Anda di halaman 1dari 8

TULI MENDADAK 1.

Definisi Tuli mendadak (sudden deafness) ialah tuli yang terjadi secara tiba-tiba, bersifat sensorineural dan penyebabnya tidak dapat langsung diketahui, biasanya terjadi pada satu telinga. Beberapa ahli mendefinisikan tuli mendadak sebagai penurunan pendengaran sensorineural 30 dB atau lebih, paling sedikit tiga frekuensi berturut-turut pada pemeriksaan audiometri dan berlangsung dalam waktu kurang dari 3 hari. leh karena kerusakannya terutama di koklea dan biasanya bersifat permanen, kelainan ini dimasukkan ke dalam keadaan darurat otology.! 2. Epidemiologi "etulian pada tuli mendadak sebagian besar kasus terjadi pada satu telinga (unilateral# dan hanya !,$% - &% kasus terjadi pada dua telinga (bilateral#. 'i (merika )erikat terjadi *-&0 kasus tuli mendadak per !00.000 penduduk pertahun. +adjar , melaporkan di sub bagian -eurotologi T+T ."/01 2) 3ipto 4angunkusumo 5akarta pada tahun !666 sampai dengan tahun &00! terdapat &7& pasien tuli mendadak yang merupakan 7,&8 % dari seluruh penderita ketulian dan !0% dari tuli sensorineural dan 37% dari penderita tuli akibat kelainan 9askuler.! 'iperkirakan sekitar 8000 kasus sudden sensorineural hearing loss ())-+:# terjadi di /)( setiap tahunnya. 0nsidens kejadian di /) ini berkisar antara *-&0 kasus per !00.000 orang. Banyak kasus yang tidak dilaporkan, sehingga sangat besar kemungkinan angka tersebut bisa lebih tinggi. +al ini dikarenakan tuli mendadak dapat teratasi sebelum pasien tersebut mengunjungi tempat pelayanan kesehatan.! 'istribusi antara pria dan wanita terlihat hampir sama. Berdasarkan data dari beberapa penelitian, menyimpulkan bahwa sekitar *3% pria terkena tuli mendadak dibandingkan wanita. 5enis kelamin bukan merupakan suatu faktor risiko yang mempengaruhi kejadian kasus ini.& Tuli mendadak dapat mengenai semua golongan usia, walaupun pada beberapa penelitian, hanya sedikit ditemukan pada anak-anak dan lansia. ;uncak insidensi muncul pada usia *0an. 'ewasa muda memiliki angka kejadian yang hampir sama dengan dewasa pertengahan-tua. /sia rata-rata sekitar 80-*8 tahun.& 3. Etiologi Tuli mendadak dapat disebabkan oleh berbagai hal, antara lain oleh iskemia koklea, infeksi 9irus, trauma kepala, trauma bising yang keras, perubahan tekanan atmosfir, autoimun, obat ototoksik, penyakit 4eniere dan neuroma akustik. Tetapi yan biasanya dianggap sebagai etiologi adalah iskemia koklea dan infeksi 9irus. 0skemia koklea merupakan penyebab utama tuli mendadak. "eadaan ini dapat disebabkan oleh karena spasme, trombosis atau perdarahan arteri auditi9a interna. ;embuluh darah ini merupakan arteri ujung (end artery#, sehingga bila terjadi gangguan pada pembuluh darah ini koklea sangat mudah mengalami kerusakan. 0skemia mengakibatkan degenerasi luas pada sel-sel ganglion stria 9askularis dan ligamen spiralis. "emudian diikuti oleh pembentukan jaringan ikat dan penulangan. "erusakan sel-sel rambut tidak luas dan membran basal jarang terkena.

Beberapa jenis 9irus, seperti 9irus parotis, 9irus campak, 9irus influen<a B dan mononukleosis menyebabkan kerusakan pada organ korti, membran tektoria dan selubung myelin saraf akustik. "etulian yang terjadi biasanya berat, terutama pada frekuensi sedang dan tinggi. Banyak ahli berusaha untuk menemukan penyebab utama tuli mendadak dengan melakukan berbagai penelitian. "eadaan tuli mendadak dapat disebabkan oleh penyakit infeksi, trauma, neoplasma, gangguan imunologi, obat-obat ototoksik, gangguan 9askuler, gangguan neurologi, gangguan metabolik dan lain-lain. (da juga yang berpendapat bahwa tuli mendadak disebabkan oleh 8 faktor yaitu gangguan sirkulasi, infeksi 9irus, ruptur membran, dan proses autoimun. a. Infeksi virus "etulian mendadak sensorineural ditemukan pada kasus-kasus penyakit 4/4;), measles, rubella, dan influen<a yang disebabkan oleh infeksi adeno9irus dan sitomegalo9irus (34=#. ;emeriksaan serologis terhadap pasien dengan ketulian sensorineural idiopatik menunjukkan adanya peningkatan titer antibody terhadap sejumlah 9irus. (ntara &*-30 % pasien dilaporkan dengan riwayat infeksi saluran nafas atas dengan kurang satu bulan onset kehilangan pendengaran. ;emeriksaan histopatologi tulang temporal pasien yang mengalami ketulian mendadak menunjukkan adanya atrofi organ corti, atrofi stria 9askularis dan membran tektorial serta hilangnya sel rambut dan sel penyokong dari koklea. b. Gangguan Sirkulasi 0skemia koklea diperkirakan merupakan penyebab tuli mendadak yang tersering. "eadaan ini dapat disebabkan oleh karena spasme, trombosis atau perdarahan arteria auditi9a interna. ;embuluh darah koklea merupakan ujung arteri (end artery#, sehingga bila terjadi gangguan pada pembuluh darah ini koklea sangat mudah mengalami kerusakan, ;ada kasus emboli, trombosis, 9asospasme dan hiperkoagulasi atau 9iskositas yang meningkat terjadi iskemia yang berakibat degenerasi luas pada sel-sel ganglion stria 9askularis dan ligament spiralis. "emudian diikuti oleh pembentukan jaringan ikat dan penulangan. c. Ruptur membran labirin 2uptur membran labirin berpotensial menyebabkan kehilangan pendengaran sensorineural yang tiba-tiba, membran basalis dan membran reissner merupakan selaput tipis yang membatasi endolimfe dan perilimfe. 2uptur salah satu dari membran atau keduanya dapat menyebabkan ketulian mendadak. d. Penyakit autoimun pada telinga dalam "etulian sensorineural yang disebabkan oleh proses autoimun telinga dalam masih belum jelas, tapi akti9itas imunologik koklea menunjukkan fakta yang tinggi. 4. Fakto ! edisposisi Terdapat faktor predisposisi pada kasus-kasus tuli mendadak saat ini masih banyak diperdebatkan. ;enggunaan alkohol yang berlebihan, kondisi emosional penderita, kelelahan, penyakit metabolik (diabetes melitus, hiperlipidemia#, penyakit

kardio9askuler, stres, umur dan kehamilan sering dianggap sebagai faktor predisposisi terjadinya tuli mendadak. Banyak ahli berpendapat bahwa keadaan kardio9askuler sangat berpengaruh terhadap kejadian tuli mendadak. Ta"el 3.1 #"at$o"at ototoksik% >olongan obat )alisilat "uinolin 3ontoh bat (spirin "lorokuin -)(0' bat ,fek terhadap pendegaran Tuli dapat terjadi pada dosis tinggi, tetapi biasanya re9ersi9el. Tuli dapat terjadi pada dosis tinggi atau pemakaian jangka panjang, tetapi biasanya re9ersibel apabila obat dihentikan. 'apat menyebabkan tuli sementara atau permanen. 5ika dikombinasikan dengan obat-obat ototoksik lainnya, resiko kerusakan permanen meningkat. Tuli dapat terjadi pada dosis tinggi atau pemakaian jangka panjang. Tuli dapat bersifat permanen.

:oop 'iuretik

.urosemid (sam ,tackrinat

(minoglikosida

(mikasin >entamisin

&. !atogenesis' Terdapat 8 teori yang dipostulasikan bagi terjadinya tuli mendadak yaitu infeksi 9iral labirin,gangguan 9askuler labirin,ruptur membran intrakoklear dan penyakit telinga dalam yang berhubungan dengan imun. )uatu proses penyakit yang melibatkan salah satu dari kemungkinan teoiritis ini dapat berakhir dengan tuli mendadak, namun tak satupun yang dapat menjelaskan secara menyeluruh. ;enelitian terhadap penderita tuli mendadak menunjukkan adanya suatu pre9alensi sedang penyakit 9iral.5uga ditemukan bukti serokon9ersi 9irus dan histopatologi telinga dalam yang konsisten dengan infeksi 9irus.beberapa penelitian mencatat !$-33% penderita tuli mendadak baru menderita penyakit 9irus.;ada pemeriksaan histopatologis tulang temporal,gambaran kehilangan sel rambut dan sel penyokong,atrofi membrana tektoria,atrofi stria 9askularis dan kehilangan neuron sesuai dengan kerusakan akibat 9irus.;ola kerusakan ini mirip dengan gambaran yang ditemukan pada tuli sekunder akibat cacar,campak dan rubella maternal. Teori kedua menyangkut gangguan 9askular yang terjadi pada koklea. "oklea merupakan suatu end organ karena suplai darahnya tidak ada kolateralnya. .ungsi koklea sensitif terhadap perobahan suplai darah. >angguan 9askuler koklea akibat trombosis, embolus, penurunan aliran darah atau 9asospasme adalah etiologi tuli mendadak.

;enurunan oksigenasi koklea kemungkinan akibat dari perubahan aliran darah koklea. ;erdarahan intrakoklea merupakan manifestasi awal yang diikuti fibrosis dan osifikasi koklea. ;ada suatu studi ditemukan kesamaan antara faktor risiko koroner iskemik dan faktor risiko tuli mendadak. ;enemuan keterlibatan 9askuler dalam patogenesis tuli mendadak dapat dijadikan sebagai strategi pre9entif dan terapeutik. Teori lainnya terjadi tuli adalah akibat ruptur membran intrakoklea. 4embran ini memisah telinga tengan dan telinga dalam. 'i dalam koklea juga terdapat membranmembran halus memisah ruang perilimfe dan endolimfe. )ecara teoritis, ruptur dari salah satu atau kedua jenis membran ini dapat mengakibatkan tuli mendadak. "ebocoran cairan perilimfe ke ruang telinga tengah lewat round window dan o9al window telah diyakini sebagai mekanisme penyebab tuli. 2uptur membran intrakoklea membolehkan bercampurnya perilmfe dan endolimfe dan merobah potensi endokoklea secara efektif. '. Diagnosis 'iagnosis didapatkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik serta pemeriksaan penunjang audiologi dan laboratorium. A. Anamnesis !. "ehilangan pendengaran tiba-tiba biasanya satu telinga yang tidak jelas penyebabnya berlangsung dalam waktu kurang dari 3 hari.& &. ;asien biasanya mengingat dengan jelas kapan tepatnya mereka kehilangan pendengaran, pasien seperti mendengar bunyi ?klik? atau ?pop? kemudian pasien kehilangan pendengaran.3 3. >ejala pertama adalah berupa tinitus, beberapa jam bahkan beberapa hari sebelumnya bisa didahului oleh infeksi 9irus, trauma kepala, obatobat ototoksik, dan neuroma akustik. 8. ;using mendadak (9ertigo# merupakan gejala awal terbanyak dari tuli mendadak yang disebabkan oleh iskemik koklear dan infeksi 9irus, dan 9ertigo akan lebih hebat pada penyakit meniere, tapi 9ertigo tidak ditemukan atau jarang pada tuli mendadak akibat neuroma akustik, obat ototoksik.3 *. 4ual dan muntah.8 7. 'emam tinggi dan kejang.8 $. 2iwayat infeksi 9irus seperti mumps, campak, herpes <ooster, 34=, influen<a B.8 @. 2iwayat hipertensi.6 6. 2iwayat penyakit metabolik seperti '4.6 !0. Telinga terasa penuh, biasanya pada penyakit meniere. !!. 2iwayat berpergian dengan pesawat atau menyelam ke dasar laut.6 !&. 2iwayat trauma kepala dan bising keras.6 (. !eme iksaan fisik 2 ;ada pemeriksaan fisik dengan otoskop, tidak ditemukan kelainan pada telinga yang sakit. )ementara dengan pemeriksaan pendengaran didapatkan hasil sebagai berikutA

!. Tes penala A 2inne positif, Beber lateralisasi ke telinga yang sehat, )chwabach memendek. "esan A Tuli sensorieural ). !eme iksaan k*+s+s !. (udiometri nada murni A Tuli sensorineural ringan sampai berat. &. (udiometri khusus a. Tes )0)0 (Short Increment Sensitivity Index# dengan skor !00% atau kurang dari $0% b. Tes Tone decay atau reflek kelelahan negatif. "esan A Bukan tuli retrokoklea c. (udiometri tutur (speech audiometry# A )') (speech discrimination score#A kurang dari !00%. "esan A Tuli sensorineural d. (udiometri impedans A Timpanogram tipe ( (normal# reflek stapedius ipsilateral negatif atau positif sedangkan kolateral positif. "esan A Tuli sensorineural "oklea e. B,2( ( Brainstem volved Responce !udiometry# 4enunjukkan tuli sencori neural ringan sampai berat. D. !eme iksaan La"o ato i+m !. +itung sel darah lengkap. &. :,'. 3. .aal +emotasis dan faktor kuagalasi (;TT#. 8. "ultur bakterik. *. ,letrolit pada kadar glukosa . 7. "olesterol dan trigliserida $. /ji fungsi tiroid @. Tes autoimun seperti antibodi antinuklear dan reumatik E. EN, - Electtronistagmografi) F. .adiologi !. (rteriografi /. !enatalaksanaan ;engobatan untuk tuli mendadak sampai saat ini merupakan suatu hal yang kontro9ersi,tingginya angka perbaikan secara spontan ke arah normal maupun mendekati normal menyulitkan e9aluasi pengobatan untuk tuli mendadak.Tak ada studi terkontrol yang dilakukan yang dapat membuktikan bahwa suatu obat secara bermakna menyembuhkan tuli mendadak.)eperti diketahui angka penyembuhan secara spontan tuli mendadak terjadi antara 80-$0% kasus.(da pendapat ahli menyatakan bahwa sebagian besar kasus tuli mendadak mengalami proses penyembuhan secara partial terutama selama !8 hari pertama setelah onset penyakit.&,!$,!@

Terapi untuk tuli mendadak adalah !. Tirah baring total (total bed rest# istirahat fisik dan mental selama & minggu untuk menghilangkan atau mengurangi stress yang besar pengaruhnya pada keadaan kegagalan neo9askular. &. =asodilatansia yang cukup kuat misalnya dengan pemberian 3omplamin injeksi. C 3D !&00 mg (8 ampul# selama 3 hari C 3D 600 mg (3 ampul# selama 3 hari C 3D 700 mg (& ampul# selama 3 hari C 3D 300 mg (! ampul# selama 3 hari 'isertai dengan pemberian tablet 9asodilator oral tiap hari. 3. ;rednison 8D !0 mg (& tablet#, tappering off tiap 3 hari (hatiE hati pada penderita '4#. 8. =itamin 3 *00 mg !D! tablet1hari *. -eurobion 3D! tablet 1hari 7. 'iit rendah garam dan rendah kolesterol $. 0nhalasi oksigen 8D!* menit (& liter1menit#, obat anti9irus sesuai dengan 9irus penyebab @. +ipertonik oksigen terapi ;ada pasien diabetes perlu diperhatikan, sebaiknya diberikan kortikosteroid injeksi dan bila perlu dilakukan pemeriksaan gula darah secara rutin setiap hari serta konsultasi ahli penyakit dalam. (pabila hasil konsultasi dengan )ub Bagian hematologi ;enyakit 'alam dan Bagian kardiologi ditemukan kelainan, terapi ditambah sesuai dengan nasehat bagian tersebut. ,9aluasi fungsi pendengaran dilakukan setiap minggu selama ! bulan. "allinen et al (!66$# mendefinisikan perbaikan pendengaran pada tuli mendadak adalah sebagai berikutA !.)angat baik, apabila perbaikan F30 dB pada * frekuensi. &.)embuh, apabila perbaikan ambang pendengaran G30 dB pada frekuensi &*0 +<, *00+<, !000 +<, &000 +< dan dibawah &* dB pada frekuensi 8000 +<. 3.Baik, apabila rerata perbaikan !0- 30 dB pada * frekuensi. 8.Tidak ada perbaikan, apabila terdapat perbaikan G!0 dB pada * frekuensi. Bila gangguan pendengaran tidak sembuh dengan pengobatan di atas, dapat dipertimbangkan pemasangan alat bantu dengar "hearing aid). (pabila dengan alat bantu dengar juga masih belum dapat berkomunikasi secara adekuat perlu dilakukan psikoterapi dengan tujuan agar pasien dapat menerima keadaan. 2ehabilitasi pendengaran agar dengan sisa pendengaran yang ada dapat digunakan secara maksimal bila memakai alat bantu dengar dan rehabilitasi suara agar dapat mengendalikan 9olume, nada dan intonasi oleh karena pendengarannya tidak cukup untuk mengontrol hal tersebut.

0. ! ognosis ;rognosis tuli mendadak tergantung pada beberapa faktor, yaitu kecepatan pemberian obat, 2espon & minggu pengobatan pertama, usia, derajat tuli saraf dan adanya faktor- faktor predisposisi. ;ada umumnya makin cepat diberikan pengobatan makin besar kemungkinan untuk sembuh, bila telah lebih dari & minggu kemungkinan sembuh menjaadi lebih kecil. ;enyembuhan dapat sebagian atau lengkap, tetapi dapat juga tidak sembuh.

DAFTA. !U1TAKA !. )ulistya ( Budi. ;atofisiologi dan ;enatalaksanaan Tuli 4endadak ;ada "asus +iperkoagulasi. 5akarta. Bagian T+T ."-/0 2)/;- 'r.3ipto 4angunkusumo. &00& &. (bdilah .. ;enatalaksanaan )atu "asus Tuli 4endadak /nilateral dengan )indrom (nti ;hospholipid. 5akarta. Bagian T+T ."-/0 2)/;- 'r.3ipto 4angunkusumo. &008. 3. (l9iandi B, )oetirto 0. Tuli 4endadak dan 0mplikasinya. 5akarta. Bagian T+T ."-/0 2)/;- 'r.3ipto 4angunkusumo. &007. 8. 5enny B dan 0ndro ). &00$. Bab Tuli mendadak dalam buku ajar ilmu kesehatan telinga hidung tenggorokan kepala dan leher. ,disi ke 7A5akartaA." /0. *. :e9ine )3. ;enyakit telinga dalam dalam buku ajar penyakit T+T B 0,), edisi ke 7. ,>3 5akarta. !!6-3@ 7. )aunders B+. !6$&. )udden deafness and its se9eral treatment. 3olumbus, )imposium on ear 'eafness. +0 .

$. 5enny B dan 0ndro ). &008. ;anduan penatalaksanaan gawat darurat telinga hidung, tenggorok. 5akartaA ." /0 @. 'anesh (( and (ndreasen B'. &00$. )udden hearing loss. (udilogical diagnosis and management. 'en9er, coloradoA prepared for (merican academy of audiology con9ention. 'iakses dariA www.coe.fau.edu1csd1))+:;res(((.pdf 6. 0ndra ) dkk. &00$. Bab gangguan pendengaran akibat ototoksik buku ajar ilmu kesehatan telinga hidung tenggorokan kepala dan leher. ,disi ke 7A5akartaA." /0.