Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN KASUS HIPEREMESIS GRAVIDARUM

SANTYA MINDA WAHYUNI

IDENTITAS PASIEN

Nama Umur Jenis kelamin Agama Pendidikan terakhir : D3 Pekerjaan Alamat Nama Suami Usia Pendidikan terakhir : D3 Pekerjaan Tanggal Periksa

: Ny. W : 38 tahun : Perempuan : Islam

: PNS : Bukit tidar : Tn.P : 40 tahun


: Swasta : 17 September 2012

ANAMNESA
Keluhan Utama muntah Keluhan tambahan mual, hipersalivasi, sakit kepala Riwayat Penyakit Sekarang Sejak dua hari yang lalu pasien merasakan mual (+) dan muntah (+) setiap kali makan dan minum dengan muntah yang berisi makanan yang dimakan. Namun, masih bisa minum susu ataupun makan bubur nasi walaupun sedikit karena kadang masih dimuntahkan. Nyeri perut epigastrium (+) dan tidak membaik dengan makanan ringan. Selain mual dan muntah, pasien juga mengeluhkan nafsu makan menurun (+), lemah (+), tekanan darah menurun (+), tidak ada gangguan BAK dan BAB.

Riwayat Penyakit Dahulu Riwayat sakit serupa (+) Riwayat MRS (+) ketika hamil anak pertama Riwayat alergi obat : disangkal Gastritis (+) Hari pertama haid terakhir : 09 Juli 2012 Tanda kehamilan: mual (+), muntah (+), tes plano (+) Riwayat haid : menarche usia 13 tahun dengan siklus haid teratur (28 hari) selama 7 hari, ganti pembalut 3x/hari. Riwayat Obstetrik : Pasien hamil yang kedua dengan riwayat hiperemesis gravidarum sebelumnya dan dirawat di rumah sakit.

Riwayat kebiasaan Ny. W lebih suka berdiam dirumah untuk tidur sehingga jarang untuk menghabiskan waktu dengan keluarga jalan-jalan dengan alasan bahwa ny. W lelah pulang kerja. Riwayat Penyakit Keluarga Riwayat penyakit keluarga yang menurun pada Tn. P dan Ny. W disangkal. Tn. P merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara dan Ny. W merupakan anak kesembilan dari sembilan bersaudara. Riwayat Pengobatan Dua hari yang lalu pasien kontrol rutin ke bidan, obat masih ada sehingga mengkonsumsi obat dan vitamin dari bidan namun keluhan menetap. Riwayat sosial ekonomi Penghasilan setiap bulan sekitar 3 juta untuk menghidupi suami, istri dan satu anaknya. Riwayat gizi: Pasien makan bubur nasi yang dilembutkan dengan sayur dan minum susu. Namun lebih sering satu jam setelah makan dimuntahkan kembali.

ANAMNESIS SISTEM

Kulit Mata

: Gatal (-) : sakit kepala (+) : penglihatan kabur (-/-), : Tersumbat (-/-), mimisan (-/-)

Kepala Hidung

Telinga: cairan yang keluar (-/-). Mulut : hipersalivasi (+), mult keringg (+)

Tenggorokan
Pernafasan Kardiovaskuler Genitourinaria Psikiatri Ekstremitas: Atas kanan Atas kiri

: Sakit menelan (-)


: Sesak (-), batuk (-) : berdebar-debar (-) : BAK lancar, warna kuning jernih dan jumlah normal : emosi stabil (+) : bengkak (-), sakit (-) : bengkak (-), sakit (-)

Gastrointestinal : nafsu makan menurun (+), mual (+), muntah (+)

Bawah kanan
Bawah kiri

: bengkak (-), sakit (-)


: bengkak (-), sakit (-)

PEMERIKSAAN FISIK

Keadaan Umum Kesadaran compos mentis (GCS 456), tampak lemah Tanda vital: T: 110/80 mmHg; N: 80x/menit RR: 16x/menit Suhu: 36,6C TB: 163cm BB: 50 kg Kulit: pucat (+), ikterik (-), sianosis (-) Kepala: normosefal, luka (-) Mata: Conjunctiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-), mata cowong (+/+) Hidung: Cph (-/-), sekret (-/-), epistaksis (-/-) Mulut: bibir kering (+), bibir pucat (-) Telinga: Sekret (-/-) Tenggorokan: Tonsil membesar (-), pharing hiperemis (-) Leher: Pembesaran kelenjar limfe (-), lesi kulit (-)

Thoraks: Bentuk normothoraks, simetris, retraksi (-) Cor: I: Ictus cordis tidak tampak P: Ictus cordis kuat angkat P: Batas kiri atas : SIC II PSL sinistra Batas kanan atas : SIC II PSL dekstra Batas kiri bawah : SIC V 1 cm MCL sinistra Batas kanan bawah : SIC IV PSL dekstra A: Bunyi jantung I-II normal, reguler, bising (-) Pulmo: I: Pengembangan dada kiri dan kanan sama P: Fremitus teraba sama kanan dan kiri P: Sonor A: Vesikuler Suara tambahan + + + + O + O -

Sistem Collumna Vertebralis: I: Deformitas (-) P: nyeri tekan (-) P: NKCV (-) Ekstremitas: Akral dingin oedem Sistem Genitalia: dalam batas normal Pemeriksaan Neurologis: Fungsi Luhur : Dalam batas normal Fungsi Vegetatif : Dalam batas normal

Status lokalis Pemeriksaan Obstetrik I: dinding perut sejajar dengan dinding dada A: Bising usus dalam batas normal (30) P: Timpani seluruh lapang perut P: TFU setinggi 1/3 di atas simfisis pubis, nyeri epigastrium (+)

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Darah Lengkap : Hb : 11,7 g/ dL Leukosit : 7.700 ribu/mm3 Trombosit : 251.000 ribu/mm3 HCT : 42 % Eritrosit : 4,4 juta/mm3 Kimia darah : Gula Darah Sesaat : 83 mg/dl Ureum : 19 mg/dl Kreatinin : 0,5 mg/dl Protein total : 7,0 g/dl Albumin : 3,7 g/dl

Urinalisis : Warna : Kuning jernih PH/Berat Jenis : 6,5/ 1,020 Albumin : Negatif Reduksi : Negatif Bilirubin : +(1) Urobilin : +(2) Keton : +(3) Nitrit : Negatif Eritrosit : 1-2/LPB Lekosit : 0-1/LPB

RESUME

Sejak dua hari yang lalu pasien mual dan muntah terutama saat makan dan minum, berisi makanan yang dimakan. Pasien juga sakit kepala (+), nafsu makan turun (+), ketika datang terlihat pucat (+), tanpa gangguan BAK dan BAB. HPHT pasien 09 Juli 2012. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum dengan kesadaran compos mentis, Tensi: 110/70mmHg dan nyeri epigastrium. Dari hasil pemeriksaan penunjang didapatkan Hb 11,7 g/dl, adanya bilirubin, urobilin, dan keton dalam urinalisis.

DDX
G2 P1001 Ab000 UK 8-10 minggu dengan Hiperemesis gravidarum tingkat I G2 P1001 Ab000 UK 8-10 minggu dengan Ulkus peptikum

WDX

G2 P1001 Ab000 UK 8-10 minggu dengan Hiperemesis gravidarum tingkat I

PENATALAKSANAAN
NON MEDIKAMENTOSA Edukasi KIE kehamilan dan persalinan sebagai suatu proses yang normal, memberikan keyakinan bahwa mual dan kadang kadang muntah merupakan gejala yang fisiologis pada kehamilan muda dan akan menghilang pada 4 bulan Diet Makan dalam porsi yang kecil namun sering, diet tinggi karbohidarat, rendah protein dan rendah lemak, kurangi garam, hindari makanan yang emetogenik dan berbau sehingga menimbulkan rangsang muntah. Istirahat

Medikamentosa Infus RL 34 tpm Injeksi Ondancentron 8 mg 2x1 Drip neurobion 5000 mg 2x1 Ranitidin 3x1

PROGNOSIS
Dengan penanganan rehidrasi tepat waktu dapat mencegah komplikasi dehidrasi pasien dapat menghasilkan prognosis baik pada pasien dan janin. Pada pasien ini baik