Anda di halaman 1dari 53

MINYAK KELAPA DAN KESEHATAN:

Perlindungan MCT terhadap profil lipid


oleh

Walujo Soerjodibroto
Departemen Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

AMERIKA SERIKAT
196O-an: Epidemi sakit jantung Karena kholesterol Karena hydrognated vegetable fats Kemudian: Tropical fats dianggap juga jahat Minyak sawit kemudian di-rehabilitir 1963: Hanya minyak kelapa yang dianggap jahat

MINYAK KELAPA INDONESIA


Sejak dahulu kita konsumsi minyak kelapa Tidak ada bukti sejarah dpt timbulkan gangguan kesehatan Minyak kelapa adalah korban perang dagang! Posisi kini diganti minyak sawit, minyak tidak jenuh dan margarin

KELAPA
(g/100g)
100g Kal Prot Lemak HA (g) (g) (g) Daging 354 3,3 33,5 15,2 (tua) Daging (muda) Air 70 18 0,5 0,1 3,4 0,3 10 3,6

MINYAK KELAPA
Monolaurin & monokaprin bersama obat antivirus (protease inhibitor / anti retroviral) Melawan lipid coated organism:
Bakteri gram positif Enveloped viruses: HIV, measle, herpes simplex, cytomegalovirus dll Viral count, CD4, CD8 Proteksi thd benzpyrin, nitrosamin

Perbaikan:

Anti carcinogen:

Menurunkan kholesterol

SRI LANGKA:
(Mendis dkk, 1989)

Minyak kelapa jagung Kholesterol total (18.7%) LDL (23.8%) HDL (41.4%) Ratio LDL/HDL (3,9) Tidak sehat

MINYAK KELAPA:
(Enig, 2001) Asam lemak rantai sedang: Mudah di-metabolisir Tidak menaikkan kholesterol Asam laurat monolaurin (anti antibakteri, anti-virus, anti-protozoa) Asam kapriat monokaprin (anti-bakteri, anti virus) Tidak mudah jadi asam lemak trans Bila sesuai kebutuhan: minyak sehat
50% asam laurat 7% asam kapriat

POLYNESIA:
(Prior dkk, 1981)

Mereka pindah & menetap di Selandia Baru Minyak kelapa minyak moderen Kholesterol total LDL HDL Tidak sehat

PENGRAJIN KELAPA CIAMIS(Nugraha, 2005)



Minyak kelapa sbg lemak utama Fisik sehat IMT 22,4 Kg/m2 (N 18,5 23 kg/m2) Kholesterol total 185,4 mg% (N < 200 mg%) LDL 119,3 mg% (N < 130 mg%) HDL 54,7 mg% (N > 45 mg%) Trigliserida 115,5 mg% (N < 150 mg%) Ratio LDL/HDL 2,2 (N < 4,4) Apo A1 136.5 mg% (N > 104 mg%)

PROFIL LEMAK DARAH:


Tergantung pada:

Asupan lemak Asupan hidratarang & gula Total energi Semua yang bisa menghasilkan asetil-koensim-A

Protein

Karbohidrat

ASUPAN

Lemak

Kolesterol

Glukosa G-6-P

SEL
Gliserol

Triosa fosfat

Lemak/ Trigliserida

Piruvat

Asetil-KoA

Siklus Krebs Energi

Kolesterol

Asam lemak

Glukosa

Asam amino

KOLESTEROL:

Asetil KoA
HMG-KoA 1 Mevalonat 2 Unit-unit isopren 3 4 Lipoprotein darah
Endositosis dan pencernaan oleh lisosom

Sumber: Modifikasi dari Marks (1996)

Sintesis kolesterol

Lanosterol

Kolesterol
Skualen

TRIGLISERIDA:
Nama lain:
Non-kholesterol tapi calon kholesterol 1 gram = 9 kalori Tidak larut di darah Bila berlebihan berbahaya
Minyak Lemak

TRIGLYCERIDE:
(tergantung asam lemak)

Saturated FA (SAFA) Unsaturated:


Mono-unsatureded FA (MUFA) Poly-unsaturated FA (PUFA):
Omega-3 Omega -6 Omega-9

TRIGLISERIDA:
* Merupakan 95% jenis lemak dlm makanan * Karakteristik tgt asam lemak

Panjang rantai: SCFA (4-6 atom karbon) MCFA (8-12 atom karbon) LCFA (> 12 atom karbon)

Adanya Ikatan rangkap: SAFA MUFA PUFA

ASAM LEMAK PADA MAKANAN:


Nama Asam Lemak SAFA: SCFA Asetat Butirat Kaproat MCFA: Kaprilat Kaprat 8 10 0 0 8:0 10:0 Minyak kelapa Minyak kelapa 2 4 6 0 0 0 2:0 4:0 6:0 Cuka Margarin Margarin Jumlah atom karbon Jumlah ikatan rangkap Nama Singkat Makanan sumber

Laurat
LCFA: Miristat Palmitat

12
14 16

0
0 0

12:0
14:0 16:0

Minyak kelapa
Margarin, minyak kelapa Minyak sawit, lemak hewan

Stearat
Arakidat

18
20

0
0

18:0
20:0

Lemak hewani
Minyak kacang, lemak babi
Sumber: Gurr (2000); Guthrie (1995)

ASAM LEMAK PADA MAKANAN (lanj):


Nama Asam Lemak Jumlah atom karbon Jumlah ikatan rangkap Nama Singkat Makanan sumber

MUFA: LCFA Palmitoleat Oleat Elaidat PUFA LCFA Linoleat 18 2 18:2 n-6 Sebagian besar minyak nabati, minyak jagung dan safflower oil 16 18 18 1 1 1 16:1 n-7 18:1 n-9 (cis) 18:1 n-9 (trans) Mentega, seed oil Sebagian besar minyak dan lemak Minyak nabati yang dihidrogenasi

Linolenat
Arakidonat Eicosapentanoic (EPA)

18
20 20

3
4 5

18:3 n-3
20:4 n-6 20:5 n-3

Minyak kanola dan minyak kacang kedelai


Lemak babi Minyak ikan

Docosahexaennoic (DHA)

22

22:6 n-3

Sumber: Gurr (2000); Guthrie (1995)

Minyak ikan

ASAM LEMAK:
Cis:
Di alam Kholesterol Dll Pemanasan Hidrogenasi Kholesterol Dll

Trans:

ASAM LEMAK:
Cis:
H di sisi yg sama Cis-9-octadecenoic acid (Oleic acid) H di sisi berlawanan Trans-9octadecenoic acid (Elaidic acid)

Trans:

MINYAK LAINNYA:
Lemak LCT:
Stearat (Gb 1) Palmitat (Gb 2) Oleat

Molekul besar 1 gram = 9 kalori Perlu lewat saluran limpha Didarah: perlu lipoprotein

DIGESTI LEMAK:
Sekresi dan asal sekresi Getah lambung, lambung Asam empedu, kantung empedu Getah pankreas dan enzim dari brush border Getah pankreas, pankreas Zat Gizi Triasilgliserol Trisilgliserol 1,2-diasilgliserol ester kolesterol Triasilgliserol, 1,2-diasilgliserol Ester kolesterol Enzim/zat cerna lipase gastrik asam empedu Hasil 1,2-diasilgliserol asam lemak Misel

lipase

2-monoasilgliserol asam lemak kolesterol asam lemak

Kolesteril esterase hidrolase

Getah pankreas dan enzim dari brush border

MCT

lipase

gliserol MCFA

ANJURAN KOMPOSISI ZAT GIZI DALAM MAKANAN


Zat gizi SAFA+ PUFA MUFA Total asupan lemak Karbohidrat++ Serat Protein Kolesterol Total energi+++ Asupan yang dianjurkan <7% dari total energi hingga 10% dari total energi hingga 20% dari total energi 25-35% dari total energi 50-60% dari total energi 20-30 g/hari kira-kira 15% dari total energi <200 mg/hari seimbang antara asupan dan kebutuhan untuk mempertahankan berat badan yang diinginkan atau mencegah penambahan berat badan.

Keterangan: +Asam lemak trans harus rendah ++ Karbohidrat sebagian besar dari karbohidrat kompleks
+++Kebutuhan

energi seharusnya termasuk aktivitas fisik sedang

Sumber: NCEP ATP III (2001).

Rasio K-LDL/K-HDL : 1 mg/dL K-LDL risiko PKV 1% 1 mg/dL K-HDL risiko PKV 2-3% K-LDL/K-HDL > 5 Risiko PKV Apo A-I berkorelasi + usia harapan hidup pasien dgn infark dan penyakit vaskuler perifer.

PENGARUH ASUPAN ZAT GIZI PADA PROFIL LIPID: KH As. Kh >> kadar TG plasma KH sederhana > kadar TG PROTEIN Sumber prot. hewani: >> SAFA; LCFA Kolesterol plasma Sumber prot. nabati: >> PUFA; LCFA & serat kolesterol plasma

SERAT KT dan K-LDL serta sedikit/tak berpengaruh pada K-HDL, dgn cara:
eksresi asam empedu penyerapan kolesterol Serat tak larut SCFA menghambat aktivitas HMG KoA reduktase menghambat sisntesis kolesterol

PROSES PENGGORENGAN:
Kita biasa menggoreng berulang Minyak tidak jenuh minyak trans Minyak trans tidak sehat Assosiasi bermakna dengan kematian PJK Mengoreng berlebihan:
Peroksida & radikal bebas lainnya Bahkan bisa keganasan

Minyak kelapa lebih sukar menjadi bentuk trans

(50-100 / 100.000 pop)

ATHEROMA:

Komposisi:

Menyumbat aliran

74% asam lemak tidak jenuh 26% ester asam lemak jenuh

LIPOPROTEIN:
Pembawa minyak / lemak di darah Batas kemampuan:
Kholesterol < 200 mg% Trigliserida < 150 mg% HDL > 40 mg% LDL < 130 mg%

KOMPOSISI ASAM LEMAK PADA MINYAK KELAPA


Nama asam lemak
SAFA MCFA Kaprilat Kaprat Laurat LCFA Miristat Palmitat Stearat 14:0 16:0 18:0 16 9 2 8:0 10:0 12:0 8 7 48

Nomenklatur pendek

Jumlah as. lemak (g/100 g)

MCFA 63% SAFA 91%

Arakidat
MUFA LCFA Oleat PUFA LCFA Linoleat

20:0

18:1 (n-9)

69,2% dari SAFA adalah MCFA

18:2 (n-6)

Sumber: Modifikasi dari Gurr (2000).

ABSORPSI:

LCFA
Mukosa Intestina l MCFA MCFA Lipase intestinal
MCT

LCFAcylCoA MG LCFA MG gp LCT

Lipase pankreas LCT


MCT

Kilomikron Kilomikron

MCFA
Jaringan perifer LCFA Hepar KL LPL LCFA Lemak
Sumber: Bach dan Babayan (1982)

Asam Lemak

CO2

DIGESTI & ABSORPSI LEMAK:

Profil lemak darah normal


Kholesterol total LDL HDL Trigliserida Ratio LDL/HDL Apo-A1 < < > < < > 200 mg% 130 mg% 40 mg% 150 mg% 3 104 mg%

MINYAK KELAPA:

OMEGA-3 (EPA & DHA):


VLDL Hambat tromboksan Prostasiklin Viskositas darah Tidak tahan oksidasi Kesehatan jantung & pembuluh darah

EPA & DHA:


(Lipoeto, 2004)

Di sintesa dari asam alfa-linolenat (dari makanan) Perlu ensim:


Pengguna minyak kelapa: Pembentukan EPA & DHA optimal Non-minyak kelapa:
Ensim2 ber-interaksi dengan asam2 lemak lain Pembentukan EPA & DHA tidak optimal Elongase De-saturase

VCO:
Tanpa proses pemanasan Tanpa bahan tambahan Proses:
Centrifusi Fermentasi Di-pancing

Lauric acid > 50% Anti-virus, anti-bakteri, anti-parasit Tahan oksidasi Meningkatkan kesehatan

MINYAK PERAWAN:
Asam lemak Jenuh:
Kaprilat Kaprat Laurat Miristat Palmitat Stearat 3,28% 7,17% 58,8% 17,8% 6,39% 1,68& 3,39% 0,83%

Asam lemak tidak jenuh:


Oleat (-3) Linoleat (-6)

PENELITIAN CIAMIS:
Populasi unik Pengrajin dan konsumen kelapa Masyarakat sehat Konsumsi lemak total 48 g /h Konsumsi lemak kelapa 28.8 g/h N = 46 (total sampel)

Perajin Minyak Kelapa di Ciamis

NILAI RERATA ASUPAN ENERGI, KARBOHIDRAT, PROTEIN, LEMAK DAN SERAT

Variabel
Energi (kkal) Karbohidrat (gr) Karbohidrat (%E) Protein (gr) Protein (% E) Lemak (gr) Lemak (% E)

Total
1643 + 658,2 263,4 + 100,17 64,5 + 6,19 40,3 + 15,73 10,1 + 1,97 47,9 + 27,27 25,6 + 6,13

>> NCEP ATP III 50-60% E >> Hatma (2001) 235,2 gr (53,3%E) >> Tala (2001) 57,9% E << NCEP ATP III 12-18% E << Hatma (2001) 63,9 gr (14,7% E) << Tala (2001) 12,6% E
~ NCEP ATP III 25 35 % E << Hatma (2001) 65,3 gr (33% E) << Tala (2001) 31% E << NCEP ATP III 20 30 gr << Hatma (2001) 11,7 gr >> Tala (2001) 7,5 gr

Serat (gr)

9,6 + 4,59

6,3

7,2

200

K-LDL

150

100

130

50 5,0

7,5

10,0

12,5

15,0

indeks a ktivita s fisik

Kadar K-LDL berdasarkan IAF subyek Subyek dgn aktivitas fisik yang tinggi dan sedang sebagian besar (n = 30; 73,2%) kadar K-LDL yang normal

6,3

7,2

400

trigliserida

300

200

150

100

5,0

7,5

10,0

12,5

15,0

indeks a ktivita s fisik

Kadar trigliserida berdasarkan IAF subyek

6,3
90

7,2

80

70

K-HDL

60

50

40

5.0

7.5

10.0

12.5

15.0

indeks aktiv itas fisik

Kadar K-HDL berdasarkan IAF subyek

6,3

7,2

160

apo A-I

140

120

104

100

5,0

7,5

10,0

12,5

15,0

indeks a ktivita s fisik

Kadar apo A-I berdasarkan IAF subyek

6,3

7,2

4,4
4,00

rasio K-LDL/K-HDL

3,00

2,00

1,00 5,0

7,5

10,0

12,5

15,0

indeks a ktivita s fisik

Rasio K-LDL/K-HDL berdasarkan IAF subyek

tingkat a ktiv ita s fisik


rendah sedang tinggi 200

tingka

200

rendah sedan tinggi

100 5.00 10.00 15.00 20.00

K-LDL

150

K-LDL

150

130

100

12.00

130


50

50

16.00

20.00

24.00

persentase asupan safa thd a s. energi

persentase asupan minyak ke lapa thd asupan ene rgi


b.

a.
300

tingkat a ktiv ita s fisik


rendah sedang tinggi

250

r total oleste rol

Meskipun % SAFA terhadap asupan energi total dan % minyak kelapa terhadap asupan energi total makin meningkat, kadar K-LDL normal
200

tingkat a ktiv ita s fisik


rendah sedang 400 tinggi

tingkat

400

rendah sedang tinggi

300 200 100 12.00 24.00

trigliserida

trigliserida

300 200

150
100

150

5.00

10.00

16.00

20.00

15.00

20.00

persentase asupan safa thd a s. energi

persentase asupan minyak ke lapa thd asupan ene rgi


b.

a.
300

tingkat a ktiv ita s fisik


rendah sedang tinggi

250 200

esterol total

Meskipun % SAFA terhadap asupan energi total dan % minyak kelapa terhadap asupan energi total makin meningkat kadar trigliserida normal

90

tingkat a ktiv ita s fisik


rendah sedang 80 tinggi
60

90

tingkat

80 70

12.00 16.00 20.00 24.00

rendah sedang tinggi

70

K-HDL

K-HDL

60 50

50

40

40 5.00 10.00 15.00 20.00

persentase asupan safa thd a s. energi


a.
300

persentase asupan minyak ke lapa thd asupan ene rgi


b.

tingkat a ktiv ita s fisik


rendah sedang tinggi

250 200

lesterol total

meskipun % SAFA terhadap asupan energi total dan % minyak kelapa terhadap asupan energi total makin meningkat, (n = 43; 93,5%) kadar K-HDL normal

160

s fisik tingkat a ktiv ita


rendah 160 sedang tinggi

tingka

renda seda tingg

apo A-I

140

apo A-I

140

120

120

100

104
12.00 16.00 20.00 24.00

100

104
15.00 20.00

5.00

10.00

persentase asupan safa thd a s. energi


a.
300

persentase asupan minyak ke lapa thd asupan ene rgi


b.

tingkat a ktiv ita s fisik


rendah sedang tinggi

sterol total

250 200

Meskipun % SAFA terhadap asupan energi total dan % minyak kelapa terhadap asupan energi total makin meningkat, hampir seluruh subyek (n = 44; 95,7%) kadar apo A-I normal

Asupan minyak kelapa cenderung protektif terhadap profil lipid dan apo A-I
~ Muller dkk (2002) pada subyek sehat di Norwegia : diet tinggi SAFA minyak kelapa (MCT) selama 22 hari kadar K-HDL dan apo A-I bermakna dibanding dgn sebelumnya (diet tinggi PUFA.) Mekanisme melalui expressi gen??

MENSTMULIR EXPRESI GEN CYP4A11

Pada sel jarinan manusia: Gen CYP4A11 distimulir olah MCT (khususnya asam laurat) sel-sel hari memproduksi lmak secara normal Profil lipid darah normal

(Cho dkk, 2005)

PERLU PENELITIAN LEBIH LANJUT:


MCT men-suplai enersi cepat yg independen pada insulin? Bermanfaat pada penyakit metabolisme Tidak lipidemik Mekanisme expressi gen? Antivirus, antibakteri dll Memperbaiki imunitas dll Meningkatkan pendapatan

KEPUSTAKAAN:
Bach AC & Babayan VK (1982). Medium-chain triglyceride: an update. Am J Clin Nutr 36: 950-962 Cho BH, Park BL, Kim LH, Chung HS & Shin HD (2005). Highly polymorphic human CYP4A11 gene. J Hum Genet 50(5): 259-63. Epub 2005, May 14 Enig MG (1996). Health and nutritional benefits from coconut oil: An important functional food for the 21st century. Dalam http: //www.westonaprice.org /know_your_fats /coconut_oil.html. diakses tanggal 30 Oktober 2003 Gurr M.I. (2000). Fats dalam Human Nutrition and Dietetics, edisi ke-10 (ed Garrow JS, James WPT. & Ralph A), hal 97-120. Churchill-Livingstone, Edinburgh. J Nutr 133: 78-83 Nugraha, GI (2005). Hubungan antara kebisaan konsumsi minyak kelapa dengan status kesehatan pengrajin minyak kelapa dan keluarganya di kabupaten Ciamis. Thesis MS, Fakultas Kedokteran UI.

Biarkan nyiur tetap melambai di tepi pantai.

TERIMA KASIH