Anda di halaman 1dari 46

BAB I STATUS PENDERITA

Dengue adalah penyakit virus didaerah tropis yang ditularkan oleh nyamuk dan ditandai dengan demam, nyeri kepala, nyeri pada tungkai, dan ruam.Demam dengue/dengue fever adalah penyakit yang terutama pada anak, remaja, atau orang dewasa, dengan tanda-tanda klinis demam, nyeri otot, atau sendi yang disertai leukopenia, dengan/tanpa ruam (rash) dan limfadenophati, demam bifasik, sakit kepala yang hebat, nyeri pada pergerakkan bola mata, rasa menyecap yang terganggu, trombositopenia ringan, dan bintik-bintik perdarahan (ptekie) spontan. Demam berdarah dengue adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus dengue (arbovirus) yang masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk aegypti. edes

Demam tifoid pada masyarakat dengan standar hidup dan kebersihan rendah, cenderung meningkat dan terjadi secara endemis. !iasanya angka kejadian tinggi pada daerah tropik dibandingkan daerah berhawa dingin. "umber penularan penyakit demam tifoid adalah penderita yang aktif, penderita dalam fase konvalesen, dan kronik karier.. Demam #ifoid juga dikenali dengan nama lain yaitu #yphus bdominalis,#yphoid fever atau $nteric fever. Demam tifoid adalah penyakit sistemik yang akut yang mempunyai karakteritik demam, sakit kepala dan ketidakenakan abdomen berlangsung lebih kurang % minggu yang juga disertai gejala-gejala perut pembesaran limpa dan erupsi kulit. Demam tifoid (termasuk para-tifoid) disebabkan oleh kuman "almonella typhi, " paratyphi ,"

&

paratyphi ! dan " paratyphi '. (ika penyebabnya adalah " paratyphi, gejalanya lebih ringan dibanding dengan yang disebabkan oleh " typhi.

IDENTITAS PASIEN )ama +mur (enis .elamin /ekerjaan /endidikan gama lamat "uku #anggal 12" * n. #

* , tahun - bulan * /erempuan * * !imbingan !elajar * 0slam * (l. 1anggar * (awa * %3 )ovember -3&-

A. ANAMNESA 1. Keluhan Utama * !adan panas tinggi

2. Riwayat Penyakit Sekarang /asien sehabis dirawat inap di salah satu 2" semenjak % hari yang lalu, namun menurut dokter pasien sudah bisa dipulangkan, namun karena khawatir ibu pasien membawa n. # ke 2"0 dengan keluhan panas tinggi pada anak.

/anas timbul semenjak 4 hari yang lalu, pada pagi hari panas turun, panas semakin meningkat mulai sore hari hingga malam hari. /asien juga

mengeluhkan mual namun tidak muntah, selain itu pasien mengeluhkan diare sebelum di rawat di 2" % hari yang lalu sebanyak , 5 perhari. Riwayat Penyakit Dahulu /ada saat usia 6 bulan, pasien pernah mengalami kejang demam. /asien sudah &, kali dirawat di 2" karena setiap kali pasien panas, ibu khawatir kejang demam pada anaknya kambuh, oleh karena itu ibu pasien meminta diopname.

!. Riwayat Penyakit Keluarga 2iwayat .eluarga dengan penyakit serupa 2iwayat .ejang demam 2iwayat 7ipertensi 2iwayat "akit 8ula 2iwayat /enyakit (antung 2iwayat keganasan * disangkal * 0bu dan )enek pasien * disangkal * disangkal * disangkal * disangkal

". Riwayat Ke#ia$aan 2iwayat 1erokok * disangkal

2iwayat 1inum lkohol 2iwayat 9lahraga 2iwayat /engisian :aktu ;uang

* disangkal * jarang * bermain temannya. bersama teman-

%. Riwayat S&$ial'Ek&n&mi /enderita adalah anak yang aktif, di tempat !imbingan !elajarnya n. # termasuk anak yang pintar, dan mempunyai banyak teman. yah

pasien bekerja sebagai seorang guru dan ibu pasien bekerja sebagai pegawai #+ di "1 . (. Riwayat )i*i 9leh ibu pasien, diberikan bubur, telor, sayur dan susu. 7al ini dikarenakan pasien memiliki riwayat alergi pada makanan. D. ANAMNESIS SISTEM 1. .ulit 2. .epala !. 1ata * kulit gatal (-), * pusing (-), * db)

". 7idung %. #elinga

* tersumbat (-/-), mimisan (-/-) * pendengaran berkurang (-/-), berdengung (-/-), keluar cairan (-/-)

(. 1ulut +. #enggorokan ,. /ernafasan -. .adiovaskuler

* sariawan (-), mulut kering (-), lidah terasa pahit (-) * sakit menelan (-), serak (-) * sesak nafas (-), batuk lama (-) * berdebar-debar (-), nyeri dada (-)

1.. 8astrointestinal * nyeri /erut 0123 mual 0123 BAB %4 $ehari, muntah (-), 11. 8enitourinaria 12. )eurologik * ! . nyeri (-) * kejang (-), lumpuh (-), kesemutan dan rasa tebal pada kedua kaki (-) 1!. /sikiatri * emosi stabil, mudah marah (-)

1". 1uskuloskeletal * kaku sendi (-), nyeri/linu-linu pada lutut kanan-kiri (-), nyeri otot (-) 1%. $kstremitas o o * * bengkak (-), sakit (-), luka (-) * bengkak (-), sakit (-), luka (-) * bengkak (-), sakit (-),luka (-) * bengkak (-), sakit (-), luka (-)

tas kanan tas kiri

o !awah kanan o !awah kiri

E. PEMERIKSAAN 5ISIK &. .eadaan +mum *

kesadaran 'ompos 1entis, cukup (8'" $4<,1=) -. #anda <ital

#ensi )adi /ernafasan "uhu !!

* * * *

&&3/63 mm7g 6-5/menit -35/menit %=,o'

* -6 kg

&.

.ulit

turgor baik, ikterik (-), sianosis (-), pucat (-), venektasi (-), petechie (-), spider nevi (-). -. .epala *

;uka (-), rambut tidak mudah di cabut, keriput (-), makula (-), papula (-), nodula (-), kelainan mimic wajah / bells palsy (-). %. 1ata *

1ata cowong (-), konjungtiva anemis (-/-), sclera ikterik (-/-), pupil isokor (>/>), reflek kornea (>/>), radang (-/-), warna kelopak mata (coklat kehitaman). 4. 7idung *

)afas cuping hidung (-), secret (-/-), epistaksis (-/-), deformitas hidung (-) , hiperpigmentasi (-).

,.

1ulut

!ibir pucat (-), bibir kering (>), lidah kotor (-), papil lidah atrofi (-), tepi lidah hiperemi (-), gusi berdarah (-), sariawan (-). =. #elinga *

)yeri tekan mastoid (-/-), secret (-/-), pendengaran berkurang (-/-), cuping telinga dalam batas normal. ?. #enggorokan *

#onsil membesar (-/-), faring hiperemis (-) @. ;eher *

#rakea di tengah, pembesaran kelenjar limfe (-), lesi pada kulit (-).

6. )ormochest,

#oraks simetris,

* pernafasan thoracoabdominal, retraksi (-),

spidernevi (-), pulsasi intrasternalis (-), sela iga melebar (-)

Cor 0nspeksi /alpasi /erkusi * ictus cordis tidak tampak * ictus cordis kuat angkat * !atas kiri atas !atas kanan atas !atas kiri bawah * 0'" 00 linea para sternalis sinistra * 0'" 00 linea para sternalis dekstra * 0'" < linea medio clavicularis sinistra !atas kanan bawah * 0'" 0< linea para sterna dekstra

/inggang jantung

* 0'" 00 linea para sternalis sinistra (kesan jantung tidak melebar)

uskultasi * !unyi jantug 0-00 intensitas normal, regular, bising (-) Pulmo 0nspeksi * /engembangan dada kanan sama dengan kiri, benjolan (-), luka (-) /alpasi * Aremitus taktil kanan sama dengan kiri, nyeri tekan (-), krepitasi (-) /erkusi "onor "onor "onor * "onor "onor

> > > uskultasi * suara dasar vesikuler

> >

"uara tambahan * R&nkhi whee*ing -

1.. A#6&men Datar3 Nyeri Tekan E/iga$trium3 mete&ri$mu$ 012 &&. "istem 'ollumna <ertebralis * 0nspeksi /alpasi /erkusi * Deformitas (-), skoliosis (-), kiphosis (-), lordosis (-) * )yeri tekan (-) * ).'< (-)

&-. $ktremitas kral hangat > > > >

* 9dem -

&%. /emeriksaan )eurologik .esadaran Aungsi luhur Aungsi vegetative Aungsi sensorik

* 8'" $4<,1= * dalam batas normal * dalam batas normal * ) ) ) )

Aungsi motorik

* d!)

5. PEMERIKSAAN PENUN7AN) Darah 8engka/

7emoglobin ;eukosit ;$D Tr&m#&$it P;<:=;T $ritrosit Diff.count 7itung jenis $osinofil 7itung jenis !asofil 7itung jenis )."tab. =itung ?eni$ N.Segmen =itung ?eni$ 8ym/h&$it =itung ?eni$ M&n&$it Ser&l&gi #yphus antibodi 9 #yphus antibodi 7 /arathypi /arathypi ! (/ositif &/@3)

&3,6 =.@33 1.-.... !%3. 4,44 % & 22 (! 11

&- B &= 4 B &3 - B -3 1%. 9 ".. !+ 9 ", 4 B ,,, &B% 3B& -B= %. 9 +. 2. 9 ". 29,

g/dl 2ibu/mm% mm/jam Ri#u:mm! > (uta/mm%

(/ositif &/&=3) ()egatif) (/ositif &/@3)

RESUME ibu pasien membawa n. # ke 2"0 dengan keluhan panas tinggi pada

anak. /anas timbul semenjak 4 hari yang lalu, pada pagi hari panas turun, panas semakin meningkat mulai sore hari hingga malam hari. /asien juga mengeluhkan mual namun tidak muntah, selain itu pasien mengeluhkan diare sebelum di rawat di 2" % hari yang lalu sebanyak , 5 perhari. Dari pemeriksaan fisik didapatkan nyeri tekan pada epigastrium dan akral hangat. Dari pemeriksaan darah lengkap didapatkan trombositopenia, ). DIA)N@SA KER7A Dengue Aever > #hypoid Aever

&3

=. DIA)N@SA BANDIN) . 1alaria !. ;eptospirosis I. PENATA8AKSANAAN N&n me6ika ment&$a promotif yaitu edukasi pada pasien dan keluarga untuk kontrol rutin ke dokter, Diet )asi tim rendah serat /asien disarankan untuk minum air putih - liter/hari /asien disarankan untuk istirahat/tirah baring Me6ikament&$a 0<AD* .aen %! (&3 tetes/menit) 2/ 0njeksi 'eftria5one - 5 ?,3 mg 2/ 0njeksi 9ndansetron % 5 - mg 2/ 0njeksi <itamin ' % 5 C ampul 7. 5@88@A UP Tanggal 1 De$em#er 2.12 " 9 * pasien mual * .+ cukup, kesadaran* '1, #D* &&3/?3, "* %= ' * Dengue Aever > #hypoid Aever / * 0<AD* . $) %! &,33cc/-4 jam 2/ !iothycol 4 5 -33 mg

&&

2/;-!io 2/ Damel

-5& &5 &cth

Tanggal 2 De$em#er 2.12 " 9 * 1ual dan Diare &5 * .+ cukup, kesadaran* '1, #D* &&3/?3. "* %= o' * Dengue Aever > #hypoid Aever / * 2/ !iothycol 4 5 -33 mg 2/;-!io 2/ Damel 2/ /eopepsa syr 2/ )eo 'aolana syr -5& &5 &cth %5 - cth

Tanggal ! De$em#er 2.12 " * Diare &5

&-

* .+ cukup, kesadaran* '1, #D* &33/=3. "* %?o' * Dengue Aever > #hypoid Aever

* 2/ !iothycol 4 5 -33 mg 2/;-!io 2/ Damel 2/ /eopepsa syr 2/ )eo 'aolana syr -5& &5 &cth %5 - cth

Tanggal " De$em#er 2.12 " 9 * .eluhan berkurang * .+ cukup, kesadaran* '1, #D* &&3/?3. "* %=o' * Dengue Aever > #hypoid Aever / * 2/ !iothycol 4 5 -33 mg 2/;-!io 2/ Damel -5& &5 &cth

&%

2/ /eopepsa syr 2/ )eo 'aolana syr

%5 - cth

K. 58@A S=EET )o. &. #anggal &-&---3&<ital "ign # * &43/63 " * %=,=o' "tatus ;okalis Datar, )yeri #ekan $pigastrium, meteorismus (>) .eluhan 1ual 2encana #erapi medikamentosa dilanjutkan,

-.

--&---3&-

# * &-3/@3 " * %=o'

Datar, )yeri #ekan $pigastrium, meteorismus (>)

1ual dan diare

#erapi medikamentosa dilanjutkan,

%-&---3&-

# * &%3@3 "* %? '

Datar, )yeri #ekan $pigastrium, meteorismus (>)

Diare

#erapi medikamentosa dilanjutkan,

4-&---3&-

# * &-3/=3 "* %= '

Datar, )yeri #ekan $pigastrium, meteorismus (>)

#idak ada #erapi keluhan medikamentosa dilanjutkan,

&4

8. DIA)N@STIK =@8ISTIK 1. Diagn&$i$ 6ari Segi Bi&l&gi$ Dengue Aever > #hypoid Aever

2. Diagn&$i$ 6ari Segi P$ik&l&gi$ /asien tidak memiliki masalah dengan keluarga, maupun masyarakat sekitar.

!. Diagn&$i$ 6ari Segi S&$ial /asien merupakan anak yang aktif di lingkungan bimbingan belajarnya 1. A$/ek Per$&nal .eluhan utama * /anas tinggi disertai diare 7arapan * ingin cepat sembuh .ekhawatiran * 0bu pasien takut anak sampai kejang demam

&,

2. A$/ek Klini$ Dengue fever > #hypoid Aever A$/ek Re$ik& Internal 0bu dan nenek mempunyai riwayat kejang demam. ". A$/ek Re$ik& Ekternal 7ubungan dengan teman-temannya baik. ktif di bimbingan belajar.

%. A$/ek 5ung$i&nal Derajat fungsionalnya dengan score , karena pasien tidak mampu

melakukan pekerjaan seperti sebelum sakit.

M. PR@)N@SA Dubia et !onam

BAB II IDENTI5IKASI 5UN)SI'5UN)SI DA8AM KE8UAR)A

A. KARAKTERISTIK DEM@)RA5I KE8UAR)A )ama .epala .eluarga !entuk .eluarga Daftar nggota .eluarga * #n. * nuclear family

&=

N&. Nama Ke6u6ukan 8:P Umur Pen6i6ikan &. #n. yah (kepala -. )y. 0 keluarga) 0bu nak nak / %4thn / &% thn / , thn "1 "1/ !imba ; %?thn "1

Peker?aan 8uru "1/

Pa$ien Klinik #idak

Ket. "ehat

.aryawan #+ "1 /elajar -

#idak #idak Ea

sehat sehat DA > #A

%. )n. ) 4. n. #

B. 5UN)SI =@8ISTIK &. 5ung$i Bi&l&gi$ .eluarga terdiri dari pasien ( n. # , tahun) sebagai anak bungsu, #n. (%? tahun) sebagai kepala keluarga, n. #, serta )n. ) yang n. #

)y. 0 sebagai ibu dari

merupakan kakak dari pasien. Diagnosis klinis adalah Dengue Aever.

-.

5ung$i P$ik&l&gi$ 7ubungan pasien dengan keluarga sangat baik, n. # tidak

mempunyai masalah baik dengan keluarga maupun teman-temannya.

%. 5ung$i S&$ial n. # adalah anak yang aktif dalam bimbingan belajarnya, dalam hal berteman pun n. # gampang bergaul dengan teman-temannya.

Ke$im/ulan Aungsi holistik keluarga n. # baik.

&?

;. 5UN)SI 5ISI@8@)IS ADAPTATION .emampuan anggota keluarga tersebut beradaptasi dengan anggota keluarga yang lain, serta penerimaan, dukungan dan saran dari anggota keluarga yang lain. PARTNERSHIP 1enggambarkan komunikasi, saling membagi, saling mengisi antara anggota keluarga dalam segala masalah yang dialami oleh keluarga tersebut. GROWTH 1enggambarkan dukungan keluarga terhadap hal-hal baru yang dilakukan anggota keluarga tersebut. AFFECTION 1enggambarkan hubungan kasih sayang dan interaksi antar anggota keluarga. RESOLVE 1enggambarkan kepuasan anggota keluarga tentang kebersamaan dan waktu yang dihabiskan bersama anggota keluarga yang lain. A P ) A R AP)AR Terha6a/ Keluarga Ny. I "aya puas bahwa saya dapat kembali ke keluarga saya bila saya menghadapi masalah "aya puas dengan cara keluarga saya membahas dan membagi masalah dengan saya "aya puas dengan cara keluarga saya menerima dan mendukung keinginan saya untuk melakukan kegiatan baru atau arah hidup yang baru "aya puas dengan cara keluarga saya mengekspresikan kasih sayangnya dan merespon emosi saya seperti kemarahan, perhatian, dll "aya puas dengan cara keluarga saya dan saya -

&@

membagi waktu bersama-sama SK@R /8 2 skor F Aungsi fisiologis keluarga sangat baik .eterangan "koring * 7ampir selalu .adang B kadang 7ampir tak pernah * - poin * & poin * 3 poin *

1.

#otal /8 2 score keluarga n. # adalah F (&3) .esimpulan* Aungsi fisiologis keluarga n. # sangat baik.

D. 5UN)SI PAT@8@)IS DEN)AN A8AT SCREEM "'2$$1 SUMBER PATHOLOGY S&Bial n. # merupakan anak yang aktif di bimbingan belajarnya Cultural 7ubungan orang tua dan anak baik Religius n. # mengikuti #/ E o!om" E#u atio ! Me#i al $konomi keluarga pasien bisa digolongkan baik 0bu pasien mengerti tentang sakit pasien /asien selalu diperiksakan ke 2" ketika sakit .$# -

&6

Ke$im/ulan tidak terdapat gangguan pada fungsi patologis keluarga ini.

E. )EN@)RAM Bentuk Keluarga nuBlear 5amily

2iwayat kejang demam

2iwayat kejang demam

Keterangan * pasien * perempuan * laki-laki

2iwayat kejang demam

5. IN5@RMASI P@8A INTERAKSI KE8UAR)A /ola interaksi keluarga #n." #n. )y. 0

)n. )

n. #

.eterangan * 7ubungan baik * hubungan kurang baik

-3

.esimpulan * 7ubungan antara anggota keluarga di keluarga ini sangat baik

BAB III IDENTI5IKASI 5AKT@R'5AKT@R CAN) MEMPEN)ARU=I KESE=ATAN A. IDENTI5IKASI KE8UAR)A 1. 5akt&r Perilaku Keluarga a. /engetahuan .eluarga memahami kesehatan penderita walaupun tidak secara menyeluruh. b. "ikap .eluarga ini peduli terhadap kesehatan penderita 5AKT@R PERI8AKU DAN N@N PERI8AKU

-&

c. #indakan .eluarga mengantarkan pasien untuk periksa dan selalu menjaga saat masa perawatan.

2.

5akt&r N&n Perilaku a. ;ingkungan ;ingkungan tempat pasien selalu terjaga kebersihannya. b. .eturunan 0bu dan )enek pasien memiliki riwayat kejang demam. c. /elayanan .esehatan /ihak 2" tidak meneruskatan rawat inap pasien.

--

Pemahaman: keluarga memahami penyakit penderita

Lingkungan : Kebersihan rumah pasien terjaga dengan baik Keturunan : Ibu dan nenek pasien memiliki riwayat kejang demam

Sikap: keluarga sangat peduli terhadap penyakit penderita

Keluarga Keluarga An.T An.T

Tindakan: keluarga selalu mendampingi pasien dari pemeriksaan sampai perawatan selsai

Pelayanan Kesehatan : Ketika sakit langsung memeriksakan ke RS

Aaktor /erilaku Aaktor )on /erilaku .esimpulan * Aaktor perilaku keluarga berpengaruh positif terhadap kesehatan n. # karena pengetahuan keluarga tentang kesehatan sudah cukup baik terutama tentang penyakit yang diderita. Aaktor non-perilaku keluarga berpengaruh positif terhadap kesehatan n. #.

-%

B. IDENTI5IKASI 8IN)KUN)AN TEMPAT TIN))A8 8ingkungan 8uar Rumah 7alaman rumah pasien tidak luas namun tertata rapi dan terdapat tanamantanaman 8ingkungan Dalam Rumah "etiap ruangan dalam rumah tertata rapi dan mempunyai ventilasi yang baik

Denah rumah n. #
.amar mandi .amar tidur 2uang #amu

Dapur

.amar tidur

-4

BAB I< DA5TAR MASA8A=

A.

MASA8A= MEDIS &. Dengue Aever > #hypoid Aever -. 2iwayat .ejang Demam %. 0bu dan nenek mempunyai riwayat kejang demam

B. MASA8A= N@N MEDIS &. /ihak 2" tidak melanjutkan rawat inap pasien.

;. DIA)RAM PERMASA8A=AN PASIEN Riwayat Ke?ang Demam 2. I#u 6an nenek mem/unyai riwayat ke?ang 6emam
An. T

1.

Dengue Aever > #hypoid Aever

3.

2" tidak melanjutkan rawat inap pasien.

-,

BAB < TIN7AUAN PUSTAKA 1. DEMAM TI5@ID


A. DeDeni$i Demam TiD&i6

Demam tifoid disebut juga dengan Typus abdominalis atau typoid fever Demam tipoid ialah penyakit infeksi akut yang biasanya terdapat pada saluran pencernaan (usus halus) dengan gejala demam satu minggu atau lebih disertai gangguan pada saluran pencernaan dan dengan atau tanpa gangguan kesadaran .
B. InDeBti&u$ Agent

Demam tifoid disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi atau Salmonella paratyphi dari 8enus Salmonella. !akteri ini berbentuk batang, gram negatip, tidak membentuk spora, motil, berkapsul dan mempunyai flagella (bergerak dengan rambut getar). !akteri ini dapat hidup sampai beberapa minggu di alam bebas seperti di dalam air, es, sampah dan debu. !akteri ini dapat mati dengan pemanasan (suhu =33') selama &, B -3 menit, pasteurisasi, pendidihan dan khlorinisasi. Salmonella typhi mempunyai % macam antigen, yaitu * &. ntigen 9 ( ntigen somatik), yaitu terletak pada lapisan luar dari tubuh kuman. !agian ini mempunyai struktur kimia lipopolisakarida atau disebut juga endotoksin. ntigen ini tahan terhadap panas dan alkohol tetapi tidak tahan terhadap formaldehid. -. ntigen 7 ( ntigen Alagella), yang terletak pada flagella, fimbriae atau pili dari kuman. ntigen ini mempunyai struktur kimia suatu protein dan tahan terhadap formaldehid tetapi tidak tahan terhadap panas dan alkohol. %. ntigen <i yang terletak pada kapsul (envelope) dari kuman yang dapat melindungi kuman terhadap fagositosis. .etiga macam antigen tersebut di atas di dalam tubuh penderita akan menimbulkan pula pembentukan % macam antibodi yang laGim disebut aglutinin. ;. Pat&gene$i$

-=

Salmonella typhi dan Salmonella paratyphi masuk kedalam tubuh manusia melalui makanan yang terkontaminasi kuman. "ebagian kuman dimusnahkan oleh asam lambung dan sebagian lagi masuk ke usus halus dan berkembang biak. !ila respon imunitas humoral mukosa 0g usus kurang baik maka kuman akan menembus sel-sel epitel terutama sel 1 dan selanjutnya ke lamina propia. Di lamina propia kuman berkembang biak dan difagosit oleh sel-sel fagosit terutama oleh makrofag. .uman dapat hidup dan berkembang biak di dalam makrofag dan selanjutnya dibawa ke plaque Peyeri ileum distal dan kemudian ke kelenjar getah bening mesenterika. "elanjutnya melalui duktus torasikus kuman yang terdapat di dalam makrofag ini masuk ke dalam sirkulasi darah (mengakibatkan bakterimia pertama yang asimtomatik) dan menyebar ke seluruh organ retikuloendotelial tubuh terutama hati dan limpa. Di organ-organ ini kuman meninggalkan sel-sel fagosit dan kemudian berkembang biak di luar sel atau ruang sinusoid dan selanjutnya masuk ke dalam sirkulasi darah lagi yang mengakibatkan bakterimia yang kedua kalinya dengan disertai tanda-tanda dan gejala penyakit infeksi sistemik, seperti demam, malaise, mialgia, sakit kepala dan sakit perut. D. )e?ala Klini$ 8ejala klinis demam tifoid pada anak biasanya lebih ringan jika dibanding dengan penderita dewasa. 1asa inkubasi rata-rata &3 B -3 hari. "etelah masa inkubasi maka ditemukan gejala prodromal, yaitu perasaan tidak enak badan, lesu, nyeri kepala, pusing dan tidak bersemangat. .emudian menyusul gejala klinis yang biasa ditemukan, yaitu * a. Demam /ada kasus-kasus yang khas, demam berlangsung % minggu. !ersifat febris remiten dan suhu tidak berapa tinggi. "elama minggu pertama, suhu tubuh berangsur-angsur meningkat setiap hari, biasanya menurun pada pagi hari dan meningkat lagi pada sore dan malam hari. Dalam minggu kedua, penderita terus berada dalam keadaan demam. Dalam minggu ketiga suhu tubuh beraangsur-angsur turun dan normal kembali pada akhir minggu ketiga. b. 8anguan pada saluran pencernaan

-?

/ada mulut terdapat nafas berbau tidak sedap. !ibir kering dan pecah-pecah (ragaden) . ;idah ditutupi selaput putih kotor (coated tongue), ujung dan tepinya kemerahan, jarang disertai tremor. /ada abdomen mungkin ditemukan keadaan perut kembung (meteorismus). 7ati dan limpa membesar disertai nyeri pada perabaan. !iasanya didapatkan konstipasi, akan tetapi mungkin pula normal bahkan dapat terjadi diare. c. 8angguan kesadaran. +mumnya kesadaran penderita menurun walaupun tidak berapa dalam, yaitu apatis sampai somnolen. (arang terjadi sopor, koma atau gelisah. E. 5akt&r'Dakt&r yang Mem/engaruhi 0Determinan) a. Aaktor 7ost 1anusia adalah sebagai reservoir bagi kuman Salmonella thypi. #erjadinya penularan "almonella thypi sebagian besar melalui makanan/minuman yang tercemar oleh kuman yang berasal dari penderita atau carrier yang biasanya keluar bersama dengan tinja atau urine. Dapat juga terjadi trasmisi transplasental dari seorang ibu hamil yang berada dalam bakterimia kepada bayinya./enelitian yang dilakukan oleh 7eru ;aksono (-336) dengan desain case control , mengatakan bahwa kebiasaan jajan di luar mempunyai resiko terkena penyakit demam tifoid pada anak %,= kali lebih besar dibandingkan dengan kebiasaan tidak jajan diluar (92F%,=,) dan anak yang mempunyai kebiasaan tidak mencuci tangan sebelum makan beresiko terkena penyakit demam tifoid -,? lebih besar dibandingkan dengan kebiasaan mencuci tangan sebelum makan (92F-,?). b. Aaktor gent Demam tifoid disebabkan oleh bakteri Salmonella thypi. (umlah kuman yang dapat menimbulkan infeksi adalah sebanyak &3, B &36 kuman yang tertelan melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi. "emakin besar jumlah "almonella thypi yang tertelan, maka semakin pendek masa inkubasi penyakit demam tifoid. c. Aaktor $nvironment Demam tifoid merupakan penyakit infeksi yang dijumpai secara luas di daerah tropis terutama di daerah dengan kualitas sumber air yang tidak memadai dengan standar hygiene dan sanitasi yang rendah. !eberapa hal yang mempercepat

-@

terjadinya penyebaran demam tifoid adalah urbanisasi, kepadatan penduduk, sumber air minum dan standart hygiene industri pengolahan makanan yang masih rendah. 5. Sum#er Penularan 0Re$erE&ir2 /enularan penyakit demam tifoid oleh basil Salmonella typhi ke manusia melalui makanan dan minuman yang telah tercemar oleh feses atau urin dari penderita tifoid.4 da dua sumber penularan Salmonella typhi, yaitu * /enderita Demam #ifoid Eang menjadi sumber utama infeksi adalah manusia yang selalu mengeluarkan mikroorganisme penyebab penyakit, baik ketika ia sedang menderita sakit maupun yang sedang dalam penyembuhan. /ada masa penyembuhan penderita pada umumnya masih mengandung bibit penyakit di dalam kandung empedu dan ginjalnya. .arier Demam #ifoid. /enderita tifoid karier adalah seseorang yang kotorannya (feses atau urin) mengandung Salmonella typhi setelah satu tahun pasca demam tifoid, tanpa disertai gejala klinis. /ada penderita demam tifoid yang telah sembuh setelah - B % bulan masih dapat ditemukan kuman Salmonella typhi di feces atau urin. /enderita ini disebut karier pasca penyembuhan. /ada demam tifoid sumber infeksi dari karier kronis adalah kandung empedu dan ginjal (infeksi kronis, batu atau kelainan anatomi). 9leh karena itu apabila terapi medika-mentosa dengan obat anti tifoid gagal, harus dilakukan operasi untuk menghilangkan batu atau memperbaiki kelainan anatominya. .arier dapat dibagi dalam beberapa jenis. a. Healthy carrier (inapparent) adalah mereka yang dalam sejarahnya tidak pernah menampakkan menderita penyakit tersebut secara klinis akan tetapi mengandung unsur penyebab yang dapat menular pada orang lain, seperti pada penyakit poliomyelitis, hepatitis ! dan meningococcus.

-6

b. Incubatory carrier (masa tunas) adalah mereka yang masih dalam masa tunas, tetapi telah mempunyai potensi untuk menularkan penyakit/ sebagai sumber penularan, seperti pada penyakit cacar air, campak dan pada virus hepatitis. c. Convalescent carrier (baru sembuh klinis) adalah mereka yang baru sembuh dari penyakit menulat tertentu, tetapi masih merupakan sumber penularan penyakit tersebut untuk masa tertentu, yang masa penularannya kemungkinan hanya sampai tiga bulan umpamanya kelompok salmonella, hepatitis ! dan pada dipteri. d. Chronis carrier (menahun) merupakan sumber penularan yang cukup lama seperti pada penyakit tifus abdominalis dan pada hepatitis !. ). K&m/lika$i .omplikasi demam tifoid dapat dibagi atas dua bagian, yaitu * K&m/lika$i Inte$tinal1! a. /erdarahan +sus "ekitar -,H penderita demam tifoid dapat mengalami perdarahan minor yang tidak membutuhkan tranfusi darah. /erdarahan hebat dapat terjadi hingga penderita mengalami syok. "ecara klinis perdarahan akut darurat bedah ditegakkan bila terdapat perdarahan sebanyak , ml/kg!!/jam. b. /erforasi +sus terjadi pada sekitar %H dari penderita yang dirawat. !iasanya timbul pada minggu ketiga namun dapat pula terjadi pada minggu pertama. /enderita demam tifoid dengan perforasi mengeluh nyeri perut yang hebat terutama di daerah kuadran kanan bawah yang kemudian meyebar ke seluruh perut. #anda perforasi lainnya adalah nadi cepat, tekanan darah turun dan bahkan sampai syok. K&m/lika$i Ek$trainte$tinal a. .omplikasi kardiovaskuler * kegagalan sirkulasi perifer (syok, sepsis), miokarditis, trombosis dan tromboflebitis. b. .omplikasi darah * anemia hemolitik, trombositopenia, koaguolasi

intravaskuler diseminata, dan sindrom uremia hemolitik.

%3

c. .omplikasi paru * pneumoni, empiema, dan pleuritis d. .omplikasi hepar dan kandung kemih * hepatitis dan kolelitiasis e. .omplikasi ginjal * glomerulonefritis, pielonefritis, dan perinefritis f. .omplikasi tulang * osteomielitis, periostitis, spondilitis, dan artritis g. .omplikasi neuropsikiatrik * delirium, meningismus, meningitis, polineuritis perifer, psikosis, dan sindrom katatonia. =. PenBegahan Demam TiD&i6 /encegahan dibagi menjadi beberapa tingkatan sesuai dengan perjalanan penyakit, yaitu pencegahan primer, pencegahan sekunder, dan pencegahan tersier. PenBegahan Primer /encegahan primer merupakan upaya untuk mempertahankan orang yang sehat agar tetap sehat atau mencegah orang yang sehat menjadi sakit. /encegahan primer dapat dilakukan dengan cara imunisasi dengan vaksin yang dibuat dari strain Salmonella typhi yang dilemahkan PenBegahan Sekun6er

%&

pencegahan sekunder dapat dilakukan dengan cara mendiagnosa penyakit secara dini dan mengadakan pengobatan yang cepat dan tepat. +ntuk mendiagnosis demam tifoid perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium. mendiagnosis penyakit demam tifoid, yaitu * da % metode untuk

%-

a.Diagnosis klinik.

Diagnosis klinis penyakit ini sering tidak tepat, karena gejala kilinis yang khas pada demam tifoid tidak ditemukan atau gejala yang sama dapat juga ditemukan pada penyakit lain. Diagnosis klinis demam tifoid sering kali terlewatkan karena pada penyakit dengan demam beberapa hari tidak diperkirakan kemungkinan diagnosis demam tifoid.

%%

b. Diagnosis mikrobiologik/pembiakan kuman 1etode diagnosis mikrobiologik adalah metode yang paling spesifik dan lebih dari 63H penderita yang tidak diobati, kultur darahnya positip dalam minggu pertama. 7asil ini menurun drastis setelah pemakaian obat antibiotika, dimana hasil positip menjadi 43H. 1eskipun demikian kultur sum-sum tulang tetap memperlihatkan hasil yang tinggi yaitu 63H positip. /ada minggu-minggu selanjutnya hasil kultur darah menurun, tetapi kultur urin meningkat yaitu @,H dan -,H berturut-turut positip pada minggu ke-% dan ke-4. 9rganisme dalam tinja masih dapat ditemukan selama % bulan dari 63H penderita dan kira-kira %H penderita tetap mengeluarkan kuman "almonella typhi dalam tinjanya untuk jangka waktu yang lama. c.Diagnosis serologik &. +ji :idal +ji :idal adalah suatu reaksi aglutinasi antara antigen dan antibodi (aglutinin). glutinin yang spesifik terhadap Salmonella typhi terdapat dalam serum penderita demam tifoid, pada orang yang pernah tertular Salmonella typhi dan pada orang yang pernah mendapatkan vaksin demam tifoid. ntigen yang digunakan pada uij :idal adlah suspensi Salmonella typhi yang sudah dimatikan dan diolah di laboratorium. #ujuan dari uji :idal adalah untuk menentukan adanya aglutinin dalam serum penderita yang diduga menderita demam tifoid.Dari ketiga aglutinin (aglutinin 9, 7, dan <i), hanya aglutinin 9 dan 7 yang ditentukan titernya untuk diagnosis. "emakin tinggi titer aglutininnya, semakin besar pula kemungkinan didiagnosis sebagai penderita demam tifoid. /ada infeksi yang aktif, titer aglutinin akan meningkat pada pemeriksaan ulang yang dilakukan selang waktu paling sedikit , hari. /eningkatan titer aglutinin empat kali lipat selama - sampai % minggu memastikan diagnosis demam tifoid. 0nterpretasi hasil uji :idal adalah sebagai berikut * a. #iter 9 yang tinggi ( I &=3) menunjukkan adanya infeksi akut b. #iter 7 yang tinggi ( I &=3) menunjukkan telah mendapat imunisasi atau pernah menderita infeksi c. #iter antibodi yang tinggi terhadap antigen <i terjadi pada carrier.

%4

!eberapa faktor yang mempengaruhi uji :idal antara lain * &. Aaktor-faktor yang berhubungan dengan /enderita a. .eadaan umum giGi penderita 8iGi buruk dapat menghambat pembentukan antibodi. b. :aktu pemeriksaan selama perjalanan penyakit glutinin baru dijumnpai dalam darah setelah penderita mengalami sakit selama satu minggu dan mencapai puncaknya pada minggu kelima atau keenam sakit. c. /engobatan dini dengan antibiotik /emberian antibiotik dengan obat antimikroba dapat menghambat pembentukan antibodi. d. /enyakit-penyakit tertentu /ada beberapa penyakit yang menyertai demam tifoid tidak terjadi pembentukan antibodi, misalnya pada penderita leukemia dan karsinoma lanjut. e. /emakaian obat imunosupresif atau kortikosteroid dapat menghambat pembentukan antibodi. f. <aksinasi . /ada orang yang divaksinasi demam tifoid, titer aglutinin 9 dan 7 meningkat. glutinin 9 biasanya menghilang setelah = bulan sampai & tahun, sedangkan titer aglutinin 7 menurun perlahan-lahan selama & atau - tahun. 9leh karena itu titer aglutinin 7 pada seseorang yang pernah divaksinasi kurang mempunyai nilai diagnostik. g. 0nfeksi klinis atau subklinis oleh "almonella sebelumnya .eadaan ini dapat menyebabkan uji :idal positif, walaupun titer aglutininnya rendah. Di daerah endemik demam tifoid dapat dijumpai aglutinin pada orangorang yang sehat. PenBegahan Ter$ier /encegahan tersier adalah upaya yang dilakukan untuk mengurangi keparahan akibat komplikasi. pabila telah dinyatakan sembuh dari penyakit demam tifoid sebaiknya tetap menerapkan pola hidup sehat, sehingga imunitas tubuh tetap terjaga dan dapat terhindar dari infeksi ulang demam tifoid. /ada penderita demam tifoid yang carier perlu dilakukan pemerikasaan laboratorium pasca penyembuhan untuk mengetahui kuman masih ada atau tidak.

%,

2. DEMAM DEN)UE A. DE5INISI Demam dengue/DA dan demam berdarah dengue/D!D (dengue haemorrhagic fever/D7A) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dengan manifestasi klinis demam, nyeri otot dan/atau nyeri sendi yang disertai lekopenia, ruam, limfadenopati, trombositopeniadan diathesis hemoragik. /ada D!D terjadi perembesan plasma yang ditandai oleh hemokonsentrasi (peningkatan hematokrit) atau penumpukan cairan di rongga tubuh. "indrom renjatan dengue (dengue shock syndrome) adalah demam berdarah dengue yang ditandai oleh renjatan/syok.

B. PENCEBAB Demam Dengue (DD) dan Demam !erdarah Dengue (D!D) disebabkan oleh virus denguen yang termasuk kelompok ! rthtropod !orne <irus

( rbovirus) yang sekarang dikenal sebagai genus Alavivirus, famili Alaviviridae, dan mempunyai 4 jenis serotipe, yaitu * D$)-&, D$)--, D$)-%, D$)-4. "erotipe virus dengue (D$)-&, D$)--, D$)-% dan D$)-4) secara antigenik sangat mirip satu dengan lainnya, tetapi tidak dapat menghasilkan proteksi silang yang lengkap setelah terinfeksi oleh salah satu tipe. .eempat serotipe virus dapat ditemukan di berbagai daerah di 0ndonesia. "erotipe D$)-% merupakan serotipe yang dominan dan diasumsikan banyak yang menunjukkan manifestasi klinik yang berat.

%=

8ambar &.& <irus Dengue dengan #$1 micrograph .lasifikasi <irus 8roup*8roup 0< ((>)ss2) ) Aamily*Alaviviridae 8enus*Alavivirus "pecies*Dengue virus ;. <EKT@R <irus dengue ditularkan kepada manusia terutama melalui gigitan nyamuk edes aegypti. "elain itu dapat juga ditularkan oleh nyamuk edes polynesiensis dan beberapa spesies lain yang edes aegypti hidup di edes albopictus,

merupakan vektor yang kurang berperan. )yamuk

daerah tropis dan subtropis dengan suhu -@-%-9' dan kelembaban yang tinggi serta tidak dapat hidup di ketinggian &333 m. <ektor utama untuk arbovirus bersifat multiple bitter, antropofilik, dapat hidup di alam bebas, terbang siang hari (jam 3@.33-&3.33 dan &4.33-&=.33), jarak terbang &33 m B & km, dan ditularkan oleh nyamuk betina yang terinfeksi. D. ;ARA PENU8ARAN <irus yang ada di kelenjar ludah nyamuk ditularkan ke manusia melalui gigitan. .emudian virus bereplikasi di dalam tubuh manusia pada organ targetnya seperti makrofag, monosit, dan sel .uppfer kemudian menginfeksi sel-sel darah putih dan jaringan limfatik. <irus dilepaskan

%?

dan bersirkulasi dalam darah. Di tubuh manusia virus memerlukan waktu masa tunas intrinsik 4-= hari sebelum menimbulkan penyakit. )yamuk kedua akan menghisap virus yang ada di darah manusia. .emudian virus bereplikasi di usus dan organ lain yang selanjutnya akan menginfeksi kelenjar ludah nyamuk. <irus bereplikasi dalam kelenjar ludah nyamuk untuk selanjutnya siap-siap ditularkan kembali kepada manusia lainnya. /eriode ini disebut masa tunas ekstrinsik yaitu @-&3 hari. "ekali virus dapat masuk dan berkembangbiak dalam tubuh nyamuk, nyamuk tersebut akan dapat menularkan virus selama hidupnya (infektif). E. PAT@)ENESA <irus merupakan mikroorganisme yang hanya dapat hidup di dalam sel hidup. 1aka demi kelangsungan hidupnya virus harus

bersaing dengan sel manusia sebagai penjamu terutama dalam mencukupi kebutuhan akan protein. !eberapa faktor resiko yang dilaporkan pada infeksi virus dengue antara lain serotipe virus, antibodi dengue yang telah ada oleh karena infeksi sebelumnya atau antibodimaternal pada bayi, genetic penjamu, usia penjamu, resiko tinggi pada infeksi sekunder, dan resikotinggi bila tinggal di tempat dengan - atau lebih serotipe yang bersirkulasi tinggi secara simultan. da beberapa patogenesis yang dianut pada infeksi virus dengue yaitu hipotesis infeksi sekunder (teori secondary heterologous infection), teori virulensi, dan hipotesis antibody dependent enhancement ( D$). 7ipotesis infeksi sekunder menyatakan secara tidak langsung bahwa pasien yang mengalami infeksi yang kedua kalinya dengan serotipe virus dengue yang heterolog mempunyai resiko berat yang lebih besar untuk menderita D!D/berat. ntibodi heterolog yang ada tidak akan sehingga virus akan bebas

menetralisasi virus dalam tubuh

berkembangbiak dalam sel makrofag. 7ipotesis antibody dependent enhancement ( D$) adalah suatu proses dimana antibodi nonnetralisasi

%@

yang terbentuk pada infeksi primer akan membentuk kompleks antigenantibodi dengan antigen pada infeksi kedua yang serotipenya heterolog. .ompleks antigen-antibodi ini akan meningkatkan ambilan virus yang lebih banyak lagi yang kemudian akan berikatan dengan Ac reseptor dari membran sel monosit. #eori virulensi menurut 2ussel, &663,

mengatakan bahwa D!D berat terjadi pada infeksi primer dan bayi usia J & tahun, serotipe D$)-% akan menimbulkan manifestasi klinis yang berat dan fatal, dan serotipe D$)-- dapat menyebabkan syok. 7al-hal diatas menyimpulkan bahwa virulensi virus turut berperan dalam menimbulkan manifestasi klinis yang berat. /atogenesis terjadinya syok berdasarkan hipotesis infeksi

sekunder yang dirumuskan oleh "uvatte tahun &6??. "ebagai akibat infeksi sekuder oleh tipe virus dengue yang beralinan pada seorang pasien, respon antibody anamnestik yang akan terjadi dalam waktu beberapa hari mengakibatkan proliferasi dan transformasi limfosit dengan menghasilkan titer antibody 0g8 anti dengue. Disamping itu, replikasi virus dengue terjadi juga dalam limfosit yang bertransformasi dengan akibat etrdapatnya virus dalam jumlah banyak. 7al ini akan mengakibatkan terbentuknya kompleks antigen-antibodi yang selanjutnya akan mengakibatkan aktivasi system komplemen. /elepasan '%a dan ',a akibat aktivasi '% dan ', menyebabkan peningkatan permeabilitas dinding pembuluh darah dan merembesnya plasma dari ruang intravascular ke ruang ekstravaskular. /erembesan plasma ini terbeukti dengan adanya peningkatan kadar hematokrit, penurunan kadar natrium, dan terdapatnya cairan di dalam rongga serosa (efusi pleura, asites). "yok yang tidak ditanggulangi secara adekuat akan menimbulkan asidosis dan anoksia yang dapat berakhir dengan kematian. .ompleks antigen-antibodi selain mengaktivasi komplemen

dapat juga menyebabkan agregasi trombosit dan mengaktivasi sistem

%6

koagulasi melalui kerusakan sel endotel pembuluh darah.

gregasi

trombosit terjadi sebagai akibat dari perlekatan kompleks antigen-antibodi pada membran trombosit mengakibatkan pengeluaran difosfat) sehingga trombosit melekat satu sama lain. D/ (adenosine danya trombus

ini akan dihancurkan oleh 2$" (retikuloendotelial system) sehingga terjadi trombositopenia. gregasi trombosit juga menyebabkan koagulasi AD/

pengeluaran platelet faktor 000 intravskular deseminata

mengakibatkan terjadinya

yang ditandai

dengan peningkatan

(fibrinogen degradation product) sehingga terjadi penurunan factor pembekuan. gregasi trombosit juga mengakibatkan gangguan fungsi

trombosit sehingga walaupun jumlah trombosit masih cukup banyak, tidak berfunsgi baik. Di sisi lain aktivasi koagulasi akan menyebabkan aktivasi faktor 7ageman sehingga terjadi aktivasi kinin sehingga memacu peningkatan permeabilitas kapiler yang dapat mempercepat terjadinya syok. (adi perdarahan massif pada D!D disebabkan oleh trombositopenia,penurunan factor pembekuan (akibat koagulasi

intravascular deseminata), kelainan fungsi trombosit, dan kerusakan dinding endotel kapiler. yang terjadi. 5. DIA)N@SA khirnya perdarahan akan memperberat syok

43

&.

Demam Dengue (DD) #anda dan 8ejala 1asa inkubasi 4-= hari (rentang %-&4 hari). "etelahnya akan timbul gejala prodromal yang tidak khas seperti nyeri kepala, nyeri tulang belakang, dan perasaan lelah. #anda khas dari DD ialah peningkatan suhu mendadak (suhu pada umumnya antara %6-433', bersifat bifasik, menetap antara ,-? hari), kadang disertai menggigil, nyeri kepala, muka kemerahan. Dalam -4 jam terasa nyeri retroorbita terutama pada pergerakan mata atau bila bola mata ditekan, fotofobia, dan nyeri otot serta sendi. /ada awal fase demam terdapat ruam yang tampak di muka, leher, dada. khir fase demam (hari ke-% atau ke-4) ruam berbentuk makulopapular atau skarlatina. /ada fase konvalesens suhu turun dan timbul petekie yang emnyeluruh pada kaki dan tangan. /erdarahan kulit terbanyak adalah uji turniket positif dengan atau tanpa petekie. ;aboratoris Aase akut (awal demam) akan dijumpai jumlah lekukosit yang normal kemudian menjadi leukopenia selama fase demam. (umlah trombosit pada umumnya normal demikian pula semua faktor pembekuan.#etapi saat epidemi dapat dijumpai trombositopenia. "erum biokimia pada umumnya normal namun enGim hati dapat meningkat. Diagnosis !anding

4&

0nfeksi virus chkungunya, demam tifoid, leptospirosis dan malaria. -. Demam berdarah dengue 8ejala .linis #erdapat 4 sindroma klinis dengue* K Demam biasa K Demam dengue klasik K Demam berdarah dengue (D7A) K "indroma syok dengue (D"", Dengue "hock "yndrome). Demam biasa merupakan manifestasi yang paling sering ditemukan pada dengue. "uatu penelitian prospektif di !angkok melaporkan bahwa 63 dari &3% (@?H) siswa yang terinfeksi oleh virus dengue menunjukkan gejala yang minimal atau bahkan tanpa gejala, dan hanya absen sekolah selama & hari. ). Penatalak$anaan /enatalaksanaan* tidak ada terapi yang spesifik untuk demam dengue, prinsip utama adalah terapi suportif. /emeliharaan volume cairan sirkulasi merupakan tindakan yang paling penting dalam penanganan kasus demam dengue. supan cairan pasien harus tetap dijaga terutama cairan oral.

BAB <I KESIMPU8AN DAN SARAN A. KESIMPU8AN =@8ISTIK Diagnosis 7olistik n. 1", = tahun dalam nuclear family dengan diagnosis demam tifoid, demam dengue dan bronkopneumonia. .eluarga

4-

harmonis dan saling memperhatikan. keluarga kurang aktif sebagai anggota masyarakat. Bi&l&gi$ Demam tifoid, demam dengue dan bronkopneumonia P$ik&l&gi$ /erhatian orangtua terhadap n.1" cukup S&$ial Ek&n&mi 6an Bu6aya .eluarga n.1" kurang aktif dalam masyarakat. $konomi keluarga baik. B. SARAN K@MPRE=ENSI5 .eluarga perlu mengetahui tentang penyakit kejang dan bronkopneumonia &. /romotif /erlu diberikan penjelasan terutama pada ibu pasien mengenai demam tifoid, demam dengue,dan bronkokopneumonia tentang cara penanganan awalnya dan komplikasinya. $dukasi keluarga untuk hidup bersih dan memperhatikan kebersihan makanan yang akan dikonsumsi. -. /reventif - 1encegah pasien agar tidak sampai demam, dan menjaga kebersihan diri, tempat tinggal, dan lingkungan - 7indari anak dari paparan asap rokok, debu, karena dapat memperberat penyakitnya. - 7indari anak dari orang yang menderita batuk lama (I& bulan). - 1embersihkan rumah dari jentik-jentik nyamuk dan melakukakan penyemprotan rumah dengan obat nyamuk atau menggunakan lotion anti nyamuk pada siang hari, serta selalu menjaga kerapian ruangan agar tidak menjadi sarang nyamuk. %. .uratif #eratur minum obat yang telah diberikan

4%

4. 2ehabilitatif !eri perhatian dan kasih sayang pada anak,perhatikan kualitas makan anak, banyak istirahat dan makan makanan bergiGi.

44

DA5TAR PUSTAKA !rusch (;. #yphoid Aever. www.emedicine.com last update (uly -4th -33= ( diakses tanggal &= Desember -3&3). !ehrman, .liegman, rvin. )elson. -333.0lmu .esehatan nak, $disi &,. (akarta * $8'. /ohan, 7erdiman. dan .hie 'hen. Diagnosis dan #erapi 'airan pada Demam !erdarah Dengue. -336. 1edicinus* 1edical (ournal of /harmaceutical Development and 1edical pplicationL <ol.-)o.&L hlm %-?. http*//library.usu.ac.id/download/fkm/fkm-hiswani6.pdf . . http*//www.geocities.com/trisaktigeology@4/DemamM!erdarahMDengue.pdf. "taf pengajar A. +0. 0nfeksi <irus* Dengue. -33,. !uku .uliah 0lmu /enyakit Dalam (ilid %. (akarta* !agian 0lmu /enyakit Dalam A. +0L hlm &?36-&?&%. "taf pengajar Ak +0. -33,.0nfeksi #ropik* Demam Dengue. $disi .etiga. .apita "elekta .edokteran (ilid 00. (akarta* !agian 0lmu /enyakit Dalam A. +0L hlm 4-@-4%%. :79.&666.Dengue 7aemorragic Aever * Diagnosis, treatment, preventif and control. 8eneva. Darmowandowo.:, AauGi.1.-3&&.0dentifikasi (enis 0nfeksi /rimer Dan "ekunder 1elalui #ahapan 2asio 0gm/0gg /ada /enderita Demam !erdarah Dengue"urabaya* #ropical Disease 'enter +nair nonim, -3&3,NDiagnosa #erbaik Demam #ifoidN, "emijurnal Aarmasi O .edokteran $tichal Digest, ?, (@)* -6-%% nwar, 7., "udarso., .uslan., 2usmiati., #anudjaja, 2., .armini, 1., 1arlina, )., "anropie, D., /arawidjaja, #., -334, "anitasi 1akanan Dan 1inuman /ada 0nstalansi /endidikan #enaga "anitasi, Depkes 20, (akarta. piwathnasorn, '., <ilainerun, D., :atson, '., !arnes, ., Desmarchelier, /.1., hmad, D., (ohari, 1.2., &664, $valuation 9f #he "afety 9f Domestic Aood /reparation 0n 1alaysia * www.ncbi.nlm.nih.gov diambil pada tanggal -% pril -3&3, Eogyakarta. stuti, D.:., -33?, Aaktor-Aaktor Eang !erhubungan #erhadap .ejadian Demam

4,

#ifoid /ada

nak 2awat 0nap Di 2umah "akit Dr. 0skak #ulungagung, (awa #imur #ahun -33=, #esis, /ascasarjana, +niversitas irlangga, "urabaya. "taf /engajar 0lmu .esehatan nak, !uku .uliah kesehatan nak, (ilid %, bagian .esehatan nak Aakultas .edokteran +niversitas 0ndonesia, (akarta &66? 1ansjoer , :ardhani :0, .apita "elekta .edokteran, $disi %, (ilid -, /enerbit 1edia esculapius A. +0, (akarta -333

!agian 0lmu .esehatan nak, "tandard /elayanan 1edik Aakultas .edokteran +niversitas "umatra +tara / 2umah "akit 7. dam 1alik,1edan &66, 1. 2achman, 1.#. Darddjat, "egi-segi /raktis 0lmu .esehatan nak, $disi -, .elompok 1inat /enulisan 0lmiah .edokteran Aakultas .edokteran +niversitas 0ndonesia, (akarta &6@=

4=