Anda di halaman 1dari 64

Kelompok 9

Linda Setyaningrum Evi Yanti Sitorus Vani Nur Pratami Tanti Dewi Wulantika Febria Nurhasanah 260112120013 260112120041 260112120065 260112120089 260112120113

Teknik Penunjang
(Utility System)

Definisi
Teknik Penunjang : Perawatan dan perbaikan terhadap sarana penunjang proses produksi maupun sarana-sarana perkantoran suatu industri.

Sarana Penunjang : Pengaturan udara (Air Handling Unit), pengolahan air bersih, pengolahan aqua DM, listrik (genset), steam/boiler, compressor, dan pengolahan limbah.

SISTEM UDARA (AHU = Air Handling Unit)


Merupakan seperangkat alat yang dapat mengontrol suhu, kelembaban, tekanan udara, tingkat kebersihan (jumlah partikel/ mikroba), pola aliran udara, jumlah pergantian udara, dan sebagainya di ruang produksi sesuai dengan persyaratan ruangan yang telah ditentukan.

Sistem umum Sistem resirkulasi Sistem udara bersih

1. Sistem Umum
o Udara harus dikeringkan dengan pengering kimia. o Kemungkinan komponen tambahan yang mungkin diperlukan harus dipertimbangkan tergantung pada kondisi iklim dan lokasi. o Sistem alarm harus di tempatkan untuk mengingatkan petugas jika ada kegagalan kritis pada kipas. o Tingkat perubahan udara yang lebih tinggi mungkin diperlukan untuk area bersih

2. Sistem Resirkulasi
Seharusnya tidak ada resiko kontaminasi atau kontaminasi silang (termasuk oleh asap dan volatil) karena resirkulasi udara. HEPA filter dipasang dalam aliran udara pasokan untuk menghilangkan kontaminan dan dengan demikian mencegah kontaminasi silang. HEPA filter mungkin tidak diperlukan jika sistem penanganan udara melayani produk tunggal dan ada bukti bahwa kontaminasi silang tidak mungkin terjadi.

diagram skematik dari suatu sistem penanganan udara kamar dengan melayani searah horisontal aliran, aliran searah vertikal dan aliran turbulen

3. Sistem Udara Bersih


Menunjukkan sistem operasi pada udara segar 100% dan biasanya akan digunakan dalam fasilitas yang berurusan dengan produk-produk beracun Di mana resirkulasi udara dengan kontaminan harus dihindari. Tingkat penyaringan udara yang diperlukankontaminan udara dan peraturan lingkungan setempat. Ketika roda digunakan seharusnya tidak menjadi sumber kontaminasi Potensi kebocoran udara antara udara pasokan dan pembuangan udara seperti melewati roda harus dicegah.

AHU (Air Handling Unit) terdiri dari beberapa alat yang masing-masing memiliki fungsi yang berbeda, yaitu: Cooling coil Statis Pressure Fan (blower) Filter Ducting Dumper

Cooling coil
Disebut juga evaporator, berfungsi untuk mengontrol suhu (temperature/ t) dan kelembaban (Relative Humidity/ RH) udara yang akan didistribusikan ke ruangan produksi. Proses pendinginan udara dilakukan dengan mengalirkan udara yang berasal dari campuran udara balik (return air) dan udara luar (fresh air) melalui kisi (coil) evaporator yang bersuhu rendah. Terjadinya kontak antara udara dan permukaan kisi akan menghasilkan udara dengan suhu yang lebih rendah. Evaporator harus dirancang sedemikian rupa sehingga kisi-kisinya memiliki luas permukaan kontak yang luas, sehingga proses penyerapan panas dari udara di dalam evaporator berlangsung dengan efektif.

Gambar Cooling coil

Static Pressure Fan (blower)


Merupakan bagian dari AHU yang berfungsi untuk menggerakkan udara di sepanjang sistem distribusi udara yang terhubung dengannya. Blower yand digunakan (blower radial) memiliki kisi-kisi penggerak udara yang terhubung dengan motor untuk mengubah energi listrik menjadi energi gerak, kemudian disalurkan ke kisi-kisi penggerak untuk menggerakkan udara

Gambar Static Pressure Fan (blower)

Filter
Bagian AHU, berfungsi untuk mengendalikan dan mengontrol jumlah partikel dan mikroorhanisme (partikel asing) yang mengontaminasi udara yang masuk ruang produksi. Filter ditempatkan di dalam filter house yang didesain sedemikian rupa agar mudah dibersihkan dan/atau diganti. Penempatan posisi filter diatur sedemikian rupa hingga dapat memaksa seluruh udara yang didistribusikan melewati filter terlebih dahulu. Filter yang digunakan untuk AHU terdjeniri atas beberapa s, yaitu: Pre-filter (efisiensi penyaringan 35%) Medium filter (efisiensi penyaringan 95%) High Efficiency Particulate Air (HEPA) filter (efisiensi penyaringan 99,997%)

Gambar pre-filter, medium filter, hepa filter

Ducting
Bagian dari AHU, berupa sistem saluran udara tertutup yang menghubungkan blower dengan ruangan produksi yang terdiri dari saluran udara masuk (ducting supply) dan saluran udara keluar (ducting return). Ducting didesain sedemikian rupa: Agar dapat mendistribusikan udara ke seluruh ruangan produksi yang membutuhkan Didesain memiliki insulator di sekeliling permukaannya untuk menahan penetrasi panas dari udara luar yang memiliki suhu lebih tinggi dibanding di dalam ducting.

Gambar ducting

Dumper
Bagian ducting AHU yang berfungsi untuk mengatur jumlah (debit) udara yang dipindahkan ke dalam ruangan produksi melalui pengaturan pada dumper.

Gambar dumper

Skema Air Handling Unit

Sistem air (Water Treatment)


Raw water

Kualifikasi Air

Fungsi: pemadam kebakaran,


siram tanaman. Sumber: air sumur, PDAM Portable Water Fungsi: cuci alat non steril. Purified water
Water For Injection

Portable

Purified

Raw

Fungsi: produksi syrup/

Water

tablet/coating dll.
Water For Injection Fungsi: cuci akhir kontainer steril /vial/ampul, produksi sediaan steril.

Standar Air Produksi


Purified Water Eur. Pharmacopeia & USP Highly Purified Water Eur. Pharmacopeia Water For Injection Eur. Pharmacopeia USP

Conductivity at 250 Heavy metals


nitrate Total organic carbon Microbial limit endotoxines

1,3 S/cm < 500 ppb < 100 cfu/mL

1,3 S/cm 0,1 ppm


0,2 ppm < 500 ppb < 10 cfu/mL < 0,25 Eu/mL

1,3 S/cm 0,1 ppm


0,1 ppm < 500 ppb < 10 cfu/mL < 0,25 Eu/mL (CPOB, 2006)

Pembuatan Purified Water (cGMP)


Pre Treatment System

Raw Water

Multimedia Filter

Active Carbon

Softener

HE

Micron Filter

EDI

Ozone Generator

PH Meter

WFI Storage Bank

UV Light

TOC Monitor

Pembuatan Water For Injection (cGMP)


II stage RO

Food Water

Raw Water

Sand Active Softener Pra Filter Carbon Filter Filter

UV Light Storage Tank PW Storage Tank

Rinse Tank

From UV Light

6 column s

Boiling Vessel USP/UP Water For Injection

Ket: Multimedia Filter : menghilangkan jamur, endapan dan partikel pada raw water. Active Carbon Filter: menghilangkan klorin, kloroamin, bensen, pestisida, bahan organik, warna, bau & rasa. Water Sotener Filter: menghilangkan dan/atau menurunkan kesadahan air. Reverse Osmosis: menurunkan 95% TDS (Total Dissolve Solid). EDI (Electronic De-Ionization): pengembangan dari Ion Exchange System. TOC (Total Organic Carbon): memantau jumlah karbon dalam air. Looping System: air yang digunakan untuk produksi harus disirkulasi selama 24jam.

SISTEM UAP AIR (STEAM TREATMENT)


Steam merupakan suatu cara pemindahan sejumlah energi yang terkendali dari suatu pusat, yaitu ruang boiler yang otomatis, dimana energi dapat dihasilkan secara efisien dan ekonomis, sampai ke titik penggunaan. Untuk beberapa alasan, steam merupakan komoditas yang paling banyak digunakan untuk membawa energi panas.

Penggunaan Steam Secara Umum


Penggunaannya terkenal diseluruh industri untuk pekerjaan yang luas dari produksi daya mekanis sampai penggunaan proses, dan pemanasan ruangan. Alasan dari penggunaan steam adalah: a. Steam efisien dan ekonomis untuk dihasilkan. b. Steam dapat dengan mudah dan murah untuk didistribusikan ke titik penggunaan. c. Steam mudah dikendalikan dan fleksibel. d. Energinya mudah ditransfer ke proses. e. Plant steam yang modern mudah untuk dikendalikan.

Steam dalam Industri Farmasi


1. Industrial Steam
o Steam yang diproduksi dalam boiler yang berfungsi sebagai sumber panas (heater) pengganti panas api karena di industri farmasi tidak diperbolehkan adanya api terbuka yang dapat menyebabkan kontaminasi produk dan kebakaran.
Biasanya mengandung beberapa aditif (zat tambahan) untuk melindungi boiler dan pipa dari pengendapan, korosi, dll.

2. Pharmaceutical steam
Steam yang dihasilkan dari air yang telah diolah, bebas dari volatile additives (biasanya merupakan senyawa dengan struktur cincin benzen beserta gugus hidroksilnya sehingga dapat menimbulkan aroma/bau/wewangian). Fungsi: mengeringkan granul (dengan oven maupun fluid bed dryer), untuk sterilisasi produk, bahan atau peralatan proses produksi yang kontak secara langsung.

BOILER

Definisi
Bejana atau boiler adalah bejana yang disusun untuk mengubah air menjadi uap dengan jalan pemanasan.

Komponen Steam Boiler


1. Deaerator Alat yang bekerja untuk membuang gas-gas yang terdapat dalam air di boiler. Berfungsi sebagai pemanas awal air sebelum air dimasukkan ke dalam boiler. Prinsip kerja: Kelarutan O2 dalam air akan berkurang dengan kenaikan suhu.
2. Economizer Alat penukar panas aliran silang, dimana panas dipindahkan dari gas asap (hasil pembakaran) ke air pengisian yang sedang masuk. Sebagai penghemat bahan bakar.

Komponen Steam Boiler


3. Furnace Tempat pembakaran bahan bakar. Bagian furnace: Refractory, Ruang perapian, Burner, Exhaust for Flue Gas, Charge and Discharge Door. 4. Steam drum Tempat penampungan air panas dan pembangkitan steam dimana steam masih bersifat jenuh (saturated steam).

Komponen Steam Boiler


5. Superheater Tempat pengeringan steam dan siap dikirim melalui main steam pipe dan siap untuk menggerakkan turbin uap atau menjalankan proses industri. 6. Air Heater Ruangan pemanas yang digunakan untuk memanaskan udara luar yang diserap untuk meminimalisasi udara yang lembab yang akan masuk ke dalam tungku pembakaran.

Komponen Steam Boiler


7. Safety Valve Saluran buang steam jika terjadi keadaan dimana tekanan steam melebihi kemampuan boiler menahan tekanan steam. 8. Blowdown Valve Saluran yang berfungsi membuang endapan yang berada di dalam pipa steam.

Sirkuit Steam / Sistem Distribusi Steam

1. Pipa
Bahan pipa Pipa sistem steam biasanya dibuat dari baja karbon ANSI B 16.9 Al06. Untuk saluran pipa steam lewat jenuh yang bersuhu tinggi, ditambahkan bahan campuran seperti kromium dan molibdenum untuk memperbaiki resistansi terhadap golakan pada suhu tinggi.

1. Pipa
Ukuran saluran pipa Pipa kerja yang ukurannya berlebih, artinya: Pipa, kran, sambungan akan lebih mahal daripada yang diperlukan. Akan terjadi biaya pemasangan yang lebih tinggi, termasuk pekerjaan pendukung, isolasi,dll. Pada pipa steam akan terbentuk kondensat dengan volum yang lebih besar karena lebih besarnya kehilangan panas, sehingga akan diperlukan lebih banyak steam trap, kalau tidak maka steam basah akan terkirimkan ke titik penggunaan.

1. Pipa
Pipa kerja yang ukurannya terlalu kecil, artinya:
Tekanan yang lebih rendah akan tersedia pada titik penggunaan. Hal ini akan menghalangi kinerja peralatan karena hanya tersedia steam dengan tekanan yang lebih rendah. Terdapat resiko kekurangan steam. Terdapat resiko lebih besarnya erosi, hantaman air dan kebisingan karena meningkatnya kecepatan steam.

1. Pipa
Tata Letak Pemipaan Standar Eropa EN45510. Bila memungkinkan, saluran pipa steam harus dipasang dengan penurunan slope tidak kurang dari 1:100 (turun 1 m untuk setiap 100 m), kearah aliran steam. Sudut kemiringan ini akan mempengaruhi gravitasi dan juga aliran steam, sehingga akan membantu pergerakan kondensat menuju titik pengeluaran dimana kondensat akan aman dan efektif diambil.

Gambar Tata Letak Pemipaan

2. Titik Pengeluaran
Menjamin bahwa kondensat dapat mencapai steam trap. Titik-titik pengeluaran kondensat harus dipertimbangan dengan baik pada saat perencanaan. Pertimbangan harus juga diberikan pada kondensat yang tertinggal dalam saluran pipa steam pada saat operasi dimatikan, dimana aliran steam mati. Gravitasi akan menjamin bahwa air (kondensat) akan berjalan sepanjang pipa miring dan mengumpul pada titik terendah pada sistem.

2. Titik Pengeluaran
Oleh karena itu: Steam traps harus diletakkan pada titik-titik terendah pada sistem. Sejumlah besar kondensat akan terbentuk dalam saluran pipa steam pada kondisi start-up sehingga titik-titik pengeluaran kondensat dibuat untuk setiap panjang pipa 30m sampai 50m, dan juga pada titik terendah seperti pada bagian terbawah aliran pipa.

(cont) Titik Pengeluaran

Gambar atas : Titik pengeluaran dengan trap pocket terlalu kecil Gambar bawah : Titik pengeluaran dengan trap pocket yang tepat

Titik Pengeluaran

3. Jalur Percabangan
Jalur percabangan biasanya lebih pendek dari pipa saluran utama steam. Selama panjang jalur cabang tidak lebih dari 10 meter, dan tekanan dalam pipa saluran cukup, maka memungkinkan untuk memperkirakan pipa tetap pada kecepatan 25 sampai 40 m/detik,tanpa perlu khawatir terhadap penurunan tekananannya.

Gambar atas : Sambungan jalur cabang yang tidak tepat Gambar bawah : Sambungan jalur cabang yang tepat

Jalur Percabangan

4. Landasan dan Titik Pengeluaran yang Menanjak


o Dalam situasi demikian, kondensat harus didorong untuk dapat turun melawan aliran steam. o Caranya adalah dengan memberikan kecepatan steam yang rendah tidak lebih dari 15 m/detik, mengatur jalur pada kemiringan tidak kurang dari 1:40, dan memasang jarak titik-titik pengeluaran tidak lebih dari 15 meter. o Tujuannya adalah untuk mencegah terbentuknya lapisan kondensat pada bagian bawah pipa.

Landasan dan Titik Pengeluaran yang Menanjak

5. Strainers
Kerusakan pabrik seringkali diakibatkan oleh kotoran pada saluran pipa seperti kerak, karat, persenyawaan pada sambungan, pengelasan logam dan padatan lain, yang dapat masuk menuju sistem pemipaan.

Strainers adalah peralatan yang menangkap padatan tersebut dalam cairan atau gas, dan melindungi peralatan dari pengaruh yang membahayakan, dengan begitu mengurangi waktu penghentian dan perawatan. Strainer harus dipasang pada bagian hulu pada setiap steam trap, pengukur aliran dan kran kendali.

Strainer Jenis-Y

jenis keranjang/basket

Saringan / strainers

6. Filter
Partikel yang lebih kecil juga perlu dibuang, karena: Bila dilakukan injeksi steam langsung ke dalam proses, kotoran dapat menyebabkan pencemaran produk. Contoh: Untuk sterilisasi peralatan proses produksi industri obat-obatan. Steam kotor akan menyebabkan penolakan produk atau hasil proses karena noda atau penumpukan partikel yang terlihat. Contoh: Mesin sterilisasi dan mesin kertas/kardus. Dapat menurunan kandungan air steam sehingga menjamin pasokan yang kering dan jenuh.

Saringan / filters

7. Pemisah / Separator
Fungsi: menghilangkan tetesan tersuspensi dari steam. Masalah akibat keberadaan air dalam steam: a. Air merupakan penghalang yang sangat efektif terhadap perpindahan panas, dan kehadirannya dapat menurunkan produktivitas pabrik dan kualitas produk. b. Tetesan air yang berjalan pada kecepatan steam yang tinggi akan mengerosi ruang kran dan sambungansambungan, suatu kondisi yang dikenal dengan wiredrawing.

(cont)
Pemisah/ separator
c. Tetesan air juga akan meningkatkan korosi.
d. Pembentukan kerak yang meningkat pada pipa dari bahan pencemar terbawa dalam tetesan air. e. Operasi yang tidak menentu dari kran pengendali dan pengukur aliran/flor meter. f. Kegagalan kran dan pengukur aliran karena pemakaian yang cepat atau hantaman air.

8. Steam Traps
Secara harfiah berarti membersihkan kondensat
Pertimbangan bagi pemilihan steam trap termasuk kemampuan steam trap dalam: Mengeluarkan udara pada saat 'start-up', yaitu pada permulaan proses dimana ruang pemanas dipenuhi oleh udara, yang akan menurunkan perpindahan panas dan meningkatkan waktu pemanasan Membuang kondensat tapi bukan steam Memaksimalkan kinerja pabrik. Kecuali dirancang khusus untuk diisi air, penukar panas dapat beroperasi pada kinerja terbaiknya jika ruang steam diisi dengan steam kering yang bersih. Tipe steam trap akan berpengaruh terhadap hal ini.

Steam traps

9. Ventilasi udara
Keberadaan udara memiliki pengaruh ganda: Udara memberikan resistansi terhadap perpindahan panas melalui pengaruh pelapisannya. Udara menurunkan suhu ruang steam yang kemudian menurunkan gradien suhu yang melewati permukaan perpindahan panas

(cont)
Ventilasi Udara
Tanda-tanda adanya udara adalah: Menurunnya hasil produksi secara berangsur angsur pada berbagai peralatan yang dipanaskan oleh steam Gelembung udara dalam kondensat Korosi

Ventilasi Udara

Tata Letak Steam Boiler di Industri

Hal yang Mempengaruhi Kualitas Steam


Steam harus tersedia pada titik penggunaan: Dalam jumlah yang benar untuk menjamin bahwa aliran panas yang memadai tersedia untuk perpindahan panas Pada suhu dan tekanan yang benar, atau akan mempengaruhi kinerja Bebas dari udara dan gas yang dapat mengembun yang dapat menghambat perpindahan panas Bersih, karena kerak (misal karat atau endapan karbonat) atau kotoran dapat meningkatkan laju erosi pada lengkungan pipa dan orifice kecil dari steam traps dan kran Kering, dengan adanya tetesan air dalam steam akan menurunkan entalpi penguapan aktual, dan juga akan mengakibatkan pembentukan kerak pada dinding pipa dan permukaan perpindahan panas (UNEP)

DAFTAR PUSTAKA
EEA. 2006. Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di Asia. Available online at: www.energyefficiencyasia.org Latham, Tim, M.Sc.,C.Eng., MIChemE. 2010. Clean System Pharmaceutical Industry. Available online at : http://www.pdhonline.org/courses/k109/k109co ntent.pdf Priyambodo, B. 2007. Manajemen Farmasi Industri. Edisi 1. Global Pustaka Utama. Yogyakarta.

Rifma E R. 2009. Laporan Praktek Kerja Profesi Industri Farmasi di PT. Pradja Pharin. Availbale online at: http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/ 14428/1/09E02316.pdf Sihombing, H. 2009. Mekanisme Proses Pemanasan Air di dalam Boiler dengan Mempergunakan Heater Tambahan untuk Efisiensi Pembakaran. [Skripsi]. Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara. Medan. Telstar. 2011. Pharmaceutical Steam. Available online at: http://www.telstarlifesciences.com/en/technologies/pw+wfi+and+ pharmaceutical+steam.htm. US Validation Services. 2009. Utility Systems - General Requirements. Available online at: http://www.usvalidation.com/kb/utility_general.aspx.