Anda di halaman 1dari 3

ACCOUNTING FOR TIME : REENGINEERING BUSINESS PROCESS TO IMPROVE RESPONSIVENESS

Adanya peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam berbagai aspek bisnis mengakibatkan persaingan dalam bisnis pun menjadi semakin meningkat. Hal ini dapat kita lihat dari upaya setiap perusahaan yang berlombalomba untuk memperoleh pelanggan dan meningkatkan keunggulan

kompetitifnya. Hal ini terjadi di semua perusahaan yang berorientasi pada laba, baik perusahaan jasa, perusahaan dagang, maupun perusahaan manufaktur. Hal ini karena pendapatan yang akan didapatkan oleh perusahaan tersebut tergantung pada konsumen yang diperolehnya dan pendapatan ini yang pada akhirnya akan menentukan laba perusahaan. Untuk memperoleh dan mempertahankan pelanggan, ada berbagai upaya yang dapat dilakukan perusahaan. Salah satunya adalah dengan memperhatikan tingkat responsif perusahaan terhadap permintaan pelanggan. Jika respon perusahaan terhadap pelanggan lambat, maka perusahaan tersebut akan kehilangan pelanggannya. Untuk mencegah hal tersebut terjadi, maka perusahaan dapat menggunakan strategi reengineering business process atau merekayasa ulang bisnis yang sudah ada. Dalam hal ini, rekayasa ulang dapat dilakukan dengan mengeliminasi noncontributing time yang terdapat dalam perusahaan tersebut. Noncontributing time meliputi semua waktu dalam siklus hidup produk ataupun jasa yang dapat dieliminasi tanpa mengurangi nilai produk ataupun jasa tersebut. Contohnya, waktu inspeksi dan pengerjaan ulang produk. Untuk mengeliminasi waktu tersebut, ada beberapa metode yang dapat digunakan, antara lain: Mengonsolidasi aktivitas-aktivitas yang berulang Mengompres siklus rantai pasokan Menyinkronkan waktu tunggu dan kapasitas Dalam penerapannya, metode-metode di atas akan didukung oleh data keuangan perusahaan. Data keuangan tersebut akan berguna apabila suatu

perusahaan menggunakan Activity Based Costing (ABC) dalam pengidentifikasian aktivitas dan penentuan harga pokok produk dan jasa yang dihasilkannya. Dengan demikian, ABC akan membantu perusahaan untuk mengetahui aktivitas apa saja yang menyebabkan waktu respon perusahaan terhadap pelanggan menjadi lambat dan berapa biaya yang dikeluakan untuk aktivitas tersebut. Hal ini akan mempermudah proses eliminasi. Namun sebaliknya, apabila perusahaan menggunakan metode perhitungan biaya tradisional, maka data keuangan tidak akan berguna untuk proses eliminasi. Malahan akan menjadi masalah. Hal ini disebabkan oleh adanya risiko distorsi biaya yang ditimbulkan oleh data keuangan tersebut. Ada beberapa teknik yang dapat digunakan untuk melihat peranan data keuangan/ akuntansi dalam proses eliminasi noncontributing time, yaitu: a) Mengimplementasikan EDI (Electronic Data Interchange) b) Memodifikasi evaluasi investasi modal c) Meningkatkan komunikasi dengan supplier Namun demikian, selain melakukan eliminasi terhadap noncontributing time, ada hal lain yang juga dapat dipertimbangkan perusahaan dalam melakukan proses rekayasa ulang bisnis, yaitu hubungan antara waktu respon terhadap pelanggan dengan kualitas produk yang dihasilkannya. Biasanya, ketika perusahaan
memproduksi produk yang berkualitas tinggi, respon terhadap pelanggan dapat lebih baik dengan mengirimkan produk lebih awal saat pelanggan menginginkannya. Sedangkan, jika memproduksi produk berkualitas rendah, waktu inspeksi akan meningkat dan adanya pengerjaan ulang yang membuat respon terhadap pelanggan menjadi lambat. Dengan demikian, perusahaan harus meningkatkan kualitas produk untuk mempercepat waktu tanggapnya kepada pelanggan. Selain itu, perusahaan juga dapat menerapkan sistem Just In Time (JIT) untuk mengurangi waktu. Sistem ini terkait dengan pemasok dan pelanggan. Contohnya, perusahaan akan memproduksi jika ada pesanan dari pelanggan. Setelah ada pesanan, perusahaan akan memesan bahan baku dari pemasok. Bahan tersebut langsung diproduksi dan diantar ke pelanggan. Dengan demikian, waktu tunggu perusahaan akan berkurang.

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa waktu tanggap perusahaan terhadap pelanggan merupakan hal yang sangat penting dalam persaingan agar pelanggan kita tidak diambil oleh kompetitor.