Anda di halaman 1dari 6

TUGAS

ANTROPOLOGI SOSIAL

TUGAS ANTROPOLOGI SOSIAL OLEH MUTMAINNAH DJAMALUDDIN K 111 10 024 KESMAS B FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS

OLEH MUTMAINNAH DJAMALUDDIN K 111 10 024 KESMAS B

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR

TUGAS LATIHAN

2011

  • 1. Jelaskan hubungan antara kebudayaan dan kepribadian. Jawaban:

    • Dalam disiplin ilmu antropologi terdapat satu bidang spesialisasi yang kajiannya berfokus pasa hubungan antara kebudayaan dan kepribadian. Bidang spesialisasi itu dinamakan antropologi psikologi. Hal yang menjadi pendorong bagi munculnya penelitian kebudayaan dan kepribadian adalah karena selama perang dunia ke-2 sangat dibutuhkan data mengenai “watak nasional” dari sekutu dan musuh. Asumsi yang mendasari penelitian budaya dan kepribadian sepanjang dasawarsa 1939-an dan 1940-an adalah bahwa tingkah laku orang dewasa ini ditentukan terutama oleh budaya. Seorang bocah yang dibesarkan dalam satu lingkungan social tertentu oleh pengalaman budaya yang diterimanya. Pola-pola pengalaman masa kecil umumnya menimbulkan orientasi kepribadianyang khusus dan dalam mempelajari budaya seorang anak belajar mengartikan motif-motif dan nilai-nilai serta pandangan dunia yang khas.

    • Budaya adalah hasil karya cipta manusia, sedangkan kepribadian sesuatu yang pasti ada dalam setiap diri manusia. Kalau manusia punya pribadi yang kuat, teguh terhadap keyakinan maka manusia akan dapat menciptakan budaya baru atau bahkan merubah budaya yang sudah ada tapi kalau pribadi seseorang itu lemah & mudah terbawa arus, maka manusia itu akan selalu mengikuti budaya yang ada di sekitarnya.

    • Budaya membentuk cara bagaimana orang melihat dunia. Ia berpengaruh atas bagaimana kita berpikir, bertindak, yang dijunjung tinggi, berbicara, organisasi-organisasi yang dibentuk, ritual yang diselenggarakan, hukum yang dibuat, apa dan bagaimana yang kita sembah, apa yang kita makan, apa yang kita pakai, dan apa yang kita sebut sebagai buruk atau baik.

  • 2. Uraikan dengan menggunakan kata-kata sendiri teori seksualitas anak-anak menurut Sigmund Freud; teori masalah akil balig Margaret Mead; teori pola kebudayaan R. F.

  • Benedict; teori kepribadian status R. Linton; teori kepribadian orang modern Alex Inkeles; dan teori tipe kepribadian petani desa R. Redfield. Jawaban:

    • Teori seksualitas anak-anak menurut Sigmund Freud Menurud Freud, manusia memiliki dua macam dorongan vital (vital drive), yakni dorongan untuk melindungi diri (the drive self preservation) dan dorongan untuk berkembang biak (the drive toward procreation). Dorongan yang pertama tidak perlu dipersoalkan karena dalam pemenuhannya tidak mendapatkan hambatan secara terus- menerus. Berbeda dengan dorongan yang kedua yaitu dorongan untuk berkembang biak (the drive toward procreation) yang diberi nama oleh Freud yakni libido atau tenaga seks (sexual energy). Menurut Freud perhatian seorang anak terhadap ketiga daerah erotiknya terjadi secara bertahap, dengan urutan sebagai berikut: 1) tahap oral, 2) tahap anal, 3) tahap genital. 1) Tahap oral, merupakan tahap pertama, tahap yang sangat dini dan dimulai sejak anak dilahirkan hingga sekitar berusia lima bulan. Pada usia ini , alat yang paling memberi

    kenikmatan dalam hidupnya adalah mulutnya sendiri

    Periode ini pun kemudian

    .. berlanjut pada tahap seksualitas masa kecil dimana sang anak akan terkesan akan penginderaan tubuhnya sendiri yang ditandai dengan kebiasaan bayi mengemut banyak bagian tubuhnya terutama jempolnya sendiri. Kebiasaan mengemut jempol dan benda-benda lain yang menempel di bagian tubuhnya seperti baju yang ia pakai dan sebagainya ini adalah merupakan kelanjutan dari mengemut puting susu ibunya. Setelah anak itu berumur enam bulan, maka sifat itu berubah menjadi agresif bersamaan dengan mulai tumbuhnya gigi pada mulut anak tersebut. 2) Tahap anal, ditandai oleh kecenderungan secara agresif untuk membuang dan mempertahankan sesuatu. Tahap ini berlangsung antara umur 1 hingga 3 tahun yang oleh Freud disebut sebagai fase latihan kamar kecil yakni fase ketika sang anak belajar untuk mengendalikan kandung kemih dan isi perutnya. Menurut Freud pada tahap ini anak-anak akan merasa sangat bangga karena bisa menghasilkan kotorannya sendiri.

    3) Tahap genital, pada masa ini menurut Freud semua anak pada tahap ini khusus untuk

    anak perempuan merasakan „penis envy‟ yaitu sebuah kecemburuan kepada anak

    laki-laki yang memiliki penis. Dalam tahap ini juga berkembang kompleks Oedipus yakni sang anak laki-laki akan jatuh cinta pada ibunya sendiri dan menjadi cemburu terhadap ayahnya yang dianggapnya sebagai saingan dalam mendapatkan kasih saying ibunya serta ingin membunuh serta menyingkirkan ayahnya agar tak menghalanginya. Selain itu juga berkembang kompleks Elektra yaitu anak perempuan tidak hanya alat kelaminnya yang menjadi objek perhatiannya, namun alat kelamin laki-laki juga. Hal ini menyebabkan sang anak akan lebih dekat dengan ayahnya.

    • Teori pola kebudayaan R. F. Benedict Di dalam setiap kebudayaan ada aneka ragam tipe temperamen yang telah ditentukan oleh faktor keturunan (genetik), dan secara universal. Namun, setiap kebudayaan hanya memperbolehkan beberapa jumlah terbatas dari tipe temperamen tersebut untuk berkembang. Yang berkembang tersebut hanyalah yang cocok dengan konfigurasi dominan. Kebanyakan orang dalam segala masyarakat akan berbuat sesuai dengan tipe dominan dari masyarakatnya. Ini adalah apa yang disebut dengan tipe kepribadian normal. Sedangkan tipe abnormal atau deviant adalah sebagian kecil dari masyarakat yang tidak dapat bergabung atau bersosialisasi dengan tipe dominan ini.

    • Teori kepribadian orang modern Alex Inkeles Ciri khas orang modern ada dua macam : yang satu merupakan ciri luar dan lainnya merupakan ciri dalam. Yang pertama mengenai lingkungan alam, dan yang kedua, mengenai sikap, nilai, dan perasaan. Ciri luar itu berkaitan dengan dengan keterlibatan kita dalam urbanisasi, pendidikan, politikisasi, industrialisasi, dan komunikasi massa. Ciri luar itu keadaan lingkungan bagi manusia modern, yang tidak cukup untuk mengatakan orang-orang yang terlibat dalam ciri-ciri itu sebagai manusia modern. Sebagai manusia modern, seseorang harus memenuhi ciri dalam yang berkaitan dengan semangat, cara merasa, cara berpikir, dan cara bertindak modern.

    Menurut Alex Inkeles, setidaknya ada sembilan tema yang mendasari definisi- definisi bagi manusia modern:

    • a) Tema yang berkaitan dengan hal-hal baru dan terbuka bagi perubahan yang ada.

    • b) Tema yang berkait dengan dunia opini atau pandangan orang modern yang luas dan tidak hanya menyangkut masalah yang ada di sekitarnya.

    • c) Tema yang berkaitan dengan konsepsi waktu. Manusia modern berorientasi waktu kekinian dan masa depan, bukannya masa lampau serta manusia modern memiliki waktu-waktu tetap (jadwal) sehingga hidupnya terencana dan teratur.

    • d) Tema yang berkait dengan perencanaan dimana masyarakat modern mengatur dan merencanakan segalanya dengan ketat.

    • e) Tema yang berkait dengan keyakinan akan kemampuan manusia. Manusia modern yakin bahwa orang dapat belajar, dalam batas-batas tertentu untuk menguasai alam, untuk kepentingannnya sendiri, bukan dikuasai seluruhnya oleh alam.

    • f) Tema yang berkait dengan kemampuan memperhitungkan segala sesuatu dan tidak ditentukan oleh nasib.

    • g) Tema yang berkait dengan harga diri. Manusia modern adalah orang-orang yang sadar akan harga diriorang-orang lain dan bersedia menghargainya.

    • h) Tema ilmu dan teknologi, dimana sangat dipercayai oleh manusia modern.

    • i) Tema tentang keadilan. Manusia modern percaya bahwa ganjaran-ganjaran seharusnya diberikan sesuai dengan tindakan-tindakan, bukan karena hal-hal atau sifat-sifat yang dimiliki seseorang yang tidak ada hubungannya dengan tindakannya.

    • Teori tipe kepribadian petani desa R. Redfield. Robert Redfield terkenal terutama teori mengenai teorinya yang disebut Gaya Hidup Petani Desa (The Peasant styel of Life ) atau dapat disebut juga sebagai Tipe kepribadian petani desa (The personality Type Of the Peasant ). Teorinya ini dapat juga digolongkan ke dalam teori konfigurasi kebudayaan. Redfield membedakan masyarakat dunia menjadi tiga yaitu masyarakat folk, masyarakat petani desa, dan masyarakat perkotaan. Masyarakat folk adalah masyarakat yang telah ada sebelum munculnya kota. Masyarakat pekotaan adalah masyarakat yang berkembang di daerah perkotaan. Masyarakat petani desa adalah masyarakat folk

    terdahulu, yang telah mendapat pengaruh dengan masyarakat perkotaan, sehingga mereka telah pula terpengaruh kebudayaan modern. Redfield mengatakan masyarakat petani desa bersifat setengah masyarakat (a half society) dan kebudayaan bersifat setengah kebudayaan (a half culture).

    Redfiel percaya tentang adanya gaya hidup (life style) khas masyarakat petani desa , yakni di tandai oleh seperangkat sikap dan nilai sebagai berikut :

    • 1. Sikap yang Praktis dan mencari yang berfadah (utilitarian) terhadap alam. Montifikasinya untuk bekerja bukan saja untuk menghasilkan sesuatu bagi hidupnya, melainkan juga untuk memenuhi perintah dewa.

    • 2. Meraka lebih menonjolkan pada segi perasaan dari pada rasio.

    • 3. Mereka sangat mengutamakan (concern) pada kesejahteraan hidup dan kepastian hidup.

    • 4. Mereka sangat prokreasi, yakni untuk mempunyai keturunan yang banyak.

    • 5. Mereka mendambakan kekayaan.

    • 6. Menghubungkan keadilan social dengan pekerjaan.