Anda di halaman 1dari 3

1.

Kerjasama tim dokter


Tujuannya untuk memenuhi ketersediaan tenaga dokter spesialis di samping untuk mewujudkan peningkatan mutu, pemerataan dan kesinambungan pelayanan medik spesialistik http://prasetya.brawijaya.ac.id/des03.html#ntt

Seringkali timbul pemikiran untuk berani membangun RS yang bukan bergantung pada beberapa dokter terkenal melainkan pada service level yang dibentuk. Karena kerja sama tim yang bagus dari tim dokter, perawat, sistem manajemen, peralatan bermutu baik dan presisi, service excellence behavior. Jadi, begitu masuk ke RS tersebut, yang dilihat adalah pengobatannya tuntas dan ditangani dokter yang tersedia, siapapun dia. PENTINGNYA KERJA-SAMA TIM http://www.cigp.org/index.php !od"#e$doc"!ent%&JAS'(oc"!entM)n)ger'op$down#o)d*i#e&JAS'*i#e'id$+,./0121PENTINGNYA KERJA-SAMA TIM
team work dokter, psikolog, ulama, perawat, terapi rehabilitasi, ahli gi!i, pekerja social, relawan, dll "ualitas interaksi dire#leksikan dalam kemampuan tim menyediakan layanan yang optimal

Ph)r!)ce"tic)# 3)re1 ()ri *)r!)%i 4nt"5 M)%6)r)5)t


ma!http"##www.itb.ac.id#news#11$%& Jumat, '( ) *gustus ) '++,, 1-"-."$' /impunan 0ahasiswa 1armasi 2*rs 3reparandi4 hari Jum5at, '( *gustus '++, mengadakan sebuah seminar sederhana. Seminar Kesehatan yang bertempat di *ula 6imur 67 ini termasuk dalam rangkaian acara 6otal 3harmaceutical 8are 9:ari 1armasi ;ntuk 0asyarakat5. *cara ini diinisiasi :ivisi 3engabdian 0asyarakat *rs 3reparandi, ditujukan bagi mahasiswa dan praktisi kesehatan untuk memberikan konsep pelayanan kesehatan yang terbaik bagi masyarakat. Seminar Kesehatan ini mengambil tema hubungan antar tenaga kesehatan dalam upaya peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Kerjasama dokter, perawat dan apoteker menjadi topik utama dalam seminar ini. Kerjasama yang baik antara tenaga kesehatan sangat diperlukan bagi kemajuan kesehatan ndonesia. ;ntuk tujuan mulia tersebut, seminar ini berisi beberapa topik pelayanan kesehatan yng dibawakan oleh kalangan medis terkemuka. 3ara pembicara yang hadir antara lain :r. <ndang Kumolosasi, 0si. *pt., :r. *li :jumhana, Sp3:, *ti Surya 0ediawati, S.K3. 0. K<3., :ra. 3udjiastuti, *pt. 0.Si. Seminar terbagi menjadi dua sesi presentasi dan dua sesi tanya jawab. :alam sesi presentasi, para pembicara memberikan gambaran pentingnya hubungan pro=esional antara dokter, perawat dan apoteker dalam memberikan pelayanan kesehatan terhadap pasien. *poteker sendiri paling baik bila menerapkan konsep 93harmaceutical 8are5 dalam pelayanan kesehatan. Konsep ini muncul sebagai salah satu solusi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi pasien. :ukungan yang saling terkait antara dokter, perawat dan apoteker tidak hanya mempercepat proses pengobatan, tapi juga memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat. :ukungan dan kerjasama ini pun pada akhirnya dapat memajukan dunia kesehatan ndonesia.

http"##yankes)utara.jakarta.go.id#berita.php>bid?1'
1. Pengertian dan Ruang Lingkup Pelayanan Dokter Keluarga : Pelayanan Dokter Keluarga melibatkan Dokter Keluarga (DK) sebagai penyaring di tingkat primer, dokter Spesialis (DSp) di tingkat pelayanan sekunder, rumah sakit ru ukan, dan pihak pendana yang kesemuanya beker a sama diba!ah naungan peraturan dan perundangan. Pelayanan diselenggarakan se"ara komprehensi#, kontinu, integrati#, holistik,koordinati#, dengan mengutamakan pen"egahan, menimbang peran keluarga dan lingkungan serta peker aannya. Pelayanan diberikan kepada semua pasien tanpa memandang enis kelamin, usia ataupun enis penyakitnya $. %ugas Dokter Keluarga 1) &enyelenggarakan pelayanan primer se"ara paripurna menyuruh, dan bermutu guna penapisan untuk pelayanan spesialistik yang diperlukan, $) &endiagnosis se"ara "epat dan memberikan terapi se"ara "epat dan tepat, ') &emberikan pelayanan kedokteran se"ara akti# kepada pasien pada saat sehat dan sakit, () &emberikan pelayanan kedokteran kepada indi)idu dan keluarganya, *) &embina keluarga pasien untuk berpartisipasi dalam upaya peningkatan tara# kesehatan, pen"egahan penyakit, pengobatan dan rehabilitasi, +) &enangani penyakit akut dan kronik, ,) &elakukan tindakan tahap a!al kasus berat agar siap dikirim ke RS, -) %etap bertanggung. a!ab atas pasien yang diru ukan ke Dokter Spesialis atau dira!at di RS, /) &emantau pasien yang telah diru uk atau di konsultasikan, 10) 1ertindak sebagai mitra, penasihat dan konsultan bagi pasiennya, 11) &engkordinasikan pelayanan yang diperlukan untuk kepentingan pasien, 1$) &enyelenggarakan rekam &edis yang memenuhi standar, 1') &elakukan penelitian untuk mengembang ilmu kedokteran se"ara umum dan ilmu kedokteran keluarga se"ara khusus. '. 2e!enang Dokter Keluarga 1) &enyelenggarakan Rekam &edis yang memenuhi standar, $) &elaksanakan pendidikan kesehatan bagi masyarakat, ') &elaksanakan tindak pen"egahan penyakit, () &emgobati penyakit akut dan kronik di tingkat primer, *) &engatasi keadaan ga!at darurat pada tingkat a!al, +) &elakukan tindak prabedah, beda minor, ra!at pas"abedah di unit pelayanan primer, ,) &elakukan pera!atan sementara, -) &enerbitkan surat keterangan medis, /) &emberikan masukan untuk keperluan pasien ra!at inap, 10) &emberikan pera!atan dirumah untuk keadaan khusus. (. Kompetensi Dokter Keluarga Dokter keluarga harus mempunyai kompetensi khusus yang lebih dari pada seorang lulusan #akultas kedokteran pada umumnya. Kompetensi khusus inilah yang perlu dilatihkan melalui program perlatihan ini. 3ang di"antumkan disini hanyalah kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap Dokter Keluarga se"ara garis besar. Rin"ian memgenai kompetensi ini, yang di abarkan dalam bentuk tu uan pelatihan, akan ter"antum diba!ah udul setiap modul pelatihan yang terpisah dalam berkas tersendiri karena akan lebih sering disesuaikan dengan perkembangan ilmu dan teknologi kedokteran. a) &enguasai dan mampu menerapkan konsep operasional kedokteran keluarga, b) &enguasai pengetahuan dan mampu menerapkan ketrampilan klinik dalam pelayanan kedokteran keluarga, ") &enguasai ketrampilan berkomunikasi, menyelenggarakan hubungan pro#esional dokter. pasien untuk : (a) Se"ara e#ekti# berkomunikasi dengan pasien dan semua anggota keluarga dengan perhatian khusus terhadap peran dan risiko kesehatan keluarga, (b) Se"ara e#ekti# meman#aatkan kemampuan keluarga untuk berker asana menyelesaikan masalah kesehatan, peningkatan kesehatan, pen"egahan dan penyembuhan penyakit, serta penga!asan dan pemantauan risiko kesehatan keluarga, (") Dapat beker asama se"ara pro#esional se"ara harmonis dalam satu tim pada penyelenggaraan pelayanan kedokteran4kesehatan. 5. &emiliki keterampilan mana emen pelayanan kliniks. a) Dapat meman#aatkan sumber pelayanan primer dengan memperhitungkan potensi yang dimiliki pengguna asa pelayanan untuk menyelesaikan. masalahnya, b) &enyelenggarakan pelayan kedokteran keluarga yang bermutu sesuai dengan standar yang ditetapkan. 1. &emberikan pelayanan kedokteran berdasarkan etika moral dan spritual. 6. &emiliki pengetahuan dan ketrampilan di bidang pengelolaan pelayanan kesehatan termasuk sistem pembiayaan (5suransi Kesehatan47PK&).

*. Klinik dokter Keluarga ( KDK ) a) &erupakan klinik yang menyelenggarakan Sistem Pelayanan Dokter Keluarga (SPDK), b) Sebaiknya mudah di"apai dengan kendaraan umum. (terletak di tempat strategis), ") &empunyai bangunan yang memadai, d) Dilengkapi dengan saraba komunikasi, e) &empunyai se umlah tenaga dokter yang telah lulus pelatihan DK, #) &empunyai se umlah tenaga pembantu klinik dan paramedis telah lulus perlatihan khusus pembantu KDK, g) Dapat berbentuk praktek mandiri (solo) atau berkelompok. h) &empunyai i8in yang berorientasi !ilayah, i) &enyelenggarakan pelayanan yang si#atnya paripurna, holistik, terpadu, dan berkesinambungan, ) &elayani semua enis penyakit dan golongan umur, k) &empunyai sarana medis yang memadai sesuai dengan peringkat klinik ybs. +. Sistem Pelayanan Dokter Keluarga ( SPDK ) 9ntuk menun ang tugas dan !e!enang nya diperlukan Sistem Pelayanan Dokter Keluarga yang terdiri atas komponen : a) Dokter keluarga yang menyelenggarakan pelayanan primer di klinik Dokter Keluarga (KDK), b) Dokter Spesialis yang menyelenggarakan pelayanan sekunder di klinik Dokter Spesialis (KDSp), ") Rumah sakit ru ukan, d) 5suransi kesehatan4 Sistem Pembiayaan, e) Seperangkat peraturan penun ang. Dalam sistem ini kontak pertama pasien dengan dokter akan ter adi di KDK yang selan utnya akan menentukan dan mengkoordinasikan keperluan pelayanan sekunder ika dipandang perlu sesuai dengan S:P standar yang disepakati. Pas"a pelayanan sekunder, pasien segera diru uk balik ke KDK untuk pemantauan lebih lan ut. %ata selenggarapelayanan seperti ini akan diperkuat oleh ketentuan yang diberlakukan dalam skema 7PK&4asuransi. Sumber : Depkes, ;D; < =K.9;