Anda di halaman 1dari 4

3.3 Gejala-gejala yang Timbul Kanker laring biasanya berasal dari pita suara, menyebabkan suara serak.

Seseorang yang mengalami serak selama lebih dari 2 minggu sebaiknya segera memeriksakan diri.
Kanker bagian laring lainnya menyebabkan nyeri dan kesulitan menelan. Kadang sebuah benjolan di leher yang merupakan penyebaran kanker ke kelenjar getah bening, muncul terlebih dulu sebelum gejala lainnya timbul. Gejala lainnya yang mungkin terjadi adalah: nyeri tenggorokan. nyeri leher. atuk batuk darah. bunyi perna!asan yang abnormal.

Serak yang menetap engkak"benjolan ditenggorokan #is!agia $yeri ketika bicara %asa terbakar di tenggorokan saat menelan cairan panas #yspnea, lemah erat adan menurun &embesaran kelenjar lim!e $a!as bau
3.' Tahap &encegahan &enyakit &encegahan yang dapat dilakukan terhadap penyakit kanker laring (pita suara) cukup sederhana yaitu untuk para pengkonsumsi rokok dan alkohol cukup dengancara mengurangi dan untuk yang tidak mengkonsumsi rokok dan alkohol hindari rokok dan alkohol. *ealth &romotion &emberian makanan bergi+i (sehat seimbang) &enyediaan sanitasi Speci!ic &rotection ,munisasi Spesi!ik -enghindari terhadap +at-+at alergen &emberian makanan khusus &erlindungan terhadap bahan-bahan yang bersi!at karsinogenik .arly #iagnosis dan &romt Treatment /paya penemuan khusus Sur0ey kesehatan -initoring dan sur0ailans epidemologis Sreening sur0ey &emeriksaan general chek-up #isability 1imitation &engobatan &emberian multi 0itamin %ehabilitation 2isioterapi

Kemoterapi &sikoterapi Sosial terapi %ehabilitasi 3sthetis 4ocational terapi

3.5 &engobatan &engobatan tergantung kepada lokasi kanker di dalam laring. Kanker stadium a6al diatasi dengan pembedahan atau terapi penyinaran. 7ika menyerang pita suara, lebih sering dilakukan terapi penyinaran karena bisa mempertahankan suara yang normal. Kanker stadium lanjut biasanya diatasi dengan pembedahan, yang bisa meliputi pengangkatan seluruh bagian laring (laringektomi total atau parsial), diikuti dengan terapi penyinaran. &engangkatan seluruh pita suara menyebabkan penderita tidak memiliki suara. Suara yang baru dibuat dengan salah satu dari cara berikut: 1..sophageal speech, penderita diajari untuk memba6a udara ke dalam kerongkongan ketika berna!as dan
secara perlahan menghembuskannya untuk menghasilkan suara. 2.2istula trakeoeso!ageal, merupakan katup satu arah yang dimasukkan diantara trakea dan kerongkongan. Katup ini mendorong udara ke dalam kerongkongan ketika penderita berna!as, sehingga menghasilkan suara. 7ika katup mengalami kelainan !ungsi, cairan dan makanan bisa secara tidak sengaja masuk ke dalam trakea. 3..lektrolaring adalah suatu alat yang bertindak sebagai sumber suara dan dipasang di leher. Suara yang dihasilkan oleh ketiga cara tersebut dirubah menjadi percakapan dengan menggunakan mulut, hidung, gigi, lidah dan bibir. Suara yang dihasilkan lebih lemah dibandingkan suara normal. Kanker pita suara yang kecil dapat diterapi dengan pembuangan transoral melalui laringoskop. Kanker yang terlalu besar untuk pendekatan ini tetapi belum cukup luas mem!ikasi pita suara, dapat diterapi dengan laringektomi parsial atau terapi radiasi. Terapi kanker yang cukup besar untuk mem!ikasi pita suara (kanker T3) masih contro0ersial dan harus secara tersendiri sesuai dengan kasusnya. eberapa pusat medis mula-mula mencoba dengan radiasi dan melakukan laringektomi pada pasien yang gagal disembuhkan (lebih dari 89:). *al ini berarti bah6a sebagian besar pasien terapi 2 kali, pembedahannya sulit dan penyembuhan luka berlangsung lambat, tetapi sebagian laring dapat diselamatkan. Tak pelak lagi, rencana dan kualitas terapi radiasi serta kualitas pemeriksaan ulang, pengalaman ahli bedah sangat mempengaruhi hasilnya. &ara medis lainnya termasuk yang kami lakukan, melakukan laringektomi primer pada kanker laring T3, dengan modi!ikasi untuk mempertahankan !istula bicara trakeo!aring, bila mungkin. Kemungkinan penyembuhan lebih tinggi, terapi ini lebih dapat ditoleransi pasien, jumlah pasien yang sama dapat mempertahankan suaranya, tetapi lebih banyak pasien yang memerlukan trakeostomi untuk penatalaksanaan. &ada kedua sistem tersebut, pasien yang akhirnya menjalani laringektomi cocok untuk latihan bicara lagi, dengan memakai suara esophagus. Tanpa laring, pasien perlu berna!as melalui trakeostomi permanen, karena tidak ada lagi hubungan s!ingter antara saluran pernapasan dan saluran makanan. &ada kasus kanker laring yang telah bermetastasis ke nodus lim!atikus ser0ikalis (atau terdapat risiko tinggi metastasis mikroskopis) dilakukan terapi tambahan. iasanya berupa diseksi total nodusmlim!atikus di leher, bila mungkin dimodi!ikasi untuk melindungi ner0us asesorius. #engan penanganan ahli, kurang dari 39: pasien kanker laring yang kehilangan laringnya, dan prognosis penyembuhan biasanya sangat baik.

7enis 1aringektomi : 1.1aringektomi parsial (1aringektomi-Tirotomi) 1aringektomi parsial direkomendasikan kanker area glotis tahap dini ketika hanya satu pita suara yang terkena. Tindakan ini mempunyai mempunyai angka penyembuhan yang sangat tinggi. #alam operasi ini satu pita suara diangkat dan semua struktur lainnya tetap utuh. Suara pasien kemungkinan akan menjadi parau. 7alan na!as akan tetap utuh dan pasien seharusnya tidak memiliki kesulitan menelan. 1.1aringektomi supraglotis (horisontal)

1aringektomi supraglotis digunakan dalam penatalaksanaan tumor supraglotis. Tulang hioid, glotis, dan pita suara palsu diangkat. &ita suara, kartilago krikoid, dan trakea tetap utuh. Selama operasi, dilakukan diseksi leher radikal pada tempat yang sakit. Selang trakeostomi dipasang dalam trakea sampai jalan na!as glotis pulih. Selang trakeostomi ini biasanya diangkat setelah beberapa hari dan stoma dibiarkan menutup. $utrisi diberikan melalui selang nasogastrik sampai terdapat penyembuhan dan tidak ada lagi bahaya aspirasi. &asca operasi pasien akan mengalami kesulitan menelan selama 2 minggu pertama. Keuntungan utama operasi ini adalah bah6a suara akan kembali pulih dalam seperti biasa. -asalah utamanya adalah bah6a kanker tersebut akan kambuh. 1.1aringektomi hemi0ertikal 1aringetomi hemi0ertikal dilakukan jika tumor meluas diluar pita suara, tetapi perluasan tersebut kurang dari ; cm dan terbatas pada area subglotis. #alam prosedur ini, kartilago tiroid laring dipisahkan dalam garis tengah leher dan bagian pita suara (satu pita suara sejati dan satu pita suara palsu) dengan pertumbuhan tumor diangkat. Kartilago aritenoid dan setengah kartilago tiroid diangkat. Kartilago aritenoid dan setengah kartilago tiroid diangkat. &asien beresiko mengalami aspirasi pascaoperasi. eberapa perubahan dapat terjadi pada kualitas suara (sakit tenggorok) dan proyeksi. $amun demikian jalan na!as dan !ungsi menelan tetap utuh. 1.1aringektomi total 1aringektomi total dilakukan ketika kanker meluas diluar pita suara. 1ebih jauh ke tulang hioid, epiglotis, kartilago krikoid, dan dua atau tiga cincin trakea diangkat. 1idah, dinding !aringeal, dan trakea ditinggalkan. anyak ahli bedah yang menganjurkan dilakukannya diseksi leher pada sisi yang sama dengan lesi bahkan jika tidak teraba nodus lim!e sekalipun. %asional tindakan ini adalah bah6a metastasis ke nodus lim!e ser0ical sering terjadi. -asalahnya akan lebih rumit jika lesi mengenai struktur garis tengah atau kedua pita suara. #engan atau tanpa diseksi leher, laringektomi total dibutuhkan stoma trakeal permanen. Stoma ini mencegah aspirasi makanan dan cairan ke dalam saluran perna!asan ba6ah, karena laring yang memberikan perlindungan sting!er tidak ada lagi. &asien tidak akan mempunyai suara lagi tetapi !ungsi menelan akan normal. 1aringektomi total mengubah cara dimana aliran udara digunakan untuk berna!as dan berbicara.
3.8 #iagnosis /ntuk menegakkan diagnosis dilakukan pemeriksan laringoskop dan biopsi. <T scan dan -%, kepala atau leher juga bisa menunjukkan adanya kanker laring. Seperti pada kanker leher dan kepala lainnya, pemeriksaan !oto rontgen atau laboratorium tidak mena6arkan bantuan yang jelas dalam mendeteksi kanker dini. Sistem deteksi dini tere!ekti! bagi kami terdiri dari ke6aspadaan dokter umum yang memeriksa pasien serak dengan cermin laring.

&emeriksaan diagnostik 1aryngoskopi iopsi <T scan %ongen dada &ergerakan pita suara -edikal managemen %adiasi: 7ika hanya ; pita suara yang terkena, Suara normal, &re op untuk menurunkan ukuran tumor, &era6atan tidak terlalu lama Kemoterapi

&embedahan: 1aser, &arsial"total laringektomi