Anda di halaman 1dari 13

1

Motivasi Belajar

By :

Name : Muhammad Agusrianto NPM : 11601010057

English Education Department Faculty Of Teacher Training and Education University Of Borneo Tarakan 2013

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang4 2.1 Rumusan masalah...5 3.1 Tujuan penulisan5 4.1 Manfaat penulisan..5 BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian motivasi belajar....6 2.2 Fungsi dari motivasi belajar...7 2.3 Unsur-unsur yang mempengaruhi motivasi belajar...8 2.4 Upaya meningkatkan motivasi belajar.......9 BAB III PENUTUP 3.1 Simpulan....12 3.2 Saran..12 DAFTAR PUSTAKA

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa , sehingga penulis dapat menyelesaikan Makalah ini. Penulis percaya bahwa Makalah ini tidak akan terwujud tanpa adanya bantuan banyak pihak, untuk itu kepada pihak yang telah banyak membantu penyusunan sehingga terselesaikannya Makalah ini penyusun ucapkan banyak terima kasih kepada. Semoga bantuan yang telah banyak diberikan memdapatkan imbalan yang sesuai dari Tuhan Yang Maha Esa , mudah mudahan Makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca pada umumnya. Akhirnya penulis mohon kritik dan saran yang sifatnya membangun

sebagai bahan studi untuk melangkah dimasa-masa akan datang.

Tarakan, 31 Oktober 2013 Penulis.

BAB I Pendahuluan
Latar Belakang Masalah Dalam dunia pendidikan, masalah motivasi selalu menjadi hal yang menarik perhatian. Hal ini dikarenakan motivasi dipandang sebagai salah satu faktor yang sangat dominan dalam ikut menentukan tercapai atau tidaknya tujuan pendidikan. Walaupun diakui bahwa kemampuan intelektual yang bersifat umum (inteligensi) dan kemampuan yang bersifat khusus (bakat) merupakan modal dasar utama dalam usaha mencapai prestasi pendidikan, namun keduanya tidak akan banyak berarti apabila siswa sebagai individu tidak memiliki motivasi untuk berprestasi sebaik-baiknya. Kemampuan intelektual yang tinggi hanya akan terbuang sia-sia apabila individu yang memilikinya tidak mempunyai keinginan untuk berbuat dan memanfaatkan keunggulannya itu. Apalagi bila individu yang bersangkutan memang memiliki kemampuan yang tidak begitu menggembirakan, maka tanpa adanya motivasi sulitlah rasanya untuk mengharapkan sesuatu yang prestatif. Dalam penjelasan mengenai masalah motivasi, kita selalu berpegang pada asumsi umum bahwa bila faktor-faktor lain yang mempengaruhi hasil belajar adalah sama, maka individu yang memiliki motivasi lebih tinggi akan mencapai hasil belajar yang lebih tinggi pula. Maksud dari motivasi belajar disini adalah keseluruhan daya penggerak yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan belajar dan memberikan arah kegiatan belajar, sehingga tujuan dapat tercapai. Mengingat pentingnya pengetahuan akan motivasi, maka pembahasan mengenai motivasi belajar dirasa perlu untuk diangkat.

Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas, penulis merumuskan rumusan masalah sebagai berikut. a. Pengertian apa itu motivasi belajar b. Mengapa sangat pentingnya motivasi belajar itu ? c. Unsur-unsur yang mempengaruhi motivasi belajar. d. Bagaimana upaya meningkatkan motivasi belajar ? Tujuan Masalah Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut; a. Mengetahui pengertian dari motivasi belajar b. Mengetahui fungsi motivasi dalam belajar c. Mengetahui unsur-unsur yang mempengaruhi motivasi belajar d. Mengetahui upaya-upaya dalam meningkatkan motivasi belajar. Manfaat Penulisan Manfaat dari penulisan ini adalah agar para pembaca mengetahui secara lebih rinci mengenai motivasi belajar.

BAB II Pembahasan
1. Pengertian Motivasi Belajar Banyak pakar yang merumuskan definisi motivasi sesuai dengan kajian yang diperdalamnya. Rumusannya beraneka ragam, sesuai dengan sudut pandang dan kajian perspektif bidang telaahnya. Namun demikian, raga m definisi tersebut memiliki ciri dan kesamaan. Di bawah ini dideskripsikan beberapa kutipan pengertian motivasi. Michel J. Jucius (Onong Uchjana Effendy, 1993: 69-70) menyebutkan motivasi sebagai kegiatan memberikan dorongan kepada seseorang atau diri sendiri untuk mengambil suatu tindakan yang dikehendaki. Menurut Dadi Permadi (2000: 72) motivasi adalah dorongan dari dalam untuk berbuat sesuatu, baik yang positif maupun yang negatif. Sedangkan menurut Ngalim Purwanto (2004: 64-65), apa saja yang diperbuat manusia, yang penting maupun kurang penting, yang berbahaya maupun yang tidak mengandung resiko, selalu ada motivasinya. Ini berarti, apa pun tindakan yang dilakukan seseorang selalu ada motif tertentu sebagai dorongan ia melakukan tindakannya itu. Jadi, setiap kegiatan yang dilakukan individu selalu ada motivasinya. Menurut Sudirman (1992:73) Motivasi diartikan sebagai daya penggerak yang telah menjadi aktif. Motif menjadi aktif pada saat-saat tertentu, terutama bila kebutuhan untuk mencapai tujuan sanagt dirasakan mendesak. Sedangkan menurut Natawijaya dan Moesa (1992:54) Motivasi adalah suatu proses untuk menggiatkan motif atau motif-motif menjadi tindakan atau perilaku untuk memuaskan atau memenuhi kebutuhan atau untuk mencapai tujuan. Berdasarkan deskripsi diatas, dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar disini adalah keseluruhan daya penggerak yang menimbulkan kegiatan belajar, yang

menjamin kelangsungan belajar dan memberikan arah kegiatan belajar, sehingga tujuan dapat tercapai. 2. Fungsi Motivasi dalam Belajar Motivasi sangat berperan dalam belajar, siswa yang dalam proses belajar mempunyai motivasi yang kuat dan jelas pasti akan tekun dan berhasil belajarnya. Makin tepat motivasi yang diberikan, makin berhasil pelajaran itu. Maka motivasi senantiasa akan menentukan intensitas usaha belajar bagi siswa. Adapun fungsi motivasi ada tiga, yaitu : a. Mendorong manusia untuk berbuat, jadi sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi. b. Menentukan arah perbuatan yakni kearah tujuan yang hendak dicapai. c. Menyeleksi perbuatan yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dijalankan yang serasi guna mencapai tujuan itu dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut. Seorang siswa yang akan menghadapi ujian dengan harapan dapat lulus, tentu akan melakukan kegiatan belajar dan tidak akan menghabiskan waktunya untuk bermain atau membaca komik, sebab tidak serasi dengan tujuan. Selain itu ada juga fungsi lain yaitu, motivasi dapat berfungsi sebagai pendorong usaha dan pencapaian prestasi, karena secara konseptual motivasi berkaitan dengan prestasi dan hasil belajar. Adanya motivasi yang baik dalam belajar akan menunjukkan hasil yang baik. Dengan kata lain, adanya usaha yang tekun dan terutama didasari adanya motivasi, maka seseorang yang belajar itu akan dapat melahirkan prestasi yang baik. Intensitas motivasi seorang siswa akan sangat menentukan tingkat pencapaian prestasi belajarnya.

3. Unsur-unsur yang mempengaruhi Motivasi Belajar Menurut pendapat Dr. Dimyati dan Drs. Mudjiono dalam bukunya yang berjudul Belajar dan Pembelajaran menyatakan bahwa yang mempengaruhi motivasi belajar siswa diantaranya cita-cita atau aspirasi siswa, kemampuan siswa, kondisi siswa dan kondisi lingkungan siswa, berikut penjelasannya: a. Cita-cita atau aspirasi siswa Suatu keinginan atau cita-cita akan terpenuhi apabila diiringi dengan usaha. Suatu usaha merupakan salah satu bentuk adanya motivasi yang bisa datang dari diri sendiri maupun orang lain. Adapun salah satu bentuk motivasi dalam proses pembelajaran, yaitu dengan memberi penguatan kepada siswa berupa hadiah. Dengan di berikannya hadiah nantinya akan dapat mengubah keinginan siswa menjadi kemauan dan kemauan menjadi cita-cita. Keinginan yang berlangsung dalam diri siswa biasanya hanya sesaat atau dalam jangka waktu singkat, sedangkan kemauan atau cita-cita dapat berlangsung dalam waktu yang sangat lama. Misalnya seorang siswa ingin mendapatkan rangking I (satu) dalam UAS nanti maka ia akan memperkuat semangat belajarnya agar dapat mencapai rangking I (satu). b. Kemampuan Siswa Keinginan seorang siswa untuk belajar pasti diiringi dengan kemampuan atau kecakapan yang dimilikinya agar dapat tercapai tujuan yang diinginkan. Seperti halnya seorang siswa yang ingin bisa membaca, maka ia akan berusaha mengenal dan mengucapkan bunyi huruf-huruf abjad sampai bisa membaca. Dengan demikian keinginan siswa tersebut untuk bisa membaca dapat tercapai. Dari sini penulis menyimpulkan bahwa kemampuan siswa akan memperkuat motivasinya untuk tugas-tugas perkembangan selanjutnya. c. Kondisi Siswa Kondisi adalah suatu keadaan yang melingkupi diri siswa, dimana kondisi siswa ini terdiri dari dua macam yaitu kondisi jasmani dan rohani. Kedua kondisi tersebut merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi
8

motivasi belajar siswa. Misalnya seorang siswa yang fisiknya sehat dan kenyang serta psikisnya gembira maka ia akan mudah untuk konsentrasi terhadap mata pelajaran yang diberikan oleh guru. Begitu juga sebaliknya bila seorang siswa dalam kondisi sakit dan marah-marah saja maka ia akan sulit menerima penjelasan dari gurunya. d. Kondisi lingkungan siswa Lingkungan merupakan segala sesuatu yang ada di sekitar kita, baik yang bersifat abstrak maupun konkrit. Salah satu bentuk lingkungan yang ada di sekitar siswa diantaranya tempat tinggal, pergaulan sebaya dan kehidupan di masyarakat. Siswa merupakan bagian dari anggota masyarakat yang secara tidak langsung terpengaruh oleh lingkungan di sekitarnya. Apabila lingkungan yang ada di sekitarnya aman, tenteram, tertib dan indah, maka semangat dan motivasi belajarnya mudah diperkuat. 4. Upaya meningkatkan motivasi belajar Sebagaimana yang telah dijelaskan di atas bahwa motivasi merupakan faktor yang mempunyai arti penting bagi siswa. Apalah artinya bagi seorang siswa pergi ke sekolah tanpa mempunyai motivasi belajar. Bahwa diantara sebagian siswa ada yang mempunyai motivasi untuk belajar dan sebagian lain belum termotivasi untuk belajar. Seorang guru melihat perilaku siswa seprti itu, maka perlu diambil langkah-langkah untuk membangkitkan motivasi belajar siswa. Membangkitkan motivasi belajar tidaklah mudah, guru harus dapat menggunakan berbagai macam cara untuk memotivasi belajar siswa. Cara membangkitkan motivasi belajar diantaranya adalah : a. Menjelaskan kepada siswa, alasan suatu bidang studi dimasukkan dalam kurikulum dan kegunaannya untuk kehidupan. b. Mengkaitkan materi pelajaran dengan pengalaman siswa di luar lingkungan sekolah. c. Menunjukkan antusias dalam mengajar bidang studi yang dipegang.

10

d. Mendorong siswa untuk memandang belajar di sekolah sebagai suatu tugas yang tidak harus serba menekan, sehingga siswa mempunyai intensitas untuk belajar dan menjelaskan tugas dengan sebaik mungkin. e. Menciptakan iklim dan suasana dalam kelas yang sesuai dengan kebutuhan siswa. f. Berikan hadiah untuk siswa yang berprestasi. Hal ini akan memacu semangat mereka untuk bisa belajar lebih giat lagi. Di samping itu, siswa yang belum berprestasi akan termotivasi untuk bisa mengejar siswa yang berprestasi. g. Memberikan hasil ulangan dalam waktu sesingkat mungkin. h. Menggunakan bentuk-bentuk kompetisi (persaingan) antar siswa. Guru berusaha mengadakan persaingan di antara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya, berusaha memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya. i. Memberikan pujian, sudah sepantasnya siswa yang berprestasi untuk diberikan penghargaan atau pujian. Tentunya membangun. j. Memberikan hukuman, hukuman diberikan kepada siswa yang berbuat kesalahan saat proses belajar mengajar. Hukuman ini diberikan dengan harapan agar siswa tersebut mau merubah diri dan berusaha memacu motivasi belajarnya. k. Membangkitkan dorongan kepada anak didik untuk belajar. Strateginya adalah dengan memberikan perhatian maksimal ke peserta didik. l. Membentuk kebiasaan belajar yang baik m. Membantu kesulitan belajar anak didik secara individual maupun kelompok n. Menggunakan metode yang bervariasi. o. Menggunakan media yang baik dan sesuai dengan tujuan pembelajaran pujian yang bersifat

10

11

Menurut Sardiman A.M, ada beberapa bentuk dan cara untuk menumbuhkan motivasi dalam kegiatan belajar di sekolah. Beberapa bentuk dan cara motivasi tersebut diantaranya : a. Memberi angka, angka dalam hal ini sebagai simbol dari nilai kegiatan belajarnya. Banyak siswa belajar, yang utama justru untuk mencapai angka/nilai yang baik. Angka-angka yang baik itu bagi para siswa merupakan motivasi yang sangat kuat. b. Hadiah, hadiah juga dapat dikatakan sebagai motivasi. c. Saingan atau kompetisi, saingan atau kompensis dapat juga dikatakan sebagai alat motivasi untuk mendorong belajar siswa. Persaingan, baik persaingan individual maupun kelompok dapat meningkatkan motivasi belajar sisiwa. d. Memberi ulangan e. Mengetahui hasil f. Pujian, apabila ada siswa yang sukses yang berhasil menyelesaikan tugas dengan baikperlu dierikan pujian. Pujian ini adalah bentuk Reinforcement yang positif dan sekaligus merupakan motivasi yang baik. g. Hukuman, hukuman sebagai reinforment yang negatif tetapi kalau diberikan secara tepat dan bijak bisa jadi alat motivasi. h. Hasrat untuk belajar i. Minat j. Tujuan yang diakui. Demikian pembahasan tentang upaya dalam menumbuhkan motivasi belajar siswa dan bentuk-bentuk motivasi yang dapat dipergunakan oleh guru agar berhasil dalam proses belajar mengajar serta dikembangkan dan diarahkan untuk dapat melahirkan hasil belajar yang bermakna bagi kehidupan siswa.

11

12

BAB III Simpulan


A. Simpulan Motivasi merupakan suatu perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya perasaan dan didahului dengan adanya tujuan. Sedangkan motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan yang memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai. Motivasi sangat berperan dalam belajar, siswa yang dalam proses belajar mempunyai motivasi yang kuat dan jelas pasti akan tekun dan berhasil belajarnya. Dalam kegiatan belajar sangat diperlukan adanya motivasi. Belajar akan menjadi optimal kalau ada motivasi. Makin tepat motivasi yang diberikan akan makin berhasil pula pelajaran itu. Jadi motivasi akan senantiasa menentukan intensitas usaha bagi para siswa.

B. Saran Sejalan dengan simpulan di atas, penulis merumuskan saran sebagai berikut. a. Untuk meraih hasil belajar yang maksimal, siswa harus mempunyai motivasi untuk belajar, baik motivasi yang berasal dari dalam diri siswa itu sendiri maupun yang dari luar seperti lingkungan. b. Guru diharuskan mampu membangkitkan motivasi belajar siswa

12

13

DAFTAR PUSTAKA http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2137378-unsur-unsur-yangmempengaruhi-motivasi/#ixzz2jAXk3jOE http://belajarpsikologi.com/pengertian-motivasi-belajar/ http://lathifashofi.wordpress.com/2011/05/10/makalah-motivasi-dan-bimbingandalam-belajar/ Djamarah, Syaiful Bahri., Psikologi Belajar. Cet I. Jakarta: Rineka Cipta. 2002 A. M. Sardiman., Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Cet V. Jakarta: Raja Grafindo Persada. 1994

13