Anda di halaman 1dari 5

Perilaku penyalahgunaan zat (Substance Abuse) Menurut DSM IV, penyalahgunaan satu zat (substance abuse) adalah suatu

pola konsumsi zat yang terus-menerus dalam jumlah banyak, di tandai oleh adanya konsekuensi -konsekuensi buruk yang terjadi secara terus-menerus, yang berhubungan dengan konsumsi suatu zat secara berulang-ulang dan dalam jumlah yang melebihi batas normal !enyalahgunaan zat menurut International Classification of Diseases, Diagnostic Statistical Manual of Mentl Disorder serta !edoman !enggolongan dan Diagnosa "angguan #i$a di Indonesia (dalam %idya, &''() adalah suatu kondisi yang dapat dikonseptualisasikan sebagai suatu gangguan ji$a, sehingga penyalahgunaan zat tidak lagi mampu ber)ungsi secara $ajar dalam masyarakat dan menunjukkan perilaku maladapti) *ondisi demikian dapat dilihat pada hendaya (impairment) dalam )ungsi sosial, pekerjaan dan sekolah, ketidakmampuan untuk mengendalikan atau menghentikan pemakaian zat dan dapat timbulnya gejala putus zat (withdrawal symptoms) jika pemakaian zat tersebut dihentikan Menurut !!D"#-III (&''+,-..), penyalahgunaan zat menggunakan bemacam /ariasi obat jadi, obat generic, dan jamu atau obat tradisional, tetapi yang tersering ada + kelompok, yaitu obat psikotropik yang tidak menyebabkan ketergantungan seperti antidepresi), pencahar dan analgetika yang dapat diperoleh tanpa resep dokter seperti aspirin dan parasetamol %alaupun pada a$alnya, obat tersebut direkomendasikan oleh dokter akan tetapi kemudian diperpanjang secara tidak perlu, bahkan penggandaan dengan dosis berlebihan, terutama karena tersedianya zat tersebut dan mudahnya diperoleh tanpa resep dokter

0al tersebut juga didukung oleh %01 (dalam %idya, &''(), yang menyatakan bah$a penyalahgunaan zat adalah pemakaian zat yang berlebihan secara terus-menerus atau berkala di luar maksud medik atau pengobatan Menurut Shi))man (dalam Da/ison, 2eale 3 4nn M *ring, -556) penyalahgunaan dan ketergantungan alkohol sering kali merupakan bagian dari penyalahgunaan banyak zat, menggunakan atau menyalahgunakan lebih dari satu zat pada satu $aktu Diperkirakan, bah$a 75 hingga 7. persen penyalahguna alkohol adalah perokok Selain itu, alkohol ber)ungsi sebagai isyarat merokok, )rekuensi merokok dua kali lebih sering dalam berbagai situasi dimana orang tersebut juga minum alkohol 8ingkat komorbilitas yang sangat tinggi tersebut dapat terjadi karena alkohol dan nikotin berkorelasi silang yaitu, nikotin dapat menimbulkan toleransi terhadap e)ek alkohol yang menyenangkan demikian juga sebaliknya 1leh karena itu, konsumsi kedua zat tersebut dapat lebih tinggi untuk mempertahankan e)eknya yang menyenagkan Sama halnya dengan pengunaan kopi dan rokok secara bersamaan Sehingga yang dimaksudkan dengan penyalahgunaan atau substance abuse adalah suatu pola konsumsi zat yang terus-menerus dalam jumlah banyak, di tandai oleh adanya konsekuensikonsekuensi buruk yang terjadi secara terus-menerus, yang berhubungan dengan konsumsi suatu zat secara berulang-ulang dan dalam jumlah yang melebihi batas normal yang dapat menyebabkan hendaya (impairment) dalam )ungsi sosial, pekerjaan dan sekolah,

ketidakmampuan untuk mengendalikan atau menghentikan pemakaian zat dan dapat timbulnya gejala putus zat (withdrawal symptoms) jika pemakaian zat tersebut dihentikan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Dengan Penyalahgunaan Zat Menurut 0arboenangin (dalam %idya, &''( , dari 9atim dan Ir$anto, &''&), seseorang mulai melakukan penyalahgunaan zat karena dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu ,

& a

:aktor indi/idual yang merupakan )aktor internal *epribadian Mayoritas pemakai mempunyai kepribadian yang tertutup dan kecenderungan neurotis,

namun masih dipertanyakan apakah kepribadian tertutup tersebut merupakan sebab atau akibat 1rang yang berkepribadian lemah, mudah kece$a dan tidak mampu menerima kegagalan, maka kemungkinannya untuk tergelincir menjadi pemakai memang dapat diterima oleh akal, dibandingkan orang yang mempunyai kepribadian kuat, tahu mana yang benar atau salah, berani mengatakan tidak dan tidak mudah terpengaruh b Intelegensi 8ara) kecerdasan para pemakai berada pada tara) rata-rata dan di ba$ah rata-rata kelompok seusianya Secara logis, indi/idu yang memiliki tara) kecerdasan tinggi akan mampu untuk berpikir kritis, sehingga dapat membedakan antara hal yang buruk dan baik, serta lebih mampu berpikir jernih tentang masa depannya Indi/idu demikian diharapkan tidak akan membiarkan dirinya terjerumus menyalahgunakan zat yang akan mengancam masa depannya c ;sia Mayoritas pemakai adalah kaum muda dan remaja, tetapi juga tidak menutup kemungkinan bagi orang yang berusia tua juga menggunakannya Dalam hubungan dengan remaja, kemungkinan besar disebabkan oleh kondisi sosial psikologis mereka yang butuh pengakuan, identitas dan kelabilan emosi d Dorongan kenikmatan

Setiap orang yang mempunyai dorongan hedonistis, dorongan mencari kenikmatan yang bila telah diperoleh akan dilakukan berulang-ulang Di satu sisi, obat dapat member kenikmatan yang unik da tersendiri !engaruh kimia$i dari obat yang sering disalahgunakan dapat memberikan suatu pengalaman yang aneh, lucu dan menyenangkan !erasaan <enak= tersebut yang mulanya diperoleh melalui coba-coba cepat atau lambat akan menimbulkan proses belajar yang kemudian akan dilakukan berlang-ulang e !erasaan ingin tahu !roses a$al terbentuknya seorang pemakai adalah melalui coba-coba karena ingin tahu, kemudian menjadi iseng, menjadi pemakai tetap dan lalu menjadi pemakai yang tergantung ) Menyelesaikan persoalan !emakai mulai menyalahgunakan obat untuk menyelesaikan persoalan psikologis dalam dirinya dengan harapan, bah$a dengan memakainya, maka dapat membebaskan dirinya dari persoalan berat yang dihadapi secara sementara !engaruh obat secara kimia$i mampu menurunkan tingkat kesadaran pemakai dan membuatnya lupa pada persoalan tersebut !ada kenyataannya, hal tersebut hanya bersi)at semu belaka, karena persoalannya sendiri belum selesai, dan indi/idu akan terperangkap dalam persoalan baru, yaitu ketergantungan pada obat a :aktor lingkungan yang merupakan )aktor eksternal *etidakharmonisan keluarga !enyalahgunaan zat biasanya berhubungan erat dengan ketidakharmonisan keluarga si pemakai >anyak pemakai yang berasal dari keluarga yang tidak utuh, suasana rumah yang

di$arnai pertengkaran orang tua, kurangnya komunikasi dan kasih sayang di dalam keluarga *eputusasaan dan kekece$aan yang disebabkan oleh hal tersebut dapat membuat pemakai terdorong untuk mencari dunia yang lain, dunia pelarian yaitu menyalahgunakan zat b !ekerjaan 8idak jarang pemakai yang sehari-harinya bekerja di apotek, took obat atau yang orang tuanya sebagai dokter, apoteker atau detailer, sering didapati menjadi pemakai hanya karena lebih mudah memperoleh obat yang diinginkan c *elas sosial ekonomi !ada umumnya, pemakai berasal dari kelas sosial ekonomi menengah ke atas, karena lebih banyak mendapatkan in)ormasi tempat mendapatkan obat, atau karena relati) mempunya uang yang cukup untuk membeli obat tersebut, tetapi tetap tidak menutup kemungkinan bagi golongan ekonomi menengah ke ba$ah untuk melakukan penyalahgunaan zat d 8ekanan kelompok Salah satu )aktor yang paling sering diduga sebagai sumber penyalahgunaan obat adalah lingkungan pergaulan pemakai !ada umumnya, pemakai mulai berkenalan dengan obat berasal dari ka$an-ka$an sepermainan Selain hal tersebut, merupakan sesuatu yang umum bila kelompok pemakai obat-obatan menginginkan dan menekankan anggotanya berbuat hal yang sama !enolakan terhadap tekanan tersebut dapat mengakibatkan ditolak dan dikucilkan