Anda di halaman 1dari 29

SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGARA PRODIP I KEUANGAN Semester I Tahun Akademik 2011/2012

STATISTIKA
Kuliah 5:

PENARIKAN SAMPEL (SAMPLING)


Dr. Roberto Akyuwen Widyaiswara Madya
BALAI DIKLAT KEUANGAN YOGYAKARTA

MENGAPA SAMPEL?
Kegiatan survei atau penelitian dewasa ini banyak dilakukan dengan penarikan sampel. Mengapa? Penarikan sampel lebih praktis, hemat, lebih cepat, dan membutuhkan tenaga yang lebih sedikit dibandingkan sensus. Penarikan sampel = pengambilan sebagian data dari obyek yang diamati dan digunakan untuk penarikan kesimpulan atas obyek yang diamati. Alasan lain:
Obyek yang diteliti mudah rusak. Obyek yang diteliti bersifat homogen. Tidak memungkinkan untuk meneliti secara fisik seluruh obyek dalam populasi.

Akurasi sampel?

SENSUS vs SAMPLING
Sensus adalah cara pengumpulan data di mana seluruh elemen populasi diteliti satu per satu. Data yang diperoleh dari hasil pengolahan sensus disebut data yang sebenarnya (true value), atau parameter. Sampling adalah cara pengumpulan data di mana yang diteliti adalah elemen sampel dari suatu populasi. Data yang diperoleh dari hasil sampling merupakan data perkiraan (estimated value).

POPULASI
Populasi = sekumpulan individu dengan karakteristik yang khas yang menjadi perhatian dalam suatu penelitian. Contoh: sekelompok orang/binatang, tanaman, mahasiswa Prodip I STAN, bank swasta di Indonesia, perusahaan asuransi jiwa, perumahan, alat-alat kantor, jenis pekerjaan, dan lain-lain. Ukuran populasi = banyaknya pengamatan atau anggota dari suatu populasi. Ukuran populasi terdiri dari:
1.

2.

Populasi Terhingga (Finite Population) = ukuran populasi yang masih bisa dihitung . Contoh: populasi PNS Kementerian Keuangan RI. Populasi Tak Terhingga (Infinite Population) = ukuran populasi yang tidak bisa dihitung. Contoh: populasi tanaman anggrek di dunia.

PARAMETER
Paremeter = suatu nilai yang menggambarkan ciri/karakteristik dari populasi. Parameter merupakan nilai yang stabil, karena diperoleh dari pengamatan terhadap seluruh anggota populasi. Mengamati seluruh anggota populasi berarti melakukan sensus.

SAMPEL
Sampel = bagian kecil dari anggota populasi yang diambil menurut prosedur tertentu, sehingga dapat mewakili populasi. Ukuran sampel = banyaknya anggota dari suatu sampel. Pembagian sampel:
1. Sampel representatif: bisa mewakili keadaan populasi. 2. Sampel non-representatif: tidak dapat mewakili populasi.

Dua kemungkinan:
1. Hasil analisis sampel sama dengan parameter populasi. 2. Hasil analisis sampel tidak sama (lebih besar atau lebih kecil) dengan parameter populasi.

RANCANGAN SAMPLING
Rancangan sampling memberikan gambaran mengenai: 1. Populasi sasaran dan populasi penelitian. 2. Bentuk dan ukuran satuan sampling. 3. Ukuran sampel. 4. Cara memilih satuan sampel. 5. Metode analisis/penaksiran.

PRESISI
Presisi = ukuran seberapa jauh suatu alat akan memberikan hasil yang konsisten. Presisi terkait dengan variasi data, sehingga tingkat presisi diukur oleh koefisien kesalahan standar (standard error). Formula Sekaran (2000):

SX

s n 1

di mana: SX = koefisien kesalahan standar; s = standar deviasi data sampel; dan n = ukuran sampel. Semakin kecil angka koefisien kesalahan standar suatu sampel, maka tingkat presisinya semakin tinggi.

AKURASI
Akurasi = seberapa tepat suatu alat mengukur apa yang seharusnya diukur. Akurasi menunjukkan ketepatan atau ketelitian dalam menentukan sampel untuk menggambarkan karakteristik populasi. Sampel dikatakan memiliki akurasi tinggi apabila kesimpulan yang diambil dari hasil analisis sampel dapat menggambarkan karakteristik populasi, dan demikian pula sebaliknya.

PRESISI DAN AKURASI

Sampel dengan presisi tinggi, akurasi tinggi, dan tidak bias.

PRESISI DAN AKURASI

Sampel dengan presisi rendah, akurasi tinggi, dan tidak bias.

PRESISI DAN AKURASI

Sampel dengan presisi tinggi, akurasi rendah, dan bias.

PRESISI DAN AKURASI

Sampel dengan presisi rendah, akurasi rendah, dan bias.

TINGKAT KEPERCAYAAN
Proses inferensi dalam statistika adalah membuat induksi atau melakukan generalisasi atas karakteristik populasi berdasarkan analisis sampel. Inferensi mencakup estimasi nilai parameter dan menguji hipotesis. Diperlukan kriteria atau standar tertentu sebagai dasar penarikan kesimpulan yang dikenal dengan tingkat kepercayaan (confidence level) dan tingkat signifikansi (significance level). Tingkat kepercayaan menunjukkan sejauhmana sampel dapat mengestimasi dengan benar parameter populasi atau hasil uji hipotesis diyakini kebenarannya. Tingkat kepercayaan berkisar antara 0 100%. Para peneliti ilmu sosial sering menggunakan tingkat kepercayaan berkisar 95 99%.

TINGKAT SIGNIFIKANSI
Tingkat signifikansi menunjukkan probabilitas atau peluang kesalahan yang ditetapkan oleh peneliti dalam menarik kesimpulan untuk menolak atau tidak menolak hipotesis nol. Tingkat signifikansi 0,05 berarti bahwa probabilitas kesalahan untuk dapat menolak atau tidak dapat menolak hipotesis nol adalah 5%.

TEKNIK PENARIKAN SAMPEL (SAMPLING)


Sampling adalah proses memilih pengamatan (sampling is the process of selecting observations). Teknik penarikan sampel berdasarkan proses pemilihan:
1. Teknik penarikan sampel dengan pengembalian. 2. Teknik penarikan sampel tanpa pengembalian.

Teknik penarikan sampel berdasarkan peluang pemilihan:


1. Sampling probabilitas. 2. Sampling non-probabilitas.

LANJUTAN...

Teknik Penarikan Sampel

Nonprobability

Probability

Convenience Sampling

Judgment Sampling

Quota Sampling

Snowball Sampling

Simple Random Sampling

Systematic Sampling

Stratified Sampling

Cluster Sampling

CONVENIENCE SAMPLING
Sering juga disebut sebagai accidental sampling. Sampel diambil secara spontan untuk alasan kemudahan atau kepraktisan. Siapa saja yang secara tidak sengaja bertemu dengan peneliti dan sesuai dengan karakteristik yang diinginkan, maka orang tersebut dijadikan sampel. Peneliti bebas memilih siapa saja yang ingin dijadikan sebagai sampel. Data terkumpul dengan cepat dan murah. Kelemahan: kemampuan generalisasi yang sangat rendah dan kehandalan data diragukan.

JUDGMENT SAMPLING
Dikenal juga sebagai purposive sampling. Teknik penarikan sampel berdasarkan karakteristik yang ditetapkan terhadap elemen populasi yang disesuaikan dengan tujuan penelitian. Subyektivitas dan pengalaman peneliti sangat berperan dalam penetapan kriteria sampel. Peneliti menggunakan pertimbangan tertentu untuk menetapkan kriteria sampel.

QUOTA SAMPLING
Pada dasarnya sama dengan judgment sampling, yaitu mempertimbangkan kriteria untuk sampel. Peneliti menetapkan kategori kuota dari populasi, seperti jenis kelamin atau usia. Peneliti menentukan jumlah sampel yang dibutuhkan dan menetapkan jumlah jatah (quotum). Teknik ini biasanya digunakan apabila populasi berukuran besar.

SNOWBALL SAMPLING
Sangat tepat digunakan jika populasi berukuran kecil dan spesifik. Pengambilan sampel dilakukan secara berantai, yaitu jumlah sampel semakin lama semakin besar, seperti bola salju yang menuruni lereng gunung. Dalam praktek, responden yang diwawancarai diminta untuk menyebutkan responden lainnya yang sesuai untuk diwawancarai, dan demikian seterusnya. Biaya yang dibutuhkan relatif rendah, namun terdapat kemungkinan bisa, karena pemilihan responden yang tidak independen.

RANDOM SAMPLING OR PROBABILITY SAMPLING


Sampling acak adalah sampling yang pemilihan elemenelemen populasinya dilakukan secara acak (random). Pemilihan dapat dilakukan dengan menggunakan lotere, undian, tabel bilangan acak, dan lain sebagainya.

SIMPLE RANDOM SAMPLING


Simple random sampling adalah sampling di mana pemilihan elemen populasi dilakukan sedemikian rupa, sehingga setiap elemen mempunyai kesempatan yang sama untuk terpilih. Metode ini tepat digunakan apabila populasi bersifat relatif homogen.

STRATIFIED RANDOM SAMPLING


Stratified random sampling adalah sampling di mana pemilihan elemen anggota sampel dilakukan sebagai berikut: 1. Populasi dipecah menjadi populasi yang lebih kecil (stratum). Stratum harus homogen atau relatif homogen. 2. Setiap stratum diambil secara acak, kemudian dibuat perkiraan untuk mewakili masing-masing stratum. 3. Perkiraan untuk seluruh populasi didapatkan dari gabungan stratum.

MULTISTAGE RANDOM SAMPLING


Multistage random sampling adalah sampling di mana pemilihan elemen anggota sampel dilakukan secara bertahap. Contoh: memilih sampel dari provinsi, kabupaten, kecamatan, dan desa/kelurahan.

CLUSTER RANDOM SAMPLING


Cluster random sampling adalah sampling di mana elemen sampel terdiri dari elemen-elemen yang lebih kecil yang disebut klaster. Seluruh elemen klaster harus diteliti satu per satu, sehingga berbeda dengan stratified random sampling, di mana setiap stratum diambil sampelnya untuk membuat perkiraan.

SYSTEMATIC RANDOM SAMPLING


Systematic random sampling adalah sampling di mana elemen pertama dipilih secara acak, sedangkan elemen berikutnya dipilih secara sistematik berjarak tertentu.

SAMPLINGE ERROR OR STANDARD ERROR


Sampling error = the degree of error to be expected in probability sampling. The formula for determining sampling error contains three factors: the parameter, the sample size, and the standard error.

LANJUTAN
s PxQ n

di mana: s = standard error; n = jumlah sampel; P dan Q adalah parameter populasi binomial; Q = 1 P; atau P = 1 Q