Anda di halaman 1dari 2

Minggu 3 : Gizi Masyarakat, Gaya hidup dan Peran Serta Masyarakat 3.

1 Identifikasi Masalah Gizi yang Ditemukan di Pelayanan Tingkat Pertama dan Pengelolaannya Hari / Tanggal : Senin / 9 September 2013 Jenis Kegiatan : 1. Masalah Gizi yang ditemukan di masyarakat di Puskesmas Tanah Jambo Aye 2. Pengelolaan Masalah Gizi di Puskesmas Tanah Jambo Aye 3. Pencatatan dan Pelaporan Masalah Gizi di Puskesmas Diskusi : Masalah gizi dalam masyarakat yaitu : a. Marasmus Bentuk malnustrisi kalori protein yang terutama akibat kekeurangan kalori yang berat dan kronis terutama terjadi selama setahun pertama kehidupan. Penyebab utama marasmus adalah kurang kalori portein yang dapat terjadi karenan diet yang tidak cukup, kebiasaan makan yang tidak tepat atau karena kelainan metabolik dan malformasi kongenital. b. Kwasiorkor Suatu keadaan kekurangan gizi (protein) yang merupakan sindrom klinik yang diakibatkan defisiensi protein berat dan kalori yang tidak adekuat. Penyebabnya selain faktor ekonomi, dapat pula disebabkan oleh diare kronik, malabsorpsi protein. c. Kurang energi protein (KEP) Disebabkan oleh kekurangan sumber protein.

d. Anemia defisiensi besi Penyakit kurangnya hemoglobin dalam darah dimana haemoglobin ini berfungsi mengikat zat besi.

e. Defisiensi lodium Penyakit dimana penderita kekurangan yodium yang berfungsi dalam proses metbolisme dan pertumbuhan. Pengelolaan masalah gizi buruk di puskesmas yaitu : Puskesmas menerima rujukan KEP berat / gizi buruk dari posyandu dalam wilayah kerjanya serta pasien pulang dari rawat inap di rumah sakit. Menyeleksi kasus dengan cara menimbang ulang dan di cek dengan tabel BB/U Baku Median WHO-NCHS. Apabila ternyata berat badan anak berada dibawah garis merah (BGM) dianjurkan kembali kepusat pemulihan gizi (PPG)/posyandu untuk mendapatkan PMT pemulihan. Apabila anak dengan KEP berat/gizi buruk (BB <60% Tabel BB/U Buku Median WHONCHS) tanpa disertai komplikasi, anak dapat dirawat jalan dipuskesmas sampai berat badanya mulai naik 0,5 KG selama 2 mingggu dan mendapat PMT-P dari pusta pemulihan gizi. Apabila 2 minggu berat badannya tidak naik, lakukan pemeriksaan untuk evaluasi mengenai asupan makanan dan kemungkinan penyakit penyerta rujuk ke Rumah Sakit untuk mencari penyebab lain. Melakukan penyuluhan gizi dan konseling diet KEP berat/gizi buruk. Melakukan pemeriksaan fisik dan pengobatan minimal 1 kali/minggu. Melakukan evaluasi pertumbuhan berat badan balita gizi buruk setiap 2 minggu sekali. Melakukan pencatatan dan pelaporan tentang perkembangan berat badan dan kemajuan asupan makanan.