Anda di halaman 1dari 3

Saraf cranial terbentuk dari berkas serabut saraf (neurofibral) yang di kosongkan oleh jaringan-jaringan penunjang.

Sumber: Neuroanatomik klinik edisi 5, cetakan 1 2007 Richard . snell, M.D., ph.D. Jakarta penerbit EGC

No. I

Nervus Olfactorius

Komponen Sensorik

Target Organ Reseptor Penciuman di hidung

Fungsi Penghidu : Menerima rangsangan bau penciuman Penglihatan Mengangkat kelopak mata atas, menggerakan bola mata (superior, inferior, dan media), kontriksi pupil dalam cahaya terang atau pengelihatan jarak dekat, akomodasi mata Membantu menggerakan bola mata ke inferior dan lateral Sensasi pada wajah, kulit kepala, dan gigi; kontraksi otot mengunyah Menggerakan mata ke lateral Papil kecap; kontraksi otot-otot wajah; sekresi saliva Pendengaran; indera ekuilibrium

II III

Opticus Oculomotorius

Sensori Motorik

Retina Otot ekstrinsik bola mata

IV

Trochlearis

motorik

Otot ekstrinsik bola mata

Trigeminus

Sensorik Motorik

Wajah dan kepala Otot mengunyah : m. tensor veli palatina

VI VII

Abducens Facialis

motorik Motorik Sensorik

M. rectu lateralis Otot-otot wajah dan kulit kepala 2/3 bagian anterior lidah

VIII Vestibulocochlear (akustikus)

IX

Sensorik ( cabang kokhlear dan vestibular) Glossopharyngeus Motorik Sensorik

Koklea, vestibulum dan kanalis semisirkularis bagian telinga dalam

m.stylopharyngeus 2/3 bagian posterior lidah dan faring

Membantu menelan; pengecap; sensorik jantung, pernafasan, dan reflex tekanan darah; kontraksi faring; sekresi saliva

Vagus

Motorik

Otot faring dan laring : organ toraks dan abdomen

Sensorik

Lidah dan faring: organ toraks dan abdomen

XI

Accessorius

Motorik

m. sternocleidomastoideus, m trapezius

XII

Hypoglossus

Motorik

Otot-otot lidah (kecuali m. palatoglossus)

Sesori jantung, pernafasan, sensorik dan motoric laring, peningkatan sekresi cerna: kontraksi saluran cerna (peristaltik) Gerakan bahu dan kepala; motoric untuk laring (ketika berbicara); melakukan fleksi leher Mengatur bentuk dan pergerakan lidah

Ada 12 pasang cranial yang meninggalkan otak melalu foramina dan fissure di tengkorak. Semua saraf ini didistribusikan ke kepala dan leher,kecuali nervus vagus yang juga mempersyarafi struktur-struktur yang berada di toraks dan abnomen. Saraf cranial terdiri dari serabut aferen atau eferen, dan beberapa memiliki kedua serabut tersebut dan dikenal dengan nama serabut campuran. Badan sel serabut aferen terdapat pada ganglia di luar batang otak, sedangkan badan sel serabut eferen terdapat pada nuclei batang otak. Sumber: Neuroanatomik klinik edisi 5, cetakan 1 2007 Richard . snell, M.D., ph.D. Jakarta, penerbit EGC Dan Fisiologi manusia, edisi 6 Laurale herwood, cetakan 2011, Jakarta, penerbit EGC

Dua belas pasang saraf cranial keluar dari batang otak atau dari bagian lain otak. Nama kranial mengindikasikan asal saraf, dan banyak saraf tersebut membawa impuls bagi fungsi yang melibatkan kepala. Namun, beberapa fungsi mempunyai jangkauan yang lebih jauh. Impuls untuk indera penghidu, pengecap, pengelihatan, pendengaran, dan ekuilibrum, semuanya dibawa oleh saraf cranial menuju area sensorik masing-masing sensasi tersebut di dalam otak. Beberapa saraf cranial membawa impuls motoric ke otot wajah dan mata serta kelenjar saliva. Nervus vagus bercabang meluas ke laring, jantung, lambung, dan usus serta tabung bronkial.
Sumber: buku ajar anatomi dan fisiologi edisi 3, cetakan I 2007

Valerie C. Scanlon Tina Sanders; penerbit EGC