Anda di halaman 1dari 46

DINAMIKA FLUIDA

Viskositas fluida
Gaya (F) proporsional dengan Av
z
dan luas area A dan berbanding
terbalik dengan jarak Ay

y
A v
F
z
A
A
~
A

y
A v
F
z
A
A
=
y
v

A
F
z
A
A
=
F/A dinyatakan sebagai tegangan geser

y
v

z
yz
A
A
= t
Viskositas : besarnya perlawanan terhadap gaya geser
Percobaan Reynold
Aliran fluida dipengaruhi oleh:
Diameter saluran, D
Kecepatan aliran, v
Densitas fluida,
Viskositas fluida,

=
v D
N

=
v D
N
Re
Jenis aliran
N
Re
< 2100
N
Re
> 4000
Aliran laminer
Aliran turbulen
Contoh: Bilangan Renold dalam pipa
Air bersuhu 303 K mengalir dengan laju 10 galon/menit
dalam sebatang pipa yang memiliki diameter dalam 2,067
in. Tentukan jenis alirannya
1 ft
3
= 7,481 galon
s 60
menit 1

galon 481 , 7
ft 1

menit
galon
100 F
3
=
Laju alir fluida dalam pipa :
= 0,0223 ft
3
/s
D = 2,067/12 = 0,172 ft
2 2 2
ft 0233 , 0 (0,172)
4
D
4
A =
t
=
t
=
s / ft 957 , 0
0233 , 0
0223 , 0
A
F
v = = =
Contoh: Bilangan Renold dalam pipa
s 60
menit 1

galon 481 , 7
ft 1

menit
galon
100 v
3
=
= 0,0223 ft
3
/s
D = 2,067/12 = 0,172 ft
2 2 2
ft 0233 , 0 (0,172)
4
D
4
A =
t
=
t
=
s / ft 957 , 0
0233 , 0
0223 , 0
A
F
v = = =
= 0,996 (62,43) =62,18 lb
m
/ft
3

= 0,8007 cp = 5,38 x 10
-4
lb
m
/ft.s
s . ft / lb 10 x 38 , 5
) ft / lb 43 , 62 x 996 , 0 )( ft/s 957 , 0 )( ft 172 , 0 (
N
m
4
3
m
Re

=
= 19050
Contoh: Bilangan Renold dalam pipa
Dalam satuan SI
Neraca Massa Keseluruhan dan Persamaan Kontinuitas
Sistem sederhana
Neraca massa sistem tanpa reaksi kimia:
|
|
.
|

\
|

|
|
.
|

\
|
=
|
|
.
|

\
|
sistem
dari keluar
massa laju
sistem
ke masuk
massa laju
sistem
dalam massa
akumulasi laju
Pada keadaan tunak, laju akumulasi = 0
|
|
.
|

\
|
=
|
|
.
|

\
|
sistem
dari keluar
massa laju
sistem
ke masuk
massa laju

1
A
1
v
1
=
2
A
2
v
2

Cotoh: Neraca masa aliran minyak mentah
D
1
= 2,067 in = 0,0525 m
D
3
= 1,610 in = 0,0409 m

A
1
= t/4 (D
1
)
2

= t/4 (0,0525)
2

= 2,16 x 10
-3
m
2


A
3
= 1,31 x 10
-3
m
2

Contoh: Neraca masa aliran minyak mentah
D
1
= 2,067 in = 0,0525 m
D
3
= 1,610 in = 0,0409 m
A
1
= t/4 (D
1
)
2

= t/4 (0,0525)
2

= 2,16 x 10
-3
m
2

A
3
= 1,31 x 10
-3
m
2

Total massa minyak yang masuk ke pipa 1 kemudia ke pipa 2
m
1
= (1,388 x 10
-3
m
3
/s)(892 kg/m
3
) = 1,238 kg/s
Massa yang masuk ke pipa 3:
m
3
= m
1
/2 = 1,28/2 = 0,619 kg/s
m/s 641 , 0
) m 10 x 165 , 2 )( kg/m (892
kg/s 238 , 1
A
m
v
2 3 3
1
1
1
= =

=

m/s 528 , 0
) m 10 x 313 , 1 )( kg/m (892
kg/s ,619 0
A
m
v
2 3 3
3
3
3
= =

=

Neraca Energi Total
Energi kimia (entapi)
Energi kinetik
Energi potensial
Kerja
Panas
Pada keadaan tunak: m
1
= m
2


1
v
1
A
1
=
2
v
2
A
2

Q z g v
2
1
H W z g v
2
1
H
1
2
av , 1 1 s 2
2
av , 2 2
+ +
o
+ = + +
o
+
Q z m g
v 2
) v ( m
H m W z m g
v 2
) v ( m
H m
1 1
av , 1
av
3
1 1
1 1 s 2 2
av , 2
av
3
2 2
2 2
+ + + = + + +
- -
Air umpan boiler masuk pada 18,3
o
C dan tekanan 137,9 kPa
pada kecepatan 1,2 m/s. Kukus yang dihasilkan keluar pada
ketinggian 15,2 m di atas titik masuk dengan suhu 148,9
o
C,
tekanan 137,9 kPa dan kecepatan 9,14 m/s. Berapa kalor yang
diperlukan untuk menghasilkan tiap kg kukus.
Contoh: Penggunaan neraca energi pada ketel uap
air
v
1
= 1,2 m/s
18,3
o
C, 137,9 kPa
H
1
= 76,97 kJ/kg
kukus
v
2
= 9,14 m/s
148,9
o
C; 137,9 kPa
H
2
= 2771,4 kJ/kg
Q = 2,694 x 10
6
J/kg
Q ) 2 , 1 ( 6,97 7 (15,2) 8 , 9 ) 14 , 9 ( 4 , 2771
2
2
1
2
2
1
+ + = + +
Q
Q v H z g v H
2
av , 1
2
1
1 2
2
2
2
1
2
+ + = + +
Q z g v H W z g v H
1
2
av , 1
2
1
1 s 2
2
av , 2
2
1
2
+ + + = + + +
o o
15,2 m
Air yang bersuhu 85
o
C dalam tangki besar dan berinsulasi
dipompa dengan kecepatan di titik masuk 0,567 m
3
/menit
menggunakan pompa berdaya 7,45 kW. Air tersebut didinginkan
pada penukar kalor yang menyerap kalor sebesar 1.408 kW. Air
yang sudah dingin dialirkan ke tangki kedua yang juga besar
yang berada 20 m di atas tangki 1. Hitung suhu air yang masuk
ke tangki 2 dengan mengabaikan perubahan energi kinetik.
Contoh: Neraca energi pada sistem aliran berpompa
v
1
= v
2

Penyelesaian
Q = -1.408 kW
W
S
= -7,45 kW
v
1
= 0,567 m
3
/menit
T
1
= 85
o
C
T
2
= ?
H
1
= 355,9 MJ/kg

1
= 968,5 kg/m
3

z
1
= 0
H
2
= ?

1
= 968,5 kg/m
3

Z
1
= 0
z
2
= 20 m
v
2
= 0,567 m
3
/menit
Q z g H W z g H
1 1 s 2 2
+ + = + +
H
2
= 202,71 kJ/kg
T dibaca di tabel kukus jenuh
Q z g v H W z g v H
1
2
av , 1
2
1
1 s 2
2
av , 2
2
1
2
+ + + = + + +
o o
z
1
= 0
Tabel kukus jenuh
) H H (
H H
T T
T T
1
1 2
1 2
1

+ =
) 5 , 188 7 , 202 (
5 , 188 3 , 209
45 50
45 T

+ = = 48
o
C
Faktor gesekan (Friction factor)
Q W z z g v v H H
s av av
+ = + + + ) ( )
2
1
2
1
( ) (
1 2
2
, 1
2
, 2 1 2
o o
tanpa gesekan
tanpa kalor terlibat, tapi ada gesekan
Contoh: Neraca energi mekanik pada sistem perpipaan
W
S
= -155,4 J/kg
0,053 m
0,078 m
15,24 m
Pompa mengalirkan 0,2616 m
3
/menit liquid yang memiliki
densitas 1791 kg/m
3
dari tangki penyimpan terbuka dan
memiliki penampang yang besar. Liquid masuk ke pompa
melalui pipa berdiameter dalam 0,078 m dan keluar pompa
melalui pipa 0,053 m. Ujung keluar berada 15,24 m diatas level
liquid dalam tangki umpan. Kehilangan energi karena gesekan
EF = 29,9 J/kg. Berapa selisih tekanan yang harus dihasilkan
oleh pompa dan berapa daya yang diperlukan jika efisiensi
pompa 65%.
Contoh: menghitung kebutuhan daya pompa
Contoh: menghitung kebutuhan daya pompa
0,053 m
0,078 m
15,24 m
= 1791 kg/m
3

F = 0,2616 m
3
/menit
Tidak tejadi perubahan fasa maupun suhu H
2
= H
1

Tidak ada kalor yang dimasukkan maupun dikeluarkan Q = 0
Tangki umpan terbuka p
1
= atmosfirik
Ujung pipa keluar terbuka p
2
= atmosfirik
1
2
1
2
1
s 2
2
2
2
1
z g v W z g v + = + + W
S
= ?
Q z g v H F W z g v H
1
2
av , 1
2
1
1 s 2
2
av , 2
2
1
2
+ + + = E + + + +
o o
Contoh: menghitung kebutuhan daya pompa
p
3
p
4
= ?

+ = +

+
3
2
3
2
1
s
4
2
4
2
1
p
v W
p
v
0,053 m
0,078 m
= 1791 kg/m
3

F = 0,2616 m
3
/menit
p
4

p
3

Q z g v H F W z g v H
1
2
1
2
1
1 s 2
2
2
2
1
2
+ + + = E + + + +
Persamaan Bernoulli (Neraca energi Mekanik)

+ + = +

+ +
2
2
2
2
1
2
1
2
1
2
1
1
p
v z g
p
v z g
dengan massa yang mengalir:
m =
1
A
1
v
1
=
2
A
2
v
2

Mengukur laju alir fluida dalam pipa
untuk fluida cair:

1
=
2

Horizontal : z
1
= z
2

+ + =

+ +
2
2
2
2
1
2
1
2
1 1
2
1
2
1
p
A
A v
0
p
v 0
Persamaan Bernoulli dapat dituliskan menjadi:
) p - (p
] 1 ) A / [(A
2
v
2 1
2
2 1
1

=
Mengukur laju alir fluida dalam pipa
p
1
p
2
diukur dengan memasang manometer seperti pada
gambar di bawah
- -
-
2 3
4
Fluida B

B

Fluida A

A

R
Mengukur laju alir fluida keluar tangki
p
1
p
2
= g H
H g 2 v
2
=
Hilang Energi pada Aliran Laminar Dalam Pipa
2
f 2 1 f
D
L v 32
) p p ( p

= = A
Persamaan Hagen - Poiseuille

=
f 2 1
f
) p p (
F
Hilang energi karena gesekan
J/kg
2
v

D
L
f 4
) p p (
F
2
f 2 1
f
=

=
f = Fanning friction factor
Untuk aliran laminer :
Re
N
16
f =
Hilang energi pada aliran turbulen
Neraca Energi pada Heat Exchanger dan Pompa
Air pada 93
o
C dipompakan dari tangki besar pada 1 atm dengan
kecepatan 0,189 m
3
/menit ke penampung yang berada 15,2 m
di atas tangki pertama. Motor pompa menyediakan energi
sebesar 1,49 kW. Air dipompa melalui heat exchanger yang
memberikan energi 704 kW panas. Berapa suhu akhir air di
tangki kedua dan berapa entalpi akhir.
Q = 704 kW
W
S
= -1,49 kW
F
1
= 0,189 m
3
/menit
T
1
= 93
o
C
T
2
= ?
H
1
= 389,5 kJ/kg

1
= 963,2 kg/m
3

z
1
= 0
H
2
= ?

1
= 968,5 kg/m
3

Z
1
= 0
z
2
= 15,2 m
y = 4.1881x
R = 1
0
50
100
150
200
250
300
350
400
450
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
H

(
k
J
/
k
g
)

Suhu (
o
C)
H = -0.00132T
2
+ 1.88648T + 2,501.02145
R = 0.99998
2480
2500
2520
2540
2560
2580
2600
2620
2640
2660
2680
2700
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
E
n
t
a
l
p
i

k
u
k
u
s

j
e
n
u
h

(
k
J
/
k
g
)

Suhu (
o
C )
T = 0.00024H
2
- 0.68991H + 204.04853
R = 0.9999
0
10
20
30
40
50
60
70
80
90
100
2450 2500 2550 2600 2650 2700
S
u
h
u

(

o
C

)

Entalpi kukus jenuh (kJ/kg)
Hilang energi pada aliran turbulen
Faktor Gesekan
Persamaan lain untuk 3.000 s N
Re
s 3 10
6
:
f = 0,0014 + 0,125 (N
Re
)
0,32
Untuk aliran turbulen dalam pipa halus (smooth pipa)
50.000 s N
Re
s 1 10
6

f = 0,046 (N
Re
)
0,2
Pressure Drop and Friction in Flow of Gas
Jika perubahan tekanan (densitas) < 10%
Gas nitrogen pada 25
o
C mengalir dalam pipa smooth berdiameter
dalam 0,01 m dengan laju alir 9 kg/s.m
2
. Panjang pipa 200 m dan
aliran dapat dianggap isotermal. Tekanan pada titik masuk
2,0265 x 10
5
Pa. Hitung tekanan di titik keluar
Contoh: Aliran gas dalam pipa dan pressure drop
Sudden enlargement
Sudden contraction
Fitting
= 60,52 lb
m
/ft
3

= 2,33 x 10
-4
lb
m
/ft.s
Persamaan neraca energi mekanik
D
3
= 0,3353 ft A
3
= 0,0884 ft
2

D
4
= 0,1722 ft A
4
= 0,0233 ft
Suddent contraction
Friction loss di pipa 4 in