Anda di halaman 1dari 7

Cara Pembelajaran Sains Dan Matematika Pada Anak Berkebutuhan Khusus

Karakteristik Anak Tunagrahita Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar istilah anak bego, atau kata yang lebih kasar lagi anak gila. Itulah sebutan atau predikat untuk anak tunagrahita. Bahkan ada yang mengatakan anak cacat (tuna) adalah sebagai kutukan, pembawa sial, karena perbuatan tidak senonoh orang tuanya. Sehingga setiap orang tua yang mempunyai anak cacat (tuna) merasa malu dan menyembunyikan anak tersebut. Dan ada pula yang berpendapat, bahwa anak cacat adalah anak yang membawa hoki, membawa keberuntungan. Itulah kenyataan yang terjadi di masyarakat. PENGERTIAN ANAK TUNAGRAHITA Istilah untuk anak tunagrahita bervariasi, dalam bahasa Indonesia dikenal dengan nama : lemah pikiran, terbelakang mental, cacat grahita dan tunagrahita. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama Mentally Handicaped, Mentally Retardid. Anak tunagrahita adalah bagian dari anak luar biasa. Anak luar biasa yaitu anak yang mempunyai kekurangan, keterbatasan dari anak normal. Sedemikian rupa dari segi: fisik, intelektual, sosial, emosi dan atau gabungan dari hal-hal tadi, sehingga mereka membutuhkan layanan pendidikan khusus untuk mengembangkan potensinya secara optimal. Jadi anak tunagrahita adalah anak yang mempunyai kekurangan atau keterbatasan dari segi mental intelektualnya, dibawah rata-rata normal, sehingga mengalami kesulitan dalam tugas-tugas akademik, komunikasi, maupun sosial, dan karena memerlukan layanan pendidikan khusus. KLASIFIKASI ANAK TUNAGRAHITA Potensi dan kemampuan setiap anak berbeda-beda demikian juga dengan anak tunagrahita, maka untuk kepentingan pendidikannya, ... Read More Strategi Pembelajaran Bagi Anak Autis Perilaku pada anak yang dengan kebutuhan khusus seperti autis merupakan hal penting, namun persoalan-persoalan mendasar yang ditemui di Indonesia menjadi sangat krusial untuk ditangani terlebih dahulu. Beberapa fakta yang dianggap relevan dengan masalah autis di Indonesia diantaranya adalah: Belum adanya petunjuk penanganan yang sesuai di Indonesia sebab tidak cukup hanya mengimplementasikan petunjuk penanganan dari luar yang penerapannya tidak selalu sesuai dengan kultur kehidupan anak-anak Indonesia, Masih banyak kasus-kasus autis yang tidak di deteksi secara dini sehingga ketika anak menjadi semakin besar, maka semakin kompleks pula persoalan yang dihadapi orang tua. Para ahli yang mampu mendiagnosa autis, informasi mengenai gangguan dan karakteristik autis serta lembaga-lembaga formal yang memberikan layanan pendidikan bagi anak dengan autis belum tersebar secara merata di seluruh wilayah di Indonesia. Permasalahan akhir yang juga penting adalah sedikit pengetahuan baik secara klinis maupun praktis yang didukung dengan adanya validitas data secara empirik (Empirically Validated Treatments/EVT) dari penanganan-penanganan masalah autis di Indonesia. Autis dapat terjadi pada masyarakat dari berbagai kalangan, baik dari kalangan sosio-ekonomi mapan maupun masyarakat yang kurang mampu, dari semua etnis. Istilah Autisme berasal dari kata "Autos" yang berarti diri sendiri "Isme" yang berarti suatu aliran. Berarti suatu paham yang tertarik hanya pada dunianya sendiri. Autistik adalah suatu gangguan perkembangan yang kompleks menyangkut ... Read More MENENTUKAN MEDIA PEMBELAJARAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Media pembelajaran merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan atau isi pembelajaran, dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan siswa sehingga dapat mendorong proses pembelajaran. Pembuatan media harus disesuaikan dengan kebutuhan anak dan sesuai dengan teknologi modern yang berkembang pada saat ini. Media mempunyai fungsi yang sangat besar dalam kegiatan pembelajaran, dintaranya yaitu media pembelajaran sebagai perantara penyampai atau menyebarkan ide, gagasan, ataupun pendapat dalam belajar sehingga yang dikemukakan tersebut sampai pada penerima

1/7

yang dituju yaitu anak-anak berkebutuhan khusus. Dalam menentukan dan memilih media tidak boleh seenaknya saja, harus dengan adanya pertimbangan yang matang. Banyak hal yang harus dipertimbangkan yaitu, menentukan tujuan pembelajaran yang akan dicapai, disesuaikan dengan karakteristik siswa, dapat meningkatkan minat dan kemampuan siswa, memilih waktu yang tepat, ketersediaan bahan dalam pembuatan media dan mempunyai mutu tehnis yang baik. Media pembelajaran memilki banyak jenis dan masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda-beda, oleh karena itu guru perlu memahami karakteristik media itu agar dapat memilih media sesuai dengan tujuan pembelajaran. Model media pembelajaran berdasarkan karakteristiknya digolongkan menjadi dua bagian yaitu, Media dua dimensi dan media tiga dimensi. Media dua dimensi meliputi media grafis, media bentuk papan, dan media cetak. Sedangkan media tiga dimensi edapat berwujud sebagai benda asli baik hidup atau ... Read More MASALAH - MASALAH YANG DI HADAPI ANAK TUNAGRAHITA MASALAH - MASALAH YANG DI HADAPI ANAK TUNAGRAHITA a. Masalah kesulitan dalam kehidupan sehari-hari Masalah ini berkaitan dengan kesehatan dan pemeliharaan diri dalam kehidupan sehari-hari. Melihat kondisi keterbatasan anak-anak dalam kehidupan sehari-hari mereka banyak mengalami kesulitan apalagi yang termasuk kategori berat dan sangat berat; pemeliharaan kehidupan sehari-harinya sangat memerlukan bimbingan. Karena itulah disekolah diharapkan sekali dapat memberikan sumbangan yang berarti dalam melatih dan membiasakan anak didik untuk merawat dirinya sendiri. Masalah-masalah yang sering ditemui diantaranya adalah; cara makan, menggosokkan gigi, memakai baju, memasang sepatu dan lain-lain. b. Masalah kesulitan belajar Dapat disadari bahwa dengan keterbatasan kemampuan berpikir mereka, tidak dapat dipungkiri lagi bahwa mereka sudah tentu mengalami kesulitan belajar yang tentu pula kesulitan tersebut terutama dalam bidang pengajaran akademik, sedangkan untuk bidang studi, non akademik mereka tidak banyak mengalami kesulitan belajar. Masalah-masalah yang sering dirasakan dalam kaitannnya dengan proses belajar mengajar diantaranya: kesulitan menangkap pelajaran, kesulitan dalam belajar yang baik, mencari metode yang tepat, kemampuan berpikir abstrakyang terbatas, daya ingat yang lemah dan sebagainya. c. Masalah penyesuaian diri Masalah ini berkaitan dengan masalah-masalah atau kesulitan dalam hubungannya dengan kelompok maupun individu disekitarnya. Disadari bahwa kemampuan penyesesuaian diri dengan lingkungan sangat dipengaruhi oleh tingkat kecerdasan. Karena tingkat kecerdasan anak tunagrahita jelas-jelas berada ... Read More PERILAKU SOSIAL ANAK TUNAGRAHITA DI LINGKUNGAN KELUARGA PERILAKU SOSIAL ANAK TUNAGRAHITA DI LINGKUNGAN KELUARGA Kebutuhan perasaan aman sangat erat hubungannya dengan kebutuhan akan afeksi (Sikap). Secara tidak langsung perasaan aman akan membentuk sikap anak. Dengan perasaan aman, anak akan memiliki pondasi yang kuat menghadapi konflik, frustasi, tuntutan dan kesulitan hidup. Banyak cara untuk memperoleh perasaan aman baik melalui kasih sayang anak akan bahagia. Kalau kebutuhan ini dihambat oleh penolakan, kebencian dan kurang perhatian anak akan merasa tidak aman, cemas dan mereka akan menunjukkan sikap yang agresif. Ini juga sering terjadi pada anak berkebutuhan khusus. Anak adalah karunia terbesar yang diberikan Tuhan Sang Maha Pencipta kepada kita umat manusia. Tuhan mempunyai rahasia tersendiri sehingga ada anak yang di lahirkan normal dan ada pula yang di lahirkan "istimewa" salah satunya adalah anak tunagrahita. Menghadapi kenyataan memiliki anak sebagai penyandang gangguan Intelegensi atau anak tunagrahita tidaklah mudah bagi orang tua, terutama jika dihadapi oleh orang tua yang kurang pemahamannya terhadap semua permasalahan ketunaan tersebut, baik itu tentang apa dan bagaimana ketunagrahitaan itu, serta penanganan yang harus dilakukan guna mencapai keberhasilan pada tugas perkembangan anak. Dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, jawaban yang muncul berupa sederetan karakteristik atau gejala-gejala anak tunagrahita yang salah satunya yaitu gangguan perilaku sosial. Dalam perilaku social, tercakup hal hal seperti ketergantungan, hubungan ... Read More i-CHAT Aplikasi Chatting Menggunakan konsep e-Learning untuk Anak Tunarungu PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) bekerja sama dengan Federasi Nasional untuk Kesejahteraan Tuna

2/7

Rungu Indonesia (FNKTRI)dan Yayasan Akrab (Aku Bisa Mendengar dan Bicara) meluncurkan sebuah aplikasi dan portal untuk masyarakat, khususnya para guru Sekolah Luar Biasa (SLB) dan orang tua, dalam proses pembelajaran bahasa bagi anak tuna rungu. Portal bernama i-CHAT (I Can Hear And Talk) tersebut dapat diakses secara cuma-cuma.Aplikasi yang resmi tersedia mulai Sabtu (17/4/2010) tersebut dibuat dalam dua mode yaitu mode offline, di mana user harus melakukan instalasi program pada komputernya dan mode online di mana user dapat menjalankan aplikasi dengan mengakses situs i-CHAT di http://www.i-chat.web.id. Saat ini portal tersebut baru memuat aplikasi i-CHAT secara online yang terdiri dari 5 modul, yakni Kamus, Abjad Jari, Bilangan, Tematik, dan Susun Kalimat. Modul-modul pembelajaran selanjutnya masih dapat terus dikembangkan baik berupa aplikasi dengan game, animasi, video, maupun jurnal/artikel terkait pendidikan dan metode pembelajaran bagi anak tunarungu. Keseluruhan materi pembelajaran ini dapat dikemas dalam bentuk modul-modul dengan konsep e-learning. Pengembangan selanjutnya dari portal i-CHAT adalah membentuk forum, media social networking, dan konsep user generated content Di Indonesia, saat ini terdapat tidak kurang dari 419 SLB Tunarungu. Jawa Barat merupakan propinsi dengan jumlah SLB terbanyak, yaitu ... Read More Tunagrahita Tidak Selalu Idiot Pendidikan ialah salah satu hal penting bagi manusia. Betuk pendidikan bisa secara akademik atau non akademik. Pemerintah telah melakukan berbagai cara untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia tercinta ini. Mulai dari Program Wajar (wajib belajar) Sembilan Tahun sampai Wajar Dua Belas Tahun. Pembagian beasiswa dalam dan luar negeri pun termasuk dalam salah satu program pemerintah. Adanya UU tentang pendidikan memberikan garis tebal bahwa pendidikan harus dilaksanakan secara merata dan tanpa pengecualian. Sekolah negeri, sekolah swasta, bahkan sekolah luar biasa (SLB) menjadi tempat formal untuk mendapatkan pendidikan.Berbicara tentang SLB, tidak akan lepas dari keberadaan anak luar biasa (ABK).ABK ialah anak yang memiliki grafik perkembangan yang berbeda dari anak normal. Grafik tersebut bisa naik dan turun. Ada beberapa kategori ABK diantaranya Tunagrahita, Tunawicara, Tunarungu, Tunalaras, Tunanetra, Tunadaksa, Anak berkesulitan belajar, dan anak yang terlampau pintar. Sementara ini yang akan saya bahas ialah tentang anak tunagrahita. Banyak yang berasumsi bahwa anak tunagrahita sama dengan anak idiot. Asumsi tersebut kurang tepat karena sesungguhnya anak tunagrahita terdiri atas beberapa klasifikasi. Tunagrahita ialah istilah yang digunakan untuk anak yang memiliki perkembangan intelejensi yang terlambat. Setiap klasifikasi selalu diukur dengan tingkat IQ mereka, yang terbagi menjadi tiga kelas yakni tunagrahita ringan, tunagrahita sedang dan tunagrahita berat. 1. Tunagrahita Ringan Anak yang ... Read More Terapi Musik Bagi Anak Tuna Rungu Kerusakan pendengaran ditengarai merupakan salah satu kecacatan syaraf yang paling merusakkan. Dimana kecacatan penglihatan merupakan handicap kita dengan sekeliling kita, sedangkan kecacatan pendengaran merupakan handicap komunikasi dengan masarakat (Darrow, 1989). Komunikasi merupakan dasar dari kehidupan social kita dan aktivitas intelektual, dan tanpa itu kita terputus dari dunia. Untuk alasan inilah, praktek klinik dalam terapi musik untuk tuna rungu di fokuskan pada area yang berhubungan dengan komunikasi seperti : pelatihan auditory, produksi suara (berbicara) dan perkembangan bahasa. Melalui penelitian dalam kekurangan pada komunikasi ini, terapi musik menjadi suatu efek kedua untuk memperbaiki rasa sosial dan kepercayaan diri. Terapi musik masih dianggap tidak praktis. Dikarenakan sebagian besar orang masih mempunyai konsep yang salah terhadap ketuna runguan dalam kapasitasnya untuk mendengar dan mengapresiasi stimulus musik. Seperti yang telah Darrow (1989) katakan, hanya sebagian kecil persentasi dari ketunarunguan yang tidak bisa mendengar sama sekali. Selanjutnya ia mengatakan bahwa, dikarenakan variasi dari frekuensi dan intensitas pada musik, persepsi musik malah lebih bisa ter-akses, dibandingkan dengan sinyal percakapan yang lebih kompleks. Musik juga sangat fleksible dan dapat dimodifikasikan pada level pendengaran pada setiap orang, level bahasa, kematangan dan preferensi musik. Robbins & Robbins (1980), yang membuat manual resource yang komprehensif dan kurikulum bagi terapi musik untuk tuna ... Read More

3/7

Media Pembelajaran Bagi Anak Tunagrahita Media pembelajaran merupakan suatu elemen penting yang tidak dapat terpisahkan dari proses pembelajaran secara keseluruhan dan dapat lebih meningkatkan kualitas belajar siswa, kualitas mengajar guru, di samping itu dapat meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran baik di sekolah umum maupun di SLB termasuk bagi anak-anak tunagrahita. Seperti dalam pembelajaran anak-anak pada umumnya , maka pembelajaran bagi anak tunagrahita pun, media pembelajaran dan Alat Bantu pelajaran memegang peranan penting , hal ini dikarenakan anak tunagrahita kurang mampu berfikir abstrak, seperti dikemukakan oleh Astati (1988:6) Alat Bantu pelajaran penting diperhatikan dalam mengajar anak tunagrahita. Hal ini disebabkan anak tunagrahita kurang mampu berfikir abstrak, mereka membtutuhkan hal-hal kongkrit. Agar terjadinya tanggapan tentang obyek yang dipelajari, maka dibutuhkan alat pelajaran yang memadai. Selanjutnya diterangkan tentang karakteristik alat Bantu pelajaran untuk anak tunagrahita antara lain: Warna. Tidak terlalu menyolok Garis dan bentuk tidak boleh abstrak Hal yang penting adalah dalam menciptakan atau memilih alat bantu atau media pembelajaran ini harus diingat tentang hal-hal yang perlu ditonjolkan atau yang akan menjadi pusat / pokok pembicaraan. Anak tunagrahita akan mengalami kesulitan apabila dihadapkan dengan obyek yang kurang jelas tanpa tekanan tertentu. Jadi dalam memilih media pembelajaran bagi anak tunagrahita, harus benar-benar selektif dan mengarah pada hal yang abstrak, serta disesuaikan dengan karakteristik dan ... Read More Strategi Pembelajaran Bagi ABK Dalam sebuah pembelajaran dibutuhkan sebuah strategi untuk mengembangkan kemampuan atau kekurangan yang ada pada anak. Anak berkebutuhan khusus juga memerlukan strategi pembelajaran seperti anak reguler lainnya maka guru yang mengajar anak berkebutuhan khusus haruslah mempunyai strategi strategi tersebut dan disesuaikan dengan kebutuhan anak tersebut. Di bawah ini beberapa strategi pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus: 1. Strategi pembelajaran bagi anak tunanetra Strategi pembelajaran pada dasarnya adalah pendayagunaan secara tepat dan optimal dari semua komponen yang terlibat dalam proses pembelajaran yang meliputi tujuan, materi pelajaran, media, metode, siswa, guru, lingkungan belajar dan evaluasi sehingga proses pembelajaran berjalan dengan efektif dan efesien. Beberapa hal yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan strategi pembelajaran , antara lain: Berdasarkan pengolahan pesan terdapat dua strategi yaitu strategi pembelajaran deduktif dan induktf. Berdasarkan pihak pengolah pesan yaitu strategi pembelajaran ekspositorik dan heuristic. Berdasarkan pengaturan guru yaitu strategi pembelajaran dengan seorang guru dan beregu. Berdasarkan jumlah siswa yaitu strategi klasikal, kelompok kecil dan individual. Beradsarkan interaksi guru dan siswa yaitu strategi tatap muka, dan melalui media. Selain strategi yang telah disebutkan di atas, ada strategi lain yang dapat diterapkan yaitu strategi individualisasi, kooperatif dan modifikasi perilaku. 2. Strategi pembelajaran ... Read More Pengembangan Program Bina Diri pada Anak Tunagrahita Tujuan : Siswa dapat Melepas Baju Seragam tanpa bantuan orang lain Siswa dapat Mengenal Baju Seragam , Baju Tidur dan Baju Santai . Siswa dapat Melepas Kancing Baju Seragam Materi : Melepaskan Kancing Baju : Berbusana adalah salah satu kebutuhan pokok bagi manusia untuk menutupi dan menghiasi tubuh tubuh sehingga berpenampilan menarik. Berbusana terdiri atas 4 bagian penting yaitu : 1. Pakaian Luar ( Kegiatan melepas atau mengancingkan baju seragam ) 2. Pakaian Dalam 3. Berkaos kaki dan bersepatu. Bagi anak normal hal ini sangat mudah dilakukan karena anak normal hanya meniru kegiatan orang lain sehingga mudah untuk melakukannya. Namun berbeda dengan anak Tunagrahita mampu latih. Pada umumnya anak tunagrahita mampu latih karena keterbatasan kemampuan mereka, maka perlu diajarkan cara melepas maupun mengancingkan baju seragamnya sendiri. Lubang Kancing Kancing Baju 1. Pendekatan yang Digunakan untuk Berbusana Hal ini harus melalui (1) pendekatan individual yaitu untuk melatih anak secara satu persatu untuk kegiatan melepas maupun mengancingkan baju. (2) pendekatan berulang berulang kali, hal ini dilakukan agar anak dapat memahami dan mengerti dengan baik. (3) adalah pendekatan secara kongkrit dimana anak tunagrahita diajarkan satu- per satu sesuai dengan prosedur yang berlaku. 2. Metode Yang Digunakan Metode yang

4/7

digunakan adalah (1) metode ceramah yaitu menjelaskan ... Read More Media Pembelajaran berbasis Animasi untuk Anak Tuna Rungu Sebenarnya ini tugas Media Pembelajaran :)Tapi belum ada giliran buat dipresentasikan tuh :Pdisini media Pembelajaran yang digunakan ialah Flash Card dan Animasi FLASHSoftware yang saya buat ialah Macromedia Flash 8 professional Portable *versi lamanya Adobe Macromedia :D FlashCard Pengertian flashcard Flashcard adalah media pembelajaran dalam bentuk kartu bergambar berukuran 25x30cm. gambar-gambarnya dibuat dengan tangan atau hasil fotografi atau memanfaatkan gambar atau foto yang sudah ada yang ditempelkan pada lembaran flashcard. Gambar-gambar pada flashcard merupakan serangkaian pesan yang disajikan dengan mencantumkan keterangan gambar pada bagian belakang pada setiap gambar. Cara Penggunaan Flashcard Pada awalnya guru menempelkan flash card yang berisi gambar dan bilangan yang akan dijumlah atau dikurangi pada sterofoam kemudian guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab soal dengan cara menempelkan flash card pada stereofoam misalnya pada penjumlahan 1+7=8 dan pengurangan 9-7=2 Flash Animated Pengertian flash animated Flash animated adalah animasi yang diciptakan melaluli software macromedia flash 8 profesional (sebelum adobe corporation). Gambar yang dibuat dapat dianimasikan dan pada setiap halaman display (tampilan) serupa web. Software animasi ini dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang menarik bagi anak tunarungu. Sifatnya yang visual diperuntukkan bagi anak tunarungu yang peata atau cenderung menggunakan indera penglihatannya untuk menerima sebuah informasi dan mempelajari suatu hal baru. Cara Penggunaan Flash Animated Layaknya sebuah ... Read More PERMASALAHAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS USIA DINI Anak berkebutuhan khusus mencakup anak yang memiliki kebutuhankhusus yang bersifat permanen akibat kecacatan tertentu (anak penyandang cacat)dan anak berkebutuhan khusus yang bersifat temporer.A. Hambatan BelajarIstilahhambatan belajar (learning barrier)merupakan istilah yang multidimensional dan sifatnya kompleks. Hambatan belajarmerupakan manifestasi dari adanya gangguan dalam pemrosesan informasi karenafaktor internal ataupun eksternal, sehingga individu gagal dalam mengubah obyekeksternal atau kejadian tertentu (input) menjadi suatu bentuk kognitif sesuaidengan aturan aturan tertentu (output).Secara umumterdapat beberapa kata kunci yang merujuk kepada terjadinya hambatan belajar. Pertama adanya kesenjangan (disparity, discrepancy, imbalance,insufficiencies, atau gaps) antara prestasi nyata dengan potensi yangdimilikinya. Kedua, prinsip adanyagangguan dalam proses belajar. Termasuk dalam hal ini adalah faktor memory, closure, dan feedback. Ketiga, prinsipbahwa hambatan tersebut terjadi karena sebab sebab langsung ataupun tidaklangsung dari adanya hambatan dalam penglihatan, pendengaran, motorik,keterbelakangan mental, gangguan emosional, kemiskinan lingkungan, budaya, danekonomi.B. Hambatan BelajarHal antarahambatan belajar dan hambtan perkembangan tidak dapat dipisahkan, karena salingberkaitan, namun secara konseptual keduanya dapat dibedakan. Cara baru dalammemandangan keragaman perilaku dan perkembangan, pada hakekatnya dibangun berdasaratas sejumlah asumsi bahwa : 1. Perkembangan manusia dipandang sebagai suatu pribadi dalamperspektif lingkungannya. 2. Perbedaan lingkungan individu dan pengalaman keluarga sangatmenentukan oerkembangan yang terjadi pada anak. 3. Setiap lingkungan berisi faktor faktor resiko dan pelindung yangdapat membantu dan menghambat prose perkembangan. 4. Antara ... Read More Teknologi informasi dan komunikasi bagi anak berkebutuhan khusus Pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus ditekankan pada keterampilan-keterampilan dan penguasaan tehnologi informasi dan komunikasi. Upaya tersebut sebagai langkah untuk meningkatkan kompetensi anak-anak berkebutuhan khusus untuk bisa mandiri dengan mengembangkan potensi yg mereka miliki. Namun,orientasi pembelajaran anak-anak berkebutuhan khusus untuk lebih menguasai keteramilan-keterampilan dan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) itu hingga saat ini masih menghadapi kendala, selain minimnya sarana dan prasarana workshop beragam keterampilan,persoalan yg cukup serius

5/7

adalah kurangnya guru-guru yg mampu mengerjakan keterampilan-keterampilan yg dikembangkan dalam pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus di seluruh indonesia. "Pendidikan kita itu di ujungnya atau hasil lulusannya belum memberikan kompetensi-kompetensi yg dibutuhkan untuk hidup atau belum bisa membuat anak mandiri. Karena itu, fokus pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus sejak tahun 2006 mulai diarahkan untuk memperkuat kompetensi-kompetensi yg dibutuhkan dalam hidup. Sekitar 39 jenis keterampilan diajarkan dalam pendidikan khusus," kata Eko Djatmiko Sukarso, Direktur Pembinaan Sekolah Luar Biasa Depdiknas di Jakarta,Senin (26/3/2012). Menurut Eko,pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus bukan hanya meliputi penyandang cacat yg mengenyam pendidikan di sekolah-sekolah luar biasa. Pendidikan dengan cara yg khusus juga dibutuhkan untuk melayani anak-anak cerdas istimewa atau berbakat istimewa,anak-anak tenaga kerja indonesia(TKI) di daerah perbatasan dan di luar negeri, anak-anak jalanan, anak-anak dalam lembaga tahanan masyarakat,anak-anak korban bencana alam,anak-anak penderita HIV/AIDS,anak-anak pelacur,anak-anak korban perdagangan ... Read More Pengaruh Media Animasi Komputer Terhadap Hasil Belajar Sains Anak Tunagrahita Ringan Dunia pendidikan luar biasa seyogyanya memanfaatkan perkembangan teknologi komputer untuk meningkatkan kualitas pembelajaran anak tunagrahita. Mengingat pada prinsipnya komputer dihadirkan untuk mempermudah proses belajar siswa. Penggunaan komputer yang sesuai akan memudahkan dalam penyampaian materi pelajaran yang disampaikan guru pada siswanya. Media animasi komputer sangat menonjolkan unsure visualisasi (gambar) dan unsur imaji suara. Hal ini yang menjadi penguat bagi anak tunagrahita dalam menerima informasi sains khususnya mengenai energi . Apa yang didengar siswa dikuatkan oleh visual (penglihatan), dan apa yang dilihat siswa dikuatkan oleh audio (pendengaran). Hal ini akan memberi kesan yang kuat pada anak tunagrahita, sehingga mereka akan mampu mempertahankan respons tersebut dalam memorynya. Selama ini istilah animasi erat kaitannya dengan dunia pembuatan film, kartun ataupun komik yang diciptakan dari efek-efek yang dihasilkan oleh animasi komputer itu sendiri. Animasi, atau lebih akrab disebut dengan film animasi, adalah film yang meru pakan hasil dari pengolahan gambar tangan sehingga menjadi gambar yang bergerak. Pada awal penemuannya, film animasi dibuat dari berlembar -lembar kertas gambar yang kemudian diputar sehingga muncul efek gambar bergerak. Dengan bantuan komputer dan grafika komputer pembuatan film animasi menjadi sangat mudah dan cepat. Animasi secara harfiah berarti membawa hidup atau bergerak. Menganimasi memilki makna menggerakkan obyek agar menjadi hidup. Membuat ... Read More Penggunaan Alat Adaptif Komputer Dalam Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran Anak Tunagrahita Ringan Komputer disadari selain merupakan sarana untuk memungkinkan terjadinya proses belajar mengajar yang kondusif sekaligus sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Karena komputer dapat mendukung kepada pencapaian tujuan belajar yang telah ditetapkan. Dengan menggunakan komputer hasil belajar diyakini akan lebih baik. Penggunaan komputer dalam pembelajaran dapat digunakan untuk semua mata pelajaran. Terutama pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, Sains, Bahasa Inggris, Seni Lukis, dan lain-lain. Aplikasi dalam berbagai kepentingan pembelajaran anak tunagrahita menjadi sangat menarik. Penggunaan gambar, teknik operasi hitung, cerita yang ditampilkan melalui komputer pada anak tunagrahita dapat membantu memperjelas penyampaian pesan. Penggunaan komputer sebagai alat adaptif dapat mempertinggi proses belajar mengajar. Manfaat dari penggunaan komputer 1. Pengajaran akan lebih menarik perhatian anak tunagrahita, sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar; 2. Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya, sehingga dapat lebih dipahami oleh anak tunagrahita, dan memungkinkan mereka menguasai tujuan pengajaran lebih baik; 3. Metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru, sehingga anak tunagrahita tidak bosen dan guru tidak kehabisan tenaga, apalagi bila guru mengajar untuk setiap jam pelajaran; 4. Anak tunagrahita lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan dan lain-lain. Dunia pendidikan luar biasa seyogyanya memanfaatkan perkembangan teknologi komputer untuk meningkatkan ...

6/7

Read More

7/7