Anda di halaman 1dari 38

TENTIR MINGGU PERTAMA MODUL PENGINDERAAN Siepend Tentir tk 3 fkui 2007

NICHI DE!I PI"I ANNISA PN IRA #ITRI NA#ISAH AGHIS

Trauma Kapitis Tuli ,ampurkelainan di telinga tengah dan dalam Pres!iakusis P$t0&0*i : &trofi - peru!ahan .askuler pd stria .askularis Degenerasi sel/sel ram!ut penunjang di organ ,orti *erkurangnya jumlah - ukuran sel ganglion - saraf Tu&i Aki+$t .i%in* Patologi : Kerusakan !agian organ ,orti : mem!ran, stereosilia, sel ram!ut, Kerusakan organ su!seluler, stria .askularis Tu&i $ki+$t 0+$t 0t0t0k%ik Patologi : Kerusakan sel ram!ut Kerusakan stria .askularis Tu&i Mend$d$k Patologi : Iskemia koklea aki!at spasme,trom!osis atau perdarahan &%&uditi.a Interna Menye!a!kan degenerasi sel ganglion stria .aaskula: ris - ligamen spiralis Kerusakan sel ram!ut tidak luas Infeksi .irus : parotis,.arisela,.ariola Dapat re.ersi!le (e%ei)+$n*$n )istem .esti!ular !erinteraksi dengan !anyak !agian lain sistem saraf% Gejala dapat juga dialami se!agai masalah pada penglihatan, otot, proses piker, dan memori Mempertahankan keseim!angan !ergantung pada input dari !e!erapa sum!er

M$%$&$' (&inik p$d$ Si%te) Penden*$r$n d$n (e%ei)+$n*$n ,enn- .$%'iruddin/THT #(UI ,$k$rt$ An$t0)i d$n #i%i0&0*i Te&in*$ Masalah: Infeksi, Kelainan Degeneratif, Neoplasma, Trauma Patogenesis Gangguan Pendengaran: 3 jenis gangguan pendengaran yakni tuli konduksi meli!atkan telinga luar, telinga tengah", tuli sensorineural meli!atkan telinga dalam", dan tuli #ampur meli!atkan telinga luar$tengah dan telinga dalam"% Tu&i k0nduktif Kelainan di telinga luar: Kelainan kongenital : &tresia liang telinga Mikrotia 'titis (ksterna 'steoma liang telinga )um!atan serumen Kelainan di telinga tengah : Gangguan fungsi tu!a eustakhius *arotrauma 'titis media 'tosklerosis, Timpanosklerosis +emotimpanum Dislokasi tulang pendengaran Tuli )ensorineural Kelainan di telinga dalam koklea": Pres!iakusis Tuli aki!at !ising Tuli aki!at o!at ototoksik Tuli mendadak

0% The inner ears, or .esti!ular sistem 1 sensory hair #ells 2ithin the inner ear monitor the position and motion of the head in the en.ironment 3% The eye 1 .isual #ues are important in maintaining !alan#e and o#ulomotor #ontrol 3% )kin pressure re#eptors 1 pro.ide information a!out 2hi#h part of the !ody is in #onta#t 2ith the ground 4% Mus#le and joint sensory re#eptors 1 pro.ide information on the position of the lim!s in the en.ironment%

Tes tunjuk jari past pointing test" Tes tunjuk hidung nose finger test" Tes supinasi pronasi Tes Keseim!angan 8anjut Maneu.er +allpike Posturografi (lektronistagmografi Diagnosis dan Pemeriksaan &namnesis$ri2ayat masalah o 'nset, intensitas, durasi o Peru!ahan posisi o (pisodi#$!erkelanjutan o Penyakit lain o '!at ototoksik o Trauma Pemeriksaan sere!elum o Post pointing test o 9inger nose test Pemeriksaan propioseptif o 7ji 6om!erg o )tepping test Pemeriksaan Neurotologi o T+T umum o 'toskopi o &udiometri o Posturografi o Nistagmus kalori o Ner.us III, I5, 5I, 5II, I: o 8eher o Maneu.er +allpike o Nistagmus posisional o (NG elektronistamografi" )upaya jelas, pasien yang sedang menjalani pemeriksaan nistagmus harus memakai ka#amata 9rensel 3; D"% Pergerakan mata seringkali mengindikasikan disfungsi .esti!ular% 7ntuk merekam pergerakan mata, dokter menggunakan teknik elektronistagmografi%

5ertigo dapat !erasalah dari masalah sentral atau perifer% Penye!a! sentral .ertigo meli!atkan struktur di dalam sistem saraf pusat sere!rum, sere!elum, !atang otak atau su!stansia al!a" yang memproses informasi dari sistem .esti!ular dan area lain yang terli!at dalam keseim!angan% Penye!a! perifer .ertigo meli!atkan disfungsi area yang !ukan !agian dari sistem saraf pusat, misalnya telinga dalam% Penye!a! .ertigo sentral jarang ditemukan, penye!a! perifer le!ih umum% Pe)erik%$$n (e%ei)+$n*$n Tes Keseim!angan )ederhana 6om!erg 6om!erg yang dipertajam 7ji melangkah stepping test"

G$n**u$n (e%ei)+$n*$n Ggn 5esti!uler )entral sentral !iasanya disertai gangguan lain di !atang otak, misalnya diplopia, parestesia peru!ahan sensi!ilitas dan fungsi motorik, gangguan disfungsi sere!elum Ggn 5esti!uler Perifer 5ertigo posisi : 5 ,er.ikal, *PP5 Neuritis 5esti!uler 5ertigo &ki!at o!at ototoksik Penyakit Menier +ydrops" Neuroma &kustik 8a!irintitis 9istula Perilimfa .eni*n P$r01-%)$& P0%iti0n !erti*0 2.PP!3 Penyakit ini diaki!atkan oleh !e!erapa Kristal ke#il kalsium kar!onat yang terletak di telinga dalam pindah dari tempat yang seharusnya% Ketika seseorang !er!aring, dristal/dristal terse!ut dapat menam!an pada salah satu dari ketiga kanal yang ada pada telinga dalam% ,edera pada kepala adalah se!a! paling umum *PP5 pada orang di !a2ah usia <; tahun% Pada orang yang le!ih tua, penye!a! yang paling umum yakni degenerasi sistem .esti!ular pada telinga dalam% Tatalaksana *PP5 yakni dengan reposisi kanal% Meniere=s adalah hidrops la!irintin% Tekanan #airan endolimfatik meningkatkan gejala/gejala% Re'$+i&it$%i Terapi untuk gangguan .esti!ular !er.ariasi !erdasarkan diagnosis, reha!ilitasi se!aiknya dilkaukan komprehensif% Pada kasus/kasus ringan, gejala/gejala dapat hilang dengan sendirinya karena apparatus .esti!ular sem!uh ata sistem saraf !elajar untuk menompensasi gangguan terse!ut% Tiga Terapi utama: &daptasi )u!stitusi, mekanisme kompensasi

6eposisi kanal, untuk *PP5%

5esti!ular 6eha!ilitation Treatment 56T" )u!stitusi o )timulasi !erulang dapat meningkatkan sistem .esti!ular o *erolahraga untuk meningkatkan fungsi .esti!ular &daptasi Dengan latih/latihan dari yan mudah dan !ersifat statis dan sampai yang sulit dan dinamis%

(u&i$' Intr0duk%i M$%$&$' M$t$ Dr4 Git$&i%$ And$-$ni5 SpM/Dep$rte)en I&)u (e%e'$t$n M$t$ #(UI M$t$ 'rgan sensoris .ital (80% of information obtained from vision) )truktur delicate dan kompleks Masalah mata / ditemukan dalam praktek sehari/hari / dapat menye!a!kan gangguan penglihatan / gangguan kesehatan glo!al Defini%i G$n**u$n !i%u$& Menurut "HO: penglihatan yang !uruk dan ke!utaan 8o2 .ision penglihatan yang !uruk": akuitas$ketajaman penglihatan paling !aik yang sudah diper!aiki sampai >$0? sampai 3 meter #ounting fingers ,9dapat menghitung jari dari jarak 3 meter" Ke!utaan: dapat dikoreksi sampai keadaan paling !aik akuitas penglihatannya menjadi 3 meter ,9 atau kurang dari itu Gangguan .isual se!agian !esar dapat dihindari dapat di#egah dan$atau dapat dio!ati"% (e+ut$$n G&0+$& Menurut "HO t$'un 6770

Pre.alensi ke!utaan !er.ariasi dari ;%;?@ pada anak/anak sampai 4%4@ pada orang de2asa di atas >; tahunA pre.alensi glo!al keseluruhan yakni ;%B@% )etidaknya B juta orang menjadi !uta setiap tahunnya Cumlah orang !uta di seluruh dunia !ertam!ah 0/3 juta per tahunnya% Pre.alensi di ke!utaan di Indonesia D0@ 4B@ ke!utaan dise!a!kan oleh katarak, 03@ karena glau#oma, E@ karena &ge related Ma#ular degeneration degenerasi ma#ula terkait penuaan", 03@ karena lain/lain% &ki!at ke!utaan: .e+$n %0%i$& Menjadi tanggungja2a! orang lain Imo!ilitas, sekalipun !adan sehat (eru*i$n fin$n%i$&8.i$-$ Cost of surgery / treatment / rehabilitation Efek ke9i:$$n rasa tidak !erdaya, depresi Pre.alensi Ke!utaan : Indonesia: 0%<@ tinggi, di!andingkan negara &sia lainnya Penye!a! ke!utaan utama di Indonesia / katarak / glaukoma / kelainan refraksi / penyakit retina / penyakit kornea (Survei Kesehatan Rumah Tangga !e"#es $%%&) Pen#egahan ke!utaan 5isi 3;3;: +ak untuk Penglihatan +u!ungan kerja sama antara F+' dan International &gen#y for the Pre.ention of *lindness I&P*" Dilun#urkan tahun 0EEE dengan 3 tujuan o Mengeliminasi ke!utaan yang tak !isa di#egah se!elum tahun 3;3;

Men#egah penggandaan kejadian gangguan .isual yang !isa di#egah yang telah diproyeksikan antara tahun 0EE; dan 3;3; Pen#egahan ke!utaan meli!atkan: 9asilitas )um!er daya manusia Dana Kesadaran o Pen#egahan ke!utaan Petugas kesehatan: dokter umum, oftalmologis, suster, optometris 'rganisasi o Pemerintah o NG' o 'rganisasi profesi #ontoh P(6D&MI" o Kelompok3 kola!oratif 'ftalmologi untuk dokter umum Perlu pengetahuan anatomi dan fisiologi mata, serta patogenesis penyakit mata Perlu pengetahuan mata dasar Melakukan diagnosis masalah mata Tatalaksana: / komplit$mandiri / inisial / merujuk &natomi Mata Terletak dalam rongga mata or!ita" Terlindung oleh lemak Digerakkan oleh: ' ( otot re#tus ' ) otot obli*ue +#uran , )/& bola "ing"ong (diameter bayi $8 mm de-asa )('). mm)

Mata Kita ituG *ola mata di!asahi lu!rikasi" oleh air mata yang terdiri atas: air, lipid dan musin 8apisan air mata terse!ar di permukaan mata dengan gerakan mengedip Kele!ihan air mata dipompa ke saluran duct) dan di/ drainase ke hidung

Pr0%e% Pen*&i'$t$n 2p$d$ )$t$ n0r)$&;e)etr0pi$3 )inar sejajar paralel" dari !enda jauh akan di!elokkan oleh kornea dan lensa )inar terse!ut difokuskan tepat pada retina makula",lalu diteruskan le2at saraf optik ke otak,sehingga menghasilkan penglihatan yang jelas (&$%ifik$%i M$%$&$' M$t$< mata merah normal dan penurunan penglihatan" +ilangnya penglihatan kronik progresif" /ilangnya "englihatan a#ut ("ersisten) Trauma 0bnormalitas "ada garis (alignment) dan motilitas ocular Gangguan refraktif M$t$ Mer$' Media refraksi jernih: penglihatan normal 'pasitas kekeruhan" media refraksi: penurunan penglihatan 5asodilatasi pem!uluh konjungti.a$episklera$kornea Inflamasi infeksi dan noninfeksi" Penglihatan normal: konjungti.itis, skleritis, episkleritis, pterigium, pingue#ula Penurunan penglihatan: glau#oma akut, keratitis, u.eitis, endoftalmitis Penurun$n pen*&i'$t$n kr0ni% Dise!a!kan oleh peru!ahan kronik kejernihan atau fungsi media refraksi &!normalitas jaras saraf dari retina ke korteks .isual" )e!agian !esar: proses degenerati.e Misalnya: katarak, glau#oma kronik, retinopati dia!eti#, age/related ma#ular degeneration &MD" Pada Glaukoma terjadi #upping pada papil mata dari normal #upping !esarglau#omatous #upping" Hi&$n*n-$ pen*&i'$t$n -$n* $kut

Refr$k%i )inar sejajar$paralel dari suatu o!yek jauh > meter", misalnya pohon, akan terfokus pada satu titik fokus di retina semakin tinggi kekuatan lensa$#em!ung, semakin dekat titik fokus dari lensa kekuatan lensa kekuatan refraksi" diukur dalam satuan diopter D" lensa kon.eks dengan kekuatan refraksi 0 diopter memiliki kemampuan untuk mengkon.ergensikan sinar 0 meter dari lensa% '!yek$#ahaya masuk se#ara di.ergen jika jaraknya semakin dekat dengan mata

Dise!a!kan oleh peru!ahan akut pada media refraksi atau fungsinya, atau gangguan akut pada jaras penglihatan Dapat !erhu!ungan dengan penyakit sistemik, misalnya: retinal deta#hment, retinal .as#ular o##lusi.e diseases, .itreous hemorrhage, opti# neuritis, opti# neuropathies Ceder$ Oku&$r ,edera yang penetrating mempenetrasi" atau memperforasi ,edera tumpul ,edera kimia Masalah refraksi Myopia ra!un jauh" +ipermetropia ra!un dekat" &stigmatisma Pres!iopia Myopia ra!un jauh" Kornea terlalu #em!ung, atau !ola mata terlalu panjang )inar dari !enda jauh jatuh di depan retina +iperopia ra!un dekat" Kornea terlalu datar ataupun !ola mata terlalu pendek )inar akan di fokuskan di !elakang retina *enda yang jauh maupun dekat menjadi tidak jelas &stigmatisme silindris" *entuk ku!ah kornea tidak simetris, ada yang terlalu #em!ung pada sum!u tertentu dan terlalu datar pada sum!u lain Terdapat 3 titik fokus pada retina Gam!ar menjadi tidak jelas mem!uat penglihatan !uram 1ice to #no-: a!normalitas alignment dan motilitas o#ular )tra!ismus sHuint" eksotropia mata yang juling mengarah ke luar", esotropia mata yang juling le!ih ke medial"

Nistagmus Diplopia Paresis otot o#ular eksternal Tumor or!ital

,ontoh/#ontoh Pemeriksaan Mata: uji refraksi pinhole test snellen #hart funduskopi palpasi digital tonometer )#hiotI Tes konfrontasi )litlamp !iomikroskopis J tonometri aplanasi Tes konfrontasi

Tentir (u&i$' An$t0)i


64 Pen*'idu *au masuk ke rongga hidung mukosa olfaktori sel reseptor dari sel reseptor ini akan mun#ul sera!ut saraf, yaitu ner.us olfaktori !ul!us olfaktori traktus olfaktori menuju ke : o o )istem lim!ik emosi 8o!us piriformis memproses informasi, mempersepsikan !au ke k0rtek% 0r+it0fr0nt$& untuk menganalisa !au dan mem!andingkan !au yang di#ium dengan !au yang lain menyilang menuju ke !ul!us kontralateral melalui komisura anterior

(0)p0nen %i%te) 0&f$kt0riu% 2*$)+$r &i$t %&ide 33

)uk0%$ 0&f$kt0ri terletak di rongga hidung !agian atas di #ranial konka superior% Didalam mukosa olfaktori ini terdapat sel reseptor% %e& re%ept0r 0&f$&t0ri sel !ipolar, yang mempunyai prosesus perifer dan pro#essus sentral% Prosesus perifer merupakan sera!ut kasar yang !erjalan ke arah permukaan mem!ran mukosa mem!entuk silia/silia pendek yang dise!ut r$)+ut 0&f$kt0riu%% 6am!ut olfaktorius menutupi mukosa olfaktori dan akan !ereaksi terhadap !au% )edangkan, prosesus sentral yang halus mem!entuk %er$+ut %$r$f 0&f$kt0riu% ner.us olfaktorius"% *erkas sera!ut saraf ini akan masuk ke +u&+u% 0&f$kt0riu% melalui lu!ang/lu!ang di lamina #ri!rosa ossis etmoidalis%

.u&+u% 0&f$kt0riu% merupakan stuktur !er!entuk o.al yang komponen sel utamanya adalah sel mitral% )era!ut/ sera!ut ner.us olfaktorius yang datang ke !ul!us akan +er%in$p% dengan dendrite sel mitral dan akan mem!entuk daerah !er!entuk !ulat yang dise!ut *&0)eru&u% %in$ptik% Tr$ktu% O&f$kt0riu% merupakan su!stansia al!a yang sempit yang !erjalan dari ujung posterior !ul!us olfaktorius, yang mengandung akson sentral sel mitral% )etelah mele2ati su!stansia perforate anterior,traktus olfaktorius ini akan ter!agi menjadi dua : 0% stria olfaktorius )edi$&i% mem!a2a sera!ut yang menyilang didalam komissura anterior dan !erjalan ke !ul!us olfaktorius sisi kontralateral 3% stria olfaktorius &$ter$&i% mem!a2a akson/akson ke area olfaktorius korteks sere!ri area preamigdala dan area prepiriformis"% Kedua area ini preamigdala dan prepiriformis" dise!ut k0rtek% 0&f$kt0riu% pri)er !uat gam!ar/gam!ar stria dan korteks olfaktori liat slide 4 dan < kuliah anatomi ya "

Dari du$ perti*$ +$*i$n $nteri0r lidah akan ditransmisikan ner.us lingualis mele2ati korda timpani menuju ke ner>u% f$%i$&i%, dan akhirnya menuju ke tr$ktu% %0&it$riu% di medulla o!longata% )ensasi rasa dari papilla sirkum.alata pada !agian posterior lidah di kuliah di!ilang 0$3 posterior lidah" akan ditransmisikan ke ner>u% *&0%0f$rin*e$& menuju ke traktus solitarius% 6 lidah dan )e!agian rangsangan rasa dari !agian pangkal !e!erapa !agian lain dari faring akan ditransmisikan melalui ner>u% >$*u% ke traktus solitarius )eluruh sera!ut yang mem!a2a rangsang rasa !ersinaps di nu=&eu% tr$ktu% %0&it$riu% yang terdapat di !agian posterior !atang otak% Kemudian, nu#leus ini akan mengirimkan neuron orde ke dua ke area ke#il pada !agian .entro/posterior/medial thalamus% Dari thalamus, neuron orde ke tiga ditransmisikan ke gyrus postsentral di korteks sere!ri parietal% 24 Pen*&i'$t$n *agian dari indera penglihatan yang le!ih di!ahas dikuliah anatomi adalah otot/otot penggerak, serta jaras penglihatan termasuk refleK yang !erhu!ungan misalnya refleK pupil", sedangkan struktur mata akan le!ih di!ahas di histo%

A&ir$n $ir )$t$ 2*$)+$r &i'$t %&ide 73 o di!entuk oleh kel% lakrimal di !agian lateral palpe!ra, kelenjar ini seperti memeluk m% le.ator palpe!ra superior% Kelenjar lakrimal dipersarafi oleh N% lakrimalis dari kel% lakrimal, dilanjutkan ke duktulus eksretorik lakrimal yang akan mengalirkan air mata ke permukaan mata kemudian ke duktus lakrimalis melalui lu!ang/lu!ang ke#il yang namanya pun#tum la#rimalis dari duktus lakrimal masuk ke la#rimal sa#, merupakan !agian ujung duktus nasolakrimal yang mele!ar

o o

3% Pen*e=$p 2*$)+$r &i'$t %&ide 73

duktus nasolakrimal, merupakan saluran yang !erjalan dari la#rimal sa# hingga meatus nasi inferior

/ dipersarafi oleh sistem saraf parasimpatis dari N%3

o o

Mata terletak di fossa #ranii anterior Tulang pem!entuk or!ita: o o o o os sphenoid lamina papyra#ea os ethmoid os maKilla os Iygomati#us o / !erfungsi untuk

OTOT OTOT Or+it$ M% 'r!i#ularis o##uli untuk menutup mata M% le.ator palpe!rae untuk mengangkat kelopak mata M% tarsus superior o Ek%tr$0ku&$r 2%&ide 26 d$n 223 Mm% re#ti : superior N3", inferior N3", medial N3" , lateral N>" Mm% o!liHuus: superior N4", inferior N3" / M% o!liHuus superior: letaknya di !agian medial superior or!ita, yang digantung oleh tro#hlea di !agian medial gam!ar slide 30" otot o!liHuus itu !ergeraknya kan diagonal, nah geraknya itu pertama horiIontal dulu !aru kemudian .erti#al, #o% nya o!liHuus superior yang geraknya aduksi dulu !aru kemudian turun depresi" o O=u&$r !erfungsi untuk mengontrol !entuk lensa dan ukuran pupil o )4 =i&i$ri%

mengkonstriksi !adan siliaris, mempengaruhi kete!alan lensa )4 %p'in=ter pupi&&$e / dipersarafi oleh sistem saraf parasimpatis dari N%3 / !erfungsi untuk mengkonstriksi pupil )4 di&$t$t0r pupi&&$e / dipersarafi oleh sistem saraf %i)p$ti% dari ganglion #er.i#al superior T0" / !erfungsi untuk mendilatasi pupil pada #ahaya redup

,$r$% pen*&i'$t$n 2%&ide 3?3 #ahaya ner.us opti#us #hiasma opti#um tra#tus opti#us #orpus geni#ulatum laterale lateral geni#ulatum !ody,8G*" radiatio opti#a korteks .isual Ref&ek% Ak0)0d$%i

jika kedua mata diarahkan untuk melihat o!jek dekat, akan terjadi : o kontraksi m% re#tus medialis yang akan menye!a!kan kon.ergensi aksis o pene!alan lensa melalui konstriksi m% #iliaris" untuk meningkatkan kekuatan refraksi o konstriksi pupil untuk mem!atasi gelom!ang #ahaya yang menuju !agian lensa yang paling te!al Ref&ek% Pupi& o *ila salah satu mata dipaparkan pada #ahaya terang, maka terjadi konstriksi kedua pupil mata kanan dan kiri" 6(98(K) ,&+&L& 8&NG)7NG pada mata yang terkena sinar" D&N K'N)(N)7&8 refleK tidak langsungA pada mata yg tidak terkena sinar" o #ahaya impuls aferen ner.us opti#us #hiasma opti#um tra#tus opti#us% Dari traktus opti#us ini ada !e!erapa sera!ut saraf yang meninggalkan tra#tus dan !ersinaps dengan sel saraf di nu=&eu% prete=t$&i% di #oli#ulus superior"% Dari nu#leus prete#talis, impuls diteruskan ke nu#leus parasimpatis nu=&eu% Edin*er "e%tp$& saraf #ranial 3 kedua sisi mata% Dari nu#leus (F, saraf parasimpatis !erjalan melalui sera!ut saraf #ranial 3 ke *$n*&i0n =i&i$re di dalam or!ita menuju ke N4 =i&i$ri% +re>i% !erakhir pada )4=0n%tri=t0r p$pi&&$e di iris kedua pupil akan !erkonstriksi% Ref&ek% (0rne$ *ila salah satu kornea disentuh kiri", maka kedua kelopak mata akan !erkedip mata kanan dan kiri" Kornea disentuh rgsang sensorik di!a2a oleh N%< Nukleus trigeminal di !atang otak fas#i#ulus longitudinal medial nuleus fas#ialis N% B )4 0r+i=u&$ri% 0=u&i mata menutup 34 Te&in*$ 2Penden*$r$n d$n (e%ei)+$n*$n3 Telinga itu terdiri atas tiga !agian, yaitu telinga luar, telinga tengah , telinga dalam%Telinga luar terdiri atas !agian yang mele!ar seperti #orong yang namanya auri#ula$pinna dan meatus a#usti#us eKternus%

gam!ar di slide 43" *agian tepi terluar auri#ula !ernama 'e&ik%% lengkungan lain, yang sejajar dan terletak di depan heliks, di se!ut $nti 'e&ik%% &nti heliks ini akan ter!agi menjadi dua #rura di !agian atas, daerah diantara dua #rura terse!ut dinamakan f0%%$ tri$n*u&$ri%% &nti heliks merupakan suatu lengkungan yang mengelilingi daerah rendah yang dise!ut #on#ha% Didepan #on#ha, ada proyeksi ke arah luar meatus, yang dise!ut tr$*u%% Di !agian yang !erla2anan dengan tragus, terdapat tonjolan ke#il yang dise!ut $nti tr$*u%% Di!a2ah anti tragus, terdapat &0+u&u% tempat masang anting" yang merupakan satu/satunya !agian auri#ular yang tidak mengandung kartilago% Meatus a#usti#us eksternus !erlanjut dari !agian !a2ah #on#ha hingga ke mem!rane timpani M 3,< #m"% Meatus a#usti#us eKternus ini se!agian tersusun atas kartilago sepertiga !agian terluar", se!agian lagi atas tulang 3$3 meatus !agian medial", dan dilapisi oleh kulit yang !eram!ut% Caringan su!dermal meatus dapat menghasilkan serumen%

Te&in*$ ten*$' / merupakan suatu ruang irregular yang terletak didalam tulang temporal, terdiri atas #a.um timpani dan re#essus epitympani#us% ,a.um timpani terletak di !alik mem!rane timpani re#essus epytimpani#us terletak di !agian atas mem!rane timpani, mengandung se!agian tulang maleus dan se!agian !esar in#us% telinga tengah itu !erisi tulang/tulang pendengaran maleus, in#us, stapes" juga otot m% tensor timpani dan m% stapedius " +$*i$n &$ter$& #a.um timpani di!atasi oleh )e)+r$ne ti)p$ni 2*$)+$r di %&ide @A3 mem!rane timpani merupakan mem!rane o.al yang memisahkan telinga

/ /

luar dengan telinga tengah% )e!agian !esar mem!rane te!al, ada se!agian ke#il di !agian superior yang lemah, namanya pars fla##id% Di se!elah dalam mem!rane ini !erhu!ungan dengan tulang maleus, aki!atnya, mem!rane timpani tertarik ke arah telinga tengah% Cadi, kalau dilihat dari sisi luar ke arah telinga luar" mem!rane itu #ekung, nah !agian yang paling menjorok ke dalam di !agian tengah mem!rane" namanya u)+04 / / / +$*i$n )edi$& oleh oleh dinding lateral telinga dalam +$*i$n $t$p di!entuk oleh tegmen timpani +$*i$n &$nt$i8 9u*u&$r di!entuk oleh fundus timpani yang tipis dan di !a2ahnya terdapat .ena jugularis interna +$*i$n p0%teri0r di!entuk oleh tulang mastoid +$*i$n $nteri0r di!entuk oleh arteri karotis interna tulang pendengarah stapes akan melekat ke fenestra .esti!ule tingkap o.al" yang menuju ke telinga dalam

#aroti#otympani#us" mem!ran mukosa dan isi telinga tengah termasuk tu!a pharyngotympani#a - daerah mastoid" o ,a!ang !esar: n% petrosus minor

per9$&$n$n ner>u% B 2*$)+$r di %&ide A@3 !agian .esti!ularis dan #o#hlearis meninggalkan permukaan anterior !atang otak, antara pons dan m%o!longata% )elanjutnya, !erjalan ke lateral dalam fossa #ranii posterior kemudian masuk ke meatus a#usti#us internus !ersama N%B" kemudian akan terdistri!usi di !agian telinga dalam

/ / /

/ /

ner.us #o#hlearis akan menuju ganglion spiralis #o#hlea ner.us .esti!ularis akan menuju ganglion .esti!ularis kemudian ke utri#ulus, sa#ulus, dan kanalis semi#ir#ularis"

per9$&$n$n ner>u% 7 Ner.us fasialis mun#ul dari permukaan anterior otak antara pons dan medulla o!longata% 6adiks terse!ut !erjalan lateral dalam fossa #rania posterior !ersama N%?, kemudian masuk ke meatus akustikus internus di pars petrosa ossis temporalis% Di !a2ah meatus, ner.us memasuki #analis fasialis dan !erjalan lateral melalui telinga dalam% Dari kanalis fasialis, N%B akan menuju ke foramen stylomastoideus /

,$r$% penden*$r$n 2*$)+$r di %&ide AA3 !unyi impuls saraf ner.us #o#hlearis terletak didalam ganglion spiralis #o#hlea " masuk ke permukaan anterior !atang otak% Pada saat memasuki pons, sera!ut saraf ter!agi dua, se!agian masuk ke nu#leus #o#hlearis posterior, se!agian lainnya ke nu#leus #o#hlearis anterior% dari nu#leus #o#hlearis sinyal dikirim menuju nu#leus posterior #orpus trapeIoid selanjutnya akson naik melalui !agian posterior pons dan mesensefalon mem!entuk suatu traktus, yaitu lemnis#us medialis #orpus geni#ulatum medial korteks auditorius gyrus temporalis superior%

iner>$%i te&in*$ ten*$' o PleKus tympani#us, di!entuk oleh: #a!ang n I: #a!ang/#a!ang pleKus #arotis internus n%

,$r$% ke%ei)+$n*$n 2*$)+$r di %&ide A?3

rangsang peru!ahan posisi sera!ut saraf di utri#ulus, sa##ulus, dan kanalis semi#ir#ularis ner.us .esti!ularis dikirimkan ke nu#leus .esti!ularis% Nu#leus .esti!ularis juga menerima sera!ut saraf dari #ere!ellum % )era!ut eferen dari nu#leus .esti!ularis !erjalan ke #ere!ellum, ke medulla spinalis mem!entuk traktus .esti!ulospinal", serta ke nu#leus ner.us 3, 4, dan > melalui fas#i#ulus longitudinalis medialis%

T7NIK& 9I*6')& 8&PI)&N )K8(6&/K'6N(&" mem!entuk kapsula fi!roelastik kokoh penyokong !ola mata di!agi menjadi dua : sklera dan kornea sklera : putihA melingkupi lima/perenam !elakang !ola mata kornea : jernihA transparanA melingkupi seperenam depan !ola mata sam!ungan keduanya : limbus% )klera putih, seolah/olah tidak mengandung pem!uluh darah, padahal ada, terutama di lim!us disusun oleh serat/serat kolagen tipe 0 dan serat elastin, !erselang/seling, sehingga kokoh% disokong oleh tekanan intraokular dari humor ak2aeus depan lensa" dan !adan .itreus !elakang lensa" sklera ditem!us oleh serat/serat saraf optik pada &$)in$ kri+r0%$ Kornea !agian tunika fi!rosa yang transparan, yang menonjol ke depan !ola mata tidak mengandung pem!uluh darah kaya akan ujung/ujung serat saraf kornea !erasal dari penonjolan tunika fi!rosa ke se!elah depan !ola mata% terdiri atas < lapisan : 0% (pitel kornea lanjutan dari konjungti.a, lapisan terluar, #epat menjadi aus dan digantikan oleh sel/sel yang terletak di !a2ahnya% epitel gepeng !erlapis B lapis" tanpa keratin Iat tanduk" mengandung !anyak ujung/ujung serat saraf !e!as 3% Mem!ran *o2man di !a2ah epitelA lapisan fi!rosa yang merupakan serat kolagen tipe 0 3% )troma kornea

( Hi%t0&0*i 2M$t$3
2embaca tentir ini se#agus melihat gambar) ter#ait di file masing'masing yah su"aya lebih 3elas4 organ fotosensoris yang melakukan transduksi dari impuls #ahaya menjadi impuls saraf adalah sel !atang dan keru#ut di retina% proses pem!entukan mata dimulai : minggu ke 4 em!rio% 3 sum!er pem!entukannya: 0% forebrain retina dan saraf optik 3% ektoderm lensa dan !e!erapa struktur pelengkap depan mata% 3% mesenkim lapisan !ola mata dan struktur yang !erkaitan dengan or!ita% 3 lapisan dinding !ola mata 0% Tunika fibrosa (lapis sklera-kornea) : lapisan luarA sklera dan kornea% 3% Tunika vaskularis (lapis uvea) : lapisan tengahA khoroid, !adan siliaris dan iris% 3% Tunika neuralis (lapis retina) lapisan dalamA retina%

lapisan yang paling te!al serat/serat kolagen tipe 0 yang tersusun paralel mem!entuk lamel sel/sel fi!ro!las terletak di antara serat/serat kolagen 4% Mem!ran Des#emet mem!ran dasar yang te!al tersusun dari serat/serat kolagen <% (ndotel kornea lapisan paling dalam tersusun dari epitel selapis gepeng atau ku!oid rendah sel/sel di epitel ts! o mensintesa protein yang mungkin diperlukan untuk memelihara mem!ran Des#ement o mempunyai !anyak .esikel o dindingnya mempunyai pompa Na, mengeluarkan kele!ihan ion/ion natrium ke dalam kamera okuli anterior% Ion/ion klorida dan air akan mengikuti se#ara pasif% Kele!ihan #airan di stroma diserap endotel, sehingga stroma tetap Nsedikit dehidrasiO kurang #airan", agar kualitas refraksi kornea tetap !aik% Kornea mem!uram !ila endotel kornea gagal mengeluarkan kele!ihan #airan ts!% Kornea P a.askular, nutrisi didapat dari pem!uluh darah perifer di dalam lim!us dan dari humor ak2eus di !agian tengah, se#ara difusi% 8im!us pertemuan antara tepian kornea dengan sklera luar: epitel konjungti.a !ul!i epitel !erlapis silindris" !a2ah: lamina propria !a2ahnya lagi: stroma jaringan ikat fi!rosa, mem!entuk taji sklera s#leral spur", anterior taji terdapat ruang tra!ekula tra!e#ular spa#es$ spa#e of 9ontana" , di atas tra!ekula terdapat suatu saluran le!ar dan panjang dise!ut kanal Schlemm%

Kanal )#hlemm pem!uluh !er!entuk #in#in yang melingkari mata tepat anterior dan eksternal skleral spur di luar di!atasi P jaringan sklera di dalam P lapisan jaringan tra!ekula 8umen P selapis sel endotel kanal ini akan meneruskan diri ke dalam pleksus sklera akhirnya !ermuara pada pleksus .ena sklera di !agian posterior taji sklera, pada korpus siliaris terdapat otot polos, muskulus siliaris untuk mengatur akomodasi mata"% T7NIK& 5&)K78')& $ 75(& 8%u.aPanggur", terdiri atas 3 : khoroid, !adan siliaris dan iris% Khoroid #horoid" jaringan penyam!ung jarang serat/serat kolagen dan elastin, sel/ sel fi!ro!las, pe)+u&u' d$r$' dan )e&$n0%it terdiri atas 4 lapisan : 0% (pikhoroid P terluar, serat kolagen dan elastin% 3% 8apisan pem!uluh P paling te!al, pem!uluh darah dan melanosit% 3% 8apisan koriokapile P terdiri atas pleksus kapiler, jaring/ jaring halus serat elastin dan kolagen, fi!ro!las dan melanosit, kapiler !erasal dari arteri khoroidalis, mensuplai nutrisi untuk !agian luar retina 4% 8amina elastika, !er!atasan dengan epitel pigmen retina, tersusun dari jaring/jaring elastik padat dan lapisan dalam lamina !asal yang homogen% *adan )iliaris Korpus siliaris" struktur melingkar yang menonjol ke dalam mata terletak di antara ora serrata dan lim!us merupakan perluasan lapisan khoroid ke arah depan disusun oleh jaringan penyam!ung jarang yang mengandung serat/serat elastin, pem!uluh darah dan melanosit Korpus siliaris mem!entuk tonjolan/tonjolan pendek prosessus siliaris" mun#ul !enang/!enang fi!rillin yang akan !erinsersi pada kapsula lensa zonula zinii"%

Korpus siliaris dilapisi oleh 3 lapis epitel ku!oid Lang luar : kaya pigmen dan merupakan lanjutan lapisan epitel pigmen retina Lang dalam: tidak !erpigmen, merupakan lanjutan lapisan reseptor retina, tetapi tidak sensitif terhadap #ahaya% )el/sel ini akan mengeluarkan #airan filtrasi plasma yang rendah protein ke dalam !ilik mata !elakang kamera okuli posterior" humor ak2eus% humor ak2eus mengalir dari !ilik mata !elakang kamera okuli posterior" mele2ati #elah pupil masuk ke dalam jaringan tra!ekula di dekat lim!us masuk ke dalam kanal )#hlemm !ilik mata depan kamera okuli anterior", humor ak2eus masuk ke pleksus sklera dan akhirnya !ermuara ke sistem .ena Korpus siliar mengandung 3 !erkas otot polos : muskulus siliaris% )atu !erkas karena orientasinya akan menarik khoroid mem!uka kanal )#hlemm untuk aliran humor ak2eus% Dua !erkas lain yang menempel pada skleral spur mengurangi tekanan pada Ionula Qinii sehingga lensa menjadi le!ih te!al dan kon.eks% 9ungsi ini dise!ut akomodasi% G&$uk0)$ : peningkatan tekanan intraokuler yang tinggi dan lama, karena kegagalan penyaluran humor ak2eus dari !ilik mata depan% *ila di!iarkan ke!utaaan Iris !agian yang paling depan dari lapisan u.ea mun#ul dari !adan siliar mem!entuk se!uah diafragma di depan lensa memisahkan !ilik mata depan dan !elakang ,elah di tengahnya: pupil Disusun oleh jaringan ikat longgar !erpigmen dan kaya pem!uluh darah Permukaan depan iris : !entuk tak teratur, lapisan pigmen tak lengkap dan sel/sel fi!ro!las% Permukaan posterior iris : halus, ditutupi oleh lanjutan 3 lapis epitel dari korpus siliaris

Permukaan yang menghadap ke arah lensa : !anyak sel/sel pigmen men#egah #ahaya melintas mele2ati iris, sehingga fokus mele2ati pupil% Pada iris : 3 jenis otot polos : otot dilatator dan sfingter/konstriktor pupil, yang mengu!ah diameter pupil% 'tot dilatator di tepi luar lingkaran iris, arah serat otot melintang, persarafan simpatis mele!arkan pupil% 'tot sfingter di tepi dalam lingkarang iris, arah serat otot sirkular, persarafan parasimpatis N% III" memperke#il pupil% 8ensa Mata lensa digantung ke korpus siliaris 5onula 6inii% 3 lapisan : kapsul lensa, epitel su!kapsul dan serat/serat lensa% ($p%u& &en%$ : lamina !asal, disusun oleh serat/serat kolagen tipe I5 dan glikoprotein, elastik, jernih dan kompak% Epite& %u+k$p%u& : hanya ada pada permukaan anterior lensa, tepat di !a2ah kapsul lensa, terdiri atas selapis sel ku!oid Di se!elah dalam epitel terdapat %er$t &en%$ ter!entuk dari sel/ sel yang kehilangan inti dan organel selnya, serat ini kemudian diisi dengan protein lensa kristalin #rystallins", ini akan meningkatkan indeK refraksi lensa% 8ensa sama sekali tidak mengandung pem!uluh darah Nutrisi dari humor ak2eus dan korpus .itreus% 8ensa !ersifat impermea!el, tetapi dapat ditem!us #ahaya dengan mudah% 8ensa mata orang tua sering mengalami kekeruhan katarak, se!a!: !ertumpuknya pigmen atau su!stansi lain dan keterpaparan sinar 75 !erle!ihan, sehingga protein di lensa !erdenaturasi% proses penuaan elastisitas lensa menurun, tidak dapat men#em!ung tidak dapat memfokuskan !ayangan !enda tepat di retina tidak dapat melihat jarak dekat pres!iopia% Korpus 5itreus suatu agar/agar jernih, mengisi ruang .itreus, antara lensa dan retina% disusun hampir seluruhnya oleh air EE@" dan mengandung elektrolit, serat/serat kolagen dan asam hialuronat melekat pada seluruh permukaan retina

!erfungsi untuk memelihara !entuk dan kekenyalan !ola mata% Di tengah nya ada sisa k$n$& 'i$&0ide$, yang semula mengandung arteri hialodea pada masa janin% 6uang/ruang mata 3 ruang mata : kamera okuli anterior dan posterior% Kamera okuli anterior : di!atasi di depan oleh kornea, di !elakang oleh lensa, iris dan !adan siliar, di lateralnya ada lim!us yang ditempati oleh tra!ekula tempat penyaluran humor ak2eus ke kanal s#hlemm"% Kamera okuli posterior : di!atasi di depan oleh iris, di !elakang oleh lensa dan Ionula Qinii, diperifer oleh prosessus siliaris% Kedua ruangan mata ini terisi oleh humor akweus, #airan en#er yang disekresi se!agian oleh epitel siliar dan oleh difusi dari kapiler dalam prosessus siliaris, mengandung materi yang dapat !erdifusi dari plasma darah, mengandung kadar protein rendah% +umor ak2eus disekresi kontinu ke kamera okuli posterior, mengalir ke ruang kamera okuli anterior melalui pupil dan disalurkan melalui jaringan tra!ekula ke dalam kanal )#hlemm% Keseim!angan sekresi dan pengeluaran !erim!ang tekanan J$/ 33 mm+g T7NIK& N(76&8I) 6(TIN&" merupakan lapisan terdalam !ola mata mengandung sel/sel fotoreseptor sel/sel !atang dan keru#ut" penonjolan keluar prosen#ephalon otak depan" Gelem!ung optik primer in.aginasi #angkir optik retina% Tangkai dari #angkir optik o"tic stal#" !erkem!ang saraf optikus opti# ner.e"% Dinding luar #angkir optik o"tic cu"" !erkem!ang lapisan pigmen luar Dinding dalam #angkir optik !erkem!ang saraf retina neural retina" empeng optik (optik disk): tempat keluar ner.us optikus )erat/serat saraf di daerah ini !ertumpuk mem!entuk papila nervus optikus Daerah ini tidak mengandung sel/sel fotoreseptor, tidak peka terhadap #ahaya, bintik buta (blind spot)% Pada papila ner.us optikus terdapat arteri dan .ena sentralis% arteri sentralis merupakan satu/satunya arteri !agi retina

)um!atan pada arteri ini ke!utaan yang menetap Pada !e!erapa indi.idu se!agian ke!utuhan darah retina juga disuplai dari arteri silioretina untuk makula% Penyum!atan arteri sentralis pada indi.idu ini mengaki!atkan kehilangan penglihatan perifer, karena makula tak terganggu% )araf optik !ukan merupakan saraf perifer tetapi suatu traktus sistem saraf pusat antara sel ganglion retina dan otak tengah (midbrain)% )araf ini !erjalan ke posterior ke kiasma optikus dan mengandung le!ih dari seri!u !erkas serat saraf !ermielin yang disokong oleh neuroglia astrosit" dan !ukan endoneurium% )elaput otak dan ruang su!arakhnoid melanjutkan diri dari otak se!agai sarung pem!ungkus saraf optik% Kira/kira 3,< mm lateral dari !intik !uta terdapat daerah !erpigmen kuning, !akula lutea (bintik kuning) (Gb-"#)% *agian tengah makula lutea : fovea sentralis (Gb-"#) : daerah penglihatan yang paling peka, hanya sel/sel keru#ut yang tersusun rapat dan !erukuran le!ih panjang di!andingkan yang di perifer retina% Karena tidak ada lapisan dalam retina, pada daerah ini terjadi ke#ekungan% 6etina optikal atau neural melapisi khoroid mulai dari papila saraf optik di !agian posterior hingga ora serrata di anterior% 0; lapisan retina dari luar ke dalam G!/03 dan 04": (pitel pigmen, 8apisan !atang dan keru#ut, Mem!ran limitans luar, 8apisan inti luar, 8apisan pleksiform luar, 8apisan inti dalam, 8apisan pleksiform dalam, 8apisan sel ganglion, 8apisan serat saraf, Mem!ran limitans dalam% Epite& pi*)en : lapisan sel poligonal teratur, !entuk selnya le!ih gepeng, inti sel ku!oid, sitoplasmanya kaya !utir/!utir melanin% 9ungsi epitel pigmen adalah Menyerap #ahaya dan men#egah terjadinya pemantulan% *erperan dalam nutrisi fotoreseptor Penim!unan dan dan pelepasan .itamin & *erperan dalam proses pem!entukan rhodopsin L$pi%$n +$t$n* d$n keru=ut mengandung 3 jenis sel fotoreseptor : %e& +$t$n* d$n %e& keru=ut%

Sel batang : ramping, segmen luar silindris, 3? mikrometer, ada fotopigmen rhodopsin, ada segmen dalam yang sedikit le!ih panjang 33 mikrometer"% Inti selnya di dalam lapisan inti luar% 7jung segmen luar tertanam dalam% epitel pigmen% )egmen luar dan dalam dihu!ungkan oleh suatu leher yang sempit% Dengan mikroskop ele#tron segmen luar tampak mengandung !anyak lamel-lamel membran, diameter seragam dan tersusun seperti tumpukan kue dadar% )el !atang ini di se!elah dalam mem!entuk suatu simpul akhir yang menge#il pada !agian akhirnya pada lapisan pleksiform luar yang dise!ut sferul batang (rod spherule)% )el !atang terakti.asi dengan caha$a redup (dim light) sangat sensitive terhadap caha$a% )el ini dapat menghasilkan suatu sinyal dari satu photon #ahaya% Tetapi sel ini tidak dapat menghasilkan sinyal dalam #ahaya terang !right light" dan juga tidak peka terhadap 2arna% ,ahaya diserap ke dalam retina oleh r'0d0p%in, protein yang tersusun dari opsin (protein transmembran) $ang terikat pada aldehida vitamin % kemudian terjadi isomerisasi rhodopsin dan memisahkan opsin dari ikatannya dengan aldehida .itamin & menjadi opsin bentuk aktif kemudian opsin memfasilitasi pengikatan guanosin triphosphate GTP" dengan protein transdu#in GTP mengaktifkan ensim c$clic guanosin monophosphate phosphodiesterase Rensim pem!entuk senya2a #y#li# guanosin monophosphate #GMP"S #GMP !erperan dalam pem!ukaan kanal Na di dalam plasmalema sel !atang masuknya natrium dari segmen luar menuju segmen dalam sel !atang hiperpolarisasi di segmen dalam sel !atang merangsang dilepaskannya neurotransmitter dari sel !atang menuju ke sel !ipolar sel !ipolar mengu!ah rangsang kimia2i menjadi impuls listrik yang akan diteruskan menuju ke sel ganglion untuk selanjutnya dikirim ke otak% )truktur sel kerucut mirip dengan sel !atang tetapi : segmen luar yang menge#il dan mem!esar ke arah segmen dalam serta di se!elah dalam mele!ar pada !agian akhirnya pada lapisan pleksiform luar mem!entuk kaki kerucut (cone pedicle)%

Inti sel keru#ut le!ih !esar di!andingkan dengan sel !atang% )el keru#ut : sel fotoreseptor yang peka terhadap 2arna, terakti.asi dengan caha$a terang (bright light) dan menghasilkan akti.itas .isual yang le!ih !esar di!anding sel !atang% &da 3 jenis sel keru#ut yang masing/masing mengandung pigmen iodopsin yang !er!eda% )etiap jenis iodopsin mempunyai sensiti.itas tertentu terhadap warna merah, biru dan hi&au !embran limitans luar : rangkaian kompleks tautan antara sel !atang, sel keru#ut, dan sel Muller% apisan inti luar : lapisan yang terdiri atas inti/inti sel !atang dan keru#ut !ersama !adan selnya% apisan pleksiform luar di!entuk oleh akson sel !atang dan keru#ut !ersama dendrit sel !ipolar dan sel horiIontal yang saling !ersinaps% apisan inti dalam di!entuk oleh inti/inti dan !adan sel bipolar, sel horizontal, sel amakrin, dan sel !uller' Se& +ip0&$r dapat mempunyai dendrit yang panjang atau pendek% &ksonnya lurus dan !erjalan .ertikal ke dalam lapisan pleksiform dalam di sini !erhu!ungan dengan dendrit sel ganglion% Se& '0riC0nt$& mempunyai !adan sel yang le!ih !esar daripada sel !ipolar% Dendritnya !erakhir dalam keranjang !er!entuk #angkir disekeliling sejumlah !esar kaki keru#ut% Se& $)$krin terletak pada !aris kedua atau ketiga se!elah dalam lapisan inti dalam% *entuknya seperti !uah pir dengan se!uah tonjolan yang !erjalan ke arah dalam untuk !erakhir pada lapisan pleksiform dalam% Se& Mu&&er dise!ut juga gliosit retina, !erukuran raksasa dengan intinya terletak pada lapisan inti dalam% Dari !adan sel, juluran sitoplasma yang panjang dan tipis meluas ke mem!ran limitans luar dan dalam% apisan pleksiform dalam di!entuk oleh sinaps antara sel !ipolar, amakrin, dan sel ganglion% apisan ganglion di!entuk oleh !adan dan inti sel ganglion% )el ganglion merupakan sel yang !esar, sangat mirip dengan neuron pada otak dengan suatu massa terdiri dari materi kromofil !adan Nissl" dalam !adan sel% &kson sel ganglion mem!entuk serat saraf optik% &ksonnya tak pernah !er#a!ang% apisan serat saraf optikus di!entuk oleh akson sel ganglion%

!embran limitans dalam : mem!rana !asalis sel Muller yang memisahkan retina dari korpus .itreum% Medi$ Refr$k%i Media refraksi < !angunan transparan yang harus dilalui !erkas #ahaya untuk men#apai retina% Komponen < kornea, kamera okuli anterior, kamera okuli posterior, lensa, !adan .itreus% ORGAN TAM.AHAN MATA< kelopak mata, konjungti.a, kelenjar lakrimal% *ola mata terletak di dalam rongga tulang yang mem!uka ke anterior% ,elah ini ditutup oleh kelopak mata atas dan !a2ah yang !ila saling mendekat akan !ertemu di fissura palpe!ra% Konjungti.a akan melipat dari !agian tepi kornea untuk melapisi permukaan dalam kelopak mata% 8ipatan ini dise!ut forniks superior dan inferior% (e&0p$k M$t$ terdiri atas lempeng penyokong di !agian tengah yang terdiri dari jaringan ikat dan otot rangka yang diliputi kulit di !agian luar dan suatu mem!ran mukosa di dalam% Kulit di !agian depan merupakan kulit tipis dengan ram!ut ke#il, kelenjar keringat, kelenjar se!asea dan suatu dermis yang terdiri dari jaringan ikat halus yang !anyak serat elastin% Dermis le!ih padat pada tepi kelopak mata dan disini mengandung tiga atau empat !aris ram!ut panjang yang kaku dise!ut !ulu mata, yang menem!us dalam ke dermis% Di antara dan se!elah !elakang !ulu mata terdapat kelenjar apokrin yang saluran keluarnya !ermuara pada folikel !ulu mata dise!ut ke&en9$r M0&&4 Di !a2ah kulit terdapat lapisan otot lingkar mata (muskulus orbikularis okuli) yang merupakan otot rangka% *agian atau !erkas serat otot ini yang !erada di !elakang saluran keluar kelenjar Mei!om dise!ut muskulus siliaris (iolani% Di !agian tengah palpe!ra, ada jaringan ikat fi!rosa yang menjadi kerangka kelopak mata : tarsus% Tarsus ini te!al pada pangkal kelopak mata dan makin ke ujung makin semakin sempit% Di dalam tarsus terdapat untaian kelenjar se!asea : kelen&ar !eibom yang !ermuara !ersama ke dalam satu saluran keluar dan tidak !erhu!ungan dengan folikel ram!ut%

(pitel konjungti.a makin ke pangkal makin tinggi dan di dalam forniks terdapat lipatan mukosa% (0n9un*ti>$ Merupakan mem!ran mukosa jernih yang melapisi permukaan dalam kelopak mata (kon&ungtiva palpebra) dan menutupi permukaan sklera pada !agian depan !ola mata kon&ungtiva bulbi"% disusun oleh epitel !erlapis silindris !ersel go!let yang terletak di atas suatu lamina !asal dan lamina propia yang terdiri atas jaringan ikat longgar% )ekret sel/sel go!let ikut menyusun tirai air mata yang !erfungsi se!agai pelumas dan pelindung epitel mata !agian depan% Pada lim!us, tempat !era2alnya kornea, konjungti.a melanjutkan diri se!agai epitel kornea !erlapis gepeng kornea dan tidak mengandung sel go!let% (0n9un*ti>iti% : peradangan konjungti.a, menjadi hiperemis merah" dan sekret yang !anyak, dise!a!kan oleh !akteri, .irus, alergen atau parasit/parasit lainnya% (e&en9$r L$kri)$& terutama terletak pada sudut superolateral rongga mata 7kurannya se!esar kenari, tu!uloasinar dan serosa, dengan sel mioepitel yang menyolok% 8o!us kelenjar terpisah, men#urahkan isinya melalui 0;/0< saluran keluar ke dalam !agian lateral forniks superior konjungti.a% Cuga ditemukan !anyak kelenjar lakrimal tam!ahan$ assesoris dalam lamina propria kelopak mata atas dan !a2ah% %ir mata mengandung !anyak air dan lisosim suatu Iat anti !akteri !erfungsi memelihara epitel konjungti.a tetap lem!a! kedipan kelopak mata akan menye!a!kan air mata terse!ar di atas kornea seperti 2iper pada ka#a mo!il dan !erguna untuk mengeluarkan !enda asing seperti partikel de!u% Penguapan air mata yang !erle!ihan di#egah oleh suatu lapisan/film mukus dari sel go!let konjungti.a tarsal" di atas film air dan min$ak dari kelenjar mei!om"% &ir mata disapukan ke arah medial dan kele!ihannya memasuki pungta lakrimal (lacrimal puncta) yang terletak disetiap sudut

medial palpe!ra superior dan inferior air mata kemudian masuk ke kanalikuli lakrimal (lacrimal canaliculi) , masuk sakus lakrimal% Dinding kanalikuli lakrimal tersusun oleh epitel !ertingkat silindris !ersilia% )akus lakrimalis merupakan !agian superior duktus nasolakrimalis yang mele!ar% &ir mata kemudian masuk ke duktus nasolakrimal yang juga dilapisi epitel !ertingkat silindris !ersilia air mata kemudian dikeluarkan ke meatus inferior yang terletak di dasar rongga hidung% TELINGA 9ungsi telinga !erhu!ungan dengan keseim!angan dan pendengaran% Telinga terdiri atas 3 !agian yaitu telinga luar, tengah dan dalam% )e#ara histologi, telinga terdiri atas !agian tulang dan mem!ran% Telinga terletak pada pars perosus tulang timpani% Te&in*$ Lu$r Telinga luar terdiri atas d$un te&in*$ 2$uri=&e8pinn$35 &i$n* te&in*$ &u$r 2)e$tu% $==u% ti=u% e1ternu%3 d$n *end$n* te&in*$ 2)e)+r$n ti)p$ni3 7ambar telinga dan 3alur gelombang suara di telinga luar tengah dan dalam4

Auriku&$ 2pinn$3 terdiri atas suatu lempeng yang tak teratur di tulang ra2an elastis, yang ditutupi se#ara erat oleh kulit di semua sisinya% Me$tu% $udit0riu% ek%ternu% merupakan saluran yang agak gepeng dari permukaan sampai ke dalam tulang temporalis% *atas dalamnya adalah mem!ran timpani% )uatu epitel !erlapis skuamosa yang !erlanjut dari kulit, melapisi saluran ini% Terdapat folikel ram!ut, kelenjar se!asea, dan ke&en9$r %eru)in0%$ sejenis modifikasi kelenjar keringat" di dalam su!mukosa% Kelenjar seruminosa adalah kelenjar tu!ular !ergelung yang menghasilkan serumenTatau UlilinU telingaT#ampuran lemak

dan lilin yang semisolid dan !er2arna ke#oklatan% 6am!ut dan serumen memiliki fungsi protektif% Dinding meatus auditorius eksternus ditunjang tulang ra2an elastis di sepertiga !agian luar, sedangkan tulang temporalis menyokong !agian dalam saluran ini% 7jung !agian dalam meatus auditorius eksternus ditutupi suatu mem!ran lonjong, yaitu )e)+r$n ti)p$ni gendang telinga"% Permukaan luarnya dilapisi epidermis tipis dan permukaan dalamnya dilapisi epitel selapis ku!oid, yang menyatu dengan lapisan rongga timpani% Di antara kedua lapisan epitel terse!ut terdapat lapisan jaringan ikat kasar yang terdiri atas serat/serat kolagen dan elastin dan fi!ro!las% Mem!ran timpani adalah !angunan yang meneruskan gelom!ang suara ke tulang/tulang pendengaran di telinga tengah% Te&in*$ Ten*$' Telinga tengah, atau rongga timpani, adalah ruang tak teratur yang !erada di dalam tulang temporalis di antara mem!ran timpani dan permukaan tulang telinga dalam% Di se!elah anterior, ruang ini !erhu!ungan dengan faring melalui tu+$ $udit0riu% 2tu+$ eu%t$='ii3 dan di se!elah posterior, !erhu!ungan dengan rongga prosesus mastoid yang !erisikan udara di tulang temporal% Telinga tengah dilapisi epitel selapis gepeng yang !erada di atas lamina propria tipis, yang melekat erat pada periosteum di !a2ahnya% Di dekat tu!a auditorius dan !agian dalamnya, epitel selapis yang melapisi telinga tengah se#ara !erangsur !eru!ah menjadi epitel !ertingkat silindris !ersilia% Meskipun dinding tu!a umumnya kolaps, tu!a akan ter!uka selama proses menelan, yang menyeim!angkan tekanan udara di dalam telinga tengah dengan tekanan atmosfer% Pada dinding tulang telinga tengah !agian medial terdapat 3 area segi empat !erlapis mem!ran dan tak !ertulangA area/area ini adalah tin*k$p &0n90n* dan tin*k$p +und$r4

Mem!ran timpani !erhu!ungan dengan tingkap lonjong melalui sederetan 3 tulang ke#il, tu&$n* tu&$n* penden*$r$n/ )$&eu%5 inku%5 dan %t$pe%Tyang meneruskan getaran mekanis yang dihasilkan dimem!ran timpani ke telinga dalam% Maleus menempel di mem!ran timpani dan stapes melekat pada mem!rane tingkap lonjong% Tulang/tulang ini memiliki sendi syno.ial dan, ditutupi epitel selapis gepeng% Di telinga tengah terdapat 3 otot ke#il yang !erinsersi di maleus dan stapes% Kedua otot terse!ut !erfungsi mengatur konduksi suara%

Te&in*$ D$&$) Telinga dalam terdiri atas 3 la!irin4 L$+irin tu&$n* oseosa" terdiri atas sejumlah ruangan di dalam pars petrosa tulang temporal yang dihuni &$+irin )e)+r$n0%$% 8a!irin mem!ranosa merupakan sejumlah rongga !erlapis epitel yang kontinu dan !erasal dari ektoderm% 8a!irin ini !erasal dari .esikel auditorius yang !erkem!ang dari ektoderm !agian lateral kepala em!rio% )elama perkem!angan em!rio, .esikel ini melekuk ke dalam jaringan ikat di !a2ahnya, melepas kontak dengan ektoderm sefalik, dan masuk ke !agian dalam !akal tulang temporal% )elama proses terse!ut !erlangsung, .esikel ini mengalami sejumlah peru!ahan !entuk yang rumit, dan menghasilkan 3 daerah khusus di la!irin mem!ranosa: utriku&u% dan %$ku&u%4 Duktu% %e)i%irku&$ri% mun#ul dari utrikulus, sedangkan duktu% k0k&e$ri% yang rumit ter!entuk dari sakulus% Di setiap daerah terse!ut, epitel pelapisnya menjadi epitel khusus yang mem!entuk struktur sensorik seperti )$ku&$ di utrikulus dan sakulus, kri%t$ duktus semisirkularis, dan 0r*$n C0rti di duktus koklearis%

L$+irin tu&$n* terdiri atas rongga/rongga di tulang temporalis% Terdapat rongga sentral yang tak teratur, yakni >e%ti+u&u)5 yang !erisi sakulus dan utrikulus% Di !elakang struktur ini, terdapat 3 k$n$&i% %e)i%irku&$ri% yang !erisi duktus semisirkularisA k0k&e$ anterolateral mengandung duktus koklearis% Koklea, dengan panjang total sekitar 3< mm, mem!entuk dua/ setengah putaran yang mengelilingi !agian pusat tulang yang dikenal se!agai )0di0&u%4 Modiolus memiliki #elah/#elah dengan pem!uluh darah dan !adan/!adan sel serta #a!ang ner.us akustikus dari ner.us kranialis ke/? ganglion spiralis"% Dari !agian lateral modiolus terjulur suatu ra!ung tipis, yakni &$)in$ %pir$&i% 0%e0%$4 )truktur ini meluas le!ihjauh ke koklea di !agian !asal daripada perluasannya di !agian apeks% 8a!irin tulang !erisikan peri&i)f dengan komposisi ion yang serupa dengan komposisi #airan ekstrasel di tempat lain, namun kandungan proteinya sangat rendah% 8a!irin mem!ranosa mengandung end0&i)f5 yang ditandai dengan rendahnya kandungan natrium dan tingginya kandungan kalium% Konsentrasi protein endolimf juga ke#il%

)&K787)

dan 7T6IK787)

)akulus dan utrikulus terdiri atas lem!aran/lem!aran tipis jaringan ikat yang dilapisi epitel selapis gepeng% 8a!irin mem!ranosa melekat pada periosteum la!irin oseosa melalui !erkas/!erkas halus jaringan ikat yang juga mengandung pem!uluh darah untuk nutrisi epitel la!irin mem!ranosa% Pada dinding sakulus dan utrikulus terdapat daerah/daerah ke#il dengan sel/sel neuroepitel yang telah !erkem!ang, yaitu )$ku&$5 yang disarafi oleh #a!ang/#a!ang ner.us .esti!ularis% Makula sakulus terletak di dasar, sedangkan makula utrikulus terdapat di dinding lateral sehingga kedua makula saling tegak lurus% Makula pada kedua lokasi terse!ut memiliki struktur histologis dasar yang sama%

7ambar stru#tur ma#ula Kedua makula ini terdiri atas pene!alan dinding dan memiliki 3 jenis sel reseptor, !e!erapa sel penyokong, dan ujung/ujung sarafaferen dan eferen% )el reseptor 2%e& r$)+ut3 ditandai

L$+irin Me)+r$n0%$

dengan 4;/?; stereosilia kaku dan panjang, yang se!enarnya adalah mikro.ili yang sangat khusus, dan satu silium% )tereosilia tersusun dalam deretan yang makin panjang, dan yang terpanjangTsekitar 0;; pmTterletak paling dekat dengan silium% )ilium memiliki !adan !asal dan susunan mikrotu!ulus E J 3 di !agian proksimal, namun kedua mikrotu!ulus pusat segera menghilang% )ilium ini !iasanya dise!ut kinosilium, namun tidak dapat !ergerak% Terdapat dua jenis sel ram!ut, yang dikenali dari !entuk iner.asi aferennya% )el tipe I memiliki ujung !esar !er!entuk mangkuk yang mengelilingi se!agian !esar dasar sel, sedangkan sel tipe II memiliki !anyak ujung aferen% Kedua jenis sel ini memiliki ujung eferen yang !ersifat inhi!itorik% )el penyokong di antara sel/sel ram!ut !er!entuk silindris, dengan mikro.ili di permukaan apikalnya% Neuroepitel ini ditutupi lapisan gelatinosa te!al, yang disekresi oleh sel/sel penyokong, dengan endapan kristal di permukaan yang terutama terdiri atas kalsium kar!onat dan dise!ut 0t0&it5 atau 0t0k0ni$% D7KT7) )(MI)I6K78&6I) Duktus semisirkularis memiliki !entuk umum yang serupa dengan !agian/!agian lain di la!irin oseosa% Daerah reseptor di dalam ampulanya !er!entuk mirip ra!ung panjang dan dise!ut kri%t$ $)pu&$ri%4 6a!ung ini tegak lurus terhadap sum!u panjang duktus% Krista se#ara struktural serupa dengan makula, namun lapisan

glikoproteinnya le!ih te!alA lapisan ini !er!entuk keru#ut yang dise!ut kupu&$ dan tidak ditutupi otolit% Kupula menjulur dan melintasi ampula, dan !erkontak dengan dinding ampula di hadapannya% 7ambar #rista am"ularis
D7KT7)

dan )&K7) (ND'8IM9&TIK7)

*agian a2al duktus endolimfatikus dilapisi epitel selapis gepeng% Makin mendekati sakus endolimfatikus, epitel duktus ini se#ara !erangsur !eru!ah menjadi epitel silindris tinggi yang terdiri atas 3 jenis sel: salah satu jenis memiliki mikro.ili pada permukaan apikalnya dan !anyak .esikel pinositotik serta .akuol% &da anggapan !ah2a sel/sel ini !erfungsi untuk menga!sor!si endolimf dan mengendositosis materi asing dan sisa/sisa sel yang mungkin terdapat dalam endolimf% D7KT7) K'K8(&6I) Duktus koklearis, yakni suatu di.ertikulum sakulus, sangat dikhususkan se!agai reseptor suara% Panjangnya sekitar 3< mm dan dikelilingi ruang perilimfatik khusus% *ila diamati pada sediaan histologi, koklea di la!irin oseosa" tampak ter!agi menjadi 3 ruangan: %k$&$ >e%ti+u&e atas", %k$&$ )edi$ duktus koklearis" di tengah, dan %k$&$ ti)p$ni% Duktus koklearis yang mengandung endolimf, !erakhir di apeks koklea% Kedua skala lain mengandung perilimf dan se!enarnya merupakan satu ta!ung panjang, yang !era2al di tin*k$p &0n90n* dan !erakhir di tin*k$p +und$r liat gam!ar pertama"% )kala/skala ini !erhu!ungan di apeks koklea melalui suatu muara yang dikenal se!agai 'e&ik0tre)$4

Duktus koklearis memiliki struktur histologi !erikut:

Me)+r$n >e%ti+u&$ri% 2Me)+r$n Rei%%ner3 terdiri atas 3 lapisan epitel gepeng, satu lapisan !erasal dari skala media dan yang lain !erasal dari lapisan skala .esti!uli% )el/sel kedua lapisan disatukan oleh taut erat luas yang mem!antu mempertahankan tingginya gradien ion pada mem!ran ini% Stri$ >$%ku&$ri% merupakan epitel .askular yang tak !iasa dan terietak pada dinding lateral duktus koklearis% )tria ini terdiri atas sel/sel dengan !anyak lipatan mem!ran plasma yang dalam, tempat sejumlah !esar mitokondria dijumpai% ,iri ini menunjukkan !ah2a sel/sel ini merupakan sel pentranspor ion dan air, dan se#ara umum diyakini !ah2a sel stria !ertanggungja2a! atas komposisi ion di endolimf% )truktur telinga !agian dalam yang mengandung reseptor auditori khusus dise!ut 0r*$n C0rtiD organ ini mengandung sel ram!ut yang !erespons terhadap !er!agai frekuensi suara% 'rgan ,orti terietak pada lapisan su!stansi dasar te!alTyakni )e)+r$n +$%i&$ri%4 )el penyokong dan 3 jenis sel ram!ut dapat dikenali% Tiga sampai lima !aris %e& r$)+ut &u$r dapat dilihat, !ergantung pada jarak dari dasar organ, dan terdapat satu !aris %e& r$)+ut d$&$)4 ,iri paling khas dari sel/sel ini adalah !arisan stereosilia yang !er!entuk/F sel ram!ut luar" atau linear sel ram!ut dalam"% Terdapat !adan !asal di dekat sitoplasma stereosilia yang tertinggi% *er!eda dari reseptor .esti!ular, kinosilium tak dijumpai% Tak adanya kinosilia mem!erikan !entuk simetri pada sel ram!ut yang penting untuk proses transduksi sensorik% 7ambar organ Corti

7ambar Stru#tur Ko#lea

7jung stereosilia tertinggi dari sel ram!ut luar, ter!enam di dalam )e)+r$n$ tekt0ri$5 yakni suatu sekret yang kaya akan glikoprotein dari sel/sel tertentu di lim!us spiralis% )el/sel pilar !anyak mengandung mikrotu!ulus yang mem!eri kekakuan pada sel/sel ini% )el terse!ut mem!entuk ruang segitiga antara

sel ram!ut luar dan dalamTyakni ter0:0n*$n d$&$)% )truktur ini penting untuk transduksi suara% )el ram!ut luar dan dalam mempunyai ujung saraf aferen dan eferen% Meskipun sel ram!ut dalam memiliki le!ih !anyak iner.asi aferen, per!edaan fungsional terse!ut tidak jelas% *adan sel dari neuron aferen !ipolar di organ ,orti terletak di pusat modiolus yang !ertulang dan mem!entuk ganglion spiralis% Hi%t0fi%i0&0*i Te&in*$ D$&$)
97NG)I 5()TI*78&6

orientasi dalam ruangan dan keseim!angan atau ekuili!rium%


97NG)I &7DIT'6I7)

!erperan

mempertahankan

Peningkatan atau pengurangan ke#epatan pergerakan sirkularT akselerasi atau deselerasi angularTmenim!ulkan aliran #airan di duktus semisirkularis se!agai aki!at sifat inersia endolimf% +al ini menginduksi gerakan terkait dari kupula di atas krista ampularis dan !eraki!at melengkungnya stereosilia pada sel/sel sensorik% Pengukuran impuls listrik di sepanjang sera!ut saraf .esti!ular menunjukkan !ah2a pergerakan kupula ke arah kinosilia menim!ulkan eksitasi reseptor, yang disertai potensial aksi di sera!ut saraf .esti!ular% Gerakan dalam arah !erla2anan mengham!at akti.itas neuron% *ila gerakan yang seragam terjadi lagi, akselerasi akan terhentiA kupula kem!ali ke posisi normalnyaA dan eksitasi atau inhi!isi reseptor tidak terjadi lagi% Duktus semisirkularis !erespons terhadap p#rpindahan #airan dan karenanya, juga !erespons terhadap posisi tu!uh setelah tim!ulnya akselerasi angular% Makula sakulus dan utrikulus !erespons terhadap akselerasi linear% Karena densitasnya yang lo!ih tinggi, otolit !erpindah tempat !ila posisi kepala !eru!ah% Perpindahan ini diteruskan ke sel ram!ut di !a2ahnya melalui mem!ran otolit gelatinosa% Peru!a!an !entuk stereosilia sel ram!ut mem!angkitkan potensial aksi yang di!a2a ke susunan saraf pusat oleh #a!ang .esti!ular ner.us kranialis kedelapan% Cadi, makula sensitif terhadap kekuatan gaya !erat pada otolit% &paratus .esti!ular penting untuk menafsirkan gerakan dan

Gelom!ang suara yang ti!a di mem!ran timpani menggerakkan tulang/tulang pendengaran% Per!edaan yang !esar dari luas mem!ran timpani dan tempat perlekatan stapes menjamin transmisi pergerakan mekanik se#ara efisien dari udara ke #airan telinga dalam% Dua otot rangka terdapat pada telinga tengahT mus#ulus ten%0r ti)p$ni yang melekat pada maleus" dan mus#ulus %t$pediu% yang melekat pada stapes"% )uara keras menim!ulkan kontraksi refleks otot/otot ini, yang mem!atasi pergerakan mem!ran timpani dan stapesA hal ini mem!antu men#egah tim!ulnya kerusakan pada telinga dalam% &kan tetapi, refleks ini terlalu lam!at untuk melindungi kita dari suara keras yang tim!ul mendadak, seperti pada letusan senapan% Gelom!ang suara adalah gelom!ang memanjang, dengan fase k0)pre%i dan r$ref$k%i4 9ase kompresi menim!ulkan pergerakan stapes ke dalam% Karena #airan telinga dalam hampir tak dapat dimampatkan, peru!ahan tekanan diteruskan melalui mem!ran .esti!ular dan mem!ran !asilaris, dan menye!a!kan defleksi kedua mem!ran ke !a2ah ke arah skala timpani% Peru!ahan tekanan ini juga menye!a!kan penutup tingkap !undar menonjol ke luar sehingga tekanan menjadi !erkurang% Karena ujung/ujung sel pilar mem!entuk sema#am pasak sum!u", defleksi mem!ran !asilaris ke !a2ah dikon.ersi menjadi penekukan stereosilia sel ram!ut ke lateral terhadap mem!rana tektoria% 7jung/ujung stereosilia terdefleksi ke arah modiolus dan menjauhi !adan !asal% Pada fase rarefaksi gelom!ang suara, semua proses terse!ut menjadi ter!alik% )tapes !ergerak ke luar, mem!ran !asilaris !ergerak ke atas ke arah skala .esti!uli, dan stereosilia sel ram!ut menekuk ke arah stria .askularis dan !adan !asal% Defleksi dalam arah ini mem!angkitkan potensial depolarisasi di sel ram!ut, dan

menye!a!kan pelepasan neurotransmiter yang sifat kimia2inya !elum jelas" yang menye!a!kan produksi potensial aksi di neuron !ipolar ganglion spiralis 2ek%it$%i34 Diskriminasi antar frekuensi suara didasarkan pada respons mem!ran !asilaris% Mem!ran !erespons terhadap frekuensi suara dengan !er!agai perpindahan di !er!agai tempat di sepanjang mem!ran terse!ut% 9rekuensi tinggi terdeteksi di ujung !asal mem!ran, sedangkan frekuensi rendah terdeteksi di apeks organ ,orti% 8okalisasi tonotopik ini dapat !erkorelasi dengan le!ar dan kekakuan mem!ran !asilaris% *agian mem!ran !asilaris yang sempit dan le!ih kaku di !agian !asal, !erespon paling !aik terhadap suara !erfrekuensi tinggi% INDERA PENGHIDU DAN PENGECAP A4 PENGHIDU RESEPTOR

longgar% 8apisan ini mengandung akson sel olfaktorius, pem!uluh darah dan ke&en9$r 0&f$kt0riu% dikenal se!agai ke&en9$r .0:)$n" yang menghasilkan sekret serosa% )el olfaktoria merupakan sel saraf !ipolar termodifikasi% *agian ujung dendrit mengalami penggem!ungan yang dikenal se!agai .esikel olfaktorius% 5esikel olfaktorius ini mempunyai >/? silia yang panjang dan tidak !ergerak% )ilia ini ter!enam di dalam lapisan lendir yang menyelimuti permukaan lapisan epitel% &kson dari sel olfaktorius akan !erjalan menem!us lamina propia untuk !erga!ung dengan akson dari sel olfaktorius lainnya mem!entuk !erkas !undle" serat saraf% *erkas saraf ini akan !erjalan melintasi lempeng kri!iformis ,ri!iform plate" pada atap rongga hidung untuk !ersinap dengan sel saraf kedua pada !ul!us olfaktorius% &kson dari sel saraf kedua pada !ul!us olfaktorius ini kemudian akan !erjalan ke korteks olfaktorius, hipothalamus dan !agian lim!ik sistim melalui traktus olfaktorius% *adan sel olfaktorius ini mempunyai inti yang !ulat dan le!ih dekat ke arah lamina !asal daripada ke .esikel olfaktorius% )itoplasmanya mengandung struktur/struktur yang sama dengan sel saraf lainnya% Se& pen-0k0n* merupakan sel/sel !er!entuk silindris, !erukuran <;/>; um dan mempunyai mikro.ili pada permukaannya% Intinya !er!entuk !ulat terletak pada 0$3 apikal sel% )itoplasma !agian apikalnya mempunyai granula yang mengandung pigmen !e2arna kekuningan% &danya pigmen kekuningan ini menye!a!kan epitel olfaktorius% tampak !e2arna kekuningan pada keadaan hidup% 9ungsi sel ini adalah untuk menyokong, mem!eri nutrisi dan insulator listrik !agi sel olfaktorius%

)ensasi !au yang dikenal se!agai N'lfa#tionO dilakukan oleh organ penghidu yang terletak di dalam rongga hidung pada !agian atap rongga hidung, !agian atas septum nasi dan pada konka nasalis superior tulang etmoidalis% 'rgan penghidu ini terdiri atas dua lapisan: 0% Epite& 0&f$kt0riu% yang terdiri atas sel reseptor penghidu %e& 0&f$kt0riu%35 %e& pen-0k0n* 2%e& %u%tent$ku&$r3 d$n %e& +$%$&% (pitel ini pada keadaan hidup tampak !e2arna kekuningan% 3% L$)in$ pr0pri$ merupakan lapisan yang terdapat di !a2ah epitel olfaktorius dan disusun oleh jaringan ikat

Se& +$%$& merupakan sel ke#il, !asofilik, !er!entuk piramid yang !agian apikalnya tidak men#apai permukaan epitel% Inti sel

terletak le!ih ke arah !asal% )el !asal diyakini se!agai sel induk stem #ells" untuk sel olfaktorius dan sel sustentakular%

lidah dan !agian faring dan laring yang terletak didekatnya% 6eseptor penge#ap dan sel/sel epitel yang khas mem!entuk struktur sensoris yang dikenal se!agai kun=up ke=$p taste !ud"% Kun#up ke#ap merupakan organ sensoris intraepitel yang !erfungsi dalam persepsi rasa% Permukaan lidah dan !agian !elakang rongga mulut mengandung kira/kira 3;;; kun#up ke#ap% Kun#up ke#ap merupakan organ !er!entuk !ulat, le!ih pu#at di!andingkan dengan epitel disekitarnya% )etiap kun#up ke#ap terdiri atas 4; reseptor penge#ap !er!entuk silindris yang dikenal se!agai sel penge#ap gustatory #ells" dan sel/sel penyokong% Pada !agian ujung sel ke#ap yang menyempit terdapat mikro.ili, yang dikenal se!agai ram!ut penge#ap taste hairs" yang !erjalan menuju permukaan lidah melalui lu!ang penge#ap taste pore"% &da 4 ma#am sel penge#ap yaitu sel !asal !asal #ell, sel tipe I5", sel gelap dark #ell, sel tipe I", sel terang light #ell, sel tipe II", dan sel pertengahan intermediate #ell, sel tipe III"% )el !asal diyakini merupakan sel a2al yang akan !eru!ah menjadi sel gelap yang kemudian menjadi matang se!agai sel terang, lalu !eru!ah menjadi sel pertengahan dan akhirnya akan mati% )erat/ serat saraf akan masuk kedalam kun#up ke#ap dan !ersinap dengan sel tipe I, II dan III% Di !a2ah mikroskop #ahaya kun#up nampak se!agai struktur mirip irisan !a2ang dengan sel/sel yang tersusun mirip lapisan/ lapisan pada !a2ang yang di!elah tegak lurus melalui dasarnya%

7ambaran s#ematis sel'sel "ada organ "enghidu .4 RESEPTOR PENGECAP

7ambaran lidah

histologis

Indera penge#ap mem!erikan informasi kepada kita tentang makanan dan minuman yang kita konsumsi% 6eseptor penge#ap terletak pada permukaan atas

*adan akhir serat saraf sensoris ini terdiri atas 3 ma#am sel yaitu sel penge#ap dan sel penyokong yang keduanya !er!entuk gelendong langsing% )el ini #ukup panjang sehingga tingginya hampir sama dengan te!al epitel% )el penyokong le!ih gemuk dan intinya !erkromatin halus sedangkan sel penge#ap le!ih langsing, intinya gepeng panjang dan !erkromatin padat% Pada ujung yang menghadap permukaan !iasanya tampak !erjum!ai yang terdiri atas ram!ut/ram!ut penge#ap yang se!enarnya adalah !erkas mikro.ilus% )araf kranial ke 5II akan mempersarafi kun#up ke#ap yang terdapat pada 3$3 anterior lidah, dari akar lidah hingga ke garis papila sirkum.alata% Papila sirkum.alata dan 0$3 posterior lidah akan dipersarafi oleh saraf otak ke I:% )araf otak ke : akan mempersarafi kun#up ke#ap yang terse!ar pada permukaan epiglotis% )erat saraf sensorik afferent dari saraf 1saraf kranial ini akan !ersinap di nukleus solitarius di medula o!longata% &kson dari sel saraf di nuleus solitarius akan !erjalan memasuki lemniskus medialis selanjutnya menuju ke talamus dan akhirnya informasi akan diproyeksikan ke korteks sensoris primer%

TENTIR (ULIAH #ISIOLOGI PENGINDERAAN


Penginderaan terdiri dari: a% Penglihatan mata" !% Pendengaran dan 5esti!uler$Keseim!angan telinga" #% Pera!aan $ )entuhan kulit" d% Penge#apan mulut, lidah" e% Penghidu hidung" &dapun organ indera !erperan se!agai reseptor, yang dapat dikelompokkan menjadi: eksteroreseptor terletak di permukaan tu!uh, menerima stimulus dari lingkungan luarA telereseptor reseptor le!ih luarA kemoreresptor, dll% 6eseptor ada di dalam sel mem!rane merupakan protein reseptor%

)el yang !eru!ah strukturnya dan !erguna untuk transduksi !er!agai rangsang menjadi sinyal listrik% &da sentral dan peripheral reseptor% Calannya: dimulai dari rangsangan sampai adanya persepsi setelah diproses oleh korteks sere!ri 6angsang oleh reseptor suara, #ahaya, ra!a, dll" peu!ahan rangsang jadi sinyal listrik neuron sensorik primer, sekunder, tersier diteruskan ke korteks sere!ri ada persepsi dari rangsang terse!ut respon" 6angsangan dari lingkungan dalam dan luar tu!uh aferen disadari$tidak disadari" Lang disadari ada aferen .is#eral dan somati#% Penglihatan retina Ner.us optikus N 3" Thalamus Korteks sere!ri di !agian lo!us oksipetal Pendengaran ke !agian temporal dari korteks sere!ri% &da < jenis resptor dalam tu!uh spe#ial senses" di rangsang dengan rangsang adekuat respon sesuai dengan reseptornya itu% Kalau seseorang jatuh dan terkena !agian pendengaran akan terdengan !unyi keras sekali Kalau seseorang ditonjok di!agian mata akan terlihat #ahaya *ila diperhatikan, akan ada suatu gam!ar: 6e#epti.e fields neuron/neuron aferen primer !erkon.ergesi atau !erkumpul menjadi satu neuron% Gam!ar * neuron3 primernya tidak !erkon.ergensi$!erkumpul% Tiap neuron sensorik primer diteruskan oleh 0 neuron sensorik sekunder% Keterangan gam!ar: Gam!ar & ada 3 tusukan merasanya 0 tusukan n:0" Gam!ar * ada 3 tusukan merasanya 3 tusukan 0:0" VKesimpulan: makin ke#il re#epti.e fields makin peka terhadap rangsangannya #ISIOLOGI MATA PROSES PENGLIHATAN<

&da #ahaya masuk diteruskan ke retina ke retina traktus optikus korpus geni#ulatum lateral radiasi optikus ke .isual korteks primer di lo!us oksipital" ,ahaya yang masuk melalui kornea akan dipertajam #ahayanya di retina karena diproyeksikan ke fo.ea #entralis% Di fo.ea #entralis !ayangan terlihat jelas karena !anyak terdapat sel konus sel keru#ut jumlahnya !anyak", sementara jumlah sel !atangnya sedikit% Di retina, #ahaya di u!ah jadi rangsang listrik depolarisasi$hiperpolarisasi aksi potensial traktus optikus korteks .isual sere!ri respon penglihatan% Dalam sistem optik mata melihat sesuatu dengan jelas ada diskriminasi 3 titik pada area penglihatan diukur dengan )nellen ,hart% Cenis/jenis refraksi: a% mata normal emetropi", !% mata ra!un dekat hipermetropi" lensa mata terlihat #ekung koreksi dengan lensa #em!ung kon.eks" #% ra!un jauh miopi" lensa mata terlihat #em!ung dikoreksi dengan lensa #ekung konkaf" d% astigmatisme silindris"% Pada sistem .isual terdapat $k0)0d$%i5 yakni usaha mata kita untuk melihat !enda jauh, atau dekat, tapi !ayangan tetap jatuh tepat di retina% Pada orang usia lanjut, daya akomodasi sudah !erkurang karena keelastisan lensa sudah menurun% 'leh se!a! itu, akomodasi kuat juga tidak !isa lagi memajukan !ayangan agar !erada di retina% Dalam adaptasi gelap/terang, seseorang dari tempat terang untuk sesaat tidak !isa melihat ditempat yang gelap% )e!aliknya jika dari tempat gelap langsung menuju tempat terang kita akan merasakan silau% Cika m%siliaris relaksasi maka sinar yang masuk sejajar ke dalam mata dan !ayangan akan jatuh tepat di retina% Cika !enda didekatkan sementara m%siliaris tetap !erelaksasi !ayangan jatuh di!elakang retina%

Dengan adanya akomodasi lensa !isa menjadi le!ih #em!ung 8apisan retina dan reseptornya: terdapat sel !atang dan sel keru#ut, lalu ada lapisan pigmen, lapisan ganglion !ipolar, lapisan ganglion utama% )inar datang mele2ati lapisan/lapisan saraf dahulu ganglion" !aru menuju reseptor sel !atang dan keru#ut"% )el !atang terutama memiliki sensiti.itas kepekaan terhadap #ahaya dengan panjang gelom!ang <;< nm% 6angsang reseptor pem!ukaan$penutupan kanal natrium kanal natrium ter!uka depolarisasi" tidak dapat melihat% Kanal natrium menutup se!aliknyaWWW Gelap kanal natrium ter!uka glutamate meningkat !ipolarnya diham!at depolarisasi tidak dapat melihat VKesimpulan: semakin kuat stimulus #ahaya, semakin !esar respon hiperpolarisasi Kanal natrium menutup glutamate menurun !ipolar tidak diham!at hiperpolarisasi dapat melihat% Di retina ada 3 reseptor sel !atang dan sel keru#ut, serta terjadi reseptor potensial% )el keru#ut photopi# peka terhadap #ahaya !anyak terdapat di fo.ea sentralis$!intik kuning" tidak !ersifat kon.ergensi !erperan dalam penajaman penglihatan untuk penglihatan 2arana% &da 3 jenis fotopigmen pada sel keru#ut untuk melihat 2arna !iru, merah, dan hijau"%

GERA(AN MATA Gerakan mata terjadi karena ada otot/otot !ola mata$eKternal mus#le% Kalau m%siliaris internal mus#le% (Kternal mus#le mata !ergerak #epat peristi2a nistagmusX kursi *arany mata nistagmus ada anistagmus lam!at dan #epat peristi2a itu menunjukkan, !ayangan akan selalu jatuh tepat di fo.ea #entralis retina"% 'tot/otot yang !erperan dalam pergerakan !ola mata: a% 6e#tus lateralis: ke lateral n% 5I,

!% #% d% e% f%

6e#tus medialis: ke medial n% III 6e#uts superior: ele.asi n% III 6e#tus inferior: depresi n% III '!liHue superior: depresi dan !erputar lateral n% I5 '!liHue inferior: ele.asi dan !erpitar lateral n%III

Dari reseptor potensial aksi potensial di mem!rane sel Terdapat penguatan$pemusatan rangsang dengan adanya lateral inhi!iton

Tentir ini di!uat !erdasarkan penjelasan dosen J sedikit tam!ahan dari literatur yang mengenai otot/otot Y/Y,,, yang lain/lain tolong di!a#a dan dipelajari dari sum!er lain, yaaaaa" 9isiologi Pendengaran Mendengar: persepsi neural terhadap energi !unyi% Terdiri dari 3 aspek 0% 8hat: identifikasi !unyi, dan 3%-here: lokalisasi !unyi% Gelom!ang !unyi tim!ul dari getaran udara aki!at kompresi molekul udara% (nergi !unyi lama/kelamaan menghilang seturut dengan gelom!ang !unyi menjauhi sum!er getaran udara terlalu lemah% Pit='8 n$d$: !erhu!ungan dengan frekuensi getaran% 9rekuensi yang terdengar manusia adalah 3; 1 3;%;;; +I paling sensitif 0;;; 1 4;;; +I"% Inten%it$%8 keker$%$n: !erhu!ungan dengan am"litudo gelombang atau "erbedaan te#anan di mem!ran timpani% DD amplitudo !unyi DD keras Ti)+re8 ku$&it$% %u$r$: !erhu!ungan dengan overtone getaran harmonik" yang ditim!ulkan !enda% Tiap musik ter!netuk dari gelom!ang primer menentukan nada" J getaran harmonik, sehingga tim!re tiap alat musik !eda% Proses mendengar Gelom!ang suara getaran udara" Z Ditangkap pinna$ daun telinga$ aurikula Z Masuk meatus auditori eksternus M&(" Z Mem!ran timpani !ergetar Z Menggetarkan manu!rium lengan" malleus in#us stapes

&da !e!erapa #ontoh gerakan mata: a% %)00t' per%uit )0>e)ent gerakan mata mengikuti gerakan suatu o!jek !% >e%ti+u&er )0>e)ent% mata akan selalu mem!antu agar posisi tu!uh tidak jatuh !erperan dalam mempertahankan keseim!angan tu!uh #% =0n>er*en=)0>e)ent% mata kita dapat mengkon.ergensi ke satu o!jek aksis !erkon.ergensi o!jek !ayangan terlihat hanya satu% &ksis mata akan mengkon.ergensi 6eseptor potensial terjadi se#ara !ertahap% Graded potential !ergantung kekuatan rangsang% V&da kanal3 ion yang akan ter!uka se#ara kimia2i atau mekanik% 6esponnya depolarisasi atau hiperpolarisasi%

Z am"lifi#asi te#anan gelombang bunyi" )tapes menggetarkan jendela o.ale Z Getaran meram!at di perilimfe koklea !agian skala .esti!uli" Z Getaran perilimfe menggetarkan sel ram!ut organ korti Z )inyal saraf terakti.asi 9ungsi !unyi ditangkap le!ih dulu oleh pinna adalah: 0% Melindungi gelom!ang !ungyi yang men#apai telinga dari !elakang, 3% Mem!antu mem!edakan asal !unyi dari depan$ !elakang% M&( kulit yang mem!atasi kanal memiliki !ulu halus dan kelenjar se!asea% )emakin ke dalam, kulit mempunyai #elen3ar seruminosa penghasil serumen"% o )erumen melem!utkan - mem!uat mem!ran timpani tahan air% o )erumenJram!ut men#egah o!jek asing !erukuran ke#il - serangga masuk% Gelom!ang !unyi diamplifikasi oleh tulang pendengaran karena di!utuhkan tekanan le!ih !esar untuk meram!at dalam udara di!andingkan dalam #airan% Mekanisme amplifikasi gelom!ang !unyi: o 8uas permukaan mem!ran timpani DD dari jendela o.al sehingga tekanan dapat meningkat dengan gaya yang sama% 6umus gaya adalah PP 9$& P RtekananS !er!anding ter!alik dengan & R luas permukaanS, sehingga dengan 9 RgayaS yang sama namun & jendela o.al le!ih ke#il, akan dihasilkan P le!ih !esar% o Kerja tulang pendengaran lain saling mendukung% Di dalam telinga tengah, ada 3 otot yang mem!antu mekanisme pendengaran: 0% m% tensor timpani, 3% m% stapedius% *unyi keras kontraksi m4tensor tim"ani mendorong manu!rium malleus ke medial dan menurunkan getaran mem!ran timpani kontraksi m4sta"edius

mendorong ujung stapes keluar jendela o.al% )e#ara keseluruhan dise!ut ref&ek% ti)p$ni% o 9ungsi refleks timpani: men#egah rangsang !erle!ih pada reseptor pendengaran% Tentang anatomi mohon dibaca di tentir anatomi su"aya nyambung membaca tentang "roses "ergera#an sel rambut a#ibat gelombang suara4 Koklea merupakan saluran dengan 3 ruangan: skala .esti!uli, yang !ersam!ung dengan skala timpani le2at helikotrema", dan skala media di tengah/tengahnya% )kala media !erisi endolym"h dan skala lainnya !erisi "erilym"h% &ntara skala .esti!uli dan media terdapat mem!ran pem!atas: membran basal/ membran Reissner% Mem!ran ini menjadi [pijakan= sel #orti luar dan dalam% Pada masing/masing sel korti, pada pun#aknya terdapat sel rambut% 7jung sel ram!ut !er!atasan dengan membran te#torial yang kaku% )elain itu, setiap sel korti mempunyai saraf sensoriknya lihat gam!ar"%

Prosesus sel ram!ut menonjol ke endolymph namun dasarnya di perilymph% Perilymph ter!entuk dari plasma manitol, sukrosa"% (ndolymph mempunyai konsentrasi K J tinggi dan NaJ rendah% )el ram!ut yang mengalami gangguan mekanik oleh getaran dari perilymph dapat mem!angkitkan potensial aksi, yang kemudian di!a2a ke korteks% )el ram!ut pada sel korti dalam dan luar mempunyai fungsi !er!eda:

o )el ram!ut dalam: rangsang mekanik menggetarkan mem!ran !asal menggetarkan sel korti dalam menggetarkan sel ram!ut dalam stereosilia" ram!ut !ergerak maju mundur gerakan ini mem!uka kanal ion depolarisasi hiperpolarisasi potensial aksi sel saraf% )aat mem!ran !asiler terdorong ke atas peningkatan release neurotransmitter depolarisasi% Mem!ran !asiler kem!ali ke !a2ah penurunan neurotransmitter hiperpolarisasi% o )el ram!ut luar: rangsang mekanik potensial aksi sel saraf le2at mekanismedi atas" mengu!ah panjang pendeknya sel ram!ut% Peru!ahan panjang pendek sel ram!ut luar yang dipengaruhi potensial aksi sel ram!ut dalam dise!ut e&ektr0)0ti&it$% depolarisasi memendek, hiperpolarisasi memanjang"% (lektromotilitas ini !erfungsi meningkatkan gerakan mem!ran !asiler aki!at tekanan%

Menggetarkan perilymph di skala .esti!uli Z Menggetarkan mem!ran !asal$ reissner Z Menggetarkan sel korti dalam Z Menggetarkan sel ram!ut korti dalam mem!angkit potensial aksi sel saraf Z Potensial aksi sel ram!ut dalam mengu!ah panjang sel ram!ut luar Z &mplifikasi gerakan mem!ran !asiler Z Potensial aksi diterima serat aferen Z Di !a2a ke korteks Di%kri)in$%i +un-i Diskriminasi nada !ergantung pada !entuk dan struktur mem!ran !asiler yang sem"it 9 #a#u di ujung jendela o.al dan lebar 9 fle#sibel di ujung helikotrema% &rea !er!eda pada mem!ran !asiler !ergetar maksimal pada frekuensi !er!eda ujung jendela o.al untuk frekuensi tinggi, helikotrema untuk frekuensi rendah"% Diskriminasi !unyi tergantung amplitudo getaran% #i%i0&0*i pen*'idu
Mukosa olfaktori mengandung 3 jenis sel o )el reseptor olfaktori sel neuron aferen yang !agian reseptornya di dalam mukosa olfaktori hidung menuju n%olfaktorius% o )el pendukung menyekresikan mukus% o )el !asal prekursor sel reseptor olfaktori per 3 !ulan%

Mekanisme pendengaran mulai dari jendela o.al Getaran pada jendela o.al Z

*agian sel reseptor olfaktori mempunyai silia yang menem!us mukosa dan mempunyai situs pengikat odoran% 'doran yang yang dapat di#ium haruslah: mudah menguap sehingga molekulnya mudah masuk hidung, dan larut air sehingga larut mukus di mukosa olfaktori% +idung mengandung < juta reseptor dengan 0;;; tipe !er!eda% Qat !au akan dipe#ah menjadi !e!erapa komponen dan tiap reseptor hanya aktif untuk satu komponen% Proses pem!auan: Komponen !au J reseptor olfaktori mengaktifkan protein G kaskade intrasel sel #&MP pem!ukaan kanal NaJ depolarisasi potensial aksi neuron aferen n%olfaktori% :re#uensi "otensial a#si tergantung #onsentrasi #om"onen bau% lihat gam!ar"Pada !ul!us olfaktori, terdapat sel mitral dan glomerulus neural 3unction"% )etiap glomerulus menerima sinyal hanya dari reseptor yang mendeteksi komponen !au tertentu, sehingga satu komponen !er!eda dari !au akan disortir pada 0 glomerulus% Glomerulus ini !erperan se!agai stasiun peman#ar pertama di otak% )el mitral memasti#an sinyal dan lan3ut memancar#an ke otak% Dari !ul!us olfaktori, ada 3 jalur saraf: Sub#orti#al terutama regio sistem lim!ik% *erfungsi untuk koordinasi perilaku makan, ka2in, orientasi arah" dan !au% Korti#al le2at talamus menuju korteks% *erfungsi untuk persepsi sadar dan diskriminasi !au% )araf yang dipresentasikan ke su!korteks di!agi lagi le2at 3 jalur: o Are$ 0&f$kt0ri )edi$ terletak di anterior hipotalamus% Didominasi oleh nu#leus se"tal yang meneruskan sinyal ke hipotalamus dan sistem lim!ik sehingga !erperan dalam "erila#u dasar terhada" bau% o Are$ 0&f$kt0ri &$ter$& terdiri dari korteks piriform, prepiriform, dan nuklei amigdaloid !agian kortikal% Calur kemudian menuju sistem lim!ik dan hipokampus untuk pem!elajaran li#e or disli#e terhadap !au% )etiap odoran mengaktifkan !anyak reseptor% Diskriminasi !au terjadi !erdasarkan pola !er!eda dari glomerulus yang

diaktifkan oleh !au yang !er!eda, sehingga korteks dapat mem!edakan D 0;%;;; !au% )elain itu, penghidup juga adaptif% )ensiti.itas terhadap !au !aru dapat !erkurang meskipun sum!er !au masih ada, alasannya: o Penurunan sensiti.itas ini diduga aki!at ada"tasi di sistem "usat, !ukan reseptornya% o Ditemukan !e!erapa enIim pemakan !au pada mukosa hidung sehingga molekul odoran tidak terus menerus merangsang reseptor% #ISIOLOGI PENGINDERAAN 2&$n9ut$nE3 INDERA PENDENGARAN Telinga se!agai organ pendengaran terdiri atas 3 !agian: telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam% *agian luar dan tengah telinga menyalurkan gelom!ang suara dari udara ke telinga dalam yang !erisi #airan, untuk memperkut energi suara dalam proses terse!ut% Telinga dalam !erisi 3 sistem sensorik yang !er!eda, yaitu koklea yang mengandung reseptor/reseptor untuk mengu!ah gelom!ang suara menjadi impuls/impuls saraf, sehingga kita dapat mendengarA dan aparatus .esti!ularis, yang penting untuk sensasi keseim!angan% Pendengaran adalah persepsi saraf mengenai energi suara% Gelom!ang suara adalah getaran udara yang meram!at dan terdiri atas daerah/daerah !ertekanan tinggi karena kompresi pemampatan" molekul/molekul udara yang !erselang/seling dengan daerah/daerah !ertekanan rendah karena penjarangan molekul terse!ut%

Gambar telinga) / Maleus, inkus, stapes Te&in*$ d$&$)< / Cendela o.al / )kala .esti!uli, skala timpani / Duktus koklearis skala media" / Mem!ran !asilaris / 'rgan ,orti / Mem!ran tektorial / Cendela !undar

/ *erosilasi se#ara sinkron dengan getaran mem!ran timpani serta menim!ulkan gerakan seperti gelom!ang di perilimfe koklea dengan frekuensi yang sama

Tempat sistem sensorik untuk mendengar / *ergetar !ersama dengan stapes untuk menggerakkan #airan perilimfe di koklea / Mengandung perilimfe yang digetarkan oleh gerakan jendela o.al yang didorong oleh getaran tulang3 pendengaran di telinga tengah / Mengandung endolimfeA tempat mem!ran !asilaris / *ergetar !ersama dengan gerakan perilimfeA mengandung organ ,orti, organ indera untuk mendengar / Mengandung sel ram!ut, reseptor untuk suara, yang mengeluarkan potensial reseptor se2aktu tertekuk aki!at gerakan #airan di koklea / Tempat ram!ut sel/sel reseptor ter!enam di dalamnya menekuk dan mem!entuk potensial reseptor ketika mem!ran !asilaris mengetarkan mem!ran tektorial yang stasioner / *ergetar !ersama dengan gerakan perilimfe untuk meredam tekanan di dalam kokleaA tidak !erperan dalam penerimaan suara

*ungsi komponen utama telinga Struktur Te&in*$ &u$r< / Pinna / Meatus auditorius eksternus saluran telinga" / Mem!ran timpani gendang telinga" Te&in*$ ten*$'< #un*%i mengumpulkan dan memindahkan gelom!ang suara ke telinga tengah / mengumpulkan gelom!ang suara dan menyalurkannya ke saluran telingaA !erperan dalam lokalisasi suara / mengarahkan gelom!ang suara ke mem!ran timpaniA mengandung ram!ut/ram!ut penyaring dan mensekresikan kotoran telinga ear -a;" untuk menangkap partikel/partikel asing / menggetarkan tulang3 pendengaran di telinga tengah Memindahkan getaran mem!ran timpani ke #airan di koklea, dalam prosesnya memperkuat energi suara

+roses mendegar) Dalam proses mendengar, gelom!ang suara meram!at melalui udara dan pada akhirnya samapai ke !agian telinga luar% Di !agian luar terdapat pinna yang merupakan suatu lempeng tulang ra2an ter!ungkus kulit !erfungsi mengumpulkan gelom!ang suara dan kemudian menyalurkannya ke saluran telinga luar% Kemudian gelom!ang suara mem!uat mem!ran

timpani yang menutupi pintu masuk telinga tengah !ergetar% Daerah/daerah gelom!ang suara yang !ertekanan tinggi dan rendah !erselang/seling menye!a!kan gendang telinga menekuk keluar masuk seirama frekuensi gelom!ang suara% )etelah itu, telinga tengah memindahkan gerakan !ergetar mem!ran timpani ke #airan telinga dalam% Pemindahan ini dipermudah oleh adanya rantai yang terdiri atas 3 tulang yang dapat !ergerak atau osikula maleus, inkus, dan stapes" yang !erjalan melintasi telinga tengah% Tulang pertama, maleus melekat ke mem!ran timpani dan tulang terakhir stapes melekat ke jendela o.al pintu masuk ke koklea yang !erisi #airan"% Ketika mem!ran timpani !ergetar, rantai tulang/tulang terse!ut juga !ergerak dengan frekuensi sama, memindahkan frekuensi gerakan terse!ut dari mem!ran timpani ke jendela o.al% Gerakan stapes yang menyerupai piston terhadap jendela o.al menye!a!kan tim!ulnya gelom!ang tekanan pada kompartemen atas% Karena #airan tidak dapat ditekan, tekanan diham!urkan melalui 3 jalur se2aktu stapes menye!a!kan jendela o.al menonjol ke dalam, yaitu: 0% Peru!ahan posisi jendela !undar 3% Defleksi mem!ran !asilaris Pada jalur pertama, gelom!ang tekanan mendorong perilimfe kaya NaJ" ke depan di kompartemen atas, kemudian mengelilingi helikotrema, dan kompartemen !a2ah, tempat gelom!ang terse!ut menye!a!kan jendela !undar menonjol ke luar dan ke dalam rongga tengah untuk kompensasi peningkatan tekanan% Ketika stapes !ergerak mundur dan menarik jendela o.al ke arah telinga tengah, perilimfe mengalir ke arah !erla2anan, mengu!ah posisi jendela !undar ke arah dalam% Calur ini tidak menim!ulkan persepsi suara, tetapi hanya mengham!urkan tekanan% Pada jalur kedua, gelom!ang tekanan frekuensi yang !erkaitan dengan penerimaan mengam!il Njalan pintasO% Gelom!ang di kompartemen atas dipindahkan melalui mem!ran .esti!ularis yang tipis, ke dalam duktus koklearis, dan kemudian melalui mem!ran !asilaris ke kompartemen !a2ah% Transmisi gelom!ang tekanan melalui mem!ran !asilaris menye!a!kan mem!ran ini !ergerak ke atas dan ke !a2ah atau !ergetar%

Karena organ ,orti menumpang pada mem!ran !asilaris, sel/sel ram!ut juga ikut !ergerak naik turun ketika mem!ran !asilaris !ergetar% Karena ram!ut sel/sel reseptor ter!enam di dalam mem!ran tektorial yang kaku dan stasioner, ram!ut/ram!ut terse!ut akan mem!engkok ke depan dan !elakang 2aktu mem!ran !asilaris menggeser posisinya terhadap mem!ran tektorial% Peru!ahan !entuk mekanis ram!ut yang maju mundur ini menye!a!kan saluran/saluran ion ger!ang mekanis di sel/sel ram!ut ter!uka dan tertutup se#ara !ergantian% +al ini menye!a!kan peru!ahan potensial depolarisasi dan hiperpolarisasi yang !ergantian% )el/sel ram!ut adalah sel reseptor khusus yang !erkomunikasi melalui sinaps kimia2i dengan ujung/ujung serat saraf aferen yang mem!entuk saraf auditorius% Depolarisasi sel/ sel ram!ut saat mem!ran !asilaris !ergeser ke atas" meningkatkan ke#epatan pengeluaran Iat perantara yang menaikkan ke#epatan potensial aksi di serat/serat aferen% Ke#epatan pem!entukan potensial aksi !erkurang ketika sel ram!ut mengeluarkan sedikit Iat perantara karena mengalami hiperpolarisasi saat mem!ran !asilaris !ergeser ke !a2ah"% Dengan demikian, telinga mengu!ah gelom!ang suara di udara menjadi gerakan/gerakan !erosilasi mem!ran !asilaris yang mem!engkokkan pergerakan maju mundur ram!ut/ram!ut di sel reseptor% Peru!ahan !entuk mekanis ram!ut/ram!ut terse!ut menye!a!kan pem!ukaan dan penutupan se#ara !ergantian" saluran di sel reseptir, yang menim!ulkan peru!ahan potensial !erjenjang di reseptor, sehingga menye!a!kan peru!ahan ke#epatan pem!entukan potensial aksi yang meram!at ke otak% Dengan #ara ini, gelom!ang suara diterjemahkan menjadi sinyal saraf yang dapat dipersepsikan oleh otak !agian lo!us temporalis" se!agai sensasi suara%

,iskriminasi -ada Diskriminasi nada adalah kemampuan mem!edakan !er!agai frekuensi gelom!ang suara yang datang% +al tese!ut !ergantung pada !entuk dan sifat mem!ran !asilaris yang

menyempit dan kaku di ujung jendela o.alnya, serta mele!ar dan lentur di ujung helikotremanya% *er!agai daerah di mem!ran !asilaris se#ara alamiah !ergetar se#ara maksimum pada frekuensi yang !er!eda% 7jung sempit paling dekat dengan jendela o.al !ergetar maksimum pada nada/nada tinggi, sedangkan ujung le!ar paling dekat dengan helikotrema !ergetar maksimum pada nada/nada rendah% Nada/nada antara !erada di sepanjang mem!ran !asilaris dari frekuensi tinggi ke rendah%

,iskriminasi intensitas (kepekaan) Diskriminasi intensitas !ergantung pada amplitudo getaran% )e2aktu gelom!ang suara yang !erasal dari sum!er suara yang le!ih keras mengenai gendang telinga, getaran di gendang telinga le!ih kuat lagi gerakan menonjol dan men#ekung menjadi le!ih luas"% Defleksi mem!ran timpani yang le!ih luas ini diu!ah menjadi amplitudo pergerakan mem!ran !asilaris yang le!ih !esar di daerah pun#ak yang !erespons% ))P menginterpretasikan getaran mem!ran !asilaris yang le!ih kuat se!agi suara yang le!ih keras% )uara yang sangat keras dan tidak dapat diperlem!ut, akan menggetarkan dengan he!at mem!ran !asilaris, sehingga sel/sel ram!ut akan rusak se#ara permanen dan menim!ulkan gangguan pendengaran parsial%

.esti!ularis ini dapat mendeteksi gerakan kepala serta penting untuk keseim!angan dan koordinasi gerakan kepala, mata, dan tu!uh% )elain itu, aparatus ini mem!erikan informasi yang penting untuk sensasi keseim!angan dan koordinasi gerakan kepala dengan gerakan mata serta postur tu!uh% &lat ini terdiri atas suatu sistem ta!ung tulang dan ruangan/ruangan yang terletak dalam !agian petrosus !agian seperti !atu, again keras" dari tulang temporal yang dise!ut labirin tulang, dan dalam la!irin tulang terdapat sistem ta!ung mem!ran dan rungan yang dise!ut labirin membranosa, yang merupakan !agian fungsional dari aparatus ini% 8a!irin mem!ranosa terutama terdiri atas koklea, 3 kanalis semisirkularis, dan 3 ruangan !esar yang dikenal se!agai (upu&$ k$n$&i% utrikulus dan sakulus% Kanalis semisirkularis, utrikulus, dan sakulus merupakan !agian integral dari mekanisme keseim!angan% )eperti di koklea, semua komponen aparatus .esti!ularis mengandung endolimfe dan dikelililngi oleh perilimfe% Cuga seperti organ ,orti, komponen .esti!ular masing/masing mengandung sel/sel ram!ut yang !erespons terhadap peru!ahan mekanis yang di#etuskan oleh gerakan/gerakan spesifik endolimfe% )eperti sel/sel ram!ut auditorius, reseptor .esti!ularis juga dapat mengalami depolarisasi atau hiperpolarisasi, !ergantung pada arah gerakan #airan% Namun tidak seperti sistem pendegaran, se!agian !esar informasi yang dihasilkan oleh sistem .esti!ularis tidak men#apai tingkat kesadaran%

.orteks +endengaran Korteks pendengaran tersusun se#ara topografis tonus% )etiap neuron korteks hanya diaktifkan oleh nada/nada tertentu% )etiap daerah di korteks pendengaran tereksitasi hanya se!agai respon terhadap nada tertentu yang dideteksi oleh !agian tertentu mem!ran !asilaris%

($n$&i% Se)i%irku&$ri% \ Dalam setiap aparatus .esti!ularis terdapat 3 !uah kanalis semisirkularis yang dikenal se!agai kanalis semisirkularis anterior, posterior, dan lateral horiIontal" yang tersusun tegak lurus satu sama lain% Kanalis semisirkularis mendeteksi akselerasi per#epatan" atau deselerasi perlam!atan" angular atau rotasional kepala, misalnya ketika memulai atau !erhenti !erputar, !erjungkir !alik atau memutar kepala% )el/sel ram!ut reseptif di setiap kanalis

INDERA (ESEIM.ANGAN Di !agian telinga dalam terdapat organ untuk keseim!angan yang dise!ut aparatus .esti!ularis% &paratus

semisirkularis terletak di atas ridge yang !erada di ampula, suatu pem!esaran di pangkal kanalis% 6am!ut/ram!ut ter!enam dalam suatu lapisan gelatinosa !er!entuk seperti topi di atasnya% 8apisan ini dise!ut kupula, menonjol ke dalam endolimfe di dalam ampula% Kupula !ergoyang searah gerakan #airan% &kselerasi atau deselerasi selama rotasi kepala ke segala arah menye!a!kan pergerakan endolimfe, setidaknya di salah satu kanalis semisrkularis% )aat kepala mulai !ergerak, saluran tulang dan ridge sel ram!ut yang ter!enam dalam kupula !ergerak mengikuti gerakan kepala% Namun, #airan di dalam kanalis yang tidak melekat ke tengkorak, mula/mula tidak ikut !ergerak sesuai arah rotasi, tetapi tertinggal di !elakang karena adanya inersia kelem!aman" ketika endolimfe tertinggal saat kepala mulai !erputar, endolimfe yang terletak sejajar dengan gerakan kepala pada dasarnya !ergeser dengan arah yang !erla2anan dengan arah gerakan kepala% Gerakan #airan ini menye!a!kan kupula #ondong ke arah yang !erla2anan dengan arah gerakan kepala, mem!engkokkan ram!ut/ram!ut sensorik yang ter!enam di dalamnya% &pa!ila gerakan kepala !erlanjut dalam arah dan ke#epatan yang sama, endolimfe akan menyusul dan !ergerak !ersama dengan kepala, sehingga ram!ut/ram!ut kem!ali ke posisi tegak mereka% Ketika kepala melam!at dan !erhenti, keadaan yang se!aliknya terjadi% (ndolimfe !ergerak searah dengan rotasi kepala sementara kepala melam!at untuk !erhenti% &ki!atnya, kupula dan ram!ut/ram!utnya sementara mem!engkok sesuai dengan arah rotasi semula, yaitu !erla2anan dengan arah mereka mem!engkok ketika akselerasi% Pada saat endolimfe se#ara !ertahap !erhenti, ram!ut/ram!ut kem!ali tegak% Dengan demikian, kanalis semisirkularis mendeteksi peru!ahan ke#epatan gerakan rotasi kepala% Kanalis tidak
(ndolimf Kupul

!erespons jika keplaa tidak !ergerak atau jika !ergerak se#ara sirkuler dengan ke#epatan yang tetap% Pada manusia, per#epatan angular yang di!utuhkan untuk merangsang kanalis semisirkularis rata/rata sekitar satu derajat per detik%3

Or*$n Ot0&it 'rgan otolit mem!erikan informasi mengenai posisi kepala relatif terhadap gra.itasi dan juga mendeteksi peru!ahan dalam ke#epatan gerakan linier% 7trikulus dan sakulus adalah struktur seperti kantung yang terletak di dalam rongga tulang yang terdapat di antara kanalis semisirkularis dan koklea% Di !agian permukaan dalam dari setiap utrikulus dan sakulus ada daerah sensorik ke#il yang diameternya kurang dari 3 mm dan dise!ut se!agai makula% Makula dari utrikulus terutama terletak pada !idang horiIontal permukaan inferior utrikulus dan !erperan penting dalam menentukan orientasi kepala sesuai dengan arah gaya gra.itasi ketika seseorang !erdiri tegak% )e!aliknya, makula dari sakulus terutama terletak dalam !idang .ertikal dan karena itu penting pada keseim!angan !ila seseorang !er!aring%

)etiap makula ditutupi oleh lapisan gelatinosa yang dilekati oleh !anyak kristal kalsium kar!onat yang ke#il/ke#il dise!ut otolit% +al ini menye!a!kan lapisan terse!ut le!ih !erat dan le!ih lem!am inert" daripada #airan di sekitarnya% Dalam makula juga terdapat !eri!u/ri!u sel ram!ut, di mana sel ini akan menonjolkan silia ke dalam lapisan gelatinosa% Pangkal dan sisi/sisi sel ram!ut !ersinaps dengan ujung/ujung sensorik saraf .esti!ular% Gerakan sel ram!ut menye!a!kan peru!ahan posisi ram!ut serta

3% 6am!ut/ram!ut utrikulus juga !eru!ah posisi aki!at setiap peru!ahan dalam gerakan linier horiIontal !ergerak lurus ke depan, ke !elakang atau ke samping"% Ketika seseorang mulai !ergerak ke depan, !agian atas mem!ran otolit yang !erat mula/mula akan tertinggal di !elakang endolimfe dan sel/sel ram!ut karena inersianya yang le!ih !esar% Dengan demikian ram!ut/ram!ut menekuk ke !elakang, dalam arah yang !erla2anan dengan arah gerakan kepala yang ke depan% Cika ke#epatan !erjalan dipertahankan, lapisan gelatinosa mulai menyusul dan !ergerak dengan ke#epatan yang sama dengan kepala sehingga ram!ut/ram!ut tidak lagi menekuk% Ketika orang terse!ut !erhenti !erjalan, lapisan otolit se#ara singkat terus !ergerak ke depan ketika kepala melam!at dan !erhenti, mem!engkokkan ram!ut/ram!ut ke arah depan% Dengan demikian, sel/sel ram!ut utrikulus mendeteksi akselerasi atau deselerasi horiIontal, tetapi tidak mem!erikan informasi tentang gerakan lurus yang !erjalan konstan% )akulus memiliki fungsi serupa dengan utrikulus, ke#uali !ah2a dia !erespons se#ara selektif terhadap kemiringan kepala menjauhi posisi horiIontal misalnya !angun dari tempat tidur" dan terhadap akselerasi atau deselerasi linier .ertikal misalnya melon#at/lon#at atau dalam ele.ator"%

Sen%iti>it$% Ar$' Se& R$)+ut menim!ulkan peru!ahan potensial% Masa gelatinosa mem!engkokkan ram!ut dalam 3 #ara: 0% Ketika kepala digerakkan ke semua arah selain .ertikal selain tegak dan menunduk", ram!ut/ram!ut mem!engkok sesuai gerakan kepala karena gaya gra.itasi yang mendesak !agian atas lapisan gelatinosa yang !erat% Di dalam utrikulus tiap/tiap telinga, se!agian !erkas sel ram!ut diorientasikan untuk mengalami depolarisasi dan yang lain mengalami hiperplarisasi ketika kepala !erada pada !er!agai posisi selain tegak lurus% Dengan demikian ))P menerima pola/pola akti.itas saraf yang !erlainan !ergantung pada posisi kepala dalam kaitannya dengan gra.itasi% )etiap sel ram!ut memiliki <; sampai B; silia sel yang ke#il, dise!ut stereosilia, ditam!ah 0 silium !esar, yaitu kinosilium% Kinosilium selalu terletak di dalam satu sisi dan stereosilia se#ara progresif menjadi semakin pendek ke arah sisi lain pada sel% Perlekatan filamentosa yang tipis menghu!ungkan ujung setiap stereosilium dengan stereosilium selanjutnya yang le!ih panjang dan akhirnya ke kinosilium% Karena perlekatan ini, jika stereosilia dan kinosilium melekuk ke arah kinosilium, maka perlekatan filamentosa akan menarik stereosilia yang satu dan yang lainnya, mendorong ke arah luar !adan sel% Keadaan ini akan mem!uka !e!erapa ratus saluran dalam setiap mem!ran silium untuk menghantarkan ion positif, dan ion positif yang !anyak ini mengalir ke dalam sel #airan endolimfe sekelilingnya, lalu menim!ulkan de"olarisasi% )e!aliknya, pelekukan tangkai

silia ke arah yang !erla2anan menjauhi kinosilium", akan menurunkan tegangan pada perlekatan dan keadaan ini akan menutup saluran ion, dengan demikian menim!ulkan hi"er"olarisasi% Dalam keadaan istirahat normal, serat/serat saraf yang keluar dari sel/sel ram!ut menjalarkan impuls saraf terus/ menerus dengan ke#epatan sekitar 0;; per detik% )kema !erikut menunjukkan masukan dan keluaran dari nukleus .esti!ularis )inyal/sinyal yang !erasal dari !er!agai komponen aparatus .esti!ularis di!a2a melalui saraf .esti!ulokoklearis ke nukleus .esti!ularis, suatu kelompok !adan sel saraf di !atang otak, dan ke sere!elum% Di sini informasi .esti!ular diintegrasikan dengan masukan dari permukaan kulit, mata, sendi, dan otot untuk: 0% Mempertahankan keseim!angan dan postur yang diinginkan 3% Mengontrol otot mata eksternal, sehingga mata tetap terfiksasi ke titik yang sama 2alaupun kepala !ergerak 3% Mempersepsikan gerakan dan orientasi% Inder$ Pen*e=$p d$n Pen*'idu Tidak seperti mata fotoreseptor" dan telinga mekanoreseptor", rasa dan !au ditangkap oleh reseptor kimia kemoreseptor"% Men#ium dan menge#ap merupakan komponen dari jalur .iseral aferen khusus karena kedua indera terse!ut dapat merangsang organ .iseral, misal saat kita lapar dan mem!au makanan, maka kelenjar sali.a akan meningkatkan sekresinya, !egitu juga lam!ung akan meningkatkan produksi getah lam!ungnya% INDERA PENGECAP Kemoreseptor untuk sensasi rasa terdapat pada kun#up ke#ap taste buds), terdapat sekitar 0; ri!u kun#up ke#ap pada rongga mulut dan kerongkongan, dengan persentase ter!anyak pada !agian atas lidah%

)e!uah papil penge#ap terdiri atas M<; sel reseptor yang terkemas dengan sel/sel penunjang% )etiap papil penge#ap memilki se!uah lu!ang ke#il, yaitu pori/pori penge#ap, tempat !erkontaknya #airan dalam mulut dengan permukaan sel reseptor% )el/sel reseptor penge#apan adalah sel epitel termodifikasi dengan !anyak lipatan permukaan atau mikro.ili untuk memperluas permukaan sel yang terpajan ke isi mulut% Mem!ran palsma mkro.ili mengandung reseptor/reseptor yang !erikatan se#ara selektif dengan molekul/molekul Iat kimia di lingkungan% +anya Iat kimia dalam larutan !aik #airan atau Iat padat yang telah larut dalam air liur" yang !isa !erikatan dengan reseptor dan mem!angkitkan sensasi rasa% Terikatnya Iat kimia yang mem!angkitkan rasa dengan reseptor, mem!uat kanal ion sel menghasilkan potensial depolarisasi"% Potensial oleh reseptor ini kemudian memulai potensial aksi pada ujung/ujung terminal sera!ut saraf aferen di mana sel/sel reseptor !ersinaps% 7jung/ujung terminal aferen !e!erapa saraf kranialis !ersinaps dengan papil/papil penge#ap di !er!agai !agian mulut% )inyal di masukan sensorik ini dikirimkan melalui perhentian/ perhentian sinaps di !atang otak dan talamus kemudian ke area gustatori korteks cortical gustatory area", se!uah area pada lo!us parietal% Tidak seperti ke!anyakan organ sensoris lain, jalur gustatorik se!agian !esar tidak menyilang% *atang otak juga memproyeksikan serat/serat terse!ut ke hipotalamus dan sistem lim!ik, yang mempengaruhi afek, misalnya apakah rasa yang dike#ap menyenangkan atau tidak, dan untuk mengolah aspek/ aspek perilaku yang !erkaitan dengan penge#apan dan penghidu% Terdapat !eri!u sensasi rasa yang !erasal dari kom!inasi < rasa dasar, yaitu asin, asam, manis, pahit, dan umami% )etiap sel reseptor merespons dengan derajat !er!eda pada < rasa dasar, tetapi umumnya setiap sel reseptor responsif terhadap 0 modalitas rasa% Diskriminasi rasa selain rasa dasar !ergantung pada per!edaan tipis dalam pola stimulasi oleh semua kun#up ke#ap dalam respons terhadap !erma#am/ma#am su!tansi, sama seperti stimulasi pada 3 tipe sel keru#ut yang menghasilkan !er!agai sensasi 2arna%

)el/sel reseptor ke#ap menggunakan jalur yang !er!eda untuk mem!uat depolarisasi potensial reseptor pada setiap rasa dasar : 0% 6asa asin Terstimulasi oleh garam kimia, terutama Na,l garam dapur"% Penerimaan langsung ion Na J melalui kanal NaJ pada mem!ran sel reseptor, se!uah gerakan yang mengurangi kenegatifan dalam sel% 3% 6asa asam Terstimulasi oleh asam, yang mengandung ion hidrogen !e!as, +J% )e!agai #ontoh, lemon yang mengandung asam sitrat% Depolarisasi terjadi karena + J mem!lok kanal KJ pada mem!ran sel reseptor% &ki!atnya, !erkurangnya pergerakan pasif ion KJ keluar dari sel, pada akhirnya mengurangi kenegatifan dalam sel% 3% 6asa manis Terstimulasi oleh konfigurasi glukosa dengan #ara mengaktifkan protein G, yang kemudian mengaktifkan #&MP #araka kedua$ 3nd messenger"% Calur #araka kedua menghasilkan fosforilasi dan pem!lokan pada kanal K J pada mem!ran sel reseptor% 4% 6asa pahit Terstimulasi oleh su!stansi kimia yang le!ih menye!ar daripada rasa dasar lainnya% )e!agai #ontoh, alkaloids kafein, nikotin, strychnine, morfin, dan deri.at tum!uhan !era#un lain", dan juga su!stansi !era#un, semuanya terasa pahit, diduga se!agai mekanisme protektif tu!uh agar tidak men#erna su!stansi terse!ut% )el ke#ap yang mendeteksi pahit terdiri dari <;/0;; reseptor, yang masing/masing mempunyai respon terhadap rasa pahit yang !er!eda% Protein G yang pertama pada penge#apan, gustducin, ditemukan pada salah satu jalur penghantaran pahit% Gustdu#in ini !ekerja mirip seperti transdu#in pada mata% <% 6asa umami

Ditemukan oleh peneliti asal Cepang% Terstimulasi oleh asam amino, terutama glutamate% Dengan adanya asam amino, seperti yang ditemukan pada daging, !erfungsi se!agai penanda makanan kaya protein% Glutamate terikata pada protein G cou"led dan mengaktifkan #araka kedua yang masih !elum diketahui%

Persepsi rasa juga dipengaruhi oleh reseptor lain, terutama

!au% )aat kita kehilangan kemampuan untuk men#ium !au karena flu untuk sementara, maka kemampuan lidah untuk merasa juga !erkurang, 2alaupun reseptor/reseptor rasa tidak dipengaruhi oleh flu% 9aktor lain yang mempengaruhi rasa adalah

suhu dan tekstur, serta faktor psikologik dari pengalaman yang lalu% *agaimana korteks memproses persepsi kompleks sensasi rasa !elum diketahui% Terima kasih !uat 9adli, *enny, dan *ila atas referensi 8TMnya untuk tentir ini Y%Y