Anda di halaman 1dari 31

Assalamualaikum

PROGRAM STUDI KEPERAWATAN

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UIN ALAUDDIN MAKASSAR

2013

PLASENTA PREVIA

PLASENTA PREVIA Kelompok II

Kelompok II

Muh. Aswar Anas Adnan Sumaila Fitriani 023 Khairun Nisa Ina Angriani Aulia Rahma Arnida Enita
Muh. Aswar Anas Adnan Sumaila Fitriani 023 Khairun Nisa Ina Angriani Aulia Rahma Arnida Enita

Muh. Aswar Anas

Adnan Sumaila Fitriani 023

Khairun Nisa Ina Angriani

Aulia Rahma

Arnida

Enita

KONSEP MEDIS PLASENTA PREVIA

KONSEP MEDIS PLASENTA PREVIA

KONSEP MEDIS PLASENTA PREVIA

DEFENISI

Plasenta previa adalah plasenta yang letaknya

abnormal atau berimplantasi abnormal terhadap segmen bawah rahim yang menutupi sebagian atau seluruh pembukaan jalan lahir. Pada keadaan normal, plasenta terletak pada korpus uteri.

rahim yang menutupi sebagian atau seluruh pembukaan jalan lahir. Pada keadaan normal, plasenta terletak pada korpus
KLASIFIKASI Plasenta previa totalis, yaitu pada ostium serviks internus seluruhnya ditutupi oleh plasenta. Plasenta previa

KLASIFIKASI

Plasenta previa totalis, yaitu pada ostium serviks internus seluruhnya ditutupi oleh plasenta.KLASIFIKASI Plasenta previa partialis, yaitu pada ostium internus sebagian ditutupi oleh plasenta. Plasenta previa

Plasenta previa partialis, yaitu pada ostium internus sebagian ditutupi oleh plasenta.ostium serviks internus seluruhnya ditutupi oleh plasenta. Plasenta previa marginalis, yaitu tepi plasenta berada di

Plasenta previa marginalis, yaitu tepi plasenta berada di pinggir ostiumyaitu pada ostium internus sebagian ditutupi oleh plasenta. Plasenta letak rendah, yaitu plasenta tertanam di segmen

Plasenta letak rendah, yaitu plasenta tertanam di segmenmarginalis, yaitu tepi plasenta berada di pinggir ostium bawah uterus sedemikian sehingga tepi plasenta sebenarnya

bawah uterus sedemikian sehingga tepi plasenta sebenarnya tidak mencapai ostium internus tetapi berada didekatnya.

Look at the picture guys !!

Look at the picture guys !!

Look at the picture guys !!

Look at the picture guys !!
ETIOLOGI Faktor-faktor predisposisi penyebab terjadinya plasenta previa adalah: Multiparitas (80% klien yang menderita

ETIOLOGI

Faktor-faktor predisposisi penyebab terjadinya plasenta previa adalah:

Multiparitas (80% klien yang menderita adalah multipara)predisposisi penyebab terjadinya plasenta previa adalah: Usia ibu lanjut (lebih dari 35 tahun pada 33% kasus)

Usia ibu lanjut (lebih dari 35 tahun pada 33% kasus) Kehamilan multipel
Kehamilan multipelUsia ibu lanjut (lebih dari 35 tahun pada 33% kasus)

Riwayat kelahiran sesar sebelumnya Insisi uterus
Insisi uterusRiwayat kelahiran sesar sebelumnya

Riwayat plasenta previa sebelumnya (insidennya adalah 12 kali lebih besar pada wanita dengan riwayat plasenta sebelumnya).ibu lanjut (lebih dari 35 tahun pada 33% kasus) Kehamilan multipel Riwayat kelahiran sesar sebelumnya Insisi

PATOFISIOLOGI Perdarahan antepartum akibat plasenta previa terjadi sejak kehamilan 20 minggu saat segmen bawah uterus

PATOFISIOLOGI

Perdarahan antepartum akibat plasenta previa terjadi sejak kehamilan 20 minggu saat segmen bawah uterus telah terbentuk dan mulai

melebar serta menipis. Umumnya terjadi pada trimester ketiga karena

segmen bawah uterus lebih banyak mengalami perubahan. Pelebaran segmen bawah uterus dan pembukaan serviks menyebabkan sinus

uterus robek karena lepasnya plasenta dari dinding uterus atau karena

robekan sinus marginalis dari plasenta. Pendarahan tak dapat

dihindarkan karena ketidakmampuan serabut otot segmen bawah uterus untuk berkontraksi seperti pada plasenta letak normal

MANIFESTASI KLINIS

Perdarahan berwarna merah terang per vaginam yang tidak menimbulkan nyeri selama trimester kedua atu ketiga ( Sifat perdarahannya tanpa sebab ( causeless tidak menimbulkan nyeri selama trimester kedua atu ketiga (Sifat perdarahannya tanpa sebab (causeless), tanpa nyeri (painless), dan berulang (recurrent))
), tanpa nyeri ( painless ), dan berulang ( recurrent )) Perdarahan dapat berawal dari perdarahan Perdarahan dapat berawal dari perdarahan bercak- bercak, atau dapat berawal dengan perdarahan masif.

Uterus biasanya akan tetap terasa lunak( recurrent )) Perdarahan dapat berawal dari perdarahan bercak- bercak, atau dapat berawal dengan perdarahan masif.

PEMERIKSAAN PENUNJANG

USG Sinar X Pemeriksaan laboratorium Pengkajian vaginal Amniocentesis
Sinar X USG Pemeriksaan laboratorium Pengkajian vaginal Amniocentesis
Pemeriksaan laboratorium USG Sinar X Pengkajian vaginal Amniocentesis
Pengkajian vaginal USG Sinar X Pemeriksaan laboratorium Amniocentesis
AmniocentesisUSG Sinar X Pemeriksaan laboratorium Pengkajian vaginal

KOMPLIKASI

Pada ibu, terjadinya perdarahan hingga syok, anemia karena perdarahan, plasentitis, dan endometritis pasca persalinan.KOMPLIKASI Pada janin, biasanya terjadi persalinan premature dan komplikasi seperti asfiksia berat . Anemia, Syok

Pada janin, biasanya terjadi persalinan premature dan komplikasi seperti asfiksia berat .perdarahan, plasentitis, dan endometritis pasca persalinan. Anemia, Syok hipovolemik, Trombositopenia, Hemoragi

Anemia,

Syokpremature dan komplikasi seperti asfiksia berat . Anemia, hipovolemik, Trombositopenia, Hemoragi pascapartum, Ruptur

hipovolemik,

Trombositopenia,

Hemoragi pascapartum, Ruptur uterus

PENATALAKSANAAN

PENATALAKSANAAN Penatalaksanaan medis Pada semua kasus plasenta previa total atau pada lebih dari 30 % kasus

Penatalaksanaan medis

Pada semua kasus plasenta previa total atau pada lebih dari 30 %

kasus plasenta previa sebagian, kelahiran sesaria adalah pelahiran

yang dipilih. Prosedur kelahiran sesarea dilakukan dengan

memakai anestesi inhalasi umum dan ringan. Persalinan per

vaginam seringkali dapat dilakukan pada pada plasenta letak

rendah, khusunya apabila bayi kecil dan serviks telah membuka

sebagian. Pada beberapa keadaan ini, ahli obsetrik dapat meilih

untuk memecahkan ketuban dengan harapan bahwa bagian terendah janin dapat memasuki panggul dan dapat mengontrol

perdarahan dengan cara menekan area plasenta yang telah

mengalami pemisahan (Reeder, dkk, 2011).

Penatalaksanaan keperawatan 1. Tirah baring total 2. Beri cairan peroral dan pantau tekanan darah dan

Penatalaksanaan keperawatan

1. Tirah baring total

2. Beri cairan peroral dan pantau tekanan darah dan frekuensi nadi pasien secara teratur tiap

lima belas menit untuk mendeteksi adanya

hipotensi atau shock akibat pendarahan. pantau

pula bjj dan pergerakan janin.

PENCEGAHAN

Tidak ada cara untuk mencegah plasenta previa karena penyebab pasti dari plasenta previa belum diketahui. Yang harus dilakukan adalah mencoba

menghindari faktor resiko terjadinya plasenta previa

PROGNOSIS Sampai beberapa tahun belakangan ini, plasenta previa dikaitkan dengan angka mortalitas ibu yang mencapai

PROGNOSIS

Sampai beberapa tahun belakangan ini, plasenta

previa dikaitkan dengan angka mortalitas ibu yang

mencapai 10 %. Diagnosis dini dan metode penatalaksanaan yang semakin canggih telah dapat mengurangi kejadian ini (Reeder,dkk, 2011).

Dengan penanggulangan yang baik, kematian ibu

akibat plasenta previa rendah sekali, atau tidak ada

sama sekali (Mansjoer, 2001).

KONSEP KEPERAWATAN PLASENTA PREVIA

KONSEP KEPERAWATAN PLASENTA PREVIA

KONSEP KEPERAWATAN PLASENTA PREVIA
PENGKAJIAN 1. Sirkulasi a. Anamnesa Terjadi perdarahan jalan lahir pada kehamilan setelah 22 minggu berlangsung

PENGKAJIAN

1. Sirkulasi

a.

Anamnesa

Terjadi perdarahan jalan lahir pada kehamilan setelah 22 minggu berlangsung tanpa nyeri terjadi secara tiba-tiba, tanpa

berlangsung tanpa nyeri terjadi secara tiba-tiba, tanpa sebab yang jelas dan perdarahan dapat berlangsung berulang.

sebab yang jelas dan perdarahan dapat berlangsung berulang. b. Inpeksi

Pada

berwarna merah terang, encer sampai meggumpal, pada

perdarahan yang banyak ibu tampak pucat dan anemis.

inspeksi

dapat

dijumpai

perdarahan

pervagina

darah

Next

2. Seksualitas

a. Palpasi Abdomen Bagian terbawah janin biasanya belum masuk pintu atas panggul. Apabila presentasi kepala, biasanya kepala masih

terapung di pintu atas panggul. Tidak jarang terjadi kelainan letak janin, seperti letak lintang atau letak sungsang.

b. Ultrasonogram

Penentuan letak plasenta dengan cara ini ternyata sangat tepat tidak dapat menimbulkan bahaya radiasi bagi ibu dan janin dan tidak menimbulkan rasa nyeri.

cara ini ternyata sangat tepat tidak dapat menimbulkan bahaya radiasi bagi ibu dan janin dan tidak
Next 3. Pemeriksaan in spekulo Pemeriksaan bertujuan untuk mengetahui apakah perdarahan berasal dari osteum uteri

Next

3.

Pemeriksaan in spekulo Pemeriksaan bertujuan untuk mengetahui apakah perdarahan berasal dari osteum uteri eksternum dari kelainan serviks dan vagina.

DIAGNOSA Kekurangan volume cairan berhubungan dengan komplikasi perdarahan. Risiko infeksi berhubungan dengan kekurangan

DIAGNOSA

Kekurangan volume cairan berhubungan dengan komplikasi perdarahan.DIAGNOSA Risiko infeksi berhubungan dengan kekurangan volume cairan yang berlebihan. Ansietas pengetahuan berhubungan

Risiko infeksi berhubungan dengan kekurangan volume cairan yang berlebihan.volume cairan berhubungan dengan komplikasi perdarahan. Ansietas pengetahuan berhubungan dengan kurangnya mengenai

Ansietasberhubungan dengan kekurangan volume cairan yang berlebihan. pengetahuan berhubungan dengan kurangnya mengenai perubahan

pengetahuan

berhubungan

dengan

kurangnya

mengenai perubahan fisiologis dalam sistem reproduksi klien.

Dukamengenai perubahan fisiologis dalam sistem reproduksi klien. cita berhubungan dengan keguguran yang akan terjadi.

cita

berhubungan

dengan

keguguran yang akan terjadi.

keguguran

aktual

atau

INTERVENSI DX. 1 Tujuan : volume cairan homeostatis . Kriteria hasil : 1) Tanda vital

INTERVENSI

DX. 1

Tujuan

: volume cairan homeostatis .

Kriteria hasil : 1) Tanda vital normal 2 ) Klien tampak tenang

Intervensi

:

Ambil darah, periksa golongan, dan lakukan cross check .

Rasional : Untuk memastikan kompabilitas darah .

Catat jumlah pembalut yang digunakan, perhatikan kuantitas,

kualitas, dan konsistensi drainase . Rasional : Untuk mengkaji kehilangan darah .

Awasi asupan dan haluaran cairan

Rasional : Untuk mengkaji hidrasi. Jelaskan kemungkinan prosedur medis atau prosedur

pembedahan yang mungkin dibutuhkan

Rasional : Untuk mempersiapkan klien dan memberikan

informasi yang tepat.

DX. 2

Risiko infeksi berhubungan dengan kekurangan volume

cairan yang berlebihan .

Tujuan : Tidak terjadi infeksi. Kriteria hasil : Tidak ditemukan tanda -tanda infeksi .

volume cairan yang berlebihan . Tujuan : Tidak terjadi infeksi. Kriteria hasil : Tidak ditemukan tanda

Intervensi

:

Berikan health education pada klien tentang kebersihan perineum

Rasional : Untuk mencegah timbulnya infeksi.

Hindari penggunaan tampon untuk mengendalikan perdarahan

Rasional : Untuk mencegah infeksi karena penggunaan

tampon

mikroorganaisme .

dapat menjadi media tumbuh

Sarankan peningkatan asupan cairan atau berikan cairan

 Sarankan peningkatan asupan cairan atau berikan cairan parenteral sesuai program . Rasional : Untuk mempertahankan

parenteral sesuai program .

Rasional : Untuk mempertahankan keseimbangan cairan .

Kolaborasi pemberian antibiotik dan obat alagetik sesuai

program .

Rasional : Untuk mencegah infeksi dan memastikan

kenyamanan klien .

DX . 3

Tujuan : Ansietas klien berkurang dan dapat diatasi .

Kriteria hasil : Klien tampak tenang dan mampu menyebutkan

tanda -tanda bahaya pada awal masa kehamilan dan tindakan yang harus dilakukan .

Intervensi

:

Berikan petunjuk pada klien mengenai tanda -tanda bahaya pada awal masa kehamilan dan tindakan yang sessuai

indikasi .

Rasional : Untuk mewaspadakan klien untuk segera mengambil tindakan yang tepat .

dan tindakan yang sessuai indikasi . Rasional : Untuk mewaspadakan klien untuk segera mengambil tindakan yang

Pertahankan tirah baring dan atau pembatasan aktivitas fisik.

Rasional : Untuk memastikan keselamatan ibu dan anak .

Rasional : Untuk memastikan keselamatan ibu dan anak .  Pantau tanda -tanda vital janin sesuai

Pantau tanda -tanda vital janin sesuai indikasi .

Rasional : Untuk mengkaji keselamatan dan kesejahteraan janin.

Berikan health education pada klien tentang patofisiologi penyakit dan penatalaksanaannya .

Rasional : Untuk memberikan informasi mengenai penyakit

klien .

Anjurkan klien untuk mengungkapkan perasaannya . Rasional : Klien dan keluarganya akan mersa tenang dan

dapat mengurangi rasa cemas .

DX . 4

Tujuaan

: Klien dapat mengatasi duka cita yang dialaminya .

Kriteria hasil : Klien mampu mencurahkan perasaannya

mengenai rasa berduka, marah, dan menyalahkan dirinya . Serta klien

menunjukkan pemahaman mengenai

kemungkinan keguguran .

Intervensi

:

Berikan kesempatan pada klien untuk mengungkapkan

:  Berikan kesempatan pada klien untuk mengungkapkan perasaan berduka, marah, dan meyalahkan diri . Rasional

perasaan berduka, marah, dan meyalahkan diri .

Rasional : Untuk mendukung proses berduka .

Berikan kesempatan pada klien untuk berada bersama

dengan anggota keluarga yang mendukung klien.

Rasional : untuk mendukung klien dan dengan keberadaan

keluarga, rasa berduka klien dapat berkurang.

keberadaan keluarga, rasa berduka klien dapat berkurang.  Berikan informasi berdasarkan fakta mengenai aborsi dan

Berikan informasi berdasarkan fakta mengenai aborsi dan kemungkinan kapasitas sistem reproduksi yang akan

datang.

Rasional : Untuk memberikan informasi yang akurat.

Lakukan rujukan untuk melakuykan konselong genetik sesuai keperluan.

Rasional : Untuk memberikan informasi guna keputusan yang tepat mengenai kehamilan yang akan

datang.

EVALUASI Volume cairan klien homeostatis ditandai dengan tanda-tanda vital klien normal. Tidak terjadi infeksi ditandai

EVALUASI

Volume cairan klien homeostatis ditandai dengan tanda-tanda vitalEVALUASI klien normal. Tidak terjadi infeksi ditandai dengan tanda vital klien normal dan tidak ditemukan tanda

klien normal.

Tidak terjadi infeksi ditandai dengan tanda vital klien normal dan tidak ditemukan tanda infeksi.homeostatis ditandai dengan tanda-tanda vital klien normal. Ansietas klien berkurang dan dapat diatasi ditandai dengan

Ansietas klien berkurang dan dapat diatasi ditandai dengan klientanda vital klien normal dan tidak ditemukan tanda infeksi. tampak tenang dan mampu menyebutkan tanda-tanda bahaya

tampak tenang dan mampu menyebutkan tanda-tanda bahaya pada

awal masa kehamilan dan tindakan yang harus dilakukan.

Klien mampu mengatasi duka citanya ditandai dengan klien mampupada awal masa kehamilan dan tindakan yang harus dilakukan. mencurahkan perasaannya mengenai rasa berduka, marah, dan

mencurahkan perasaannya mengenai rasa berduka, marah, dan menyalahkan dirinya serta mampu menunjukkan pemahaman

mengenai kemungkinan keguguran.

GAMSAHAMNIDA

GAMSAHAMNIDA