Anda di halaman 1dari 3

Rabu, 05/09/2012 09:31 WIB

Mengungkap Kematian Kartosoewirjo


Hidangan Terakhir Kartosoewirjo: Rendang Padang & Rokok Indra Subagja - detikNews Foto: Buku Fadli Zon Jakarta tembak Sebelum dieksekusi regu TNI, Sekarmadji Maridjan

Kartosoewirjo punya permintaan khusus. Dia meminta diizinkan agar bisa bertemu keluarga, makan rendang, dan merokok. TNI mengabulkan permintaan Kartosoewirjo. Tapi, rendang yang diberikan tak disentuhnya sama sekali. Seperti yang dikutip detikcom, Rabu (5/9/2012) dalam buku yang diluncurkan Fadli Zon berjudul 'Hari Terakhir Kartosoewirjo' terpapar foto-foto eksklusif menjelang eksekusi mati Pemimpin DI/TII di Pulau Ubi di Kepulauan Seribu pada 12 September 1962. Pria yang memproklamirkan berdirinya Negara Islam Indonesia (NII) ini ditangkap pada 4 Juni 1962 di Garut, Jabar. "Bersama keluarga Kartosoewirjo melakukan makan bersama dan menghabiskan hidangan yang ada, dengan menu utama masakan Padang yakni daging rendang. Setelah makan bersama, mereka melakukan foto bersama, dan terlihat Kartosoewirjo memberikan pesan terakhir," tulis Fadli Zon. Dalam foto di buku itu diketahui, keluarga Kartosoewirjo tampak menikmati jamuan perpisahan itu. Bahkan sang istri, Dewi Siti Kalsum, dituliskan di buku itu tampak kepedasan menyantap rendang. "Dari foto itu juga terungkap sisi lain Kartosoewirjo, seperti soal rokok," tulis pengajar Program Studi Sejarah FIB UI ini. Dalam jamuan terakhir itu, selain sang istri, ikut datang anak-anak Kartosoewirjo yakni Tahmid Basuki Rahmat, Dodo Mohammad Darda, Kartika, Komalasari, dan Danti.

Kartosoewirjo Ditembak Mati & Dikubur di Pulau Ubi, Bukan di Onrust


Foto: Buku Fadli Zon Jakarta Di mana Kartosoewirjo ditembak mati? Di mana jasadnya dimakamkan? Teka teki dan pertanyaan itu kini terjawab. Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo, pemimpin DI/TI yang memproklamirkan berdirinya NII pada akhir 1950-an lalu, dikuburkan tak jauh dari Jakarta. Seperti terungkap dalam buku Fadli Zon 'Hari Terakhir Kartosoewirjo' yang akan diluncurkan pada Rabu (5/9/2012) pukul 10.00 WIB di TIM, Cikini, Jakarta Pusat, terpapar bahwa usai dieksekusi, Kartosoewirjo langsung dikuburkan di lokasi. Lewat 81 foto proses eksekusi Kartosowirjo yang didapatkan Fadli, terdapat keterangan di foto itu, Kartosoewirjo dikuburkan di Pulau Ubi di kawasan Pulau Seribu. Selama ini lokasi eksekusi Kartosoewirjo simpang siur, mulai dari dikuburkan di Garut, di Pulau Onrust, hingga dilepas kembali oleh TNI. Kartosoewirjo ditangkap pada Juni 1962 di kawasan di kawasan Gunung Sangkar dan Gunung Geber. Kartosoewirjo tercatat sebagai pemberontak yang ingin mendirikan NII. Dia pun mengkoordinir laskar Hizbullah yang banyak mendapat basis dukungan di Garut, Tasikmalaya, dan Sumedang. "Foto itu bercerita, lokasi eksekusi Kartosoewirjo berada di Pulau Ubi di gugusan Kepulauan Seribu, bukan di pulau-pulau lain," jelas Fadli dalam buku tersebut. Menurut Fadli yang juga pengajar Ilmu Budaya UI ini, Pulau Ubi berada sekitar 3 Kilometer di sekitar utara Pulau Onrust. "Di Pulau Ubi, Kartosoewirjo ditembak mati oleh sekelompok regu tembak dan diakhiri komandan regu tembak. Di Pulau Ubi pula, jasad Kartosoewirjo disalatkan dan dimakamkan. Makamnya itu ditandai oleh sebuah pohon," tutur Fadli. (ndr/asy)