Anda di halaman 1dari 14

Diagnostic Performance of Rapid Diagnostic Tests versus Blood Smears for Malaria in US Clinical Practice

Opialeta Putri 1102009214

Skenario
Seorang laki-laki berumur 40 tahun datang ke Klinik Dokter dengan keluhan demam disertai menggigil sejak 3 hari yang lalu, selain itu ia juga merasakan mual, muntah serta nyeri otot. Sebelumnya pasien ada riwayat sehabis liburan di Raja Ampat, Papua 2 minggu yang lalu. Oleh dokter dilakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik, dokter menyimpulkan bahwa pasien menderita penyakit malaria. Kemudian dokter menyarankan untuk dilakukan pemeriksaan sediaan apus darah tepi sebagai gold standart untuk melihat ada tidaknya parasit Plasmodium sp di dalam darah pasien. Namun pasien pernah membaca bahwa ada teknik pemeriksaan malaria yang cepat dan cukup akurat (rapid diagnostic test).

PERTANYAAN KLINIS:

Apakah pemeriksaan dengan menggunakan rapid diagnostic test lebih efektif daripada pemeriksaan sediaan apus darah tepi dalam mendiagnosis malaria ?
KOMPONEN PICO:

Patient /Population/Problem

Intervention/ Indicator Comparison/Control Objective/Outcome

: Pasien yang memiliki tanda dan gejala penyakit malaria : rapid diagnostic test : pemeriksaan sediaan apus darah tepi : menegakkan diagnosis malaria

KATA KUNCI:

malaria AND rapid diagnostic test AND blood smear


PEMILIHAN SITUS HASIL PENCARIAN LIMITASI

: http://cid.oxfordjournals.org : 19 artikel : Januari 2009-Desember 2012

ARTIKEL YANG DIPILIH :

Diagnostic Performance of Rapid Diagnostic Tests versus Blood Smears for Malaria in US Clinical Practice

VALIDITY
1.

Menentukan ada atau tidaknya perbandingan yang dilakukan secara independent dan blind terhadap suatu standar rujukan (gold standard). Terdapat pada halaman 909 bagian background

Pada jurnal dijelaskan bahwa dilakukan perbandingan antara RDT dan sediaan apus darah tepi dalam mendiagnosis malaria.

Terdapat pada halaman 909 bagian methods

Pada jurnal dijelaskan adanya blinding dalam melakukan perbandingan diagnosis pemeriksaan RDT dan sediaan apus darah tepi.

2. Menentukan kesesuaian antara sample pasien penelitian


dengan spektrum penderita pada setting praktik klinik saat uji diagnostik tersebut akan diaplikasikan. Terdapat pada halaman 909 bagian methods

Pada jurnal dijelaskan bahwa yang menjadi sample merupakan pasien suspect malaria yang mempunyai riwayat sehabis melakukan perjalanan keluar US (ke daerah endemik malaria).

3. Menentukan ada tidaknya rujukan standar dilakukan tanpa melihat hasil uji diagnostik. Terdapat pada halaman 909 bagian methods

Dilakukan pemeriksaan sediaan apus darah tebal dan tipis (gold standar) sebagai pembanding RDT

IMPORTANCE
4. Menentukan sensitivity, specificity, LR. Terdapat pada halaman 910 bagian results

APPLICABILITY
5. Menentukan kemungkinan penerapan pada pasien (available, affordable, accurate, precise) Terdapat pada halaman 911 bagian discussion

Pemeriksaan RDT dapat digunakan sebagai pemeriksaan yang cepat dan akurat dalam mendiagnosis malaria.

6. Menentukan perhitungan pre-test probability pasien Terdapat pada halaman 908 bagian background

Berdasarkan literatur, masih rendahnya keakuratan dalam mendiagnosis malaria terutama di daerah non endemik, disebabkan kurangnya pengalaman dari tenaga medis.

7. Menentukan ada atau tidaknya perubahan tata laksana dari hasil penelitian. Tidak, pada jurnal tidak disebutkan adana perubahan tata laksana dari hasil penelitian yang dilakukan.

8. Menentukan manfaat uji diagnostik bagi pasien Terdapat pada halaman 912 bagian discussion

RDT dapat digunakan sebagai alat diagnosis malaria yang cepat dan akurat terutama pada pasien suspect malaria yang memiliki riwayat perjalanan ke daerah endemik.