Anda di halaman 1dari 1

Keterpaparan limbah cair rumah sakit, disebabkan oleh karena adanaya kandungan limbah infeksius dan kimia/toksik/antibiotik yang

dihasilkan selama proses pelayanan. Limbah rumah sakit bisa mengandung bermacam-macam mikroorganisme tergantung pada jenis rumah sakit, tingkat pengolahan yang dilakukan sebelum dibuang. Jika limbah rumah sakit ini tidak di kelola dengan baik dan dibuang ke tempat yang tidak dipersyaratkan seperti badan sungai maka akan dapat memberi dampak negatif tidak hanya bagi air sungai itu sendiri tetapi juga bagi masyarakat yang menggunakan air yang telah dialiri limbah tersebut. Pengukuran baku mutu limbah rumah sakit sebelum dibuang harus benar-benar diperhatikan. Dampak lingkungan yang serius bisa timbul dari dihasilkannya limbah biomedis dan dari proses penanganan, manajemen dan pembuangan limbah yang tidak dikelola dengan baik. Dampak yang terjadi bisa secara langsung maupun tidak langsung. Dampak langsung biomedis yang potensial menurut beberepa ahli dapat menimbulkan penyakit terutama keracunan dan penyakit kulit (Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Indira Gandi, 2005). Limbah biomedis bisa menyebabkan polusi air jika limbah tersebut di buang di daerah dataran rendah atau dibuang di danau atau kolam air, bisa menyebabkan polusi air yang parah. Limbah cair yang dihasilkan saat masuk ke saluran air bisa juga menyebabkan polusi air jika tidak dikelola dengan baik. Polusi air juga bisa disebabkan substansi biologis, kimiawi atau radioaktif. Patogen yang ada di limbah tersebut bisa luluh dan mengkontaminasi air atau air permukaan. Bahan kimia berbahaya yang ada dalam limbah biomedis, polusi logam berat dalam bentuk leachate, kelebihan leacheate seperti nitrat dan sosfat dari galian tanah bisa menyebabkan fenomena yang disebut eutrophication (dimana pada permukaan kolam air tumbuh alga). Polusi air bisa mengubah parameter seperti pH BOD, COD dll, (Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Indira Gandi, 2005). Untuk mengantisipasi ini pemerintah telah membuat peraturan yang bisa dijadikan acuan untuk pengukurran baku mutu limbah rumah sakit sesuai yang didasarkan pada Keputusan Menteri Lingkungan Hidup nomor 58 tahun 1995 tentang baku mutu limbah cair bagi kegiatan rumah sakit. Dalam standar Organization for Standar (ISO) yang merupakan salah satu sertifikasi internasioanal di bidang pengelolaan lingkungan menyebutkan pengelolaan limbah adalah suatu usaha untuk meningkatkan kualitas dengan menghasilkan limbah yang ramah lingkungan dan tidak tercemar dan aman bagi masyarakat disekitarnya.