Anda di halaman 1dari 6

Kelebihan dan Kekurangan cat 1.

Cat Duco Keunggulan Praktis : Satu jenis cat untuk 2 fungsi (primer + top coat) dan dapat diaplikasikan dengan kuas atau semprot. Efektif : Sebagai primer anti karat karena mengandung pigmen anti karat yang efektif Tahan cuaca : Sebagai top coat / cat finish yang tahan air dan sinar matahari serta memiliki warna yang indah Ekonomis : Karena hanya dengan 1 kali lapis (60 micron), telah membentuk lapisan cat yang indah dan tahan karat. 2. Cat Dinding 1. Water based (berbahan dasar air) Keunggulan Tahan air Tidak mudah kotor Sangat mudah untuk dibersihkan Tidak berbau dan sangat rendah kandungan senyawa organik yang menguap Tidak mengandung logam berat (lead dan mercury) 2. Solvent Based (berbahan dasar minyak) Keunggulan Ketahanan alkali yang sangat tinggi Kemampuan penetrasi yang baik pada subtrat Memberikan daya lekat yang baik pada cat finish Mudah diaplikasikan Licin dan mengkilap Kandungan minyaknya menolak air sehingga cocok juga untuk area basah misalnya kamar mandi Bisa untuk interior dan eksterior kecuali warna yang tidak tahan sinar UV misalnya ungu tua dan merah jingga karena cepat pudar 3. Politur Keunggulan Banyak pilihan warna. Kemudahan melakukan perawatan dan perbaikan. Cukup dengan mengamplas ambang lapisan politur yang lama, Politur dapat langsung digunakan sebagai lapisan akhir dengan 1 kali aplikasi. Memiliki daya kerataan permukaan yang baik, mudah diaplikasi dengan menggunakan kuas tanpa menimbulkan jejak kuas.

4. Melamik/Melamine Keunggulan Daya lekat yang baik Berwarna bening

Mudah diamplas Tahan gores Tahan terhadap bahan kimia rumah tangga dan air

5. Cat Spesial Effect Keunggulan Dapat menampilkan karakter-karakter mebel antik, yaitu: kesan tua dan lapuk, aus, tergores, bernoda, terpercik sesuatu, kusam dan milky yang memberikan kesan seni bercita rasa tinggi. Metode Pengecatan 1. Teknik Kuas Peralatan yang digunakan untuk pengecatan dengan kuas antara lain : a. Kwas, sekrap dan kape; b. Batang pengaduk terbuat dari kayu atau besi atau bahan lain yang tidak bereaksi dengan cat; c. Ampelas No. 0 2; d. Sikat dan lap untuk membersihkan debu; e. Wadah atau kaleng kosong yang sudah dibersihkan; f. Alat-alat bantu yang kokoh (missal tangga) yang memenuhi keselamatan kerja. Persiapan permukaan Permukaan harus kering sempurna, bebas dari debu, kotoran dan minyak; Menutup lubang-lubang kecil dengan plamir dan untuk lubang-lubang besar menggunakan dempul; Haluskan permukaan dengan ampelas dan bersihkan dari debu; Ulaskan satu lapisan meni dan biarkan kering. Tahap pengecatan akhir a. Ampelas permukaan kayu sampai halus kemudian bersihkan; b. Mulai berikan satu lapis primer / meni; c. Biarkan selama minimal 6 jam, sehingga lapisan benar-benar kering; d. Kemudian ampelas dan bersihkan; e. Berilah cat akhir dan biarkan selama minimal 6 jam, sehingga lapisan benar-benar kering; f. Kemudian ampelas dan bersihkan; g. Lakukan pengecatan lapisan kedua sampai rata; h. Bila kondisi lapisan cat lama masih dalam keadaan baik, proses pengecatan dapat dilakukan seperti pada pengecatan kayu baru; i. Bila cat lama sudah mengelupas/mengapur lakukan pengerokan terhadap cat lama sampai bersih; j. Selanjutnya lakukan langkah a) sampai g). 2. Teknik Spray Peralatan yang digunakan untuk pengecatan dengan sprayer antara lain : a. Sprayer, kawat pembersih nozel, sekrap dan kape;

b. Batang pengaduk terbuat dari kayu atau besi atau bahan lain yang tidak bereaksi dengan cat; c. Ampelas No. 0 2; d. Sikat dan lap untuk membersihkan debu; e. Wadah atau kaleng kosong yang sudah dibersihkan; f. Alat-alat Bantu seperti sarung tangan, kaca mata, masker dan tangga yang memenuhi persyaratan keselamatan kerja. Pengecatan dengan menggunakan sprayer Langkah-langkah yang dilakukan untuk pengecatan dengan kwas berlaku juga untuk pengecatan dengan sprayer, hanya dalam pelaksanaan pengecatan, cat perlu diencerkan dengan tiner disesuaikan petunjuk pada kemasan yang pada umumnya 10 30% tergantung pemakaian besar nozel dan tekanan angina serta jarak penyemprotan. 3. Teknik roll Dan ciri tersebut diantaranya adalah: Pegangan pada kerangka rol harus mempunyai lekukan yang pas dan nyaman dengan jari tangan anda. Kerangka rol yang padat harus mampu menahan tekanan dan beban tangan ketika anda melakukan pengecatan. Sehingga rol tersebut tidak mudah melengkung. Untuk roda pemutar rol dapat berputar dengan mudah dan lancar. Kawat kerangka rol setidaknya berjumlah 5 buah, agar tidak terjadi slip antara bagian rangka dengan bagian rol. Untuk bulu rol dipilih sesuai dengan kebutuhan. Untuk mendapatkan hasil akhir yang halus, sebaiknya gunakan rol yang berbulu pendek. Sedangkan untuk hasil akhir yang kasar dan bertekstur gunakan rol yang berbulu panjang. Berikut tips dan cara mengecat dinding dengan rol: Bersihkan dahulu permukaan rol dari kotoran dan debu yang menempel . Hal tersebut bisa dilakukan dengan membilasnya dengan air, lalu usapkan dengan kain kering untuk menghilangkan kotoran. Penting, jangan gunakan sikat untuk membersihkan kotoran, sebab akan merusak bulu pada rol tersebut. Kemudian masukan rol ke dalam bak yang terisi cat. Lalu peras kelebihan cat yang menempel pada rol dengan memutar-mutar rol pada baki secara perlahan-lahan. Lalu usapkan rol pada permukaan tembok yang dimulai dari pojok. Buat aplikasi cat pertama kali dengan membuat huruf W atau M yang besar. Hal tersebut akan mempermudah anda dalam proses pengecatan. Setelah itu, cat pada permukaan tembok yang belum dicat. Lalu lanjutkan pada permukaan yang lain. Yang perlu diperhatikan, jangan mengecat tembok dengan cara yang tidak beraturan. Contohnya jika anda mengecat secara horisontal, selanjutnya untuk mengisi kekosongan permukaan yang belum dicat, juga harus secara horisontal. Ulangi pengecatan sebanyak 3 kali pada tembok tersebut untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Sehingga cat tembok akan terlihat rata dan bagus. Yang terakhir adalah membersihkan sisa cat yang tumpah disekitar lokasi . Sebaiknya tutupi lantai, kusen dan perabot rumah tangga anda dengan koran, agar

tidak tertumpah oleh cat dinding. Kemudian jangan lupa bersihkan kembali rol tersebut, untuk digunakan pada proses pengecatan selanjutnya. Cara Pengecatan Persyaratan pengecatan Persyaratan untuk menghasilkan pengecatan yang baik adalah : Perkirakan kebutuhan cat yang diperlukan dengan daya sebar sesuai petunjuk kemasan cat; Persiapkan permukaan yang akan dicat dalam keadaan kering dan bebas debu, lindungi bagian-bagian yang seharusnya tidak terkena cat; Hindari saat mengecat jendela dalam keadaan tertutup karena sesudah kering, cat dapat menyebabkan daun jendela menempel dengan bingkainya; Untuk mengecat daun pintu, sebaiknya roller khusus yang biasa disebutcigar atau hotdog roller, karena akan menghasilkan pengecatan yang halus dan tidak meninggalkan tanda seperti kwas; Sebaiknya daun pintu / jendela dicopot terlebih dahulu, sehingga dapat mengecat secara horizontal; Untuk cat semprot, pencemaran sesuai petunjuk kemasan dan tergantung lubang nozel dan tekanan angina yang digunakan; Semua peralatan dalam keadaan bersih dan kering. Jangan melakukan pengecatan lapisan kedua sebelum lapisan pertama benar-benar kering, karena akan mengakibatkan kegagalan pengecatan (cat meleleh) dan sebagian cat yang belum kering akan tertarik oleh roll atau kwasnya; Untuk semua produk cat yang berbahan dasar minyak, pengenceran harus menggunakan bahan pengencer yang sesuai petunjuk dalam kemasan cat. 1. Cat Duco Petunjuk Aplikasi a. Pengecatan pada Kayu Bersihkan permukaan kayu yang akan dicat dari kotoran dan amplas searah serat menggunakan kertas amplas No. 180. Aplikasikan cat dasar sebagai lapisan dasar dan biarkan kering. Amplas ambang dengan kertas amplas No. 400 Aduk cat duco hingga rata, tambahkan thinner secukupnya sesuai alat aplikasi yang akan digunakan, lalu aduk kembali cat tersebut untuk mendapatkan hasil yang seragam. Aplikasikan sampai merata ke seluruh permukaan dan biarkan kering. Aplikasikan sekali lagi cat duco dan biarkan kering. b. Pengecatan pada Besi / Baja Bersihkan permukaan besi yang akan dicat dari debu, minyak, karat atau kotoran lainnya, menggunakan kertas amplas, sikat kawat atau menggunakan pembersih karat. Aplikasikan lapisan dasar dan biarkan kering. Aduk cat duco hingga rata, tambahkan thinner secukupnya sesuai alat aplikasi yang digunakan, lalu aduk kembali cat tersebut untuk mendapatkan hasil yang seragam. Aplikasikan sampai merata ke seluruh permukaan dan biarkan kering.

Aplikasikan sekali lagi cat duco dan biarkan kering.

2. Cat dinding a) Water Based Cara Penggunaan: a. Pengecatan pada dinding Bersihkan permukaan dinding dari: debu, lemak, minyak dan lain-lain. Pastikan permukaan dinding sudah tertutup sempurna dan rata serta kering. Perbaiki area yang mengalami kerusakan terlebih dahulu. Mengaplikasikan cat dasar Setelah lapisan cat dasar kering, periksa seluruh permukaan apakah ada yang cacat, apabila ditemukan bagian yang cacat, perbaiki menggunakan filler lalu biarkan kering selama 24 jam (tergantung ketebalan). Setelah itu aplikasi kembali cat dasar pada bagian-bagian yang diperbaiki, lalu biarkan kering minimal 2 jam. Aplikasikan lapisan akhir cat tembok 2 lapis (2 x 30 micron, encerkan dengan air bersih 10-20% sesuai kebutuhan aplikasi). b) Solvent based Cara Penggunaan Aplikasikan cat dinding bahan pelarut minyak 1 lapis, tanpa pengenceran. Setelah kering, aplikasikan cat dinding sesuai rekomendasi. 3. Cat politur Prosedur Aplikasi Amplas permukaan kayu dengan kertas amplas No.180 searah dengan serat kayunya. Tutup pori-pori kayu dengan filler , biarkan mengering, kemudian amplas hingga permukaan kayu terlihat lagi dengan menggunakan kertas amplas No. 240. Kuas / semprot politur sesuai warna pilihan secara merata. Biarkan mengering 3-4 jam. Amplas searah urat kayu dengan kertas amplas No. 400. Ulangi tahap 3 sebanyak 2 kali untuk mendapatkan tampilan akhir semi gloss. Untuk mendapatkan tampilan akhir yang gloss / dof, gunakan politur Clear Gloss / Clear Dof pada penguasan / penyemprotan yang ke 3. 4. Cat Melamine Prosedur Aplikasi Permukan kayu harus bersih, kering dan bebas minyak. Amplas permukaan kayu dengan kertas amplas no. 180 searah dengan serat kayu sampai permukaan kayu menjadi halus. Untuk yang pori-pori kayunya tertutup, isi pori-pori kayu dengan filler kayu. Setelah kering amplas dengan kertas amplas no. 240 sampai permukaan kayu terlihat lagi. Warnai dengan cat melamine. Aplikasikan dengan kuas kemudian lap sebelum kering. Campurkan cat dasar dua komponen dengan resin amino dan alkyd dengan Hardener dan Thinner (Perbandingan campuran = A : B : Thinner Melamine = 9 : 1 : 6) Spray cat dasar dua komponen dengan resin amino dan alkyd secara merata

5. Cat Special Effect Cara aplikasi cat special effect - Membersihkan dinding, - Melapisi permukaannya dengan cat dasar dan biarkan kering selama 3 - 4 jam. - Setelah itu mengaplikasikan cat tanpa diencerkan dengan rol sebagai lapisan pertama. - Setelah kering selama 3 - 4 jam, mengaplikasikan lapisan kedua dengan kuas besar secara silang menyilang dan biarkan mengering selama 3 - 4 jam. - Kerjakan dengan teknik yang sama pada lapisan ketiga.