Anda di halaman 1dari 9

Proses Pembentukan Mutiara pada Kerang

BIO_AVER

Disusun Oleh:
NINGTYAS YUNIAR CAHYO AJI SEPTI LISNE

Dosen: SATINO, S.Si

Biologi B Universitas Negeri Yogyakarta

Senin, 11 November 2013

Proses Pembentukan Mutiara


Dapat dilakukan melalui 2 cara: 1. Secara Alami 2. Secara Buatan

Proses Pembuatan Mutiara Secara Alami

Secara singkat yaitu:


Akibat adanya irritant Irritant dapat berupa pasir / benda padat Irritan masuk ke dalam mantel kerang mutiara Irritant terbungkus nacre Jadilah mutiara

Elisabeth Strack (secara mendalam terdapat dalam buku Pearls tahun 2006) medeskripsikan sebagai berikut: Terbentuknya mutiara alami terbagi menjadi 2:

Akibat irritant dalam mantel Mollusca

Akibat masuknya partikel padat dalam mantel Mollusca

Akibat adanya irritant (Teori Irritant)


1
Ketika kerang akan membuka cangkang dan menjulurkan bagian mantelnya untuk menyerap makanan, bagian ujung mantel sang kerang dimakan oleh ikan,

Saat mantelnya putus, bagian remah eptihelium masuk ke dalam rongga mantel.

Epithelium yang tinggal dalam rongga mantellah yang akan membentuk mutiara setelah sebelumnya membentuk kantung mutiara.

Akibat adanya irritant (Teori Irritant)


1
mutiara terbentuk akibat masuknya cacing yang biasanya menempati moluska pada masa perkembangannya kemudian berpindah ke organisme lain.

Cacing ini merusak dan memasuki rongga mantel dan tanpa sengaja membawa bagian epithelium yang ada di permukaan mantel

Ephitelium akan membungkus cacing tersebut jika mati dalam rongga mantel. kemudian membentuk kantung mutiara akhirnya terbentuklah mutiara.
Jika cacing itu bisa melepaskan diri, maka epithelium yang tinggal dalam rongga mantellah yang akan membentuk mutiara setelah sebelumnya membentuk kantung mutiara.

Akibat adanya Benda Padat


1
masuknya partikel padat masuk ke dalam rongga mantel akibat dorongan air.

Saat kerang ini tak bisa mengeluarkan partikel padat tersebut, maka partikel padat itu masuk ke rongga mantel

Saat dia masuk, epithelium juga ikut bersamanya. Epithelium ini akhirnya membungkus partikel padat sehingga terbentuklah kantung mutiara.

Kantung mutiara ini akhirnya akan mendeposisikan nacre ke partikel padat tersebut.