Anda di halaman 1dari 8

1. Pengertian Belajar Di kalangan ahli psikologi terdapat keragaman dalam cara menjelaskan dan mendefinisikan makna belajar (learning).

Namun, baik secara eksplisit maupun secara implisit pada akhirnya terdapat kesamaan maknanya, ialah bahwa definisi mana pun konsep belajar itu selalu menunjukkan kepada suatu proses perubahan prilaku atau pribadi seseorang berdasarkan praktek atau pengalaman tertentu (Hilgard, 1 !" # !) a. Beberapa Karakteristik Perilaku Belajar $ecara implisit dari keterangan di atas, kita dapat mengidentifikasi beberapa ciri perubahan yang merupakan prilaku belajar, di antaranya # 1. %ahwa perubahan &ntensional, dalam arti pengalaman atau praktek atau latihan itu dengan sengaja dan disadari dilakukannya dan bukan secara kebetulan' dengan demikian perubahan karena kemantapan dan kematangan atau kelatihan atau karena penyakit tidak dapat dipandang sebagai perubahan hasil belajar. (. %ahwa perubahan itu positif, dalam arti sesuai seperti yang diharapkan (normatif) atau kriteria keberhasilan (criteria of success) baik dipandang dari segi siswa (tingkat abilitas dan bakat khususnya, tugas perkembengan, dan sebagainya) maupun dari segi guru (tuntutan masyarakat, orang dewasa sesuai dengan tingkatan standar kulturalnya). ). %ahwa perubahan itu efektif, dalam arti membawa pengaruh dan makna tertentu bagi pelajar itu (setidak*tidaknya sampai batas waktu tertentu) relatif tetap dan setiap saat diperlukan dapat direproduksi dan dipergunakan seperti dalam pemecahan masalah (problem solving), baik dalam ujian, ulangan, dan sebagainya maupun dalam penyesuaian diri dalam kehidupan sehari*hari dalam rangka mempertahankan kelangsungan hidupnya. b. Makna Manifestasi Perbuatan Belajar +eskipun terdapat titik pertemuan antara berbagai pendapat para ahli apa itu hakikat, atau esensi dari perbuatan belajar, ialah perbuatan perilaku dan pribadi, namun mengenai apa sesungguhnya yang dipelajari dan bagaimana manifestasinya masih tetap merupakan

masalah yang mengundang interpretasi yang paling fundamental mengenai hal ini, ialah terletak pada dasar pandangan (basic assumpton atau basic ideas) yang dipergunakannya. $ecara singkat dari pandangan itu dapat dirangkumkan bahwa yang dimaksud dalam konteks belajar itu dapat bersifat fungsional atau struktural, material dan beha,ioral, serata keseluruhan pribadi (-estalt atau sekurang kurangnya multidimensional) . secara singkat dapat dijelaskan, sebagai berikut. 1. %elajar merupakan perubahan fungsional. .endapat ini di kemukakan oleh penganut paham teori daya. (faculty psychology) yang lebih luas lagi termasuk ke dalam paham Nati,isme. .aham ini berpendirian bahwa jiwa manusia itu terdiri atas sejumlah fungsi / fungsi yang memiliki daya atau kemampuan tertentu (misalnya daya mengingat,daya berpikir, dan sebagainya). 0gar daya*daya itu berlaku secara fungsional, harus terlebih dahulu terlatih. 1leh karena itu dalam konteks ini, belajar berarti melatih daya(mengasah otak) agar ia tajam sehingga ia berguna, untuk menyayat atau memecah persoalan / persoalan dalam hidup ini. 2adi hasil belajar dalam bidang tertentu, menurut teori ini, akan dapat ditransferkan ke bidang*bidang lain. Dalam ,ersi mutakhir, teori ini kita temukan sebagai teori kognitif yang dikembangkan oleh# .aget, dalam konteks teori keseimbangannya yang disebut accomondation. Dijelaskan bahwa struktur fungsi kognitif itu dapat berubah kalau indi,idu berhadapan dengan hal*hal yang baru yang tidak dapat diorganisasikan ke dalam struktur yang telah ada (prinsip association). Dengan demikian, belajar dalam hal ini dapat mengandung makna sebagai # perubahan struktural (3efrancois, 1 45' -age and berlinre 1 45) (. %elajar merupakan perkayaan materi pengetahuan material pengetahuan (material dan atau perkayaan pola*pola sambutan (responses) perilaku baru (behavior). .endapat ini dikemukakan oleh para penganut paham ilmu jiwa asosiasi yang lebih jauh lagi # paham empirisme, yang dipelopori oleh 2ohn 3ocke (&nggris) 6 Hebart ($wiss). .aham itu berasumsi bahwa pada saat kelahirannya jiwa manusia laksana tabula rasa (bersih tanpa noda) atau laksana bejana kosong yang masih harus diisi agar dapat berfungsi. 1leh karena itu, alam konteks ini belajar dapat diartikan sebagai suatu proses pengisian jiwa

dengan pengetahuan dan pengalaman yang sebanyak*banyaknya dengan melalui hafalan (memorizing). .elajar tidak perlu selalu mengerti apa yang dihafalkannya. 7ang penting diperolehnya tanggapan dan pengalaman sebanyak mungkin. 7ang nantinya akan berfungsi sendirinya dengan melalui hukum*hukum asosiasi (persamaan,perlawanan, bersamaan waktunya dan sebagainya). $ecara esensial, di sini tidak dikenal transfer dalam belajar, karena pelajar harus menguasai materinya sebanyak mungkin. Dalam fersi yang mutakhir, kaum beha,iorisme yang ekstrem mengakui adanya prinsip*prinsip atau hukum asosiasi meskipun tidak menerima proses kejiwaan yang abstrak. +ereka lebih berpendirian bahwa apa yang diamati dan diukur (observable and mesurable) lebih penting dalam wujud prilaku (behavioral) dengan demikian # belajar dalam konteks ini, dapat diartikan sebagai proses memperoleh pengetahuan dalam pengalaman bentuk pola* pola sambutan perilaku kognitif afektif, dan psikomotorik. ). %elajar merupakan perubahan perilaku dan pribadi secara keseluruhan. .endapat ini dikemukakan oleh para penganut ilmu jiwa -estalt, yang lebih jauh lagi bersumber pada paham organismic psychology. Dalam konteks teori ini, belajar bukan hanya bersifat mekanis dalam kaitan stimulus response (!"# bond), melainkan perilaku organisme sebagai totalitas yang bertujuan (purposive). 8eseluruhan itu lebih penting daripada hanya bagian. Dengan kata lain, meskipun yang dipelajarinya itu hal yang bersifat khusus, mempunyai makna bagi totalitas pribadi indi,idu yang bersangkutan. Dalam teori ini terimplikasi bahwa tidak semua hal yang kita pelajari itu tidak semua hal yang kita pelajari selalu dapat diamati dalam wujud prilaku atau bersifat intangible mungkin pada waktu tertentu hanya pelajar itu sendiri yang dapat menghayati. Dari ketiga pandangan di atas dapat kita simpulkan bahwa perbuatan dan hasil belajar mungkin dapat dimanifestasikan dalam wujud# (1) .ertambahan materi pengetahuan yang berupa fakta' informasi' prinsip atau hukum atau kaidah prosedur atau pola kerja atau teori sistem nilai*nilai dan sebagainya' (() .enguasaan pola*pola prilaku kognitif (pengamatan) proses berpikir, mengingat atau mengenai kembali, prilaku afektif (sikap* sikap apresiasi, penghayatan dan sebagainya)' prilaku psikomotorik (keterampilan*

keterampilan psikomotorik termasuk yang bersifat ekspresif' ()) .erubahan dalam sifat* sifat kepribadian baik yang tangible maupun yang intangible 2. Prinsip-prinsip Belajar %elajar seperti halnya perkembangan berlangsung seumur hidup, dimulai sejak dalam ayunan sampai liang lahat. 0pa yang dipelajari dan bagaimana cara belajarnya pada setiap fase perkembangan berbeda*beda. %anyak teori yang membahas masalah belajar. 9iap teori bertolak dari asumsi atau anggapan dasar tertentu tentang belajar. 1leh karena itu tidaklah mengherankan apabila ditemukan konsep atau pandangan serta praktek yang berbeda dari belajar. +eskipun demikian ada beberapa pandangan umum yang sama atau relatif sama di antara konsep*konsep tersebut. %eberapa kesamaan ini dipandang sebagai prinsip belajar. %eberapa prinsip*prinsip belajar menurut $ukmadinata antara lain# a. %elajar merupakan bagian dari perkembangan. b. %elajar berlangsung seumur hidup. c. 8eberhasilan belajar dipengaruhi oleh faktor*faktor bawaan, faktor lingkungan, kematangan serta usaha dari indi,idu sendiri. d. %elajar mencakup semua aspek kehidupan e. 8egiatan belajar berlangsung pada setiap tempat dan waktu f. %elajar berlangsung dengan guru ataupun tanpa guru g. %elajar yang berencana dan disengaja menuntut moti,asi yang tinggi h. .erbuatan belajar ber,ariasi dari yang paling sederhana sampai yang paling kompleks i. Dalam belajar dapat terjadi hambatan*hambatan.

j. :ntuk kegiatan belajar tertentu diperlukan adanya bantuan atau bimbingan dari orang lain ( $ukmadinata' (;;!# 1<5*1<4 ). %erkembang dan belajar merupakan dua hal yang berbeda, tetapi berhubungan erat. Dalam perkembangan dituntut belajar, dan dengan belajar, perkembangan indi,idu akan lebih pesat. 1leh sebab itu, kegiatan belajar dilakukan sejak lahir sampai menjelang kematian. .erbuatan belajar dilakukan indi,idu baik secara sadar ataupun tidak, disengaja ataupun tidak, direncanakan ataupun tidak. %elajar tidak hanya berkenaan dengan aspek intelektual, tetapi juga aspek sosial, budaya, politik, ekonomi, moral, religi, seni, keterampilan dan lain*lain. 8egiatan belajar tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga di rumah, di masyarakat, di tempat rekreasi bahkan di mana saja bisa terjadi perbuatan belajar. %elajar juga terjadi setiap saat, tidak hanya berlangsung pada jam*jam pelajaran. 8ecuali pada saat tidur, pada saat lainnya dapat berlangsung proses belajar. .roses belajar dapat berjalan dengan bimbingan seorang guru, tetapi juga tetap berjalan meskipun tanpa guru belajar berlangsung dalam situasi formal maupun situasi informal. 8egiatan belajar yang diarahkan pada penguasaan, pemecahan atau pencapaian sesuatu hal yang bernilai tinggi, yang dilakukan secara sadar dan terencana membutuhkan moti,asi yang tinggi pula. .erbuatan belajar demikian membutuhkan waktu yang panjang dengan usaha yang sungguh*sungguh. .erbuatan belajar ber,ariasi dari yang paling sederhana sampai dengan yang sangat kompleks. .erbuatan belajar yang paling sederhana adalah mengenai tanda (signal learning dari -agne), mengenal nama, meniru perbuatan dan lain*lain, sedang perbuatan yang kompleks adalah pemecahan masalah, pelaksanaan sesuatu rencana dan lain*lain. .roses perbuatan belajar tidak selalu lancar, adakalanya terjadi kelambatan atau perhentian. 8elambatan dan perhentian dapat terjadi belum adanya penyesuaian indi,idu

dengan tugasnya, adanya hambatan dari lingkungan, ke tidakcocokan potensi yang dimiliki indi,idu kurangnya moti,asi, adanya kelelahan atau kejenuhan belajar. :ntuk kegiatan belajar tentunya diperlukan adanya bantuan atau bimbingan dari orang lain. 9idak semua hal dapat dipelajari sendiri. Hal*hal tertentu perlu diberikan atau dijelaskan oleh guru, hal*hal ini perlu petunjuk dari instruktur dan untuk memecahkan masalah tentu diperlukan bimbingan dari pembimbing. 3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Belajar $ecara fundamental Dollar and +iller (3oree, 1 4; # 1)<) menegaskan bahwa efektifan prilaku belajar itu dipengaruhi oleh empat hal, yaitu# 1. 0danya moti,asi (drives), siswa harus menghendaki sesuatu (the learner must $ant something) (. 0danya perhatian dan mengetahui sasaran (cue), siswa harus memperhatikan sesuatu (the learner must notice something)' ). 0danya usaha (response), siswa harus melakukan sesuatu (the learner must dosomething)' !. 0danya e,aluasi dan pemantapan hasil (reinforcement), siswa harus memperoleh sesuatu (the learner must get something). 3oree (1 4; # 1));) dengan mengembalikannya kepada tiga komponen utama dari proses belajar mengajar (yang harus diperhatikan oleh setiap guru yang bertugas merencanakan, melaksanakan dan menge,aluasi .%+), ialah komponen*komponen (stimulus) (organismic) (response). $eseorang yang telah belajar akan mendapatkan pengetahuan, yang akan berdampak kepada perubahan tingkah laku. =%elajar merupakan suatu perubahan tingkah laku, di mana perubahan itu dapat mengarah kepada tingkah laku yang lebih baik, tetapi juga ada kemungkinan mengarah kepada tingkah laku yang lebih buruk.> (.urwanto, 1 4 # "5) ke

%elajar merupakan salah satu kegiatan pokok yang terjadi dalam proses belajar mengajar di sekolah. $elain kegiatan mengajar,kegiatan belajar juga dapat menentukan berhasil atau tidaknya pencapaian suatu tujuan pengajaran di sekolah . Definisi belajar menurut +organ, dalam buku %ntroduction to psychology (1 4") mengemukakan # =%elajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman>. (.urwanto, 1 "!). +enurut ?ittig, (1 "1) dalam bukunya Psychologgy of &earning @%elajar adalah perubahan yang relatif menetap yang terjadi dalam segala macamAkeseluruhan tingkah laku suatu organisme sebagai hasil pengalamanB ($yah, 1 # <1). #

+enurut ?itherington dalam buku 'ducation Psychologi, mengemukakan, @%elajar adalah suatu perubahan di dalam kepribadian yang menyatakan diri sebagai suatu pola baru dari reaksi yang berupa kecakapan sikap, kebiasaan, kepandaian atau suatu pengertianB (Dalyono, 1 4 # (11).

Dari ketiga definisi di atas dapat disimpulkan, bahwa belajar akan membawa suatu perubahan tingkah laku yang terjadi melalui latihan atau pengalaman dan perubahan itu harus relatif menetap serta menyangkut berbagai aspek. :ntuk mengatasi kesulitan*kesulitan belajar, kamu dapat melakukan langkah*langkah berikut ini # 1. +enetapkan atau memetakan lokasi kesulitan belajarmu, misalnya dengan cara membuat rata*rata nilai yang peroleh pada setiap mata pelajaran, membuat grafik yang menggambarkan pelajaran mana yang sulit untuk kamu kuasai, dan merencanakan solusinya. solusi tersebut bisa kamu dapat dari konsultasi dengan guru, orang tua, ahli psikologi atau teman yang bisa kamu percaya. (. $elanjutnya, bersama orang yang bisa kamu percaya, kamu bisa mulai menganalisa perkembangan prestasi belajarmu. Dari pembicaraan tersebut di harapkan bisa di temukan solusi untuk mengatasi keseulitan memahami mata pelajaran yang sulit untuk di kuasai. ). 8amu harus berani menemui guru yang mengajar mata pelajaran tesebut, berdialog secara jujur dan terbuka tentang kesulitan belajarmu dan mendapatkan kesepakatan tentang apa yang seharusnya kamu lakukan. !. 8amu bisa mencari latar belakang penyebab kesulitan belajarmu bersama guru pembimbing, +isalnya kamu bisa menganalisis dokumen diri yang meliputi

identitas, riwayat pendidikan, prestasi belajar, keluarga, minat, bakat, cita*cita, kecerdasan, lingkungan sosial, riwayat kesehatan, catatanAkomentar guru mata pelajaran dan orang tua, kedudukanmu dalam kelompok sosial, dan sebagainya. Dari sini kemungkinan besar kamu akan memahami mengapa kamu sekarang mengalami kesulitan belajar. 5. 0khirnya, kamu harus bersungguh*sungguh menetapkan hati untuk memecahkan masalah kesulitan belajar ini. %erdasarkan hasil pembicaraan dengan berbagai pihak, kamu harus berani menetapkan langkah*langkah penting untuk mengatasi masalah ini. mungkin kamu perlu mengikuti pelajaran tambahan, mengikuti penyuluhan, mengikuti bimbingan kelompok, bahkan bila perlu kamu boleh menemui orang yang ahli untuk menangani masalahmu ini.

Anda mungkin juga menyukai