Anda di halaman 1dari 36

TUGAS PBL SKENARIO 2 Pembukaan Rahasia Medik Untuk Pihak Ke Tiga

Disusun Oleh

Latifahni Latira L Leora A Lia Noor Lidya Roza Like Yani Lili N Lingga L Malen S

Kelompok B1

: 1102009156 : 1102009157 : 1102009158 : 1102009159 : 1102009160 : 1102009161 : 1102009162 : 1102009163 : 1102009164

Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi 2009

Skenario 2

Pembukaan Rahasia Medik Untuk Pihak Ke Tiga


Dokter Haidar bekerja pada sebuah perusahaan otomotif di kawasan industri Cikarang. Sebagai dokter perusahaan dokter Haidar memegang teguh Sumpah Hipokrates yang diucapkannya pada waktu Baiat Wisuda Dokter (sesuai nilainilai akhlah Islam) di Universitas YARSI, sehingga dokter Haidar sangat memegang Rahasia Medis karyawan yang diperiksanya karena seperti diketahui bahwa dokter termasuk salah satu dari banyak orang yang mempunyai wajib simpan rahasia medis. Pada suatu hari dokter Haidar dipanggil oleh manajer personalia dan diberi tugas untuk memeriksa kesehatan semua karyawan perusahaan otomotif tersebut yang berjumlah 500 karyawan tersebut.

Semua karyawan sudah diberitahukan tentang pemeriksaan ini dan sudah ditentukan kapan harus melakukan pemeriksaan darah dan rontgen thorax. Karyawan juga disuruh membaca dan mengisi informed consent tentang pemeriksaan kesehatan ini. Pemeriksaan kesehatan ini dilakukan untuk meningkatkan produktifitas kerja perusahahan otomotif tersebut, dan semua hasil pemeriksaan rutin ini diletakkan dalam berkas Rekam Medis. Dokter Haidar yang menyadari dia tidak melanggar sanksi hukum dan etik tentang pembukaan Rahasia Medis kemudian menemui manajer perusahaan tersebut untuk melaporkan siapa saja yang menderita penyakit TBC.

STEP I

Sumpah Hippocrates : Janji setiap dokter baru sejak zaman hippokrates Nilai nilai akhlak islam : Kondisi jiwa yang telah tertanam kuat yang dirinya terlahir sikap amal secara mudah tanpa membutuhkan pemikiran dan pertimbangan yang didalam nya terdapat sikap sidiq, adil, amanah, sabar tawaduk, ramah, dan ikhlas. Rahasia Medis : Sesuatu yang disembunyikn dan hanya diketahui oleh satu orang, oleh beberapa orang saja, atau oleh kalangan tertentu yang berhubungan dengan kondisi pasien baik kesehatan maupun penyakit Wajib simpan rahasia medis : setiap dokter wajib menyimpan informasi dari pasien baik sadar maupun tidak sadar dan wajib menyimpan informasi dari pemeriksaan yang dilakukan oleh dikter terhadap pasien

Informed consent : Persetujuan yang diberikan kepada dokter


setelah diberi penjelasan

Rekam medis : Kumpulan keterang tentang identitas, hasil


anamnesis, pemeriksaan dan catatan segala kegiatan para pelayan kesehatan atas pasien dari waktu ke waktu

Sanki hukum & etik tentang pembukaan rekam medis : Sanksi


yang diberikan kepada pihak-pihak yang berkaitan mengenai pelanggaran pembukaan rekam medis salah seorang pasien.

STEP 2

1. Apa kegunaan dari informed consent ? 2. Apa yang terjadi bila dokter haidar membocorkan rahasia medis ? 3. Apa kegunaan dari rekam medis ? 4. Kapan seorang dokter boleh membuka rahasia medis pasiennya? 5. Bagaimana isi sumpah hipocrates yang kamu ketahui? 6. Apa isi dari rekam medis? 7. Bagaimana jika pembukaan rahasia medis berpengaruh buruk pada

kehidupan pasien?Siapa yang akan bertanggung jawab atas hal tersebut? 8. Mengapa sumapah hipocrates harus di pegang teguh oleh setiap dokter? 9. Apa sanksi jika dokter melanggar sumpah hipocrates? 10.Nilai akhlak apa saja yang harus dianut seorang dokter? 11.Apa isi dari informed consent? 12.Dimana dan kapan informed consent harus diterapkan? 13.Kewajiban apakah yang harus dipegang teguh oleh seorang dokter selain menyimpan rahasia medis pada sumpah hipocrates? 14.Apa contoh sanksi hukum dalam pembukaan rahasia medis seorang pasien?

STEP 3

Kegunaan Informed Consent:


Agar tidak terjadi kesalahpahaman antara dokter dengan pasien dalam tindakan medis yang dilakukan dan agar ada kekuatan hukum atas tindakan medis yang dilakukan.

2. - Sanksi pidana pasal 322 KUHP: Barang siapa dengan sengaja membuka suatu rahasia yang menurut jabatan atau pekerjaannya, baik yang sekarang maupun yang dulu ia diwajibkan untuk menyimpannya, dihukum dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau denda paling banyak Rp 9.000 Jika kejahatan itu dilakukan terhadap seorang yang tertentu, maka perbuatan itu hanya dituntut atas pengadilan orang tersebut. - Sanksi administratif: Pasal 4 peraturan pemerintah No.10 tahun 1966 menyebutkan tehadap pelanggaran ketentuan mengenai wajib simpan rahasia kedokteran yang tidak atau tidak dapat dipidana menurut pasal 322 atau pasal 112 KUHP, menteri kesehatan dapat melakukan tindakan adminidtratif berdasarkan UU tentang kesehatan.

3.

Kegunaan rekam medis: - Sebagai bukti tertulis atas segala pelayanan - Sebagai bahan laporan dan pertanggung jawaban - Sebagai alat komunikasi antara dokter dengan tenaga kesehatan lain dalam pelayanan - Dasar rencana terapi - Dasar analisis studi, evaluasi terhadap suatu pelayanan - Melindungi kepentingan hukum - Data khusus untuk penelitian kesehatan Seorang dokter boleh membuka rahasia medis pasien pada saat diminta oleh polisi atau sebagai sanksi di pengadilan (dalam rangka penegakan hukum). Isi sumpah hipprokates: Saya akan mengikuti cara pengobatan yang menurut pengetahuan dan kemampuan saya akan membawa kebaikan bagi penderita, dan tidak akan merugikan siapapun.

4.

5.

6. Isi dari rekam medis:


Identitas pasien, tanggal waktu, hasil anamnesis mencakup sekurang-kurangnya keluhan dan riwayat penyakit, hasil pemeriksaan fisik dan penunjang medik, diagnosis, rencana penatalaksanaan, pengobatan dan tindakan, pelayanan lain yang diberikan kepada pasien, persetujuan tidak bila ada atau diperlukan, ringkasan pulang. Untuk bencana dilengkapi: jenis bencana, katagori kegawatan, dan identitas yang menemukan pasien.

7. Pada dasarnya dokter berkewajiban untuk memberitahu


perusahaan dan perusahaan tersebut pun mempunyai hak untuk mengetahui riwayat kesehatan pegawai. Adapun jika rahasia medis tersebut tersebar ke khalayak ramai, tergantung pada siapa yang membocorkannya ke khalayak. 8. Sumpah Hipprokates harus dipegang teguh oleh dokter karena dalam peraturan lafal sumpah dokter itu berdasarkan Sumpah Hippokrates dari Ikatan Dokter Sedunia.

9.

Sanksi-sanksi jika melanggar sumpah Hipprokates: - Teguran atau tuntutan secara lisan - Penundaan kenaikan gaji atau pangkat - Penurunan gaji atau pangkat - Dicabut izin praktek dokter - Pada kasus pelanggaran etikolegal, diberikan hukuman atau denda

10. Nilai akhlak yang harus dianut oleh seorang dokter adalah
ikhlas, amanah(dapat dipercaya), bersyukur, tekun (berusaha dengan rajin dan bersungguh-sungguh), disiplin (ketaatan pada aturan dan tata tertib), sabar (sifat tahan menderita sesuatu: tidak cepat marah, tidak patah hati, tidak putus asa) 11. Isi informed consent adalah mengenai persetujuan yang diberikan pasien kepada dokter setelah diberi penjelasan yang berupa lisan maupun tulisan.

12. 13.

14.

Informed Consent diterapkan pada saat tindakan operasi, terapi dan lain-lain Kewajiban seorang dokter selain menyimpan rahasia medis pada sumpah Hipprokates dengan melaksanakan kode etik kedokteran. Dipenjara maksimal 9 bulan atau denda 600 rupiah bila membuka rahasia medis.

STEP 4 Sumpah Hipprokates harus dipegang teguh oleh dokter karena dalam peraturan lafal sumpah dokter itu berdasarkan Sumpah Hippokrates dari Ikatan Dokter Sedunia salah satu isi sumpah hipprokrates adalah Saya akan mengikuti cara pengobatan yang menurut pengetahuan dan kemampuan saya akan membawa kebaikan bagi penderita, dan tidak akan merugikan siapapun. Dan apabila seseorang melanggar sumpah itu maka ia dikenakan sanksi, sanksi-sanksi itu antara lain : - Teguran atau tuntutan secara lisan - Penundaan kenaikan gaji atau pangkat - Penurunan gaji atau pangkat - Dicabut izin praktek dokter - Pada kasus pelanggaran etikolegal, diberikan hukuman atau denda

Seorang dokter juga diwajibkan untuk menggunakan Informed Consent dan Rekam Medis. Kegunaan dari Informed Consent yaitu agar tidak terjadi kesalahpahaman antara dokter dengan pasien dalam tindakan medis yang dilakukan dan agar ada kekuatan hukum atas tindakan medis yang dilakukan. Sedangkan kegunaan rekam medis yaitu : - Sebagai bukti tertulis atas segala pelayanan - Sebagai bahan laporan dan pertanggung jawaban - Sebagai alat komunikasi antara dokter dengan tenaga kesehatan lain dalam pelayanan - Dasar rencana terapi - Dasar analisis studi, evaluasi terhadap suatu pelayanan - Melindungi kepentingan hukum - Data khusus untuk penelitian kesehatan

Isi dari rekam medis yaitu Identitas pasien, tanggal waktu, hasil anamnesis mencakup sekurang-kurangnya keluhan dan riwayat penyakit, hasil pemeriksaan fisik dan penunjang medik, diagnosis, rencana penatalaksanaan, pengobatan dan tindakan, pelayanan lain yang diberikan kepada pasien, persetujuan tidak bila ada atau diperlukan, ringkasan pulang. Untuk bencana dilengkapi: jenis bencana, katagori kegawatan, dan identitas yang menemukan pasien. Dokter juga wajib memahami kapan seorang dokter boleh membuka rahasia medis pasien, salah satu contoh seorang dokter boleh membuka rahasia medis tersebut adalah pada saat diminta oleh polisi atau sebagai sanksi di pengadilan (dalam rangka penegakan hukum). Apabila seorang dokter membuka rahasia medis pasien tanpa ada alasan yang tidak jelas maka dokter tersebut dapat dipenjara maksimal 9 bulan atau denda 600 rupiah (menurut manometer sekarang) bila membuka rahasia medis.

Selain itu seorang dokter juga wajib memiliki ni\ilai akhlak yaitu ikhlas, amanah (dapat dipercaya), bersyukur, tekun (berusaha dengan rajin dan bersungguh-sungguh), disiplin (ketaatan pada aturan dan tata tertib), sabar (sifat tahan menderita sesuatu: tidak cepat marah, tidak patah hati, tidak putus asa)

STEP 5 ( SASARAN BELAJAR) 1. Mengetahui dan memahami Sumpah Hipokretes 1.1 Definisi Sumpah Hipokretes 1.2 Isi Sumpah Hipokretes 2. Mengetahui dan memahami Rahasia Medis 2.1 Definisi Rahasia Medis 2.3 Sanksi sanksi pelanggaran Rahasia Medis 2.4 Batasan batasan pembukaan Rahasia Medis 3. Mengetahui dan memahami Informed Consent dan Rekam Medik 3.1 Definisi Informed Consent dan Rekam Medik 3.2 Isi Informed Consent dan Rekam Medik 3.3 Kegunaan Informed Consent dan Rekam Medik 4. Mengetahui dan memahami nilai akhlak dalam Islam yang berhubungan dengan praktik kedokteran 4.1 Definisi nilai akhlak 4.2 Contoh nilai akhlak islam yang berhubungan dengan praktik kedokteran

STEP 6

Individualy Study

Step 7 1. Sumpah Hippokrates 1.1 Definisi: sumpah yang secara tradisional dilakukan oleh dokter tentang etika yang harus dilakukan dalam melakukan praktek profesinya. (http://id.wikipedia.org/wiki/sumpah_hippocrates) 1.2 Isi Sumpah Hippokrates: Saya bersumpah demi Apollo dewa penyembuh, dan Aesculapius dan Hygeia, dan Panacea, dan semua dewadewa sebagai saksi, bahwa sesuai dengan kemampuan dan pikiran saya, saya akan mematuhi janji-janji berikut ini: 1. Saya akan memperlakukan guru yang telah mengajarkan ilmu ini dengan penuh kasih sayang sebagaimana terhadap orang tua saya sendiri, jika perlu akan saya bagikan harta saya untuk dinikmati bersamanya.

2. Saya akan memperlakukan anak-anaknya sebagai saudara kandung saya dan saya akan mengajarkan ilmu yang telah saya peroleh dari ayahnya, kalau mereka memang mau mempelajarinya, tanpa imbalan apapun. 3. Saya akan meneruskan ilmu pengetahuan ini kepada anak-anak saya sendiri, dan kepada anak-anak guru saya, dan kepada mereka yang mengikatkan diri dengan janji dan sumpah untuk mengabdi kepada ilmu pengobatan, dan tidak kepada hal-hal lainnya. 4. Saya akan mengikuti cara pengobatan yang menurut pengetahuan dan kemampuan saya akan membawa kebaikan bagi penderita, dan tidak akan merugikan siapapun. 5. Saya tidak akan memberi obat yang mematikan kepada siapa pun meskipun diminta, atau menganjurkan kepada mereka untuk tujuan itu. Atas dasar yang sama, saya tidak akan memberikan obat untuk menggugurkan kandungan.

6.

Saya ingin menempuh hidup yang saya baktikan kepada ilmu saya ini dengan tetap suci dan bersih. 7. Saya tidak akan melakukan pembedahan terhadap seseorang, walaupun ia menderita penyakit batu, tetapi akan menyerahkan kepada mereka yang berpengalaman dalam pekerjaan ini. 8. Rumah siapapun yang saya masuki, kedatangan saya itu saya tujukan untuk kesembuhan yang sakit dan tanpa niatniat buruk atau mencelakakan, dan lebih jauh lagi tanpa niat berbuat cabul terhadap wanita ataupun pria, baik merdeka maupun hamba sahaya. 9. Apapun yang saya dengar atau lihat tentang kehidupan seseorang yang tidak patut disebarluaskan, tidak akan saya ungkapkan karena saya harus merahasiakannya. 10. Selama saya tetap mematuhi sumpah saya ini, izinkanlah saya menikmati hidup dalam mempraktekan ilmu saya ini, dihormati oleh semua orang, di sepanjang waktu! Tetapi jika sampai saya mengkhianati sumpah ini, balikkanlah nasib saya. (sumber: Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan)

2.

Rahasia Medis 2.1 Definisi: segala sesuatu yang diketahui oleh orangorang yang tersebut dalam pasal 3 pada waktu atau selama melakukan pekerjaan dalam lapangan kedokteran. (sumber: www.fk.uwks.ac.id) 2.2 Sanksi-sanksi pembukaan rahasia medis: a) Pasal 322 KUHP yang berbunyi: 1. Barang siapa dengan sengaja membuka suatu rahasia yang ia wajib menyimpannya oleh karena jabatan atau pekerjaannya, baik yang sekarang maupun yang dulu, dihukum dengan hukuman penjara selama-lamanya Sembilan bulan atau denda sebanyak-banyaknya enam ratus juta rupiah 2.Jika kejahatan ini dilakukan terhadap seseorang yang tertentu,maka ia hanya dituntut atas pengaduan orang itu

3. Pasal 1365 KUR perdata: barang siapa yang berbuat salah sehingga orang lain mendeita kerugian, berwajib menggsnti kerugian itu (sumber: Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan)

2.3 Batasan-batasan pembukaan rahasia medis:

- Izin/otorisasi pasien - UU wabah dll, KUHP, jo PP 10/66 - Pasal 48 KUHP tentang daya paksa - Pasal 50 KUHP tentang menjalankan undang-undang - Pasal 51 KUHP tentang perintah jabatan - Keilmuan, kepentingan umum - Intruksi menkes RI No.72/menkes/inst/II/1988 tentang kewajiban melaporkan penderita dengan gejala AIDS

3. Informed Consent dan Rekam Medik


3.1 Memahami Definisi Informed Consent Dan Rekam Medis Dalam Permenkes No. 589 Tahun 1989 dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan informed consent adalah persetujuan yang diberikan pasien atau keluarga atas dasar penjelasan mengenai tindakan medik yang akan dilakukan terhadap pasien tersebut. Dalam Permenkes No.749a/Menkes/XII/89 tentang Rekam Medis disebut pengertian rekam medis adalah berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan, dan pelayanan lain kepada pasien pada sarana pelayanan kesehatan. (Sumber Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan Edisi 3 )

3.2 Menjelaskan Isi Informed Consent dan Rekam Medis


Isi Informed Consent

Bagian yang terpenting dalam pembicaraan mengenai informed consent tentulah mengenai iformasi atau penjelasan yang perlu disampaikan kepada pasien atau keluarga. Masalahnya adalah informasi mengenai :

Apa (what) yang harus disampaikan , tentulah segala sesuatu yang berkaitan dengan penyakit pasien. Tindakan apa yang akan dilakukan, tentunya prosedur tindakan yang akan dijalani pasien baik diagnostic maupun terapi, dan lainlain sehingga pasien atau keluarga dapat memahaminya. Ini mencakup bentuk, tujuan, resiko, manfaat dari terapi yang akan dilaksanakan dan alternative terapi.

Mengenai kapan (when) disampaikan, tergantung pada waktu


yang tersedia setelah dokter memutuskan akan melakukan tindakan invasive dimaksud. Pasien atau keluarga pasien harus diberi waktu yang cukup untuk menetukan keputusannya. Yang menyampaikan (who) dinformasi, tergantung dari jenis tindakan yang akan dilakukan. Mengenai informasi yang mana (which) yang harus disampaikan dalam Permenkes, dijelaskan haruslah selengkaplengkapnya, kecuali dokter menilai informasi tersebut dapat merugikan kepentingan kesehatan pasien atau pasien menolak diberikan informasi. Bila perlu informsasi dapat diberikan kepada keluarga pasien.

Isi Rekam Medis

Di rumah sakit di dapat 2 jenis rekam medis, yaitu : Rekam Medis untuk pasien rawat jalan Rekam Medis ntuk pasien rawat inap Untuk pasien rawat jalan, termasuk pasien gawat darurat, rekam medis mempunyai informasi pasien antara lain : a). Identitas dan formulir perizinan (lembar hask kuasa) b). Riwayat penyakit (anamnesa) tentang - Keluhan utama - Riwayat sekarang - Riwayat penyakit yang pernah diderita - Riwayat keluarga tentang penyakit yang mungkin diturunkan

c). Laporan pemeriksaan fisik, termasuk pemeriksaan laboratorium, foto rontgen, scanning, MRI,dll. d). Diagnosa dan atau diagnosis banding e). Instruksi diagnostik dan terapeutik dengan tanda tangan pejabat kesehatan yang berwenang. Untuk rawat inap, memuat informasi yang terdapat dalam rawat jalan, dengan tambahan : - Persetujuan tindakan medik - Catatan konsultasi - Catatan perawat dan tenaga kesehatan lainnya - Catatan observasi klinik dan hasil pengobatan - Resume akhir dan evaluasi pengobatan

(Sumber Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan Edisi 3 )

3.3 Kegunaan Informed Consent dan Rekam Medis - Kegunaan Informed Consent Informed consent akan memberikan solusi kesalahpahaman dengan tindakan yang akan diambil. Penjelasan sebelum suatu tindakan tentang hal yang akan dilakukan dan kemungkinan resiko yang tak diinginkan atau komplikasi sangat berguna bila dapat dilakukan dengan baik, sehingga tidak banyak reaksi akan muncul dari pihak keluarga bial benar terjadi resiko atau komplikasi. (Sumber : m.serambi.com/news/pasien)

- Kegunaan Rekam Medik Secara umum kegunaan rekam medik adalah : Sebagai alat komunikasi antara dokter dan tenaga kesehatan lainnya yang ikut ambil bagian dalam memberi pelayanan, pengobatan dan perawatan pasien. Merupakan dasar untuk perencanaan pengobatan / perawatan yang harus diberikan kepada pasien. Sebagai bukti tertulis atas segala pelayanan, perkembangan penyakit dan pengobatan selama pasien berkunjung atau dirawat di rumah sakit. sebagai dasar analisis, studi, eveluasi terhadap mutu pelayanan yang diberikan kepada pasien. Melindungi kepentingan hukum bagi pasien, rumah sakit, maupun dokter, dan tenaga kesehatan lainnya. Menyediakan data-data khusus yang sangat berguna untuk keperluan penelitian dan pendidikan. Sebagai dasar didalam perhitungan biaya pemabayaran pelayanan medik pasien.

Menjadi sumber ingatan yang harus di dokumentasikan, serta


sebagai bahan pertanggungjawaban dan laporan. (Sumber : Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan Edisi 3)

4. Nilai nilai akhlak dalam Islam yang berhubungan


dengan praktik kedokteran
4.1 Memahami Definisi Akhlak Akhlak adalah kondsi jiwa yang telah tertanam kuat yang darinya terlahir sikap amal secara mudah tanpa membutuhkan pemikiran dan pertimbangan. (Sumber : medicine.uii.ac.id) 4.2 Menjelaskan Akhlak Islam Yang Berhubungan Dengan Praktek Kedokteran Perilaku dokter muslim yang terealisasi dari akhlakul karimah akan senantiasa dilihat oleh orang-orang yang berinteraksi dengannya. Implementasi akhlaku karimah bagi seorang dokter bisa dengan berbagai cara, diantaranya sifat sidiq, adil, amanah, sabar, tawaduk, ramah, dan ihsan.

Sidiq adalah kejujuran, kesetiaan (pada janji dan komitmen). Perkataan dan berbuat apa adanya. Dokter memiliki ilmu dalam mengobati pasien dan pasien memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada dokter untuk mengobati penyakitnya. Disini kejujuran doktelah yang berperan, keputusan medik apapun yang diambil dokter, kemungkinan pasien tidak tahu, apalagi dalam keadaan gawat darurat. Adil adalah meletakan sesuatu pada tempatnya, bisa seperti sikap hidup dalam keseimbangan. Sikap adil diperlukan dalam praktek kedokteran agar hak-hak pasien tidak dirampas. Amanah adalah dapat dipercaya. Sebagai seorang dokter muslim yang diberikan amanah oleh pasiennya hendak bersikap jujur, dapat dipercaya, dan berusaha memenuhi sesuai dengan standar keprofesian, serta kebutuhan pasien tanpa mengada-ngada yang sebenarnya.

Sabar adalah usaha untuk menahan diri dari hal-hal yang tidak disukai dengan penuh kerelaan dan kepasrahan. Kesabaran diperlukan ketika pasien berkonsultasi dengan dokter. Jika seorang dokter bersedia dengan sabar mendengarkan keluhan pasiennya, maka inormasi tentang riwayat penyakit juga lebih mudah diketahui. Tawaduk adalah merendahkan diri tanpa merendahkan martabatnya. Realisasi sikap tawaduk dalam hubungan dengan pasien antara lain selalu melunakan suara, tidak membanggakan keahliannya kepada pasien dengan keangkuhannya dan selalu mengedepankan sikap mendengarkan. Realisasi sikap tawaduk sebagai seorang dokter menyadari bahwa dirinya penuh dengan kekurangan. Ramah adalah cita dan kasih sayang. Keramahan dan perhatian dokter hendaknya tulus dari dasar hatinya, tidak hanya berpura-pura. Ihsan adalah mengerjakan sesuatu secara profesional. (Sumber : medicine.uii.ac.id)

Daftar Pustaka
Sami,Ratna Suprapti.2001.Etika Kedokteran Indonesia.Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo http://id.wikipedia.org/wiki/sumpah www.fk.uwks.ac.id www.m.serambi.com/news/pasien www.medicine.uii.ac.id

TERIMA KASIH