Anda di halaman 1dari 38

Asuhan keperawatan klien dengan Keganasan

By Indung susilo SK, SKep,Ners PSIK STIKES WIDYA CIPTA HUSADA

Structure bone

Konsep dasar
Perbedaan tumor jinak dan ganas A. Jinak (Benigna) Lambat Ekspansif Tidak metastase Prognosa baik B. Ganas (Malignant) Tumbuh cepat Ekspansif dan infiltratif Bermetastase Prognosa bisa buruk (tidak selalu)

A.

Tumor tulang jinak Sering tidak diketahui gejalanya, dapat diketahui dari Rontgen atau sebab fraktur patologik. Tumor timbul dari beberapa tipe jaringan:

Chondrogenic (dari kartilago) Osteogenik (dari dalam tulang) Fibrogenik (dari jaringan fibrosa)

Chondrogenik
Yang termasuk tumor chondrogenik : 1. Osteochondroma Tumor jinak menyerang anak-anak dan masa pertumbuhan sampai kerangka dewasa, tumor ini tidak dapat didiagnosa sampai masa dewasa. Tumor mungkin timbul pada femur dan tibia. teraba kasar terdapat cap cartilago yang besar dan terdapat benjolan, ganas, kira-kira 10% dapat menjadi sarcoma. Insiden 40% semua tumor jinak banyak berpengaruh pada laki-laki daripada perempuan.

2. Chondroma/Enkondroma Tumor jinak dari sel-sel tulang rawan displastik timbulnya pada metafisis tulang tubular, terutama pada tangan dan kaki. Pada Ro didapati titik-titik perkapuran yang berbatas tegas, membesar dan menipis. Keadaan ini biasanya dilakukan pembedahan dengan kuret dan pencangkokan tulang. Insiden menyerang pada semua umur baik lakilaki atau wanita, dan dapat mempengaruhi beberapa tulang.

Osteogenik Yang termasuk Tumor tersebut : 1. Osteoid osteoma Osteoma lesi tulang bersifat jinak ditandai pertumbuhan tulang abnormal. Osteoma klasik berwujud benjolan tumbuh lambat tidak nyeri. Pada Ro osteoma perifer tampak lesi radiopak yang meluas dari permukaan tulang, osteoma sentral tampak sebagai masa sklerotik berbatas jelas dalam tulang. Lesi menimbulkan gejala maka dilakukan perawatan yaitu eksisi osteoma dengan pembedahan. Eksisi biasanya memberikan penyembuhan pada tulang. insiden 10% terjadi pada anak-anak, biasanya pada laki-laki dewasa muda.

2. Osteoblastoma Tumor jinak jarang ditemukan, menyerang anak laki-laki remaja yang paling sering humerus. Gejala nyeri sendi timbul dari jaringan tulang rawan. Tindakan eksisi pembedahan, kambuh dilakukan eksisi, bedah, atau radioteraphi. Insiden lukanya lebih kecil 1% dari tulang primary dan mempengaruhi anak laki-laki remaja.

3. Tumor sel raksasa Sifat stroma vaskuler dan selular terdiri dari sel-sel berbentuk oval mengandung jumlah nukleus lonjong, kecil dan berwarna gelap. sel besar dengan sitoplasma yang berwarna merah. Walaupun tumor ini jinak tetapi memiliki berbagai derajat keganasan, pada jenis ganas tumor menjadi anaplastik dengan daerah nekrosis dan perdarahan.

Giant Cell Carcinoma

Tumor ini lebih besar menyerang wanita sering pada ujung tulang panjang, lutut radius. Gejala nyeri, keterbatasan gerak sendi dan kelemahan Tindakan: Biopsi, eksisi lokal cukup luas disekitar jaringan normal ditepi tumor.

Kekambuhan sekitar 60% bila dalam eksisi tidak bersih dan biasanya menjadi ganas. Insiden mempengaruhi wanita umur 20n tahun insiden puncak 30 th keatas. Kira-kira 18% dari tumor tulang jinak adalah sel raksasa.

B. Tumor tulang ganas 1. Sarkoma osteogenik/osteosarkoma Neoplasma tulang primer yang sangat ganas. Tumor ini tumbuh dibagian metafisis tulang. Daerah sering terkena ujung tulang panjang terutama lutut. Banyak menyerang anak remaja menginjak masa dewasa bisa juga menyerang umur 50 tahun.

Nyeri yang menyertai destruksi tulang tulang dan erosi, gejala umum berfariasi berupa:
1.

2.

Osteolitik tulang mengalami perusakan jaringan lunak diinfasi oleh tumor Osteoblastik sebagai akibat pembentukan tulang sklerotik yang baru Periosteum tulang dapat tertimbun dekat tempat lesi

Tindakan amputasi atau melakukan pembedahan ablatif secara menyeluruh, kemotherapi dan imunotherapi, tetapi sering dilakukan pembedahan untuk membuang tumor dan semua jaringan disekitarnya. Radiografi menunjukkan seperti bangunan segitiga, radiogram terlihan suatu sunburst (pancaran sinar matahari)

2. Kondrosarkoma Merupakan tumor ganas terdiri dari kondrosit anapalstik dapat tumbuh sebagai tumor perifer atau sentral.
Paling sering menyerang pria berusia diatas 35 th. Gejala nyeri berlangsung lama, lesi perifer jangka waktu yang lama tidak menimbulkan gejala hanya berupa pembesaran dapat diraba. Tetapi akan disusul pertumbuhan cepat dan agresif. Daerah yang sering: Perlvis, femur, tulang iga, gelang bahu dan os Craniofacial.

Pada radiogram , kondrosarkoma tampak sebagai suatu daerah radiolusen dengan bercak-bercak perkapuran yang tidak jelas. penatalaksanaan eksisi radikal, bedah beku, radiotheraphy, dan kemotheraphy. Lesi yang sangat besar dan kambuh berulang-ulang tindakan amputasi

3. Sarkoma Ewing
Jenis tumor ganas, sering pada anak umur belasan daerah tulang panjang. Penampilan khusus tumor abu-abu lunak yang tumbuh keretikulum sumsum tulang dan merusak korteks tulang dari sebelah dalam, membentuk gambaran seperti kulit bawang. Tanda gejala nyeri, benjolan nyeri tekan, demam (38-400C), leukositosis (20.000-40.000) Penatalaksanaan penyinaran, obat sitotoksik, pembedahan. Tumor ini memberi prognosa yang buruk.

Carcoma ewing

4. Mieloma multiple
Tumor ganas yang sering ditemui, akibat proliferasi ganas dari sel-sel plasma. Jarang ditemukan dibawah umur 40 th. Pria lebih sering terkena dan orang afrika, amerika memiliki insiden dua kali lipat daripada orang-orang berkulit putih. Gejala nyeri tulang, nyeri tulang iga dan tulang belakang. lesi pada punggung dapat menyebabkan vertebra kolaps kadang menjepit syaraf spinal Untuk pengobatan memerlukan berbagai usaha, tetapi biasanya tidak dapat hidup lebih dari 5 tahun.

Tanda gejala yang sering ditemukan pada tumor ganas:


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

8.

Derajat peningkatan ukuran massa cepat Peningkatan rasa nyeri terutama dimalam hari Sukar tidur Berat badan menurun Mudah lelah atau capai Demam yang kontinue Peningkatan suhu didaerah tumor: meningkatnya kegiatan seluler Gangguan fungsi fisiologis:

Penyumbatan ureter Obstruksi pembuluh darah utama Disfungsi neurologis

Pengobatan secara umum


Tujuan dasar: memusnahkan tumor dan mengangkat lesi Cara Reseksi tumor dan dilakukan Bone Grafting Surgery : Amputasi atau disarticulasi Chemotherapy Bisa dilakukan kombinasi Dilakukan sebelum dan setelah peradangan Digunakan dengan agen chemotherapy (kombinasi) Venocristine(IV), Methotrexate (infusion), Poxorubicin, Cyclophosphamide. Imunotheraphy Radiotheraphy Therapy hormon: jika ada metastase tumor dari payudara atau prostat

Asuhan keperawatan pada klien tumor tulang pada sistem muskuloskeletal


A.

1.

Pengkajian Riwayat keperawatan


Nyeri atau sakit akibat efek tumor (destruksi, erosi, ekspansi ketulang) Nyeri konstan, meningkat pada malam hari atau melakukan aktifitas Nyeri akut: jika timbul fraktur Gejala neurologik timbul jika telah menekan serabut syaraf

2. Catat pembengkakan, keterbatasan gerak, ukuran massa karakteristik tumor jinak massa/batas tinggi, korteks utuh/lengkap, halus/licin. 3. Dari pemeriksaan fisik ditemukan: Palpasi massa tumor, tegang Temperatur naik sekitar tumor Terlihat atau menonjol vena superficial dan menetap

4. Riwayat trauma Penting karena sering keliru 5. Faktor patologis

Trauma tidak adekuat, lokasi mid-shafe (daerah tengah tulang) Pada orangtua corticocancellour junction (oleh karena osteoporosis)

6. Riwayat psikososial Kaji kecemasan, takut atau depresi

7. Catat dan amati hasil pemeriksaan diagnostik untuk konfirmasi diagnosa, menyingkirkan defferential diagnosa untuk persiapan merumuskan therapy dan diagnosa: Hasil pemeriksaan X-Ray (pain X-Ray, CTscan (computerized tomografi scan), MRI (Magnetic Resonance Imaging)

Bone scanning (scanning tulang)


1.

2. 3.

Baik untuk melihat seberapa jauh perjalanan tumor, apakah sudah terjadi keganasan Untuk menentukan therapy pengobatan Menentukan level amputasi, dan menentukan apakah perlu dikombinasikan dengan radiasi atau chemotheraphy

Laboratorium, Hb, leukosit, serum alkaliphospatase (osteoblast meningkat, serum meningkat), serum proteinetectrophoresis (Pada tumor tertentu), bence (jenis protein), serum acid posphatase(apakah ada tumor ganas)

Scanning paru dan thorax foto apakah ada metastase keparu Arteriography untuk melihat apakah jaringan lunak terpengaruhi 8. Mengkaji ststus psychologik klien dan koping mekanismenya 9. Mengkaji apakah klien mengerti akan kondisi dan pengobatan yang akan atau sedang dijalaninya (tingkat pengetahuan)

Diagnosa Keperawatan
Gangguan rasa nyaman nyeri b/d adanya tumor tulang Intervensi Tujuan: Menghilangkan atau mengatasi nyeri Biarkan posisi klien dalam posisi anatomis Kolaborasi dengan medis untuk pemberian theraphy pharmakologik atau analgetik setengah jam sebelum melakukan gerakan Support extrimitas yang nyeri dengan bantal atau sanggahan Beri kompres hangat dan dingin
1.

2. Potensial terjadi komplikasi (fraktur patologik) b/d tumor tulang dan imobilisasi Tujuan: Mencegah fraktur patologis Bantu klien dalam melakukan gerakan secara hati-hati Beri sanggahan sendi sewaktu melakukan aktivitas atau gerakan waktu mereposisi Jaga jangan sampai klien terjatuh

3. Cemas b/d diagnosis yang ditegakkan dan pengobatan yang harus dijalani Tujuan: Meningkatkan kemampuan koping klien Kaji klien dan keluarga untuk reaksi perilaku apakah ada rasa marah, denial (mengingkari), tawarmenawar, depresi atau menerima Bantu klien untuk mengenali pengaruh masalahnya terhadap dirinya Bantu klien tahap demi tahap sampai klien bisa menerima keadaan dirinya Cari dukungan dari lingkungan, keluarga dan teman Gunakan sarana pendukung psikologis seperti psikolog, alim ulama dll.

4. Gangguan kemampuan pemenuhan aktifitas perawatan diri (Self care activitis) b/d keadaan pathologis, imobilsasi Tujuan: meningkatkan kemampuan untuk melakukan perawatan diri Anjurkan klien untuk dapat menolong diri sendiri Beriwaktu agar klien dapat melakukan tugastugasnya Bantu klien sebagaimana yang dibutuhkan

5. Gangguan pemenuhan kebutuhan nitrisi b/d anoreksia / nafsu makan menurun Tujuan: Nafsu makan meningkat Mengemukakan makanan yang dikendaki dan yang menimbulkan perasaan tidak enak dan muntah Menerangkan upaya supaya makanan masuk dan tidak muntah Memilih penggantian makanan agar nutrisi baik, bila makanan biasa tidak bisa masuk Menerangkan cara-cara untuk merubah konsistensi atau jumlah makanan agar intake cukup Menerangkan modifikasi budaya, sosial dan kebiasaan etnik Menerangkan makanan dan cairan yang memberi nikmat pada tingkat terminal

6. Potensial atau gangguan konsep diri b/d telah dilakukan terapi (amputasi) Tujuan: Tidak terjadi gangguan konsep diri Berikan dorongan dan luangkan waktu untuk klien agar mengekspresikan perasaan dan rasa berduka Bantu dalam mengidentifikasi perilaku koping dan berikan dorongan serta pujian terhadap kekuatan yang dicapai Berikan dorongan pada klien untuk melakukan aktifitas perawatan diri dan melibatkan klien dalam perawatan stump segera sesuai toleransi, tingkatan ketergantungan Tingkatkan komunikasi dengan orang terdekat Jelaskan prosedur dan pengobatan Berikan lingkungan yang mendukung Berikan dorongan untuk bersosialisasi dengan orang lain

Anda mungkin juga menyukai