Anda di halaman 1dari 1

Banyak tapi Tak Cukup

Indonesia, negeri dengan lebih dari 17.000 pulau, negeri dengan lebih dari 250 juta penduduk, tentu membutuhkan banyak tenaga dokter. Terutama daerah pedalaman dan perbatasan Indonesia. Sebenarnya tidak sedikit anak bangsa ini yang menaruh minat untuk menjadi dokter. Setiap tahunnya universitas-universitas yang menawarkan program pendidikan dokter selalu dibanjiri peminat. Rasio peminat dengan daya tampung universitas bahkan bisa mencapai 1:173 (daya tampung SNMPTN undangan UI 2013). Namun, mengapa tenaga dokter dirasa masih sangat kurang? Mungkin jawabannya karena banyak dokter kita yang tidak siap bekerja di luar kota besar. Kurangnya penghasilan dan fasilitas diperkirakan menjadi alasannya. Padahal tugas seorang dokter kan seharusnya untuk menolong pasien, bukan untuk mencari uang dan mendapatkan fasilitas sebanyak-banyaknya. Sebenarnya bisa saja dokter kita diberi penghasilan dan fasilitas sebanyak-banyaknya walaupun bekerja di pedalaman atau perbatasan sekalipun, asalkan hal ini dimasukkan dalam anggaran pemerintah. Namun sayangnya hal ini masih belum dapat diwujudkan. Saran dari saya, sebaiknya saat para calon dokter mengenyam pendidikannya, mereka harus diberi pengertian bahwa menjadi dokter bukanlah semata-mata untuk mengejar materi, tapi juga untuk mengejar ridho Ilahi. Selain itu, menurut saya pemerintah sebaiknya mulai menganggarkan dana untuk kesejahteraan dokter, agar mereka mau mengabdi di luar kota besar. Karena Indonesia itu besar dan bukan hanya terdiri dari kota besar saja.

Kenny Rahayu R. XII IPA 7. 15.