Anda di halaman 1dari 4

1. Grup 1! a. Rambut Kelompok 1.

Berhubungan dengan kekurangan gizi Kurang bercahaya; rambut kusam dan kering Rambut tipis dan jarang Rambut kurang kuat/mudah putus Kurang pigmen rambut Mudah rontok

b. Wajah Kelmpok 1. Berhubungan dengan kekurangan gizi Penurunan pigmentasi yang terbesar secara berlebih apabila disertai anemia Wajah seperti bulan, wajah menonjol keluar, lipatan naso labial Pengeringan selaput mata Bintik Bitot Pengeringan kornea

Kelompok 2. Kemungkinan berhubungan dengan kekurangan gizi Perinasal veins : suatu keadaan yang mungkin disebabkan konsumsi alkhol berlebihan. c. Mata Kelompok 1. Berhubungan dengan kekurangan gizi Selaput mata pucat. Tanda-tandanya: muka pucat. Keratomalasia Angular palpebritis

Kelompok 2. Kemungkinan berhubungan dengan kekurangan gizi Corneal vascularization Conjunctival infection and circumcorneal, yaitu infeksi pada konjungtiva Corneal arcus Xanthomata Corneal scars. Keadaan kornea yang sifatnya tebal, dalam, posisinya kurang lebih bagian kornea yang harus diperhatikan.

Kelompok 3. Tidak berhubungan dengan kekurangan gizi. Pterygim: luka yang disebabkan oleh sesuatu berbentuk satap yang dihasilkan oleh lipatan-lipatan ganda yang berdaging dari konjungtiva, tumbuh cepat dan biasanya meneyerang kornea bagian lateral. Kemungkinan penyebabnya adalah iritasi yang berlangsung lama, terutama karena sinar matahari dan angin. d. Bibir Kelompok 1. Berhubungan dengan kekurangan gizi Angular stomatitis: menggambarkan celahan pada sudut-sudut mulut. Jaringan parut angular: angular stomatis yang telah sembuh mungkin mengakibatkan bekas luka menjadi merah muda atau memutih pada sudut-sudut mulut, tergantung pada interval akutnya. Cheilosisi: luka yang dicirikan dengan celahan vertical, yang lebih lanjut terkomlikasi menjadi merah, membengkak, dan terjadi ulcerasi pada bibir, selain pada sudutnya. Bagian tengah bibir bawah sering terpengaruh. Faktor iklim, seperti dingin dan angin, dapat kadang-kadang berpengaruh. Kelompk 2. Kemungkinan berhubungan dengan kekurangan gizi Depigmentasi kronis pada bibir bawah

e. Lidah Kelompok 1. Berhubungan dengan kekurangan gizi Edema dari lidah, dapat dideteksi dengan cara menekan gigi sepanjang tepi lidah Lidah mentah atau scarlet. Lidah berwarna merah cerah, biasanya berukuran normal atau perlahan-lahan mengalami atrofi, denudasi/pengulitan, dan sangat nteri. Lidah magenta: lidah berwarna merah keunguan; mungkin bisa diikuti dengan perubahan morfologi. Atrofi papilla: papilla fliform yang telah hilang membuat lidah tampak halus, penyebarannya bisa ditengah atau ditepi. Kelompok 2. Kemungkinan berhubungan dengan kekurangan gizi Papila hiperamic dan hipertrophic: papilla ini hypertrophic dan berwarna merah atau merah muda, dan menyebabkan lidah bergranula (seperti strawberi merah)

Fissures: keadaan pecah-pecah pada permukaan lidah tanpa papilla pada pinggirnya atau permukaan bawahnya.

Kelompok 3. Tidak berhubungan dengan kekuranga gizi Geographic tongue: keadaan lidah dengan daerah bintik yang terdistribusi tidak teratur dari denudasi dan atrophy epithelium. Pigmented tongue: adnya daerah berbintik dengan pigmentasi berlendir biruhitam, kadang-kadang disertai dengan bintik yang smam pada gusi. f. Gigi Kelompok 1. Berhubungan dengan kekurangan gizi Mottled enamel: terdapat bintik putih dan kecokelatan pada gigi, dengan atau tanpa erosi pada enamel, biasanya paling baik terlihat pada gigi seri atas. Ciri ini adalah karakteristik dari fluorosis. Karies gigi: keadaan gigi yang rusak, tanggal dan berganti yang sering digunakan sebagai petunjuk adanya karies pada suatu masyarakat walaupun ada sebab yang lain seperti chronic phyorrhoea dan trauma. Pengikisan: terjadi pada tepi gigi seri dan taring. Hipolasia email: adanya formasi tidak sempurna pada pemebentukan gigi, terutama pada bagian tengah ketiga. Ersi email: menggambarkan area sangat terbatas, biasanya disekitar tepi gusi, tempat email gigi telah tererosi. g. Gusi Kelompok 1. Berhubungan dengan kekurangan gizi Spongy, bleeding gums : bunga karang kenunguan atau merah yang membengkak pada papilla gigi bagian dalam dan atau tepi gusi, yang biasanya mudah berdarah pada tekanan kecil. Gusi berdarah tanpa hypertrophy biasanya disebabkan oleh infeksi periodontal

Kelompok 2. Kemungkinan berhubungan dengan kekurangan gizi Recession of gums: kerusakan dan atrofi gusi yang menampakkanakar-akar gigi, biasanya menjadi keadaan sekunder pada pyorrhoea. Kelompok 3. Tidak berhubungan dengan kekurangan gizi.

Pyorrhoea (infeksi periodontal): infeksi tepi gusi, yang menyebabkan merah dan gusi mudah berdarah tanpa hypertrophy.

h. Kelenjar Kelompok 1. Berhubungan dengan kekurangan gizi Pembesaran tiroid : kelenjar ini terlihat dan teraba membesar, pembesaran bisa difus atau nodular. Pembesaran parotid : gejala ini positif jika terdapat pemebngkakakn kronis, terlihat pada kedua parotid, kelenjar ini keras, tidak lunak dan tidak nyeri. Kelompok 2. Kemungkinan berhubungan dengan kekurangan gizi Gynaecomastia: pembesaran bilateral, terlihat, dan teraba pada puting dan jaringan dada glandular subaerolar pada laki-laki.