Anda di halaman 1dari 152

1

PENERAPAN MODEL PICTURE AND STUDENT ACTIVE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI DI KELAS X-6 MAN 3 RUKOH BANDA ACEH Skripsi

diajukan untuk melengkapi tugas-tugas dan memenuhi syarat guna memperoleh gelar Sarjana Pendidikan

Oleh

ASRINA

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA DARUSSALAM, BANDA ACEH 2013

Hari takkan indah tanpa mentari dan rembulan, begitu juga hidup takkan indah tanpa tujuan, harapan serta tantangan. Meski terasa berat, namun manisnya hidup justru akan terasa, apabila semuanya terlalui dengan baik, meski harus memerlukan pengorbanan. Ya Allah, sepercik ilmu telah Engkau karuniakan kepadaku, hanya mengetahui sebagian kecil dari yang Engkau miliki ya Allah, sebagaimana firman-Mu ; Seandainya air laut menjadi tinta untuk menuliskan perkataan Tuhanku, niscaya keringlah lautan sebelum habis perkataan, walaupun kami datangkan tinta sebanyak itu sebagai tambahan. (QS.Al-Kahfi:19). Alhamdulillah.. Kepada-Mu aku bersujud dan bersukur.. Terimakasih telah memberikanku kekuatan dan kesehatan, sehingga kumampu menggapai cita-cita, walau kutahu ini bukanlah akhir dari suatu perjuangan, tapi merupakan awal dari suatu pengabdian. Walau telah banyak rintangan yang harus aku hadapi. Hari ini telah Engkau penuhi harapanku untuk membahagiakan orang-orang tercinta. Engkau berikan orang tua yang tulus memberi kasih sayang dan membimbingku ketika langkahku kehilangan arah.. Dengan segala ketulusan, rasa hormat dan kerendahan hati kupersembahkan karya kecil ini sebagai wujud bakti dan cintaku kepada Almarhum Ayahanda tercinta Jasmidin yang telah mendahului kami menghadap Sang Khalik, setiap denyut nadi ananda adalah doa untuk Ayahanda semoga nikmat surga selalu dilimpahkan Allah. Kepada Ibunda Hafizah yang telah mencurahkan segenap cinta dan kasih sayangnya, yang senantiasa mendoakanku dalam setiap untaian doa sepanjang perjalanan hidupku. Kepada kedua adindaku tersayang, Rubama dan Jaza Anil Husna, terima kasih untuk semua support dan doa, untuk hari-hari indah dalam kebersamaan dan cinta kasih, serta kepada Bapak Wildan dan kakanda Nurrahmah, terima kasih untuk doa, dan jerih payahnya yang telah memberi dorongan baik motivasi ataupun materi. Terima kasihku yang tak terhingga untuk semua dosen yang telah berjasa memberikan ilmu pengetahuan, sahabat-sahabatku yang telah banyak mewarnai hari-hariku dalam suka maupun duka hingga aku menyandang gelar sarjana, serta seluruh teman-teman angkatan 08. Terima kasih untuk kebersamaan dan persahabatan kita. Untuk ribuan tujuan yang harus dicapai, untuk jutaan impian yang akan dikejar, untuk sebuah pengharapan, agar hidup jauh lebih bermakna, karena tragedi terbesar dalam hidup bukanlah kematian tapi hidup tanpa tujuan. Teruslah bermimpi untuk sebuah tujuan, pastinya juga harus diimbangi dengan tindakan nyata, agar mimpi dan juga angan, tidak hanya menjadi sebuah bayangan semua. Dan tiada kata yang terindah yang mampu kuucapkan selain Puji & Syukurku hanya pada-Mu Ya Allah atas segala rencana indah-Mu

Wassalam Asrina, S.Pd

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya serta memberikan kesempatan sehingga dengan Kudrah dan IradahNya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini yang berjudul Penerapan Model Picture And Student Active untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran Geografi di Kelas X-6 MAN 3 Rukoh Banda Aceh. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala, Darussalam Banda Aceh. Penulis menyadari bahwa skripsi ini dapat terselesaikan berkat bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Untuk itu, pada kesempatan ini perkenankan penulis menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Dekan dan Pembantu Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala. 2. Ketua Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala. 3. Drs. Hasmunir, M.Si, selaku Dosen Wali sekaligus pembimbing I dan Drs. Abdul Wahab Abdi, M.Si, selaku pembimbing II atas segala jerih payah dan telah bersedia meluangkan waktu dalam membimbing, mengarahkan, memberikan dukungan, dan segala bantuan yang sangat bermanfaat sejak penyusunan proposal sampai dengan penyelesaian penulisan skripsi ini.

6 4. Staf pengajar Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala yang telah membantu, membimbing dan memberikan ilmu pengetahuan dan pendidikan kepada penulis. 5. Tidak lupa pula terimakasih kepada sahabat tercinta, Elva, Nurul, Yunus, dan rekan-rekan mahasiswa geografi khususnya angkatan 2008, serta semua pihak yang tidak mungkin penulis sebutkan satu persatu, terimakasih atas segala bantuan dan kerja sama dari awal kuliah hingga akhir penulisan skripsi ini. Ucapan terimakasih yang tak terhingga penulis sampaikan kepada Ibunda Hafizah dan Ayahanda Tgk. Jasmidin (Almarhum), adinda Rubama, adinda Jaza Anil Husna, dan seluruh keluarga yang tercinta atas segala perhatian, pengorbanan, yang telah memberikan dukungan moril dan materil yang tidak ternilai harganya demi sebuah cita-cita serta menjadi motivator dalam penyusunan skripsi ini. Penulis menyadari banyak terdapat kekurangan dalam menyelesaikan skripsi ini. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran guna untuk perbaikan pada masa yang akan datang. Akhirnya diiringi dengan doa dan harapan semoga skripsi ini bermanfaat bagi kita. Amin ya Rabbal alamin.

Darussalam, Agustus 2013

Penulis

7 ABSTRAK

Kata Kunci : picture and student active, hasil belajar, geografi Dalam pelaksanaannya pembelajaran guru kurang menerapkan model pembelajaran di dalam kelas sehingga proses belajar mengajar terasa membosankan dan berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa. Model picture and student active adalah pembelajaran menggunakan gambar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Peningkatan hasil belajar geografi dengan menggunakan model pembelajaran picture and student active. (2) Kemampuan guru dalam menerapkan model picture and student active (3) Aktivitas guru dan siswa dalam menerapkan model picture and student active (4) Respon siswa dalam pembelajaran model picture and student active. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah siswa kelas X-6 MAN 3 Rukoh Banda Aceh yang berjumlah 27 siswa. Teknik pengumpulan data meliputi tes, observasi, dan angket. Hasil penelitian dianalisis dengan teknik deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas dan hasil analisis data dapat disimpulkan (1) Menunjukkan adanya peningkatan ketuntasan rata-rata pada hasil belajar siswa dapat dilihat secara individual, RPP-I hanya 21 siswa yang tuntas, secara klasikal sebesar 77,78%, RPP-II mengalami kenaikan menjadi 24 siswa yang tuntas, secara klasikal sebesar 88,89%, RPP-III terdapat 26 siswa yang tuntas, secara klasikal sebesar 96,29%. (2) Aktivitas guru dan siswa telah mencerminkan pelaksanaan model picture and student active; (3) Keterampilan guru dalam menerapkan model picture and student active telah mengalami peningkatan, yaitu siklus I (2,91) sedang, siklus II (3,3) cukup baik, dan siklus III (3,9) baik; dan (4) Respon rata-rata siswa terhadap model picture and student active yaitu 96,2% senang, 96,2% baru, 100% berminat, 96% jelas, dan 92% model picture and student active. Disarankan kepada guru maupun pihak lain yang mencari solusi untuk membuat siswa lebih aktif dalam pembelajaran terutama geografi, dapat menerapkan model picture and student active.

8 DAFTAR ISI

Halaman KATA PENGANTAR ....................................................................................... ABSTRAK ......................................................................................................... DAFTAR ISI ...................................................................................................... DAFTAR TABEL ............................................................................................. DAFTAR GAMBAR ......................................................................................... DAFTAR LAMPIRAN .......................................................................... BAB I PENDAHULUAN .................................................................................. 1.1 Latar Belakang Masalah ................................................................... 1.2 Rumusan Masalah ............................................................................ 1.3 Tujuan Penelitian.............................................................................. 1.4 Manfaat Penelitian............................................................................ 1.5 Defenisi Operasional ........................................................................ BAB II LANDASAN TEORETIS .................................................................... 2.1 Pengertian Belajar dan hasil belajar ................................................. 2.1.1 Belajar .................................................................................. 2.1.2 Hasil belajar ......................................................................... 2.2 Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil Belajar .............................. 2.2.1 Faktor Endogen ................................................................... 2.2.2 Faktor Eksogen .................................................................... 2.3 Pengertian Pembelajaran .................................................................. 2.4 Pengertian Model Pembelajaran ...................................................... 2.5 Penerapan Model Picture And Student Active ................................. 2.6 Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Picture And Student Active ....................................... 2.7 Langkah-langkah Penerapan Model Pembelajaran Picture And Student Active ....................................... 2.8 Materi Pembelajaran ....................................................................... 2.8.1 Hidrosfer dan Dampaknya Terhadap Kehidupan ................ 2.9 Penelitian Tindakan Kelas ............................................................... 2.9.1 Pengertian Penelitian Tindakan Kelas ................................. 2.9.2 Langkah-langkah Penelitian Tindakan Kelas ...................... BAB III METODE PENELITIAN .................................................................. 3.1 Jenis Penelitian ................................................................................. 3.2 Tempat dan Waktu Penelitian ......................................................... 3.3 Subjek Penelitian ............................................................................. 3.4 Teknik dan Alat Pengumpulan Data ............................................... 3.4.1 Teknik Pengumpulan Data .................................................. i ii iii vi vii viii 1 1 3 4 4 5 7 7 7 8 9 10 12 14 15 15 16 17 19 19 23 23 24 26 26 26 26 27 27

9 3.4.1.1 Tes (evaluasi) ............................................................... 3.4.1.2 Observasi ...................................................................... 3.4.1.3 Angket .......................................................................... 3.4.2 Alat atau Instrumen Pengumpulan Data ................................ 3.5 Teknik Analisis Data ........................................................................ 3.5.1 Analisis Pengolahan Peningkatan Hasil Belajar ................. 3.5.2 Analisis Pengolahan Aktivitas Guru dan Siswa ................ 3.5.3 Analisis Pengolahan Keterampilan Guru Dalam Mengelola Pembelajaran ....................................................................... 3.5.4 Analisis Pengolahan Respon Siswa ..................................... 3.6 Prosedur dan Rencana Penelitian .................................................... 3.6.1 Perencanaan .......................................................................... 3.6.2 Tindakan .............................................................................. 3.6.3 Pengamatan ......................................................................... 3.6.4 Tahap Refleksi ..................................................................... BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ................................. 4.1 Deskripsi Wilayah ............................................................................ 4.1.1 Keadaan Fisik Sekolah ........................................................ 4.1.2 Guru dan Siswa ................................................................... 4.2 Hasil Penelitian ................................................................................ 4.2.1 Siklus I ................................................................................. 4.2.1.1 Hasil Belajar Siklus I ............................................... 4.2.1.2 Aktivitas Guru dan Siswa ........................................ 4.2.1.3 Keterampilan Guru dalam Mengelola Pembelajaran ........................................................... 4.2.1.4 Refleksi dan Tindak Lanjut ..................................... 4.2.2 Siklus II ............................................................................... 4.2.2.1 Hasil Belajar Siklus II .............................................. 4.2.2.2 Aktivitas Guru dan Siswa ........................................ 4.2.2.3 Keterampilan Guru dalam Mengelola Pembelajaran ........................................................... 4.2.2.4 Refleksi dan Tindak Lanjut ..................................... 4.2.3 Siklus III .............................................................................. 4.2.3.1 Hasil Belajar Siklus III ............................................. 4.2.3.2 Aktivitas Guru dan Siswa ........................................ 4.2.3.3 Keterampilan Guru Mengelola Pembelajaran ......... 4.2.3.4 Refleksi dan Tindak Lanjut ..................................... 4.2.4 Respon Siswa Terhadap Pembelajaran .................................. 4.3 Pembahasan ..................................................................................... 4.3.1 Hasil Belajar .......................................................................... 4.3.2 Aktivitas Guru dan Siswa ...................................................... 4.3.3 Keterampilan guru mengelola pembelajaran ......................... BAB V PENUTUP ............................................................................................. 27 27 27 28 29 29 29 31 32 32 33 34 36 40 41 41 44 45 46 46 46 47 50 51 52 53 54 57 58 59 59 61 63 64 65 68 68 69 73 74

10 5.1 Simpulan........................................................................................... 5.2 Saran ................................................................................................. DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ LAMPIRAN ....................................................................................................... RIWAYAT HIDUP ........................................................................................... 74 75 77 78 133

11 DAFTAR TABEL

Tabel Halaman 4.1 Fasilitas Sekolah Berdasarkan Luasnya ........................................................ 4.2 Fasilitas Sekolah Berdasarkan Jenis.............................................................. 4.3 Rekapitulasi Jumlah Siswa............................................................................ 4.4 Rekapitulasi Jumlah Guru ............................................................................. 4.5 Hasil Belajar Sebelum dan Sesudah Penelitian Siklus I ............................... 4.6 Persentase Aktivitas Guru ............................................................................ 4.7 Persentase Aktivitas Siswa............................................................................ 4.8 Keterampilan Guru Dalam Mengelola Pembelajaran RPP I ........................ 4.9 Hasil Belajar Sebelum dan Sesudah Penelitian Siklus II .............................. 10 Persentase Aktivitas Guru ............................................................................. 4.11 Persentase Aktivitas Siswa.......................................................................... 4.12 Keterampilan Guru Dalam Mengelola Pembelajaran RPP II ..................... 4.13 Hasil Belajar Sebelum dan Sesudah Penelitian Siklus III ........................... 4.14 Persentase Aktivitas Guru .......................................................................... 4.15 Persentase Aktivitas Siswa.......................................................................... 4.16 Keterampilan Guru Dalam Mengelola Pembelajaran RPP III .................... 4.17 Persentase Respon Siswa ........................................................................... 44 44 45 45 46 48 49 51 53 55 56 58 60 61 63 66 67

12 DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman 2.1 Siklus Rancangan Penelitian Tindakan Kelas ............................................... 4.1 Peta Kota Banda Aceh .................................................................................. 4.2 Peta Denah MAN 3 Rukoh Banda Aceh ...................................................... 4.3 Grafik Persentase Ketuntasan Individual ..................................................... 4.4 Grafik Persentase Ketuntasan Klasikal ........................................................ 4.5 Grafik Persentase Aktivitas Guru dan Siswa Siklus I .................................. 4.6 Grafik Persentase Aktivitas Guru dan Siswa Siklus II ................................. 4.7 Grafik Persentase Aktivitas Guru dan Siswa Siklus III ............................... 4.8 Grafik Keterampilan Guru Mengelola Pembelajaran .................................. Gambar Foto Sesudah Penelitian ....................................................................... 25 42 43 68 69 70 71 72 73 134

13 DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman 1 Silabus Pembelajaran ...................................................................................... 2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 1 ............................................................. 3 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 2 ............................................................. 4 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 3 ............................................................. 5 Lembar Pengamatan Aktivitas Guru dan Siswa Menggunakan Model Picture and Student Active.................................................................... 6 Lembar Pengamatan Keterampilan Guru dalam Mengelola Pembelajaran Picture and Student Active ...................................................... 7 Lembar Angket Respon Siswa ........................................................................ 8 Analisis Ujian Awal dan Akhir Tes Hasil Belajar RPP-1 .............................. 9 Analisis Ujian Awal dan Akhir Tes Hasil Belajar RPP-2 .............................. 10 Analisis Ujian Awal dan Akhir Tes Hasil Belajar RPP-3 ............................ 11 Persentase Aktivitas Guru dan Siswa ............................................................ 12 Persentase Hasil Penilaian Pengelolaan Pembelajaran ................................. 13 Analisis Respon Siswa Terhadap KBM Menggunakan Model Picture and Student Active ............................................................................. 14 Surat Keputusan Penunjukkan Dosen Pembimbing ....................................... 15 Surat Rekomendasi Pengumpulan Data dari Universitas Syiah Kuala ................................................................................................... 16 Surat Izin Mengadakan Penelitian dari Kementrian Agama .......................... 79 82 93 103

112

116 121 123 124 125 126 127

128 129

130 131

17 Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian dari MAN 3 Rukoh

14 Banda Aceh ................................................................................................... 18 Daftar Riwayat Hidup ................................................................................... 132 133

15 BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Proses pembelajaran adalah kegiatan yang bernilai edukatif. Nilai edukatif tersebut mewarnai interaksi yang terjadi antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa, siswa dengan sumber belajar dalam mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan. Harapan yang ada pada setiap guru adalah bagaimana materi pelajaran yang disampaikan kepada anak didiknya dapat dipahami secara tuntas. Untuk memenuhi harapan tersebut bukanlah sesuatu yang mudah, karena setiap siswa memiliki karakteristik yang berbeda baik dari segi minat, potensi, kecerdasan dan usaha siswa itu sendiri. Belajar merupakan kegiatan yang dilakukan oleh siswa, sedangkan mengajar yang dilakukan oleh guru. Kegiatan yang dilakukan oleh guru sangat mempengaruhi kegiatan siswa. Apalagi guru mengajar dengan menggunakan pendekatan yang lebih mengaktifkan siswa. Agar pelaksanaan berjalan secara efesien dan efektif maka diperlukan perencanaan yang tersusun secara sistematis, dengan proses belajarmengajar yang lebih bermakna dan mengaktifkan siswa serta dirancang dalam suatu skenario yang jelas (Ibrahim, 2003:30-31). Berdasarkan beberapa observasi yang telah dilakukan terhadap proses pembelajaran geografi di kelas X-6 MAN 3 Rukoh Banda Aceh, pelaksanaan pembelajaran geografi sudah baik, namun ada beberapa masalah yang diungkapkan langsung oleh siswa dalam proses pembelajaran yaitu proses pembelajaran di kelas

16 tersebut berlangsung hanya sebatas guru menerangkan dan siswa mendengarkan kemudian mencatat pelajaran yang diberikan. Media yang digunakan dalam pembelajaran hanya sebatas papan tulis, tidak terdapat media tambahan lain yang mendukung proses pembelajaran. Tidak terdapat kegiatan belajar yang menarik seperti diskusi kelompok. Sebagian besar siswa jarang terlibat dalam hal mengajukan pertanyaan atau mengutarakan pendapat, walaupun guru telah berulang kali meminta siswa untuk bertanya jika ada hal-hal yang kurang jelas, hal ini terjadi dikarenakan oleh banyak faktor, diantaranya kurangnya penerapan model pembelajaran di dalam kelas. Salah satu cara untuk meningkatkan perhatian, minat dan motivasi belajar siswa adalah ditangan seorang guru, selain harus menguasai materi yang akan diajarkan, juga harus memiliki keterampilan dan teknik tertentu untuk menyampaikan materi tersebut kepada siswa. Guna meningkatkan daya tarik siswa terhadap proses pembelajaran seorang guru dapat menerapkan model pembelajaran picture and student active. Model tersebut menggunakan gambar-gambar yang dapat menarik perhatian siswa sehingga dapat memotivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran di kelas serta proses kooperatif pada model tersebut dapat memacu siswa dalam belajar geografi dalam suatu kelompok. Suprijono (2010:110) mengatakan bahwa Model Picture And Student Active adalah model pembelajaran yang menggunakan gambar dipasangkan atau diurutkan menjadi urutan logis. Dalam hal ini guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai, menyampaikan materi sebagai pengantar. Setelah itu guru menunjukkan atau memperlihatkan gambar-gambar yang berkaitan dengan materi. Siswa tidak

17 hanya mendengar dan membuat catatan, guru memanggil siswa secara bergantian memasang atau mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis. Kemudian ditanyakan alasan atau dasar pemikiran dari urutan gambar tersebut, maka dari alasan atau urutan gambar, guru memulai menanamkan konsep atau materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Berdasarkan uraian yang dikemukakan di atas solusi yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi adalah dengan melakukan penelitian dengan judul Penerapan Model Picture And Student Active Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Geografi di Kelas X-6 MAN 3 Rukoh Banda Aceh.

1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1. Apakah penerapan model pembelajaran picture and student active dapat meningkatkan hasil belajar geografi ? 2. Bagaimana aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran geografi dengan menerapkan model pembelajaran picture and student active ? 3. Bagaimana keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran dengan

menerapkan model picture and student active dalam kegiatan pembelajaran geografi ? 4. Bagaimana respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran picture and student active ?

18 1.3 Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1. Peningkatan hasil belajar geografi dengan menggunakan model pembelajaran picture and student active ? 2. Aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran geografi dengan menerapkan model pembelajaran picture and student active ? 3. Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran dengan menerapkan model picture and student active dalam kegiatan pembelajaran geografi ? 4. Respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran picture and student active ?

1.4 Manfaat Penelitian Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini ada dua yaitu secara teoretis dan secara praktis. 1. Manfaat teoretis a. Sumber acuan bagi penulis lain yang akan megadakan penelitian sejenis lebih lanjut. b. Sumbangan pemikiran bagi guru untuk mengembangkan variasi model pembelajaran. c. Menambah wawasan bagi guru dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran, khususnya mata pelajaran geografi.

19 2. Manfaat praktis a. Bagi guru dan calon guru - Memberikan masukan kepada guru maupun calon guru khususnya bidang studi geografi dalam mencari alternative model pembelajaran yang sesuai dengan materi yang akan diajarkan. - Dapat digunakan sebagai acuan, bahan pertimbangan dan masukan bagi para guru yang melakukan penelitian sejenis. b. Bagi siswa - Dapat memberi masukan kepada siswa untuk meningkatkan hasil belajar khususnya bidang studi geografi sehingga dapat meraih prestasi yang maksimal. - Dapat meningkatkan pemahaman siswa pada materi yang telah disampaikan oleh guru. c. Bagi sekolah - Dapat memberikan referensi dan informasi dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan yang sesuai dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan.

1.5 Defenisi Operasional Untuk mempermudah pemahaman isi karya tulis ini, maka didefenisikan istilah-istilah penting yang menjadi pokok pembahasan dalam karya tulis ini sebagai berikut: 1. Model pembelajaran merupakan model yang dapat meningkatkan

pengembangan konsep yaitu bagaimana pengetahuan secara bermakna serta

20 mengaitkan antara pengetahuan lama dengan pengetahuan secara bermakna serta megaitkan dalam kehidupan sehari-hari. 2. Pembelajaran model picture and student active adalah suatu model pembelajaran dengan menggunakan media gambar. Dalam operasionalnya gambar-gambar dipasangkan satu sama lain atau bisa jadi di urutkan menjadi urutan yang logis. 3. Geografi adalah ilmu yang mempelajari/mengkaji bumi dan segala sesuatu yang ada di atasnya, seperti penduduk, fauna, flora, iklim, udara dan segala interaksinya. 4. Hasil belajar adalah hasil belajar mencakup kemampuan koknitif, afektif, dan psikomotorik.

21 BAB II LANDASAN TEORETIS

2.1 Pengertian Belajar dan Hasil Belajar 2.1.1 Belajar Ali Muhammad (2004:14) menjelaskan bahwa Belajar adalah sesuatu perubahan prilaku, akibat interaksi dengan lingkungnya. Perubahan prilaku dalam proses belajar terjadi akibat dari interaksi dengan lingkungan. Interaksi biasanya berlangsung secara sengaja. Dengan demikian belajar dikatakan berhasil apabila terjadi perubahan dalam diri individu. Sebaliknya apabila terjadi perubahan dalam diri individu maka belajar tidak dikatakan berhasil. Menurut Sagala (2010:50), belajar adalah Perubahan prilaku dan pribadi, namun apa sesungguhnya yang dipelajari dan bagaimana manifestasinya masih tetap merupakan permasalahan yang mengandung interprestasi paling fundamental. Dengan demikian inti dari belajar yang dikemukakan oleh para ahli tersebut dilihat dari psikologi adalah adanya perubahan kematangan bagi anak didik sebagai akibat belajar sedangkan dilihat dari proses adalah adanya interaksi antara peserta didik dengan pendidik sebagai proses pembelajaran dan perubahan tampak pada perubahan tingkah laku yang dipengaruhi oleh ilmu pengetahuan yang diperoleh dari proses belajar. Belajar merupakan kegiatan yang lahir adanya interaksi individu dan

lingkungan yang akan menyebabkan terjadinya perubahan tingkah laku pada diri individu tersebut kearah yang lebih baik. Perubahan tingkah laku yang dimaksud

22 tidak hanya mencakup aspek-aspek kognitif tetapi juga aspek psikomotoriknya. Agar dapat mendorong terjadinya proses belajar, maka hal-hal yang perlu dilakukan adalah bagaimana seseorang guru dapat menciptakan suasana yang dapat memotivasikan siswa untuk lebih aktif dalam kegiatan belajarnya. Belajar merupakan proses yang terjadi dalam otak manusia. Saraf dan sel-sel yang mengumpulkan semua yang dilihat oleh mata, didengar oleh telinga, dan lainlain, lantas disusun oleh otak sebagai hasil belajar. Itulah sebabnya, orang tidak biasa belajar jika fungsi otaknya terganggu (Sobur Alex, 2003:217). Terdapat delapan macam sifat proses belajar Soepartinah Pakasi (dalam Sobur Alex, 2003:235) yakni: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Belajar merupakan suatu interaksi antara anak dan lingkungan; Belajar bearti berbuat; Belajar bearti mengalami; Belajar adalah suatu aktivitas yang bertujuan; Belajar memerlukan motivasi; Belajar memerlukan kesiapan pada pihak anak; Belajar bersifat integratif.

2.1.2 Hasil Belajar Menurut Syaiful dan Aswan (2006:107) Setiap proses belajar selalu menghasilkan hasil belajar, masalah yang dihadapi adalah sampai ditingkat mana prestasi (hasil ) belajar yang dicapai. Selanjutnya Hamalik (2002:155) mengatakan: Tampak sebagai terjadinya perubahan tingkah laku pada diri siswa, yang dapat diamati dan diukur dalam perubahan pengetahuan sikap dan pengembangan yang lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya, misalnya dari tidak tahu menjadi tahu, sikap tidak sopan menjadi sopan dan sebagainya. Nasution (2006:36) mengemukakan bahwa Hasil belajar adalah hasil dari suatu interaksi tindak pembelajaran dan biasanya ditujukan dengan nilai tes yang

23 diberikan guru. Hasil belajar siswa dipengaruhi oleh kemampuan siswa dan kualitas pembelajaran. Kualitas pembelajaran yang dimaksud adalah profesional yang dimiliki oleh guru. Artinya kemampuan dasar guru baik dibidang kognitif (intelektual), bidang sikap (afektif) dan bidang prilaku (psikomotorik). Setiap usaha atau kegiatan yang dilakukan seseorang tentu mengharapkan hasil dari apa yang diusahakannya. Demikian halnya dengan kegiatan-kegiatan belajar yang dilakukan oleh anak tentu saja mengharapkan hasil dari usahanya itu. Hasil dari usaha belajar itulah yang disebut dengan prestasi belajar, baik secara keseluruhan maupun secara kelompok dalam mata pelajaran tertentu. Dengan demikian kegiatan belajar merupakan sarana-sarana yang harus dikerjakan oleh setiap anak untuk memperoleh hasil belajar yang diharapkan.

2.2 Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar Setiap individu dalam meningkatkan hasil belajarnya, banyak faktor yang mempengaruhinya. Secara garis besar faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar anak atau individu dapat digolongkan menjadi dua bagian, yaitu faktor endogen dan faktor eksogen (Sobur Alex, 2003:244). a) Faktor endogen atau disebut juga faktor internal, yakni semua faktor yang berada dalam diri individu. b) Faktor eksogen atau disebut juga faktor eksternal, yakni semua faktor yang berada di luar diri individu, misalnya orangtua dan guru, atau kondisi lingkungan di sekitar individu.

24 2.2.1 Faktor Endogen Faktor endogen atau faktor yang berada dalam diri individu meliputi dua faktor, yakni faktor fisik dan faktor psikis, (Sobur Alex, 2003:244) sebagai berikut: a. Faktor Fisik Kesehatan jasmani dan rohani sangat mempengaruhi kemampuan belajar umpamanya anak yang kurang sehat atau kurang gizi, daya tangkap dan kemampuan belajarnya akan kurang dibandingkan dengan anak yang sehat. Selain faktor kesehatan, ada juga faktor lain yang penting yaitu cacat-cacat yang dibawa sejak anak berada dalam kandungan. Keadaan cacat ini juga bisa menghambat keberhasilan seseorang. Misalnya orang tersebut bisu, tuli sejak lahir, geger otak karena jatuh. Keadaan seperti di atas dapat menjadi hambatan dalam perkembangan anak, sehingga anak menghadapi kesulitan untuk bereaksi dan berinteraksi dengan lingkungan sekelilingnya, terutama dalam hal menangkap pelajaran. Untuk mengatasi kemungkinan timbulnya masalah tersebut, pihak guru seyogianya bekerjasama dengan pihak sekolah untuk memperoleh bantuan pemeriksaan rutin dari dinas-dinas kesehatan setempat. b. Faktor Psikis Syah Muhibbin (2001) mengatakan bahwa psikologi adalah Ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia baik selaku individu maupun kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan. Tingkah laku terbuka adalah tingkah laku yang bersifat psikomotor yang meliputi perbuatan berbicara, duduk , berjalan dan lain sebagainya, sedangkan tingkah laku tertutup meliputi berfikir, berkeyakinan, berperasaan dan lain sebagainya.

25 Dari beberapa pendapat tersebut di atas maka dapat disimpulkan bahwa psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia yang berupa tingkah laku yang tampak maupun tidak tampak, tingkah laku yang disadari maupun yang tidak disadari baik sebagai individu maupun dalam hubungannya dengan lingkungannya. Pada dasarnya, manusia itu berbeda satu sama lain. Salah satu perbedaan itu adalah dalam hal kemampuan atau inteligensi. Kenyataan menunjukkan, ada orang yang dikaruniai kemampuan tinggi, sehingga akan lebih berhasil dalam kegiatan belajar karena ia lebih mudah menangkap dan memahami pelajaran. Anak yang cerdas akan lebih mudah berpikir kreatif dan cepat mengambil keputusan. Meskipun demikian anak yang mempunyai kemampuan tinggi tidak bearti tidak akan mengalami kesulitan dalam belajar. Kemungkinan kesulitan tetap ada karena ia terlalu menganggap mudah pelajaran-pelajaran di sekolah, sehingga segan atau malas untuk belajar. Sebaliknya ada orang yang kemampuannya kurang sehingga mengalami kesulitan untuk mempelajari sesuatu. Keinginan atau minat dan kemampuan atau kehendak sangat mempengaruhi corak perbuatan yang akan diperlihatkan seseorang, tetapi bila tidak mempunyai minat, tidak mau, atau tidak ada kehendak untuk mempelajari, ia tidak akan bisa mengikuti proses belajar. Bakat seseorang itu berbeda-beda, orangtua terkadang kurang memperhatikan faktor bakat ini, sehingga mereka memaksakan kehendaknya untuk menyekolahkan anaknya pada bidang keahlian tertentu tanpa mengetahui dahulu bakat yang dimiliki

26 anaknya itu. Pemaksaan kehendak terhadap anak tentu saja akan berpengaruh buruk terhadap prestasi anak yang bersangkutan. Motivasi adalah keadaan internal organisme yang mendorongnya untuk berbuat sesuatu, karena belajar merupakan suatu proses yang timbul dari dalam diri individu. Kekurangan atau ketiadaan motivasi, baik yang bersifat internal maupun yang bersifat eksternal akan menyebabkan kurang bersemangatnya anak dalam proses pembelajaran baik di sekolah maupun di rumah. Dalam proses belajar, kematangan atau kesiapan ini sangat menentukan hasil belajar anak. Oleh karena itu, setiap usaha belajar akan lebih berhasil bila dilakukan bersamaan dengan tingkat kematangan individu. 2.2.2 Faktor Eksogen Faktor eksogen ialah faktor yang datang dari luar diri individu, merupakan pengalaman-pengalaman, kejadian alam sekitar, pendidikan, dan sebagainya. Umumnya pengaruh lingkungan bersifat pasif dalam arti bahwa lingkungan tidak memberikan pengaruhnya secara paksa kepada individu. Lingkungan hanya menyediakan kemungkinan-kemungkinan atau kesempatan-kesempatan kepada individu. Apakah individu mengambil manfaat dari kesempatan yang diberikan oleh lingkungan tersebut atau tidak tergantung kepada individu yang bersangkutan. Lain halnya dengan pendidikan yang bersifat aktif, penuh tanggung jawab, dan secara sistematik memang mengarahkan pada pengembangan potensi-potensi atau bakatbakat yang ada pada individu sesuai dengan tujuan pendidikan.

27 Keluarga juga merupakan kelompok sosial pertama-tama dalam kehidupan manusia tempat ia belajar dan menyatakan diri sebagai manusia sosial di dalam hubungan interaksi dengan kelompoknya. Dalam keluarganya yang interaksi sosialnya berdasarkan simpati, seorang anak pertama-tama belajar memperhatikan keinginan-keinginan orang lain, belajar bekerjasama, bantu membantu dalam pergaulannya dengan orang lain. Keadaan ekonomi keluarga juga berpengaruh terhadap kemajuan belajar siswa, karena dengan kemiskinan kebutuhan atau fasilitas-fasilitas belajar yang dibutuhkan tidak terpenuhi. Seperti biaya untuk membeli buku pelajaran dan alat tulis lainnya. Sarana dan prasarana juga mempunyai arti penting dalam pendidikan untuk berlangsungnya kegiatan pembelajaran di sekolah. Dalam belajar di sekolah faktor guru dan cara mengajar merupakan faktor yang penting pula. Bagaimana sikap dan kepribadian guru, tinggi rendahnya pengetahuan yang dimiliki guru dan bagaimana cara guru mengajarkan pengetahuan itu kepada anak didiknya, bisa turut menentukan hasil belajar yang dapat dicapai seorang anak. Begitu pula lingkungan yang sering dialami oleh anak bagaimana teman dalam pergaulannya sehari-hari dan aktivitas yang dilakukan dalam masyarakat yang dapat mempengaruhi kegiatan belajar anak. Melalui uraian di atas, aktivitas dan kreativitas peserta didik dalam belajar sangat bergantung pada aktivitas dan kreativitas guru dalam pembelajaran dan pembentukan kompetensi peserta didik, serta menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Guru dapat menggunakan berbagai pendekatan dalam meningkatkan aktivitas dan kreativitas peserta didik.

28 2.3 Pengertian Pembelajaran Pembelajaran adalah membelajarkan siswa menggunakan asas pendidikan maupun teori belajar merupakan penentu utama keberhasilan pendidikan (Dimyati, 2009:297). Pembelajaran merupakan proses komunikasi dua arah, mengajar dilakukan oleh pihak guru sebagai pendidik, sedangkan belajar dilakukan oleh peserta didik atau murid. Aqib (2003:41) menyatakan pembelajaran adalah Suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, mental, fasilitas, perlengkapan dan prosedur yang saling mempengaruhi untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dari beberapa pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran adalah proses yang diselenggarakan oleh guru untuk membelajarkan dan memproses pengetahuan, keterampilan dan sikap. Pembelajaran tidak mengabaikan karakteristik pembelajaran dan prinsip-prinsip belajar. Oleh karena itu guru dituntut untuk memusatkan perhatian, mengelola, menganalisis dan mengoptimalkan hal-hal berkaitan dengan: a. Perhatian dan motivasi b. Keaktifan siswa c. Optimalisasi keterlibatan siswa d. Melakukan pengulangan-pengulangan belajar e. Pemberian tugas agar siswa bertanggung jawab f. Memberikan balikan dan penguatan terhadap siswa g. Mengelola proses belajar sesuai dengan perbedaan individual siswa

29 2.4 Pengertian Model Pembelajaran Sanjaya (2005:145) mengemukakan bahwa, Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi perancang pembelajaran serta para pengajar dalam merencanakan aktivitas pembelajaran. Dalam kegiatan belajar-mengajar, model yang diperlukan oleh guru dan penggunaannya bervariasi sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai setelah pengajaran berakhir. Seseorang guru tidak akan dapat melaksanakan tugasnya bila dia tidak menguasai satupun model mengajar (Djamarah, 2010:46). Berdasarkan pengertian-pengertian model pembelajaran di atas, dapat dikatakan bahwa model pembelajaran adalah suatu pola pembelajaran yang digunakan oleh guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran sejak awal sampai akhir, untuk mencapai tujuan pembelajaran dan berfungsi sebagai pedoman bagi perancang dan para guru.

2.5 Penerapan Model Pembelajaran Picture And Student Active Pembelajaran ini memiliki ciri aktif, inovatif, kreatif, dan menyenangkan. Model apapun yang digunakan selalu menekankan aktifnya peserta didik dalam setiap proses pembelajaran. Inovatif setiap pembelajaran harus memberikan sesuatu yang berbeda dan selalu menarik minat peserta didik dan kreatif, setiap pembelajarannya harus menimbulkan minat kepada peserta didik untuk

menghasilkan sesuatu atau dapat menyelesaikan masalah dengan menggunakan

30 metoda, teknik atau cara yang dikuasai oleh siswa itu sendiri yang diperoleh dari proses pembelajaran. Model pembelajaran ini mengandalkan gambar sebagai media dalam proses pembelajaran. Gambar-gambar ini menjadi faktor utama dalam proses pembelajaran seingga sebelum proses pembelajaran guru sudah menyiapkan gambar yang akan ditampilkan baik dalam bentuk kartu atau dalam bentuk carta dalam ukuran besar dan jika di sekolah sudah menggunakan power point atau software yang lain akan memudahkan sistem perencanaan pembelajaran (Sahrudin, 2011).

2.6 Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Picture And Student Active a. Kelebihan Model picture and student active memiliki beberapa kelebihan sebagai berikut: 1. Guru lebih mengetahui kemampuan masing-masing siswa; 2. Melatih berpikir logis dan sistematis; 3. Membantu siswa belajar berpikir berdasarkan sudut pandang suatu objek bahasan dengan memberikan kebebasan siswa dalam berpikir; 4. Mengembangkan motivasi untuk belajar yang lebih baik; 5. Siswa dilibatkan dalam perencanaan dan pengelolaan kelas (Http://raseko.blogspot.com/2011/05/model-pembelajaran-picture-and-picture.html). Beberapa kelebihan yang sudah dipaparkan memiliki satu persamaan yaitu model picture and student active dapat memudahkan siswa untuk meningkatkan kreatifitas dan hasil belajar yang selama ini belum mencapai keberhasilan yang maksimal.

31 b. Kekurangan Selain kelebihan model picture and student active juga memiliki kekurangan yang berpengaruh pada pencapaian tujuan belajar sebagai berikut: 1. Memakan banyak waktu; 2. Banyak siswa yang pasif; 3. Guru khawatir bahwa akan terjadi kekacauan di kelas; 4. Banyak siswa tidak senang apabila disuruh bekerja sama dengan yang lain; 5. Dibutuhkan dukungan fasilitas, alat dan biaya yang cukup memadai (Http://raseko.blogspot.com/2011/05/model-pembelajaran-picture-and-picture.html).

2.7 Langkah-Langkah Penerapan Model Pembelajaran Picture And Student Active Langkah-langkah penerapan model picture and student active adalah sebagai berikut: a. Guru diharapkan untuk menyampaikan apakah yang menjadi Kompetensi Dasar mata pelajaran yang bersangkutan Dengan demikian maka siswa dapat mengukur sampai sejauh mana yang harus dikuasainya. Disamping itu guru juga harus menyampaikan indikator-indikator ketercapaian KD, sehingga sampai dimana KKM yang telah ditetapkan dapat dicapai oleh peserta didik. b. Menyajikan materi sebagai pengantar Penyajian materi sebagai pengantar sesuatu yang sangat penting, dari sini guru memberikan momentum permulaan pembelajaran. Kesuksesan dalam proses pembelajaran dapat dimulai dari sini. Guru dapat memberikan motivasi yang menarik

32 perhatian siswa yang selama ini belum siap. Motivasi dan teknik yang baik dalam pemberian materi akan menarik minat siswa untuk belajar lebih jauh tentang materi yang dipelajari. c. Guru menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi Dalam proses penyajian materi, guru mengajar siswa ikut terlibat aktif dalam proses pembelajaran dengan mengamati setiap gambar yang ditunjukan oleh guru atau oleh temannya. Picture atau gambar akan menghemat energi dan siswa akan lebih mudah memahami materi yang diajarkan. Perkembangan selanjutnya guru dapat memodifikasikan gambar atau mengganti gambar dengan video atau demontrasi yang kegiatan tertentu. d. Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis Di langkah ini guru harus dapat melakukan inovasi, karena penunjukan secara langsung kadang kurang baik dan siswa merasa terhukum. Salah satu cara adalah dengan undian, sehingga siswa merasa memang harus menjalankan tugas yang harus diberikan. Gambar-gambar yang sudah ada diminta oleh siswa untuk diurutan, dibuat, atau dimodifikasi. e. Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut Setelah itu ajaklah siswa menemukan jalan cerita, atau tuntutan KD dengan indikator yang akan dicapai. Ajaklah sebanyak-banyaknya peran siswa dan teman yang lain untuk membantu sehingga proses diskusi dalam PBM semakin menyenangkan. f. Membentuk kelompok

33 g. Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai Dalam proses diskusi dan pembacaan gambar ini guru harus memberikan penekanan-penekanan pada hal ini dicapai dengan meminta siswa lain untuk mengulangi, menuliskan atau bentuk lain dengan tujuan siswa mengetahui bahwa hal tersebut penting dalam pencapaian KD dan indikator yang telah ditetapkan. Pastikan bahwa siswa telah menguasai indikator yang telah ditetapkan. h. Simpulan/rangkuman Di akhir pembelajaran, guru bersama siswa mengambil kesimpulan sebagai penguatan materi pelajaran (Http://sadiman2007.blogspot.com/2010/02/model-

pembelajaran-picture-and-picture.html).

2.8

Materi Pembelajaran

2.8.1 Hidrosfer dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Hidrosfer berasal dari kata hidros yaitu air dan sphere yaitu daerah atau bulatan. Hidrosfer dapat diartikan daerah perairan yang mengikuti bentuk bumi yang bulat. Daerah ini meliputi samudra, laut, sungai, gletser, air tanah dan uap air yang terdapat di atmosfer. Diperkirakan hampir tiga per empat muka bumi tertutup oleh air. Air di bumi memiliki jumlah yang tetap dan senantiasa bergerak dalam suatu lingkaran peredaran yang disebut siklus hidrologi, siklus air, atau daur hidrologi. Terjadinya siklus air tersebut disebabkan oleh adanya proses-proses yang mengikuti gejala meteorologis dan klimatologis antara lain:

34 a. Evaporasi, yaitu penguapan benda-benda abiotik dan merupakan proses perubahan wujud air menjadi gas. Penguapan di bumi 80 persen berasal dari penguapan air laut. b. Transpirasi, yaitu proses pelepasan uap air dari tumbuh-tumbuhan dari stomata atau mulut daun. c. Evapotranspirasi, yaitu proses gabungan evaporasi dan transpirasi. d. Kondensasi, yaitu proses perubahan wujud uap air menjadi air akibat pendinginan. e. Adveksi, yaitu transportasi air pada gerakan horizontal seperti transportasi panas dan uap air dari satu lokasi ke lokasi yang lain oleh gerakan udara mendatar. f. Presipitasi, yaitu segala bentuk curahan atau hujan dari atmotsfer ke bumi yang meliputi hujan air, hujan es dan hujan salju. g. Run off (aliran permukaan), yaitu pergerakan aliran air di permukaan tanah melalui sungai dan anak sungai. h. Infiltrasi, yaitu perembesan atau pergerakan air ke dalam tanah melalui pori tanah secara vertikal. i. Perkolasi, yaitu perembasan atau pergerakan air ke dalam tanah melaui pori tanah secara horizontal. Masalah yang sering dijumpai di Indonesia adalah daerah aliran sungai yang berpusat pada banjir yang berulang kali menimpa areal yang terjadi di daerah bawah. Hal itu tidak hanya menyebabkan produktivitas tanah menurun, tetapi juga menimbulkan masalah pengendapan lumpur pada waduk, saluran irigasi, dan proyek tenaga air. Hal ini merupakan akibat dari penggunaan tanah yang tidak tetap, seperti

35 sistem perladangan berpindah dan pertanian lahan kering, tanpa perlakuan konservasi yang tepat dan tidak mengikuti pola tata guna tanah. Faktor-faktor yang mempengaruhi Daerah Aliran Sungai (DAS) adalah iklim, jenis batuan yang dilalui Daerah Aliran Sungai (DAS) dan banyak sedikitnya air yang jatuh ke alur pada waktu hujan. Cepat atau lambatnya air hujan terkumpul di alur sangat tergantung pada bentuk lereng Daerah Aliran Sungai (DAS). Di dalam wilayah daerah aliran sungai terdapat bentukan alam seperti meander, daratan banjir, dan delta. Untuk menjaga agar kelestarian air tanah di lingkungan tetap terjamin, maka perlu dicegah hal-hal berikut: a. Penggunaan air tanah yang berlebih-lebihan oleh pengusaha untuk keperluan industri harus dicegah, karena akan mempercepat penurunan volume air tanah. b. Kepadatan penduduk dan permukiman yang berlebihan juga harus dicegah, karena berkaitan dengan membesarnya konsumsi air tanah. c. Peraturan pemerintah agar ditaati dalam pemanfaatan air tanah (tawar) di daerah pantai, agar tidak terjadi perluasan. d. Perluasan hutan dan lahan penghijauan harus dicegah agar tidak menimbulkan ketimpangan air. e. Konversi atau perubahan penggunaan lahan dalam suatu daerah aliran sungai harus diperhitungkan dampak dan manfaatnya. f. Pelaksanaan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) diperketat, khususnya terhadap air tanah, terhadap rencana pembangunan.

36 g. Pembuangan/kontaminasi limbah terhadap air tanah agar dihindarkan, baik limbah domestik (dari masyarakat) maupun limbah industri. Selama terjadi pemindahan dan perubahan meander sepanjang lembah sungai, hasil pengendapan sedimen pada bekas aliran yang ditinggalkan akan membentuk suatu lengkungan daratan yang luas, yang disebut daratan banjir. Daratan banjir ini merupakan daerah yang sering tergenang air pada saat terjadi banjir. Luas daerah daratan banjir dapat jauh lebih besar dari alur sungainya sendiri. Beberapa dampak akibat terjadinya banjir yang sering dihadapi masyarakat yaitu sebagai berikut: a. Mendatangkan kerugian bagi manusia misalnya rumah rusak, jalan rusak, dan jembatan hancur. b. Daerah sawah yang tergenang air akan mengakibatkan gagal panen. c. Daerah permukiman penduduk yang terkena banjir akan terjadi polusi air, sehingga dapat mejadi media penyebaran penyakit perut dan penyakit kulit. Usaha-usaha yang dilakukan masyarakat untuk mengurangi resiko banjir antara lain sebagai berikut: 1. Upaya penghijauan dan penghutanan kembali wilayah gundul untuk

mempertinggi kapasitas peresapan air. 2. Pembuatan teras-teras dan guludan pada lahan miring yang memenuhi syarat bagi pencegahan erosi tanah. 3. Pemuatan tanggul-tanggul dipinggir sungai untuk menahan luapan air sungai pada musim hujan.

37 4. Diadakan pelusuran sungai dan pengerukan sungai bagian dasar lembah pada musim kemarau. 5. Pembuatan terusan saluran air. 6. Pembuatan bendungan serbaguna untuk menampung dan memanfaatkan air sepanjang tahun. 7. Di kawasan perkotaan dibuat kanal-kanal sungai, selokan-selokan air, dibuat pintu air, dibuat tanggul-tanggul pada tepi kota sepanjang batas aliran sungai. 8. Peningkatan kesadaran penduduk dalam upaya memelihara lingkungan hidup melalui pendidikan formal/nonformal dan melalui media massa.

2.9 Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) 2.9.1 Pengertian Penelitian Tindakan Kelas Jenis penelitiannya adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Reseach) merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama, (Arikunto, 2010:3). Dikarenakan ada tiga kata yang membentuk pengertian tersebut dapat diterangkan sebagai berikut: a) Penelitian-menunjuk pada suatu kegiatan mencermati suatu objek dengan menggunakan cara dan aturan metodologi tertentu untuk mmeperoleh data atau informasi yang bermanfaat dalam meningkatkan mutu suatu hal yang menarik minat dan penting bagi guru.

38 b) Tindakan menunjuk pada sesuatu gerak kegiatan yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu. Dalam penelitian berbentuk rangkaian siklus kegiatan untuk siswa. c) Kelas- dalam hal ini tidak terikat pada pengertian ruang kelas, yang dimaksud dengan istilah kelas adalah sekelompok siswa yang sama dari guru yang sama pula. (Arikunto, 2009:2-3). PTK dimulai dengan adanya masalah yang dirasakan guru dalam pembelajaran. Masalah tersebut dapat berupa proses dan hasil belajar yang tidak sesuai dengan prilaku guru dan prilaku belajar siswa. Perbaikan dilakukan secara bertahap dan terus menerus selama kegiatan penelitian dilakukan. Oleh karena itu di dalam penelitian tindakan kelas dikenal adanya siklus pelaksanaan berupa pola perencaaan, pelaksanaan, observasi, refleksi dan revisi (perencanaan ulang) ada siklus selanjudnya sampai mencapai target yang diinginkan. 2.9.2 Langkah-Langkah Penelitian Tindakan Kelas Agar penelitian ini berjalan dengan baik maka akan ada kegiatan observasi/pengamatan oleh dua orang pengamat. Pengamat akan mengikuti setiap siklus penelitian dan mengamati setiap kegiatan aktivitas guru dan siswa. Pengamat melaporkan hasil pengamatannya kepada guru yang bersangkutan dan memberikan masukan-masukan kepada guru. Metode penelitian tindakan kelas terdiri dari empat tahap, yaitu: a. Rencana : tindakan apa yang akan dilakukan untuk memperbaiki, meningkatkan atau perubahan prilaku dan sikap sebagai solusi

39 b. Tindakan : apa yang harus dilakukan oleh guru atau guru sebagai upaya perbaikan, peningkatan atau perubahan yang diinginkan. c. Observasi: mengamati atas hasil atau dampak dari tindakan yang dilaksanakan atau dikenakan terhadap siswa d. Refleksi: guru mengkaji, melihat dan mempertimbangkan atas hasil atau dampak dari tindakan dari berbagai kriteria. Penelitian ini mengikuti dari alur penelitian tindakan kelas dengan 3 (tiga) siklus seperti yang terlihat di bawah ini:

Perencanaan Refleksi SIKLUS I Pengamatan Perencanaan Refleksi SIKLUS II Pengamatan Perencanaan Refleksi SIKLUS III Pengamatan Rekomendasi Pelaksanaan Pelaksanaan Pelaksanaan

Gambar: Siklus Rancangan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Sumber: Arikunto (2008:16)

40 BAB III METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Penelitian Tindakan Kelas merupakan penelitian yang dilakukan oleh guru dikelas atau di sekolah tempat ia mengajar dengan penekanan pada penyempurnaan atau peningkatan praktik dan proses dalam pembelajaran (Arikunto, 2008:96).

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di kelas X-6 MAN 3 Rukoh Banda Aceh yang terletak di Jalan Utama Rukoh Darussalam Banda Aceh dalam pembelajaran geografi. Penelitian ini dilaksanakan pada semester II tahun pelajaran 2012/2013, yaitu mulai tanggal 13 Maret 2013 sampai dengan 5 April 2013.

3.3 Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X-6 MAN 3 Rukoh Banda Aceh tahun pelajaran 2012/2013. Siswa kelas X-6 MAN 3 Rukoh Banda Aceh tahun pelajaran 2012/2013 berjumlah 27 orang, terdiri atas 13 siswa perempuan dan 14 siswa laki-laki.

3.4 Teknik dan Alat Pengumpulan Data


26

41 3.4.1 Teknik Pengumpulan Data Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian adalah tes, observasi, dan angket. 3.4.1.1 Tes (evaluasi) Tes diberikan kepada siswa setiap akhir tindakan, tujuannya untuk mengukur hasil yang diperoleh siswa setelah pemberian tindakan. Dalam hal ini Mulyasa (2003:102) menjelaskan fungsi post test antara lain: (1) untuk mengetahui tingkat penguasaan dan peningkatan prestasi belajar siswa baik individu maupun klasikal, dengan cara membandingkan hasil pre test dan post test; (2) sebagai bahan acuan untuk melakukan perbaikan terhadap komponen-komponen pembelajaran, dan proses pembelajaran yang telah dilaksanakan baik terhadap perencanaan, pelaksanaan maupun evaluasi. 3.4.1.2 Observasi Observasi dilakukan oleh pengamat selama pelaksanaan tindakan untuk mengamati: a. Aktivitas guru pembelajaran. b. Aktivitas siswa selama mengikuti proses pembelajaran c. Keterampilan guru mengelola pembelajaran 3.4.1.3 Angket Angket diberikan kepada siswa dengan tujuan untuk mengetahui respon siswa terhadap model picture and student active yang diterapkan oleh guru. Angket yang dalam implementasi model picture and student active pada

42 disusun merupakan angket tertutup dan pemberian angket dilakukan setelah semua tindakan selesai. 3.4.2 Alat atau instrumen pengumpulan data Alat atau instrumen pengumpulan data dalam penelitian yakni sebagai berikut: 3.4.2.1 Lembaran pre test dan post test untuk melihat hasil belajar siswa terhadap kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran picture and student active Pre test dilaksanakan untuk mengetahui kemampuan awal siswa sebelum diterapkan model pembelajaran picture and student active sedangkan post test akan diberikan setelah dilaksanakannya kegiatan pembelajaran berdasarkan model yang telah ditetapkan. 3.4.2.2 Lembaran pengamatan aktivitas guru dan siswa pada penerapan model pembelajaran picture and student active Lembaran pengamatan aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran digunakan untuk mengetahui aktivitas yang dilakukan oleh guru dan siswa selama proses pembelajaran berlangsung dengan menerapkan model picture and student active. 3.4.2.3 Lembaran pengamatan keterampilan guru dalam pembelajaran dengan menggunakan model picture and student active Lembaran pengamatan ini digunakan untuk mengetahui sejauh mana keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran model picture and student active yang meliputi aspek pendahuluan, kegiatan inti, kegiatan akhir, penutup, suasana kelas dan pengelolaan waktu selama proses pembelajaran berlangsung.

43 3.4.2.4 Lembaran atau angket respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran picture and student active Lembaran pengamatan atau angket respon siswa ini digunakan untuk mengetahui respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran picture and student active melalui sejumlah pertanyaan tertulis yang akan dijawab oleh siswa.

3.5 Teknik Analisis Data Analisis data yang digunakan yaitu analisis data secara deskriptif kuantitatif. Langkah-langkah yang digunakan dalam analisis pelaksanaan tahapan pembelajaran yang mengimplementasikan model siklus belajar adalah sebagai berikut: a. Memberikan penilaian terhadap masing-masing aspek tahapan pembelajaran sesuai dengan kriteria; b. Menjumlahkan skor untuk masing-masing aspek tahapan pembelajaran. c. Mencari rata-rata masing-masing aspek tahapan pembelajaran; d. Mempresentasikan skor untuk masing-masing aspek tahapan pembelajaran yang diamati dengan menggunakan rumus (Arikunto, 2006:246). Data hasil penelitian selanjudnya diolah dan dianalisis secara deskriptif. Teknik pengolahan datanya adalah seperti dipaparkan berikut ini: 3.5.1 Analisis Pengolahan Peningkatan Hasil Belajar Siswa Hasil belajar dianalisi dengan menganalisis nilai post test, kemudian di kategorikan dalam klasifikasi tuntas dan belum tuntas, maka seorang peserta didik dikatakan tuntas belajarnya jika ia mampu menyelesaikan dan menguasai kompetensi atau mencapai tujuan pembelajaran minimal 65 persen dari seluruh tujuan

44 pembelajaran. Kemudian suatu kelas dikatakan berhasil atau telah tuntas belajar bila di kelas tersebut terdapat 85 persen yang telah mencapai nilai ketuntasan minimal yaitu 65 (Mulyasa, 2004:99). Rumus persentasenya sebagai berikut: 1. Besarnya persentase hasil belajar secara individual dihitung dengan rumus: P= Keterangan: P F N = Persentase soal yang dicari = Frekuensi soal yang dijawab benar = Jumlah soal keseluruhan
F x 100% N

(Sudijono,2005:43)

2. Besarnya persentase hasil belajar secara klasikal dihitung dengan rumus: P= Keterangan: P F N = Persentase yang dicari = Frekuensi siswa yang tuntas belajar = Jumlah siswa keseluruhan

F x 100% N

(Sudijono,2005:43)

3.5.2 Analisis Pengolahan Aktivitas Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Picture And Student Active a. Aktivitas Guru Penentuan besarnya persentase aktivitas guru dihitung dengan menggunakan rumus persentase (Sudjana 2006:50) sebagai berikut: P=

F x 100% N

45 Keterangan: P F N : Persentase aktivitas guru : Frekuensi aktivitas guru : Jumlah aktivitas guru

b. Aktivitas Siswa Data yang diperoleh dari hasil pengamatan aktivitas siswa kemudian dianalisis untuk menentukan persentase aktivitas siswa selama mengikuti kegiatan pembelajaran picture and student active pada materi hidrosfer. Penentuan besarnya persentase aktivitas siswa dihitung dengan menggunakan rumus persentase. P= Keterangan: P F N : Persentase aktivitas siswa : Frekuensi aktivitas siswa yang muncul : Aktivitas keseluruhan siswa
F x 100% N

(Sudijono, 2005:43)

3.5.3 Analisis pengolahan keterampilan guru dalam penerapan model pembelajaran picture and student active Analisis data hasil observasi keterampilan guru selama implementasi model picture and student active dalam pembelajaran geografi dilakukan dengan menghitung persentase skor rata-rata Tingkat Kemampuan Guru (TKG) pada setiap indikator yang diamati, dengan kriteria penilaian yaitu sebagai berikut: 1,00 1,50 2,50 3,50 4,50 TKG < 1,50 tidak baik TKG < 2,50 kurang baik TKG < 3,50 cukup TKG < 4,50 baik TKG 5,00 sangat baik

(Mukhlis, 2005:79).

46 Mukhlis (2005:79) menyebutkan bahwa, Kemampuan guru mengelola pembelajaran dikatakan efektif jika skor dari setiap aspek yang diamati berada pada kategori baik atau sangat baik. Apabila dari hasil analisis data terdapat aspek penilaian yang tidak memenuhi dari salah satu kategori baik atau sangat baik, maka akan dijadikan bahan pertimbangan untuk merevisi perangkat pembelajaran selanjutnya. 3.5.4 Analisis Pengolahan Respon Siswa Data mengenai respon siswa yang diperoleh melalui angket siswa selanjutnya dianalisis untuk menentukan besarnya persentase respon siswa. Persentase dari setiap respon siswa (P) dihitung dengan rumus: P= Keterangan: P F N = Persentase respon siswa yang dicari = Frekuensi respon siswa yang diamati. = Jumlah seluruh respon siswa
F x 100% N

(Sudijono,2005:43)

3.6 Prosedur dan Rencana Penelitian Untuk mengatasi permasalahan manusia, maka dilakukan prosedur tindakan dalam tindakan kelas. Adapun setiap siklus memiliki empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan/observasi yang dilakukan. Berikut ini akan diuraikan keempat tahap tersebut secara rinci.

47 3.6.1 Perencanaan (planning) Perencanaan merupakan kegiatan yang dilakukan pada siklus satu dalam penerapan pembelajaran model picture and student active. Langkah awal yang harus dilakukan adalah guru mempersiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dibuat oleh seorang guru sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran guna memudahkan guru dalam proses pembelajaran. Kemudian seorang guru juga membuat alat evaluasi yang berupa tes awal (pre test) dan test akhir (post test) dengan jumlah evaluasi yang diberikan adalah 30 soal. Masing-masing setiap siklus evaluasi yang diberikan berjumlah 10 soal berupa test awal (pre test) dan tes akhir (post test). Kemudian membuat instrumen penelitian lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran picture and student active, lembar pengamatan keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran picture and student active, lembar respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran dalam penerapan model picture and student active. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan penerapan model picture and student active. Oleh karena itu aktivitas guru dan siswa yang diharapkan dapat meningkat sesuai dengan model pembelajaran yang diterapkan. Dalam hal ini siswa menganalisa/memperhatikan gambar melalui diskusi kelompok dan mempresentasikan hasil diskusi dari analisa gambar tersebut. Untuk keterampilan guru diharapkan membimbing siswa memasang/mengurutkan gambar menjadi urutan yang logis dan mengarahkan siswa untuk mempersentasikan hasil diskusi mereka dari analisa gambar didepan kelas. Kemudian untuk respon siswa

48 diharapkan dapat merasa senang terhadap model pembelajaran picture and student active selama kegiatan pembelajaran berlangsung. 3.6.2 Tindakan (action) Kegiatan yang dilaksanakan pada tahap ini adalah melaksanakan semua hal yang telah direncanakan pada tahap perencanaan dan direalisasikan dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Aktivitas guru dalam pembelajaran picture and student active yaitu sebagai berikut: 1. Memberikan pre test 2. Apersepsi dengan menampilkan gambar-gambar dan menyampaikan tujuan pembelajaran, standar kompetensi, kompetensi dasar berdasarkan materi yang akan dipelajari 3. Menyajikan materi sebagai pengantar dan memotivasikan siswa dengan mengajukan masalah 4. Guru menjelaskan materi disertai gambar wilayah air tanah, gambar/foto danau dan rawa 5. Guru menempelkan gambar di papan tulis atau ditayangkan melalui OHP 6. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan/menganalisa gambar 7. Guru menunjuk/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi 8. Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis

49 9. Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut

10. Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai 11. Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, guru meminta siswa mencatat hasil diskusi dari analisa gambar tersebut 12. Menugaskan tiap kelompok untuk membacakan hasil diskusinya 13. Guru memberi kesempatan siswa bertanya tentang materi yang di diskusikan tadi 14. Memberikan evaluasi melalui post test 15. Guru mengakhiri pelajaran dengan mengucapkan salam Aktivitas siswa dalam pembelajaran picture and student active yaitu sebagai berikut: 1. Mengerjakan pre test 2. Mendengar dan memperhatikan apa yang sedang disampaikan guru 3. Menumbuhkan reaksi terhadap masalah yang diberikan guru 4. Memperhatikan dan mendengarkan apa yang disampaikan guru 5. Memperhatikan dan mendengarkan apa yang disampaikan oleh guru 6. Memperhatikan penjelasan guru dari analisa gambar 7. Siswa menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi 8. Siswa mengurutkan gambar sesuai dengan materi 9. Siswa menjawab/menemukan alasan dari urutan gambar kegiatan berkaitan dengan materi

50 10. Siswa mendengarkan penjelasan guru 11. Mencatat hasil diskusi dari analisa gambar masing-masing kelompok 12. Membacakan hasil diskusi kelompok 13. Mengajukan beberapa pertanyaan dan menyimpulkan hasil diskusi bersama guru 14. Mengerjakan post test 15. Menyahut salam 3.6.3 Tahap Pengamatan (observation) Pada tahap ini dilakukan observasi terhadap pelaksanaan tindakan dengan menggunakan lembar observasi, dimana pada tahap ini guru dan siswa diobservasi oleh guru bidang studi tentang pelaksanaan kegiatan pembelajaran, apakah pembelajaran telah sesuai dengan skenario yang dibuat atau tidak. Pada akhir setiap siklus dilakukan evaluasi hasil belajar untuk mengetahui pemahaman atau penguasaan siswa terhadap konsep-konsep yang telah dipelajari. Soal evaluasinya dalam bentuk pre test dan post test yaitu sejenis tes kemampuan belajar yang memerlukan jawaban yang bersifat pembahasan. Sasaran evaluasi adalah siswa yang terlibat dalam proses pembelajaran. Dalam penelitian tindakan kelas, pengamatan dilaksanakan oleh dua orang pengamat. Adapun tugas yang dilakukan oleh pengamat meliputi beberapa aspek yaitu mengisi format lembaran aktivitas guru dan siswa yang terdiri dari 30 kolom yang diberikan dengan 15 langkah-langkah kegiatan pembelajaran. Aktivitas guru dalam penilaiannya dilakukan 2 menit sekali dari 2 x 45 menit jam pelajaran atau 90 menit jam pelajaran. Kemudian untuk penilaian aktivitas siswa dilakukan dalam 4

51 menit sekali sesuai dengan langkah-langkah penerapan model pembelajaran picture and student active. Kolom Check List untuk menandai keterampilan guru pada saat pembelajaran berlangsung, kemudian akan dijumlahkan untuk mendapatkan bobot nilai yang diberikan sesuai dengan keterampilan guru dalam mengajar. Lembaran respon siswa diberikan pada akhir pembelajaran yaitu pertemuan terakhir di siklus ketiga tentang senang atau tidaknya siswa dalam melaksanakan pembelajaran dengan model picture and student active. Dalam instrumen keterampilan guru, ada beberapa kriteria dalam mengelola kegiatan pembelajaran. Aspek yang diamati A. Pendahuluan (26 Menit) 1. Memberikan pre test Kriteria: (1) Guru membagi soal pre test. (2) Guru memberikan petunjuk pengerjaan soal pre test. (3) Guru menanyakan kejelasan pre test pada siswa. 2. Apersepsi dengan menampilkan gambar-gambar dan menyampaikan tujuan pembelajaran berdasarkan materi yang akan dipelajari Kriteria: (1) Guru menuliskan tujuan pembelajaran di papan tulis. (2) Guru menjelaskan tujuan pembelajaran kepada siswa. (3) Guru menyampaikan ringkasan dari isi materi kepada siswa. 3. Memotivasikan siswa dengan mengajukan masalah Kriteria: (1) Guru mengajukan pertanyaan mengenai masalah yang berhubungan dengan materi. (2) Guru mengajak siswa berinteraksi melalui gambar. 4. Guru menyajikan materi sebagai pengantar disertai gambar wilayah air tanah, gambar/foto danau dan rawa

52 Kriteria: (1) Guru menjelaskan materi disertai gambar-gambar wilayah air tanah, danau dan rawa. (2) Guru mengajak siswa untuk menganalisa gambar yang berkaitan dengan materi. (3) Guru meminta siswa untuk mengeluarkan pendapat yang mereka ketahui dari analisa gambar. 5. Guru menempelkan gambar di papan tulis atau ditayangkan melalui OHP Kriteria: (1) Guru mengajak siswa mengamati gambar sesuai dengan materi yang diajarkan. (2) Guru meminta siswa ikut terlibat aktif dalam proses pembelajaran dengan mengamati setiap gambar yang ditunjukkan oleh guru atau oleh temannya. B. Kegiatan Inti (38 Menit) 6. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan/menganalisa gambar Kriteria: (1) Guru membangkitkan rasa ingin tahu siswa terhadap materi pelajaran. (2) Guru mampu mengaitkan kompetensi dan tujuan pembelajaran dengan kenyataan dalam kehidupan. 7. Guru menunjuk/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi Kriteria: (1) Guru meminta siswa memperhatikan gambar. 8. Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis Kriteria: (1) Guru meminta siswa perkelompok untuk menunjukkan/mengurutkan gambar yang sesuai dengan materi pembelajaran. (2) Guru memanggil siswa untuk memasang gambar dari hasil diskusinya.

53 9. Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut Kriteria: (1) Guru mengajak siswa menemukan jalan cerita dari urutan gambar. 10. Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai Kriteria: (1) Guru mengajak siswa berdiskusi melalui pembacaan gambar dan menuliskan hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada selembar kertas yang telah dibagikan guru. 11. Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, guru meminta siswa mencatat hasil diskusi dari analisa gambar tersebut Kriteria: (1) Guru menugaskan siswa mencatat hasil diskusi. (2) Guru mengajak setiap anggota kelompok saling berdiskusi mengeluarkan pendapat. 12. Guru menugaskan tiap kelompok untuk membacakan hasil diskusinya Kriteria: (1) Guru meminta ketua kelompok untuk membacakan hasil diskusinya ke depan kelas. (2) Guru meminta setiap kelompok untuk mendengarkan hasil diskusi yang dibacakan menurut kelompoknya masing-masing. C. Penutup (26 Menit) 13. Guru memberi kesempatan siswa bertanya dan menyimpulkan materi yang di diskusikan tadi Kriteria: (1) Guru meminta siswa untuk bertanya. (2) Guru menyimpulkan materi melalui gambar atau video yang telah ditampilkan. (3) Guru membimbing siswa menyimpulkan materi bersama-sama. 14. Guru memberikan evaluasi melalui post test

54 Kriteria: (1) Guru membagikan soal post test pada setiap siswa. (2) Guru memberikan petunjuk mengerjakan soal post test. (3) Guru menyanyakan kejelasan post test pada siswa. 15. Guru mengakhiri pelajaran dengan mengucapkan salam Kriteria: (1) Guru memberikan pekerjaan rumah (PR). (2) Guru memberikan aba-aba terhadap materi yang akan dipelajari selanjutnya. (3) Guru mengingatkan siswa untuk tidak lupa mengulangi kembali pelajaran yang telah dipelajari. (4) Guru meminta siswa untuk memberikan kritikan dan saran untuk perbaikan proses pembelajaran selanjutnya. 3.6.4 Tahap Refleksi (reflecting) Berdasarkan hasil observasi dan evaluai siklus pertama, guru dan pengamat mengidentifikasi kekurangan yang muncul untuk melakukan dan penyempurnaan pada siklus berikutnya. Berdasarkan evaluasi dan refleksi itulah guru bersama pengamat mitra menyusun rancangan penelitian untuk siklus kedua. Hasil refleksi atau masukan yang diberikan oleh pengamat pada siklus kedua dijadikan pedoman dalam perencanaan siklus ketiga. Pada siklus ketiga tahapan yang sama juga dilakukan seperti pada siklus pertama dan kedua. Guru dan pengamat melakukan refleksi terhadap pelaksanaan siklus ketiga dan menganalisis untuk membuat kesimpulan atas pelaksanaan pembelajaran picture and student active dalam peningkatan hasil belajar atau prestasi belajar siswa dalam pembelajaran geografi. Namun apabila tujuan tersebut belum terwujud maka akan dilakukan siklus berikutnya.

55 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Dalam bab ini dibahas hasil penelitian dan pembahasan mengenai penerapan model picture and student active untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran geografi di kelas X-6 MAN 3 Rukoh Banda Aceh, maka pada bagian ini akan dikemukakan tentang data dari aktivitas guru dan siswa serta keterampilan guru dan respon siswa terhadap penerapan model picture and student active dalam kegiatan pembelajaran geografi.

4.1 Deskripsi Wilayah Penelitian ini dilakukan di sekolah tempat penulis melaksanakan praktikan yaitu di sekolah Madrasah Aliyah Negeri Rukoh Banda Aceh yang dilaksanakan mulai hari Senin, tanggal 1 April 2013, pukul 12.45 WIB sampai dengan pukul 14.00 WIB, yaitu pada jam pelajaran ke-8 dan ke-9 di kelas X-6 MAN 3 Rukoh Banda Aceh dengan jumlah siswa 27 orang (semua siswa hadir). Letak Astronomis MAN 3 Rukoh Banda Aceh berada di antara 9502145LU - 9502152LU dan 9502145BT - 9502152BT (Analisis GIS, 2013). Peta lokasi penelitian ditampilkan pada Gambar 4.2. Secara geografis batas wilayah MAN 3 Rukoh Banda Aceh adalah: a. Sebelah Timur berbatasan dengan IAIN Ar-Raniry dan MTsN Rukoh b. Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Kopelma Darussalam c. Sebelah Utara berbatasan dengan Jalan Utama Rukoh d. Sebelah Selatan berbatasan dengan IAIN AR-Raniry
41

56

Gambar 4.1 Peta Kota Banda Aceh

57

Gambar 4.2 Peta Denah MAN 3 Rukoh Banda Aceh

58 4.1.1 Keadaan Fisik Sekolah Berbagai fasilitas yang terdapat di MAN 3 Rukoh Banda Aceh yaitu dengan luas tanah 12.160 m2, Jumlah ruang kelas 16 ruang, ukuran ruang kelas 90 m2 Fasilitas lainnya bedasakan luasnya yang terdapat di MAN 3 Rukoh Banda Aceh dapat dilihat pada Tabel 4.1. Tabel 4.1 Fasilitas Sekolah Berdasarkan Luasnya No Fasilitas Sekolah 1 Ruang Dewan Guru 2 Lapangan Voli 3 Lapangan Futsal/Basket 4 Kamar Mandi/ WC 5 Tempat Parkir 6 Ruang Pengajaran 7 Gudang 8 Kantin 9 Musala 10 Ruang Sanggar Seni Keupula 12 Ruang OSIM 13 Laboratorium Komputer 14 Laboratorium IPA 15 Ruang Bimbingan Konseling 16 Perpustakaan 17 Ruang Kepala Sekolah 18 Ruang Tata Usaha
Sumber: MAN 3 Rukoh Banda Aceh, 2013

Luas 84 m2 420 m2 364 m2 72 m2 50 m2 56 m2 35 m2 12 m2 120 m2 90 m 50 m2 140 m2 99 m2 54 m2 142, 5 m2 35 m2 72 m2

Tabel 4.2 Fasilitas Sekolah Berdasarkan Jenis Kuantitas dan Kualitasnya No Fasilitas sekolah Kuantitas Kualitas 1 Kelas 16 Baik 2 Laboratorium Komputer 1 Baik 3 Ruang Sanggar Seni Keupula 1 Biak 4 Kamar Mandi/WC 6 Baik 6 Ruang OSIM 1 Baik 7 Ruang Dewan Guru 1 Baik 8 Ruang Tata Usaha 1 Baik 9 Ruang Kepala Sekolah 1 Baik 10 Perpustakaan 1 Baik 11 Laboratorium Kimia/Fisika 1 Baik 13 Musalla 1 Baik
Sumber: MAN 3 Rukoh Banda Aceh, 2013

59 4.1.2 Guru dan Siswa Jumlah siswa yang menjadi objek penelitian dapat dilihat pada Tabel 4.3. Tabel 4.3 Rekapitulasi Jumlah Siswa Jumlah Peserta Didik No Kelas L P 1 X-1 13 20 2 X-2 15 12 3 X-3 15 14 4 X-4 16 10 5 X-5 1 14 6 X-6 14 13 6 XI-IPA 1 8 21 8 X1-IPA 2 6 25 9 XI-IPA 3 12 18 10 XI-IPS 1 26 8 11 X1-IPS 2 23 9 12 XII-IPA 1 7 18 13 XII-IPA 2 10 18 14 XII-IPA 3 17 9 15 XII-IPS 1 12 10 16 XII-IPS 2 11 8 Jumlah 221 217
Sumber: MAN 3 Rukoh Banda Aceh, 2013

Jumlah Seluruh 33 27 29 26 28 27 29 31 30 32 32 25 28 26 22 19 444

Sekolah MAN 3 Rukoh Banda Aceh ini memiliki guru dan pegawai tata usaha dengan jumlah tersebut dapat dilihat pada Tabel 4.4. Tabel 4.4 Rekapitulasi Jumlah Guru No Keterangan Pesonil Laki-laki 1 Guru tetap 10 0rang 2 Guru tidak tetap 3 Pegawai tata usaha 1 orang 4 Penjaga tidak tetap 2 orang
Sumber: MAN 3 Rukoh Banda Aceh, 2013

Perempuan 12 orang 6 orang 2 orang -

Jumlah 32 orang 6 orang 2 orang

4.2 Hasil Penelitian

60 Penelitian yang telah dilakukan penulis sebagai peneliti hingga siklus ketiga pada bulan Maret hingga April 2013, dibantu oleh seorang guru rekan sejawat yang bertindak sebagai observer dan berfungsi sebagai teman diskusi dalam tahap refleksi. 4.2.1 Siklus I 4.2.1.1 Hasil Belajar Siklus I Tabel 4.5 Hasil Belajar Siswa Siklus I
RPP Siklus I Nomor soal No Nama siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Nilai Rata-rata Keterangan Individual (65) 1 Afiyati Rahmatika 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 80 T 2 Alfatahillah 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 80 T 3 Aulia Faradila 1 1 0 0 1 0 1 0 1 1 60 TT 4 Ayu Risnawati 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 90 T 5 Fajar Kurnia 1 1 0 0 1 0 0 1 1 1 60 TT 6 Firmanda Rizki 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 80 T 7 Hendri Saputra 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 70 T 8 Husni Mubarak 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 80 T 9 Husnul Mawadah 1 1 1 0 0 1 1 0 0 1 60 TT 10 Intan Marliana 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 80 T 11 Iza Dedek Ibrahim 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 80 T 12 Maisarah Putri 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 70 T 13 Maulida Firdani 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 80 T 14 Mirza Iwan Saputra 1 1 0 0 0 1 1 0 1 1 70 T 15 Mulia Anita 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 90 T 16 Muzni Kamal 1 1 0 0 1 0 1 0 1 1 60 TT 17 Nova Yulianti 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 90 T 18 Randika Agusta 1 1 1 0 1 0 0 1 0 1 60 TT 19 Rizkiah 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 70 T 20 Siti Fajar 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 70 T 21 Siti Sarah 1 1 0 1 1 0 0 0 1 1 60 TT 22 Syauka Rahmatillah 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 80 T 23 Zikrillah 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 80 T 24 Riza Kamal 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 80 T 25 Zaki Mubarak 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 70 T 26 Nafdal 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 90 T 27 Ukhta Maisarah 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 80 T Jumlah siswa yang menjawab benar 26 23 15 11 24 18 23 14 24 23 Ketuntasan klasikal perbutir soal (%) 97 85 55 40 88 67 85 51 88 85 Keterangan T T TT TT T TT T TT T T 77,78% Secara Keseluruhan Persentase Ketuntasan Klasikal

Sumber: Hasil Pengolahan, 2013

Berdasarkan Tabel 4.5 di atas hasil evaluasi siswa setelah menerapkan model pembelajaran picture and student active melalui siklus I yang menunjukkan bahwa,

61 secara keseluruhan nilai siswa secara individual terdapat 21 siswa yang mencapai nilai hasil belajar tuntas, dari 10 soal tes ada 4 soal tes yang belum tuntas yaitu, nomor 3, 4, 6, dan 8, siklus I dikatakan belum tuntas karena belum mencapai nilai 65 (sesuai dengan KKM). Secara keseluruhan persentase ketuntasan klasikal sebesar 77,78 persen atau 21 siswa yang sudah mengalami ketuntasan belajar. Dengan kata lain dari 27 siswa pada siklus I hanya 6 siswa yang belum tuntas dan untuk siswa yang tidak tuntas guru akan memberikan tugas latihan di rumah. 4.2.1.2 Aktivitas Guru dan Siswa Aktivitas guru dan siswa yang berlangsung selama proses kegiatan pembelajaran yang diamati dengan menggunakan intrumen pengamatan pada Lampiran 2, maka selanjudnya hasil pengamatan terhadap aktivitas guru dan siswa dapat dihitung dengan menggunakan rumus persentase. Berdasarkan Tabel 4.6 menunjukkan bahwa persentase aktivitas guru paling dominan menggunakan waktu untuk menugaskan siswa mencatat hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dan menugaskan tiap kelompok untuk membacakan hasil diskusinya yaitu 7,8 persen kemudian waktu memberikan pre test sudah sesuai dengan nilai sebesar 11 persen, apersepsi dengan menampilkan gambar-gambar dan menyampaikan tujuan pembelajaran, SK, KD sebesar 4,4 persen, menjelaskan materi disertai gambar wilayah air tanah, gambar/foto danau dan rawa 7,8 persen, menempelkan gambar di papan tulis atau ditayangkan melalui OHP 4,4 persen, menunjuk/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi 4,4 persen, menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis 8,8 persen, menanyakan alasan/dasar

62 pemikiran urutan gambar tersebut 6,6 persen, dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai 7,8 persen, memberikan evaluasi melalui post test 8,8 persen dan menutup pelajaran 4,4 persen. Tabel 4.6 Aktivitas Guru
No Aktivitas Guru Standar Waktu RPP-I 10 Menit (11%) 4 Menit (4,4%) 4 Menit (4,4%) 8 Menit (8,8%) 4 Menit (4,4%) 4 Menit (4,4%) 6 Menit (6,6%) 8 Menit (8,8%) 8 Menit (8,8%) 4 Menit (4,4%) 8 Menit (8,8%) 4 Menit (4,4%) 4 Menit (4,4%) 10 Menit (11%) 4 Menit (4,4%) Persentase Waktu Pelaksanaan 9,9 Menit (11%) 3,96 Menit (4,4%) 7,92 Menit (8,8%) 7,02 Menit (7,8%) 3,96 Menit (4,4%) 3,96 Menit (4,4%) 3,96 Menit (4,4%) 3,38 Menit (8,2%) 5,44 Menit (6,6%) 7,02 Menit (7,8%) 7,02 Menit (7,8%) 4,95 Menit (5,5%) 3,96 Menit (4,4%) 7,92 Menit (8,8%) 3,96 Menit (4,4%) Kategori Sesuai Sesuai Kurang Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai

1 Memberikan pre test 2 Apersepsi dengan menampilkan gambar-gambar dan menyampaikan tujuan pembelajaran, SK, KD 3 Menyajikan materi sebagai pengantar dan memotivasikan siswa 4 Guru menjelaskan materi disertai gambar wilayah air tanah, gambar/foto danau dan rawa 5 Guru menempelkan gambar di papan tulis atau ditayangkan melalui OHP 6 Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan/menganalisa gambar 7 Guru menunjuk/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi 8 Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/mengurutkan gambargambar menjadi urutan yang logis 9 Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut 10 Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai 11 Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, guru meminta siswa mencatat hasil diskusi dari analisa gambar tersebut 12 Menugaskan tiap kelompok untuk membacakan hasil diskusinya 13 Guru memberi kesempatan siswa bertanya tentang materi yang di diskusikan tadi 14 Memberikan evaluasi melalui post test 15 Menutup pelajaran Sumber: Hasil Pengolahan, 2013

Kurang Sesuai Sesuai

Kurang Sesuai Kurang Sesuai Sesuai

Sesuai Sesuai Kurang Sesuai Sesuai

Tabel 4.7 Aktivitas Siswa


No Aktivitas Siswa Standar Waktu Persentase Waktu Kategori

63
RPP-I 1 Mengerjakan pre test 2 Mendengar dan memperhatikan apa yang sedang disampaikan guru 3 Menumbuhkan reaksi terhadap masalah yang diberikan guru 4 Memperhatikan dan mendengarkan apa yang disampaikan guru 5 Memperhatikan dan mendengarkan apa yang disampaikan guru 6 Memperhatikan penjelasan guru dari analisa gambar 7 Siswa menunjukkan/memperlihatkan gambargambar kegiatan berkaitan dengan materi 8 Siswa mengurutkan gambar sesuai dengan materi 9 Siswa menjawab/menemukan alasan dari urutan gambar kegiatan berkaitan dengan materi 10 Siswa mendengarkan penjelasan guru 11 Mencatat hasil diskusi dari analisa gambar masingmasing kelompok 12 Membacakan hasil diskusi kelompok 13 Mengajukan beberapa pertanyaan dan menyimpulkan hasil diskusi bersama guru 14 Mengerjakan post test 15 Menyahut salam
Sumber: Hasil Pengolahan, 2013 10 Menit (11%) 4 Menit (4,4%) 4 Menit (4,4%) 8 Menit (8,8%) 4 Menit (4,4%) 4 Menit (4,4%) 6 Menit (6,6%) 8 Menit (8,8%) 8 Menit (8,8%) 4 Menit (4,4%) 8 Menit (8,8%) 4 Menit (4,4%) 4 Menit (4,4%) 10 Menit (11%) 4 Menit (4,4%)

Pelaksanaan 9 Menit (10%) 3,87 Menit (4,3%) 5,22 Menit (5,8%) 8,46 Menit (9,4%) 5,85 Menit (6,5%) 3,87 Menit (4,3%) 5,85 Menit (6,5%) 6,48 Menit (7,2%) 7,83 Menit (8,7%) 3,87 Menit (4,3%) 7,83 Menit (8,7%) 5,13 Menit (5,7%) 3,87 Menit (4,3%) 9 Menit (10%) 3,87 Menit (4,3%)
Sesuai Sesuai Kurang Sesuai Kurang Sesuai Kurang Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Kurang Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai

Dari Tabel 4.7 di atas terlihat bahwa persentase aktivitas siswa yang paling dominan adalah memperhatikan penjelasan guru dari analisa gambar sebesar 4,3 persen, menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan sebesar 6,5 persen, mengajukan pertanyaan serta menyimpulkan hasil yang telah didiskusikan sebesar 4,3 persen, menjawab/ menemukan alasan dari urutan gambar yang berkaitan dengan materi sebesar 8,7 persen, mencatat hasil diskusi dari analisa gambar masing-masing kelompok sebesar 8,7 persen, membaca hasil diskusi kelompok dan mendengarkan penjelasan guru dengan nilai 5,7 persen.

64 Hasil penelitian dilakukan dengan mengkategorikan persentase hasil penelitian. Dikategorikan sesuai, jika hasil persentase sama, kurang atau lebih 1 menit dari standar waktu yang ditetapkan, dan dikategorikan kurang sesuai, jika persentase tidak sama, kurang atau lebih 2 menit dari standar waktu yang ditetapkan. 4.2.1.3 Keterampilan Guru Dalam Mengelola Pembelajaran Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran model picture and student active yang berlangsung selama proses kegiatan pembelajaran yang diamati dengan menggunakan intrumen pengamatan pada Lampiran 3, maka selanjudnya hasil pengamatan terhadap keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran dapat dilihat pada Tabel 4.8 terlihat yang bahwasanya kemampuan guru dalam membuka pelajaran dikatagorikan cukup baik dengan skor rata-rata 3,25, melakukan kegiatan inti dikatagorikan sedang dengan skor rata-rata 2,7, kemudian menutup pelajaran dikatagorikan sedang dengan skor rata-rata 2,7, sedangkan jumlah skor rata-rata keterampilan guru dalam mengelola kelas pada siklus I mencapai 2,91. Dalam hal ini siswa terlihat sangat antusias dalam mengikuti pelajaran dengan model picture and student active. Kemudian dalam pengelolaan waktu juga dikatagorikan cukup baik dengan rata-rata skor 3. Dalam siklus ini penilaian keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran dikatagorikan cukup baik dengan skor rata-rata mencapai 3,25.

Tabel 4.8 Keterampilan Guru dalam Mengelola Pembelajaran


No 1 Memberikan pre test Aspek yang diamati RPP I Skor Kategori 3,5 Hampir baik

65
2 Apersepsi dengan menampilkan gambar-gambar dan 3 menyampaikan tujuan pembelajaran berdasarkan materi yang akan dipelajari Memotivasikan siswa dengan mengajukan masalah 3,5 Guru menjelaskan materi disertai gambar wilayah air tanah, 3 gambar/foto danau dan rawa Rata-rata 3,25 Guru menempelkan gambar di papan tulis atau ditayangkan 2,5 melalui OHP Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa 3 untuk memperhatikan/menganalisa gambar Guru menunjuk/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan 2,5 berkaitan dengan materi Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian 3 memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar 2,5 tersebut Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan 3 konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, guru meminta siswa mencatat hasil diskusi dari analisa gambar tersebut 2,5 Menugaskan tiap kelompok untuk membacakan hasil diskusinya 2,5 Rata-rata 2,7 Guru memberi kesempatan siswa bertanya tentang materi yang 2,5 di diskusikan tadi Memberikan evaluasi melalui post test 3 Guru mengakhiri pelajaran dengan mengucapkan salam 2,5 Rata-rata 2,6 Siswa antusias 2,5 Guru antusias 3 Pembelajaran berpusat pada siswa 3,5 Rata-rata 3 Alokasi waktu 3 Rata-rata Siklus I 2,91 Cukup baik

3 4

Hampir baik Cukup baik Cukup baik Sedang Cukup baik Sedang Cukup baik

5 6 7 8

9 10

Sedang Cukup baik

11 12 13 14 15 1 2 3

Sedang Sedang Sedang Sedang Cukup baik Sedang Sedang Sedang Cukup baik Hampir baik Cukup baik Cukup baik Sedang

Sumber: Hasil Pengolahan, 2013

4.2.1.4 Refleksi dan Tindak Lanjut Berdasarkan hasil pengamatan selama pelakasanaan pembelajaran yang diamati oleh 2 orang pengamat dapat diperoleh refleksi sebagai berikut: 1. Keberhasilan yang diperoleh guru dan siswa a. Berhasilnya guru membimbing siswa dalam pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model picture and student active.

66 b. Siswa sangat antusias dalam menganalisa gambar berdasarkan materi. c. Kegiatan pembelajaran sangat menarik perhatian siswa karena siswa dapat melihat langsung melalui gambar atau video sesuai dengan materi. 2. Hambatan yang dialami guru dan siswa a. Sulitnya membagikan siswa dalam kelompok dikarenakan siswa lebih cendrung memilih teman dekat. b. Ada beberapa siswa yang tidak fokus dengan pembelajaran dikarenakan sibuk dengan facebook. c. Terdapat beberapa orang siswa yang masih berada diluar ketika jam pelajaran dengan banyak alasan yang dikatakannya. d. Kendala waktu yang tidak cukup disebabkan oleh lamanya dalam membentuk diskusi melalui aktifnya siswa. 4.2.2 Siklus II Berdasarkan hambatan yang terjadi pada siklus pertama maka perlu ditindaklanjuti pada siklus kedua dalam upaya memperbaiki dari siklus pertama. Langkah-langkah yang akan dilaksanakan pada siklus kedua diantaranya pengelolaan waktu agar sesuai dengan RPP, dalam hal ini pelaksanaan waktu yang memadai dapat memotivasi siswa dalam belajar, pembelajaran ini lebih berpusat pada siswa dengan menampilkan gambar-gambar sesuai dengan materi. Kemudian sebelum memulai pembelajaran ada baiknya kelas harus dikelola dengan baik agar siswa fokus terhadap apa yang disampaikan guru dan peningkatan ketuntasan tes hasil belajar siswa baik secara individu maupun klasikal. 4.2.2.1 Hasil Belajar Siklus II

67 Table 4.9 Hasil Belajar Siswa Siklus II


RPP Siklus II No Nama Siswa 1 2 3 4 5 6 Nomor Soal 7 8 9 10 Nilai Rata- Keterangan rata Individual (65) 1 70 T 1 80 T 1 90 T 1 100 T 1 90 T 1 90 T 1 90 T 1 100 T 0 60 TT 1 70 T 1 90 T 1 80 T 1 90 T 0 90 T 1 90 T 1 90 T 1 90 T 1 90 T 1 80 T 1 90 T 1 60 TT 1 70 T 0 60 TT 1 90 T 1 90 T 1 90 T 1 90 T 24 88 T 88,89%

1 Afiyati Rahmatika 2 Alfatahillah 3 Aulia Faradila 4 Ayu Risnawati 5 Fajar Kurnia 6 Firmanda Rizki 7 Hendri Saputra 8 Husni Mubarak 9 Husnul Mawadah 10 Intan Marliana 11 Iza Dedek Ibrahim 12 Maisarah Putri 13 Maulida Firdani 14 Mirza Iwan Saputra 15 Mulia Anita 16 Muzni Kamal 17 Nova Yulianti 18 Randika Agusta 19 Rizkiah 20 Siti Fajar 21 Siti Sarah 22 Syauka Rahmatillah 23 Zikrillah 24 Riza Kamal 25 Zaki Mubarak 26 Nafdal 27 Ukhta Maisarah Jumlah siswa yang menjawab benar Ketuntasan klasikal per butir soal (%) Keterangan

1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 24 88 T

0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 25 92 T

1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 23 85 T

1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 25 20 92 T 74 TT

1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 23 85 T

0 1 1 1 0 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 19 70 TT

1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 0 0 1 0 1 1 20 74 TT

1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 23 85 T

Secara Keseluruhan Persentase Ketuntasan Klasikal Sumber: Hasil Pengolahan, 2013

Berdasarkan Tabel 4.9 di atas hasil evaluasi siswa setelah menerapkan model pembelajaran picture and student active melalui siklus II yang menunjukkan bahwa, secara keseluruhan nilai siswa secara individual terdapat 24 siswa yang mencapai nilai hasil belajar tuntas , dari 10 soal tes ada 3 soal tes yang belum dikatakan tuntas yaitu, nomor 5, 7, dan 8, pada siklus II dikatakan belum tuntas karena belum

68 mencapai nilai 65 (sesuai dengan KKM). Secara keseluruhan persentase ketuntasan klasikal sebesar 88,89 persen atau 24 siswa yang sudah mengalami ketuntasan

belajar. Dengan kata lain dari 27 siswa pada siklus II hanya 3 siswa yang belum tuntas dan untuk siswa yang tidak tuntas guru akan memberikan tugas latihan di rumah.
4.2.2.2 Aktivitas Guru dan Siswa

Aktivitas guru dan siswa yang berlangsung selama proses kegiatan pembelajaran yang diamati dengan menggunakan intrumen pengamatan pada Lampiran 2, maka selanjudnya hasil pengamatan terhadap aktivitas guru dan siswa dapat dihitung dengan menggunakan rumus persentase. Berdasarkan Tabel 4.10 menunjukkan bahwa persentase aktivitas guru paling dominan menggunakan waktu untuk menugaskan siswa mencatat hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dan menugaskan tiap kelompok untuk membacakan hasil diskusinya yaitu 5,5 persen, kemudian waktu memberikan pre test sudah sesuai dengan nilai sebesar 10 persen, apersepsi dengan menampilkan gambar-gambar dan menyampaikan tujuan pembelajaran, SK, KD 4,4 persen, menjelaskan materi

disertai gambar wilayah air tanah, gambar/foto danau dan rawa 8,8 persen, menempelkan gambar di papan tulis atau ditayangkan melalui OHP 4,4 persen, menunjuk/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi 6,6 persen, menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis 7,8 persen, menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut 7,8 persen, dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin

69 dicapai 8,8 persen, memberikan evaluasi melalui post test 11 persen dan menutup pelajaran 4,4 persen. Tabel 4.10 Aktivitas Guru
No Standar Persentase waktu Waktu RPP-II Pelaksanaan 10 Menit 1 Memberikan pre test 9 Menit (11%) (10%) 4 Menit 3,96 Menit 2 Apersepsi dengan menampilkan gambar-gambar (4%) dan menyampaikan tujuan pembelajaran, SK, KD (4,4%) 4 Menit 3 Menyajikan materi sebagai pengantar dan 3,96 Menit (4%) memotivasikan siswa (4,4%) 4 Guru menjelaskan materi disertai gambar wilayah 8 Menit 7,92 Menit (8%) air tanah, gambar/foto danau dan rawa (8,8%) 4 Menit 3,96 Menit 5 Guru menempelkan gambar di papan tulis atau (4%) ditayangkan melalui OHP (4,4%) 6 Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan 4 Menit 3,96 Menit (4%) pada siswa untuk memperhatikan/menganalisa (4,4%) gambar 6 Menit 5,44 Menit 7 Guru menunjuk/memperlihatkan gambar-gambar (6%) kegiatan berkaitan dengan materi (6,6%) 8 Menit 7,02 Menit 8 Guru menunjuk/memanggil siswa secara (8%) bergantian memasang/mengurutkan gambar(7,8%) gambar menjadi urutan yang logis 8 Menit 7,02 Menit 9 Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan (8%) gambar tersebut (7,8%) 4 Menit 7,92 Menit 10 Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai (4%) menanamkan konsep/materi sesuai dengan (8,8%) kompetensi yang ingin dicapai 8 Menit (8 7,02 Menit 11 Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, guru %) meminta siswa mencatat hasil diskusi dari analisa (7,8%) gambar tersebut 4 Menit 4,95 Menit 12 Menugaskan tiap kelompok untuk membacakan (4%) hasil diskusinya (5,5%) 4 Menit 13 Guru memberi kesempatan siswa bertanya tentang 2,97 Menit (4%) materi yang di diskusikan tadi (3,3%) 10 Menit 9,9 Menit 14 Memberikan evaluasi melalui post test (11%) (11%) 4 Menit 15 Menutup pelajaran 3,96 Menit (4%) (4,4%) Aktivitas Guru Kategori

Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai

Sesuai Sesuai

Sesuai Kurang Sesuai Sesuai

Kurang Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai

Sumber: Hasil Pengolahan, 2013

Tabel 4.11 Aktivitas Siswa


No Aktivitas Siswa Standar waktu Persentase RPP-II Waktu Pelaksanaan 10 Menit 11%) 10,8 Menit (12%) Kategori

1 Mengerjakan pre test

Sesuai

70
2 Mendengar dan memperhatikan apa yang sedang disampaikan guru 3 Menumbuhkan reaksi terhadap masalah yang diberikan guru 4 Memperhatikan dan mendengarkan apa yang disampaikan guru 5 Memperhatikan dan mendengarkan apa yang disampaikan guru 6 Memperhatikan penjelasan guru dari analisa gambar 7 Siswa menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi 8 Siswa mengurutkan gambar sesuai dengan materi 9 Siswa menjawab/menemukan alasan dari urutan gambar kegiatan berkaitan dengan materi 10 Siswa mendengarkan penjelasan guru 11 Mencatat hasil diskusi dari analisa gambar masing-masing kelompok 12 Membacakan hasil diskusi kelompok 13 Mengajukan beberapa pertanyaan dan menyimpulkan hasil diskusi bersama guru 14 Mengerjakan post test 15 Menyahut salam
Sumber: Hasil Pengolahan, 2013 4 Menit (4%) 4 Menit (4%) 8 Menit (8%) 4 Menit (4%) 4 Menit (4%) 6 Menit (6%)

4,23 Menit (4,7%) 5,13 Menit (5,7%) 7,83 Menit (8,7%) 3,87 Menit (4,3%) 3,87 Menit (4,3%) 5,49 Menit (6,1%) 7,83 Menit (8,7%) 6,48 Menit (7,2%)

Sesuai Kurang Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai

8 Menit (8%) 8 Menit (8%)

Sesuai Sesuai

4,23 Menit (4,7%) 8 Menit (8 %) 7,83 Menit (8,7%) 4 Menit (4%) 3,87 Menit (4,3%) 4 Menit (4%) 5,13 Menit (5,7%) 10 Menit(11%) 9,72 Menit (10,8%) 4 Menit (4%) 4,23 Menit (4,7%)

4 Menit (4%)

Sesuai Sesuai Sesuai Kurang Sesuai Sesuai Sesuai

Dari Tabel 4.11 di atas terlihat bahwa persentase aktivitas siswa yang paling dominan adalah memperhatikan penjelasan guru dari analisa gambar sebesar 4,3 persen, menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan sebesar 6,1 persen, kemudian dalam hal mengajukan pertanyaan serta menyimpulkan hasil yang telah didiskusikan sebesar 5,7 persen, menjawab/menemukan alasan dari urutan gambar yang berkaitan dengan materi sebesar 7,2 persen, mencatat hasil diskusi dari analisa gambar masing-masing kelompok sebesar 8,7 persen, membaca hasil diskusi kelompok dan mendengarkan penjelasan guru dengan nilai 4,3 persen. Hasil

71 penelitian dilakukan dengan mengkategorikan persentase hasil penelitian.

Dikategorikan sesuai, jika hasil persentase sama, kurang atau lebih 1 menit dari standar waktu yang ditetapkan, dan dikategorikan kurang sesuai, jika persentase tidak sama, kurang atau lebih 2 menit dari standar waktu yang ditetapkan. 4.2.2.3 Keterampilan Guru Dalam Mengelola Pembelajaran Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran model picture and student active yang berlangsung selama proses kegiatan pembelajaran yang diamati dengan menggunakan intrumen pengamatan pada Lampiran 3, maka selanjudnya hasil pengamatan terhadap keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran dapat dilihat pada Tabel 4.12 yang bahwasanya kemampuan guru dalam membuka pelajaran dikatagorikan cukup baik dengan skor rata-rata 3,25, melakukan kegiatan inti dikatagorikan cukup baik dengan skor rata-rata 3,25, kemudian menutup pelajaran dikatagorikan hampir baik dengan skor rata-rata 3,5, sedangkan jumlah skor rata-rata keterampilan guru dalam mengelola kelas pada siklus II mencapai 3,5. Dalam hal ini siswa terlihat sangat antusias dalam mengikuti pelajaran dengan model picture and student active. Kemudian dalam pengelolaan waktu juga dikatagorikan cukup baik dengan rata-rata skor 3. Dalam siklus ini penilaian keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran dikatagorikan cukup baik dengan skor rata-rata mencapai 3,3.

Table 4.12 Keterampilan Guru Dalam Mengelola Pembelajaran


No 1 Memberikan pre test Aspek yang diamati RPP II Skor Kategori 3,5 Hampir baik

72
2 Apersepsi dengan menampilkan gambar-gambar dan menyampaikan tujuan pembelajaran berdasarkan materi yang akan dipelajari Memotivasikan siswa dengan mengajukan masalah Guru menjelaskan materi disertai gambar wilayah air tanah, gambar/foto danau dan rawa Rata-rata Guru menempelkan gambar di papan tulis/melalui OHP Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan/menganalisa gambar Guru menunjuk/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, guru meminta siswa mencatat hasil diskusi dari analisa gambar tersebut Menugaskan tiap kelompok untuk membacakan hasil diskusinya Rata-rata Guru memberi kesempatan siswa bertanya tentang materi yang di diskusikan tadi Memberikan evaluasi melalui post test Guru mengakhiri pelajaran dengan mengucapkan salam Rata-rata Siswa antusias Guru antusias Pembelajaran berpusat pada siswa Rata-rata Alokasi waktu Rata-rata siklus 2 3 Cukup baik

3 4

3,5 3

Hampir baik Cukup baik

5 6 7 8

3,25 Cukup baik 3,5 Hampir baik 3 Cukup baik 3 3,5 Cukup baik Hampir baik

9 10

3,5 3,5

Hampir baik Hampir baik

11 12

3 3 3,25 4 3,5 3 3,5 4 3,5 3 3,5 3 3,3

Cukup baik Cukup baik Cukup baik Baik Hampir baik Cukup baik Sedang Baik Hampir baik Cukup baik Cukup baik Cukup baik Cukup baik

13 14 15 1 2 3

Sumber: Hasil Pengolahan, 2013

4.2.2.4 Refleksi dan Tindak Lanjut Berdasarkan hasil pengamatan selama pelakasanaan pembelajaran yang diamati oleh 2 orang pengamat dapat diperoleh refleksi sebagai berikut: 1. Keberhasilan yang diperoleh guru dan siswa a. Antusias siswa mengikuti pelajaran sudah cukup baik.

73 b. Kemampuan guru dalam mengelola waktu sudah lebih baik dari siklus I dan sudah lebih sesuai dengan alokasi waktu yang direncanakan pada RPP II. 2. Hambatan yang dialami guru dan siswa a. Walaupun siswa sudah lebih aktif dalam bertanya tetapi siswa masih ragu-ragu dalam menanggapi pertanyaan dari temannya. b. Terdapat beberapa orang siswa yang masih berada diluar kelas ketika jam pelajaran dengan banyak alasan yang dikatakannya. Menindaklanjuti keberhasilan dan kelemahan guru pada siklus II, maka guru bersama pengamat berupaya memperbaikinya di siklus III. Upaya yang dilakukan guru diantaranya membantu memberikan dorongan kepada siswa agar tidak raguragu untuk menjawab pertanyaan dari temannya. 4.2.3 Siklus III Berdasarkan hambatan yang terjadi pada siklus kedua bahwa tindakan yang dilaksankan perlu adanya perbaikan pada siklus ketiga supaya kegiatan

pembelajaran berjalan lancar 4.2.3.1 Hasil Belajar Siklus III Berdasarkan Tabel 4.13 di atas hasil evaluasi siswa setelah menerapkan model pembelajaran picture and student active melalui siklus III yang menunjukkan bahwa, secara keseluruhan nilai siswa secara individual terdapat 26 siswa yang mencapai nilai hasil belajar tuntas, dari 10 soal tes ada 1 soal tes yang belum tuntas yaitu nomor 10. Siklus kedua dan ketiga dikatakan tuntas karena persentase hasil belajar yang diperoleh di atas 65. Secara keseluruhan persentase ketuntasan klasikal sebesar 96,29 persen atau 26 siswa yang sudah mengalami ketuntasan belajar.

74 Dengan kata lain dari 27 siswa pada siklus II hanya 1 siswa yang belum tuntas dan untuk siswa yang tidak tuntas guru akan memberikan tugas latihan di rumah. Table 4.13 Hasil Belajar Siswa Siklus III
RPP Siklus III Nomor Soal
No Nama Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Nilai Rata- Keterangan rata Individual (65)

1 Afiyati Rahmatika 1 1 2 Alfatahillah 1 1 3 Aulia Faradila 1 1 4 Ayu Risnawati 1 1 5 Fajar Kurnia 1 0 6 Firmanda Rizki 1 1 7 Hendri Saputra 1 1 8 Husni Mubarak 1 1 9 Husnul Mawadah 1 1 10 Intan Marliana 1 1 11 Iza Dedek Ibrahim 1 1 12 Maisarah Putri 1 0 13 Maulida Firdani 1 1 14 Mirza Iwan Saputra 1 1 15 Mulia Anita 1 1 16 Muzni Kamal 1 1 17 Nova Yulianti 1 1 18 Randika Agusta 1 1 19 Rizkiah 1 1 20 Siti Fajar 1 1 21 Siti Sarah 1 1 22 Syauka Rahmatillah 1 1 23 Zikrillah 1 1 24 Riza Kamal 1 1 25 Zaki Mubarak 1 1 26 Nafdal 1 1 27 Ukhta Maisarah 1 1 Jumlah siswa yang 27 25 menjawab benar Ketuntasan klasikal per 100 92 butir soal (%) Keterangan T T

0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 25 85 T

1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 24 24 85 T 88 T

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 25 92 T

1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 24 88 T

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 26 96 T

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 25 92 T

1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 21 81 TT

90 90 90 100 90 90 90 60 90 100 80 90 90 90 100 90 100 80 90 90 90 90 100 80 80 90 90

T T T T T T T TT T T T T T T T T T T T T T T T T T T T

Secara Keseluruhan Persentase Ketuntasan Klasikal Sumber: Hasil Pengolahan, 2013

96,29%

4.2.3.2 Aktivitas Guru dan Siswa

75 Aktivitas guru dan siswa yang berlangsung selama proses kegiatan pembelajaran yang diamati dengan menggunakan intrumen pengamatan pada Lampiran 2 maka selanjudnya hasil pengamatan terhadap aktivitas guru dan siswa dapat dihitung dengan menggunakan rumus persentase. Tabel 4.14 Aktivitas Guru
No Aktivitas Guru Standar Waktu RPP-III 10 Menit (11%) 4 Menit (4,4%) 4 Menit (4,4%) 8 Menit (8,8%) 4 Menit (4,4%) 4 Menit (4,4%) 6 Menit (6,6%) 8 Menit (8,8%) 8 Menit (8,8%) 4 Menit (4,4%) 8 Menit (8,8%) 4 Menit (4,4%) 4 Menit (4,4%) 10 Menit (11%) 4 Menit (4,4%) Persentase Waktu Kategori Pelaksanaan 9,9 Menit Sesuai (11%) 3,96 Menit Sesuai (4,4%) 3,6 Menit Sesuai (5%) 7,92 Menit Sesuai (8,8%) 3,96 Menit Sesuai (4,4%) 3,6 Menit Sesuai (5%) 5,44 Menit Sesuai (6,6%) 7,92 Menit Sesuai (8,8%) 7,92 Menit (8,8%) 3,6 Menit (5%) 7,02 Menit (7,8%) 3,96 Menit (4,4%) 3,96 Menit (4,4%) 9,9 Menit (11%) 3,6 Menit (5%) Sesuai Sesuai

1 Memberikan pre test 2 Apersepsi dengan menampilkan gambar-gambar dan menyampaikan tujuan pembelajaran, SK, KD 3 Menyajikan materi sebagai pengantar dan memotivasikan siswa 4 Guru menjelaskan materi disertai gambar wilayah air tanah, gambar/foto danau dan rawa 5 Guru menempelkan gambar di papan tulis atau ditayangkan melalui OHP 6 Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan/menganalisa gambar 7 Guru menunjuk/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi 8 Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis 9 Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut 10 Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai 11 Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, guru meminta siswa mencatat hasil diskusi dari analisa gambar tersebut 12 Menugaskan tiap kelompok untuk membacakan hasil diskusinya 13 Guru memberi kesempatan siswa bertanya tentang materi yang di diskusikan tadi 14 Memberikan evaluasi melalui post test 15 Menutup pelajaran

Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai

Sumber: Hasil Pengolahan, 2013

Dari Tabel 4.14 di atas terlihat bahwa persentase aktivitas guru paling dominan adalah menggunakan waktu untuk menugaskan siswa mencatat hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dan menugaskan tiap kelompok untuk membacakan

76 hasil diskusinya yaitu 4,4 persen, kemudian waktu memberikan pre test sudah sesuai dengan nilai sebesar 11 persen, apersepsi dengan menampilkan gambar-gambar dan menyampaikan tujuan pembelajaran, SK, KD 4,4 persen, menjelaskan materi

disertai gambar wilayah air tanah, gambar/foto danau dan rawa 8,8 persen, menempelkan gambar di papan tulis atau ditayangkan melalui OHP 4,4 persen, menunjuk/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi 6,6 persen, menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis 8,8 persen, menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut 8,8 persen, dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai 5 persen, memberikan evaluasi melalui post test 11 persen dan menutup pelajaran 5 persen. Berdasarkan Tabel 4.15 menunjukkan bahwa persentase aktivitas siswa yang paling dominan adalah memperhatikan penjelasan guru dari analisa gambar sebesar 4,3 persen, menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan sebesar 6,2 persen, mengajukan pertanyaan serta menyimpulkan hasil yang telah didiskusikan sebesar 4,3 persen, menjawab/menemukan alasan dari urutan gambar yang berkaitan dengan materi sebesar 8 persen, mencatat hasil diskusi dari analisa gambar masingmasing kelompok sebesar 8,7 persen, membaca hasil diskusi kelompok dengan nilai 5 persen. Hasil penelitian dilakukan dengan mengkategorikan persentase hasil penelitian. Dikategorikan baik, jika hasil persentase sama, kurang atau lebih 1 menit dari standar waktu yang ditetapkan, dan dikategorikan kurang sesuai, jika persentase tidak sama, kurang atau lebih 2 menit dari standar waktu yang ditetapkan.

77 Tabel 4.15 Aktivitas Siswa


No Aktivitas Siswa Standar waktu RPP-3
10 Menit (11%) 4 Menit (4,4%) 4 Menit (4,4%) 8 Menit (8,8%) 4 Menit (4,4%) 4 Menit (4,4%) 6 Menit (6,6%) 8 Menit (8,8%) 8 Menit (8,8%) 4 Menit (4,4%) 8 Menit (8,8%) 4 Menit (4,4%) 4 Menit (4,4%) 10 Menit (11%) 4 Menit (4,4%)

Persentase Kategori Waktu Pelaksanaan 10,8 Menit (12%) 3,87 Menit (4,3%) 3,87 Menit (4,3%) 7,83 Menit (8,7%) 3,87 Menit (4,3%) 3,87 Menit (4,3%) 5,58 Menit (6,2%) 7,83 Menit (8,7%) 7,83 Menit (8,7%) 3,87 Menit (4,3%) 7,83Menit (8,7%) 3,6 Menit (5%) 3,87 Menit (4,3%) 10,71 Menit (11,9%) 3,6 Menit (5%)
Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai

1 Mengerjakan pre test 2 Mendengar dan memperhatikan apa yang sedang disampaikan guru 3 Menumbuhkan reaksi terhadap masalah yang diberikan guru 4 Memperhatikan dan mendengarkan apa yang disampaikan guru 5 Memperhatikan dan mendengarkan apa yang disampaikan guru 6 Memperhatikan penjelasan guru dari analisa gambar 7 Siswa menunjukkan/memperlihatkan gambargambar kegiatan berkaitan dengan materi 8 Siswa mengurutkan gambar sesuai dengan materi 9 Siswa menjawab/menemukan alasan dari urutan gambar kegiatan berkaitan dengan materi 10 Siswa mendengarkan penjelasan guru 11 Mencatat hasil diskusi dari analisa gambar masingmasing kelompok 12 Membacakan hasil diskusi kelompok 13 Mengajukan beberapa pertanyaan dan menyimpulkan hasil diskusi bersama guru 14 Mengerjakan post test 15 Menyahut salam
Sumber: Hasil Pengolahan, 2013

4.2.3.3 Keterampilan Guru dalam Mengelola Pembelajaran Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran model picture and student active yang berlangsung selama kegiatan pembelajaran yang diamati dengan menggunakan intrumen pengamatan pada Lampiran 3, maka selanjudnya hasil pengamatan terhadap keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran dapat dilihat pada Tabel 4.16 terihat bahwa kemampuan guru dalam membuka pelajaran

78 dikatagorikan baik dengan skor rata-rata 3,88, melakukan kegiatan inti dikatagorikan hampir baik baik dengan skor rata-rata 3,5, kemudian menutup pelajaran dikatagorikan baik dengan skor rata-rata 4, sedangkan jumlah skor rata-rata keterampilan guru dalam mengelola kelas pada siklus III mencapai 4. Dalam hal ini siswa terlihat sangat antusias dalam mengikuti pelajaran dengan model picture and student active. Kemudian dalam pengelolaan waktu juga dikatagorikan baik dengan rata-rata skor 4. Dalam siklus ini penilaian keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran dikatagorikan baik dengan skor rata-rata mencapai 3,9. 4.2.3.4 Refleksi dan Tindak Lanjut Dari hasil pengamatan serta hasil tes akhir siklus (ulangan harian) maka disimpulkan bahwa hasil belajar siswa pada siklus III sudah mencapai 96,29 persen mencapai standar ketuntasan belajar. Aktivitas belajar siswa sudah mengalami peningkatan. Peningkatan aktivitas belajar karena pembelajaran tidak jenuh dan siswa dapat belajar dengan menyenangkan di luar ruangan yang sempit. Disamping itu siswa dihadapkan langsung pada kegiatan praktis. Aktivitas mengajar guru sudah terlaksana 3,9 persen dan sudah pada katagori baik, Namun kesulitan pembelajaran kontektual seperti ini banyak membutuhkan tenaga pengontrol, karena pembelajaran langsung seperti ini jarang dilakukan oleh guru. Waktu untuk mengerjakan soal sudah cukup, karena kegiatan presentasi sudah berjalan lancar, meskipun masih perlu bimbingan lanjutan. Siswa dalam mempresentasikan ke depan pada umumnya sudah berani, presentasi tidak kaku, karena mereka memaparkan apa yang mereka alami langsung. Pada siklus II jumlah siswa yang mencapai KKM sebanyak 24 siswa dan pada akhir siklus III jumlah

79 yang tuntas belajar 26 siswa. Nilai rata-rata kelas meningkat dari 88,89 persen

menjadi 96,29 persen. Oleh karena semua aspek sudah mencapai sebagai mana indikator kinerja yang ditetapkan maka penelitian dipadai hanya sampai siklus III. 4.2.4 Respon Siswa Analisis respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran dan pembelajaran model picture and student active secara ringkas disajikan dalam Tabel 4.17 menunjukkan bahwa, respon siswa yang paling dominan adalah merasa senang terhadap komponen pembelajaran dengan persentase rata-rata 96,2 persen, merasa baru dengan komponen kegiatan pembelajaran dengan persentase 96,2 persen, minat untuk mengikuti kegiatan pembelajaran selanjutnya sangat besar dengan persentase rata-rata 100 persen, kejelasan bahasa yang digunakan guru dengan persentase ratarata 96 persen, dengan menggunakan model pembelajaran picture and student active dapat memperjelas pemahaman siswa terhadap materi hidrosfer dengan persentase rata-rata 92 persen. Tabel 4.17 terlihat bahwa siswa antusias dalam mengikuti pembelajaran.

Table 4.16 Keterampilan Guru Dalam Mengelola Pembelajaran


No 1 Aspek yang diamati Memberikan pre test Skor 4 RPP III Kategori Hampir baik

80

3 4

5 6 7 8

9 10

11 12

13 14 15 1 2 3

Apersepsi dengan menampilkan gambar-gambar dan menyampaikan tujuan pembelajaran berdasarkan materi yang akan dipelajari. Memotivasikan siswa dengan mengajukan masalah Guru menjelaskan materi disertai gambar wilayah air tanah, gambar/foto danau dan rawa. Rata-rata Guru menempelkan gambar di papan tulis atau ditayangkan melalui OHP Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan/menganalisa gambar Guru menunjuk/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, guru meminta siswa mencatat hasil diskusi dari analisa gambar tersebut Menugaskan tiap kelompok untuk membacakan hasil diskusinya Rata-rata Guru memberi kesempatan siswa bertanya tentang materi yang di diskusikan tadi. Memberikan evaluasi melalui post test Guru mengakhiri pelajaran dengan mengucapkan salam. Rata-rata Siswa antusias Guru antusias Pembelajaran berpusat pada siswa Rata-rata Alokasi waktu Rata-rata siklus 3

3,5

Cukup baik

4 4 3,88 3,5 3,5 3 3,5

Hampir baik Cukup baik Cukup baik Hampir baik Hampir baik Cukup baik Hampir baik

4 3,5

Baik Hampir baik

3 4

Cukup baik Baik

3,5 Hampir baik 3.5 Hampir baik 4 3.5 3,7 4 4 4 4 4 3,9 Baik Hampir baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik

Sumber: Hasil Pengolahan, 2013

Tabel 4.17 Persentase Respon Siswa


No Aspek yang diamati Respon Siswa Senang Tidak Senang

81
1 Bagaimana pendapat kamu tentang komponen kegiatan pembelajaran berikut ini: a. b. c. d. e. Materi yang dipelajari menarik Soal evaluasi yang digunakan baik Suasana kelas menyenangkan Penampilan guru menarik Model pembelajaran yang diterapkan Persentase rata-rata (%) 2 Uraian Bagaimana pendapat kamu tentang kegiatan pembelajaran berikut ini: a. Materi yang dipelajari menarik b. Soal evaluasi yang digunakan baik c. Suasana kelas menyenangkan d. Penampilan guru menarik e. Model pembelajaran yang diterapkan Persentase Rata-rata (%) Uraian 3 Apakah kamu berminat untuk mengikuti kegiatan pembelajaran berikutnya seperti yang telah kamu pelajari melalui model picture and student active
Persentase Rata-rata (%)

100 100 96 100 100 99,2% Baru

0 0 4 0 0 0,8% Tidak Baru

100 100 96 100 100 99,2% Berminat 100

0 0 4 0 0 0,8% Tidak Berminat 0

100%

Uraian Bagaimana pendapat anda tentang komponen kegiatan pembelajaran berikut ini: a. Soal evaluasi yang digunakan baik b. Suasana kelas menyenangkan c. Penampilan guru menarik d. Model pembelajaran yang diterapkan Persentase Rata-rata (%) Apakah dengan menggunakan model pembelajaran picture and student active dapat memperjelas pemahamanmu terhadap materi yang telah kamu pelajari?
Persentase Rata-rata (%)

Jelas

Tidak Jelas

96 96 92 100 96% Memperjelas 92

4 4 8 0 4% Tidak Jelas 8

92%

8%

Sumber: Hasil Pengolahan, 2013

4.3 Pembahasan 4.3.1 Hasil Belajar

82 Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan dalam tiga siklus kegiatan pelaksanaan tindakan kelas diperoleh data bahwa, hasil belajar siswa secara individu atau klasikal dalam mengikuti kegiatan pembelajaran mengalami kenaikan. Peningkatan dapat dilihat pada Gambar 4.3 dan Gambar 4.4. Nilai siswa secara keseluruhan pada siklus I secara individual terdapat 21 siswa yang tuntas. Dari 21 siswa, 5 siswa memperoleh nilai 70 persen, 11 siswa memperoleh nilai 80 persen dan 4 siswa memperoleh nilai 90 persen. Selanjutnya pada siklus II terdapat 24 siswa yang tuntas. Dari 24 siswa, 3 siswa memperoleh nilai 70 persen, 3 siswa memperoleh nilai 80 persen, 16 siswa memperoleh nilai 90 persen dan 2 siswa memperoleh nilai 100 persen. Kemudian pada siklus ke III terdapat 26 siswa yang tuntas. Dari 26 siswa, 4 siswa memperoleh nilai 80 persen, 17 siswa memperoleh nilai 90 persen dan 5 siswa memperoleh nilai 100 persen.

120

3 siswa 3 siswa 16 siswa

4 siswa

2 siswa

80

20 0

siklus I

siklus II

Gambar 4.3 Grafik Persentase Ketuntasan Individual Berdasarkan Gambar 4.4 menunjukkan bahwa adanya peningkatan nilai ketuntasan klasikal rata-rata siswa dari siklus pertama sampai dengan siklus ketiga. Pada siklus pertama nilai ketuntasan klasikal sebesar 77,78 persen, dari 27 siswa ada 6 siswa yang belum dikatakan tuntas belajar. Pada siklus kedua terjadi peningkatan

4 siswa

40

6 siswa 11 siswa

60

siklus III

17 siswa

5 siswa

100

83 dengan nilai klasikal rata-rata sebesar 88,89 persen, dari 27 siswa ada 3 siswa yang belum dikatakan tuntas belajar. Kemudian pada siklus ketiga nilai ketuntasan ratarata mencapai 96,29 persen, dari 27 siswa hanya 1 siswa yang belum mengalami ketuntasan. Adapun peningkatan ketuntasan belajar secara klasikal dapat dilihat pada Gambar 4.4.

100 80 60 40 20 0 Siklus 1 Siklus 2 Siklus 3 77.78 88.89 96.29

Gambar 4.4: Grafik Ketuntasan Klasikal Per Siklus Pada siklus III terbukti, bahwa hasil belajar siswa meningkat mencapai hasil yang diharapkan, dengan menggunakan model picture and student active. Melalui model ini belajar secara langsung siswa dapat belajar lebih optimal melalui diskusi dan kerja sama kelompok. 4.4.2 Aktivitas Guru dan Siswa Aktivitas guru dan siswa yang diamati dengan menggunakan instrumen mulai dari siklus pertama sampai dengan siklus ketiga, agar lebih jelas dapat dilihat pada Gambar 4.5.

84
12 11 10 8 6 4 2 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 4.4 4.3 5.8 4.4 4.3 4.4 4.4 4.3 10 8.8 9.4 7.8 6.5 6.5 8.8 8.7 7.2 6.6 8.7 7.8 7.8 5.5 5.7 4.3 4.4 10 8.8

4.4

Guru 4.3 Siswa

Gambar 4.5: Grafik Persentase Aktivitas Guru dan Siswa Siklus I Berdasarkan Gambar 4.5 di atas, terlihat bahwa persentase aktivitas guru dalam proses pembelajaran dengan menerapkan model picture and student active yang paling dominan adalah menggunakan waktu untuk memberikan pre-tes dan memberikan evaluasi melalui post test dengan nilai sebesar 11 persen, meminta siswa mencatat hasil diskusi dari analisa gambar sebesar 7,8 persen, menjelaskan materi disertai gambar wilayah air tanah, gambar/foto danau dan rawa sebesar 7,8 persen, menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis sebesar 8,8 kemudian aktivitas siswa yang paling dominan adalah mengerjakan pre test dan post test sebesar 10 persen, menjawab/menemukan alasan dari urutan gambar kegiatan sebesar 8,7 persen, mengurutkan gambar sesuai dengan materi sebesar 7,2 persen, mencatat hasil diskusi dari analisa gambar masing-masing kelompok sebesar 8,7 persen dan mendengar dan memperhatikan apa yang sedang disampaikan guru sebesar 9,4 persen.

85
14 12 10 10 8 6 4 2 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 5.7 4.7 4.4 4.4 8.8 8.7 8.7 8.8 8.7 7.8 7.8 7.8 7.2 6.6 6.1 4.7 4.4 4.3 5.54.3 5.7 4.4 4.3 3.3 12 11 10.8

Guru 4.4 4.7 Siswa

Gambar 4.6: Grafik Persentase Aktivitas Guru dan Siswa Siklus II Berdasarkan Gambar 4.6 di atas, terlihat bahwa persentase aktivitas guru dan siswa dalam proses pembelajaran dengan menerapkan model picture and student active yang paling dominan adalah memberikan pre test dengan persentase sebesar 10 persen, dari urutan gambar guru menanamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai sebesar 8,8 persen, menjelaskan materi disertai gambar/foto danau dan rawa sebesar 8,8 persen, menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/mengurutkan gambar menjadi urutan yang logis sebesar 7,8 persen, menanyakan alasan dasar pemikiran urutan gambar sebesar 7,8 persen,

meminta siswa mencatat hasil diskusi dari analisa gambar sebesar 7,8 persen, kemudian aktivitas siswa yang paling dominan adalah mengerjakan pre test sebesar 12 persen, mencatat hasil diskusi dari analisa gambar sebesar 8,7 persen, mengurutkan gambar sesuai dengan materi sebesar 8,7 persen,

menjawab/menemukan alasan dari urutan gambar kegiatan berkaitan dengan materi sebesar 7,2 persen.

86
14 12 11 12 10 8 6 4.4 4 2 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 5 4.4 4.3 4.3 8.8 8.7 6.56.2 5 5 4.3 4.4 5 4.4 4.3 5 5 8.8 8.8 8.7 8 7.8 Guru Siswa 11.9 11 8.7

4.3 4.3

Gambar 4.7: Grafik Persentase Aktivitas Guru dan Siswa Siklus III Berdasarkan Gambar 4.7 menunjukkan bahwa persetase aktivitas guru paling dominan adalah memberikan pre test sebesar 11 persen, memberikan evaluasi sebesar 11 persen, menjelaskan materi disertai gambar wilyah air tanah, gambar foto danau dan rawa sebesar 8,8 persen, menunjuk/memanggil siswa bergantian memasang /mengurutkan gambar menajadi urutan yang logis sebesar 8.8 persen, menanyakan alasan dasar pemikiran urutan gambar sebesar 8,8 persen dan meminta siswa mencatat hasil diskusi dari analisa gambar sebesar 8,8 persen. aktivitas siswa paling dominan adalah mengerjakan pre test sebesar 12 persen, mengerjakan post test sebesar 11,9 persen, mendengarkan apa yang disampaikan guru, mengurutkan gambar sesuai dengan materi sebesar 8,7 persen, menjawab/menemukan alasan dari urutan gambar dan mencatat hasil diskusi dari analisa gambar masing-masing kelompok sebesar 8 persen.

87 4.3.3 Keterampilan Guru Mengelola Pembelajaran

4 3.5 2.91 3 2.5 2 1.5 1 0.5 0 Siklus I Siklus II 3.3

3.77

Siklus III

Gambar 4.8: Grafik Keterampilan Guru Mengelola Pembelajaran Berdasarkan Gambar 4.8 menunjukkan adanya peningkatan keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran. Jumlah skor rata-rata keterampilan guru dalam mengelola kelas pada siklus I sebesar 2,91 dikategorikan sedang, pada siklus II penilaian keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran dikategorikan cukup baik dengan skor rata-rata mencapai 3,3, dan pada siklus III skor rata-rata yang dicapai guru adalah 3,9 dan dikatagorikan baik.

BAB V PENUTUP

88 5.1 Simpulan Berdasarkan hasil refleksi dan pembahasan dalam penelitian tindakan kelas di atas yang bahwa penerapan model pembelajaran picture and student active dapat meningkatkan hasil belajar geografi pada materi hidrosfer dan dampaknya terhadap lingkungan pada siswa kelas X-6 MAN 3 Rukoh Banda Aceh. Dari hasil penelitian yang penulis lakukan di lapangan, penulis mendapatkan bahwa sistem pelaksanaan pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran picture and student active dapat disimpulkan: 1. Model pembelajaran picture and student active dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X-6 MAN 3 Rukoh Banda Aceh. Hal ini dapat dilihat dari ketuntasan individual, mulai dari RPP-I terdapat 21 siswa yang mencapai nilai hasil belajar tuntas, dari 10 soal tes ada 4 soal tes yang belum tuntas, dan ketuntasan rata-rata klasikal sebesar 77,78 persen, RPP-II mengalami peningkatan menjadi 24 siswa yang mencapai nilai hasil belajar tuntas, dari 10 soal tes ada 3 soal tes yang belum dikatakan tuntas, dan ketuntasan rata-rata klasikal sebesar 88,89 persen, RPP-III terdapat 26 siswa yang mencapai nilai hasil belajar tuntas, dari 10 soal tes ada 1 soal tes yang belum tuntas, dan ketuntasan rata-rata klasikal sebesar 96,29 persen. 2. Aktivitas guru dan siswa telah mencerminkan pelaksanaan pembelajaran melalui penerapan model picture and student active. 3. Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran dengan menerapkan model 74 pembelajaran picture and student active dalam kegiatan pembelajaran telah mengalami peningkatan diantaranya siklus I mencapai (2,91) kategori sedang,

89 pada siklus II mencapai (3,3) kategori cukup baik, dan pada siklus III mencapai (3,9) dikategorikan baik. 4. Respon siswa kelas X-6 MAN 3 Rukoh Banda Aceh terhadap penerapan model pembelajaran picture and student active merasa senang terhadap komponen pembelajaran dengan persentase rata-rata 99,2 persen, merasa baru dengan komponen kegiatan pembelajaran dengan persentase 99,2 persen, minat untuk mengikuti kegiatan pembelajaran selanjutnya sangat besar dengan persentase rata-rata 100 persen, kejelasan bahasa yang digunakan guru dengan persentase rata-rata 96 persen, dengan menggunakan model pembelajaran picture and student active dapat memperjelas pemahaman siswa terhadap materi hidrosfer dengan persentase rata-rata 92 persen.

5.2 Saran Sehubungan dengan kesimpulan di atas, dikemukakan beberapa saran yang kiranya dapat bermanfaat sebagai bahan pertimbangan dalam usaha meningkatkan mutu pendidikan di Madrasah Aliyah Negeri 3 Rukoh Banda Aceh , khususnya dalam mata pelajaran geografi, maka penulis menyarankan: 1. Kepada guru yang memegang pelajaran geografi hendaknya dalam pembelajaran sesuai dengan kurikulum yang berlaku. 2. Kepada guru, hendaknya lebih memperdalam konsep pembelajaran geografi, sehingga dalam menyusun materi dan tujuan pembelajaran, memilih metode dan penggunaan fasilitas pembelajaran sehingga dapat lebih terarah kepada pencapaian tujuan.

90 3. Sekolah supaya dapat menyediakan alat peraga seperti peta, globe dan alat peraga lainnya yang berhubungan dengan pelajaran geografi. Dengan demikian pembelajaran dapat diberdayakan dengan maksimal, serta apresiasi dapat ditampilkan lebih maksimal sehingga keberhasilan belajar dirasakan oleh semua pihak. 4. Dari hasil penelitian ini diharapkan kepada guru atau pun pihak lain yang mencari solusi untuk membuat siswa lebih aktif dalam pembelajaran terutama geografi, dapat menerapkan model picture and student active untuk meteri yang mempunyai ruang lingkup yang luas seperti hidrosfer dan lain sebagainya.

DAFTAR PUSTAKA

Ali, Muhamad. 2005. Guru dalam Proses Belajar-Mengajar. Bandung: Sinar Baru.

91 Aqib, Zainal. 2003. Profesional Guru dalam Pembelajaran. Surabaya: Insan Cendekia. Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta. . 2008. Model Penelitian. Jakarta: PT. Bumi Aksara. . 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT. Bumi Aksara . 2010. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT. Bumi Aksara. Dimyati. 2009. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Rineka Cipta. Djamarah, Syaiful Bahri . 2010. Strategi Pembelajaran. Jakarta Rineka Cipta. Hamalik. 2002. Pendekatan Baru Strategi Pembelajaran. Bandung: Sinar Baru. Http://ras-eko.blogspot.com/2011/05/model-pembelajaran-picture-and diakses 12 September 2012. picture.html

Http://sadiman2007.blogspot.com/2010/02/model-pembelajaran-picture-and picture.html) diakses 10 September 2012. Ibrahim. 2003. Perencanaan Pengajaran. Jakarta: PT. Asdi Mahasatya. Mukhlis. 2005. Pengantar Statistik. Jakarta: Bina Aksara. Mulyasa,E. 2003. Praktik Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. . 2004. Menjadi Guru Profesional:Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan. Bandung: Wacana Prima. Nasution. 2006. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Mengajar. Jakarta: Bina Aksara. Sagala, M. Syaiful. 2010. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta. Sahrudin dan Isriani, Sri. (2011). Model Pembelajaran Picture And Picture. Jurnal Penelitian Bahasa, Sastra Indonesia dan Pengajaran, Vol 2 (1): 1-23. 77 Sanjaya,Wina. 2005. Strategi Pembelajaran Berorentasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana. Sobur, Alex. 2003. Psikologi Umum. Bandung: Pustaka Setia.

92 Sudijono. 2005. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta: Grafindo Persada. Sudjana. 2006. Model Statistik. Bandung: Tarsido. Suprijono. 2010. Cooperative Learning: Teori dan Aplikasinya. Yokyakarta: Pustaka Belajar. Syah, Muhibbin. 2001. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Http://www.sarjanaku.com/2013/01/pengertianpertumbuhan-definisi-menurut.html diakses 14 September 2012. Syaiful dan Aswan. 2006. Http://www.inforppsilabus.com/2012/03/pengertian-hasilbelajar-menurut-ahli.html diakses 16 September 2012.

93 SILABUS PEMBELAJARAN

Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas Semester Standar Kompetensi


Kompetensi Dasar

: MAN 3 Rukoh Banda Aceh : Geografi : X (sepuluh) : 2 (dua) : 3. Menganalisis unsur-unsur geosfer
Indikator Pencapaian Kompetensi Kegiatan pembelajaran

Nilai Budaya Materi Dan Karakter Pembelajaran Bangsa

P Teknik

3.3. Menganali-sis Hidrosfer hidrosfer dan Siklus Hidrologi dampaknya terhadap kehidupan di muka bumi Perairan darat 1. Air tanah 2. Danau 3. Rawa 4. Sungai dan DAS

Kerja keras Menjelaskan Jujur siklus hidrologi saling menghargai

Mengidentifikasi jenis-jenis perairan darat Menentukan jenis air tanah Mengklasifikasi jenis-jenis danau Mendeskripsikan manfaat rawa Mengklasifikasi ciri sungai dan jenis pola aliran sungai Menganalisis faktor penyebab kerusakan, serta upaya pelestarian Daerah Aliran Sungai

Menjelaskan kembali dan mengamati gambar mengenai siklus hidrologi Menjelaskan berbagai jenis perairan darat Membaca buku dan mengamati gambar wilayah air tanah Menjelaskan jenis-jenis danau di Indonesia dan dunia Menjelaskan manfaat rawa bagi kehidupan Menjelaskan dan mengamati gambar pola aliran sungai Mengidentifikas i dan diskusi mengenai penyebab kerusakan dan upaya pelestarian DAS

Be Instr Tugas U individ u

Portofol Ri io an

Tugas U individ u U Tugas individ u

Portofol U io

Tugas U individ u

Unjuk D kerja

94

3.4. Menganali-sis hidrosfer dan dampaknya terhadap kehidupan di muka bumi

Perairan laut 1. Zona pesisir dan laut 2. Klasifikasi laut 3. Morfologi laut

4. Gerakan air laut 5. Kualitas air laut

6. Wilayah Perairan Laut Indonesia

Kerja keras Menjelaskan Membaca buku Jujur perbedaan pesisir dan saling dan pantai menjelaskan menghargai Mengklasifikasi perbedaan pesisir dan jenis-jenis laut pantai Mengidentifikasi Menjelaskan morfologi laut dan menunjukkan pada peta dunia jenis-jenis laut Menjelaskan Mengamati gerakan air laut gambar dan menjelaskan Mengidentifikasi morfologi laut kualitas air laut di Mengamati peta Indonesia dunia dan menunjukkan Membedakan letak arus-arus batas laut laut dunia Indonesia Membaca buku dan menjelaskan faktor penyebab perbedaan warna air laut Mendiskusikan kualitas air laut di Indonesia Menjelaskan batas perairan laut Indonesia

Tugas Te individ lis u

Tugas U individ ke u

Unjuk T kerja ja

Unjuk T kerja ja

Unjuk D kerja

95 Lampiran 2 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP 1)

1. IDENTITAS MATA PELAJARAN a. Nama Sekolah b. Kelas c. Semester d. Program e. Mata Pelajaran f. Alokasi waktu : MAN 3 Rukoh Banda Aceh : X (satu) : 2 (dua) : IPS : Geografi : 2 x 45 Menit

2. STANDAR KOMPETENSI 3. Menganalisis unsur-unsur geosfer

3. KOMPETENSI DASAR 3.3. Menganalisis hidrosfer dan dampaknya terhadap kehidupan di muka bumi

4. INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI Kognitif 1. Menjelaskan pengertian siklus hidrologi 2. Mengidentifikasi jenis perairan darat Afektif (Pendidikan Karakter) 1. Menghargai pendapat teman 2. Bekerjasama dalam memecahkan masalah 3. Kebersamaan dalam kelompok

96 5. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan siswa mampu: 1. Menjelaskan pengertian siklus hidrologi 2. Menjelaskan peristiwa terjadi infiltrasi 3. Menjelaskan peristiwa terjadinya transpirasi 4. Menjelaskan proses pembentukan danau vulkanis 5. Menganalisis faktor penyebab hilangnya suatu danau 6. Mengidentifikasi peristiwa terjadinya rawa dilihat dari genangan airnya 7. Mengklasifikasikan jenis kawasan rawa yang tidak terlalu asam 8. Menentukan jenis air tanah 9. Menjelaskan tipe sungai konsekwen lateral 10. Menjelaskan pola aliran sungai radial sentifugal

6. MATERI PEMBELAJARAN A. Siklus Hidrologi Hidrosfer berasal dari kata hidros yaitu air dan sphere yaitu daerah atau bulatan. Hidrosfer dapat diartikan daerah perairan yang mengikuti bentuk bumi yang bulat. Daerah ini meliputi samudra, laut, sungai, gletser, air tanah dan uap air yang terdapat di atmosfer. Diperkirakan hampir tiga per empat muka bumi tertutup oleh air. Air di bumi memiliki jumlah yang tetap dan senantiasa bergerak dalam suatu lingkaran peredaran yang disebut siklus hidrologi, siklus air, atau daur hidrologi. Seluruh siklus air di bumi ini disebut siklus hidrologi. Siklus ini berimbang antara segala yang naik dan segala yang turun ke bumi, sebaliknya tidak berlaku untuk

97 setiap daerah . Penguapan paling besar terjadi di katulistiwa disebabkan oleh Energi matahari yang terbanyak mengenai daerah ini. Di beberapa gurun ada tempat yang mempunyai laju penguapan nol, karena memang di tempat-tempat tersebut tidak ada apa-apa yang dapat diuapkan. Sebagaimana dapat dilihat dari Gambar dan penjelasan singkat tentang Siklus hidrologi di atas, tangkapan daerah aliran sungai terhadap presipitasi merupakan keluaran dari saling-tindak semua proses ini. Limpasan nampak pada sistem yang sangat kompleks setelah pelintasan presipitasi melalui beberapa langkah

penyimpanan dan transfer. Kompleksitas ini meningkat dengan keragaman areal vegetasi, formasi-formasi geologi, kondisi tanah dan di samping ini juga keragamankeragaman areal waktu dari faktor-faktor iklim.

Gambar: Siklus Hidrologi

Terjadinya siklus air tersebut disebabkan oleh adanya proses-proses yang mengikuti gejala meteorologis dan klimatologis antara lain:

98 a) Evaporasi, yaitu penguapan benda-benda abiotik dan merupakan proses perubahan wujud air menjadi gas. Penguapan di bumi 80 persen berasal dari penguapan air laut. b) Transpirasi, yaitu proses pelepasan uap air dari tumbuh-tumbuhan dari stomata atau mulut daun. c) Evapotranspirasi, yaitu proses gabungan evaporasi dan transpirasi. d) Kondensasi, yaitu proses perubahan wujud uap air menjadi air akibat pendinginan. e) Adveksi, yaitu transportasi air pada gerakan horizontal seperti transportasi panas dan uap air dari satu lokasi ke lokasi yang lain oleh gerakan udara mendatar. f) Presipitasi, yaitu segala bentuk curahan atau hujan dari atmotsfer ke bumi yang meliputi hujan air, hujan es dan hujan salju. g) Run off (aliran permukaan), yaitu pergerakan aliran air di permukaan tanah melalui sungai dan anak sungai. h) Infiltrasi, yaitu perembesan atau pergerakan air ke dalam tanah melalui pori tanah secara vertikal. i) Perkolasi, yaitu perembasan atau pergerakan air ke dalam tanah melaui pori tanah secara horizontal. B. Jenis-Jenis Perairan Darat 1. Air Tanah Air tanah adalah air yang berada pada lapisan di bawah permukaan tanah, kedalaman air tanah tidak sama pada setiap tempat, permukaan yang merupakan bagian atas dari tubuh air itu disebut permukaan preatik, volume yang meresap ke dalam tanah tergantung pada jenis lapisan batuannya. Berdasarkan kenyataan

99 tersebut terdapat dua jenis lapisan batuan utama, yaitu lapisan kedap (impermeable) dan lapisan tak kedap air (permeable) sebagai berikut: a. Lapaisan Kedap Kadar pori lapisan kedap atau tak tembus air sangat kecil, sehingga kemampuan untuk meneruskan air juga kecil. Kadar pori adalah jumlah ruang celah butir-butir tanah yang dinyatakan dengan bilangan persen, contohnya geluh, napal, dan lempung. Lapisan permukaan lempung menghisap air hingga jenuh. Tetapi, setelah itu air tidak akan terhisap lagi sehingga semua air akan dialirkan atau bisa keadaan permukaan tanah tak memungkinkan, air akan tergenang. b. Lapisan Tidak Kedap Kadar pori lapisan ini atau tembus air cukup besar, oleh karena itu kemampuan untuk meneruskan air juga besar. Air hujan yang jatuh di daerah ini akan meresap ke bawah sampai berhenti disuatu tempat setelah tertahan oleh lapisan yang kedap. Contoh pasir, padas, kerikil dan kapur. Bagian tubuh air ini disebut permukaan preatik, yang tinggi permukaannya dinyatakan oleh tinggi air tanah dalam sumur. 2. Pemanfaatan Air Tanah Beberapa wilayah di Indonesia mempunyai potensial. Hal ini disebabkan antara lain karena: a. Intensitas curah hujan cukup tinggi rata-rata lebih dari 2000 mm/ Tahun b. Besarnya populasi tumbuh-tumbuhan penutup daratan 41.850 jenis dan sekitar 75 % berupa lahan kehutanan. kandungan air tanah yang

100 c. Sejak dahulu Indonesia dikenal Negara agraris, sehingga aneka jenis tanaman turut memperbesar absorbsi terhadap air permukaan. 3. Danau Danau adalah suatu kumpulan air dalam cekungan tertentu yang biasanya terbentuk mangkuk. Danau mendapatkan air dari dari curah hujan, sungai-sungai, mata air, dan air tanah. Keempat sumber air tersebut bersama-sama dapat mengisi dan memberikan suplai air pada danau. Air danau dapat dibedakan menjadi dua macam antara lain: a. Danau air asin b. Danau air tawar Ada beberapa jenis terjadinya danau sebagai berikut: a. Danau tektonik Danau tektonik terjadi karena gerak dislokasi (perpindahan lokasi) dipermukaan bumi yang menimbulkan bentuk-bentuk patahan, slenk yang diapit oleh horst, disekitarnya dapat emmbentuk danau kalau mendapat air dalam jumlah yang cukup (air hujan, sungai dan mata air). b. Danau lembah gleser Setelah zaman es berakhir, daerah-daerah yang dulunya dilalui gleser menjadi kering dan diisi oleh air. Kalau lembah yang telah terisi air itu tak berhubungan dengan laut, maka lembah itu akan menjadi danau. c. Danau vulkanis Danau ini terbentuk akibat adanya aktivitas vulkanisme pada bekas letusan gunung berapi.

101 d. Danau dolina Danau doina /dolin merupakan danau yang terdapat di daerah kart dan umumnya berupa danau kecil yang bersifat temporer. Danau ini terjadi akibat adanya air yang ada di dalam tanah kapur tinggi. Sebenarnya batuan gamping ini tak tembus air tetapi karena celah-celah yang teratur , maka air hujan yang masuk akan meresap ke bawah. e. Danau terbendung Danau ini terjadi akibat runtuhan gunung, moraine ujung dari gleser, aliran lava yang membendung lembah sungai, sehingga aliran airnya akan tertahan dan akhirnya membentuk danau.

7. MODEL/METODE PEMBELAJARAN Model : Picture And Student Active (PASA)

Metode : Ceramah, Diskusi Kelompok, Tanya Jawab

8. STRATEGI PEMBELAJARAN Tatap Muka Terstruktur Menganalisis hidrosfer dan dampaknya terhadap kehidupan di muka bumi Menjelaskan kembali dan mengamati gambar mengenai siklus hidrologi Menjelaskan berbagai jenis perairan darat

Mandiri Siswa dapat menjelaskan mengenai siklus hidrologi! Siswa membuat ringkasan mengenai perairan darat dan manfaatnya bagi kehidupan!

102 9. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan Ke-1 (2JP) No Kegiatan Pembelajaran

Alokasi Metode/ Waktu Model 1 Pendahuluan 10 Menit Ceramah a) Guru memberi salam dan menanyakan kabar siswa serta Tanya melakukan pre test jawab b) Guru menjelaskan Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar c) Guru memberikan apersepsi dengan menampilkan gambar-gambar/LCD d) Menyajikan materi sebagai pengantar dan memotivasikan siswa 2 Kegiatan Inti 20 Menit Ceramah a) Eksplorasi Tanya a) Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan jawab, tujuan pembelajaran dan b) Guru menjelaskan materi disertai gambar wilayah air diskusi tanah, gambar/foto danau dan rawa c) Guru menempelkan gambar di papan tulis atau di tayangkan melalui OHP d) Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan/menganalisa gambar 30 Menit Model Elaborasi a) Guru menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar Picture kegiatan berkaitan dengan materi And b) Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian Student memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan Active yang logis c) Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut d) Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai 20 Menit Model Konfirmasi a) Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil diskusi Picture dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas And b) Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil Student diskusinya Active 3 Penutup 10 Menit Ceramah a) Guru memberi kesempatan siswa bertanya tentang materi yang di diskusikan tadi. b) Memberikan evaluasi melalui post test c) Guru mengakhiri pelajaran dan memberikan pekerjaan rumah

103 10. SUMBER PEMBELAJARAN a. K.Wardiyatmoko.2006. Geografi SMA kelas X , Jakarta: Erlangga. b. Santi Dewiki,Hardini Sri Yuniati Putri Koes.2005.Ilmu Alamiah Dasar. Jakarta: Universitas Terbuka. c. Lembaran Kerja Siswa (LKS) d. Internet file:///C:/Users/USER/Downloads/Rachmat%20Kusnadi%20%20SIKLUS%2 0HIDROLOGI.htm.

11. BAHAN /MEDIA PEMBELAJARAN a. Bahan : spedol dan alat tulis b. Media : papan tulis, leptop, LCD, gambar wilayah air tanah, gambar/foto danau dan rawa

12. PENILAIAN a. Jenis Tagihan b. Bentuk Tagihan : Tes tertulis : Pilihan ganda

13. SOAL Pilihlah salah satu jawaban dengan memberikan tanda (x) dengan memilih jawaban a, b, c, d, atau e yang kamu anggap paling benar ! 1. Air yang terdapat di bumi senantiasa mengalami pergerakan dalam suatu keseimbangan yang dinamakan a. Siklus air b. Daur sungai c. Penguapan d. Pengembunan e. Hujan 2. Peristiwa perembesan air ke dalam tanah melalui pori-pori tanah dinamakan a. Evaporasi b. Transpirasi c. Kondensasi d. Presipitasi e. Infiltrasi 3. Peristiwa hilangnya air dari tumbuh-tumbuhan melalui daun dalam meteorologi diistilahkan dengan.

104 a. Evaporasi b. Transpirasi c. Kondensasi d. Presipitasi e. Infiltrasi Danau yang terjadi akibat adanya aktivitas vulkanisme pada bekas suatu letusan gunung api yang berbentuk cekungan disebut danau a. Danau air asin b. Danau air tawar c. Danau tektonik d. Danau gleser e. Danau vulkanis Berikut ini adalah faktor-faktor yang menyebabkan suatu danau dapat hilang, kecuali. a. Pembentukan delta-delta dan pelumpuran di danau b. Gerakan tektonik berupa pengangkatan dasar danau c. Pengendapan jasad tumbuh-tumbuhan dan binatang-binatang yang mati akan mempercepat proses pendangkalan dasar danau d. Penguapan yang kuat terutama di daerah arid e. Hujan terus menerus sepanjang tahun Air tawar yang berasal dari limpahan air sungai pada saat air laut pasang dan airnya relative mengering pada saat air laut surut, peristiwa ini dikatakan rawa a. Rawa yang airnya selalu tergenang b. Rawa yang airnya tidak selalu tergenang c. Rawa yang airnya tidak terlalu asam d. Rawa yang airnya akibat pergantian air tawar e. Rawa yang sifatnya basa Salah satu tanda yang menunjukkan bahwa kawasan rawa memiliki tanah yang tidak terlalu asam adalah.. a. Banyaknya pohon-pohon rumbia b. Banyak pohon-pohon kelapa c. Terdapat pohon pinus d. Banyak pohon bakau e. Banyak pohon cemara Tentukan gambar di bawah ini yang merupakan lapisan kedap:

4.

5.

6.

7.

8.

a. Air tanah dalam

105 b. Air tanah freatik c. Sumur artesis d. Mata air e. Permukaan air tanah 9. Sungai yang arah aliran airnya menuruni lereng-lereng asli yang ada di permukaan bumi dinamakan. a. Sungai subsekwen b. Sungai superimposed c. Sungai obsekwen d. Sungai konsekwen longitudinal e. Sungai konsekwen lateral 10. Daerah yang memiliki bentuk lebih kurang seperti kerucut gunung akan memiliki pola aliran sungai berbentuk. a. Rectangular b. Radial sentrifugal c. Radial sentripetal d. Anular e. Dendritik

Kunci Jawaban 1. a 2. e 3. b 4. e 5. e 6. b 7. a 8. a 9. e 10. b

Skor nilai dari masing masing soal adalah 10

Mengetahui, Kepala Sekolah

Banda Aceh, .April 2013 Guru Mata Pelajaran

Drs. H. Muhammad NIP. 196012311992031030

Asrina Nim: 0806101040089

106 Lampiran 3 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) 2

1. IDENTITAS MATA PELAJARAN a. Nama Sekolah b. Kelas c. Semester d. Program e. Mata Pelajaran f. Alokasi Waktu : MAN 3 Rukoh Banda Aceh : X (satu) : 2 (dua) : IPS : Geografi : 2 x 45 Menit

2. STANDAR KOMPETENSI 3. Menganalisis unsur-unsur geosfer 3. KOMPETENSI DASAR 3.3. Menganalisis hidrosfer dan dampaknya terhadap kehidupan di muka bumi 4. INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI Kognitif 1. Menjelaskan pegertian DAS 2. Mengidentifikasi ciri pola aliran sungai 3. Menganalisis penyebab kerusakan dan upaya pelestarian DAS 4. Mengidentifikasi upaya pelestarian DAS dan pencegahan banjir Afektif (Pendidikan Karakter) 1) Menghargai pendapat teman 2) Bekerjasama dalam memecahkan masalah 3) Kebersamaan dalam kelompok

107 5. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah kegiatan pembelajaran siswa diharapkan mampu 1. Menjelaskan pengertian DAS 2. Menganalisis sebuah DAS yang sehat 3. Mengidentifikasi ciri pola aliran sungai 4. Menjelaskan pola aliran sungai rektangular 5. Menjelaskan pola aliran sungai angular 6. Menganalisis pola aliran sungai 7. Menganalisis penyebab kerusakan DAS 8. Menjelaskan kerusakan DAS dilihat dari kuantitas dan kualitas air 9. Mengidentifikasi dampak terjadinya banjir 10. Menjelaskan upaya mengatasi banjir 6. MATERI PEMBELAJARAN A. PENGERTIAN DAS Daerah Aliran Sungai (DAS) adalah suatu wilayah daratan yang merupakan kesatuan dengan sungai dan anak-anak sungainya yang dibatasi oleh pemisah topografis yang berfungsi menampung air yang berasal dari curah hujan, menyimpan dan mengalirkannya melalui ke danau atau ke laut secara alami.

Gambar 1. Skema sebuah Daerah Aliran Sungai (DAS)

108 Sebuah DAS yang sehat dapat menyediakan: a. Unsur hara bagi tumbuh-tumbuhan b. Sumber makanan bagi manusia dan hewan c. Air minum yang sehat bagi manusia dan makhluk lainnya d. Tempat berbagai aktivitas manusia dan hewan Dalam mengelola sumberdaya lahan suatu DAS perlu diketahui apa yang menjadi masalah utama DAS. Masalah DAS pada dasarnya dapat dibagi menjadi: 1. Kuantitas (jumlah) air
a. b. c.

Banjir dan kekeringan Menurunnya tinggi muka air tanah Tingginya fluktuasi debit puncak dengan debit dasar.

2. Kualitas air
a. b. c.

Tingginya erosi dan sedimentasi di sungai Tercemarnya air sungai dan air tanah oleh bahan beracun dan berbahaya Tercemarnya air sungai dan air danau oleh hara seperti N dan P (eutrofikasi)

B. CIRI-CIRI POLA ALIRAN SUNGAI Bagian hulu DAS = suatu wilayah daratan bagian dari DAS yang dicirikan dengan topografi bergelombang, berbukit dan atau bergunung, kerapatan drainase relatif tinggi, merupakan sumber air yang masuk ke sungai utama dan sumber erosi yang sebagian terangkut menjadi sedimen daerah hilir. Bagian hilir DAS = suatu wilayah daratan bagian dari DAS yang dicirikan dengan topografi datar sampai landai, merupakan daerah endapan sedimen atau aluvial.

109 Pembagian Daerah Aliran Sungai berdasarkan fungsi Hulu, Tengah dan Hilir yaitu: 1. Bagian hulu didasarkan pada fungsi konservasi yang dikelola untuk mempertahankan kondisi lingkungan DAS agar tidak terdegradasi, yang antara lain dapat diindikasikan dari kondisi tutupan vegetasi lahan DAS, kualitas air, kemampuan menyimpan air (debit), dan curah hujan. 2. Bagian tengah didasarkan pada fungsi pemanfaatan air sungai yang dikelola untuk dapat memberikan manfaat bagi kepentingan sosial dan ekonomi, yang antara lain dapat diindikasikan dari kuantitas air, kualitas air, kemampuan menyalurkan air, dan ketinggian muka air tanah, serta terkait pada prasarana pengairan seperti pengelolaan sungai, waduk, dan danau. 3. Bagian hilir didasarkan pada fungsi pemanfaatan air sungai yang dikelola untuk dapat memberikan manfaat bagi kepentingan sosial dan ekonomi, yang diindikasikan melalui kuantitas dan kualitas air, kemampuan menyalurkan air, ketinggian curah hujan, dan terkait untuk kebutuhan pertanian, air bersih, serta pengelolaan air limbah. Berdasarkan asal kejadiannya (genetikanya) sungai dibedakan menjadi 5 jenis yaitu: a. Sungai Konsekuen, adalah sungai yang airnya mengalir mengikuti arah lereng awal. b. Sungai Subsekuen atau strike valley adalah sungai yang aliran airnya mengikut strike batuan.

110 c. Sungai Obsekuen, adalah sungai yang aliran airnya berlawanan arah dengan sungai konsekuen atau berlawanan arah dengan kemiringan lapisan batuan serta bermuara di sungai subsekuen. d. Sungai Resekuen, adalah sungai yang airnya mengalir mengikuti arah kemiringan lapisan batuan dan bermuara di sungai subsekuen. e. Sungai Insekuen, adalah sungai yang mengalir tanpa dikontrol oleh litolo mau pun struktur geologi. Beberapa dampak akibat terjadinya banjir yang sering dihadapi masyarakat yaitu sebagai berikut: 1) Mendatangkan kerugian bagi manusia misalnya rumah rusak, jalan rusak, dan jembatan hancur. 2) Daerah sawah yang tergenang air akan mengakibatkan gagal panen. 3) Daerah permukiman penduduk yang terkena banjir akan terjadi polusi air, sehingga dapat mejadi media penyebaran penyakit perut dan penyakit kulit. Usaha-usaha yang dilakukan masyarakat untuk mengurangi resiko banjir antara lain sebagai berikut: a) Upaya penghijauan dan penghutanan kembali wilayah gundul untuk

mempertinggi kapasitas peresapan air. b) Pembuatan teras-teras dan guludan pada lahan miring yang memenuhi syarat bagi pencegahan erosi tanah. c) Pemuatan tanggul-tanggul dipinggir sungai untuk menahan luapan air sungai pada musim hujan.

111 d) Diadakan pelusuran sungai dan pengerukan sungai bagian dasar lembah pada musim kemarau. e) Pembuatan terusan saluran air. f) Pembuatan bendungan serbaguna untuk menampung dan memanfaatkan air sepanjang tahun. g) Di kawasan perkotaan dibuat kanal-kanal sungai, selokan-selokan air, dibuat pintu air, dibuat tanggul-tanggul pada tepi kota sepanjang batas aliran sungai. h) Peningkatan kesadaran penduduk dalam upaya memelihara lingkungan hidup melalui pendidikan formal/nonformal dan melalui media massa.

7. MODEL/METODE PEMBELAJARAN Model Metode : Picture And Student Active (PASA) : Ceramah, Diskusi Kelompok, Tanya Jawab

8. STRATEGI PEMBELAJARAN Tatap Muka Menganali-sis hidrosfer dan dampaknya terhadap kehidupan di muka bumi Terstruktur Menjelaskan dan mengamati gambar pola aliran sungai Mengidentifikasi dan diskusi mengenai penyebab kerusakan dan upaya pelestarian DAS Mandiri Siswa dapat Jelaskan perbedaan pola aliran sungai trellis dengan dendritik! Diskusikanlah mengenai kerusakan DAS dan hubungannya dengan banjir!

112 9. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan Ke-2 (2JP) No Kegiatan Pembelajaran

Alokasi Metode Waktu /Model 1 Pendahuluan 10 Menit Ceramah, a) Guru memberi salam dan menanyakan kabar siswa serta Tanya melakukan pre test jawab b) Guru menjelaskan Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar c) Guru memberikan apersepsi dengan menampilkan gambar-gambar/LCD d) Menyajikan materi sebagai pengantar dan memotivasikan siswa 2 Kegiatan Inti 20 Menit Ceramah, a) Eksplorasi Tanya a) Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan jawab, tujuan pembelajaran dan b) Guru menjelaskan materi disertai gambar pola aliran diskusi sungai c) Guru menempelkan gambar di papan tulis atau di tayangkan melalui OHP d) Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan/menganalisa gambar 30 Menit Model Elaborasi a) Guru menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar Picture kegiatan berkaitan dengan materi and b) Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian Student memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi Active urutan yang logis c) Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut d) Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai 20 Menit Model Konfirmasi a) Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil diskusi Picture dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas and b) Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil Student diskusinya Active 3 Penutup 10 Menit Ceramah a) Guru memberi kesempatan siswa bertanya tentang materi yang di diskusikan tadi. b) Memberikan evaluasi melalui post test c) Guru mengakhiri pelajaran dan memberikan pekerjaan rumah

113 10. SUMBER PEMBELAJARAN a. K.Wardiyatmoko.2006. Geografi SMA kelas X , Jakarta: Erlangga. b. Santi Dewiki,Hardini Sri Yuniati Putri Koes.2005.Ilmu Alamiah Dasar. Jakarta: Universitas Terbuka c. Lembaran Kerja Siswa (LKS) d. Internet file:///C:/Users/USER/Downloads/Rachmat%20Kusnadi%20%20SIKLUS%2 0HIDROLOGI.htm. 11. BAHAN /MEDIA PEMBELAJARAN a. Bahan : spedol dan alat tulis b. Media : papan tulis, leptop, LCD, gambar wilayah air tanah, gambar/foto danau dan rawa

12. PENILAIAN Jenis Tagihan Bentuk Tagihan : Tes tertulis : Pilihan ganda

13. SOAL Pilihlah salah satu jawaban dengan memberikan tanda (x) dengan memilih jawaban a, b, c, d, atau e yang kamu anggap paling benar ! 1) DAS merupakan sebidang lahan yang mempelajari a. Sungai d.Laut b. Danau e.Waduk c. Rawa 2) Berikut ini merupakan sebuah DAS yang sehat yang dapat menyediakan, kecuali. a. Unsur hara bagi tumbuh-tumbuhan b. Sumber makanan bagi manusia dan hewan c. Air minum yang sehat bagi manusia dan makhluk lainnya d. Tempat berbagai aktivitas manusia dan hewan e. Tempat pembuangan sampah 3) Topografi bergelombang, berbukit dan atau bergunung, kerapatan drainase relatif tinggi, merupakan sumber air yang masuk ke sungai utama dan sumber erosi yang sebagian terangkut menjadi sedimen daerah hilir ini merupakan ciri pola aliran yang terdapat pada.. a. Hulu sungai d. Samping sungai

114 b. Tengah sungai e. Ujung sungai c. Hilir sungai 4) Topografi datar sampai landai, merupakan daerah endapan sedimen atau alluvial, ini merupakan ciri pola aliran yang terdapat pada. a. Hulu sungai d. Samping sungai b. Tengah sungai e. Ujung sungai c. Hilir sungai 5) Pola aliran yang membentuk sudut siku-siku terdapat pada aliran a. Rectangular d. Radial sentrifugal b. Parallel e. Radial sentrifugal c. Angular 6) Berikut ini adalah ciri-ciri pola aliran sungai, kecuali.. a. Topografi bergelombang, berbukit dan atau bergunung, kerapatan drainase relatif tinggi, merupakan sumber air yang masuk ke sungai utama dan sumber erosi yang sebagian terangkut menjadi sedimen daerah hilir b. Mempunyai struktur patahan c. Topografi datar sampai landai, merupakan daerah endapan sedimen atau alluvial d. Menuruni lereng-lereng pegunungan e. Mengalir dari daerah yang berlainan struktur geologinya 7) Di bawah ini merupakan penyebab kerusakan DAS, kecuali. a. Produktivitas tanah menurun b. Pengendapan lumpur pada waduk c. Saluran irigasi yang tidak teratur d. Sistem perladangan berpindah dan pertanian kering e. Lerengnya relatif landai 8) Kerusakan DAS dilihat dari kuantitas dan kualitas air di bawah ini, kecuali. a. Banjir dan kekeringan b. Tingginya erosi dan sedimentasi sungai c. Tercemarnya sungai dan air tanah oleh bahan beracun dan berbahaya d. Menurunnya tinggi muka air tanah e. Unsur hara bagi tumbuh-tumbuhan 9) Yang tidak termasuk dampak dari banjir adalah a. Melakukan penghijauan b. Mendatangkan kerugian bagi manusia misalnya tanah rusak, jalan rusak,jembatan rusak c. Daerah sawah yang tergenang air akan menyebabkan gagal panen d. Dapat menimbulkan polusi udara bagi permukiman penduduk e. Dapat menjadi media penyebaran penyakit perut dan kulit 10) Dibawah ini merupakan usaha-usaha yang dilakukan untuk mengurangi resiko banjir, kecuali. a. Pembuatan terusan saluran air b. Upaya penghijauan dan pengutanan wilayah gundul untuk mmepertinggi kapasitas peresapan air

115 c. Pembuatan teras-teras dan guludan pada lahan miring yang memenuhi syarat bagi pencegahan erosi tanah d. Pembuatan tanggul-tanggul di pinggir sungai untuk menahan luapan air sungai pada musim hujan. e. Menebang hutan belantara Kunci Jawaban 1. a 2. e 3. a 4. d 5. a 6. e 7. e 8. e 9. a 10. e

Skor nilai dari masing masing soal adalah 10

Mengetahui, Kepala Sekolah

Banda Aceh, .April 2013 Guru Mata Pelajaran

Drs. H. Muhammad NIP. 196012311992031030

Asrina Nim: 0806101040089

116 Lampiran 4 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) 3

1. IDENTITAS MATA PELAJARAN a. Nama Sekolah b. Kelas c. Semester d. Program e. Mata Pelajaran f. Alokasi Waktu : MAN 3 Rukoh Banda Aceh : X (satu) : 2 (dua) : IPS : Geografi : 2 x 45 Menit

2. STANDAR KOMPETENSI 3. Menganalisis unsur-unsur geosfer

3. KOMPETENSI DASAR 3.3. Menganalisis hidrosfer dan dampaknya terhadap kehidupan di muka bumi

4. INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI Kognitif 1. 2. 3. 4. Menjelaskan batas perairan Laut Indonesia Mendeskripsikan pembagian laut menurut zona kedalamannya Menjelaskan tentang morfologi dasar laut Mengidentifikasi wilayah ZEE Indonesia

Afektif (Pendidikan Karakter) 1. 2. Menghargai pendapat teman Bekerjasama dalam memecahkan masalah

117 3. Kebersamaan dalam kelompok

5. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah kegiatan pembelajaran siswa diharapkan mampu 1. Menjelaskan batas perairan Laut Indonesia 2. Mengidentifikasi wilayah ZEE Indonesia 3. Mendeskripsikan pembagian laut menurut zona kedalamannya 4. Menjelaskan tentang morfologi dasar laut 5. Menganalisis perubahan kadar garam di laut 6. Menjelaskan tentang laut teritorial 7. Menganalisis pembagian laut menurut letaknya 8. Menjelaskan tentang zona litoral 9. Mengidentifikasi air laut yang mengandung garam 10. Mengidentifikasi batas-batas wilayah Indonesia

6.

MATERI PEMBELAJARAN

A. ZONA PESISIR DAN LAUT Oseanografi adalah ilmu yang mempelajari keadaan lautan . Bidang kajian ilmu tersebut meliputi laut dan gerakannya, arus, pasang naik, pasang surut, temperatur, kedalaman, dan kehidupan yang ada di dalamnya, termasuk pula geologi laut dan bentuk-buntukan yang ditimbulkan oleh proses kelautan. Sebagian besar permukaan bumi terdiri atas permukaan laut/lautan. Diperkirakan hampir tiga per empat atau 70% dari muka bumi tertutup oleh lautan. Bagian terbesar dari lautan terletak di belah bumi selatan, sedangkan belahan bumi utara sebagian besar merupakan daratan.

118 B. PEMBAGIAN LAUT MENURUT ZONA KEDALAMANNYA Menurut zona atau jalur kedalamannya, laut dapat dibedakan menjadi beberapa zona sebagai berikut. 1. Zona litoral atau jalur-pisang, yaitu bagian cekungan lautan yang terletak di antara pasang naik dan pasang surut. 2. Zona epineritik,yaitu bagian cekungan lautan diantara garis-garis surut dan tempat paling dalang yang masih dapat dicapai oleh daya sinar matahari (pada umumnya sampai sedalam 50 cm). 3. Zona neritik, yaitu bagian cekungan lautan yang dalamnya antara 50-200 m 4. Zona batial, yaitu bagian cekungan lautan yang dalamnya antara 200-2.000m 5. Zona abisal, yaitu bagian cekungan lautan yang dalamnya lebih dari 2.000 m C. PEMBAGIAN LAUT MENURUT LETAKNYA Menurut letaknya, laut juga dapat dibedakan menjadi tiga golongan, yaitu sebagai berikut. 1. Laut tepi, yaitu bagian lautan yang terletak dipinggir benua serta terhalang dari lautan luas oleh gugusan pulau atau jazirah. Contoh: laut Bering terhalang oleh kepulauan Alueten, laut Utara terhalang oleh kepulauan inggis, laut Ochostk terhalang oleh jazirah kamsyatka dan kpulauan Kurillen, laut Tiongkok selatan terhalang oleh Filipina dan kepulauan Indonesia, dan laut Jepang terhalang oleh kepulauan Jepang. 2. Laut pertengahan atau laut tengah, yaitu laut yang terletak antara dua benua yang memiliki gejala-gejala gunung api dan mempunyai gugusan pulau-pulau. Contoh: laut pertengahan Australia, Asia, dengan gugusan kepulauan Indonesia; laut

119 Karibia dengan gugusan Antilen besar; laut tengah dengan gugusan pulau-pulau Yunani; laut Es utara dengan gugusan kepulauan Spitsbergen. 3. Laut pedalaman, yaitu bagian lautan yang hampir seluruhnya di kelilingi oleh daratan. Contoh: lau Baltik, laut Kaspia, dan laut Hitam. D. PEMBAGIAN LAUT MENURUT TERJADINYA Menurut terjadinya, laut juga dapat dibedakan beberapa golongan antara lain sebagai berikut: 1 Laut trasgresi atau laut meluas, yaitu laut yang terjadi karenaperubahan permukaan laut positif, baik yang disebabkan oleh kenaikan permukaan air laut itu sendiri atau oleh turunnya daratan perlahan-lahan, sehingga sebagian daratan digenangi air. 2 Laut igresi atau laut tanah turun. Laut ini terjadi karena turunnya tanah sebagai akibat tekanan vertical (gaya endogen) yang menimbulkan patahan. 3 Laut regresi atau laut menyempit, yaitu laut yang terjadi ada zaman es (kebalikan dari laut transgresi). Menurut Clarke, di dalam air laut terdapat larutan garam seperti: b. Kalsium karbonat c. Magnesium Bronida d. Kalium sulfat e. Kalsium sulfat f. Magnesium sulfat g. Magnesium klorida h. Natrium klorida Kadar garam di laut ditentukan oleh beberapa faktor meliputi: a. Banyak sedikitnya air yang berasal dari gleser

120 b. Besar kecilnya curah hujan di tempat tersebut c. Besar kecilnya penguapan di tempat tersebut d. Besar kecilnya atau banyak sedikitnya sungai yang bermuara di tempat tersebut E. WAWASAN NUSANTARA DAN ZONA EKONOMI EKSKLUSIF (ZEE) Menurut ZEE segala sumer datya hayati maupun sumber daya alam lainnya yang berada di bawah permukaan laut, darsar laut dan di bawah laut menjadi hak eksklusif Negara Republik Indonesia. Karenanya segala kegiatan eksplorasi, eksploitasi serta penelitian di ZEE harus mendapat izin terlebih dahulu dari pemerintah Indonesia dan batas wilayah Indonesia adalah 12 mil dari garis dasar pantai masing-masing pulau sampai titik terluar, sedangkan lalulintas laut maupun udara dan pemasangan kabel telepon di bawah laut diperkenankan sepanjang tidak bertentangan dengan hukum laut internasional. Batas wilayah Indonesia apat dilihat sebagai berikut: a. Bagian Utara, berbatasann dengan Selat Malaka, Laut Cina, Selatan, Malaysia, Laut Sulawesi dan Samudra Pasifik b. Bagian Timur, berbatasan dengan Samudra Pasifik dan Papua Nugini c. Bagian Barat, berbatasan dengan Samudra Hindia (Indonesia) d. Bagian Selatan, berbatasan dengan Timor-Timor, Laut Arafuru (antara Papua (Irian Jaya) Australia dan Samudra Hindia 7. MODEL/METODE PEMBELAJARAN Model Metode : Picture And Student Active (PASA) : Ceramah, Diskusi Kelompok, Tanya Jawab

121 8. STRATEGI PEMBELAJARAN Tatap Muka Menganalisis hidrosfer dan dampaknya terhadap kehidupan di muka bumi Terstruktur Mengamati peta dunia dan menunjukkan letak arusarus laut dunia Membaca buku dan menjelaskan faktor penyebab perbedaan warna air laut Mendiskusikan kualitas air laut di Indonesia Menjelaskan batas perairan laut Indonesia Mandiri Siswa dapat Tunjukkan pada peta dunia letak Laut Merah dan jelaskan mengapa dinamakan Laut Merah! Diskusikanlah mengenai masuknya Pulau Sipadan dan Ligitan ke dalam wilayah Malaysia! Kaitkan dengan batas perairan laut Indonesia!

9. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan Ke-3 (2JP) No Kegiatan Pembelajaran 1

Pendahuluan a. Guru memberi salam dan menanyakan kabar siswa serta melakukan pre test b. Guru menjelaskan Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar c. Guru memberikan apersepsi dengan menampilkan gambar-gambar/LCD d. Menyajikan materi sebagai pengantar dan memotivasikan siswa 2 20 Menit Ceramah Kegiatan Inti a) Eksplorasi Tanya a. Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai jawab, dengan tujuan pembelajaran dan b. Guru menjelaskan materi disertai peta dunia diskusi c. Guru menempelkan gambar di papan tulis atau di tayangkan melalui OHP d. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan/menganalisa gambar 30 Menit Model Elaborasi a. Guru menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar Picture kegiatan berkaitan dengan materi and b. Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian Student memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi Active urutan yang logis

Alokasi Metode Waktu /Model 10 Menit Ceramah Tanya jawab

122 c. Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut d. Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai Konfirmasi a. Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas b. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya Penutup a. Guru memberi kesempatan siswa bertanya tentang materi yang di diskusikan tadi. b. Memberikan evaluasi melalui post test c. Guru mengakhiri pelajaran dan memberikan pekerjaan rumah.

20 Menit

Model Picture and Student Active

10 Menit Ceramah

10. SUMBER PEMBELAJARAN a. K.Wardiyatmoko.2006. Geografi SMA kelas X , Jakarta: Erlangga. b. Santi Dewiki,Hardini Sri Yuniati Putri Koes.2005.Ilmu Alamiah Dasar. Jakarta: Universitas Terbuka. c. Lembaran Kerja Siswa (LKS) d. Internet file:///C:/Users/USER/Downloads/Rachmat%20Kusnadi%20%20SIKLUS%2 0HIDROLOGI.htm 11. BAHAN/MEDIA PEMBELAJARAN a. Bahan : spedol dan alat tulis b. Media : papan tulis, leptop, LCD, gambar wilayah air tanah, gambar/foto danau dan rawa

12. PENILAIAN Jenis tagihan Bentuk tagihan : Test tertulis : Pilihan ganda

123 13. SOAL Pilihlah salah satu jawaban dengan memberikan tanda (x) dengan memilih jawaban a, b, c, d, atau e yang kamu anggap paling benar ! 1. Yang dimaksud dengan batas perairan Indonesia adalah a. 3,5 mil dari garis dasar pantai masing-masing pulau b. 3,5 mildari landas kontinen Indonesia c. 12 mil dari garis dasar pantai masing-masing pulau d. 12 mil dari landas kontinen Indonesia e. 12 mil dari garis dasar pantai pulau terluar 2. Di wilayah ZEE Indonesia, kapal-kapal asing dilarang a. Berlayar di atasnya b. Melakukan penelitian ilmiah c. Melakukan penelitian sumber daya d. Melakukan eksploitasi sumber daya e. Melakukan pemasangan prasarana komunikasi 3. Dasar laut Indonesia yang termasuk zona abisal adalah dasar. a. Laut Jawa d. Laut Bali b. Selat Makasar e. Laut Arafuru c. Selat Bali 4. Di bawah ini adalah relief yang terbesar di dasar laut, yaitu. a. Laut dangkal d. Laut Mediteran b. Palung laut e. Basin c. Trog 5. Walaupun penguapan cukup besar namun laut Indonesia memiliki kadar garam yang normal, karena... a. Pengupan terbatas pada siang hari b. Permukaan laut cukup luas c. Banyaknya curah hujan air tawar d. Banyaknya perusahaan pembuat garam e. Banyaknya organisme yang menyerap garam 6. Yang dimaksud dengan batas laut teritorial adalah a. Batas yang diukur dari garis pantai pulau terluar sejauh 12 mil ke luar lautan bebas b. Batas yang diukur dari garis pantai pulau terluar sejauh 20 mil ke luar lautan bebas c. Batas yang diukur dari pantai sejauh 24 mil keluar lautan bebas d. atas yang diukur dari pantai sejauh100 mil e. Batas yang diukur dari garis pantai yang meng hubung kan pulau-pulau terluar sejauh 200 milke luar lautan bebas 7. Laut yang terletak di pinggir benua dan seolah-olah terpisah dari samudera luar oleh deretan pulau-pulau disebut laut .. a. Tepi d. Transgresi b. Pertengahan e. Ingresi c. Pendalaman

124 8. Daerah antara garis air surut dengan garis air pasang disebut a. Zona neuritis d. Zona abisal b. Zona litoral e. Zona pantai c. Zona teristrial 9. Menurut Clarke,di dalam air laut terdapat larutan garam, kecuali a. Kalsium karbonat d. Natrium triklorida b. Kalium sulfat e. Magnesium klorida c. Kalsium sulfat 10. Batas wilayah Indonesia bagian utara adalah, kecuali... a. Selat malaka d. Malaysia b. Laut cina selatan e. Laut Sulawesi c. Singapura Kunci Jawaban: 14. 15. 16. e d a 4. a 5. b 6. a 7. c 8. b 9. a 10. a

Skor masing-masing soal adalah 10

Mengetahui, Kepala Sekolah Drs. H. Muhammad NIP. 196012311992031030

Banda Aceh, .April 2013 Guru Mata Pelajaran Asrina Nim: 0806101040089

125 Lampiran 5 LEMBAR PENGAMATAN AKTIVITAS GURU DAN SISWA PADA PEMBELAJARAN GEOGRAFI DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND STUDENT ACTIVE Hari/Tanggal : Waktu : Nama Sekolah : Kelas/Semester : Materi : Petunjuk Pengamatan: Pengamatan aktivitas guru dan siswa dalam kelompok sampel dilakukan selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Isilah lembar pengamatan sesuai dengan kriteria berikut: 1. Pengamat dalam melakukan pengamatan duduk ditempat yang memungkinkan untuk mengamati seluruh kegiatan aktivitas siswa. 2. Pengamatan terhadap aktivitas guru selama aktivitas belajar berlangsung dilakukan setiap 2 menit sekali, sedangkan pengamatan terhadap aktivitas siswa dilakukan setiap 4 menit sekali. 3. Pengamatan ditujukan untuk kelompok sampel yang dilakukan bergantian setiap periode waktu 2 menit. 4. Kode-kode katagori ditulis secara berurutan sesuai dengan kejadian pada baris dan kelompok yang tersedia. 5. Pengamatan terhadap guru dan siswa dilakukan bersamaan sejak dimulainya kegiatan pembelajaran. Katagori Pengamatan No Aktivitas Guru 1 2 Memberikan pre test

Standar Waktu 10 Menit (11%)

Aktivitas Siswa 1. Mengerjakan pre test 2. Mendengar dan memperhatikan apa yang sedang disampaikan guru

Standar Waktu 10 Menit (11%) 4 Menit (4,4%)

Apersepsi dengan menampilkan gambar4Menit gambar dan (4,4%) menyampaikan tujuan pembelajaran berdasarkan materi yang akan dipelajari Memotivasikan siswa dengan mengajukan masalah Guru menyajikan materi sebagai pengantar disertai 4 Menit (4,4%)

3. Menumbuhkan reaksi 4 Menit terhadap masalah (4,4%) yang diberikan guru 4.Memperhatikan dan mendengarkan apa 8 Menit (8,8%)

8 Menit (8,8%)

126 gambar wilayah air tanah, gambar/foto danau dan rawa 5 Guru menempelkan gambar di papan tulis atau ditayangkan melalui OHP 4 Menit (4,4%) yang disampaikan guru

5. Memperhatikan dan mendengarkan apa yang disampaikan oleh guru 6. Memperhatikan penjelasan guru dari analisa gambar

4 Menit (4,4%)

Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan/menganali sa gambar Guru menunjuk/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi

4 Menit (4,4%)

4 Menit (4,4%)

6 Menit (6,6%)

7. Siswa 6 Menit menunjukkan/memper (6,6%) lihatkan gambargambar kegiatan berkaitan dengan materi 8. Siswa mengurutkan memasang/mengurutk an gambar menjadi urutan ynag logis 8 Menit (8,8%)

Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut

8 Menit (8,8%)

8 Menit (8,8%)

9. Siswa menjawab/menemuka n alasan dari urutan gambar kegiatan berkaitan dengan materi 10. Siswa mendengarkan penjelasan guru

8 Menit (8,8%)

10

Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, guru meminta siswa mencatat

4 menit (4,4%)

4 Menit (4,4%)

11

8 Menit (8,8%)

11. Siswa mencatat hasil diskusi dari analisa gambar

8 Menit (8,8%)

127 hasil diskusi dari analisa gambar tersebut 12 Guru menugaskan tiap kelompok untuk membacakan hasil diskusinya 4 Menit (4,4%) masing-masing kelompok 12. Siswa membacakan 4 Menit hasil diskusi (4,4%) kelompok

13

Guru memberi kesempatan 4 Menit siswa bertanya dan (4,4%) menyimpulkan materi yang di diskusikan tadi

13. Siswa mengajukan beberapa pertanyaan dan menyimpulkan hasil diskusi bersama guru 14. Siswa mengerjakan post test 15. Menyahut salam

4 Menit (4,4%)

14

Guru memberikan evaluasi 10 Menit melalui post test (11%) Guru mengakhiri pelajaran dengan mengucapkan salam 4 Menit (4,4%)

10 Menit (11%) 4 Menit (4,4%)

15

Kriteria 1. Baik 2. Kurang baik

: Apabila persentase sama atau 2 digit kurang atau lebih dari waktu yang ditetapkan. : Apabila persentase lebih jauh atau kurang jauh dari waktu yang ditetapkan.

Nama Guru : Asrina 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 22 24 26 28

30 Waktu

32 34 36 38 40 42 44 46 48 50 52 54 56 58 62 64 66 68 70 72 74 76 78 80 82 84 86 88

60 Waktu 90 Waktu

128 Nama siswa Waktu


4 8 12 16 20 24 28 32 36 40 44 48 52 56 60 64 68 72 76 80 84 88 90

Nama siswa

Waktu
4 8 12 16 20 24 28 32 36 40 44 48 52 56 60 64 68 72 76 80 84 88 90

Nama siswa

Waktu
4 8 12 16 20 24 28 32 36 40 44 48 52 56 60 64 68 72 76 80 84 88 90

Nama siswa

Waktu
4 8 12 16 20 24 28 32 36 40 44 48 52 56 60 64 68 72 76 80 84 88 90

Banda Aceh,.... Maret 2013 Pengamat ()

129 Lampiran 6 LEMBAR PENGAMATAN KETERAMPILAN GURU DALAM PENGELOLAAN PEMBELAJARAN GEOGRAFI DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND STUDENT ACTIVE

Sekolah : Kelas/Semester : Petunjuk Pengamatan : Berikut ini diberikan satu daftar aspek pengelolaan kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru di dalam kelas. Berikan tanda cek () yang sesuai menurut penilaian anda pada kolom yang tersedia. No Aspek yang diamati Pengamatan KBM A. Pendahuluan 1. Memberikan pre test Kriteria Kolom Alokasi Chek waktu List Penilaian 1 2 3 4

1. Guru membagi soal pre test 2. Soal pre test langsung dibagikan guru pada setiap siswa 3. Guru memberikan petunjuk pengerjaan soal pre test 4. Guru menanyakan kejelasan pretest pada siswa

10 Menit

2. Menyampaikan 1. Guru menuliskan materi tujuan pembelajaran di berdasarkan papan tulis indikator yang 2. Guru menjelaskan harus dicapai tujuan pembelajaran siswa kepada siswa 3. Guru menyampaikan ringkasan dari isi materi kepada siswa 4. Guru menyampaikan sistematika pembelajaran

5 Menit

130 3. Memberikan 1. Guru mengajukan motivasi dan pertanyaan mengenai apersepsi masalah yang berhubungan dengan materi 2. Guru mengajak siswa berinteraksi 3. Guru mengajukan pertanyaan yang berhubungan dengan materi 4. Guru mengajak siswa menganalisa gambar 4. Menjelaskan 1. Guru menjelaskan materi sebagai materi disertai pengantar gambar-gambar disertai gambar wilayah air tanah, wilayah air danau dan rawa tanah, 2. Guru mengajak siswa gambar/foto untuk menganalisa danau dan rawa gambar yang berkaitan dengan materi 3. Guru meminta siswa untuk mengeluarkan pendapat yang mereka ketahui dari analisa gambar 4. Guru meminta siswa meringkas dari gambar yang ditampilkan yang berkaitan dengan materi 5. Guru 1. Guru mengajak siswa menunjuk/mem mengamati gambar perlihatkan sesuai dengan materi gambar dipapan yang diajarkan tulis atau 2. Guru meminta siswa ditayangkan ikut terlibat aktif melalui OHP dalam proses pembelajaran dengan mengamati setiap gambar yang ditunjukkan oleh guru atau oleh temannya 3 Menit

4 Menit

4 Menit

131 B. Kegiatan Inti 6. Membagikan 1. Guru meminta siswa siswa dalam duduk berkelompok beberapa 2. Guru meminta siswa kelompok menempelkan gambar belajar di papan tulis berdasarkan kelompok masing-masing 7. Guru 1. Guru meminta siswa menunjuk/mem perkelompok untuk anggil siswa menunjukkan/mengur secara utkan gambar yang bergantian sesuai dengan materi memasang/men pembelajaran gurutkan 2. Guru memanggil gambar-gambar siswa untuk menjadi urutan memasang gambar yang logis dari hasil diskusinya II 8. Guru 1. Guru mengajak siswa menanyakan menemukan jalan alasan/dasar cerita dari urutan pemikiran gambar urutan gambar tersebut 9. Dari 1. Guru mengajak siswa alasan/urutan berdiskusi melalui gambar tersebut pembacaan gambar guru memulai dan menuliskan hasil menanamkan diskusi dari analisa konsep/materi gambar tersebut sesuai dengan dicatat pada selembar kompetensi kertas yang telah yang ingin dibagikan guru dicapai 10. Menugaskan 1. Guru meminta ketua tiap kelompok kelompok untuk untuk membacakan hasil membacakan diskusinya didepan hasil kelas diskusinya 2. Guru meminta setiap dari analisa kelompok untuk gambar mendengarkan hasil

4 Menit

10 Menit

10 Menit

10 Menit

4 Menit

132 diskusi yang dibacakan menurut kelompoknya masingmasing C. Penutup 11. Membimbing 1. Guru meminta siswa siswa bertanya untuk bertanya dan 2. Guru menyimpulkan menyimpulkan materi melalui materi yang gambar atau video III telah diajarkan yang telah ditampilkan 3. Guru membimbing siswa menyimpulkan materi bersama-sama 12. Mengevaluasi 1. Guru membagikan siswa dengan soal protest pada memberikan setiap siswa post test 2. Guru memberikan petunjuk mengerjakan soal prostes 3. Guru menyanyakan kejelasan prostest pada siswa 13. Guru mengakhiri pelajaran 1. Guru memberikan pekerjaan rumah (PR) 2. Guru memberikan aba-aba terhadap materi yang akan dipelajari selanjutnya 3. Guru mengingatkan siswa untuk tidak lupa mengulangi kembali pelajaran yang telah dipelajari 4. Guru meminta siswa untuk memberikan kritikan dan saran untuk perbaikan proses pembelajaran selanjutnya 10Menit

10Menit

6 Menit

133 D. Suasana Kelas 1. Siswa antusias 2. Guru antusias 3. Pembelajaran berpusat pada siswa E. Alokasi dan pengelolaan waktu Keterangan: 1. Tidak baik 2. Kuran baik 3. Cukup baik 4. Baik

Banda Aceh,..,..2013 Pengamat (.)

134 Lampiran 7 LEMBARAN RESPON SISWA TERHADAP KEGIATAN PEMBELAJARAN (PBM) PADA PEMBELAJARAN GEOGRAFI DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND STUDENT ACTIVE Hari/Tanggal Nama Sekolah Materi Nama Siswa Kelas/Semester : : : : :

Petunjuk Pengamatan : 1. Berilah tanda chek list ( ) pada kolom yang sesuai dengan pendapat sendiri tanpa dipengaruhi oleh siapapun. 2. Pengisian angket ini tidak dipengaruhi nilai geografi sehingga kamu tidak perlu takut mengungkapkan pendapatmu yang sebenarnya. No Uraian Respon siswa Senang Tidak Senang

Bagaimana pendapat kamu tentang komponen kegiatan pembelajaran berikut ini: f. g. h. i. j. Materi yang dipelajari menarik Soal evaluasi yang digunakan baik Suasana kelas menyenangkan Penampilan guru menarik Model pembelajaran yang diterapkan .. .. .. .. ................. Baru .. .. .. .. .................. Tidak Baru

Uraian Bagaimana pendapat kamu tentang kegiatan pembelajaran berikut ini: a. b. c. d. e. Materi yang dipelajari menarik Soal evaluasi yang digunakan baik Suasana kelas menyenangkan Penampilan guru menarik Model pembelajaran yang diterapkan

. . .. . . .. ....................... .. .. ....................

135

Uraian Apakah kamu berminat untuk mengikuti kegiatan pembelajaran berikutnya seperti yang telah kamu pelajari melalui model picture and student active Uraian

Ya

Tidak .

Ya

Tidak

Bagaimana pendapat anda tentang komponen kegiatan pembelajaran berikut ini: a. b. c. d. e. Materi yang dipelajari menarik Soal evaluasi yang digunakan baik Suasana kelas menyenangkan Penampilan guru menarik Model pembelajaran yang diterapkan .. .. .. .. ................. .. .. .. .. ..............

Komentar dan Saran Siswa: . .

136
Lampiran 11 Tes Hasil Belajar RPP-I
Nama Sekolah Kelas/Semester Program/Mata Pelajaran Pokok Bahasan
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 Nama Siswa

Analisis Ujian Awal dan Ujian Akhir


: MAN 3 Rukoh Banda Aceh : X/II : IPS/ Geografi : Hidrosfer
Jenis Kelamin L P P P P P 1 U1 U2 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 25 26 97 T 2 U1 U2 0 1 0 1 0 1 0 0 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 1 1 0 1 0 0 0 1 0 1 1 1 0 1 0 0 0 1 0 1 0 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 0 0 1 1 1 5 23 85 T 3 U1 U2 0 1 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 1 1 0 1 0 1 0 0 1 0 1 0 0 0 1 1 1 1 1 12 15 55 TT 4 U1 U2 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 0 0 0 0 1 1 1 0 1 0 0 0 13 11 40 TT Nomor Soal 5 6 U1 U2 U1 U2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 0 1 1 1 0 1 0 0 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 0 1 0 0 1 0 1 0 1 0 1 0 0 0 1 0 1 0 1 0 0 0 1 0 1 0 1 1 1 0 1 0 0 0 1 0 1 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1 1 0 1 1 0 1 0 1 0 1 10 24 6 18 88 67 T TT RPP Siklus I 7 8 9 U1 U2 U1 U2 U1 U2 1 1 0 0 0 1 1 1 0 0 0 1 1 1 0 0 0 1 1 1 0 1 0 1 0 0 0 1 1 1 0 1 0 0 1 1 0 1 0 1 0 0 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 0 0 1 0 0 0 1 0 1 1 1 0 0 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 0 0 1 0 1 0 1 0 1 0 0 0 1 1 0 0 1 0 0 1 1 0 1 0 0 1 1 0 0 1 0 0 1 0 1 1 0 0 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 0 0 1 6 23 8 14 10 24 85 51 88 T TT T

Afiyati Rahmatika Alfatahillah L Aulia Faradila Ayu Risnawati Fajar Kurnia Firmanda Rizki L Hendri Saputra L Husni Mubarak L Husnul Mawadah Intan Marliana Iza Dedek Ibrahim L Maisarah Putri Maulida firdani Mirza Iwan Saputra L Mulia anita Muzni Kamal L Nova Yulianti Randika Agusta L Rizkiah Siti Fajar Siti Sarah Syauka Rahmatillah L Zikrillah L Riza Kamal L Zaki Mubarak L Nafdal L Ukhta maisarah Jumlah siswa yang menjawab benar Ketuntasan klasikal per butir soal U2 (%) Keterangan

P P P P P P P P P

10 U1 U 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 0 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 11 24 85 T

Secara Keseluruhan Persentase Ketuntasan Klasikal


Keterangan: U1 : Ujian awal (Pre test) U2 : Ujian akhir (post test)

137

Lampiran 12 Tes Hasil Belajar RPP-II


Nama Sekolah Kelas/Semester Program/Mata Pelajaran Pokok Bahasan
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 Nama Siswa

Analisis Ujian Awal dan Ujian Akhir


: MAN 3 Rukoh Banda Aceh : X/II : IPS/Geografi : Hidrosfer
Jenis Kelamin L P U1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 18 88 T 1 U2 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 25 U1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 19 92 T 2 U2 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 23 3 U1 U2 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 20 25 85 T Nomor Soal 4 5 6 U1 U2 U1 U2 U1 U2 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0 0 1 0 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 19 20 17 23 17 19 92 74 85 T TT T Siklus RPP-II 7 8 U1 U2 U1 U2 0 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 0 1 1 0 0 1 0 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 15 20 18 23 70 74 TT TT

Afiyati Rahmatika P Alfatahillah L Aulia Faradila P Ayu Risnawati P Fajar Kurnia P Firmanda Rizki L Hendri Saputra L Husni Mubarak L Husnul Mawadah P Intan Marliana P Iza Dedek Ibrahim L Maisarah Putri P Maulida Firdani P Mirza Iwan Saputra L Mulia Anita P Muzni Kamal L Nova Yulianti P Randika Agusta L Rizkiah P Siti Fajar P Siti Sarah P Syauka Rahmatillah L Zikrillah L Riza Kamal L Zaki Mubarak L Nafdal L Ukhta Maisarah P Jumlah siswa yang menjawab benar Ketuntasan klasikal per butir soal U2 (%) Keterangan

U1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 19

Secara Keseluruhan Persentase Ketuntasan Klasikal


Keterangan: U1 : Ujian awal (Pre test) U2 : Ujian akhir (Post test)

138
Lampiran 13 Tes Hasil Belajar RPP-III
Nama Sekolah Kelas/Semester Program/Mata Pelajaran Pokok Bahasan : MAN 3 Rukoh Banda Aceh : X/II : IPS/ Geografi : Hidrosfer
Jenis Kelamin NO Nama Siswa L P 1 U1 U2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 24 27 100 T 2 3 4 5 Nomor Soal 6 7 RPP Siklus III

Analisis Ujian Awal dan Ujian Akhir

8 U1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 0 1 22 96 T U2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 26 U1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 22

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27

Afiyati Rahmatika Alfatahillah L Aulia Faradila Ayu Risnawati Fajar Kurnia Firmanda Rizki L Hendri Saputra L Husni Mubarak L Husnul Mawadah Intan Marliana Iza Dedek Ibrahim L Maisarah Putri Maulida firdani Mirza Iwan Saputra L Mulia anita Muzni Kamal L Nova Yulianti Randika Agusta L Rizkiah Siti Fajar Siti Sarah Syauka Rahmatillah L Zikrillah L Riza Kamal L Zaki Mubarak L Nafdal L Ukhta maisarah Jumlah siswa yang menjawab benar Ketuntasan klasikal perbutir soal U2 (%) Keterangan

P P P P

P P P P P P P P P

U1 U2 U1 U2 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 22 25 23 25 92 85 T T

U1 U2 U1 U2 U1 U2 U1 U2 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 23 24 21 24 21 25 21 24 85 88 92 88 T T T T

92 T

Secara Keseluruhan Persentase Ketuntasan Klasikal


Keterangan: U1 : Ujian awal (Pre test) U2 : Ujian akhir (Post test)

139

Lampiran 14
PERSENTASE DAN REALIBITAS INSTRUMEN AKTIVITAS GURU DAN SISWA SELAMA KBM DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND STUDENT ACTIVE PADA MATERI HIDROSFER KELAS/SEMESTER : X/II MATA PELAJARAN: GEOGRAFI RRP-I (90 Menit) RPP-II (90 Menit) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Jlh 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 5 2 4 4 2 2 2 4 3 3 4 2 2 4 2 45 4 2 2 3 2 2 2 5 3 5 3 5 2 4 3 2 2 2 4 3 4 3 3 2 4 2 45 5 2 2 5 2 2 4 2 4 3 4 5 2 4 3.5 2 2 2 4 3 3.5 3.5 2.5 2 4 2 45 4.5 2 2 4 2 2 3 3.5 3.5 4 3.5 11 4.4 8.8 7.8 4.4 4.4 4.4 8.8 6.6 7.8 7.8 5.5 4.4 8.8 4.4 100 10 4.4 4.4 8.8 4.4 4.4 6.6 7.8 7.8 8.8 7.8 2 1 1 3 3 1 1 1 1 1 1 2 1 3 1 23 3 1 2 2 1 1 1 2 2 1 1 2 1 1 3 2 1 2 1 1 1 1 2 1 3 1 23 2 1 2 2 1 1 2 2 2 1 1 2 1 1 1 2 1 2 1 2 1 3 1 1 3 1 23 1 1 1 2 1 1 2 2 2 1 3 2 1 1 1 3 1 1 1 2 1 3 1 1 3 1 23 2 1 1 2 1 1 1 2 2 1 3 3 1 1 3 1 1 1 2 2 1 2 1 1 2 1 23 4 1 1 2 1 1 1 2 2 1 2 3 1 1 3 1 1 1 2 2 1 2 1 1 2 1 23 4 1 1 2 1 1 1 2 2 1 2 2 1 1 2 1 1 2 2 3 1 2 1 1 2 1 23 3 1 2 2 1 1 1 2 2 1 2 2 1 1 2 1 1 2 2 3 1 2 1 1 2 1 23 3 1 2 2 1 1 1 2 2 1 2 2 1 3 2 1 1 2 3 2 1 1 1 1 1 1 23 2 2 1 2 1 1 2 2 1 2 1 2 1 3 2 1 1 2 3 2 1 1 1 1 1 1 23 2 1 1 2 1 2 3 2 1 1 1 3 1 1 2 1 1 1 1 2 1 3 1 1 3 1 23 3 1 1 2 1 1 1 2 1 1 3 3 1 1 2 1 1 1 1 2 1 3 1 1 3 1 23 3 1 1 2 1 1 1 2 1 1 3 14 6 8 13 9 6 9 10 12 6 12 7 6 14 6 138 16 7 8 12 6 6 8 12 10 7 12 14 6 8 13 9 6 9 10 12 6 12 7 6 14 6 138 16 6 8 12 6 6 9 12 10 6 12 14 6 8 13 9 6 9 10 12 6 12 7 6 14 6 138 16 6.5 8 12 6 6 8.5 12 10 6.5 12 10 4.3 5.8 9.4 6.5 4.3 6.5 7.2 8.7 4.3 8.7 5.7 4.3 10 4.3 100 12 4.7 5.7 8.7 4.3 4.3 6.1 8.7 7.2 4.7 8.7

NO

Nama Asrina Nuraida,S.Pd Saiful, S.Pd Rata-rata Persentase 1 NovaYulianti 2 3 4 5 6 Zikrillah Siti Sarah Maulida Firdani Ayu Risnawati Afiyati Rahmatika Jumlah Rata-rata Persentase

P P1 P2 X % P1 P2 P1 P2 P1 P2 P1 P2 P1 P2 P1 P2 P1 P2 x %

12 3 2 2.5 5.5 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 6 6 6 4.3

13 14 2 5 1 5 1.5 5 3.3 11 1 3 1 3 1 3 1 3 1 2 1 2 1 2 1 2 2 2 2 2 1 2 1 3 7 14 7 16 7 15 5.7 10.8

15 2 2 2 4.4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 7 6 6.5 4.7

J 4 4 4 10 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 1 1

AKTIVITAS GURU Keterangan: P1: Pengamatan 1 1. Memberikan pre-test P2 : Pengamatan 2 2. Apersepsi dengan menampilkan gambar-gambar dan menyampaikan tujuan pembelajaran, SK, KD 3. Menyajikan materi sebagai pengantar dan memotivasikan siswa X : Rata-rata 4. Guru menjelaskan materi disertai gambar wilayah air tanah, gambar/foto danau dan rawa 5. Guru menempelkan gambar di papan tulis atau ditayangkan melalui OHP 6. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan/menganalisa gambar 7. Guru menunjuk/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi 8. Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis 9. Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut 10 Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai 11. Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, guru meminta siswa mencatat hasil diskusi dari analisa gambar tersebut 12. Menugaskan tiap kelompok untuk membacakan hasil diskusinya 13. Guru memberi kesempatan siswa bertanya tentang materi yang di diskusikan tadi 14. Memberikan evaluasi melalui post-test 15. Menutup Lampiran 15 pelajaran HASIL PENILAIAN PENGELOLAAN PEMBELAJARAN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND STUDENT ACTIVE PADA MATERI HIDROSFER N o 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Aspek yang diamati Memberikan pretest Apersepsi dengan menampilkan gambar-gambar dan menyampaikan tujuan pembelajaran berdasarkan materi yang akan dipelajari Memotivasikan siswa dengan mengajukan masalah Guru menjelaskan materi disertai gambar wilayah air tanah, gambar/foto danau dan rawa Guru menempelkan gambar di papan tulis atau ditayangkan melalui OHP Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan/menganalisa gambar Guru menunjuk/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep/materi P1 3 3 3 3 2 3 2 3 2 3 P2 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 RPP 1 X Y 3,5 3 3,25 3,5 3 2,5 3 2,5 3 2,7 2,5 3 Sedang

AKTIVITAS SIS 1. Mengerjakan 2. Mendengar da 3. Menumbuhka 4. Memperhatika 5. Memperhatika 6. Menerima apa 7. Memperhatika 8. Siswa menun dengan materi 9. Siswa menjaw materi 10. Siswa menden 11. Mencatat hasi 12. Membacakan 13. Mengajukan b 14. Mengerjakan 15. Menyahut sal

Katagori

P1 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4

P2 4 3 4 3 4 3 3 4 3 3

RP X 3,5 3

Cukup Baik

3,5 3

3,5 3

3 3,5

3,5 3,5

140
sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, guru meminta siswa mencatat hasil diskusi dari analisa gambar tersebut Menugaskan tiap kelompok untuk membacakan hasil diskusinya Guru memberi kesempatan siswa bertanya tentang materi yang di diskusikan tadi Memberikan evaluasi melalui post test Guru mengakhiri pelajaran dengan mengucapkan salam Siswa antusias Guru antusias Pembelajaran berpusat pada siswa Alokasi waktu Rata-rata Siklus

11 12 13 14 15 1 2 3

2 2 3 3 2 3 3 3 3

3 3 2 3 3 2 3 4 3

2,5 2,5 2,5 3 2,5 2,5 3 3,5 3

3 3 4 4 3 4 3 3 3

3 3 4 3 3 4 4 3 3

2,6

Sedang

Cukup Baik Cukup Baik Sedang

3 2,91

3 4 3,5 3 4 3,5 3 3

Keterangan: P1 : Pengamatan 1 P2 : Pengamatan 2 X : Rata-rata Penilaian Y : Rata rata tiap RPP

141

142

Lampiran 16 ANALISIS RESPON SISWA TERHADAP KBM DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PICTURE AND STUDENT ACTIVE MATERI HIDROSFER NAMA SISWA TANGGAPAN SISWA 1 2 a b C d e a b c d S TS S TS S TS S TS S TS B TB B TB B TB B Afiyati Rahmatika 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 Alfatahillah 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 Aulia Faradila 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 Ayu Risnawati 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 Fajar Kurnia 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 Firmanda Rizki 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 0 1 1 Hendri Saputra 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 Husni Mubarak 1 0 1 0 0 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 Husnul Mawadah 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 Intan Marliana 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 Iza Dedek Ibrahim 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 Maisarah Putri 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 Maulida firdani 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 Mirza Iwan Saputra 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 Mulia anita 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 Muzni Kamal 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 Nova Yulianti 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 Randika Agusta 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 Rizkiah 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 Siti Fajar 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 Siti Sarah 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 Syauka Rahmatillah 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 Zikrillah 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 Riza Kamal 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 Zaki Mubarak 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 Nafdal 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 Ukhta maisarah 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 Jumlah 27 0 27 0 26 1 27 0 27 0 27 0 27 0 26 1 27 Persentase (%) 100 0 100 0 96 4 100 0 100 0 100 0 100 0 96 4 100 Keterangan: Respon siswa terhadap komponen pembelajaran (S/ST) Perangkat pembelajaran (B/TB) Soal Evaluasi 1. S : Senang Minat untuk mengikuti KBM selanjutnya (B/TB) suasana kelas 2. B: Baru Kejelasan bahasa yang digunakan guru (J/TJ) 3. B: Berminat Ketertarikan dengan KBM (T/TT) 4. J: Jelas KBM memperjelas pemahaman materi (M/TM) 5. T: Tertarik

NO

e TB B 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 27 0 100 TB 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27

1,2: a. Materi pelajaran TS: Tidak Senang b. Soal evaluasi TB : Tidak Baru c. Suasana pembelajaran di kelas TB: Tidak Berminat d. Cara guru mengajar TJ: Tidak Jelas e. Model pembelajaran TT: Tidak Tertarik

4,5 : a. b.

143

144

145

146 RIWAYAT HIDUP Asrina lahir di Gampoeng Batee Tunggay, Kecamatan Samadua, Kabupaten Aceh Selatan, NAD pada 29 Maret 1987. Ia merupakan anak pertama dari tiga bersaudara buah pernikahan Bapak Tgk. Jasmidin (Almarhum) dan ibu Hafizah. Kedua orang tuanya yang telah mengantarkannya ke jenjang perguruan tinggi ini adalah petani. Pada Tahun 2001, Asrina menamatkan Sekolah Dasar yaitu SD Negeri 1 Batee Tunggay. Pada Tahun yang sama ia melanjutkan pendidikannya di SMP Negeri 2 Samadua dan tamat pada Tahun 2003. Tahun 2004 ia tidak melanjutkan sekolah karena biaya tidak mencukupi dan ia bekerja sebagai pembantu rumah tangga di salah satu rumah di Lambaroe Skep Banda Aceh. Pada Tahun 2005 ia melanjudkan sekolah di SMK Negeri 1 Tapaktuan, Aceh Selatan. Tiga Tahun berikutnya, yaitu Tahun 2007 ia menamatkan SMK Negeri 1 Tapaktuan. Namun setamat SMK, Asrina dengan rela hati menganggur lagi selama 1 tahun karena keterbatasan biaya, ia bekerja di salah satu rumah sakit di Banda Aceh yaitu rumah sakit Zainoel Abidin, ia bekerja di bagian pemorsian nasi pasien. Dengan hasil kerjanya ia menyekolahkan kedua orang adiknya yang masih duduk di kelas 1 SMP dan yang satu lagi kelas 1 SMA. Kesempatan Asrina menjejakan kaki di perguruan tinggi baru terwujut pada akhir Tahun 2008 karena adanya beasiswa dari PEMDA yaitu program GURDACIL. Syukur Alhamdulillah dengan adanya beasiswa tersebut maka ia bisa melanjutkan sekolah di salah satu perguruan tinggi di Banda Aceh yaitu Fakultas Keperguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala dengan program bidang studi geografi S1. Namun dengan beasiswa ini ia juga bisa menyekolahkan adiknya yang sedang duduk di kelas 1 SMA di pasantren Pajar Hidayah, Blang Bintang. Syukur Alhamdulillah adiknya mendapat undangan dari sekolah untuk melanjudkan keperguruan tinggi Semarang, Jawa Tengah dengan bidang studi Psikologi. Sejak Tahun 2010 sampai sekarang ia mulai membuka sebuah usaha kecil-kecilan yaitu menerima orderan kue sebagai usaha sampingannya selama ia kuliah. Pada Tahun 2012 karirnya sebagai guru dimulainya, yaitu sebagai guru pengganti pada TK IT AlAzhar, Lamgugop Banda Aceh. Menurutnya, salah satu pengalaman yang paling berkesan dalam hidupnya adalah saat-saat menyelesaikan penulisan skripsi. Penyelesaian penulisan skripsi tidak hanya membutuhkan biaya besar, tetapi juga membutuhkan kesabaran yang tinggi dan mental yang kuat. Rasa terima kasih yang tak terhingga kepada pembimbing yang senantiasa meluangkan waktunya demi sebuah karya tulis ini. Banda Aceh, Agustus 2013 Penulis, Asrina

147

148

149

150

151

152