Anda di halaman 1dari 11

PENDAHULUAN MKA

-DEFINISI, PENGERTIAN DAN BATASAN


-PENTINGNYA MEMPELAJARI MKA -PARAMETER DAN VARIABEL KUALITAS AIR UNTUK BUDIDAYA PERIKANAN

KULIAH MKA KE I SUMINTO, IR,MSc,Ph.D.

Pengertian, Difinisi, dan Batasan


Pengertian Manajemen Kualitas Air
Managemen : POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) Kualitas Air : Nilai dari sifat-sifat air baik dilihat sebagai air murni maupun air alami yg dapat dan atau tidak dapat dimanfaatkan untuk suatu hidup dan kehidupan. Kualitas Air untuk oganisme budidaya adalah nilai sifat-sifat air yg dapat dimanfaatkan untuk hidup dan kehidupan organisme budidaya secara layak.

lanjutan
Manajemen Kualitas Air adalah suatu kegiatan pengelolaan air untuk melaksanakan proses yg terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengontrolan/evaluasi dari kualitas air agar dapat dimanfaatkan sesuai dengan kepentingan/keperuntukannya. Apabila air diperuntukkan bagi kepentingan budidaya perikanan (ikan dan makanan ikan), maka pengelolaan air tersebut agar kualitas airnya dapat mendukung kelayakan hidup dan kehidupan kultivan budidaya baik ikan atau makanan ikan.

PENTINGNYA MEMPELAJARI MANAJEMEN KUALITAS AIR


Proses fotosintesa yang terjadi di perairan Penggambaran suatu reaksi kimiawi dari transfer energi panas dari intensitas cahaya matahari dirubah menjadi energi biomassa dalam bentuk organik hidup dan hasil oksigen. Proses ini merupakan reaksi kimia secara sederhana yg digambarkan melalui reaksi sejumlah nutrien anorganik dengan air dan karbon dioksida untuk pertumbuhan tumbuhan air, baik mikro maupun makroalgae

lanjutan
Anorganik tersebut bersifat nutrien makromikro nutrien dan mineral termasuk vitamin. Anorganik itu misalnya dari unsur-unsur dari Nitrogen (N), fosfor (P), sulfur (S), potasium (K), calsium (Ca), Magnesium (Mg), Besi (Fe), mangan (Mn), zeng (Zn), cuprum (Cu), dan beberapa unsur kation dan anion lainnya. Tumbuhan mikro dan makro juga akan melakukan proses respirasi yang membutuhkan oksigen terlarut (O2) dalam air dan menghasilkan karbon dioksida (CO2)

lanjutan
Apabila mikro-makro algae dan tumbuhan air produksinya tinggi di suatu perairan akan terjadi produksi oksigen terlarut yg tinggi di siang hari dan memproduksi karbon dioksida pada malam dan pagi hari serta menggunakan oksigen yg terlarut. Pentingnya mempelajari proses Food Chain dan Food Web didalam suatu ekosistem perairan, agar dapat mengetahui mekanisme dan faktor-faktor yg mempengaruhi dan yg dipengaruhi agar pengelolaan kualitas air lebih prediktabel maupun penghitungan dan model yg dapat mendukung kehidupan kultivan yg akan diusahakan utk budidaya perikanan.

PARAMETER DAN VARIABEL


Sifat-sifat air ditunjukkan dari parameter kualitas airnya Parameter kualitas air yg bersifat fisikawi, kimiawi, dan biologis Parameter kualitas fisika air terdiri dari : 1. Warna air 5. Intensitas cahaya 2. Viskositas air 6. Suhu air 3. Kecerahan air 7. MPT 4. Kekeruhan air 8. Sedimentasi rate

lanjutan
Parameter Kualitas Kimia Air 1. Oksigen terlarut 2. Karbon Dioksida Bebas 3. pH 4. Alkalinitas 5. Kesadahan 6. NH3 (ammoniak tdk terionisasi) 7. NH4 (ammoniak terionisasi) 8. NO2 (Nitrit)

lanjutan
9. NO3 (Nitrat) 10. H2S (Asam sulfida) 11. P2O5 / PO4 (Ortofosfat) 12. Organik, COD, BOD, logam berat Parameter Biologi Air 1. Kelimpahan Mikroalgae/Fitoplankton, Zooplankton, Makro-benthos, dan Ikan 2. Keragaman dan Keseragaman pada ad 1. 3. Kelimpahan Fito-Zooplankton dan mikroorganisme bersifat patogenik.

HUBUNGAN ANTAR VARIABEL KUALITAS AIR


Variabel-variabel kualitas fisikawi, kimiawi, dan biologis didalam suatu ekosistem perairan tawar (danau, waduk, cek dum, rawa, embung, sungai) akan terjadi proses-proses reaksi oksidasi dan reduksi, metabolisme ekosistem, dan produktivitas serta produksi baik bersifat biologis maupun produksi penyuburan. Terjadinya proses produksi dan produktivitas akan mempengaruhi ekosistem sehingga akan terjadi perubahan kualitas air dari yg belum stabil menjadi kesetabilan atau sebaliknya, apalagi ada input/masukan dari eksternal/exogenous, sehingga suatu ekosistem perairan perlu dikelola agar dapat mendukung hidup dan kehidupan kultivan ikan dan makanannya