Anda di halaman 1dari 38

PENGANTAR

I hear and I forget I see and I remember I do then I understand. Di berbagai surat kabar dan media, kita temukan akhir-akhir ini berbagai tulisan tentang gejala menurunnya mutu pendidikan, menurunnya mutu intelektual anak-anak kita. Sehubungan dengan itu para pakar pendidikan kita telah berupaya dengan pelbagai cara meningkatkan mutu pendidikan agar dapat menghasilkan kaum intelektual yang berkualitas mondial. Meningkat atau tidaknya kualitas pendidikan sangat tergantung pada pelbagai unsur yakni keluarga sebagai pendidik utama, sekolah sebagai perpanjangan tangan dari pendidikan di rumah dan lingkungan masyarakat. Untuk meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar maka setiap guru perlu memiliki pemahaman yang holistik tentang peserta didik. Sebenarnya belajar adalah masalah setiap orang karena hampir semua kecakapan, keterampilan, pengetahuan, kebiasaan,kegemaran dan sikap manusia terbentuk, termodifikasi dan berkembang karena belajar. egiatan yang disebut belajar itu terjadi dimana-mana seperti di rumah, di kantor, di pabrik, di stasiun dan tentu saja di lembaga! pendidikan formal. Di dalam lembaga! pendidikan formal, usaha! dilakukan untuk menyajikan pengalaman belajar bagi peserta didik agar mereka belajar hal! yang rele"an yang digunakan dalam hidupnya kelak. #leh karena belajar itu adalah masalah dari setiap orang, maka tidak aneh kalau banyak pihak yang berusaha mempelajari dan menerangkan hal yang disebut belajar. $ang menjadi masalah pokok dalam belajar yakni bila ada perubahan tertentu dalam diri seseorang, misalnya dari tidak dapat menggunakan komputer lalu menjadi mahir menggunakannya, dari tidak mampu berbahasa %nggris lalu menjadi mahir dalam bahasa tersebut. &amun tidak semua perubahan yang terjadi pada diri seseorang karena hasil belajar. 'eberapa perubahan yang terjadi pada bayi terjadi bukan karena belajar tetapi karena kematangannya, misalnya bayi yang tadinya tidak dapat tengkurap, lalu dapat tengkurap, yang tadinya tidak dapat berdiri lalu dapat berdiri. Disamping itu masih ada satu jenis perubahan yang terdapat pada seseorang yang tidak dapat digolongkan sebagai perubahan yang terjadi karena belajar ialah bila perubahan yang terjadi pada diri seseorang itu berlangsung sangat singkat dan kemudian segera hilang lagi. Misalnya seseorang yang kebetulan dapat memperbaiki radio, tetapi ketika harus mengerjakan sekali lagi sudah tidak mampu. (rang tsb sebenarnya belum belajar. Satu hal lagi yang perlu diketahui bah)a perubahan sebagai hasil belajar diperoleh karena indi"idu berusaha keras * tekun untuk menguasai sesuatu. Ciri-ciri kegiatan yang disebut BELAJAR ialah+ a. akti"itas yang menghasilkan perubahan pada diri indi"idu yang belajar ,dalam arti beha"ioral changesbaik aktual maupun potensial b. perubahan itu pada hakekatnya adalah diperolehnya kemampuan baru yang berlaku dalam )aktu yang relatif lama c. perubahan itu terjadi karena usaha yang sungguh-sungguh. $ang dimaksudkan dengan Perubahan! disini ialah dalam hal+ a..spek pengetahuan manusia yakni dari tidak tahu menjadi tahu atau lebih berpengetahuan yang dikaitkan dengan proses perolehan, penafsiran pengelolaan dan penerapan pengetahuan b..spek Sikap atau emauan yakni dari tidak mau menjadi mau, dari kurang serius menjadi serius, dari tidak percaya menjadi percaya. c..spek /erilaku , /raktek * etrampilan manusia, dari perilaku yang satu ke perilaku yang lain menuju kebaikan, dari tidak bisa menjadi bisa melakukan sesuatu. d..spek inerja atau /erformance dimana pengertian ini lebih terfokus pada hasil atau dampak proses belajar atau dampak proses belajar. 0ika orang menjadi lebih berpengetahuan, lebih berkemauan dan lebih terampil mengerjakan sesuatu, maka tentulah ia menunjukkan performance yang lebih baik. Menghadapi peserta didik yang memiliki intelektual yang tinggi atau anak berbakat maka perlu penanganan dan pemanfaatan yang sebaik-baiknya. .nak berbakat ini memiliki kemampuan diatas rata-rata, kreatif * bertanggungja)ab terhadap tugas. Menurut 'alitbang Depdikbud, secara rinci mengidentifikasi ciri! peserta didik yang berbakat sbb+ 1.Memiliki ciri-ciri belajar a.l. mudah menangkap pelajaran, mempunyai ingatan yang baik, perbendaharaan kata yang luas, penalaran tajam, berpikiran kritis, logis, sering membaca buku bermutu, dan mempunyai rasa ingin tahu yang bersifat intelektual. !.Memiliki ciri-ciri tanggung ja)ab terhadap tugas, a.l. tekun menghadapi tugas, ulet menghadapi kesulitan, mampu bekerja sendiri tanpa bantuan orang lain, ingin berprestasi sebaik mungkin, senang dan rajin belajar, penuh semangat dan bosan dengan tugas! yang rutin. 2.Memiliki kreati"itas, a.l.bersifat ingin tahu, sering mengajukan pertanyaan yang baik, memberikan banyak gagasan dan usul-saran terhadap sesuatu masalah, mempu menyatakan pendapat secara spontan tanpa malumalu, tidak mudah terpengaruh pendapat orang lain, dan mampu mengajukan gagasan pendapat yang berbeda dengan orang lain. 3.Memiliki ciri-ciri epribadian, a.l.disenangi oleh teman sekolah, dipilih menjadi pimpinan, dapat bekerjasama, dapat mempengaruhi teman!, banyak mempunyai inisiatif, dan percaya pada diri sendiri. 'erdasarkan berbagai hasil penelitian, potensi luar biasa ini tidak akan muncul begitu saja tanpa adanya stimulasi yang sesuai, misalnya lingkungan yang menantang dan cocok dengan bakat serta kemampuan mereka. Salah satu stimulasi yang dinilai sesuai ialah pendidikan yang berdiferensiasi yakni pemberian pengalaman pendidikan yang disesuaikan dengan bakat, minat, dan kemampuan intelektual yang unggul dari peserta didik. /rogram pembinaan anak yang memiliki kadar intelektuan yang baik ini biasanya menggunakan tiga model yakni 4rouping ,/engelompokan-, .cceleration ,/ercepatan- dan 5nrichment ,/engayaan-. Selain memahami bakat atau kemampuan intelektual anak, guru juga perlu memperhatikan sifat! peserta didik sebagai kekayaan kepribadian dalam hidup bersama. 6empramen seseorang berakar dalam ji)anya

serta berpengaruh kuat pada tubuh jasmaninya. arena itu tempramen menjadi ciri khas dari indi"idu yang paling hakiki yang diba)a sejak lahir. 6empramen terungkap secara otomatis dalam perasaan, sikap, dan tingkah laku indi"idu dan tidak diatur oleh logika, intelek, dan kehendak. 0adi tempramen adalah reaksi khas ji)a terhadap lingkungannya. 6empramen juga berarti sikap bathin yang mempengaruhi perbuatan, perasaan, dan pikiran. .da empat macam tempramen dalam diri manusia yakni+ ".#anguinis ,sanguis7darah- yakni tempramen yang aktif, ceria, emosional, sensitif namun mudah berubah. (rang semacam ini mampu untuk menyelami perasaan dan pikiran orang lain. %a halus dan simpatik, memiliki potensi untuk hidup gembira selalu. 8elakanya, kadangkala ia juga berpikiran dangkal, labil serta kurang tabah dalam menghadapi kesulitan. 6ipe indi"idu yang ekstro"ert ,orientasi keluar diri- yang suka bicara dan mengungkapkan segala-galanya. $.%e&an'ho&i' ,Melankholia7empedu hitam- yakni tempramen indi"idu yang intro"ert ,orientasi kedalam diri-, tertutup, pemurung, cenderung perasa, mudah tersinggung, tertekan, suka bergaul, pesimistis dan terkesan angkuh. Dia tidak punya banyak teman akrab, namun setia dan dapat diandalkan. 6empramen melankholik adalah tempramen yang bersifat artistik yang menghargai keindahan. Mampu menganalisa sampai kepada pemecahan yang sebenarnya. 6empramen tipe ini adalah tipe pemikir. (rang melankholis yang sempurna adalah ji)a, pikiran, semangat * jantung kemanusiaan.(rang melankholis yang sempurna adalah tenang, mendalam dan selalu berpikir. (.)o&eri' ,chole7empedu kuning-+ yakni tempramen indi"idu yang penuh semangat, memiliki prinsip yang kuat, energik, memiliki akal budi yang tajam, praktis dalam tindakan, berani menghadapi resiko tinggi atas perbuatannya dan hebatnya ialah bah)a keputusannya cenderung tepat atau rele"an. Dia dikenal sebagai orang yang keras, tidak mudah diubah, cepat bertindak dan pemarah, sangat percaya diri, karena itu terkesan arogan, licik dan tidak begitu suka dengan kelembutan dan keindahan dan tidak ingin punya saingan. (rang model ini berkeyakinan untuk tetap teguh menghadapi tantangan. 'erani menghadapi kesulitan, bergaul secara terbuka dan dia tahu bah)a segalanya akan beres selama ia memagang kendali pimpinan, karena ia memiliki kualitas kepemimpinan ba)aan. %a biasanya menanjak kepuncak dalam karier apa saja yang dipilihnya. *.+&egmati' ,plegma7cairan tubuh yang lembab, lamban-+ yakni tempramen yang membuat indi"idu tsb lamban, kesannya seperti pemalas dan karena itu harus dipaksakan. Selain itu dia bersifat oportunis, seolah-olah tidak peduli dengan orang lain dan lingkungannya dan karenanya terkesan congkak. Meski demikian ia dikenal sebagai orang yang baik dan tidak mudah tersinggung, selalu tenang dalam situasi apa saja, percaya diri dan pragmatis. 6ipe flegmatik adalah tipe bagi orang yang suka damai, memiliki bakat bermeditasi dan kemampuan untuk mendengarkan, suka menghibur orang lain. Dalam seminar ehidupan 9umah 6angga di Denpasar thn 1:;2 9on dan aren <lo)er memberi dua contoh tentang tempramen. Situasi 1+ Seorang diminta untuk membersihkan lantai dalam )aktu dua jam. 'agaimanakah lantai tsb dibersihkan= #anguinis+ %a segera membersihkan lantai tsb dengan cepat tetapi tidak terlalu bersih, namun baru setengah jalan dalam membersihkan lantai tsb, tiba! ia terhenti dan mengobrol dengan tetangganya yang le)at. %e&an'ho&i'+ Dalam )aktu dua jam ia baru dapat menyelesaikan pembersihan lantai.6etapi bukan hanya bersih tapi lantainya menjadi sangat licin dan mengkilap. )o&eri', %a segera membersihkan lantai dengan cepat dan menyelesaikan tugasnya dengan bersih * singkat. +&egmati'+ Dua jam telah le)at, namun ia masih memikirkan bagaimana caranya untuk membersihkan lantai tsb. Situasi !+ Di sebuah taman, seorang sedang duduk di atas kursi panjang dengan meletakkan topi disampingnya. 6iba! seorang datang dan langsung duduk di atas topinya tsb. .pakah yang menjadi reaksi dari pemilik topi tergantung tempramen yang dimilikinya. %nilah reaksi yang akan timbul sesuai dengan tempramennya masing! #anguinis, ,Dengan memegang topi dan terta)a- 5h, lucu sekali bentuk topi ini. Sudah penyet sebab diduduki %e&an'ho&i'+ ,Dengan sedih dan menangis-+.duh, jadi jelek sekali topi saya. amu ini bagaimana sih= )o&eri', ,Dengan marah dan melotot-+Di mana matamu==6idakkah kamu lihat ada topi disini= +&egmati'+ ,Diam seribu bahasa, tidak peduli apa yang telah terjadi-. Sebagai guru, hendaknya menyadari bah)a dalam tugasnya, ia menghadapi orang-orang dengan tempramen yang berbeda-beda dimana segi-segi negatif dari tempramen itu akan dapat muncul dalam interaksi 'M yang dipimpinnya. Dengan melihat tempramen diatas perlu bagi guru, orangtua untuk membimbing emosi anak agar sesuai dengan tempramen yang mereka miliki karena sejak lahir manusia bergerak dalam pengalaman dan tingkah laku emosional. Mengisap .S% bagi seorang bayi misalnya tidak sekedar bertujuan mengisi perut lapar, tapi karena perbuatan tersebut memberi kepadanya kepuasan emosional tertentu. 'ah)a emosi tampil sebagai kekuatan yang menghidupkan * menggerakkan seseorang sekaligus merupakan gejala dominan dalam kepribadian manusia. Di pihak lain pengalaman emosional seseorang selalu berarti pengalaman dalam relasi dengan dunia sekitarnya, dengan lingkungan, dengan orang lain sebagai suatu pengalaman sosialisasi. 'agi seorang anak keluarga merupakan lembaga sosialisasi pertama dan utama. arena itu orangtua menduduki posisi penting dan strategis dalam perkembangan emosi anak dimana pengalaman emosional yang berulang dalam lingkup pergaulan dengan orangtua pada akhirnya akan membentuk suatu set konsep diri ,cara pandang terhadap diri sendiri- yang bakal menjadi pedoman sikap dan tingkahlakunya. .da beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam perkembangan emosi anak ialah+ 1.>ingkungan eluarga+ pemeliharaan penuh cinta, perlindungan penuh kehangatan dan sikap penuh pengertian orangtua terhadap kebutuhan pengangkapan diri seorang anak akan sangat membantu penyesuaian emosinys yang dirindukan kemudian. 0ika orangtua jadi sumber kegembiraan * kebahagiaan, maka relasi seorang anak dengan orang lain akan memuaskan. Sebalinya jika orangtua jadi sumber frustrasi maka relasi seorang anak dengan orang lain akan mengece)akan. !. ebutuhan akan kasih sayang adalah kebutuhan fundamental seorang anak, dimana pemenuhan kebutuhan itu akan menjamin perkembangan emosi dan kepribadiannya secara menyeluruh.

2. ebutuhan akan rasa aman ,keamanan emosional- adalah kebutuhan hakiki dimana seorang anak akan mengalami rasa aman ketika orangtua memuaskan kebutuhannya dan memperlakukan dia sebagai anggota keluarga yang dirindukan. 3.Dalam menanamkan disiplin, orangtua hendaknya sabar, tidak memojokan anak tertentu, tanpa kekerasan, penuh perhatian dan toleran, lemah lembut serta penuh kasih sayang. ?.@arapan orangtua hendaknya seimbang dengan kemampuan dan kesediaan anak untuk memenuhi harapan. @arapan yang berlebihan akan menimbulkan rasa tidak mampu * rasa bersalah pada diri anak. @al ini akan membuat dia terkurung dalam kecemasan * ketakutan yang berlebihan. A.Dalam banyak situasi, orangtua hendaknya lebih menggunakan pendekatan positif dengan memberi moti"asi * kekuatan daripada hanya melarang dan mengoreksinya. Seorang anak ingin dicintai dan dihargai sebagai seorang pribadi sesuai dengan kemampuan dan kemauannya. B.Simpati dan empati yang diterima seorang anak dari orangtua akan sangat membantunya dalam mengadakan relasi interpersonal dengan orang lain. 5mpati ialah ikut merasakan derita seperti apa yang dirasakan oleh orang lain sebagai bukti bah)a manusia adalah makhluk sosial. Simpati+ epedulian pada kesulitan atau derita orang lain tanpa ikut merasakan. Dalam simpati, tidak ada emosi arena orang dipengaruhi oleh kesadaran berpikir. .gar anak berhasil dalam hidup perlu ditanamkan kedisiplinan dalam diri mereka agar mereka memiliki sikap positif dan bertanggung ja)ab. Disiplin ialah ketaatan pada norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat yang dilaksanakan dengan sadar, ikhlas lahir bathin tanpa dia)asi orang lain sehingga timbul rasa malu terkena sanksi dan takut kepada 6uhan. Di negara kita 4D& ,4erakan Disiplin &asional- dicanangkan pada tgl.!( Mei 1::? yang mempunyai tiga ruang lingkup ialah budaya tertib, budaya bersih dan budaya belajar. 'erbicara tentang pengembangan potensi diri, tidak lepas kaitannya dengan beberapa pandangan tentang terbentuknya kepribadian manusia. /andangan terbentuknya kepribadian manusia tersebut menurut beberapa ahli dalam bidang psikologis adalah sbb+ ".Teori NAT-RE , teori yang beranggapan bah)a kepribadian manusia terbentuk dari ba)aan )aktu lahir. Dengan kata lain bah)a yang membentuk kepribadian manusia lebih banyak dari faktor ba)aan daripada faktor datangnya dari luar atau milieu. 6eori ini lebih menekankan pada potensi yang dimiliki karena faktor '. .6. 'eberapa tokoh aliran ini adalah aliran &.6%C%SM5 oleh Schoppenhauer, aliran &aturalisme oleh 0ean 0acDues 9ousseau. $.Teori Nurture, teori yang menganggap bah)a kepribadian manusia terbentuk karena faktor yang datangnya dari luar lebih dominan daripada faktor ba)aan. Dengan demikian dapat dikatakan bah)a kepribadian manusia terbentuk oleh seberapa jauh lingkungan membentuk kepribadian manusia tsb. /ara tokoh aliran ini adalah aliran 5mpirisme oleh 0ohn >ocke dan aliran /sikoasosiasi oleh 0.<.@erbart. (.Teori )on.ergensi atau )e/ribadian, teori ini mengemukakan bah)a kepribadian manusia terbentuk sebagai hasil interaksi dari &ature dan &urture. 0adi hasil interaksi dari potensi yang dimiliki oleh manusia dan seberapa besar lingkungan mempengaruhi per)ujudan potensi yang dimiliki. 6okoh aliran ini ialah E.Stern. Selain itu kita juga mengenal ada tiga tipe yang dapat dipakai untuk mendisiplinkan peserta didik ialah+ ".0isi/&in 1toriter, penerapan disiplin yang satu ini nampaknya tegas, akan tetapi dengan cara ini orangtua tidak memberi peluang sedikitpun kepada anak. .nak tidak ambil prakarsa sendiri karena peraturan! yang ketat dan menuntut peraturan! itu dipatuhi, anak harus berada pada tempat yang telah ditentukan, tidak boleh menyuarakan pendapatnya, sehingga menimbulkan rasa takut pada diri anak. 6ipe (toriter ini banyak memperlihatkan kegagalan pada anak seperti cenderung tidak bahagia, penyendiri dan sulit mempercayai orang lain, kadar harga dirinya paling rendah dibandingkan dengan anak! yang dibesarkan oleh orangtua yang tidak terlalu mengatur. $.0isi/&in ga2a Permisif, memberi kebebasan mutlak terhadap anak untuk bertindak. 'eberapa kalangan menilai, disiplin yang diterapkan oni hanya dalih orangtua untuk melarikan diri dari rasa tanggung ja)ab, bukan menumbuhkan kamndirian * kemampuan anak./rinsip ini praktis bertentangan dengan prinsip kehidupan sosial anak yang butuh campur tangan orangtua dan orang de)asa lainnya. /ada hal kemandirian dan kepribadian anak terbentuk justru dari lingkungan sosial yang dihadapinya. /ada tipe permisif ini, orangtua cenderung pasif ketika sampai pada masalah! penetapan batas! atau menanggapi ketidakpastian, tidak menuntut, tidak menetapkan sasaran yang jelas bagi anaknya dan yakin bah)a anak! akan berkembang sesuai dengan kecenderungan alamiahnya. (.0isi/&in 1toritatif merupakan disiplin yang positif sebab berusaha menyeimbangkan antara batas! yang jelas dan lingkungan yang baik untuk bertumbuh.8iri-cirinya yakni+ memberi bimbingan tetapi tidak mengatur, memboleh anak memberi masukan dalam pengambilan! keputusan penting, menghargai kemandirian anak!nya namun menuntut anak! memenuhi standard tanggung ja)ab yang tinggi pada keluarga, teman dan masyarakat, ketergantungan dan perilaku kekanak-kanakan tidak diberi tempat, upaya untuk berprestasi mendapat dorongan dan pujian, sehingga anak merasa dihargai dan timbul ethos kerja yang tinggi pada anak. 4aya disiplin (toritatif dianggap mempunyai gaya yang lebih mungkin menghasilkan anak! yang percaya diri, mandiri, imajinatif, mudah beradaptasi dan disukai banyak orang yakni anak! dengan kecerdasan emosional berderajat tinggi. Dalam kaitan dengan tempramen, maka guru dan peserta didik perlu memahami secara garis besar )atak dasar masing! dan dengan memahami )atak dasar tsb kita menerima diri kita dan menerima orang lain secara realistis. Mengakui kelemahan sendiri adalah hal yang tidak mudah bagi semua orang. arena itu tempramen menjadi ciri khas indi"idu yang paling hakiki yang diba)anya sejak lahir. 6empramen terungkap secara otomatis dalam perasaan, sikap, dan tingkah laku indi"idu dan tidak diatur oleh logika, intelek dan kehendak. 0adi tempramen adalah reaksi khas ji)a terhadap lingkungannya dimana tempramen juga berarti sikap bathin yang mempengaruhi perbuatan, perasaan * pikiran. Masing! tempramen akan tampil dan mengatakan, saya seorang Melankholis yang perasa, namun ji)a saya mudah tertekan. Saya seorang oleris yang kuat *

dinamis tapi saya selalu sok berkuasa dan tidak sabar, sementara seorang <legmatik adalah seorang yang suka damai, mudah bergaul namun tidak bersemangat, sedangkan seorang Sanguinis adalah seorang yang populer mempesona namun suka cere)et. Dari segi gaya belajar, setiap indi"idu belajar dengan gayanya sendiri dan ada empat tipe gaya belajar yakni+ ".Ti/e Con.erger yakni belajar melalui konseptualisasi abstrak ,berpikir- dan eksperimentasi ,berbuat-, artinya dengan kecenderungan ini gaya belajar peserta didik lebih didominasi oleh intelek ,pemikiran- dan perbuatan untuk mencoba-coba ,dengan pengalaman raktis-. @al teoritis dan praktis harus seimbang. 4aya semacam ini umumnya mendominasi hidup para teknokrat. $.Ti/e 0i.erger, tipe ini kentara pada orang yang belajar le)at pengalaman! konkret atau melalui perasaan dan obser"asi reflektif atau le)at pengamatan. Dengan tipe ini, peserta didik lebih didominasi oleh intuisi, perasaan * sensiti"itas. Dia mengamati contoh yang didemonstrasikan oleh pendidik atau penyuluh dan menyaimak hal! yang berhubungan erat dengan emosi seperti keindahan gerak dan suasana. .da banyak seniman memiliki kecenderungan belajar semacam itu (.Ti/e Assimi&ator, dengan tipe ini, orang belajar melalui konseptualisasi abstrak dengan obser"asi reflektif. /eserta didik dengan gaya belajar ini cenderung bersifat teoritis, enggan berbuat. %a berorientasi pada buku! bacaan * contoh! dan beranjak dari situ, ia membangun keyakinannya. /ada umumnya 6eoritisi * para filsuf berkembang dengan tipe belajar demikian. *.Ti/e A'omodator, dengan tipe ini, orang belajar le)at pengalaman konkret dan eksperimentasi yang aktif. /eserta didik dengan kecenderungan tipe belajar ini, lebih didominasi oleh situasi dan hal! praktis. %ntuisi dan tindakan! praktis sangat diutamakan. 'aginya pengalaman dan perbuatan aktif di lapangan adalah guru yang terbaik. 6ipe belajar ini tidak merasakan perlunya teori yang berorientasi pada buku sumber. 4aya belajar seperti ini umumnya diminati oleh kalangan bisnis. '.' % /5&D.@U>U.& A. I&mu Pengetahuan dan )ebuda2aan. Sebelum kita membahas tentang sejarah intelektual atau sejarah ilmu pengetahuan kita perlu mengetahui apa itu %ntelektual. ata intelektual berasal dari kata >atin %nteligensia dari akar kata %nterlego atau %ntelego artinya aku membaca diantaranya atau aku memisah-uraikan, maksudnya memisah-uraikan sambil mengendap lebih spesifik ke dalam bathin . .rtinya orang yang intens dan mendalam memikirkan dan menghayati sesuatu. arena itu %nteligensia harus dipahami sebagai bagian komunitas yang dapat dipandang atau memandang dirinya sebagai intelektual yang mempunyai kemampuan untuk sungguh! berpikir bebas. $ang membuat seorang intelektual menonjol di tengah kelompok &#& intelektual ialah 5M.M/U.& '59/% %9 '5'.S sebagai >.E.& dari kecenderungan mengikuti saja pikiran orang lain. onsep berpikir bebas dalam artian ini mencakup+ a./engamatan yang cermat terhadap gejala! di suatu lingkungan b./emahaman tentang sebab gejala! itu dan korelasinya dengan gejala lainnya c./erumusan suatu kesimpulan yang dapat dikomunikasikan kepada orang lain dalam bahasa yang jelas dan mudah dimengerti. %ntelektual ialah kemampuan untuk tumbuh menjadi seorang pembaharu dalam masyarakat karena proses berpikirnya telah terlatih untuk selalu bertanya. Sarjana dan intelektual, jelas berbeda karena ada banyak jumlah sarjana yang tipis kadar intelektualnya. .da yang dijuluki kaum intelektual meski bukan sarjana seperti Sutan Syahrir, Soedjatmoko, @...Salim ,dijuluki 6he 4rand (ldman-, i @ajar De)antara, 4ladstone dari %nggris dll. Mereka! yang disebutkan tadi memiliki kadar intelektual yang tinggi, tidak kalah dengan /rof Dr Soepomo, /rof.Dr /urbotjaroko, Dr..rif 'udiman dan Dr daud 0usuf. Dalam bahasa kita, intelektual disejajarkan dengan kata cendekia)an, karena itu Le3is Cosser mendefinisikan cendekia)an adalah orang! yang kelihatannya tidak pernah puas menerima kenyataan sebagaimana adanya. Mereka mempertanyakan kebenaran yang berlaku pada suatu saat dalam hubungannya dengan kebenaran yang lebih tinggi dan lebih luas. Ed3ard #hi&&s, mendefinisikan intelektual atau cendekia)an adalah orang! yang mencari 5'5&.9.& , mencari prinsip! yang terkandung dalam kejadian! serta tindakan!. Motif orang! yang berperanan sebagai cendekia)an atau intelektual adalah kegairahan untuk berbakti kepada kebenaran. Mannheim mengemukakan pandangan serupa, ketika beliau menyatakan bah)a intelektual sebagai suatu kelompok merupakan semacam lapisan yang terapung bebas dalam masyarakat, tanpa berhubungan dengan suatu kelas tertentu. Untuk diketahui bah)a sejarah intelektual telah mempunyai kedudukan yang cukup mapan di .merika Serikat meskipun istilah yang digunakan adalah cultural history atau Social %deas. Di 5ropah 'arat, istilah yang dipakai adalah 4eistesgesichte, atau histoire de la pansee ,sejarah pemikiran-. arena itu dapat dikatakan bah)a sejarah %ntelektual menekankan pada masalah hakiki tentang masalah apa saja yang ditinggalkan oleh . 6%C%6.S /% %9.&-/% %9.& manusia. 'ahan! yang terpenting adalah karya! para filsuf, seniman, penulis, ilmu)an yang tercatat dalam karya! mereka dan dalam pembahasan spesifik seperti karya!+ filsafat, sastra, agama, iptek dan kesenian. ini kita kembali ke tema ,judul- diatas yang perlu kita bahas karena ada sejumlah istilah kunci yang memerlukan penjelasan terlebih dahulu sehingga kita dapat bertolak dari hal yang sama yakni istilah pengetahuan ,kno)ledge-, ilmu pengetahuan+ ,science- dan kebudayaan ,culture-. Pengetahuan 4'no3&edge5 ialah hal tahu atau pemahaman tentang sesuatu yang bersifat spontan tanpa mengetahui seluk beluknya secara mendalam. 8iri dari pengetahuan ialah tidak terbuka akan usaha bantahan atas dasar pengamatan dan pemeriksaan.

I&mu Pengetahuan 4#cience5 ialah pengetahuan yang bersifat metodis, sistematis dan logis. Metodis, maksudnya pengetahuan tersebut diperoleh dengan menggunakan cara kerja yang terperinci, dan telah ditentukan sebelumnya, dan metode itu dapat berupa induktif atau deduktif. Sistematis maksudnya pengetahuan tsb merupakan suatu keseluruhan yang mandiri dari hal-hal yang saling berhubungan sehingga dapat dipertanggungja)abkan karena tersusun secara bulat sehingga tidak mengandung kontradiksi didalamnya. >ogis, maksudnya proposisi! ,pernyataan- yang satu dengan yang lain mempunyai hubungan rasional sehingga dapat ditarik keputusan yang rasional pula. Menurut ahli science arl 9./opper dalam bukunya The Logic of Scientific Discovery, maka ilmu pengetahuan mempunyai 8%9% @.S yakni dapat dibantah (criticable and refutable) atas adasr pengamatan * pemeriksaan, maksudnya terbuka untuk dibantah meskipun kemungkinan akan tetap dapat bertahan. Untuk itu baiklah diberi contoh untuk memperjelas perbedaan diatas. 8ontoh+ .ir itu terdiri dari dua molekul @ dan satu molekul ( merupakan pernyataan yang terbuka akan bantahan empiris.,kendati akan tetap bertahan. Dan ungkapan lain yakni+ .ir itu Fat cair merupakan pernyataan yang tertutup akan usaha bantahan empiris. Selanjutnya perlu ditinjau apa yang dimaksudkan dengan kebudayaan. .da banyak definisi mengenai kebudayaan dari pelbagai disiplin pengetahuan dan ahli. arena itu kita akan mengambil definisi yang diajukan oleh ilmu antropologi yang merumuskan 5'UD.$..& ialah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik manusia dengan belajar , learned behaviour). @al tersebut berarti bah)a hampir seluruh tindakan manusia adalah kebudayaan karena hanya amat sedikit tindakan manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang tidak perlu dibiasakan dengan belajar, yakni hanya beberapa tindakan naluri, beberapa refleks. Sedangkan 9uth 'enedict menambahkan bah)a kebudayaan itu tercipta berkat manusia mempunyai akal budi ,ratio- dan pengetahuan maupun ilmu pengetahuan yang merupakan bagian terpenting dari kebudayaan umat manusia. ata kebudayaan berasal dari kata Sanskrit buddhayah yakni bentuk jamak dari buddhi yang berarti budi atau akal. Dengan demikian kebudayaan dapat diartikan dengan hal-hal yang bersangkutan dengan . .>. .pa yang bersangkutan dengan akal, antara lain pengetahuan dan ilmu pengetahuan. .da sarjana lain yang mengupas kata 'UD.$. sebagai suatu perkembangan dari kata majemuk 'UD%D.$. yakni daya dari budi berupa cipta, karsa, dan rasa. arena itu mereka membedakan budaya dan kebudayaan, dimana kebudayaan adalah @.S%> dari cipta, karsa, dan rasa. /erbedaan itu tidak akan kita pakai dalam tulisan ini. .dapun kata 8U>6U95 berasal dari kata >atin 8#>595 yang artinya mengolah, mengerjakan, terutama mengolah tanah atau bertani. Dari arti ini berkembanglah arti 8ulture sebagai segala daya upaya serta tindakan manusia untuk mengolah tanah dan mengubah alam. ata /eradaban atau 8i"ilaFation, biasanya dipakai untuk menyebutkan bagian-bagian dan unsur-unsur dari kebudayaan yang halus, maju dan indah seperti misalnyaG kesenian, ilmu pengetahuan, adat sopan santun pergaulan, organisasi kenegaraan dll. %stilah peradaban, sering juga dipakai untuk menyebut suatu kebudayaan yang mempunyai sistem teknologi, ilmu pengetahuan, seni bangun, seni rupa, dan sistem kenegaraan dan masyarakat kota yang maju dan kompleks. Dalam kehidupan sehari-hari, pemakaian istilah peradaban tidak sesering istilah kebudayaan. Sejak >amarck menerbitkan buku teori 5"olusi tahun 1;(: yang mengatakan bah)a semua makhluk hidup terus menerus memperkembangkan bentuknya untuk menyesuaikan dirinya dengan keadaan sekitarnya, kemudian dilanjutkan dengan teori 5C#>US% 8harles Dar)in yang menerbitkan bukunya 6he (rigin of Species thn 1;?: dan 6eilhard de 8hardin,S0 dengan >e /henomene @umain, istilah e"olusi bagi makhluk hidup termasuk manusia, tidak asing lagi. Dengan dasar pandangan para 'iolog, 4eolog maupun /alaeontolog diatas, para .ntropolog seperti ..>. roeber dan 8. luckhohn sampai pada kesimpulan bah)a yang mengalami e"olusi 'U .& hanya #94.&% nya tetapi juga kebudayaan manusia. 5"olusi (rganik manusia mencapai tahap makhluk manusia secara penuh, baru setelah makhluk itu mempunyai kebudayaan /ada mulanya kebudayaan manusia ber-e"olusi secara lambat, sejajar dengan e"olusi organismenya, dan baru !((.((( taun kemudian tampak sedikit kemajuan. etika ditemukan alat! sekitar fosil! @omo &eanderthal terlihat bah)a kebudayaan manusia telah bertambah dengan kemampuan menguasai ./% serta menggunakan energinya, dan kepandaiannya untuk membuat gambar! pada dinding gua yang berarti bah)a manusia mulai mengembangkan kesenian, dan berhubungan dengan itu, mungkin juga konsep! dasar mengenai religi. &amun sesudah Faman itu, nampak bah)a e"olusi kebudayaan manusia mulai agak cepat jika dibandingkan dengan e"olusi organiknya. alau 1!(.((( tahun kemudian bentuk organisme manusia berubah dari bentuk @omo &eanderthal menjadi @omo Sapiens seperti manusia sekarang, maka kebudayaan juga nampak banyak kemajuannya. emudian hanya ?(.((( tahun setelah itu, ketika dalam proses e"olusi (rganik hanya nampak perbedaan ane'a 3arna ras!, maka dalam proses e"olusi kebudayaan telah mulai nampak alat! dengan teknologi rumit seperti busuh panah. .dapun suatu perkembangan yang meloncat cepat adalah ketika dalam )aktu hanya !(.((( tahun saja, berkembang kepandaian manusia untuk bercocok-tanam. Setelah re"olusi bercocok tanam dan kehidupan sedentair, yang juga menyebabkan meloncatnya pertambahan jumlah manusia, hanya dalam jangka )aktu separohnya dari )aktu proses perkembangan bercocok tanam, yakni A.((( tahun kemudian, telah timbul lagi e"olusi atau perubahan mendadak yang baru lagi dalam proses perkembangan kebudayaan yakni re"olusi masyarakat kota. /eristi)a itu pertama-tama terjadi di pulau 956. sekitar tahun 3.((( '8, daerah bulan sabit yang subur di perairan sungai 6igris * 5ufrat, serta lembah sungai &il. /roses perubahan kebudayaan kemudian bertambah cepat lagi dan banyak unsur baru dengan suatu aneka )arna yang besar di pelbagai tempat di dunia, berkembang dalam jangka )aktu hanya ?.?(( tahun setelah itu. @ingga kira7kira sekitar tahun 1?((, beberapa tokoh )arga bangsa! 5ropah 'arat mengembangkan %ptek baru. Maka hanya dalam )aktu !(( tahun, kebudayaan manusia mengalami suatu re"olusi industri pada abad ke-1; hingga kini. Dalam proses perubahan mendadak itu, kebudayaan manusia terutama mengenai unsur! teknologi dan peralatan fisiknya, dan juga mengenai organisasi sosial serta kehidupan rohaniahnya sudah

menjadi sedemikian kompleks sehingga manusia sendiri tidak dapat lagi mengendalikan dan menguasainya. ecepatan perkembangan kebudayaan itu sudah menjadi beberapa ratus kali lipat. .pabila proses e"olusi * perkembangan kebudayaan manusia itu kita bandingkan dengan e"olusi organismenya, dengan cara menggambar dua garis grafik yang sejajar, maka akan tampak bah)a hanya ! juta tahun kedua garis itu sejajar, artinya sama cepatnya. 6etapi kemudian garis e"olusi kebudayaan itu tadi, pada tempat yang menandakan )aktu kira! ;(.((( tahun yang lalu,)aktu terjadinya @omo Sapiens, mulaimelepaskan diri dari garis e"olusi organisme manusia. Dengan melalui dua peristi)a re"olusi kebudayaan, yakni re"olusi pertanian dan re"olusi perkotaan, proses perkembangan tampak membubung tinggi dengan kecepatan yang seolah-olah tidak dapat dikendalikan, dalam )aktu !(( tshun, melalui peristi)a yang disebut re"olusi industri. /roses perkembangan kebudayaan yang seolah-olah melepaskan diri dari e"olusi organik dan terbang sendiri membubung tinggi ini merupakan proses yang oleh ahli antropologi ..>. roeber disebut proses perkembangan SU/59#94.&% dari kebudayaan Mengapa terjadi re"olusi ebudayaan==/ertanyaan ini dapat dikembalikan pada kodrat manusia yang selalu ingin tahu, ingin maju, tidak pernah puas akan apa yang telah dicapainya sehingga terus mencari dan mencoba menemukan yang lebih maju. /ara sarjana sepakat bah)a ada tiga hal pokok yang mendorong manusia untuk selalu menemukan yang baru yakni+ 1. esadaran dari para indi"idu akan kekurangan dalam kebudayaan !. Mutu dari keahlian dalam suatu kebudayaan 2. Ssistem perangsang bagi akti"its mencipta dalam masyarakat Di samping itu faktor 5C#>US% kebudayaan juga ditentukan oleh+ 1.<aktort! * situasi yang mendukung suatu kebudayaan !. ondisi yang memungkinkan penyebaran kebudayaan 2.Soal! yang timbul akibat kontak atau pertemuan kebudayaan! sehingga terjadi entah berupa akulturasi dan asimilasi maupun proses difusi. Suatu penemuan baru oleh manusia biasanya berupa suatu rangkaian panjang yang dimulai dari penemuan! kecil yang secara akumulatif atau secara bertimbun menjadi banyak, yang diciptakan oleh sederet pencipta. Dengan demikianproses inno.asi ,yaitu proses pembaharuan teknologi-ekonomi dan >anjutannya- itu juga merupakan suatu proses e"olusi. /59'5D..&nya ialah bah)a dalam proses %&#C.S%, indi"idu! bersifat aktif sedangkan dalam proses 5C#>US%, indi"idu! bersifat pasif bahkan sering bersifat negatif. arena kegiatan dan usaha indi"idu itulah maka suatu inno"asi merupakan suatu perubahan kebudayaan yang lebih cepat ,artinya yang lebih cepat kelihatan daripada suatu e"olusi kebudayaan-. Eujud kebudayaan menurut antropolog ..>. roeber dan 0.0.@onigmann, mempunyai tiga )ujud utama yakni+ 1.Eujud kebudayaan sebagai kompleks dari idHe-idee, konsep, gagasan, nilai!, norma!, peraturan dsbnya !.Eujud kebudayaan sebagai suatu kompleks akti"itas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat. 2.Eujud kebudayaan sebagai benda! hasil karya manusia. Eujud /596.M. adalah )ujud ideal dari kebudayaan. Sifatnya abstrak, tak dapat diraba. >okasinya ada di dalam kepala, atau dalam alam pikiran )arga masyarakat dimana kebudayaan itu hidup. alau )arga masyarakat tadi menyatakan gagasan, idHe mereka tadi dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan %deal sering berada dalam karangan dan buku! hasil karya para penulis )arga masyarakat yang bersangkutan. ebudayaan ini sebagian besar disebut ilmu pengetahuan. Eujud 5DU., dari kebudayaan sering disebut Sistem Sosial mengenai tindakan berpola dari manusia itu sendiri. Sistem sosial ini terdiri dari akti"tas manusia! yang berinteraksi, serta bergaul satu dengan yang lain, selalu menurut pola! tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sebagai rangkaian manusia dalam suatu masyarakat, maka sistem sosial itu bersifat konkret, terjadi di sekeliling kita sehari-hari, bisa diobser"asi dan didokumentasi. Eujud 56%4. dari kebudayaan disebut kebudayaan <%S% sehingga tidak memerlukan banyak penjelasan karena berupa seluruh hasil fisik dari akti"itas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat. Maka sifatnya paling konkret, berupa benda! atau hal! yang dapat diraba, dilihat dan difoto. .da benda! yang sangat besar seperti candi!, ada pula yang kecil seperti kain batik dan ada benda besar yang bergerak seperti kapal penumpang, kapal tanker, kapal induk dll. etiga )ujud dari kebudayaan yang terurai diatas, dalam kenyataan kehidupan masyarakat tentu tak terpisah satu dengan yang lainnya. ebudayaan %D5.> * adat istiadat mengatur dan memberi arah kepada tindakan dan karya manusia. 'aik pikiran! * idee!, maupun tindakan dan karya manusia, menghasilkan benda! kebudayaan fisik. Sebaliknya, kebudayaan fisik membentuk suatu lingkungan alamiahnya sehingga mempengaruhi pula pola! perbuatannya bahkan juga cara berpikirnya. Sungguhpun ketiga )ujud dari kebudayaan tadi erat berkaitan, untuk keperluan analisis perlu diadakan pemisahan yang tajam antara tiap! )ujud. 'ahkan tiap )ujud pun masih dapat dipisahkan demi kamsud tertentu. Dan memang dalam rangka uraian lebih lanjut dari 6U>%S.& ini akan dipisahkan salah satu bentuk dari )ujud pertama kebudayaan yakni %lmu /engetahuan. Supaya maksud tsb lebih mudah tercapai maka perbedaan antara %>MU dan %>MU /5&456.@U.& perlu diperjelas sekali lagi. 4ejala pengetahuan dapat didekati secara <enomenologis. Semua orang ingin mengetahui sesuatu, dimana ada pengetahuan dalam orang itu, atau orang itu kurang pengetahuannya. %tu semua adalah ungkapan! di sekitar gejala pengetahuan pada manusia. 'agaimana proses seseorang sampai mengetahui== %ni lah yang mau kita dekati sekilas. /endekatannya disebut <enomenologis karena mau menggambarkan proses mengetahui sebagai fenomena ,gejala- secara apa adanya. 0adi kita mau menelusuri gejala tentang mengetahui itu bagaimana= /engetahuan bila didekati secara fenomenologis akan nampak sebagai berikut, dimana ada dua macam bentuk pengetahuan pada manusia, dimana+ 6ang /ertama7 sekedar ingin mengetahui demi menikmati pengetahuan! itu saja. 6ang 'edua7 mengetahui demi suatu tujuan tertentu yakni memakainya entah untuk memperbaiki lingkungan, entah untuk menyelidiki sesuatu lebih lanjut. 'ila didekati lebih jauh, maka dua bentuk pengetahuan tadi dengan bertitik tolak dari gejala manusia yang bertanya mengenai adanya semua yang ada ini, maka orang

bertanya mengenai akar dari semua yang ada ini. Dalam gejala bertanya ini diandaikan adanya hubungan antara 2ang bertan2a! dan 2ang ditan2a'an!. @ubungan yang dimaksudkan adalah hubungan antara yang bertanya yakni manusia yang ingin mengenal semua yang ada dan yang ditanyakan, bah)a semua yang ada ingin dikenal sebagai sasaran pengenalan manusia. 'ila penyelidikan gejala pengetahuan mau dibedakan, maka yang mengenal akan disebut subyek sedangkan yang dikenal akan disebut obyek, )alaupun harus disadari bah)a secara konkret yang satu tak pernah ada tanpa yang lain. Memang sebelum terjadi gejala pengetahuan, terdapat perbedaan yang jelas adanya subyek yang akan mengenal sesuatu yang disebut obyek. esatuan dasar antara yang mengenal dan yang dikenal berada pada kenyataan bah)a melalui akalnya, manusia itu selalu bertanya dan mencari terus, mengetahui terus. 'ila diselidiki lebih jauh, pengetahuan manusia bersifat sementara, sehingga manusia tidak pernah merasa puas dengan satu pengetahuan, maka dia akan bertanya lagi yang baru, sehingga kesatuan antara yang mengenal dan yang dikenal selalu merupakan synthesis yang dinamis antara yang sudah tahu dan yang belum tahu. /ada tahapan yang spontan * konkret, pengetahuan manusia merupakan pengetahuan indra)i yakni pengenalan langsung yang dipunyai manusia melalui indra-nya. ekhususan manusia ialah mampu mengabstraksikan pengetahuan! indra)inya yang sontan dan konkret namun persoalannya ialah mana perbedaan antara pengetahuan spontan indra)i dengan pengetahuan ilmiah atau ilmu pengetahuan== B.Ada dua Cara menu8u I&mu Pengetahuan. Setelah kita melihat gejala pengetahuan sebagaimana kita lihat di atas, muncul pertanyaan+ apakah pengetahuan itu ilmiah== .tau samakah /engetahuan dengan %lmu /engetahuan= ekhususan ilmu pengetahuan dibanding dengan pengetahuan terletak pada kemampuan manusia untuk menyadari pengetahuan yang diperolehnya secara spontan dan langsung itu serta membuatnya teratur dalam suatu sistem, sehingga bila orang lain menanyakan, ia bisa menerangkan dan mempertanggungja)abkan. Dengan perkataan lain, pengetahuan! yang sudah ada, dikumpulkan lalu diatur * disusun sehingga masuk akal dan bisa dimengerti orang lain. Untuk itu ada M56#D5 menyusun secara sistematis. 6erlebih dahulu kita akan membedakan adanya dua metode ilmu yakni Metode Umum dan metode husus ,spesifik-. Metode UMUM berarti metode yang merangkum seluruh penyelidikan dalam fase! yang mempersatukan metode! khusus menjadi satu rangkaian penyelidikan. Metode @USUS adalah cara penggarapan suatu masalah ,persoalan- dalam satu tahap penyelidikan tertentu. Untuk mengenal metode Umum orang harus terlibat dalam seluruh penyelidikan dari tahap a)al sampai tahap akhir. /roses sistematisasi pengetahuan menjadi ilmu pengetahuan, biasanya melalui tahap tahap sbb+ 1.6ahap perumusan pertanyaan sebaik mungkin !.Merancang hipoteisis yang mendasar dan teruji 2.Menarik kesimpulan logis dari pengandaian!. 3.Merancang teknik mengetest pengandaian!. ?.Menguji teknik itu sendiri, apakah memadai dan dapat diandalkan A.6est itu sendiri dilaksanakan dan hasil!nya ditafsirkan B.Menilai tuntutan kebenaran yang diajukan oleh pengandaian! itu serta menilai kekuatan teknik tadi. ;.Menetapkan luas bidang berlakunya pengandaian! serta teknik dan Merumuskan pertanyaan baru. endati demikian para ahli ilmu pengetahuan jarang Merumuskan kedelapan tahap di atas secara eksplisit, namun sebenarnya metode ilmiah inilah yang menjadi kekhasan ilmu pengetahuan. 6anpa metode ilmiah tidak ada ilmu pengetahuan. Dengan cara inilah pengetahuan yang langsung indra)i dan spontan dikembangkan menjadi ilmu pengetahuan yang sistematis, metodis, dan logis. .da dua cara pendekatan ilmu pengetahuan berikut ini adalah dua cara ,metode- yang biasa kita kenal ,bandingkan bab selanjutnya-. %lmu pengetahuan dalam usaha mencapai %S% yang sistematis dan dapat dipertanggungja)abkan mengenal dua cara. /596.M., berusaha masuk sedalam-dalamnya pada struktur obyek yang sedang diselidiki. %ni dilakukan seperti mau menangkap keseluruhan kerangka kepastian dari obyek yang diselidiki secara apriori. /endekatan ini me)akili ilmu! 6eoretis seperti matematik ,cara D5DU S%-. 5DU., orang mau mendekati kenyataan sebagai obyek pengetahuan dengan cara membuat model! mini atau maksi dari kenyataan yang mau diselidiki. %ni dilakukan dengan mementingkan pengamatan * penelitian yang disebut empiri. @asil pengamatan mau dirangkum dalam model! tadi ,cara %&DU S%-. Demi semakin jelasnya kedua cara pendekatan itu akan kita lihat lebih jauh. $ang pertama adalah cara %&DU S%, kita ambil dalam ilmu edokteran. /ada thn 1;3B %gdaF /hilipp Semmel)eis, ahli bedah dan kebidanan di rumah sakit Eina menjadi cemas melihat bah)a di bagian bersalin sampai 1(I dari )anita * bayi meninggal akibat demam bersalin ,puerperal fe"er- menurut ilmu kedokteran pada saat itu. Dalam keinginannya untuj mengatasi keadaan yang menyedihkan itu Semmel)eis mula! mengumpulkan data se-banyak!nya, lalu mengumpulkan hipotesis! yang sedang beredar tentang sebab penyakit itu. .khirnya hipotesis! itu diperiksa berlaku-tidaknya satu demi satu. 0adi cara kerja %&DU S% ,secara singkat- sebenarnya mendasarkan diri pada pengamatan, penelitian * percobaan!. 8ontoh paling jelas dalam rangka kerja ilmu alam. Dan disini %>MU berusaha mengemukakan hipotesis! yang akibat!nya cocok dengan data! empiris dimana data empiris bisa menjatuhkan suatu hipotesis, bisa pula merupakan titik tolak penyempurnaan. Dari hipotesis yang semakin disempurnakan, ilmu)an ber-cita! untuk makin menjadikannya sesuatu yang diakui sebagai hukum alam yang pasti. @ipotesis yang terus dicoba akan dikembangkan menjadi hukum dan hukum akan dikembangkan lagi melalui penyelidikan, penelitian sampai menghasilkan suatu 65#9% %>M%.@, artinya %nduksi selalu mau memeriksa kemungkinan! dari hukum yang ada. Disini nampak jelas pertautan antara ilmu pengetahuan * penelitian. Selama suatu teori mempunyai kemampuan menjelaskan kedudukan * keterbatasan hukum! yang bersangkutan maka teori itu berguna. %nilah cara kerja %nduksi dari ilmu! empiris. Di dalamnya termasuk pula apa yang disebut sebagai @uman Sciences ,%lmu! emanusiaan- yang mengikuti cara %nduksi artinya ikut melalui tahap! hipotesis, hukum, dan teori juga. .kan tetapi karena sasaran ilmu kemanusiaan seperti sejarah,

bahasa, ilmu agama,kebudayaan dstnya adalah manusia dan masyarakatnya maka peneliti terlibat dalam sasaran itu, ia tak bisa netral seperti bila menyelidiki benda! atau alam mati. $ang kedua adalah cara kerja D5DU S%. 8ara kerja ini paling menyolok dalam ilmu pasti. Si ilmu)an se-olah! mendasarkan pada suatu %>@.M bah)a salah satu rumus ,atau gagasannya- dapat dibuktikan kebenarannya atau berlakunya. Dia mencari jalan untuk M5&U9U& .& ,to D5DU85- rumus itu sampai berhasil dibuktikan berdasarkan aksioma pokok. 9umus yang sudah berhasil dijadikan dalil, kemudian diberi tempat dalam urutan sistematis-deduktif dari seluruh ilmu /asti yang bersangkutan. &amun kadangkala terjadi bah)a ilmu)an yang sedang meninjau dalam suatu aksioma tiba! langsung melihat suatu dalil lagi yang bisa diturunkannya secara deduktif. 8.9. 590. Deduksi dari sudut proses pentahapannya adalah sbb+ 1.6ahap pertama, terdapat sejumlah paham dasar aksioma atau patukan kerja !.6ahap kedua, dengan memakai unsur! dari aksioma tadi ,pertama- ilmu)an menurunkan secara deduktif sejumlah dalil yang banyaknya tak terbatas. Maka dari itu suatu ilham deduktif, misalnya ilmu pasti, bersifat dapat diteruskan /5&U9U&.& ,dalil!- sampai tak terhingga. 8%9% lian dari ilmu D5DU 6%< yakni sifatnya yang .'S69. ,berupa dalil!- yang berbeda dengan ilmu 5mpiris yang konkret. Melalui dua jalan itu, suatu gejala pengetahuan disistematisasi menjadi ilmu pengetahuan. C.Pene&itian. /enelitian adalah penyaluran hasrat ingin tahu manusia dalam taraf keilmuan. Manusia selalu ingin mencari tahu sebab musabab dari satu atau serentetan akibat. @asrat ingin tahu manusia yang tidak pernah padam inilah yang mendorong kegiatan penelitian, yang pada gilirannya mendorong pengembangan ilmu pengetahuan. Secara lebih singkat dapat pula dikatakan bah)a penelitian tidak lain berarti M5M/596.&$. .&. Memang setiap proyek penelitian selalu berisi dua bagian pokok yakni pertama /596.&$..& yang diajukan dan kedua, 0.E.'.& atas pertanyaan itu. /enelitian yang berhasil harus berakhir dengan terja)abnya pertanyaan yang diajukan pada saat dimulainya penelitian. Secara keseluruhan elemen! dalam setiap penelitian adalah satu persoalan, berbagai kemungkinan ja)aban dan pengumpulan serta penilaian data untuk mengarahkan pada pilihan atau kemungkinan! ja)aban diatas. emajuan umat manusia dan bahkan eksistensi umat manusia itu sendiri tergantung pada tekad manusia untuk menghadapi tantangan! masalah yang sangat kompleks yang dihadapinya. /enelitian memegang peranan sangat penting dalam+ 1.Membantu manusia memperoleh pengetahuan baru. !.Meperoleh ja)aban atas suatu pertanyaan, atau 2.Memberikan pemecahan atas suatu masalah. Dengan perkataan lain <U&4S% penelitian adalah membantu manusia meningkatkan kemampuannya untuk menginterpretasikan fenomena! masyarakat yang kompleks dan kait mengait sehingga fenomena! itu mampu membantu memenuhi hasrat ingin tahu manusia. Mengapa ilmu)an perlu tahu dan menguasai metodologi penelitian atau ilmu mengenai metode! penelitian=== /ertama+ sebagai ilmu)an harus terlatih berpikir ilmiah yakni bersikap skeptik, analitik dan kritis. Sikap serta cara berpikir yang demikian dapat dikembangkan dengan penelitian yang merupakan kegiatan yang teratur, terencana dan sistematik edua+ kodrat manusia itu ingin tahu karena manusia memang tidak pernah puas. %a tidak puas berhenti pada tahap tertentu dari ilmunya, tetapi mau terus mengembangkannya, mencobanya dengan penelitian , melihat apakah ada kemungkinan munculnya ilmu yang baru. etiga+ teknologi ,sebagai aplikasi nyata ilmu pengetahuan- dalam penerapannya memancing adanya penelitian! baru yang terus menerus. Sebab utamanya adalah penerapan teknologi menghasilkan akibat! sampingan baru yang sebelumnya tidak atau bahkan belum diperhitungkan manusia. Sebagai contoh+ pabrik reaktor nuklir,dulunya sebagai hasil ilmu pengetahuan baru yang menakjubkan dari kaum cendekia)an dan dipandang sebagai sumber energi yang berdaya guna. &amun setelah diterapkan dalam pembuatannya,timbullah masalah baru, bagaimana membuang sampah nuklir yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia itu== %ni perlu penelitian agar ada solusinya. Dengan penelitian dihasilkan pengetahuan baru yang memancing penerapan dan penerapan tsb memancing penelitian baru, apakah sudah memuaskan atau belum. @al ini menghasilkan pengetahuan baru lagi. 'egitu seterusnya. 0adi secara singkat+ ilmu pengetahuan mendorong penerapannya ,teknologi-, dimana teknologi mendorong penelitian, penelitian menghasilkan ilmu pengetahuan baru dan ilmu pengetahuan baru mendorong teknologi baru. Dengan demikian penelitian merupakan M#6#9 bagi perkembangan ilmu pengetahuan, justru karena membantu, membuktikan penerapan ilmu pengetahuan sendiri.Dalam penelitian dirumuskan kekurangan! dan teori lama sehingga dimunculkan kebutuhan baru untuk memperbaiki teori. /roses inilah yang mampu mengembangkan ilmu pengetahuan. '.' %% S50.9.@ /59 5M'.&4.& %>MU /5&456.@U.&. 6idak diragukan lagi bah)a manusia purba telah menemukan beberapa hubungan yang bersifat empiris yang memungkinkan mereka untuk mengerti keadaan dunia. Usaha mula! di bidang keilmuan yang tercatat dalam lembaran sejarah dilakukan oleh bangsa Mesir dimana banjir sungai &il yang terjadi tiap tahun ikut menyebabkan berkembangnya sistem almanak, geometri dan kegiatan penelitian.. eberhasilan ini kemudian diikuti oleh bangsa 'abylonia dan @indu yang memberikan sumbangan! yang berharga, meskipun tidak seintensif kegiatan bangsa Mesir. Sesudah itu muncul bangsa $unani yang menitikberatkan pada pengorganisasian ilmu pengetahuan dimana mereka bukan saja menyumbang perkembangan ilmu pengetahuan astronomi, kedokteran, dan sistem klasifikasi .ristoteles, namun juga S$>#4%SM5 yang menjadi dasar bagi penjabaran secara D5DU 6%< pengalaman! manusia. 6erlepas dari kecenderungan untuk menitikberatkan teori

dan kurang memperhatikan percobaan sebagai sumber bukti! keilmuan, bangsa $unani dapat dianggap sebagai /59%&6%S dalam mendekati perkembangan ilmu pengetahuan secara sistematis. /endekatan Sylogistik adalah satu!nya metode yang efektif dalam cara berpikir secara sistematis dalam Faman $unani dan 9oma)i sampai pada masa 4alileo dan 9enaisance. 8ara berpikir pada .bad /ertengahan berdasarkan Sylogisme ini mencapai puncaknya yang ekstrem, dimana tanpa memperhatikan peringatan .ristoteles, manusia berpikir se-akan! seperti suatu 4$M&.S6% M5&6.> tanpa hubungan sama sekali dengan pengamatan dan pengalaman alam nyata. Sebagai contoh++ bagaimana mereka memecahkan masalah mengenai berapa jumlah gigi seekor kuda. 8elakanya, masalah ini bukan didekati dengan mengamati dan menghitung gigi kuda namun dipecahkan secara logika. @al ini tentu saja merupakan kesalahan fatal dan bahkan juga .ristoteles melakukan hal yang sama. Dan pandangan yang demikian ini dianut sampai Faman 9enaisance. Dalam bagian ini kita akan telusuri perkembangan ilmu pengetahuan di 5ropah ,pada mulanya tentu mencakup daerah sekitar laut 6engah secara umum dari periode yang satu ke yang lain. Supaya tujuan tsb tercapai ada baiknya kalau kita menyemak latar belakang ataupun alam pemikiran tiap! periode. 'aru kemudian kita bahas tiap! periode dan sedikit kita lihat perkembangan sekolah, perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dengan pelbagai alirannya. A.Periodisasi #e8arah I&mu Pengetahuan Barat. /eriodisasi sejarah ilmu pengetahuan tidaklah sejajar dengan periodisasi sejarah 5ropah pada umumnya. /ada bagian a)al ada kesejajaran antara keduanya, sedangkan pada bagian akhir agak berbeda. /ada umumnya periodisasi sejarah ilmu pengetahuan adalah sbb+ 1.Jaman /urba+ 1?.((( K A(( '8. !.Jaman $unani-9oma)i+ A(( '8-!(( M 2..bad /ertengahan 3.Jaman Modern dimana 9enaisance dapat dikatakan sebagai a)al abad modern dari sejarah ilmu pengetahuan, yang dimulai kira! abad ke-1?-1A. ".9aman Purba. Sebelum Faman ini muncul, sudah didahului oleh Faman batu yang mempunyai ciri pengetahuan yang disebut know-how, yang diperoleh berdasarkan+ a.kemampuan mengamati b.kemampuan mem-beda!kan c.kemampuan memilih d.kemampuan melakukan percobaan tanpa disengaja, yang dilandasi pada proses yang disebut trial & error. 'erdasarkan proses tsb lambat laun terjelma kemantapan dalam melakukan pekerjaan yang memberikan hasil! sbb+ /embuatan alat! batu dari yang empuk sampai akhirnya terbuat dari batu yang keras, serta memperbaiki bentuk alat! itu sendiri sampai sempurna. /ada a)alnya orang! Faman batu hidup sebagai pemburu dan mengumpulkan hasil hutan ,food gathering-. /emakaian ./%, disamping untuk memasak makanan, juga memba)a akibat lain yakni lambat laun dapat dipakai untuk membuat periuk dan barang pecah belah dari tanah liat ,gerabah-, juga dengan bahan perunggu dan besi dalam tahap perkembangan selanjutnya. >epas dari soal! langsung berhubungan dengan keperluan kehidupan se-hari!, orang Faman batu juga membuat gambar! di gua! dan pemakaman untuk orang mati. emampuan membuat alat!, menggambar merupakan penimbunan pengetahuan * pengalaman sekalipun tidak mengenal dasar asal atau makna mula semuanya itu. #leh karena itulah kemampuan mereka ini disebut kemampuan know how. Jaman batu dilanjutkan masa 1?.(((-A(( '8 dimana manusia Faman itu menerima * meneruskan )arisan manusia Faman batu baik dalam lapangan pertanian * peternakan maupun dalam pembuatan alat!. Dalam hal pembuatan alat! terjadi kemajuan pesat dalam pengolahan logam ,perundagian- seperti perunggu dan besi sehingga batu tidak lagi dipergunakan. Untuk kehidupan se-hari! dari sebagian rakyat biasa, dasar kehidupan tetap pada tingkat know-how , demikian pula perbaikan yang terjadi, tetap berada dalam tingkatan ini. Sebagai 8#&6#@ dapat dikemukakan pengolahan logam emas * perak serta batu! perhiasan yang menghasilkan perhiasan yang sangat artistik. emajuan yang bersifat @USUS adalah penemuan kemampuan menulis * berhitung. edua jenis kemampuan tsb berkembang sedikit demi sedikit dan berlandaskan pada D.$. .'S69. S%, khususnya dalam kemampuan menemukan soal yang sama di antara soal! yang ber-beda!. Dengan dikuasainya kemampuan menulis, maka terjadilah penimbunan pengetahuan secara teratur dan terus menerus. /ada Faman kini kegiatan demikian menjadi kepustakaan. 'erdasarkan pencatatan sistematis dan pengumpulan data, timbul pula penemuan! baru,misalnya peta perbintangan dengan konstelasi! yang seluruhnya kelak menjadi J#D%.8 yang sampai kini masih dipakai. /enemuan abstrak lainnya ialah siklus yang terdiri dari siklus mingguan, siklus bulan, dan siklus matahari $yakni 2A? sampai 2AA kali terbit-tenggelamnya matahari-, dengan demikian tersusunlah .>5&D59 tahun Surya dan 6.@U& 'U>.&. elender ini pun kemudian digunakan untuk mengatur kehidupan, upacara! dll. Dengan adanya .>5&D59 dapat pula ditetapkan siklus gerhana bulan, sehingga dalam Faman purba untuk pertama kalinya dapat dilaksanakan ramalan yang sebenarnya berdasarkan pengamatan astronomis, artinya 'erdasarkan pengalaman yang obyektif nyata dan pada dasarnya dari takhyul. 6etapi tentunya dasar ilmiah ini tidak atau belum disadarinya. Selain itu ramalan tsb tetap merupakan ramalan, bahkan mungkin masih berhubungan dengan takhyul. Disamping proses abstraksi tsb dalam kehidupan se-hari! terjelma kemampuan mengukur, baik mengukur luas bidang tanah dan perladangan maupun mengukur hasil panen. 0uga ditentukan bentuk segitiga siku-siku dengan sisi tiga, empat dan lima unit. Segi tiga tsb menjadi alat untuk segala keperluan yang membutuhkan segitiga siku-siku, atau sudut siku-siku. emampuan mengukur dan berhitung ini dikemudian hari berkembang dan menjelma menjadi arithmatics dan geometri. /engetahuan tsb diatas mengandung pokok! sebagai berikut+ a. emampuan mengamati b. emampuan mengumpulkan dan mencatat peristi)a secara tertib * teratur c. emampuan menemukan soal sama, meskipun bahan!nya ber-beda! melalui proses abstraksi berdasarkan kesamaan atau keteraturan dan kemampuan menemukan semacam hukum alam. /eristi)a! tsb hingga kini terus merupakan bagian dari perkembangan ilmu pengetahuan. Sekalipun demikian pengetahuan sebagaimana dikemukakan di atas itu semuanya masih diperoleh secara alamiah, artinya tanpa disadari dan tanpa disengaja. Demikian pula segala peristi)a hanya diterima sebagaimana adabnya dan

tanpa pengalaman lebih lanjut. Dengan kata lain, bangsa manusia purba hanya memiliki a rece tive and e! irical !entality. !.Jaman $unani-9oma)i+ 'erbeda dengan bangsa Mesir, 'abylon, &ini"eh dan Sumeria, bangsa $unani kuno memiliki suatu yang disebut "n#uiring !ind$. Mereka tidak mau menerima peristi)a! begitu saja. @al ini dapat dilihat dari beberapa hal yakni+ a.Mereka tidak mau menerima penampilan yang ber-beda! sebagaimana dialaminya se-hari!, melainkan secara spekulatif mencoba mencari se-dalam!nya dasar yang menyusun penampilan yang ber-beda! itu. 'erdasarkan sikap demikian maka antara lain timbul pendapat tentang atom * kehampaan dalam rangka pemikiran Demokratos. @al ini mendasari filsafat M#&%SM5 Materialistis hingga sekarang. Sebaliknya /lato mempelopori filsafat monisme S/%9%6U.>%S6%S yang berpendapat bah)a sumber dari segalanya adalah %D55 yang abadi, sempurna, dan berada di alam baka. b.Dalam bidang ilmu /asti , /ythagoras memulai prinsip analisis, generalisasi, dan pembuktian dalam lapangan ilmu ukur ,geometri- serta ilmu pasti murni seperti teori bilangan serta pemeriksaan hubungan antara nada dan panjang da)ai. /ekerjaan /ythagoras dan ahli ilmu pasti $unani di bidang geometri di kemudian hari disistematisasikan oleh 5uclides dalam bentuk yang hingga sekarang ini dapat digunakan di sekolah! dan dalam kehidupan se-hari!nya. emudian .ristoteles menyusun logika berdasarkan Sylogisme yang terdiri dari premise mayor dan premise minor yang sebenarnya sudah tersirat dalam premise mayor. 'erdasarkan kedua premise tsb maka melalui proses D5DU S% ditarik kesimpulan dan dengan demikian apa yang tadinya tersirat menjadi eksplisit ,tersurat-. >ogika .ristoteles ini merupakan 8lass >igic dan bertahan sampai pertengahan abad ke-1: ini. /engertian >ogika merupakan jalan pemikiran .'.>%S6%S yang menjadi pokok, baik dalam kehidupan sehari! maupun menjadi dasar bagi ilmu pengetahuan. Selain itu karya .ristoteles lainnya yakni Metafisika, berusaha menemukan dasar mutlak semua peristi)a, dan karenanya mempunyai hubungan erat dengan agama dan ilmu bahasa. Dalam ilmu alam ,fisika- muncul tokoh seperti .rchimedes, sedangkan dalam lapangan ilmu Ukur dikembangkan 6rigonometri oleh .ristarchus, @ipparchus dan /tolomeus sehingga pembuatan peta bumi menjadi lebit tepat dan dengan demikian penting untuk perjalanan di darat dan di laut. @ipparchus dan /tolomeus juga mengembangkan astronomi dengan sistem 5/%8$8>5 yang menjadi salah satu sistem yang cukup mantap untuk perhitungan se-hari!nya, meski jika dilihat dari Faman kini sangat rumit dan landasannya yang keliru. .ristarchus sudah mengajukan sistem tata surya yang bersifat @eliocentris, sedangkan /lato menjadikan pelajaran '.@.S. dan M.65M.6% . secara tetap dalam akademiknya. Demikianlah sari hasil pemikiran suatu %"n#uiring &ind$ yang menjadi ciri khas bangsa $unani. Selama kekuasaan 9oma)i dan kekuasaan agama atolik dalam lapangan ilmu pengetahuan tidak banyak mengalami kemajuan kecuali dalam bidang hukum dan pengembangan ilmu pengetahuan $unani, terutama ajaran .ristoteles. /emikiran dalam abad /ertengahan dalam jangka )aktu kira! 1.((( tahun berkuasa dalam masyarakat 5ropah adalah pemikiran tentang agama * hukum. Sikap dan perasaan adanya hukum alam mendasari perkembangan ilmu pengetahuan di benua 5ropah. (.Abad Pertengahan. .bad /ertengahan , >atin+ Medium .e"um, Media 6empestas- oleh banyak ilmu)an disebut sebagai ,The dark !iddle age- masa yang gelap gulita, tak berbudaya, amat kolot dsbnya. .bad ini ditandai dengan beberapa peristi)a yang menggoncangkan 5ropah yakni + a./erpindahan bangsa! ,Colker )anderung- sekitar thn 3(( yang berakibat kekuatan 9oma)i mundur b.'erkembangnya %slam ,thn B((- yang menggoyahkan kerajaan 9oma)i dan menghancurkan kebudayaan kuno, terutama daerah .frika Utara dan Spanyol c./enyerbuan! dari suku Ciking ,thn :((- yang merupakan gelombang ketiga yang mengakibatkan bangsa! 5ropah gemeter. /eristi)a! tsb menyebabkan bangsa 5ropah tidak mendapat kesempatan melanjutkan pencapaian ilmu pengetahuan $unani kecuali hanya meng-ulang! saja. Meskipun dalam bidang matematika, astronomi dan fisika, kekayaan pengetahuan dapat bertambah, begitu juga filsafat dengan aliran Scholastikanya, namun dasarnya tidaklah banyak yang berubah dan tetap seperti pada umumnya telah diletakkan dasar!nya oleh bangsa $unani. Sebaliknya dalam bidang kedokteran, kimia dan biologi, serta farmasi, kemajuan cukup pesat )alaupun penambahan ini semuanya se-mata! berdasarkan akumulasi hasil pengamatan saja., jadi fakta empiris yang tidak di-analisis lebih lanjut. /ercobaan! dalam bidang kimia merupakan eksperimen yang berdasarkan trial and error sehingga hasilnya tidaklah mantap. 3.Jaman Modern. .bad /ertengahan berakhir dengan lahirnya 9enaisance * @umanisme pada abad ke-1? * 1A.9enaisance berarti kelahiran kembali yakni usaha manusia untuk menghidupkan kembali kebudayaan klasik $unani-9oma)i. ebudayaan klasik itu sangat di-de)a!kan dan diambil sebagai contoh untuk segala bidang cultural. Sudah dalam abad ke-13 9enaisance mulai berkembang dalam kesusasteraan %talia. 6okoh! pengarang yang terutama ialah /etrarca ,12(3-12B3-, 'occacio ,1212-12B?-. Dalam seni rupa masa 9enaisance menghasilkan banyak karya yang bermutu tinggi, salah satu tokoh adalah pelukis, arsitek yang bernama Michelangelo ,13B?-1?A?-. Dalam bidang filsafat, kita melihat minat baru akan hampir semua aliran filsafat dari masa purba, terlebih hasil karya /lato dan madFhab Stoa. 6api dibandingkan dengan kesenian, filsafat dalam masa itu tidak menghasilkan karya! penting. Suatu perkembangan mahapenting pada )aktu itu timbulnya ilmu pengetahuan yang dapat dikatakan langsung masuk ke Faman baru, khususnya ilmu pengetahuan alam yang modern berdasarkan metode eksperimental * matematik. /erkembangan ilmu pengetahuan pada Faman ini berlangsung berdasarkan tiga sumber, yakni+

1(

a. arya! bangsa $unani yang diterjemahkan ke dalam bahasa .rab di semenanjung %beria ,.ndalusia- dan juga tokoh! %slam b./erang Salib antara thn 11(( K12(( c.0atuhnya onstantinopel dalam tangan 6urki tgl.!: Mei 13?2 yang menyebabkan para sarjana * pastor! dari onstantinopel Mengungsi ke %talia dan negara! 5ropah lainnya dengan memba)a hasil karya bangsa $unani dalam bahasa aslinya. /ermulaan perkembangan dicetuskan oleh 9oger 'acon ,1!13-1!:3- yang menganjurkan agar pengalaman manusia sendiri dijadikan sumber pengetahuan * penelitian. Dengan anjuran tsb maka dasar lama, yakni peninggalan .ristoteles dan yang menurunkan pengetahuan dari ajaran agama, kehilangan fungsinya. /ermulaan perkembangan yang didasarkan pada pengalaman manusia, baru mulai mantap dengan karya 8opernicus, 6ycho 'ranche, 0ohn eppler, dan 4alileo. Dalam tangan merekalah tercipta prinsip heliocentrisme yang menggantikan prinsip 4eocentrisme dan .ntroposentrisme. Dengan teropongnya 4alileo memastikan bah)a planet! tidaklah bercahaya sendiri, melainkan memantulkan cahaya matahari seperti halnya bulan. /erkembangan ilmu pengetahuan menjadi sangat mantap dengan adanya karya <rancis 'acon ,1?A(-1A!A- yang berjudul &#CUM #94.&UM ,(rganum 'aru-. Dalam tulisan tsb landasan empiris dalam mengembangkan pengetahuan dan ilmu pengetahuan ditugaskan dengan penguraian metode. .dapun &o"um (rganum itu dimaksudkan sebagai pengganti #94.&#& ,judul karya logika .ristoteles- hasil peninggalan karya .ristoteles >andasan filsafat baru ini kemudian dijelmakan oleh sejumlah sarjana lainnya, terutama &5E6#& yang memberikan landasan untuk teori 4ra"itasi, perhitungan Diferensial %ntegral dan (ptika. Dalamlapangan ilmu /asti, terjadi inno"asi dasar yakni (rthogonal 8oordinate System oleh Descartes sang filsuf dan permulaan statistik oleh /.S8.> dan <95M.6. Selain itu dualisme antara materialisme dan spiritualisme menjadi mutlak karena filsafat Descartes yang membedakan sifat! obyektif yang dapat diukur dari sifat! subyektif yang tetap tidak dapat diukur. arena itu sejak &e)tonian Science, perkembangan ilmu pengetahuan seperti anak panah yang lepas dari busurnya, sangat cepat sehingga se-akan! tak ada hari tanpa penemuan baru dalam bidang ilmu pengetahuan. B.Per'embangan I&mu Pengetahuan secara -mum dari %asa 'e %asa. 1.Jaman /urba. Jaman ini mencakup Faman batu yang meliputi masa antara 3 juta tahun '8 sampai kira! !(.((( thn '8 dan masa sesudah itu hingga kira! thn A(( '8. /ada Faman batu ditemukan bahan! berupa+ a..lat! dari batu * tulang b.6ulang belulang he)an c.Sisa! dari beberapa tanaman d.4ambar dalam gua! e.6empat! penguburan f.6ulang belulang manusia purba. /eninggalan! tsb, kecuali gambar dalam gua dan tempat penguburan, perlu dibuktikan berasal dari manusia atau tidak. @al ini perlu karena, belum ada tulisan dan olehnya tidak ada sumber keterangan ! lain. Mengapa alat! batu tsb disebut alat dan bukan batu alam biasa== .da sejumlah alasan untuk menunjuk bah)a itu alat buatan manusia, yakni+ a.'atu! yang disebut alat itu bentuknya satu sama lain mirip, dan frekuensi kemiripan itu amat tinggi, berbeda dengan frekuensi persamaan yang ditemukan antara batu! di alam biasa. b.0ika bentuk yang mirip persamaannya itu ditentukan umurnya dan kemudian diukur menurut urutan umurnya maka kelihatan bah)a bentuknya mengalami perubahan menuju ke arah perbaikan, sedang yang terakhir bentuknya jelas berbeda dari batu alam c.'ahan yang dipergunakan juga menunjukkan kemajuan dari bahan yang empuk ke arah bahan yang keras. d./ada alat terakhir kadang! ada tanda! dalam bentuk ukiran, dan itu tidak ada dalam bentuk yang alamiah. 'ukti! peninggalan tsb mengandung dan menunjukkan tiga sifat berikut yakni+ a..danya konsep tentang alat untuk kegiatan manusia seperti memotong, mengeruk dll b. onsep tsb menjelma sebagai benda!, dipergunakan oleh sekelompok makhluk dan menunjukkan perubahan c./erubahan itu mempunyai hubungan dengan perbaikan fungsi * perbaikan bahan. #leh karena itu, benda! tsb merupakan bukti adanya kebudayaan, dan bukti kesemuanya dibuat oleh manusia. /eninggalan! diatas semuanya didasarkan pada pengalaman, pengamatan, dan pemilihan. /enemuan ini semua nya terjadi baik secara kebetulan ataupun sengaja berdasarkan pengamatan primitif, dan mungkin dilanjutkan dengan percobaan! yang dilakukan tanpa dasar dan tanpa pengaturan, melainkan menurut proses trial * error. .khirnya sekalipun tidak diketajui dasar!nya, setelah ratusan ribu tahun semua penemuan menjadi mapan, dan dalam bentuk mapan dapat diulang terus menerus. Dengan demikian tersusunlah kno)-ho), sekalipun tidak diketahui sebabnya yakni E@$G dalam bentuk kno)-ho) itulah penemuan! tsb di)ariskan kepada generasi selanjutnya. Masa 1?.(((-A(( '8 merupakan masa lanjutan dari Faman batu dimana pembatasan )aktu yang dilakukan tidaklah merupakan pembatasan yang tajam, melainkan hanya kira! * dimaksudkan untuk memberikan ancar! dan dasar pemikiran. Dalam sejarah pada umumnya, dan sejarah ilmu pengetahuan pada khususnya, semua menjalar tanpa ada batas yang tegas, segalanya menjalar secara berkesinambungan ke semua arah, dan hanya di sana-sini dalam arus tsb terjelma konsentrasi yang cukup kuat untuk dapat diperlihatkan secara khusus. Earisan pengetahuan Faman batu bersifat M.659%.>, suatu )arisan yang bisu, yang tidak dapat berbicara. Sebaliknya, oleh karena kebudayaan setelah thn 1?.((( '8 didasarkan atas tulisan Famannya sendiri, maka peninggalannya berbicara tentang Famannya sendiri. 'erdasarkan bukti! yang dapat bercerita sendiri, Faman ini disebut masa Sejarah. Dengan adanya kemampuan menulis, peristi)a dapat segera dicatat, sehingga kesalahan dapat diperkecil, sekecil mungkin. Dengan adanya tulisan,ilmu pengetahuan dapat disampaikan oleh generasi ke generasi. .kibat tulisan diketemukan maka kemajuan yang dicapai dalam jangka )aktu kurang lebih 1(.((( tahun itu besar sekali, jauh lebih besar daripada yang ditunjukan Faman batu yang berlangsung kurang lebih ! juta tahun. Sebagai bukti dapat disebutkan terjelmanya kerajaan besar Mesir, Sumeria, 'abylonia, &ini"eh, juga %ndia dan 8ina. Disamping kemampuan menulis, sejajar dengan itu dikenal kemampuan berhitung. Seperti halnya dalam rangka penyusunan abjad, dalam hal kemampuan berhitung ini kita menjumpai proses .'S69. S% terhadap suatu soal yang sama di antara soal! yang ber-beda! satu dari yang lainnya. @asil analisis abstraksi ini adalah bilangan satu-dua-tiga, dstnya, yang kesemuanya disebut system of natural numbers.

11

emampuan menulis,apalagi dengan abjad, dan kemampuan menghitung dengan natural system merupakan kemajuan yang sangat besar artinya. 6anpa diketemukan cara menulis * berhitung, kemajuan Faman sekarang tidak mungkin akan tercapai. Dengan adanya kemampuan menulis * berhitung sebagai landasan, timbul berbagai kemungkinan baru. Misalnya, banyak peristi)a dan penemuan lainnya dapat dicatat secara terus menerus, terjadilah proses pengumpulan data dan penambahan pengetahuan yang berlangsung dengan lebih cepat daripada Faman sebelumnya. Diantara catatan tsb yang langsung berhubungan dengan ilmu pengetahuan adalah catatan mengenai perbintangan, yang kemudian berkembang ke arah astrologi dan astronomi. Disamping itu timbul-tenggelamnya matahari, perubahan bentuk bulan, yakni dari bentuk sabit ke bentuk purnama dan kembali ke bentuk sabit, - serta adanya tahun Surya dan tahun 'ulan, merupakan penemuan tentang siklus, periodisasi, dan jangka )aktu yakni soal! yang abstra', seperti halnya ab'ad & natural nu!bers. 'erdasarkan penemuan! tsb di atas disusun suatu kalender sebagai pedoman )aktu untuk mengatur kehidupan ritual, kehidupan biasa pada umumnya dan pekerjaan se-hari!. Dengan adanya kalendar dan pencatatan gerhana bulan, ditemukan lagi sebuah siklus yakni gerhana sehingga manusia dapat meramalkan gerhana yang akan datang. 9upa!nya ramalan berdasarkan pengamatan peristi)a fisik ini merupakan ramalan pertama dalam lingkungan ilmu! pengetahuan. Dalam perkembangan selanjutnya akan nampak, bah)a ramalan memang merupakan salah satu di antara banyak fungsi ilmu pengetahuan lainnya. Di samping pokok! tsb dan berdasarkan pokok! tsb timbul sejumlah penemuan * perkembangan lain. Misalnya+ /ythagoras menemukan bah)a segitiga dengan unit tiga, empat, dan lima adalah segi tiga siku-siku. /er-undang!an raja ditulis dan bagian! tulisan tsb ditemukan di berbagai tempat pada Faman sekarang ini. 0uga penemuan logam, dan perniagaan tidak hanya tukar menukar barang, tapi juga dengan perhitungan harga serta uang logam dlsbnya. $.9aman 6unani : Roma3i a.Thn ;11 Bc-$11 A0. Jaman ini biasanya disebut Faman $unani, oleh karena bangsa $unani memberikan corak baru pada ilmu pengetahuan yang mendasarkan (ece tive !ind$ dan karena dalam masa tsb bangsa $unani merdeka serta mempunyak kota! merdeka yang disebut polis ,city state-. Sesuda thn 2(( '8-!(( .D, perkembangan ilmu pengetahuan tetap dipelihara oleh orang! $unani. Jaman .leLander .gung dan penggantinya, sering disebut Faman @ellenisme. 'agian terakhir dari Faman @ellenisme ini sejajar dengan runtuhnya kerajaan! Mesir ke tangan bangsa 9oma)i, yang ditandai oleh 8leopatra dan .ntonius serta 0ulius 8aesar. Dalam Faman $unani, proses! perkembangan %know-how$ tetap mendasari kehidupan se-hari!, sekalipun tingkatnya sudah lebih maju dari Faman batu atau Faman purba. Dalam lapangan ilmu pengetahuan empiris yang berdasarkan sikap (ece tive )ttitude atau (ece tive &ind, terjadilah perubahan besar dan perubahan itu dianggap sebagai D.S.9 ilmu pengetahuan modern. /erubahan tsb dilandaskan pada sikap atau ji)a bangsa $unani yang tidak dapat menerima pengalaman! tsb secara pasif reseptif, karena bangsa $unani memiliki )n in#uiring attitude, )n in#uiring &ind. Untuk menggambarkan perubahan! yang terjadi itu akan jelas kalau kita menelusuri sejumlah tokoh filsafat $unani seperti 6hales ,A!3-?3; '8-, /ythagoras ,?;(-?(( '8-, Socrates ,3B(-22: '8, /lato ,3!B-23B '8-, dan .ristoteles ,2;3-2!! '8-. 6@.>5S, dianggap sebagai orang pertama yang mempertanyakan dasar dari alam dan isi alam ini. Dia tidak menggunakan kenyataan begitu saja bah)a di bumi ini ada air, api, udara, a)an, kayu, batu adalah hal! yang dianggap sebagai gejala belaka. Dalam pikirannya timbul pertanyaanG dari apakah hal! yang berbeda itu dibuat=== 6etapi dalam rangka membicarakan sejarah ilmu pengetahuan, yang penting bukan ja)abannya melainkan diajukannya pertanyaan tsb. /ertanyaan itu penting karena dengan pertanyaan itu terkandung pikiran adanya konsep tentang proses perkembanganG pertanyaan itu hanya timbul dalam pemikiran orang yang berpikir selangkah lebih maju dari kehidupan se-hari!. /$6@.4#9.S yang menemukan dalil /ythagoras yakni a! M b! 7c! yang berlaku bagi segitiga siku-siku dengan sisi a dan b serta hypotenusa c, sedangkan jumlah sudut dari suatu segitiga siku-siku sama dengan 1;( derajat. emudian semacam teori tentang bilangan a.l. pembagian natara bilangan genap, ganjil serta hubungannya antara kudrat natural numbers dengan jumlah ganjil. 0uga pembentukan benda berdasarkan segitiga!, segiempat!, segilima!, dstnya. Dan penemuannya yang terakhir tentang hubungan di mana /ythagoras mencoba mencari kebenaran dengan pemikiran! logis dan nampak amat konsisten, kendati pemikirannya tidaklah lepas dari pengaruh agama yang dianutnya. 6etapi yang jelas penemuannya merupakan cara pendekatan baru dibandingkan dengan Faman purba. S# 9.65S adalah tokoh yang tidak meninggalkan tulisan karya ilmiah sendiri tapi disusun dan di tulis oleh /lato. Socrates mencari kebenaran dengan metode 5'%D.&.& artinya mengadakan dialog atau bertanya pada orang lain sampai orang lain tsb menemukan ja)aban atas soal yang diajukannya sendiri. Dengan cara berdiskusi atau berdialog itulah konsep! bahasa, soal sosial dapat didefenisikan. Sedangkan />.6# di samping terkenal sebagai filsuf yang melahirkan gagasan tentang dunia %dee, juga memperhatikan ilmu pasti. epastian Matematis menjadi dasar pemikirannya sehingga dalam .kademi-nya orang yang tidak mempelajari matematika tidak dapat diterima. Sejak /lato pula, matematika menjadi pelajaran )ajib dalam pendidikan. eterikatan /lato pada kesempurnaan idHe dan kepastian matematis menyebabkan dia lebih M5MUS.6 .& penelitian pada cara '59/% %9, daripada apa yang dapat dialami atau ditangkap oleh pancaindera. Dengan kata lian beliau menjauhi 5mpirisme. .9%S6#65>5S, filsuf dan guru dari de 4root .leLander serta murid /lato tidak mengikuti sepenuhnya gagasan /lato.. Dia dapat dikatakan tokoh yang pertama kalinya menuliskan semua karyanya dalam bentuk buku!. Dari sekian banyak bukunya yang penting dalam hubungannya dengan ilmu pengetahuan ialah +>ogika, 'iologi, Metafisika. Dalam buku >ogika, beliau mengemukakan analisis bahasa yang didasarkan pada Sylogisme. /ada dasarnya sylogisme terdiri dari tiga kalimat. alimat pertama mengutarakan soal yang umum yang disebut premise Mayor, sedangkan kalimat kedua mengenai soal khusus yang disebut premise Minor. 'erdasarkan kedua premise tsb ditarik kesimpulan. 8ontohnya adalah sebagai berikut+ /remise Mayor + Semua manusia perlu makan dan minum

1!

/remise Minor + 'ung .lo seorang manusia esimpulan + 'ung .lo perlu makan dan minum. Dengan kata lain, >#4% . dalam sylogisme merupakan jalan pemikiran yang D5DU 6%<. 0ika premise Mayor dan /remise Minor benar, maka kesimpulan pasti benar. >ogika Deduktif mengandung sifat /.S6%, bahkan kepastian mutlak. Dengan menyusun logika tsb .ristoteles telah memulai suatu usaha yang sangat penting untuk ilmu pengetahuan. Usaha logika itu merupakan pekerjaan yang seluruhnya dalam bidang abstrak. 6etapi disamping usaha abstrak tsb beliau adalah sarjana yang juga mendasarkan pengetahuannya pada lapangan yang bersifat eksperimental * empiris . @al ini jelas dari hasil! obser"asi dalam lapangan empiris yakni '%#>#4% dimana a.l. dijelaskan soal embrilogi, anatomi atas badan he)an. arya lainnya dalam bidang adanya alam beserta isinya adalah M56.<%S% .. 'uku ini diberi judul oleh sekretarisnya sebab ketika beliau meninggal dunia, buku ini belum diberi nama. Dalam buku ini beliau membahas pokok! yang berhubungan dengan masalah adanya bermacam! hal di dunia iniG dalam bahasa filsafat sekarang ini dikenal sebagai persoalan '5%&4. 0adi dalam buku itu .ristoteles ingin memberi ja)aban atas masalah! .D.-nya segala sesuatu, sifat!nya, hubungannya satu sama lain. 5U8>%D5S, seorang tokoh ilmu pasti dengan sumbangannya yang utama adalah penyusunan %lmu U U9 bidang Datar, yang sampai kini masih diajarkan di S>/ dan S>.. emudian .pollonius ,!A?-1:( '8-, mempelajari potongan kerucut dengan bidang datar dan dengan demikian disusun sistematik antara titik, lingkaran, elips, parabola dan hiperbola. @ukum! tentang potongan! itu dapat ditemukan dengan cara %lmu ukur. 6okoh yang lebih terkenal ialah .98@%M5D5S ,!;B-!1! '8-, yang mempelajari sial! matematika, fisika dan mekanika serta menerapkan penemuannya dalam usaha membuat alat!. Sayang hasil karyanya tidak disusun secara sistematis. .rchimedes menyusun teori!nya berdasarkan empiris dan kemudian tsb diteliti benartidaknya. .9%S6.98@US ,21(-!2( '8- adalah orang pertama yang secara tegas * eksplisit menerangkan bah)a bumi berbentuk bulat, berputar sendiri sambil bergerak mengelilingi matahari. /endapatnya yang bersifat heliocentric itulah yang menolak pandangan sebelumnya yang bersifat 4eocentris. 6idak ada keterangan jelas bagaimana .ristarchus sampai pada pendapat tsb. 6etapi bah)a ia adalah orang yang cerdas nampak juga dalam perhitungannya tentang besar-kecilnya bulan dan matahari, )alaupun hasil perhitungannya salah, tapi M56#D5nya cukup benar. esalahan perhitungan disebabkan karena alat yang dipakainya sangat primitif. @%//.98@US ,1A1-1!A '8-, menolak pandangan @elicentris dan memperkuat pandangan 4eocentris. /endapatnya memang disertai bukti! yang meyakinkan saat itu dan semakin kokoh lagi setelah /tolomeus yang juga ahli astronomi dan geografi menambahkan keterangan! baru. Sejak /tolomeus hampir dapat dikatakan bah)a Faman $unani tidak ditambah tokoh! ilmu)an baru sampai memasuki masa kekuasaan 9oma)i. b.Jaman kekuasaan 9#M.E%. 'angsa 9oma)i mencapai puncak kekuasaan mulai thn !B '8 sampai thn 3BA untuk bagian barat san thn 13?2 untuk bagian 6imur. Dalam masa kekuasaan 9oma)i itu, ilmu pengetahuan memang tidak terlalu maju pesat meski bangsa 9oma)i sangat maju dalam bidang politik, militer, perniagaan, pelayaran, sistem irigasi, jalan raya, dan hukum. %lmu hukum memang sangat dikembangkan, tapi ilmu pengetahuan lainnya hanya berpegang pada karya! .ristoteles tanpa banyak mengadakan perubahan. Untuk beberapa abad lamanya ilmu pengetahuan tidak mengalami kemajuan yang berarti hingga thn 12((-an dan karena itu sering dikatakan bah)a 5ropah masuk dalam abad 545>./.&. 'aru ketika perang Salib berkecamuk maka terjadi perubahan dimana banyak sarjana dari 9oma)i 6imur yang melarikan diri ke 5ropah 'arat karena %stambul direbut %slam. 5ropah memasuki .bad /ertengahan. 6he Dark Middle .ge berlangsung selama 1( abad ,thn ?((-1?((- merupakan abad egelapan bagi 5ropah karena hampir dalam segala bidang kehidupan mengalami kemacetan atau bahkan kemunduran. 6erutama antara abd ke-? hingga abad ke-1! dalam bidang %lmu /engetahuan tidak banyak mengalami kemajuan Memang masih dapat dikemukakan adanya tokoh! seperti '#56@%US ,3;(-?!3- yang selain mengadakan klasifikasi ilmu, juga terkenal dengan .ritmatika-nya. 'eliau juga menterjemahkan karya! 5uclides ke dalam bahasa >atin dengan judul .9S 45#M569%.5. Sedangkan 8.SS%#D#9US ,kira! thn 3BB-?B(- dalam bukunya %&S6%6U6%#&5S untuk pertama kalinya menyusun NS5/65M .965S >%'59.>5S ,6ujuh ecakapan Manusia $ang Merdeka- sebagai dasar bagi setiap pendidikan. etujuah .rtes >iberales ini terdiri atas dua bagian yakni TRI<I-% yakni tiga kecakapan yang berkisar pada '.@.S. ialah+ 6ata-'ahasa ,4rammatica-, >ogika ,Dialectica- dan ecakapan 'erpidato ,9hetorica-. Dan OU.D9%UM yakni empat kecakapan yang berkisar pada @%6U&4.& yakni ilmu hitung ,arithmatica-, ilmu ukur ,geometri-, musik ,music-, dan ilmu falak ,astronomi-. 'agian kedua dari abad /ertengahan yakni antara abad ke-11 sampai a)al abad ke-1? terlihat lebih cerah sedikit daripada bagian pertama. /ada bagian kedua ini, berkat /erang Salib, ilmu pengetahuan dari dunia %slam diba)a masuk ke 5ropah dan dikembangkan lebih lanjut di 5ropah. #lehnya perlu disinggung perkembangan ilmu pengetahuan di dunia %slam, yang kemudian disebarkan dan masuk ke 5ropah. Dunia %slam banyak me)arisi ilmu pengetahuan dan filsafat $unani, tapi tidak hanya mempertahankan melainkan juga mengembangkannya di dunia .rab tanpa pengaruh dunia $unani. Dalam bidang matematika, orang %slam banyak membuat kemajuan kendati aljabar dan geometri masih digabungkan. 'ila .>- @.E.9%JM% thn ;!? berhasil menyusun buku aljabar yang menjadi buku standard untuk beberapa abad lamanya di 5ropah, maka #M.9 @.$.M ,1(32-112!- selain ahlo astronomi juga ahli matematika dan berhasil memperluas persoalan! aljabar menjadi empat hubungan,tetranomial- dengan menambah pangkat dua yang sebelumnya tidak diketahui. Dia juga menemukan soal matematika yang sukar dipecahkan yakni bilangan . pangkat tiga ditambah bilangan ' pangkat tiga, yang tidak mungkin sama dengan bilangan 8 pangkat tiga. Sedangkan astronomi yang sangat dijunjung tinggi di dunia %slam mengalami kemajuan lebih daripada yang dicapai /tolomeus. '.66.&% ,thn :!;- dan '%9U&% ,:B2-1(3;- mengadakan koreksi terhadap sejumlah pandangan /tolomeus, a.l. tentang garis 5D.9 matahari, harga tahap! pergantian siang * malam. eduanya juga menetapkan garis >%&6.&4 bumi yang membentang U6.9.-S5>.6.&, serta dipastikan jarak antara garis lintang satu ke yang lain selebar ?A,B? mil .rab.

12

Di dunia %slam juga dikembangkan .> %M%., meski kebanyakan diantara penemuannya berdasarkan percobaan yang sering mirip dengan percobaan %trial & error$. /ercobaan! tadi didorong oleh keinginan untuk membuat logam emas yang sangat berharga pada Faman itu. 'er-macam! bahan dicampur, dimasuk dsbnya. /ercobaan demikian merupakan metode kimia, yang dalam bhs .rab disebut .l imia sebagai a)al dari ilmu imia Faman modern ini. 6okoh yang pantas disebutkan namanya ialah 0.'%9 %'& @.$$.& ,thn BA(- yang membuat klasifikasi penting yakni+ 1- 'enda! yang mudah menguap seperti sulfur, arsenik !- umpulan benda logam 2- 'enda! yang tidak termasuk kelompok pertama dan kedua. Sedangkan .> 9.JJ% ,;?(-:!?banyak mengadakan percobaan kimia yang menghasilkan proses! penyulingan, pendinginan, pelarutan, kristalisasi, penguapan dan perembesan. 'idang edokteran sangat dikembangkan oleh .l 9aFFi yang dalam >%'59D5D5 /5&6%6%5&8%. ,>atin- berhasil membedakan campak dari cacar dan %'&U S%&. ,.C%85&., :;(-1(2B- mengarang buku berjudul 8.&#& #< M5D%8%&5 yang berpengaruh besar pada ilmu edokteran pada Faman Scholastik. Dalam bukunya 8ommentary of the .natomy in the 8anon of %bnu Sina yang ditulis oleh %'&U .> &.<%S, dikatakan bah)a darah mengalir dari serambi kanan jantung le)at pembuluh darah ke paru-paru dan setelah bercampur dengan udara lalu ke serambi kiri jantung. Selain ahli kedokteran, %bnu Sina juga ahli filsafat yang coba menggabungkan ajaran .ristoteles dengan pemikiran &eo /latonisme. %'&U 9.S@%D ,.C59#5S, 11!A-11:;'anyak menulis komentar dan menterjemahkan karya .ristoteles. Dari tulisannya terbukti bah)a dia mengikuti aliran 5C#>US%#&.>%SM5 yakni aliran yang berkeyakinan semua yang ada di dunia ini tidak tiba! tercipta dalam keadaan yang selesai atau sempurna melainkan semuanya terjadi melalui perkembangannya masing! untuk akhirnya menjelma dalam keadaan yang selesai. Di dunia %slam juga telah dikenal M5 .&% . * #/6% .. 6okoh mekanika ialah %bnu @#S9.E ,1((2-1(;:- dan .> @.J%&% yang sudah tahu bagaimana menentukan berat jenis macam! logam seperti emas, perak, dll. Sedang tokoh #ptika adalah %'&U .> @.%6@.M ,:A?-1(2:- yang sudah dapat membuat cermin cembung * cekung untuk mempelajari sifat! pembiasan cahaya. /enemuan! di dunia %slam diatas ternyata diba)a masuk ke 5ropah selama dan sesudah /erang Salib, seakan menjadi bahan bakar baru bagi dunia ilmu pengetahuan 'arat yang telah kehabisan tenaga selama .bad /ertengahan bagian pertama. Sejak 'erakhirnya perang Salib, dunia ilmu pengetahuan 'arat memasuki Faman Modern, yang dimulai dengan Faman 9enaisance. /ada bagian kedua .bad /ertengahan ini terjadi kemajuan pesat dalam bidang filsafat yang tidak boleh dilupakan, yang kemudian terkenal dengan aliran 6@#M%SM5 dengan tokohnya 6homas .Duinas :1!!?-1!B3- yang banyak mengembangkan filsafat .ristoteles le)at karya! yang telah dikembangkan %'&U 9US@D disamping itu juga dia seorang ahli 6eologi yang terkenal, a.l. dengan buku!nya #umma Contra Centi&es ,%khtisar mela)an (rang! afir-, Summa 6heologiae ,%khtisar 6eologi-, dan De Unitate %ntellectus, 8ontra ."erroistas ,6entang esatuan %ntelek Manusia Mela)an /engikut! %bnu 9ushd-. Disamping 6homas, masih ada sederetan filsuf seperti .lbertus .gung ,1!(?-1!;(-, 0ohanes Scotus ,1!AA12(;- dll. ,'aca juga Sejarah kebudayaan 5ropah-. (.9aman %=0ERN. a.Jaman 9enaisance Sejarah ilmu pengetahuan modern yang dimulai sejak Faman renaissance sebenarnya telah dimulai dengan diketemukannya cara mereproduksi lukisan. 6okoh! seperti 8opernicus, 0ohn eppler dan 4alileo yang hidup di abad ke-1?-1A merupakan tokoh! ilmu pengetahuan modern. Menurut filsuf ilmu pengetahuan 8harles de <oucault ,1:!A- -,dalam bukunya 6he (rder of 6hings, sejarah ilmu pengetahuan modern dapat dibagi dalam tiga periode yakni Faman 9enaisance abad ke-1A, abad ke-1B-1; ,klasik- dan abad ke-1: sampai sekarang yang merupakan Faman modern. /ada Faman 9enaisance manusia menyusun benda! dengan prinsip 5M%9%/.& ,Simulitude-. 6erdapat empat kemiripan yakni+ a.8#&C5&%5&6%. yang dimaksudkan adalah kedekatan tempat b..5MU>.6%/ ialah semacam con"enientia yang mudah lepas dari ikatan kedekatan tempat c..&.>#4%. ialah kedekatan tempat dan kedekatan pencerminan d.S$M/@.6%. * .&6%/@.6%. yakni merupakan hubungan yang lebih halus daripada hubungan ketiga sebelumnya. alau ciri! ilmu pengetahuan pada era 9enaisance merupakan pengetahuan yang sama saja, karena hanya merupakan timbunan konfirmasi yang tergantung satu sama lain maka ciri! pengetahuan pada .bad lassik adalah pengetahuan yang Uni"ersal akan /engUkuran ,Measurement- dan susunan ,order-. /engetahuan adalah pengetahuan susunan yang terdiri atas kesamaan * perbedaan. 'enda! dideskripsi, dikarakterisasi, diklasifikasi, di-beda!kan satu sama lain. Sedangkan pada abad ke-1: sampai sekarang, benda! mulai dipandang sebagai sesuatu yang mempunyai aturan, susunan tersendiri yang dikuasai oleh hukum bathin. 0adi bukan lagi dipikirkan bagaimana benda tertentu itu termasuk kelas tertentu, melainkan dicari bagaimana struktur dari benda itu sendiri. Untuk abad 9enaisance kita dapat mulai lebih dahulu dengan 9oger 'acon ,1!13-1!:3-. %a berpendapat bah)a /engalaman menjadi landasan utama untuk permulaan dan merupakan ujian terakhir bagi semua pengetahuan dan ilmu pengetahuan. M.65M.6% . merupakan syarat mutlak untuk mengolah semua pengetahuan. Dengan pernyataan demikian beliau meninggalkan pendapat Famannya yang biasanya hanya menganalisis cara pemikiran * pertimbangan!. &amun betapa majunya 'acon, dimana beliau belum sepenuhnya dapat melepaskan diri dari belenggu takhyul yang melanda Famannya dan hal ini masih nampak dalam sejumlah karyanya. 6okoh yang melangkah lebih maju ialah >5#&.9D# /%S. ,11B(- seorang %talia yang ahli aljabar, yang terus menerus mengadakan penyelidikan sehingga akhirnya dapat menemukan 6%4. . .9 dari /ersamaan /angkat 6iga. /enemuan itu rupanya hanya mengenai persamaan tertentu, jadi bukan metode yang umum. %a juga memperkembangkan pemakaian .&4 . .9.' dalam sistem D5S%M.> serta penggunaan .ljabar dalam perhitungan. /erkembangan ilmu pengetahuan mulai nampak lebih tegas dengan karya orang! seperti 8opernicus, eppler, 4alileo. arya! mereka terutama dalam lapangan astronomi, ilmu alam dan matematika. 8#/59&%8US ,13B2-1?32- terkenal karena mengajukan pendapat bah)a bumi * planet! semuanya mengelilingi matahariG dimana matahari menjadi /US.6 ,prinsip @eliocentrisme-. /endapat ini berla)anan

13

dengan pendapat @ipparchus * /tolomeus yang mempertahankan bumi sebagai pusat ,prinsip 4eocentrisme-. Sekalipun 8opernicus membuat model, namun alasan utamanya bukanlah sistemnya, melainkan keyakinannya bah)a prinsip heliocentrisme akan sangat memudahkan perhitungan. 8opernicus sendiri tidak berniat untuk mengumumkan penemuannya, terutama mengingat keadaan Famannya. 'aru pada masa 45#945 0#.8@%M menyusun sebuah buku tentang prinsip @eliocentrisme pada thn 13?2 dengan judul D5 95C#>U6%#&%'US #9'%UM 8#5>5S6%UM ,6entang /erputaran .lam Semesta-. 'uku tsb dimulai dengan beberapa ketentuan dasar yang menyerupai . S%#M. yakni, pertama+ seluruh alam semesta merupakan bola, kedua+ semua benda angkasa * bumi juga merupakan bola, ketiga+ semua benda angkasa bergerak secara teratur dalam lintasan yang bundar. Sekalipun sistem baru itu belum mempunyai landasan kokoh pada hasil pengamatan yang cukup banyak, namun dengan model 8opernicus tsb beberapa soal astronomi dapat lebih mudah diterangkan. 6etapi karena kurangnya bahan pengamatan dan kurang telitinya pemilihan bahan, maka mau tidak mau 8opernicus masih memakai 23 epicycles meskipun sudah agak lebih sederhana dibandingkan dengan B: epicycles yang digunakan /tolomeus. .kibat kekurangan! tsb maka lintasan benda! angkasa dalam sistem 8opernicus tetap berbentuk lingkaran. /enemuan 8opernicus mempunyaipengaruh luas di kalangan sarjana, a.l. 6$8@# '9.@5 ,1?3A-1A(1- dan 0ohn eppler ,1?B1-1A2(-. alau 6ycho 'rahe sebagai astronom membuat alat! yang ukurannya besar sekali untuk mengamati bintang! dengan teliti sehingga memberi sumbangan yang besar bagi pengetahuan astronomi, maka 0ohn eppler adalah ahli Matematika. Setelah )afatnya 6ycho 'rahe, karyanya dilanjutkan oleh eppler. Selain itu dia juga mengembangkan .S69#>#4% disamping mengembangkan .S69#&#M%. Dalam mengembangkan * mengolah bahan peninggalan 'rahe, dia sampai pada kesimpulan baha)a lintasan ruang benda angkasa bebrbentuk sebuah 5lips. Selain itu dalam perhitungan terbukti bah)a pergerakan benda angkasa tidak beraturan dan tidak sempurna. /ergerakannya mengikuti suatu ketentuan, yaitu bila matahari dihubungkan dengan sebuah planet oleh garis lurus dan planet itu bergerak L jam lamanya, maka luas bidang yang dilintasi garis lurus itu dalam )aktu L jam selalu sama. 'erdasarkan hukum ini, kalau planet berada paling dekat dengan matahari, kecepatannya pun paling besar, sebaliknya jika planet berda paling kauh dari matahari, maka kecepatannya paling kecil. @al ketiga yang diutarakan eppler adalah perbandingan antara dua buah planet, misalnya . dan '. 'ila )aktu yang dibutuhkan untuk melintasi (rbit oleh planet masing! adalah / * O, sedang jarak rata! dari planet . * planet ' ke matahari adalah P * $, maka /!+ O! adalah sama dengan P2+$2. Dengan demikian eppler menemukan tiga buah hukum astronomi yakni+ 1.(rbit dari semua planet berbentuk 5lips !.Dalam )aktu yang sama, garis penghubung antara planet dan matahari selalu melintasi bidang yang luasnya sama 2.'ila jarak rata! dua planet . dan ' dengan matahari adalah P dan $, sedangkan )aktu untuk melintasi (rbit masing! adalah / dan O maka /!+O!7 P2+ $2. etiga hukum alam tentang planet itu sampai kini masih dipergunakan dalam astronomi,meskipun disana-sini diadakan perbaikan seperlunya. arya 8opernicus dan keppler memberikan sumbangan besar bagi bidang astronomi dan penemuannya kemudian dilengkapi serta disempurnakan oleh &5E6#&. 4.>%>5# ,1?3A-1A3!-,seorang Matematikus * <isikus sekaligus seorang .stronom yang memperkuat pandangan @eliocentrisme dengan bukti! yang lebih kuat.4alileo dapat pula membuat sebuah teropong bintang yang dapat digunakan untuk melihat beberapa peristi)a angkasa secara langsung. /596.M., ia melihat bah)a planet Cenus dan mercurius menunjukkan perubahan! seperti halnya bulan, sehingga jelas bah)a planet! tidak memancarkan cahaya sendiri, melainkan memantulkan cahaya dari matahari. 'enda yang bersinar sendiri tidak akan berubah. 5DU., dalam teropong terbukti bah)a permukaan bulan sama sekali tidak datar, melainkan penuh dengan gunung!. Dan yang terpenting dan terakhir ditemukannya adalah planet $upiter yang dikelilingi oleh empat buah bulan. Disamping penemuan!nya yang terkenal di atas, 4alileo masih menemukan banyak hal lain seperti soal lintasan benda jatuh, benda yang dilempar dsbnyaG soal kecepatan dan pertambahan kecepatan atau percepatan. 4alileo dianggap sebagai pelopor perkembangan ilmu pengetahuan dan /5&5MU D.S.9 ilmu pengetahuan modern karena semua penemuannya didasarkan pada soal! yang obyektif. 6okoh! lainnya ialah <9.&8%S '.8#& ,1?A(-1A!A- yang mempertajam 5M/%9%SM5 dengan mendasarkan semua pengetahuan dan ilmu pengetahuan atas dasar /5&4.>.M.&. Dalam bukunya &#CUM #94.&UM ia menerangkan prinsip 5mpirisme yang menganjurkan, agar daam menyusun ilmu pengetahuan, para sarjana mengumpulkan sebanyak mungkin fakta pengalaman, setelah terkumpul lalu diadakan analisis mengenai kesamaan yang terdapat di antara fakta! tsb. esamaan itulah yang memungkinkan adanya @U UM .>.M, kemudian terus dikaji sehingga akhirnya mempunyai %*redictive value$. Metode empirisme 'acon yang mempercayai bah)a apa yang akan datang dapat diramalkan atas penemuan yang lampau, mendasari pengetahuan "nductive Science *hiloso hy, yang berbeda dengan Deductive &athe!atical and Logical *hiloso hy. alau Deducti"e Science memberikan kepastian mutlak dalam rangka premise!, maka ilmu pengetahuan 5mpiris tidak dapat memberikan kepastian mutlak, melainkan memberikan kemungkinan! sampai kemungkinan yang terbesar. 95&5 D5S8.965S ,1?:A-1A?(- adalah seorang filsuf yang terkenal dengan ucapannya 8#4%6# 594# SUM , #leh karena saya tahu, Saya berpikir maka saya ada-. Metode filsafatnya adalah me-ragu!kan segala sesuatu. Sampai dimana kebenaran metodenya ini tidaklah sangat penting dalam rangka sejarah ilmu pengetahuan, tetapi >5'%@ penting untuk bidang <ilsafat. Selain filsuf, beliau juga ahli matematika yang menemukan sistem oordinat yang terdiri dari dua garis lurus P dan $ dalam bidang datar. 4aris P letaknya horoFontal dan disebut .P%S atau sumbu P, sedangkan garis $ letaknya 654. >U9US pada sumbu P. karena sistem tsb didadasrkan pada dua garis yang berpotongan tegak lurus maka sistem oordinat itu disebut #96@#4#&.> 8##9D%&.65 S$S65M. edudukan tiap titik dalam bidang tsb dapat diproyeksikan dengan garis! lurus pada sumbu P dan sumbu $. Dengan demikian kedudukan tiap titik potong kedua sumbu menyusuri sumbu! tadi. /entingnya sistem ini ialah hubungan yang diciptakan antara %lmu Ukur 'idang Datar dengan .ljabar. 6iap titik dapat dinyatakan dengan dua koordinat P1 dan $1. panjangnya garis dapat dinyatakan serupa dengan hukum /ythagoras mengenai @ypothenusa.

1?

D5S8.965S,1?:2-1AA!-,<59M.6 ,1A(1-1AA?-,dan /.S8.>. Descartes menemukan /9#0586%C5 45#M569% sedangkan <ermat seperti Descartes memperkembangkan 1rthogona& #2stem. Disamping itu Descartes juga melaksanakan penelitian teori aljabar berkenaan dengan bilangan! * soal! yang dalam tangan &e)ton dan >eibniF kemudian akan menjelma sebagai perhitungan differensial-integral ,8alculus-. <ermat ber-sama! /ascal menyusun dasar! statistik. /erhitungan statistik ini didasarkan pada kemungkinan! dan berlainan dengan ilmu pasti. Dalam ilmu statistik ini di kemudian hari akan sangat membantu ilmu! pengetahuan sosial. Dalam abad ke-!( ini statistik bahkan merupakan dasar untuk %/. dalam rangka teori +enisbian & ,uantu!. b.Abad 'e ">-"? 4Abad )&assi' @ Auf'&arung5. /eriode ini bukan periode baru setelah 9enaisance, sebab dalam hal sejrah ilmu pengetahuan sejak 9enaisance sudah memasuki Faman baru. /embuatan periode ini se-mata! demi alasan praktis saja yakni untuk memudahkan pembahasan. .bad ke-1; memang dalam sejarah umum merupakan masa .U< >.9U&4 ,/encerahan-, karena pada masa itu terjadi tahap baru dalam proses emansipasi manusia 5ropah yang sudah dimulainya sejak 9enaisance. epercayaan akan 9.S%# telah mendorong perkembangan ilmu pengetahuan secara mengagumkan. 6okoh! yang tidak dapat dilupakan adalah %saac &e)ton ,1A3!-1B!B-, Da"id @ume ,1B11-1BBA-, 8harles MontesDuieu ,1A;:-1B??-, 0ean 0acDues 9ousseau ,1B1!-1BB;- dll. .bad ke 1B * 1; memang abad di mana 5M/%9%SM5 mendapat tempat penting dalam sejarah ilmu pengetahuan. /ara sarjana percaya bah)a pengetahuan itu berasal dari pengalaman, sehingga pengenalan indera)i merupakan bentuk pengenalan yang paling jelas * sempurna. 0ohn >ocke ,1A2!-1B(3- dan Da"id @ume adalah tokoh filsafat dan psikologis. 0ohn >ocke berpendapat bah)a mula! rasio manusia harus dianggap as a white paper dan seluruh isinya berasal dari pengalaman. .da dua macam pengalaman yakni pengalaman lahiriah ,sensation- dan pengalaman bathiniah ,refleLion-. edua sumber pengalaman ini menghasilkan idee! tunggal ,Si! le "deas-. 9oh manusia kendati pasip dapat membentuk idHe majemuk ,co! le- idea- atas dasar idee! tunggal. Sedangkan da"id @ume yang secara radikal menggunakan prinsip! 5mpiristis, berbicara banyak tentang substansi * kausalitas. %a tidak menerima substansi, sebab yang dialami ialah kesan! saja tentang beberapa ciri yang selalu terdapat ber-sama!. .tas dasar pengalaman, tidak dapat disimpulkan bah)a di belakang ciri! itu masih ada suatu substansi. Di /erancis muncul tokoh! filsuf negara)an seperti MontesDuieu dan 9ousseau. MontesDuieu menjadi terkenal dengan bukunya De >Qespirit des >ois thn 1B3; yaitu perihal suasana Undang! dan juga 6rias /olitica yang membagi kekuasaan menjadi tiga yakni+ >egislatif, 5ksekutif, dan $udikatif. Sedangkan 0.0.9ousseau selain sebagai pendidik dengan bukunya .!ile, ou l$education thn 1BA!, yang menguraikan pikiran! tentang pendidikan, juga sebagai ahli politik * sosial yang dengan bukunya 8ontract Social ,1BA!- yang menguraikan bah)a negara itu merupakan suatu #&69. S#S%.> ialah persetujuan yang dilakukan indi"idu! untuk memungkinkan hidup bersama secara damai. /ada thn 1A;B, %saac &e)ton telah mendasarkan fisika klasik dengan bukunya /hilosophiae &aturalis /rinsipia Mathematica ,%/. berdasarkan prinsip! matematika-. Sejak saat itu ilmu pengetahuan berkembang pesat. Masih banyak karya &e)ton lainnya tetapi untuk keperluan ini hanya akan diajukan beberapa hal yang penting yang dapat digolongkan dalam bidang+ 1.6eori 4ra"itasi !./erhitungan 8alculus 2.(ptika. 1.6eori 49.C%6.S%+ mengenai soal gerakan, 4alileo telah mempelajari pergerakan dengan lintas lurus dan eppler dengan lintas tertutup yakni 5>%/S. Dari perhitungan yang ditinggalkan eppler ada petunjuk bah)a ada penyebab mengapa planet tidak mengikuti pergerakan dengan lintas lurus. Setelah kerja keras, &e)ton menemukan ja)abnya yakni teori 4ra"itasi. 'ah)a planet! tidak bergerak lurus itu disebabkan adanya pengaruh gra"itasi, yakni kekuatan yang selalu akan timbul jika ada dua benda berdekatan. /ada saat itu &e)ton memang belum dapat menerangkan apakah gaya tsb, bagaimanakah perkembangan pengaruhnya dan berapa cepat pemancaran gaya itu. &amun berdasarkan teori 4ra"itasi dan perhitungan yang dilakukan &e)ton dapat diterangkan dasar dari semua lintasan planet * bulan, pasang surutnya air di samudera dll peristi)a astronomi. 0ustru dalam lapangan astronomilah, ketepatan teori gra"itasi makin meyakinkan, sehingga tidak ada lagi yang tidak percaya tentang adanya gra"itasi itu. !./erhitungan 8.>8U>US+ yang disebut differensial-integral. 8ara perhitungan ini terbukti sangat luas gunanya untuk menghitung ber-macam! hubungan antara dua atau lebih banyak hal yang berubah, bersama dengan ketentuan yang teratur. Misalnya kecepatan planet mengelilingi matahari yang ber-beda! sepanjang lintasan, menemukan 6ambahnya luas lingkaran maLimum dan minimum dari suatu kur"e, menemukan 6ambahnya luas lingkaran bila radius berubah sedikit sekali dll. 2.#/6% .+ dengan banyak penyelidikan &e)ton menemukan hubungan antara kekuatan pembiasaan dengan besar-kecilnya segi! prisma, bah)a kalau spektrum yang biasa diperiksa dengan alat tajam seperti mikroskop, maka ada beberapa garis hitam. 4aris hitam itu ternyata dapat diisi dengan sinar dari logam yang pijar serta memancarkan cahaya, dan bah)a ada hubungan yang pasti antara garis hitam dan cahaya logam tertentu. Dengan demikian maka garis hitam tadi merupakan penyerapan dari spektrum yang lengkap dan kontinyu. Spektrum penyerapan ini kemudian dapat digunakan untuk meng identifikasikan cahaya logam atau bahan lain yang pijar dan memancarkan cahaya. 4#66<9%5D E%>@5>M >5%'&%J ,1A3A-1B1A-+ hampir bersamaan )aktunya dengan &e)ton juga menemukan perhitungan 8alculus. /erbedaannya dengan penemuan &e)ton hanya mengenai cara menyusun notasinyaG yang dipakai sampai sekarang adalah notasi >eibniF dengan dfAdBAd2. Sekitar thn 1A;3, ber-turut! dipublikasikan berbagai formula mengenai perhitungan differensial, yang kemudian disusul dengan perhitungan integral. Dalam bidang %>MU %M%., muncul tokoh 0oseph 'lack ,1B!;-1B::- yang menemukan 8#!, tetapi tidak dapat memberikan keterangan yang pasti tentang penemuannya itu. Mengapa perkembangan ilmu kimia agak lamban dibandingkan dengan ilmu pengetahuan matematika, astronomi, fisika== @al ini disebabkan karena ilmu kimia sepenuhnya berdasarkan empiri, jadi berbeda dengan ketiga ilmu pengetahuan tsb di atas. Sesudah itu muncul 0oseph /riestley ,1B22-1;(3- yang menemukan sembilan macam ha)a &# dan juga (ksigen, yang a.l.

1A

dapat dihasilkan oleh tanaman. #ksigen ini dapat menyegarkan ha)a yang tidak dapat lagi menunjang pembakaran. 6etapi /5>56. D.S.9 ilmu kimia sebagaimana yang kita kenal sekarang ialah .ntoine >aurant >a"oisier ,1B32-1B:3-. 'eliaulah yang pertama kali meninggalkan percobaan yang hanya bersifat kualitatif dan berpindah ke lapangan yang bersifat kuantitatif. Dia pula yang menentukan bah)a pernafasan adalah semacam pembakaran yang serupa dengan pembakaran arang. 6okoh! lainya ialah %mmanuel kant ,1B!3-1;:!-, E.<.@egel ,1BB(-1;21-, yang ahli dalam bidang filsafat, sedangkan @amilton, Morgan, 4eorge 'oole yang ahli dalam bidang logika. 3..'.D ke 1: @%&44. S5 .9.&4. /erkembangan ilmu pengetahuan se-akan! tidak lagi dikendalikan oleh manusia karena terlalu cepat. 0ika pada abad 1B * 1;, perkembangan ilmu! 5ksakta semakin cepat, maka ilmu! sosial baru mulai muncul secara lebih tegas pada /ertengahan abad ke 1: ketika 8#M65 ,1B:;-1;?B- dengan karyanya 8ours de philosophie /ositi"e , ursus tentang <ilsafat /ositif--nya menjadi pelopor ilmu! sosial khususnya Sosiologi. 6okoh! ilmu sosial kemudian bermunculan seperti Durkheim, >e"y 'ruhl, MaL Eeber, arl MarL,dll. /ada thn 1:!2 didirikan %nstitut /enyelidikan Sosial di <rankfurt dengan tokoh!nya MaL @orkheimer ,1;:?-1:B2-, 6.E..dorno ,1:(2-1:A:-, @erbert Marcuse ,1;:;-1:B:-. Mereka! ini memperbaharui serta memperdalam masalah teoritis dan falsafi mengenai cara kerja maupun mengenai kedudukan ilmu! sosial. Diantara mereka terdapat ahli! sosiologi, ekonomi, politik, sejarah, psikologis, dan mereka semua sngat peka akan gejala! yang muncul dalam masyarakat. arena alasan praktis dan karena munculnya ilmu! sosial secara cepat di pertengahan abad ke-1( itu, tidak perlu kita adakan pembahasan tersendiri pada bagian ini. Sebab sejarah pada dasarnya proses yang berkesinambungan, yang sekarang ada karena yang kemarin pernah ada. arena cepatnya perkembangan ilmu pengetahuan maka tidak mungkin dapat dipaparkan semua yang terjadi dari sejak abad ke-1: ini akan dilihat beberapa saja yang amat menonjol. Selama abad ke-1: industri maju pesat di 5ropah sebagai akibat re"olusi /erancis. emajuan industri memba)a akibat kemajuan dalam bidang! lain seperti ekonomi, kesehatan, kesejahteraan, pendidikan dan tentu saja penyelidikan * penelitian ilmu pengetahuan dalam berbagai cabang. .bad ke-1: merupakan .'.D 5M.S dalam perkembangan ilmu pengetahuan, dimana ilmu pengetahuan yang sebelumnya belum jelas kini bermunculan , seperti ilmu! sosial yang a.l. sosiologi, ekonomi, sejarah, jurnalstik dll. Sehingga akhir abad ke 1: diterbitkan 5ncyclopedia 'ritanicca yang memuat semua bidang ilmu pengetahuan. .da macam! cara penelitian yang dilakukan oleh bangsa! di 5ropah dalam rangka memandang alam lingkungannya. /ertama+ di %&449%S dimana penelitian dilakukan secara pribadi ,amatiran- dalam arti di luar penga)asan pemerintah, atas usaha pribadi para ilmu)an seperti 8harles 'abbage dalam hal Matematika, 0ames 0oul dalam bidang <isika, 8harles Dar)in dalam bidang 'iologi. edua, di 059M.&, perkembangannya agak mirip dengan %nggris, khususnya dalam penerapan penemuan! kimia. Di 0erman, Uni"ersitas memegang peranan penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Uni"ersitas menjadi pusat penghasil penemuan! baru ilmu dan pusat para cendekia)an, sekaligus penyebar-luas ilmu pengetahuan le)at buku!,pengajaran dll. .da kerjasama yang baik antara penelitian, laboratorium, pengajaran dan pemerintah dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. etiga+ di /59.&8%S memang agak mundur dalam pengembangan ilmu pengetahuan akibat re"olusi /erancis,tapi tidak berarti tidak ada penemuan baru. eempat, di 9US%., dimana uni"ersitas! mulai berperan juga dalam pengembangan ilmu pengetahuan. esenjangan aplikasi ilmu dan masyarakat mulai terasa karena cepatnya ilmu pengetahuan di satu pihak dan lambannya penerimaan masyarakat sebagai satu keseluruhan atas hasil! praktis ilmu pengetahuan * teknologi. .kibat! teknologi belum sempat dipikirkan sementara penerapan ilmu pengetahuan dengan berbagai industri meluncur amat cepat, itulah yang mengundang para Sosiolog dan tokoh! ilmu sosial lainnya melancarkan protes! keras seperti arl MarL. Sekalipun landasan lmu pengetahuan yang berdasarkan 5mpirisme tampaknya sangat kuat, namun dalam perkembangan selanjutnya akan terbukti bah)a landasan itu sendiri perlu diubah lagi. /erubahan itu diakibatkan oleh kemajuan yang dicapai ilmu fisika, yang meruntuhkan beberapa hal dalam lapangannya sendiri. D.S.9! yang perlu diubah itu ialah+ 1..tom tidak kekal-abadi, melainkan dapat berubah !.9uang, )aktu, dan semua ukuran bersifat nisbiRrelatif 2./elepasan energi tidak bersifat ontinyu, melainkan berdasarkan unit! tertentu, jadi bersifat diskontonyu 3..pa yang kita anggap hukum sebab-akibat, sebenarnya adalah kemungkinan yang terbesar, sehingga mendekati kepastian, dan kemungkinan terbesar ini tersimpul dalam hukum Statistik. 1.Soal .6#M+ Sehubungan dengan atom, tokoh! yang perlu disebut sebagai pelopor adalah 0.>./roust ,1B?31;!A- dan 0ohn Dalton ,1BAA-1;33-, yang berhasil menemukan macam! berat atom yang ternyata berbeda, dan penemuan dalam bidang atom ini membantu perkembangan ilmu kimia, yang penggunaannya amat pesat di kemudian hari. emudian @enry 'acDuerel ,1;?!-1:(;- serta suami-isteri 8urie ,1;?:-1:(A-, serta 0.0.6hompson ,1;:B- menemukan radium, logam yang dapat berubah menjadi logam lain, sedangkan 6hompson menemukan 5>5 69#&. Dengan penemuan ini runtuhlah pendapat * aksioma yang menyatakan bah)a atom adalah '.@.& 659 58%> yang tidak dapat berubah * bersifat abadi. Dengan penemuan ini maka mulailah ilmu baru dalam kerangka kimia, fisika yaitu fisika nuklir, yang pada Faman kii dapat mengubah ber-macam! atom. !.6entang 5&%S'%.& 9uang * Eaktu+ Sekitar thn 1:(( K1:13 terjadi perubahan berdasarkan teori kenisbian, yang tidak lagi menerima bah)a ruang dan )aktu itu terpisah. 6eori baru mengatakan bah)a 9uang * Eaktu tidak lagi terpisah, tapi merupakan satu kesatuan mutlak. Memang buktinya tidak dapat diketemukan dalam percobaan laboratorium atau di bumi ini tetapi ini akan jelas dalam ruang angkasa di luar bumi ini, di mana teori fisika &e)ton tidak lagi dapat diterapkan. 2.5&594%+ Sampai kira! thn 1:((, anggapan umum ialah bah)a perubahan energi berjalan secara berkesinambungan, tapi MaL planck akhirnya berpendapat bah)a energi sinar dilepaskan tidak secara berkesinambungan, melainkan secara ter-putus! berdasarkan unit! tertentu. 'eliau juga menemukan bah)a

1B

antara kekuatan OU.&6UM * <95 U5&S% gelombang sinar ada hubungan tertentu, dan hubungan itu dinyatakan dalam rumus 57 < L h. ,57kekuatan energi, <7frekuensi, h7 konstanta, yang diberi nama /lanckQs 8onstant-. 'erdasarkan penemuan ini 5%&S65%& yang terkenal dengan teori 95>.6%C%6.S-nya, berpendapat bah)a baik terjadinya sinar maupun merambatnya sinar, juga terjadi secara diskontinyu artinya satu unit demi satu unit. Selanjutnya oleh karena berdasarkan unit, maka cahaya mempunyai massa, karena mempunyai massa, maka akan dibelokkan oleh massa lain yang cukup besar. @al ini dibuktikan dengan pemotretan gugusan @$.D5S pada gerhana matahari. 3.6entang @ukum S5'.'-. %'.6+ /erubahan adalah apa yang kita anggap hukum sebab-akibat, yang sebenarnya merupakan kemungkinan terbesar, tersimpul dalam hukum statistik. Sampai a)al abad ke !( masih diterima bah)a kejadian itu terjadi pasti karena suatu sebab. 6etapi dengan kemajuan ilmu kimia, fisika dan matematika dapat dibuktikan bah)a hukum sebab akibat tidak dapat dibuktikan berlaku secara uni"ersal. . %'.6nya adalah bah)a sekalipun hukum sebab-akibat tidak salah, namun hukum itu tidak perlu lagi, tidak dipakai lagi, dan diganti dengan hukum statistik. 9umus matematika yang menyatakan soal tidak adanya ketentuan mutlak ,hukum sebab-akibat- ini disusun oleh @5%&S5&'594, sedangkan peristi)a ketidaktentuan ini disebut %The *rinci le of "ndeter!inacy$. Dengan demikian ketentuan yang bersifat mutlak mulai runtuh. Setelah garis besar dan pokok! perkembangan ilmu digambarkan dalam langkah! besar, maka dalam abad ke !( ini terjadi perkembangan yang sangat pesat dalam hampir semua ilmu pengetahuan. Misalnya, ilmu pasti, fisika, kimia, dan fisika nuklir. Disamping ilmu pengetahuan yang bersifat uantitatif maka ternyata berkembang pula ilmu! pengetahuan lain yang pada a)alnya bersifat U.>%6.6%<, seperti ekonomi, psikologis, sosiologi dll yang pada akhirnya berkembang ke arah kuantitatif pula. C.Per'embangan +IL#A+AT : TE=L=GI )risten. Dalam sejarah ilmu pengetahuan nampak bah)a pada umumnya para ilmu)an adalah sekaligus <%>SU<, sehingga ilmu pengetahuan yang dikembangkan tidak terlepas dari pandangan filosofisnya. 'ahkan sejumlah ilmu)an tidak luput dari rambu! ajaran agama risten , atolik * /rotestan- sehingga maju mundurnya ajaran agama sedikit banyak ikut menentukan pula maju mundurnya perkembangan ilmu itu sendiri. ".#e8arah #ing'at +i&safat Barat, Secara kasar sejarah filsafat barat dapat dibedakan dalam empat periode besar yakni+ a-. Jaman uno+ thn A(( 'c-3(( .D yang mencakup filsafat /ra-Sokratis di $unani, Jaman keemasan $unani+ Sokrates, /lato, .ristoteles dan Faman @ellenisme. b-. Jaman /atristik* Scholastik thn 3((-1?((, yang mencakup pemikiran para 'apa 4ereja yang mencapai puncaknya di .bad /ertengahan dalam Scholastik. c-. Jaman Modern+ thn 1?((- 1;((, mencakup Faman 9enaisance, 'arok, <ajar 'udi dan 9omantik d-. Jaman Sekarang, thn 1;(( sampai sekarang. Ad.".9aman )uno, .)alnya sejarah filsafat barat mulai di Milete, di .sia ecil, sekitar thn A(( '8. /ada )aktu itu Milete merupakan kota penting, di mana banyak jalur perdagangan bertemu dari Mesir, %talia, $unani,, dan .sia. 0uga banyak idee! bertemu di sini sehingga Milete juga menjadi suatu pusat %&65>5 6U.>. /emikir! besar di Milete, lebih! menyibukkan diri dengan filsafat alam. Mereka mencari suatu unsur induk yang mereka sebut dengan istilah .98@5 yang dapat dianggap sebagai asal segala sesuatu. Menurut 6@.>5S, maka .%9-lah yang merupakan unsur induk ini. Menurut .&.P%M.&D59 ,A1(-?3( '8- segala sesuatu yang berasal dari yang tak terbatas dan menurut .&.P%M.&D5S ,?;?-?!? '8-, maka UD.9.-lah yang merupakan unsur induk segala sesuatu. /$6@.4#9.S, yang mengajar di %talia Selatan adalah orang pertama yang menamai diri <%>SU<. %a memimpin suatu sekolah filsafat yang kelihatannya sebagai suatu biara di ba)ah perlindungan dari de)a .pollo. Sekolah /ythagoras sangat penting untuk perkembangan matematika. .jaran falsafinya mengatakan a.l. bah)a segala sesuatu terdiri bilangan!G struktur dasar kenyataan itu 9%6M5. Dua nama lain yang penting dari periode ini adalah @59. >5%6#S yang mengajar bah)a segala sesuatu mengalir ,Panta Rhei-, segala sesuatu berubah terus menerus seperti air mengalir dalam sungai. /.9M5&%D5S ,?1?-33( '8- mengatakan bah)a kenyataan justru memang tidak berubah. Segala sesuatu yang betul! ada itu kesatuan mutlak yang abadi dan tak terbagikan. $.Punca' Caman )&assi'. /uncak filsafat $unani dicapai pada masa Socrates, /lato, dan .ristoteles. Socrates ,3B(-3(( '8-, guru /lato mengajar bah)a . .> 'UD% harus menjadi norma terpenting untuk tindakan kita.Socrates sendiri tidak menulis apa!. /ikiran!nya hanya dapat diketahui secara tidak langsung melalui tulisan! dari cukup banyak pemikir $unani lain, terutama melalui karya /lato. Sedangkan />.6# ,3!(-23; '8- menggambarkan Socrates sebagai seorang alim yang mengajar bagaimana manusia dapat menjadi berbahagia berkat pengetahuan tentang apa yang baik ,kebajikan-. /lato sendiri menentukan, bersama .ristoteles, sebagian besar dari seluruh sejarah filsafat 'arat selama lebih dari !((( tahun. Dunia yang kelihatan menurut /lato hanya merupakan bayangan dari dunia yang sungguh!, yaitu dunia idee! yang abadi. 0i)a manusia berasal dari dunia idee!. 0i)a di dunia ini terkurung dalam tubuh. eadaan ini berarti keterasingan. 0i)a kita rindu untuk kembali ke surga idee!. alau ji)a mengetahui sesuatu, maka pengetahuan itu memang bersifat ingatan. 0i)a pernah berdiam dalam kebenaran dunia idee! dan karenanya pengetahuan mungkin sebagai mengingat. <ilsafat /lato merupakan synthesa ajaran /armenides dan ajaran @erakleitos dimana dalam dunia idee! segala sesuatu .'.D%, sedangkan dalam dunia yang kelihatan, dunia kita yang tidak sempurna maka segala sesuatu mengalami perubahan. <ilsafat /lato yang lebih bersifat khayal daripada suatu sistem pengetahuan, karena sangat D.>.M * sangat >U.S serta meliputi >ogika, epistemology, antropologi, teologi, etika, politik, ontology, filsafat alam dan estetika. .9%S6#65>5S ,2;3-2!! '8-, guru de 4root .leLander, juga beliau adalah murid /lato. &amun dalam banyak hal, ia tidak setuju dengan /lato. %dee! menurut .ristoteles tidak terletak dalam suatu surga di atas dunia ini, melainkan di dalam benda! itu sendiri. Setiap benda terdiri dari dua unsur yang tak terpisahkan yakni M.659% ,@$>5- dan '5&6U ,M#9<5-. 'entuk! dapat dibandingkan dengan idee! dari /lato. 6etapi pada .ristoteles idee! ini tidak dapat dipikirkan lagi, lepas dari materi. Materi tanpa bentuk, tidak ada. 'entuk!

1;

bertindak di dalam materi. 'entuk! memberi kenyataan kepada materi dan sekaligus merupakan tujuan dari materi. <ilsafat .ristoteles sangat sistematis. Sumbangannya kepada perkembangan ilmu pengetahuan besar sekali. 6ulisan! beliau meliputi bidang logika, etika, politik, metafisika, psikologis dan ilmu alam. (.De&&enisme De 4root .leLander mendirikan kerajaan raksasa * spektakuler dari %ndia 'arat sampai $unani * Mesir. ebudayaan $unani yang membanjiri kerajaan! ini disebut @ellenisme ,dari kata @ellas artinya $unani-. @ellenisme yang masih berlangsung juga selama kerajaan 9oma)i, mempunyai pusat intelektual di tiga kota besar yakni .thena, .leLandria di Mesir, dan .ntiochia di Syria. 6iga aliran filsafat menonjol dalam Faman @ellenisme yakni S6#.%SM5, 5/% U9%SM5 dan &5# />.6#&%SM5. S6#.%SM5, diajarkan a.l. oleh J5&# ,222-!A! '8- dari ition terutama terkenal karena 56% .-nya. 5tika Stoaisme mengajar bah)a manusia menjadi berbahagia kalau ia bertindak sesuai dengan akal budinya. ebahagiaan itu sama dengan keutamaan. alau manusia bertindak secara rasional, kalau ia tidak lagi dikuasai oleh perasaan!nya, maka ia bebas, berkat ketenangan bathin yang oleh Stoaisme disebut ./.6@5%. 5/% U9%SM5 dari 5pikurus ,231-!B( '8-, juga terkenal karena 5tika-nya. 'eliau mengajarkan bah)a manusia harus mencari kesenangan sedapat mungkin. esenangan itu baik, asal selalu sekedarnya. arena kita harus memiliki kesenangan, tetapi kesenangan tidak boleh memiliki kita. Manusia harus bijaksana. %a harus puas dengan menikmati hal! yang kecil * sederhana. Dengan cara ini ia akan mencapai kebebasan bathin. &5# />.6#&%SM5. Seorang filsuf Mesir />#6%&#S ,!(?-!B( M- mengajar suatu filsafat yang sebagian besar berdasarkan ajaran /lato dan yang kelihatan sebagai suatu agama. &eo /latonisme ini mengatakan bah)a seluruh kenyataan merupakan suatu proses 5M.&.S% yang berasal dari dari yang 5sa dan kembali ke yang 5sa, berkat 59#S, kerinduan untuk kembali ke asal %llahi dari segala sesuatu. 9aman PATRI#TI) : #)=LA#TI). /ada akhir Faman kuno dan selama abad /ertengahan, filsafat barat dikuasai oleh pemikiran ristiani. <ilsafat kristiani ini mencapai dua kali periode eemasan yakni Faman /atristik dan Faman skolastik. 0uga sejumlah pemikir %slam * $ahudi berperan besar dalam filsafat abad /ertengahan, terutama dalam periode yang mempersiapkan Skolastik yakni antara sekitar thn :(( dan thn 1!((. ".9aman Patristi'. /etristik ,dari kata >atin patres artinya bapa! 4ereja-, dibagi atas /atristik $unani ,/atristik 6imurdan /atristik latin ,/atristik barat-. 6okoh! dari /atristik $unani a.l. 8lemens dari .leLandria ,1?(-!1?-, (rigenes ,1;?-!?3-, 4regorius dari &aFianFe ,22(-2:(-, 'asilius ,22(-2B:-, 4regorius dari &iFFa ,22?-2:3-, dan Dyonisius .reopagita ,kira! thn ?((-. 6okoh! dari /atristik >atin ialah @illarius ,21?-2AB-, .mbrosius ,22:2:B-, @ieronymus ,23B-3!(-, dan .gustinus ,2?3-32(-. .jaran falsafi-teologis dari 'apa! 4ereja menunjukkan /engaruh />#6%&#S. Mereka berusaha untuk memperlihatkan bah)a iman sesuai dengan pikiran! paling dalam dari manusia. Mereka berhasil membela ajaran kristiani terhadap tuduhan! dari pemikir! kafir. 6ulisan! dari 'apak! 4ereja merupakan suatu sumber yang kaya dan luas yang kini masih tetap memberi inspirasi baru. $.9aman #'o&asti'. Sekitar thn 1((( peranan />#6%&#S diambil alih oleh ajaran .riatoteles dimana ajaran .ristoteles menjadi terkenal kembali melalui beberapa filsuf %slam * $ahudi , "ide+ Sejarah kebudayaan 5ropah-, terutama melalui ."icenna ,%bnu S%&.,:;(-1(2B-, ."erroes ,%bnu 9ushd 7 %bnu 9asyid, 11!A-12(3-, dan maimonides ,112?-12(3-. /engaruh ajaran .ristoteles lama kelamaan begitu besar sehingga ia disebut Sang <%>SU<, sedangkan ."erroes yang terkenal sebagai filsuf yang menafsirkan ajaran .riatoteles disebut S.&4 #M5&6.6#9. /ertemuan pemikiran .riatoteles dengan iman risatiani menghasilkan banyak filsuf penting. Mereka sebagian besar berasal dari kedua (rdo baru yang lahir dalam .bad /ertengahan, yaitu para Dominikan dan <ransiskan. <ilsafat mereka disebut S #>.S6% ,dari kata >atin S8@#>.S6%8US artinya guru-. arena dalam periode ini filsafat diajarkan dalam sekolah! biara dan uni"ersitas! menurut suatu kurikulum yang tetap dan yang bersifat %nternasional. 6okoh! dari Skolastik yang terkenal ialah .lbertus Magnus #./.,1!((-1!;(-, 6homas .Duino #./.,1!!?-1!B3-, 'ona"entura #.<.M.,1!1B-1!B3-, 0ohanes D.Scotus #.<.M.,1!AA-12(;-. 6ema! pokok dari ajaran mereka itu ialah hubungan iman Kakal budi ,fides Duaerens intellectum dan %nellectus Duaerens fidem-, adanya * hakekat 6uhan, antropologi, etika dan politik. .jaran Skolastik dengan sangat bagus diungkapkan dalam puisi Dante .lighieri :1!A?-12!1-. J.M.& M#D59&. ".Renaisance, 0embatan antara .bad /ertengahan dan Jaman Modern ,13((-1A((-, disebut 9enaisance yakni Faman kelahiran kembali. /ada Faman tsb kebudayaan klasik dihidupkan kembali. esusasteraan, seni dan filsafat mencari inspirasi mereka dalam )arisan $unani-9oma)i. <ilsuf! terpenting dari Faman itu ialah Michia"elli ,13A:-1?!B-, 6omas @obbes ,1?;;-1AB:-, 6homas Moore ,13B;-1?2?-, <rancis 'acon ,1?A1-1A!A-. /embaharuan yang terpenting yang kelihatan dalam filsafat 9enaisance ialah .&69#/#S5&69%SM5. /usat pe hatian pemikiran tidak lagi pada #SM#S seperti pada Faman uno atau pada 6uhan seperti abad /ertengahan, melainkan pada manusia. Mulai sekarang, manusialah yang dianggap sebagai titik fokus dari kenyataan. $.9aman Baro' <ilsuf! dari Faman 'arok ialah 9ene Descartes ,1?:A-1A?(-, '.SpinoFa ,1A2!-1ABB-, dan 4.>eibniF ,1A3A-1B1(-. <ilsuf! ini menekankan kemungkinan 9.6%# ,akal budi- manusia. Mereka semua juga ahli dalam bidang matematika, dan mereka semua menyusun suatu sistem filsafat dengan menggunakan metode matematika (.+a8ar Budi 4Auf'&arung.bad ke-1; memperlihatkan perkembangan baru lagi. Setelah 9eformasi, setelah 9enaisance dan setelah 9ationalisme dari Faman 'arok, manusia sekarang dianggap de)asa. /eriode ini dari sejarah barat

1:

disebut J.M.& /5&859.@.& atau <.0.9 'UD% ,dalam bhs %nggris disebut 5nlightenment, dalam bhs 0erman disebut .ufklarung-. <ilsuf! besar dari Faman ini di %nggris berupa 5M/%9% US! seperti 0ohn >ocke ,1A2!-1B(3- 4.'erkeley ,1A;3-1B?2-, Da"id @ume ,1B11-1BBA-. Di /erancis seperti 0.0.9ousseau ,1B1!-1BB;-, dan di 0erman %mmanel ant ,1B!3-1;(3- yang menciptakan suatu S%&65S%S dari rationalisme * empirisme dan yang dianggap sebagai filsuf terpenting dari Faman modern. *.Romanti'. <ilsuf! besar dari Faman ini, lebih! berasal dari 0erman yakni 0.<ichte ,1BA!- 1;13-, <.Schelling ,1BB?1;?3-, dan 4.@egel ,1BB(-1;21-. .liran yng di)akili oleh ketiga filsuf ini disebut %D5.>%SM5, disini dimaksudkan bah)a mereka memprioritaskan ide!, yang berla)anan dengan M.659%.>%SM5 yang mengutamakan dunia Material. 6okoh penting dari para %dealis tsb ialah @egel. 'anyak aliran filsafat dari abad ke-1: dan ke-!( harus dianggap sebagai lanjutan dari filsafat @egel atau justru sebagai reaksi terhadap filsafat @egel. %A#A )INI 4#esudah thn "?115. Dalam abad ke-1B * 1;, sejarah filsafat barat memperlihatkan aliran! yang besar yang mempertahankan diri lama dalam )ilayah! yang luas yakni 9ationalisme, 5mpirisme dan %dealisme. Dibandingkan dengan itu, filsafat barat dalam abad ke-1: * !( kelihatan ter-pecah!. Macam! aliran baru muncul, dan aliran! ini sering terikat pada hanya satu negara atau satu lingkungan bahasa. Diba)ah ini hanya disebut aliran! yang paling berpengaruh yakni /ositi"isme, MarLisme, 5Listensialisme, /ragmatisme, &eokantianisme, &eo 6omisme dan <enomenologi. ".Positi.isme. .liran ini dimulai oleh ..8omte ,1B:;-1;?B-. 'eliau ,sosiologi pertama- mengatakan bah)a pemikiran setiap manusia, pemikiran setiap ilmu dan pemikiran suku bangsa manusia pada umumnya mele)ati tiga tahap yakni+ 6ahap 6eologis, dimana manusia! primitif tenggelam dalam kepercayaan pada de)a! berupa fetisyme, politheisme untuk menerangkan gejala!. 6ahap Metafisika dimulai sejak masa Skolastik dimana perkembangan inteligensi * pengetahuan dipakai untuk menerangkan gejala! yang terjadi..6ahap /ositi"isme ialah tahap dimana ter)ujudnya ilmu yang positif * eksak dari masyarakat manusia dengan memakai metode! positifilmiah. /ositi"isme ,la)an dari khayalan Metafisis- menjadi populer di %nggris pada filsuf! 0.Stuart Mill ,1;(A1;B2-, dan @.Spencer ,1;!(-1:(2-. Dalam abad ke-!(, /ositi"isme diperbaharui dalam &eo-/ositi"isme, suatu aliran yang mempunyai asalnya di Eina. #leh karena itu, filsuf! dari aliran ini disebut anggota! dari >ingkaran Eina. $.%arBisme MarLisme mengajarkan sebagai materialisme dialektis bah)a kenyataan kita akhirnya ahnya terdiri dari materi, yang berkembang melalui suatu proses dialektis ,yakni ritme tesis-antitesis-sintesis-. 6okoh! dari materialisme dialektis ialah arl MarL ,1;1;-1;;2-, <.5ngels ,1;!(-1;:?-. MarLisme lebih daripada suatu sistem falsafah dimana filsafat menurut MarL, hanya memberi interpretasi! dari dunia dan sejarah. $ang dibutuhkan itu bukan interpretasi, melainkan perubahan. <ilsafat harus menjadi praksis, Merumuskan suatu ideologi, suatu strategi untuk mengubah dunia. (.E'sistensia&isme. .liran ini dipersiapkan dalam abad ke-1: oleh S. ierkegaard ,1;12-1;??-, dan <.&ietFche ,1;33-1:((Dalam abad ke-!(, 5ksistensialisme menjadi aliran filsafat yang sangat penting. <ilsuf! paling besar dari 5ksistensialisme dalam abad ini ialah .0aspers ,1;;2-1:A:-, M.@eidegger ,1;;:-1:BA-, 0./.Satre ,1:(?-1:;(-, 4.Marcel ,1;;:-1:B2-, dan M.Morleau /onty ,1:(;-1:A1-. 5ksistensialisme merupakan nama untuk macam! jenis filsafat dimana semua jenis ini mempunyai %&6% yang sama yakni keyakinan bah)a filsafat harus berpangkal pada adanya ,eksistensi- manusia yang konkret, dan tidak pada hakekat ,essensi- manusia pada umumnya. Menurut 5ksistensialisme, Manusia pada umumnya sama sekali tidak ada. $ang ada itu hanya orang ini * itu. 5ssensi seseorang ditentukan selama eksistensinya di dunia ini. &ama 5ksistensialisme ini memang hanya disenangi oleh 0./.Satre sementara filsuf! lain dari aliran ini lebih senang disebut <ilsuf eksistensialis *.+enomeno&ogi. 5ksistensialisme berhubungan erat dengan <enomenologi dimana fenomenologi merupakan suatu metode falsafi daripada suatu ajaran. Metode tsb berasal dari 5.@usserl ,1;?:-1:2;- dan kemudian dikembangkan oleh a.l. M.Scheller ,1;B3-1:!;-, dan M.Merleau-/onty. <enomenologi mengatakan bah)a kita harus memperkenalkan gejala! dengan menggunakan intuisi. enyataan tidak harus didekati dengan argumen!, konsep! dan teori! umum. Setiap benda mempunyai hakekatnya dan hakekat ini berbicara kepada kita kalau kita membuka diri untuknya. ita harus mengabstrakhir dari semua hal yang tidak hakiki. alau segala sesuatu yang tidak hakiki sudah dilepaskan, lalu gejala sendiri yang ingin kita selidiki mulai berbicara, dan bahan ini dimengerti berkat intuisi kita. Metode <enomenologi telah membuktikan manfaatnya untuk epistemology, psikologis, antropologi, studi teologi dan etika. E.Pragmatisme. .liran ini merupakan aliran filsafat yang lahir di US. sekitar thn 1:((.6okoh! pentingnya ialah 8h.S./eirce ,1;2:-1:13-, E.0ames ,1;3!-1:!(-, dan 0.De)ey ,1;?:-1:13-. .liran ini mengajarkan bah)a ide! tidak benar atau salah, melainkan bah)a ide! dijadikan benar oleh suatu tindakan tertentu. Seperti kita mengenal sebatang pohon dari buah!nya, demikian juga kita mengenal suatu 65#9% atau #&S5/ dari konsekuensi!nya. alau semua akibat dari suatu teori itu baik, lalu kita boleh menarik kesimpulan bah)a teori

!(

itu baik, karena teori itu berguna. Menurut /ragmatisme tidak harus ditanyakan+ .pa itu= melainkan .pa gunanya= atau Untuk apa= ;.Neo-)antianisme dan neo Tomisme. Sejumlah aliran filsafat dari periode! lebih dahulu mengalami suatu kelahiran kembali dalam masa sekarang yaitu Skolastik, filsafat kant dan filsafat hegel. $ang terpenting dari filsafat! &5# ini adalah &eo antianisme, dan neo 6omisme. &eo-kantianisme terutama berkembang di 0erman. <ilsafat dalam aliran ini dianggap sebagai epistemology * kritik ilmu pengetahuan. 6okoh! terkenal aliran ini ialah 5.8assirer ,1;B31:3?-, @.9ickert ,1;A2-1:2A-, dan @.Caihinger ,1;?!-1:22-. &eo-tomisme berkembang di dunia atolik di banyak negara di 5ropah dan .merika. .liran ini mula! agak konser"atif, namun berkat dialognya dengan filsafat kant, dengan 5ksistensialisme dan %lmu pengetahuan modern, menjadi suatu aliran yang penting dan berpengaruh. 6okoh!nya a.l. 0.Marechal S0 ,1;B;-1:33-, ..Sertillangers,#/ ,1;A2-1:3;-, Maritain ,1;;!-1:B2-. >. A&iran$ Pa&ing Baru. /ada masa kini ada dua aliran filsafat yang mempunyai peranan besar, tapi belum dapat dianggap sebagai aliran yang membuat sejarah, karena mereka masih terlalu baru. edua aliran ini adalah filsafat .&.>%6% dan S69U 6U9.>%SM5. <ilsafat .nalitik merupakan aliran terpenting di %nggris * .S sejak sekitar thn 1:?(. <ilsafat .&.>%6% yang juga disebut .nalitic philosophy dan >ingustic /hilosophy menyibukkan diri dengan analisis '.@.S. * analisis #&S5/!. .nalisis ini dianggap sebagai 659./%. Menurut filsuf! .nalitik banyak soal falsafi ,dan juga soal teologi * ilmiah- dapat sembuh kalau digunakan analisis bahasa, bisa ditunjukan bah)a soal! ini hanya diciptakan oleh pemakaian yang tidak sehat dari bahasa. <ilsafat analitik sangat dipengaruhi oleh >.Eittgenstein ,1;;:-1:?!-. Strukturalisme berkembang di /erancis, lebih! sejak tahun 1:A(. Strukturalisme merupakan suatu sekolah dalam filsafat, linguistik, psikiatri, fenomenologi dan psikologis. Strukturalisme menyelidiki patterns ,pola! dasar yang tetap- dalam bahasa!, agama!, sistem! ekonomi * politik, dan dalam karya! kesusasteraan. 6okoh! terkenal a.l. 8l.>e"i Strauss, 0.>acan dan M.<ocault. 0. PER)E%BANGAN TE=L=GI. ".Teo&ogi #ebagai I&mu. @ubungan dengan iman, yang konkret, dengan sendirinya menimbulkan pertanyaan mengenai sifat i&miah teologi. @al ini terjadi sangat jelas dalam pertanyaan M.4.6J5M5%59. %lmu-iman,bukan ilmuSS .dapun dasar untuk pertanyaan ini ialah fakta bah)a iman bukan hanya obyek refleksi teologis, tetapi juga dasarnya. 6%6% 6#>. 6eologi ialah %M.& . .& S.'D. .>>.@, entah sebagaimana dirumuskan dalam itab Suci, entah sejauh disampaikan oleh gereja. 6etapi .llah dan sabda .llah bukanlah obyek yang dapat dibuktikan dengan ratio. %tulah sebabnya bah)a menurut 4atFemeier, teologi yang memandang diri sebagai ilmu-iman sebenarnya suatu kontradiksi. $ang mungkin hanya refleksi atas pandangan, pendapat, dan perhatian yang ada di ba)ah ungkapan! iman. 0adi bukan pembicaraan mengenai .>>.@, melainkan refleksi atas alasan! yang membuat orang berbicara mengenai .llah. 6eologi menjadi suatu teori sistematis tentang pengandaian * perhatian dasariah dari manusia beriman. Disamping itu teologi juga dipandang sebagai semacam teori bahasa * cara berbicara dalam agama, khususnya suatu teori tentang kemungkinan pemakaian kata .llah. 0uga sekaligus sebagai suatu teori 9%6%S mengenai apa yang biasanya disebut 6eologi dan pengangkapan iman. hususnya yang terakhir ini adalah tugas teologi ristiani menurut 4atFemeier yakni menjalankan refleksi ilmiah atas rumusan * ungkapan iman tradisi ristiani. /endek kata, teologi adalah suatu refleksi atas diri manusia, khususnya atas kemungkinan! imannya untuk berbicara mengenai .llah * agama. $.Teo&ogi diantara I&mu$, Dengan penjelasan di atas belum ditentukan tempat teologi di antara ilmu! lain. $ang jelas ialah bah)a teologi sebagai ilmu merefleksikan manusia dalam hidupnya di dunia ini, artinya+ dalam komunikasi dengan manusia! lain. Menurut /5U 596 segala ilmu pengetahuan mengandaikan suatu teori mengenai subyek pengetahuan, mengenai masyarakat sebagai dunia subyek itu dan mengenai sejarah sebagai dasat dan titik pangkal masyarakat. Dan jika diakui bah)a ilmu selalu terarahkan kepada manusia dalam hubungannya dengan masyarakat, maka sudah diandaikan suatu pengakuan dari manusia! lain sebagai partner komunikasi yang setingkat. /5U 596 mengembangkan pandangan ini menurut pandangan! sosiologis dan akhirnya menyimpulkan bah)a ilmu pengetahuan selalu mengandaikan suatu masyarakat yang adil, teratur, dimana manusia dapat berkomunikasi dengan bebas. Dan disini mulai kelihatan tempat 6eologi. Sebab suatu masyarakat yang adil adalah cita! belaka. .tau setidaknya perlu banyak pengorbanan, sehingga /eukert berani berkata bah)a+ ebahagiaan orang hidup adalah rampasan dari mereka yang telah meninggal. %lmu pengetahuan mengandaikan masyarakat yang memungkinkan ilmu itu, dan untuk itu perlu banyak korban. Untuk itu perlu banyak orang yang mati tak bersalah. .pakah kematian mereka sebagai mati konyol= .taukah mempunyai arti= Sampai di sini ilmu pengetahuan tidak mempunyai ja)aban lagi. Menurut /eukert, ja)aban datang dari 05SUS dari &aFareth yang mati untuk orang lain dan yang memperlihatkan dalam kebangkitan&$. bah)a kematian itu mempunyai arti. Dengan kata lain, refleksi atau tuntutan ilmu! pengetahuan sendiri akhirnya memba)a kepada permasalahan di mana manusia harus menerima ja)aban dalam %M.&. Serupa dengan itu adalah pandangan S8@.5<<>59. %a pun berpangkal dari fakta bah)a ilmu! pengetahuan sendiri telah meninggalkan cita! mengenai kedaulatan penuh dari subyek pengetahuan. Manusia yang berilmu hanya berarti sejauh membantunya untuk hidup dalam masyarakat itu. 6api kenyataan ini oleh Schaeffler tidak dikembangkan menurut ilmu! sosial, melainkan menurut tuntutan ilmu '.@.S.. Ditegaskan bah)a hubungan antara 65#9% * /9. S%S bagi 6eologi buka sesuatu yang diambil dari luar, artinya dari ilmu! pengetahuan lain, melainkan merupakan %&6% 6eologi itu sendiri. Sebab sabda kepercayaan selalu tertuju kepada per)ujudan praktis dalam hidup. Secara @. % %, iman * teologi ditentukan oleh relasi antara perbuatan dan sabda.

!1

@ubungan itu tidak merupakan suatu bagian khusus dari teologi, melainkan mendasari segala bidang kegiatan teologis.. 6etapi teologi tidak hanya serupa dengan ilmu! pengetahuan lain, sebab hubungan antara teori * praksis itu mempunyai arti yang khas. %lmu! bahasa menekankan bah)a pembicaraan ditentukan oleh situasi dan struktur masyarakat. 6eologi tidak menyangkal hal itu, tetapi menekankan bah)a yang paling asasi adalah panggilan pribadi. Manusia memang berbicara menurut ketetapan bahasa. 6etapi yang melibatkannya dalam pembicaraan adalah hubungan pribadi. Manusia tidak berdiri secara anonim dalam masyarakat, tetapi mempunyai &.M.. 'ahasa tidak menjadi jelas hanya dengan menerangkan intuisi! yang menentukan pemakaiannya, melainkan karena pembentukan pribadi! yang memakainya. 'erbicara tidak berarti melaporkan, melainkan bertindak dengan kata. 0ustru dalam aspek sebutan nama teologi mempunyai tempatnya. Manusia menjadi pribadi yang unik oleh karena panggilan 6uhan. (.Per'embangan Teo&ogi dari masa 'e masa. /erkembangan teologi, lain dengan perkembangan filsafat dan ilmu! pengetahuan lainnya. 0ika filsafat mempunyai begitu banyak aliran, tidaklah demikian dengan teologi. /eriode perkembangannya dapat dikatakan mengikuti periodisasi sejarah Umum 5ropah. arena perkembangan teologi 4ereja tidak lepas dari perkembangan Famannya. Dalam bagian ini tidak dibicarakan semua aliran * perkembangan teologi yang pernah * masih ada, tapi hanya benang merah saja yang akan ditunjukan. Sejarah 6eologi secara sederhana dapat disamakan dengan sejarah Dogma 4ereja. &amun harus diingat pula bah)a sejarah 6eologi merupakan bagian dari sejarah 4ereja sehingga periodisasi sejarah 6eologi tidak lepas dari periodisasi sejarah 4ereja. a.0i 9aman gere8a %uda+ pada abad pertama dan kedua belum ada sekolah 6eologi dalam arti sempit. 6eologi pada Faman A/osto&i' ,Faman penggantiRmurid 0esus ristus- dikembangkan oleh tokoh! perseorangan dalam perspektif itab Suci, seperti /aulus, 0ohanes. 'aru pada akhir abad ke-dua di .leLandria didirikan sekolah itab Suci ,thn 1;(- yang akan berkembang sebagai sekolah 6eologi, dengan tokoh!nya seperti #9%45&5S, >5M5&S, dalam suasana filsafat &eo-/latonisme. @ampir bersamaan di .ntiokhia ,Syria- juga didirikan sekolah 6eologi yang sering berselisih dengan aliran %skandariah. /erpedaan /59S/5 6%< antara sekolah %skandariah dan sekolah .ntiokhia terutama mengenai 9%S6#>#4%. .ntiokhia terutama memperhatikan bah)a dalam diri 0esus ada DU. #D9.6 yakni 5.>>.@.& dan 5M.&US%..& yang tetap terbedakan. Sebaliknya sekolah %skandariah menekankan kesatuan 0esus ristus. Masing! dengan tokohnya 8$9%>>US di %skandariah dan &5S6#9%US di .ntiokhia. b. 9aman Patristi' 4Ba/a$ Gere8a5. Jaman ini mulai sejak para pengganti 9asul tidak ada lagi, kira! a)al abad ke-2. /ada Faman inilah 6eologi .>>.@ 69%6U&44.> dan ristus diperdebatkan dan dirumuskan dalam berbagai onsili sejak di &isea ,thn 2!?-, onstantinopel % ,thn 2;1-, 5fesus ,thn 321-, halsedon ,thn 3?1-, onstantinopel %% ,thn ??2-, dan onstantinopel %%% ,thn A;(-, yang terjadi pada masa .bad /ertengahan. /ertentangan terutama terjadi antara sekolah %skandariah dan .ntiokhia. Dalam Faman /atristik sudah beberapa tema diperdalam dengan lebih tepat, misalnya teologi 69%&%6.S * 9%S6#>#4%, Mariologi, dll. .jaran /atristis ini bertahan dalam iman gereja sampai sekarang ini tanpa menjadi masalah besar lagiG bidaah yang disebarkan ke dalamumat seperti pada )aktu /atristik sudah tidak ada lagi. adang! terdapat kesesatan! yang berbahaya. ebanyakan kesesatan itu sebagai suatu konsekuensi dari konsepsi filsafat. 6erhadap pendapat! itu gereja mempertahankan dogma yang lama. .liran kuat pada Faman ini adalah teologi St .gustinus, Uskup @ippo di .frika Utara. .jaran 4ereja yang berasal dari Faman /atristik diteruskan ke Faman /ertengahan melalui+ a. eputusan onsili! ,sidang para Uskup yang dipimpinRdirestui /aus- yang kemudian dipelajari oleh para 6eolog .bad /ertengahanG b-Melalui karangan! para /ujangga 4ereja, khususnya .ugustinus ,4ereja 'arat, kini gereja 9oma atolik- dan $ohanes dari Damaskus ,gereja 6imur, kini gereja (rthodoL-, dan juga pujangga! lainnya seperti .thanasius, 'asilius dll. 'eberapa /engantar yang terpenting+ a-Sententiae /etri >ombardi ialah kumpulan kalimat /atristik karangan /etrus >ombardus yang dipakai pada .bad /ertengahan sebagai buku sekolah yang harus dipelajari dan ditafsirkan para mahasis)a. b-.jaran resmi onsili! diikhtiarkan dalam suatu 95D# yang menjadi terkenal dengan nama S$M'#>UM OU%8UMOU5. Symbolum ini mulai dengan kata OuicumDue atau .thanasianus, meskipun sebenarnya pengarangnya seorang 'arat yang tidak diketahui namanya. c- pada akhir Faman /atristik juga Symbolum Synodi 6oletani P% dapat dianggap sebagai suatu ikhtisar yang baik dan terkenal dari ajaran resmi. redo ini berisi ajaran /atristik lengkap dengan kata! yang artinya ditentukan secara cermat. c.Abad Pertengahan 4abad 'e-> @ "E5. /ada masa ini sering muncul tokoh! yang ajarannya tidak cocok dengan ajaran 4ereja. Maka 4ereja mempertahankan dogma ,ajaran resmi 4ereja tentang %man-, dan menentukan lagi dengan lebih tepat. 6okoh! yang muncul dan ditentang 4ereja seperti 9oscellinus ,abad 11-1!-, yang juga dila)an St /orretanus ,abad ke1!- yang ajarannya tentang 69%&%6.S menyimpang, maka ditolak onsili 9eims ,thn.113;-, 0oachim ,abad ke1!- yang ajarannya mirip dengan /orretanus, maka onsili >ateran %C ,thn 1!1?- menolaknya. /ada bagian kedua .bad /ertengahan ini muncul aliran 6eologi yang amat besar pengikutnya yakni St 6homas .Duinas yang terkenal dengan Summa 6heologiae, yang terdiri dari tiga bagian merupakan puncak keemasan 6eologi dari .bad /ertengahan. /engaruhnya menembus sampai Faman Catikan %. Di samping 6homas, pada Famannya juga tampil tokoh besar lainnya yakni St 'ona"entura, namun aliran 6homisme mendominir teologi 4ereja atolik selama beberapa abad, yang kemudian dikenal dengan 6eologi 6radisional ,oleh Faman modern iniSS-. .liran ini bahkan tetap bertahan ketika >uther * 8al"in melancarkan 9eformasi pada thn 1?1B dan 1?23 di 0erman dan /erancis, S)iss dan akhirnya seluruh 5ropah. Meskipun 4ereja atolik dapat mempertahankan ajaranya namun 4ereja sejak 9eformasi terpecah menjadi 4ereja atolik sebagai %&DU nya disusul oleh >utheran, 8al"inis dan .nglikan di %nggris thn 1?2!, maka mulai ada /59'5D..&

!!

6eologi diantara mereka. >utheran dan 8al"inis yang kemudian lebih dikenal dengan nama /rotestan mengembangkan teologinya sendiri yang tidak selalu sama dengan 6eologi atolik. 4ereja atolik yang lebih S5&69.>%S6%S memang lebih mudah mempertahankan 5S.6U.& ajaran 6eologinya daripada /rotestan yang lebih D5S5&69.>%S6%S. /aham %AGI#TERI-% ,kuasa 4ereja untuk mengajar dalam hal iman- amat kuat di lingkungan 4ereja atolik, lain halnya dengan /rotestan. @al ini mempengaruhi oerkembangan 6eologi di mana dalam lingkungan 4ereja atolik berkembang Teo&ogi Dierar'is! ,karena harus disetujui /usatsebaliknya dalam lingkungan /rotestan berkembang Teo&ogi Ra'2at! ,karena masing! orang bebas mengembangkannya sendiri-. d.9aman %odern Dengan munculnya 9eformasi abad ke 1A, 4ereja atolik dalam hal 6eologi semakin tegas * jelas rumusannya, sebab dengan onsili 695&65 ,1?3?-1?A2- ajaran 4ereja digariskan secara jelas * tegas sebagai reaksi terhadap kekaburan 6eologi hingga masa 9eformasi. /andangan 6eologis dari 6rente ini terus bertahan dan banyak yang diulang dalam onsili Catikan %. .bad ke-1;-1: memang secara umum mengulang 6eologi yang sudah ada. Memang dengan majunya filsafat para 6eolog atolik seperti 4unther ,abad ke-1:- mengikuti perspektif @egel, tetapi yang mulai mengadakan pembedaan macam 6eologi adalah +riedrich #ch&eiermacher ,1BA;-1;23-. Dia membedakan teologi @istoris, Sistematis * /raktis. 6eologi @istoris meletakkan dasar bagi teologi Sistematis, sedangkan teologi /raktis menerapkan hasil refleksi itu pada kebutuhan 4ereja. Dengan demikian teologi /raktis dilihat sebagai pedoman untuk karya pastoral praktis, kendati sungguh dipandang sebagai bagian integral dari teologi. onsili Catikan % ,1;A:- yang a.l. menghasilkan IN+ALLIBILITA# /aus ,/aus tak dapat sesat dalam mengajarkan iman * kesusilaan- dan dogma! baru diperbaharui kembali dalam onsili Catikan %% ,1:A1-1:A3-. 'aru sejak onsili "atikan %% itulah dilihat bah)a pembangunan gereja sebagai tanggung ja)ab dan kompetensi seluruh anggota 4ereja, maka 4ereja menyadari menghadapi proses S5 U>.9%S.S% dunia, maka 4ereja tidak hanya menaruh perhatian pada pembangunan hidup rohani, tapi juga kehidupan di dunia ini. 4ereja menjadi pembela eadilan, kebenaran * pembela kaum miskin. /ada masa modern ini muncul 6eolog! besar atolik seperti arl 9ahner S0, 8ongar, SchillebeecL, hans ung, /aul 6illich, dan dari kaum /rotestan muncul tokohnya seperti 'ultmann, arl 'arth dll. Dengan menyebut beberapa tokoh 6eologi Modern di atas kiranya cukup memberi gambaran singkat tentang perkembangan 6eologi. '.' %%% 659/%S.@&$. %>MU-%>MU D.& 65M/.6 S5&69.> '.4% '.@.S., >#4% ., D.& M.65M.6% .. Setelah kita lihat secara singkat perkembangan ilmu pengetahuan ,pada umumnya- dari )aktu ke )aktu, kini kita akan melihat pembagian dan perkembangan secara singkat tiap! ilmu, sehingga terpisah dari induknya semula yakni filsafat. Di dunia 'arat, filsafat pada mulanya lahir sebagai reaksi terhadap mithos. /ada )aktu itu filsafat menja)ab semua persoalan, karena persoalan yang ada belum kompleks seperti sekarang ini. <ilsafat menja)ab soal! yang bersangkutan dengan manusia, masyarakat, negara, ekonomi dll. Sehingga tidak mengherankan bila pada mulanya filsafat merupakan satu!nya ilmu pengetahuan dan darinya kemudian timbul pelbagai cabang ilmu pengetahuan. /58.@&$. ilmu! dari induknya itu terjadi karena persoalan yang dihadapi manusia semakin kompleks sehingga filsafat tidak lagi mampu menja)ab segalanya secara memuaskan. Maka timbul ilmu! pengetahuan sebagai cabang dari filsafat yang kemudian berdiri sendiri. Sedemikian kompleksnya sehingga antara satu disiplin dengan disiplin lain tidak saling mengenal, apalagi dengan induknya. &amun demikian ilmu pengetahuan yang makin terspesialisasi tsb jika terus memperdalam dirinya akhirnya sampai pada filsafat lagi. (leh karena itu de)asa ini, filsafat masih berfungsi sebagai disiplin yang menghubungkan antara disiplin yang satu dengan yang lain. Mereka dapat saling berjumpa dalam bahasa filsafat. Dengan filsafat diharapkan kita dapat menyelidiki * mengambil kesimpulan secara U6U@ * M5&D.>.M. Sebelum melangkah lebih lanjut perlu dilihat perbedaan metode! ilmu pengetahuan dan perbedaan ilmu pengetahuan, filsafat, dan teologi. Seperti dipaparkan di depan bah)a ilmu pengetahuan adalah pengetahuan metodis, sistematis dan koheren ,bertalian- tentang suatu bidang tertentu dari kenyataan. Sedang filsafat ,salah satu rumusan saja- adalah pengetahuan metodis, sistematis dan koheren tentang seluruh kenyataan. Dan filsafat mencari keterangan serta ja)aban atas persoalan! sampai se-dalam!nya. arena itu baik filsafat maupun lmu pengetahuan dicapai manusia dengan mengandalkan kemampuan rasionya. /59'5D..& /# # antara keduanya lebih pada >U.S-S5M/%6&$. #'$5 <#9M.> * M.659%.>&$. serta 5D.>.M.& D.>.M M5&8.9% 505>.S.&. %ni lain dengan teologi yang merupakan /5&456.@U.& tentang hubungan manusia .llahnya berlandaskan pada Eahyu .llah. Dalam 6eologi ,lain dengan filsafat etuhananlandasan utamanya adalah E.@$U dan 'U .& pada kemampuan rasio manusia. 0adi berbeda dengan filsafat dan ilmu pengetahuan. A.%ET=0E$ I&mu Pengetahuan. Metode amat penting dalam pengembangan suatu ilmu pengetahuan, bahkan sudah kita lihat di depan bah)a salah satu ciri khas ilmu pengetahuan adalah M56#D5. %ni berarti 8.9. ,Metode- mencapai pengetahuan amat menentukan berhasil-tidaknya usaha tsb. #leh karena itu di bagian ini akan dilihat beberapa metode ilmu pengetahuan yang laFim dipakai. /ada dasarnya hanya ada dua metode utama dalam ilmu pengetahuan yakni cara kerja AP=#TERI=RI ilmu! empiris yang sering diberi nama %&DU S% ,cara kerja induktif-, dan cara kerja APRI=RI i&mu! pasti yang biasa diberi nama D5DU S% ,cara kerja deduktif-. Dalam >ogika, D5DU S% diberi batasan sebagai penalaran dengan kesimpulan yang )ilayahnya lebih sempit daripada

!2

)ilayah premise-nya, sedangkan %&DU S% ialah penalaran dengan kesimpulan yang )ilayahnya lebih luas daripada )ilayah premise-nya. ".%etode 0E0-)TI+. etika bangsa $unani tampil sebagai pemuka ilmu pengetahuan, khususnya /lato dan .ritoteles, maka S$>#4%SM5 menjadi dasar bagi penjabaran secara deduktif pengalaman! manusia. Dengan cara itu bangsa $unani dapat dianggap sebagai /59%&6%S dalam mendekati perkembangan ilmu pengetahuan secara sistematis. Metode D5DU 6%< adalah satu!nya metode yang efektif dalam cara berpikir secara sistematis dalam Faman $unani-9oma)i sampai pada masa 4alileo dan renaissance. 8ara berpikir Deduktif ini mencapai puncaknya pada .bad /ertengahan dimana manusia berpikir se-akan! seperti 4$M&.S6% M5&6.> tanpa hubungan sama sekali dengan pengamatan * pengalaman alam nyata. $.%etode IN0-)TI+. .)al abad ke-1B <rancis 'acon, memimpin suatu pemberontakan terhadap cara berpikir Deduktif. %a berpendapat bah)a terdapat tendensi diantara para ahli filsafat untuk mula! setuju pada suatu kesimpulan dan baru dari sana dimulai usaha untuk mengumpulkan berbagai fakta yang mendukung kesimpulan tsb. @al yang serupa dilakukan orang dalam berdebat dimana dikemukakan argumentasi yang meyakinkan dalam rangka menyongsong suatu pendapat sehingga se-akan! hal yang utama jauh lebih penting daripada menemukan kebenaran itu sendiri. 'acon merasa yakin bah)a logika tidaklah cukup untuk menemukan kebenaran, karena menurut dia kepelikan alam jauh lebih besar daripada kepelikan argumenG dimana dalam hal ini logika dimulai dengan suatu anggapan yang sudah jadi, yang menyebabkan terjadinya suatu kesimpulan yang menyimpang dari keadaan yang sebenarnya. Sumbangan 'acon pada ilmu pengetahuan adalah sebagai /59%&6%S yang menembus kubu pemikiran Deduktif yang penggunaannya secara berlebihan, menyebabkan dunia keilmuan mengalami kemacetan. 'acon, Dar)in, 4alileo, dll tidaklah menolak logika, namun mereka menggunakan logika sebagai @%/#65S%S dan bukan sebagai bukti atas kebenaran dimana mereka berpegang pada bukti! empiris sebagai batu uji kebenaran. (.Pende'atan IN0-)TI+-0E0-)TI+ %odern. Metode %nduktif dari 'acon kemudian digantikan oleh metode %nduktif-deduktif ,8harles Dar)in dipandang sebagai pelopornya- yang menggabungkan metode Deduktif dengan metode %nduktif. Metode gabungan ini merupakan kegiatan beranting antara %nduski dan Deduksi. Mula! seorang penyelidik menggunakan metode %nduksi dalam menghubungkan antara pengamatan dengan hipotesis. emudian secara Deduktif, hipoteisis ini dihubungkan dengan pengetahuan yang ada untuk melihat kecocokan dan implikasinya. Setelah le)at berbagai perubahan yang dirasa perlu maka hipotesis ini diuji melalui serangkaian data yang dikumpulkan untuk mengetahui syah tidaknya hipotesis tsb secara empiris. /endekatan ini merupakan esensi dari metode keilmuan modern dan menandai kemajuan terakhir manusia dalam menjabarkan ilmu yang bersifat empiris. Dalam perjalanan ke arah ini manusia telah mengembangkan cerita! rakyat, dogma dan tradisi, pengamatan yang tidak sistematis, dan akhirnya sampai pada pengamatan yang sistematis. Meskipun pada dasarnya proses metode keilmuan ini merupakan kegiaan beranting antara %nduksi dan Deduksi. &amun secara sederhana biasanya seseorang secara %nduktif langsung mengembangkan hipotesis dari pengalaman dan hipotesis inikemudian dikaji lebih lanjut secara terperinci untuk mengetahui aspek!nya yang dapat diuji. Seorang ilmu)an modern tidaklah se-mata! menggantungkan diri Tada metode %nduksi, namun juga mempergunakan secara Deduktif pengetahuan yang telah ada dalam mengkaji hipotesis. %a mempergunakan fakta * teori selaku alat yang memperkuat satu sama lain untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas masalah yang dihadapinya. /endekatan yang bersifat ganda ini perlu, sebab meskipun seorang ilmu)an ingin suatu kesimpulan yang bersifat umum, namun dalam penyelidikannya ia tidak mungkin mengamati secara keseluruhan. @al ini mengharuskan dia untuk mengamati hanya jumlah terbatas. Dari sini dia mengambil kesimpulan yang bersifat umum. B.PE%BAGIAN I&mu Pengetahuan 4#cience5. Sebelum pembagian cabang! ilmu pengetahuan yang kita lihat, perlulah dilihat apa yang menjadi dasar mengadakan pembedaan ilmu pengetahuan yang satu dari yang lain. .da beberapa prinsip pembedaan yaitu perbedaan dalam hal #'$5 , 6U0U.& * M56#D5. /embedaan ini tidak dapat diterapkan secara mutlak sebab kadang kala beberapa disiplin mempunyai tujuan yang sama tetapi obyek * metodenya berbeda. /erbedaan #'$5 . Setiap ilmu pengetahuan mempunyai obyek material maupun obyek formal sendiri!. #byek Material memang dapat sama yakni materi yang akan digumuli, dibicarakan, tetapi obyek formalnya yaitu cara pendekatan pada obyek material oleh sutu ilmu pengetahuan selalu berbeda satu dengan yang lain. .tas dasar #'$5 <#9M.> itulah suatu ilmu pengetahuan dapat dibedakan dari ilmu pengetahuan yang lain. /erbedaan 6U0U.&. Sejumlah ilmu pengetahuan pada dirinya sendiri tidak punya tujuan lebih lanjut kecuali mencari kebenaran pengetahuanG dipihak lain ada sejumlah ilmu yang mempunyai tujuan lebih lanjut, lebih dari sekedar tahu kebenaran. 0enis pertama sering disebut ilmu pengetahuan teoritis atau murni ,/ure science- atau sering juga disebut ilmu pengetahuan S/5 U>.6%<. Sedangkan jenis yang kedua disebut ilmu pengetahuan praktis ,praLis science-. Sebagai contoh, metafisika merupakan ilmu pengetahuan yang berbicara tentang adanya sesuatu, tetapi ilmu kedokteran berbicara, bagaimana menjaga kesehatan tubuh. /erbedaan M56#D5. %lmu! pengetahuan dapat juga dibedakan atas dasar perbedaan metode yang digunakannya. 6entang macam! metode sudah kita lihat di depan. Sebagai contoh 6eologi+ akan memecahkan masalah! yang dihadapi dan menarik kesimpulan! berdasarkan kebenaran )ahyu 6uhan. riteria tertinggi menurut 6eologi adaah dapat-tidaknya dibenarkan atas dasar (toritas Eahyu 6uhan. 6idak ada ilmu pengetahuan lain yang menggantungkan diri pada )ahyu sebagai alat pengukur benar-tidaknya pengetahuan kecuali 6eologi. .tas dasar perbedaan! diatas itu sejumlah ahli 'arat mencoba mengadakan pembagian ilmu pengetahuan sesuai dengan perkembangan Famannya. Di antara tokoh! itu adalah .ristoteles, 'oethius, 6homas .Duinas, <rancis 'acon, 8hristian Eolff, .ugust 8omte ,kaum /ositi"is-, dan Mercier. 6okoh! itu diurutkan

!3

secara kronologis dalam pembahasan supaya lebih mudah melihat e"olusi pembagian ilmu pengetahuan. &amun yang diambil hanya beberapanya saja. A.ARI#T=TELE# 4(?*-($$ BC5. %a membagi ilmu pengetahuan menjadi tiga kelompok besar yang meliputi+ 1.%lmu /engetahuan 65#956%S yakni pengetahuan yang hanya mempunyai tujuan demi pengetahuan itu sendiri Dalam kelompok ini masih dibagi lagi menjadi+ a-.<isikaG yang mempunyai obyek yang tak terpisahkan tetapi tidak diam, b-.Matematika+ yang mempunyai (byek Diam tetapi tidak terpisahkan c-.6eologiG Metafisika atau <ilsafat yang obyeknya terpisahkan dan diam. !.%lmu /engetahuan /9. 6%S, yakni pengetahuan yang bertujuan demi tingkah laku 2.%lmu /engetahuan /9#DU 6%<, yakni pengetahuan yang bertujuan demi kegunaan, keindahan, atau kebenda an. Disamping ketiga kelompok tsb, .ristoteles masih menyebut >#4% . yang menurut beliau termasuk ilmu pengetahuan, tapi diperlukan sebagai pemahaman atau prasyarat bagi pendalaman ilmu! pengetahuan yang lain. Dengan kata lain, seseorang harus belajar >ogika lebih dahulu sebelum mempelajari ilmu! pengetahuan yang lain. B. B=ETDI-# 4*?1-E*$5+ 'eliau membagi ilmu pengetahuan menjadi dua macam saja yakni+ 1.%lmu pengetahuan 65#956%S yakni pengetahuan demi dirinya sendiri. $ang dimaksudkan disini adalah+ a.%/. b.Matematika c.6eologi. !.%lmu /engetahuan /9. 6%S yakni pengetahuan yang mendorong akti"itas. 'eliau membedakan adanya tiga macam ilmu pengetahuan dalam kelompok teoritis atas dasar perbedaan (byek nya, sejauh mana obyeknya tergantung padaRdari materinya. C. #t.TD=%A# AF-INA# 4"$$E-"$>*5, 'eliau dalam komentarnya terhadap buku '#56@%US berjudul De 6rinitate, menjelaskan bah)a ilmu pengetahuan praktis adalah ilmu pengetahuan yang obyek * tujuannya operasional, sementara ilmu pengetahuan Spekulatif merupakan ilmu pengetahuan yang obyeknya tidak (perasional dan tujuannya adalah pengetahuan itu sendiri. (byek ilmu pengetahuan Spekulatif itu dapat di-duga! ,dispekulasikan- sejauh itu menyangkut yang tidak maeterial, bila obyeknya berupa materi maka itu obyek ilmu fisika atau obyek %/.. 0adi materinya diketahui .D.&$. maupun ./.&$.. Sedangkan matematika tergantung pada adanya bahan tetapi yang tidak diketahuiG lain lagi Metafisika yang mempunyai adanya atau tidak adanya (byek serta tidak diketahui. 6okoh dari Faman Scholastik ini mengelompokan ilmu pengetahuan secara lebih teliti, tetapi juga cukup berbelit. Menurut dia ilmu pengetahuan dapat digolongkan menjadi tiga golongan besar yakni+ %.>ogika, merupakan ilmu yang mengantar kepada ilmu! yang lain, maka harus dikuasai seseorang sebelum mulai mempelajari sesuatu ilmu. /ikiran harus dilatih terlebih dahulu, berpikir logis, rasional. %%.%lmu /engetahuan Spekulatif+ 1.%lmu Murni+ 1.1.%/. mencakup a.Umum yakni <isika seperti terjadinya alam semesta, meteorologi, b.'eberapa /emabahasan husus+ seperti roh, rasa dan perasaan 1.!.Matematika+ meliputi .ritmatik, 4eometri 1.2.Metafisika+ a.l. 6eologi. !.8ampuran+ meliputi astronomi, perspektif, musik dll. %%%.%lmu /engetahuan /raktis+ 2.1.6entang egiatan Manusis)i+ meliputi+ 5tika, 5konomi, /olitik dll. 2.!.6entang kebendaan yakni Seni. 0.CDRI#TIAN G=L++ 4";>H-">E*5. 'eliau seorang rasionalis tetapi tidak memberi alasan banyak mengenai pembagian ilmu pengetahuan. Salah satu kriteria yang ia pakai ialah Metode yang digunakan oleh tiap! ilmu pengetahuan itu sendiri, apakah itu 5M/%9%S ,%&DU 6%<- atau 65#956%S ,D5DU 6%<-. Disamping itu ia masih memandang bah)a filsafat merupakan induk dari ilmu pengetahuan. .tas dasar alasan! itu, ia menggolongkan ilmu pengetahuan sbb+ %.%lmu /engetahuan 5piris terdiri dari+ a.6entang .lam semesta+ seperti kosmologi empiris b.6entang 0i)a Manusia seperti /sikologi 5mpiris. %!.Matematika, terdiri atas+ a.Murni+ seperti aritmatik, geometri, aljabar b.8ampuran seperti+ mekanika 2.<ilsafat meliputi+ a.Spekulatif Metafisika+ a.Umum+ (ntologi b.$ang husus+ /sikologi 9asional dan 6eologi ,%lmu ke-.llah-anb./raktis+ -.tentang %ntelek + >ogika -.tentang ehendak+ etika, ekonomi, politik -.tentang pekerjaan >ahiriah+ teknologi. C.T-%B-DN6A PERG-R-AN TINGGI 0I ER=PAD ".-ni.ersitas--ni.ersitas. ebangkitan dalam bidang ilmu pengetahuan ditandai oleh beberapa #>5S5, biara! tempat ilmu pengetahuan diajarkan oleh para biara)an atolik. Sebenarnya sudah sejak abad ke-: di-mana! di 5ropah 'arat didirikan sekolah! oleh para biara)an. Dalam paruh abad ke-1! sekolah! di /aris jauh melampaui semua sekolah lain. Sekitar thn 1!(( semua sekolah di paris memutuskan untuk ber-sama! membentuk Uni"ersitas Magistrorum et Scholarium , eseluruhan yang meliputi guru! * mahasis)a!-. eputusan ini berarti berdirinya Uni"ersitas pertama. Mula! uni"ersitas tidak lain daripada semacam cara kerja sama antara sekolah! yang sudah ada. 6idak lama sesudah pendirian uni"ersitas /aris, ditegakkan uni"ersitas! lain juga oleh para biara)an, misalnya di (Lford, 'olougne, 8ambridge, /adua, dan banyak kota lain. Dalam abad /ertengahan uni"ersitas umumnya terdiri dari empat <akultas yakni kedokteran, hukum, sastra dan teologi. arya! filsafat yang diterbit kan hampir semua mempunyai hubungan dengan pengajaran di uni"ersitas, berupa bahan kuliah atau diskusi.

!?

$.Cara %enga8ar. 8ara mengajar yang sudah mulai dipergunakan dalam rangka studi teologi ternyata dipergunakan untuk pengajaran pada ilmu! pengetahuan yang kemudian timbul dalam uni"ersitas. 8ara mengajar itu terdiri atas >586%# yang diadakan oleh guru sebagai >586#9, sambil mengemukakan catatan!, ulasan! dan tafsiran!. Dalam rangka pembacaan itu sering timbul masalah!, peristilahan! yang sulit, maka guru memberikan penjelasan yang lebih luas. Segala penjelasan itu diterbitkan sebagai buku pegangan. /ada gilirannya buku pegangan itu diuraikan oleh >ektor! Muda. 8ara di atas mengalami perkembangan sebab pada abad ke-12 tidak hanya >586%# ,hanya guru yang berbicara-, tetapi juga diadakan pertemuan guru-mahasis)a yang disebut D%S/U6.6%# yakni suatu pembicaraan atau pembahasan bersama yang dipimpin oleh guru atau )akilnya. $ang dibicarakan salah satu pokok yang sudah ditentukan sebelumnya dan dipersiapkan oleh para hadirin. @asil pembahasan bersama itu di laporkan untuk diperiksa oleh guru lalu diterbitkan sebagai OU.5S6%# D%S/U6.6.. 2. urikulum Studi Uni"ersitas. .nak! yang sudah dapat membaca, menulis dan menghitung diterima untuk masuk uni"ersitas pada usia 12-13 tahun. Masuk langsung <acultas .rtium, pengajarannya ialah #e/tem Artes Libera&es ,jauh lebih berat daripada beberapa abad sebelumnya, sebab a.l. seluruh filsafat .ristoteles dimasukkan dalam .rtes >iberales itu-, selama3-A tahun, lalu dapat mencapai gelar '.88.>.U95US .96%UM ,'.- dan boleh mengajar di ba)ah bimbingan guru, dua tahun lagi dapat memperoleh gelar Magister .rtium ,M.-. urikulum <acultas .rtium itu memuat /hilosophia 9ationalis ,tri"ium-, /hilosophia 9ealis atau &aturalis ,memuat Metaphisica, Matematika ,Duadri"ium- dan /hisica-, /hilosophia /ractica Si"e Moralis. Dengan M. seseorang boleh sebagai guru dan !-2 tahun kemudian dapat memperoleh gelar D#86#9 /@%>#S#/@%.5 ,/h.D-. 0.Logi'a7 %atemati'a dan I&mu Pengetahuan ".Logi'a. >ogika ,dari kata $unani, logikos berhubungan dengan pengetahuan, berhubungan dengan bahasamerupakan cabang filsafat yang menyelidiki kesehatan cara berpikir, aturan! mana yang harus dihormati supaya pernyataan! kita syah. 0adi >ogika dapat didefenisikan ,ini salah satu definisi karena ada banyak pendapat tentang hal ini- sebagai %lmu pengetahuan yang memberikan aturan! berpikir "alid. .rtinya ilmu pengetahuan yang memberikan prinsip! yang harus diikuti supaya dapat berpikir "alid ,menurut aturan yang syah-. >ogika hanya merupakan teknik atau S5&% yang mementingkan segi <ormal, bentuk dari ilmu pengetahuan. Suatu argumentasi betul kalau semua langkah dari argumentasi itu betul. >angkah! ini terdiri dari kalimat! ,proposisi!- dan setiap kalimat sendiri terdiri dari suatu subyek dan sebuah predikat. 8ontohnya sbb+ alau semua orang 5nde senang makan ikan ,.-, dan kalau sdra .bdulah epu seorang penduduk dari 5nde ,'maka sdra .bdullah epu senang makan ikan ,8-. .rgumen ini terdiri dari tiga kalimat. alimat . dan ' disebut premise!, kalimat 8 disebut konklusi. Setiap kalimat terdiri dari Subyek ,yaitu semua orang 5nde dan sdra .bdulah epu- dan /redikat ,yakni senang makan ikan dan penduduk dari 5nde-. &ahUdalam >ogika diselidiki syarat! yang harus dipenuhi supaya kesimpulan yang ditarik dari premise! dapat disebut S.@. Usaha ini kelihatannya sederhana, tapi soal! yang dibicarakan dalam logika memang sangat kompleks. >ogika dalam bentuk seperti di atas disebut >#4% . >.SS% , dimana logika klasik berkembang pada masa .ristoteles dan pada banyak filsuf dari .bad /ertengahan. ini dibedakan suatu jenis logika baru yakni >#4% . M.65M.6%S yang juga disebut >#4% . <#9M.> atau >#4%S6% . >ogika matematis dikembangkan a.l. oleh <rege, Ehitehead dan 9ussel. !. @ubungan >ogika dan Matematika. Dalam logika .ristoteles dipakai kata! yang dikenal dengan bentuk S$>#4%SM5, tetapi dalam logika modern dipakai simbol! sebagai ganti kata! atau kalimat!. >ambang! digunakan dalam logika simbolis dan logika makin lama bersifat matematis. .pakah sebenarnya /59'5D..& antara >ogika dan matematika= Untuk menja)ab pertanyaan tsb baiklah kita kutip pernyataan 'ertrand 9ussell bah)a+ mereka berbeda seperti anak kecil dan orang de)asaG dimana >ogika adalah masa kecil dari matematika dan matematika adalah masa de)asa dari logika 'er-sama! dengan Ehitehead kemudian, ia menerbitkan sebuah buku yang berjudul /rincipia Mathematica, sebuah buku yang sangat sering dibicarakan orang karena pentingnya, namun sangat jarang dibaca orang karena sukarnya. Dalam buku tsb mereka menyimpulkan bah)a hukum! matematika pada dasarnya adalah pernyataan! logika. .tau dengan kata lain bah)a semua (perasi matematika dapat direduksikan menjadi beberapa kaidah logika. 'elakangan ini kita melihat perkembangan matematika modern yang lebih menekankan segi logika dalam operasi!nya. /erkembangan ini tentu saja sangat menggembirakan kita terutama kalau dikaitkan dengan pemahaman yang lebih mantap dari cara berpikir keilmuan. Selaku logika deduktif, matematika dapat menurunkan ilmu pengetahuan baru dari ilmu! pengetahuan yang sebelumnya sudah diketahui. Umpamanya saja kita mempunyai dua buah pernyataan mengenai P dan $ sbb+ 1- !L 7 2y K? !- 3L 7 !yM ! Secara terpisah kedua pernyataan itu tidak memungkinkan kita untuk mengetahui harga L dan y, namun dengan operasi matematika yang sederhana dan dengan mempergunakan kedua persyaratan itu sebagai premise logika, maka dengan mudah kita dapat menemukan bah)a harga L adalah ! dan y adalah 2. 8ontoh ini kelihatannya sederhana namun implikasinya luar biasa. 'erbagai rumus dalam ilmu diturunkan secara deduktif dari ilmu! pengetahuan sebelumnya. 2.<ungsi Matematika. Matematika mempunyai keunikan sendiri dalam fungsinya sebagai lambang yang dipakai dalam komunikasi ilmu pengetahuan. Seperti diketahui, manusia berkomunikasi satu sama lain le)at lambang!.

!A

'ahasa adalah lambang dan matematika demikian juga. Matematika sebagai alat komunikasi keilmuan mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan dengan bahasa. /er-tama!, perkataan yang dipakai dalam bahasa seringkali mempunyai arti yang samar!. 8obalah defenisikan persis apa yang dimaksudkan dengan 8%&6., sebuah perkataan yang mungkin paling terkenal dalam perbendaharaan bahasa kita. 'elum lagi bah)a perkataan cinta ini bisa digunakan untuk pengertian lainnya. eadaan seperti ini sering memba)a kita kepada situasi yang disebut kekacauan Semantik yakni bila dua orang atau lebih yang berkomunikasi satu sama lain lalu terlibat dalam suatu ketidaksesuaian. @al ini mungkin terjadi karena mereka mempergunakan istilah yang berbeda untuk pengertian yang sama atau mempergunakan istilah yang sama untuk pengertian yang berbeda. 6entu saja hal ini tidak usah mengurangi penghargaan kita terhadap bahasa sebagai alat komunikasi. Dalam abad ke-!( ini, seluruh kehidupan manusia sudah mempergunakan matematika, baik matematika yang sangat sederhana saja hanya untuk menghitung satu, dua, tiga atau untuk pakem!, maupun sampai yang sangat rumit, misalnya untuk perhitungan untuk penerbangan antariksa. Demikian pula ilmu! pengetahuan semuanya sudah mempergunakan matematika, baik matematika sebagai perkembangan aljabar maupun statistik. <ilsafat modern juga tidak akan tepat bila pengetahuan tentang matematika tidak mencukupi. 'anyak sekali ilmu sosial sudah sampai menggunakan matematika sebagai Sosiometri, /sikometri, 5konometri, dstnya. @ampir dapat dikatakan bah)a fungsi matematika sama luasnya dengan fungsi bahasa yang berhubungan dengan pengetahuan dan ilmu pengetahuan. Dan sebaliknya bahasa yang mempunyai hubungan dengan puisi, prosa, dan retorika dapat berjalan tanpa matematika. >angkah perubahan kualitatif menjadi kuantitatif adalah langkah yang sangat fundamental untuk ilmu pengetahuan yang jelas, tepat, dan teliti serta langkah demikian itu biasanya ditempuh dalam perkembangan semua ilmu pengetahuan baik yang eksak maupun yang sosial. Disini matematika memberi sumbangan yang sangat besar, misalnya, kalau kita jalan sepanjang selokan, maka kita bisa melihat apakah apakah air mengalir cepat atau lambat. /engalaman ini kualitatif, dan pengalaman demikian bisa dihayati semua manusia setiap hari. 6api kalau pengalaman ini disertai pengukuran ,matematis tentunya-, maka terjadi kuantitatif seperti+ a- kita mengukur luasnya penampang selokan rata! b- kita mengukur tingginya air rata! c- kita mengukur kecepatan mengalirnya. Dengan point b * c kita bisa mengetahui debit air rata!. alau disertai point a, maka kita tahu berapa M2 air dapat ditampung oleh selokan tadi. /engetahuan ini semuanya dapat dipergunakan dalam rangka irigasi di desa, atau untuk menggerakkan suatu mesin pompa atau listrik. 8ontoh tsb merupakan analisis kalimat dengan matematika dan dengan analisis maka arti kalimat! yang masih agak kabur menjadi eLplicit, jelas, tepat, dan tegas. /emikiran ungkapan yang sebelum dianalisis masih ragu!, dengan analisis matematika menjadi jelas. #leh karena itu maka matematika merupakan salah satu jalan untuk menyusun pemikiran yang jelas, tepat, dan telitiG pemikiran mana melandasi semua ilmu pengetahuan * falsafah. Dan peran matematika dalam menentukan perkembangan ilmu pengetahuan sangatlah besar dari sejak semula adanya ilmu pengetahuan. 0ikalau penyusunan bahasa yang deskriptif dan proporsional, matematika serta logika dapat diberikan dalam semua lapisan pendidikan, maka seluruh pendidikan itu telah diusahakan clear and accurate thinking. 0an sepanjang kombinasi tsb telah diletakkan dasar! untuk logika. Sebab sebenarnya dua dasar dan kombinasi itu memang hanya dapat disusun atas dasar pemikiran logis, tapi logika yang eksplisit. Sebenarnya soal implicit adalah sama dengan soal yang di-selip!kan, tidak kelihatan. Sebaliknya dalam soal! masih implicit, di-selip!kan maka soal tadi tidak dikuasai, dipergunakan hanya secara kebetulan saja. Dan kalau statusnya diselipkan saja maka kita mungkin masih sedikit atau banyak melakukan kesalahan. Misalnya, di kota ini hanya ada seorang barber. 'arber tsb berkata+Semua orang di kota ini potong rambut pada saya. 6idak ada seorang pun yang memotong 9ambutnya sendiri. Sekalipun kalimat ini dimengerti dan secara tatabahasa tidak ada kesalahannya, nberdasarkan logika ada kontradiksi. 8ontoh tsb diajukan sebagai petunjuk bah)a sebenarnya pelajaran logika, dari status implicit perlu dilaksanakan secara eksplisit, dengan tujuan lebih lanjut memperkecil lagi kemungkinan! membuat kesalahan. /elajaran ini kira! pada tingkat Uni"ersitas atau /erguruan 6inggi. 6iga soal tsb, bahasa, matematika, logika merupakan alat utama dan alat fundamental untuk menyusun dan mendisiplinir pemikiran sehingga memiliki sifat yang jelas, tepat, singkat, teratur. #leh karena pemikiran ini menguasai perbuatan manusia, maka supaya perbuatan manusia menjadi baik dan berhasil, penyusunan pemikiran ini adalah primer * fundamental. .khirnya semua juga tahu bah)a bahasa, logika, matematika berjasa besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan. '.' %C M.S.>.@ %/65 D.& D%M5&S% M#9.>. Setelah kita lihat secara singkat perkembangan ilmu pengetahuan, pemisahannya, bahkan peranan sejumlah ilmu, maka nampak kepada kita bah)a perkembangan tsb menimbulkan berbagai persoalan. &amun untuk menunjukkan masalahnya secara gamblang tidaklah mudah sebagaimana kita duga. A.)eserbama8emu'an I&mu Pengetahuan dan Persoa&ann2a. Salah satu kesukaran yang terbesar yang dihadapi manusia de)asa ini adalah keserba-majemukan ilmu pengetahuan itu sendiri. %lmu pengetahuan tidak lagi satu, maksudnya kita tidak bisa mengatakan inilah satu!nya ilmu pengetahuan. 'agaimana keadaannya di masa lampau tidak akan kita lihat dalam bagian ini, sebab sekalipun tidak sangat jelas pada bagian depan dari tulisan ini sudah menunjuk kepada situasi ilmu pengetahuan di Faman dahulu. $ang pasti di masa lalu ilmu pengetahuan itu lebih menunjukkan ke-eka-annya daripada kebhinekaannya seperti de)asa ini. /roses perkembangan ini sungguh menarik perhatian karena justru bertentangan dengan inspirasi tempat pengetahuan itu bersumber yakni keinginan manusia untuk mengadakan kesatuan di dalam

!B

keserbamajemukan gejala! di dunia kita ini. arena yakin akan kemungkinannya maka timbullah ilmu pengetahuan. Secara metode * sistematis manusia mencari aFas! sebagai dasar untuk memehami hubungan antara gejala yang satu dengan yang lain sehingga bisa ditentukan adanya ke-eka-an di dalam kebhinekaannya. /roses ini telah dimulai oleh filsuf! $unani kuno, misalnya 6@.>5S dari Milete ,kira! thn A(( '8-. %a mencari suatu aFas atau prinsip yang tetap tinggal sama di belakang perubahan! yang tidak henti!nya itu. 4agasan adanya satu aFas untuk semuanya terus dikembangkan oleh filsuf .lam $unani terutama /armenides dari 5lea ,a)al abad ke-? '8-, selalu peletak dasar metafisika. %a berpendapat bah)a yang ada itu ada dan yang tidak ada itu tidak ada. alimat kecil ini nampaknya sudah jelas bagi semua orang namun mengandung konsekuensi! besar. Dari pendapat tadi harus disimpulkan bah)a yang ada ,7se-gala!nya- tidak dapat dipertentangkan dengan sesuatu yang lain. .kibatnya harus dikatakan juga bah)a yang ada itu sama sekali satu, sempurna dan tidak dapat di-bagi!. Dengan kata lain, menurut /armenides, adanya banyak hal tidak mungkin, tidak ada pluralitas. Dalam ajaran yang lebih terurai, misalnya ajarn .ristoteles ditjelaskan, bah)a kita merasa mempunyai pengetahuan tentang sesuatu bilamana kita merasa mengetahui .US.-nya ,sebab!nya- yang menyebabkan adanya sesuatu itu. Selanjutnya memang sebab!nyalah yang berlainan dan bukannya sesuatu. Dengan kata lain, gejala! yang mula! tampak aneh dan tidak dimengerti karena diketahui sebab!nya maka biasa ditentukan keekaannya dan itulah yang disebut benar. 'ila kta ingat bah)a ilmu pengetahuan $unani itu menekankan pentingnya metode aksioma, misalnya yang dipakai oleh 5ukleides untuk ilmu! pasti dan .ristoteles untuk ilmu! lainnya, maka jelaslah bah)a pikiran untuk menentukan keekaannya dalam kebhinekaan itu aFas yang terpenting dari pandangan orang $unani tentang ilmu pengetahuan. &amun dalam perjalanan )aktu nampak pada kita bah)a sejarah perkembangan ilmu pengetahuan berkembang ke arah kebhinekaan atau keserbamajemukan ilmu. 'ila dulu hanya ada satu ilmu pengetahuan ,yakni filsafat- maka pengetahuan yang satu itu telah terbagi dalam macam! disiplin pengetahuan tersendiri yang banyak jumlahnya. Sesungguhnya kebhinekaan ilmu pengetahuan itu sendiri seharusnya tidak usah menjadi soal. 'agaimanapun juga kebhinekaan itu tidak bertentangan dengan tendensi aFasi ilmu pengetahuan itu sendiri, yakni menuju keekaan. Seandainya tiap! ilmu pengetahuan itu bisa menggambarkan dalam peta supaya sekaligus kita bisa mempunyai pengetahuan menyeluruh dari semua kenyataan di alam semesta ini. Dan para sarjana ilmu pengetahuan tidak perlu bersusah payah mengadakan spesialisasi. Meskipun tiap! sarjana hanya mempunyai satu petanya sendiri dan dengan demikian hanya menguasai sebagian kecil saja dari seluruh kenyataan, mereka itu semuanya secara ber-sama! akan memiliki pengetahuan yang lengkap dari keseluruhan. 6etapi keadaan yang demikian itu ternyata tidaklah terjadi de)asa ini. /ada dasarnya berspesialisasi dalam ilmu pengetahuan itu tidaklah sama dengan hanya membatasi diri pada bidang materi yang khusus, terpisah sama sekali dari yang lain. 6etapi mempunyai pengetahuan yang menyeluruh akan suatu hal yang dengan pengkhususan diri pada bagian tertentu dari sesuatu itu. %lmu! pengetahuan itu memang berlainan satu sama lain, karena M56#D5-nya yang ber-beda!, #'$5 yang diselidikinya dan 6U0U.& dari ilmu itu sendiri.6iap! ilmu pengetahuan mempunyai cara sendiri untuk mengamati, mengadakan eksperimen, mempunyai hipotesis * teorinya sendiri, mempunyai bahasanya sendiri. arena itu banyak ilmu pengetahuan yang berdampingan, yang masing! mempunyai 8.9.-nya sendiri untuk mem-meta-kan kenyataan, tetapi peta! itu tidak bisa dihubungkan satu sama lain untuk memperoleh ikhtisar tentang kenyataan. .matlah berbahaya membicarakan ilmu pengetahuan secara mandiri. Mungkin ada alasa n untuk itu karena memang ada suatu kesamaan antara semua ilmu pengetahuan tetapi kesamaan ini tidak terdapat dalam persamaan metode ilmu pengetahuan sehingga perbedaan! antara ilmu! pengetahuan itu timbul dari perbedaan obyek penyelidikannya. 'iokimia dan psikologi manusia, keduanya mempelajari manusia, tapi alangkah bedanya antara keduanya. ".%enga/a Timbu& #/esia&isasi. Mengapa ada spesialisasi yang makin meluas, bahkan di dalam satu tubuh ilmu pengetahuan saja, misalnya kedokteran, alam dll= Makin meluasnya spesialisasi itu tidak akan didapat keterangannya jika sekiranya ilmu pengetahuan tidak mengembangkan macam metode, obyek * tujuan di kemudian hari. /erbedaan M56#D5 * #'$5 itu memang perlu demi kemajuan tiap! ilmu, sebab tidak mungkin metode yang dipakai ilmu alam dapat dipakai dan memajukan psikologi misalnya. alau ilmu psikologi mau maju dan berkembang memang harus mengembangkan metodenya sendiri pula, obyek, dan mungkin juga tujuan dari ilmu itu juga perlu berbeda. 8ontoh tsb mungkin terlalu ekstrem, kita dapat mencari contoh yang lebih berdekatan satu sama lain sebagai ilmu, misalnya biokimia dan kimia umum dimana keduanya memakai hukum yang dapat dikatakan sama, tapi seorang sarjana biokimia perlu pengetahuan susunan dan bekerjanya organisme! yang tidak dituntut bagi seorang ahli kimia anorganik misalnya. %tu perlu supaya biokimia semakin maju dan mendalam, tidak diingkari bah)a antara keduanya masih mempunyai dasar! yang sama juga. Maka bisa dimengerti bah)a spesialisasi itu mau tidak mau sudah harus ada di dalam suatu cabang ilmu pengetahuan tertentu. esatuan dasar asas! uni"ersal memang harus diingat dalam rangka spesialisasi. @al itu perlu diketahui sebab spesialisasi memang memba)a persoalan! yang tidak sedikit bagi ilmu)an sendiri dan bagi dunia tempat ilmu pengetahuan itu dipraktekkan demi kepentingan manusia. Demi kepentingan manusia kami beri tanda petik karena ilmu pengetahuan tidak seluruhnya setelah diterapkan bermanfaat bagi manusia bahkan ada yang sebaliknya mengancam manusia ,misalnya nuklir-. Spesialisasi memang perlu demi perkembangan ilmu itu sendiri dan demi ringannya beban manusia untuk menguasai ilmu pengetahuan. 9asanya memang tidak mungkin seseorang yang super genius sekali pun untuk memahami dan menguasai semua ilmu pengetahuan yang tumbuh de)asa ini. $.Persoa&an 2ang Timbu& A'ibat )ebhine'aan : #/esia&isasi I&mu Pengetahuan. .danya spesialisasi memang mengandung segi! yang positif, juga seperti nampak di atas. &amun segi negatif yang ditimbulkannya tidaklah sedikit. /er-tama! pada orang yang mempelajari ilmu pengetahuan, dia akan merasa hanya mempunyai ilmu yang sedikit sekali, amat terbatas sesudah berjuang mati!an untuk menguasai satu bidang sempit tertentu. Dia akan terasing dari pengetahuan lainnya dan akibat yang lebih buruk bah)a dia tidak mau bekerja sama dan tidak mau menghargai orang atau ilmu pengetahuan lain. Seorang spesialis dapat dalam bahaya mencabut ilmu pengetahuan dari peta ilmu pengetahuan dan anggap peta ilmu

!;

nya sebagai peta yang lengkap serta mandiri. 'egitu mandiri sehingga tidak tahu lagi dari mana asal-usulnya, sumbangan apa yang diberikan oleh ilmunya bagi manusia dan ilmu! pengetahuan yang lain dan sumbangan apa yang perlu diperoleh dari ilmu pengetahuan lain demi kemajuan dan kesempurnaan ilmu yang digelutinya. Dengan kata lain, spesialisasi dapat memba)a manusia terasing dari peta umum ilmu pengetahuan dan menganggap secuail peta-nya sebagai peta ilmu pengetahuan yang paling lengkap dan benar. 'ila keterangan yang timbuk akibat spesialisasi itu hanya mengenai ilmu pengetahuan tidaklah sangat berbahaya. 6etapi bila hal itu terjadi pada manusianya maka akibatnya bisa mengerikan. $aitu bila manusia sampai terasing dari sesamanya dan bahkan dari dirinya sendiri karena terbelenggu oleh ilmunya yang sempit. 'ahaya ini memang tidak harus di-besar!kan sebagaimana ditakutkan oleh @545>, arl MarL, dan sejumlah tokoh pemikiran lainnya, namun sebagai bahaya tetap ada dan dapat melanda siapa saja. 'ahaya lain akibat manusia terlalu sempit orientasinya dalam hal ilmu karena spesialisasinya ialah /enerapan dari ilmunya sendiri yang kurang mempertimbangkan akibat!nya. Menyangkut hal ini masih akan kita jumpai pada bagian lain apabila kita nanti membicarakan teknologi sebagai penerapan dari ilmu dan dimensi moral dalam ilmu pengetahuan. $ang ingin kami tunjuk di sini ialah akibat! buruk dari penerapan ilmu yang disebabkan karena kesalahan manusia yang terlalu terjerat oleh spesialisasi dan kurangnya memahami pengetahuan lain sehingga kurang memberi orientasi yang lebih luas terhadap kenyataan dunia ini, entah dunia ekonomi, politik, moral, kebudayaan, ekologi. /ersoalan di atas bukannya tak terpecahkan. .da kemungkinan untuk meralatifisirnya sekiranya ada kerjasama di antara ilmu! pengetahuan dan terutama di antara para ilmu)annya. @al ini tidak akan mengurangi kekhususan tiap! ilmu pengetahuan, tetapi akan memudahkan penempatan tiap ilmu pengetahuan dalam satu peta ilmu pengetahuan manusia. eharusan kerjasama it sesuai dengan sifat sosial manusia dan segala kegiatannya. erjasama seperti itu akan membuat para ilmu)an memiliki cakra)ala pandangan yang lebih luas dalam melihat dan menganalisis sesuatu. 'anyak segiakan dipikirkan lebih dulu sebelum mengambil keputusan akhir apalagi bila keputusan itu menyangkut manusia sendiri. Mungkin kita akan lebih mudah memahami maksud di atas dengan melihat contoh ini. Seorang ahli mikrobiologi tak akan mengembangkan bakteri atau "irus yang sebenarnya berbahaya bagi manusia sekiranya dia tahu bah)a penemuan seperti itu akan jatuh ke tangan politisi, atau negara)an yang tidak bertanggung ja)ab menggunakan penemuan tsb untuk maksud jahat. A&bert Einstein ,lahir di Ulm,Eurttemberg-0erman tgl.13-2-1;B:, )afat 1;-3-1:??- pernah menyatakan kekece)aan bah)a dia telah menemukan hukum! fisika modern dan telah melihat bom atom dijatuhkan di @iroshima. 'egitu juga 0.9obert #ppenheimer, direktur dari >os .lamos, pusat industri bom atom yang pertama di dunia, mencetuskan ucapannya yang sangat terkenal bah)a para fisika)an telah mencicipi dosa. Secara pribadi pula #ppenheimer mengaku kepada presiden 69UM.&, tangannya telah berdarah setelah bom atomnya menghancurkan &agasaki dan @iroshima dalam sekejap mata. Memang tidak ada hubungan langsung antara jatuhnya bom atom dan penemuannya, namun penemuannya mengambil peran utama dalam rangka terciptanya bom maut tsb. Memang dari contoh tadi tidak dapat disimpulkan bah)a ilmu)an seperti 5instein ataupun #ppenheimer kurang luas pandangannya, tapi ada bahaya seorang ilmu)an hanya tergoda mengembangkan ilmunya sepesat mungkin tanpa memperhitungkan akibat!nya yang dahsyat karena kurangnya pandangan yang luas. &amun ilmu pengetahuan yang de)asa ini telah begitu terspesialisasi mempunyai tujuan untuk semakin memanusiakan manusia untuk semakin menyempurnakan manusia sehingga menjadi manusia seutuhnya. Dalamkenyataan ilmu terapan ,teknologi- masing! hanya sanggup menja)ab sebagian kebutuhan atau mengembangkan sebagian bakat manusia. 6ernyata tiap! ilmu pengetahuan ataupun ilmu terapan membutuhkan bantuan disiplin lain supaya dapat ber-sama! menyempurnakan manusia secara utuh. 6idak ada teknologi yang secara sendirian dapat memecahkan secara memuaskan persoalan! manusia. Setiap teknik hanya sanggup menja)ab salah satu sisi kebutuhan manusia. Untuk dapat menja)ab semua kebutuhan dan makin memanusiakan manusia, maka semua cabang %/65 harus bekerja sama dan maju serentak dari segala penjuru sisi manusia untuk menja)ab kebutuhannya. 0adi dalam teknologi, semua ilmu saling membutuhkan dan titik temu terakhir adalah dalam diri manusia, sebab semua itu dikembangkan akhirnya untuk keutuhan diri. Dan kalau menghadapi manusia, maka harus dipandang sebagai SU'$5 yang menentukan dan 'U .& sebagai obyek yang ditentukan, artinya normanya adalah manusia sendiri. Setiap cabang %ptek memang tidak sama eratnya dan dekatnya dengan manusia. %lmu psikologis, kedokteran, sosiologi, tentu lebih dekat dengan manusia daripada ilmu astronomi, matematika atau fisika. Dan atas dasar jauh dekatnya obyek formal ataupun material suatu ilmu pengetahuan menunjuk kadar etika atau moral yang harus diperhatikan, tetapi tidak berarti ilmu pengetahuan yang paling jauh dengan diri manusia tidak perlu memperhatikan soal moral dimana semua harus mempertimbangkannya. Masalah moral dalam %ptek itulah yang akan kita lihat dalam bagian selanjutnya. B.0imensi %ora& 0a&am Pengembangan : Penera/an I&mu Pengetahuan. #ub8udu& di atas sudah langsung memba)a kita ke arah pemikiran apakah ada kaitan antara Moral atau 5tika dengan ilmu pengetahuan. 0ika akhir! ini banyak disoroti segi 5this dari penerapan ilmu pengetahuan dalam )ujudnya yang paling nyata pada Faman ini yakni teknologi maka pertanyaan yang langsung muncul adalah mengapa kita mau mengaitkan soal etika dengan ilmu pengetahuan= Mengapa ilmu pengetahuan yang makin diperkembangkan perlu sapa-menyapa dengan 5tika= .pakah ada ketegangan antara %ptek dan Moral= .gar tujuan tsb tercapai maka kita akan menempuhnya dalam tiga tahap. 6ahap /ertama, kita mau melihat ,data- kompleksitas permasalahan %ptek dalam kaitannya dengan manusia. 6ahap edua, membicarakan dimensi 5this serta kriteria 5this yang diambil. 6ahap etiga, berusaha menyoroti beberapa pertimbangan sebagai semacam usulan jalan keluar dari permasalahan yang muncul. ".Permasa&ahan IPTE). alau saja perkembangan ilmu pengetahuan sungguh me)ujudkan secara sehat janji emasnya !(( tahun yang lalu, pasti orang tidak akan begitu mempermasalahkan akibat perkembangan ilmu pengetahuan. 'ila saja penerapan kemajuan ilmu pengetahuan sungguh merupakan sarana pembebasan manusia dari keterbelakangan yang dialami sekitar thn 1;((-1:((-an dengan menyediakan ketrampilan +/01 -201 yang memungkinkan manusia untuk mencari nafkahnya sendiri tanpa tergantung pada pemilik modal ,bangsa)an-,

!:

maka pendapat bah)a ilmu pengetahuan harus dikembangkan atas dasar patokan! ilmu pengetahuan itu sendiri secara murni , ure science- tidak akan mendapatkan kritikan tajam seperti pada abad ini. Sampai pada dekade yang lalu, ilmu pengetahuan berpendapat bah)a kemajuan * perkembangan sebagai sumbangan untuk bangsa manusia, akan optimal kalau pengembangannya berdasarkan kaidah! ilmu pengetahuan itu sendiri, tanpa campur tangan dari disiplin atau kekuatan lain. &amun de)asa ini menjadi nyata keterbatasan ilmu pengetahuan itu sendiri dalam menghadapi masalah! yang menyangkut * mengenai hidup serta pribadi manusia. Menghadapi soal transplantasi jantung, pencangkokan genetis, problem yang menyangkut mati-hidupnya seseorangG ilmu pengetahuan menghadapi keterbatasannya. %a butuh kerangka pertimbangan nilai di luar disiplin ilmunya sendiri. ita mau melihat kompleksitas permasalahan pengembangan %ptek dalam rangka agak terbatas yakni asal teknologi, janji * keterbatasannya, serta akibat!nya bagi manusia. ".%uncu&n2a TE)N=L=GI. 0acob 0ohann "on MeLkill, seorang biolog berkebangsaan 0erman dalam bukunya -m3e&t und Innen3e&t der Tiere ,1:(:- menegaskan bah)a ada hubungan erat antara binatang dan alam. Maksudnya bah)a setiap binatang mempunyai cara masing! untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya. Sebabnya+ setiap organisme berusaha membentuk alam sekitar menjadi lingkungan tertutup * terlindung bagi keselamatannya sendiri. %ni penting untuk melindungi dirinya * hidupnya. Dengan demikian sebenarnya tidaklah mungkin membicarakan organisme secara tersendiri atau terpisah dari lingkungannya. 8ara penyesuaian diri yang khas dari binatang ini merupakan paduan antara %er'3e&t! ,lingkungan tampung sikap pasif macam! hal yang ada- serta Gir'3e&t! ,lingkup reaksi sebagai fungsi aktif binatang-. 'erkat kemampuan penyesuaian diri di mana termasuk pula seleksi alam Dar)in, maka berkembang dan turun temurunlah binatang! itu. Demikianlah sekilas pengamatan dunia binatang. /engamatan ini kita gunakan sejauh perlu buat mengontraskannya dengan manusia. Sesungguhnya yang paling membedakan manusia dengan binatang adalah ketidakmampuan manusia untuk secara langsung menyesuaikan diri pada suatu lingkungan yang sudah jadi. Secara '%#>#4%S, manusialah satu!nya species yang paling kurang mampu atau tidak memeiliki daya penyesuaian lingkungan. Dalam arti ini manusia disebut makhluk yang memiliki cacat atau bercela ,Mangel)esen- oleh antropolog .rnold 4ehlen. .lasannya karena manusia tidak mempunyai instink! naluri perlindungan hidup. >ebih lanjut oleh .dolf /ortmann dikatakan bah)a secara biologis manusia dipandang sebagai /remature. Maksudnya semua species atau binatang dengan kelahirannya sekaligus memba)a serta seperangkat naluri atau kemampuan alami buat tetap hidup ,sur"i"e-. Sedangkan bagi manusia, tanpa pemeliharaan ibu * keluarganya ,sebagai milieu- pasti akan mati. onsekuensi dari situasi di atas yakni kekurangan manusia dalam penyesuaian diri terhadap lingkungan maka lalu diganti oleh kemampuannya untuk menciptakan suatu lingkungan artifisial atau tiruan. 'entuknya beraneka ragamG dari keluarga sebagai bentuk intim ciptaan manusia sampai ke kebudayaan sebagai )ujud uni"ersal lingkungan khas manusai)i hasil jamahan manusia. /endek kata, manusia dibekali teknik untuk membuat lingkungannya cocok dengan dirinya. /engolahan kebudayaan sebagai lingkungan hidup buatan bersumber pada kesadaran manusia. /ada manusia tidak terdapat (tomatisme &alurial karena di antara sekian banyak stimulus dan dorongan, berperanlah kesadaran manusia. Manusia menyadari dirinya, dan ini berarti ia mengambil jarak antara diri sendiri dengan pelbagai rangsangan di luarnya. 0arak ini dimungkinkan lantaran kesadarannya. arena kemampuan mengambil jarak maka rung-lingkup obser"asi * lingkup reaksi tidaklah menjadi satu. $ang pertama ,lingkup (bser"asi- lebih berperanan daripada yang kedua. Dengan demikian yang dipermasalahkan bukan lagi lingkungan &.6U9.> ,Um)elt- tetapi benar! dunia ,Eelt-, dunia kebudayaan, tempat manusia menciptakan dan mengembangkan dirinya sehingga ia tetap bisa hidup. %nilah dunia kebudayaan hasil jamahan manusia itu+ dunia ciptaan manusia, yang secara bebas ini sungguh! merupakan buah kemampuan luhur manusia. 'ila perlu manusia mampu menciptakannya juga di lingkungan yang seharusnya tidak ada kehidupan seperti telah silakukan oleh para astronout di bulan. Di antara unsur! pokok dunia kebudayaan, ada satu unsur pokok yang perlu kita perhatikan secara khusus yakni kemampuan abstraksi manusia sebagai dasar penciptaan kebudayaan itu sendiri. 'erkat .'S69. S%&$. manusia mampu menenun suatu lingkungan baru bagi dirinya. Eujud! real kemampuan abstraksi tsb sudah bisa dilihat sejak a)al peradaban kita, misalnya+ dalam pembuatan alat! bercocok tanam dari batu demi keTerluan hidup se-hari!. 8ontoh lain, bisa dilihat dalam lukisan di gua! yang merupakan proyeksi dari apa! yang dilihat manusia di alam. Makin tinggi tingkat kemampuan abstraksi, makin tinggi pula kebudayaan orang atau bangsa tertentu itu. .kan tetapi kemampuan abstraksi manusia itu ternyata menimbulkan sesuatu masalah yakni bagaimana bisa memasukkan lingkup budaya baru hasil abstraksi manusia itu ke dalam alam semesta== /un seandainya penyisipan kebudayaan itu bisa berjalan lancar, toh manusia masih tetap akan hidup dalam ketegangan. .rtinya== ebudayaan yang ia cipta sebagai tempat adaptasinya dengan alam sebenarnya merupakan suatu alam buatan sendiri, yang berbeda dari alam semesta yang sebenarnya. etegangan itu terus ada dan ber)ajah konkret pada fenomena teknologi sebagai salah satu hasil abstraksi manusia ,pengambilan jarak manusia melalui rasio-nya berhadapan dengan alam-. $.Te'no&ogi. Di atas sudah kita lihat bah)a berkat kesadarannya manusia mampu mengambil jarak terhadap alam sekitarnya bahkan berabstraksi mengenai lingkungannya sendiri. 'erkat kesadaran dan kemampuan abstraksinya telah dihasilkan konsep tersendiri mengenai apa itu .>.M. onsep yang telah disistematisasi dengan otak dan kerangka pemikiran logis dalam )ujud ilmu pengetahuan inilah yang nantinya merupakan benih dari teknologi sebagai salah satu penerapan ilmu pengetahuan dalam berhadapan dengan alam. /engetahuan mengenai alam hanya muncul pada manusia ,berkat kesadarannya-. 'agi manusia, alam bukanlah sekedar D.6UM yang sekali jadi dan selesai. 'agi binatang memang demikian, namun manusia

2(

mengolah, mengubah alam menjadi dunia yakni sebagai lingkup kebudayaan du mana ia bisa hidup. arena merupakan hasil abstraksi maka dunia itu mempunyai jarak dengan alam asli. &ah, bila konsep manusia tentang dunia bermula pengambilan jarak terhadap alam maka sebenarnya hubungan jarak selalu dibatasi dengan kesadaran. @ubungan berjarak ini paling nampak dalam fenomena! bahasa, ilmu pengetahuan yang menampilkan salah satu )ajahnya dalam teknologi. Dalam bahasa inilah teori! atau sistematisasi logis mengenai alam berkembang. .lam yang secara linguistik diperkenalkan, dikomunikasikan, bahkan disistematisasikan dalam skema! abstraksi berupa teori! ilmu pengetahuan ini dalam perkembangannya menjadi bahan pokok lahirnya teknologi manusia. 6eknik sendiri sebenarnya sudah muncul sejak adanya manusia. Sebagai patukan pembeda yang ditandai dengan proses humanisasi, ditunjuklah dua hal mengenai teknik pembuatan alat! kerja serta pemakaian apiRenergi yang dalam perkembangannya nanti menyertakan seluruh organisasi sosial. Dari dua )ujud a)al teknik tadi, sudah ditunjuk langsung arti ganda dari istilah teknik , sedangkan .9S secara harafiah berarti suatu cara membuat sesuatu. onotasinya ada dua yakni .9S dalam arti baik sebagai cara memproduksi bahan! maupun pemakaian suatu proses guna mendapatkan hasil yang direncanakan. 6eknik memproduksi alat!. 6eknik memproses lebih berupa penyimpangan suatu energi tertentu guna suatu tujuan. .lat! yang dihasilkan oleh teknik sebenarnya merupakan SU'S6%6US% dari apa! yang tidak terdapat pada manusia. Dalam substitusi ini terdapat beda antara manusia dan binatang dalam memakainya. /ada manusia, alat tidak hanya sekedar imitasi alam, tetapi berfungsi pengganti dari apa yang tidak bisa dicapai dengan keadaan kodrat manusia. /akaian misalnya, berfungsi mengganti ketidakmampuan kulit menahan dingin. 'egitu juga tempat tinggal dilengkapi pemanas, pendingin atau penerang, namun ini tidak bisa dilakukan oleh binatang. /ada contoh! tadi terlihat bah)a alat! sebagai substitusi sesungguhnya bukan sekedar tiruan alam tetapi merupakan usaha menciptakan sesuatu yang lain yang punya akibat serupa dengan apa yang ada di alam. Disini letak kreati"itas kebudayaan manusia seperti cara panen asal mengambil, diganti dengan sistem cocok tanam, berburu binatang untuk tujuan yang sama. 'erkat substitusi!nya manusia berhasil mengatasi masalah! kelangsungan hidup dalam usaha membentuk lingkungan. ini pengertian substitusi di atas mendorong kita untuk membuat beberapa analisis yang lebih mendalam mengenai proses teknik itu sendiri. /ertama, substitusi dilakukan dalam rangka suatu tujuan yang telah pasti.. erap merupakan pemenuhan kebutuhan tertentu manusia. 6ujuan ini biasanya berada dalam pikiran manusia dengan rencana!nya. 0adi pada manusia ada tujuan! ideal dalam otaknya. edua, tujuan ideal pada pikiran manusia biasanya menyangkut sekaligus kerangka tindakan yang akan diambil untuk mencapai tujuan tsb. 6ujuan seharusnya sesuai dengan kemungkinan! per)ujudannya berdasar apa yang disediakan oleh alam menurut hukum!nya. /emerkosaan terhadap apa yang tersedia di alam hanya demi tujuan ideal manusia dalam memenuhi kebutuhannya akan berakibat tergoncangnya lingkungan. etiga, bahan! dari teknik ternyata masih harus diolah, di)ujudkan. Di sini muncul masalah mengenai bagaimananya= (rang mesti memilih bahan! serta sumber! energi alam yang paling menunjang tujuan proses teknik. %ni mengandaikan kemampuan mengotak-atik konstruksi teknik sebagai )adah dicoba-kombinasikannya rencanaRtujuan yang mau dicapai serta kemungkinan! yang terdapat di alam. etiga unsur di atas ini ber-sama! menentukan essensi proses teknik ataupun produksi teknik. <ase! proses teknik sampai de)asa ini berlangsung sebagai berikut+ 1- <ase pertama, kita mengenal apa yang disebut sebagai teknik destruktif. Maksudnya bahan teknik langsung diambil dari alam dan tidak ada usaha mengembalikannya lagi ke alam. (rang! pada Faman kebudayaan batu, hidup dalam fase teknik macam ini, lebih bersikap mengambil apa saja dari alam, belum ada usaha untuk menanam sendiri !- <ase kedua, fase kebudayaan teknik konstruktif ,Faman batu baru sampai pertengahan-. 8iri khas fase ini, berupa penciptaan hasil! kebudayaan baru yang sebelumnya tidak terdapat di alam. Misalnya rumah!, alat! tembikar buat masak, dan senjata logam, ladang! persa)ahan serta peternakan. Dengan penemuan baru ini manusia sedikit demi sedikit mencipta bagi dirinya suatu lingkungan yang baru. >ingkungan baru ini karena selalu bermodalkan alam sekitar maka merupakan T2. S.30/D /)T4(. ,alam kedua-. 'er-ragam!lah )ujud alam kedua ini, mulai dari kegiatan ekonomis, struktur kemasyarakatan sampai ke bentuk! peribadatanRkeagamaan. 2- <ase ketiga, tahap puncak perkembangan teknik manusia ,Faman teknik modern masa kini-. eanekaragaman bentuk! alam kedua rupanya menunjang ke tahap perkembangan teknik yang baru yakni teknik mesin modern. 6eknik mesin modern sebenarnya bertitik tolak dari analisis matematis alam. >ambat laun timbullah kebutuhan! serta pemakaian jenis teknik ini sehingga akhirnya mampu membangun peradaban baru yakni peradaban mesin. 8iri! peradaban mesin ini adalah kesatuan bahasa internasional sebagai pengantar yang sangat mendorong perkembangannya ,bahasa teknik %nggris-. Selain itu dengan diciptakannya bahasa simbol yang internasional yang satu dan seragam yakni bahasa matematika, maka berkembanglah secara pesat teknologi mesin tsb. Semua ini tercapai karena manusia yang berpengetahuan, yang mempunyai ilmu pengetahuan, sebab pada dasarnya teknologi adalah ilmu terapan (a lied science). Sebaliknya teknologi mendorong diciptakan atau ditambahnya ilmu pengetahuan yang lebih maju. 0adi antara teknik dan ilmu pengetahuan itu kait mengait, tak terpisahkan. 6eknologi ada karena adanya ilmu pengetahuan dan adanya ilmu pengetahuan mendorong diadakannya teknik. (.%A)NA Te'no&ogi. Secara longgar, teknologi diartikan sebagai alat!, perlengkapan! * metode! untuk membuat sesuatu. >ebih pasti lagi, teknologi adalah perincian rasional alat!, metode! atau cara! untuk melaksanakan sesuatu atas dasar pemahaman yang matang terhadap kemanjuran alat! dan akti"itas! tsb. 6entu saja perlu ditambahkan bah)a pengartian teknologi sebagai know-how secara rasional harus tampil dalam )ujud simbol atau rumus yang dapat dimengerti orang lain agar bisa dipakai. /engertian teknologi merangkum baik sistem raksasa maupun sistem komputer ,sebagai dasar perhitungan-, berdasar logika instrumental dari produksi, bah)a teknologi berperan untuk menambah ,meningkatkan, memperbanyak- kemampuan, kekayaan dan kekuasaan manusia. 6U0U.&nya memproduksi

21

barang! selektif dan pelayanan! khusus. Sebagian harga teknologi yang semula dibayar dalam bentuk tenaga kerja manusia kini diganti dengan mesin yang telah dirancang dan disistematisasikan terlebih dahulu. 'eberapa definisi teknologi yang sejajar dengan pengertian di atas, yang pantas dicatat adalah definisi S8@#&. Menurut beliau, teknologi adalah suatu cara atau teknik, suatu produk atau proses untuk membuat sesuatu yang mampu lebih mengembangkan ketrampilan manusia .Sedangkan @.9C5$ '9## S mengartikan teknologi sebagai pemakaian pengetahuan ilmiah untuk memerinci cara! memproduksi barang! dengan jalan reproduksi. 0acDues 5llul secara lebih mendalam dan mendasar mengartikan teknologi sebagai suatu kumpulan prasarana yang mudah dibakukan ,distandardisasi- untuk mencapai suatu hasil yang sudah direncanakan terlebih dahulu. *.Asa&-%u&a Te'no&ogi. 6eknologi berasal dari istilah TEC)NE yang berarti S5&% ,.rt- atau etrampilan ,skill-. Menurut Dictionary of Science, teknologi adalah penerapan pengetahuan teoritis pada masalah! praktis. 6eknologi pada a)alnya mempunyai arti yang sangat elementer, yakni segala tindakan bagi manusia untuk mengubah alam, termasuk badannya sendiri atau badan orang lain. 0adi te'no&ogi mencakup kegiatan produksi, pemakaian * pemeliharaan piranti kehidupan. &amun setelah terjadinya proses industrialisasi pada abad ke-1;, maka pengertian teknologi mengalami perubahan yang pada dasarnya bertitik tolak dari pengertian penerapan ilmu bagi kesejahteraan hidup. &amun akhirnya pengertian teknologi menjadi semakin luas, yakni mencakup bidang sosial yang sering disebut %the social technology develo !ent$ ,teknologi sosial pembangunan-. /erkembangan teknologi dalam masyarakat bukan hanya untuk mengembangkan fisik, melainkan juga berfungsi rohani, karena manusia menyadari dirinya adalah homo faber yakni manusia tukang. Mungkin manusia sekarang merupakan makhluk teknologis dalam artian tertentu. /enemuan!, cara! baru dan proses! teknologis telah merupakan suatu faktor yang mendasar dalam sejarah 5C#>US% manusia. Malahan kebudayaan seperti 9oma)i uno lebih berorientasi teknologis ketimbang kebudayaan lain seperti $unani. Maka agaknya, masuk akallah mempercayai bah)a semua bangsa dan tiap periode kebudayaan menunjukkan minatnya pada perkembangan teknologi dan ini terus berkembang sampai kini. 6eknologi lebih dalam artinya sekarang ini ,dalam kaitannya dengan industri modern, bukan hanya dalam arti antropo-budaya- dibanding ketika mulai berkembang segera sesudah kelahiran ilmu pengetahuan modern mulai thn 1A((-1A?( dan teknologi mulai sekitar thn 1B((-1B?(. /ada thn 1A?( percobaan ilmiah sudah merupakan kegiatan yang diakui dan dihormati oleh masyarakat. %stilah teknologi sendiri untuk pertama kalinya diperkenalkan oleh /@%>>%/S pada thn 1B(A dalam sebuah buku berjudul+ Technology5 ) Descri tion of the )rts, .s ecially the &echanical. 6hn 1B?( merupakan a)al re"olusi %ndustri di mana 0osiah Eedge)ood menemukan karya tembikar ilmiahnya. 0ohn Smeaton memperdalam penemuan ledakan dalam tungku perapian. 6hn 1BA: 0ames )att menemukan mesin uap, thn 1BBA .dam Smith menerbitkan buku 6he Eealth of &ations, thn 1B;? 8art)right berhasil menemukan alat tenun untuk pabrik tekstil. .bad ini merupakan abad dengan tokoh! terkenal seperti &e)ton, Eatt, @argro"e, Ehitney, Dalton, /riestley, Colta, .moere, @ume, Coltaire, 'enyamin <ranklin, 6homas 0efferson. Suatu masa yang biasa disebut dengan masa 5mas atau masa /encerahan. Sikap terhadap teknologi saat itu sangat optimistis, sebab teknologi dipandang sebagai yang mampu memakmurkan * meningkatkan taraf hidup manusia. .rah khusus teknologi pada periode 1B?(-1;(( dicirikhaskan oleh usaha kelompok ahli 5nsiklopedi /erancis terutama 0enis 0iderot. .ntara thn 1B?1 dan 1BB! para ahli 5nsiklopedi tsb bekerja keras untuk mengumpulkan dan menyebarkan kembali ,dalam 2? "olume- seluruh pengetahuan yang muncul mengenai teknologi ,sebagai karya seni dan ketrampilan produktif-. Motif yang melatarbelakanginya untuk membebaskan kemanusiaan ,saat itu- dari tirani politis dan perbudakan raja!Rpara bangsa)an. 6ujuan luhur ini mau dicapai dengan merangkum secara sistematis pengetahuan atau pengertian semi praktis dan ketrampilan ,teknologi- dan kemudian menyebarkannya dalam terbitan sistematis ilmiah. arena menurut mereka kebahagiaan * kemajuan manusia tergantung pada sirkulasi teknologi yang muncul saat itu ,sebagai ketrampilan yang membebaskan-. Dengan demikian 5nsiklopedi merupakan usaha re"olusioner. %a bertujuan untuk mengusahakan agar penerangan teknologi diterima menjadi bahasa se-hari!. Secara gemilang 5nsiklopedi berhasil memenuhi sasaran yang ditetapkan untuk merobah cara berpikir umum dan berpengaruh besar dalam mengubah kebudayaan kontemporer masa itu. arya itu sendiri secara resmi dibekukan thn 1B?: dan kemudian hanya boleh diterbitkan sesudah banyak sensor. /engertian teknologi yang tampil dalam 5nsiklopedi sebenarnya bertitik tolak pada pertimbangan rasio, pada 5mpirisme 0ohn >ocke, pada materialisme praktis dan pada pengalaman manusia yang langsung. Dapat ditambahkan bah)a 5nsiklopedi sangat bernada @umanistis dan Sosial. 9asio dan teknologi disimpulkan sebagai sarana! pembaharuan masyarakat. /enonjolan pemaparan peran 5nsiklopedi /erancis untuk menelusuri teknologi di atas dimaksudkan untuk menunjukkan permasalahan kontras yang tajam antara sikap orang mula! terhadap teknologi ,dipuja pada a)alnya sebagai penyelamat masyarakat- dan sikap orang kini terhadapnyaG teknologi sebagai ancaman bagi kelestarian masyarakat. Dalam jangka !(( tahun sejal penemuannya, dalam kesadaran kita , teknologi telah berubah dari suatu kekuatan yang menyelamatkan dan memanusiakan, menjadi kekuatan yang mempermesin dan represif. E.Perubahan, dari Te'ni' )era8inan : )etram/i&an menu8u #istem Te'no'rasi . /ara ahli 5nsiklopedi !(( tahun yang lalu telah mamaparkan dan menyebarluaskan janji a)al teknologi. Dengan menyebarluaskan pengetahuan teknis dan memberi latihan tentang kno)-ho) dari berbagai ketrampilan dan kerajinan tangan, orang dimungkinkan untuk mampu secara pribadi mencari nafkah secara ekonomis dengan menguasai lingkungannya. Secara ringkas pada tahun 1B((-an teknologi memberi pada manusia sarana! untuk mempertanggungja)akan masa depannya. Dalam arti tertentu janji a)al teknologi thn 1B?(-1BB( bagi manusia terlaksana secara pelan dan seimbang. &amun dalam perkembangan selanjutnya ter)ujudlah suatu sistem S#S%.> ,kemasyarakatan- yang menelurkan akibat! yang sangat tidak dikehendaki.

2!

/erubahan dan sistem kemasyarakatan dari sistem kerajinan tangan ,para pengrajin tangan- menuju unit! ekonomi raksasa ,multi nasional corporation seperti .s, 5ropah, 0epang- mengungkap fenomena menarik dalam sejarah manusia. <enomena ini telah didokumentasikan dan ditulis. Darinya kita mudah menemukan sumber yang kaya untuk memahami a)al organisasi sosial dan hubungannya dengan e"olusi teknologi. .khir! ini analisis yang paling lengkap * tajam, muncul dari tokoh! seperti 6offler, Schumacher, dan %"an %llich dll. /engarang! ini ,tanpa melihat orientasi khusus- rupanya sama! berpendapat bah)a+ a-,akibat! kumulatif %ptek pada proses produksi mempengaruhi secara khusus perubahan masyarakat abad ke-1: dan !( b-perubahan ini sedang mencapai momentum yang ga)at karena lepas dari keinginan! kolektif kita. c-sesuatu yang radikal dibutuhkan untuk mengubah peranan dan fungsi teknologi. 6elah dimulai kerajinan tangan * ketrampilan manusia !(( tahun lalu yang menumbuhkan cara berpikir produktif disertai pandangan dan sikap hidup teknokratis. 6api cara berpikir tsb kini berkembang menjadi suatu yang tidak kita kehendaki. arena mengandung beberapa segi pokok yang negatif yakni+ 1-menjadi nyata bah)a cara berpikir teknokratis dalam penerapannya tidak mengenal batas yang pasti !- cara berpikir yang dikuasai oleh teknologi memadamkan cara berpikir lain serta mengesampingkan sejumlah nilai kemanusiaan 2- sifat otonomi teknologi makin lama makin tidak berkuasa. Masyarakat industri modern rupanya sudah berkembang dalam arah teknokrasi "ersi 6homas @obbes dalam bukunya Le.iathan! suatu masyarakat mekanis ,sebagai mesin raksasa- di mana manusia direduksikan dalam dua reaksi naluri dasar yakni mau lebih berkuasa terus dan ketakutan terhadap maut. Dalam sistem ekonomi semacam ini kesadaran real manusia dikuasai secara ber-tubi! oleh sikap mekanis yakni mau berusaha terus memuaskan hasrat ,nafsu- kekuasaan dengan mengurangi ketakutanRkecemasan terhadap kematian. .kibatnya tak ada tempat lagi bagi nilai! manusia)i yang lain seperti cinta, simpati, kesetiaan, kerja sama, pengorbanan, keadilan. Singkatnya suatu penolakan terhadap hidup. 8ara berpikir teknokratis yang didukung oleh penemuan! baru dalam bidang energi seperti uap, listrik, gas, nuklir serta penemuan sistem pengaturan dan pengukuran yang menghasilkan re"olusi industri seperti pabrik, kerja sama industri, semuanya menunjuk pada suatu masyarakat teknokratis. 'ayangan @#''5S dalam bukunya >e"iathan agaknya ter)ujud dalam teknologi. Di satu pihak teknologi membebaskan orang dari beban fisik * ekonomis. Di lain pihak ia memberi orang sarana! pula untuk memperolehR menghasilkan kekayaan, dominasi, kekebalan dari ancaman sekitar. Sistem teknokrasi yang memberi kepada manusia kemungkinan untuk memiliki kekuasaan dan yang puluhan tahun masih menjanjikan keamanan bagi semua, kini tengah menanti ongkos! kemanusiaan yang siap dikorbankan sebagai bayarannya. .pa yang dilihat sebagai %D5.> dan anugerah pada dekade yang lalu, kini dilihat sebagai malapetaka. Schumacher merupakan tokoh tokoh pemikir yang memberi sumbangan pemikiran kritis mengenai pemberontakan alam terhadap dorongan kerakusan manusia akan kekuasaan * kekayaan. 6eknologi Ealau sesungguhnya buah karya manusia cenderung berkembang menurut hukum * prinsipnya sendiri, yang berlainan dengan prinsip alam kemanusiaan dan kehidupan umumnya. Dunia modern yang dibentuk oleh teknologi itu kini berada dalam tiga krisis sekaligus. risis pertama+ sifat! kemanusiaan yang berontak terhadap pola! politik, teknologi yang tak berperikemanusiaan. risis kedua+ lingkungan hidup menderita * menjerit. etiga+ penggunaan besar!an sumber daya alam ,SD.- yang tak dipulihkan lagi, mengakibatkan kemungkinan habisnya bahan bakar dalam )aktu dekat ini. ;.Ciri-ciri Po'o' Te'no&ogi, ;.a.Te'no&ogi mem/rodu'si sega&a macam barang. Di samping kritik! yang muncul terhadap sistem demokrasi, pada umumnya orang mengakui bah)a teknologi mampu menyediakan berbagai barang yang diperlukan manusia. 'ila masyarakat masih merancang penggunaan mobil maka sistem teknokrasi telah sampai memproduksinya dalam jumlah yang cukup bagi pembeli yang mampu membayarnya. Masyarakat teknokrasi mengusahakan sebagian besar makanan, pakaian, perlindungan, pengangkutan dll dalam jumlah yang ber-limpah!. 6eknologi menyediakan sebagian terbesar barang! yang meng-enak7kan * alat! pemberi kenikmatan material bagi kita serta mengusahakan semua ini dengan makin mengurangi pemakaian tenaga otak * tangan manusia. 6idak semua yang menjadi kebutuhan masyarakat dapat diproduksi teknologi. /ilihan lebih berdasar pada ada tidaknya keuntungan ekonomis, misalnya negara aman maka /M. tetap jalan terus karena terjamin. Maka dari itu teknologi militer demi kepentingan kemantapan pemerintah lebih mendapat anggaran belanja daripada pembangunan dan pemeliharaan kaum miskin. 'ersama dengan proses memproduksi barang!, teknologi meningkatkan ser"ice, mass media yang menunjang pemasaran dengan segala macam cara. %nilah yang disebut @ampden * 6urner sebagai proses penyebaraluasan manipulasi iklan, mempermesin manusia demi lakunya barang, reklame )anita cantik setengah telanjang di samping Cespa atau di depan mobil. Di samping bah)a teknologi menambah ketrampilan produksi indi"idu, ia juga berusaha meningkatkan terus kemampuan produksi masyarakat. %ni dilakukan terus dalam hampir semua bidang kesehatan, transportasi, industri, computer, komunikasi, sport, perang dan angkasa. arena cita! peningkatan kemampuan massa yang berlebihan ini ,demi satu tujuan pokok+ produksi barang meningkat-, maka indi"idu! dilalaikan. ;.b.Te'no&ogi condong 'e arah 'onsentrasi /ada go&ongan terbatas. Dengan kerja yang mekanis dan karena konsekuensi rasional instrumentalisnya, maka sistem teknokrasi condong ke arah konsentrasi dan peningkatan kekayaan ekonomi, pemusatan kekuasaan politis serta teknologi %know-how$ pada golongan tertentu saja. 6eknologi dan teknik sebagai mesin pelipat ganda ternyata menderaskan arus tidak meratanya pembagian kekayaan yang ada dalam masyarakat. /abrik! yang modalnya besar lebih mudah mendapatkan keuntungan dan pelipat-gandaan uang daripada pabrik ,modal- kecil. Malahan rakyat jelata yang paling membutuhkan uang buat hidup tidak kebagian kesempatan nafkah. Situasi tidak seimbang ini makin dipertajam oleh unsur spesialisasi * skala prioritas ekonomi dari teknologi. Spesialisasi mengutamakan pemusatan skill terpilih yang dikumpulkan dalam kelompok terbaik. Sedang prioritas skala ekonomi menekankan penyelidikan produksi massa paling tinggi mutunya dalam jumlah besar dari produksi gurem ,kecil!an-.

22

Di samping itu teknologi sangat mengandalkan struktur hierarkis, kontrol * dominasi demi keuntungan ekonomi. %a mengandaikan suatu kontrol yang ketat terhadap sumber alam yang penting demi mencapai tujuan! yang sudah direncanakan. %ni semua hanya bisa berhasil bila didukung oleh pemusatan kontrol kekuasaan ekonomi, politik dan informasi. /embagian tidak merata dalam kekayaan, kekuasaan, serta informasi inilah yang kini paling menjadi sasaran kritik pedas mereka yang sudah mempelajari sungguh! masyarakat industri modern. 6eknologi selalu berkaitan erat dengan perkembangan ekonomi * pembangunanG ini berarti, makin mau dicapai peningkatan kekayaan * modal. /erencanaan teknokrasi sifatnya ekonomis-sentris. 6ujuan pokok yang mau dicapai kaum teknokrat adalah pembangunan ekonomi, acap kali tanpa mengindahkan ongkos! korban bidang non ekonomis seperti penghancuran lingkungan hidup, pembuangan sampah nuklir tanpa perhitungan, pencemaran alam sekitar ;.c.Te'no&ogi membuah'an 'e'erasan aitan tambal-balik antara perkembangan teknologi dan timbulnya berbagaimacam bentuk kekerasan memang mengejutkan kita. /ada dasarnya orang mudah mencurigai teknologi, justru karena erat hubungannya dengan kekuatan militer, senjata, dan perang. Skala berkecamuknya perang dalam arti baik luasnya )ilayah yang dilanda, lamanya, maupun jumlah korbannya yang mati meningkat terus, karena perkembangan dan kemajuan teknologi. Dan perlombaan penemuan senjata! baru seperti rudal berkepala nuklir, %8'M, obat! kimia untuk perang, bom neutron, nuklir, bom hydrogen dll dibarengi oleh prospek pelipatgandaan tenaga nuklir dan terorisme dimana semua ini menjanjikan semakin menganganya kehancuran di masa mendatang. 0uga teknologilah yang telah mengembangkan teknik! cemerlang dan lihai bagi terorisme internasional, sistem spionase ,mata!- dan metode penyiksaan yang kini hangat dipraktekkan tanpa menghiraukan nilai! kemanusiaan lagi. (rang bisa membayangkan secara real adanya kemungkinan seorang teroris meledakkan salah satu bom nuklir di-tengah! kota yang padat penduduknya pada abad ini. /ada daftar ini belum lagi dicantumkan akibat teknologi dalam )ujud perkosaan terhadap lingkungan hidup maupun para buruh miskin. ;.d.Te'no&ogi merestru'tur, men2usun 'emba&i mas2ara'at. Umum mengakui bah)a teknologi mempengaruhi hampir setiap aspek kehidupan masyarakat. 0aDues 5illul memberi prakata pada karangannya dengan mengatakan+6ak ada kenyataan sosial manusia atau rohani yang demikian penting seperti kenyataan adanya teknologi dalam dunia modern. %a memerinci pemakaian teknik dalam tiga bidang yakni+ a-.5konomi+ produksi industri b-.(rganisasi+ sifaynya administratif, manejerial, hukum * militer c-. emanusiaan, misalnya pengobatan, pendidikan, komunikasi, sport dll. ita masing! dipengaruhi oleh perkembangan! teknik dalam salah satu bidang yang dipaparkan tadi. ehidupan kita ditentukan oleh kaidah! yang diba)a oleh mekanisme teknis yang memba)ahi sebagian besar kegiatan dan pengalaman kita. ita masing! menggunakan juga hasil! teknologi, memilih salah satu dari hasil teknologi berarti mau tunduk pada aturan main prosesnya. Memilih produk teknologi berarti pula mendukung sebagian proses teknik yang dituntut mulai dari penggunaan bahan baku, sistem produksi padat modal, pembayaran ongkos reklame sampai akibat konsumtifnya. Secara teknik bila tiap! indi"idu dalam masyarakat terlibat dan hidup di ba)ah pengaruh realitas teknologi di atas maka seluruh sistem transportasi, pengaturan pemerintahan, pemasaran barang!, dan struktur sosial-ekonomi, praktis disesuaikan dengan penggunaan teknologi tsb. Dengan kata yang paling sederhana maka dasar dari pola hidup kita sebenarnya sudah ditentukan oleh teknologi dan teknik. ;.e.Te'no&ogi mem/un2ai sistem$ ni&ain2a sendiri. Sistem teknokrasi telah melembaga dan membakukan sejumlah nilainya sendiri. 0aDues 5llul membuat semacam perbandingan antara teknik masa lalu dan teknologi masa kini. 6eknik Faman dulu, hanya diterapkan pada areal yang terbatas dan sempit. eterbatasan areal penerapan ini disebabkan karena jumlah teknik sendiri yang memang kecil. Dengan demikian bisa langsung dimengerti bah)a sifatnya pun masih kecil dan terbatas. Dimana orang masih mempunyai kemungkinan buat memilih untuk memakainya atau tidak. >ain halnya dengan teknologi modern masa kini. Sama sekali berbeda dengan teknik masa lalu. 8iri pokoknya+ aa- 6eknologi saat ini sangat ditandai oleh 9asionalisasi, artinya to bring mechanic to bear on all that is spontaneous or irrational bb- Unsur artifisial ,simbol, buatan- sangat menonjol sebagai kebalikan dari yang alamiah cc-6eknologi saat ini dicirikhaskan pula oleh otomatisme. (tomatisme ini meliputi dua hal pokok yakni, pertamaG otomatisme dalam pemilihan metode, organisasi, dan mekanisme. edua, teknik mampu menghilangkan kegiatan! yang bukan bersifat teknik dan menjadikannya teknik. Segala sesuatu dihitung secara matematis sehingga tidak memberi lagi tempat bagi kebebasan dd-6eknologi juga terus akan berkembang dan menuntut penerapan teknologi yang baru, begitu suatu rumusan ditemukan atau diperbaiki ee-Menonjol pula sifat monolit dari teknologi. .rtinyaG teknik adalah metode yang mendasarkan dirinya pada prinsip yakni pengetahuan secara efisien segala sesuatu. arena kaitannya dengan bidang! lain maka teknologi cenderung bersifat monolit demi efisiensi. ;.f.-ni.ersa&isme Te'no&ogi. 'ila dulu teknik merupakan salah satu unsur kebudayaan, kini teknik malah telah menguasai seluruh kebudayaan. Dalam situasi itulah teknik berkembang berdasarkan prinsip!nya sendiriG inilah 1tonomi Te'ni' arena (tonominya, lama! nilainya terpisah dari manusia penciptanya. .pa yang sebenarnya menjadi sarana bagi kemajuan dan kesejahteraan manusia, kini telah menjadi tujuan dan dianggap bernilai mutlak pada dirinya sendiri yang semakin otonom. .kibatnya manusia kini berada dalam bahaya menjadi sekedar alat nilai! material ,non manusia)i- dari teknologi. Sistem nilai teknologi itu berkembang sendiri, meluas dalam proses yang terbatas. 6eknologi punya kecenderungan untuk melaksanakan pilihan! otomatis berdasarkan pada perkembangan lgisnya ,cara berpikirnya- sendiri. 8elakanya sistem nilai teknologi inilah yang paling menerpa nilai! manusia, menggeser tanggung ja)ab pribadi, empati, spontanitas manusia. Masa depan manusia amat tergantung dari mampu-tidaknya manusia mengubah laju negatif sistem teknokrasi ini. ;.g.Te'no&ogi memberi a'ibat$ buru' /ada 'ondisi manusia. .kibat! sistem teknologi pada hidup manusia makin meluas. Diakui umum bah)a perkembangan teknologi yang makin dipercepat serta birokrasi teknik telah menyebabkan timbulnya gangguan pada kesehatan

23

psikologis seseorang - Ealau barangkali amat berguna bagi masyarakat sebagai yang kolektif. Masyarakat teknologis membuat segalanya lebih enak, mudah, uniform mekanis ,diatur komputer, mesin- dan rasional. %a menyediakan juga sarana! untuk mencapai kenikmatan (!ental en'oy!ent) dengan teknik! yang dikembangkan sebagai pemuas keinginan. .>.S.&nya karena dirasa baik untuk mengembangkan teknik dan cara sekedar demi mencapai kesenanagan dalam melakukannya. 0alan pemikiran ini dituruti terus lantaran secara ekonomis menguntungkan akibatnya orang jadi tidak tahu lagi kebutuhan manusia yang paling nyata di sekitar kita. arena teknologi memperenak hidup, maka kita kehilangan kepekaan perasaan untuk trial and error yang secara psikologis penting untuk berani menentang hidup sebagai gambling.. 9asionalitas teknologi yang mau mengontrol seluruh proses secara teliti * ketat baik secara psikologis maupun sosial sebenarnya mengatur pula kehidupan psiko-sosial dan merasuki jalan serta proses berpikir kita. /engaruh ini begitu kuat sehingga tanpa sadar kita mengikutinya dan berkompromi dengannya. esadaran kita pun ikut menjadi kesadaran teknokratis. Soal! ini disoroti tajam oleh @erbert Marcuse. $ang paling merusak dari sistem teknokratis bukanlah sistem nilainya yang otonomi atau ekspansinya yang ke sana-sini tapi terutama kemampuannya untuk mengontrol dan menguasai pikiran manusia tanpa si manusia menyadarinya. %nilah yang membuahkan situasi sepihak semacam one di!ensional thought, a ha y conciousness$ . .ncaman paling besar yang diba)a oleh teknologi adalah mematikan imajinasi manusiaG diskusi mengenai alternatif menjadi tidak rele"an karena janji! teknologi selalu berupa suatu kehidupan masa datang yang lebih enak buat penduduk yang semakin bertambah jumlahnya. 0anji semacam ini tidak mau menggubris pandangan tindakan alternatif yang kualitasnya lain dan lebih stabil. Dan bila orang! seperti Schumacher menegaskan bah)a kodrat inti pemikiran kita sedemikian rupa sehingga tidak dapat berpikir lain, maka dapat disimpulkan bah)a teknologi melalui masyarakat yang sudah dipermesin merusak pemikiran manusia. ;.h.A'ibat Te'no&ogi /ada Peri&a'u %anusia .kibat teknologi pada perilaku manusia, muncul dalam fenomenda penerapan kontrol tingkah laku (behaviour control-. ontrol tingkah laku merupakan kemampuan untuk mengatur orang melaksanakan tindakan seperti yang dikehendaki oleh si /engatur , the ability to get so!e one to do one6s bidding -. /engembangan teknologi yang mengatur perilaku manusia ini mengakibatkan munculnya masalah! 56@%S sbb+ aa- /enemuan teknologi yang mengatur perilaku ini menyebabkan menyebabkan kemampuan perilaku seseorang diubah dengan operasi dan manipulasi dalam susunan syaraf otak melalui sychosurgery6s infuse kimia)i, obat bius tertentu, 5.S.'. ,.lectrical Sti!ulation on the 7rain-G shock listrik tertentu seperti yang dapat dilihat dalam film The 2olocoust. >agi pula teknologi baru dalam bidang psikologis seperti dyna!ic sychothera y mampu merangsang secara baru bagian! penting sehingga kelakuan bisa diatur dan disusun. alau begitu otonomi * kebebasan bertindak manusia sebagai suatu nilai diambang kemusnahannya. bb-Makin dipacunya penyelidikan dan pemahaman mendalam tentang kelakuan manusia, memungkinkan adanya lubang manipulasi, entah melalui iklan atau media lain. cc-/emahaman njelimet tingkah laku manusia demi tujuan ekonomis, rayuan untuk menghirup kebutuhan baru sehingga bisa mendapat untung lebih banyak, menyebabkan penggunaan media ,radio, 6C- untuk mengatur kelakuan manusia ,konsumendd-'eha"iour control memunculkan masalah 5this bila kelakukan seseorang dikontrol oleh teknologi dan bukan oleh si subyek itu sendiri. onflik muncul justru karena si /engatur memperbudak orang yang dikendalikan, kebebasan bertindaknya dikontrol dan diarahkan menurut kehendak si pengontrol. ;.i.A'ibat te'no&ogi /ada bidang E'onomi. Sistem teknokratis yang didukung teknologi condong ke pemusatan dan peningkatan kekayaan ekonomi ekuatan kekuasaan politik dan technological know-how. /erusahaan denganmodal besar lebih mudah mendapatkan pinjaman dari pemerintah daripada perusahaan yang lebih kecil. /engusaha kelas teri * kecil!an tanpa punya ka)an dagang yang kuat sukar untuk mendapatkan pinjaman. arena teknologi mau serempak mencapai tujuan besar dan global maka mengimplikasikan kontrol terhadap sumber! bahan pokok. .danya spesialisasi meningkatkan pemusatan perhatian para ahli pada satu bidang tertentu dan pencarian keuntungan kelompok tertentu. 6ujuan pragmatis global hanya efektif tercapai bila ada pemusatan kontrol yang rapi ekonomis, informasi * politis. ;.8.A'ibat Te'no&ogi /ada E'sistensi manusia. Sorottan segi ini paling tajam dilontarkan oleh Schumacher ,terutama dalam bukunya S!all is 7eautiful5 ) Study of .cono!ics as if *eo le &atterd , >ondon, .bacus 1:BA-. 'agi Schumacher eksistensi sejati manusia adalah bah)a manusia menjadi manusia justru karena ia bekerja. /ekerjaan bernilai tinggi bagi manusia, ia adalah ciri eksistensial manusia, ciri kodrat kemanusiaannya sebagai homo faber. /emakaian teknologi super modern condong mengasingkan manusia dari eksistensinya sebagai pekerja, sebab di sana manusia tidak mengalami kepuasan dalam bekerja+ pekerjaan tangan * otak manusia diganti dengan tenaga! mesin. Dengan itu hilanglah kepuasan kreati"itas manusia karena pemakaian tangan dan otaknya dalam bekerja telah digeser oleh komputer * mesin. >ebih jauh Schumacher menegaskan bah)a pemakaian teknologi mengakibatkan pembatasan pada kebebasan manusia. Macam! teknik perhitungan mengancam kebebasan manusia, justru karena segala sesuatu mau dikomputerisasikan. /ada hal tindakan manusia tidak pernah dapat direncanakan dengan perhitungan matematis yang dilakukan oleh komputer. $ang hakiki pada manusia dalam kebebasanya justru karena ia memiliki kebijaksanaan. earifan ini hanya dapat diambil oleh manusia dan bukan oleh perhitungan komputer. 6eknologi dengan komputernya mengancam sisi hakiki ini. ;.'.A'ibat$ te'no&ogi /ada bidang Po&iti'. 5lit! baru yang mempunyai spesialisasi tinggi, semakin membengkak jumlahnya, tetapi mereka mempunyai kelemahanG kekurangan pandangan mengenai masalah! umum.. Untuk melaksanakan tujuan dan kemauan mereka pada khalayak ramai, mereka memilih cara pemaksaan kebijaksanaan dari pusat. >alu muncul soal+ kaum teknokrat memanipulir tokoh! politik atau para penguasa memperalat kaum teknokrat= 0aDues 5llul sendiri

2?

Dalam sebuah bukunya yang mengulas+6eknik dan 5konomi serta 6eknik dan &egara menyoroti bagaimana kelompok elit baru menggunakan berbagai ketrampilan * latihan+ planning, kriteria pengukuran, kontrol. Semua pihak yang ada dalam posisi kekuasaan harus+ - etat menguasai ekonomi - Mengaturnya dengan cara matematis yang pasti * tepat - Menyatukannya dalam masyarakat teknologis yang mengeliminir unsur kebetulan -/emusatan ekonomi dalam kerangka bangsa dan negara -Menciptakan suatu demokrasi formal dengan mengekslusifkan demokrasi yang real -Mengeksploitasi semua teknik yang mengendalikan manusia. Dalam kaitan ini Soedjatmoko mengkonstantir bah)a ternyata sebagian besar penelitian ilmiah yang melahirkan teknologi baru dilakukan dalam kerangka erkembangan senjata, yang pokoknya menambah kemusnahan bagi umat manusia. Di samping itu sifat sebagian teknologi baru adalah %technology of convenience$, tertuju pada golongan umat manusia yang sudah paling tinggi tingkat kehidupan materiilnya. A)IBAT$ &ain dari te'no&ogi a./emindahan teknologi ,transfer of technology- tak pernah hanya sekedar pemindahan teknologi belaka, selalu memba)a kultur dari mana teknologi itu diolah. Sehingga si penerima harus menerima kebudayaan baru * asing yang diba)a teknologi impor tsb. Memasukkan dalam suatu negara sistem mobil dan lalu lintas udara baru, film! baru, radio * teknik mass media bahkan pabrik soft drink$ pastilah mengubah kebiasaan! yang sudah membudaya. erap kali soal ini mengakibatkan timbulnya desintegrasi kultural. b. eberhasilan %ptek dalam memecahkan masalah! tertentu telah memba)a sejumlah harapan yang tidak real. $.)RITERIA ETDI# dan PAT=)AN )=N)RET. a.)riteria Ethis da&am IPTE). Sebelum mencari apa itu kriteria 5this, lebih dahulu kita perlu memahami dan bersepakat dahulu mengenai apa itu 56% .. Untuk menja)ab pertanyaan ini penulis ingin menarik perhatian anda pada deskripsi mengenaiG apa itu 5tika= 5tika berasal dari bahasa $unani ETD=# artinya )atak, kesusilaan atau adat. 5tika identik dengan kata %=RAL yang berasal dari kata >atin M#S yang dalam bentuk jamaknya M#95S yang juga berarti adat atau cara hidup. 5tika dan Moral sama artinya, namun dalam pemakaian se-hari! ada sedikit perbedaan, dimana moral atau moralitas dipakai untuk perbuatan yang sedang dinilai, sedangkan 5tika dipakai untuk pengkajian sistem nilai! yang ada. Menurut <rans Magnis Suseno ,1::2+:- 5tis adalah sesuai dengan tanggung ja)ab moral. %stilah 5tis digunakan untuk mengambil sikap yang )ajar dalam suasana pluralisme moral yang merupakan ciri khas Faman sekarang. %stilah lain yang identik dengan 5tika ialah+ a-Susila ,Sanskrit- yang lebih menunjuk kepada dasar, prinsip, aturan hidup ,atau #i&a- yang lebih baik 4#ub-.khlak ,.rab- moral berarti akhlak, etika berarti ilmu akhlak. 5tika mencari kebenaran dan etika merupakan cabang filsafat yang menerima keterangan ,benar- yang sedalam!nya. 6ugas tertentu bagi 5tika yakni mencari ukuran baik-buruknya tingkah laku manusia. 5tika selalu meliputi bidang pilihan dan karenanya selalu mengandaikan adanya kebebasan. 5tika selalu bersangkut paut, kait-mengait dengan keputusan menurut ke)ajiban ,hati nurani-, norma!, aturan!, petunjuk! dan ajaran mengenai apa yang dihayati sebagai )ajib atau tidak, boleh atau tidak boleh. 5tika berkisar dalam ruang yang meliputi baik-buruk, menyangkut motif dan tujuan tindakan yang disadari dan simaui, menyangkut tindkan yang diterima atau ditolak. 0adi bidang 5this merangkum sikap! dan sifat pribadi seseorang yang pantas dipuji karena sungguh bertanggung ja)ab atau sikap yang dicela karena teledor. Secara ringkas, bisa dikatakan 5thika merupakan bidang tanggung ja)ab kita sebagai pribadi manusia terhadap yang telah, sedang atau akan kita lakukan sebagai keputusan! hidup yang pasti menyangkut kepentingan orang lain, justru karena kita hidup dalam jaringan masyarakat. Diterapkan dalam rangka %ptek berarti tanggung ja)ab kita terhadap ilmu pengetahuan dan penerapan teknologi. ita bertanya atas dasar apaRmengapa kita bicara soal 5thika dalam %ptek= 0a)abannya ada tiga alasan mengapa= /ertama+ #leh karena ilmu pengetahuan atau kadar keilmiahan seseorang itu merupakan salah satu )ujud konkret kekuasaan. .rtinya, ilmu pengetahuan itu merupakan salah satu kemungkinan yang bisa dipakai untuk mengemudikan orang lain secara efektif. Dalam bagian pertama ,permasalahan %ptek- kita melihat secara jelas sekali bah)a teknologi itu merupakan kekuasaan. edua+ enyataan di depan+ masalah!Rkompleksitas permasalahan %ptek yang memunculkan situasi konflik nilai. Situasi konflik timbul justru karena setiap pilihan teknologi mempunyai implikasi! sosial * ethis, mengenai orang!, mengenai hak * pribadi orang yang dikenai oleh pilihan teknologi tsb. Suatu pilihan teknologi P, misalnya, dapat menguntungkan golongan tertentu dan merugikan golongan lain, akan mengurangi masalah pokok kemiskinan atau makin memperlebar jurang yang terjadi= etiga+ Meningkatnya kesadaran yang semakin mendalam diantara para ilmu)an sendiri bah)a proses penerapan %ptek ,apa yang disebut sebagai pembangunan- menyangkut %&6% manusia+ nilainya sebagai pribadi yang merupakan tujuan pada dirinya. 'ah)a proses teknologi ini tak dapat ditangani secara sepihak ,ekonomi saja atau teknik saja- tapi harus didekati dari banyak ilmu pengetahuan termasuk 5thika. #leh karena %ptek merupakan salah satu bentuk konkret kekuasaan ,lihat dalam bagian pertama- maka penggunaannya tidak pernah bisa netral. /enggunaannya selalu mengenai atau berakibat pada orang lain. #leh karena penerapan teknologi dapat melukai hak! dan martabat manusia maka penggunaannya menuntut tanggung ja)ab yang sungguh! dari si pemakai atau si pemilik. Disinilah letak rele"ansi dari pembicaraan kita+ - @asil ilmu pengetahuan seperti bom atom yang telah terbukti membunuh 2((.((( orang tak bersalah karena tindakan dan keputusan manusia. - arena de facto %ptek bisa disalahgunakan untuk maksud! jahat yang merugikan orang lain, maka dimensi 5this serta kriterianya sangat rele"an dalam hubungannya dengan ilmu dan teknologi. $ang dimaksudkan dimensi 5this dalam %ptek di sini adalah %ptek yang lebih manusai)i, yang memperhatikan nilai! manusia. 0adi %ptek harus diabdikan demi makin sempurna dan perkembangan manusia. b. %encari Pato'an )on'ret, (leh karena penilaian 5this mengkhususkan diri pada penilaian tindakan! konkret manusia maka yang perlu diperhatikan ,dalam bicara dimensi 5this- adalah tindakan! konkret mana yang nyata! perlu diambil untuk mempraktekkan %ptek. Dalam hal ini perlu dibedakan antara tujuan dan saranaRalat yang de facto digunakan

2A

untuk melaksanakan tujuan. 6ujuan tidak perlu diperhatikan secara khusus karena biasanya pasti sudah dirumus secara indah dan bagus ,misalnya tujuan perkembangan sebagai penerapan salah satu bentuk teknologi dalam 4'@& bagus sekali, namun soalnya bagaimana tindakan konkret yang diambil=-. Untuk menilai kadar 5this nilai tindakan konkret tadi dan akibat!nya pada orang lain ,masyarakat- perlu memperhatikan sarana yang dipilih. 6anggung ja)ab kita terhadap %ptek lalu berarti pengerahan seluruh daya upaya agar penggunaan %ptek nyata! dijalankan demi makin berkembangnya dan dihormatinya martabat manusia. riteria 5this bagi suatu tindakan yang menghargai martabat manusia dapat dirumuskan sbb+ Secara &egatif+ mutlak tidak membiarkan seorang pun merasa menderita, diperkosa, dilanggar haknya karena penerapan ilmu pengetahuan. Secara /ositif+ mutlak melaksanakan %ptek demi mengusahakan suatu lingkungan masyarakat ,entah secara mikro dalam keluarga atau secara makro dalam negara- di mana tiap anggotanya merasa aman dan mampu menjadi dirinya. Dengan kata lain konteks pelaksanaanRpenerapan %ptek seharusnya merupakan tindakan pembebasan manusia dari rasa kha)atir akan hari esok. /enerapan %ptek merupakan pula tindakan pembebasan manusia dari kelaparan, kemiskinan dan kebudayaan. 6anggung ja)ab 5this kita terhadap %ptek berarti menilai penerapan %ptek berdasarkan kriteria di atas yakni menghormati martabat manusia atau tidak= .pakah ini tidak sesuatu yang kabur atau khayal= 6%D. . .lasannya+ soal 5this adalah soal! yang konkret karena berpijak sebagian pada dasar empiris ,pengalaman-. Sebelum membuat sesuatu pertimbanganRkeputusan 5this, saya harus bertanya+ mana kemungkinan! real-nya= /ilihan! yang berbeda memba)a kemungkinan hasil bagaimana== Mana bahaya atau resiko yang terkandung di dalamnya== %ni semua mengandaikanRmenuntut lengkapnya data! obyektif. &amun keputusan 5this sebagian tergantung juga pada C%S%, M. SUD * 6U0U.&. Mana itu masyarakat yang baik!== .pa itu arti manusia)i== Sehingga semua itu berarti+ bila penerapan %ptek tidak menghasilkan akibat! positif dari masyarakat, maka gagallah dia. 'ila penerapan %ptek ternyata makin merendahkan martabat manusia, menyebabkan diancamnya segi kemanusiaan, diperkosanya @.M, maka gagallah penerapan ituSSS 'ila penerapan %ptek mengakibatkan jatuhnya korban! manusia)i, perlulah kita pertanyakan penerapan %ptek itu sendiri. .kan tetapi pasti muncul masalah rumit. (rang meragukan apa perendahan martabat manusia itu bisa diukur== 0a)abnya tegasSS 'isaSS /erendahan martabat manusia bisa diukur secara empiris nyata melalui apa yang disebut sebagai situasi negatif, situasi dimana segi! kemanusiaan seperti kebebasan @.M, keadilan sosial, direnggut atau diancam. 'ukankah ilmu ekonomi bisa mengukur apa itu yang disebut miskin berdasar takaran beras yang dikonsumsi== Masalah 5this penerapan %ptek muncul secara tegas bila dihadapkan pada pilihan! yang mesti diambil. /ilihan ini makin menuntut tanggung ja)ab terutama bila ada konflik nilai dan kepentingan mana atau siapa yang harus dinomorsatukan saya dan keluargaku atau orang kecil lain yang lebih butuh== Mengorbankan banyak orang demi menguntungkan segelintir orang itu )ajar atau tidak== (.Bebera/a Po'o' Ni&ai 6ang Per&u 0i/erhati'an 0a&am Pengembangan IPTE). 'agian kedua sebenarnya secara singkat bisa diringkas sebagai upaya agar pengembangan %ptek sungguh! bisa manusai)i. .da empat hal pokok agar %ptek dikembangkan secara manusia)i ialah+ /okok a-./enghormatan akan @.M menegaskan secara positif dan secara konkret unsur! mana yang tidak boleh dilanggar dalam pengembangan %ptek dalam masyarakat agar masyarakat itu tetap manusia)i. 9umusan @.M merupakan sarana hukum untuk menjamin penghormatan terhadap manusia. %ndi"idu! perlu dilindungi dari pengaruh penindasan %ptek. /ersoalan ini semakin tajam justru karena keinginan manusia untuk menguasai alam dan mengontrolnya. &amun de)asa ini kenyataannya telah terbalik. %ptek telah memperbudak manusia. @anya sekelompok kecil manusia yang menguasai dan mengaturnya sehingga orang lain dikuasainya. ita dapat mengambil contoh penggunaan tenaga nuklir sebagai energi telah menyebabkan konsentrasi uang, kekuasaan, hanya pada negaraRpemerintah tertentu. >alu muncul masalah bila digunakan demi maksud jahat dan hanya menguntungkan elite penguasa dengan akibat kehancuran kelestarian hidup dan nilai manusia. ita perlu bertanya, siapa yang harus membayar ongkos korban polusi== 'iasanya rakyat kecil dan bukan mereka yang mengelola pabrik atau pemilik saham. /okok b- eadilan dalam bidang /ol5kSos sebagai hal yang mutlak. /erkembangan teknologi sudah memba)a akibat konsentrasi kekuatan ekonomi maupun kekuatan politik. Mau memanusiakan pengembangan %ptek berarti mau mendesentralisasikan monopoli pengambilan keputusan dalam bidang politik, ekonomi. %ni berarti pelaksanaan keadilan harus memberi pada setiap indi"idu kesempatan yang sama menggunakan hak!nya. /okok c- Soal lingkungan hidup+ 6ak seorangpun berhak menguras-tandas sumber! alam dan manusia)i tanpa memperhatikan akibat!nya pada seluruh masyarakat. 5kologi mengajar kita bah)a ada kaitan erat antara benda yang satu dengan benda yang lain di dalam alam ini. .da hubungan timbal balik antara manusia, alam, dan benda!. %ni berarti pengolahan sepihak terhadap salah satu dari tiga realitas tadi akan memba)a akibat dan pengaruh pada bagian! lain. 5kologi mengajar kita pula mengenai batas! kritis dari dunia energi, SD. yang terbatas. /ertimbangan soal lingkungan menuntut perhatian pada akibat! teknologi pada pencemaran alam, penyusutan kehidupan di masa depan bagi umat manusia. #leh karena eratnya hubungan antara teknologi * kekuasaan, maka dalam mempertimbangkan ekologi ini dirasa sangat penting adanya sistem organisasi sosial yang harus bertanggung ja)ab dalam mengatur akibat dan pengaruh teknologi serta kelakuan manusia dalam kaitannya dengan keseimbangan lingkungan. /ertimbangan ini harus real, mungkin dapat di)ujudkan dalam dua kemungkinan yakni+ /ertama+ perlu berdirinya lembaga yang bertanggung ja)ab dalam mencegah penghancuran lingkungan seperti erosi, polusi, dan penggundulan hutan edua+ keputusan! yuridis, politis yang berkaitan dengan tujuan terjaganya kesejahteraan umum masyarakat serta kelestarian hubungan antar pribadi dalam masyarakat. /okok d- &ilai manusia sebagai pribadi. Dalam dunia yang dikuasai teknik, harga manusia dinilai dari tempatnya sebagai salah satu instrumen sistem administrasi kantor tertentu. .kibatnya manusia dinilai bukan sebagai pribadi tapi lebih dari sudut kegunaannya atau dilihat hanya sejauh ada manfaat praktisnya bagi suatu sistem.

2B

&ilainya sebagai pribadi berdasar hubungan sosialnya, dasar kerohanian dan penghayatan hidup sebagai manusia dikesampingkan. 'ila pengembangan %ptek mau manusia)i, perhatian pada nilai manusia sebagai pribadi tak boleh kalah oleh mesin. @al ini penting karena sistem teknokratis cenderung ke arah de-humanisasi. Mengapa== arena nilai! sistem teknokratis berdasar pada obyek nyata. Sebagai data serta paham instrumentalisme, teknologi ternyata menggeser nilai! dasar manusia sebagai pribadi. Maka pengembangan teknologi yang manusai)i harus secara sadar menempatkan manusia sebagai pribadi, sebagai subyek yang bernilai pada dirinya. %tulah empat hal pokok sebagai usulan bagi jalan keluar masalah kompleksitas pengembangan %ptek. $ang penting sekali pada diri manusia ialah bagaimana manusia dapat beramal ilmiah dan berilmu amaliah dan ungkapan 9oma)i yang penting juga ialah /on scholae sed vitae dici!us.

2;