Anda di halaman 1dari 5

Nomor

: : : :

DISUSUN

FLOW CART PELAKSANAAN INSPEKSi BUMA


PIC AKTIFITAS 1. Setiap pengawas melakukan inspeksi sesuai areal kerja masing-masing. 2. Menilai resiko dari bahaya - bahaya tanpa kontrol

Tgl Effektif Halaman Revisi

Wely Madjid
Adm. SHE

PENGAWAS / FOREMAN
All PENGAWAS

KABAG. DEPT.TERKAIT

Pengawas

Penilaian Resiko Tanpa Kontrol

3. Pemisahan resiko bahaya-bahaya AA & A serta resiko B & C.


Resiko AA &A Resiko B & C

4. Check kontrol yang sudah ada untuk bahaya resiko AA & A. 5. Penilaian resiko dengan kontrol
check kontrol yang sudah ada Penilaian Resiko Tanpa Kontrol

5. Hasil ringkasan disampaikan kepada Dept. terkait untuk difollow up.


check kontrol yang sudah ada

7. Operator / driver dapat mengoperasi kan unit dan sebelum mengoperasikan unit harus melakuakn P2H ( Pelaksa naan Perawatan Harian ) dan pencata tan HM awal opersi 8. Sebelum mengoperasikan unit harus

diskusikan dengan tim

sudah mendapat intruksi / perintah dari pengawas atau kepala bagian yang bersangkutan 9. Memastiakn daerah untuk opersi unit dan sekitarnya benar - benar aman 10 Pengawasan / monitoring operasional yang dilakukan oleh F/M,Spv dan kepa la bagian masing - masing 11. Parkir dengan benar dan ditempat yang aman setelah selesai mengoperasikan unit

DISUSUN

DISETUJUI

Wely Madjid
Adm. SHE

Jhony NP.
Safety Officer

Mulyanto
P / Manager

Pengawas

Dept. Terkait

check kontrol yang sudah ada

rencana kegiatan pengendalian bahaya

follow up

verifikasi

Disusun,

Disetujui,
No. Dokumen Tanggal Efektif Halaman Revisi

STANDAR PARAMETER

PENANGANAN TABUNG BERTEKANAN

1. LATAR BELAKANG Resiko yang ditimbulkan oleh tabung bertekanan adalah tinggi, jika mengalami kegagalan atau kecelakaan yang disebabkan kesalahan dalam penanganannya. Untuk itu perlu dibuatkan panduan tata cara penanganan tabung bertekanan yang aman. 2. RUANG LINGKUP 2. 1 Penanganan tabung bertekanan yang dijelaskan dalam prosedur ini adalah penyimpanan, pengangkutan, dan pemakaian tabung bertekanan. 2. 2 Tabung bertekanan yang dimaksud disini adalah tabung las (oksigen, asetilen, nitrogen, karbondioksida, dll) dan tabung LPG untuk memasak. 3. REFERENSI B'Safe Nomor : K3LH/2003/03.05/STD, tentang Pengendalian Bejana dan Tabung Gas Bertekanan. 4. PENYIMPANAN TABUNG BERTEKANAN DI GUDANG 4. 1 Kepala Bagian Warehouse / Koordinator Gudang bertanggung jawab memastikan semua tabung bertekanan yang tersimpan di gudang dalam keadaan aman dan memenuhi persyaratan keselamatan. 4. 2 Gudang tabung bertekanan harus terpisah dari gudang lainnya, dan jauh dari tempat penyimpanan bahan bakar. 4. 3 Penyimpanan tabung harus dalam posisi berdiri dan masing-masing tabung harus dalam kondisi terikat. 4. 4 Antara tabung kosong dan isian harus dipisahkan dan diberi tanda / rambu "Kosong" atau "Isi". 4. 5 Penyimpanan tiap jenis tabung harus dipisahkan. Misalnya tabung oksigen tidak boleh digabungkan dengan tabung asetilen. Dan masing-masing kelompok diberi batas dan rambu. 5. TRANSPORTASI TABUNG BERTEKANAN (DARI DAN KE GUDANG) 5. 1 Pengangkutan tabung las / LPG dalam jumlah sedikit (1 - 5 buah), dapat menggunakan kendaraan sarana terbuka (pick-up). Posisi tabung harus berdiri dan terikat. 5. 2 Pengangkutan tabung las / LPG dalam jumlah banyak (lebih dari 5 buah), sebaiknya menggunakan box / kotak / kerangkeng. Semua tabung dimasukkan ke dalam box / kerangkeng dalam posisi berdiri, dan diikat. Kerangkeng diangkut dengan kendaraan / crane truck / forklift dengan posisi terikat. 5. 3 Dilarang membawa tabung bertekanan menggunakan forklift dengan kondisi tidak terikat dan posisi tidur. 6. TRANSPORTASI TABUNG LAS DARI WORKSHOP KE LAPANGAN 6. 1 Tabung las yang akan dibawa ke lapangan (tambang), karena mengharuskan pekerjaan pengelasan dilakukan diluar workshop, maka harus mengikuti ketentuan dibawah ini. 6. 2 Tabung las harus diletakkan ke dalam troley / kereta dengan posisi berdiri atau sudut 70 - 90 derajat dan diikat pada troley. 6. 3 Sebelum dinaikkan ke atas kendaraan, lepas terlebih dahulu regulatornya untuk menghindari kerusakan regulator akibat goncangan dan benturan. 6. 4 Naikkan ke atas kendaraan, dan ikat pada bak kendaraan dengan posisi berdiri. 7. PEMAKAIAN TABUNG LAS 7. 1 Welder bertanggung jawab melakukan pemeriksaan harian (P2H) sebelum memulai menggunakan tabung las. 7. 2 Tabung las tidak boleh digunakan sebagai roller. 7. 3 Tabung las harus dalam posisi berdiri dan terikat. 7. 4 Penempatan tabung las harus di tempat yang terlindung dari hujan dan panas. 7. 5 Selama bekerja dengan tabung las, alat pemadam api harus berada di dekatnya. 8. PERALATAN PENGAMAN TABUNG LAS 8. 1 Regulator, untuk mengkontrol tekanan yang dikeluarkan. 8. 2 Flash back arrestor, valve pengaman jika terjadi 'api balik'. Flash back arrestor harus terpasang ganda (dibawah regulator dan diatas 'torch'). 8. 3 Alat pelindung diri : apron kulit, face shield (2 lensa), goggles (2 lensa), sarung tangan kulit panjang.