Anda di halaman 1dari 16

KEJANG DEMAM

Diajukan untuk Memenuhi Tugas Preseptoran Kepaniteraan di Bagian Ilmu Kesehatan Anak Disusun oleh Kelompok 2 Alvi Alvarani (41 112141!" #esti $ktavina %ur&adi (41 11214'1" Agni&a Ali (ahmi (41 11214'4" Anna Mardi&ah) (41 112144!" *as&iroh Dini&ati +tami (41 11214 '" Dea Ardiani ,amadhan (41 11214- " .k& Kamalludin (41 11214!/" De0i Isma&ati #alimah (41 1121412" 2id&a .rlandian& (41 112141'" Agung Apriadi (41 1121413" Astri Indah #apsari (41 1121 /1" P.,%.PT$,4 *oke A&ukarningsih Mustakim5 dr)5 %pA)5 M)Kes

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI CIMAHI 2013

STATUS PRESEPTOR KEJANG DEMAM I. A. ANAMNESIS Ketera !a U"#" 2ama Pasien 9enis Kelamin Tempat; Tanggal :ahir Alamat Kiriman dari Dengan Diagnosis A*A# 4 2ama +mur Pendidikan Pekerjaan Penghasilan Alamat IB+4 2ama +mur Pendidikan Pekerjaan Penghasilan Alamat $. Ke%#&a Uta"a ' Ke(a ! .mpat jam se6elum masuk rumah sakit penderita mengalami kejang se6an&ak satu kali &ang tim6ul se?ara mendadak) Kejang 6erlangsung selama kurang le6ih tiga menit) Pada saat kejang mata penderita ter6elalak ke atas5 6i6ir tampak ke6iruan5 gigi rapat sulit ter6uka dan air liur menetes tanpa sadar) Badan penderita terlihat kaku dengan kaki dan 6ahu penderita &ang terhentak @ hentak dan penderita tidak sadar) %e6elum kejang penderita sadar5 4 ,aihan I6nu #( Al7A8mi 4 :aki7:aki 4 <imahi5 3 9uni 2//1 4 Kampung %uka ,ame ,t /2 ,0 /2 Bandung Barat 4 +=D ,% Dustira 4 Kejang Demam %ederhana 4 #er&ana 4 21 tahun 4 %1 4 P2% 4 >1) //)/// 4 Kampung %uka ,ame ,t /2 ,0 /2 Bandung Barat 4 2eng (itri Kurniasih 4 2! tahun 4 %1 4 =uru 4 >1) //)/// 4 Kampung %uka ,ame ,t /2 ,0 /2 Bandung Barat

C. A a" e)*) K&#)#)

saat terjadi kejang penderita tidak sadar) Kurang le6ih satu menit setelah kejang penderita mem6uka mata tetapi tidak langsung menangis) A a" e)*) U"#" Keluhan kejang didahului oleh panas 6adan &ang tim6ul se?ara mendadak tinggi sejak ! jam se6elum tim6ul kejang) Panas 6adan dirasakan terus menerus) :ima hari se6elumn&a5 pasien mengalami 6atuk 6erdahak 6er0arna putih dan pilek dengan sekret tidak 6er0arna) Penderita sudah di6eri o6at penurun panas (sanmol"5 panas 6adan dirasakan menurun setelah minum o6at5 namun setelah 172 jam panas tim6ul kem6ali dan disertai dengan menggigil) %e6elum kejang5 pasien muntah satu kali &ang 6erisi sisa makanan) Keluhan kejang tidak didahului oleh adan&a luka pada kulit5 sukar mem6uka mulut dan adan&a kekakuan pada tu6uh) Keluhan kejang tidak didahului oleh menangis sam6il memegang telinga dan keluarn&a ?airan dari lu6ang telinga) Keluhan kejang tidak didahului oleh penurunan kesadaran maupun kelumpuhan pada 0ajah5 mata dan anggota gerak) Keluhan kejang tidak disertai dengan n&eri dan menangis se0aktu penderita BAK) ,i0a&at trauma kepala tidak ada) ,i0a&at kejang demam pada anggota keluarga tidak ada) ,i0a&at epilepsi pada anggota keluarga tidak ada) ,i0a&at kejang disertai dengan panas 6adan se6elumn&a ada5 &aitu pada dua tahun &ang lalu dengan tipe kejang &ang sama seperti saat ini) A a" e)*) Ta"+a&a $% lahir se?ara spontan di rumah sakit dengan 6erat lahir 2!// gram dengan panjang 2 ?m) Masa kehamilan ?ukup 6ulan. ,i0a&at kuning pada hari ketiga setelah lahir dengan pen&inaran selama enam hari) 1. RI,AYAT IMUNISASI ,i0a&at Imunisasi B<= DPT Polio <ampak #epatitis B 4 imunisasi dasar lengkap 4 +sia 1 minggu) 4 ' kali5 pada usia 25 45 dan 3 6ulan) 4 4 kali pada usia /5 25 45 3 6ulan dan 1 kali imunisasi ulangan pada usia 2 tahun) 4 1 kali pada usia 1 6ulan) 4 ' kali5 pada usia /5 1 dan 3 6ulan5

Imunisasi dasar lengkap menurut usia

2. KEADAAN KESEHATAN A&ah 4 sehat I6u 4 sehat Kakak 4 sehat 3. KEPANDAIAN Ber6alik Duduk tanpa 6antuan Bi?ara 1 kata Bi?ara 1 kalimat Berjalan 1 tangan dipegang Berjalan tanpa dipegang Makan sendiri Mem6a?a Menulis %ekolah -. GIGI GELIGI 4 usia 1 tahun 1/ 6ulan -3 12'4 34'21 12'4 3- 3 4 4 6ulan 4 3 6ulan 4 12 6ulan 4 24 6ulan 4 1/ 6ulan 4 15 tahun 4 sudah 6isa 4 6elum 6isa 4 6elum 6isa 4 6elum

7 Pertama =igi %usu 4 4'21 ..

MAKANAN UMUR / @ 4 6ulan 4 @ 3 6ulan 3 7 12 6ulan JENIS MAKANAN A%I A%I A 6u6ur nestle A%IA2asi timAsa&uran 1 6ulan A%I5 %usu Cormula nasi tim A sa&uran A 12 6ulan 7 sekarang lauk pauk A 6uah @ 6uahan 2asi putih A sa&uran Alauk paukA6uah7 6uahan 'B <ukup KUANTITAS $n demand '74B 'B KUALITAS <ukup <ukup <ukup

/.

PENYAKIT YANG SUDAH DIALAMI <a?ar Batuk rejan TB< DiCteri Tetanus Diare Demam TiCoid Kuning <a?ing Kejang Bengek .ksim Kaligata %akit tenggorokan Batuk pilek

II. PEMERIKSAAN FISIK 1. KEADAAN UMUM Keadaan sakit Kesadaran %esak %ianosis Ikterus .dema Dehidrasi Anemi Kejang :etak paksa (posisi" tu6uh PENGUKURAN +mur Berat Badan Tinggi Badan %tatus =i8i TANDA VITAL Tekanan Darah 2adi ,espirasi Tipe 4 1//;3/ mm#g 4 14/ B;menit5 regular5 eGual5 isi ?ukup 4 '/B;menit 4 A6dominotorakal 4 4 tahun 1 6ulan 1' hari 4 13 Kg 4 11/?m 4 F s?ore 4 BB;+4 normal5 TB;+4 normal5 BB;TB4 normal 4 Tampak %akit ,ingan 4 KuantitatiC 4 (.45D 5M3" =<%E1 KualitatiC 4 <omposmentis 4 P<# tidak ada5 ,etraksi tidak ada 4 %entral maupun periCer tidak tampak sianosis 4 %klera 7;7 4 Pitting edema tidak ada5 edema anasarka tidak ada 4 Tanpa dehidrasi 4 Tidak Anemis (pu?at" 4 Tonik klonik 4 Tidak ada

R
%uhu 4 '-53 <

2. PEMERIKSAAN KHUSUS 1) ,am6ut Kuku Kulit 2) Kepala Mata 4 Tidak ada kelainan 4 sianosis (7" 4 sianosis (7" 4 simetris5 normo?ephal 4 %klera Konjungtiva Pupil T#T 4 Telinga #idung Tenggorok Mulut 4 Bi6ir =usi =igi :angit7langit :idah ') :eher Tekanan Dena K=B Kaku kuduk 4) Dada a) Dinding Dada;Paru Depan Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi 4 pergerakan simetris 4 Dokal (remitus normal5 kanan E kiri 4 %onor kanan E kiri 4 DB% kanan E kiri ,onkhi 7;7 Hhee8ing 7;7 4 Tidak meningkat 4 Tidak tera6a 4 (7" 4 Ikterik 4 Anemis 4 7;7 4 7;7

Kelenjar getah 6ening 4 tidak tera6a

4 Bulat isokhor 4 Dis?harge ( 7" 4 ,hinorrhea (7;7" 4 Tonsil (aring 4 T1 @ T1 tenang 4 Tidak #iperemis

4 %ianosis (7"5 pu?at (7" 4 tidak ada kelainan 4 tidak ada kelainan 4 tidak ada kelainan 4 tidak ada kelainan

Belakang Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi 4 Pergerakan simetris 4 Dokal (remitus normal5 kanan E kiri 4 %onor kanan E kiri 4 DB% kanan E kiri ,onkhi 7;7 Hhee8ing 7;7

6) 9antung Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi 4 I?tus ?ordis tidak terlihat 4 I?tus ?ordis tera6a di I<% D :Inea mid ?lavi?ularis 47 4B9 I5 II murni5 tidak ada 6un&i tam6ahan

) Perut Inspeksi Palpasi #epar :ien Perkusi Auskultasi 3) =enitalia 9enis Kelamin Kelainan -) Anggota =erak Atas %endi $tot 4 Tidak ada kelainan 4 Tidak ada kelainan 4 :aki 7 laki 4 Tidak dilakukan pemeriksaan 4 Datar 4 :em6ut5 2T (7" 4 Tidak Tera6a 4 Tidak Tera6a 4 Timpani 4 Bising usus (A" normal

.dema Kuku Ba0ah %endi $tot ,eCleks .dema Kuku !) %usunan %araC

4 Tidak ditemukan 4 Pu?at (7"

4 Tidak ada kelainan 4 Tidak ada kelainan 4 ,eCleks Cisiologis (A" 4 Tidak ditemukan 4 Pu?at (7"

,eCleks ?aha&a (pupil"4 A ; A ,angsang Meningen 4

,eCleks ?ornea4 A ; A Kaku Kuduk :aseGue Kernig 4 (7" 4 (7" 4 (7"

Brud8insk& I;II;III4 (7"

%araC $tak 4 2)I 2 II 2D 4 %ulit dinilai 4 Baik

2 III5 ID5 DI 4 6isa melihat ke segala arah 4 Mem6uka mulut 6aik ,eCleks kornea 4 Baik %ensoris 0ajah 4 Baik 2 DII 4 Hajah menangis simetris5 Tersen&um simetris Memejamkan mata 2 DIII 4 sulit dinilai 2 IJ7J 4 ,eCleks menelan 6aik5 suara jelas5 reCleks muntah 2 JI 2 JII Motorik %ensorik 4 sulit dinilai 4 %ulit dinilai 4 tidak ada kelainan

4 tidak ada kelainan

DegetatiC ( BAB dan BAK " 4 Dalam 6atas normal ,eCleks (isiologis 4 AP, 4 A ; A KP, 4 A ; A

,eCleks Patologis4

Ba6insk& 4 (7;7" <haddo?k 4 (7;7" =ordon $ppenheim 4 (7;7" 4 (7;7"

III. PEMERIKSAAN PENUNJANG A. La+0rat0r*#" R#t* DA,A# 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 #6 .ritrosit :eukosit #ematokrit Trom6osit M<D M<# M<#< ,DH %egmen :imCosit Monosit +,I2. (.%.% Tidak Dilakukan Pemeriksaan Tidak Dilakukan Pemeriksaan 4 1154 g;d:7777777777777 1/5' g;dl 4 45' J 1/12;: 777777777 '5! B 4 1 5' J 1/1;: 7777777777 5' 4 ''52K 7777777777777777 '/54 4 4/- J 1/1;: 777777777'14 --51 +;' 7777777777777 -152 4 235! PG 777777777777777235! 4 '45'K 7777777777777777 ''51 4 1'54K 77777777777777 1'52 4 ! 52K 4 35/K 4 !5!K

$. La+0rat0r*#" K&#)#) Tidak dilakukan pemeriksaan) C. R0 t!e Tidak dilakukan pemeriksaan .D La* 1%a* Tidak dilakukan pemeriksa

IV. RESUME Berdasarkan hasil heteroanamnesa tanggal 1- juli 2/1' didapatkan seorang pasien laki @ laki 6erusia empat tahun datang ke +=D ,% Dustira dengan keluhan utama kejang5 lama kejang kurang le6ih tiga menit5 terjadi pada seluruh tu6uh5 tangan dan kaki5 mata ter6elalak ke atas (kejang umum tonik klonik"5 6i6ir tampak ke6iruan5 gigi rapat sulit ter6uka dan air liur &ang menetes tanpa sadar) Kejang terjadi se6an&ak satu kali dalam 24 jam)) %e6elum kejang penderita sadar5 saat terjadi kejang penderita tidak sadar) Kurang le6ih satu menit setelah kejang penderita mem6uka mata tetapi tidak langsung menangis) Keluhan kejang didahului oleh Ce6ris &ang tim6ul se?ara mendadak tinggi sejak ! jam se6elum tim6ul kejang dan 6atuk 6erdahak 6er0arna putih dengan pilek dengan sekret tidak 6er0arna sejak lima hari se6elumn&a) Penderita sudah di6eri o6at penurun panas (sanmol"5 panas 6adan dirasakan menurun setelah minum o6at5 namun setelah 172 jam panas tim6ul kem6ali dan disertai dengan menggigil) %e6elum kejang5 pasien muntah satu kali &ang 6erisi sisa makanan) Keluhan kejang tidak didahului oleh adan&a luka pada kulit5 sukar mem6uka mulut dan adan&a kekakuan pada tu6uh) Keluhan kejang tidak didahului oleh menangis sam6il memegang telinga dan keluarn&a ?airan dari lu6ang telinga) Keluhan kejang tidak didahului oleh penurunan kesadaran maupun kelumpuhan pada 0ajah5 mata dan anggota gerak) Keluhan kejang tidak disertai dengan n&eri dan menangis se0aktu penderita BAK) ,i0a&at trauma kepala tidak ada) ,i0a&at kejang demam pada anggota keluarga tidak ada) ,i0a&at epilepsi pada anggota keluarga tidak ada) ,i0a&at kejang disertai dengan panas 6adan se6elumn&a ada5 &aitu pada dua tahun &ang lalu dengan tipe kejang &ang sama seperti saat ini) Pasien lahir se?ara spontan di rumah sakit dengan 6erat lahir 2!// gram dengan panjang 2 ?m) Masa kehamilan ?ukup 6ulan. ,i0a&at kuning pada hari ketiga setelah lahir dengan pen&inaran selama enam hari) Pe"er*2)aa 3*)*2' +mur Berat Badan Tinggi Badan %tatus =i8i Keadaan umum 4 4 tahun 1 6ulan 1' hari 4 13 Kg 4 11/?m 4 F s?ore 4 BB;+4 normal5 TB;+4 normal5 BB;TB4 normal 4 komposmentis5 tampak sakit ringan

Tekanan Darah 2adi ,espirasi %uhu T#T

4 1//;3/ mm#g 4 14/ B;menit5 regular5 eGual5 isi ?ukup 4 '/B;menit5 tipe 4 a6dominothorakal 4 '-53 < 4 Telinga #idung Tenggorok 4 Dis?harge ( 7" 4 ,hinorrhea (7;7" 4 Tonsil (aring 4 T1 @ T1 tenang 4 Tidak #iperemis

Mulut

4 Bi6ir

4 %ianosis (7"5 pu?at (7" ,eCleks ?ornea4 A ; A Kaku Kuduk :aseGue Kernig 4 (7" 4 (7" 4 (7"

Pemeriksaan neurologis ,eCleks ?aha&a (pupil"4 A ; A ,angsang Meningen 4

Brud8insk& I;II;III4 (7"

%araC $tak 4 2)I 2 II 2D 4 %ulit dinilai 4 Baik

2 III5 ID5 DI 4 6isa melihat ke segala arah 4 Mem6uka mulut 6aik ,eCleks kornea 4 Baik %ensoris 0ajah 4 Baik 2 DII 4 Hajah menangis simetris5 Tersen&um simetris Memejamkan mata 2 DIII 4 sulit dinilai 2 IJ7J 4 ,eCleks menelan 6aik5 suara jelas5 reCleks muntah 2 JI 2 JII Motorik %ensorik 4 sulit dinilai 4 %ulit dinilai 4 tidak ada kelainan

4 tidak ada kelainan

DegetatiC ( BAB dan BAK " 4 Dalam 6atas normal ,eCleks (isiologis 4 AP, 4 A ; A

KP, 4 A ; A ,eCleks Patologis4 Ba6insk& <haddo?k =ordon $ppenheim 4 (7;7" 4 (7;7" 4 (7;7" 4 (7;7"

V. DIAGNOSIS 1. D*a! 0)*) +a 4* ! ' Kejang demam sederhana e)? rhinitis akut Kejang demam sederhana e.? $MA Kejang demam sederhana e)? I%K Kejang demam sederhana e)?diare Kejang demam sederhana e)? trauma Kejang demam sederhana e)? meningoen?ephalitis 2. D*a! 0)*) 2er(a ' Kejang demam sederhana e)? rhinitis akut

VI. USULAN PEMERIKSAAN PENUNJANG Kultur 6iakan darah untuk mengetahui mikroorganisme pen&e6a6 Pemeriksaan lum6al punksi VII. TATALAKSANA )1 +mum )2 Khusus P<T s&r 'B';4 ?th Dia8epam 1/ mg per re?tal jika kejang I5. PROGNOSIS Be6askan jalan naCas Berikan $2 2:;menit :onggarkan pakaian

Luo ad vitam 4 ad 6onam Luo ad Cun?tionam 4 ad 6onam Luo ad sanationam 4 du6ia ad 6onam

5. PENCEGAHAN 9ika panas terjadi5 segera 6erikan antipiretik %ediakan stesolid 5I. DISKUSI Berdasarkan heteroanamnesis &ang didapatkan dari orang tua penderita diketahui keluhan utama penderita adalah kejang se6an&ak 1B dengan tipe kejang tonik klonik dengan durasi M 1 menit) Kejang didahului oleh demam sejak ! jam se6elum kejang) Kejang demam adalah kejang &ang terjadi karena kenaikan suhu tu6uh (suhu re?tal > '!N < " &ang dise6a6kan oleh suatu proses ekstrakranium) %ehingga dari anamnesis keluhan utama dapat dipikirkan diagnosis ke arah kejang demam) Berdasarkan keterangan umum5 didapatkan pasien adalah seorang anak laki @ laki 6erusia empat tahun) Kejang demam 6iasan&a terjadi pada anak umur 3 6ulan @ 3/ 6ulan ( tahun") Diperkirakan ' K anak @ anak di6a0ah usia 3 tahun pernah mengalami kejang demam) Angka kejadian anak laki @ laki le6ih sering daripada anak perempuang dengan per6andingan 154 4 15/) Kejang demam 6iasan&a terjadi pada anak umur 3 6ulan sampai ' tahun dengan pun?ak pada usia 1! 6ulan) %e6agian 6esar kejang demam adalah umum tonik klonik5 orang tua sering melaporkan 6entuk kejang adalah kaku5 klojotan5 naCas 6erhenti5 tatapan mata kosong5 ke6iruan atau pu?at5 dan ngompol5 diikuti oleh periode pos iktal singkat (tidur;mengantuk") Berdasarkan manisCestasi klinikn&a5 kejang demam dapat di6agi 2 &aitu4 1) Kejang demam sederhana4 6entuk kejang umum5 durasi singkat M1 menit5 diikuti oleh periode pos iktal singkat5 dan tidak 6erulang dalam 24 jam) 2) Kejang demam kompleks4 apa6ila ditemukan salah satu dari4 7 7 7 6entuk kejang Cokal durasi > 1 menit 6erulang > 1 kali dalam 24 jam mg di rumah5 jika kejang terjadi5 segera masukan stesolid per rektal

Kejang demam sederhana merupakan diagnosis &ang kami pikirkan5 karena 6erdasarkan anamnesis diketahui 6ah0a Crekuensi kejang dalam 24 jam adalah se6an&ak satu kali5 dengan durasi setiap kejang M 1 menit dan siCat kejang umum tonik klonik) %e6elum

dan setelah kejang penderita sadar5 menunjukkan 6ah0a kejang &ang terjadi 6ukam karena aki6at kelainan neurologis) Kejang demam umumn&a ditemukan demam &ang 6iasan&a dise6a6kan oleh inCeksi5 sehingga dapat ditemukan tanda @ tanda dari pen&akit inCeksi diluar %%P seperti inCeksi virus (paling sering" seperti Clu5 tonsilitis5 otitis media5 I%K5 inCeksi saluran pernapasan dan lainn&a) Berdasarkan heteroanamnesa keluhan didahului dengan Ce6ris dan rhinitis sejak hari se6elum Ce6ri tetapi pada pemeriksaan Cisik tidak ditemukan sekret pada hidung penderita) Pada pemeriksaan T#T didapatkan Caring normal dan tonsil normal5 juga telinga tidak ada kelainan) Kami melakukan pemeriksaan terse6ut untuk men?ari kemungkinan etiologi demam &ang terjadi pada pasien) Pada kejang demam tidak dijumpai adan&a kelainan Cisik neurologi) Pada saat terjadi 6angkitan kejang dapat didapatkan penurunan kesadaran dan gerakan pada otot &ang tergantung pad tipe gerakn&a5 dapat 6er6entuk tonik klonik5 klonik5 Cokalatau akinetik) +mumn&a kejang 6erhenti sendiri5 setelah kejang 6erhenti anak tidak akan mem6erikan reaksi apapun sejenak tetapi setelah 6e6erapa saat anak akan ter6angun dan sadar tanpa adan&a deCisit neurologi) Pada kejang demam le6ih dari 1 menit 6iasan&a dapat terjadi apnea karena meningkatn&a ke6utuhan oksigen dan energi untuk kontraksi otot skelet) Berdasarkan hasil pemeriksaan Cisik ditemukan rhinorrhea 7;75 reCleB Cisiologis A;A normal dan reCleB patologis (7") #al ini menunjukkan 6ah0a pada penderita tidak terjadi deCek neurologis pas?a kejang &ang 6erarti tidak ada proses intrakranial &ang men?etuskan kejang) +sulan pemeriksaan &ang dilakukan &aitu lum6al pungsi untuk men&ingkirkan diagnosis ke arah meningitis5 hal ini perlu dilakukan karena pada usia M 1 tahun maniCestasi meningitis tidak jelas sehingga dianjurkan untuk dilakukan lum6al pungsi) Penatalaksanaan &ang di6erikan 6erupa terapi umum dan khusus) Terapi umum diantaran&a penanganan 6ila terjadi kejang 6erupa melonggarkan pakaian terutama daerah leher pasien hal ini diantaran&a ditujukan agar tidak terjadi gangguan air0a& selain itu juga posisikan kepala dan kaki diCleksikan ke dada untuk memudahkan pem6erian stesolid per re?tal5 6e6askan jalan naCas) Penatalaksanaan khusus &ang di6erikan pada pasien &akni diantaran&a para?etamol 'B';4 ?th jika terdapat demam5 dia8epam mg inj untuk mengatasi kejang5 <TM 1 mg;hari di6agi 2 dosis dalam sehari untuk meredakan keluhan rhinitis5 serta di6erikan inCus KA.2 1B 12 tetes per menit se6agai pengganti asupan nutrisi sementara) Kejang demam mempun&ai prognosis &ang 6aik) 9ika terdapat gejala sisa setelah kejadian kejang demam5 hal ini le6ih dise6a6kan oleh pen&akit demam &ang mendasarin&a atau kelainan neurologik &ang sudah ada se6elumn&a) ,isiko epilepsi meningkat pada anak kejang

demam &ang mempun&ai keterlam6atan perkem6angan atau kelainan neurologik se6elumn&a5 ri0a&at keluarga epilepsi5 dan ri0a&at kejang demam kompleks)

Prognosis pada pasien ini 6aik5 dilihat dari keadaan umum5 tanda vital dan tidak 6erulangn&a 6angkitan kejang)

DAFTAR PUSTAKA =arna #err&5 dkk) Pedoman diagnosis dan terapi ilmu kesehatan anakO edisi 4) Bagian Ilmu Kesehatan Anak (akultas Kedokteran +npad;,%#%5 2/12) Bandung Konsensus Penanganan Kejang Demam) +KK 2eurologi IDAI5 2// Behrman5 ,i?hard et all) Page -'3') 2elson teBt6ook oC Pediatri?O edisi11) Philadelphia