Anda di halaman 1dari 29

BAB I PENDAHULUAN 1.1.

Latar Belakang Stroke menduduki urutan ketiga terbesar penyebab kematian setelah penyakit jantung dan kanker, dengan laju mortalitas 18% sampai 37% untuk stroke pertama dan 62% untuk stroke berulang. Pada kasus yang tidak meninggal dapat terjadi beberapa kemungkinan seperti Stroke Berulang Recurrent Stroke!, dementia, dan depresi. "iperkirakan 2#% orang yang sembuh dari stroke yang pertama akan mendapatkan stroke berulang dalam kurun $aktu # tahun. %asil penelitian epidemiologis menunjukkan bah$a terjadinya risiko kematian pada # tahun pas&a' stroke adalah (# ) 61% dan terjadinya stroke berulang 2# ) 37%. *enurut studi +ramingham, insiden stroke berulang dalam kurun $aktu ( tahun pada pria (2% dan $anita 2(%. ,ejadian stroke berulang 2-,#2%, yang paling sering terjadi pada usia 6.'6- tahun 36,#%!, dan pada kurun $aktu 1'# tahun 78,37%! dengan /aktor risiko utama adalah hipertensi -2,7%! dan dislipidemia 3(,2%!. Berbagai /akta menunjukkan bah$a sampai saat ini, 0troke masih merupakan masalah utama di bidang neurologi maupun kesehatan pada umumnya. 1ntuk mengatasi masalah krusial ini diperlukan strategi penangulangan stroke yang men&akup aspek pre2enti/, terapi rehabilitasi, dan promoti/. 1.2. Tujuan 1ntuk mengetahui de/inisi, pato/isiologi, mani/estasi klinis, penegakan diagnosis dan penatalaksanaan dari stroke. 1.3. Manfaat *enambah $a$asan mengenai ilmu kedokteran pada umumnya, serta ilmu penyakit sara/ pada khususnya dan sebagai proses pembelajaran bagi dokter muda yang sedang mengikuti kepaniteraan klinik bagian ilmu penyakit sara/.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Anat !" Pe!#ulu$ Dara$ %tak 3tak terdiri dari sel'sel otak yang disebut neuron, sel'sel penunjang yang dikenal sebagai sel glia, &airan serebrospinal, dan pembuluh darah. 0emua orang memiliki jumlah neuron yang sama sekitar 1.. miliar, tetapi koneksi di antara berbagi neuron berbeda'beda. Pada orang de$asa, otak membentuk hanya sekitar 2% sekitar 1,( kg! dari berat tubuh total, tetapi mengkonsumsi sekitar 2.% oksigen dan #.% glukosa yang ada di dalam darah arterial. 3tak harus menerima lebih kurang satu liter darah per menit, yaitu sekitar 1#% dari darah total yang dipompa oleh jantung saat istirahat agar ber/ungsi normal. 3tak mendapat darah dari arteri. 4ang pertama adalah arteri karotis interna yang terdiri dari arteri karotis kanan dan kiri!, yang menyalurkan darah ke bagian depan otak disebut sebagai sirkulasi arteri serebrum anterior. 4ang kedua adalah 2ertebrobasiler, yang memasok darah ke bagian belakang otak disebut sebagai sirkulasi arteri serebrum posterior. 0elanjutnya sirkulasi arteri serebrum anterior bertemu dengan sirkulasi arteri serebrum posterior membentuk suatu sirkulus $illisi. 5da dua hemis/er di otak yang memiliki masing'masing /ungsi. +ungsi'/ungsi dari otak adalah otak merupakan pusat gerakan atau motorik, sebagai pusat sensibilitas, sebagai area bro&a atau pusat bi&ara motorik, sebagai area $erni&ke atau pusat bi&ara sensoris, sebagai area 2isuosensoris, dan otak ke&il yang ber/ungsi sebagai pusat koordinasi serta batang otak yang merupakan tempat jalan serabut' serabut sara/ ke target organ.

6ambar 1. 5natomi pembuluh darah otak. 7ika terjadi kerusakan gangguan otak maka akan mengakibatkan kelumpuhan pada anggota gerak, gangguan bi&ara, serta gangguan dalam pengaturan na/as dan tekanan darah. 6ejala di atas biasanya terjadi karena adanya serangan stroke. 2.2 Def"n"&" "e/inisi stroke menurut World Health Organization (8%3) adalah tanda' tanda klinis yang berkembang &epat akibat gangguan /ungsi otak /okal atau global!, dengan gejala'gejala yang berlangsung selama 2( jam atau lebih, dapat menyebabkan kematian, tanpa adanya penyebab lain selain 2askuler.

8%3 juga mende/inisikan stroke sebagai gejala'gejala de/isit /ungsi susunan sara/ yang diakibatkan oleh penyakit pembuluh darah otak dan bukan oleh yang lain dari itu. *enurut sumber 8ikipedia, 0troke adalah suatu kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke suatu bagian otak tiba'tiba terganggu. "alam jaringan otak, kurangnya aliran darah menyebabkan serangkaian reaksi bio'kimia, yang dapat merusakkan atau mematikan sel'sel otak. ,ematian jaringan otak dapat menyebabkan hilangnya /ungsi yang dikendalikan oleh jaringan itu. Pengertian 0troke menurut 9skandar 7unaidi adalah merupakan penyakit gangguan /ungsional otak berupa kelumpuhan sara/:de/i&it neurologik akibat gangguan aliran darah pada salah satu bagian otak. 0e&ara sederhana 0troke dide/inisi sebagai penyakit otak akibat terhentinya suplai darah ke otak karena sumbatan atau perdarahan, dengan gejala lemas : lumpuh sesaat atau gejala berat sampai hilangnya kesadaran, dan kematian. 0umber lain menyebutkan bah$a 0troke termasuk penyakit serebrovaskuler pembuluh darah otak! yang ditandai dengan kematian jaringan otak (infark serebral! yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Berkurangnya aliran darah dan oksigen ini bisa dikarenakan adanya sumbatan, penyempitan atau pe&ahnya pembuluh darah. 2.3 E'"(e!" l g" "i 50, stroke merupakan penyebab kematian ke'3 setelah jantung dan kanker, diderita oleh #...... orang per tahunnya. "i 9ndonesia, menurut 0,;< tahun 1--#, stroke termasuk penyebab kematian utama, dengan 3 per 1... penduduk menderita penyakit stroke dan jantung iskemik. "i dunia, menurut 0=5*9> %ealth 0tatisti& 2..., penyakit serebro2askuler seperti jantung koroner dan stroke berada di urutan kedua penyebab kematian tertinggi di dunia. 0e&ara umum, 8#% kejadian stroke adalah stroke oklusi/, 1# % adalah stroke hemoragik. Berdasarkan jenis kelamin, insidens stroke di 5merika 0erikat 27. per 1...... pada pria dan 2.1 per 1...... pada $anita. "i "enmark, insidens stroke 27.

per 1...... pada pria dan 18- per 1...... pada $anita. "i 9nggris insidens stroke 17( per 1...... pada pria dan 233 per 1...... pada $anita. "i 0$edia, insidens stroke 221 per 1...... pada pria dan 1-6 per 1...... pada $anita. "i 5merika 0erikat, perbandingan stroke antara pria dan $anita yakni 1,2 ? 1 serta perbandingan stroke antara kulit hitam dan kulit putih yakni 1,8 ? 1 "ata di 9ndonesia menunjukkan terjadinya ke&endrungan peningkatan insidens stroke. "i 4ogyakarta, dari hasil penelitian morbiditas di # rumah sakit dari 1 7anuari 1--1 sampai dengan 31 "esember 1--1 dilaporkan sebagai berikut? 1! angka insidensi stroke adalah 8(,68 per 1..... penduduk, 2! angka insidensi stroke $antia adalah 62,1. per 1...... penduduk, sedangkan laki'laki 11.,2# per 1...... penduduk, 3! angka insidensi kelompok umur 3. ) #. tahun adalah 27,36 per 1...... penduduk, kelompok umur #1 ) 7. tahun adalah 1(2,37 per 1...... penduduk@ kelompok umur A 7. tahun adalah 182,.- per 1...... penduduk, (! proporsi stroke menurut jenis patologis adalah 7(% stroke in/ark, 2(% stroke perdarahan intraserebral, dan 2% stroke perdarahan subara&hnoid. 2.) Jen"&* Bentuk* Kla&"f"ka&" 0troke diklasi/ikasikan sebagai berikut? 1. Berdasarkan kelainan patologis a. 0troke hemoragik 1! Perdarahan intra serebral 2! Perdarahan ekstra serebral subarakhnoid! b. 0troke non'hemoragik stroke iskemik, in/ark otak, penyumbatan! 1! 0troke akibat trombosis serebri 2! =mboli serebri 3! %ipoper/usi sistemik 2. Berdasarkan $aktu terjadinya 1) Transient Ischemic ttack (TI ) !) Reversible Ischemic "eurologic #eficit (RI"#) $) Stroke In %volution (SI%) & 'rogressing Stroke

() )om*leted stroke 3. Berdasarkan lokasi lesi 2askuler 1! 0istem karotis a. *otorik ? hemiparese kontralateral, disartria b. 0ensorik ? hemihipestesi kontralateral, parestesia &. 6angguan 2isual ? hemianopsia homonim kontralateral, amaurosis /ugaks d. 6angguan /ungsi luhur ? a/asia, agnosia 2! 0istem 2ertebrobasiler a. *otorik ? hemiparese alternans, disartria b. 0ensorik ? hemihipestesi alternans, parestesia &. 6angguan lain ? gangguan keseimbangan, 2ertigo, diplopia

Str ke He! rag"k Pe&ahnya pembuluh darah otak menyebabkan keluarnya darah ke jaringan parenkim otak, ruang &airan serebrospinalis disekitar otak atau kombinasi keduanya. Perdarahan tersebut menyebabkan gangguan serabut sara/ otak melalui penekanan struktur otak dan juga oleh hematom yang menyebabkan iskemia pada jaringan sekitarnya. Peningkatan tekanan intra&ranial pada gilirannya akan menimbulkan herniasi jaringan otak dan menekan batang otak. =tiologi dari 0troke %emoragik? 1! Perdarahan intraserebral Perdarahan intraserebral ditemukan pada 1.% dari seluruh kasus stroke, terdiri dari 8.% di hemis/er otak dan sisanya di batang otak dan serebelum. 6ejala klinis? 3nset perdarahan bersi/at mendadak, terutama se$aktu melakukan akti2itas dan dapat didahului oleh gejala prodromal berupa peningkatan tekanan darah yaitu nyeri kepala, mual, muntah, gangguan memori, bingung, perdarhan retina, dan epistaksis. Penurunan kesadaran yang berat sampai koma disertai hemiplegia:hemiparese dan dapat disertai kejang /okal : umum. <anda'tanda penekanan batang otak, gejala pupil unilateral, re/leks pergerakan bola mata menghilang dan deserebrasi "apat dijumpai tanda'tanda tekanan tinggi intrakranial <<9,!, misalnya papiledema dan perdarahan subhialoid.

6ambar 2. 0troke %emoragik 05%


7

2! Perdarahan subarakhnoid Perdarahan subarakhnoid adalah suatu keadaan dimana terjadi perdarahan di ruang subarakhnoid yang timbul se&ara primer. 6ejala klinis? 3nset penyakit berupa nyeri kepala mendadak seperti meledak, dramatis, berlangsung dalam 1'2 detik sampai 1 menit. Bertigo, mual, muntah, banyak keringat, mengigil, mudah terangsang, gelisah dan kejang. "apat ditemukan penurunan kesadaran dan kemudian sadar dalam beberapa menit sampai beberapa jam. "ijumpai gejala'gejala rangsang meningen Perdarahan retina berupa perdarahan subhialid merupakan gejala karakteristik perdarahan subarakhnoid. 6angguan /ungsi otonom berupa bradikardi atau takikardi, hipotensi atau hipertensi, banyak keringat, suhu badan meningkat, atau gangguan perna/asan.

6ambar 3. 0troke %emoragi& 9>% Str ke N n+He! rag"k ,Str ke I&ke!"k- Infark %tak- Pen.u!#atan/ 9skemia jaringan otak timbul akibat sumbatan pada pembuluh darah ser2iko' kranial atau hipoper/usi jaringan otak oleh berbagai /aktor seperti aterotrombosis, emboli, atau ketidakstabilan hemodinamik. 5terotrombosis terjadi pada arteri'arteri besar dari daerah kepala dan leher dan dapat juga mengenai pembuluh arteri ke&il

atau per&abangannya. <rombus yang terlokalisasi terjadi akibat penyempitan pembuluh darah oleh plak aterosklerotik sehingga menghalangi aliran darah pada bagian distal dari lokasi penyumbatan. 6ejala neurologis yang mun&ul tergantung pada lokasi pembuluh darah otak yang terkena. 2.0 1akt r 2e&"k 0e&ara garis besar /aktor risiko stroke dibagi atas /aktor risiko yang dapat dimodi/ikasi modifiable! dan yang tidak dapat dimodi/ikasi nonmodifiable!. +aktor risiko stroke yang dapat dimodi/ikasi diantaranya adalah hipertensi, penyakit jantung /ibrilasi atrium!, diabetes melitus, merokok, konsumsi alkohol, hiperlipidemia, kurang akti/itas, dan stenosis arteri karotis. 0edangkan /aktor risiko yang tidak dapat dimodi/ikasi antara lain usia, jenis kelamin, ras:suku, dan /aktor genetik. *enurut The seventh re*ort of the +oint national commite on *revention, detection, evaluation, and treatment of high blood *ressure 7C> 7!, klasi/ikasi tekanan darah pada orang de$asa terbagi menjadi kelompok normal, prahipertensi, hipertensi derajat 1, dan hipertensi derajat 2.

"iabetes mellitus juga merupakan /aktor yang signi/ikan dan terjadi pada 1.% pasien stroke. ,eadaan ini dihubungkan dengan terjadinya atheros&lerosis intrakranial. +aktor risiko stroke terdiri dari dua kategori, yaitu 3

+aktor risiko yang tidak dapat dimodi/ikasi?


1. 1sia

;isiko terkena stroke meningkat sejak usia (# tahun. 0etiap penambahan usia tiga tahun akan meningkatkan risiko stroke sebesar 11'2.%. "ari
9

semua stroke, orang yang berusia lebih dari 6# tahun memiliki risiko paling tinggi yaitu 71%, sedangkan 2#% terjadi pada orang yang berusia 6#'(# tahun, dan (% terjadi pada orang berusia D(# tahun. *enurut penelitian 0iregar + 2..2! di ;01P %aji 5dam *alik *edan dengan desain &ase &ontrol, umur berpengaruh terhadap terjadinya stroke dimana pada kelompok umur E(# tahun risiko terkena stroke dengan 3;? -,(#1 kali dibandingkan kelompok umur D (# tahun.
2. 7enis kelamin

*enurut data dari 28 rumah sakit di 9ndonesia, ternyata laki'laki banyak menderita stroke dibandingkan perempuan. 9nsiden stroke 1,2# kali lebih besar pada laki'laki dibanding perempuan.
3. ;as:Bangsa

3rang kulit hitam lebih banyak menderita stroke dari pada orang kulit putih. %al ini disebabkan oleh pengaruh lingkungan dan gaya hidup. Pada tahun 2..( di 5merika terdapat penderita stroke pada laki'laki yang berkulit putih sebesar 37,1% dan yang berkulit hitam sebesar 62,-% sedangkan pada $anita yang berkulit putih sebesar (1,3% dan yang berkulit hitam sebesar #8,7%.
4. %ereditas

6en berperan besar dalam beberapa /aktor risiko stroke, misalnya hipertensi, jantung, diabetes dan kelainan pembuluh darah. ;i$ayat stroke dalam keluarga, terutama jika dua atau lebih anggota keluarga pernah mengalami stroke pada usia kurang dari 6# tahun, meningkatkan risiko terkena stroke. *enurut penelitian <song %ai Fee di <ai$an pada tahun 1445+2661 r"7a.at &tr ke 'a(a keluarga !en"ngkatkan r"&"k terkena &tr ke &e#e&ar 24-38. 1akt r r"&"k .ang (a'at ("ru#a$3
1. %ipertensi

%ipertensi merupakan /aktor risiko utama terjadinya stroke. %ipertensi meningkatkan risiko terjadinya stroke sebanyak ( sampai 6 kali. *akin
10

tinggi tekanan darah kemungkinan stroke makin besar karena terjadinya kerusakan pada dinding pembuluh darah sehingga memudahkan terjadinya penyumbatan:perdarahan otak. 0ebanyak 7.% dari orang yang terserang stroke mempunyai tekanan darah tinggi.
2. "iabetes *elitus

"iabetes melitus merupakan /aktor risiko untuk stroke, namun tidak sekuat hipertensi. "iabetes melitus dapat memper&epat terjadinya aterosklerosis pengerasan pembuluh darah! yang lebih berat sehingga berpengaruh terhadap terjadinya stroke. *enurut penelitian 0iregar + 2..2! di ;01P %aji 5dam *alik *edan dengan desain &ase &ontrol, penderita diabetes melitus mempunyai risiko terkena stroke dengan 3;? 3,3-. 5rtinya risiko terjadinya stroke pada penderita diabetes mellitus 3,3- kali dibandingkan dengan yang tidak menderita diabetes mellitus.
3. Penyakit jantung

Penyakit jantung yang paling sering menyebabkan stroke adalah /ibrilasi atrium:atrial /ibrillation 5+!, karena memudahkan terjadinya penggumpalan darah di jantung dan dapat lepas hingga menyumbat pembuluh darah di otak. "i samping itu juga penyakit jantung koroner, kelainan katup jantung, in/eksi otot jantung, pas&a operasi jantung juga memperbesar risiko stroke. +ibrilasi atrium yang tidak diobati meningkatkan risiko stroke ('7 kali.
4. <ransient 9s&hemi& 5tta&k ,TIA/

0ekitar 1 dari seratus orang de$asa akan mengalami paling sedikit 1 kali serangan iskemik sesaat <95! seumur hidup mereka. 7ika diobati dengan benar, sekitar 1:1. dari para pasien ini kemudian akan mengalami stroke dalam 3,# bulan setelah serangan pertama, dan sekitar 1:3 akan terkena stroke dalam lima tahun setelah serangan pertama. ;isiko <95 untuk terkena stroke 3#'6.% dalam $aktu lima tahun.

11

5. 3besitas

3besitas berhubungan erat dengan hipertensi, dislipidemia, dan diabetes melitus. 3besitas meningkatkan risiko stroke sebesar 1#%. 3besitas dapat meningkatkan hipertensi, jantung, diabetes dan aterosklerosis yang semuanya akan meningkatkan kemungkinan terkena serangan stroke.
6. %iperkolesterolemia

,ondisi ini se&ara langsung dan tidak langsung meningkatkan /aktor risiko, tingginya kolesterol dapat merusak dinding pembuluh darah dan juga menyebabkan penyakit jantung koroner. ,olesterol yang tinggi terutama Fo$ "ensity Fipoprotein F"F! akan membentuk plak di dalam pembuluh darah dan dapat menyumbat pembuluh darah baik di jantung maupun di otak. ,adar kolesterol total A 2.. mg:dl meningkatkan risiko stroke 1,31'2,- kali.
7. *erokok

Berdasarkan penelitian 0iregar + 2..2! di ;01P %aji 5dam *alik *edan dengan desain &ase &ontrol, kebiasaan merokok meningkatkan risiko terkena stroke sebesar ( kali. *erokok menyebabkan penyempitan dan pengerasan arteri di seluruh tubuh termasuk yang ada di otak dan jantung!, sehingga merokok mendorong terjadinya aterosklerosis, mengurangi aliran darah, dan menyebabkan darah mudah menggumpal.
8. 5lkohol

,onsumsi alkohol yang berlebihan dapat mengganggu metabolisme tubuh, sehingga terjadi dislipidemia, diabetes melitus, mempengaruhi berat badan dan tekanan darah, dapat merusak sel'sel sara/ tepi, sara/ otak dan lain'lain. 0emua ini mempermudah terjadinya stroke. ,onsumsi alkohol berlebihan meningkatkan risiko terkena stroke 2'3 kali.
9. 0tress

%ampir setiap orang pernah mengalami stres. 0tres psiokososial dapat menyebabkan depresi. 7ika depresi berkombinasi dengan /aktor risiko lain misalnya, aterosklerosis berat, penyakit jantung atau hipertensi! dapat

12

!e!"9u terja("n.a &tr ke. De're&" !en"ngkatkan r"&"k &tr ke &e#e&ar 2 kal". 1.. Pen.ala$gunaan #at Pa(a

terkena

rang+ rang .ang !enggunakan nark #a teruta!a jen"&

&unt"kan akan !e!'er!u(a$ terja("n.a &tr ke- ak"#at (ar" "nfek&" (an keru&akan ("n("ng 'e!#ulu$ (ara$ tak. D" &a!'"ng "tu- :at nark #a "tu &en("r" akan !e!'engaru$" !eta# l"&!e tu#u$&e$"ngga !u(a$ ter&erang &tr ke. Ha&"l 'engu!'ulan (ata (ar" ru!a$ &ak"t Jakarta ta$un 2661 .ang !enangan" nark #a- ("(a'atkan #a$7a le#"$ (ar" 068 'engguna nark #a (engan &unt"kan #er"&"k terkena &tr ke. 2.; Mekan"&!e Kau&al Terja("n.a Pen.ak"t *ekanisme kusal terjadinya penyakit yaitu dari suatu ateroma endapan lemak! bisa terbentuk di dalam pembuluh darah arteri karotis sehingga menyebabkan berkurangnya aliran darah. ,eadaan ini sangat serius karena setiap pembuluh darah arteri karotis dalam keadaan normal memberikan darah ke sebagian besar otak. =ndapan lemak juga bisa terlepas dari dinding arteri dan mengalir di dalam darah, kemudian menyumbat arteri yang lebih ke&il. Pembuluh darah arteri karotis dan arteri 2ertebralis beserta per&abangannya bisa juga tersumbat karena adanya bekuan darah yang berasal dari tempat lain, misalnya dari jantung atau satu katupnya. 0troke sema&am ini disebut emboli serebral emboli G sumbatan, serebral G pembuluh darah otak! yang paling sering terjadi pada penderita yang baru menjalani pembedahan jantung dan penderita kelainan katup jantung atau gangguan irama jantung terutama /ibrilasi atrium!. =mboli lemak jarang menyebabkan 0troke. =mboli lemak terbentuk jika lemak dari sumsum tulang yang pe&ah dilepaskan ke dalam aliran darah dan akhirnya bergabung di dalam sebuah arteri.

13

0troke juga bisa terjadi bila suatu peradangan atau in/eksi menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang menuju ke otak. 3bat'obatan misalnya kokain dan am/etamin! juga bisa mempersempit pembuluh darah di otak dan menyebabkan 0troke. Penurunan tekanan darah yang tiba'tiba bisa menyebabkan berkurangnya aliran darah ke otak, yang biasanya menyebabkan seseorang pingsan. 0troke bisa terjadi jika tekanan darah rendahnya sangat berat dan menahun. %al ini terjadi jika seseorang mengalami kehilangan darah yang banyak karena &edera atau pembedahan, serangan jantung atau irama jantung yang abnormal. Pat gene&"& Str ke I&ke!"k 9n/ark serebral adalah berkurangnya suplai darah ke area tertentu di otak. Fuasnya in/ark bergantung pada /aktor'/aktor seperti lokasi dan besarnya pembuluh darah dan adekuatnya sirkulasi kolateral terhadap area yang disuplai oleh pembuluh darah yang tersumbat. 0uplai darah ke otak dapat berubah makin lmbat atau &epat! pada gangguan lokal thrombus, emboli, perdarahan dan spasme 2askuler! atau oleh karena gangguan umum hipoksia karena gangguan paru dan jantung!. 5therosklerotik sering:&enderung sebagai /aktor penting terhadap ortak, thrombus dapat berasal dari /lak arterosklerotik , atau darah dapat beku pada area yang stenosis, dimana aliran darah akan lambat atau terjadi turbulensi. <hrombus dapat pe&ah dari dinding pembuluh darah terba$a sebagai emboli dalam aliran darah. <hrombus mengakibatkan @ 9skemia jaringan otak yang disuplai oleh pembuluh darah yang bersangkutan. =dema dan kongesti disekitar area. 5rea edema ini menyebabkan dis/ungsi yang lebih besar daripada area in/ark itu sendiri. =dema dapat berkurang dalam beberapa jam atau kadang'kadang sesudah beberapa hari. "engan berkurangnya edema pasien mulai menunjukan perbaikan,>B5. ,arena thrombosis biasanya tidak /atal, jika tidak terjadi perdarahan masi/. 3klusi pada pembuluh darah serebral oleh embolus menyebabkan edema dan
14

nekrosis diikuti thrombosis. 7ika terjadi septik in/eksi akan meluas pada dinding pembukluh darah maka akan terjadi abses atau ense/alitis , atau jika sisa in/eksi berada pada pembuluh darah yang tersumbat menyebabkan dilatasi aneurisma pembuluh darah. %al iniakan me yebabkan perdarahan &erebral, jika aneurisma pe&ah atau ruptur. Perdarahan pada otak lebih disebabkan oleh ruptur arteriosklerotik dan hipertensi pembuluh darah. Perdarahan intraserebral yang sangat luas akan menyebabkan kematian dibandingkan dari keseluruhan penyakit &erebro 2askuler. 7ika sirkulasi serebral terhambat, dapat berkembang anoksia &erebral. Perubahan disebabkan oleh anoksia serebral dapat re2ersibel untuk jangka $aktu ('6 menit. Perubahan irre2ersibel bila anoksia lebih dari 1. menit. 5noksia serebral dapat terjadi oleh karena gangguan yang ber2ariasi salah satunya &ardia& arrest.

15

Pat gene&"& Str ke He! rag"k Perdarahan intrakranialmeliputi perdarahan diparenkim otak dan perdarahan subara&hnoid. 9nsidens perdarahan intrakranial kurang lebih 2. % adalah stroke hemoragik, dimana masing'masing 1.% adalah perdarahan subara&hnoid dan perdarahan intraserebral. Perdarahan intraserebral biasanya timbul karena pe&ahnya mikroaneurisma Berry aneurysm! akibat hipertensi maligna. %al ini paling sering terjadi di daerah subkortikal- &ere#elu!- (an #atang tak. H"'erten&" kr n"k !en.e#a#kan 'e!#ulu$arter" la #er("a!eter 166 < )66 !"kr !eter !engala!" 'eru#a$an 'at l g" 'a(a ("n("ng 'e!#ulu$ (ara$ ter&e#ut #eru'a l"' $"al"n &"&- nekr &"& f"#r"n "( &erta t"!#uln.a aneur"&!a t"'e B u9$ar(. Pa(a ke#an.akan 'a&"en'en"ngkatan tekanan (ara$ .ang t"#a+t"#a !en.e#a#kan ru'turn.a 'enetrat"ng

16

arter" .ang ke9"l. Keluarn.a (ara$ (ar" 'e!#ulu$ (ara$ ke9"l !e!#uat efek 'enekanan 'a(a arter" le (an 'e!#ulu$ ka'"ler .ang ak$"rn.a !e!#uat 'e!#ulu$ "n" 'e9a$ juga. Hal "n" !engak"#atkan = lu!e 'er(ara$an &e!ak"n #e&ar. =lemen+ele!en =a& akt"f (ara$ .ang keluar &erta ka&ka(e "&ke!"k ak"#at !enurunn.a tekanan 'erfu&"- !en.e#a#kan neur n+neur n (" (eara$ .ang terkena (ara$ (an &ek"tarn.ale#"$ tertekan lag". >ejala neur l g"k t"!#ul karena ek&tra=a&a&" (ara$ ke jar"ngan tak .ang !en.e#a#kan nekr &"&. Per(ara$an &u#ara9$n "( ,PSA/ terja(" ak"#at 'e!#ulu$ (ara$ ("&ek"tar 'er!ukaan tak 'e9a$- &e$"ngga terja(" ek&tra=a&a&" (ara$ ke ruang &u#ara9$n "(. Per(ara$an &u#ara9$n "( u!u!n.a ("&e#a#kan le$ ru'turn.a aneur"&!a &akular atau 'er(ara$an (ar" arter" =en u& !alf r!at" n ,A?M/.

17

2.5

Tan(a (an >ejala Kl"n"& Berdasarkan lokasinya di tubuh, gejala'gejala 0troke terbagi menjadi berikut? 1. Bagian sistem sara/ pusat ? ,elemahan otot hemiplegia!, kaku, menurunnya /ungsi sensorik 2. Batang otak, dimana terdapat 12 sara/ kranial? menurun kemampuan membau, menge&ap, mendengar, dan melihat parsial atau keseluruhan, re/leks menurun,
18

ekspresi $ajah terganggu, perna/asan dan detak jantung terganggu, lidah lemah. 3. >erebral &orteH? aphasia, apraHia, daya ingat menurun, heminegle&t, kebingungan. 7ika tanda'tanda dan gejala tersebut hilang dalam $aktu 2( jam, dinyatakan sebagai Transient Ischemic

ttack <95!, dimana merupakan serangan ke&il atau

serangan a$al 0troke. Pada sumber lain tanda dan gejala 0troke yaitu? 5danya serangan de/isit neurologis /okal, berupa ,elemahan atau kelumpuhan lengan atau tungkai atau salah satu sisi tubuh

%ilangnya rasa atau adanya sensasi abnormal pada lengan atau tungkai atau salah satu sisi tubuh. Baal atau mati rasa sebelah badan, terasa kesemutan, terasa seperti terkena &abai, rasa terbakar

*ulut, lidah men&ong bila diluruskan 6angguan menelan ? sulit menelan, minum suka keselek Bi&ara tidak jelas rero!, sulit berbahasa, kata yang diu&apkan tidak sesuai keinginan atau gangguan bi&ara berupa pelo, sengau, nga&o, dan kata'katanya tidak dapat dimengerti atau tidak dipahami a/asia!. Bi&ara tidak lan&ar, hanya sepatah'sepatah kata yang teru&ap

0ulit memikirkan atau mengu&apkan kata'kata yang tepat <idak memahami pembi&araan orang lain <idak mampu memba&a dan menulis, dan tidak memahami tulisan <idak dapat berhitung, kepandaian menurun <idak mampu mengenali bagian dari tubuh %ilangnya kendalian terhadap kandung kemih, ken&ing yang tidak disadari Berjalan menjadi sulit, langkahnya ke&il'ke&il *enjadi pelupa dimensia! Bertigo pusing, puyeng!, atau perasan berputar yang menetap saat tidak berakti/itas

5$al terjadinya penyakit

3nset! &epat, mendadak dan biasanya terjadi

pada saat beristirahat atau bangun tidur


19

%ilangnya penglihatan, berupa penglihatan terganggu, sebagian lapang pandangan tidak terlihat, gangguan pandangan tanpa rasa nyeri, penglihatan gelap atau ganda sesaat

,elopak mata sulit dibuka atau dalam keadaan terjatuh Pendengaran hilang atau gangguan pendengaran, berupa tuli satu telinga atau pendengaran berkurang *enjadi lebih sensiti/? menjadi mudah menangis atau terta$a ,ebanyakan tidur atau selalu ingin tidur ,ehilangan keseimbangan, gerakan tubuh tidak terkoordinasi dengan baik, sempoyongan, atau terjatuh 6angguan kesadaran, pingsan sampai tidak sadarkan diri D"agn &"& 0troke biasanya ditegakkan berdasarkan perjalanan penyakit dan hasil

2.@

pemeriksaan /isik. Pemeriksaan /isik dapat membantu menentukan lokasi kerusakan pada otak. 5da dua jenis teknik pemeriksaan imaging pen&itraan! untuk menge2aluasi kasus 0troke atau penyakit pembuluh darah otak )erebrovascular #isease:>B"!, yaitu )om*uted Tomogra*h- ()T scan) dan .agnetic Resonance Imaging .RI!. )T scan diketahui sebagai pendeteksi imaging yang paling mudah, &epat dan relati/ murah untuk kasus 0troke. Camun dalam beberapa hal, )T scan kurang sensiti/ dibanding dengan .RI- misalnya pada kasus 0troke hiperakut. 1ntuk memperkuat diagnosis biasanya dilakukan pemeriksaan )T scan atau .RI. ,edua pemeriksaan tersebut juga bisa membantu menentukan penyebab dari 0troke, apakah perdarahan atau tumor otak. ,adang dilakukan angiogra/i yaitu penentuan susunan pembuluh darah:getah bening melalui ka*ilarosko*i atau fluorosko*i.

20

6ambar (. ><'0&an pada 0troke %emoragi& 9>%.

6ambar #. ><'0&an pada 0troke %emoragi& 05%.

6ambar 6. ><'0&an pada 0troke 9n/ark.

21

0istem skoring

yang dapat digunakan adalah 0iriraj 0troke 0&ore dan

5lgoritma 0troke 6ajah *ada karena sederhana, murah dan mudah digunakan untuk membedakan stroke perdarahan dan stroke iskemik. S"r"raj Str ke S9 re3

0iriraj stroke s&ore dapat dihitung menggunakan rumus berikut? ,2.0 A t"ngkat ke&a(aran/ B ,2 A !unta$/ B ,2 A 'u&"ng/ B ,6.1 A tekanan (ara$ ("a&t l"k/ + ,3 A at$er !a !arker&/ + 12 0kor untuk stroke perdarahan adalah A I1 dan skor untuk stroke iskemik D '1, sedangkan skor antara A '1 dan D I1 menunjukkan bah$a diperlukan pemeriksaan >< 0>5C untuk menentukan diagnose pasien

22

Alg r"t!a Str ke >aja$ Ma(a3

2.4

U'a.a Pen9ega$an 0troke sangat dapat di&egah, hampir 8#% (ar" &e!ua &tr ke (a'at ("9ega$-

karena an&aman stroke hingga merenggut nya$a dan derita akibat stroke. %idup bebas tanpa str ke merupakan dambaan bagi semua orang. <ak heran semua orang selalu berupaya untuk men&egah stroke atau mengurangi /aktor risiko dengan menerapkan pola hidup sehat, olahraga teratur, penghindari stress hingga meminum obat atau suplemen untuk menjaga kesehatan pembuluh darah hingga dapat men&egah terjadinya stroke.

23

Pen&egahan primer dapat berupa mengatur tekanan darah baik sistolik maupun diastoli&, mengurangi makan asam lemak tak jenuh, berhenti merokok, minum aspirin dua kali sehari 3.. mg per hari pada indi2idu dengan anamnesis keluarga dengan penyakit 2askuler, umur lebih dari #. tahun, tidak ada ulkus lambung, tidak ada penyakit mudah berdarah, dan tidak alergi aspirin. Pen&egahan sekunder antara lain minum obat antihipertensi, mengurangi berat badan, olahraga, mengurangi natrium dan meningkatkan kalium melalui sayur dan buah'buahan, mengurangi minum al&ohol, mengurangi kadar gula darah pada penderita "*, mengontrol penyakit jantung. 2.16 Peng #atan <erapi yang diberikan tergantung jenis strokenya, iskemik atau hemoragik. 0asaran terapi adalah aliran pembuluh darah otak. Berdasarkan $aktu terapinya? ' <erapi pada /ase akut ' <erapi pen&egahan sekunder atau rehabilitasi Pendekatan terapi pada /ase akut stroke iskemik adalah restorasi aliran darah otak dengan menghilangkan sumbatan:&lots, dan menghentikan kerusakan seluler yang berkaitan dengan iskemik:hipoksia. Thera*eutic /indo/ adalah 12'2( jam, golden *eriod adalah 3'6 jam, kemungkinan daerah di sekitar otak yang mengalami iskemik masih dapat diselamatkan. Pada stroke hemoragik, terapi tergantung pada latar belakang setiap kasus hemoragiknya. 7ika mengalami serangan stroke, segera dilakukan pemeriksaan untuk menentukan apakah penyebabnya bekuan darah atau perdarahan yang tidak bisa diatasi dengan obat penghan&ur bekuan darah. 3bat'obat yang digunakan pada terapi serangan akut? <erapi trombolitik? tissue plasminogen a&ti2ator t'P5!, 5lteplase. *ekanisme? mengakti/kan plasmin melisiskan tromboemboli. Penggunaan t'P5 sudah terbukti e/ekti/ jika digunakan dalam 3 jam setelah serangan akut. <etapi harus digunakan hati'hati karena dapat menimbulkan resiko perdarahan

24

<erapi antiplatelet? aspirin, &lopidogrel, dipiridamol'aspirin, tiklopidin. 1rutan pilihan? 5spirin atau dipiridamol'aspirin, jika alergi? &lopidogrel, jika gagal? tiklopidin

<erapi antikoagulan? masih kontro2ersial karena resiko perdarahan intrakranial. 5gen? heparin, un/ra&tionated heparin, lo$'mole&ular'$eight heparins F*8%!, heparinoids $ar/arin. <erapi pemeliharaan pen&egahan! stroke?

1. <erapi 5ntiplatelet J5spirin, menghambat sintesis tromboksan senya$a yang berperan dlm proses pembekuan darah! J"ipiridamol, atau kombinasi "ipiridamol ' 5spirin J<iklopidin dan klopidogrel, jika terapi aspirin gagal J0ilostaKol 2. <erapi 5ntikoagulan *asih dalam penelitian, e/ekti/ untuk pen&egahan emboli jantung pada pasien stroke. 5ntikoagulan juga biasanya tidak diberikan kepada penderita tekanan darah tinggi dan tidak pernah diberikan kepada penderita dengan perdarahan otak karena akan menambah risiko terjadinya perdarahan ke dalam otak. 3. <erapi hormon estrogen Pada $anita post'menopause terapi ini terbukti mengurangi insiden terjadinya stroke. (. 5ntihipertensi "ibutuhkan karena hipertensi merupakan /aktor resiko #.% pada stroke iskemik dan 6.% pada stroke hemoragik!. Penggunaan antihipertensi harus memperhatikan aliran darah otak dan aliran darah peri/er menjaga /ungsi serebral!. 3bat pilihan? J golongan 599;5 angiotensin 99 re&eptor antagonis! &ontoh ? &andesartan J golongan 5>= inhibitor

25

Pada com*leted stroke, beberapa jaringan otak telah mati. *emperbaiki aliran darah ke daerah tersebut tidak akan dapat mengembalikan /ungsinya. ,arena itu biasanya tidak dilakukan pembedahan. Pengangkatan sumbatan pembuluh darah yang dilakukan setelah stroke ringan atau transient ischemic attack, ternyata bisa mengurangi risiko terjadinya stroke di masa yang akan datang. 0ekitar 2(,#% pasien mengalami stroke berulang. 1ntuk mengurangi pembengkakan dan tekanan di dalam otak pada penderita stroke akut, biasanya diberikan manitol atau kortikosteroid. Penderita stroke yang sangat berat mungkin memerlukan respirator alat bantu bernapas! untuk mempertahankan perna/asan yang adekuat. "i samping itu, perlu perhatian khusus kepada /ungsi kandung kemih, saluran pen&ernaan dan kulit untuk men&egah timbulnya luka di kulit karena penekanan!. 0troke biasanya tidak berdiri sendiri, sehingga bila ada kelainan /isiologis yang menyertai harus diobati misalnya gagal jantung, irama jantung yang tidak teratur, tekanan darah tinggi dan in/eksi paru'paru. 0etelah serangan stroke, biasanya terjadi perubahan suasana hati terutama depresi!, yang bisa diatasi dengan obat' obatan atau terapi psikis. <erapi memulihkan metabolisme otak bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kogniti/, meningkatkan ke$aspadaan dan mood, meningkatkan /ungsi memori, menghilangkan kelesuan, dan menghilangkan diKKiness. >ontoh? &iti&holin, &odergo&rin mesilate, pira&etam. <erapi rehabilitasi misalnya adalah /isioterapi, terapi $i&ara dan bahasa, dll. <ujuannya adalah memperbaiki /ungsi motorik, pembi&araan, dan /ungsi lain yang terganggu, adaptasi mental sosial dari penderita, dan sedapat mungkin penderita harus dapat melakukan activities of dail- living 5"F!. Prinsip dasar rehabilitasi adalah sedini mungkin, sistematis meningkat se&ara bertahap, bentuk rehabilitasi yang spesi/ik untuk de/isit penderita. 2.11 Pr gn &"& 9ndikator prognosis adalah? tipe dan luasnya serangan, age of onset, dan tingkat kesadaran. %anya 1:3 pasien bisa kembali pulih setelah serangan stroke

26

iskemik. 1mumnya, 1:3'nya lagi adalah /atal, dan 1:3' nya mengalami ke&a&atan jangka panjang. 7ika pasien mendapat terapi dengan tepat dalam $aktu 3 jam setelah serangan, 33% diantaranya mungkin akan pulih dalam $aktu 3 bulan. %anya 1.'1# % penderita stroke bisa kembali hidup normal seperti sedia kala, sisanya mengalami &a&at, sehingga banyak penderita 0troke menderita stress akibat ke&a&atan yang ditimbulkan setelah diserang stroke. Prognosis pasien dengan stroke hemoragik perdarahan intrakranial! tergantung pada ukuran hematoma. %ematoma A 3 &m umumnya mortalitasnya besar, hematoma yang massi2e biasanya bersi/at lethal. 7ika in/ark terjadi pada spinal &ord, prognosis ber2ariasi tergantung keparahan gangguan neurologis. 7ika &ontrol motorik dan sensasi nyeri terganggu, prognosis jelek. 2.12 K !'l"ka&" Pasien yang mengalami gejala berat, misalnya imobilisasi dengan hemiplegia berat, rentan terhadap komplikasi yang dapat menyebabkan kematian lebih a$al, yaitu? Pneumonia, septi&emia akibat ulkus dekubitus atau in/eksi saluran kemih!, <rombosis 2ena dalam dan emboli paru, 9n/ark miokard, aritmia jantung, dan gagal jantung, ,etidakseimbangan &airan 0ekitar 1.% pasien dengan in/ark serebri meninggal pada 3. hari pertama. %ingga #.% pasien yang bertahan akan membutuhkan bantuan dalam menjalankan akti2itas sehari'hari. +aktor'/aktor yang mempunyai kontribusi pada disabilitas jangka panjang meliputi? 1lkus dekubitus =pilepsi 7atuh berulang dan /raktur 0pastisitas dengan nyeri, kontraktur dan kekakuan sendi bahu "epresi
27

BAB III PENUTUP 0troke adalah suatu kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke suatu bagian otak tiba'tiba terganggu. "alam jaringan otak, kurangnya aliran darah menyebabkan serangkaian reaksi bio'kimia, yang dapat merusakkan atau mematikan sel'sel otak. ,ematian jaringan otak dapat menyebabkan hilangnya /ungsi yang dikendalikan oleh jaringan itu. +aktor risiko stroke dibagi atas /aktor risiko yang dapat dimodi/ikasi modifiable! dan yang tidak dapat dimodi/ikasi nonmodifiable!. +aktor risiko stroke yang dapat dimodi/ikasi diantaranya adalah hipertensi, penyakit jantung /ibrilasi atrium!, diabetes melitus, merokok, konsumsi alkohol, hiperlipidemia, kurang akti/itas, dan stenosis arteri karotis. 0edangkan /aktor risiko yang tidak dapat dimodi/ikasi antara lain usia, jenis kelamin, ras:suku, dan /aktor geneti&. 0istem skoring yang dapat digunakan untuk mendiagnosa stroke adalah 0iriraj 0troke 0&ore dan 5lgoritma 0troke 6ajah *ada karena sederhana, murah dan mudah digunakan untuk membedakan stroke perdarahan dan stroke iskemik. 1paya untuk men&egah stroke atau mengurangi /aktor risiko dengan menerapkan pola hidup sehat, olahraga teratur, penghindari stress hingga meminum obat atau suplemen untuk menjaga kesehatan pembuluh darah hingga dapat men&egah terjadinya stroke. 9ndikator prognosis adalah? tipe dan luasnya serangan, age of onset, dan tingkat kesadaran. %anya 1:3 pasien bisa kembali pulih setelah serangan stroke iskemik. 1mumnya, 1:3'nya lagi adalah /atal, dan 1:3' nya mengalami ke&a&atan jangka panjang. 7ika pasien mendapat terapi dengan tepat dalam $aktu 3 jam setelah serangan, 33% diantaranya mungkin akan pulih dalam $aktu 3 bulan.

28

DA1TA2 PUSTAKA Bahrudin, *. 2..8. >atatan ,uliah "asar'"asar Ceurologi. 6insberg, Fionel. 2..7. 0ecture "otes "eurologi %disi 1edela*an. 7akarta? Penerbit =rlangga. 9ka$ati, Lullies. 2..-. Stroke. http?::Kulliesika$ati.sta//.ugm.a&.id:$p' &ontent:uploads:stroke.pd/. 9srar, 4ayan. 5. 2..8. Stroke. http?::yayanakhyar./iles.$ordpress.&om:2..-:.1:&ase' s't'r'o'k'e.pd/ ;itar$an, ,iking. 2..3. 'engaruh Suhu Tubuh Terhada* Outcome 'enderita Stroke -ang #ira/at di RS2' H3 dam .alik *edan. http?::library.usu.a&.id:do$nload:/k:penysara/'kiking.pd/. 0ari, 9ntan *ustika. 2..8. Rasionalitas 'enggunaan Obat ntihi*ertensi 'ada 'enderita Stroke di Instalasi Ra/at Ina* Rumah Sakit 2mum #aerah dr3 .3 shari 'emalang. http?::etd.eprints.ums.a&.id:8.36:2:,1...#.2(6.pd/. 0etyopranoto, 9smail. 2.1.. .ana+emen Stroke kut. http?::&lini&alupdates2.1../iles. $ordpress.&om:2.1.:.3:dr'ismail.pd/. 0is$anto, 4uliaji. 4ebera*a 5aktor Risiko -ang .em*engaruhi 1e+adian Stroke 4erulang (Studi 1asus di RS dr3 1ariadi Semarang)3 http?::eprints.undip.a&.id:(-(2:1:4uliajiM0is$anto.pd/.

29

Anda mungkin juga menyukai