Anda di halaman 1dari 4

Managemen Stres

Stres Apakah stress? o o Sindrom yang merupakan respons nonspesifik dari individu terhadap suatu rangsangan / tuntutan dari lingkungannya (Hans Selye)

Suatu hubungan yang khas antara individu dengan lingkungannya yang dinilai oleh individu tersebut sebagai suatu hal yang mengancam / melampaui kemampuannya untuk mengatasinya sehingga membahayakan kesejahteraannya (Lazarus dan Folkman) o Biasanya kita memandang stres sebagai hal negatif o Dari sudut pandang biologi stres dapat NETRAL NEGATIF POSITIF o Stres berkaitan dengan o Faktor eksternal, o Faktor internal, o Secara praktis / populer stres (kamus bhs Indonesia) o Gangguan atau kekacauan mental dan emosional Tekanan

Hal yang menyebabkan stres / stresor , dapat dibagi berdasarkan sbb. Komponen yang terlibat ; Lingkungan selalu membuat kita harus memenuhi tuntutan dan tantangan Induvidu yang meresponsnya tubuh dan pikiran yng menginterpretasi isyarat dari lingkungan

Peluang penanganannya ; Penanganannya hanya membutuhkan sedikit upaya Penanganannya membutuhkan upaya yang lebih sungguh-sungguh Tidak dapat ditangani sendiri.

Gambaran Kinerja dikaitkan dengan stres Manusia membutuhkan stres untuk bisa berfungsi normal. Anggaplah stres sebagai suatu tantangan, tanpa itu manusia tidak akan tergerak untuk melakukan sesuatu. Seberapa besar stres yang dibutuhkan? Mari kita lihat gambar berikut

Apabila seseorang mengalami perubahan maka akan terjadi reaksi baik secara jasmani maupun kejiwaan yang disebut dengan stres. Sebagai contoh misalnya mahasiswa merasakan stres apabila ada tugas yang menumpuk atau jika menghadapi ujian maupun ada kesulitan dalam hubungan dengan teman dan dosen. Stres dapat terjadi pada setiap orang dan pada setiap waktu, karena stres merupakan bagian dari kehidupan manusia yang tidak dapat dihindarkan. Pada umumnya orang menyadari adanya stres, namun ada juga yang tidak menyadari bahwa dirinya mengalami stres. Faktor yang menyebabkan stres disebut sebagai stresor. Ada beberapa macam penyebab stres: Stresor fisik/jasmani, antara lain: Suhu dingin/panas, suara bising, rasa sakit, kelelahan fisik, polusi udara, tempat tinggal tak memadai dan sebagainya. Stresor psikologik, antara lain: Rasa takut, kesepian, patah hati, marah, jengkel, cemburu, iri hati Stresor sosial-budaya, antara lain: Hubungan sosial, kesulitan pekerjaan, menganggur, pensiun, PHK, perpisahan, perceraian, keterasingan, konflik rumah tangga. Respons terhadap Stres Ketika otak menerima ancaman tubuh mengeluarkan hormon respons fight-or-flight Bila stres hilang ancaman hilang tubuh kembali normal Respons terhadap stres pada manusia yang sehat melibatkan komponen berikut ; Otak memediasi respons segera. Respons ini mengisyaratkan medula adrenal mengeluarkan epinephrin dan norepinephrin Hipothalamus dan kelenjar pituitari dicetuskan oleh oleh stres yang menetap dan lambat, mengisyaratkan korteks adrenal mengeluarkan kortisal dan hormon lain Berbagai jaras syaraf mempengaruhi respons perilaku

Reaksi seseorang terhadap stres dapat bersifat positif maupun dapat bersifat negatif. Reaksi yang bersifat negatif atau merugikan, jika terjadi keluhan atau gangguan pada orang tersebut. Reaksi bersifat positif, jika menimbulkan dampak yang menjadi pendorong agar orang berusaha. Stres yang bersifat negatif/merugikan dapat terjadi apabila stres terlalu berat atau berlangsung cukup lama.

Stres dapat berpengaruh terhadap keadaan jasmani dan kejiwaan seseorang: Reaksi yang bersifat jasmani dapat berupa: Jantung berdebar-debar, otot tegang, sakit kepala, sakit perut/diare, lelah, gangguan makan, eksim. Reaksi yang bersifat kejiwaan dapat berupa: Sukar konsentrasi, sukar tidur, cenderung menyalahkan orang lain, cemas, menarik diri , menyerang, mudah tersinggung. Pada tahap yang berat stres dapat menimbulkan: Penyakit fisik (misal tekanan darah tinggi, asma berat, serangan jantung dan sebagainya) Akibat Stres Tidak Ditangani Stres yang ringan sebenarnya baik dan menguntungkan karena akan mendorong, memotivasi serta memberikan kekuatan melakukan sesuatu Stres yang menetap berakibat sebaliknya yakni dapat menimbulkan masalah kesehatan, antara lain ; Gejala fisik , seperti sakit kepala, kelelahan, berdebar-debar, nyeri dada, nafas pendek, gangguan lambung dan pencernaan, mual, gemetar dll

Karena gejala fisik ini mungkin ada kaitan dengan penyakit fisik, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan gejala fisik akibat stres Gejala mental, seperti konsentrasi & daya ingat , ragu-ragu, bingung, pikiran penuh / kosong Gejala emosi seperti cemas, depresi, putus asa, mudah marah, ketakutan, dll Gejala Perilaku ; mondar-mandir, gelisah, menggigit kuku, perubahan pola makan, merokok, minum minuman keras, menangis, mengumpat, bahkan melempar barang dll

Saran untuk kurangi Stress

Stres tidak dapat dicegah akan tetapi dapat dikendalikan, berikut ini terdapat 12 langkah pengendalian stres: 1. Merencanakan masa depan dengan lebih baik: Belajar hidup tertib & teratur serta menggunakan waktu sebaik-baiknya. 2. Menghindari membuat beberapa perubahan besar dalam saat yang bersamaan: Misalnya pindah rumah, pindah pekerjaan & sebagainya. Memberi waktu untuk menyesuaikan diri terhadap setiap perubahan yang baru sebelum melangkah lebih lanjut. 3. Menerima diri sendiri sebagaimana adanya 4. Menerima lingkungan sebagaimana adanya 5. Berbuat sesuai kemampuan dan minat 6. Membuat keputusan yang bijaksana 7. Berpikir positif 8. Membicarakan persoalan yang dihadapi dengan orang lain yang dapat dipercaya 9. Memelihara kesehatan diri sendiri 10. Membina persahabatan dengan orang lain 11. Meluangkan waktu untuk diri sendiri Jika merasa tegang & letih perlu istirahat atau rekreasi 12. Melakukan relaksasi: Melakukan releksasi selama 10-15 menit setiap hari untuk mengendorkan ketegangan otot yang diakibatkan oleh stres. Manajemen Stres Perhatikan lingkungan sekitar anda Lihatlah mungkin ada sesuatu yang benar-benar dapat anda ubah atau kendalikan dalam situasi tersebut. Jauhkan diri anda dari situasi-situasi yang menekan Beri diri anda kesempatan untuk beristirahat biarpun hanya untuk beberapa saat setiap hari. Jangan mempermasalahkan hal-hal yang sepele Cobalah untuk memprioritaskan beberapa hal yang benar-benar penting dan biarkan yang lainnya mengikuti. Secara selektif ubahlah cara anda bereaksi Jangan terlalu banyak sekaligus. Fokuskan pada satu masalah dan kendalikan reaksi anda terhadap hal ini. Hindari reaksi yang berlebihan; Mengapa harus membenci jika sedikit tidak suka sudah cukup? Mengapa harus merasa bingung jika cukup dengan hanya merasa gugup? Mengapa harus mengamuk jika marah saja sudah cukup? Mengapa harus depresi ketika cukup dengan merasa sedih ?