):68 atm massa udara . 1/ "

mudara

" " " ;,;?57 gr

massa total " massa udara C massa aseton " ;,;?57 C ;,5: " ;,:<7 gr gr3@ 1/ aseton " " " 5)7,,68 gr3mol

Ta71' "a*i' P1#hi()%&a% Tabel )


+airan olatil +&+l, (seton G air !g 3 @$ ?,6?8 5,5;55 m cairan !g$ ;,<86 ;,5:6 . !atm$ 5 5

Tabel ,

+airan olatil +&+l, (seton

1/ !g 3 mol$ 5:5,:? ,,,7;?:

m total !g$ ;,7)) ;,:<7

1/ koreksi !g 3 mol$ 5<;,8;?5 5)7,,68

E #rror !E$ )<,7,<? E ?5,86;: E

36

PEMBA"ASAN .ersamaan gas ideal bersama-sama dengan massa jenis gas dapat digunakan untuk menentukan berat molekul senyawa volatil. -alam hal ini menyarankan konsep gas ideal, yakni gas yang akan mempunyai sifat sederhana yang sama dibawah kondisi yang sama. 1erdasarkan persamaan gas ideal dapat diketahui bahwa banyaknya mol gas biasanya dinyatakan sebagai n, juga sama dengan massa, m dibagi massa molar, / !yang mempunyai satuan$ g3mol $ jadi n " mol3/. 1erat molekul !bila tak bedimensi$ sama dengan bilangan massa molar : . " .raktikum kali ini bertujuan untuk dapat menentukan berat molekul senyawa volatil berdasarkan pengukuran massa jenis gas dengan menggunakan persamaan gas ideal. .ada percobaan kali ini dipergunakan sampel berupa larutan kloroform dan aseton. .ada praktikum kali ini, dilakukan dengan terlebih dahulu menentukan massa erlenmeyer kosong agar dapat menentukan massa cairan. 1erat labu erlenmeyer ditambahkan alumium foil dan karet gelang untuk kloroform yakni 7),68 gr sedangkan berat labu erlenmeyer ditambah alumium foil dan karet gelang untuk aseton yakni 7,,8; gr. @abu erlenmeyer kemudian dimasukan kloroform3aseton lalu dipanaskan sampai suhu 5;; +. %etelah semua cairan volatil menguap, labu erlenmeyer diangkat, kemudian diletakkan dalam desikator. -esikator berfungsi sebagai pengering dan pendingin dari alat laboratorium untuk percobaan. 1erat labu erlenmeyer ditambahkan alumium foil

dan karet gelang untuk kloroform yang didinginkan yakni 7,,<< gr sedangkan berat labu erlenmeyer ditambah alumium foil dan karet gelang untuk aseton yang didinginkan yakni 7,,6: gr. *leh karena itu didapatkan berat cairan kloroform yakni ;,<86 gr dan untuk aseton yakni ;,5:6 gr. -engan menggunakan persamaan gas ideal maka diperoleh 1/ dari larutan volatil tersebut. -alam perhitungan didapatkan nilai 1/ kloroform ialah 5:5,?: gr3mol, sedangkan 1/ kloroform yang sebenarnya adalah 556,: g3mol. -alam perhitungan didapatkan nilai 1/ aseton ialah ,,,7;?: gr3mol, sedangkan 1/ aseton yang sebenarnya adalah :8 g3mol. &asil yang didapatkan ini jauh berbeda dengan nilai 1/ secara teoritis. 4esalahan ini dapat terjadi karena kekurangtelitian praktikan pada saat praktikum. 4esalahan dapat juga terjadi karena kesalahan pada saat melakukan pemanasanH alat yang digunakan kurang bersih dan sterilH masih terdapatnya udara dalam labu erlenmeyer hingga mempengaruhi nilai 1/ yang diperoleh. -alam perhitungan berat molekul !1/$ aseton dan kloroform dapat menggunakan persamaan gas ideal yaitu dengan adanya volume air dan massa jenisnya, maka dapat dihitung massa jenis Iatnya. -engan mengetahui nilai massa jenis Iat maka berat molekul juga dapat dihitung. .ada data hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa nilai massa cairan volatil berpengaruh terhadap berat molekul !1/$. -engan demikian, semakin besar nilai dari massa cairan volatil nya maka semakin besar pula nilai berat molekulnya. -alam percobaan kali ini digunakan dua larutan volatil, yaitu Iat kloroform dan aseton. 4edua cairan volatil tersebut tampak berbeda dalam lama pengerjaannya. .ada larutan kloroform, Iat bila dipanaskan lebih lambat menguap daripada aseton. &al tersebut disebabkan karena berat molekul dari kloroform itu sendiri jauh lebih besar daripada aseton sehingga fase dari kloroform jauh lebih sulit untuk diubah daripada aseton.

3I6

KESIMPULAN 4esimpulan yang dapat diperoleh dari praktikum ini antara lain : 5. .enentuan berat molekul senyawa volatil dapat dilakukan dengan mengukur massa jenis senyawa dan menggunakan persamaan gas ideal. ). 'ilai 1/ !berat molekul$ yang diperoleh pada percobaan untuk kloroform adalah sebesar 5:5,?:gr3mol, sedangkan nilai 1/ teoritisnya sebesar 556,: gr3mol. ,. 'ilai 1/ !berat molekul$ yang diperoleh pada percobaan untuk aseton adalah sebesar ,;,7;?: gr3mol, sedangkan nilai 1/ teoritisnya sebesar :8 gr3mol.

?. .ada perhitungan persen error, diproleh hasil yakni E error 1/ kloroform yakni )<,7,<? E, sedangkan untuk E error 1/ aseton yakni ?5,86;: E.

DAFTAR PUSTAKA 1rady, 9ames #. 5666. Kimia Universitas, 9ilid 5, edisi kelima. 1inarupa (ksara. 9akarta. s &alliday dan 0esnick. 5678. Fisika Jilid I. #rlangga. 9akarta. 0espati. 566). Dasar-Dasar Ilmu Kimia Untuk Universitas. 0ineka +ipta. Jogyakarta.

PENENTUAN BERAT MOLEKUL BERDASARKAN MASSA JENIS GAS


K. 4elebihan 5. -engan metode ini, kita dapat menentukan berat molekul suatu senyawa volatil dengan peralatan yang lebih sederhana. ). .ercobaan ini menggunakan penangas air sebagai pengatur suhu. %ehingga percobaan ini lebih cocok untuk senyawa yang memiliki titik didih kurang dari 5;; ;+. ,. -engan adanya faktor koreksi, maka dapat meminimalkan kesalahan perhitungan data hasil percobaan. KK. kelemahan 5. 4etidak tepatan pengamatan pada saat cairan telah menguap semua atau belum dapat mengakibatkan kesalahan dalam perhitungan. 9ika masih ada cairan yang belum menguap atau masih ada cairan yang tersisi dalam labu erlenmeyer, maka dapat mengakibatkan kesalahan dalam perhitungan massa jenis gas dan pada akhirnya mengakibatkan kesalahan pada perhitungan berat molekul. ). /ahasiswa tidak mengetahui dengan pasti titik didih dari suatu sampel senyawa. %ehingga timbul pertanyaan apakah suhu penangas air yang tercatat sangat berpengaruh

pada nilai berat molekul yang dihasilkan atau tidak. .ertanyaan ini timbul karena bila labu erlenmeyer dimasukkan dalam penangas air pada suhu misal 8; ;+, maka cairan volatil tersebut akan menguap total pada suhu sedikit di atas 8; ;+. 9ika labu erlenmeyer dimasukkan berisi sampel volatil dimasukkan ke dalam penangas air pada suhu !misal$ 6; ;+, maka dalam perhitungan nilai berat molekul yang diperoleh akan pasti berbeda. 0umus: .. " n.0.T ,. /etode penentuan berat molekul berdasarkan massa jenis gas ini tidak cocok untuk senyawa dengan titik didih di atas 5;; ;+. K-#'TKFK4(%K 9#'K% (@4*&*@ .0K/#0 -(@(/ 0#(4%K -#&K-0(%K (@4*&*@ 1#0-(%(04(' /(%%( 9#'K% G(% (@4#'( J('G -K&(%K@4(' (. -ata dan fakta. (lkena adalah senyawa non polar. Gaya tarik antar molekul terjadi olehakibat gaya dispersi. %ecara umum, sifat-sifat fisika alkena mirip dengan sifat-sifat fisika alkana. (lkena yang terdiri dari )-? atom karbon berwujud gas pada temperatur kamar. (lkena yang terdiri lima atau lebih atom karbon berupa cairan tidak berwarna dengan berat jenis lebih kecil daripada air. (lkena tidak larut dalam air, tetapi larut dalam alkena lain, pelarut organik non polar, dan etanol. (lkena dapat dibuat dengan cara mereaksikan alkohol !dalam percobaan ini digunakan alkohol primer$ dengan &)%*? pekat pada suhu 5<;-57;;+. .erubahan alkohol primer menjadi alkena ini merupakan proses dehidrasi !pelepasan air$. .ersamaan reaksinya: &)%*? pekat 5<;-57;;+ +n&)nC)* +n&)n C &)* .ada reaksi di atas, +n&)nC)* yang digunakan adalah alkohol primer. .ada reaksi ini, &)%*? pekat berfungsi sebagai dehidrator. 1ila digunakan alkohol sekunder atau tersier, dehidratornya harus &)%*? encer, karena penggunaan &)%*? pekat menyebabkan alkena yang terbentuk mengalami polarisasi. -alam hal kereaktifan dehidrasi diperoleh urutan alkohol primer L alkohol sekunder L alkohol tersier. 1. /asalah atau 4esenjangan. %eringkali kita mengalami kesulitan untuk membedakan atau mengidentifikasi suatu alkohol primer. /isalnya jika kita diberi suatu sampel alkohol primer dan kita dituntut untuk mengidentifikasi atau menentukan nama apakah alkohol tersebut adalah propanol ataukah butanol ataukah pentanol, dst. (pabila identifikasi jenis atau nama suatu alkohol primer tersebut dilakukan atas dasar reaksi alkohol dengan pereaksi tertentu, pasti sangat sulit. &al ini dikarenakan

oleh, semua jenis alkohol mengalami reaksi sama, baik reaksi subtitusi maupun reaksi dengan senyawa yang lain. Jang membedakan dalam reaksi ini adalah struktur alkohol !primer, sekunder, tersier$ merupakan penentu dari hasil reaksi. +. %olusi. 5. -asar teori. /assa molekul relatif dadri suatu senyawa dapat ditentukan dengan berbagai metode tergantung dari sifat-sifat fisika senyawa yang bersangkutan. /assa molekul senyawa yang volatil dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan gas ideal dan massa jenis gas. .. " n.0.T, dengan konsep mol menjadi .. " !m3/r$.0.T .0.T%ehingga persamaanya dapat diubah menjadi ../r " !m3 $.0.T " -imana: /r " massa molekul . " tekanan gas " volume gas T " suhu ! ;4 $ 0 " tetapan gas " massa jenis gas %uatu senyawa alkena dengan atom + lebih dari : yang dihasilkan dari dehidrasi suatu erlenmeyer !atom + lebih dari :$ dapat diketahui berat molekulnya berdasarkan massa jenis gas yang dihasilkan. 1ila suatu alkena !dengan titik didih M 5;;;+$ ditempatkan dalam labu erlenmeyer yang mempunyai lubang kecil pada bagian penutupnya dan kemudian labu erlenmeyer tersebut dipanaskan sampai kurang lebih 5;;;+, maka cairan tadi akan menguap dan uap itu akan mendorong udara yang terdapat pada labu erlenmeyer keluar melalui lubang kecil tadi. %etelah semua udara keluar, pada akhirnya uap cairan tersebut akan keluar, sampai uap ini berhenti keluar bila keadaan setimbang tercapai, yaitu tekanan udara cairan dalam labu erlenmeyer sama dengan tekanan udara luar. .ada kondisi kesetimbangan ini, labu erlenmeyer hanya berisi uap cairan dengan tekanan sama dengan atmosfer, volume sama dengan volume labu erlenmeyer dan suhu sama dengan suhu titik didih air dalam penangas air ! kurang lebih 5;;;+$. @abu erlenmeyer ini kemudian diambil dari penangas air, didinginkan dalam desikator dan ditimbang sehingga massa gas yang terdapat di dalamnya dapat diketahui. 4emudian .0.T, berat molekul senyawadengan menggunakan persamaan ../r " tersebut dapat dapat ditentukan. 1ila alkena yang dihasilkan memiliki titik didih yang lebih besar, maka penangas yang berisi air dapat diganti dengan senyawa lain yang memiliki titik didih tinggi !misalnya minyak$. &al yang perlu diperhatikan adalah pengamatan harus secermat dan seteliti mungkin, hal ini dikarekan warna dari minyak dapat menghambat pengamatan pada saat

cairan telah menguap semuanya. .ada saat pengeringan labu erlenmeyer, bagian luar labu juga harus benar-benar kering agar perhitungan berat molekul mendekati harga berat molekul yang sebenarnya. ). .rosedur penyelesaian masalah. 5. -imasukkan kurang lebih : ml alkohol cair yang akan diidentifikasi ke dalam tabung reaksi. 4emudian dipanaskan sampai suhu 5<;-57;;+. ). -itambahkan tetes demi tetes &)%*? pekat. ,. (lkena yang diperoleh dipisahkan dari &)* !alkena dapat dipisahkan dengan mudah dari air, karena alkena tidak larut dalam air$. ?. (mbil sebuah labu erlenmeyer berleher kecil yang bersih dan kering, tutup labu erlenmeyer dengan menggunakan aluminium foil dan karet gelang :. Timbang labu erlenmeyer tadi beserta aluminium foil dan karet gelang dengan menggunakan neraca analitik. <. /asukkan kurang lebih : ml alkena hasil dehidrasi alkohol ke dalam labu erlenmeyer, kemudian tutup kembali dengan menggunakan karet gelang erat-erat sehingga tutup ini beersifat kedap udara. -engan menggunakan jarum buatlah lubang kecil pada aluminium foil agar uap dapat keluar. 7. 0endam labu erlenmeyer dalam penangas air bersuhu kurang lebih 5;;;+ !untuk alkena dengan titik didih 5;;;+$ sedemikian sehingga air kurang lebih 5 cm di bawah aluminium foil. 1iarkan labu erlenmeyer dalam penangas air sampai semua cairan menguap. +atat suhu penangas air tersebut. 8. %etelah semua ciran volatil dalam labu erlenmeyer menguap, angkatlah labu erlenmeyer dari penangas, keringkan air yang terdapat pada bagian luar labu erlenmeyer dengan lap, lalu tempatkan labu erlenmeyer dalam desikator. Uap cairan volatil yang terdapat dalm labu erlenmeyer akan kembali menjadi cairan. 6. Timbang labu erlenmeyer yang sudah dingin tadi dengan neraca analitik !jangan lepaskan tutup aluminium foil sebelum labu erlenmeyer ditimbang$. 5;. Tentukan volume labu erlenmeyer dengan jalan mengisi lebu erlenmeyer dengan air sampai penuh dan menimbang massa air yang terdapat dalam erlenmeyer. olume air bisa diketahui bila massa jenis air pada suhu air " m3 .dalam labu erlenmeyer diketahui dengan menggunakan rumus 55. Ukur tekanan atmosfer dengan menggunakan barometer. 5). -ihitung berat molekul alkena dengan menggunakan faktor koreksi.

5,. 1erdasarkan persamaan reaksi dalam dehidrasi alkohol, tentukan jenis alkohol cair yang digunakan dalam reaksi dehidrasi.