Anda di halaman 1dari 41

BAB I

1. IDENTITAS PASIEN Nama Umur Alamat : An. S.M : 9 tahun : Kauman no.49 Sidorejo Lor, Salatiga

2.

DATA SUBYEKTIF Keluhan Utama: Demam Riwayat Penyakit Seka an! Demam sejak 3 hari se elum masuk rumah sakit, demam dirasakan mendadak,
terus menerus tinggi, setia! minum o at !enurun !anas, !anas turun ta!i kemudian !anas lagi. "atuk #$%, !ilek #$%, mual #$%, muntah #$%, Mimisan &', gusi erdarah #$%. (uam

kemerahan #$%, intik$ intik se!erti digigit n)amuk #$%. Mata merah #$%. N)eri telan #$%. *elinga merah #$%, keluar +airan dari telinga #$%. *am!ak kesakitan atau menangis saat miksi #$%. Diare #$%. Sekali "A" ,arna hitam. Kejang #$%. Menggigil #$%. mera+au #$%. mengigau #$%. (i,a)at !erut serta mual, !egal$!egal #n)eri otot% #.% Riwayat Penyakit Dahulu (i,a)at o!name :$ e!ergian atau tinggal di daerah endemis malaria #$%. Na-su makan !asien menurun dan mengeluhkan sakit

(i,a)at !en)akit D" : $ (i,a)at kejang : #.% usia / ulan, 0'

Riwayat Penyakit Kelua !a (i,a)at keluarga demam #$%


1

(i,a)at tetangga terkena D"D : #.% Riwayat Ale !i Disangkal. Riwayat Kehamilan i"u AN1 2 4 kali di idan, keluhan saat hamil #$%, kelainan #$% Riwayat Pe #alinan i"u S!ontan di idan. 1uku! "ulan #33 minggu%. ""L 4 3455 gram.

Riwayat Imuni#a#i Lengka!, dikerjakan di 6os)andu tia! ,aktun)a.

Riwayat Tum"uh Kem"an! Sesuai dengan umur.

Riwayat $akan %an $inum AS7 sam!ai umur 8 ulan, dilanjutkan dengan 6AS7.

&.

DATA 'BYEKTIF Ke#an Umum 6asien tam!ak lemah, 1om!osmentis, Kesan status gi9i aik Tan%a (ital : ;( : &&5 '<menit, kuat angkat, isi dan tegangan +uku!. : (( : 04 '<menit : * : 39 1
2

: *D: &&5</5 mm;g Peme ik#aan Fi#ik Ke!ala : o "entuk dan ukuran : meso+e!hal ,arna, kele atan dan distri usi ram ut

o (am ut dan kulit ke!ala :

aik,in-eksi kulit ke!ala #$%, lesi #$%. o =ajah o Mata : simetris, !em engkakan #$%, ,ajah dismor-ik #$%. : !al!e ra simetris, +onj. Anemis #$%<#$%, sklera ikterik #$%<#$%, kornea jernih, !u!il ulat dan simetris, re-lek !u!il #.%, lensa jernih, kelainan #$%, air mata #.%<#.% o *elinga o ;idung : simetris, tanda$tanda in-eksi #$%,sekret #$%,de-ek kongenital #$%. : simetris, +u!ing hidung #$%, sekret #$%, e!istaksis #$%, de-ek kongenital #$%. o Mulut o >aring :trismus #$%, !erdarahan gusi #$%, lidah kotor #.%, lidah tremor #$% : dinding !osterior normal, !em esaran tonsil #$% tanda$tanda in-eksi #$%, a ses #$%. Leher : !em esaran lnn #$%, massa #$%, !ele aran ?ena jugularis #$%, kaku kuduk #$%

*hora' 6aru : 7ns!eksi 6al!asi 6erkusi : simetris, retraksi dinding dada #$% : ketinggalan gerak #$%, ?o+al -remitus ka4ki : sonor !ada kedua la!ang !aru

Auskultasi kre!itasi #$% @antung : 7ns!eksi 6al!asi 6erkusi Auskultasi A"%)men

: SD ?esikuler #.% S*: ,hee9ing #$%, ronkhi #$%,

: !ulsasi jantung #$% : i+tus +ordis #.% : redu! #.%, kardiomegali #$% : S&, S0 reguler, gallo! #$%, murmur #$%

7ns!eksi : simetris, kulit )ang teregang dan ti!is karena asites #$%, gam aran ?ena #$%, gerakan dinding !erut #.% Auskultasi: ising usus normal #.% !ada keem!at kuadran a domen,

metalli+ sound #$%. 6erkusi : tim!ani !ada keem!at kuadran a domen #.%, redu! er!indah

#$%, !ekak he!ar #.%, he!atomegali #$%, s!lenomegali #$%. 6al!asi : massa intraa dominal #$%, n)eri tekan #$%, de-ans muskuler #$%, he!ar tidak tera a, lien tidak tera a, ginjal tidak tera a, +u itan kulit kem ali +e!at, turgor aik. Ek#t imita# : akral hangat #.%, !er-usi jaringan aik, 1(* A 0B, jari ta uh

#$%, sianosis #$%, de-ek kongenital #$%, (L test #.%

: Ant )*)met i : "erat "adan 6anjang "adan : 03 kg : &0/ +m

: Statu# +i,i

erdasarkan !ada gra-ik !er andingan erat adan terhada! !anjang adan, maka !asien ini digolongkan !ada kategori Ci9i "aik.

-.

PE$ERIKSAAN PENUN.AN+ Tan!!al 2/ .uli 2010 Darah rutin $ $ $ $ AL ;" ;* A* 1i%al : S.*G: $ S.6AG: $ S. 6"G: &<&85 S. 61G: &<35 Tan!!al 22 .uli 2010 Da ah utin $ $ $ $ $ $ AL ;" ;* A* : D.&53<El : &3 g<dL : 3/,3F : 003.&53<El :05mm :40mm
5

:D.&53<El :&3,Dg<dL :4&,4F :03&.&53<El

S.*; : $ S.6A;: $ S.6";: &<&85 S.61;: $

LHD 7 jam LHD 77 jam

Tan!!al 23 .uli 20104 5am 10.00 1IB Da ah utin $ $ $ $ AL ;" ;* A* : 8,3.&53<El : &0,/ g<dL : 3/,3F : 93.&53<El

Tan!!al 23 .uli 20104 5am 16.&0 1IB Da ah utin $ $ $ $ AL ;" ;* A* : 9.&53<El : &4,3 g<dL : 44,DF : 3&.&53<El

Tan!!al 26 .uli 20104 5am 10.00 1IB Da ah utin $ $ $ $ $ $ AL ;" ;* A* : 3,3.&53<El : &3,/ g<dL : 45,/F : 83.&53<El

Se )l)!i 7g C Dengue #$% 7g M Dengue #.% Tan!!al 26 .uli 20104 5am 21.00 1IB Da ah utin $ $ $ $ AL ;" ;* A* : /,0.&53<El : &0 g<dL : 3D,8F : 83.&53<El

Tan!!al &0 .uli 2010 Da ah utin $ AL : D,3.&53<El


6

$ $ $

;" ;* A*

: &0,0 g<dL : 3D,8F : &50.&53<El

$ $ $ $

Tan!!al &1 .uli 2010 5am 10.00 Da ah utin AL : D,0.&53<El ;" ;* A* : &0,0 g<dL : 38,3F : 38.&53<El

Tan!!al &1 .uli 2010 jam 0&.55 Da ah utin $ $ $ $ AL ;" ;* A* : D,/ .&53<El : &0 g<dL : 3D,0 F : &5D .&53<El 1 A!u#tu# 2010 jam &&.55 .&53<El g<dL

Tan!!al $ $ $ $ 7. AL ;" ;* A*

Da ah utin : 8,4 : &0,4

: 3D,8 F : &4& .&53<El

ASSES$ENT Di--erential Diagnosis: D;> D> *I6;G7D 6A(A*I6;G7D 7S6A


7

CAS*(7*7S MALA(7A 7SK 1AM6AK GMA Dia!n)#i# Ke 5a : Demam Be %a ah Den!ue %e a5at II %an Demam Pa ati8)i%

/.

P9AN 7n-use (L &0 t!m 7njeksi +e-tria'on 0'D55mg Kalne' 0' J am!. 6ara+etamol 3' 0D5 mg

2.

F'99'1 UP

*anggal 08<5/<&5 3<&

0/<5/<&5 4<0

03<5/<&5 D<3

09<5/<&5 8<4

6erjalanan 6en)akit 6anas #.%, Muntah #$%, "A" #$%, "AK #.%, N)eri !erut #.% KU : 1M, * : 391 ;( : &&5 ' < mnt (( : 04 ' < mnt *hora' 1or : D"N 6ulmo: D"N A domen : "U normal, N* #$% ;asil La Darah terlam!ir 6anas #.%, atuk #$%, Muntah #$%, "A" #$%, "AK #.%, N)eri !erut #.% KU : 1M, * : 3/,41 ;( : &&5 ' < mnt, (( : 04 ' < mnt *hora' 1or : D"N 6ulmo: D"N A domen : "U normal, N* #$%, Kem ung #$% ;asil La Darah L =idal terlam!ir 6anas #.%, atuk #$%, Muntah #$%, mimisan #.% &', "A" #$%, "AK #.%, N)eri !erut #.% KU : 1M, * : 3/,31 ;( : &54 ' < mnt, (( : 04 ' < mnt *hora' 1or : D"N 6ulmo: D"N, A domen : "U normal, N* #$%, Kem ung #$%, ;asil La Darah terlam!ir Lemes #.% mimisan #$% KU : 1M, * : 38,D1 ;( : &5& ' < mnt (( : 04 ' < mnt *hora' 1or : D"N 6ulmo: D"N A domen : "U normal, N* #$% ;asil La Darah L Serologi terlam!ir

Assessment *era!i G s. >e ris 7n-. (L &0 t!m ;$3 7nj. 1e-tria'on 0.D55mg 6ara+etamol 3' 0D5 mg Monitor KU, KS "ed rest Diet makanan halus, rendah serat

D;> dan 7n-. (L &0 t!m demam 7nj. 1e-tria'on 0.D55mg !arati-oid 6ara+etamol 3' 0D5 mg Monitor KU, KS "ed rest Diet mknan halus, rendah serat Kontrol A*, ;", ;*, AL tia! 04 jam D;> dan 7n-. (L &0 t!m demam 7nj. 1e-tria'on 0.D55mg !arati-oid 7nj. Kalne' 0'&<0 am! 6ara+etamol 3' 0D5 mg Monitor KU, KS "ed rest Diet mknan halus, rendah serat Kontrol A*, ;", ;*, AL% tia! 04 jam D;> dan 7n-. (L &0 t!m demam 7nj. 1e-tria'on 0.D55mg !arati-oid 7nj. Kalne' 0'&<0 am! Monitor KU, KS "ed rest Diet mknan halus, rendah serat Kontrol A*, ;", ;*, AL tia! &0 jam

35<5/<&5 /<D

3&<5/<&5 3<8

Mual #.%, n)eri ulu hati #.%, mimisan #$% KU : 1M, * : 381 ;( : 33 ' < mnt (( : 04 ' < mnt *hora' 1or : D"N 6ulmo: D"N A domen : "U normal, N* #$% ;asil La Darah terlam!ir Kel #$%, !anas #$%, n)eri !erut #$%, "A" #$% 3 hari, atuk #$% KU : 1M, * : 38,01 ;( : 95 ' < mnt (( : 08 ' < mnt *hora' 1or : D"N 6ulmo: D"N A domen : "U normal, N* #$% ;asil La Darah terlam!ir

D;> dan 7n-. (L &0 t!m demam 7nj. 1e-tria'on 0.D55mg !arati-oid 7nj. Kalne' 0'&<0 am! Monitor KU, KS "ed rest Diet mknan halus, rendah serat Kontrol A*, ;", ;*, AL tia! &0 jam D;> dan 7n-. (L &0 t!m demam 7nj. 1e-tria'on 0.D55mg !arati-oid 7nj. Kalne' 0'&<0 am! Monitor KU, KS "ed rest Diet mknan halus, rendah serat Kontrol A*, ;", ;*, AL tia! 04 jam

5&<53<&5 9</

Kel #$%, !anas #$% !ete+hie #$%, D;> dan n)eri !erut #$%, "A" #.% demam KU : 1M, * : 38,/1 !arati-oid ;( : 95 ' < mnt (( : 04 ' < mnt *hora' 1or : D"N 6ulmo: D"N A domen : "U normal, N* #$%, ;asil La Darah terlam!ir

7n-. (L &0 t!m Monitor KU, KS "ed rest Diet mknan halus, rendah serat @ika A* 2 &55 "L6L

10

BAB II

DE$A$ BERDARA: DEN+UE 1.


PEN+ERTIAN Demam erdarah dengue #D"D% adalah !en)akit demam akut )ang

dise a kan oleh ?irus dengue serta memenuhi kriteria =;G untuk D"D. & D"D adalah salah satu mani-estasi sim!tomatik dari in-eksi ?irus dengue 7, 77, 777, dan 7K, )ang ditularkan oleh n)amuk Aedes aeg)!ti dan Aedes al o+!itus.

2.

ETI'9'+I DAN EPIDE$I'9'+I Dengue Hemorrhagic Fever #D;>% meru!akan !en)e a utama kematian !ada anak$anak di Asia, dan Dengue Shock Syndrome #DSS% )ang !arah men)e a kan kematian )ang +uku! signi-ikan !ada anak$anak 0. Sam!ai saat ini D;> meru!akan suatu !ermasalahan kesehatan !ada mas)arakat )ang sangat signi-ikan di ke an)akan negara tro!is Asia *enggara dan ,ila)ah 6asi-ik "arat. 6en)akit ini termasuk dalam se!uluh !en)e a !era,atan di rumah sakit dan !en)e a kematian !ada anak$anak, )ang terse ar sedikitn)a di dela!an negaranegara tro!is Asia0. Angka mor iditas dan mortalitas D;> dari tahun ke tahun terus menunjukkan !eningkatan dan terjadi di semua !ro!insi di 7ndonesia3. 6ada tahun 0554 terjadi kenaikan kejadian D;> )ang +uku! signi-ikan dan terjadi !ada 35 !ro!insi dari 30 !ro!insi di 7ndonesia4,8. 6en)akit demam erdarah dise a kan oleh Kirus Dengue. Kirus dengue termasuk grou! " arthro!od orne ?irus, genus -la?i?irus, -amil) -la?i?iridae )ang mem!un)ai 4 jenis serot)!e )aitu den &, den0, den 3, den 4. 7n-eksi dengan salah satu serot)!e akan menim ulkan anti od) seumur hidu! terhada! serot)!e )ang ersangkutan teta!i tidak ada !erlindungan terhada! serot)!e )ang lain. Serot)!e Den 3 meru!akan serot)!e )ang dominan dan an)ak erhu ungan dengan kasus erat. Keem!at ti!e ?irus terse ut telah ditemukan di er agai daerah di 7ndonesia antara lain @akarta dan Iog)akartaD,8. >aktor )ang mem!engaruhi !en)e aran D"D adalah !ertum uhan !enduduk, ur anisasi )ang tidak terkendali, tidak adan)a kontrol ?ektor n)amuk, dan !eningkatan sarana trans!ortasi8.
11

&.

PAT'+ENESIS Kirus meru!akan mikroorganisme )ang han)a da!at hidu! di dalam sel hidu!, maka demi kelangsungan hidu!n)a, ?irus harus ersaing dengan sel manusia se agai !ejamu #host% terutama dalam ke utuhan !rotein. 6ersaingan terse ut sangat tergantung !ada da)a tahan !ejamu, !en)akit akan sem uh sem!urna dan tim ul anti odi atau !erjalanan !en)akit menjadi makin men)e a kan kematian. 6atogenesis D"D masih meru!akan masalah )ang kontro?ersi. Dua teori )ang umum di!akai dalam menjelaskan !atogenesis in-eksi dengue adalah hi!otesis in-eksi sekunder (secondary heterologous infection theory) dan hi!otesis immune enhancement. &. *eori in-eksi sekunder Diajukan oleh Su?atte, &9// se agai aki at in-eksi sekunder oleh ti!e ?irus dengue )ang er eda, res!on anti odi anamnestik !asien akan ter!i+u, ertem!at di lim-osit, !roli-erasi lim-osit juga men)e a kan !roli-erasi dan trans-ormasi lim-osit dan menghasilkan titer tinggi 7gC anti dengue. Karena men)e a kan tinggin)a angka re!likasi ?irus dengue. ;al ini mengaki atkan ter entukn)a kom!leks ?irus$anti odi )ang selanjutn)a mengakti?asi sistem kom!lemen. 6ele!asan 13a dan 1Da men)e a kan !eningkatan !ermea ilitas dinding !em uluh darah dan merem esn)a +airan ke ekstra?askular. ;al ini ter ukti dengan !eningkatan kadar hematokrit, !enurunan natrium dan terda!atn)a +airan dalam rongga serosa./,3 0. *eori immune enhancement Se+ara tidak langsung ah,a mereka )ang terkena in-eksi kedua oleh ?irus heterolog mem!un)ai risiko erat )ang le ih esar untuk menderita D"D erat. Anti odi heterolog )ang telah ada akan mengenali ?irus lain kemudian mem entuk kom!leks antigen$anti odi )ang erikatan dengan >+ rese!tor dari mem ran leukosit terutama makro-ag. Se agai tangga!an dari !roses ini, akan terjadi sekresi mediator ?asoakti- )ang kemudian men)e a kan !eningkatan erat dan ahkan da!at

12

!ermea ilitas !em uluh darah, sehingga mengaki atkan keadaan hi!o?olemia dan s)ok./,3 *eori lain )ang da!at menjelaskan tentang !atogenesis D"D, antara lain: &. *eori antigen anti od) Kirus dengue meru!akan antigen )ang akan ereaksi dengan anti od) mem entuk kom!leks antigen$anti odi )ang akan mengakti?asi kom!lemen, akti?asi ini akan menghasilkan ana-ilatoksin 13a dan 1Da )ang mem!un)ai kemam!uan menstimulasi sel mast untuk mele!askan histamine. 13a dan 1Da meru!akan mediator )ang ?asoakti- dan !rokoagulan sehingga menim ulkan !eningkatan !ermea ilitas ka!iler$ ke o+oran !lasma$ !erdarahan$ s)ok hi!o?olemik. 0. *eori 7n-e+tion enhan+ing anti od) Antigen dengue le ih an)ak dida!at !ada sel makro-ag )ang tinggal meneta! di jaringan. 6ada kejadian ini anti od) non netralisir melekat !ada !ermukaan sel makro-ag )ang eredar dan tidakmelekat !ada makro-ag )ang meneta!. Makro-ag )ang dilekati anti od) non netralisir akan memiliki si-at o!sonisasi, internalisasi, dan akhirn)a mudah terin-eksi )ang akan menjadi akti- dan mele!askan sitokin )ang ?asoakti- #7L$&, 7L$8, *N> al!ha% )ang akan mengaki atkan ke o+oran !lasma. 3. 6eran Lim-osit 7n-eksi ?irus )ang masuk di makro-ag akan menda!at tangga!an sel * lim-osit 1D3, kemudian lim-osit * akan terakti?asise agai sel sitolitik )ang akan menghan+urkan semua sel )ang mengandung ?irus. 4. *eori A!o!tosis Adan)a in-eksi ?irus DHN, lim-osit * )ang terati?asi menunjukkan eks!resi * dalam kadar tinggi. Lim-osit * mengis)aratkan en9im !rotease #en9im -ragmentin% )ang menginduksi a!o!tosis sel target.

-.

$ANIFESTASI K9INIS 7n-eksi ?irus dengue mengaki atkan mani-estasi klinis )ang er?ariasi mulai dari asimtomatik, !en)akit !aling ringan #mild undifferentiated febrile illness%, demam dengue, demam erdarah dengue, sam!ai sindrom s)ok dengue. =alau!un se+ara e!idemiologi in-eksi ringan le ih an)ak, teta!i !ada a,al !en)akit ham!ir tidak mungkin mem edakan in-eksi ringan atau erat.
13

"iasan)a ditandai dengan demam tinggi, -enomena !erdarahan, he!atomegali, dan kegagalan sirkulasi. Demam dengue !ada a)i dan anak eru!a demam ringan disertai tim uln)a ruam makulo!a!ular. 6ada anak esar dan de,asa dikenal sindrom trias dengue eru!a demam tinggi mendadak, n)eri !ada anggota adan #ke!ala, ola mata, !unggung, dan sendi%, dan tim ul ruam makulo!a!ular. *anda lain men)eru!ai demam dengue, )aitu anoreksia, muntah, dan n)eri. #ka!sel% Cejala demam erdarah dengue )ang dialami iasan)a juga mengalami

e era!a -ase, antara lain: &. >ase !ertama demam mendadak, malaise, muntah, n)eri ke!ala, anoreksia. 0. 6ada -ase kedua, )aitu ekstremitas dingin, lem a , adan !anas, muka merah, keringat an)ak, gelisah, irita el, n)eri e!igastrik, !etekie terse ar !ada dahi dan tungkai, ekimosis s!ontan, mudah memar !ada tem!at !engam ilan darah ?ena, he!atomegali. H!istaksis dan !erdarahan gusi, !erdarahan saluran +erna he at # iasan)a tim ul setelah renjatan )ang tidak teratasi%. Sesudah 04$38 jam masa kritis, kon?alesen +uku! +e!at !ada anak )ang sem uh. Kelainan hematologis )ang !aling sering selama s)ok klinis adalah kenaikan hematokrit 05F, trom osito!neia, leukositosis ringan, ,aktu !erdarahan memanjang, dan kadar !rotrom in menurun sedang.

7.

PENE+AKAN DIA+N'SIS 1. Anamne#i# Demam tinggi mendadak erlangsung terus$menerus #kadang ersi-at i-asik% selama 0$/ hari. N)eri ke!ala N)eri elakang mata N)eri otot #mialgia% atau n)eri sendi #atralgia% (uam Mual, muntah Mani-estasi !erdarahan #e!istaksis, muntah atau gusi%. erak darah dan !erdarahan Pa%a anamne#i# %i%a*atkan !e5ala klini# in8ek#i %en!ue #e"a!ai "e ikut 1&:

14

2. &.

Peme ik#aan 8i#ik 6emeriksaan (um!le leede !ositi6erdarahan kulit #!etekie, ekimosis, !ur!ura% 6erdarahan mukosa #e!istaksis, !erdarahan gusi, hematemesis, melena% ;e!atomegali *anda$tanda ke o+oran !lasma : e-usi !leura, asites Peme ik#aan Penun5an! a. %a ah utin ;ematokrit: 6eningkatan nilai hematokrit atau hemokonsentrasi selalu dijum!ai !ada D"D, meru!akan indikator )ang !eka akan terjadin)a !erem asan !lasma, sehingga !erlu dilakukan !emeriksaan ;t se+ara erkala. 6ada umum)a !enuruan trom osit mendahului !eningkatan hematokrit. ;emokonsentrasi dengan !eningkatan hematokrit 05F atau le ih #misaln)a dari 3DF menjadi 40F%, men+erminkan !eningkatan !ermea ilitas ka!iler dan !erem esan !lasma. 6erlu menda!at !erhatian, ditentukan dengan +riteria se agai erikut: Ta"el 1. 6eningkatan hematokrit 205F sesuai umur dan jenis kelamin. umur (entang nilai #F% (erata #F% 0 minggu 40$88 D5 3 ulan 8 ulan$8 tahun / tahun$&0 tahun De,asa Laki$laki 40$D0 4/ !erem!euan 3/$4/ 40 6enurunan hematokrit 2 05F setelah !em erian +airan. *rom osit : jumlah trom osit iasan)a masih normal !ada 3 hari !ertama, trom osito!eni dengan jumlah trom osit A&55.555<El ditemukan !ada hari ketiga sam!ai hari kedela!an sakit terjadi se elum atau ersamaan dengan !eru ahan nilai hematokrit.
15

*ergantung derajat !en)akitn)a, !ada !emeriksaan -isik in-eksi dengue dida!atkan&3:

ah,a nilai hematokrit

di!engaruhi oleh !enggantian +airan atau !erdarahan ;emokonsentrasi

3&$4& 33$40 34$45

38 3/ 33

". Se )l)!i Untuk mem uktikan etiologi D"D, da!at dilakukan uji diagnostik melalui !emeriksaan i#)la#i ;i u#4 *eme ik#aan #e )l)!i atau "i)l)!i m)lekula . Di antara tiga jenis uji etiologi, )ang diangga! se agai aku emas adalah metode isolasi ?irus. Namun, metode ini mem utuhkan tenaga la oratorium )ang ahli, ,aktu )ang lama #le ih dari &:0 minggu%, serta ia)a )ang relati- mahal. Gleh karena keter atasan ini, seringkali )ang di!ilih adalah metode diagnosis molekuler dengan deteksi materi genetik ?irus melalui !emeriksaan reverse transcriptionpolymerase chain reaction #(*$61(%. 6emeriksaan (*$61( mem erikan hasil )ang le ih sensiti- dan le ih +e!at ila di andingkan dengan isolasi ?irus, ta!i !emeriksaan ini juga relati- mahal serta mudah mengalami kontaminasi )ang da!at men)e a kan tim uln)a hasil !ositi- semu. 6emeriksaan )ang saat ini an)ak digunakan adalah !emeriksaan serologi, )aitu dengan mendeteksi 7gM dan 7gC$anti dengue. 7munoserologi eru!a 7gM terdeteksi mulai hari ke 3$D, meningkat sam!ai minggu ke 3 dan menghilang setelah 85$95 hari. 6ada in-eksi !rimer, 7gC mulai terdeteksi !ada hari ke &4, sedangkan !ada in-eksi sekunder da!at terdeteksi mulai hari ke 0.&& Salah satu metode !emeriksaan ter aru )ang sedang erkem ang adalah !emeriksaan antigen s!esi-ik ?irus Dengue, )aitu antigen nonstructural protein 1 #NS&%. Antigen NS& dieks!resikan di !ermukaan sel )ang terin-eksi ?irus Dengue. Masih terda!at !er edaan dalam er agai literatur mengenai era!a lama antigen NS& da!at terdeteksi dalam darah. Se uah ke!ustakaan men+atat dengan metode HL7SA, antigen NS& da!at terdeteksi dalam kadar tinggi sejak hari !ertama sam!ai hari ke &0 demam !ada in-eksi !rimer Dengue atau sam!ai hari ke D !ada in-eksi sekunder Dengue. 6emeriksaan antigen NS& dengan metode HL7SA juga dikatakan memiliki sensiti?itas dan s!esi-isitas )ang tinggi #33,/F dan &55F%. Gleh karena !ela)anan !rimer.&& <. Ra%i)l)!i 6emeriksaan radiologis #-oto toraks 6A tegak dan lateral deku itus kanan% da!at dilakukan untuk melihat ada tidakn)a e-usi !leura, terutama !ada
16

er agai keunggulan terse ut, =;G

men)e utkan !emeriksaan deteksi antigen NS& se agai uji dini ter aik untuk

hemitoraks kanan dan !ada keadaan !erem esan !lasma he at, e-usi da!at ditemukan !ada kedua hemitoraks. Asites dan e-usi !leura da!at !ula dideteksi dengan USC.9 Be %a#a kan k ite ia 1:' 16624 %ia!n)#i# DBD %ite!akkan "ila #emua hal ini te *enuhi:9,&5 Klini# &. Demam atau ri,a)at demam akut, antara 0$/ hari iasan)a i-asik. 0. *erda!at minimal & mani-estasi !erdarahan erikut: uji endung !ositi-M !etekie, ekimosis, atau !ur!uraM !erdarahan mukosaM hematemesis dan melena 3. 6em esaran hati 4. S)ok, ditandai nadi +e!at dan lemah sam!ai tidak tera a, !en)em!itan tekanan nadi #A 05 mmhg%, hi!otensi sam!ai tidak terukur, kaki dan tangan dingin, kulit lem a , 1(* 20 detik, !asien tam!ak gelisah. 9a") at) ium D. *rom osito!enia #jumlah trom osit A&55.555< ml%. 8. *erda!at minimal & tanda ke o+oran !lasma s kelamin. N 6enurunan hematokrit 205F setelah menda!at tera!i +airan, di andingkan dengan nilai hematokrit se elumn)a. *anda ke o+oran !lasma se!erti: e-usi !leura, asites, hi!o!roteinemia, hi!onatremia. Dua kriteria klinis !ertama ditam ah satu dari kriteria la oratorium serta dikon-irmasi se+ara uji serologi+ hemaglutinasi +uku! untuk menegakkan diagnosis kerja D"D. : N 6eningkatan hematokrit 205F di andingkan standar sesuai umur dan jenis

/.

DERA.AD DBD *erda!at 4 derajat s!ektrum klinis D"D #=;G, &99/%, )aitu:9,&5 Derajat &: Derajat 0: Demam disertai gejala tidak khas dan satu$satun)a mani-estasi !erdarahan adalah uji torniOuet. Se!erti derajat &, disertai !erdarahan s!ontan di kulit dan !erdaran lain.
17

Derajat 3:

Dida!atkan kegagalan sirkulasi, )aitu nadi +e!at dan lemah, tekanan nadi menurun #05 mm;g atau kurang% atau hi!otensi, sianosis di sekitar mulut kulit dingin dan lem a , tam!ak gelisah.

Derajat 4:

S)ok terukur.

erat, nadi tidak da!at dira a dan tekanan darah tidak

2.

PENATA9AKSANAAN 6ada dasarn)a tera!i D"D adalah ersi-at su!orti- dan simtomatis. ilamana di!erlukan.

6enatalaksanaan ditujukan untuk mengganti kehilangan +airan aki at ke o+oran !lasma dan mem erikan tera!i su stitusi kom!onen darah !emantauan Dalam !em erian tera!i +airan, hal ter!enting )ang !erlu dilakukan adalah aik se+ara klinis mau!un la oratoris. 6roses ke o+oran !lasma dan terjadin)a trom osito!enia !ada umumn)a terjadi antara hari ke 4 hingga 8 sejak demam erlangsung. 6ada hari ke$/ !roses ke o+oran !lasma akan erkurang dan +airan akan kem ali dari ruang interstitial ke intra?askular. *era!i +airan !ada kondisi terse ut se+ara ertaha! dikurangi. Selain !emantauan untuk menilai a!akah !em erian +airan sudah +uku! atau kurang, !emantauan terhada! kemungkinan terjadin)a kele ihan +airan serta terjadin)a e-usi !leura atau!un asites )ang masi!erlu selalu di,as!adai. *era!i non-armakologis )ang di erikan meli!uti tirah aring #!ada trom osito!enia )ang erat% dan !em erian makanan dengan kandung$an gi9i )ang +uku!, lunak dan tidak mengandung 9at atau um u )ang mengiritasi saluaran +erna. Se agai tera!i sim!tomatis, da!at di erikan anti!iretik eru!a !arasetamol, serta o at sim!tomatis untuk mengatasi keluhan dis!e!sia. 6em erian as!irin atau!un o at antiin-lamasi nonsteroid se aikn)a dihindari karena !erdarahan !ada saluran +erna agaian atas #lam ung<duodenum%.&0 1. Kasus DBD yang diperkenankan berobat jalan "ila !enderita han)a mengeluh !anas, teta!i keingingan makan dan minum masih aik. Untuk mengatasi !anas tinggi )ang mendadak di!erkenankan mem erikan o at !anas !ara+etamol &5 : &D mg<kg "" setia! 3$4 jam diulang jika sim!tom !anas masih n)ata diatas 33,D 51. G at !anas salisilat tidak dianjurkan karena mem!un)ai resiko terjadin)a !en)ulit !erdarahan dan asidosis. Se agian esar
18

erisiko terjadin)a

kasus D"D )ang ero at jalan ini adalah kasus D"D )ang menunjukkan mani-estasi !anas hari !ertama dan hari kedua tan!a menunjukkan !en)ulit lainn)a. A!a ila !enderita D"D ini menunjukkan mani-estasi !en)ulit hi!ertermi dan kon?ulsi se aikn)a kasus ini dianjurkan di ra,at ina!. 2. Kasus DBD derajat I & II 6ada hari ke 3, 4, dan D !anas dianjurkan ra,at ina! karena !enderita ini mem!un)ai resiko terjadin)a s)ok. Untuk mengantisi!asi kejadian s)ok terse ut, !enderita disarankan diin-us +airan kristaloid dengan tetesan erdasarkan tatanan /, D, 3, antara lain: $ "" A &D kg $ "" &D$45 kg $ "" 2 45 kg : / ml<kg""<jam : D ml<kg""<jam : 3 ml<kg""<jam

6ada saat -ase !anas !enderita dianjurkan an)ak minum air uah atau oralit )ang iasa di!akai untuk mengatasi diare. A!a ila hematokrit meningkat le ih dari 05F dari harga normal, meru!akan indikator adan)a ke o+oran !lasma dan se aikn)a !enderita dira,at di ruang o ser?asi di !usat rehidrasi selama kurun ,aktu &0$04 jam. 6enderita D"D )ang gelisah dengan ujung ekstremitas )ang tera a dingin, n)eri !erut dan !roduksi air kemih )ang kurang se aikn)a dianjurkan ra,at ina!. 6enderita dengan tanda$tanda !erdarahan dan hematokrit )ang tinggi harus dira,at di rumah sakit untuk segera mem!eroleh +airan !engganti. Kolume dan ma+am +airan !engganti !enderita D"D sama dengan se!erti )ang digunakan !ada kasus diare dengan dehidrasi sedang #8$&5F kekurangan +airan% teta!i tetesan harus hati$hati. Ke utuhan +airan se aikn)a di erikan kem ali dalam ,aktu 0$3 jam !ertama dan selanjutn)a tetesan diatur kem ali dalam ,aktu 04$43 jam saat ke o+oran !lasma terjadi. 6emeriksaan hematokrit se+ara seri ditentukan setia! 8 jam dan men+atat data ?ital dianjurkan setia! saat untuk menentukan atau mengatur agar mem!eroleh jumlah +airan !engganti )ang +uku! dan +egah !em erian trans-usi erulang. 6erhitungan se+ara kasar se agai erikut : #ml<jam% 4 # tetesan < menit % ' 3

19

@umlah +airan )ang di utuhkan adalah ?olume minimal +airan !engganti )ang +uku! untuk mem!ertahankan sirkulasi se+ara e-ekti- selama !eriode ke o+oran #04$ 43 jam%, !em erian +airan )ang erle ihan akan men)e a kan kegagalan -aal !erna-asan #e-usi !leura dan asites%, menum!ukn)a +airan dalam jaringan !aru )ang erakhir dengan edema. A!a ila terjadi !enurunan hematokrit dan klinis mem aik, turunkan jumlah +airan se+ara s!ontan setelah !em erian +airan. .eni# =ai an >rekomendasi 1:'? #&% Kristaloid (inger Laktat #(L% atau DF Dekstrose di dalam larutan (inger Laktat #DD<(L% (inger Asetat #(A% atau DF Dekstrose di dalam larutan (inger Asetat #DD<(A% Na1l 5,9F #garam -aali4C>% atau DF Dekstrose di dalam larutan normal garam -isiologi #DD<C>% #0% Koloidal 6lasma e'!ander dengan erat molekul rendah #Dekstran 45% 6lasma Ta"el 2. Ke utuhan +airan untuk dehidrasi sedang Be at waktu ma#uk >k!? A/ / : && &0 : &3 2 &3 .umlah <ai an ml@k! BB *e ha i 005 &8D &30 33 ertaha! sam!ai keadaan sta il. 1airan intra?ena iasan)a han)a memerlukan ,aktu 04$43 jam sejak ke o+oran !em uluh ka!iler

Ke"utuhan =ai an

6emilihan jenis dan ?olume +airan )ang di!erlukan tergantung dari umur dan erat adan !asien serta derajat kehilangan !lasma sesuai dengan derajat hemokonsentrasi )ang terjadi. 6ada anak )ang gemuk, ke utuhan +airan disesuaikan dengan erat adan ideal anak umur )ang sama. Ke utuhan +airan rumatan da!at di!erhitungkan dari ta el erikut. Ta"el &. Ke utuhan +airan rumatan Be at "a%an >k!? &5 .umlah <ai an >ml? &55 !er kg ""
20

&5 : 05 2 05 3. Kasus DBD derajat III & IV

&555 . D5 ' kg #diatas &5 kg% &D55 . 05 ' kg #diatas 05 kg%

PDengue Sho+k S)ndromeB #sindrome renjatan dengue% termasuk kasus kega,atan )ang mem utuhkan !enanganan se+ara +e!at dan !erlu mem!eroleh +airan !engganti se+ara +e!at. "iasan)a dijum!ai kelaian asam asa dan elektrolit #hi!onatremi%. Dalam hal ini !erlu di!ikirkan kemungkinan da!at terjadi D71. *erkum!uln)a asam dalam darah mendorong terjadin)a D71 )ang da!at men)e a kan terjadin)a !erdarahan he at dan renjatan )ang sukar diatasi. 6erlakukan hal ini se agai ga,at darurat. "erikan oksigen 0$4 L<menit se+ara nasal. 6enggantian se+ara +e!at !lasma )ang hilang digunakan larutan gaam isotonik #(inger Laktat, DF Dekstrose dalam larutan (inger Laktat atau DF Dekstrose dalam larutan (inger Asetat dan larutan normal garam -aali% dengan jumlah &5$05 ml<kg<35 menit atau !ada kasus )ang sangat erat #derajat 7K% da!at di erikan olus &5 ml<kg #& atau 0'%. @ika s)ok erlangsung terus dengan hematokrit )ang tinggi, larutan koloidal #dekstran dengan erat molekul 45.555 di dalam larutan normal garam -aal atau !lasma% da!at di erikan dengan jumlah &5$05 ml<kg<jam. Selanjutn)a !em erian +airan in-us dilanjutkan dengan tetesan )ang diatur sesuai dengan !lasma )ang hilang dan se agai !etunjuk digunakan harga hematokrit dan tanda$tanda ?ital )ang ditemukan selama kurun ,aktu 04$43 jam. 6emasangan +etral ?enous !ressure dan kateter urinal !enting untuk !enatalaksanaan !enderita D"D )ang sangat erat dan sukar diatasi. 1airan koloidal diindikasikan !ada kasus dengan ke o+oran !lasma )ang kristaloid )ang +uku! an)ak. 6ada kasus a)i, dianjurkan DF dekstrose di dalam setengah larutan normal garam -aali #DF dekstrose JNSS% di!akai !ada a,al mem!er aiki keadaan !enderita dan DF dekstrose di dalam &<3 larutan normal garam -aali oleh di erikan !ada a)i di a,ah & tahun, jika kadar natrium dalam darah normal. 7n-us da!at dihentikan ila hematokrit turun sam!ai 45F dengan tanda ?ital sta il dan normal. 6roduksi urine aik meru!akan indikasi sirkulasi dalam ginjal +uku! aik. Na-su makan )ang
21

an)ak sekali )ang telah mem!eroleh +airan

meningkat menjadi normal dan !roduksi urine )ang +uku! meru!akan tanda !en)em uhan. 6ada umumn)a 43 jam sesudah terjadi ke o+oran atau renjatan tidak lagi mem utuhkan +airan. (ea sor si !lasma )ang telah keluar dari !em uluh darah mem utuhkan ,aktu &$0 hari sesudahn)a. @ika !em erian +airan erle ihan da!at terjadi hi!er?olemi, kegagalan -aal jantung dan edema aru. Dalam hal ini hematokrit )ang menurun !ada saat rea sor si jangan diinte!retasikan se agai !erdarahan dalam organ. 6ada -ase rea sor si ini tekanan nadi kuat #05 mm;g% dan !roduksi urine +uku! dengan tanda$tanda ?ital )ang aik.

22

DBD DERA.AT I ATAU II TANPA PENIN+KATAN :E$AT'KRIT

Pa#ien ma#ih %a*at minum "eri minum an)ak &$0 liter<hari atau &sd makan tia! D menit. #@enis minuman: air !utih, the manis, siru!, jus uah, susu, oralit%. "ia suhu233,D 1 eri !ara+etamol. "ila kejang eri o at antikon?ulsi
o

Pa#ien ti%ak %a*at minum4 muntah te u#Amene u#. 6asang in-use Na1l 5,9F: dekstrosa DF #&:3%, tetesan rumatan sesuai erat adan. 6eriksa ; , ;t, At tia! 8$ &0 jam.

$)nit) !e5ala klini# %an la") at) ium. 6erhatikan tanda s)ok 6al!asi hati setia! hari Ukur dieresis setia! hari A,asi !erdarahan 6eriksa ; , ;t, trom osit tia! 8$&0 jam 6er aikan klinis dan la oratoris 7n-use ganti ringer laktat ;t naik dan atau trom osit turun

!ulang

23

+am"a 1. 6enatalaksanaan D"D Derajat 7 atau 77 tan!a 6eningkatan ;ematokrit

DBD DERA.AT II %en!an *enin!katan :t 20B

1airan a,al (L< Na1l 5,9F atau (L,DD<Na1l 5,9F.DD, 8$/ ml<kg""<jam Monitor tanda ?ital< nilai ;t dan *rom osit tia! 8 jam

Pe "aikan
*idak gelisah Nadi kuat *ekanan darah sta il Diuresis +uku! #&ml<Kg""<jam% ;t turun 0 kali !emeriksaan

Ti%ak a%a *e "aikan


Celisah Distress !erna-asan >rekuensi nadi naik ;t teta! tinggi<naik Dieresis kurang< tidak ada Tan%a ;ital mem"u uk ;t meningkat

*etesan dikurangi
Dml<kg""<jam

*etesan dinaikkan &5$&D ml<Kg""<jam Pe "aikan *etesan dinaikkan ertaha!


H?aluasi &D menit

Pe "aikan Sesuaikan tetesan 3ml<kg""<jam 7K>D sto! !ada 04$43 jam "ila tanda ?ital<;t sta il , dieresis +uku!

Tan%a ;ital ti%ak #ta"il

Distress !erna-asan ;t naik *ek. nadi A05mm;g Koloid 05$35 ml<kg""

; <;* turun

*rans-use darah segar &5ml<kg""

Pe "aikan
24

+am"a 2. 6enatalaksanaan D"D Derajat 77 dengan 6eningkatan ;ematokrit 05F


DBD DERA.AT III %an I(

Gksigenasi 0$4 L<menit 6enggantian ?olum !lasma segera #+airan kristaloid isotonis% (inger laktat<Na1l 5,9F 05 ml<Kg"" se+e!atn)a # olus dalam 35 menit%

H?aluasi 35 menit, a!akah s)ok teratasiQ 6antau tanda ?ital tia! &5 menit 1atat alans +airan selama !em erian +airan intra?ena

Sy)k te ata#i

Sy)k ti%ak te ata#i

Kesadaran mem aik Nadi tera a kuat *ek nadi 205mm;g *idak sesak na-as<sianosis Hkstremitas hangat Dieresis +uku! & =ai an %an tete#an ml<Kg""<jam %i#e#uaikan &5 ml<Kg""<jam E;alua#i ketat *anda ?ital *anda !erdarahan Dieresis ; , ;t, trom osit

Kesadaran menurun Nadi lem ut tidak tera a *ek. Nadi A05mm;g Distress !erna-asan<sianosis Kulit dingin,lem a Hkstremitas dinginR 6eriksa kadar gula darah 9an5utkan <ai an 05 ml<Kg""<jam Tam"ahkan k)l)i% *la#ma dekstran<>66 &5$05 #Maks 35% ml<Kg""<jam K) ek#i a#i%)#i# e?aluasi & jam Sy)k te ata#i Sy)k "elum te ata#i

Sta"il %alam 2- 5am@:tC-0 *etesan Dml<Kg""<jam *etesan 3 ml<Kg""<jam 7n-use sto! tidak mele ihi 43 jam setelah s)ok teratasi ;t turun

*rans-use darah segar &5 ml<kg"" diulang sesuai ke utuhan

;t teta! tinggi< naik Koloid 05 ml<kg""

25

+am"a &. 6enatalaksanaan D"D Derajat 777 atau 7K

3.

K'$P9IKASI Hnse-alo!ati dengue, Umumn)a ense-alo!ati terjadi se agai kom!likasi renjatan s)ok )ang

erke!anjangan dengan !erdarahan, namun da!at juga terjadi !ada D"D )ang tidak disertai renjatan. Hdem !aru seringkali terjadi oleh karena o?erloading +airan.

6.

$'NIT'RIN+ *anda ?ital dan kadar hematokrit harus dimonitor dan die?aluasi se+ara teratur untuk menilai hasil !engo atan. ;al$hal )ang harus di!erhatikan !ada monitoring adalah: Nadi, tekanan darah, res!irasi, dan tem!eratur harus di+atat setia! &D$35 menit atau le ih sering, sam!ai s)ok da!at teratasi. Kadar hematokrit harus di!eriksa tia! 4$8 jam sam!ai keadaan klinis !asien sta il Setia! !asien harus mem!un)ai -ormulir !emantauan, mengenai jenis +airan, jumlah, dan tetesan, untuk menentukan a!akah +airan )ang di erikan sudah men+uku!i. @umlah dan -rekuensi diuresis. 6ada D"D s)ok lakukan 1ross mat+h darah, untuk !ersia!an trans-use darah a!a ila di!erlukan. K ite ia $emulan!kan Pa#ien 6asien da!at di!ulangkan, a!a ila: *idak demam selama 04 jam tan!a anti!iretik Na-su makan mem aik *am!ak !er aikan se+ara klinis ;ematokrit sta il *iga hari setelah s)ok teratasi @umlah trom osit 2 D5.555<Sl *idak dijum!ai distress !erna-asan #dise a kan oleh e-usi !leura atau asidosis%

26

10. PEN=E+A:AN
@umlah kasus iasan)a meningkat ersamaan dengan !eningkatan +urah hujan oleh karena itu !un+ak jumlah kasus er eda tia! daerah. 6ada umumn)a di 7ndonesia meningkat !ada musim hujan sejak ulan Desem er sam!ai dengan A!ril$Mei tia! tahun. 6en+egahan atau !em erantasan D"D dengan mem asmi n)amuk dan sarangn)a dengan melakukan 3M, )aitu Menguras tem!at$tem!at !enam!ungan air se+ara teratur seminggu sekali atau mena urkan u uk lar?asida. Menutu! ra!at$ra!at tem!at !enam!ungan air Mengu ur atau men)ingkirkan arang ekas )ang da!at menam!ung air.

DE$A$ PARATIF'ID@Salm)nel)#i#
6en)akit in-eksi dengan Salmonella #Salmonellosis% ialah segolongan jenis !en)akit in-eksi )ang dise a kan oleh sejumlah esar s!esies )ang tergolong dalam genus Salmonella, iasan)a mengenai saluran !en+ernaan. 1. De8ini#i1Salmonellosis adalah !en)akit aki at termakann)a akteri hidu! anggota genus : salmonella # akteri gram negati?e, atang non s!ora )ang mem-ermentasi glukosa dengan mem entuk gas, tum uh !ada tem!erature 8,/T $ 4D,8T1, !; 4,& : 9,5 %. Sum er !en+emaran se+ara langsung atau tidak langsung erasal dari manusia dan he,an #ku+ing, anjing, a i, sa!i% < unggas dan telurn)a serta rodentia sekitar se!ertiga kasus salmonellosis erasal dari daging sa!i dan a)am. +e5ala klinik Salm)nell)#i# *a%a manu#ia %i kel)m*)kkan men5a%i 2 :

27

1. Salm)nell)#i# 1ausa U Salmonella +holerasuis, S. enteriditis, S.t)!himurium, S. in-antis. Masa inku asi D : /0 jam. *anda klinis : diare, sakit !erut, demam, muntah, dehidrasi, kelemahan, enteritis.

2. Ty*h)i% 8e;e >ente i< 8e;e ? 1ausa U Salmonella !arat)!hi A, " dan 1 serta S. sendai, S. enteritidis. "akteri ini miri! Salmonella lain teta!i sering erada!tasi !ada manusia.

2. E*i%emi)l)!i1"esarn)a angka !asti demam ti-oid di dunia ini sangat sukar ditentukan, se a !en)akit ini dikenal mem!un)ai gejala dengan s!ektrum klinisn)a sangat luas. 7nsiden di negara maju sangat menurun. Di Hro!a "arat dan @e!ang insiden tahunan kurang dari 5,0 !er &55.555. Di Hro!a Selatan insiden tahunan adalah 4,3$&4,D !er &55.555. Demam ti-oid masih meru!akan masalah kesehatan )ang !enting di Di!erkirakan angka kejadian dari er agai negara sedang di Amerika erkem ang. Selatan dan &D5<&55.555<tahun

955<&55.555<tahun di Asia dan angka mortalitas tinggi. Grganisasi Kesehatan Sedunia #=;G% telah mem!erkirakan ah,a &0,D juta kasus terjadi setia! tahun di seluruh dunia #tidak termasuk 1ina%. Umur !enderita )ang terkena di 7ndonesia #daerah endemis% dila!orkan antara 3$&9 tahun men+a!ai 9&F kasus. Angka )ang kurang le ih sama juga dila!orkan dari Amerika Selatan Salmonella thypi da!at hidu! di dalam tu uh manusia #manusia se agai reser?oir alamiah%. Manusia )ang terin-eksi Salmonella thypi da!at mengeksresikann)a melalui sekret saluran na-as, urin, dan tinja dalam jangka ,aktu )ang sangat er?ariasi. Salmonella thypi )ang erada di luar tu uh manusia da!at hidu! untuk e era!a minggu a!a ila erada di dalam air, es, de u atau kotoran )ang kering mau!un !ada !akaian. Akan teta!i S. thypi han)a da!at hidu! kurang dari & minggu !ada raw sewage, dan mudah dimatikan dengan klorinasi dan !asteurisasi #tem!eratur 83o1%.

28

*erjadin)a !enularan Salmonella thypi se agian

esar melalui makanan<minuman

)ang ter+emar oleh kuman )ang erasal dari !enderita atau !em a,a kuman, iasan)a keluar ersama$sama dengan tinja #melalui rute oral -ekal 4 jalur oro$-ekal%. Ledakan serangan )ang dise arkan air karena sanitasi jelek dan !en)e aran -ekal$oral karena ditemukan higiene !ersonal jelek terutama di negara )ang sedang erkem ang. Kerang dan inatang kerang$ kerangan lain )ang ditanam di air )ang terkontaminasi oleh sam!ah juga meru!akan sum er in-eksi )ang terse ar. Di Amerika Serikat, sekitar 8DF kasus aki at dari !erjalanan internasional. 6erjalanan ke Asia #terutama 7ndia% dan Amerika *engah atau Selatan #terutama Meksiko% iasan)a terli at. Da!at juga terjadi transmisi trans!lasental dari seorang i u hamil )ang erada dalam akteremia ke!ada a)in)a. 6ernah dila!orkan !ula transmisi oro$-ekal dari seorang i u !em a,a kuman !ada saat !roses kelahirann)a ke!ada a)in)a. &. Eti)l)!i1Sem ilan !uluh enam !ersen kasus demam ti-oid dise a kan S. typhi, asil gram negati-, ergerak dengan ram ut getar, tidak erka!sul, tidak mem entuk s!ora, -akultatianaero . Mem!un)ai antigen somatik #G% )ang terdiri dari oligosakarida, flagelar antigen #;% )ang terdiri dari !rotein dan envelope antigen #K% )ang terdiri dari !olisakarida. Sisan)a dise a kan oleh S. aratyphi.

-. Pat)!ene#i#17 6atogenesis demam ti-oid meli atkan 4 !roses kom!leks mengikuti ingesti organisme, )aitu: #&% !enem!elan dan in?asi sel$sel M eyer!s patch #0% akteri ertahan hidu! dan ermulti!likasi di makro-ag eyer!s patch, nodus lim-atikus mesenterikus, dan organ$organ ekstra intestinal sistem retikuloendotelial #3% akteri ertahan hidu! di aliran darah #4% !roduksi enterotoksin )ang meningkatkan kadar c"# di dalam kri!ta usus dan men)e a kan keluarn)a elektrolit dan air ke dalam lumen intestinal. 6ada demam 6arati-oid !eru ahan !ada jaringan )ang terkena seru!a dengan !ada demam ti-oid, han)a umumn)a le ih ringan. 6eru ahan !ada saluran !en+ernaan da!at mengaki atkan nekrosis !ermukaan mukosa usus sehingga terjadi diare. Akan teta!i nekrosis
29

!ada mukosa usus di atas jaringan lim-oid )ang menim ulkan ulserasi )ang dalam jarang terjadi sehingga jarang sekali ditemukan !er-orasi atau !erdarahan usus. Dengan ataerjadin)a akteremia #se!sis% da!at terjadi !eradangan !ada organ lain )ang terkena sehingga sesuai dengan lokalisasin)a da!at terjadi artritis, osteomielitis, meningitis, a ses, dan lain$lain.

7. +e5ala Klini#17 Da!at eraneka ragam, iasan)a karena !eradangan usus, !aru atau karena se!sis. Umumn)a terda!at dua entuk gam aran klinis Salmonelosis, )aitu : &. Salmonelosis )ang miri! demam ti-oid < ti-us a dominalis Masa inku asi erlansung rata$rata &0 hari. Selama masa tunas mungkin ditemukan gejala !rodromal )aitu n)eri ke!ala, tidak enak adan, lesu, tidak ersemangat, sakit !erut. Selanjutn)a gejala klinis seru!a dengan ti-us a dominalis, akan teta!i in!an, )aitu : a. Demam )ang erlangsung & : 3 minggu iasan)a tidak terlalu !anas, ke+uali ila terjadi se!sis. . Cangguan !ada saluran !en+er+aan eru!a rasa mual, n)eri !erut, muntah ,dan kadang$kadang diare. Lim!a iasan)a tidk mem esar. ;ati mem esar dan n)eri !ada !era aan. Sering ditemukan !erut kem ung. +. Kesadaran mungkin menurun han)a sam!ai a!atis, ke+uali ila terjadi meningitis atau kom!likasi dehidrasi asidosis. d. 6ada !arati-us " terda!at leuko!enia, sedangkan !ada !arati-us lain mungkin terda!at leukositosis. e. Kom!likasi di andingkan dengan ti-oid -e?er, )aitu !arati-oid 1 le ih sering mengaki atkan terjadin)a lesi ernanah !ada sendi, tulang dan jaringan lunak. Gsteomielitis karena salmonella terse ut le ih sering terjadi !ada !enderita dengan kelainan hemoglo in. 0. Salmonelosis )ang miri! dengan kera+unan makanan #gastroenteritis%. /. .alu ma#uknya "akte i ke %alam tu"uh17 Kuman masuk melalui makanan<minuman, di utuhkan jumlah akteri &5 D$&59 untuk da!at menim ulkan in-eksi. 6ada saat mele,ati lam ung dengan suasana asam #!; A 0%
30

iasan)a le"ih

an)ak akteri )ang mati. "akteri )ang teta! hidu! akan masuk ke dalam usus halus #ileum%. Di usus halus, akteri melekat !ada sel$sel mukosa dan kemudian mengin?asi mukosa dan menem us dinding usus sehingga men+a!ai -olikel lim-e usus halus. Kuman ikut aliran lim-e mesenterika ke dalam sirkulasi darah # akteremia !rimer%. 6ada taha! erikutn)a, S. typhi men+a!ai jaringan retikuloendotelial di organ he!ar dan lien. Salmonella thypi mangalami multi!likasi di dalam sel -agosit mononuklear di dalam -olikel lim-e, kelenjar lim-e mesenterika, he!ar dan lien. Setelah melalui !eriode ,aktu tertentu #!eriode inku asi:&5$&4 hari%, )ang laman)a ditentukan oleh jumlah dan ?irulensi kuman serta res!on imun !enjamu maka Salmonella thypi akan keluar dari ha itatn)a dan melalui duktus torasikus masuk ke dalam sirkulasi sistemik. Dengan +ara ini organisme da!at men+a!ai organ mana!un, akan teta!i tem!at )ang disukai oleh Salmonella thypi adalah he!ar, lien, sumsum tulang, kandung em!edu dan eyer!s patch dari ileum terminal. Hkskresi organisme di em!edu da!at mengin?asi ulang dinding usus atau dikeluarkan melalui tinja. 2. 9an!kah * )m)ti8@* e8enti817 Se+ara umum, untuk mem!erke+il kemungkinan ter+emar S. thypi, maka setia! indi?idu harus mem!erhatikan kualitas makanan dan minuman )ang mereka konsumsi. Salmonella thypi di dalam air akan mati a!a ila di!anasi setinggi D/ o1 untuk e era!a menit atau dengan !roses iodinasi<klorinasi&. Untuk makanan, !emanasan sam!ai suhu D/o1 e era!a menit dan se+ara merata juga da!at mematikan kuman Salmonella th)!i. 6enurunan endemisitas suatu negara atau daerah tergantung !ada aik urukn)a !engadaan sarana air dan !engaturan !em uangan sam!ah serta tingkat kesadaran indi?idu terhada! higiene !ri adi. 7munisasi akti- da!at mem antu menekan angka kejadian demam ti-oid&. :i!iene *e ) an!an %an lin!kun!an Demam ti-oid ditularkan melalui rute oro$-ekal, maka !en+egahan utama memutuskan rantai terse ut dengan meningkatkan higiene !erorangan dan lingkungan, se!erti men+u+i tangan se elum makan, !en)ediaan air ersih, dan !engamanan !em uangan lim ah -eses. Imuni#a#i

31

Saat serkarang dikenal tiga ma+am ?aksin untuk !en)akit demam ti-oid, )aitu )ang erisi kuman )ang dimatikan, kuman hidu! dan kom!onen Ki dari Salmonella thypi. Kaksin )ang erisi kuman Salmonella thypi $ S. parathypi "$ S. parathypi % )ang diinakti-kan$!anas$-enol #&"% vaccine% telah !uluhan tahun digunakan dengan +ara !em erian suntikan su kutan, namun ?aksin ini han)a mem erikan da)a keke alan )ang ter atas #D&$/8F% dan disertai dengan !engaruh )ang merugikan termasuk demam, reaksi lokan, dan n)eri ke!ala !ada sekurang$kurangn)a 0DF !enerima. Dua dosis 5,D mL di erikan se+ara su kutan erjarak 4 minggu atau le ih telah direkomendasikan untuk anak usia &5 tahun atau le ih, 5,0D mL !erdosis direkomendasikan untuk anak )ang le ih muda. Kaksin ti-oid oral #&y0&$a% erisi kuman Salmonella thypi hidu! )ang dilemahkan. Di erikan !ada usia 2 8 tahun dengan inter?al selang sehari #hari &, 3 dan D%, ulangan setia! 3$D tahun. "e era!a !enelitian merugikan )ang esar ter ukti manjur #8/$30F%. 6engaruh elum eredar di 7ndonesia, terutama erarti jarang. Kaksin ini

direkomendasikan untuk turis )ang e!ergian ke daerah endemik. Kaksin !olisakarida #capsular 'i polysaccharide%, !ada usia 0 tahun atau le ih, di erikan se+ara intramuskular, mem erikan !erlindungan #85$/5F%, dan diulang setia! 3 tahun. Kaksin ti-oid dianjurkan !ada ,isata,an ke daerah endemik, terutama Amerika Latin, Asia *enggara dan A-rika. =isata,an demikian !erlu di!eringatkan ah,a ?aksin ukan !engganti higiene !erseorangan dan !emilihan makanan dan minuman hati$hati, karena tidak ada ?aksin )ang mem!un)ai kemanjuran mendekati &55F. Kaksin juga dianjurkan !ada indi?idu )ang erhu ungan intim dengan !engida! )ang telah terdokumentasi dan untuk mengendalikan ledakan serangan. 3. 9an!kah %ia!n)#tik17 Anamne#i# 6ada anak !eriode inku asi demam ti-oid antara D$&5 hari dengan rata$rata antara &5$ &4 hari. Cejala klinis demam ti-oid sangat er?ariasi, dari gejala klinis ringan dan tidak memerlukan !era,atan khusus sam!ai dengan erat sehingga harus dira,at. Kariasi gejala

32

ini dise a kan -aktor galur salmonella, status nutrisi dan imunologik !enjamu serta lama sakit di rumahn)a. Semua !asien demam ti-oid selalu menderita demam !ada a,al !en)akit. 6ada era !emakaian anti iotik elum se!erti !ada saat ini, !enam!ilan demam !ada kasus demam ti-oid mem!un)ai istilah khusus )aitu ste!$ladder tem!erature +hart )ang ditandai dengan demam tim ul insidius, kemudian demam naik se+ara ertaha! tia! hari, men+a!ai suhu tertinggi !ada akhir minggu !ertama, minggu kedua !asien terus erada dalam keadaan demam, )ang turun se+ara erangsur$angsur !ada minggu keem!at. "an)ak orang tua !asien demam ti-oid mela!orkan ah,a demam le ih tinggi saat sore dan malam hari di andingkan dengan !agi harin)a. 6ada saat demam sudah tinggi , !ada kasus demam ti-oid da!at disertai gejala sistem sara- !usat, se!erti kesadaran erka ut atau delirium, atau !enurunan kesadaran mulai a!atis sam!ai koma. Cejala sistemik lain )ang men)ertai tim uln)a demam adalah malaise, letargi, anoreksia, mialgia, n)eri ke!ala, n)eri !erut, diare atau konsti!asi, muntah, !erut kem ung, radang tenggorokan, !ada demam ti-oid erat da!at dijum!ai !enurunan kesadaran, kejang dan ikterus. Peme ik#aan 8i#ik 6ada kasus )ang er!enam!ilan klinis erat, !ada saat demam tinggi akan tam!ak toksik<sakit erat. "ahkan da!at juga dijum!ai !enderita demam ti-oid )ang datang dengan s)ok hi!o?olemik se agai aki at kurang masukan +airan dan makanan. Cejala gastrointestinal !ada kasus demam ti-oid sangat er?ariasi. 6asien da!at mengeluh diare, o sti!asi atau o sti!asi kemudian disusul e!isode diare, !ada se agian !asien lidah tam!ak kotor dengan !utih ditengah sedang te!i dan ujungn)a kemerahan. "an)ak dijum!ai gejala meteorismus, er eda dengan uku a+aan "arat !ada anak 7ndonesia le ih an)ak dijum!ai he!atomegali di andingkan s!lenomegali. Kadang$kadang dijum!ai ronki !ada !emeriksaan !aru. (ose s!ot, suatu ruam makolo!a!ular karena em oli asil dalam ka!iler kulit )ang er,arna merah, dengan ukuran &$D mm, lesi agak tim ul, dan !ada !enekanan !u+at, sering kali dijum!ai !ada daerah, a domen, toraks, ekstremitas dan !unggung, terjadi !ada D5F !enderita. Mereka tam!ak dalam kelom!ok &5$&D lesi. (uam ini mun+ul !ada hari ke/$&5 dan ertahan selam 0$3 hari.
33

Peme ik#aan *enun5an! Darah te!i !eri-er Anemia normokromik normositik, !ada umumn)a terjadi karena su!resi sumsum tulang, de-isiensi >e, atau !erdarahan usus. Leuko!enia, namun jarang kurang dari 3555<El3. A!a ila terjadi a ses !iogenik maka jumlah leukosit da!at maningkat men+a!ai 05.555$0D.555<El3. Lim-ositosis relati*rom osito!enia terutama !ada demam ti-oid erat.

6emeriksaan serologi Serologi ,idal Dasar !emeriksaan ialah reaksi aglutinasi )ang terjadi ila serum !enderita di+am!ur dengan sus!ensi antigen Salmonella t)!hosa. 6emeriksaan )ang !ositi- ialah ila terjadi reaksi aglutinasi. Dengan jalan mengen+erkan serum, maka kadar anti da!at ditentukan, )aitu !engen+eran tertinggi )ang masih menim ulkan reaksi aglutinasi. Untuk mem uat diagnosis )ang di!erlukan ialah titer 9at anti terhada! antigen G. *iter )ang ernilai &<055 atau le ih dan atau menunjukkan kenaikan )ang !rogresidigunakan untuk mem uat diagnosis. "an)ak senter mengatur !enda!at a!a ila terjadi kenaikan titer S. typhi titer G 2&:055 atau kenaikan 4 kali titer maka diagnosis demam ti-oid da!at ditegakkan, meski!un da!at terjadi !ositi- mau!un negati- !alsu aki at adan)a reaksi silang antara s!esies salmonella. *iter terhada! antigen ; tidak di!erlukan untuk diagnosis, karena da!at teta! tinggi setelah menda!at imunisasi atau ila !enderita telah lama sem uh. *idak selalu !emeriksaan ,idal !ositi- ,alau!un !enderita sungguh$sungguh menderita ti-oid se agaimana ter ukti !ada auto!si setelah !enderita meninggal dunia. Se alikn)a titer da!at !ositi- karena keadaan se agai erikut: #&% *iter G dan ; tinggi karena terda!atn)a aglutinin normal, karena in-eksi asil 1oli !atogen dalam usus #0% 6ada neonatus, 9at anti terse ut di!eroleh dari i un)a melalui tali !usat #3% *erda!at in-eksi silang dengan (i+kettsia #=eil >eli'% #4% Aki at imunisasi se+ara alamiah karena masukn)a asil !eroral atau !ada keadaan in-eksi su klinis.
34

Kadar 7gM dan 7gC #&yphi(dot%

6emeriksaan iakan salmonela "iakan em!edu "asil Salmonella t)!hosa da!at ditemukan dalam darah !enderita iasan)a dalam minggu !ertama sakit. Selanjutn)a le ih sering ditemukan dalam urin dan -eses dan mungkin akan teta! !ositi- dalam ,aktu )ang lama. Gleh karena itu !emeriksaan )ang !ositi- dari +ontoh darah digunakan untuk menegakkan diagnosis, sedangkan !emeriksaan negati- dari +ontoh urin dan -eses 0 kali erturut$turut digunakan untuk menentukan ah,a !enderita telah enar$ enar sem uh dan tidak menjadi !em a,a kuman #karier% "iakan sumsum tulang Masih !ositi- sam!ai minggu ke 4. iakan ini mem!un)ai sensiti?itas tertinggi, hasil !ositi- dida!atkan !ada 95F kasus dan kurang di!engaruhi oleh tera!i antimikro a se elumn)a. Akan teta!i !rosedur ini sangat in?asi-, sehingga tidak di!akai dalam !raktek sehari$hari. 6emeriksaan radiologi >oto toraks, a!a ila diduga terjadi kom!likasi !neumonia. >oto a domen, a!a ila diduga terjadi kom!likasi intraintestinal se!erti !er-orasi usus atau !erdarahan saluran +erna. 6ada !er-orasi usus tam!ak distri usi udara tak merata, tam!ak air -luid le?el, a)angan radiolusen di daerah he!ar dan udara e as !ada a domen. 6. Dia!n)#i# "an%in! Stadium dini: in-luen9a, gastroenteritis, ronkitis, ronko!neumonia *u erkulosis, in-eksi jamur sistemik, malaria Demam ti-oid erat: se!sis, leukemia

10. K)m*lika#i Kom!likasi ke an)akan terjadi setelah & minggu !en)akit. Da!at terjadi !ada: &. Usus halus #intraintestinal% Kom!likasi didahului dengan !enurunan suhu, tekanan darah dan !eningkatan -rekuensi nadi. Umumn)a jarang terjadi, akan teta!i sering -atal, )aitu:
35

a. 6erdarahan usus Dila!orkan da!at terjadi !ada &$&5F kasus demam ti-oid anak. "ila sedikit han)a ditemukan jika dilakukan !emeriksaan tinja dengan en9idin. "ila !erdarahan an)ak terjadi melena. . 6er-orasi usus Dila!orkan da!at terjadi !ada 5,D$3F. *im ul iasan)a !ada minggu ketiga atau setelah itu dan terjadi !ada agian distal ileum. 6er-orasi )ang tidak disertai !eritonitis han)a da!at ditemukan ila terda!at udara di rongga !eritoneum, )aitu !ekak hati menghilang dan terda!at udara di antara hati dan dia-ragma !ada -oto rontgen a domen )ang di uat dalam keadaan tegak. +. 6eritonitis "iasan)a men)ertai !er-orasi teta!i da!at terjadi tan!a !er-orasi usus. Ditemukan gejala a domen akut )aitu n)eri !erut )ang he at, defance muskulare, dan n)eri !ada !enekanan. 0. Kom!likasi di luar usus #ekstraintestinal% *erjadi karena lokalisasi !eradangan aki at se!sis # akteremia% )aitu meningitis, kolesistitis, ense-elo!ati dan lain$lain. *erjadi karena in-eksi sekunder, )aitu ronko!neumonia. Dehidrasi dan asidosis da!at tim ul karena masukan makanan )ang kurang dan !ers!irasi aki at suhu tu uh )ang tinggi. 11. Te a*i1/ $e%ikament)#a Anti iotik 6engo atan anti iotik meru!akan !engo atan utama karena !ada dasarn)a !atogenesis in-eksi Salmonella typhi erhu ungan dengan keadaan akteremia. o Kloram-enikol #drug of choice% D5$&55 mg<kg <hari, oral atau 7K, di agi dalam 4 dosis selama &5$&4 hari atau D$/ hari setelah demam turun, sedang !ada kasus dengan malnutrisi !engo atan da!at di!er!anjang sam!ai 0& hari untuk mengurangi angka kom!likasi.

36

o Amoksisilin &55 mg<kg

<hari, oral atau intra?ena, di agi dalam 4 dosis

selama &5 hari mem erikan hasil )ang setara dengan kloram-enikol ,alau!un !enurunan demam le ih lama. o Kotrimoksasol 8 mg<kg o Se-triakson 35$&55 mg<kg strain )ang resisten. o Se-iksim &5$&D mg<kg <hari, oral di agi dalam 0 dosis, selama &5 hari da!at di erikan se agai alternati-, terutama a!a ila jumlah leukosit A0555<Sl atau dijum!ai resistensi terhada! S. typhi. Kortikosteroid di erikan !ada kasus erat dengan gangguan kesadaran. Deksametason 3 mg<kg &mg<kg Be%ah *indakan edah di!erlukan !ada !en)ulit !er-orasi usus. Su*) ti8 Demam ti-oid ringan da!at dira,at dirumah *irah aring 7solasi memadai Ke utuhan +airan dan kalori di+uku!i intra?ena, di erikan dalam 35 menit untuk dosis a,al, dilanjutkan dengan tia! 8 jam sam!ai 43 jam. <hari, oral selama &5 hari, mem erikan hasil )ang <hari, intra?ena atau intramuskular, di agi dalam kurang aik di anding kloram-enikol. satu atau dua dosis #maksimal 4 gram<hari%, selama D$/ hari. Di erikan untuk

Demam ti-oid erat harus dira,at ina! di rumah sakit 1airan dan kalori o *erutama !ada demam tinggi, muntah atau diare, ila !erlu asu!an +airan dan kalori di erikan melalui sonde lam ung. o 6ada ense-alo!ati, jumlah ke utuhan +airan dikurangi menjadi 4<D ke utuhan dengan kadar natrium rendah. o 6enuhi ke utuhan ?olume +airan intra?askular dan jaringan dengan !em erian oral<!arenteral. o 6ertahankan -ungsi sirkulasi dengan aik. o 6ertahankan oksigenasi jaringan, ila !erlu erikan oksigen.
37

o 6elihara keadaan nutrisi. o 6engo atan gangguan asam asa dan elektrolit. Anti!iretik, di erikan a!a ila demam 239o1, ke+uali !ada ri,a)at kejang demam da!at di erikan le ih a,al Diet o Makanan tidak erserat dan mudah di+erna o Setelah demam reda, da!at segera di erikan makanan )ang le ih !adat dengan kalori +uku! *rans-usi darah: kadang di!erlukan !ada !erdarahan saluran +erna dan !er-orasi usus.

$)nit) in! Te a*i H?aluasi demam reda dengan memonitor suhu. A!a ila !ada 4$D setelah !engo atan demam tidak reda, maka harus segera kem ali die?aluasi adakah kom!likasi, sum er in-eksi lain, resistensi S. typhi terhada! anti iotik, atau kemungkinan salah menegakkan diagnosis. 6asien da!at di!ulangkan a!a ila tidak demam dalam 04 jam tan!a anti!iretik, na-su makan mem aik, klinis !er aikan dan tidak dijum!ai kom!likasi. 6engo atan da!at dilanjutkan di rumah. Tum"uh kem"an! 7n-eksi demam ti-oid meru!akan in-eksi )ang akut sehingga relati- tidak mengganggu tum uh kem ang anak. 12. P )!n)#i#1/ 6rognosis demam ti-oid tergantung !ada kete!atan tera!i, usia !enderita, keadaan kesehatan se elumn)a, seroti! Salmonella !en)e a dan ada tidakn)a kom!likasi. Di negara maju, dengan tera!i anti iotik )ang adekuat, angka mortalitasn)a A &F. Di negara erkem ang, angka mortalitasn)a 2 &5F, iasan)a karena keterlam atan diagnosis, !era,atan dan !engo atan. Mun+uln)a kom!likasi, se!erti !er-orasi gastrointestinal atau

38

!erdarahan he at, meningitis, endokarditis, dan !neumonia, mengaki atkan mor iditas dan mortalitas )ang tinggi. (ela!s sesudah res!on klinis a,al terjadi !ada 4$3F !enderita )ang tidak dio ati dengan anti iotik. 6ada !enderita )ang telah menda!at tera!i anti mikro a )ang te!at, mani-estasi klinis rela!s menjadi n)ata sekitar 0 minggu sesudah !enghentian anti iotik dan men)eru!ai !en)akit akut namun iasan)a le ih ringan dan le ih !endek. 7ndi?idu )ang mengekskresi S. th)!i V 3 ulan setelah in-eksi umumn)a menjadi karier kronis. (esiko menjadi karier !ada anak$anak rendah dan meningkat sesuai usia. Karier kronis terjadi !ada &$DF dari seluruh !asien demam ti-oid. 7nsiden !en)akit saluran em!edu #traktus iliaris% le ih tinggi !ada karier kronis di andingkan dengan !o!ulasi umum.

PE$BA:ASAN "erdasarkan gejala klinis !asien, demam hari ke$4, demam dirasakan mendadak, terus menerus tinggi, tidak menggigil. 6egal$!egal #n)eri otot% #.%, sakit ke!ala #.%, na-su makan !asien menurun dan mengeluhkan sakit !erut serta mual, diare #$%. 6asien mengalami !enurunan angka trom osit A&55.555< ml !ada demam hari ke 8. 6ada demam hari ke 3 tim ul mani-estasi !erdarahan eru!a mimisan dan "A" hitam. 6ada hari ke$3 di 7CD (L test #.%. Dari hasil !emeriksaan !enunjang darah rutin #trom osito!eni% dan serologi dengue #7gM !ositi-% !asien menderita D"D. ;al ini sesuai dengan Kriteria Diagnosis D"D menurut =;G )aitu Dua kriteria klinis !ertama #demam 0$/ hari, mendadak, mimisan dan "A" hitam% ditam ah satu dari kriteria la oratorium #trom osito!eni% serta dikon-irmasi se+ara uji serologi+ #7gM Dengue !ositi-% +uku! untuk menegakkan diagnosis kerja D"D. "erdasarkan derajatn)a !asien ini termasuk D"D derajat 77 )aitu demam disertai satu atau le ih gejala n)eri ke!ala, n)eri retroor ita, mialgia, atralgia, !erdarahan s!ontan #mimisan, "A" hitam% disertai trom osito!enia. Selain itu, !ada uji ,idal !ada !asien ini ditemukan !ada S. 6"G: &<&85, S.6";: &<&85 dan S. 61G: &<35, sehingga juga da!at ditegakkan diagnosis demam !arat)!hoid.
39

6em erian tera!i !ada !asien ini sudah te!at )aitu !em erian in-use #+airan intra?ena% !ada !asien ini untuk mem!ertahankan sirkulasi )ang e-ekti- dan men+egah terjadin)a dehidrasi karena !asien malas minum. *era!i +airan meru!akan tera!i utama dalam !enanganan D;>. 6em erian anti ioti+ di erikan untuk men+egah adan)a in-eksi, di sam!ing itu !engo atan utama !ada demam !arati-oid adalah !em erian anti iotik dan anti!iretik di erikan se agai !enurun !anas. 6ada !asien ini juga di erikan o at anti !erdarahan karena !asien mengalami !erdarahan s!ontan eru!a mimisan.

DAFTAR PUSTAKA &. 0. (ani, A. Soegondo, S. dan Nasir, AU. #ed%. 6anduan 6ela)anan Medik 6erhim!unan Dokter S!esialis 6en)akit Dalam 7ndonesia. @akarta:6usat 6ener itan 76D >KU7, 0558.!.&3/$3 Ngo *hi Nhan, 1ao Wuan *hanh 6huong, (a+hel Kneen, "ridget =ills, Ngu)en Kan M), Ngu)en *hi Xue 6huong, 1hu Kan *hien, Ngu)en *hi *hu) Nga, @ulie A.Sim!son, *om Solomon, Ni+holas @. =hite, and @erem) >arrar, 055&, "cute #anagement of Dengue Shock Syndrome: A (andomi9ed Dou le$"lind 1om!arison o- 4 7ntra?enous >luid (egimens in the >irst ;our, )*DM 30: 054$ &3. Sutar)o. 6erkem angan !atogenesis demam erdarah dengue. Dalam: ;a$ dinegoro S(;, Satari ;7, editor. Demam "erdarah Dengue: Naskah Lengka!. @akarta: "alai 6ener it >KU7, &999.!.30$43 Ahmad, K., 0554, Dengue death toll rises in 7ndonesia, lancet, 383:9D8. Kristina, 7sminah, dan =ulandari L., 0554, +a,ian #asalah +esehatan Demam %erdarah Dengue, "adan Lit angkes, De!kes (7, @akarta. De!artemen Kesehatan (7, &995, etun,uk elaksanaan engamatan dan encegahan +e,adian .uar %iasa Demam %erdarah Dengue (+ewaspadaan Dini), uku 77, 9, De!.Kes.(7., @akarta. ;adinegoro S(;, et al. #editor%. *ata laksana demam erdarah dengue di 7ndonesia. De!artemen Kesehatan (7 dan Direktorat @enderal 6em erantasan 6en)akit Menular dan 6en)ehatan Lingkungan. 0554.

3. 4. D. 8. /.

40

3. 9. &5. &&. &0. &3. &4. &D. &8.

Setiati, *. H, =agenaar, @. >. 6, de Kruit, M. D, Mairuhu, A*A, ?an Cor!, H1M, and Soemantri A, 0558, 1hanging e!idemiologi o- dengue -e?er in 7ndonesia, Dengue %ulletin, 35 : &$&4. =orld ;ealth Grgani9ation. Dengue haemorrhagi+ -e?er: diagnosis, treatment, !re?ention and +ontrol. Cene?a, &99/. =orld ;ealth Grgani9ation. 6re?ention and +ontrol o- dengue and dengue haemorrhagi+ -e?er: +om!rihensi?e guidelines. Ne, Delhi, 055&.!.D$&/ Nainggolan L. (eagen !an$H dengue earl) +a!ture HL7SA #6an"io% dan !latelia dengue NS& Ag test #"io(ad% untuk deteksi dini in-eksi dengue. 0553. (e9eki,SM 7ra,an,;. %uku /askah .engkap Demam %erdarah Dengue. "alai 6ener it >akultas Kedokteran Uni?ersitas 7ndonesia. 66 7DA7., 0553, %uku Saku elayanan +esehatan "nak di 0umah Sakit, =;G, @akarta. Mansjoer A, dkk. Ka!ita Selekta Kedokteran. Media Aes+ula!ius >akultas Kedokteran Uni?ersitas 7ndonesia: @akarta. 0555. 6us!onegoro ;D, dkk. Standar 6ela)anan Medis Kesehatan Anak. 7katan Dokter Anak 7ndonesia: @akarta. 0554. ;asan (, dkk. 7lmu Kesehatan Anak. >akultas Kedokteran Uni?ersitas 7ndonesia: @akarta. 0550.

41