Anda di halaman 1dari 32

Pada dasarnya, semua jenis vitamin B punya manfaat yang bagus buat otak dan untuk menambah daya

ingat. Berikut beberapa Manfaat Vitamin B Kompleks a) Menjaga sistem syaraf Vitamin B kompleks berperan besar dalam pemecahan lemak dan protein yang membantu mempertahankan fungsi sistem saraf. Vitamin B5 meningkatkan fungsi kelenjar adrenal. Kelenjar ini mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan, membantu mengatur fungsi ginjal, serta membantu mengelola stres. Vitamin ini juga diperlukan untuk memproduksi hormon tertentu, serta zat pengatur saraf. Seluruh fungsi sistem saraf, termasuk otak, diatur oleh vitamin B1, B6 dan B12. Kekurangan vitamin ini menyebabkan seseorang rentan terhadap stres, kecemasan, dan depresi. Salah satu nutrisi penting bagi otak adalah cobalamin atau disebut juga vitamin B12. Kekurangan vitamin ini tak hanya menghambat pertumbuhan sel otak, tetapi juga membuat volume otak menyusut dan mengurangi kemampuannya untuk berpikir. Pada orangtua khususnya, kekurangan vitamin B12 sudah sering dikaitkan dengan risiko penurunan fungsi kognitif dan kecerdasan. Namun dalam penelitian terbaru, kondisi ini juga terbukti bisa membuat volume otak mengalami penyusutan dalam arti sebenarnya. Peneliti dari Rush University Medical Center di Chicago membuktikan hal itu setelah mengamati 121 orangtua berusia di atas 65 tahun. Peneliti mengambil sampel darah lalu mengamati kadar vitamin B12 sekaligus berbagai sisa metabolismenya. Para partisipan juga menjalani serangkaian tes untuk mengukur tingkat kecerdasan dan ketajaman memori atau ingatan. Serangkaian tes tersebut dilakukan sedikitnya 2 kali, yakni di awal penelitian dan saat penelitian berakhir yakni 4,5 tahun sesudahnya. Menurut hasil pengamatan, partisipan yang memiliki kadar vitamin B12 atau sisa metabolisme vitamin B12 yang rendah cenderung lebih cepat pikun. Melalui pemindaian dengan Magnetic Resonance Imaging (MRI), tampak volume otaknya juga mengalami penyusutan. Temuan ini masih butuh penelitian lebih lanjut. Terlalu dini untuk mengatakan bahwa suplemen vitamin B12 bisa menjaga fungsi otak dan mencegah penyusutan volumenya, ungkap Christine C Tangney, PhD yang memimpin penelitian tersebut seperti dikutip dari Indiavision, Kamis (29/9/2011). Vitamin B (B1, B3, B5, B6, B12, dll) adalah nutrisi penting untuk fungsi otak yang tepat. Kekurangan vitamin B menyebabkan kurangnya konsentrasi, perubahan suasana hati intens, gugup dan iritasi, sering tidak memungkinkan anda untuk bersantai dan tidur. Makanan kaya vitamin B adalah : hati, ikan, daging, produk susu, sereal, buah-buahan, kacang, dll. Vitamin antioksidan seperti E dan C yang diperlukan untuk fungsi otak yang tepat dan juga dapat mempengaruhi konsentrasi dan memori. Vitamin C membantu dalam produksi hormon (seperti adrenalin), yang memiliki kemampuan untuk membantu tubuh Anda menghadapi
1

stres. Sumber yang baik vitamin ini adalah kismis, jeruk, buah kiwi, paprika berwarna-warni, bayam, dll Akhirnya, magnesium adalah logam penting yang mengaktifkan aksi vitamin B dan meningkatkan suasana hati yang baik. Jadi anda bisa makan pisang, biji wijen, almond dan produk susu yang kaya akan magnesium. b)Meningkatkan Memori Manfaat penting vitamin B lainnya adalah meningkatkan memori dan konsentrasi. Vitamin ini berperan membangun perisai pelindung di sekitar neuron otak. Homosistein adalah asam amino yang diketahui menjadi racun bagi sel-sel saraf. Vitamin B membantu dalam memecah homosistein.Vitamin B6, B9, dan B12 dikenal sebagai vitamin B utama untuk memori. 2. Makanan Sumber Vitamin B Kompleks Berikut adalah sumber vitamin B kompleks 1. Asparagus 2. Alpukat 3. Pisang 4. Bit 5. Kacang hitam 6. Dedak 7. Hati sapi 8. Kacang mete 9. Kaviar 10. Sereal 11. Ayam 12. Cabai 13. Produk susu 14. Telur 15. Adas 16. Daging domba 17. Lentil

18. Susu (sapi/kambing) 19. Jamur 20. Pepaya 21. Peterseli 22. Kentang 23. Ikan salmon 24. Sarden 25. Udang 26. Kedelai 27. Bayam 28. Stroberi 29. Tomat 30. Biji bunga matahari 31. Tempe 32. Seluruh biji-bijian 33. Ubi 34. Yogurt

Manfaat Vitamin B1 B6 B12 | Fungsi Vitamin B Kompleks Untuk Tubuh Kita | Tubuh manusia memerlukan nutrisi vitamin B1 B6 B12 (Vitamin B Kompleks) untuk kebutuhan kinerja metabolisme tubuh kita. Akan tetapi, mengkonsumsi suplemen vitamin yang memiliki berbagai fungsi ini tak boleh sembarang. Mari, simak ulasannya! Komposisi yang terkandung di dalam vitamin B1 B6 B12 (Vitamin B Kompleks) memberikan manfaat yang begitu penting bagi tubuh agar selalu dalam kondisi fit. Vitamin B Kompleks adalah vitamin mudah yang larut dalam air akan tetapi tak dapat diproduksi tubuh, sehingga harus terdapat pada asupan makanan yang kita konsumsi setiap hari

Manfaat Vitamin B1 B6 B12 | Fungsi Vitamin B Kompleks Untuk Tubuh Kita

Lalu Apa saja Manfaat dari vitamin B1 B6 B12 (Vitamin B Kompleks) ?? Sumber Vitamin B1 dari beras merah, gandum, ikan, kacang - kacangan, kuning telur. Manfaat Vitamin B1

Memperlancar metabolisme Memperlancar sirkulasi darah Mengoptimalkan aktivitas kognitif dan fungsi otak Mencegah terjadinya kerusakan syaraf Memulihkan gangguan syaraf pusat dan tepi

Sumber Vitamin B6 dari Beras tumbuk, lemak, hati, daging, ragi kering, ginjal dan kacang - kacangan Manfaat Vitamin B6

Memperlancar metabolisme Membantu transmisi impuls syaraf Meningkatkan kekebalan tubuh Menjaga keseimbangan garam-garam mineral Membantu sintetis RNA dan DNA

Vitamin B6 Bersumber dari Rumput laut, susu, ikan, hati, telur dan daging Manfaat Vitamin B6

Mencegah kerusakan syaraf Membentu pembentukan sel darah merah memperlancar metabolisme sistem tubuh Mengubah karbohidrat, protein dan lemak menjadi energi

Secara Keseluruhan Manfaat Manfaat Vitamin B1 B6 B12 (Vitamin B kompleks) sangat berguna untuk mengatasi rasa lelah dan stres. Mengkonsumsi vitamin B Kompleks dapat mencegah keterlambatan pertumbuhan, gangguan penglihatan, anemia kerusakan pada saraf, serta gangguan pada jantung.

Manfaat Vitamin B Kompleks : Menghasilkan energi dan berperan dalam kemampuan berpikir Anti penyakit beri-beri Merangsang pertumbuhan pada anak-anak Dibutuhkan untuk kesehatan mata, kulit, kuku, dan rambut Penting untuk sirkulasi dan fungsi normal sistem saraf Anti stress dan meningkatkan vitalitas Terlibat dalam produksi antibodi tubuh Penting untuk sintesa dan aktivitas sel genetik Dibutuhkan dalam pembentukan protein asam amino Penting untuk produksi dan perbaikan sel-sel darah merah Mencegah anemia Manfaat untuk Anak-anak dan remaja (4 th keatas) Merangsang pertumbuhan Meningkatkan kemampuan berpikir Memberikan tambahan tenaga Manfaat untuk Orang Dewasa Menghasilkan energi Anti Stress Mencegah timbulnya uban lebih dini Membantu meningkatkan konsentrasi Penting untuk memberikan tenaga dan vitalitas bagi atlet dan yang suka berolahraga Manfaat untuk Ibu hamil dan menyusui Penting untuk pembentukan dan aktivitas sel genetik Mencegah anemia Manfaat untuk Manula Membantu metabolisme karbohidrat, protein dan lemak Mencukupi kebutuhan Vit B kompleks bagi penderita diabetes Tanya Jawab : T : Mengapa vitamin B kompleks dianjurkan untuk dikonsumsi anak-anak? J : Fungsi vitamin B kompleks adalah untuk mengubah makanan menjadi tenaga. Anak kecil umumnya melakukan lebih banyak kegiatan fisik, karenanya mereka mebutuhkan lebih banyak tenaga. Selain itu, vitamin B kompleks juga berfungsi membantu membawa oksigen ke seluruh tubuh, juga ke otak. Kurangnya sirkulasi oksigen ke otak akan menurunkan konsentrasi. Dengan konsumsi vitamin B kompleks, daya konsentrasi akan meningkat T : Mengapa setelah mengonsumsi Vitamin B Complex terasa panas, berkeringat, juga nafsu makan bertambah ? J : Salah satu fungsi Vitamin B kompleks adalah mengubah makanan menjadi tenaga. Jika kegiatan fisik Anda tidak banyak, tenaga atau energi yang dihasilkan akan menimbulkan panas, akibatnya bisa berkeringat berlebihan. Nafsu makan juga dapat bertambah karena pemanfaatan makanan yang baik bisa menyebabkan rasa lapar lebih cepat muncul
5

T : Mengapa dosis atau potensi vitamin B pada Nutrilite Natural B Complex lebih rendah dibandingkan dalam Nutrilite Daily? J : Seluruh potensi vitamin B dalam Natural B Complex berasal dari ragi yang diproses secara khusus. Vitamin B kompleks di dalam Daily berasal dari beberapa konsentrat eksklusif Nutrilite yang dilengkapi dengan vitamin B isolasi untuk menambah dosisnya. T : Siapa saja yang membutuhkan vitamin B kompleks dalam jumlah yang lebih besar ? J : Ibu hamil membutuhkan beberapa vitamin B kompleks dalam jumlah lebih besar, terutama asam folat. Perokok dan peminum alkohol juga membutuhkan tambahan nutrisi B Kompleks. Vegetarian juga membutuhkan produk ini, karena umumnya mereka kekurangan vitamin B kompleks, terutama vitamin B12. Mereka yang menggunakan pil KB, sedang diet atau mempunyai kegiatas fisik yang cukup tinggi juga memerlukan vitamin ini. T : Apakah Vitamin B Kompleks disarankan untuk mereka yang memiliki resiko penyakit jantung? J : beberapa vitamin B kompleks yaitu B6, B12 dan asam folat dibutuhkan untuk menjaga kestabilan kadar homosistein. Homosistein adalah salah satu sisa metabolismen asam amino. Kadar homosistein yang tinggi sering dihubungkan dengan resiko penyakit jantung yang juga tinggi. T : Beberapa pendapat mengatakan bahwa vitamin B6 dapat mengurangi efektivitas pil KB. Benarkah demikian ? J : Vitamin B6 tidak mengurangi efektivitas pil KB. Malah sebaliknya mereka yang mengkonsumsi pil KB umumnya membutuhkan tambahan vitamin B6 dan asam folat karena penyerapan keduanya dapat terganggu oleh pemakaian pil KBApakah manfaat kesehatan vitamin B kompleks? Amazine | Online Popular Knowledge Vitamin B kompleks terdiri atas tiamin (vitamin B1), riboflavin (vitamin B2), niasin (vitamin B3), asam pantotenat (vitamin B5), pyridoxine (vitamin B6), biotin (vitamin H atau B7), asam folat (vitamin B9) dan cobalamins (vitamin B12). Vitamin B larut dalam air. Vitamin B kompleks penting karena memiliki fungsi yang unik dalam tubuh. Misalnya, vitamin B1, B2, dan B3 bersama dengan B7, bertanggung jawab memproduksi energi yang dibutuhkan oleh tubuh. Sedangkan vitamin B6 dikenal berperan dalam metabolisme asam amino. Pembelahan sel merupakan proses penting lain dalam tubuh manusia yang memerlukan bantuan vitamin B12 dan B9. Selain fungsi dasar, semua vitamin tersebut juga melakukan tugas-tugas tambahan lainnya. Manfaat Vitamin B Kompleks 1. Produksi Energi
6

Vitamin B kompleks diperlukan untuk mengubah karbohidrat menjadi glukosa yang pada gilirannya menghasilkan energi bagi tubuh agar berfungsi optimal. Seperti telah disebutkan, vitamin B1, B2, B3 dan B7 bekerja sama dalam proses produksi energi. Jadi kekurangan salah satu vitamin dapat menyebabkan kelelahan ekstrim dan kurangnya vitalitas dalam tubuh. 2. Sistem Saraf Vitamin B kompleks berperan besar dalam pemecahan lemak dan protein yang membantu mempertahankan fungsi sistem saraf. Vitamin B5 meningkatkan fungsi kelenjar adrenal. Kelenjar ini mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan, membantu mengatur fungsi ginjal, serta membantu mengelola stres. Vitamin ini juga diperlukan dalam produksi hormon tertentu, serta zat pengatur saraf. Seluruh fungsi sistem saraf, termasuk otak, diatur oleh vitamin B1, B6 dan B12. Kekurangan vitamin ini menyebabkan seseorang rentan terhadap stres, kecemasan, dan depresi. 3. Sistem Pencernaan Karena larut dalam air, vitamin B kompleks mampu memperbaiki pencernaan dan produksi asam klorida (HCL) yang berfungsi memecah lemak, protein, dan karbohidrat. Vitamin B1, B2, B3 dan B6 sangat penting dalam menjaga pencernaan sehingga kekurangan vitamin ini akan memicu masalah pencernaan parah. 4. Meningkatkan Memori Manfaat penting vitamin B adalah meningkatkan memori dan konsentrasi. Vitamin ini berperan membangun perisai pelindung di sekitar neuron otak. Homosistein adalah asam amino yang diketahui menjadi racun bagi sel-sel saraf. Vitamin B membantu dalam memecah homosistein. Vitamin B6, B9, dan B12 dikenal sebagai vitamin B utama untuk memori. 5. Kesehatan Kulit, Rambut, dan Kuku Vitamin B1, vitamin B2, vitamin B3, vitamin B5, vitamin B7, vitamin B9, dan vitamin B12 diperlukan untuk pertumbuhan kulit, rambut, dan kuku yang sehat. Jumlah cukup vitamin ini sangat penting agar kulit bersinar, penampilan muda, dan menunda uban pada rambut. Kesehatan kulit, rambut, dan kuku tergantung pada sistesis RNA (ribonucleic acid) dan DNA (deoxyribonucleic acid) yang terjadi setelah dibantu vitamin B kompleks. Gangguan kulit seperti dermatitis, kulit berminyak, ketombe, bibir pecah-pecah, kulit kering, dan rambut cepat beruban merupakan akibat kekurangan vitamin ini.
7

6. Kehamilan yang Sehat Menurut para ahli, salah satu langkah penting yang bisa dilakukan ibu hamil untuk mengurangi kemungkinan cacat lahir yang serius adalah mengasup jumlah cukup vitamin B9 (asam folat). Vitamin ini lebih efektif bila diambil dalam jumlah yang cukup sebelum hamil dan selama awal kehamilan. Asam folat berkontribusi dalam perkembangan DNA yang pada akhirnya mengoptimalkan pertumbuhan janin. Ibu hamil dan menyusui dianjurkan mengonsumsi sekitar 400 mg asam folat setiap hari. Defisiensi vitamin B9 bisa memicu gangguan pertumbuhan bayi, dan kesulitan belajar. Sumber Vitamin B Kompleks Berikut adalah sumber vitamin B kompleks Asparagus Alpukat Pisang Bit Kacang hitam Dedak Hati sapi Kacang mete Kaviar Sereal Ayam Cabai Produk susu Telur Adas Daging domba Lentil Susu (sapi/kambing) Jamur Pepaya Peterseli Kentang Ikan salmon Sarden Udang Kedelai Bayam Stroberi Tomat

Biji bunga matahari Tempe Seluruh biji-bijian Ubi Yogurt Mengenal Sumber Vitamin B Kompleks, fungsi dan akibat jika kekurangan Mengenal Sumber Vitamin B Kompleks, fungsi dan akibat jika kekurangan ADMIN MAY 27, 2012 3

Vitamin merupakan senyawa organik yang terdapat pada makanan yang mutlak diperlukan agar terjadi pertumbuhan tubuh yang normal. Vitamin diperlukan dalam jumlah relatif sedikit dan tidak membebaskan energi. Vitamin dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu vitamin yang larut dalam air dan vitamin yang larut dalam lemak. Vitamin yang larut dalam air adalah Vitamin B dan C. Sedangkan vitamin yang terlarut dalam lemak adalah Vitamin A, D, E, dan K. Salah satu kandungan vitamin yang penting bagi pertumbuhan manusia adalah vitamin B kompleks, yaitu vitamin B1, B2, B3, B6, B11, dan B12. Berikut ini kami rangkum sumber, fungsi dan akibat yang ditimbulkan jika kekurangan masing-masing vitamin B tersebut. 1. Vitamin B1 Sumber makanan yang mengandung Vitamin B1 adalah beras merah, kuning telur, susu, jantung, hati, otak, katul, gandum, wortel, kacang hijau, dan ragi. Fungsi Vitamin B1 adalah menjaga keseimbangan air dalam tubuh, membantu penyerapan lemak pada usus, dan membantu metabolisme karbohidrat. Jika kekurangan konsumsi Vitamin B1 dapat menyebabkan beri-beri dan neuritis, selera makan menurun, gangguan metabolisme karbohidrat, dan peredaran cairan tubuh akan terhambat.

2. Vitamin B2 Vitamin B2 ditemukan pada makanan susu, keju, sayuran, telur, beras, gandum, hati, ginjal, dan jantung. Vitamin B2 berfungsi untuk merangsang kinerja saraf mata dan memperlancar oksidasi zat makanan. Kekurangan vitamin B2 bisa menyebabkan penglihatan mata kabur karena katarak dan keratitis, perlukaan di sudut mulut, dan pertumbuhan tubuh akan terganggu. 3. Vitamin B3 Vitamin B3 terdapat pada makanan kedelai, kol, ragi, susu, hati, tomat, dan bayam. Vitamin B3 berfungsi dalam proses pertumbuhan dan pembelahan sel, mencegah penyakit pelagra, dan membantu perombakan karbohidrat.

Bila kekurangan Vitamin B3, seseorang bisa terserang penyakit pelagra dengan gejala dermatitis. Tanda-tanda pelagra antara lain kulit mengelupas, kemerahan, pecah-pecah, dan eksim. Kekurangan Vitamin B3 juga bisa menyebabkan penyakit demensia (cepat lupa dan cepat lelah), anemia, pendarahan di gusi dan usus, dan diare. 4. Vitamin B6 Vitamin B6 terdapat pada makanan telur, ikan, daging, hati, biji-bijian, dan sayuran. Vitamin B6 bermanfaat dalam proses pertumbuhan, pembentukan sel-sel darah, dan merangsang kerja urat saraf. Jika kekurangan Vitamin B6, manusia bisa terkena gejala anemia, pelagra, susah buang air besar, dan dermatitis. 5. Vitamin B11 dan B12 Kandungan Vitamin B11 bisa kita temukan pada makanan hati. Sedangkan Vitamin B12 terdapat pada makanan hati, ikan, dan susu. Fungsi vitamin B11 dan B12 adalah membantu pertumbuhan sel darah merah dan mencegah terjadinya pernisiosa. Pernisiosa adalah gejala anemia akut yang bisa menyebabkan kematian pada manusia penderita. Kekurangan vitamin B11 dan B12 bisa menyebabkan terjadinya kekurangan zat besi dalam darah (anemia). Demikian informasi kesehatan ini kami bagi. Semoga bisa berguna untuk Anda. Referensi: www.bioalami.blogspot.com/2008/07/manfaat-vitamin-b-kompleks.html www.id.wikipedia.org/wiki/Vitamin_B Apa Pengaruh Vitamin B Kompleks Bagi Kesehatan Anda? Tuesday, February 26th 2013. | Info Kesehatan Info sehat bugar Vitamin B kompleks merupakan vitamin yang sangat penting. Fungsinya amat sangat diperlukan dan berperan dalam setiap proses yang terjadi di dalam tubuh. Vitamin ini meliputi vitamin B1, vitamin B2, vitamin B3, vitamin B5, vitamin B6, vitamin B9, vitamin B12, Biotin, Kolin, dan Insitol. Sedangkan, di bawah ini ada pengaruh baik dari vitamin B kompleks bagi kesehatan Anda. Memproduksi Energi Vitamin B1 diperlukan untuk membantu Anda mengubah karbohidrat yang dikonsumsi menjadi glukosa. Kemudian, dengan bantuan vitamin B2, vtamin B3, vitamin B5, vitamin B6, dan biotin, maka tubuh akan mengubah glukosa tersebut menjadi energi. Anda, akan mendapatkan kelesuan, dan kelelahan luar biasa ketika kekurangan vitamin B. Sistem Syaraf yang Sehat Vitamin B sangat penting untuk kesehatan fungsi sistem saraf. Vitamin B5 dibutuhkan untuk memfungsikan kelenjar adrenal dengan benar dan emproduksi beberapa hormon dan zat
10

pengatur syaraf. Vitamin B1, Vitamin B6 dan Vitamin B12 sangat penting untuk regulasi dan fungsi yang benar dari seluruh saraf. Selanjutnya, Vitamin B9 sangat penting untuk mencegah cacat saraf pada janin selama kehamilan. Sebuah penelitian memperkuat kelebihan vitamin B bagi syaraf dengan temuan bahwa, sebuah kekurangan dalam salah satu vitamin B Kompleks dapat menyebabkan perasaan stres, cemas dan depresi. Pencernaan Yang Baik Vitamin B sangat penting untuk sistem pencernaan yang benar, dengan produksi HCI atau asam klorida, maka Anda akan dibantu dalam pemecahan lemak, protein, serta karbohidrat. Sedangkan, kekurangan vitamin B da[at menyebabkan gangguan pencernaan, dan kekurangan banyak nutrisi penting. Kesehatan Kulit, Rambut dan Kuku Dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin B, maka kulit, rambut, serta kuku Anda akan memiliki zat untuk terus tumbuh dan memperbaharui diri. Beberapa vitamin yang dengan pasti terlibat dalam penciptaan kebaikan bagi tiga organ di atas adalah Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B3, B5 Vitamin, Vitamin B9, Vitamin B12, Biotin dan Kolin. Juga, kekurangan salah satu Vitamin B kompleksdapat menyebabkan kering, kulit abu-abu, dermatitis, keriput, jerawat, ruam, rambut lemah, dam kuku membelah. Baca Juga Artikel Kami Lainnya : Menu Makanan Diebetes Yang Baik Bagi Kesehatan Inilah Risiko Kekurangan Vitamin B Terhadap Syaraf Senin, 4 Juni 2012 11:15 WIB

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Agustina NR TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Apakah Anda sering merasa nyeri, baal, kram, kaku-kaku, mati rasa, kesemutan, hingga anggota gerak melemah? Jika ya, hati-hati terhadap kesehatan saraf kita. Karena tak menutup kemungkinan kita mengalami neuropati. Yaitu kondisi gangguan dan kerusakan saraf yang disebabkan oleh trauma pada saraf atau karena efek samping dari penyakit sistemik. "Secara umum, neuropati sering kali tidak disadari sebagai penyakit, hanya dilihat sebagi kondisi pada umumnya. Padahal jika dibiarkan, neuropati bisa mengganggu aktivitas penderitanya," jelas dr. Manfaluthy Hakim, Sp.S(K), Ketua Kelompok Studi Neurofisiologis dan Saraf Tepi Perdossi (Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia). Neuropati dapat diderita siapapun, baik tua maupun muda. Apalagi untuk orang-orang yang berusia 40 tahun ke atas. Namun tak hanya usia tua, dr. Luthy, panggilan akrab Manfaluthy Hakim, menyebutkan orang yang beresiko menderita neuropati adalah memiliki diabetes,
11

riwayat keluarga dengan neuropati, hipertensi, merokok, mengonsumsi alkohol, menderita penyakit pembuluh darah, kanker, terpapar bahan kimia, terinfeksi penyakit tertentu, dan mengonsumsi obat-obatan yang menyebabkan neuropati. "Rokok mempengaruhi langsung sistem saraf secara perlahan, sehingga fungsi saraf akan terganggu dan akan timbul plak-plak di pembuluh darah. Jadi pembuluh darah halus yang bertugas memberikan nutrisi pada sistem saraf tepi akan mengalami gangguan dan kekurangan kekurangan nutrisi," jelas dr. Luthy. Gejala seperti yang dicontohkan di atas pun harus diwaspadai, serta gejala kulit hipersensitif, kulit mengilap tidak wajar, rambut rontok pada area tertentu, kelemahan tubuh atau anggota gerak, hingga atrofi otot atau otot mengecil. "Gangguan hantaran saraf yang paling ringan, adalah kesemutan. Jika kesemutan yang ditimbulan oleh gangguan saraf timbul secara spontan, misal bersila atau jongkok, segeralah memperbaiki posisi duduk, lalu kondisi tangan atau kaki akan kembali normal lagi," kata Luthy sembari menambahkan bahwa seringnya menggunakan mouse kecil, mengetik di komputer atau tablet, dan BBM memiliki resiko gangguan saraf. Jenis-jenis neuropati 1. Neuropati karena penuaan Semakin bertambah usia seseorang, cenderung mengalami lebih banyak gangguan saraf. Lebih dari 26 persen orang berusia 40 tahun mengalami neuropati. 2. Neuropati karena diabetes Semua pasien diabetes beresiko menderita neuropati diabetikum, bahkan lebih dari 50 persen pasien diabetes mengalaminya. 3. Neuropati karena defisiensi vitamin Neuropati karena kekurangan asupan vitamin neurotropik, malnutrisi, maupun penggunaan obat-obatan jangka panjang (misal obat TB). 4. Neuropati karena hal lain: jeratan dan trauma Cegah neuropati dengan vitamin B dr. Luthy memaparkan bahwa neuropati dapat dicegah. Caranya dengan pemberian vitamin neurotropik dalam dosis yang dianjurkan. "Vitamin neurotropik dapat menyegah dan mengatasi neuropati supaya tidak menjadi parah," jelas Kepala Divisi Neurofisiologis Klinis ini. Vitamin neurotropik merupakan vitamin yang sangat diperlukan tubuh guna menjaga sistem saraf agar dapat bekerja dengan baik. Vitamin ini terdiri dari vitamin B1, B6, dan B12. Di sisi lain, saraf kita sangat tergantung pada suplai vitamin B yang dapat melindungi dan meregenerasi saraf dan ternyata saraf sangat sentitif terhadap kekurangan vitamin B. Dalam sebuah studi Many Elderly at Nutritional Risk, 45 persen orang tua yang tidak mengonsumsi vitamin B1 mengalami neuropati dan kekurangan vitamin ini menyebabkan neuropati yang menyakitkan pada anggota gerak tubuh.
12

Vitamin B6 menjaga sistem saraf dan imun agar berfungsi dengan baik, selain itu untuk metabolisme sel darah merah, dan pembentukan hemoglobin. Jika seseorang kekurangan vitamin B6: kulit meradang, mukosa mulut, lidah, anemia, serta kelainan saraf (depresi, bingung, kejang). Sedangkan vitamin B12 penting untuk pertumbuhan sel, reproduksi, pembentukan selubung mielin (selubung yang mengelilingi dan melindungi saraf), serta nukleoprotein. Kurangnya vitamin B12 menyebabkan rusaknya selubung mielin, akibatnya mudah terserang baal, kesemutan, kram, mati rasa, hingga kaku-kaku. Pada pasien diabetes yang menggunakan terapi metformin, sering terjadi penurunan yang signifikan dari kadar vitamin B12 di dalam tubuh. Konsumsi deratan vitamin B1, B6, dan B12 dapat menormalkan fungsi saraf dengan memerpaiki gangguan metabolisme sel saraf, dengan memberikan asupan yang dibutuhkan supaya saraf dapat bekerja dengan baik, juga terlibat dalam metabolisme energi sel, sehingga dapat dipakai untuk mengatasi kelelahan dan membantu dalam masa penyembuhan penyakit. Vitamin B12 Diperlukan Lebih Banyak Menurut dr. Luthy, semua orang rentan terhadap defisiensi vitamin B12. Pasalnya vitamin B12 yang masuk ke tubuh kita hanya diserap kurang dari dua persen. Semakin usia bertambah, kita semakin membutuhkan vitamin ini, guna menyegah neuropati akibat penyakit degeneratif. Begitu pula dengan penderita diabetes, hipertensi, atau orang dengan penyakit degeneratif lainnya, orang yang aktif merokok, dan mengonsumsi alkohol memerlukan konsumsi vitamin B12. VITAMIN B12 INJECTIO PUBLISHED JANUARI 12, 2012 BY FAJARSUNDARI146 I. Nama Zat Aktif

Vitamin B12 / Sianokobalamin

II. Tujuan

a. Memahami tentang larutan injeksi steril b. Memahami prinsip dasar pembuatan dan mampu mengaplikasikannya dalam praktikum c. Memahami evaluasi dan mampu mengaplikasikannya dalam praktikum untuk skala lab

13

d. Mahasiswa mampu memahami cara pembuatan injeksi Vitamin B12 dengan benar

III. Pendahuluan

Latar Belakang Sediaan-sediaan farmasi pada proses pembuatannya kemungkinan dapat tercemar oleh mikroorganisme terutama pada bahan bakunya. Pada waktu penggunaan dapat pula terjadi kontaminasi. Sediaan obat yang telah terkontaminasi dapat menyebabkan kerusakan seperti turunnya potensi, berubahnya rasa maupun bau dan terjadinya reaksi pirogenik, sehingga akan terjadi infeksi pada pengguna.Sediaan lain seperti alat kesehatan steril digunakan untuk orang yang sedang sakit dimana kondisinya dalam keadaan lemah, sehingga terkontaminasi akan berpotensi menambah penyakit. Sediaan yang penggunaanya disuntikan pemakaiannya lansung berhubungan dengan sirkuasi darah dimana darah media berpotensi untuk tumbuhnya mikroorganisme. Kontaminasi akan mempercepat berkembangnya mikroorganisme dalam sediaan.Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, sediaan obat harus steril dan berlebelkan steril. Oleh karena itu, perlu proses sterilisasi dan uji sterilitasnya. Steril berarti bebas dari jasad renik, bakteri pathogen dan non pathogen,vegetatif atau non vegetatif. Apabila pada penandaan obat diterakan kata steril, maka ini berarti bahwa batch yang sampelnya diuji sterilitasnya adalahsteril.

b. Alasan pemilihan zat aktif

Vitamin B12.

-(5,6-dimetilbenzimidazol-2-)-kobalimida sianida C63H88CoN14O14P BM= 1355,35

Pemerian : Hablur atau serbuk hablur; merah tua; tidak berbau. Bentuk anhidrat sangat higroskopik.

Kelarutan : Agak sukar larut dalam air dan dalam etanol (95 %) P; praktis tidak larut dalam kloroform P, dalam eter P; dan dalam aseton P.

14

Struktur : Molekul vitamin B12 terdiri atas bagian cincin porfirin dengan satu atom Co, basa dimetilbenzimidazol, ribose, dan asam folat. Penambahan gugus -CN pada kobalamin menghasilkan sianokobalamin, sedangkan penambahan gugus OH menghasilkan zat yang dinamakan hidroksikobalamin.

Defisiensi : Kekurangan vitamin B12 disebabkan oleh kurangnya asupan, terganggunya absorbs, terganggunya utilisasi, meningkatnya kebutuhan, destruksi yang berlebihan atau ekskresi yang meningkat. Defisisensi kobalamin ditandai dengan gangguan hematopoesis, gangguan neurologi, kerusakan sel epitel terutama epitel saluran cerna dan debilitas umum.

indikasi : Anemia pernisiosa yang tidak terkomplikasi atau malabsorbsi pada intestinum yang menyebabkandefisiensi vitamin B12.

Kontraindikasi : Hipersensitivitas, tidak boleh digunakan untuk anemia megaloblastik pada wanita hamil.

Stabilitas : Dalam larutan yang mengandung tiamin HCl, sianokobalamin, dan penyusun lain vitamin B Kompleks, kerusakan produk tiamin HCl menyebabkan kerusakan sianokobalamin yang cepat ion Fe konsentrasi rendah dapat melindungi produk tanpa mempengaruhi stabilitas tiamin

Inkompatibel : Dengan oksidator dan reduktor dan dengan garam logam berat. Stabil dalam larutan netral dan dalam larutan asam kuat.

Efek samping : Sianokobalamin biasanya bisa ditoleransi dengan baik. Reaksi alergi setelah injeksi jarang terjadi.

pH : stabil pada pH 4 sampai dengan 7

Titik lebur : Melebur pada suhu 300C

Suhu stabilitas : Stabil pada suhu kamar Rusak pada suhu : 140 145oC karena ikatan sianida melepas pada suhu tersebut.

15

c . Farmakodinamika

Sianokobalamin : Ada 2 reaksi enzim penting pada manusia yang memerlukan Viamin B12. Pada satu reaksi, deoksiadenosilkobalamin merupakan kofaktor yang diperlukan dalam konversi metilmalonin-KoA menjadi suksinil KoA oleh enzim metilmalonil-Koa mutase. Pada defisiensi vitamin B12, tidak terjadi konversi ini dan substratnya, metilmalonil-KoA, akan tertimbun. Akibatnya, akan disintesis asam lemak yang tidak aberan dan bergabung ke dalam membran sel. Dianggap bahwa penggabungan asam lemak yang non fisiologik seperti itu ke dalam membran sel susunan saraf pusat bertanggung jawab atas manifestasi neurologik Vitamin B12.

Reaksi enzim lain yang memerlukan vitamin B12 adalah konversi 5-CH3-H4folat dan homosistein menjadi H4 folat dan metionin oleh enzim 5-CH3-H4 folat homosistein metilransferase. Pada reaksi ini, kobalamin dan metilkobalamin mengalami interkonversi serta vitamin tersebut dapat dianggap sebagai katalisator sejati. Bila timbul defisiensi vitamin B12, maka tidak timbul konversi folat makanan utama dan cadangan, 5-CH3-H4folat.Sebagai akibatnya, 5-CH3-H4 folat tertimbun dan akan timbul defisiensi kofaktor folat yang diperlukan unuk sintesis DNA. Timbunan folat tubuh sebagai 5-CH3-H4folat dan ketidakmampuan yang berkaitan untuk membentuk kofaktor folat pada keadaan defisiensi vitamin B12 dinamai sebagai perangkap meilfolat. Ini merupakan tahapan biokimia, tempat metabolisme vitamin B12 dan asam folat berhubungan dan dapat menerangkan mengapa anemia megaloblastik defisiensi vitamin B12 ( tetapi bukan kelainan neurologiknya) dapat dikoreksi sebagian oleh asam folat.

d.Farmakokinetika

Absorbsi Sianokobalamin diabsorpsi baik dan cepat setelah pemberian IM dan SK. Kadar dalam plasma mencapai puncak dalam waktu 1 jam seelah suntikan IM. Hidroksokobalamin dan koenzim B12 lebih lambat diabsorpsi, agaknya karena ikatannya yang lebih kuat dengan protein. Absorbsi peroral berlangsung lambat di ileum, kadar puncak dicapai 8-12 jam setelah pemberian 3 ug. Absorpsi ini berlangsung dengan dua mekanisme, yaitu dengan perantaraan faktor instrinsik Castle (FIC) dan Absorpsi secara langsung.

Distribusi Setelah diabsorpsi, hampir semua vitamin B12 dalam darah terikat dengan protein plasma. Sebagian besar terikat pada beta globulin (transkobalamin II), sisanya terikat pada 16

glikprotein( transkobalamin I) dan inter alfa-glikoprotein (transkobalamin III). Vitamin B12 yang terikan pada transkobalamin II akan diangku ke berbagai jaringan, terutama hati yang merupakan gudang utama penyimpanan vitamin B12 (50-90%). Kadar normal vitamin B12 dalam plasma adalah 200-900 pg/mL dengan simpanan sebanyak 1-10 mg dalam hepar.

Metabolisme dan Ekskresi Baik sianokobalamin maupun hidroksikobalamin dalam jaringan dan darah terikat oleh protein. Seperti halnya koenzim B12,ikatan dengan hidroksikobalamin lebih kuat sehingga sukar diekskresi melalui urin.Di dalam hati kedua kobalamin tersebut akan diubah menjadi koenzimB12. Pengurangan jumlah kobalamin dalam tubuh disebabkan oleh ekskresi melalui saluran empedu, sebanyak 3-7 ug sehari harus direabsorbsi dengan perantara FIC. Ekskresi bersama urin hanya menjadi pada benuk yang idak terikat pada protein. Delapan puluh sampai 95 % vitamin B12 akan diretensi dalam tubuh bila diberikan dalam dosis sampai 50ug dengan dosis yang lebih besar, jumlah yang akan diekskresi akan lebih banyak. Jadi bila kapasitas ikatan protein dari hati, jaringan dan darah telah jenuh, vitamin B12 bebas akan dikeluarkan bersama urin sehingga tidak ada gunanya memberikan vitamin B12 dalam jumlah yang terlalu besar. Vitamin B12 dapat menembus sawar uri dan masuk ke dalam sirkulasi bayi.

e. Pemilihan Cara pemberian sediaan secara IM

Vitamin B12 diindikasikan untuk pasien defisiensi vitamin B12 misalnya anemia pernisiosa.Pada pasien tanpa komplikasi perbaikan obyektif dan subyektif lebih cepat diperoleh.Pada pasien anemia pernisiosa yang berat, selain gejala anemia mungkin terdapat kerusakan lain yang mencolok .Walaupun diagnosis belum ditegakkan, sebaiknya langsung disuntikkan 100 ug sianokobalamin dan asam folat secara IM , selanjutnya 100 ug sianokobalamin IM dan 1-2 terapi sianokobalamin per oral.

Dari penjelasan diatas, alasan kami memilih pemberian IM adalah

Sianokobalamin baik dan cepat diabsorbsi dalam pemberian IM daripada per oral Karena lebih cepat diabsorbsi secara IM lebih cepat maka proses penanggulangan/ penyembuhan penyakit lebih cepat Karena sifatnya yang asam, jika diberikan secara IV maka Akan menyebabkan Syok Anafilaksis. f. Dosis

17

Menurut farmakope Indonesia III : a. DL dewasa 1xp = 1 mg secara IM Catatan : Diberikan seminggu 3 kali, kalau terlihat perbaikan pada gambar darah diberikan 1 mg sebulan sekali. Pada kehamilan dan laktasi, keperluannya meningkat masing-masing 3 dan 3,5 g. b. DL untuk anak-anak dan bayi secara IM Indikasi: anemia pernisiosa juvenilis Dosis awal: 15 mg Dosis pemeliharaan: 15 mg Catatan: diberikan tiap 2 hari, selama 2-3 minggu berturut-turut. Diberikan tiap 2-3 minggu sesuai keperluan hematologic Menurut mrtindale: a. DL anak 1xp < 1 tahun = 0,3 g b. DL anak 1xp 1-3 tahun = 0,9 g c. DL anak 1xp 4-9 tahun = 1,5 g d. DL anak 1xp > 10 tahun = 2 g e. DL wanita hamil = 3 g f. DL wanita menyusui = 2,5 g

g. Wadah dan Penyimpanan Dalam wadah tak tembus cahaya, dosis tunggal atau dosis ganda, sebaiknya dari kaca tipe

h. Zat Zat tambahan (exipient)

Zat Tambahan: API Sinonim : Aqua pro injeksi Bentuk : Larutan Warna : Jernih

18

Bau : Tidak berbau Rasa : Tidak berasa Khasiat : sebagai pelarut dalam injeksi

Na Dihidrogen fosfat Sinonim : Sodium asetat Pemerian :masa hablur putih, kelabu pucat atau sangat pucat, higroskopik Kelarutan : sangat larut dalam air Fungsi : pendapar

Natrium klorida Sinonim : Natrium kloridum

Pemerian : Hablur heksahedral, tidak berwarna, atau serbuk hablur putih, tidak berbau rasa asin. Kelarutan : Larut dalam 2,8 bagian air, 2,7 air mendidih dan dalam lebih kurang 10 bagian gliserol, sukar larut dalam etanol Penyimpanan: dalam wadah tertutup baik.

Fungsi

: Zat pengisotonis

Benzil Alkohol Pemerian : Cairan tidak berwarna, hampir tidak berbau,rasa tajam dan membakar.

Kelarutan : Larut dalam 25 bagian air, dapat campur dengan etanol (95%) P, dengan kloroform dan dengan eter P

Fungsi

: Preservatif

19

Asam sitrat: Pemerian :Hablur tak berwarna, serbuk putih, rasa asam kuat, agak higroskopis dalam suasana lembab.

Kelarutan:larut dalam air dan etanol, sukar larut dalam eter P

Fungsi : Penambah keasaman ( bila perlu)

IV Formulasi

Formulasi berdasarkan fornas hal. 89 Komposisi: Tiap ml mengandung:

Sianookobalamin 1 mg

API ad. 1 ml

Penyimpanan: Dalam wadah dosis tunggal atau wadah ganda terlindung cahaya Dosis: Secara IM pemeliharaan sekali sebulan 100g Pengobatan 3x seminggu 1mg

Catatan: 1. Pada pembuatan ditambahkan asam asetat atau asam klorida encer secukupnya hingga pH 4,5. Dapat juga ditambahkan Na dihidrogenfosfat. 2. Ditambahkan NaCl secukupnya. 3. Dapat ditambahkan fenil raksa (II) nitrat 0,001% b/v atau benzyl alcohol 1% b/v. 4. Disterilkan dengan cara sterilisasi A, B dan C. 5. Sediaan berkekuatan lain: 500g/ml

20

Perhitungan Dapar Berdasarkan catatan untuk injeksi sianokobalamin pada FORNAS halaman 89, injeksi ini dapat pula ditambah dapar Na dihidrogenfosfat. Oleh karena itu, kami memilih menggunakan dapar fosfat. Berikut ini perhitungan daparnya. pH stabil sediaan = 4.5 7 pH stabil yang dipilih = 6 pKa H2PO4- = 7,12 Persamaan Henderson-Hasselbach untuk Buffer pH = pKa + log 6 = 7,12 + log log = -1,12 = 0,076 [HPO42-] = 0,076 [H2PO4-] Persamaan Koppel-Spiro-Van Slyke untuk Kapasitas Dapar Ka = antilog (-pKa) = antilog (-7,12) = 7,6 . 10-8 [H3O+] = antilog (-pH) = antilog (-6) = 1 . 10-6 = 2.3 C 0,01 = 2.3 C = 2.3 C = 2.3 C (6,55 x 10-2) C = 0,066 mol/L C = [garam] + [asam] 0,066 = [HPO42-] + [H2PO4-] = 0,076 [H2PO4-] + [H2PO4-] = 1,076 [H2PO4-] [H2PO4-] = 0,061 M [HPO42-] = 0,076 [H2PO4-]

21

= 0,076 x 0,061 = 4,636 x 10-3 M Komposisi dapar = NaH2PO4 + Na2HPO4 BM NaH2PO4 = 120 BM Na2HPO4 = 142 Konsentrasi komposisi dapar per ml [NaH2PO4] = [H2PO4-] = 0,061 mol/l = 0,061 x 120 = 7,32 gram/l = 7,32 mg/ml [Na2HPO4] = [HPO42-] = 4,636 x 10-3 mol/l = 4,636 x 10-3 x 142 = 0,6583 g/l = 0,6583 mg/ml

Formula akhir Sianokobalamin NaH2PO4 Na2HPO4 NaCl : 1 mg : 7,32 mg : 0,6583 mg : qs

Benzilalkohol

: 0.01

ml

Asam sitrat API

: qs : ad 1 ml

c. Usul dan penyempurnaan sediaan

22

Permasalahan Solusi Alternatif pemecahan masalah Keputusan Keterangan 1. Zat aktif tidak stabil karena cahaya maka dari itu isimpan dalam wadah berwarna gelap 2. Untuk pembuatan injeksi harus dipenuhi persyaratan sterilisasi Dipilih teknik sterilisasi sesuai dengan sifat zat aktif . Menurut USP cara sterilisasi injeksi vit b12 dengan sterilisasi cara A. Namun, karena menggunakan benzil alkohol yang mudah menguap karena pemanasan maka digunakan sterilisasi C. 3. Alat alat yang digunakan ( tahan panas ) dsterilisasi dengan sterilisasi cara D 4. Stabilitas zat aktif berada pada rentang 4,5 7 Diberikan dapar/ pengatur pH yang cocok dengan menggunakan dapar fosfat 5. Rute pemberian obat secara IM sehingga sedapat mungkin sediaan isotonis (sebaiknya isotonis) Ditambahkan zat pengisotonis 6. Kelarutan vitamin B12 dalam air dapat ditingkatkan dengan menggunakan air panas

7. Pencampuran dilakukan dengan menghindari paparan O2 / CO2 dari udara karena Vit B12 mudah teroksidasi

V Metoda Pembuatan

Pembuatan Injeksi Vitamin B12 dilakukan dengan cara sterilisasi akhir di dalam autoklaf. a. Alat dan Bahan No Nama Alat Jumlah Cara Sterilisasi 1 Kaca arloji 2 Oven 170oC, 30 menit 2 Gelas ukur 1 Autoklaf 121oC, 20 menit 3 Erlenmeyer 2 Autoklaf 121oC, 20 menit 4 Beaker glass 3 Autoklaf 121oC, 20 menit 5 Batang pengaduk 1 Oven 170oC, 30 menit 6 Pinset 2 Oven 170oC, 30 menit 7 Spatula 1 Oven 170oC, 30 menit 8 Pipet 2 Oven 170oC, 30 menit 9 Corong 1 Oven 170oC, 30 menit
23

10 Spuit 1 Direbus 11 Cawan 1 Oven 170oC, 30 menit 13.Kompor Listrik Bahan : - Vitamin B6

API (Aquadest Pro Injection)

Benzil Alkohol

NaH2PO4

Na2HPO4

NaCl

b. Prosedur kerja

1. Menyiapkan alat-alat. 2. Menimbang bahan-bahan. 3. Mengambil API sebanyak 25 ml ( 10 ml untuk pembilasan, 15 ml untuk melarutkan) ke dalam beaker glass. 4. Membuat dapar asetat, dengan cara melarutkan Na dihidrogen fosfat dan Dinatrium hidrogen fosfat dalam air di dalam beaker glass. 5. Melarukan vitamin B12 dalam beaker glass dengan air yang telah dipanaskan dahulu.

6.Ditambahkan Benzilalkohol dicampur 7. Mengukur pH larutan vitamin B12.

24

8. Mencampurkan dapar fosfat ke dalam larutan vitaminB 12. 9. Mengukur pH, jika pH belum sesuai maka larutan di tambah asam sitrat adjust sampai yang diinginkan (4,5-7).M1 10. Menambahkan NaCl ke dalam M1. 11. Menguji pH. 12. Membasahkan kertas saring dalam corong dengan sedikit API. 13. Menyaring larutan melalui corong yang sudah dilapisi dengan kertas saring yang telah dibasahi. 14. Membilas beker glass yang digunakan untuk melarutkan vitamin B6 dengan sisa AP, kemudian menampungnya dan menyaringngnya ke dalam wadah yang berisi filtrat larutan sebelumnya. 15. Mengisikan larutan obat ke dalam Ampul berwarna gelap sebanyak 1 ml dengan menggunakan spuit. 16. Menutup Ampul dengan panas api dari bunsen gas.

c. Keuntungan metode

Sederhana sehingga dapat dilakukan secara mudah

d.Kekurangan

1. Karena tidak menggunakan sianokobalamin dengan kelehan tertentu maka proses melarutkannya harus menggunakan air panas dan agak lama

2. Karena menggunakan kertas saring untuk menyaring filtrat maka dikhawatirkan partikel kertas saring msuk ke dalam larutan steril.

VI.Kemasan

Wadah dibedakan menjadi 2 macam yaitu

25

Pengemas Primer dan pengemas sekunder

Pengemas primer : Bahan kemas langsung kontak langsung dengan bahan pengemas Dalam Formula kami, Pengemas primernya adalah ampul berwarna gelap . Alasan

Volume sediaan yang sedikit Wadah ampul adalah wadah tertutup rapat sehingga dapat mencegah oksidasi vitamin b12 Berwarna gelap/ tidak tembus cahaya karena vitamin b12 tidak stabil bila terkena cahaya Dari FI IV : Wadah dan penyimpanan injeksi vitamin B12 adalah Wadah tidak tembus cahaya, dosis tunggal atau dosis ganda, sebaiknya dari kaca tipe 1

Ampul

Pengemas Sekunder :bahan pengemas yang tidak kontak langsung dengan bahan yang dikemas Untuk pengemas sekundernya menggunakan kotak karton.

Alasan

1.Mudah dalam pembuatannya

2.Bahan yang sederhana

3. Dapat digunakan sebagai media identifikasi isi dan pabrik

4. Dapat diberikan warna atau gambar yang menarik dari segi estetika

26

kemasan sekunder

Leaflet

Brosur SINOKO LARUTAN INJEKSI SIANOKOBALAMIN Vitamin B12 1mg/mL Komposisi : Tiap ml mengandung vitamin B12 . 1 mg Indikasi : Anemia pernisiosa yang tidak terkomplikasi atau malabsorbsi pada intestinum yang menyebabkan defisiensi vitamin B12. Efek Samping : Sianokobalamin biasanya bisa ditoleransi dengan baik. Reaksi alergi setelah injeksi jarang terjadi. Kontraindikasi : Hipersensitivitas, tidak boleh digunakan untuk anemia megaloblastik pada wanita hamil. Dosis : 1xp= 1mg Penyimpanan : Simpan di tempat sejuk, terlindung dari cahaya Kemasan : Box, 3 ampul @ 1 ml No. Reg. DKL 0805634704 A1

Diproduksi oleh: PT. BENA FARMA,SOLO, Indonesia

27

VII.Metode sterilisasi

a. Cara sterilisasi D ( Untuk wadah dan Alat alat gelas )

Cara D (pemanasan secara kering; oven pada suhu 170 C selama 2 jam dengan udara panas)

Prinsip : Oksidasi dan denaturasi Protein mikroba dengan menggunakan panas kering Menggunakan oven Hot Air Method (Oven) Digunakan untuk peralatan yang tahan Panas contihnya,gelas ukur dan labu erlenmyer, begitu juga ampul

Alat gelas yang disterilisasi dengan udara panas tidak akan timbul kondensasi sehingga tidak ada tetes air (embun) didalam alat gelas.

Bungkus alat-alat gelas dengan kertas payung atau aluminium foil

Atur pengatur suhu oven menjadi 170C dan alat disterilkan selama 3-4 jam.

Prinsip : Oksidasi dan denaturasi Protein mikroba

Kelebihan :

Ampuh untuk membunuh bakteri dan pirogen Kelemahan :

Harus memperhitungkan penempatan pada oven agar pada saat terjadi pemuaiaan lat gelas tidak saling menekan dan pecah. Waktu sterilisasi cukup lama
28

Sifatnya yang desktruktif memungkinkan alat yang disterilisasi mengalami tidak benar benar tahan tehadap panas yang tinggi Cara sterilisasi C ( untuk isi /cairan obat) Penyaringan bakeri secara steril

kerusakan jika

Filtrasi, microfilter : 2,5 3 / 0,22 0,45

Prinsip : Cairan lewat saringan berpori (ditekan dengangayasentrifugasi atau pompa vakum). Bakteri tertahan pada saringan

Alasan : Karena mengunakan bahan benzil alkohol yang mudah menguap, maka dilakukan sterilisasi tanpa pemanasan seperi menggunakan car asterilisasi C.

Langkah :

Sterilkan tempat yang digunakan sebagai wadah Media disaring menggunakan mikrofilter (2,5 3) dan langsung ditempatkan pada wadah steril

Ditutup rapat dengan aluminium foil Dilakukan dalam laminar flow Kelebihan :

Cocok untuk bahan yang tidak stabil/ tahan terhadap proses pemanasan Kelemahan :

Menyebabkan resiko tambahan yang lebih potensial dibandingkan proses sterilisasi lain, dianjurkan untuk melakukan penyaringan kedua atau lapisan saringan ganda melalui saringan penahan mikroba yang steril segera sebelum pengisian

29

Pengurangan zat obati,jika ada partikel obat yang mempunyai ukuran partikel lebih besar daripada filter Gambar Mikrofilter

VIII. Kontrol Kualitas

Uji pH Diambil larutan secukupnya

Diukur pH larutan dengan pH meter yang sudah dikalibrasi

Dicatat hasilnya

Alasan dilakukan : untuk mengetahui PH larutkan steri apakah sesuai dengan syarat atau tidak

Uji kebocoran Dibuat larutan metilen blue 0,0025% (b/v) dalam larutan phenol 0,0025% (b/v) sebanyak 250 ml

Ampul ampul direndamkan ke dalam larutan tersebut

Dimasukkan dalam bejana vakum sampai 70 mmHg (0,96 kg/cm2) dan dijaga selama tidak kurang dari 15 menit

Diamati hasilnya, ampul yang berwarna biru dibuang(bocor)

30

Alasan : Untuk mengetahui apakah ampull yang dipake bocor atau tidak

Uji bebas partikel asing Larutan yang sudah disterilkan

Dilihat dibawah lampu dengan latar belakang hitam dan putih

Dilihat ada tidaknya partikel asing

Alasan : Untuk mengetahui apakah ada partikel asing atau tdak didalam sediaan

Uji cemaran mikroba Ditanam larutan atau sample dalam media mc conkey agar

Di inkubasi pada suhu 37 C selama 24 jam

Diamati pertumbuhan bakteri

Alasan : Mengetahui adakah bakteri atau tidak di dalam sediaan

Uji keseragaman volume Dimasukkan larutan atau sampel ke dalam gelas ukur

Diukur volume setelah dilakukan uji kebocoran

dan dicatat hasilnya

31

Alasan : Mengetahui keseragaman volume dalam setiap kemasan

f.Uji Kejernihan

Dilihat secara visual apakah cairah berwarna jernih atau tidak

Alasan : Melihat apakah larutan tersebut berwarna jernih atau tidak

IX. Daftar Pustaka

Anonoim.1979.Farmakope Indonesia,edisi III.Departemen Kesehatan RI .Jakarta.

Anonim.1995.Farmakope Indonesia ,edisi IV.Departemen Kesehatah RI.Jakarta.

Anonim.1978.Formularium Nasional.Departemen Kesehatan RI. Jakarta

Anonim.2007.Pemastian Mutu Obat,Vol 2.Penerbit Buku Kedokteran EGC.Jakarta

Goeswin,Agoes.2009.Sediaan Farmasi Steril. Penerbit ITB.Bandung

Rowe,R. C., Sheskey,P.J, Quinn, M. E. 2009. Handbook of Pharmaceutical Excipient. 6 th ed, Pharmaceutical Press,London.

32