Anda di halaman 1dari 41

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM DASAR TEKNIK KIMIA II

Materi : SPEKTROFOTOMETRI ANORGANIK

Oleh : ESTIONO NUGROHO DEARISKA RIZKI ANGGA ANGGITA NIM : 21030112130158 NIM : 21030112130085 NIM : 21030112140036

LABORATORIUM DASAR TEKNIK KIMIA II TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2013

SPEKTROFOTOMETRI ANORGANIK

LEMBAR PENGESAHAN

1. Judul Praktikum

: Spektrofotometri Anorganik

2. Kelompok

: 1. Estiono Nugroho 2. Deariska 3. Rizki Angga Anggita

Telah disahkan pada : Hari Tanggal : :

Semarang, Telah menyetujui, Asisten

Gita Permana Putra 21030110130094

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II

ii

SPEKTROFOTOMETRI ANORGANIK

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa berkat rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan laporan resmi Praktikum Dasar Teknik Kimia II dengan lancar dan sesuai dengan harapan kami. Ucapan terima kasih juga kami ucapkan kepada : 1. Ibu Ir.C.Sri Budiarti, MT selaku dosen penanggung jawab

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II 2. Semua asisten yang telah membimbing sehingga tugas laporan resmi ini dapat terselesaikan 3. Teman- teman yang telah membantu baik dalam segi waktu maupun motivasi 4. Bapak Rustam dan Ibu Dini selaku Laboran Laboratorium Dasar Teknik Kimia II Laporan resmi praktikum dasar teknik kimia II ini berisi materi tentang spektrofotometri anorganik. Spektrofotometri merupakan cara analisa kuantitatif berdasarkan transmitansi atau absorban larutan terhadap cahaya pada panjang gelombang tertentu dengan menggunakan instrument spektrofotometer. Tujuan dari percobaan yaitu melakukan analisa kuantitatif secara akurat dengan menggunakan spektrofotometer dan menentukan konsentrasi ion SO42- dalam larutan. Laporan resmi ini merupakan laporan resmi terbaik yang saat ini bisa kami ajukan, namun kami menyadari pasti ada kekurangan yang perlu kami perbaiki. Maka dari itu kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat kami harapkan.

Penyusun

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II

iii

SPEKTROFOTOMETRI ANORGANIK

DAFTAR ISI Cover .i Lembar Pengesahan ......ii Kata Pengantar.....iii Daftar Isi ..iv Daftar Tabel ..v Daftar Gambar .....vi Intisari..vii Summary ...viii Bab I Pendahuluan ....1 1.1. Latar Belakang 1.2. Tujuan Percobaan 1.3. Manfaat Percobaan Bab II Tinjauan Pustaka ...2 2.1. Landasan Teori yang Menunjang Bab III Metode Percobaan ....6 3.1. Alat dan Bahan 3.2. Gambar Alat dan Keterangan 3.3. Cara Kerja Bab IV Hasil Percobaan dan Pembahasan .......9 4.1. Hasil Percobaan 4.2. Pembahasan Bab V Penutup ....................16 5.1. Kesimpulan 5.2. Saran Daftar Pustaka ........................17 LAMPIRAN

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II

iv

SPEKTROFOTOMETRI ANORGANIK

DAFTAR TABEL Tabel 4.1.1. Larutan standart pada panjang gelombang 490 nm 9 Tabel 4.1.2. Larutan standart pada panjang gelombang 480 nm 9 Tabel 4.1.3. Larutan standart pada panjang gelombang 470 nm ..10 Tabel 4.1.4. Larutan sampel pada panjang gelombang 490 nm ...10 Tabel 4.1.5. Larutan sampel pada panjang gelombang 480 nm ...10 Tabel 4.1.6. Larutan sampel pada panjang gelombang 470 nm10

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II

SPEKTROFOTOMETRI ANORGANIK

DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1. Skema komponen dalam spektrofotometer .2 Gambar 2.2. kurva A vs c menurut hokum Lambert-Beer ...4 Gambar 2.3. kurva A vs c menurut metode Least Square 5 Gambar 4.2.1.1. Kurva A vs c pada panjang gelombang 490 nm...11 Gambar 4.2.1.2. Kurva A vs c pada panjang gelombang 480 nm.......11 Gambar 4.2.1.3. Kurva A vs c pada panjang gelombang 470 nm...12 Gambar 4.2.2.1. Kurva kadar praktis vs kadar teoritis pada = 490 nm12 Gambar 4.2.2.2. Kurva kadar praktis vs kadar teoritis pada = 480 nm13 Gambar 4.2.2.3. Kurva kadar praktis vs kadar teoritis pada = 470 nm13

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II

vi

SPEKTROFOTOMETRI ANORGANIK

INTISARI Spektrofotometri adalah analisa kuantitatif berdasarkan transmitansi atau absorbansi larutan terhadap cahaya pada panjang gelombang tertentu dengan menggunakan instrument spektrofotometer. Percobaan ini bertujuan menentukan konsentrasi ion SO42- dalam larutan dengan memakai alat spektrofotometer SP-300. Bahan yang digunakan dalam percobaan ini yaitu larutan induk CuSO4.5H2O 2 ml, 3 ml, 4 ml, dan 5 ml, HCl pekat, BaCl2.2H2O 200 mgr dan aquadest. Alat yang digunakan yaitu spektrofotometer SP-300, cuvet dan tempat cuvet, labu takar 50 ml, gelas ukut, kertas pH, beaker glass dan pipet. Langkah pertama, yaitu melakukan kalibrasi alat dengan menggunakan aquadest pada panjang gelombang 490 nm, 480 nm, dan 470 nm. Lalu pembuatan kurva standart. Lalu menghitung transmitannya pada = 490 nm, 480 nm, dan 470 nm. Terakhir pengukuran larutan sampel dengan cara mengambil 10 ml sampel dan memasukkannya ke dalam labu takar 50 ml dan mengencerkannya. Lalu mengatur pHnya sampai 1 dengan HCl pekat dan menambahkan BaCl2.2H2O 200 mgr dan mengencerkannya sampai tanda batas. Kemudian mengukur transmitannya pada = 490 nm, 480 nm, dan 470 nm. Terakhir hitung konsentrasinya. Dari hasil perobaan, kadar SO42- yang ditemukan yaitu pada = 490 nm pada sampel I sebesar 44,12 ppm, sampel II 44,07ppm, dan sampel III 47,241 ppm. Pada = 480 nm pada sampel I sebesar 29 ppm, sampel II 39,31 ppm, dan sampel III 51,54 ppm. Pada = 470 nm, pada sampel I sebesar 24,6 ppm, sampel II 34,65 ppm, dan sample III 50,03 ppm. Sedangkan kadar aslinya yaitu pada sampel I sebesar 24 ppm, sampel II 48 ppm, dan sampel III 72 ppm. Kadar yang ditemukan lebih kecil dari kadar asli, hal ini disebabkan karena larutan yang tidak homogen, sedangkan kadar yang ditemukan lebih besar dari kadar asli disebabkan karena kurang bersihnya permukaan cuvet. Saran, sebelum cuvet digunakan sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu, penambahan HCl pekat harus tepat agar pH yang didapat tepat dan dalam pembacaan transmitan harus cermat.

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II

vii

SPEKTROFOTOMETRI ANORGANIK

SUMMARY Spectrophotometry is the quantitative analysis by transmittance or absorbance of the solution to light at specific wavelengths using a spectrophotometer instrument. This experiment aims to determine the concentration of SO42 ions by using SP-300 Spectrophotometer. Materials that used in this experiment are the mother liquor CuSO4.5H2O 2 ml, 3 ml, 4 ml and 5 ml of concentrated HCl, BaCl2.2H2O 200 mgr and aquadest. The tools that used are SP-300 Spectrophotometer, cuvettes and the cuvettes plate, volumetric flask 50 ml, measuring cylinder, pH meter, beaker glass and pipette. Steps taken : first calibration tool by using distilled liquid at a wavelength of 490 nm, 480 nm, and 470 nm. Then making a standard curve. Then calculate the transmittance at wavelengths 490 nm, 480 nm, and 470 nm. Last, measure sample solution by taking 10 ml sample and put it into 50 ml volumetric flask and dilute servings. Then adjust pH to 1 with concentrated HCl and add BaCl2.2H2O 200 mgr and dilute to mark boundaries. Then measure the transmittance at wavelengths 490 nm, 480 nm, and 470 nm. Last, count the concentration. From the result experiment, concentrations of SO42 found at the = 490 nm are in sample I at 44.12 ppm, sample II 44.07 ppm, sample III 47.241 ppm. At = 480 nm, in sample I 29 ppm, sample II 39.31 ppm, and sample III 51.54 ppm. At = 470 nm, in sample I 24.6 ppm, sample II 34.65 ppm, and sample III 50.03 ppm. The councentration that had been found is smaller the original concentration, this is because the solution is not homogeneous, whereas concentration were found to be grater than the original concentration due to lack of surface net cuvettes. Advices, before cuvettes used should be cleaned first, the addition of concentrated HCl in order to be precise and exact pH obtained in transmittance readings should be careful.

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II

viii

SPEKTROFOTOMETRI ANORGANIK

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Proses analisa suatu bahan kimia ini diharapkan mendapat hasil analisa yang akurat, utamanya secara kuantitatif, dan proses analisa dengan instrumen yang bisa menjamin keakuratan hasilnya. Salah satu analisa kuantitatif menggunakan instrumen adalah spektrofotometri dimana analisa ini dilakukan berdasarkan transmitansi atau absorbansin larutan terhadap cahaya pada panjang gelombang tertentu. 1.2. Rumusan Masalah Dalam dunia industri, penentuan kadar suatu senyawa harus diketahuiuntu mengontrol jumlah senyawa yang tidak diinginkan. Salah satu cara mengetahui kadar suau senyawa adalah dengan menggunakan metode spektrofotometri, yang dilihat berdasarkan nilai absorbansi terhadap cahaya. Oleh karena pentingnya

spektrofotometri dalam bidang industri, maka dibutuhkan suatu percobaan menggunakan spektrofotometri. 1.3. Tujuan Percobaan 1. Mahasiswa dapat melakukan analisa kuantitatif secara akurat dengan menggunakan spektrofotometri 2. Mahasiswa dapat menentukan konsentrasi ion SO42- dalam larutan secara turbidimetri dengan memakai alat spektrofotometer dengan cara yang benar.

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II

SPEKTROFOTOMETRI ANORGANIK

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Spektrofotometri adalah cara analisa kuantitatif berdasarkan transmitansi atau absorban larutan terhadap cahaya pada panjang gelombang tertentu dengan menggunakan instrument spektrofotometer. Apabila suatu cahaya mengandung seluruh spectrum dari panjang gelombang melewati suatu medium, misal kaca berwarna atau larutan yang meneruskan cahaya dengan panjang gelombang tertentu dan menyerap cahaya yang lainnya maka medium seakan-akan berwarna. Warna ini sesuai dengan panjang gelombang yang diteruskan dan disebut dengan warna komplementer. Skema dari komponen spektrofotometri yaitu
Bagian Optis Sumber Monokromat Sampel Detektor Bagian Listrik

Pengganda

Piranti

Gambar 2.1. skema komponen dalam spektrofotometer Suatu sumber cahaya yang meliputi daerah spektrum akan memancarkan ke monokromator. Monokromator yaitu suatu piranti untuk memencilkan pita sempit panjang gelombang dari spektrum lebar yang dipancarkan oleh sumber cahaya (tentu saja kemonokromatikan yang benar-benar tidaklah tercapai). Lalu akan melewati sampel dari suatu senyawa yang berupa tranduser akan mengubah energi cahaya menjadi suatu isyarat listrik. Selanjutnya amplifier akan membuat isyarat listrik itu memadai untuk dibaca.

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II

SPEKTROFOTOMETRI ANORGANIK

Hukum Lambert-Beer Lambert merumukan hubungan antara absorbansi dari panjang gelombang sebagai berikut :

Dimana :

Log P Po b

: absorbansi : Tenaga radiasi yang keluar medium : Tenaga radiasi yang masuk medium : tebal kuvet

Menurut Beer, absorbansi dipengaruhi oleh konsentrasi :

Maka persamaan Lamber-Beer, yaitu :

Jika konsentrasi larutan dalam gram/liter, maka k harus ditulis = absorbtivitas molar

dimana

Jika konsentrasi dalam gram/liter maka k harus ditulis a dimana c = absorbansi

A = a.b.c Jika absorbsi log = transmitansi (T)

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II

SPEKTROFOTOMETRI ANORGANIK

Metode Least Square Metode Square ini dipilih untuk pendekatan spektrofotometer menurut Lamber-Beer A = a.b.c Bila A dialirkan untuk c terhadap cuplikan yang tebalnya b cm akan menghasilkan daerah dimana hukum Beer berlaku suatu garis lurus dengan lereng ab.

Gambar 2.2. kurva A vs c menurut hukum Lambert-Beer Tetapi secara instrumental didapat grafik yang kurang memenuhi hubungan linier antara absorbansi dan konsentrasi pada penentuan absorbansi larutan sehingga memenuhi hukum kurva A vs c dipakai metode Least Square. y = mx + c dimana :y = absorbansi m= bilangan tetap (konstanta) x = kadar larutan seri sedangkan m =

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II

SPEKTROFOTOMETRI ANORGANIK

Gambar 2.3. kurva A vs c menurut metode Least Square

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II

SPEKTROFOTOMETRI ANORGANIK

BAB III METODOLOGI PERCOBAAN

3.1. Bahan dan alat yang digunakan 3.1.1. Bahan yang digunakan 1. Larutan induk CuSO4 (2,3,4,5)ml 2. HCl pekat 3. BaCl2.2H2O @200 mgr 4. Aquadest 3.1.2. Alat yang digunakan 1. Spektrofotometer OPTIMA SP-300 2. Cuvet dan tempat cuvet 3. Labu takar 50 ml 4. Gelas ukur 5. Kertas pH 6. Beaker glass 7. Pipet 3.2. Gambar alat utama
9 2

(b)

(c)

(d)

(a) 1

5 6 7 8

(e)

(f)

(g)

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II

SPEKTROFOTOMETRI ANORGANIK

Keterangan : a. Spektrofotometer Optima SP-300 1. Tempat sampel 2. Pengontrol panjang gelombang 3. Indicator power on/off 4. Pembacaan LCD Digital 5. Tombol pengganti mode 6. Tombol control 100% T 7. Tombol control 0%T 8. Tombol print 9. Jendela pembacaan panjang gelombang 3.3. Cara Kerja a. Kalibrasi alat Menhubungkan OPTIMA SP-300 dengan sumber listrik Menghidupkan OPTIMA SP-300 dengan tombol on/off di belakang msein dan memanaskannya 5-10 menit Dengan tombol 5, atur mode pembacaan transmitansi (T) Dengan tombol 7, atur skala sampai pembacaan absorban tak berhingga (transmitan = 0) Menentukan panjang gelombang () pada 490 nm, 480 nm, dan 470 nm dengan tombol 2 Memasukkan pelarut murni aquadest dalam cuvet dan menempatkannya dalam alat 1 Mengatur tombol 6 sampai skala menunjukkan absorbansi = 0 (transmittan = 100%) OPTIMA SP-300 siap dipakai b. kuvet & tempat kuvet c. pH meter d. Gelas ukur e. Labu takar 50 ml f. Beaker glass g. Pipet

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II

SPEKTROFOTOMETRI ANORGANIK

b. Pembuatan kurva standart Mengambil 1 ml, 4 ml, 7 ml, dan 10 ml larutan induk CuSO4, lalu masukkan dalam labu takar 50 ml Encerkan dengan aquadest sampai tanda batas Mengambil 10 ml dari masing-masing labu takar, lalu masukkan ke dalam labu takar 50 ml Encerkan dengan aquadest sampai mendekati tanda batas Mengasamkan dengan HCl pekat sampau pH = 1. Uji pH dengan menggunakan BaCl2.2H2O Encerkan dengan aquadest sampai tanda batas. Kocok hingga membentuk endapan BaSO4 Larutan dipindah dalam cuvet Mengukur transmitansinya pada = 490 nm, 480 nm, dan 470 nm Membuat kurva standart A = log 1/T terhadap konsentrasi c. Pengukuran larutan sampel Ambil 10 ml larutan sample dengan pipet, masukkan ke dalam labu takar 50 ml, encerkan sampai mendekati tanda batas Asamkan dengan HCl pekat sampai pH = 1. Uji pH dengan menggunakan indikator universal, kemudian tambahkan 200 mgr BaCl2.2H2O ke dalam larutan Encerkan dengan aquadest sampai tanda batas, kocok hingga terbentuk endapan BaSO4 Larutan dipindah ke cuvet Mengukut transmitansinya pada = 490 nm, 480 nm, dan 470 nm Menghitung konsentrasinya indicator universal, kemudian tambahkan 200 mgr

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II

SPEKTROFOTOMETRI ANORGANIK

BAB IV HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Percobaan Tabel 4.1.1. Larutan standart pada panjang gelombang 490 nm V (ml) 2 3 4 5 Total m = 0,0489 c = -1,8211 y = 0,0489x 1,8211 Tabel 4.1.2. Larutan standart pada panjang gelombang 480 nm V (ml) 2 3 4 5 Total m = 0,0074 c = 0,0936 y = 0,0074 + 0,0936 %T 51,3 46,1 36,2 27,7 T 0,513 0,461 0,362 0,277 A (y) 0,290 0,336 0,445 0,558 1,629 x 24 36 48 60 168 x.y 6,96 12,1 21,17 33,48 73,61 x2 576 1296 2304 3600 7776 %T 46,3 43,7 34,6 29,9 T 0,463 0,437 0,346 0,299 A (y) 0,334 0,360 0,460 0,524 0,935 x 24 36 48 60 168 x.y 8,016 12,96 22,08 31,44 74,496 x2 576 1296 2304 3600 7776

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II

SPEKTROFOTOMETRI ANORGANIK

Tabel 4.1.3. Larutan standart pada panjang gelombang 470 nm V (ml) 2 3 4 5 Total m =0,00995 c = -0,627 y = 0,00995x 0,627 Tabel 4.1.4. Larutan sampel pada panjang gelombang 490 nm Sampel 1 2 3 %T 45,8 46,3 32,4 T 0,458 0,463 0,324 A (y) 0,339 0,334 0,489 Kadar (x) 44,17 44,07 47,241 Kadar asli 24 48 72 % eror 84 % 8,18 % 34,38 % %T 62,6 43,2 38,8 26,8 T 0,626 0,432 0,388 0,268 A (y) 0,203 0,432 0,388 0,268 1,292 x 24 36 48 60 168 x.y 4,88 13,14 19,73 35,1 72,86 x2 576 1296 2304 3600 7776

Tabel 4.1.5. Larutan sampel pada panjang gelombang 480 nm Sampel 1 2 3 %T 49,1 46,2 33,5 T 0,491 0,462 0,335 A (y) 0,309 0,335 0,475 Kadar (x) 29,1 39,31 51,54 Kadar asli 24 48 72 % eror 21,29 % 17,95 % 28,41 %

Tabel 4.1.6. Larutan sampel pada panjang gelombang 470 nm Sampel 1 2 3 %T 60,5 48,1 33,8 T 0,605 0,481 0,338 A (y) 0,218 0,318 0,471 Kadar (x) 24,61 34,65 50,03 Kadar asli 24 48 72 % eror 2,54 % 27,81 % 30,51 %

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II

10

SPEKTROFOTOMETRI ANORGANIK

4.2.Pembahasan 4.2.1. Kurva absorbansi vs konsentrasi (ppm) 1. = 490 nm

2. = 480 nm

4 4

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II

11

SPEKTROFOTOMETRI ANORGANIK

3. = 470 nm

4.2.2. Kurva perbandingan kadar praktis dan kadar teoritis 1. = 490 nm

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II

12

SPEKTROFOTOMETRI ANORGANIK

2. = 480 nm

3. = 470 nm

4.2.3. Panjang Gelombang Optimum Panjang gelombang optimum pada = 480 nm. Hal ini terjadi karena semakin besar panjang gelombang, nilai transmitannya semakin tinggi dan absorbansinya semakin kecil Panjang gelombang optimum yaitu panjang gelombang ketika larutan mengabsorbsi sinar secara maksimum. Penentuan panjang gelombang maksimum perlu dilakukan untuk meningkatkan proses absorbansi larutan terhadap sinar. Hasil

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II

13

SPEKTROFOTOMETRI ANORGANIK

percobaan menunjukkan pada = 480 nm, memiliki nilai absorbansi maksimum yaitu 0,4 dan nilai regresi 0,9787 yaitu mendekati 1. Secara teoritis, panjang gelombang larutan CuSO4 yaitu pada = 480 nm. (http://febrianto-2012-1993.blogspot.com/2012/06/analisis-instrumental.html) 4.2.4. Kadar yang Ditemukan Lebih Kecil dari Kadar Asli. Hal ini disebabkan karena larutan tidak homogen sempurna. Faktor pengenceran yang kurang sempurna sehingga larutan tidak homogen sempurna. Hal ini mengakibatkan suspensi yang terbentuk tidak merata. Dalam percobaan radiasi mengenai bagian yang konsentrasinya lebih kecil, sehingga kadarnya lebih kecil pula. Lambert-Beer merumuskan hubungan antara konsentrasi, absorbansi dan panjang gelombang yang ditampung oleh larutan.
A log 1 atau - log T = a.b.c T

Jadi absorbansi sebanding dengan konsentrasi dan berbanding terbalik dengan transmitansi. Pada percobaan kami transmitansinnya besar, sehingga absorbansinnya kecil dan konsentrasinya kecil. Sehingga kadar yang kami temukan lebih kecil dari kadar asli. (http://www.rumus.fisika.com/2012/10/mengenai-klasifikasi-campuran.html) 4.2.5.Kadar yang Ditemukan Lebih Besar dari Kadar Asli. Hal ini disebabkan karena kurang bersihnya permukaan kuvet, sehingga pada saat cahaya melewati sampel, cahaya tidak hanya diserap oleh sampel tetapi juga diserap oleh kotoran yang terdapat pada permukaan kuvet sehingg cahaya yang diteruskan sedikit dan transmitansinnya kecil. Transmitansi yang diperoleh kecil, sehingga absorbansi yang diperoleh besar, karena transmitansinnya berbanding terbalik dengan absorbansi dengan persamaan menurut hukum Beer :
A log T log 1 atau - log T = a.b.c T

Dimana A= Absorbansi

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II

14

SPEKTROFOTOMETRI ANORGANIK

T = Transmitansi a = Daya serap b = Tebal larutan (cm) c = Konsentrasi Jadi, dengan transmittan yang diperoleh kecil, maka absorbansi yang diperoleh besar. Absorbansi yang diperoleh lebih besar maka kadar yang diperoleh lebih besar.
(http://dekilukman.blogspot.com/2011/01/spektrofotometer.html) (http://frbrianto-2012-1993.blogspot.com/2012/06/analisis-instrumental.html)

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II

15

SPEKTROFOTOMETRI ANORGANIK

BAB V PENUTUP 5.1. Kesimpulan 1. Semakin besar absorbansi, maka semakin besar pula konsentrasinya 2. Pada percobaan kami, panjang gelombang optimum yaitu pada = 480 nm 3. Kadar yang ditemukan lebih kecil dari kadar asli. Hal ini disebabkan karena larutan yang tidak homogen 4. Kadar yang ditemukan lebih besar dari kadar asli. Hal ini disebabkan karena kurang bersihnya permukaan kuvet 5.2. Saran 1. Bersihkan kuvet terlebih dahulu sebelum digunakan, agar hasilnya tepat 2. Penambahan volume HCl pekat harus tepat agar PH yang didapatkan tepat 3. Pembacaan transmitan harus cermat 4. Saat pengocokan harus sempurna, agar campuran homogen

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II

16

SPEKTROFOTOMETRI ANORGANIK

DAFTAR PUSTAKA Anonim.2011.Spektrofotometri.http://dekillukman.blogspot.com/2011/03/spektrofoto meter.html. Diakses 03 April 2012 pukul 13.00 WIB Anonim.2012.Spektrofotometri.http://febianto-20121993.blogspot.com/2012/06/analisis-instrumental.html. Diakses 07 April 2013 pukul 09.00 WIB Anonim.2012.klasifikasi Campuran.http://www.rumus.fisika.com/2012/10/mengenaiklasifikasi-campuran.html. Diakses 04 April 2013 pukul 17.00 WIB H.I.Flasschka,EDTA.Titration.Pergamen Press,inc.New York.1959 I.M.Kolthoff and V.A.Strenger.Volumetric Analysis.John Wiley and Jons,inc.New York.1957 M.Miller.Separation Metods in Chemical Analysis.John wiley and Jons,inc.New York.1957 Perry,John H.Chemical Engineer Handbook.5th ed.International Standart Edition.Mc Graw Hill Book Company,Inc.New York.Kogakusha Company Itd.Tokyo.1960 Underwood.A.L.And Day,R.A,

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II

17

SPEKTROFOTOMETRI ANORGANIK

LEMBAR PERHITUNGAN 1. Larutan induk CuSO4.5H2O 3000 ppm 1. Volume 2 ml x1 = = 24 ppm 2. Volume 3 ml x2 = = 36 ppm 3. Volume 4 ml x3 = = 48 ppm 4. Volume 5 ml x4 = = 60 ppm 2. Larutan standart = 490 nm V (ml) 2 3 4 5 Total m =

%T 46.3 43.7 34.6 29.9


T 0.463 0.437 0.346 0.299

A (y) 0.334 0.360 0.460 0.524 0.935

x 24 36 48 60 168

x.y 8.016 12.96 22.08 31.44 74.496

x2 576 1295 2304 3600 7776

=
= 0.0489 c =

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II

A-1

SPEKTROFOTOMETRI ANORGANIK

=
y y x = -1.8211 = mx + c = 0.0489x 1.8211 =

= 480 nm V (ml)
2

3 4 5 Total m =

%T 51.3 46.1 36.2 27.7


T 0.513 0.461 0.362 0.277

A (y) 0.29 0.336 0.445 0.558 1.629

x 24 36 48 60 168

x.y 6.96 12.10 21.17 22.48 73.61

x2 576 1295 2304 3600 7776

=
= 0.0074

=
y y x = 0.0936 = mx + c = 0.074x + 0.0936 =

= 470 nm V (ml) 2 3 4 5 Total %T 62.5 43.3 38.8 26.8 T 0.625 0.432 0.388 0.268 A (y) 0.2034 0.3645 0.411 0.585 x 24 36 48 60 168 x.y 4.88 13.14 19.73 35.1 72.85 x2 576 1295 2304 3600 7776

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II

A-2

SPEKTROFOTOMETRI ANORGANIK

m =

=
= 9.954x10-3 c =

=
y y x = - 0.027 = mx + c = (9.954x10-3)x 0.027 =

5. Larutan sampel = 490 nm Sample 1 2 3 x x x x = Sampel 1 = Sampel 2 = Sampel 3 =

%T 45.8 46.3 32.4

T 0.468 0.463 0.329

A(y) 0.339 0.334 0.489

= 44.17 ppm

= 44.07 ppm

= 47.241 ppm

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II

A-3

SPEKTROFOTOMETRI ANORGANIK

= 480 nm Sample 1 2 3 x x x x = Sampel 1 = Sampel 2 = Sampel 3 =

%T 49.1 46.2 38.5

T 0.491 0.462 0.335

A(y) 0.309 0.335 0.476

= 29.1 ppm

= 39.31 ppm

= 47.241 ppm

= 470 nm Sample 1 2 3 x x x x = Sampel 1 = Sampel 2 = Sampel 3 =

%T 60.5 48.1 33.8

T 0.605 0.481 0.338

A(y) 0.218 0.318 0.471

= 24.61 ppm

= 34.65 ppm

= 50.03 ppm

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II

A-4

SPEKTROFOTOMETRI ANORGANIK

3. % Error = 490 nm o Sampel 1 Kadar teoritis = 24 ppm Kadar praktis = 44.17 ppm %error = x 100%= 84 %

o Sampel 2 Kadar teoritis = 48 ppm Kadar praktis = 44.07 ppm %error = x 100%= 8.18 %

o Sampel 3 Kadar teoritis = 72 ppm Kadar praktis = 47.241 ppm %error = x 100%= 34.38 %

= 480 nm o Sampel 1 Kadar teoritis = 24ppm Kadar praktis = 29.1 ppm %error = x 100%= 21.29 %

o Sampel 2 Kadar teoritis = 48 ppm Kadar praktis = 39.31 ppm %error = x 100%= 17.95 %

o Sampel 3 Kadar teoritis = 72 ppm Kadar praktis = 51.54 ppm %error = x 100%= 28.41 %

= 470 nm o Sampel 1 Kadar teoritis = 24ppm Kadar praktis = 24.61 ppm %error = x 100%= 2.54 %

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II

A-5

SPEKTROFOTOMETRI ANORGANIK

o Sampel 2 Kadar teoritis = 48 ppm Kadar praktis = 34.65 ppm %error = x 100%= 27.81 %

o Sampel 3 Kadar teoritis = 72 ppm Kadar praktis = 50.03 ppm %error = x 100%= 30.51 %

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II

A-6

SPEKTROFOTOMETRI ANORGANIK

LAPORAN SEMENTARA

MATERI

: Spektrofotometri Anorganik

I. VARIABEL

II. BAHAN DAN ALAT Bahan 1. Larutan induk CuSO4 2. HCl pekat 3. BaCl2.2H2O 4. Aquadest Alat 1. Spektrofotometer OPTIMA SP-300 2. Cuvet dan tempat cuvet 3. Labu takar 50 ml 4. Gelas ukur 5. Kertas pH 6. Beaker glass 7. Pipet
9 1 2 Keterangan :

1. Tempat sampel 2. Pengontrol panjang gelombang 3. Indicator power on/off 4. Pembacaan LCD Digital 3 4 5 6 7 8 5. Tombol pengganti mode 6. Tombol control 100% T 7. Tombol control 0%T

8. Tombol print
9. Jendela pembacaan panjang gelombang

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II

B-1

III. CARA KERJA a. Kalibrasi alat Menhubungkan OPTIMA SP-300 dengan sumber listrik Menghidupkan OPTIMA SP-300 dengan tombol on/off di belakang msein dan memanaskannya 5-10 menit Dengan tombol 5, atur mode pembacaan transmitansi (T) Dengan tombol 7, atur skala sampai pembacaan absorban tak berhingga (transmitan = 0) Menentukan panjang gelombang () pada 490 nm, 480 nm, dan 470 nm dengan tombol 2 Memasukkan pelarut murni aquadest dalam cuvet dan menempatkannya dalam alat 1 Mengatur tombol 6 sampai skala menunjukkan absorbansi = 0 (transmittan = 100%) OPTIMA SP-300 siap dipakai b. Pembuatan kurva standart Mengambil 2 ml, 3 ml, 4 ml, dan 5 ml larutan induk CuSO4, lalu masukkan dalam labu takar 50 ml Encerkan dengan aquadest sampai tanda batas Mengambil 10 ml dari masing-masing labu takar, lalu masukkan ke dalam labu takar 50 ml Encerkan dengan aquadest sampai mendekati tanda batas Mengasamkan dengan HCl pekat sampau pH = 1. Uji pH dengan menggunakan BaCl2.2H2O Encerkan dengan aquadest sampai tanda batas. Kocok hingga membentuk endapan BaSO4 Larutan dipindah dalam cuvet Mengukur transmitansinya pada = 490 nm, 480 nm, dan 470 nm Membuat kurva standart A = log 1/T terhadap konsentrasi indicator universal, kemudian tambahkan 200 mgr

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II

B-2

SPEKTROFOTOMETRI ANORGANIK

c. Pengukuran larutan sampel Ambil 10 ml larutan sample dengan pipet, masukkan ke dalam labu takar 50 ml, encerkan sampai mendekati tanda batas Asamkan dengan HCl pekat sampai pH = 1. Uji pH dengan menggunakan indicator universal, kemudian tambahkan 200 mgr BaCl2.2H2O ke dalam larutan Encerkan dengan aquadest sampai tanda batas, kocok hingga terbentuk endapan BaSO4 Larutan dipindah ke cuvet Mengukut transmitansinya pada = 490 nm, 480 nm, dan 470 nm Menghitung konsentrasinya

IV. HASIL PERCOBAAN 1. Larutan induk CuSO4.5H2O 3000 ppm 1. Volume 2 ml x1 = = 24 ppm 2. Volume 3 ml x2 = = 36 ppm 3. Volume 4 ml x3 = = 48 ppm 4. Volume 5 ml x4 = = 60 ppm

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II

B-3

2. Larutan standart = 490 nm V (ml) 2 3 4 5 Total m =


%T 46.3 43.7 34.6 29.9


T 0.463 0.437 0.346 0.299

A (y) 0.334 0.360 0.460 0.524 0.935

x 24 36 48 60 168

x.y 8.016 12.96 22.08 31.44 74.496

x2 576 1295 2304 3600 7776

=
= 0.0489 c =

=
y y x = -1.8211 = mx + c = 0.0489x 1.8211 =

= 480 nm V (ml)
2

3 4 5 Total m =

%T 51.3 46.1 36.2 27.7


T 0.513 0.461 0.362 0.277

A (y) 0.29 0.336 0.445 0.558 1.629

x 24 36 48 60 168

x.y 6.96 12.10 21.17 22.48 73.61

x2 576 1295 2304 3600 7776

=
= 0.0074

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II

B-4

SPEKTROFOTOMETRI ANORGANIK

=
y y x = 0.0936 = mx + c = 0.074x + 0.0936 =

= 470 nm V (ml) 2 3 4 5 Total m =


%T 62.5 43.3 38.8 26.8

T 0.625 0.432 0.388 0.268

A (y) 0.2034 0.3645 0.411 0.585

x 24 36 48 60 168

x.y 4.88 13.14 19.73 35.1 72.85

x2 576 1295 2304 3600 7776

=
= 9.954x10-3 c =

=
y y x = - 0.027 = mx + c = (9.954x10-3)x 0.027 =

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II

B-5

5. Larutan sampel = 490 nm Sample 1 2 3 x x x x = Sampel 1 = Sampel 2 = Sampel 3 =

%T 45.8 46.3 32.4

T 0.468 0.463 0.329

A(y) 0.339 0.334 0.489

= 44.17 ppm

= 44.07 ppm

= 47.241 ppm

= 480 nm Sample 1 2 3 x x x x = Sampel 1 = Sampel 2 = Sampel 3 =

%T 49.1 46.2 38.5

T 0.491 0.462 0.335

A(y) 0.309 0.335 0.476

= 29.1 ppm

= 39.31 ppm

= 47.241 ppm

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II

B-6

SPEKTROFOTOMETRI ANORGANIK

= 470 nm Sample 1 2 3 x x x x = Sampel 1 = Sampel 2 = Sampel 3 =

%T 60.5 48.1 33.8

T 0.605 0.481 0.338

A(y) 0.218 0.318 0.471

= 24.61 ppm

= 34.65 ppm

= 50.03 ppm

3. % Error = 490 nm o Sampel 1 Kadar teoritis = 24 ppm Kadar praktis = 44.17 ppm %error = x 100%= 84 %

o Sampel 2 Kadar teoritis = 48 ppm Kadar praktis = 44.07 ppm %error = x 100%= 8.18 %

o Sampel 3 Kadar teoritis = 72 ppm Kadar praktis = 47.241 ppm %error = x 100%= 34.38 %

= 480 nm o Sampel 1 Kadar teoritis = 24ppm

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II

B-7

Kadar praktis = 29.1 ppm %error = x 100%= 21.29 %

o Sampel 2 Kadar teoritis = 48 ppm Kadar praktis = 39.31 ppm %error = x 100%= 17.95 %

o Sampel 3 Kadar teoritis = 72 ppm Kadar praktis = 51.54 ppm %error = x 100%= 28.41 %

= 470 nm o Sampel 1 Kadar teoritis = 24ppm Kadar praktis = 24.61 ppm %error = x 100%= 2.54 %

o Sampel 2 Kadar teoritis = 48 ppm Kadar praktis = 34.65 ppm %error = x 100%= 27.81 %

o Sampel 3 Kadar teoritis = 72 ppm Kadar praktis = 50.03 ppm %error = x 100%= 30.51 %

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II

B-8

SPEKTROFOTOMETRI ANORGANIK

LEMBAR KUANTITAS REAGEN


LABORATORIUM DASAR TEKNIK KIMIA II JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO

PRAKTIKUM KE MATERI HARI/TANGGAL KELOMPOK NAMA

ASISTEN

:4 : Spektrofotometri Anorganik : Kamis/18 April 2013 : I/Kamis pagi : 1. Estiono Nugroho 2. Deariska 3. Rizki Angga Anggita : Gita Permana P

KUANTITAS REAGEN NO JENIS REAGEN 1 CuSO4.5H2O 2 BaCl2.2H2O 3 HCl pekat

KUANTITAS (2,3,4,5) ml @200 mgr secukupnya

TUGAS TAMBAHAN :

CATATAN : = 490 nm, 480 nm, 470 nm


SEMARANG, 14 APRIL 2013 ASISTEN

GITA PERMANA P NIM. 21030110130094

Laboratorium Dasar Teknik Kimia II

C-1

DIPERIKSA NO TANGGAL 1 5 Juni 2013

KETERANGAN Format bahasa o Kata Pengantar o Bab II o Bab III o Bab IV o Laporan Sementara Format penulisan o Cover o Lembar Pengesahan o Daftar Isi o Daftar Tabel o Daftar Gambar o Intisari o Summary o Bab I o Bab II o Bab III o Bab IV o Laporan Sementara Format bahasa o Kata Pengantar Format Penulisan o Lembar Pengesahan o Kata Pengantar o Daftar Isi o Bab IV Format Penulisan o Kata Pengantar o Daftar Isi o Bab IV

TANDA TANGAN

6 Juni 2013

8 Juni 2013