Anda di halaman 1dari 127

2.

Struktur Kabel

2.2.a Pengertian
Struktur kabel adalah sebuah sistem struktur yang bekerja berdasarkan prinsip gaya tarik, terdiri atas kabel baja, sendi, batang, dsb yang menyanggah sebuah penutup yang menjamin tertutupnya sebuah bangunan. Struktur kabel dan jaringan dapat juga dinamakan struktur tarik dan tekan, karena pada kabel-kabel hanya dilimpahkan gaya-gaya tarik, sedangkan kepada tiang-tiang pendukungnya hanya dilimpahkan gaya tekan.

2.2.b Sejarah
Banyak bangunan yang menggunakan struktur funicular. Kita tinjau struktur tarik dahulu. Sebagai contoh, jembatan gantung yang semula dikembangkan di Cina, India, dan Amerika Selatan adalah struktur funicular tarik. Ada struktur jembatan kuno yang menggunakan tali, ada juga yang menggunakan bambu. i Cina ada jembatan yang menggunakan rantai, yang dibangun pada sekitar abad pertama S!. Struktur kabel juga banyak digunakan pada gedung misalnya struktur kabel yang menggunakan tali. Struktur ini dipakai sebagai atap amfiteater "oma#i yang dibangun sekitar tahun $% S! seperti terlihat pada &ambar '.(.a.). Sekalipun kabel telah lama digunakan, pengertian teorismenya masih belum lama dikembangkan. i *ropa, jembatan gantung masih belum lama di gunakan meskipun struktur rantai-tergantung pernah dibangun di Alpen S#iss pada tahun )')+. ,eori mengenai struktur ini pertama kali dikembangkan pada tahun )-.-, yaitu sejak /austo 0eran1io menerbitkan gambar jembatan gantung. Selanjutnya pada tahun )$2) dibangun jembatan rantai di urham Country, Inggris. 3embatan ini mungkin merupakan jembatan gantung pertama di *ropa.

&ambar '.(.a.) Struktur atap kabel pada "oman Colosseum,abad ke $% S!. Kabel tali membentang secara radial melintasi struktur terbuka. Bentang struktur adalah 4'% ft5)++ m6 pada sumbu manjor dan -)( ft 5)-4 m6 pada sumbu minor 5dari durm6. Sumber 7 aniel 8. Schdek. Struktur. 9al ).2

:ada abad pertengahan )-, 8eonardo da 0inci 5 )2-'-)-). 6, dimana beliau dikenal dengan pelukis dan insinyur terkenal di abad reinassance, beliau membuat sketsa gambar konstruksi jembatan 5gambar '.(.a.'6 dengan sistem jembatan kabel sebagai penopangnya 5cable stayed bridge6. Kemudian sketsa ini diperkenalka kepada /rit1 8eonhard di 3erman.

)4

&ambar '.(.a.' sketsa gambar 8eonardo da 0inci. Sumber 7 9arianto 9ardjasaputra. S,";K,;" ,"A<S:A"A<. 9al )+

,itik balik penting dalam e=olusi jembatan gantung terjadi pada a#al abad ke-). di Amerika, yaitu pada saat 3ames /indley mengembangkan jembatan gantung yang dapat memikul beban lalu lintas. /indley membangun jembatannya untuk pertama kali pada tahun )+)% di3acobs Creek, ;nionto#n, :ennsyl=anis dengan menggunakan rantai besi fleksibel. Ino=asi /indley bukalah kabelnya melainkan penggunaan dek jembatan yang diperkaku yang pengkakunya diperoleh dengan menggunakan rangka batang kayu. :enggunaan dek kaku ini dapat mencegah kabel penumpunya berubah bentuk sehingga bentuk permukaanjalan juga tidak berubah 5lihat &ambar '.(.a.(6. Ino=asi /indley dilanjutkan oleh ,homas ,elford di Inggris dengan mendesain jembatan yang melintasi Selat !enai di >ales 5)+)+?)+'46. 8ouis <a=ier, ahli matematika :rancis yang amat terkenal, membahas karya /indley dengan menulis buku mengenai jembatan gantung, Rapport et Memoire sur les Ponts Suspends, yang diterbitkan pada tahun )+'(.

a. Beban mati struktur merupakan beban terdistribusi. Bentuk kabel adalah parabolik.

b. Beban hidup dapat berpindah-pindah dan seringkali berupa beban terpusat. Apabila dek jembatan tidak kaku, maka kabel dan juga dek jembatan akan berubah bentuk pada saat mengalami beban hidup.

)$

c. !embuat dek jembatan kaku pada arah longitudinal, gaya-gaya pada kabel yang disebabkan oleh beban terpusat akan terdistribusi secara lebih merata. Bentuk kabel dan bentuk dek akan relatif konstan. &ambar '.(.a.( Struktur jembatan gantung 7 penggunaan dek jembatan kaku. Sumber 7 aniel 8. Schodek. S,;K,;". 9al ).-

Segera setelah ino=asi /indley, banyak jembatan gantung terkenal lainnya dibangun, misalnya jembatan Clifton di Inggris 5oleh Isombard Brunel6 dan jembatan Brooklyn 5oleh 3ohn "oebling6. Banyak pula jembatan modern yang di bangun setelah itu, misalnya yang membentangi Selat !essina dengan bentang tengah sekitar -%%% ft 5)-'- rn6 dan jembatan 0era1ano-<anro#s yang bentang tenggahnya 2'4% ft 5)(%% m6. :enggunaan kabel pada gedung tidak begitu cepat karena pada saat itu belum ada kebutuhan akan bentang yang sangat besar. !eskipun 3ames Bogardus telah memasukkan proposal kepada Crystal :alace path <e# @ork *Ahibition pada tahun )+-(, yang mengusulkan atap gedung berbentuk lingkaran dan besi tuang berdianmeler $%% ft 5')( m6 digantung dari rantai yang memancar dan ditanam pada menara pusat, struktur pa=ilyun pada pameran <ijny-<o=gorood yang oleh 0. Shookho= pada tahun )+.4 dianggap sebagai a#al mulainya aplikasi pada gedung modern. Struktur-struktur yang dibangun berikutnya adalah persis lokomotif pada Chicago >orldBs /air pada tahun ).(( dan 8i=estok :a=illion yang dibangun di "aleigh, <orth Carolina pada sekitar tahun ).-% itu sangat banyak dibangun gedung yang menggunakan struktur kabel.

2.2.c Sejarah dan pengertian Struktur Pelengkung


:asangan kabel, yaitu pelengkung, juga telah banyak digunakan pada #aktu ideal. Singkat kata, banyak pelengkung kuno, khususnya yang berbentuk setengah lingkaran, yang digunakan oleh bangsa "oma#i, tidak benar-benar merupakan sturtur funicular karena bentuknya sedikit menyimpang dari kur=a funicular 5lihat &ambar '.(.b.) 6 untuk beban yang dialaminya. Akan tetapi, karena besarnya )uas penampung pelengkung tersebut, perbedaan kur=a mi terhadap perilaku struktur dapat di abaikan.

&ambar '.(.b.) mekanisme keruntuhan pelengkung. ,erjadi keretakan pada beberapa lokasi sebelum terjadi keruntuhan. Sumber 7 aniel 8. Schodek. S,;K,;". 9al ).4

)+

Karakteristik pelengkung kuno ialah pelaksanaannya menggunakan tumpuan sementara sampai bagian puncaknya ditumpuk. Struktur yang diperoleh ini semua stabil apabila ditambah bobot pada puncaknya Idenya ialah semakin besar beratnya, semakin tinggi gaya tekan yang timbul di antara blok-blok, dan semakin kecil kemungkinan terjadinya retak di antara blok 5yang dapat timbul akibat penyimpangan bentuk funicular atau perubahan beban6. ,eori a#al mengenai pelengkung yang kebanyakan dikembangkan oleh rekayasa#an :rancis pada abad )+ menyampaikan bah#a gaya tarik pada pelengkung dapat menyebabkannya runtuh. Sekaligus demikian, pelengkung bata urnumnya baru runtuh setelah terjadinya bata retak 5lihat &ambar '.(.b.)6. &aya tekan akibat beban mati pada pelengkung bata bentuknya benar pada umurnnya lebih besar daripada gaya tarik yang mungkin tirnbul sebagai akibat =ariasi beban hidup, karena itu struktur tersebut dengan aman mengalami pola pembebanan yang tidak terlalu berbeda dengan beban hidup yang sebelumnya telah diduga. engan lahirnya struktur baja dan beton, kekakuan elemen struktur pelengkung dapat lebih ditingkatkan sehingga pelengkung dapat mempertahankan bentuk dasamya dan tidak runtuh apabila dibebani menyimpang dari yang diantisipasi. :e)engkung kaku modern sering kali diberi bentuk sesuai dengan kondisi beban primer dan mengalami gaya tekan apabila beban itu benar-benar ada. Akan tetapi pelengkung itu juga didesain untuk mempunyai tahanan terhadap momen yang cukup untuk memikul =ariasi beban. engan demikian, struktur tersebut tidak funicular terhadap beban yang baru. alam hal demikian, pelengkung kaku secara mendasar berbeda dengan kabel fleksibel. Kabel fleksibel harus selalu berubah bentuk apabila mengalami perubahan pembebanan, jadi pada dasarnya tidak dapat mengalami momen sama sekali, sedangkan pelengkung kaku tidak mengalami momen hanya untuk satu kondisi pembebanan dan dapat mengalami momen untuk berbagai =ariasi beban.

PRINSIP-PRINSIP UMUM 2.2.c Bentuk Funicular


9al penting yang mendasar dalam mempelajari pelengkung dan kabel ialah pengetahuan mengenai kur=a atau kumpulan segmen elemen-garis-lurus yang membentuk funicular untuk pembebanan yang diberikan. Secara alami bentuk furnicular akan diperoleh apabila kabel yang bebas berubah bentuk kita bebani. Kabel yang berpenampang melintang konstan dan hanya memikul berat sendirinya dan mempunyai bentuk catenary 5lihat &ambar '.(.c.)6.

a.Beban terdistribusi merata di sepanjang kabel 5 misalnya beban sendiri kabel 6

b.Beban terdistribusi merata pada proyeksi hori1ontal

).

c.:erbedaan kur=a parabola dan catenary &ambar '.(.c.) kur=a catenary =ersus parabolik. Kedua kur=a sangat mirip. Sumber 7 aniel 8. Schodek. S,;K,;". 9al ).$

Kabel yang memikul =ertikal yang terdistribusi secara hori1ontal di sepanjang kabel, seperti utama pada jembatan gantung yang memikul dek hori1ontal, akan mempengaruhi bentuk parabola. Kabel yang memikul beban terpusat 5dengan mengabaikan sendirinya6 akan mempunyai bentuk segmen-segmen garis lurus. Kombinasi bagai beban akan memberikan bentuk kombinasi di mana beban terbesar akan memberikan bentuk yang dominan. Bentuk pelengkung untuk beban yang merupakan kebalikan sederhana dan bentuk yang telah disebutkan di atas.

a.

Beban terpusat 7 kumpulan bentuk funikular untuk beba tipikal. Apabila tinggi struktur funikular berkurang, maka gaya dalam akan bertambah, an begitu pula sebaliknya.

b.

Kumpulan beban terdistribusi secar hori1ontal, dan bentuk struktur funikular

&ambar '.(.c.' Bentuk funikular tipikal untuk beban terpusat dan distribusi merata.beban diperoleh dengan elemen struktur yang tak dapat memikul momen.

'%

Sumber 7 aniel 8. Schodek. S,;K,;". 9al ).+

Seperti terlihat pada &ambar '.(.c.', ada kelompok bentuk funicular untuk beban-beban tertentu padanannya karena hanya bentuklah yang merupakan respons furnicular, bukan nilai absolutnya. Besar gaya yang timbul pada pelengkung ataupun kabel bergantung pada tinggi relatif bentuk funicular dibandingkan dengan panjangnya. Selain itu, besarnya juga tergantung pada lokasi dan besar beban yang bekerja 58ihat &ambar '.(.c.(6.Semakin tinggi pelengkung atau kabel, berarti semakin kecil gaya yang akan timbul pada struktur, begitu pula sebaliknya. &aya reaksi yang timbul pada ujung-ujung pelengkung atau kabel juga bergantung pada parameter-parameter tersebut. "eaksi ujung mempunyai komponen =ertikal dan hori1ontal yang haruss ditahan oleh fondasi atau oleh elemen struktural lainnya, misalnya batang tarik.

a.

&aya-gaya pelengkung. 9anya gaya tekan yang timbul pada pelengkung ideal. &aya maksimum terjadi reaksi

b.

&aya-gaya kabel. 9anya gaya tarik yang timbul pada kabel. &aya maksimum terjadi pada reaksi &ambar '.(.c.( istribusi gaya pelengkung dan kabel. Sumber 7 aniel 8. Schodek. S,;K,;". 9al ).+

2.2.d Tinjauan e!ain Khu!u!


Sebelum ini kita telah membahas kabel sebagai elemen gantung tunggal sederhana. Selain itu, kabel banyak juga digunakan untuk hal lain. Struktur kabel lebih tepat dikategorikan sebagai struktur gantungan 5suspension structures6 atau cable-stayed structur 5&ambar '.(.d.)6. Struktur gantungan secara khas dapat dibagi atas beberapa kelompok, yaitu 5)6 struktur berkelengkungan tunggal, yaitu yang dibuat dengan meletakkan kabel-kabel sejajar, menggunakan permukaan yang dibentuk oleh balok-balok atau plat yang membentang di antara kabel-kabelC 5'6 struktur berkelengkungan ganda, yaitu menggunakan kabel-kabel menyilang dan berkelengkungan saling berla#anan serta membentuk permukaan atap utamaC dan 5(6 struktur kabel ganda, yaitu kabel ganda yang berkelengkungan saling berla#anan digunakan pada satu bidang =ertikal. Cable-stayed structure pada umumnya menggunakan elemen struktur =ertikal atau miring di mana kabel lurus membentang ke titik-titik kritis atau ke elernen struktur yang membentang secara hori1ontal 5lihat &ambar '.(.d.)6.

')

&ambar '.(.d.) 3enis asar Struktur Kabel. Sumber 7 aniel 8. Schodek. S,;K,;". 9al ).+

!asalah kritis dalam desain setiap struktur atap yang menggunakan adalah efek dinarnis yang diakibatkan oleh angin, yang tidak begitu berpengaruh kepada struktur pelengkung. :erhatikan &ambar '.(.d.'. Apabila angin bertiup di atas atap, akan timbul isap. Apabila besar isapan akibat angin ini melampaui beban mati struktur atap sendiri, maka permukaan atap akan mulai naik. :ada saat atap mulai naik bentuknya menjadi sangat berubah, gaya di atas atap akan berubah karena dan distribusi gaya angin pada suDtu benda bergantung pada bentuk benda tersebut. Karena gaya angin berubah, maka struktur fleksibel tersebut akan berubah lagi sebagai respons terhadap beban yang bar u ini. :roses ini akan berulang. Sebagai akibatnya, atap tidak dapat mempunyai bentuk tetap, dan akan bergetar 5flutter6 selama ada gaya angin. Cara utama mencegah hal ini ialah dengan menggunakan permukaan atap yang berat sehingga flutter dapat dicegaholeh beban matinya. Alternatif lain adalah dengan menggunakan sistem kabel menyilang atau stayed-cable seperti terlihat pada &ambar '.(.d.(.a,b,c,dan d.

''

a. ,umpuan angin diatas permukaan atap yang melendut yang mengakibatkan gaya isapan, gaya isapan ini yang menyebabkan atap fleksibel cembung ke atas.

b. :ada saat atap berubah bentuk sebagai akibat gaya isap, efek angin terhadap bentuk baru menjadi gaya tekan 5bukan gaya isap6 hal inilah yang menyebabkan atap berubah pada bentuk a lagi.

c. :ada saat atap bergerak keatas dan keba#ah, efek angin adalah tekan dan isap secara bergantian. @ang mengakibatkan getaran secar konstan pada atap. &ambar '.(.d.' *fek inamis pada Atap /leksibel. Sumber 7 aniel 8. Schodek. S,;K,;". 9al '%)

Struktur jaring kabel berkelengkungan ganda sering digunakan untuk mengatasi rnasalah getaran 5flutter6 ysng telah disebutkan di atas. engan menggunakan jaring permukaan yang terdini atas kabel-kabel yang saling tegak lurus dan berkelengkungan saling berla#anan, efek diam dapat diperoleh dan atap tidak mempunyai kecenderungan mengalami flutter. Kabel bermuka ganda juga mernpunyai karakteristik mencegah flutter pada atap.

&ambar '.(.d.(.a Beban mati pada struktur dijadikan sedemikian besarnya sehingga dapat mengatasi gaya isap
maksimum yang mungkin terjadi akibat angin. !encegah resonansi. Sumber 7 aniel 8. Schodek. S,;K,;". 9al '%'

'(

&ambar '.(.d.(.b Stayed Cable Structure pada kabel dilakukan pretention.


Sumber 7 aniel 8. Schodek. S,;K,;". 9al '%'

&ambar '.(.d.(.c Kabel menyilang dengan kelengkungan sebaliknya, kabel padamulanya ditarik a#al. Beban
=ertikal menyebabkan gaya tarik pada kabel atas pertambahan dan pada kabel ba#ah berkurang. Sumber 7 aniel 8. Schodek. S,;K,;". 9al '%'

&ambar '.(.d.(.d struktur kabel dan pelengkung, kabel ditarik a#al 5pretentioned6.
Sumber 7 aniel 8. Schodek. S,;K,;". 9al '%'

2.2.e "N"#ISIS $%NIS-$%NIS dan STRUKTUR P%MB%B"N"N & '"("-'"(" K"B%# "N P%#%N'KUN' 2.).e.* Pelengkung Tiga Sendi
Sebagai cara mempelajari analisis dan desain struktur kabel dan pelengkung, sangat berguna untuk meninjau terlebih dulu bentuk khusus jenis struktur tersebut, yaitu pelengkung tiga sendi. Struktur ini bisa dapat dan bisa tidak dapat berupa struktur funicular, bergantung pada bentuknya. :elengkung tiga sendi struktur yang terdiri atas dua bagian kaku yang saling dihubungkan oleh sendi dan mempunyai tumpuan sendi. Apabila kedua segmen tidak membentuk funicular untuk satu kondisi beban, dan ini yang memang umum terjadi, sebutan EpelengkungF tentu agak keliru. !eskipun

'2

demikian, sebutan EpelengkungF pada struktur tiga sendi ini masih secara umum digunakan, baik untuk yang bentuknya funicular maupun yang tidak.

&ambar '.(.e.).) &elerie des !achines, :ameran Internasional, :aris, )++.. asar struktur pelengkung tiga sendi. Sumber 7 aniel 8. Schodek. S,;K,;". 9al '%(

Struktur pelengkung tiga sendi dlkembangkan oleh rekayasa#an :rancis dan 3erman pada pertengahan abad ke-)., khususnya untuk mengatasi kesulitan perhitungan pada jenis pelengkung sebelurnnya 5pelengkung jepit6. Adanya sendi pada puncak dan fondasi struktur memungkinkan adanya gaya internal maupun gaya =ertikal dihitung secara tepat sehingga bentuk funicular untuk setiap bagian dapat dengan tepat ditentukan. Karena itulah struktur yang lebih besar dapat dibangun dengan lebih meyakinkan. &alerie des !achines yang sangat terkenal 5sebenarnya bernama :alais des !achines di :ameran :aris pada tahun )+)46 merupakan struktur yang terdiri atas sekumpulan pelengkung tiga sendi. :erhatikan struktur pelengkung tiga sendi seperti terlihat pada &ambat '.(.e.).'. 3elas bah#a struktur mi tidak dibentuk secara funicular. ;ntuk saat ini hal tersebut tidak menimbulkan konsekuensi apa pun. Apabila diperlukan, pada saatnya nanti bentuknya akan didesain ulang menjadi bentuk funicular.

a6

Struktur asar

'-

b6

iagram benda bebas untuk setiap bagian struktur. Komponen-komponen gaya pada titik hubung.

c6

iagram benda bebas setiap bagian. &aya-gaya pada titik hubung &ambar '.(.e.).' gaya-gaya pada pelengkung ( dimensi. Sumber 7 aniel 8. Schodek. S,;K,;". 9al '%2

:erhatikan bah#a perilaku hubungan pada B adalah sedemikian rupa sehingga ujung segmen AB bebas berotasi pada saat mengalami beban. Ini berarti bah#a segmen BC tidak berpartisipasi dalam menahan rotasi ujung AB. ;jung-ujung segmen yang saling berhubungan dapat berotasi dengan bebas, tanpa saling mempengaruhi. 9ubungan sendi ini tidak dapat menyalurkan momen dari satu segmen ke segmen lain atau, dengan perkataan lain, momen lentur pada titik hubung tersebut adalah nol. engan demikian jumlah semua efek rotasional yang timbul terhadap titik hubung tersebut, yang diakibatkan oleh gaya eksternal maupun internal,adalah nol. Karena beban eksternal bekerja secara langsung pada segmen kiri, maka arah gaya yang disalurkan melalui titik hubung sendi itu tidak harus kolinear dengan segmen tersebut seperti yang biasa terjadi pada rangka batang. :ada contoh benikut ini akan dicari besar dan arah gaya-gaya pada setiap titik hubung dengan meninjau keseimbangan seluruh struktur dulu, kemudian keseimbangan setiap bagian. Komponen gaya yang bekerja pada elemen kiri dapat dihitung pula resultannya seperti terlihat pada &ambar '.(.e.).'.5c6. kerena segmen kiri struktur adalah elemen struktur tiga gaya, maka garis kerja semua gaya padanya harus melalui satu titik agar keseimbangan terpenuhi. :ada &ambar '.(.e.).' 5c6 terlihat jelas bah#a garis kerja gaya-gaya tersebut melalui satu titik, yaitu titik nol. !eskipun gaya-gaya yang diperoleh tidak bergantung pada bentuk segmen kaku, terlihat jelas bah#a bentuk linear yang terlihat pada &ambar '.(.e.).' bukanlah bentuk funicular untuk beban eksternal karena beban itu menghasilkan lenturan pada elemen struktur sebelah kiri. Karena struktur-struktur tersebut statis tertentu, kita dapat menentukan ya-gaya pada titik tumpuan dan pada titik hubung sendi dengan menggunakan etode yang telah diuraikan di atas tanpa

'4

harus mengetahui bentuk struktur yang sebenarnya 5kita anggap herat sendiri struktur dapat diabaikan, dan segmen-segmen rsebut kaku6. Komponen gaya =ertikal dan hori1ontal kita tentukan dengan menggunakan perhitungan keseimbangan seperti terlihat pada &arnbar '.(.e.).(5b6, '.(.e.).25b6, dan '.(.e.).-5b6.

a.Beban lokasi

b. &aya-gaya pada titik hubung

c. Bentuk funikular

d.&aris kerja gaya-gaya e.:emberian sruktur.terjadinya gaya aksial f. !omen datang disembarang bentuk. &ambar '.(.e.).( :embentukan pelengkung tiga sendi untuk beban terpusat. Sumber 7 aniel 8. Schodek. S,;K,;". 9al '%.

engan melakukan analisis seluruh sistem gaya yang bekerja pada setiap segmen pada strukturstruktur tersebut, kita dapat memberi bentuk setiap segmen sedemikian hingga momen lenturnya minimum. ;ntuk struktur pada &arnbar '.(.e.).2, perhatikan segmen kaku dan B ke C. 3elas bah#a gaya-gaya yang bekerja pada segmen itu hanya pada titik-titik ujungnya. engan demikian, segmen ini adalah elemen struktur dua gaya. Agar segmen tersebut seimbang, gaya-gaya harus kolinear, sama besar, dan berla#anan arah. <yata pula bah#a apabila tujuan kita adalah membentuk segmen sedemikian rupa sehingga pada segmen itu hanya ada gaya tekan 5tidak ada momen lentur6, maka segmen tersebut harus berupa garis lurus yang berimpit dengan garis kerja gaya pada segmen itu. Seperti terlihat pada &ambar '.(.e.).(5f6, momen lentur akan timbul kalau bentuk segmen ini tidak linear.

'$

&ambar '.(.e.).2 :embentukan pelengkung ( sendi untuk beban terbagi rata sebagian. Sumber 7 aniel 8. Schodek. S,;K,;". 9al ')%

Contoh ketiga yang diperliliatkan pada &ambar '.(.e.).- adalah untuk kur=a yang pernbebanannya merata di seluruh panjang struktur. &aya-gaya pada titik hubung juga dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan keseimbangan. :erhatikan bah#a gaya resultan pada titik hubung puncak 5titik B6 mempunyai arah hori1ontal karena tidak mempunyai komponen =ertikal. engan memperhatikan segmen kanan, terbukti bah#a segmen ini merupakan elemen struktur tiga gaya apabila beban terbagi rata diganti secara konseptual dengan gaya ter ekui=alennya. Seperti sebelumnya, gaya-gaya tersebut harus bertemu pada satu titik. Arah gaya pada titik puncak dan tumpuan juga ditentukan oleh bentuk struktur pada titik-titik itu apabila struktur dikehendaki hanya mengalami garis tekan. engan rnenganggap bah#a kur=a struktur adalah kontinu dan halus antara titik-titik tersebut, bentuknya akan seperti terlihat pada &ambar '.(.e.).-. Seperti sebelumnya, kita tidak rnungkin mendapat bentuk persamaan kur=a hanya dengan menggunakan analisis yang diuraikan di sini. !eskipun dernikian, analogi kabel terbalik cukup berguna sebagai alat untuk membayangkan bentuk elernen struktur pelengkung. Segmen kiri tentu saja serupa dengan segmen kanan. Bentuk yang diperoleh adalah seperti terlihat pada &ambar '.(.e.).-5c6. Bentuk ini rnerupakan parabolik dengan garis singgung terhadap kur=a ditentukan oleh arah reaksi. Bentuk ini adalah bentuk yang sangat umum digunakan sebagai struktur pelengkung.

'+

&ambar '.(.e.).- :emberian bentuk pelengkung tiga sendi untuk beban terbagi rata penuh. Sumber 7 aniel 8. Schodek. S,;K,;". 9al '))

Setiap bentuk struktur yang digambarkan hanya mengalami gaya aksial tekan, tidak mengalami momen lentur. Kita dapat melakukan manipulasi terhadap bentuk-bentuk tersebut. !eskipun bentuk struktur pada mulanya diperoleh dengan meninjau titik hubung puncak, titik B 5lihat &ambar '.(.e.).(6, lokasi aktual titik ini dapat di mana saja pada bentuk akhir tanpa mempengaruhi bentuk struktur dan besar serta arah gaya-gaya pada titik turnpuan. 9al ini dapat dilakukan dengan perhitungan keseimbangan. Seluruh struktur dibayangkan dahulu mempunyai elemen-elemen bersendi, dan konfigurasinya secara teoretis akan stabil terhadap bahan tersebut. 9al ini tentu saja sarna dengan analogi sphere 5tumpukan bola6. :ada kenyataannya, struktur imajiner itu tidak cocok digunakan karena ketidakstabilannya terhadap beban lain. Sekali pun demikian, pendekatan mi masih sangat berguna untuk mengimplikasikan penggunaan jenis struktur ini. Cara lain untuk memodelkan adalah dengan menganggap struktur tersebut sebagai tumpukan blok. Selama elemen blok ditumpuk dengan cara khusus5dengan menganggap beratnya dapat diabaikan6, akan terbentuk struktur yang stabil terhadap beban yang khusus pula, tidak peduli apakah blok itu disatukan dengan adukan semen ataukah tidak. Struktur yang memikul beban terbagi rata penuh, misalnya, dapat dibuat dengan menumpuk blok secara khusus 5kontinu6 dan akan stabil terhadap beban tersebut. 3elas bah#a apabila beban berubah, struktur akan tidak stabil dan dapat terjadi keruntuhan padanya. Secara bentuk yang diperlihatkan adalah bentuk-bentuk khusus pelengkung, apabila struktur itu dikehendaki hanya mengalami gaya tekan. Cara berpikir yang benar mengenai analogi tumpukan bola maupun tumpukan blok adalah bah#a hubungan unik antara beban dan struktur apabila kriteria yang digunakan dalam desain struktur tersebut ialah bahwa tidak ada momen lentur padanya

2.2.e.2 kabel 2.).e.2.* Prategang 2

'.

&ambar '.(.e.'.).a. :erilaku kabel dan efek prategang. Sumber 7 9arianto 9ardjasaputra.S,";K,;" ,"A<S:A"A<. 9al '-

Kita rentangkan ' tali karet 5atau kabel yang cukup elastis6, satu tali direntangkan tanpa dikencangkan, artinya tanpa gaya prategang 50 G %6, sedangkan tali yang lain dikencangkan, artinya diberi gaya prategang 50 H %6. Bila di tengah ketinggian setiap tali digantungkan beban :, pada tali di mana 0 G % bagian atas meregang sebesar Il, dan bagian ba#ah tali akan terlipat. Sedangkan tali di mana 0 H % bagian atas hanya akan meregang sebesar setengah Il. 9al ini disebabkan sekarang beban : dipikul baik oleh bagian atas dan bagian ba#ah tali, masing-masing sebesar -% J beban :. ari grafik hubungan : dan Il untuk kedua tali memperlihatkan bah#a tali dengan gaya prategang akan mempunyai deformasi yang jauh lebih kecil. Bila beban : sudah mencapai kondisi detension 5tegangan tali pada bagian ba#ah menjadi nol6, maka grafik hubungan : dan Il kembali menjadi paralel dengan grafik untuk tali tanpa tegangan. Bila kedua tali sekarang dibebani dengan beban terpusat : seperti pada &ambar ', maka grafik : dan I kedua tali tersebut memperlihatkan kabel dengan prategang 50 H I6 mampu untuk memikul beban melintang secara lebih efektif, yaitu deformasi lenturnya menjadi jauh lebih kecil dibandingkan dengan I untuk tali tanpa prategang 50 G I6. ari kedua contoh tersebut, terbukti bah#a gaya

(%

prategang pada kabel selain akan meningkatkan EkekakuanF arah aksial juga akan meningkatkan lenturnya.

&ambar'.(.e.'.).b. eformasi kabel dan efek gaya prategang terhadap pembebanan. Schlaich and #egner )..'. Sumber 7 9arianto 9ardjasaputra.S,";K,;" ,"A<S:A"A<. 9al '4

,eknik prategang akan lebih efektif bila digunakan pada jaringan kabel untuk atap bangunan yang dirancang sebagai geometri ruang 5( 6 yang mempunyai bentuk lengkung ganda yang saling berla#anan 5anti klastis6 atau bentuk pelana , di mana kedua kabel yang saling bersilangan tersebut mempunyai pusat lengkung berla#anan dengan posisi di atas dan di ba#ah 5&ambar (6. engan demikian gaya prategang pada kedua kabel tersebut, akan saling menstabilkan diri pada saat memikul beban luar.

2.2.e.2.2 Prategang )
:ada struktur ' 5datar6 sama halnya dengan struktur ( , ( juga dapat menstabilkan sistem dalam memikulberbagai kombinasi arah pembebanan, selama kabel-kabel dalam keadaan kondisi tarik. ,eknik prategang akan lebih efektif bila digunakan dalam ( yang dirancang sebagai bentuk lengkungganda anti klastis atau bentuk pelana, yaitu bentuk lengkung yang saling berla#anan. Kedua kabel yang saling bersilang akan mempunyai lengkung berla#anan dengan posisi lengkung arah ke atas 5lenkung positif6 dan lengkung negatif ke arah ba#ah. Susunan lengkung ganda dari kedua kabel yang dberi sistem prategangakan menstabilkan pada saat pada saat memikul bebagai kondisi beban, seperti gambar diba#ah ini.

()

A B

&ambar '.(.e.'.'.a. Singapore /lyer adalah contoh dari sistem struktur roda sepeda dan jari-jari, berdiameter )4meter, menggunakan kabel baja prategang sebagai jari-jarinya. A. Cincin tekan B. 3ari-jari prategang. Sumber 7 http7KK###.google.com

&ambar '.(.e.'.'.b Aplikasi teknik prategang pada jaringan kabel ( dengan bentuk lengkung ganda antiklasts menghasilkan sistem struktur yang stabil dan kaku. Beban p) akan bersama-sama dipikul oleh kabel prategang a dan b yang mempunyai lengkung yang berla#anan. Sumber 7 9arianto 9ardjasaputra.S,";K,;" ,"A<S:A"A<. 9al '$

Bila struktur jaringan kabel tersebut diberi gaya prategang maka jaringan kabel akan mampu pula memikul berbagai kombinasi yang terjadi pada pembebanan luar. Besarnya gaya prategang yang diberikan, harus benar-benar dalam keadaan tegangan tarik, hal tersebut dilakukan agar menghindari terjadinya penurunan kekakuanstruktur, yang akan mengakibatkan deformasi. ,eknik transfer prategang pada jaringan kabek adalah dengan memasang kabel utama pada tepi jaringan, diman kabel utama harus dipasang dalm bentuk lengkung. engan cara menarik kabel utama, maka gaya prategang akan ditransfer pada seluruh jaringan yang terhubung. ,erlihat pada prinsip transfer pada gambar diba#ah ini.

('

&ambar '.(.e.'.'.c :rinsip transfer gaya prategang dari kabel utama dan kabel tepi ke jaringan kabel 5(6. Sumber 7 harianto 9ardjasaputra.S,";K,;" ,"A<S:A"A<. 9al '+

Bentuk gambar ( dimensi dari jaringan kabel, ditentukan dengan mengikat jaringan kabel pada beberapa tiang penyangga yang menjulang tinggi 5 pylon 6, disebut sebagai titik atas 5high point6, dan berapa titik ikatan untuk dapat menarik jaringan kabel keba#ah, da diikat pada bagian pondasi. ,itik penarikan ini disebut titik ba#ah 5 lo# point 6. !etode ini digunakan untuk menentukan geometri yang sebagai teknik pencarian bentuk 5 form finding 6 dari konstruksi atap jaringan ( dimensi dperkenalkan oleh free otto. Setelah struktur ini sukses, kemudian diaplikasikan pertama kali digedung pameran deutsche pa=ilion di monteral kanada tahun ).4$ dengan menggunakan sistem jaringan kabel ( dimensi dengan menggunakan + penopang baja yang menjulang tinggi sebagai titik atas,maka bentuk arsitektur jaringan kabel baja dan penutupnya sebagai atap dari ruangan pameran, menampilkan arsitektur bangunan tenda yang memilki bentang yang sangat lebar, selebar +%%% m' dengan + penopang dengan tinggimaksimum (+ meter, sehingga praktis terkesan tanpa kolom. 3aringan kabel diikat pada jaringan kabel utama tepi, yang terikat pada ujung penopang sebagai titik atas, ditarik pada sisi pondasi sebagai titik ba#ah. ;ntuk dapat memikul gaya tarik, pondasi dari titik titik ini ankur dengan kabel prategang pada bantuan rok.

((

&ambar '.(.e.'.'.d titik atas titik ba#ah. Sumber 7 9arianto 9ardjasaputra.S,";K,;" ,"A<S:A"A<. 9al '.

Struktur utama dari jaringan kabel ini terdiri dari jaringan kabel dengan bentuk lengkung ganda antiklastis, digantung pada penopang sebagai titik atas, ditarik untuk memberikan gaya prategang dan diangkur pada pondasinya, sebagai titk ba#ah. :erilaku struktur kabel terhadap angin menunjukan bah#a gaya prategang yang diberikan pada jaringan kabel menjadikan struktur atap kaku sehingga atap stadion tidak mengalami getaran pada angin topan sekalipun.

2.2.e.) F+r, Finding


Berbeda dengan perencanaan bangunan yang mempunyai bentuk standar seperti lingkaran, persegi, dan lain-lain, maka untuk struktur kabel yang digunakan untuk atap stadion ataupun lainnya dengan bentang sangat lebar, maka proses perencanaannya dimulai dengan pencarian bentuk geometrinya, dikenal sebagai metoda form finding. :roses ini diperlukan agar diperoleh bentuk atap yang unik dan estetis, tapi bentuk ini justru merupakan bentuk yang optimal ditinjau dari segi struktur. :er definisi, form finding adalah proses untuk menemukan bentuk struktur yang optimal, yaitu struktur yang bentuknya akan memberikan kondisi paling efisien dari segi penggunaan bahan konstruksinya. Kondisi ini dapat kita peroleh bila material konstruksi hanya mengalami tarik pada bidangnya 5membran6, tanpa adanya tegangantegangan akibat momen lentur. ari proses form finding akan dihasilkan bentuk ( yang unik, yaitu bentuk lengkung ganda antiklastis atau bentuk pelana 5&ambar '.(.e.'.'.e6, yang juga terbukti sangat efektif bila digunakan teknik prategang padanya. Kabel sebagai material yang fleksibel, dapat kita pakai sebagai elemen struktur yang dengan mudah dapat mengikuti bentuk optimal ini. :roses form finding dilakukan pada saat pradesain sampai ke tahap desain konsep bangunan, dan dikerjakan dengan melakukan berbagai eksperimen untuk mendapatkan =ariasi bentuk bangunan. Setelah ada kepastian bentuk geometrinya, maka secara tepat geometri bangunan akan dihitung dengan metoda matematik numerik. Adapun perhitungan matematik numerik diturunkan berdasarkan prinsip permukaan minimum, yaitu suatu gejala fisika yang kita temukan pada form finding dengan menggunakan gelembung sabun.

(2

&ambar '.(.e.' .) Bentuk pelana dari proses form finding. Sumber 7 struktur kabel, teknologi dan desain.hardjasaputra.

2.2.e.- etail an Si!te, Pengakhiran Kabel


Struktur kabel ( 5ruang6 membagi pembebanannya melalui elemen tarik seperti halnya pada sistem rangka batang, dimana resultan gayanya bisa bertemu pada satu titik ataupun dari titik pertemuan ini garis resultan gayanya harus berubah atau berbelok. @ang penting untuk diperhatikan, adalah bah#a pada perancangan struktur kabel, untuk semua kombinasi pembebanan seluruh kabel berada dalam keadaan tarik. Karena elemen-elemen struktur kabel ini umumnya tidak selalu bersilangan secara orthogonal, diperlukan desain bentuk dari titik pertemuan antara kabel. Setiap titik pertemuan dari kabel selain harus memenuhi syarat kekuatan dan kemudahan pemasangan, juga harus dipertimbangkan secara estetika. Sesuai fungsinya titik pertemuan dari kabel-kabel tersebut dapat dikategorikan dalam beberapa bentuk simpul untuk persilangan dari ' atau 2 kabel. Sifat dari pemegang persilangan ini dapat dibedakan dalam ' sistem, yaitu7 sistem di mana sifat persilangan tidak dapat berotasi 5fi 6 dan sistem dimana persilangan masih dapat bergeser dan berotasi.

(-

&ambar '.(.e.2.) :ersilangan ' dan 2 kabel 5(6. Sumber 7 9arianto 9ardjasaputra.S,";K,;" ,"A<S:A"A<. 9al (2

2.2.e.. udukan untuk pelengkung kabel


Sesuai dengan fungsinya resultan gaya pada kabel utama harus dapat dibelokkan. Sebagai lintasan dari pembelokan kabel utama. ;mumnya digunakan konstruksi dudukan bentuk pelana, dengan radius tertentu. Sedangkan bila diperlukan perubahan arah gaya dimana sudut belokan kecil dan panjang kabelnya terbatas, maka direncanakan dengan sistem dimana kabel-kabel tersebut diputus pada daerah tersebut, untuk kemudian kabe tersebut akan bertemu pada konstruksi plat simpul ( .

(4

&ambar '.(.e.-.) :elengkung kabel untuk lintasan yang memerlukan perubahan arah kabel, misal untuk membelokan kabel utama pada tepi jaringan kabel 5(6. Sumber 7 harianto 9ardjasaputra.S,";K,;" ,"A<S:A"A<. 9al (4

2.2.e./ Pengangkuran
Seperti sudah dijelaskan, pemberian gaya prategang pada jarinngan kabel dilakukan dengan menarik kabel utama pada ujung-ujungnya. ;ntuk itu memerlukan angkur membantu dalam proses prategang 5 penarikan kabel 6. apat dilihat pada contoh gambar diba#ah ini 7

($

&ambar '.(.e.4.) etail transfer gaya prategang pada titik ba#ah, dimana gaya prategang / yang diangkur pada pondsi, ditransfer pada jaringan kabel melalui kabel baja tepi 5/) dan /'6. Sumber 7 harianto 9ardjasaputra.S,";K,;" ,"A<S:A"A<. 9al ($

&ambar '.(.e.4.' 3aringan kabel baja dengan penutup atap terbuat dari acrylic glass yang transparan.Lfotografer 7 gagoek hardiman. Sumber 7 9arianto 9ardjasaputra.S,";K,;" ,"A<S:A"A<. 9al ($

2.2.e.0 Pelengkung Funicular dan Kabel1 Beban Terpu!at

(+

:ada bagian ini dibahas analisis struktur yang diketahui berbentuk funicural 5misalnya kabel6. Kabel dapat dipandang sebagai sederetan kontinu elemen diskret yang saling dihubungkan dengan hubungan sendi - rantai adalah contoh nyata hal ini. 9ubungan demikian mempunyai sifat tidak mampu meneruskan momen lentur 5internal6 dari satu elemen ke elemen lain. Karena itulah jumlah efek rotisional terhadap sembarang lokasi yang dihasilkan oleh beban eksternal dan gaya internal harus sama dengan nol. :ada pelengkung tiga sendi yang mempunyai bentuk funicular, nilai momen sama dengan nol ini hanya berlaku pada ketiga ititk sendi. :ada kabel, hal ini benar untuk semua lokasi. ;raian di sini dapat digunakan untuk menentukan bentuk eksak elemen struktur dan gaya-gaya di dalamnya. 9al lain yang perlu diperhatikan ialah apa yang telah diuraikan pada Bab ' dan 2 bah#a fungsi suatu struktur antara lain adalah pemikul momen dan gesek yang ditimbulkan oleh beban eksternal. :ada kabel maupun pelengkung funicural geser eksternal pada setiap potongan diimbangi oleh gaya geser tahanan internal yang diberikan oleh komponen =ertikal dari gaya aksial kabel atau pelengkung. Begitu pula halnya dengan momen lentur eksternal. !omen ini diimbangi oleh mornen lentur tahanan internal yang merupakan kopel dari komponen hori1ontal gaya aksial pada elemen struktur funicular dan reaksi hori1ontal. &aya hori1ontal yang disebut terakhir ini dapat merupakan gaya pada fondasi atau gaya internal pada batang tarik atau tekan 5apabila batang ini ada6.

a6 Struktur kabel dan pembebanannya. Struktur tersebut berdeformasi sesuai dengan besar relatif beban bekerja padanya. Besar sag 5simpangan6 pada satu titik saja dapat ditentukan karena besar deformasi relatif saling bergantung.

b6 Sag kabel pada titik-titik yang bukan titik tadi dapat ditentukan dengan meninjau keseimbangan pada bagianbagian struktur. 8angkah pertama untuk menentukan reaksi hori1ontal bagian kiri5"ab6 dengan menijau keseimbangan bagian kanan dengan mengingat bah#a "ah G "bh dan menjumlahkan momen terhadap titik 5sikma ! G%6.

c6 &eometri struktur diperoleh dengan lengkap, gaya-gaya internal dapat ditentukan dengan tinjauan keseimbangan.

(.

d6 :roses analisis alternatif adalah dengan menggambarkan diagram momen geser untuk kondisi dasar, kemudian menggunakan metode potongan untuk memperoleh komponen gaya kabel =ertikal dan hori1ontal

e6 !omen dan geser internal pada struktur pada setiap penampang harus mengimbangi momen dan geser eksternal pada penampang yang sama. Internal momen terjadi dari kopel antara reaksi hori1ontal dan komponen hori1ontal dan komponen hori1ontal gaya kabel. &aya pada segmen kabel diperoleh dengan menggabungkan komponen gaya =ertikal dan hori1ontal menjadi satu gaya resultan. &ambar '.(.e.$.) Analisis kabel yang memikul beban terpusat. Sumber 7 aniel 8. Schodek. S,;K,;". 9al ')2

,inggi struktur pada titik !7 Kita buat potongan =ertilcal edikit d kin titik !, dan kita tinjau keseimbangan bagian kanan struktur. Sebutlah h! sebagai tinggi struktur pada titik !. engan demikian7

h! = +,( :erhatikan bah#a pada titik ! hanya tinggi sebesar inilah yang memenuhi keseimbangan rotasional.

h! 5)',-6 +)-54,$6 = %
!

=%

2%

"aya-gaya kabel7 &aya-gaya pada setiap segmen kabel dapat diperoleh dengan menggunakan metode keseimbangan titik hubung. 9asil proses ini diperlihatkan dalam &ambar '.(.e.$. )5c6. :erlu diperhatikan bah#a besar gaya kabel untuk setiap segmen berbeda-beda. Kabel bukanlah struktur yang bergaya konstan. Sesudah reaksi =ertikal diperoleh, kita dapat menggunakan alternatif metode analisis untuk struktur ini dengan menggambarkan dulu diagram geser dan momen untuk kondisi beban eksternal untuk kemudian kita imbangi dengan cara metode potongan. Reaksi hori#ontal7 "eaksi hori1ontal dapat diperoleh dengan mengingat bah#a struktur harus dapat memberikan momen internal yang sama besar dan berla#anan arah dengan momen eksternal pada setiap titik. !omen internal ini diberikan oleh kopel antara reaksi hori1ontal dan komponen hori1ontal gaya kabel. :erhatikan titik C7

$inggi struktur pada titik ! %

"aya kabel7 Kita buat potongan-potongan sedikit di kanan titik-titik kritis, dan kita tinjau keseimbangan bagian kiri N lihat &ambar '.(.e.).' 5e6O. :erhatikan bah#a pada setiap kasus, tahanan geser internalnya mengimbangi gaya geser eksternal. &aya tahanan geser internal ini adalah komponen =ertikal gaya kabel. &aya =ertikal dan hori1ontal merupakan komponen-komponen dan gaya aktual pada kabel. !etode kedua pada contoh di atas sangat berguna untuk meninjau secara konseptual bagaimana kabel atau pelengkung memberikan mekanisme memikul momen dan geser akibat beban eksternal. ,erlihat pula bah#a reaksi dan gaya internal bergantung pada tinggi struktur. engan membuat tinggi maksium dua kali, misalnya reaksi hori1ontal akan menjadi setengahnya dan gaya kabel akan berkurang. Kombinasi tinggi kabel dan gaya-gayanya juga tetap akan memenuhi keseimbangan momen dan geser yang telah disebutkan di atas.

2.2.e.2 Pelengkung Kabel dan Funicular7 Beban Terbagi Rata


Kabel atau pelengkung yang memikul beban terbagi rata dapat dianalisis dengan mengunakan cara-cara yang telah disebutkan untuk beban terpusat. Akan tetapi karena bebannya berbeda, maka perlu ada modifikasi sedikit pada metode potongan dalam analisis akibat beban terbagi rata. :erhatikan kabel yang terlihat pada &ambar '.(.e.+.). Anggap bah#a simpangan kabel maksimum adalah hmaks. 8angkah pertama adalah menghitung reaksi =ertikal dengan meninjau keseimbangan seluruh struktur. 8angkah berikutnya adalah menghitung reaksi hori1ontal, memperoleh bentuk kur=a funicular, dan menentukan gaya internal pada kabel.

2)

a6

Struktur kabel dan beban padanya

b6

iagram momen dan geser unuk kondisi beban tersebut

c6 :eroleh reaksi. "eaksi =ertikal dapat diperoleh dengan memotong titik dimana sag kabel diketahui dan meninjau keseimbangan terhadap titik tersebut. 3adi,

d6 :ersamaan untuk bentuk terdefleksi kabel diperoleh dengan meninjau keseimbangan potongan pada kabel. 3adi,

2'

e6 Kemiringan kabel pada titik sembarang dapat die=aluasikan dengan meninjau bentuk terdifleksi. :ada ujung-ujung kabel, kemiringan itu juga dapat diperoleh dari perbandingan antara komponen =ertikal dan hori1ontal dari reaksi. &aya kabel maksimum adalah resultan gaya-gaya tesebut. &aya kabel ditengah bentan lebih kecil dan sama besar dengan gaya hori1ontal pada ujung , 8K'G#8'K+h.
'a,bar 2.).e.2.* Analisis kabel yang memikul beban terdistribusi rata secara hori1ontal. Sumber 7 Schodek. S,;K,;". 9al ')$ aniel 8.

Bentuk kabel7 Bentuk kabel dapat diperoleh dengan meninjau keseimbangan potongan lain pada struktur. :erhatikan potongan sejauh dari ujung kiri. !isalkan y adalah tinggi kabel pada titik itu. M & =% 7

w'' +h maA

w' ( ( y ) '

)+w
'

2h ( ' y = maA ' '

=% '

Alternatif lain, dengan menyamakan momen tahanan internal dan momen eksternal7 w'' w' ( w ) +h y = ' ' maA

2h ( ' y = maA ' '

'

:ersamaan ini jelas merupakan bentuk parabola. <ilai mutlak kemiringan pada titik- titik ujung diberikan oleh7 2h dy = % , ' = maA ' d =%, =' Kemiringan ini dapat pula diperoleh dengan meninjau perbandingan antara reaksi =ertikal dan hori1ontal7

2h w' K ' = maA ' ' w' K +hmaA

"aya kabel7 Karena kemiringan kabel adalah nol pada titik tengah bentang di mana gaya geser internal dan eksternal juga nol, maka gaya kabel pada titik tersebut akan dengan reaksi hori1ontal dengan meninjau keseimbangan hori1ontal bagian kiri atau kanan struktur. engan demikian7 w'' $' K ' = +hmaA &aya kabel pada kedua ujung dapat dengan mudah diperoleh dengan meninjau keseimbangan titik7 ( = %
$% , ' cos = w'' +hmaA

2(

' imana 2h maA K ' dan cos by ) K ) + )4 h maA '. w'' ' $%, ' = ) + )4hmaA K '' +hmaA

engan demikian7

atau juga
$%, ' =

( R Ah ) '

+ ( R Ay )

'

R Ah ) + ( R Ay K R Ah )

'

w'' +hmaA

) + )4hmaA K ''

2.2.e.3 Per!a,aan Funicular U,u,


alam analisis kabel, kita dapat menggunakan cara yang lebih umum daripada yang telah dijelaskan sebelum ini. Cara umum ini dapat diterapkan pada struktur yang lebih kompleks, misalnya yang tidak dibebani secara simetnis atau tumpuan kabel tidak terletak pada le=el sama. :erhatikan kabel pada &ambar '.(.e...). Seperti sebelum ini, langkah pertama dalam proses analisis adalah memperoleh reaksi. Apabila )MB* adalah jumlah semua momen rotasional terhadap titik B akibat semua beban eksternal Nyaitu Pn 5' - n6 P Pn-+ 5' - n-+6 P QO , maka ekspresi keseimbangan momen untuk seluruh kabel terhadap titik B adalah7 M B = %
R Ah ( h ) R Ay ( ' ) + M B* = %

R Ay =

M
'

B*

R A, ( h ) '

'a,bar 2.).e.3.* Kabel yang mempunyai tumpuan yang berbeda le=el. Sumber 7 aniel 8. Schodek. S,;K,;". 9al '')

22

*kspresi ini tidak dapat dipecahkan secara langsung karena RA- dan RAh belum diketahui. 8angkah berikutnya adalah membuat potongan pada titik pada struktur di mana sag 5simpangan6 kabel diketahui dan meninjau keseimbangan momen di bagian kiri kabel. !isalkan )M * adalah jumlah momen eksternal akibat beban-beban di kiri titik . :erhatikan bah#a lengan momen untuk gaya adalah RAh adalah 5 h .' - y 6 dimana y adalah sag kabel dari garis yang menghubungkan kedua titik ujung kabel. engan demikian ekspresi momen adalah 7 M B = %
R A, ( h K ' y

) R Ay

engan menyubstitusikan RA/ dari atas kita peroleh 7 R A, ( y ) = M B* M * ' Apabila y telah diketahui, maka Rah dapat ditentukan. Apabila RAh telah diketahui, maka dapat kita gunakan untuk mencari sag kabel pada titik-titik lainnya. &aya kabel dapat diperoleh dengan meninjau keseimbangan dengan cara serupa dengan yang telah disebutkan.

+ M

=%

2.).e.*4 Panjang Pelengkung atau Kabel


Kita sering kali perlu mengetahui panjang kabel atau pelengkung untuk bentang dan sag yang diketahuj. :anjang ini dapat selalu dihitung dengan meninjau ekspresi dasar bentuk kabel terdeformasi. ;ntuk kabel yang dibebani terbagi rata dan mempunyai titik tumpuan sele=el, misalkan 'total adalah panjang total kabel, 'h adalah bentang dan h adalah sag makasimum. :anjang total kabel dapat dibuktikan mendekati nilai7 (' 2 2 + 'total = 'h ) + h ' K '' h K 'h h ( ;ntuk memperolehnya, juga untuk memperoleh ekspresi lain mengenai perpanjangan kabel, para pembaca dapat mempelajari referensi lainnya. )

2.2.5 %S"IN P%#%N'KUN' "N K"B%# 2.2.5 .* Sag Kabel atau Tinggi Pelengkung
Salah satu dari =ariabel - =ariabel desain yang penting pada pelengkung dan kabel adalah tinggi maksimum struktur. :enentuan sag pada kabel atau tinggi pada pelengkung merupakan masalah optimisasi. Apabila hmaks bertambah, gaya pada kabel berkurang sehingga luas penampang yang diperlukan juga berkurang. Akan tetapi, panjang kabel secara simultan bertambah. 3elas bah#a kabel yang panjangnya tak hingga memerlukan =olume tak hingga juga. Sebaliknya apabila hmaks berkurang, gaya kabel dan luas penampang melintang bertambah sedangkan panjangnya berkurang. engan demkian, ada nilai optimum hmaks. <ilai optimum ini dapat diperoleh secara mudah dengan cara menuliskan ekspresi =olume kabel yang dinyatakan dalam hmaks, dengan menggunakan ekspresi analitik yang telah dibahas pada Bab -.', kemudian kita minimumkan nilai ekspresi tersebut hingga kita peroleh hmaks yang optimum. ' Secara umum, tinggi sekitar dari bentangnya membenikan nilai =olume minimum. ( ;ntuk struktur yang dibebani terbagi rata. Bagaimanapun, sag kabel atau tinggi pelengkung yang tepat selalu bergantung pada berbagai konteks di mana kabel atau pelengkung tersebut digunakan. Kebanyakan struktur kabel yang digunakan pada gedung mempunyai perbandingan antara ) 7 + dan ) 7 )%, bukan )7 (. Struktur pelengkung biasanya mempunyai perbandingan tinggi 7 bentangsekitar )7 -.

2.2.5 .2 e!ain Struktur Kabel


%le,en penu,pu. Selain kabel atap aktual, elemen struktural lain 5tiang, penguat dan sebagainya6 diperlukan untuk membentuk struktur gedung. *lemen - elemen tersebut pada umumnya memikul kabel dan merupakan sarana untuk meneruskan gaya =ertikal dan hori1ontal ke tanah.

2-

:enggunaan batang hori1ontal tidak banyak dilakukan karena panjangnya panjangnya tak tertumpu 5unbraced6 batang tersebut yang lebih memungkinkan terjadinya tekuk. Sebagai akibatnya, ukuran batang tekan menjadi sangat besar sehingga penggunaannya menjadi tidak efisien. 'a,bar 2.).5 .2.* mengilustrasikan beberapa jenis elemen penumpu yang ditemukan pada gedung yang menggunakan kabel. 'a,bar 2.).5 .2.* 5a6 memperlihatkan kabel yang ditumpu oleh pier pada ujung-ujungnya. Seluruh gaya hori1ontal kabel harus ditahan oleh pier =ertikal yang berfungsi seperti balok kantile/er. /ondasi pier juga harus didesain untuk menahan momen guling. :enggunaan elemen penumpu demikian pada dasarnya ekonomis untuk kabel yang dibebani tidak terlalu besar dan mempunyai bentang tak terlalu besar.

a6 ,umpuan pier =ertikal yang menumpu ujung-ujung kabel mengalami gaya aksial tekan yang berasal dari komponen =ertikal reaksi kabel dan mengalami momen lentur yang berasal dari komponen hori1ontal reaksi kabel. Sistem ini hanya baik untuk kabel yang mempunyai bentang relatif pendek.

b6 ,umpuan guyed mast komponen hori1ontal gaya ujung kabel diserap ole guy diagonal untuk selanjunya diteruskan ke tanah. !asts 5tiang6 =ertikal hanya mengalami gaya aksial tekan. Sistem ini baik untuk kabel bergantung panjang.

24

c6 &uyed masts memiringkan tiang akan menyebabkan sebagian ujung kabel dipikul oleh tiang akan menyebabkan sebagian gaya ujung kabel dipikul oleh tiang sehingga gaya yang dipikul oleh kabel guy berkurang. Sistem ini baik untuk kabel berbentang panjang. 'a,bar 2.).5 .2.* Berbagai 3enis Sistem :enumpu Kabel. Sumber 7 aniel 8. Schodek. S,;K,;". 9al ''2

&ambar '.(.f .'.) 5b6 memperlihatkan kabel yang ditumpu oleh guyed masts 5sistem penumpu berupa kabel dan tiang6. Apabila masts berarah =ertikal, maka gaya hori1ontal kabel dipikul oleh kabel guy yang meneruskan gaya itu ke tanah. Mast 5tiang6 itu sendiri memikul gaya aksial tekan.6. Karena fondasi tiang 5mast6 hanya memikul beban =ertikal, desain dan pelaksanaannya menjadi lebih mudah. Akan tetapi, desain fondasi untuk kabel guy lebih rumit karena harus memikul gaya lateral 5hori1ontal6 dan juga gaya uplift 5=ertikal6. Secara umum penggunaan sistem guyed masts merupakan cara yang efisien pada sistem penumpu kabel. Cara yang lain dari yang telah disebutkan di atas terlihat pada &ambar '.(.f .'.) 5c6 dimana masts 5tiang6 mempunyai arah miring, bukan =ertikal. :ada kasus demikian, sebagian gaya hori1ontal dipikul oleh tiang miring, dan sisanya dipikul oleh kabel guy. engan demikian, gaya aksial tekan pada tiang 5masts6 menjadi bertambah sehingga ukurannya bertambah. Sebaliknya, adanya kemiringan masts mengurangi gaya pada kabel guy, dan juga memudahkan desain fondasi untuk guy. :ada pembahasan di atas, penentuan sag pada kabel merupakan =ariabel penting karena panjang pier maupun masts berhubungan langsung dengan nilai itu. Sag semakin tinggi berarti elemen penumpu semakin penting. Sag yang mempunyai perbandingan tinggi 7 bentang lebih kecil daripada sepertiga biasanya memberikan hasil yang optimum. :erbandingan sag 7 bentang sekitar )7 + sampai ) 7 )% sering digunakan. esain terhadap *fek Angin. Seperti telah disebutkan di atas, kestabilan kabel yang mengalami gaya angin sangat penting karena adanya fenornena flutter 5getaran6. !eskipun pembahasan fenomena getaran pada buku ini tidak mendalam, di sini ditinjau sepintas desain yang memperhitungkan efek tersebut. :ada struktur, getaran yang diakibatkan oleh angin 5atau gempa bumi6 berupa gerakan osilasi yang berulang pada inter=al #aktu tertentu. Inter=al #aktu ini disebut periode getaran. @ang disebut frekuensi getaran merupakan kebalikan dari periode. Semua struktur gantungan 5dan juga struktur-struktur lain6 mempunyai frekuensi alami getaran apabila mengalami gaya eksternal. Apabila gaya dinamis eksternal bekerja pada struktur pada selang frekuensi tertentu, keadaan bergetar dapat terjadi. :ada keadaan tersebut frekuensi gaya pemaksa dan frekuensi alarni struktur sama, kondisi yang disebut resonansi. :ada keadaan resonansi, struktur mengalami getaran sangat besar dan dapat menyebabkan kerusakan pada struktur liat Bab (.'.26. /rekuensi alami kabel gantung diberikan oleh f n ( 0 K K ' ) $ K ( w K g ) di mana ' adalah panjang kabel, 0 adalah bilangan bulat, w adalah beban per satuan panjang, $ adalah gaya tarik kabel, dan g adalah percepatan gra=itasi bumi. ,iga ragam =ibrasi pertama diperlihatkan pada &ambar --+.

2$

Kabel itu dapat mengalami getaran seperti pada gambar tersebut atau ragam lainnya, bergantung pada frekuensi gaya. Ada beberapa cara dasar untuk mengatasi masalah getaran akibat gaya angin. Salah satunya adalah memperbesar beban mati pada atap sehingga memperbesar gaya tarik kabel dan mengubah frekuensi alaminya. Cara lain adalah dengan memberikan kabel guy sebagai angker pada titik-titik tertentu untuk mengikat struktur ke dalam tanah. Ada pula yang menggunakan kabel menyilang atau sistem kabel rangkap.

a6

Kabel ? kabel cekung rangkap. Kabel pratarik dihubungkan oleh elemen struktur sekunder.

2+

b6 Kabel cembung rangkap. Kabel pratarik dipisahkan oleh elemen tekan. 'a,bar 2.).5 .2.2 :enggunaan sistem kabel rangkap untuk mencegah getaran pada atap akibat efek angin. :erhatikan gaya kabel pada kaebl atas sedikit berbeda dengan kabel ba#ah. engan demikian setiap kabel mempunyai frekuensi alami yang berbeda, sehingga merupakan mekanisme peredam diri. Kabel yang satu tidak dapat mengalami geteran bebas karena adanya kabel lain. Sumber 7 aniel 8. Schodek. S,;K,;". 9al ''4

:ada kedua struktur, beban eksterna ldan gaya pratarik menyebabkan timbulnya gaya hori1ontal besar pada elemen penumpu. &aya ini dapat dipikul oleh sistem kabel seperti terlihat pada &ambar '.(.f .'.' 5a6. Cincin tekan kontinu yang pada umumnya terbuat dari baja sering digunakan untuk memikul gaya tersebut seperti terlihat pada &ambar '.(.f .'.' 5b6. Karena cincin itu memikul gaya hori1ontal, kolomnya hanya memikul beban =ertikal. :erilaku dinamis pada jenis atap yang telah disebutkan di atas cukup menarik untuk dipelajari. Seperti telah disebutkan, frekuensi alami getaran kabel bergantung pada gaya tarik yang ada pada kabel. Karena kedua kabel mempunyai gaya tarik berbeda, jelas bah#a masing-masing mempunyai frekuensi alami getaran yang berbeda. /rekuensi alami getaran kabel ba#ah akan selalu berbeda dengan frekuensi alami kabel atas. :ada saat gaya eksternal akan memaksa terjadinya getaran dengan ragam dasar pada satu kabel, kabel lainnya cenderung meredamnya karena adanya perbedaan frekuensi alami tersebut sehingga osilasi dapat diredam. Sekalipun demikian, masih ada kemungkinan kedua kabel bergetar sebagai satu kesatuan dengan frekuensi sendiri, yang tidak sama dengan frekuensi setiap kabel. /rekuensi alami sistem kabel itu berkaitan dengan kombinasi setiap frekuensi kabe), dan nilainya lebih besar dari nilai setiap frekuensi. Apabila frekuensi kombinasi ini dapat dijadikan sedemikian besar dengan desain yang benar, maka ikan timbul efek peredam yang dapat meredam getaran akibat angin tanpa terjadi bahaya sedikit pun pada sistem struktur.

2.2.5 .) e!ain Struktur Pelengkung


esain terhadap 0ariasi Beban. Seperti telah disebutkan, salah satu dari aspek penting pada pelengkung modern adalah bah#a struktur dapat didesain untuk menahan sejumlah tertentu =ariasi beban tanpa teijadi perubahan bentuk yang mencolok maupun kerusakan. 9anya pelengkung yang didesain dengan material kaku, seperti baja atau beton bertulang, yang mempunyai kemampuan demikian. Semakin besar momen lentur, semakin besar pula ukuran elemen struktur yang diperlukan. momen lenturnya sangat besar, maka desain tersebut tidak layak lagi. engan demikian, tinjauan desain yang perlu dilakukan adalah menentukan kembali bentuk pelengkung yang dapat memberikan

2.

momen lentur minimum untuk segala kondisi pembebanan yang mungkin. Bagaimana pun, momen lentur selalu ada karena satu bentuk hanya merupakan funicular untuk satu kondisi beban. Singkat kata, tidak tepat untuk menyebut pelengkung kaku sebagai funicular karena struktur demikian hanya furnicular untuk satu kondisi pembebanan.

a6

:elengkung ( sendi setengah lingkaran dengan beban terpusat.

b6 Analisis struktur

c6 &aya reaksi pada titik-titik ujung menyebabkan terjadinya lentur. 8entur maksimum terjadi pada titik ! yaitu sebesar

-%

d6 Apabila pelengkung dibuat sesuai dengan garis kerja gaya-gaya pada ujung, maka tidak akan ada mpmen lentur. @ang membuat struktur funikular untuk beban yang ada.

e6

!omen yang timbul pada struktur sebanding dengan de=iasi struktur dari bentuk funikular.

&ambar '.(.f .(.) !omen lentur yang timbul pada struktur pelengkung yang tidak secara funikular dibentuk untuk beban yang diberikan. Sumber7 aniel 8. Schodek. S,;K,;". 9al '(%

:erhatikan pelengkung tiga sendi yang terl.ihat pada &ambar '.(.f .(.) 5a6 5yang pada dasarnya dibentuk berdasarkan beban berarah radial ke dalam6. 9asil analisis ini terlihat pada &ambar '.(.f .(.) 5b6. engan memperhatikan diagram benda bebas salah satu dari kedua segmen struktur kita dapat melihat bah#a gaya reaksi dan gaya pada titik hubung sendi dapat dipandang sebagai gaya eksternal terhadap elemen struktur. alam kasus ini gaya-gaya tersebut kolinear. Seperti terlihat pada &ambar '.(.f .(.) 5c6, gaya-gaya tersebut rnenyebabkan timbulnya momen lentur di sepanjang elemen struktur. !omen lentur terbesar akan terjadi pada titik yang disebut M. Apabila struktur tidak didesain untuk memikul momen, pada titik ini dapat terjadi retak yang kemudian dapat menyebabkan terjadinya keruntuhan. Semakin besar lengan momen gaya eksternal terhadap suatu titik pada struktur, maka semakin besar momen lentur yang timbul, begitu pula sebaliknya. Bergantung pada beban yang bekerja, struktur itu dapat didesain untuk memikul momen lentur yang timbul. !eskipun demikian, dari tinjauan desain. Apabila kita menggunakan elemen struktur yang lurus, yang berimpit dengan garis kerja gaya-gaya kolinear, maka elemen struktur itu tidak akan mengalami momen lentur. 9anya ada gaya aksial padanya karena lengan momen akibat gaya eksternal adalah nol. Karena itulah untuk beban tersebut, bentuk strukturnya seperti terlihat pada &ambar '.(.f . (.) 5d6, tidak seperti pada &ambar '.(.f .(.) 5a6. ;kuran penampangnya dapat jauh lebih kecil. :erlu diperhatikan bah#a bentuk yang diperoleh di atas, yang memikul beban tanpa terjadi momen lentur, adalah bentuk funicular untuk beban tersebut sebagai mana diperoleh dari kabel berorientasi la#annya dan dibebani sama. :erlu diingat juga bah#a besar momen lentur yang timbul pada suatu titik struktur semula berbanding langsung dengan de=iasi titik tersebut ke bentuk funicular N lihat &ambar '.(.f .(.) 5e6O.

-)

a6 Anggapan bah#a lokasi tiga sendi diketahui. esain struktur untuk memikul beban mati P hidup penuh serta beban mati penuh P beban hidup sebagian.

b6 Bentuk funikular untuk kondisi beban penuh.

c6

Beban funikular untuk beban mati penuh P sebagian beban hidup 5segmen kiri diberi beban hidup.

d6 Bentuk funikular untuk beban mati penuh P beban hidup sebagian 5 segmen kanan diberi beban hidup6

-'

e6

Bentuk funikular gabungan

f6

Analisis secara kasar dapat diterapkan untuk memperolah kemiringan kritis struktur.

g6 Apabila struktur didesain untuk mengandung garis-garis funikular untuk berbagai kondisi beban yang mungkin, maka lentur dapat diminimumkan. Apabila garis-garis tersebut terkandung dalam sepertiga tengah penampang melintang, maka hanya tegangan aksial yang timbul pada struktur. &ambar '.(.f .(.' perancangan dengan meminimumkan efek =ariasi beban. 3embatan salginatobel yang didesain oleh robert mailart dan dibangun antara tahun ).'. dan ).(% menunjukan cara pembuatan bentuk seperti pada & tetapi menggunakan konsep struktur yang lebih rumit. Beberapa jembatan baja, seperti yang ada di roAbary, massachussts, yang dianggap rancangan oleh perencana anonim, juga mempunyai bentuk umum yang sama. Sumber 7 aniel 8. Schodek. S,;K,;". 9al '()

!eskipun satu bentuk struktur hanya funicular untuk satu jenis pembebanan, entur dapat diminimumkan dalam desain. :erhatikan struktur yang terlihat pada &ambar '.(.f .(.' di mana diinginkan desain struktur pelengkung yang mempunyai tiga sendi untuk memikul kondisi pembebanan sebagai berikut7 5)6 beban mati saja, 5'6 beban mati penuh ditambah beban hidup penuh, dan 5(6 beban mati penuh ditambah beban hidup pada salah satu segmen struktur. &ambar '.(.f .(.' 5b65d6 memperlihatkan bentuk-bentuk funicular untuk kondisi-kondisi pembebanan tersebut. Sendi tengah menentukan tinggi struktur di tengah karena garis funicular harus melului sendi itu 5sendi adalah titik di mana momen lentur dan rotasional akibat gaya-gaya terhadap titik tersebut adalah nol kondisi ini dipenuhi oleh semua titik pada kur=a funicular6. engan menggabungkan bentuk-bentuk

-(

funicular tersebut, kita peroleh &ambar '.(.f .(.' 5e6. Apabiia efek-efek beban hidup off-balanced cukup kecil, maka kur=a-kur=a itu akan sangat berdekatan. Apabila kur=a ini sangat berdekatan, maka struktur tersebut dapat didesain mempunyai penampang sedemikian hingga semua kumpulan kur=a dikandung oleh ukuran itu. Apabila hal ini dilakukan, maka momen lentur pada struktur akan menjadi kecil untuk semua kondisi pembebanan yang mungkin. &ambar '.(.f .(.' 5f6 mengilustrasikan analisis yang lebih kuantitatif untuk struktur tersebut. Bentuk struktur yang dimaksud terli pada &ambar '.(.f . (.' 5g6.

:elengkung tiga sendi relatif tidak dipengaruhi oleh turunnya tumpuan karena kedua segmen pelengkung hanya saling berputar.

:elengkung dua sendi relatif tidak dipengaruhi oleh turunnya tumpuan karena adanya sendi memungkinkan struktur mengalami perputaran sebagai satu kesatuan. :ondasi reaksi hori1ontal yang menimbulkan momen maksimum besar di puncak.

:elengkung jepit paling besar dipengaruhi oleh turunya tumpuan. ,idak adanya sendi mengakibatkan struktur mengalami momen lentur yang relatif besar.

Apabila setiap struktur pada gambar dibentuk secara funikular, maka gaya internal utama yang timbul pada semua struktur akan sam. ,urunnya tumpuan 5support settlements6. :elengkung tiga sendi adalah jenis yang paling kecil dipengaruhi oleh turunnya tumpuan sementara pelengkung jepit adalah yang paling dipengaruhi. 'a,bar 2.).5 .).) efek ? efek berbagai kondisi tumpuan ujung pelengkung. Karena ada keuntungan dan kerugian relatif, maka pemilikan jenis kondisi ujung harus memperhiungkan konteks desain masing-masing. :elengkung dua sendi sering digunakan karena jenis struktur ini menggabungkan keuntungan pelengkung tiga sendi dan pelengkung jepit, tanpa menggabungkan kerugiannya. Sumber 7 aniel 8. Schodek. S,;K,;". 9al '((

Kontrol Kondisi ,umpuan :ada desain struktur pelengkung kaku, penentuan bagaimana kondisi pada ujung adalah hal yang cukup penting. Ada tiga jenis utama pelengkung berdasarkan kondisi ujungnya, yaitu pelengkung tiga sendi, pelengkung dua sendi, dan pclengkung jepit 5lihat &ambar '.(.f .(.(6. :embahasan kita lebih banyak terpusat pada pelengkung tiga sendi karena jenis pelengkung inilah yang tertentu. "eaksi, gaya-gaya pada titik hubung, rnomen, serta gaya internal pula pelengkung tiga sendi dapat diperoleh dengan menerapkan secara langsung persamaan keseimbangan. Sedangkan analisis pelengkung dua sendi serta pelengkung jepit tidak dapat hanya didasarkan atas keseimbangan statis. Analisnya diluar lingkupan buku ini.

-2

c6

*kspansi dan kontraksi karena perubahan temperatur. :elengkun tiga sendi paling sedikit dipengaruhi sementara pelengkung jepit paling dipengaruhi

--

d6 Kekakuan pelengkung jepit lebih diinginkan untuk kontrol defleksi, kemudian pelengkung dua sendi adalah yang paling tidak baik untuk masalah defleksi. ;ntuk beban dan struktur pelengkung yang sama dalam segala hal kecuali kondisi ujungnya. &ambar '.(.f .(.( Sambungan. Sumber 7 aniel 8. Schodek. S,;K,;". 9al '(2

Apabila didesain sebagai bentuk yang funicular untuk suatu jenis beban, perilaku ketiga jenis struktur pelengkung kaku sama saja terhadap beban tersebut. :erbedaan yang ada hanyalah pada kondisi ujung 5tumpuan6 yang dipakai. &aya tekan internal yang timbul sama saja. Sekalipun demikian, apabila faktor-faktor lain ditinjau, akan muncul perbedaan nyata. /aktor-faktor yang penting meliputi efek settlement 5penurunan6 tumpuan, efek perpanjangan atau perpendekan elemen struktur akibat perubahan temperatur, dan besar relatif defleksi akibat beban. &ambar '.(.f .(.' mengilustrasikan bagaimana jenis-jenis pelengkung itu berperilaku terhadap faktor - faktor tersebut.. :enentuan kondisi tumpuan yang akan digunakan harus dilakukan berdasarkan kondisi desain yang ada dan dengan memperhitungkan mana kondisi yang dominan. @ang sering digunakan adalah pelengkung dua sendi karena jenis struktur rnenggabungkan keuntungan yang ada pada kedua jenis pelengkung lainnya tanpa menggabungkan kerugian kedua-duanya.

a6

Kestabilan lateral dapat menjadi masalah

b6 ,ekuk lateral akibat gaya internal yang besar dapat merupakan masalah

-4

c6

!asalah tekuk lateral dapat dipecahkan dengan menggunakan pengaku lateral. :engaku ini dapat berbentuk silang atau bentuk lain, dan berfungsi menjamin kestabilan lateral. &ambar '.(.f .(.2 ,injauan esain :elengkung. Sumber 7 aniel 8. Schodek. S,;K,;". 9al '(-

:erilaku 8ateral pada :elengkung. Ada dua mekanisme yang umum dipakai untuk mencegah hal ini. Salah satunya adalah dengan menggunakan tumpuan jepit. Akan tetapi, seperti telah disebutkan, ada kerugian tertentu pada penggunaan tumpuan jepit, yang lebih berhubungan dengan perilaku pelengkung di dalarn bidang daripada di luar bidang. ;ntuk struktur yang sangat besar, penggunaan tumpuan jepit untuk mencegah ketidakstabilan lateral juga memerlukan pondasi masif agar guling tidak terjadi. Cara lain memperoleh kestabilan lateral ialah dengan menggunakan elemen struktur lain yang dipasang secara trans=ersal terhadap pelengkung tersebut. Sepasang pelengkung di tepi-tepi struktur lengkap dapat distabilkan dengan menggunakan elemen-elemen diagonal. :elengkung interior dapat distabilkan dengan cara menghubungkannya dengan pelengkung lainnya dengan menggunakan elemen struktur trans=ersal. !asalah kedua yang penting pada perilaku lateral pelengkung ialah masalah tekuk lateral. Karena gaya internal yang timbul pada pelengkung biasanya tidak terlalu besar, desain pelengkung dengan menggunakan material bermutu tinggi 5misalnya baja6 akan menghasilkan elemen yang relatif langsing. Karena langsingnya, ada kemungkinan terjadi tekuk ke luar bidang dengan ragam seperti terlihat pada &ambar '.(.f .(.2 5b6. Seperti pada rangka batang, salah satu pemecahan masalah tekuk lateral ialah untuk mernperbesar kekakuan pelengkung pada arah lateral dengan memperbesar dimensi lateral. :emecahan lainnya ialah dengan menggunakan pengaku yang diletakkan pada jarak-jarak tertentu 5&ambar '.(.f .(.-6. engan menggunakan elemen-elemen pengaku lateral, struktur pelengkung yang digunakan dapat yang langsing. :erlu diperhatikan bah#a sistem yang digunakan untuk pelengkung terhadap guling secara lateral juga memberikan pengaku lateral padanya dan dapat mencegah terjadinya tekuk lateral.

-$

a6

:elengkung kaku digunakan pada jembatan. ek jembatan digantung pada pelengkung.elemen struktur trans=ersal menstabilkan pelengkung terhadap gaya lateral.

b6 Kekakuan pelengkung membuatnya mampu memikul beban terpusat pada dek jembatan. :ada gambar ini, kekakuan diperoleh dengan triangulasi elemen-elemen diskret.

c6 :elengkung jepit digunakan pada gedung. ek atap biasanya diletakkan langsung pada elemen struktur trans=ersal yang pada gilirannya ditumpu oleh pelengkung. Kekakuan lateral diberikan oleh elemen bracing.

-+

d6 Kekakuan pelengkung membuatnya mampu memikul beban atap tak merata. Kedua elemen kaku dapat digunakan pada gedung besar atau susunan segitiga pada 5b6.

&ambar '.(.f .(.- :enggunaan pelengkung kaku pada jembatan dan gedung.
Sumber 7 aniel 8. Schodek. S,;K,;". 9al '(4

2.2.g M"T%RI"#
Kabel yang digunakan biasanya berdasarkan keperluan atau beban yang dipikulnya. !acam tipe kabel menurut standar I< )+ +%% seluruh kabel yang digunakan untuk struktur bangunan dikategorikan sebagai high tensile members. Secara struktur kabel-kabel tersebut mempunyai kekuatan rencana yang lebih tinggi dari pada batang tarik baja, sehingga luas penampang yang sama dapat memikul beban yang lebih besar berdasarkan standar dan kegunaannya. ;ntuk keprluan konstruksi bangunan, dikenal dengan tiga type penampang kabel, yaitu spiral stands, full locked cables dan structur #ire ropes untuk konstruksi khusus.

).

Spiral strands

-.

'.

/ull locked coil pic

(.

Structural #ire ropes

&ambar '.(.g.) jenis-jenis kabel konstruksi. Sumber7 9arianto 9ardjasaputra.S,";K;" ,"A<S:A"A<. 9al (+

Spiral strands terutama digunakan untuk membangun dimana bebannya relatif kecil seperti untuk pendukung antena telekomunikasi, cerobong asap, ikatan angin 5bracing6 pada jaringan kabel, struktur kayu dan baja. Spriral strands diproduksi dengan diameter antar - mm sampai dengan 2% mm. Spriral strands hanya terdiri dari dari susunan ka#at-ka#at yang berpenampang lingkaran, akibatnya terdapat celah-celah antara spiral strand, sehingga tipe ini dikelompokkan pada material yang kuran tahan terhadap bahaya korosi. Sifat-sifat khusus dari full locked coil cables, adalah 7 ). !empunyai * modulus yang tinggi dan permukaan kabel mempunyai daya tahan tinggi '. :ermukaan kabel tertutup, sehingga tahan terhadap korosi (. :enampang kabel bagian dalam atau bagian intinya terdiri dari ka#at-ka#at dengan penampang lingkaran, sedangkan bagian berpenampang dengan bentuk R. Structural #ire ropes, terutama dipasang sebagai kabel tepi pada struktur membran 5 teAtile structure 6. !emilki sifat yang fleksibel berdasarkan standart yang telah di ataur dalam produksinya. :erlu diperhatikan pada penggunaan kabel adalah tegangan batas yang dimilki dari setiap tipe kabel yang berlainan. !odulus elastisitas kabel tipe spiral stands terdiri dari tipe dengan )(%.%%% <Kmm' dan )4%.%%% <Kmm'. Sedangkan modulus elastisitas full locked cable )4%.%% <Kmm'.

4%

Tabel 2.).g.* Standart tegangan pada kabel

,ipe kabel Spiral strand /ull locked

!odulus elastisitas 5<Kmm'6 )(%.%%% S)% )4%.%%% S)% )4%.%%% S)%

,egangan tarik batas 5<Kmm'6 $(% .'( +$)

Standar umur dan keamanan dari struktur kabel baja sangat ditentukan oleh teknik perlindungn terhadap korosi. Sistem anti karat harus menjamin keamanan dan umur dari konstruksi. Sistem anti karat kabel dapat dibagi dalam beberapa langkah 7 ). Anti karat secara konstruktip, yaitu mengusahakan agar air hujan jangan sampai terperangkap pada sambungan-sambungan kabel. '. Anti karat pada setiap ka#at. (. Anti karat bagian dalam kabel. 2. Anti karat pada permukaan kabel. 8apisan anti karat yang umum digunakan adalah lapisan RI<K.

2.)

STRUKTUR PN%UM"TIK

2.).a Pengertian !embran adalah struktur permukaan fleksibel tipis yang memikul beban dengan mengalami terutama tegangan tarik. !embran adalah suatu lembaran bahan tipis sekali dan hanya dapat menahan gaya tarik murni. Soap film adalah membran yang paling tipis, setipis kira ? kira %,'- milimeter yang dapat membentang lebar. &elembung sabun adalah contoh klasik yang dapat dipakai untuk mengilustrasikan apakah struktur membran itu dan bagaimanakah prilakunya. Struktur membran cenderung dapat menyesuaikan diri dengan cara struktur tersebut dibebani. Selain itu, struktur ini sangat peka terhdap efek aero dinamika dari angin, efek ini dapat menyebabkan terjadinya flittering 5getaran6. engan demikian, membran 4)

yang digunakan pada gedung harus di stabilkan dengan cara tertentu hingga bentuknya dapat tetap dipertahankan pada saat memikul berbagai kondisi pembebanan. :enstabilan dengan menggunakan prategang pada permukaan membran internal apabila membrannya berbentuk =olume tertutup. 2.).b Sejarah Struktur Me,bran Insinyur "usia 0ladmir Sukho= adalah salah seorang yang pertama yang mengembangkan perhitungan praktis mengenai tegangan dan lendutan pada struktur lentur, shell dan membran. Shukkho= mendesain dan merancang + struktur lentur dan aula pameran berstruktur cangkang tipis pada <i1hny <o=ogorod untuk gereja Colonia &uell. menentukan kolom dan geometri. 2.).c K+n!ep ipelopori oleh arsitek sekaligus insinyur 3erman, /rei Ttto, yang pertama kali menggunakan ide konstruksi tensil itu pada aula jerman saat *Apo 4$ di !ontreal. Ttto kemudian menggunakan ide itu untuk asap stadium Tlympiade !unich tahun ).$'. Antonio &audi menggunakan konsep kebalikannya popularitas struktur atap fabrikasi. 2.).d $eni!-$eni! !enstabilkan membran dengan menggunakan tekanan internal dapat dilakukan apabila membran mempunyai =olume tertutup. Ada beberapa jenis struktur membran berdasarkan yang mendapat kestabilannya dari tekanan internal, antara lain7 ia menciptakan sebuah model lentur menggantung untuk menghitung kekuatan tekan dan untuk dapat dilakukan baik dengan memberikan gaya eksternal yang menarik membran maupun dengan nenggunakan tekanan

4'

&ambar '.(.d. ) Struktur membran Sumber7 aniel Schodeck. )..+. 9al 2('

Struktur ,enda ;ntuk struktur-struktur yang mendapat kestabilannya dari gaya-gaya prategang eksternal, penerapan primsip desain yang mengharuskan tarik permikaan harus dipertahankan luas terdebut apabila beban normal bekerja padanya. Besar gaya prategang yang diberikan untuk menstabilkan tigak boleh menyebabkan tegangan membran melebihi kapasitas material yang digunakan. ;ntuk struktur berbentang besar, biasanya membran terdiri atas jaring kabel baja berjarak dekat yang mampu memikul gaya prategang relatif besar. Struktur :neumatis Struktur pneumatis biasanya digunakan untuk konstruksi pneumatis khusus yang digunakan pada gedung. Banyak di antara struktur ini yang menggunakan udara sebagai medium tekanan. Ada dua kelompok utama pada struktur pneumatis7 struktur yang ditumpu udara 5airsuported structure6 dan struktur yang digelembungkan udara 5air-infalated structure6. Struktur yang ditumpu udara terdiri atas satu membran 5menutup ruang yang beguna secara fungsional6 yang ditumpu oleh perbedaan tekanan internal kecil. Struktur yang digelembunhkan udara di tumpu oleh kandungan udara bertekanan yang menggelembungkan elemen-elemen gedung. 0olume internal udara gedung tetap sebesar tekanan udara Struktur yang digelembunhkan udara mepunyai mekanisme pikul beban yang lain. ;dara yang ditekan digunakan untuk menggelembungkan bentuk-bentuk 5misalmya pelengkung, dinding, atau kolom6 yang digunakan untuk penutup gedung. Ada dua jenis utama dari struktur yang digelembungkan udara yang banyak digunakan, yaitu struktur rib tergelembung dan struktur dinding rangkap.

4(

&ambar '.(.d.' Struktur yang digelembungkan oleh udara Sumber7 aniel Schodeck.)..+. 9al 2(-

;ntuk mendapat kestabilan, struktur yang digelembungkan udara biasanya memerlukan tekanan tekanan yang lebih besar dari pada yang dbutukkan oleh struktur yang di tumpu udara. 9al ini karena karena tekanan internal tidak dapat langsung digunakan untuk mengimbangi beban eksternal, tetapi harus digunakan untuk memberi bentuk pada struktur.

42

&ambar '.(.d.( Struktur yang digelembungkan udara dan struktur yang ditumpu oleh udara Sumber7 aniel Schodeck. ).+%. 9al 2(-

:ada gambar di atas menunjukkan bah#a struktur plat yang digelembungkan udara jauh lebih mudah runtuh karena tekuk atau karena lipat pada permukaan atas apabila tekanannya kecil dibandingkan dengan struktur yang ditumpu udara. :ada umumnya, sistem struktur yang ditumpu udara dapat mempunyai bentang lebih besar daripada struktur yang digelembungkan. 2.).e Si!te, Pe,bebanan dan 'a6a Sistem membran pada bangunan bentang lebar biasanya masih harus dibantu oleh struktur lainnya seperti kabel atau space frame, karena sistem membran bila terkena gaya dari angin maka harus ada daya tarik menuju tumpuan 5pondasinya6. Sistem membran yang dipakai kebanyakan untuk bangunan skala besar harus mempertimbangkan bahan tenda dan arah angin. ,iang ? tiang penyangga fleksibel terhadap gaya tekan oleh angin, hal ini menyebabkan tenda dapat terus berdiri. Suatu struktur membran dapat bertahan dalam dua dimensi, tidak dapat menerima tekan dan geser karena tipisnya terhadap bentangan yang besar. Beban ? beban yang dipikul mengakibatkan lendutan, karena membran adalah bidang dua dimensi dan karena merupakan jala ? jala yang saling membantu, maka bertambahlah kapasitasnya. :ada gambar di ba#ah terlihat sepotong membran yang memikul beban sebagai gaya normal.

4-

&ambar '.(.e.) &aya tegak dan geser pada membran Sumber7 Sutrisno. ).+(. 9al ).+

*lement melendut dan mengadakan lengkungan pada bidang itu dalam dua arah, yang satu tegak lurus terhadap lainnya seperti dua kabel yang masing ? masing menahan beban. Bentuk lengkungan adalah karakteristik geometris dan dalam penahan beban dalam dua dimensi, timbul mekanisme pendukung dengan timbulnya geser tangensial yang bekerja di dalam permukaan bidang. apat dibuktikan bah#a sepotong bahan kertas yang tipis dapat menahan gaya geser dengan cara dibebani oleh gaya disisi tepi yang tidak terapit.

&ambar '.(.e.' &aya tegak dan geser pada membran Sumber7 Sutrisno. ).+(. 9al ).+

:ada gambar di atas menunjukkan bah#a pada bidang itu timbul gaya ?gaya geser tangensial. Beban tegak lurus pada bidang kertas tadi tidak dapat dipikul, seperti halnya kabel bila dibebani tegak pada arah memanjang. aya pikul dari membran mengenai geser tangensial ada hubungannya dengan karakteristik. 5&ambar lembar a.) 2,-6adalah sepotong membran bujur sangkar yang miring ke arah satu sudut. Sisi a ? dB miring terhadap sisi a ? d, dan sisi c ? dB miring terhadap sisi c ? dC selisih d ? dB ini disebut kemiringan geometri dari permukaan membran. Kemiringan disertai lengkungan mempunyai tingkah laku geometri daripada permukaan membran. alam membran yang miring, kemiringan antara dua gaya geser perbuatan luar biasa dengan mengadakan gaya keatas. alam hal ini keadaan seimbang diperoleh sebagian dari beban ? beban yang memberi membran kapasitas geser pada permukaan bidang. Selama gaya geser eUui=alen dengan tarik dan tekan, kapasitas pendukung beban dapat ditimbulkan oleh membran apabila besarnya gaya tekan yang ekui=alen dengan geser lebih kecil dari pada aksi tarikan kabel. Bila tidak demikian halnya, membran berubah bentuk dan hanya dapat menerima gaya tarik saja. !embran yang tidak melekuk dapat dipandang sebagai pemikul gaya normal tanpa berubah bentuk oleh sebab tiga mekanisme, yaitu7 aksi kabel oleh karena lengkungan ke satu arah, aksi kabel dalam arah tegak lurus pada yang kesatu tadi, dan aksi geser terhadap pemutaran. Ketiga mekanisme itu tidak dapat terjadi, bilamana lengkungan dan pemutaran tidak ada.

44

8engkungan dan tekanan membran prinsipial ;raian di muka memperlihatkan bah#a ada dua karakter dasar dari kemampuan membran. ,egangan membran terdiri atas tarik dan geser, yang selalu ada dalam permukaan bidang membran dan tidak tegak lurus diatas bidang itu. Aksi membran pada dasarnya tergantung dari karakteristik bentuk geometrinya, yaitu dari lengkungan dari miringnya bidang membran.;ntuk mendapat gambaran dari lengkungan ? lengkungan dari permukaan bidang dapat dikerjakan dengan menggunting kertas dan meletakkannya diatas bentuk lengkungan.

&ambar '.(.e.( 8engkungan searah dari silinder Sumber7 ". Sutrisno. ).+(. 9al ).+

:ada gambar di atas menunjukkan bah#a tampak bah#a pada sumbu memanjang tidak ada pemotongan lengkungan dari garis lurus. ,egak lurus pada pemotongan lengkungan itu adalah minimum dan pemotongan ? pemotongan lainnya lebih panjang.

&ambar '.(.e.2 8engkungan searah dari silinder Sumber7 ". Sutrisno. ).+(. 9al ).+

:ada gambar di atas berikut, menujukkan bentuknya setengah silinder membelok. &ambar 5)6 memperlihatkan bah#a pemotongannya mendatar, tidak ada pemutaran dan garis lainnya tegak lurus padanya. &ambar 5'6 memperlihatkan adanya pemutaran garis ? garis sehingga menjadi jajaran

4$

genjang. Kita dapat mengadakan pemotongan ? pemotongan dengan jarak pendek pada suatu bentuk permukaan bidang untuk mendapatkan garis ? garis dan prinsip lengkungan.

&ambar '.(.e.- 8engkungan searah dari silinder Sumber7 ". Sutrisno. ).+(. 9al ).+

:ada gambar di atas menunjukkan bah#a tampak garis ? garis dari prinsip lengkungan secara garis besar. ,egangan tarik pada suatu titik dari membran tidak sama besar, tetapi tergantung kepada arah masing ? masing lengkungan. Bilamana orientasi dari tegangan memutar terhadap suatu titik, tegangan dapat mencapai maksimum pada suatu kedudukan dand apat minimum pada kedudukan lain yang tegak lurus. Ini disebut arah ?arah prinsip tegangan. *lemen ? elemen yang berorientasi pada arah ? arah itu tidak menimbulkan )geser. &eser maksimal ada pada arah 2-o dari arah arah tegangan maksimum dan minimum tadi. Arah prinsip tegangan dapat dianggap sebagai dua kabel yang tegak lurus yang satu dengan lainnya, sedangkan gaya geser ada diantaranya dengan arah lain. &aris ? garis prinsip untuk tegangan disebut garis ? garis trayektori tegangan pada bentuk permukaan geometri suatu membran dan tergantung dari sifat bentuk permukaan dan cara pembebanan beserta kondisi dari peletakkan atau landasam. Analisa kekakuan konstruksi kabel memperlihatkan bah#a tegangan ? tegangan yang terjadi didalamnya berhubungan erat dengan pembandingan antara bentangan dan lendutan. Sebaliknya apabila tegangan yang diperkenankan ditentukan, maka semakin besar lendutan, bertambahlah beban yang dapat dipikul. alam membran yang dapat dianggap sebagai sitem kabel, lebih besar lengkungan makin besar daya pikulnya terhadap beban dari pada lengkungan yang kecil. !embran yang bentuk setengah bola dengan semua lengkungan yang sama dan pembebanan yang terbagi rata, dalam kedua arah berdaya sama. Bila bentuk silinder yang dibebani dengan tekanan terbagi rata dari sebelah dalam, maka garis lurus sejajar dengan sumbu memanjang tidak memikul beban karena tidak ada lengkungan. Semua beban dipikul oleh seluruh panjang busur lingkaran yang tegak lurus pada sumbu memanjang. Ini disebut tumpukan tegangan, yang besarnya sama dengan dua kali pada bentuk setengah lingkaran. Apabila pada membran distribusi beban berubah, maka tegangan

4+

? tegangan berubah pula. ,etapi bilamana beban baru itu mencoba mengadakan lekuk, membran tidak punya kesempatan untuk mengubah bentuk untuk memikul beban itu. :ada sistem kabel hanya dapat diterima satu set beban, sedangkan membran dapat menerima =ariasi pembebanan, diantaranya gaya tarik dalam dua dimensi ditambah dengan mekanisme geser dalam beberapa macam jalan. 3adi membran sebetulnya lebih stabil, #laupun tidak stabil terhadap beban yang mengakibatkan lekuk. dalam hal itu membran mengubah bentuk sebagai pendukung daya tarik. pada umumnya membran harus distabilkan, kebanyakan karena bentuk yang funikuler 5funikuler G batang ? batang segi banyak beban ? beban yang hampir berimpitan dengan sumbu lengkungan membran6 untuk beban mendatar yang keadaannya lain daripada beban =ertikaCara membuat stabil ialah dengan mengadakan rangka didalam membran atau dengan memberi prategang yang didapat dari tenaga luar atau tekanan dari dalam. mekanisme geser. engan cara prategang maka daya tariknya yang terutama dalam membran naik. 9al itu menambah banyak stabilitas terhadap aerodinamika dan sedikit kapasitas untuk

Ada jenis-jenis pembebanan eksternal pada struktur pneumatis, antara lain7 Struktrur 6ang ditu,pu udara Beberapa jenis beban dapat bekerja pada struktur yang ditumpu udara. Salju adalah salah satu beban yang berarah ke ba#ah.pada segmen-segmen bola yang berprofil relatif rendah, salju dapat menutupi seluruh atap.beban angin adalah masalah utama. Beban beban yang ditimbulkan oleh angin biasanya kompleks dan terdiri atas tekanan dan isapan. ,egangan membran akibat ,egangan Internal. &aya-gaya dalam bidang-bidang 5ln plane6 pada suatu membran yang ditimbulkan olek tekanan internal bergantung pada dimensi dan bentuk geometris mebran selain juga pada besar tekanan internal yang ada.

&ambar '.(.e.4 Beban angin pada struktur dan *fek angin pada struktur :neumatis bola Sumber7 aniel Schodeck. )..+. 9al 2($

&aya ? gaya pada bentuk membran sederhana biasanya mudah ditentukan. !ula ? mula tinjaulah cincin planar yang mengalami tekanan internal persatuan luas pr berarah radial keluar seperti terlihat pada gambar )) ? $. gaya tarik yang timbul pada cincin itu dapat

4.

diperoleh dengan membuat potongan melalui garis tengah cincin dan meninjau keseimbangan translasinya. *fek translasional total dari tekanan pr adalah jumlah dari komponen gaya yang bekerja dalam arah yang ditinjau. *fek normal ini sama dengan tekanan internal yang bekerja pada luas terproyeksi dari cincin. &aya internal total dari tahanan adalah ', dimana , adalah gaya yang terjadi pada ring. ,ekanan Internal yang dibutuhkan. Ada tekanan internal yang dibutuhkan untuk mencegah membran dari terlipat untuk segala kondisi pembebanan yang mungkin terjadi padanya. :ada umumnya, tekanan internal yang diperlikan itu kecil. ,ekanan internal sekitar )%% mm 5 tekanan air 6 adalah tekanan yang umumnya terjadi.Kondisi tumpuan. Bagaimana struktur yang ditumpu udara bertemu dengan tanah merupakan masalah desain kritis. &aya keatas 5upfit6 yang besar, bergantung pada bentuk struktur dan gaya hori1ontal pada tumpuannya. ;ntuk struktur besar, cara yang sering diNakai untuk menahan gaya ? gaya tersebut adalah menggunakan cincin containment di dasarnya. :ada struktur berprofil rendah, komponen hori1ontak reaksi membran mempunyai arah kedalam sehingga cincin containment akan mengalami tekanan.Cincin kontainment untuk struktur yang merupakan segmen bola adalah cincin lingkaran. :ropil salah satu masalah desain yang berkaitan dengan struktur yang di tumpu udara adalah menentukan profil struktur. ;ntuk p yang sama, membran bola berprofil rendah akan mengalami tegangan lebih besar daripada yang berprofil tinggi. Selain itu pada struktur berprofik rendah terjadi reaksi hori1ontal yang besar, jadi membutuhkan cincin tekan yang besar. 0olume gedung hesar dan ditutupi oleh struktur berprofil tinggi tentu saja memebutuhkan sisitem mekanis lebih banyak yang dibutuhkan untuk menjamin kondisi kondisi keamanan penggna gedung. &aya eksternal akibat efek angin dapat menjadikan strultur berprofil rendah menjadi menguntungkan. engan memotong segmen bola kita dapat memperoleh kondisi dimana efek angin hanya isapan.gaya angina isap mempinyai kecenderungan mengangkat atap, bukan menekan ke ba#ah. engan demikian, pemberian tekanan internal juga akan terpengaruh. Struktur 6ang digele,bungkan +leh udara 7"ir-In5lated-Structure!8 :erhatikan balok yang digelembungkan udara di mana tekanan pemggelembung adalah sebesar :r. ,egangan tarik membran longitudinal merata akibat tekanan tersebut akan terjadi pada seluruh panjangnya apabila struktur tidak dibebani. :emberian beban eksternal $%

cenderung menyebabkan terjadinya tegangan disepanjang permukaan atas dan tegangan tarik di sepanjang permukaan ba#ah seperti pada balok yang dibuat pada materiak kaku. Sebab akibatnya, tegangan tarik yang semula ada disepanjang permikaan atas akan berkurang dan dipermukaan ba#ah bertambah.

&ambar '.(.e.$ ,usukan5lubang6 yang dikembangkan 5digelembungkan6oleh udara. Sumber7 aniel Schodeck. )..+. 9al 22-

,egangan tarik dalam membran terbagi rata melalui ketebalannya, maka penggunaannya optimal. 8agipula tegangan tarik pada umumnya lebih kecil daripada tegangan lengkung, sehingga lendutan membran terhadap beban adalah kecil. !embran pada umumnya ringan dan kaku pada pembebanan yang tetap dan tidak berubah ? ubah.,eknik yang dilaksanakan oleh Bini untuk pembuatan Bini shells adalah perkembangan dari ilham <eff.

$)

:enulangan sebagai penguat istime#a yang dapat bergeser, diletakkan di atas balon yang dikempiskan, lemudian di isi dengan cairan beton.Balon diggembungkan dan mengangkat penulangan beserta betonnya yang ditempatkan oleh suatu rangka per baja dan digetarkan setelah berhenti menggembung. Bini shell dengan bentangan 2%m meter telah dibangun dengan sukses dan biayanya murah.Apabila bentangan balon untuk atap yang ditunjang udara menjadi besar, maka tegangan dalam membran akan terlampaui batasnya. 3adi untuk memperkuat perlu diadakan penulangan. engan dipasangkan kanel gradiasi tinggi, bentangan membran hanya mempunyai jarak ? jarak di antara kabel ? kabel, sehingga cukup dengan yang tipis dan ringan, menjadi ekonomis.Kubah birdair yang dapat menutup bentangan (%% meter, kabel ? kabelnya diletakkan pada anyaman segi tiga dengan jarak ( meter. alam #orld fair di osaka pada tahun ).$% perencana geiger telah membuat pa=ilyun dengan kabel ? kabel yang miring dengan jarak 4,$- meter.struktur diangkut pada cincin yang tertekan dari beton prismatis dengan sudut ? sudut yang dibulatkan. Bentangan kira ? kira )-% meter kali +- meter dengan ketinggian $,- meter. ,ekanan lebih dari udara dalam ruang adalah %,%%') kgKcm '. :enyelidikan oleh #eidinger V associates mengembangkan struktur atap dengan tulangan kabel dan di tunjang oleh udara, dapat membentangi ruangan lebih dari '%%% meter.Balon plastik sebagai atap untuk menutupi kolom ruang ? ruang atsa instalasi darurat lain dapat dipompa dengan tekanan udara kecil untuk membentuk kubah yang stabil. ,ekanan lebih dari udara hanya %,%%.- kgKcm ' sudah cukup untuk menahan struktur itu. :intu untuk masuk orang mengurangi tekanan udara bila terbuka, tetapi tidak berpengaruh karena =olume udara dalam ruang jauh lebih besar daripada lubang pintu. Cetakan beton dari balon telah digunakan untuk perkembangan rumah iglo, ilham dari <eff dan direncanakan oleh <oyes dan !. Sal=adori, Balon yang semula mengembung mendukung tulangan anyaman baja.Beton gunine setebal ',- sentimeter disemprotkan dengan pistol untuk beton. Apabila betonnya sudah mengeras, balon dikempiskan, digulung dan dikeluarkan melalui pintu. Suatu proyek pembangunan industri yang telah direncanakan oleh r. /rei Ttto pada tahun ).-+, terdiri dari tiga kubah rendah yang berkelompok .Ketiga bangunan kubah masing ? masing mempunyai garis tengah $-% meter dan ketinggian )'% meter. Struktur pneumatik ini diberi kulit atap dari anyaman ka#at baja yang dibungkus dengan plastik dan dicat dengan film tipis dari alumminium untuk penyerapan dan emisi akibat radiasi panas matahari. ,ekanan angin dari sebelah dalam kubah dengan kecepatan 2 meter tiap detik sudah cukup untuk mempertahankan bentuk dari kubah ? kubah yang pendek.,ekanan dinamis dari angin yang berkembang, dimasukkan ke dalam bangunan kubah, disalurkan melalui pipa ? pipa yang berakhir pada lubang pada lubang ? lubang datar untul mengatur perbedaan ? perbedaan tekanan udara. Atap membran dapat dibuat dari kain, plastik, baja, alumminium dan beton tulang. ari membran metal dapat dibuat atap bulat yang memikul beban dengan daya tarik cukup kaku dan sifatnya permanen. Beton bertulang dengan tulangan baja gradasi tinggi atau beton prategang dapat

$'

menahan gaya tarik yang besar. !etal ringan cenderung akan melekuk, sedangkan beton tidak, maka tebalnya beton perlu ditingkatkan. ,etapi bilamana terlalu tebal, akan mempunyai ciri khas dari pelat. 3adi tebal beton sebagai membran harus dibatasi ketebalannya seminimal mungkin.

Aksi membran dalam kubah bulat Kubah bulat terbentuk dari bidang rotasi yang keseluruh tepi ba#ah didukung landasan dan dibebani tegak lurus secara simetris. ari segi struktural, kubah itu mempunyai karakter geometri. :ada cangkang kubah aksi simetri potongan ? potongan yang melalui garis meridian dan potongan ? potongan tegak lurus kepadanya merupakan lengkungan prinsip dan juga menjadi potongan ? potongan tegangan utama. &aya pada potongan ? potongan tersebut adalah tekan dan tarik murni, terbagi rata melalui tebalnya cangkang yang tipis.:ada gambar lembar 2 no. 2 tampak gaya tekan dalam arah meridian dan konstan sepanjang paralel karena kubah berikut beban ? bebannya adalah simetris terhadap sumbu. ,iap meridian berlaku seolah ? olah kabel dari batang ? batang segi banyak gaya suatu lengkungan untuk memikul beban ? beban, sehingga tidak terjadi tegangan lengkung. Busur lengkungan mempunyai sifat funikuler atau sifat seperti batang ? batang segi banyak gaya pada lengkungan untuk satu pasang beban ? beban. ,etapi meridian ? meridian kubah mempunyai sifat untuk tiap pasangan beban ? beban yang simetris. 9al ini disebabkan oleh karena tingkah laku lengkungan tertutup tidak mendapat dukungan dari sisi samping. !eridian kubah disukung oleh lengkungan lingkaran paralel yang menahan goyangan sisi samping dengan mengadakan kumpulan tegangan. !aka tingkah laku yang menyerupai batang ? batang segi banyak gaya pada lengkungan pada dan tetap stabil. Bantuan dari paralel terhadap tingkah laku sifat funikuler dari kubah yang menerima beban, terlihat pada deformasi ? deformasi meridian. :ada kubah ? kubah yang pendek, meridian ? meridian yang dibebani akan melendut dan menciut ke arah dalam. :ada lengkungan kubah dalam dua dimensi, lendutan garis ? garis paralel menampilkan radius yang mengecil. :aralel ? paralel dan meridian ? meridian. !enimbulkan tegangan ? tegangan tekan pada paralel ? paralel dan meridian ? meridian. !aka kubah bulat dapat dibangun dengan bahan yang hanya tahan tekan tanpa daya tahan terhadap tarik. Bahan ? bahan yang dimaksud adalah batu alam dan bata buatan. :ada kubah yang tinggi, bagian atas akan melendut bilamana dibebani dan bagian ba#ah akan tergerak keluar dari lingkaran alas kubah. :aralel ? paralel bagian atas memendek, sedangkan yang di bagian ba#ah memanjang, mengakibatkan tegangan tarik dan membebani meridian ? meridian.

$(

i antara bagian atas dan bagian ba#ah ada paralel yang tetap pada tempatnya. 8etak paralel itu bergantung kepada cara pembebanan. :ada lubah bulat dengan beban mati yang terbagi rata kedudukan paralel tadi ada pada sudut 2-o. &aya ? gaya yang terpikul oleh kubah adalah tekan dan tarik murni. ,egangan ? tegangan lain yang berhubungan hanya kecil., sehingga kekakuan kubah bulat menjadi besar.:uncak suatu kubah setengah bola dengan radius tegak (% meter dapat setebal $,- sentimeter dengan dibebani salju dan beratnya sendiri hanya melendut ',- sentimeter. !embran dapat berubah bentuk bilamana memikul beban. :erubahan bentuk itu akibat dari timbulnya tegangan tekan. ,etapi cangkang kubah dapat menahan tekanC beban langsung pada paralel dan meridian tidak dapat seluruhnya dipikul.,entunya ada mekanisme ketiga yang ditimbulkan untuk keseimbangan, yaitu mekanisme yang menahan geser. ,egangan ? tegangan tidak akan terlampaui karena tekan dan tarik murni. &eser dalam permukaan bidang mengadakan keseimbangan antara beban luar dan cangkang kubah bulat, tanpa mengubah bentuk. engan mengadakan mekanisme geser maka kubah dapat dikatakan tahan terhadap semua beban. alam keadaan tertentu struktur kubah adalah stabil, termasuk juga tahan beban tekanan angin dari sisi samping. 5gambar lembar 2 no. 26

&ambar '.(.e.+ !embran dalam kubah bulat Sumber7 ". Sutrisno. ).+(. 9al '%2

Aksi membran dalam silinder

$2

Cangkang berbentuk setengah silinder atau EbarrelF dipakai untuk atap suatu ruang yang persegi panjang. Biasanya didukung oleh rangka yang kaku pada bidangnya di ujung ? ujung dan tegak lurus ke arah memanjang barrel yang membengkok. Cangkang itu dapat dianggap sebagai kombinasi balokbalokdalam arah memanjang dan dalam arah melintang sebagaim lengkungan busur furnikuler yang istime#a. ,egangan membran arah memanjang terbagi rata dalam potongan lengkungan pada seluruh panjang. Serat ? serat bagian atas tertekan dan serat ? serat bagian ba#ah tertarik. Cangkang sebagai balok itu menyalurkan beban ke rangka pengaku di ujung ? ujung. Karena cangkang fleksibel dalam arah memanjang dan tidak dapat bekerja langsung, maka yang menyalurkan adalah aksi mekanisme geser daripada cangkang. :ada ujung cangkang timbul geser tangensial dengan komponen ke ba#ah, ditambah berat beban pengaku rangka ujung yang kemudian disalurkan ke tanah.

Sebetulnya aksi barrel tidak sama dengan aksi balok karena potongan balok adalah solid dan tidak melengkungC sedangkan pada cangkang tipis potongan lintang mengakibatkan simpangan dan dapat mengecil ke arah dalam.:ada barrel yang pendek pengaruh deformasi pada potongan lintang lebih kecil. ,egangan arah memanjang lain daripada distribusi balok lurus. :ada potongan melintang ada titik ? titik yang pembagian tegangannya merupakan lengkungan. i bagian atas dan ba#ah serat ? serat tertarik, sedangkan di bagian tengah tertekan. Apabila pada potongan melintang ada penjagaan terhadap deformasi dengan mengadakan pengaku-antara di sepanjang barrel atau ditiadakan sambungan menerus untuk barrel lainnya, maka distribusi tegangan menjadi linier. 2.).5 Si!te, Stabili!a!i Stabilitas bentuk konstruksi ini dikendalikan oleh ' faktor. Kesatu, tekanan pada tiap titik dari membran yang menyebabkan tegangan tarik harus cukup untuk menahan semua kondisi pembebanan dan untuk menjaga agar tidak terdapat tegangan tekan pada membrane. Kedua, tegangan membrane pada setiap titik dengan kondisi pembebanan harus lebih kecil daripada tegangan yang diperkenankan pada bahan. Ada beberapa masalah dalam desain struktur tenda dan jaring, antara lain7 Kelengkungan Sebaikmya menghindari penggunaan luasan datar pada permukaan membran karena, apabila digunakan, akan membutuhkan gaya prategang besar untuk mempertahankan bentuknya pada saat dibebani. 3adi diperlukan struktur yang mempunyai kelengkungan besar. Kelengkungan harus dijamin besarnya dengan mengontrol titik-titik tinggi dan rendah. ua titik tinggi harus dipisah oleh satu titik rendah, behitupula sebaliknya. dua titik tinggi 5A dan C 6 dipisahkan oleh satu titik yang relatif rendah 5B6. sedangkan titik b ini relatif lebih tinggi $-

daripada dua titik lainhya 5 dan *6. dengan demikian, permikaan yang menghubungkan titiktitik A,C, ,dan * adalah permikaan berkelengkungan ganda.apabila perbedaan tinggi cukup besar, maka permukaan tersebut mempunyai kelengkungan relatif tajam.

&ambar '.(.f.) Kelengkungan pada membran pratarik Sumber7 aniel Schodeck. )..+. 9al 224

K+ndi!i Tu,puan Banyak struktur membran yang ditumpu oleh sederetan titik tumpu diskret. ,itik tingi utama biasanya dibentuk dengan menggunakan kepala 5masts6 tekan yang cukup besar. !asts seperti ini didesain sebagai kolom besar yang hampir selalu berujung sendi. ,itik rendah utama biasanya dihubungkan ke tanah. &aya =ertikal ke atas dan hori1ontal yang besar biasanya terjadi pada pondasinya karena gaya prategang pada membran diperoleh dengan menaUrik membran, dengan menggunakan cara jacking, di antara titik timhhi dan titik pengikat ke ba#ah. Karena ada gaya terpusat yang sangat besar, maka hubungan pada titk pengikat ke ba#ah merupakan masalah utama dalam desain.

$4

Banyak dan penentuan letak titik tumpuan umunya menentukan besar gaya yang ada pada titik hubung ditanah atau pada mast, bagaimanapun, kita tidak perlu membuat tumpuan terlalu banyak agar kita dapat memeperoleh kelengkungan membran yang cukup. Kekecualian mengenai kondisi tumpuan titik utama untuk struktur membran adalah ditepi bebas dari membrab prategang. :ada gambar di ba#ah menunjukkan bah#a karena tegangan membran lokal yang akan terjadi di permukaan yang di atas titik tinggi akan sangat besar, maka digunakan celah untuk mengurangi tegangan membran.membran itu terikat pada cincin yang akan mendistribusikan gaya internalsecara lebih rata ke tumpuan-tumpuan titik. Cincin tersebut, pada gilirannya, dihubungkan dengan mast.

$$

&ambar '.(.f.' Kondisi tumpuan pada membran pratarik Sumber7 aniel Schodeck. )..+. 9al 22$

Tinjauan lainn6a :ermukaan berkelengkungan ganda bukan saja menimbulkan kesulitan teoritis, malainkan juga kesulitan pelaksanaan. Biasanya permukaan demikian dibuat dari jalut-jalur berbentuk tidak merata yang dipotong secara khusus. :enentuan bentuk jalur ini merupakan masalah tersendiri. !asalah analog juga timbul apabila suatu jaring kabel digumakan untuk struktur berbentang panjang. Bentuk grid kecil yang dibentuk, tentu saja, tidak selalu berbentuk bujur sangkar atau segi empat, tetapi bentuk-brntuk yang sangat ber=ariasi. Karena itulah penentuan panjang kabel dan lokasi titik persilangan merupakan masalah yang perlu di perhatikan.

2.).g Material ,erbuat dari bahan sintetil, thermoplastik alami dan memiliki titik lebur yang rendah. Semua bahan tersebut mudah terbakar. '
2.).2 Kelebihan Kekurangan Struktur Me,bran Kelemahan pada struktur membran antara lain sangat peka terhadap efek aerodinamika sehingga mudah mengalami getaran dan tidak dapat menahan beban =ertikal. ,api struktur membran juga banyak memiliki kelebihan antara lain struktur ini bisa digunakan untuk membuat bentukan-bentukan mulai dari yang sederhana sampai yang kompleks, contoh7 seperti permukaan bola, struktur ini sifatnya ringan sehingga tidak memberatkan bangunan, contoh7 tenda dan sangat cocok untuk bangunan yang tidak permanen atau semi permanen serta bisa untuk bentang yang lebar. (

2.-

Struktur Plat #ipat

2.-.a Pengertian

2 (

http://eprints.undip.ac.id/32373/1/4.struktur_membran-sukawi.pdf

2http://campuraduk-gadogado.blogspot.com/2011/03/struktur-membran-struktur-teskstil.html

$+

:lat adalah struktur planar kaku yang secara khas terbuat dari material monolit yang tingginya lebih kecil dibandingkan dengan dimensi-dimensi lainnya. Struktur plat lipat yaitu bentuk yang terjadi dari lipatan bidang-bidang datar dimana kekakuan dan kekuatannya terletak pada keseluruhan bentuk itu sendiri. Beban yang umum pada pelat mempunyai sifat
banyak arah. Bentuk lipatan mempunyai kekuatan yang lebih dibandingkan dengan bentukbentuk yang datar dengan luas yang sama dan dari bahan yang sama pula. :elat dapat ditumpu di seluruh tepinya atau hanya pada titik-titik tertentu 5misalnya oleh kolom atau campuran antara tumpuan menerus dan titik6. Kondisi tumpuan dapat sederhana atau jepit. Karakteristik suatu

struktur bidang lipat adalah masing-masing elemen plat berukuran relatif rata 5merupakan sederetan elemen tipis yang saling dihubungkan sepanjang tepinya6. engan membentuk lipatan-lipatan kaku pada suatu sistem struktur yang bekerja secara efisien untuk menyalurkan beban sehingga memungkinkan dicapainya bentang-bentang lebar di antara tumpuan-tumpuan yang direncanakan. *fisiensi dari struktur bidang lipat dicapai karena struktur tersebut bekerja sekaligus sebagai pelat datar 5slab6, balok 5beam6, dan rangka kaku 5truss6. 2.-.b Sejarah Kubah lipat rangka kompleks telah dibangun oleh para desainer &othic-an, terutama di sepanjang pantai Baltik, Bohemia, dan SaAony. :ara arsitek !uslim dari abad kelima belas yang digunakan juga prinsip kubah lipat. Aplikasi pertama dari pelat diprakarsai oleh *hlers di 3erman. i antara bangunan modern, pertama struktur plat lipat digunakan pada hanggar beton /reyssinent di Trly dan bunker batubara 3erman a#al ).'%-an. 2...c K+n!ep Selembar kertas tipis dan datar tidak dapat menahan beban sendiri.

&ambar '.-.c.) asar-dasar struktur lipatan Sumber7 ". Sutrisno. Bentuk Struktur Bangunan dalam Arsitektur !odern. ).+'. 9al )+4

$.

&ambar '.-.c.' asar-dasar struktur lipatan Sumber7 ". Sutrisno. Bentuk Struktur Bangunan dalam Arsitektur !odern. ).+'. 9al )+4

Ketika selembar kertas tipis terletak di antara dua benda, kertas tersebut akan membungkuk karena ia memiliki kekuatan yang cukup untuk memba#a beratnya sendiri.

&ambar '.-.c.( Analogi kertas Sumber7 archipress-ub.blogspot.com

Bentuk lipatan mempunyai kekakuan yang lebih dibandingkan dengan bentuk-bentuk yang datar dengan luas yang sama dan dari bahan yang sama pula. 9al ini karena momen energia yang didapat dari bentuk lipatan akan jauh lebih besar daripada momen energia yang didapat dari bidang datar. 3ika sepotong kertas yang sama dilipat berkali kali, maka lipatan kertas tersebut mampu menumpu seratus kali lipat dari beratnya sendiri. engan terbentuknya lipatan ini, gaya-gaya akibat berat sendiri dan gaya-gaya luar dapat ditahan oleh bentuk itu sendiri.

&ambar '.-.c.2 8ipatan Sumber7 archipress-ub.blogspot.com

3ika beban meningkat mele#ati titik ini maka struktur akan gagal dan lipatan akan meratakan keluar.

&ambar '.-.c.- 8ipatan Sumber7 archipress-ub.blogspot.com

+%

Bentuk yang terjadi dari lipatan bidang-bidang datar dimana kekakuan dan kekuatannya terletak pada keseluruhan bentuk itu sendiri. Kekuatan dan kekakuan lebih besar jika dilipat atau dibentangkan sehingga dapat meningkatkan kedalaman dan momen inersia. 2...d $eni!-$eni! a. !enurut jenisnya, struktur plat lipat dapat dibedakan menjadi ( jenis yang dikembangkan dari bentuk dasar, antara lain7 Bentuk prismatis ialah bentuk yang terdiri dari bidang-bidang datar bersudut siku-siku dan bidang-bidang yang melintang tegak lurus pada kedua belah sisi ujung bidang datar bersudut siku-siku tersebut.

&ambar '.-.d.a.) Bentuk dasar struktur lipatan prismatis Sumber7 ". Sutrisno. Bentuk Struktur Bangunan dalam Arsitektur !odern. ).+'. 9al ).(

Bentuk piramidal ialah bentuk yang terdiri dari bidang-bidang datar berbentuk segi tiga.

&ambar '.-.d.a.' Bentuk dasar struktur lipatan piramidal Sumber7 ". Sutrisno. Bentuk Struktur Bangunan dalam Arsitektur !odern. ).+'. 9al ).(

Bentuk semiprismatis ialah bentuk yang terjadi dari gabungan kedua bentuk di atas.

&ambar '.-.d.a.( Bentuk dasar struktur lipatan semiprismatis Sumber7 ". Sutrisno. Bentuk Struktur Bangunan dalam Arsitektur !odern. ).+'. 9al ).(

+)

Keuntungan dan kerugian dari bentuk konstruksi lipatan adalah sebagai berikut7 Segi konstruksinya adalah sebagai bidang =ertikal, yang dapat menggantikan kolom-kolom dan sekaligus menjadi bearing #all. b. 3enis struktur plat lipat berdasarkan konstruksinya, antara lain7 :lat lipat dua segmen Komponen dasar dari struktur plat lipat terdiri dari7 plat miring, plat tepi yang digunakan untuk menguatkan plat yang lebar, pengaku untuk memba#a beban ke penyangga dan menyatukan plat, serta kolom untuk menyangga struktur.

&ambar '.-.d.b.) :lat lipat dua segmen Sumber7 Benjamin, B.S, Structures for Architect,

:lat lipat tiga segmen :engaku terakhirnya berupa rangka yang lebih kaku daripada balok penopang bagian dalam. Kekuatan dari reaksi plat di atas rangka kaku tersebut akan cukup besar dan di kolom luar tidak akan diseimbangkan oleh daya tolak dari plat yang berdekatan. ;kuran rangka dapat dikurangi dengan menggunakan tali baja antara ujung kolom.

&ambar '.-.d.b.' :lat lipat tiga segmen Sumber7 Structures for Architect, Benjamin, B. S

+'

:lat lipat kubah :lat lipat kubah merupakan jenis plat lipat yang memiliki bentuk kubah.

&ambar '.-.d.b.( /olded :late ome Sumber7 Structures for Architect, Benjamin, B. S

&ambar '.-.d.b.2 /olded :late ome Sumber7 Structures for Architect, Benjamin, B. S

/olded :late Arch /olded plate Arch merupakan folded plate dengan bentuk yang melengkung seperti busur.

+(

&ambar. '.-.d.b.- /olded :late Arch Sumber7 Structures for Architect, Benjamin, B. S

&ambar '.-.d.b.4 /olded :late Arch Structures Sumber7 Structures for Architect, Benjamin, B. S

Bentuk R !asing-masing unit di atas mempunyai satu plat miring yang lebar dan dua plat tepi yang diatur dengan jarak antar unit dengan jendela. Bentuk ini disebut R shell dan sama dengan lou=er yang digunakan untuk =entilasi jendela. Bentuk R ini adalah bentuk struktur yang kurang efisien karena tidak menerus dan kedalaman efektifnya lebih kecil daripada kedalaman =ertikalnya.

+2

&ambar '.-.d.b.$ Bentuk R Sumber7 ###.ketchum.org

inding yang menerus dengan :lat :ada struktur ini , dinding merupakan konstruksi beton yang miring. inding didesain

menerus dengan plat atap. Kolom tidak dibutuhkan di pertemuan tiap-tiap panel dinding karena dinding ditahan di ujung atas.

&ambar '.-.d.b.+ inding yang menerus dengan plat Sumber7 ###.ketchum.org

Kanopi Bentuk ini digunakan untuk kanopi kecil di main entrance bangunan. Struktur ini mempunyai empat segmen. :engaku struktur diletakkan tersembunyi di permukaan atas sehingga tidak terlihat dan plat 5shell6 akan muncul untuk menutup kolom =ertikal. i dinding bangunan harus terdapat pengaku struktur tersembunyi di konstruksi dinding.

&ambar '.-.d.b.. Kanopi Sumber7 ###.ketchum.org

+-

:lat lipat yang meruncing ke ujung 5,apered /olded :late6 Struktur ini dibentuk oleh elemen-elemen runcing. Berat plat di tengah bentang merupakan dimensi kritis untuk kekuatan tekukan. Struktur ini tidak efisien dan tidak cocok untuk bentang lebar karena memiliki kelebihan beban untuk bentang lebar.

&ambar '.-.d.b.)% ,apered /olded :late Sumber7 ###.ketchum.org

:lat lipat penyangga tepi 5*dge Supported /olded :late6 :lat tepi dapat dikurangi dan struktur atap dapat dibuat terlihat sangat tipis jika plat tepi ditopang oleh rangkaian kolom. Struktur ini cocok digunakan untuk bangunan dengan estetika tinggi dengan desain atap yang tipis.

&ambar '.-.d.b.)) *dge Supported /olded :late Sumber7 ###.ketchum.org

:lat lipat kuda-kuda ,erdapat ikatan hori1ontal melintang di sisi lebar, di tepi bangunan. 9al ini memungkinkan folded plate digunakan pada bentang lebar dengan pertimbangan struktural yang matang.

&ambar '.-.d.b.)' /olded :late ,russ Sumber7 ###.ketchum.org

+4

"angka kaku folded plate Sebuah lengkung dengan segmen lurus biasanya disebut rangka kaku. Struktur ini tidak efisien untuk bentuk kur=a lengkung karena momen tekuk lebih besar.

&ambar '.-.d.b.)( "angka kaku folded plate Sumber7 ###.ketchum.org

c.

Apabila meninjau plat dengan memperhatikan berbagai jenis plat memberikan

momen dan gaya geser internal yang mengimbangi momen dan geser eksternal, dapat dibedakan menjadi antara lain7 :lat di atas kolom :lat dapat dianalisis sebagai grid-grid menerus.

+$

&ambar'.-.d.c.) :lat bujursangkar yang ditumpu sederhana pada empat kolom. Sumber 7 aniel 8. Schodek. Struktur. )..+. 9al 2%(

:ada gambar di atas, plat ditumpu sederhana yang terletak di atas kolom-kolom dan dapat dilihat bentuk terdefleksinya bah#a kelengkungan plat akan lebih besar di jalur plat yang semakin dekat dengan tepi-tepi bebas plat. 9al ini menunjukkan bah#a momen internal yang timbul pada plat untuk mengimbangi momen eksternal akibat beban akan lebih besar di tepitepi plat dibandingkan dengan yang di tengah. Karena plat tersebut berubah bentuk dengan kelengkungan ganda akibat beban, maka jelas bah#a momen yang timbul mempunyai banyak arah, bukan hanya satu arah seperti yang biasanya terjadi pada elemen berlengkungan tunggal 5balok6. :lat harus memberikan momen tahanan total yang sama dengn balok analogi. Apabila plat didesain, jelas bah#a penggunaan plat tidak selalu memberikan penghematan material dibandingkan dengan balok analogi. Bagaimana pun, balok analogi pada umumnya lebih tinggi daripada plat. Keuntungan nyata dari penggunaan plat dua arah dalam hal penghematan material, juga keuntungan kondisi tumpuan. :lat yang itumpu Sederhana di ,epi-tepi !enerus !encari reaksi plat tidak mudah dilakukan, dengan meninjau bagaimana plat itu berdefleksi, dapat dilihat bah#a reaksi tidak terdistribusi secara merata, tetapi maksimum di tengah masing-masing tumpuan, dan semakin kecil pada bagian pojoknya.

&ambar '.-.d.c.' "eaksi :lat. Sumber 7 aniel 8. Schodek. Struktur. )..+. 9al 2%4

++

Ada hal yang perlu diperhatikan yaitu pojok plat cenderung terangkat ke atas apabila plat dibebani =ertikal ke ba#ah. Apabila plat ditahan dari aksi ke atas, tentu harus ada gaya reaksi terpusat di pojok-pojok. 3umlah total reaksi ke atas tidak merata dan reaksi terpusat ke ba#ah di pojok-pojok harus sama dengan beban =ertikal total pada plat ? fakta yang jelas harus terpenuhi berdasarkan tinjauan keseimbangan. :ada plat yang terletak di atas tumpuan menerus, momen yang diasosiasikan dengan reaksi harus lebih kecil daripada yang diasosiakan dengan reaksi terpusat karena persentase reaksi yang lebih besar terdapat di bagian yang semakin dekat dengan pusat momen. :lat yang ditumpu menerus jauh lebih dikehendaki dibandingkan dengan plat yang ditumpu hanya di keempat pojoknya. Apabila tumpuan gabungan tersebut digunakan, maka aksi dua arah akan semakin jelas terjadi. :lat dengan ,umpuan ,epi 3epit !enerus

&ambar '.-.d.c.( :lat yang itumpu 3epit secara !enerus Sumber 7 aniel 8. Schodek. Struktur. )..+. 9al 2%$

engan tumpuan tepi berupa jepit, momen-momen pada plat menjadi lebih berkurang. 9al inilah yang menguntungkan dari penggunaan tumpuan jepit pada plat. 0ariasi dari plat yang telah dibahas di atas, tetapi sekarang ditumpu oleh balok menerus di mana balok-balok itu ditumpu oleh kolom-kolom. Ini adalah jenis struktur yang banyak digunakan pada gedung. Apabila balok itu sangat kaku, kondisi tumpuan plat semakin mendekati situasi tumpuan tepi menerus, termasuk juga momen-momen yang terjadi pada plat. Sebaliknya, apabila balok itu sangat fleksibel, perilaku plat lebih mendekati perilaku yang ditunjukkan oleh kolom-kolom di keempat pojoknya. :ada keadaan demikian, momen plat akan lebih besar dibandingkan dengan keadaan sebelumnya. 3adi, jelas bah#a kekakuan relatif balok tepi sangat mempengaruhi besar momen yang timbul pada plat. :roporsi Bentang 5Bay67 *fek terhadap !omen

+.

&ambar7 eformasi pada :lat Segiempat yang itumpu !enerus di Seluruh ,epinya Sumber 7 aniel 8. Schodek. Struktur. )..+. 9al 2%.

:ada kur=a defleksi plat tersebut, hanya jalur plat dalam arah pendek saja yang mengalami kelengkungan besar. 3alur longitudinal hampir tidak berdeformasi, dan hanya bertranslasi ke ba#ah sebagai satu kesatuan. Implikasinya, hanya jalur pada arah pendek yang memberikan tahanan momen internal dan berpartisipasi dalam memikul beban. 3alur pada bentang panjang hampir tidak memikul beban sama sekali. Semakin persegi panjang ukuran plat, akan semakin bersifat satu arah, bukan dua arah. alam keadaan demikian, plat itu seolah-olah hanya ditumpu di sepanjang tepi-tepi panjang sejajar. Sebagai akibatnya, keuntungan dari aksi dua arah tidak dapat diperoleh. *fek &aya &eser aerah pada plat yang menahan gaya geser eksternal dapat diperoleh dengan meninjau garis keruntuhan geser potensial. Suatu plat beton bertulang, misalnya, cenderung untuk gagal seperti berikut7

&ambar &aya &eser pada :lat Sumber 7 aniel Schodek. Struktur. )..+. 9al 2))

.%

engan demikian, daerah pada plat yang dapat memberikan tahanan terhadap keruntuhan pons adalah permukaan retak. Kerutuhan pons merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan, terutama pada plat tipis, juga plat yang ditumpu di atas kolom kecil. :enggunaan plat tebal dan atau kolom berukuran besar Natau kolom dengan kepala kolom 5kapital6O dapat mengurangi tegangan geser yang terjadi pada plat. 2...e Si!te, Pe,bebanan dan 'a6a
:ada bidang lipat, beban akan disalurkan mele#ati bidang sehingga beban akan jatuh pada titik lipatan keba#ah. !aka dari itu akan lebih efektif bila tumpuan diletakan pada bagian lipatan ba#ah.

alam satu bidang datar semua gaya yang bekerja diuraikan menjadi7 &aya sejajar bidang dan gaya tegak lurus bidang. &aya sejajar bidang akan lebih kuat untuk dipikul bidang tersebut daripada jika gaya dengan besar yang sama tersebut bekerja tegak lurus.

&ambar '.-.f.) Struktur lipatan sederhana dan pembebanan bidang dengan gaya tegak lurus Sumber7 ". Sutrisno. Bentuk Struktur Bangunan dalam Arsitektur !odern. ).+'. 9al )++

Selain itu bidang datar lebih mudah jatuh dibanding dengan bentuk lipatan. 9al ini disebutkan tidak adanya titik kumpul penahan gaya dan setiap titik menjadi penahan gaya dan momen.

.)

&ambar '.-.f.' Struktur lipatan sederhana dan pembebanan bidang dengan titik kumpul Sumber7 ". Sutrisno. Bentuk Struktur Bangunan dalam Arsitektur !odern. ).+'. 9al )++

3ika gaya tersebut bekerja pada lipatan, maka akan terjadi sebagai berikut7 &aya dengan arah memanjang akan dipikul oleh bidang datar dari lipatan7 &aya dengan arah melintang, yang diuraikan menjadi dua gaya di mana masing-masing besarnya lebih kecil daripada gaya arah melintang tersebut.

&ambar '.-.f.( :embebanan struktur lipatan dengan gaya melintang dan memanjang Sumber7 ". Sutrisno. Bentuk Struktur Bangunan dalam Arsitektur !odern. ).+'. 9al )+.

;ntuk gaya : yang bekerja pada tengah-tengah bidang, gaya diuraikan menjadi7 gaya sejajar bidang dan gaya tegak lurus. Sedangkan untuk gaya : yang bekerja pada rusuk-rusuk lipatan 5garis lipatan6 akan diuraikan sejajar pada masing-masing bidang datar yang berselisihan itu.

.'

&ambar '.-.f.2 :embebanan struktur lipatan Sumber7 ". Sutrisno. Bentuk Struktur Bangunan dalam Arsitektur !odern. ).+'. 9al )+.

Besarnya kemiringan bidang datar dari lipatan ini menentukan pula besarnya uraian dari gaya yang bekerja. ari uraian gaya : tersebut ternyata bidang lipatan akan lebih kuat memikul gaya-gaya, baik yang arah melintang maupun memanjang daripada bidang datar. Karena gaya : yang diuraikan dengan arah sejajar bidang akan dipikul bidang itu sendiri, maka beban : yang harus dipikul oleh konstruksi jadi kecil. ;ntuk menjaga perubahan bentuk lipatan, maka perlu untuk mempertahankan jarak h dan b serta tebal d.

.(

&ambar '.-.f.- :embebanan struktur lipatan Sumber7 ". Sutrisno. Bentuk Struktur Bangunan dalam Arsitektur !odern. ).+'. 9al ).%

&aya : yang bekerja pada perubahan besar pada jarak b dan h. Karena itu rusuk-rusuk 5A6, 5B6, 5C6, harus dipegang dan ditahan dengan jalan7 tumpuan dipegang teguh, atau rusuk merupakan sesuatu yang kaku. 3adi di sini dapat diterangkan, bah#a yang sebenarnya menahan gaya-gaya adalah tiap-tiap bidang, sedangkan rusuk-rusuk berfungsi sebagai pemegang dan pengaku bidang. Bidang lipatan ini ada kemungkinan akan dapat melentur, tergantung kepada panjang 8.

&ambar '.-.f.4 :embebanan struktur lipatan Sumber7 ". Sutrisno. Bentuk Struktur Bangunan dalam Arsitektur !odern. ).+'. 9al ).%

.2

&ambar '.-.f.$ &aya dan momen pada struktur lipatan Sumber7 ". Sutrisno. Bentuk Struktur Bangunan dalam Arsitektur !odern. ).+'. 9al ).)

.-

:ada gambar di atas, untuk harga h dan b panjang 8 harus ditentukan supaya tak terjadi lenturan tersebut. :ada tempat-tempat mencapai panjang 8 tersebut, diadakan bidang pengaku yang menahan terjadinya lenturan.

&ambar '.-.f.+ :embebanan struktur lipatan Sumber7 ". Sutrisno. Bentuk Struktur Bangunan dalam Arsitektur !odern. ).+'. 9al ).%

:ada gambar di atas, momen lentur yang terjadi ini adalah akibat beban merata pada lipatan atau akibat berat sendiri. Besarnya momen yang terjadi tergantung dari besarnya sudut. !akin besar sudutnya makin besar momen yang terjadi. !enurut pengalaman, sudut yang paling efektif adalah sudut 2-W.

.4

&ambar '.-.f.. &aya dan momen pada struktur lipatan Sumber7 ". Sutrisno. Bentuk Struktur Bangunan dalam Arsitektur !odern. ).+'. 9al ).)

2...5 Si!te, Stabili!a!i :ada dasarnya ada dua jenis sistem permukaan lipat, antara lain7 :ermukaan polyhedral7 mereka membentuk permukaan unit spasial dasar dua dimensi. Benar permukaan terlipat7 mereka membentuk unit permukaan dasar tiga dimensi. Struktur plat lipat dapat diatur dari titik pandang sebagai berikut juga menunjukkan.

.$

&ambar '.-.f.) Sistem Struktur :lat 8ipat Sumber7 >olfgang Schueller. 9ori1ontal Span Building. ).+(. 9al (4+ &eometri 3enis lipatan7 pesa#at atau melengkung, persegi panjang, segitiga, pentagonal, dll dengan tepi lurus atau lengkung. :engaturan /old7 paralel, dua arah, tiga arah, radial, melingkar, atau kombinasi. 8ipat penampang7 0, >, !, R, tipe ;, bentuk <orthlight 5atap melihat-gigi6, seluler, simulasi shell 5polyhedral6 dan jauh lebih modifikasi. Konstruksi Struktur plat7 padat, bingkai, datar, lengkung, segitiga, terikat, bergelombang, komposit, dan lain-lain. Susunan lipatan7 parallel, circumferential, komponen cetakan, dan operasi lipat. :erilaku struktural7 balok, lengkungan, bingkai, permukaan, kubah, kerang berbagai bentuk 5misalnya, kubah, paraboloids hiperbolik6, berpotongan bentuk, dan lain-lain. Beberapa contoh struktur plat lipat dalam mengekspresikan potensial formal tak terbatas prinsip. Berbagai bentuk plat lipat merupakan salah balok, lempeng, atau seluruh ruang.

.+

&ambar '.-.f.' Struktur :lat 8ipat Sumber7 >olfgang Schueller. 9ori1ontal Span Building. ).+(. 9al (4+ Ada hal yang menarik untuk mencatat perubahan perilaku struktural dalam sistem dilipat-piring yang diberikan, karena jumlah lipatan meningkat ke titik di mana struktur menjadi setara dengan balok shell tunggal-kelengkungan. i sini hanya lebih umum permukaan lipat prismatik dengan segitiga dan trapesium penampang yang ditelusuri. Karakteristik khas plat lipat diidentifikasi dan harus dirujuk ke dalam pembahasan berikut.

..

&ambar '.-.f.( :erilaku struktural permukaan dengan lipat paralel Sumber7 >olfgang Schueller. 9ori1ontal Span Building. ).+(. 9al ($' Sebuah struktur atap pelat lipat dapat dibentuk dengan hanya satu ;nit tunggal pelat lipat , atau dapat terdiri dari sistem multi - bay . !em=isualisasikan struktur pelat lipat sebagai sistem balok miring bersandar satu sama lain. Balok ini miring yang diba#a oleh dukungan melintang seperti ruang, dinding, dan sebagainya, di lokasi yang dekat dengan tujuan mereka . ;ntuk mengembangkan pemahaman tentang perilaku struktural pelat dilipat , aksi beban contoh dipecahkan menjadi komponen tegak lurus dan sejajar dengan piring . Komponen gaya normal menyebabkan piring untuk menanggapi sebagai satu arah slab dengan dukungan sepanjang garis lipat . Interaksi slab dan tindakan balok diselidiki , dari sudut pandang geometris . ,ulang rusuk di kayu palang beton sangat erat spasi bah#a perilaku utamanya adalah tindakan berkasnya, lempengan perilaku tegak lurus terhadap joistsis begitu kecil yang biasanya hanya suhu memperkuat diperlukan. 2...g Material Struktur pelat lipat dapat dibuat dari hampir semua jenis material. Salah satu material yang banyak digunakan untuk plat lipat adalah beton bertulang. !aterial ini paling baik digunakan karena dapat dengan mudah dibuat. !aterial lain yang sering digunakan adalah baja, plastik, dan kayu, dan karton. 2...h Kele,ahan dan Kelebihan
Kelemahan struktur plat lipat antara lain7

X 3ika bentang terlalu lebar maka akan melendut. )%%

X !emungkinkan talang kantong bila terdapat salah perancangan. X :enggunaan material lebih banyak. X !ampu menahan bentuk sendiri. X !ampu menahan beban luar. Kekurangan struktur plat lipat, yaitu7 X Bidang lipat sekaligus dapat menjadi kolom dan bearing #all.

)%)

2... STRUKTUR 9"N'K"N' "T"U S:%## 2...a Pengertian Struktur 9angkang :ada dasarnya shell diambil dari beberapa bentuk yang ada di alam seperti kulit telur, tempurung buah kelapa, cangkang kepiting, cangkang keong, dan sebagainya 5Curt Siegel6. Shell atau cangkang adalah bentuk structural tiga dimensional yang kaku dan tipis yang mempunyai permukaan lengkung. Struktur cangkang yaitu bentuk struktural ( dimensional yang kaku dan tipis, berupa permukaan bidang lengkung dimana kekakuan dan kekuatannya terletak pada keseluruhan bentuk itu sendiri 5form resistance structure6. Sebuah kulit kerang tipis merupakan suatu membran melengkung yang cukup tipis untuk mengerahkan tegangantegangan lentur yang dapat diabaikan pada sebagian besar permukaannya, akan tetapi cukup tebal sehingga tidak akan menekuk di ba#ah tegangan tekan kecil, seperti yang akan terjadi pada suatu membrane ideal. i ba#ah beban, suatu kulit kerang tipis adalah stabil di setiap beban lembut yang tidak menegangkan pelat secara berlebihan, karena kulit kerang tidak perlu merubah bentuk untuk menghindari timbulnya tegangan-tegangan tekan. alam usaha untuk memperoleh suatu pengertian yang sempurna mengenai perilaku struktural dari struktur-struktur lengkung dua dimensi, seperti membran dan kulit kerang adalah penting untuk pertama kalinya mengenai sifat-sifat geometris dari permukaan mereka. Sifat-sifat ini dapat dibagi dalam dua kategori, yaitu 7 a6 Sifat-sifat lokal, yang menentukan geometri dari permukaan segera sekitas suatu titik. b6 Sifat-sifat umum, yang menerangkan bentuk dari permukaan sebagai suatu keseluruhan. :ermukaan-permukaan dibagi kedalam tiga kategori yang berbeda tergantung kepada =ariasi dari kelengkungan mereka disekitar satu titik 7 Kalau kelengkungan pada suatu titik dalam semua arah mempunyai tanda sama, maka permukan disebut sinklastik pada titik tersebut. Struktur shell biasanya digunakan hanya dalam keadaan dimana persyaratan struktur khusus diperlukan untuk mencapai tingkat efisiensi struktur yang tinggi, baik karena diperlukan bentang yang sangat panjang atau karena diperlukan berat struktur yang sangat ringan. :ersyaratan Struktur Shell Suatu struktur shell harus mempunyai tiga syarat, yaitu sebagai berikut 7

)%'

). 9arus memiliki bentuk lengkung, tunggal, maupun ganda 5single or double cur=ed6. '. 9arus tipis terhadap permukaan atau bentangannya. (. 9arus dibuat dari bahan yang keras, kuat, ulet dan tahan terhadap tarikan dan tekanan. 2...b Sejarah Struktur bentuk tiga dimensional, misalnya kubah pasangan 5bata6 pada hakikatnya adalah struktur cangkang karena perilaku strukturalnya dapat dikatakan sama dengan permukaan cangkang menerus, hanya saja tegangannya tidak lagi menerus seperti pada permukaan cangkang, tetapi terpusat pada setiap batang. Struktur demikian baru pertama kali digunakan pada a#al abad YIY. Kubah Sch#edler, yang terdiri atas jaring-jaring batang bersendi tak teratur, misalnya, diperkenalkan pertama kali oleh Sch#edler di Berlin pada tahun )+4(, pada saat ia mendesain kubah dengan bentang )(' ft 52+m6. ;ntuk menghindari kesulitan konstruksi yang ditimbulkan dari penggunaan batangbatang yang berbeda dalam membentuk permukan cangkang, dapat menggunakan cara-cara lain yang menggunakan batang-batang yang panjangnya sama. Salah satu di antaranya adalah kubah geodesik yang diperkenalkan oleh Buckminster /uller. Karena permukaan bola tidak dapat dibuat, maka banyaknya pola berulang identik yang akan dipakai untuk membuat bagian dari permukaan bola itu terbatas. Icosohedron bola, misalnya, terdiri atas '% segitiga yang dibentuk dengan menghubungkan lingkaran-lingkaran besar yang mengelilingi bola. ,injauan geometris demikian inilah yang digunakan oleh /uhler. 2...c K+n!ep Cangkang umumnya menerima beban yang merata yang dan dapat menutup ruangan besar dibandingkan dengan tipisnya pelat cangkang. Tleh karena itu, pelat cangkang paling baik digunakan pada bentang besar tanpa pembagian interior seperti stadion, stasiun, masjid, eAhibition hall dan bangunan bentang besar lainnya. Bentuk cangkang tidak harus selalu memenuhi persamaan matematis sederhana. Segala bentuk cangkang mungkin saja digunakan untuk suatu struktur. Kekuatan dan kekakuan lebih besar jika dibuat melengkung dapat meningkatkan kedalaman dan momen inertia, dengan ciri7 &eometri permukaan bidang. imensi :, 8 ZZZZ ,. !elengkung dan kaku. !ampu menahan bentuk sendiri.

)%(

!ampu menahan beban luar.

&ambar '.-.c.) Kondisi tumpuan cangkang bola Sumber7 aniel 8. Schodek. Struktur. )..+. 9al 24$

:ada gambar di atas, gambar pertama menunjukkan apabila cincin tarik digunakan, cincin itu harus menerus di sekeliling cangkang. Apabila tidak demikian, maka cincin tersebut tidak bermanfaat dan akan ada tegangan berlebihan pada cangkang. Sedangkan, gambar kedua menunjukkan cangkang yang menggunakan cincin tarik dapat ditumpu oleh kolom-kolom karena di ba#ah cincin hanya ada gaya =ertikal yang harus disalurkan ke tanah. Cangkang tanpa cincin tarik memerlukan sistem penyokong. Struktur cangkang selalu memerlukan penggunaan cincin tarik pada tumpuannya.

)%2

&ambar '.-.c.'Kondisi tumpuan cangkang bola Sumber7 aniel 8. Schodek. Struktur. )..+. 9al 24$

:ada gambar di atas, gambar pertama menunjukkan penyokong 5buttresses6 dimana komponen =ertikal dan hori1ontal dari gaya meridional dapat dipikul oleh penyokong. :enyokong ini harus dapat menahan gaya dorong ke luar yang terjadi. &ambar kedua menunjukkan cincin tarik dimana cincin tarik menerus dapat digunakan untuk menahan dorongan hori1ontal. 9anya gaya ke ba#ah yang disalurkan ke tanah. 2...d $eni!-$eni! 0ariasi bentuk cangkang yang tak terhingga banyaknya dapat digolongkan menurut berbagai cara 5metoda6 penggolongan. :rinsip dari tiap metode tersebut adalah merupakan penyederhanaan dalam bidang kerjanya, sesuai dengan penggunaanya. Konstruktor membuat penggolongan atas struktur sesuai bentuk yang sama. alam analisa geometric pembagian bentuk didasarkan atas hukum aljabar dan trancedental surface. Arsitektur dapat lebih bertolak pada bentuk-bentuk luar dan menggolongkannya ke dalam bentuk-bentuk dasar tanpa mengabaikan hal-hal diluarnya. a. Atas dasar ini, bentuk-bentuk cangkang di sini dibagi menurut tipe kelengkungan permukaannya sebagai berikut 7 ). Cangkang melengkung ke satu arah. '. Cangkang melengkung ke dua arah. (. Cangkang dengan bentuk bebas 5free form6. b. 3enis-jenis struktur cangkang sesuai dengan bentuk terjadinya, antara lain7 "otational Surface adalah bentuk shell yang terjadi apabila sebuah garis lurusK lengkung diputar terhadap satu sumbu. Shell dengan permukaan rotasional dapat dibagi tiga yaitu :ermukaan Bola, :ermukaan *liptik, :ermukaan :arabolik.

)%-

&ambar '.-.d.b.)3enis-jenis "otasional Surface Sumber 7 aniel 8.Schodek )..+. 9al 2-)

,ranslational Surface adalah bentuk shell yang terjadi apabila sebuah garis lengkung digeser terhadap dirinya sendiri pada garis lurus atau lengkung yang lain atau sebuah garis lurus digeser terhadap dirinya sendiri pada garis lengkung. Shell dengan permukaan translational surface dapat dibagi dua yaitu :ermukaan Silindris dan *liptik :araboloid

&ambar '.-.d.b.' 3enis-jenis ,ranslational Surface Sumber 7 aniel 8.Schodek )..+. 9al 2-)

"uled Surface adalah bentuk shell yang terjadi apabila sebuah garis lengkungK lurus digeser terhadap dua garis lurus atau lengkung yang saling bersilangan. Shell dengan permukaan rules dapat dibagi dua yaitu 9iperbolik :araboloid dan Konoid.

&ambar '.-.d.b.( 3enis-3enis "uled Surface Sumber 7 aniel 8.Schodek )..+. 9al 2-)

"T,A,IT<A8, ,"A<S8A,IT<A8 and ";8* S;"/AC*

)%4

"otational surface

"uled surface

,ranslational surface
&ambar '.-.d.b.2 :roses ,erjadinya "otational, ,ranslational, dan "ules Surface Sumber 7 !ateri :resentasi 5/ormat ::, 6 Kelas. Slide ))

c. 3enis-jenis struktur cangkang sesuai lengkungan permukaan, antara lain7 8engkung ,unggal 5single cur=ed6 Shell dengan single cur=ature yang arah lengkungannya dalam satu arah serta permukaannya tidak diputarKdigeser, dan dibentuk oleh konus yang sama. Single cur=ed dibentuk oleh7 ). Konus '. Silinder Contoh 7 8engkung Barre

&aris melengkung sama menghadap ke ba#ah

)%$

,erjadi lembaran datar ketika lengkung dibuka :otongan yang terjadi dalam irisan melingkar (4% %
&ambar '.-.d.c.) :roses ,erjadinya Single Cur=ed Sumber 7 !ateri :resentasi 5/ormat ::,6 Kelas. Slide )'

8engkung &anda 5double cur=ed6 Shell dengan double cur=ature yang arah lengkungannya dalam dua arah. ,erdiri dari ' macam, yaitu7 ouble Cur=ed Shells yang arah lengkungnya ke satu arah 5Synclastic shells6. Contoh7 Spherical ome Shell

Kur=a-kur=a membuka kearah yang sama

)%+

&aris melengkung sama menghadap ke ba#ah

:otongan yang terjadi dalam irisan melingkar =ertikal (4% % dan horisontal ,erjadi lembaran robek-robek ketika lengkung dibuka
&ambar '.-.d.c.' :roses ,erjadinya ouble Cur=ed Synclastic Shells Sumber 7 !ateri :resntasi 5 /ormat ::, 6 Kelas. Slide )(

ouble Cur=ed Shells yang arah lengkungnya ke arah yang berbeda 5Anticlastic6. Contoh 7 Conoid

Kur=a-kur=a yang saling berla#anan

)%.

,erdapat ' &aris melengkung, yaitu ke atas dan ke ba#ah

,erjadi 8embaran robek-robek ketika lengkung dibuka

:otongan yang terjadi dalam irisan melingkar (4% %

&ambar '.-.d.c.( :roses ,erjadinya ouble Cur=ed Anticlastic Shells Sumber 7 !ateri :resntasi 5 /ormat ::, 6 Kelas. Slide )2

d. 3enis berdasarkan bentuk-bentuk tiga dimensional, antara lain7 Struktur cangkang silindris Cangkang silindrikal dan merupakan jenis struktur pelat-satu-kelengkungan. Shell silindris dengan lengkungan tunggal dapat tersusun dari berbagai tipe kur=a yang berbeda. Struktur cangkang memiliki bentang longitudinal dan kelengkungannya tegak lurus terhadap diameter bentang. Struktur cangkang yang cukup panjang akan berperilaku sebagai balok dengan penampang melintang adalah kelengkungannya. Kur=a dasar mulai dari bentuk geometri tertentu dari tembereng lingkaran, parabola, elips, hiperbola dan cycloid sampai dengan bentuk geometri yang lu#es dari garis funicular. Bentuk-bentuk dasar ini dapat digabungkan dengan banyak cara untuk menghasilkan potongan melintang dari bentuk-bentuk yang ber=ariasi, yang mana dapat dikenali sebagai berikut7 Shell tunggal yang dikonstruksi dari segmen tunggal atau banyak segmen. Shell tunggal mela#an banyak shell 5bentuk berombak6. Bertulang mela#an unit yang tidak bertulang. Cembung mela#an cekung mela#an bentuk berombak-ombak. !enerus mela#an bentuk terputus 5bentuk @, bentuk S miring, dll6. Shell simetris mela#an shell asimetris.

))%

&ambar '.-.d.d.) Struktur silindris dengan lengkungaan tunggal tersusun berbagai tipe kur=a Sumber7 >olfgang Schueller. 9ori1ontal Span Building. ).+(. 9al 2('

;nit-unit shell silindris dapat disusun secara parallel, radial atau saling menyilang satu sama lain, shelll bisa lurus, berlipat, atau dibengkokkan. :erilaku dari sebuah unit silindris linear sederhana tergantung dari geometrinya, materialnya, keadaan muatan 5beban6, dan tipe dan letak penyokongnya. :engarah dari letak penyokong sungguh tampak nyata . sebaiknya didukung secara menerus sepanjang sisi longitudinal 5membujur6-nya oleh balok-balok yang kuat, rangka-rangka, dinding-dinding atau pondasi-pondasi, gaya-gaya dialirkan secara langsung pada arah trans=ersal 5melintang6 menuju penyokongnya. :erilakunya dapat digambarkan sebagai reaksi lingkungan paralel, masing-masing selebar satu kaki. 8ingkungan ini harus relatif tebal sebagai respon terhadap gaya-gaya dengan melengkung mengikuti aksi gaya aksial. Karena lengkungan merupakan pertimbangan desai dasar, struktur permukaan dengan lengkungan tunggal ini tidak betulbetul dipertimbangkan sebagai shell, karena respon structural dasar mereka bukan merupakan )))

aksi tipe membrane. !ereka disebut kubah, dan mungkin didesain kira-kira sebagaimana lengkungan. i sisi lain jika tidak terdapat penyokong pada arah longitudinal, tetapi hanya pada arah trans=ersal, shell tentunya berperilaku seperti balok yang merentang pada arah longitudinal, gaya-gaya tidak bisa terlalu lama diteruskan pada aksi lengkungan secara langsung ke arah penyokong longitudinal. ;ntuk shell silindris dengan lebar chord kecil bila dibandingkan dengan bentangnya, respon dasarnya akan menjadi aksi balok. 3enis shell seperti ini disebut shell panjang atau shell balok, mereka bisa digambarkan sebagai balok dengan perpotongan kur=ilinear. !ereka diasmsikan untuk tidak mengubah diba#ah aksi muatan sehingga distribusi tekanan linear bisa digunakan.

&ambar '.-.d.d.' Contoh bangunan yang menggunakan struktur silindris Sumber7 >olfgang Schueller. 9ori1ontal Span Building. ).+(. 9al 2(4

))'

&ambar '.-.d.d.( :engabungan balok pada sambungan struktur shell Sumber7 >olfgang Schueller. 9ori1ontal Span Building. ).+(. 9alaman 2(.

&ambar '.-.d.d.2 Beberapa contoh yang mengekspresikan konsep shell silindris Sumber7 >olfgang Schueller. 9ori1ontal Span Building. ).+(. 9al 2($

))(

&ambar '.-.d.d.- Struktur 3aringan Silindris Sumber7 >olfgang Schueller. 9ori1ontal Span Building. ).+(. 9al 224

Struktur cangkang kubah Kubah adalah elemen arsitektur yang menyerupai bagian atas rongga bola . Struktur kubah yang terbuat dari berbagai bahan memiliki garis keturunan arsitektur lama memperluas ke prasejarah. Kubah yang benar telah ditemukan di ,imur ,engah kuno di bangunan sederhana dan makam. :embangunan pertama teknis canggih kubah benar dimulai pada "e=olusi Arsitektur "oma#i, ketika mereka sering digunakan oleh orang "oma#i untuk membentuk ruang interior besar kuil dan bangunan umum, seperti :antheon. ,radisi ini terus berlanjut setelah adopsi kekristenan di "oma#i Selatan sebagai arsitektur religius, yang berpuncak pada kubah pendenti=e re=olusioner pada abad ke-4 &ereja 9agia Sophia. SUuinches, teknik membuat transisi dari ruang berbentuk persegi dengan kubah melingkar, kemungkinan besar diciptakan oleh :ersia kuno. Kekaisaran Sassanid memprakarsai pembangunan pertama kubah besar - besaran di :ersia, dengan bangunan kerajaan seperti Istana Ardashir, Sar=estan dan &hal[eh okhtar. engan penaklukan !uslim Suriah @unani- "oma#i, gaya arsitektur Bi1antium menjadi pengaruh besar terhadap masyarakat !uslim. !emang penggunaan kubah

))2

sebagai fitur arsitektur Islam yang sudah berakar dari "oma#i >ilayah - Suriah 5lihat of the "ock 6 .

ome

Sebuah tradisi asli menggunakan beberapa kubah dikembangkan dalam arsitektur gereja di "usia, yang telah diadopsi Kristen Trtodoks dari By1antium. Kubah "usia sering disepuh atau dicat cerah, dan biasanya memiliki karkas dan kulit terluar terbuat dari kayu atau logam. Ba#ang kubah menjadi fitur lain yang khas dalam arsitektur "usia, sering dikombinasikan dengan atap tenda . Kubah di *ropa Barat menjadi populer lagi selama masa "enaissance, mencapai puncaknya dalam popularitas selama a#al abad ke-)+ periode BaroUue. !engingatkan senat "oma#i, selama abad ke-). mereka menjadi fitur arsitektur megah sipil. Sebagai fitur domestik kubah adalah kurang umum, cenderung hanya menjadi fitur dari rumah-rumah dan istana termegah selama periode BaroUue. :embangunan kubah di dunia !uslim mencapai puncaknya selama abad )4 - abad ke-)+, ketika Tttoman, Safa#i, dan !ughal *mpires, memerintah #ilayah dunia mengorbankan Afrika ;tara, ,imur ,engah dan Selatan - dan Asia ,engah, diterapkan kubah luhur untuk bangunan keagamaan mereka untuk menciptakan rasa transendensi surga#i. ,he Ahmed !asjid Sultan, !asjid Shah dan !asjid Badshahi adalah contoh utama dari gaya arsitektur . Banyak kubah, terutama dari "enaissance dan BaroUue periode arsitektur, yang dinobatkan oleh lentera atau kubah, ino=asi !edie=al yang tidak hanya berfungsi untuk mengakui cahaya dan =entilasi udara, tetapi memberikan dimensi ekstra untuk interior dihiasi kubah

))-

&ambar '.-.d.d.4 Struktur pendukung kubah Sumber7 >olfgang Schueller. 9ori1ontal Span Building. ).+(. 9al 2-4

a. ,ipe ;tama Struktur Shell Kubah ). Braced omes "ibbed omes, termasuk plygonal domes. Sch#edler omes. :olyhedral omes. 8amella omes, termasuk 8attice omes 5cur=e lamellas6. &rid omes termasuk t#o-#ay grid domes dan three #ay grid domes. &eodesic omes termasuk single-layer framing, double-layer space trusses, and stressedskin construction. b. ,hin Shell omes "ibbed Shell omes. :olygonal omes. Corrugated Shell omes. ouble 5cellular6 Shell omes.

))4

&ambar '.-.d.d.b.) !enunjukan =ariasi pola braced domes Sumber7 >olfgang Schueller. 9ori1ontal Span Building. ).+(. 9al 2-$

&ambar '.-.d.d.b.' Sistem braced domes Sumber7 >olfgang Schuller. 9ori1ontal Span Building. ).+(. 9al 2-+

))$

&ambar '.-.d.d.b.( ,ipe struktur kubah Sumber7 >olfgang Schueller. 9ori1ontal Span Building. ).+(. 9al 24%

c. :erilaku Struktur Shell Kubah &eometri kubah hemispherical hanya membutuhkan struktur dasar untuk bereaksi secara =ertikal karena tidak ada kekuatan dorong utama di tepi shell, namun ada yang sekunder. alam tindakan kekuatan eksternal, susut, rangkak, dan perubahan suhu, kubah cenderung untuk menggantikan lateral, tetapi tidak dii1inkan untuk melakukannya karena keterikatan tetap dengan struktur dukungan batas.

))+

&ambar '.-.d.d.c.) 9emispherical dome dan shallo# dome Sumber7 >olfgang Schueller. 9ori1ontal Span Building. ).+(. 9al 244

&eomertri kubah Shallo# ome juga dapat didukung oleh struktur yang cenderung memiliki kemiringan sama dengan bersinggungan dengan kelengkungan ke batas shell. Sehingga bentuk ring balok dan lokasi yang sehubungan dengan shell dapat menentukan besarnya gangguan batas 2...e Si!te, Pe,bebanan dan 'a6a Beban terdistribusi karena tekanan internal di tangki penyimpanan, pembuluh tekanan atau silo, atau untuk tekanan eksternal dari angin, arus laut dan tekanan hidrostatik sangat baik ditentang oleh pesa#at perilaku dalam kerang. struktur Shell seringkali perlu diperkuat di daerah-daerah masalah tertentu dengan tulangan lokal. penguatan lokal juga sering diperlukan pada hubungan antara struktur shell, seperti umumnya terjadi dalam pekerjaan perpipaan umumnya dan industri lepas pantai.Berbeda dengan penguatan lokal, tulangan global umumnya digunakan untuk memperbaiki perilaku shell secara keseluruhan. alam kerang aAisymmetric, lokasi yang jelas untuk pengaku adalah sepanjang dipilih meridian dan garis paralel, menciptakan dengan cara ini mesh benar yang memperkuat struktur shell murni. &aya meridional merupakan gaya internal pada cangkang aksimetris yang terbagi rata dan dinyatakan dalam gaya per satuan luas.

&aya : yang dipikul konstruksi Z kecil karena gaya : ini sudah diuraikan dengan arah sejajar bidang dan dipikul bidang itu sendiri.

)).

&aya meridional selalu tekan. setiap bidang ? menahan gaya setiap rusuk ? mengkakukan bidang &ambar '.-.e.) &aya meridional pada cangkang bola Sumber 7 aniel 8. Schodek. Struktur. )..+. 9al 2-- dan !ateri :resntasi 5/ormat ::,6 Kelas. Slide 4 dan $

&aya melingkar dinyatakan sebagai gaya persatuan panjang yang dapat diperoleh dengan meninjau keseimbangan dalam arah trans=ersal.

&aya melingkar adalah tekan pada bagian atas segmen bola dan tarik di bagian ba#ah. &ambar '.-.e.' &aya melingkar pada cangkang bola Sumber 7 aniel 8. Schodek. Struktur. )..+. 9al 2-- dan !ateri :resntasi 5/ormat ::,6 Kelas. Slide 4 dan $

&aya ,erpusat Alasan mengapa beban tersebut harus dihindari pada struktur cangkang dapat terlihat jelas dengan menganalisis gaya-gaya mridional yang ditimbulkan oleh beban terpusat. *kspresi umum yang telah kita peroleh sebelum ini adalah < G >K' " sin 'dimana > adalah beban total berarah ke ba#ah. ;ntuk cangkang yang memikul beban terpusat :, ekspresi ini menjadi < G :K' " sin'. Apabila beban terpusat tersebut bekerja pada G % 5puncak cangkang6, maka tegangan tepat diba#ah beban tersebut menjadi tak hingga. 3elas hal ini dapat menyebabkan keruntuhan apabila permukaan cangkang tidak dapat memberikan tahanan momen dan beban tersebut memeng benar-benar tidak dapat memberikan tahanan momen dan beban tersebut memang benar-benar terpusat. dihindari pada struktur cangkang. Kondisi ,umpuan 7 Cincin ,arik dan ,ekan ,injauan desain yang utama pada cangkang putar adalah masalah di tumpuannya atau tepi-tepinya. Sama halnya dengan penggunaan batang pengikat pada pelengkung 5untuk menahan gaya hori1ontal6, kita juga harus melakukan cara-cara khusus untuk mengatasi gaya tendangan hori1ontal yang diasosiasikan dengan gaya dalam bidang di tepi ba#ah cangkang. :ada kubah, misalnya, sistem penyokong melingkar perlu dilakukan. Alternatif lain adalah menggunakan cincin lingkaran, yang disebut cincin tarik, di dasar kubah sehingga dapat alam hal ini, sebaiknya beban terpusat

)'%

menahan komponen keluar dari gaya meridional. Karena gaya yang disebut terakhir ini selalu tekan, maka komponen hori1ontal selalu bearrah ke luar. Karena itulah cincin containment selalu mengalami gaya tarik. Seandainya pada puncak cangkang terdapat lubang, maka komponen gaya meridional di dasar cangkang akan berarah ke dalam sehingga gaya padacincin adalah gaya tekan.

&ambar '.-.e.( :erilaku cangkang dasar Sumber7 aniel 8.Schodek. Struktur. )..+. 9al 24-

2...5 Si!te, Stabili!a!i Beban-beban yang bekerja pada permukaan cangkang diteruskan ke tanah dengan menimbulkan tegangan geser, tarik, dan tekan pada arah dalam bidang 5in-plane6 permukaan tersebut. ,ipisnya permukaan cangkang menyebabkan tidak adanya tahanan momen yang beraarti. Struktur cangkang tipis khususnya cocok digunakan untuk memikul beban terbagi rata pada atap gedung. Struktur ini tidak cocok untuk memikul beban terpusat.

)')

2...g Material Struktur cangkang dengan material beton bertulang ;ntuk desain struktur shell dengan material beton bertulang, sesuai dengan code ACI beton bertulang dapat dianggap elastis, homogeny dan isotropic dengan sifat teganganregangan identik dalam segala arah. Struktur Shell engan !aterial Kayu

&ambar '.-.g.) :ermukaan shell kayu Sumber 7 >olfgang Schueller. 9ori1ontal Span Building. 9al 2'2

Struktur Shell engan !aterial Baja

M )''

&ambar '.-.g.' Struktur shell yang menggunakan baja Sumber7 >olfgang Schueller. 9ori1ontal Span Building. ).+(. 9al 2'$

Struktur Shell engan !aterial :lastik

&ambar '.-.g.( :ermukaan struktur shell plastik Sumber7 >olfgang Schueller. 9ori1ontal Span Building. ).+(. 9al 2'+

)'(

B"B III P%N%R"P"N "N "N"#ISIS STRUKTUR B%NT"N' #%B"R

).). "P#IK"SI STRUKTUR K"B%#


A#alnya struktur kabel digunakan untuk berbagai jembatan seperti suspension bridge, cable stayed bridge,dan lain-lain. Struktur kabel untuk me#ujudkan sebuah ruangan yang memiliki bentang yang lebar tanpa harus ada kolom yang mengganggu pandangan pada bagian interior bangunan. ,etapi tetap memberikan kesan ringan, anggun, transparan dan dengan bentuk yang unik sesuai dengan konsep yang telah dirancang oleh arsiteknya ataupun yang lainnya. Struktur kabel jauh lebih murah dan sederhana, juga dapat menghasilkan arsitektur yang transparan dan ramping. :enggunaan struktur kabel yang indah dibagi sesuai dengan tipe bangunannya, yaitu 7 ). Kulit bangunan5fassade, screen #all6 '. Konstruksi atap stadion olahraga (. 3embatan termasuk jembatan pejalan kaki 2. Konstruksi bentang lebar, terutama untuk konstruksi ruang pameran -. !enara

&ambar '.(.h.a screen #all pada bandara internasional sultan hasanudin makasar 5'%)%6, masih menggunakan sistim sruktur rangka aluminium, yang menggunakan segi transparansi. Sumber 7 ###. &oogle.com

)'2

&ambar '.(.h.b 9otel Kempinsiki !unich 5jerman6. Screen #all 52%Y'-6m dengan menggunakan teknik kabel baja prategang dengan diameter ''m. *ngineer, joerg schlaich. Sumber 7 ###.google.com

2.).h.* Fa!!ade
inding fassade selalu dirancang dengan menggunakan aluminium sebagai rangka pemikul beban sendiri kaca. 3ika fassade sangat luas beban angin lebih menentukan dari beban kaca sendiri. !emikul momen lentur akibat beban angin, bingkai aluminium atau baja sebagai strukturnya. :enggunaan kaca sebagai material yang transparan dan ringan dapat mengurangi estetika bila dipadukan oleh rangka baja atau aluminium yang sifatnya masif.5 gambar '.(.h.a 6

3oerg schlaich seseorang yang sangat berpengalaman di bidang struktur kabel, salah satu karyanya adalah stadion olympic munich yang melahirkan fasade modern yang diberinama struktur minimalis, yang terdiri dari jaringan kabel prategang hori1ontal dan =ertikal sebagai struktur pemikul beban sendiri dan beban angin.

&ambar '.(.h.).a stadion olympic munich. Sumber 7 ###.google.com )'-

Struktur fasade terdiri dari jaringan kabel dengan jarak ),-% mY ),-% m, kabel mutu tinggi dengan diameter ''mm. Setiap kabel hori1ontal diberi gaya prategang, diangkur pada struktur bangunan kiri dan kanan.kabel =ertikal diberi gaya prategang yang diangkur pada girder yang terletak pada atap dan lantai. :ada sistem kon=ensional, panel kaca menumpu pada jaringan kabel pada keempat sudutnya menggunakan sistem jepit, menyalurkan beban kaca pada kabel prategang.

&ambar '.(.).b hotel gumaya semarang. Screen #all dengan teknik kabel baja prategang suspendend linear. Sumber 7 9arianto 9ardjasaputra. S,";K,;" ,"A<S:A"A<. '%)'. 9al 2(

&ambar '.(.).c A. etail dari pemegang panel kaca, B. etail penjepit kabel hori1ontal dan =ertikal dengan pemegang kaca. Sumber 79arianto 9ardjasaputra. S,";K,;" ,"A<S:A"A<. '%)'. 9al 2(

:erancangan struktur kabel, yang menentukan perancangan adalah bukan beban sendiri melainkan akibat beban angin, terutama masalah deformasi. Kecepatan angin )%% kmKjam yang dapat mengakibatkan deformasi sebesar 4% cm pada daerah pusat. Contohnya terminal ( bandara changi-

)'4

singapore. Sama halnya seperti gambar '.(.h.).b dan &ambar '.(.h.b. sistem kabel ini dikelompokan sebagai sistem linear, sebagai sistem struktur fasade yang paling sederhana. :erancangan struktur kabel harus mempertimbangkan antara besarnya gaya prategang dan deformasi jaringan kabel. :ada sistem linear untuk memperkecil deformasi pada jaringan kabel, dilakukan dengan cara memperbesar gaya prategangnya. ,etapi hal ini akan meningkatkan biaya konstruksi, karena harus mempebesar dimensi balok dan baja untuk dudukan ankur. Alternatif sistem ini dikelompokan sebagai sistem cabel truss, yang dapat memperkecil deformasi yang terjadi tanpa harus mempebesar gaya prategang.

&ambar '.(.).d screen #all pada changi airport singapore. A. :emegang panel kaca dan persilangan kabel baja.
Sumber 79arianto 9ardjasaputra. S,";K,;" ,"A<S:A"A<. '%)'. 9al 2-

&ambar '.(.).e spike truss yang dipasang hori1ontal untuk penyangga fasade kaca.
Sumber 79arianto 9ardjasaputra. S,";K,;" ,"A<S:A"A<. '%)'. 9al 2-

)'$

&ambar '.(.).f beberapa tipe sistem cable truss 5a,b,c6 kekakuannya jauh lebih besar dibandingkan cable linear
5d6. Sumber 7 9arianto 9ardjasaputra. S,";K,;" ,"A<S:A"A<. '%)'. 9al 24 KT<S,";KSI A,A: S,A IT< T8A9"A&A

Struktur atap jaringan kabel pada Tlympic stadium munich terkenal sangat mahal, karena menggunakan penutup terbuat dari glass-arcrylic, selain itu memerlukan ratusan macam detail pertemuan untuk mentranfer gaya-gaya prategang dengan baik. Ikatan dan lintasan kabel juga beragam. ,erlihat pada gambar

&ambar '.(.).g &ottlieb aimler Stadium Stuttgart. ). Cincin tekan. '. Cincin tarik
Sumber 7 9arianto 9ardjasaputra. S,";K,;" ,"A<S:A"A<. '%)'. 9al 2$

)'+

Schlaich dan bergemann mengembangkan penggunaan struktur hibrid pada atap stadion. Struktur hibrid adalah gabungan antara struktur kabel dan tekstil 5membran6. tahun '%%' atap stadion gottlieb daimler stadium di stuttgart. Struktur ini sederhana namun mampu tampil mena#an. :ada konstruksi atap stadion memperkenalkan sistem struktur yang diberi nama struktur jarijari dan roda sepeda, konstruksi atap dibuat dengan merentangkan kabel baja prategang di antara cincin luar dan cincin dalam. Akibat gaya prategang pada kabel maka cincin kuar akan bekerja sebagai cincin tekan 5compression ring6 dan cincin dalam sebagai cincin tarik 5tension ring6. engan sistem struktur jari-jari roda sepeda paada kedua cincin atap stadion tersebut, maka cincin elips bagian luar yang bekerja sebagai cincin tekan, dengan ketinggian yang berfariasi menghasilkan gelombang dari struktur cincin luar, cincin elips bekerja sebagai cincin tarik pada bagian struktur kabel. :ondasi atap stadion dirancang untuk beban gra=itasi, untuk menunjang yang harus ditarik dan pengankuran.

&ambar '.(.).h potongan struktur atap stadion &ottlieb aimler Stadium Stuttgart. ). Atap membran, '. Cincin tarik, (. 3ari-jari atap, 2. Cincin tekan 5kotak baja6 Sumber 7 Schlaich bergermann und partner

)'.

&ambar '.(.).i tampak atas sistem struktur atas Stadion. :engaplikasian struktur jari-jari roda. ). Atap membran 5 baja kotak 6, '. Cincin tarik 5 kabel baja prategang 6, (. 3ari-jari atap 5 kabel baja prategang 6, 2. Struktur kedua untuk pengikatan tekstil, -. !embran tekstil bahan :olyester lapisan :0C. Sumber 7 Schlaich bergermann und partner !enara pengamat Killesberg 5)..(6 Secara struktur dan dimensi menara pengamatt di killesberg stuttgart lebih kecil dibandingkan dengan menara pendingin :8,< Schemehusen, menara ini menjadi ikon bunga internasional pada daerah perbukitan killerg-stuttgart jerman, menara untuk pengunjung terletak pada bagian puncak tertinggi agar dapat menikmati pemandangan lepas ke kota stuttgart dan sekelilingnya. Schlaich merancang menara ini dengan prinsip se transparan mungkin dengan prinsip struktur kabel. Struktur kabel di gantung pada puncak penopang baja utama yang ditempatkan sentris, lalu bagian ba#ahnya diankur dan diberi pondasi, sehingga kabel pada bagian atas di kencangkan sehingga terjadi gaya prategang lalu diankur dan pada ankur tersebut diberi pondasi untuk mela#an gaya gra=itasi yang terjadi. 8engkung antiklastis dostabilkan oleh struktur jari-jari roda yang diletakkan pada 2 le=el pada ketinggian P+, )4, '2, dan () m. !ereka berfungsi sebagai plafon untuk pengunjung, yang menumpu pada penopang dan struktur kabel. ,angga sepiral yang menghubngkan platfrorm juga berfungsi untuk memperkaku S menara secara keseluruhan beban hidup.

)(%

&ambar '.(.).j menara pengamat killesberg ? stuttgart )..(. @ang dilingkar tersebut adalah plate form yang berfungsi sebagai tempat berjalannya pengunjung dan juga berfungsi sebagai cincin tekan. Sumber 7 9arianto 9ardjasaputra. S,";K,;" ,"A<S:A"A<. '%)'. 9al -(

)()

&ambar '.(.).k detail struktur . A. Sistem penyangga 5 strut 6, B. Sistem pengikat kabel pada pondasi 5 tie 6 Sumber 7 9arianto 9ardjasaputra. S,";K,;" ,"A<S:A"A<. '%)'. 9al -(

)('

).) *.

9+nt+h Ka!u! Struktur Tenda 7Ten!ile Structure8 9arl+! M+!ele6 Mu!ic Pa;ili+n& Ne< (+rk& *33* Bangunan ini berfungsi sebagai #adah pertunjukan musik yang dapat dipindahkan dan

dibongkar pasang dalam beberapa jam. :roses pemindahannya saja akan memerlukan tujuh buah truk7 tiga di antaranya memba#a tiga buah rangka truss sepanjang '% meter dan empat truk lain memba#a membran beserta perlengkapan lainnya. :roses konstruksi pa=ilion ini dimulai dengan pemasangan rangka truss membentuk semacam tripod untuk menopang tenda. :emasangan truss tersebut dimulai dengan meletakkan ujung dari dua truss pertama di titik-titik yang ditentukan, kemudian dibangun panggung berukuran )' A '2 meter di antara kedua titik tersebut. 8alu dibangun pula bantalan pondasi berukuran besar untuk menopang pompa hidrolik yang mendongkrak kedua truss melintasi panggung dan menempelkan kedua ujungnya satu sama lain. Kedua ujung truss ini ditempelkan, dikunci menjadi satu, dan digabungkan dengan rangka truss ketiga yang masih terlipat. ,russ ketiga ini kemudian ikut mendongkrak kedua batang truss lain perlahan-lahan menjadi tegak. Saat posisi struktur setengah tegak, membran dipasang pada kabel-kabel. ,erakhir, struktur tuss dinaikkan kembali sehingga menarik dan menegangkan membran penutup sesuai rancangan.

&ambar '.(.)- Interior :a=ilion Sumber7 google.com

)((

&ambar '.(.)4 :roses instalasi struktur Carlos !oseley !usic :a=illion Sumber7 arUuiteturaefemera.blogspot.com

)(2

).-

Struktur Plat #ipat !esjid "aya di Kuala 8umpur, !alaysia direncanakan oleh ,iga 3uru Bina setempat.

).-.a "nali!i! Bentuk Atap menggunakan struktur lipat. Bentuk pada atap seperti payung segitiga berulang dan banyak.

).-.b "nali!i! Fung!i+nal !asjid ini digunakan untuk beribadah para umat Islam yang berada di Kuala 8umpur, !alaysia. Adapun !akam :ahla#an di tempat ini dimana para pahla#an !alaysia dimakamkan di sini agar masyarakat dan pengunjung masjid dapat mengenal dan mengenang jasa-jasa mereka.

).-.c "nali!i! %!tetika inding-dinding kera#ang pada masjid bermotif arsitektur Islam modern dan di sana terdapat kolam-kolam yang dapat memberikan kesan tenang. :ada serambi-serambi diberi

)(-

atap datar yang diselingi lubang-lubang bujur sangkar yang berguna untuk penerangan atas dan =entilasi. i tempat !akam :ahla#an <asional atap berbentuk payung segi banyak didukung oleh umpak-umpak, sedangkan di atas ruang ibadah mempunyai bentuk yang sama yang didukung oleh kolom-kolom.

http7KK###.scribd.comKdocK)(+$)).22KStruktur- an-Konstruksi-Bangunan-I0\do#nload

)(4

)... STRUKTUR 9"N'K"N' "T"U S:%## S9*88 9T;S* Architect7 Kotaro IdeK A",echnic Architects 8ocation ate7 '%%+ Building ,ype7 0illa Site Area7 ),$)) sUm Constructed Area )...*. " 7 ('. sUm 7 Karui1a#a, <agano, 3epang

nali!i! Bentuk

Shell 9ouse merupakan rancangan struktur cangkang dengan dua dimensi permukaan melengkung. 3 merupakan bentuk struktur yang terbuat dari dua ukuran massa silinder o=al yang berbeda yang dipotong dengan kur=a. Bagian lurus dari 3 merupakan massa yang lebih kecil dimana terhubung dengan bagian melengkung dari 3 yang merupakan massa yang lebih besar.

&ambar Situasi Shell 9ouse Sumber 7 http7KK###.de1een.comK'%%.K%)K%2Kshell-by-artechnic-architectsK

)($

&ambar enah Shell 9ouse Sumber 7 http7KK###.de1een.comK'%%.K%)K%2Kshell-by-artechnic-architectsK

&ambar ,ampak epan, ,ampak Belakang, ,ampak Kanan, ,ampak Kiri Sumber 7 http7KK###.de1een.comK'%%.K%)K%2Kshell-by-artechnic-architectsK

)(+

&ambar Bentuk struktur cangkang dengan dua dimensi permukaan melengkung Sumber 7 http7KK###.de1een.comK'%%.K%)K%2Kshell-by-artechnic-architectsK

&ambar 3 !erupakan Bentuk Struktur @ang ,erbuat ari ua ;kuran !assa Silinder T=al @ang Berbeda @ang ipotong engan Kur=a Sumber 7 http7KK###.de1een.comK'%%.K%)K%2Kshell-by-artechnic-architectsK

(.-.). Analisis /ungsional Keberadaan struktur cangkang merupakan tanggapan terhadap alam sekitar

)(.

&ambar 8antai ibangun )2%% !ilimeter iatas ,anah, engan Bagian Struktur Cangkang Sangat !enonjol Ke Arah 8uar @ang apat !endukung ,eras engan Ketinggian @ang Sama Sumber 7 http7KK###.de1een.comK'%%.K%)K%2Kshell-by-artechnic-architectsK

&ambar Bagian Atas Bangunan Berbentuk T=al inding Adalah (-% !ilimeter an 8ebar ,erus !eningkat !enjadi $-% !ilimeter Karena ,urun !enuju ,anah @ang Kedua Sisi !emenuhi :ersyataran Struktural Sumber 7 http7KK###.de1een.comK'%%.K%)K%2Kshell-by-artechnic-architectsK

)2%

&ambar Sistem :emanas 8antai Kustom !eminimalkan :enggunaan *nergi :anas ;ntuk !enghindari Kesulitan !engosongkan rainase i aerah ingin. Sumber 7 http7KK###.de1een.comK'%%.K%)K%2Kshell-by-artechnic-architectsK (.-.(. Analisis *stetika

etail struktur berbentuk j dengan permukaan melengkung dua dimensi, yang dikembangkan pada dua tingkat dapat memberikan daya tarik terhadap alam sekitar seperti pengunaan material kayu yang dipotong pipih yang di susun sejajar dapat mengikutin bentuk bangunan sehingga memberikan estetika tehadap fasad bangunan serta desain pola lantai teras yang mengikuti eksisting =egetasi pohon cemara

&ambar :enggunaan !aterial Kayu @ang apat !emberikan *stetikan :ada /asad Bangunan Sumber 7 http7KK###.de1een.comK'%%.K%)K%2Kshell-by-artechnic-architectsK

&ambar esain :ola 8antai ,eras @ang !engikuti *ksisting 0egetasi :ohon Cemara Sumber 7 http7KK###.de1een.comK'%%.K%)K%2Kshell-by-artechnic-architects K

)2)

)2'