Anda di halaman 1dari 11

BAB I PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Ojek atau ojeg adalah transportasi umum informal di Indonesia yang berupa sepeda motor atau sepeda, namun lebih lazim berupa sepeda motor. Disebut informal karena keberadaannya tidak diakui pemerintah dan tidak ada izin untuk pengoperasiannya. Penumpang biasanya satu orang namun kadang bisa berdua. Dengan harga yang ditentukan dengan ta ar mena ar dengan sopirnya dahulu setelah itu sang sopir akan mengantar ke tujuan yang diinginkan penumpangnya. Ojek memrupakan satu moda transportasi yang !ukup diminati juga banyak dipakai oleh masyarakat"masyarakat yang ada di kota"kota besar di Indonesia termasuk juga kota seperti Palembang. #dapun selain menggunakan sepeda motor, ada juga ojek yang menggunakan sepeda. Ojek sepeda jarang sekali ditemukan namun di $akarta yaitu di %ota &ua dan &anjung Priok masih banyak ojek sepeda yang beroperasi alaupun hanya berjarak pendek, biasanya ojek sepeda sendiri adalah angkutan yang digunakan oleh turis yang datang. $ika dibandingkan dengan $akarta yang masih mempunyai ojek sepeda alaupun dalam jumlah yang sedikit, di Palembang sudah sama sekali tidak ada ojek sepeda yang beroperasi. 'ukup banyak alasan orang untuk memakai angkutan ojek yang biasanya tersedia di lorong"lorong yang !ukup jauh dengan jalan raya. (alah satunya adalah karena biaya yang dikeluarkan untuk menggunakan angkutan ojek lebih murah daripada menggunakan taksi. (elain itu, ojek bisa menjangkau tempat"tempat yang berupa lorong"lorong ke!il, sehingga lebih efisien dalam sampai ke tempat yang ingin dituju. #dapun jika dibandingkan dengan be!ak yang keberadaannya lebih mudah di!ari di kota Palembang ini, ojek mempunyai ke!epatan yang jauh lebih !epat jika dibandingkan dengan angkutan be!ak, karena ojek menggunakan mesin motor sebagai tenaga penggerak sedangkan be!ak hanya menggunakan tenaga manusia. (elain itu, tersedianya ojek di kota"kota besar seperti Palembang sudah sangat banyak dan sangat mudah ditemukan. (eperti yang dijelaskan di atas, ojek adalah angkutan yang informal di Indonesia dan juga tidak diakui oleh pemerintah. &etapi, di negara"negara lain seperti &hailand, India, dan negara"negara lain ojek adalah angkutan umum yang resmi dan diakui oleh pemerintah juga dibiayai oleh pemerintah dalam pengoprasiannya. Oleh karena itu, penyusun makalah ini juga akan men!oba untuk membandingkan ojek yang ada di Indonesia dengan ojek yang ada di negara"negara lain seperti &hailand dan juga India. Penyedia jasa ojek pun beragam umurnya, menurut pengamatan kami yang ada di lapangan, rata"rata usia tukang ojek adalah )*"+*

tahunan, tetapi ada juga yang berumur ,*")* tahun. Biasanya penyedia jasa ojek atau yang biasa disebut dengan tukang ojek sudah berkeluarga, karena sedikitnya lapangan pekerjaan yang ada, mereka memilih pekerjaan alternatif sebagai tukang ojek. Di sini penulis akan memaparkan tentang perbedaan ojek di Indonesia dan negara lain, juga keluhan dan kebutuhan yang diharapkan oleh tukang ojek. ,. -umusan .asalah #pa perbedaan ojek di Indonesia dan juga di negara lain/ #pa saja yang menjadi keluhan dan harapan tukang ojek yang ada di Palembang/

). &ujuan Penelitian .enjelaskan kepada pemba!a mengenai angkutan ojek di kota Palembang .emaparkan keluhan tukang ojek yang ada di kota Palembang

+. .anfaat Penelitian .enambah pengetahuan mahasis a tentang mode angkutan alternatif yang ada di kota Palembang, juga memberi tahu bagaimana sistem transportasi ojek ini berjalan. (elain itu, pemba!a juga menambah a asan baru dengan mendapatkan perbandingan antara angkutan ojek di kota Palembang dengan angkutan ojek yang ada di negara lain.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


,.1 Pengertian #ngkutan 0mum #ngkutan umum merupakan sarana angkutan untuk masyarakat ke!il dan menengah supaya dapat melaksanakan kegiatannya sesuai dengan tugas dan fungsinya dalam masyarakat. Pengguna angkutan umum ini ber1ariasi, mulai dari buruh, ibu rumah tangga, mahasis a, pelajar, dan lain"lain.. #ngkutan umum, khususnya angkutan orang yang diatur dalam %eputusan .enteri Perhubungan 2omor %. 34 &ahun 155) yang telah diperbaharui menjadi %eputusan .enteri Perhubungan 2omor %. 4+ &ahun 1555 tentang Penyelenggaraan #ngkutan Orang di $alan Dengan %endaraan 0mum dan %eputusan .enteri Perhubungan 2omor %. )6 &ahun ,**) tentang Penyelenggaraan #ngkutan Orang di $alan, se!ara struktural dipisahkan dalam tiga kepentingan yaitu kepentingan pengguna jasa 7masyarakat8, penyedia jasa 7operator angkutan8 dan pemerintah 7regulator8. 2amun definisi yang ditetapkan dalam ketentuan hukumnya memperlihatkan keberpihakan kepada operator dengan profit"oriented"nya yaitu 9 :angkutan yang dipergunakan oleh umum dengan dipungut bayaran;. %ehadiran Organda sebagai adah operator angkutan belum mampu menunjukan kinerja yang baik, bahkan !enderung bertindak sebagai regulator. %edepan, Organda dituntut untuk lebih kreatif dan ino1atif dalam mengelola perusahaan se!ara lebih efisien. %reati1itas dan ino1asi tersebut dapat dimulai dengan lebih kritis terhadap setiap kebijakan pemerintah yang mengatur angkutan umum di jalan dan permintaan pasar. Pengertian angkutan dalam %eputusan .enteri Perhubungan 2o. %..)6 tahun ,**) tentang Penyelenggaraan #ngkutan Orang di $alan dengan %endaraan 0mum adalah angkutan dari pemindahan orang dan<atau barang dari satu tempat ke tempat lain dengan menggunakan kendaraan. 0ndang"0ndang 2o. 1+ tahun 155, tentang Lalu Lintas dan #ngkutan $alan pengertiannya adalah setiap kendaraan bermotor yang disediakan untuk digunakan oleh umum dengan dipungut bayaran. (edangkan didalam Peraturan Pemerintah -epublik Indonesia 2omor +1 tahun 155) menyebutkan bah a, definisi dari angkutan umum adalah pemindahan orang dan<atau barang dari suatu tempat ke tempat lain dengan menggunakan kendaraan bermotor yang disediakan untuk dipergunakan untuk umum dengan dipungut bayaran. %eputusan .enteri Perhubungan 2o. %..)6 tahun ,**) tentang Penyelenggaraan #ngkutan Orang di $alan dengan %endaraan 0mum definisinya adalah setiap kendaraan bermotor yang disediakan untuk dipergunakan oleh umum dengan dipungut bayaran baik langsung maupun tidak langsung.

%endaraan

bermotor yang digunakan

untuk angkutan orang dan<atau

barang

yang

disediakan untuk umum dengan dipungut bayaran baik dalam trayek atau tidak dalam trayek, dengan menggunakan tanda nomor kendaraan dengan dasar kuning dan tulisan hitam definisi ini adalah definisi yang kami dapatkan dari PP2 atau Pajak Pertambahan 2ilai. #dapun definisi lain yang kami dapat, menyatakan bah a angkutan umum penumpang adalah angkutan penumpang yang dilakukan dengan sistem se a atau membayar. $uga dikatakan bah a yang termasuk dalam pengertian angkutan umum penumpang adalah angkutan kota 7 bus, minibus, dsb8, kereta api, angkutan air, dan angkutan udara. %eberadaan angkutan umum bertujuan untuk menyelenggarakan angkutan yang baik dan layak bagi masyarakat. 0kuran pelayanan yang baik adalah pelayanan yang aman, nyaman, !epat dan murah. Pada umumnya sebagian besar masyarakat sangat tergantung dengan angkutan umum bagi pemenuhan kebutuhan mobilitasnya, karena sebagian besar masyarakat tingkat ekonominya masih tergolong lemah atau sebagian besar tidak memiliki kendaraan pribadi. Banyaknya kelompok yang masih tergantung dengan angkutan umum ini nampaknya tidak diimbangi dengan penyediaan angkutan umum yang memadai, terutama ditinjau dari kapasitas angkut. #kibatnya hampir semua angkutan umum yang tersedia terisi penuh sesak oleh penumpang. =al ini menyebabkan para penumpang berusaha memilih alternatif angkutan umum lainnya yang dirasa lebih nyaman, efektif dan efisien meskipun dengan biaya yang !ukup besar. ,., Pengertian #ngkutan Ojek #ngkutan ojek merupakan salah satu sarana angkutan umum dengan sistem paratransit. #pabila dilihat dari pengertiannya, ada beberapa makna mengenai angkutan tersebut. .enurut %amus 0mum Bahasa Indonesia mengartikan ojek sebagai sepeda motor yang dibuat menjadi kendaraan umum yang dibon!engi penumpang ke tempat yang ditujunya. &etapi menurut %amus Bahasa Indonesia 715518 karangan Drs. Peter (alim dan >enny (alim, menyebutkan bah a ojek adalah sepeda atau sepeda motor yang dise akan dengan !ara membon!engkan penye anya. Dalam artian se!ara umum dapat disimpulkan, bah a ojek merupakan sebuah sepeda motor sebagai kendaraan bermotor roda dua atau tiga tanpa rumah"rumah baik dengan atau tanpa kereta samping yang dipergunakan sebagai sarana angkutan umum. .enurut sejarahnya ojek sebagai angkutan alternatif penduduk di daerah pedalaman yang belum terjangkau oleh sarana angkutan umum.

0ntuk itu angkutan ojek mempunyai karakteristik sebagai berikut 9 mampu melayani pada saat diperlukan khususnya pada malam hari, karena sifat pelayanannya sebagai pengganti terhadap kendaraan resmi yang sudah selesai efisien, jenis kendaraan ini menggunakan tekologi sederhana, in1estasi murah, pera atan mudah dan !ara pengoperasiannya sederhana daya jelajahnya !ukup tinggi? daya angkut rendah, yakni konstruksi jenis kendaraan ini diran!ang sedemikian rupa sehingga hanya dapat mengangkut muatan yang sangat terbatas yaitu satu orang saja atau barang yang tidak begitu berat. #ngkutan ojek merupakan angkutan umum ilegal, karena se!ara nyata angkutan ini tidak termasuk sebagai bagian dari sarana angkutan umum yang diakui keberadaannya oleh peraturan perundang"undangan. =al ini dapat dilihat dengan jelas pada PP 2o. +1 tahun 155) pasal + dikatakan bah a pengangkutan orang dengan kendaraan umum dilakukan dengan menggunakan mobil bus atau mobil penumpang, jadi legalitas hanya diberikan kepada mobil bus atau mobil penumpang. $aminan keamanan dan keselamatan sampai dengan saat ini untuk angkutan ojek juga belum ada kepastiannya. Lain halnya dengan angkutan umum jenis lainnya yang sudah dapat legalitas hukum, sehingga bila mendapat ke!elakaan, maka jaminan berupa santunan asuransi ke!elakaan dapat segera diterima.#ngkutan ojek merupakan salah satu sarana angkutan umum dengan sistem paratransit. #pabila dilihat dari pengertiannya, ada beberapa makna mengenai angkutan tersebut. .enurut %amus 0mum Bahasa Indonesia 7155+8 karangan >us Badudu dan @ain, mengartikan ojek sebagai sepeda motor yang dibuat menjadi kendaraan umum yang dibon!engi penumpang ke tempat yang ditujunya. &etapi menurut %amus Bahasa Indonesia 715518 karangan Drs. Peter (alim dan >enny (alim, menyebutkan bah a ojek adalah sepeda atau sepeda motor yang dise akan dengan !ara membon!engkan penye anya. Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan bah a memang ojek bukan merupakan kendaraan umum resmi di Indonesia. %arena masih tidak memiliki peraturan resmi dari pemerintah setempat. (elain itu, di Indonesia ojek juga masih tidak terjamin perangkat keselamatannya karena helm yang digunakan jarang memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Belum lagi kondisi motor yang dipakai oleh tukang ojek biasanya dalam keadaan yang memprihatinkan dan sudah tidak begitu layak lagi untuk dipakai. aktu beroperasinya

BAB III PEMBAHASAN


3.1 Perbandingan Ojek di Indone ia dengan Ojek di Negara Lain $ika dibandingkan dalam jumlahnya yang ada di suatu negara, kemungkinan Indonesia adalah negara yang paling banyak mempunyai angkutan alternatif yang bernama ojek ini. %arena jalan"jalan yang ada di Indonesia belum tertata rapi dan masih banyak jalan yang tidak bisa dile ati oleh angkutan umum yang resmi. Oleh karena itu, bisa dibilang Ojek adalah satu" satunya pilihan karena daya jelajahnya yang !ukup besar jika dibandingkan dengan angkutan umum lain seperti bus ataupun angkutan lain yang ada di Indonesia. Aalaupun ojek terbatas dalam jumlah penumpang jika dibandingkan dengan taksi. Ojek tetap menjadi salah satu pilihan yang utama, karena ongkos dari ojek jauh lebih murah daripada ongkos taksi yang merupakan angkutan penumpang yang resmi di Indonesia juga di kota Palembang. Ojek :taksi sepeda motor ; mulai mun!ul di Palembang pada tahun 155B. Ojek merupakan alternati1e moda layanan yang dimulai dari inisiatif orang"orang untuk memberikan pilihan transportasi dari jalan utama ke kompleks perumahan. &idak ada ijin pemerintah atau kendali atas ojek. (e!ara hukum semua penumpang sepeda motor harus mengenakan helm, jadi tukang ojek harus memiliki helm !adangan untuk penumpang. Ojek !enderung berkumpul pada persimpangan & di jalan utama dan jalan ke!il yang tidak dilayani oleh rute bus ataupun oplet. &a ar mena ar hamper selalu terjadi sebelum penumpang naik karena tidak ada tariff pasti untuk moda ini. #dapun, dari sumber yang telah kami peroleh, kami mendapatkan informasi tentang ojek di 2egara"negara lain diantaranya 9 India Ojek adalah angkutan berlisensi resmi Coa , India. Ojek yang jauh lebih murah daripada taksi, meskipun penumpang tunggal berbeda dengan taksi. &ukang Ojek di Coa, India disebut DpilotD. (e!ara hukum, di beberapa bagian negara, pengendara diharapkan untuk memakai helm, tetapi penumpang tidak. .otor ojek ini biasanya dapat diidentifikasi dengan !at ber arna kuning dan hitam. (ama seperti Indonesia, di India sebelum menggunakan jasa ojek, akan ada ta ar"mena ar harga dengan tukang ojek yang tergantung dengan jarak.

!i"i#ina Ojek disebut sebagai =abal"habal di Eilipina. =abal"=abal adalah sepeda motor dimodifikasi untuk kursi lebih dari dua orang. Berbeda dengan ojek umum yang ada di negara"negara lain, =abal"habal dapat menampung empat orang termasuk pengendara. Biasanya habal"habal dipakai untuk pergi ke jalan yang tidak terjangkau oleh be!ak yang ada di Eilipina.

T$ai"and Ojek atau di &hailand disebut mFtoGsai rapjHng adalah bentuk umum untuk transportasi umum di Bangkok dan sebagian besar kota dan desa di &hailand. .ereka umumnya digunakan untuk perjalanan pendek. Di Bangkok, ada antrian ojek pada sisi jalan, berbeda dengan Indonesia, antrian tukang ojek di &hailand diatur oleh pemerintah setempat karena Ojek merupakan sarana transportasi resmi yang ada di &hailand. &ukang ojek yang resmi di &hailand biasanya mengenakan rompi ber arna oranye. #dapun kesamaan dengan Indonesia yaitu peraturan tentang keselamatan kendaraan roda dua, tukang ojek di &hailand di ajibkan memakai helm dan tukang Ojek pun memba a helm !adangan untuk dipakai oleh penumpang.

%ie&na' Lokal dikenal sebagai Ie om, mode ini ringan transportasi adalah salah satu yang paling populer di Jietnam. #ngkutan ini dianggap sebagai angkutan yang !ukup efektif di Jietnam dalam hal ke!epatan dan juga mobilitas jika dibandingkan dengan bus. Penumpang bisa mendapatkan tumpangan hanya dengan melambai tukang ojek yang le at. #tau mereka dapat menemukan tukang yang biasanya berkumpul di tempat" tempat umum seperti sekolah, pasar, rumah sakit dan stasiun bus atau kereta api.

3.( Ke")$an dan Hara#an &)kang Ojek di Pa"e'bang Aalaupun sebagian 2egara sudah melegalkan ojek sebagai angkutan resmi. Di Indonesia ojek atau taksi motor ini merupakan usaha perorangan yang tidak resmi 7ilegal8. Dalam beberapa kasus, pemilik ojek ini melakukan pekerjaan ini sebagai mata pen!aharian tambahan. #da keuntungan dan kerugian dalam hal penggunaan ojek sebagai angkutan umum. %euntungannya dapat digambarkan sebagai berikut9 Biaya ojek bisa ta ar"mena ar. %etika penumpang memiliki perjalanan yang sama menggunakan dua atau tiga mode transportasi jika menggunakan angkutan umum biasa, dengan menggunakan ojek saja terkadang tariff yang diberikan akan lebih murah.

Ojek merupakan moda kendaraan umum dengan layanan dari pintu ke pintu, yang tidak artinya seseorang akan benar"benar sampai ketujuan yang diinginkan. Perjalanan dengan ojek dapat lebih !epat daripada dalam moda lain. Aaktu operasi yang bias dibilang ,+ jam. Ojek dapat melalui jalan atau gang"gang dan menghindari kema!etan. (elain keuntungannya, sepeda motor jasa taksi juga memiliki kekurangan atau

kelemahan antara lain9 Ojek tidak memiliki dasar hukum yang pasti sebagai angkutan umum, penumpang ojek tidak dilindungi dan tidak ada jaminan terhadap penumpang jika terjadi ke!elakaan. 0mumnya tukang ojek mengemudi !epat atau sembarangan, yang bisa berbahaya bagi penumpang. 0ntuk layanan jarak jauh dan tengah malam, sepeda motor sangat berbahaya bagi penumpang dan sopir. -isiko dirampok atau dibunuh dapat terjadi. &erlalu banyaknya ojek di salah satu lokasi akan menghasilkan kompetisi yang tidak sehat. (ampai saat ini, tidak ada regulasi hukum mengenai ojek di Palembang. >ang ada hanyalah janji"janji musiman pada saat Pemilu baik tingkat kota maupun pro1insi. Dari salah satu tukang ojek yang telah kami a an!arai di daerah sekitar %ilometer 5. %ami mendapatkan a an!arai bernama -usman dengan sejumlah informasi tentang keluhan dan juga harapan dari tukang ojek tentang transportasi di %ota Palembang ini. (alah satu tukang ojek yang kami daerah (ukarame %ilometer 5. Dari umur +B tahun. -usman, bersama teman"teman seprofesinya biasa men!ari penumpang di a an!ara dengan kami, Bapak -usman yang sudah lama menjadi tukang ojek mengatakan sudah harus siap mengantar penumpang pukul 6 dini hari. Berbeda dengan tukang ojek kebanyakan yang memakai motor yang tidak layak pakai lagi, Bapak -usman yang kami a an!arai ini !ukup mempunyai motor yang bagus. .enurut penuturannya motor yang dipakainya adalah motor (upra K tahun ,**4. %arena sudah lama menjadi tukang ojek pun, Bapak -usman sudah biasa mendengar keluhan penumpang, diantaranya adalah jalan banyak yang rusak karena tidak diperbaiki oleh pemerintah selain itu, karena pangkalan ojek tersebut tidak resmi dari pemerintah, banyak orang" orang yang melakukan akti1itas seperti berjudi di pangkalan ojek tersebut. =al ini membuat penumpang takut untuk pergi ke pangkalan ojek. %eluhan yang terakhir adalah tentang pajak kepada preman yang menjamin tukang ojek aman, karena mereka bukanlah angkutan yang resmi dari pemerintah, masih banyak preman"preman yang melakukan pungutan liar kepada tukang ojek. %etika ditanya tentang pemerintah, menurutnya pemerintah tidak pernah memperhatikan

tukang"tukang ojek yang ada di pangkalan tersebut. Begitu juga tukang"tukang ojek di pangkalan ojek lain. &etapi menurut penurutan Bapak -usman, sudah banyak janji"janji dari !alon"!alon alikota yang akan maju dalam pemilu juga !alon"!alon gubernur akan alikota yang memperbaiki jalan"jalan yang rusak karena termakan usia maupun karena kendaraan"kendaran yang le at, selain itu juga Bapak -usman mengatakan bah a ada !alon"!alon menjanjikan untuk memajukan pangkalan ojek tersebut. .enurut Bapak -usman tidak banyak yang diharapkan dari pemerintah. =anya saja fasilitas jalan raya dan juga lorong"lorong harus diperbaiki. %arena sangat banyak jalan"jalan yang rusak karena kendaraan berat di sana.

BAB I% KESIMPULAN DAN SA*AN


1. Ke i'#)"an (. Saran

D#E&#- P0(&#%#
http9<<en. ikipedia.org< iki<.otor!y!leLtaIi http9<<en. ikipilipinas.org<indeI.php/titleM=abal"=abal http9<<meento. ordpress.!om<tag<angkutan"umum< http9<<id. ikipedia.org< iki<Ojek