Anda di halaman 1dari 36

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pencemaran perairan adalah suatu perubahan fisika, kimia dan biologi yang tidak dikehendaki pada ekosistem perairan yang akan menimbulkan kerugian pada sumber kehidupan, kondisi kehidupan dan proses industri (Odum 1993 ! Menurut Peraturan Pemerintah "omor 19 Tahun 1999, pencemaran laut diartikan dengan masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, #at, energi, dan$atau komponen lain ke dalam lingkungan laut oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan laut tidak sesuai lagi dengan baku mutu dan$atau fungsinya! Menurut %"&LO' (())* pencemaran laut adalah perubahan dalam lingkungan laut termasuk muara sungai (estuaries yang menimbulkan akibat buruk sehingga dapat merugikan sumber daya laut hayati (marine li+ing resources , membahayakan kesehatan manusia, gangguan terhadap kegiatan di laut termasuk perikanan dan penggunaan laut secara ,a-ar, menurunkan kualitas air laut, mutu kegunaan dan manfaatnya! Pengendalian pencemaran laut merupakan salah satu ,u-ud pelestarian lingkungan dan sumberdaya alam yang dikandungnya (&lark ())3 ! .ahan/bahan pencemar yang dibuang ke laut diklasifikasikan atas senya,a konser+atif (senya,a yang sukar terurai dan senya,a non konser+atif (senya,a yang mudah terurai di perairan ! Polutan yang masuk ke perairan laut seringkali mengandung senya,a konser+atif dan non/konser+atif, salah satu diantaranya adalah polutan minyak! Minyak merupakan polutan yang memiliki potensi besar mencemari air laut! Pencemaran minyak merupakan penyebab utama pencemaran laut yang dapat membahayakan ekosistem laut karena laut dan biota perairan sangat rentan terhadap minyak (Mukhtasor ())* ! 0kibat -angka pendek dari pencemaran minyak adalah ter-adinya kerusakan pada membran sel biota laut oleh molekul/molekul hidrokarbon minyak yang mengakibatkan keluarnya cairan sel dan meresapnya bahan tersebut ke dalam sel! 1

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

.erbagai -enis udang dan ikan akan berbau minyak, sehingga menyebabkan turun mutunya! 'ecara langsung minyak dapat menyebabkankematian ikan karena kekurangan oksigen, keracunan karbon monoksida, dan keracunan langsung oleh bahan toksik! 1ampak -angka pan-ang dari pencemaran minyak dialami oleh biota laut yang masih muda! Minyak dapat teradsobsi dan termakan oleh biota laut, sebagian akan terakumulasi dalam senya,a lemak dan protein! 'ifat akumulasi ini dapat dipindahkan dari organisma satu ke organisma lain melalui rantai makanan ('umadhiharga 1992 ! 'ecara fisik, pencemaran minyak akan terlihat -elas pada lingkungan laut seperti pantai men-adi kotor akibat permukaan air laut tertutup oleh lapisan minyak atau karena gumpalan ter dipermukaan air laut! 'ecara kimia, minyak bumi mengandung senya,a aromatik hidrokarbon yang bersifat toksik dan dapat mematikan organisme laut! 'ecara biologi, adanya pencemaran minyak dapat mengganggu kehidupan organisme termasuk ikan, oleh karena itu perlu suatu usaha yang intensif untuk meminimalkan pencemaran minyak di laut! Pengaruh spesifik dampak dari pencemaran minyak terhadap lingkungan perairan laut dan pantai tergantung pada -umlah minyak yang mencemari, lokasi ke-adian, dan ,aktu ke-adian ('yakti ())3 1.2 Permasalahan Permasalahan yang muncul adalah bagaimana men-elaskan sistem pendingin dan bagaimana mendeskripsikan proses termodinamika yang ter-adi pada siklus pendingin, serta bagaimana aplikasi sistem pendingin tersebut pada lemari es! 1.3 Tujuan 0dapun tu-uan dari penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut4 1! (! Memahami cara ker-a dan proses dari sistem pendingin! Memahami aplikasi sistem pendingin dari lemari es!

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

BAB II DASAR TE RI 2.1 !arakter"st"k #"n$ak %" Pera"ran Minyak adalah istilah umum yang digunakan untuk menyatakan produk petroleum yang komposisi utamanya terdiri dari hidrokarbon! Minyak bumi merupakan campuran yang sangat kompleks dari hidrokarbon/hidrokarbon organik (sel/sel dan -aringan he,an dan tumbuhan yang tertimbun selama -utaan tahun yang lalu di dalam tanah baik di daerah daratan maupun di daerah lepas pantai (Mukhtasor ())* ! Minyak mentah (crude oil yang baru keluar dari sumur eksplorasi mengandung bermacam/macam #at kimia yang berbeda baik dalam bentuk gas, cair maupun padatan! Lebih dari separoh (2)/956 dari #at/#at tersebut adalah merupakan hidrokarbon! 'enya,a utama yang terkandung di dalam minyak bumi adalah alifatik, alisiklik dan aromatik ('upriharyono ())) ! 7omponen hidrokarbon aromatik -umlahnya relatif kecil dibandingkan dengan komponen hidrokarbon lainnya yaitu berkisar (83 6! 7omponen hidrokarbon aromatik yang paling sederhana adalah ben#en! 'ecara umum senya,a aromatik bersifat mudah menguap (folatil dan lebih beracun dari senya,a lainnya (1armono ())1 ! Penyebaran minyak yang masuk ke perairan tergantung pada -umlah, karakteristik dan tipe minyak, kondisi cuaca, gelombang, arus dan -ika minyak tertinggal di laut atau terba,a ke darat! Polutan yang berasal dari minyak bumi (petroleum hydrocarbon telah memperoleh perhatian yang sangat besar secara internasional, politik dan keilmuan apabila mencemari perairan! 9al ini disebabkan karena pengaruh minyak terhadap ekosistem perairan mampu menurunkan kualitas air laut (Mukhtasor ())* ! 2.1.1 !arakter"st"k &"s"ka #"n$ak 7arakteristik fisik minyak yang mempengaruhi prilaku minyak di laut yang penting adalah densitas, +iskositas, titik ubah (pour point dan kelarutan air! 3

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

a. Dens"tas 1ensitas diekspresikan sebagai specific gra+ity dan 0merican Petroleum :nstitute (0P: gra+ity! 'pecific gra+ity adalah rasio berat massa minyak dan berat massa air pada temperature tertentu! 0P: gra+ity dinyatakan dalam angka 1); pada air murni 1);&! Minyak mentah mempunyai specific gra+ity pada kisaran ),*9/1,))! 1ensitas minyak memegang peranan penting untuk memprediksi prilaku minyak di perairan (.P Migas ())( ! '. ("sk)s"tas <iskositas adalah sifat yang menun-ukkan ketahanan dalam perubahan bentuk dan pergerakan! <iskositas rendah berarti mudah mengalir! =aktor +iskositas adalah komposisi minyak dan temperature! <iskositas ini penting untuk memprediksi penyebaran minyak di air! *. T"t"k u'ah Titik ubah adalah tingkatan suhu yang mengubah minyak men-adi memadat atau berhenti mengalir! Titik ubah minyak mentah berkisar 82*;& hingga 3(;&! Tititk ubah ini -uga penting untuk prediksi prilaku minyak di perairan! %. !elarutan 7elarutan minyak dalam air adalah rendah sekitar 3) mg$L dan tergantung kepada komposisi kimia dan suhu! .esaran kelarutan itu dicapai oleh minyak aromatis dengan berat molekul kecil seperti ben#ena, toluena, ethylben#ena, dan >ylena (.T?@ ! 'ifat kelarutan ini penting untuk prediksi prilaku minyak di air, proses bioremediasi, dan ekotoksisitas minyak ("0' 1952 ! 2.1.2 !)m+)s"s" #"n$ak Minyak adalah suatu campuran yang sangat kompleks yang terutama terdiri dari senya,a/senya,a hidrokarbon,yaitu senya,a/senya,a organik yang

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

setiap molekulnya hanya mempunyai unsur karbon dan hidrogen sa-a! 7omposisi kimia minyak mentah berbeda dengan minyak hasil olahan! 1. #"n$ak mentah Minyak bumi ditemukan bersama/sama dengan gas alam! Minyak bumi yang telah dipisahkan dari gas alam disebut -uga minyak mentah (crude oil ! Minyak mentah dapat dibedakan atas4 a. #"n$ak mentah r"ngan (light crude oil , mengandung kadar logam dan belerang rendah, ber,arna terang dan bersifat encer (+iskositas rendah ! '. #"n$ak mentah 'erat (heavy crude oil , mengandung kadar logam dan belerang tinggi, memiliki +iskositas tinggi sehingga harus dipanaskan agar meleleh! Minyak mentah merupakan campuran yang kompleks dengan komponen utama alkana dan sebagian kecil alkena, alkuna, siklo/alkana, aromatik, dan senya,a anorganik! Minyak mentah mengandung sekitar 2)895 6 senya,a hidrokarbon dan sisanya merupakan senya,a non/hidrokarbon (sulfur,nitrogen, o>igen, dan beberapa logam berat seperti <, "i dan &u ! 0ir dan garam hampir selalu terdapat dalam minyak bumi dalam keadaan terdispersi! .ahan/bahan bukan hidrokarbon ini biasanya dianggap sebagai kotoran karena pada umumnya akan memberikan gangguan dalam proses pengolahan minyak dalam kilang dan mempengaruhi kualitas minyak yang dihasilkan! .erdasarkan (Ayabinin 1995 ! a. H"%r)kar')n jenuh (saturated hydrocarbons) 9idrokarbon -enuh adalah kelompok minyak yang dicirikan dengan adanya rantai atom karbon (bercabang atau tidak bercabang atau membentuk siklik berikatan dengan atom hidrogen, dan merupakan rantai atom -enuh! 9idrokarbon -enuh meliputi senya,a alkana dengan struktur &n9(nB( (aliphatis 2 kelarutannya dalam pelarut organik, minyak dapat diklasifikasikan atas hidrokarbon -enuh, 9idrokarbon aromatis, dan resin

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

dan &n9(n (alicyclis , dimana n C 3)! 9idrokarbon -enuh merupakan kandungan terbanyak dalam minyak mentah, termasuk dalam kelompok ini adalah golongan alkana (paraffin , yang me,akili 1)/3) 6 komposisi minyak mentah! '. H"%r)kar')n ar)mat"s 9idrokarbon aromatis meliputi monocyclis aromatis ben#ene, toluene, etil toluene dan >ilena (.T?@ dan polisik aromatis hidrokarbons (P09s yang meliputi naphthalene, anthracene, dan phenanthrene (.P M:D0' ())( ! 'enya,a aromatik ini merupakan komponen minyak mentah yang paling beracun, dan bisa memberi dampak kronik (menahun, ber-angka lama dan karsinogenik (menyebabkan kanker ! 9ampir kebanyakan aromatik bermassa rendah (lo,/,eight aromatics , dapat larut dalam air sehingga meningkatkan bioa+aibilitas yang dapat menyebabkan terpaparnya organisma didalam matrik tanah ataupun pada badan air! Eumlah relatif hidrokarbon aromatis didalam mnyak mentah ber+ariasi dari 1)/3) 6 ('yakti ())3 ! *. Res"n %an as+al 7omponen penyusun minyak tersebut -uga terdiri atas aspal (asphalt dan resin dengan komposisi 2/() 6 yang merupakan komponen berat dengan struktur kimia yang kompleks berupa senya,a siklik aromatik dengan lebih dari lima cincin aromatik dan napthenoaromatik dengan gugus/gugus fungsional sehingga senya,a/senya,a tersebut memiliki polaritas yang tinggi! Aesin merupakan senya,a polar yang mengandung senya,a nitrogen, sulfur, oksigen (pyridines dan thiophenes , sehingga disebut pula sebagai senya,a "'O! 0spal adalah senya,a dengan berat molekul besar dan pada umumnya mengandung logam berat nikel, +anadium, dan besi! 0spal sukar larut dalam air dan mempunyai sifat fisik padat (.P Migas ())( ! 2. #"n$ak has"l )lahan ,m"n$akMinyak hasil olahan seperti gasolin, kerosen dan minyak -ett adalah produk olahan minyak mentah melalui proses catalitic cracking dan fractional F

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

distilation! 1istilation adalah pemisahan fraksi/fraksi minyak bumi berdasarkan perbedaan titik didihnya! Mula/mula minyak mentah dipanaskan dalam aliran pipa dalam furnace (tanur sampai dengan suhu G3*);&! 9asil olahan berupa minyak mempunyai sifat fisik kimia yang berbeda dengan minyak mentah! 'enya,a baru dapat muncul dalam minyak olahan yang dihasilkan dari proses pengolahan minyak mentah! Minyak hasil olahan mempunyai kandungan senya,a hidrokarbon tak -enuh seperti olefins (alkena dan cycloalkena dari proses catalytic cracking! 7andungan olefins dapat mencapai 3)6 dalam gasoline dan sekitar 16 dalam -et fuel ("0' 1952 ! 'ecara umum toksisitas minyak mentah meningkat dengan meman-angnya rantai hidrokarbon! 'elan-utnya hidrokarbon aromatik lebih toksik apabila dibandingkan dengan sikloalkana dan alkana! 'elain hidrokarbon, minyak bumi -uga mengandung senya,a lain seperti nitrogen dengan kisaran ),)/),96, belerang ),)/16, dan oksigen ),)/(6 ("eff 19*F ! 'emua minyak mentah dan produk minyak kilang lainnya beracun terhadap organisme laut! ?fek lethal semakin menurun dengan meningkatnya lama ,aktu! Pada tahap -entik dan lar+a efek lethalnya terhadap minyak ter-adi pada konsentrasi ),1/1,) mg$l dan organisme de,asa ter-adi pada kisaran 1,)/1) mg$l (.ishop H Paul 1953 ! =raksi minyak bumi yang tidak larut dapat menyebabkan kerusakan karena dapat menempel pada organisme dan menyebabkan organisme tersebut matilemas! 'elain itu, minyak -uga dapat menyebabkan terkontaminasinya organisme perairan yang biasanya dikonsumsi! 9idrokarbon aromatik pada titik didih rendah seperti ben#ena, toluena, >ilena, nafthalena dan phenantrena merupakan fraksi yang paling toksik dan penyebab utama kematian organisme (.P Migas ())( ! 'enya,a hidrokarbon yang terdapat dalam minyak bumi seperti ben#ena, toluena, etil ben#ena dan isomer >ilena (.T?@ mempunyai sifat mutagenik dan karsinogenik pada manusia! 'enya,a ini sulit mengalami perobakan di alam sehingga akan mengalami proses akumulasi pada rantai makanan (biomagnifikasi pada ikan maupun biota laut lainnya (Mukhtasor ())* ! *

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

2.1.3 Pr"laku #"n$ak %" Pera"ran Pada saat ter-adi pencemaran minyak di perairan, minyak akan mengalami serangkaian perubahan atas sifat fisik dan kimia,i! 'ebagian perubahan tersebut mengarah pada hilangnya beberapa fraksi minyak dari permukaan laut, sementara perubahan lainnya berlangung dengan masih terdapatnya bagian material minyak di permukaan laut! Meskipun sebahagian minyak tersebut terurai oleh lingkungan laut, namun ,aktu yang dibutuhkan untuk proses penguraian itu tergantung pada karakteristik fisika dan kimia,i minyak dan proses penguraiannya secara alamiah! .eberapa faktor utama yang mempengaruhi perubahan sifat minyak adalah4 a! 7araterisik fisika minyak (densitas, +iskositas, dan kelarutannya ! b! 7omposisi dan karakteristik kimia minyak! c! 7ondisi sinar matahari (fotooksidasi , kondisi oseanografi dan suhu udara! d! 7arakteristik air laut (p9, arus, suhu, keberadaan bakteri, nutrien, dan oksigen terlaut ! Pada saat minyak masuk ke lingkungan laut sebagai pencemar, minyak segera mengalami perubahan fisik dan kimia melalui proses penyebaran (spreading , penguapan (e+aporation , dispersi (dispersion emulsifikasi (emulsification , pelarutan (dissolution , oksidasi (o>idation dan sedimentasi (sedimentation dan penguraian secara biologis (biodegredation ! 'emua proses ini merupakan proses pelapukan (,eathering yang menguraikan komponen minyak di perairan (:P:?&0 ())1 ! Proses penyebaran minyak akan menyebabkan lapisan men-adi lebih tipis serta tingkat penguapan meningkat! 9ilangnya sebahagian material yang +olatilmenyebabkan minyak lebih padat, berat dan tenggelam (D0O ())* ! Prilaku minyak di perairan tersebut diuraikan sebagai berikut! a. Pen$e'aran (spreading Pada saat masuk ke perairan laut, minyak akan tersebar ke seluruh permukaan laut dalam satu lapisan! 7ecepatan penyebarannya tergantung pada tingkat +iskositas minyak! Minyak yang +iskositasnya rendah dan berbentuk cair 5

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

akan menyebar lebih cepat dari minyak yang +iskositasnya tinggi! Lapisan minyak ini akan menyebar dengan cepat dan menutupi ,ilayah permukaan laut! Penyebaran minyak tersebut pada umumnya tidak merata! 'etelah beberapa -am, lapisan tersebut akan pecah dan karena pengaruh angin, aksi gelombang dan turbulensi air laut, akan membentuk buih tipis! Tingkat penyebaran minyak -uga ditentukan oleh kondisi fisik perairan seperti temperatur, arus laut, pengaruh pasang dan kecepatan angin (Aeed et al! 1999 ! Delombang dan turbulensi di permukaan laut dapat mengakibatkan seluruhnya atau sebagian dari lapisan minyak pecah men-adi beberapa bagian dan tetesan yang ukurannya ber+ariasi! :ni akan tercampur ke dalam lapisan atas pada kolom air! .eberapa dari tetesan yang lebih kecil akan tertinggal dan tersuspensi pada air laut sementara tetesan yang lebih besar akan cenderung naik ke permukaan, dimana tetesan/tetesan ini kemungkinan tidak bergabung dengan tetesan lain dan membentuk lapisan atau tersebar membentuk lapisan tipis ("OO0 ())( ! Penyebaran ini merupakan proses terpenting selama a,al ekspose minyak dalam air! Proses ini akan memperluas sebaran minyak sehingga meningkatkan perpindahan massa melalui proses e+aporasi, pelarutan dan biodegradasi! '. Pengua+an (evaporation Proses penguapan adalah mekanisme utama hilangnya sebahagian fraksi minyak dari permukaan laut! La-u dan -angkauan proses penguapan banyak tergantung pada proporsi fraksi bertitik/didih rendah dari lapisan minyak yang tumpah! Proses penguapan -uga bergantung pada proses penyebaran a,al yang telah berlangsung, sebab makin luas dan tipis ketebalan tutupan daerah penyebaran minyak, makin cepat fraksi minyak ringan untuk menguap! =aktor lingkungan yang mempengaruhi penguapan minyak adalah angin, gelombang air dan suhu! Proses penguapan menyebabkan minyak yang mengalami peningkatan densitas dan +iskositas (Mangkoedihard-o ())2 ! Minyak ringan seperti bensin dapat menguap hingga 9) 6 dari total +olumenya selama dua hari, sedangkan 9

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

minyak mentah ringan dapat menguap hingga 3)6! 'ebaliknya minyak mentah berat (residu melepaskan tidak lebih dari 1)6 dari +olume a,alnya beberapa hari setelah ter-adi pencemaran minyak! Penguapan senya,a alkana (I &12 dan aromatik berlangsung 1 8 1) hari (@ueJing et al! ())1 ! *. D"s+ers" (dispertion 1ispersi adalah mekanisme fraksinasi dari lapisan minyak menyebar dalam bentuk gumpalan (droplet dan pergerakannya di dalam badan air dapat secara +ertikal dan hori#ontal! 1ispersi +ertikal berkaitan dengan pergerakan droplet yang memiliki dimensi kurang dari 1)) Km! =enomena ini lebih dianggap sebagai pergerakan polutan dari satu tempat ketempat lain dan bukan sebagai mekanisme degradasi! =ormasi gumpalan minyak ukuran kecil secara signifikan mampu meningkatkan kontak antara air laut dan minyak dan penguraian minyak oleh mikroorganisme akan semakin besar! Dumpalan minyak akan menyebar melalui lapisan atas air laut dan akan terapung kembali ke permukaan laut tergantung pada densitas dan ukuran gumpalan minyak tersebut ('yakti ())3 ! %. Emuls"."kas" (emulsification ?mulsifikasi adalah proses perubahan status butiran minyak dalam air men-adi butiran air dalam minyak! Derakan gelombang menyebabkan lapisan permukaan minyak bergerak ke bagian atas permukaan air sehingga menyebabkan formasi minyak yang tidak larut dalam air akan teremulsi dengan cepat! ?mulsi mampu mengubah karakteristik minyak secara signifikan! ?mulsi yang stabil mengandung F2/5) 6 air! ?mulsi perangkap air dapat meningkatkan +olume minyak men-adi 3/2 kali lebih besar (Mukhtasor ())* ! e. Pelarutan (dissolution Proses pelarutan berperan penting bagi proses biodegradasi minyak di perairan! 7ecepatan pelarutan dipengaruhi oleh komposisi kimia,i hidrokarbon minyak bumi, luasan penyebaran, dan kondisi hidrooseanografi perairan (arus, angin dan gelombang dan +iskositasnya! 'enya,a aromatik dengan beratmolekul 1)

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

kecil seperti ben#ena dan toluena lebih mudah larut dalam air dibanding senya,a minyak yang berberat molekul besar ("0' 1952 ! 7elarutan berbagai -enis hidrokarbon minyak di dalam air dapat dilihat pada Tabel di ba,ah ini 4

.erdasarkan Tabel diatas, senya,a aromatis memiliki kelarutan yang lebih tinggi dibandingkan dengan senya,a alkana! .en#ena memiliki kelarutan yang lebih tinggi, kemudian diikuti oleh toluene, ethylben#ena, >ylena dan naphtalena! Pada umumnya makin berat molekul dari senya,a hidrokarbon minyak semakin kecil kelarutannya dalam air! .. ks"%as" Proses oksidasi mampu mengubah minyak men-adi senya,a/senya,a baru berdasarkan kemampuan oksidasinya! Pada proses ini, hidrokarbon dapat teroksidasi men-adi alkohol, keton dan asam/asam organik! 9asil oksidasi merupakan senya,a yang lebih mampu larut dibandingkan dengan senya,a hidrokarbon sebelumnya! Oksidasi minyak mentah dapat ter-adi melalui dua proses yaitu foto/oksidasi dan mikrobial/oksidasi! 'aat minyak di perairan terkena sinar matahari melalui bantuan oksigen maka ter-adilah fotooksidasi dan diikuti dengan oksidasi mikrobial secara aerob! 9al yang mempengaruhi fotooksidasi adalah spektrum dan intensitas cahaya matahari, serta karakteristik permukaan air! Aadiasi matahari yang sampai ke lapisan minyak dapat meningkatkan proses oksidasi (photo/o>idation , namun la-u penguraian ini tidak lebih dari )!16 per 11

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

hari meskipun diba,ah intensitas sinar matahari yang tinggi! 1isamping itu, aksi gelombang yang dapat mengakibatkan pecahnya minyak men-adi komponen/ komponen kecil dapat mempercepat proses oksidasi, karena luas bidang kontak antara minyak dan oksigen semakin besarProses oksidasi akan sukar berlangsung pada komponen minyak yang tebal dan ber+iskositas tinggi! Proses oksidasi cenderung ber-alan lambat sehingga minyak dapat membentuk formasi yang persistant (sukar terurai karena formasi komponen minyak dengan berat molekul tinggi dapat menghasilkan lapisan pelindung pada permukaan gumpalan minyak! 7omponen ini cenderung mengalami proses sedimentasi karena berat -enisnya lebih tinggi dari air laut (Mukhtasor ())* ! g. Se%"mentas" (sedimentation 'edimentasi merupakan proses perubahan minyak men-adi sedimen tersuspensi yang akhirnya akan tinggal di kolom air dan terakumulasi pada dasar perairan! 'inking merupakan mekanisme dimana minyak yang berat -enisnya lebih besar dari air akan pindah ke lapisan ba,ah secara alami karena gaya gra+itasi! 'edimentasi memerlukan mekanisme proses untuk merubah minyak men-adi sedimen! Proses sedimentasi minyak lebih cenderung berlangsung melalui rantai makanan dan terdeposit pada dasar laut bersama kotoran buangan organisme laut! 'alah satu mekanisme yang ter-adi adalah penyebaran butiran minyak ke kolom perairan oleh #ooplankton dan tenggelam ke dasar perairan (Lee et al! ())2 ! .. Pengura"an se*ara '")l)g" (biodegredation .iodegradasi adalah proses penguraian minyak oleh mikro/organisme pada permukaan kontak minyak dengan air yang berlangsung pada beberapa komponen minyak! Proses biodegradasi merupakan proses perpindahan massa dari media lingkungan ke dalam massa mikroba (men-adi bentuk terikat dalam massa mikroba sehingga minyak hilang dari perairan! Menurut 'yakti (())9 , kemampuan mikroorganisme mendegradasi minyak berbeda/beda dengan 1(

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

kecenderungan urutannya adalah senya,a n/alkana (hidrokarbon -enuh , aromatik (ben#ena, naftalena, dan fenantrena , hidrokarbon -enuh bercabang (isoprenoid , dan porhyrin! 9asil proses biodegradasi umumnya adalah karbondioksida dan metana yang kurang berbahaya dibandingkan minyak pada besaran konsentrasi yang sama! Mikroba yang mampu menguraikan minyak tersedia di dalam air yang terdiri atas berbagai -enis bakteri, ragi dan fungi! .akteri terpenting adalah 0chromobacter, 0cinetobacter, 0lcaligenes, 0rthrobacter, .acillus, .re+ibacterium, &ornybacterium, =la+obacterium, "ocardia, Pseudomonas, <ibrio! Eenis ragi dan fungi yang mampu menguraikan minyak adalah 0spergillus, &andida, &ladosporium, Penicillium, Ahodotorula, 'porobolomyces, Trichoderma! Menurut 'hin (())1 , efekti+itas bioremediasi ditentukan oleh kondisi faktor suhu, -umlah oksigen, nutrien p9 dan salinitas! Pada suhu rendah +iskositas minyak meningkat dan +olatilitas senya,a toksik menurun sehingga akan menghambat proses bioremediasi! 9idrokarbon rantai pendek alkana lebih mudah larut pada suhu rendah, sebaliknya pada suhu tinggi, senya,a aromatis lebih mudah larut! 'ecara umum la-u biodegradasi umumnya meningkat dengan peningkatan suhu sampai batas tertentu! La-u biodegradasi minyak tertinggi di laut dapat dicapai pada suhu 12 / ();& (Mangkoedihard-o ())2 ! 7etersediaan oksigen memegang peranan penting dalam proses biodegradasi hidrokarbon -enuh dan aromatik (.T?@ ! P09s dan alkanes dapat terdegradasi pada kondisi anaerob (@ueJing et al! ())1 ! Pada saat ter-adi pencemaran minyak di laut, suplai karbon ke dalam air laut meningkat! Pada saat itu di perairan ter-adi ketidak seimbangan komposisi nutrient dimana unsur & meningkat ta-am sehingga &$"$P men-adi membesar melebihi komposisi normal bagi kebutuhan mikroba! %ntuk mengefektifkan aktifitas mikroba diperlukan penambahan unsur nitrogen (" dan fospor (P agar proporsi &$"$P seimbang! 'ecara teoritis perbandingan unsur &$"$P di perairan adalah 12) mg nitrogen dan 3) mg phosphor diperlukan mikroba untuk kon+ersi 1 g hidrokarbon men-adi sel baru (Mangkoedihard-o ())2 !

13

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

Pada umumnya bakteri heterotrof dan fungi menyukai p9 netral dan fungi masih toleran terhadap p9 rendah! Oleh sebab itu biodegradasi minyak akan lebih cepat berlangsung dengan peningkatan p9 dan kecepatan optimum pada p9 alkalin (Mangkoedihard-o ())2 ! Perubahan salinitas dapat mempengaruhi biodegradasi melalui perubahan populasi mikroba dan la-u metabolisme hidrokarbon akan menurun 3!3/(5!36! Pada saat ter-adi pencemaran minyak, polutan ini akan pecah dan menyebar ke lingkungan laut selama beberapa ,aktu! Penghamburan ini adalah hasil dari se-umlah proses kimia dan fisik yang menyebabkan berubahnya komposisi minyak! Proses tersebut dinamakan pelapukan (,eathering ! &ara dimana lapisan minyak pecah dan menyebar yang sangat tergantung pada ketahanan (persisten minyak tersebut! Produk ringan seperti kerosin cenderung tere+aporasi, tersebar dengan cepat dan akan hilang secara alami! 'ifat fisika minyak seperti densitas, +iskositas, dan titik alir minyak akan mempengaruhi sifat penyebarannya (:P:?&0 ())1 ! Proses penyebaran minyak dipengaruhi oleh -umlah dan tipe minyak, kondisi cuaca, arus dan gelombang! .erdasarkan sifatnya beberapa komponen dari minyak bumi tergolong polutan konser+atif (sukar terurai sehingga dapat bertahan lama di perairan sebelum menguap atau teradsorbsi oleh organisme perairan! 9al ini di pengaruhi oleh faktor oseanografi perairan seperti arus, dan gelombang laut! 'irkulasi arus dapat mempercepat penguapan, penyebaran percampuran, penyerapan dan pengendapan minyak (&lark ())3 ! .anyak kapal/kapal tanker, cargo dan ferry yang melintasi perairan 'elat Aupat yang menyebabkan perairan ini sangat rentan terhadap pencemaran minyak! Propinsi Aiau -uga propinsi penghasil minyak, sehingga Pelabuhan 1umai telah digunakan sebagai terminal bongkar/muat minyak! Oleh karena itu, di ka,asan 'elat Aupat berpotensi ter-adinya pencemaran minyak. 2.2 Sum'er Pen*emaran Laut Lingkungan laut merupakan tempat hidupnya berbagai -enis biota laut dan tumbuhan yang sangat beraneka ragam 13 dan harus dilindungi untuk

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

memertahankan ekosistim yang telah ada! 7erusakan lingkungan laut diakibatkan oleh ulah manusia yang tidak peduli dan akibat pencemaran yang antara lain 4 1. Pen$e'a' Pen*emaran Laut Penyebab pencemaran laut dapat berasal dari 4 a! Ladang minyak di ba,ah dasar laut, baik melalui rembesan maupun kesalahan pengeboran pada operasi lepas pantai! b! 7ecelakaan pelayaran seperti kapal kandas, tenggelam dan kapal tanker yang tabrakan! c! Pembuangan air bilge(air got dari kapal! d! Terminal banker minyak dipelabuhan, dimana minyak dapat tumpah pada ,aktu memuat$membongkar pengisian bahan bakar! e! Limbah pembuangan refinery, minyak pelumas dan cairan yang mengandung hydrocarbon dari darat! Tumpahan minyak dari kapal ter-adi karena faktor/faktor 4 a. !erusakan mekan"s 4 7erusakan dari sistim peralatan kapal 7ebocoran lambung kapal 7erusakan katup/katup hisap atau katup pembuangan kelaut 7erusakan selang/selang muatan bahan bakar '. !esalahan manus"a 4 7urang pengetahuan$pengalaman 7urang perhatian dari personil pada saat pengisian bahan bakar 7urang ditaatinya ketentuan/ketentuan yang telah ditetapkan 7urangnya penga,asan terhadap pentingnya perlindungan lingkungan laut 2.3 Pengaruh Tum+ahan #"n$ak Pengaruh tumpahan minyak terhadap lingkungan laut ditentukan oleh faktor biologis dan non biologis, yaitu antara lain 4 a. T"+e #"n$ak /ang Tum+ah 12

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

'ifat fisika dan kimia ber+ariasi, sedangkan komponen minyak yang paling beracun adalah fraksi aromatis, yang kebanyakan terdapat dalam minyak ringan hasil penyulingan! Minyak aromatis bersifat +olatile (sangat mudah menguap tetapi mudah larut dalam air dan dalam kosentrasi yang encer dapat mematikan terhadap beberapa organisme! .ensin dan naphtaleura lebih beracun daripada minyak olahan(fuel oil, binker yang -uga lebih beracun daripada minyak mentah! Lapisan minyak tebal yang sudah lama bersifat kurang daya racunnya, namun menimbulkan kerukan mekanis yang lebih besar! Lapisan minyak yang tebal dapat menyebabkan binatang di daerah intertidal mati perlahan atau menyebabkan kelebihan berat yang berakibat fatal! Penyelidikan menun-ukkan bah,a lapisan minyak hitam itu dapat menyebabkan panas dan dapat menyebabkan kondisi panas yang mematikan bagi binatang beberapa bulan setelah terkena tumpahan minyak! '. Daerah Sek"tar Se*ara 0e)gra."s 1aerah sekitar tumpahan minyak terkadang -uga menentukan seberapa cepat kondisi bias pulih! 1idaerah panas dimana biota masa hidupnya singkat dan menghasilkan banyak anak, alih generasi ter-adi lebih cepat daripada daerah kutub, dimana binatangnya bermasa hidup pan-ang dan tidak begitu cepat menghasilkan anak! 7ecepatan biodegresi yang ter-adi di daerah yang lebih dingin -uga berkurang! *. Luas Daerah /ang Ter+engaruh Tumpahan minyak pada daerah yang luas diduga -uga menyebabkan kerusakan biologis yang lebih parah dari pada daerah yang sempit! Eumlah minyak yang tertumpah -uga penting tetapi pengaruhnya tergantung kepada daerah yang tertutup tumpahan! 'ebagai contoh 2) barel minyak yang tertumpah di sebuah teluk kecil seluas beberapa area mempunyai pengaruh yang lebih besar terhadap kerusakan biologis dari pada 2) barel minyak atau tertumpah di lautan yang terbuka! 1F

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

%. !)n%"s" #ete)r)l)g"s %an

*ean)gra."s

7ondisi meteorologis (angin, badai dan oceanografis (ombak, arus yang ada sangat penting dalam pengaruhnya terhadap akibat tumpahan angin dan badai yang tertiup pada daerah tumpahan di pantai perairan terbuka dapat merugikan, tetapi sebaliknya menguntungkan karena akan mengaduk minyak dan air akan mengencerkannya! .adan kulitas lingkungan dalam penelitian dampak lingkungan untuk daerah dasar laut benua bagian luar melaporkan bah,a tumpahan minyak, cenderung pecah -ika ketinggian ombak mencapai 1) feet atau lebih! e. 1eather"ng ,+eru'ahan karena *ua*aMaksud perubahan disini adalah penguapan, oksidasi, pelarutan dalam air dan degridasi biologis! .ila tumpahan minyak tumpah diair akan tersebar dengan cepat diatas permukaan tenaga yang menyebabkan tersebar antara lain 4 a! .erat -enis minyak yang lebih kecil dari berat -enis air laut b! Tegangan permukaan minyak itu sendiri Penguapan minyak merupakan suatu peristi,a alam yang penting penguapan akan ter-adi dengan kecepatan yang tergantung dari sifat minyak, ombak, kecepatan angin, temperatur dan lain sebagainya! Minyak bumi terdiri dari -umlah besar bahan yang mempunyai sifat sendiri sendiri, yang teringan akan menguap lebih dahulu, tetapi meskipun demikian pasti ada yang tersisa! 'etelah minyak tertumpah maka minyak itu akan menguap dan penguaopan kandungan yang paling berbahaya akan hilang sekitar ()6 selang (3 -am pertama (:M&O,19*3 ! Minyak fraksi berat dan minyak pelumas tidak mengandung komponen yang mudah menyerap dan biasanya tidak berkurang -umlahnya karena penguapan ("elson 'mith,19*) ! Eika tumpahan

1*

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

menimbulkan tirai minyak, maka se-umlah besar komponen minyak ini akan kontak dengan satuan di daerah subtidal! 'elain menguap sebagian minyak akan melarut dalam air, sebagian akan teroksidasi dan sebagian lagi akan dihancurkan oleh mikro organisme! Eumlah yang melarut dalam air tergantung kepada licin tidaknya minyak dan -umlah yang kena ,eathering! Penelitian menun-ukkan bah,a air yang mengandung tumpahan minyak yang tebal mengandung 2/1) ppm minyak, tetapi tumpahan itu pecah, keadaannya berkurang sampai 1 ppm atau kurang! 'ebaliknya air laut yang mengandung tumpahan ben#ene dalam bentuk tirai mengandung 12)) mg$it ben#ene dalam air, yang sangat beracun terhadap beberapa organisme laut, namun ben#ene menguap dengan cepat dan akan menguap keseluruhannya dalam satu hari atau lebih! 1egridasi biologis dan mikribial menyebabkan pemecahan dan eliminasi minyak dari lingkungan! Mikro organisme yang ada dalam air laut, air danau, sungai mempunyai kemampuan besar memakan hidrokarbon(unsure minyak tersebut! Lebih dari 1)) -enis bakteri, ragi dan -amur telah ditemukan yang menyerang hidrikarbon, memecahnya dan mendapatkan energi untuk kebutuhan hidupnya! 9idrokarbon dipakai untuk sumber energinya dan -uga dipakai untuk membentuk tubuhnya! 0danya hidrokarbon ini mempercepat pertumbuhan mikro organisme tersebut! .agaimanapun kecepatan pertumbuhannya akan dibatasi oleh -umlah organisme itu sendiri, -umlah oksigen dan pupuk yang dipakai guna mendukung metabolisme tersebut! %saha/usaha riset yang utama sedang dilan-utkan dalam penggunaan pupuk dan untuk meningkatkan akti+itas biologis dan pembiakan mikribial untuk membersihkan tumpahan minyak! Tehnik pemulihan biologis ini meningkatkan cara/cara untuk membersihkan garis pantai yang sukar dan sensiti+e! .. #us"m

15

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

Eika tumpahan minyak ter-adi pada saat biota baru melahirkan maka akan menimbulkan kematian yang lebih besar! 9al ini disebabkan karena biota yang baru dilahirkan lebih sensiti+e terhadap fraksi! Minyak yang beracun dan kerusakan mekanis dari pada yang sudah de,asa! Migrasi tahunan dari mamalia dan burung dari tempat pembiakkan seringkali menu-u kedaerah yang terkena tumpahan selama musim dingin! Temperatur rendah akan menyebankan biodegrasi minyak ber-alan lambat! g. 2en"s B")ta Eenis tanaman dan binatang yang tidak sama menun-ukkan terhadap fraksi minyak beracun dalam kadar yang rendah, sementara itu -enis yang lain tampak tidak terpengaruh dalam kosentrasi yang tinggi! Aumput laut biasanya mempunyai lapisan lendir yang mencegah menempelnya minyak kecuali -ika tanaman itu mati dan kering! Tanaman di daerah payau tidak mempunyai lapisan pelindung dan peka terhadap kontaminasi minyak! %ntuk menentukan -enis tanaman dan binatang disuatu daerah yang peka terhadap minyak, harus berkonsultasi dengan ahli biologi setempat! Minyak mempengaruhi kehidupan laut baik secara langsung atau tidak langsung! Pengaruh secara langsung(keracunan,mati muda dan lain/lain ! Telah dibahas minyak bias membahayakan secara tak langsung melalui 4 ?lemenasi sumber bahan makanan Penurunan daya tahan terhadap tekanan lain(misalnya kontaminasi terhadap minyak menyebabkan penurunan temperatur yang dapat menimbulkan suatu organisme Dangguan gelagat kimia yang perlu untuk tetap hidup Dangguan keseimbangan ekologi h. Pem'ers"han 'e-umlah kerusakan dapat ter-adi terhadap lingkungan karena penggunaan dispersan untuk membersihkan minyak dari struktur interdal, dari sudut pandang 19

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

biologis, bagi tanaman dan binatang mungkin masih lebih baik terlapisi minyak daripada kemasukkan dispersan! "amun beberapa kasus yang ter-adi dilaut yang terbuka menun-ukkan bah,a dispersan sangat membantu dalam mencegah kerusakan di area interdal yang diakibatkan minyak! 2.3 Dam+ak Pen*emaran #In$ak Pengaruh -angka pendek dari tumpahan minyak ini telah banyak diketahui! Tetapi pengaruh -angka pan-ang sampai saat ini belum diketahui dengan pasti! .eberapa -enis burung laut di daerah tumpahan minyak akan musnah karena mereka tidak bias hinggap diatas lapisan minyak! 'alah satu -enis burung yang tampak hidup dilaut adalah burung camar, merupakan komponen kehidupan pantai yang langsung dapat dilihat dan sangat terpengaruh akibat tumpahan minyak! .ahaya utama diakibatkan penyakit fisik daripada pengaruh lingkungan kimia dan minyak! .urung harus selalu men-aga temperatur tubuhnya tetap hangat yang dilakukan karena kemampuan bulu/bulu lembut bagian ba,ah dalam mengisolasikan! .ulu bagian ba,ah itu dilindungi oleh lapisan! .ulu bagian luar kuat dan bentuknya rata! .ulu itu tidak menyerap air tetapi menyerap minyak! Oleh karena itu minyak yang menempel pada bulu tersebut akan melekat terus dan tidak bias terbilas oleh air ! Lapisan minyak yang tipis tidak akan masuk kebagian dalam dan mengganggu kemampuan bulu dalam isolasi! 7ehilangan daya sekat tersebut menyebabkan hilangnya panas tubuh burung secara terus menerus sehingga menimbulkan 4 1! 7ebutuhan pemasukkan makanan yang lebih besar (! Penggunaan cadangan dalam tubuh he,an 3! .urung yang terkena minyak cenderung kehilangan nafsu .aru/baru ini diperkirakan ikan paus yang bunuh diri ke pantai disebabkan oleh tumpahan minyak! .eberapa kerang/kerang -uga mati oleh minyak, tetapi ada beberapa kerang yang masih bertahan meskipun kosentrasi minyak cukup tinggi, asalkan ,aktu eksposnya relatif singkat! Tetapi hampir semua dispersan sangat baebahaya untuk kerang! :kan/ikan akan lebih tahan terhadap tumpahan minyak, karena ia dapat bergerak pindah tempat! ()

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

Pengaruh tumpahan minyak terhadap tanaman/tanaman laut, bakteri dan mahluk hidup kecil lainnya dalam laut tidak diketahui dengan -elas karena factor/ faktor alam yang terpengaruh amat banyak akan berfluktuasi! Penyelidikan yang dilakukan oleh &alifornia game dan fish departement, seorang guru mamalia laut mengungkapkan bah,a makan dan mati yang disebutkan oleh paparan dan kelaparan, karena pengaruh dari tumpahan minyak! Penelitian terakhir menu-ukkan bah,a mengganggu fungsi kelen-ar pengeluaran garam sehingga burung mampu minum air laut dan akhirnya mati! Polusi minyak dapat mengakibatkan perubahan populasi burung secara lokal, yang paling terpengaruh oleh tumpahan minyak adalah burung yang menghabiskan sebagian besar atau seluruh hidupnya dalam air!Eenis/-enis ini adalah dari populasi lokal yang khusus! 1alam urutan kepekaan yang makin rendah -enis/-enis burung yang terkena bahaya tumpahan minyak adalah 4 Penguin .urung penyelam %nggas air (bebek, angsa 0uk (se-enis burung laut dari utara .urung camar .iota dari tumbuhan laut Pengaruh tumpahan minyak terhadap planton dilaut sukar diteksi! 'ampel planton yang diambil selama musibah tumpahan torrey canyon masih nampak normal kecuali terdapat kematian 2)/9) 6 telur ikan yang mengapung dan lar+a! 'ampel planton yang diambil selama ledakan santa .arbara menun-ukkan tingkat yang normal selama satu tahun itu! ?berapa binatang plankton terlihat memakan tetesan minyak mentah dan minyak bunker serta tidak terlihat tanda/tanda merugikan karena komunikasi plankton terus menerus terba,a arus! 'uatu daerah yang terkena tumpahan minyak nampaknya masih memiliki komunikasi plankton yang normal setelah beberapa hari tumpahan! 7arena sifat mobilitas ikan dapat meloloskan diri dari yang terkena gangguan lingkungan seperti misalnya tumpahan minyak, maka selama pengamatan ledakan santa .arbara tidak ada ikan yang mati, ikan dapat mati -ika (1

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

tidak dapat keluar dari daerah yang luas tertutup oleh se-umlah besar tumpahan minyak! :nformasi yang dipublikasikan mengatakan bah,a minyak berpengaruh kecil terhadap mamalia laut! 'elama ledakan santa .arbara dilaporkan ter-adi kematian singa laut dan an-ing laut dalam -umlah besar dan kesalahan ditimpahkan karena tumpahan minyak! 2.4 Pen*egahan Dan Penanggulangan Pen*emaran #"n$ak %" Laut 2.4.1. Pen*egahan Pen*emaran Permulaan tahun 19*)/an cara pendekatan yang dilakukan :MO (:nternasional Maritime Organi#ation dalam membuat peraturan yang berhubungan dengan marine pollution(MarPol pada dasarnya sama dengan sekarang ini yakni melakukan kontrol yang ketat pada struktur kapal untuk mencegah -angan sampai ter-adi tumpahan minyak ataupun pembuangan campuran minyak kelaut! 1engan pendekatan yang demikian Marine Polution 19*3$19*5 memuat peraturan untuk mencegah seminim mungkin minyak yang tumpah kelaut! Tetapi kemudian pada tahun 1953 dilakukan modifikasi oleh :MO yang menitikberatkan pada pencegahan pencemaran laut yakni keharusan suatu kapal untuk dilengkapi dengan oily ,ater separator eJuipment dan oily discharge monitoring system! 7arena itu pada peraturan Marine Polution 19*3$19*5 dapat dibagi dalam 3(tiga kategori yaitu 4 a! Peraturan untuk mencegah ter-adinya pencemaran b! Peraturan untuk menanggulangi pencemaran c! Peraturan untuk melaksanakan ketentuan tersebut(.atti,1995 1alam usaha mencegah sekecil mungkin minyak mencemari laut, maka sesuai marine pollution 19*3$19*5 sisa/sisa campuran minyak di atas kapal seperti halnya hasil purifikasi minyak pelumas dan kebocoran dari sistem bahan bakar minyak akan dikumpulkan dalam tangki penampungan seperti slop tank dengan daya tampung yang mencukupi! Pencegahan dan penanggulangan pencemaran yang datangnya dari kapal perlu dikontrol melalui pemeriksaan dokumen sebagai ((

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

bukti bah,a pihak perusahaan dan kapal sudah melaksanakan dengan semestinya! 'alah satu dokumen yang harus diba,a berlayar bersama kapal adalah L:nruction and Operation Manual of Oily Mater 'eparating and =iltering ?JuipmentN! 1engan adanya dokumaen tersebut diharapkan pencemaran dapat dicegah dan kalau sampai ter-adi pencemaran maka kepentingan hukum yang timbul dapat ditanggulangi berdasarkan dokumen yang tersedia! Pembuangan minyak ke laut pada dasarnya dilarang sehingga untuk pelaksanaannya timbul ketentuan/ketentuan pencegahan pencemaran internasional itu seperti 4 a! Pengadaan tangki ballast terpisah pada ukuran kapal/kapal tertentu, ditambah dengan peralatan/peralatan seperti oily detector monitor (O1M , oily ,ater separator (OM' dan sebagainya! b! .atasan/batasan minyak yang dapat dibuang ke laut! c! 1aerah pembuangan minyak! d! 7eharusan pelabuhan/pelabuhan untuk menyediakan penampung slop! Marine Pollution 19*3$19*5 dalam .atti (1995 menerangkan bah,a pembuangan minyak kelaut dapat -uga dibolehkan apabila 4 a! Lokasi pembuangn lebih dari 2) mil dari daratn! b! Tidak dalam Lspecial areaN seperti lautan mediteran, laut .altic, laut hitam, laut merah dan daerah teluk! c! Tidak membuang lebih dari 3) liter permil laut! d! Tidak membuang lebih besar dari 1 4 3)!))) dari -umlah muatan! e! 7apal harus dilengkapi dengan oily discharge monitoring (O1M dengan kontrol sistemnya! 'elain itu pemerintah negara anggota diminta mengeluarkan peraturan agar untuk pelabuhan dimana kapal akan membuang sisa atau campuran minyak harus dilengkapi dengan tangki penampungan di darat! %ntuk memonitor dan mengontrol pembuangan sisa minyak atau campuran minyak dengan air kelaut maka dikeluarkan peraturan tambahan untuk Marine Pollution 19*3$19*5 sebagai berikut 4 (3

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

a! 7apal dengan ukuran 355 0T sampai 15.555 0T harus dilengkapi dengan oily separating eJuipment untuk men-amin campuran minyak dan air yang terbuang ke laut sesudah melalui sistem tersebut tidak melebihi kandungan dari 1)) ppm! b! 7apal ukuran 15.555 0T ke atas harus dilengkapi tambahan peralatan 4 Loily discharge monitoring and control systemN atau Loily filtering eJuipmentN yang men-amin bah,a air yang terbuang kelaut setelah mele,ati sistem tersebut tidak mengandung minyak lebih dari 12 ppm! 7arena prinsip pencegahan pencemaran yang berasal dari kapal adalah mengurangi semaksimal mungkin pembuangan minyak kelaut tetapi kalau terpaksa harus batas/batas yang tidak sampai merusak lingkungan hidup dilaut! Menyingkapi ketentuan tersebut maka pengadaan dan pengaktipan alat pemisah dengan air (oily ,ater separator merupakan syarat yang mutlak bagi armada penangkapan ikan modern sehingga tercipta pengembangan sumberdaya perikanan yang ber,a,asan lingkungan! 0lat pemisah minyak dengan air laut di dalam kapal perikanan berfungsi untuk memisahkan minyakdengan air yang tercampur dengan air got sebelum air got tersebut dibuang kelaut! Alat6alat Pen*egah Pen*emaran 1. "l$ 1ater Se+arat)r Menurut undang/undang "o! (1 tahun 199( tentang LPelayaranN dalam .PLP (())) , oily ,ater separator (OM' adalah suatu alat pencegah pencemaran laut yang dipasang di kamar mesin kapal/kapal tertentu! 'edangkan rom#ana mengatakan bah,a pengertian oily ,ater separator (OM' adalah suatu alat untuk memisahkan minyak yang tercampur dengan air got! Minyak kotor yang dihasilkan tersebut digunakan untuk membakar limbah padat pada suatu tungku pembakar! Pada dasarnya Oily Mater 'eparator ini merupakan bilik/bilik yang dibuat untuk menyediakan kondisi aliran cairan agar diam tidak bergerak hingga butiran (3

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

minyak bebas naik kepermukaan air dan membentuk suatu lapisan minyak yang tidak tercampur yang bisa diambil dengan menggunakan oli skimmer! Oily ,ater separator (OM' merupakan suatu yang dimaksudkan untuk mengurangi dan memisahkan minyak yang terba,a air buangan yang beroperasi menurut tekanan atmosfir! 'edangkan 'uasono (1993 menerangkan bah,a pengertian oily ,ater separator (OM' adalah sebuah penampung yang berbentuk kubus yang di dalamnya terbagi atas tiga bagian yang fungsinya sebagai pemisah minyak dan air! a. 2en"s62en"s Se+arat)r Menurut 'eran (1995 ada dua -enis separator yaitu 4 1- Se+arat)r !)n7ens")nal Pemisahan secara gra+itasai (gra+ity separation adalah cara yang paling ekonomis dan efisien untuk memisahkan se-umlah besar limbah hidrokarbon! Pada proses pemisahan limbah tersebut ditampung sementara pada bak pemisah dan tahan beberapa ,aktu untuk membiarkan proses pemisahan secara gra+itasi berlangsung! 7emudian minyak yang terapung diatas air diambil melalui oil skimmer! ?fisiensi pemisahan secara gra+itasi adalah perbedaan berta -enis antara air dengan minyak, sedangkan efektifitas dari alat ini tergantung pada desain hidrolis dan,aktu tahannya! 'emakin lama ,aktu tahannya maka proses pemisahannya akan semakin baik! 2- Se+arat)r Plat Pararel 0lat ini memerlukan ruang yang -auh lebih sedikit dengan yang dibutuhkan oleh separator tipe kon+ensional! Luas permukaan separator dapat ditambah dengan memasang alat plat pararel dibilik/bilik separator tersebut! 1engan adanya plat pararel dapat mengurangiturbulensi dalam separator sehingga akan meningkatkan efisiensi separator! Plat/plat tersebut dipasang dengan posisi miring guna mendorong minyak terkumpul dibagian plat kemudian bergerak kepermukaan atas separator! Minyak yang terkumpul dari separator plat pararel memiliki kandungan air lebih rendah dibandingkan dengan tipe kon+ensional! 0lat oily (2

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

,ater separtor OM' digunakan untuk memisahkan minyak yang tercampur dengan air got kemudian minyak tersebut akan ditampung dalam tangki dan setelah air tersbut terpisahkan maka air tersebut dapat dibuang kelaut sedangkan minyak kotor tersebut dipakai sebagai bahan bakar pada alat incenerator untuk membakar limbah padat (Aom#ana,1995 ! '. Pr"ns"+ !erja "l$ 1ater Se+arat)r , 1S-

Limbah minyak didapat dari pompa sepan-ang tank (bilge feed tank mengalir kedalam coarse separating chamber (ruang pemisah kasar melalui oily ,ater inlet pada primary coloum (ruang pertama ! 'etelah limbah minyak yang tercampur dengan air kotor masuk kedalam ruangan pemutar (chamber tangeentally ! 7emudian sebagai hasilnya minyak mengalir ruang pengumpul minyak (oily collecting chamber dan menu-u keruang pemisah yang halus (fine separating chamber melalui bagian tengah buffle plate dan mengalir disekitarnya kepipa pengumpul air (,ater collecting pipe melalui celah/celah diantara plat/ plat penangkap minyak (oily catch plates ! 1alam proses ini minyak mengapung dan menempel pada kedua sisi di masing/masing plat penangkap sehingga minyak dan air terpisah! 'esudah pemisahan, air mele,ati lubang kecil pada ,ater collecting pipe (pipa pengumpul air dan mengalir ke ruang pemisah kedua, dengan cara melalui tempat keluar air (treated ,ater outlet ! Pada bagian lain minyak yang menempel pada plat lama kelamaan bertambah banyak dan bergerak perlahan/lahan keplat/plat sekelilingnya! 7emudian minyak tertinggal disetiap plat mengapung dan mengalir dengan mudah pada buffet plate yang berada diba,ah aliran air yang berminyak dan akhirnya kedalam ,ater collecting chamber melalui dua oil ascending pipes!

(F

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

Dambar (!1 Oily ,ater 'eparator .utiran minyak yang tidak dapat disaring dalam fist stage dihilangkan dan air yang sudah dibersihkan dipompakan keluar melalui tempat pembuangan air yang sudah dibersihkan (purified ,ater outlet ! 'ementara itu butiran minyak yang ditangkap dalam frst stage filter berkumpul membentuk gumpalan dan mengalir ke oil collection chamber pada bagian atas dan gra+ity separating chanber =ungsi komponen/komponen utama dari oily ,ater separator terdiri dari 4 1 Tangki pengumpul minyak (oily collecting chamber fungsinya adalah untuk menampung minyak yang telah terpisahkan denagn air! ( Tangki pengumpul air (water collecting pump fungsinya adalah untuk menampung air sebelum dikeluarkan dari lambung kapal! 3 Plat penangkap minyak (oily catch plates fungsinya adalah sebagai tempat menempelnya minyak setelah mele,ati plat/plat 3 Auangan pemutar (chamber tangentially fungsinya untukmemutarkan limbah minyak dalam air got melalui oily ,ater inlet dengan perlahan/lahan 2 Pompa bilga (bilge pump fungsinya adalah sebagai pompa untuk membuat air got keluar lambung kapal 2. In*"nerat)r :ncinerator adalah tungku pembakar yang merupakan kelengkapan dari OM' atau sebagai alat pencegah pencemaran di laut! 1esain atau 7onstruksi incinerator merupakan satu unit tersendiri yang terdiri dari bagian/bagian Aumah

(*

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

pembakaran, ruang pembakaran, pompa minyak, brander, penyala$pemantik brander, =an, 'afety de+ice dan kontrol panel =ungsi dari incinerator antara lain 4 1! %ntuk membakar minyak kotor$,aste oil yang berasal dari hasil pemisahan minyak dan air pada Oily Mater 'eparator! (! Membakar ma-un bekas, serbuk kayu, kertas, dan sebagainnya! 3! Membakar minyak pelumas bekas

Dambar (!( :ncinerator 2.4.2. U+a$a Penanganan Tum+ahan #"n$ak %" Laut %an Pera"ran Pada umumnya pengendalian pencemaran minyak di perairan laut secara mekanik dapat dilakukan dengan menggunakan peralatan boom dan skimmer!.ooms digunakan untuk melokalisasi dan mengendalikan pergerakan minyak dan skimmer digunakan untuk mengambil minyak! .oom berfungsi sebagai perangkap melingkar polutan minyak diperairan agar tetap pada lokasi tertentu sehingga minyak di perairan tidak menyebar! Prinsip ker-a boom adalah menahan gerakan minyak dari aliran arus sehingga minyak tetap terkumpul didalam boom untuk kemudian dapat dipindahkan dari air laut dengan sistim penyedotan

a. Se*ara #ekan"k

(5

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

Dambar (!3 Pengendalian pencemaran minyak diperairan menggunakan oil boom (MM=,())* Penyebaran minyak membentuk suatu lapisan yang tipis disebabkan karena adanya gerakan angin, gelombang, arus atau pasang/surut menyebabkan penanganan pencemaran minyak men-adi lebih sulit! Oleh sebab itu langkah utama yang perlu dilakukan adalah melokalisir pencemaran minyak pada suatu area sehingga masih mempunyai ketebalan yang besar! %paya untuk melokalisir pencemaran minyak ini akan efektif dilakukan dengan menggunakan boom untuk menghalangi penyebaran minyak yang lebih luas! Penggunaan boom ini akan efektif pada kondisi perairan yang tenang! 0pabila kecepatan arus lebih dari ),*2 knot maka lapisan minyak akan pecah men-adi butiran/butiran (droplet ! 7elemahan lain dari penggunaan boom ini adalah sulitnya men-aga agar boom ini tetap tegak karena ada dorongan dari arus dan gelombang sehingga miring dan menyebabkan minyak menyebar ke luar! Oil skimmer merupakan alat mekanis yang berfungsi mengambil minyak dari permukaan air berdasarkan berat -enis, tegangan permukaan dan medium bergeraknya! Prinsip ker-a oil skimmer adalah mampu menyedot minyak dari air dengan menyerap minyak dengan material yang berpori atau mengikat minyak pada suatu material, kemudian memisahkannya dari air! 1i dalam skimmer minyak akan dipisahkan dari air atas perbedaan berat -enisnya! 'kimmer hanya dapat mengikat minyak dalam keadaan cair yang berada dipermukaan sa-a dan (9

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

yang berbentuk droplet akan dile,atkan! Pada umumnya minyak :ndonesia bersifat parafinis sehingga skimmer sulit untuk dioperasikan untuk upaya pembersihan perairan! Oil skimmer akan beker-a efektif apabila kondisi air lautnya tenang! '. Se*ara k"m"a 1ispersant merupakan bahan kimia yang mempunyai agent permukaan yang aktif yang dikenal dengan nama surfactant! Menurut :P:?&0 (())1 , molekul surfactant mengandung dua bahagian, yaitu headgroup yang bersifat polar (hydrophilic dan tailgroup yang bersifat non polar (oleophilic !

Dambar (!3 0kti+itas 'urfactan dan dispersi minyak men-adi droplet (:P:?&0 ())1 1ispersant dapat menyebabkan minyak pecah men-adi butiran/bituran kecil (droplet yang terdiri atas molekul hydrophilic dan oleophilic yang mampu terdispersi ke badan air (Dambar(!3 ! 9asil dispersi ini adalah semakin besarnya droplet minyak yang masuk ke dalam badan air sehingga mempercepat terlepasnya hidrokarbon yang mudah menguap ke atmosfir! Masuknya droplet ke 3)

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

badan air menyebabkan minyak lebih mudah terbiodegredasi karena luas permukaannya men-adi lebih kecil! 9al ini mencegah minyak untuk tidak terba,a oleh angin hingga ke pantai sehingga dapat mengurangi daya toksisitasnya dan mencegah kematian burung dan pengaruh yang merugikan kepada manusia! Penggunaan dispersant tidak akan efektif pada air yang tenang karena membutuhkan gerakan gelombang agar dispersant tercampur dengan tumpahan minyak! Mulanya, dispersant yang dipakai merupakan #at pengemulsi dari campuran hidrokarbon diantaranya hidrokarbon aromatik, fenol, dan senya,a lain dengan konsentrasi tinggi yang bersifat racun terhadap kehidupan laut! Tetapi saat ini telah diproduksi dispersant yang tidak menggunakan senya,a hidrokarbon! Pertimbangan ekonomi dan ekologi berperan penting sebagai skenario penggunaan dispersant! Prioritas penyemprotan dispersant pada area pantai ,isata atau dermaga dapat men-adi pertimbangan secara ekonomi! Milayah ra,a bakau secara ekonomis memerlukan perlindungan prioritas namun pertimbangan ekologi penggunaan dispersant dapat menyebabkan kerusakan ekosistem (:P:?&0 ())1 ! 1ispersant dapat disemprotkan pada polutan minyak dengan menggunakan helikopter ataupun boat (Dambar (! 2 !

Dambar (!2 Pengendalian pencemaran minyak diperairan menggunakan dispersant (MM=,())*

31

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

*. Se*ara '")l)g" .ioremediasi adalah suatu cara penanggulangan pencemara minyak dengan memanfaatkan organisme tertentu yang dapat mendegredasi polutan minyak! .ioremediasi merupakan cara penanggulangan tumpahan minyak yang paling aman bagi lingkungan (Muna,ar et al! ())* ! Menurut 'yakti (())3 , mikroorganisme dapat memanfaatkan minyak sebagai sumber karbon untuk pembentukan biomasa dan energi bagi pertumbuhannya! Organisme tersebut terdistribusi secara luas di laut, dan cenderung berlimpah pada perairan yang tercemar minyak akibat buangan industri dan limbah cair domestik! Mikroorganisme pengurai minyak yang biasa digunakan adalah sianobakteria dan alga biru! 7omponen minyak bumi yang mudah didegradasi oleh bakteri merupakan komponen terbesar dalam minyak bumi yaitu alkana yang bersifat lebih mudah larut dalam air dan terdifusi ke dalam membran sel bakteri! Eumlah bakteri yang mendegradasi komponen ini relatif banyak karena substratnya yang melimpah di dalam minyak bumi (&hurchill 1992 ! 7omponen minyak bumi yang sulit terdegradasi -umlahnya lebih kecil dibanding komponen yang mudah didegradasi sehingga mikroba pendegradasi komponen ini -umlahnya lebih sedikit dan tumbuh lebih lambat karena kalah bersaing dengan pendegradasi alkana yang memiliki substrat lebih banyak! Penanggulangan pencemaran minyak harus terkoordinasi dengan melibatkan berbagai stakeholders yang meliputi pemerintah (0dministrator Pelayaran, Pelindo, 7ementrian Lingkungan 9idup dan 1inas Perikanan , pengusaha migas, operator kapal (nakoda$kapten kapal , nelayan setempat, lembaga s,adaya masyarakat (L'M dan unsur masyarakat harus berkoordinasi dalam menanggulangi pencemaran minyak di perairan! 7oordinasi ini sangat penting dilakukan agar pencemaran yang ter-adi dapat diatasi, dimana segenap komponen bahu membahu saling mengisi kekurangan dan saling tukar informasi! %. A's)r'ents! Oat untuk menyerap minyak ditaburkan di atas tumpahan minyak dan kemudian #at tersebut menyerap minyak tadi! %mumnya #at yang digunakan 3(

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

untuk menyerap minyak adalah 4 lumut kering, ranting, potongan kayu! 0da pula #at sintetis yang dibuat dari polyethylene, polystyrene, polyprophylene dan polyurethane! e. #enenggelamkan #"n$ak 'uatu campuran 3!))) ton kalsium karbonat yang ditambah dengan 1 6 sodium stearate dicoba dan berhasil menenggelamkan ()!))) ton minyak! 'etelah 13 bulan kemudian, tidak lagi ditemui adanya minyak di dasar laut tersebut! &ara ini masih dipertentangkan karena dianggap akan memindahkan masalah kerusakan oleh minyak ke dasar laut yang relatif merusakan kehidupan! %ntuk perairan laut dalam hal ini tidak akan memberikan efek! BAB III PE#BAHASAN 3.1 Tum+ahan #"n$ak D"le+as Panta" L)u"s"ana8 Teluk #eks"k)

9ari 'elasa (()$)3$()1) , an-ungan minyak 1eep,ater 9ori#on milik perusahaan minyak :nggris .P (.ritish Petroleum karam, mengakibatkan kebocoran pada lubang pengeboran dan menumpahkan minyak mentah dalam -umlah besar! 'ebelas orang peker-a tidak berhasil ditemukan yang dikabarkan tidak dapat deselamtakan!1engan menggunakan robot selam, .P telah menemukan dua sumber keluarnya minyak bumi dengan -umlah keluarannya mencapai 1F)!))) liter per hari! Lubang sumur pemboran itu terdapat di dasar laut, sekitar 1!2)) meter di ba,ah permukaan Teluk Meksiko! Perusahaan minyak .ritish Petroleum atau .P, yang bertanggung -a,ab atas pemboran lepas pantai itu, pada a,alnya berharap sistim pengatup otomatis yang tersedia akan bisa menghambat bocornya minyak! "amun ternyata gagal! Penutup pipa bercorong yang diharapkan mengurangi semburan minyak di Teluk Meksiko telah menun-ukkan keberhasilan kecil! 1irektur perusahaan minyak .ritish Petroleum, .P menyatakan, minyak bumi yang bisa ditampung melalui corong itu mencapai 1F) ribu liter atau 1) ribu barel sehari! Eumlah ini 33

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

-auh diba,ah prediksi a,al sekitar 19 ribu barel seharinya! 'ementara minyak yang masih terus menyembur ke laut sangat banyak! 'udah lebih dari *) -uta liter minyak yang mencemari teluk Meksiko dalam bencana ekologi terburuk di dunia ini! .P memulai u-i coba metode yang lain untuk menutupi lubang bocoran minyak tersebut! Eika u-i coba itu sukses, .P akan mulai mengin-eksikan lumpur dan semen ke dalam lubang pengeboran pada kedalaman 1!2)) meter! &ampuran amat kental ini diharapkan dapat mendesak cairan minyak kembali ke lapisan cebakannya! Metode penyumbatan lubang pengeboran yang bocor itu disebut L'tatic 7illL! 9ari 'enin ()($)5 secara menge-utkan .P menyatakan harapannya, dengan metode ini lubang pengeboran dapat disumbat secara final, dan tidak perlu lagi dilakukan pengeboran sumur pelepas tekanan! Metode L'tatic 7illL selama ini merupakan solusi baku bagi penutupan final sebuah sumber minyak! Lubang pengeboran yang bocor tersebut selama lebih dari empat bulan telah menyemburkan sekitar *)) -uta liter minyak mentah ber,arna coklat yang mencemari berat lingkungan di Teluk Meksiko!<olume kebocorannya hanya kalah oleh bencana kebocoran minyak pada saat Perang Teluk pertama tahun 199)/an lalu! .P kini mulai memompakan campuran lumpur dan semen ke dalam lubang pengeboran! Makil direktur .P, 7ent Mells mengumumkan, P7ami kini berkonsentrasi, operasi 'tatic 7ill menghasilkan yang terbaik sesuai kemampuan kami!L 'tatic 7ill adalah metode penyumbatan lubang pengeboran dengan memompakan campuran lumpur pekat dan semen! 1engan itu, minyak yang menyembur ditekan untuk kembali ke lapisan cebakannya pada kedalaman sekitar 2!))) meter! Proses penyumbatan ini diperkirakan berlangsung hingga hari 7amis ()2$)5 ! Operasi penyumbatan ini merupakan langkah pertama untuk menutup semburan minyak mentah di Teluk Meksiko! 'etelahnya, akan dilakukan langkah ke dua, berupa pengeboran sumur pelepas tekanan atau Lrelief ,ellL! Para insinyur .P se-ak a,al bulan Mei lalu sudah mulai mengebor lubang menyamping sedalam 3!))) meter di dekat lubang pengeboran yang bocor ini! Euga dari situ,

33

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

dengan tekanan tinggi akan dipompakan campuran lumpur dan semen, untuk menyumbat sumber minyak dari ba,ah! 'ebelumnya terdapat laporan, .P memandang tidak mutlak dilakukannya pengeboran sumur pelepas tekanan! 0kan tetapi sekarang pengeborannya dilan-utkan! 0khir pekan depan Lrelief ,ellL ini akan selesai dibor, dan tidak lama sesudah itu sumber minyaknya akan dapat benar/benardisumbat! Meskipun lubang sudah dapat ditutup, dampak cemaran minyak akan terasa dalam -angka pan-ang!

DA&TAR PUSTA!A

Mukhtasor! ())*! Pencemaran Pesisir dan Laut! Eakarta 4 PT! Pradnya Paramita =akhruddin! ())3! 1ampak Tumpahan Minyak Pada .iota Laut! Eakarta 4 7ompas Dinting, Perdana, :r!,())*! 'istem Pengelolaan Lingkungan dan Limbah :ndustri! Eakarta 4 M'! &< QA0M0 M:1Q0 http4$$repository!ipb!ac!id$bitstream$handle$1(332F*59$22119$.0.6():: 6()Tin-auan6()Pustaka!pdf
http://www.voaindonesia.com/content/tumpahan-minyak-di-telukmeksiko-semakin-luas/76885.html http://www.dw.de/pencemaran-teluk-meksiko/a-5868764

http4$$ad#,armud#tahid!files!,ordpress!com$()11$)3$ppl!pdf http4$$rahmatcorps!files!,ordpress!com$()11$)3$dinas/-aga/mesin/3!pdf

32

Limbah Tumpahan Minyak di Laut

3F