Anda di halaman 1dari 8

Kehormatan seorang muslim baik hidup maupun mati Termasuk sesuatu yang sangat jelas hukumnya dalam syariat

islam adalah kehormatan seorang muslim baik hidup maupun mati. Maka tidak boleh membunuh, melukai dan menyakitinya serta tidak boleh mematahkan tulang atau mencincang tubuhnya setelah dia meninggal. Banyak dalil yang berhubungan dengan hal ini, diantaranya : 1. Alloh Taala berfirman : !an barang siapa yang membunuh seorang mumin dengan sengaja, maka balasannya adalah neraka "ahannam, kekal ia didalamnya dan Alloh murka kepadanya dan mengutuknya serta menyediakan %&'. An (isa : )*+ ,. !ari Ibnu Umar berkata : -osululloh bersabda : 'aya diperintahkan untuk memerangi manusia sehingga mereka bersaksi bah.a tiada Tuhan/ang Berhak disembah kecuali Alloh dan Muhamad adalah utusan (ya, mendirikan sholat serta menunaikan #akat. Maka apabila mereka melaksanakannya niscaya akan terjada darah dan harta mereka kecuali dengan hak islam dan hisab mereka pada Alloh.$ %0-. Bukhori 1123, Muslim ,,+ *. !ari Abdulloh bin Masud berkata : Tidak halal darah seorang muslim yang bersaksi bah.a tiada 4lah yang berhak disembah kecuali Alloh dan saya adalah utusannya kecuali dengan karena tiga perkara : 1. 5rang yang membunuh maka di6ishos, ,. 5rang yang pernah menikah lalu ber#ina, *. 5rang yang murtad dari agama %islam+ dan meninggalkan jamaah.$ %0-. Bukhori Muslim+ ad#ab yang besar baginya.$

7.!ari Aisyah berkata :

-osululloh bersabda : meninggal seperti

'esungguhnya mematahkan tulang seorang mumin yang sudah mematahkan tulangnya saat dia masih hidup.$

%0-. Abu !a.ud ,18), 4bnu Majah 117),, 4bnu 0ibban 228, Baiha6i 719:, Ahmad 819: dengan sanad shohih, lihat Ahkamul "anai# 4mam Al Albani hal : ,)9+ Berkata Al Hafidl Ibnu Hajar dalam ;athul Bari : 0adits ini menunjukkan bah.a kehormatan seorang mumin setelah dia meninggal sama sebagaimana tatkala dia masih hidup.$ Macam-macam tujuan membedah jenazah !ilihat dari tujuannya praktek bedah dan otopsi mayat ada beberapa macam. (amun yang paling sering dilakukan ada tiga macam, yaitu :

5topsi mayat untuk mengetahui sebab kematian saat terjadi tindakan kriminalitas <ntuk keperluan ini seorang dokter melakukan otopsi jena#ah. Apakah memang dia meninggal karena tindakan kriminalitas atau karena mati biasa, kalau memang karena tindakan kriminalitas maka akan dicari tanda=tanda yang memungkinkan akan bisa mengungkap siapa pelakunya. (amun jika meninggal dengan cara yang .ajar maka berarti tidak perlu dicari pelakunya atau kalau mungkin sudak ditangkap pihak kepolisian bisa segera di bebaskan.

5topsi

mayat

untuk

mengetahui

sebab

kematian

secara

umum

!engan otopsi ini seorang dokter bisa mengetahui penyakit yang menyebabkan kematian pasien, sehingga kalau memang ini adalah sebuah .abah dan dikha.atirkan terjangkit pada masyarakat lainnya bisa segera dilakukan tindakan pre>entif agar tidak menyebar.

5topsi

untuk

keperluan

praktek

ilmu

kedokteran.

5topsi ini diperlukan mahasis.a fakultas kedokteran untuk mengetahui seluk beluk organ tubuh manusia. 4ni sangat diperlukan sekali agar bisa mengetahui adanya penyakit pada organ tubuh tertentu secara tepat. !an masih banyak tujuan=tujuan lain.

'ecara umum hukum dari masalah ini berangkat dari apakah otopsi jena#ah seorang muslim itu memang terpaksa harus dilakukan ? karena pada dasarnya tidak boleh melukai, mematahkan tulang dan lainnya dari jasad seorang muslim berdasarkan hadits Aisyah diatas terkecuali kalau memang dalam keadaan dlorurot harus melakukan itu maka boleh dilakukan berdasarkan firman Alloh Taala tentang makanan yang haram dimakan : Tetapi barang siapa dalam keadan terpaksa %memakannya+ sedang ia tidak menginginkannya dan tidak pula melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya.$ %&'. Al Ba6oroh : 12*+ juga berdasarkan sebuah kaidah fi6h yang masyhur bah.asannya keadaan dlorurot terpaksa! itu bisa menghalalkan sesuatu yang haram. (amun untuk memprediksikan apakah ini sudah dalam keadaan dlorurot ataukah belum sering terjadi perbedaan pandangan diantara para ulama yang menjadikan merekapun berselisih dalam hukumnya. <ntuk lebih jelasnya, kita bahas satu persatu permasalahan yang ada : Hukum membedah perut mayat "anita untuk menyelamatkan bayi yang dikandungnya# Apabila ada ibu meningal dunia dalam keadaan mengandung sedangkan bayi yang dikandungnya masih hidup, para ulama berselisih apakah harus di bedah perut ibu atau bagaimana? Imam Malik dan Ahmad mengatakan tidak boleh di bedah perut seorang .anita meskipun bayi yang ada dalam pertnya masih hidup namun dikeluarkan dengan cara diambil dari jalan farji oleh tenaga medis. %@ihat 'yarah Mukhtashor Aholil 'yaikh Ahmad !irdir dan Al 4nshof 4mam Al Marda.i ,1998, Aasyaful &ina ,11*3+. Berkata Imam Ibnu $udamah : 0al ini karena bayi itu belum pasti masih hidup dan memang biasanya tidak bisa hidup, maka tidak diperbolehkan melanggar suatu yang sudah jelas keharamannya demi sesuatu yang masih belum jelas. -osululloh bersabda : Mematahkan tulang orang mumin yang telah meninggal sama seperti mematahkan tulang seorang mumin yang masih hidup.$ "uga karena -osululloh melarang untuk mencincang mayat.

(amun Imam %yafii, Ibnu Hazm dan sebagian ulama Malikiyah mengatakan bah.a dalam keadaan seperti itu dibedah perut ibu demi keselamatan bayi yang masih dalam kandungannya. %@ihat Al Majmu 'yarah Muhad#ab 4mam (a.a.i 91*31, Al Muhalla 91188+ !an ini adalah mad#hab yang -ojih insya Alloh. Berkata %yaikh &osyid &idlo menanggapi mad#hab Imam Malik dan Ahmad : Berdalil dengan hadits Aisyah untuk membiarkan bayi yang masih hidup dalam perut ibu sampai meninggal adalah sesuatu yang aneh bila ditinjau dari dua segi :

Bah.asannya membedah perut tidak akan mematahkan tulangnya. Bah.asannya hidupnya janin apabila telah sempurna bentuknya lalu dikeluarkan dengan jalur oprasi bedah. 0al ini sering terjadi. !ari sini ada dua hal yang bertentangan antara menyelamatkan nya.a bayi itu ataukah menjaga kehormatan sang ibu untuk tidak dilakukan pembedahan dan mematahkan tulangnya ? tidak diragukan lagi bah.a kemungkinan pertana itulah yang lebih rajih. !itambah lagi bah.asannya pembedahan perut sang ibu untuk tujuan ini bukanlah sebuah bentuk penghinaan terhadap mayat. Maka yang benar adalah pendapat yang me.ajibkan pembedahan perut ibu jika para dokter menguatkan kemungkinan bayi itu bisa hidup selepas operasi bedah tersebut.$

Berkata %yaikh Al Albani : Apa yang dipilih oleh 'yaikh -osyid -idlo adalah mad#hab 'yafiiyah sebagaimana dikatakan oleh 4mam (a.a.i, dan beliau mengatakan bah.a ini adalah mad#hab Abu 0anifah dan jumhur ulama juga mad#hab 4bnu 0a#m dan ini adalah sesuatu yang benar 4nsya Alloh.$ %@ihat Ahkamul "anai# hal : ,)2+ Berkata %yaikh Ahmad %yakir dalam Tali6 Al Muhalla : Adapun mengeluarkan bayi yang masih hidup dalam kandungan sang ibu maka hal ini .ajib dilakukan. Adapun bagaimana caranya, hal itu terserah kepada para ahlinya baik seorang dokter maupun dukun bayi.$

Hukum otopsi jenazah muslim untuk belajar ilmu kedokteran 4slam sebagai agama yang telah disempurnakan oleh Alloh telah menetapkan beberapa kaedah untuk menja.ab permasalahan yang belum terjadi pada #aman -osululloh. !iantara kaedah tersebut adalah 'Apabila berbenturan antara dua kemaslahatan maka di lakukan yang paling banyak maslahatnya juga apabila berbenturan antara dua mafsadah maka di lakukan yang paling ringan mafsadahnya( %@ihat Al &o.aid Al ;i6hiyah 'yaikh As 'adi hal : 79=7:+ Masalah otopsi dan bedah mayat muslim atau d#immi masuk dalam kaedah ini, karena otopsi banyak mengandung faedah yang sangat besar seperti mengungkap tindakan kriminalitas, mendeteksi sedini mungkin adanya .abah menular sehingga cepat bisa diatasi dan beberapa manfaat lainnya. "uga apa yang lakukan oleh mahasis.a kedokteran untuk melakukan bedah mayat dalam rangka belajar banyak mengandung manfaat untuk ummat. 'emua ini kalau bertentangan dengan maslahat menjaga kehormatan mayat, maka harus dilihat mana yang lebih kuat masalahatnya sehingga bisa dihukumi boleh ataukah tidak ? Aalau dilihat secara umum tentang keharusan menjaga kelangsungan hidup manusia maka prektek bedah semacam ini diperbolehkan. Ballahu Alam "ika ada yang bertanya : Aenapa tidak digunakan jasad binatang saja ? "a.ab : Ada perbedaan yang sangat tajam antara organ tubuh manusia dengan organ tubuh binatang yang dengannya tidak mungkin dijadikan dasar dalam belajar kedokteran. 'ebagaimana dengan sangat jelas bagi mahasis.a fakultas kedokteran. %@ihat secara lengkap pembahasan ini di Abhats 0aiah ;at.a Aibarul <lama hal :7:=82+ (amun kalau jasad yang di bedah itu mayat yang tidak mashum, maka itulah yang lebih selamat. Berkata %yaikh Al Albani disela=sela ucapan beliau tentang keharaman membongkar kuburan muslim : !engan ini terja.ablah pertanyaan yang sering dilontarkan mahasis.a fakultas kedokteran yaitu : Apakah boleh memecahkan tulang mayat untuk dijadikan bahan penelitian kedokteran ? "a.abnya : Tidak boleh dilakukan terhadap mayat muslim namun boleh terhadap lainnya. %Ahkamul "anai# hal : ,))+

Ada baiknya kita turunkan teks fat.a 0aiah kibarul <lama no 72 tanggal ,31:11*)8 0 tentang pandangan 0aiah terhadap praktek otopsi dan pembedahan mayat muslim untuk tujuan kemaslahatan medis. "a.ab 'etelah ditelaah ternyata masalah ini mengandung tiga unsur, yaitu :

: 5topsi mayat untuk mengetahui sebab kematian saat terjadi tindakan kriminalitas 5topsi mayat untuk mengetahui adanya .abah penyakit agar bisa diambil tindakan pre>entif secara dini

5topsi mayat untuk belajar ilmu kedokteran

'etelah di bahas dan saling mengutarakan pendapat, maka majlis memutuskan sebagai berikut : <ntuk masalah pertama dan kedua, majlis berpendapat tentang diperbolehkannya untuk me.ujudkan banyak kemaslahatan dalam bidang keamanan, keadilan dan tindakan pre>entif dari .abah penyakit. Adapun mafsadah merusak kehormatan mayat yang di otopsi bisa tertutupi kalau dibandingkan dengan kemaslahatannya yang sangat banyak. Maka majlis sepakat menetapkan diperbolehkan melakukan otopsi mayat untuk dua tujuan ini, baik mayat itu mashum ataukah tidak. Adapun yang ketiga yaitu yang berhubungan dengan tujuan pendidikan medis, maka memandang bah.a syariat islam datang dengan memba.a serta memperbanyak kemaslahatan dan mencegah serta memperkecil mafsadah dengan cara melakukan mafsadah yang paling ringan serta maslahat yang paling besar, juga karena tidak bisa diganti dengan membedah binatang juga karena pembedahan ini banyak mengandung maslahat seiring dengan perkembangan ilmu medis, maka majlis berpendapat bah.a secara umum diperbolehkan untuk membedah mayat muslim. 0anya saja karena memang islam menghormati seorang muslim baik hidup maupun mati sebagaimana yang diri.ayatkan oleh Imam Ahmad, Abu )a"ud dan Ibnu majah dari Aisyah bah.a -osululloh bersabda : Mematahkan tulang mayit sebagaimana mematahkannya tatkala masih hidup.$ "uga melihat bah.a bedah itu mengihanakan kehormatan jena#ah muslim, padahal itu semua bisa dilakukan terhadap jasad orang yang tidak mashum, maka majlis berpendapat bah.a bedah

tersebut harus Cuma dilakukan terhadap mayat yang tidak mashum bukan terhadap mayat orang yang mashum. Ballahul Mu.affi6. *aedah + Aarena sedikit ada keterkaitan dengan masalah ini, maka kita bahas juga masalah : Hukum membongkar kuburan muslim 0adits Aisyah diatas menunjukkan keharaman membongkar kuburan seorang muslim karena akan bisa memecahkan tulangnya. %@ihat Ahkamul "anai# 4mam Al Albani hal : ,):+ Berkata Imam ,a"a"i : Tidak boleh membongkar kuburan muslim tanpa ada sebab syar4. !an dibolehkan kalau ada ada sebab syari seperti kalau mayat dalam kuburan itu sudah hancur dan berubah menjadi tanah. Aalau memang sudah demikian boleh mengubur orang lain di situ juga boleh menanam tanaman atau membangun bangunan atau lainnya jika sudah tidak lagi terdapat tulang belulang mayat disitu. !an untuk menentukan hal ini tergantung pada daerah masing=masing.$ %Al Majmu :91*3*+ Berkata %yaikh Al Albani : !engan ini dapat diketahui haramnya perbuatan yang dilakukan sebagian pemerintah muslim yang mana mereka membongkar kuburan muslim untuk dijadikan perumahan atau lainnya.$ %Ahkamul "anai# hal : 1):+ (amun jika kuburan itu kuburan orang=orang kafir maka sama sekali tidak dilarang membongkar kuburan mereka, karena mereka sama sekali tidak punya kehormatan, berdasarkan mafhum mukholafah dari hadits Aisyah tersebut diatas. "uga berdasarkan hadits Anas bin Malik yang sangat panjang yang intinya : Tatkala -osululloh datang ke kota madinah, beliau memerintahakn untk membangun masjid dan beliau mendapatkan tanah .akaf dari Bani (ajjar yang didalamnya ada kuburan orang=orang

musyrik maka -osululloh memerintahkan untuk membongkar kuburan itu dan meratakannya.$ %0-. Bukhori Muslim+ Berkata Al Hafidl Ibnu Hajar : !alam hadits ini terdapat hukum dibolehkannya mengelola tanah kuburan yang didapat le.at hibah atau jual beli, juga boleh membongkar kuburan tua apabila tidak ada kehormatannya juga dibolehkan sholat di bekas kuburan orang=orang musyrik setelah dibongkar dan dikeluarkan isinya juga dibolehkan membangun masjid ditanah tersebut.$ Ballahu Alam DDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDD

%1+ Mashum disini berarti orang yang terjaga harta, ji.a dan kehormatannya, dalam artian tidak boleh dibunuh, dirampas hartanya kecuali dengan haknya. Mereka adalah orang islam dan orang kafir yang tidak memerangi ummat islam. %@ihat Al &o.aid Al ;i6hiyah 'yaikh As 'adi hal : 98+

%,+ /aitu orang=orang kafir yang memerangi ummat islam, mereka boleh dibunuh dimanapun berada sebagaimana firman (ya : !an bunuhlah mereka dimanapun kamu jumpai mereka.$ %&'. Al Ba6oroh : 1)1+

%*+ /aitu orang kafir yang hidup di negri muslim, mereka tunduk dan patuh kepada pemerintah muslim dan membayar ji#yah, sebagaimana firman Alloh surat At Taubah : ,) Aafir Mustaman adalah orang kafir yang mendapatkan jaminan keamanan daro orang islam. Aeduanya haram dibunuh dan di rampas hartanya.