Anda di halaman 1dari 34

UNSUR DAN SENYAWA TRANSISI

Kimia Anorganik

Disusun oleh kelompok 12 : Anisa Dwiwahyuni Ayu Setianingsih Brian Wahyu Dian Indriani Harviani Ike Lestari 1E/116019 1E/116042 1E/116049 1E/116077 1E/116116

KEMENTRIAN PERINDUSTRIAN REPUBLIK INDONESIA Pusat Pendidikan dan Pelatihan Industri Bogor 2011

Kimia Anorganik

Daftar Isi
A. B. C. D. E. F. G. Unsur-unsur transisi ................................................................................................. 3 Sifat-sifat unsur transisi ........................................................................................... 5 Senyawa Kompleks ................................................................................................. 10 Ligan......................................................................................................................... 11 Senyawa Koordinasi ............................................................................................... 11 Logam transisi di alam ........................................................................................... 14 Pencemaran Logam Berat .................................................................................. 29

Merkuri ......................................................................................................................... 29 Timbal ........................................................................................................................... 31 Kadmium ...................................................................................................................... 32 Daftar Pustaka ................................................................................................................ 33

Kimia Anorganik

LOGAM TRANSISI A. Unsur-unsur transisi

Unsur-unsur transisi terdapat di antara unsur-unsur golongan alkali tanah dan unsur-unsur golongan boron. Unsur-unsur ini disebut juga logam-logam transisi. Unsur-unsur transisi di dalam sistem periodik unsur dinyatakan sebagai unsur golongan B. Golongan ini di mulai dari IB, IIB, IIIB, IVB, VB, VIB, VIIB, dan VIIIB . Berdasarkan konfigurasi elektronnya, unsur-unsur transisi, terletak pada blok d dalam sistem periodik unsur. Keberadaan unsur-unsur transisi dalam sistem periodik unsur di mulai dari periode 4 sehingga unsur transisi terdapat pada periode 4, periode 5, periode 6, dan periode7. Logam transisi merupakan unsurunsur blok d dan disebut juga logam berat. Anggota-anggotanya Sc21, Ti22, V23, Cr24, Mn25, Fe26, Co27, Ni28, Cu29, Zn30, Au79, Ag47, Hg, Cd. Scandium dan seng mempunyai sifat yang agak beda dari unsur-unsur tansisi deret pertama lainnya dari Ti sampai dengan Cu. Skandium dan seng masing-masing mempunyai hanya satu macam bilangan oksidasi yaitu +3 dan +2., sedangkan unsure-unsur lainnya mempunyai bilangan oksidasi lebih dari satu. Senyawa scandium dan seng berwarna putih, tidak seeprti senyawa unsure lain yang pada umumnya berwarna. Pada umumnya unsure transisi bereaksi langsung dengan unsure nonlogam seperti oksigen dan halogen. Beberapa diantaranya seperti Sc, Y, La dapat bereaksi dengan air menghasilkan hidrogen.

Kimia Anorganik

Unsur-unsur seperti Pt dan Au sukar mengalami oksidasi. Kedua unsure ini tidak melarut baik dalam HCl atau HNO3, tetapi dapat melarut dalam aquaregia (air raja) yaitu campuran 3 bagian HCl pekat dan 1 bagian HNO3 pekat. Konfigurasi elektron dan bilangan oksidasi Konfigurasi elektron unsur transisi Konfigurasi Unsur elektron dari atom (Ar) ... Sc Ti V Cr Mn Fe 3d14s2 3d24s2 3d24s2 3d54s1 3d54s2 3d64s2 3d74s2 3d84s2 3d104s1 2d104s2 Sc3+ Ti4+ V3+ Cr3+ Mn3+ Fe2+ Fe3+ Co Ni Cu Co2+ Ni2+ Cu+ Cu2+ Zn Zn2+ 3d 2 3d 3 3d 5 3d 6 3d 5 3d 7 3d 8 3d 10 3d 9 3d 10 Ion yang umum Konfigurasi elektron dari ion (Ar) ...

Kimia Anorganik

B. Sifat-sifat unsur transisi

1.

Memiliki berbagai macam bilangan oksidasi Dengan berbagai pengecualian logam transisi pada umumnya memiliki berbagai macam bilangan oksidasi. Tabel bilangan oksidasi unsur transisi Sc +2 Ti (+2) (+3) +4 V +2 +3 +4 +5 Cr +2 +3 (+4) +6 Mn +2 (+3) +4 (+6) +7 Y +3 Zr +4 Nb +3 +5 Mo +3 +4 +5 +5 Te +4 (+6) +7 Ru +2 +3 +4 (+5) +6 (+7) (+8) La +3 Hf +4 Ta (+4) +5 W (+2) (+3) +4 +5 +6 Rc (+3) +4 (+5) +6 +7 Os (+2) (+3) +4 +6 +8 Ir (+2) +3 +4 (+6) Pt +2 (+3) +4 Au +1 +3 Ag +1 +2 Rh +3 +4 (+6) Pd +2 (+3) +4 Ag +1 (+2) (+3) Cd +2 Fe +2 +3 (+4) (+6) Co +2 +3 (+4) Ni +2 (+3) Cu +1 (+2) Zn +2

(dalam tanda kurung adalah bilangan oksidasi yang tidak umum) Energi elektron dalam orbital 3d hampir sama besar. Hal ini berarti, bahwa agar mencapai kestabilan, unsur-unsur ini membentuk ion dengan cara melepaskan elektron dalam jumlah berbeda. Oleh karena itu unsur-unsur

Kimia Anorganik

ini mempunyai dua macam bilangan oksidasi atau lebih, dalam senyawanya. Dari tabel terlihat bahwa untuk deret pertama, bilangan oksidasi maksimum bertambah secara teratur dari +2 untuk Sc ke +7 untuk Mn dan berkurang menjadi +2 untuk zn. Terlihat juga bahwa unsure-unsur transisi dibagian tengah mempunyai lebih banyak macam bilangan oksidasi. Selain itu dalam satu sub-golongan, makin kebawah bilangan oksidasi terbesar lebih menonjol, misalnya +2, dan +3 untuk Fe dan +4, +6, dan +8 untuk Os. Dengan mempelajari bilangan oksidasi unsure-unsur transisi dapat disimpulkan bahwa : o Bilangan oksidasi yang umum adalah +2 dan +3 atau kedua-duanya. Pada awal deret bilangan oksidasi yang umum adalah +3 dan pada akhir deret adalah +2. o Sampai dengan Mn, dicapai bilangan oksidasi maksimum untuk memenuhi struktur elektron argon (4 untuk Ti, 5 untuk V, 6 untuk Cr dan 7 untuk Mn) o Pada umumnya bilangan oksidasi maksimum dicapai dalam senyawa dengan oksigen dan fluor yang mempunyai keelektronegatifan terbesar. Senyawa yang unsur logam transisinya mempunyai bilangan oksidasi tinggi cenderung agak kovalen, sedangkan yang bilangan oksidasinya lebih rendah cenderung lebih ionik. Contohnya oksida - oksida Mn2O7 adalah senyawa kovalen yang berwujud cair pada suhu kamar (mengkristal pada suhu 6oC), tetapi Mn3O4 adalah senyawa ionik. Oksida kovalen cenderung berupa anhidrida asam, sedangkan oksida ionik cenderung basa. Unsur transisi memiliki bilangan oksidasi yang lebar karena orbital d yang terisi sebagian dapat menerima atau mendonasi elektron dalam reaksi kimia.

Kimia Anorganik

2. 3.

Berbentuk logam padat dan bersifat koduktor yang baik Energi ionisasi logam-logam transisi relatif rendah, sehingga mudah membentuk ion positif.

4.

Banyak senyawa logam transisi bersifat paramagnetik Sifat magnetik ion kompleks dari senyawa transisi bergantung pada banyaknya elektron tidak berpasangan yang ada. Usur-unsur transisi pada umumnya memiliki orbital d dan f yang belum terisi penuh, sehingga atom, unsur bebas maupun senyawaya dapat memiliki elektron tidak berpasangan. Jumlah elektron (spin) tidak berpasangan pada ion kompleks dapat diketahui lewat pengukuran magnetik, pada umunya hasil percobaan akan mendukung prediksi yang diperoleh berdasarkan pembelahan medan kristal. Ada 2 interaksi zat terhadap medan magnet: Digmanetik : tidak tertarik medan magnetik, hal ini disebabkan oleh elektron berpasangan. Paramagnetik : terdapat elektron yang tidak berpasangan oleh karena itu tertarik oleh medan magnet.

5. Banyak senyawa unsur transisi berwarna. Berbeda dengan unsur-unsur alkali dan alkali tanah, pada umumnya senyawa unsure transisi membentuk senyawa berwarna. Warna senyawa unsur transisi deret pertama Jumlah Unsur elektron tak berpasangan +2 +3 Tak berwarna Tak berwarna +4 +5 +6 +7 Bilangan Oksidasi

Sc

Ti

ungu

Kimia Anorganik

V Cr

3 6

Ungu Biru Merah jambu Hijau Merah Hijau Biru Tak berwarna

Hijau Hijau

Biru

merah Jingga

Mn

hijau

ungu

Fe Co Ni Cu

4 3 2 1

Kuning Biru

Zn

Setiap ion logam transisi membentuk kompleks yang mempunyai warna karakteristik. [Cu(H2O)4]2+ Biru muda [Cu(NH3)2(H2O)2]2+ Biru Tua

[Cu(H2O)4]2+ Biru muda

[CuCl4]2hijau

Ion-ion dengan tingakat oksidasi yang berbeda memepunyai nyala warna yang berebeda. Mn (VIII) Mn (VI) Mn (V) Mn (IV) Ungu Hijau Biru Coklat

Kimia Anorganik

Mn (III) Mn (II)

Hijau Merah jambu muda

Warna-warna cerah yang terlihat pada kebanyakan senyawa kompleks dapat dijelaskan dengan teori medan kristal. Apabila orbital d dari sebuah kompleks berpisah menjadi dua kelompok, maka ketika molekul tersebut menyerap foton dari cahaya tampak, satu atau lebih elektron yang berada dalam orbital tersebut akan meloncat dan orbital d yang berenergi rendah ke orbital d yang berenergi lebih tinggi menghasilkan keadaan atom tereksitasi. E=h Cahaya dengan yang memiliki energi sama dengan energi

eksitasi yang diserap, sedangkan yang lainnya tidak diserap akibatnya akan terlihat warna komplementer. Warna yang bergantung dari jenis atom pusat dari ion logam dan jenis ligannya. diserap vs warna terpantau 490 nm ungu diserap, hijau-kuning terpantau ( = 560 nm) 450 nm biru diserap, kuning terpantau ( = 600) 490 nm biru-hijau diserap, merah terpantau ( = 620 nm) 570 nm kuning hijau diserap, ungu terpantau ( = 410 nm) 580 nm kuning diserap, biru tua terpantau ( = 430 nm) 600 nm jingga diserap, biru terpantau ( = 450 nm) 650 nm merah diserap, hijau terpantau ( = 520 nm) Unsur-unsur transisi dapat membentuk senyawa kompleks (senyawa koordinasi)

Kimia Anorganik

C. Senyawa Kompleks Senyawa kompleks merupakan senyawa yang tersusun dari suatu ion logam pusat dengan satu atau lebih ligan yang menyumbangkan pasangan elektron bebasnya kepada ion logam pusat. Donasi pasangan elektron ligan kepada ion logam pusat menghasilkan ikatan kovalen koordinasi sehingga senyawa kompleks juga disebut senyawa koordinasi. Jadi semua senyawa kompleks atau senyawa koordinasi adalah senyawa yang terjadi karena adanya ikatan kovalen koordinasi antara logam transisi dengan satu atau lebih ligan. Senyawa kompleks sangat berhubungan dengan asam dan basa lewis dimana asam lewis adalah senyawa yang dapat bertindak sebagai penerima pasangan bebas sedangkan basa lewis adalah senyawa yang bertindak sebagai penyumbang pasangan elektron. Senyawa kompleks dapat diuraikan menjadi ion kompleks. Ion kompleks adalah kompleks yang bermuatan positif atau bermuatan negative yang terdiri atas sebuah logam atom pusat dan jumlah ligan yang mengelilingi logam atom pusat. Logam atom pusat memiliki bilangan oksida nol, positif sedangkan ligan bisa bermuatan netral atau anion pada umumnya. Beberapa contoh senyawa kompleks yaitu :

10

Kimia Anorganik

D. Ligan Ligan adalah suatu ion atau molekul yang memiliki sepasang elektron atau lebih yang dapat disumbangkan. Ligan merupakan basa lewis yang dapat terkoordinasi pada ion logam atau sebagai asam lewis membentuk senyawa kompleks. Ligan dapat berupa anion atau molekul netral. Jika suatu logam transisi berikata secara kovalen koordinasi dengan satu atau lebih ligan maka akan membentuk suatu senyawa kompleks, dimana logam transisi tersebut berfungsi sebagai atom pusat. Logam transisi memiliki orbital d yang belum terisi penuh yang bersifat asam lewis yang dapat menerima pasangan elektron bebas yang bersifat basa lewis. Ligan pada senyawa kompleks dikelompokkan berdasarkan jumlah elektron yang dapat disumbangkan pada atom logam. Yang termasuk pada ligan sederhana adalah air, amonia dan ion klorida.

Dimana semua ligan-ligan tersebut memiliki pasangan elektron tak berikatan yang aktif pada tingkat energi paling luar. Pasangan elektron tak berikatan ini digunakan untuk membentuk ikatan koordinasi dengan ion logam.

E. Senyawa Koordinasi Senyawa koordinasi terdiri dari ion logam positif yang disebut juga atom pusat sejumlah gugus koordinasi yang disebut ligan. Ion positif bertindak sebagai asam lewis dan ligan merupakan basa lewis. Pada umumnya kation yang dapat membentuk senyawa koordinasi adalah ion-ion transisi, namun dikenal pula beberapa senyawa koordinasi unsure respresentatif seperti Mg (III), Ca (II), Al (III), Pb (II), Sn (II), Sn (IV), dan Sb (III). Ligan merupakan basa lewis sekurangkurangnya harus mempunyai satu pasang elektron bebas dalam orbitalikatan. Perbandingan besarnya ligan dan atom pusat merupakan factor utama yang menentukan jumlah ligsan maksimum yang dapat ditampung. Jumlah ikatan

11

Kimia Anorganik

kovalen koordinasi yang dapat terbentuk pada pembentukan kompleks disebut bilangan koordinasidari ion pusat. Ion Cu2+ mempunyai bilangan koordinasi 4 dalam [Cu(H2O)4]2+, [Cu(NH3)4]2+, dan dalam [CuCl4]2-. Ion Fe3+ mempunyai bilangan koordinasi 6 dalam [Fe(H2O)6]3+, [FeF6]3-, dan dalam [Fe(CN)6]3-, sedangkan Ag+ mempunyai bilangan koordinasi 2 dalam [Ag(NH3)2]+, dan dalam [Ag(CN)2]-. Tata nama senyawa koordinasi Penamaan Ligan Beberapa ligan diberi khusus NH3 H2O NO CO : : : : anmin aqua nitrosil Karbonil

Logam anion diberi nama yang umum dan diberi akhiran o FClBrCH3COOCNOHCO32C2O4: : : : : : : : fluoro kloro bromo asetato siano hidrokso karbonato oksalato

Radikal diberi nama seperti nama biasa CH3 : metil


12

Kimia Anorganik

C6H5

fenil

Ligan yang menggunakan nama biasa tanpa diberi spasi (CH3)2SO C5N2N (C6H5)3P : : : dimetilsulfaksida pirindin trifenilfosfin

Ligan N2 dan O2 ddisebut dinitrogen dan dioksigen. Untuk menyebut banyaknya ligan digunakan awal Yunani (misalnya di-, tri-, tetra-, penta-, heksa-, dan lain-lain). Urutan Sebutan Dalam menyebut nama garam, nama kation disajikan lebih dahulu kemudian nama anion. Misalnya Cu(NH3)4SO4, mula-mula nama Cu(NH3)42+, kemudian nama SO42-. Untuk ion kompleks atau molekul ligan,disajikan lebih dahulu dan logam yang terakhir. Ligan disusun berdasarkan abjad dan biasanya ligan netral disajikan lebih dahulu, kemudian ligan anion. Ion logam Untuk kompleks netral dan kompleks kation, setelah nama ligan diikuti

nama logam dan diberi bilangan oksidasi dengan angka romawi dalam tanda kurung. Contoh : [Cu(NH3)4]2+ : tetraammintembaga (II)

Untuk kompleks anion, logam diberi akhiran at [Fe(CN)6]4Cu(NH3)4SO4 : : heksasianoferat (II) tetraammintembaga (II) sulfat

13

Kimia Anorganik

[Co(NH3)5Cl]Cl2 K4[Fe(CN)6] [Mo(NH3)4Br]NO3 (IV) nitrat (NH4)2 [CuBr4] [Co(NH3)4(H2O)CN]Cl2 klorida [Co(NH3)5CO3]Cl klorida [Cr(H2O)4Cl2]Cl F. Logam transisi di alam Skadium (Sr)

: : :

pentaamminklorokobalt (III) klorida kalium heksaasionoferat (II) tetraammintribromomolibdenum

: :

ammonium tetrabromokuprat (II) tetraamminkarbonatokobalt(II)

pentaamminkarbonatokobalt(II)

tetraaquodiklorokromium(III) klorida

Belum banyak diketahui tentang sifat dan kegunaannya. Titain (Ti) Di alam sebagai TiO2 dan FeTiO3 Logam Ti tahan karat dan bila bercampur dengan logam lain menghasilkan paduan logam yang sangat keras. Pembutan logam Ti TiO2 dialirkan gas Cl2 kemudian hasil reaksi direduksi dengan Mg

Vanadium (V) Di alam sebagai V2O5 (vanadium pentaoksida) Logam vanadium dicampurdenga besi menghasilkan baja vanadium yang keras, kuat, dan tahan karat dimana digunakan untuk pembuatan per mobil Digunakan untuk/sebagai katalis di industri

14

Kimia Anorganik

Misal : katali pada pembuatan H2SO4 menurut kontak

Mangan (Mn) Terdapat di alam sebagai oksidanya, misal MnO2 (batu kawi) MnO2 digunakan sebagai/untuk: Batu batere Pembuatan baja yang berfungsi untuk mengikat O2, sehingga pada proses pembekuan baja tidak mengelembung oleh gas sehinga mencegah keroposnya baja. KMnO4 merupakan senyawa mangan yang penting. Senyawa ini merupakan oksidator kuat. Pembuatan KMnO4 dilakukan dengan cara mangalirkan Cl2 ke dalam larutan manganat (K2MnO4).

Larutan KMnO4dalam suasana asam atau basa merupakan oksidator Contoh :

x2 x5

Cobalt (Co) Terdapat di alam sebagai kobalat glang (CoAsS) dan lemacite (Co3S4).
15

Kimia Anorganik

Bilangan oksidasi Co = +2 dikenal sebagai senyawa CoCl2 berwarna merah jambu. Larutan CoCl2 encer digunakan untuk tinta tak berwarna setelah ditulis

Penambahan Co pada besi menyebabkan logam ini tahan karat. Paduan logam Co, Al, Ni, Cu, dan Fe disebut AlNiCo

Nikel (Ni) Terdapat di alam sebagai pentlandite (FeS.NiS) Logam Ni berwarna putih seperti Ag, bersifat konduktor yang baik. Biloks Ni=+2 dalam senyawa NiSO4 yang berwarna hijau. Nikel diperoleh dengan cara sebagai berikut: Bijih sulfida dipekatkan dengan cara flotasi Konsentrat dilebur menjadi matte (75% Ni, 5% Cu, 1% Fe, 0.5% Co, 22% ZnS). Nikel dalam matte dilarutkan dalam larutan amonia yang mengandung O2.

Disaring, kemudian kompleks nikel amonia direduksi dengan H2

Cara lain memperoleh Ni dari matte dan sumber lain: Ni direaksikan dengan Co pada 60 .

Gas

dipompa keluar sehingga dipisahkan dari zat pengotor.

Pemanasan pada suhu 180o C nikel karbonil terurai.

Nikel digunakan untuk : Melapisi logam lain Katalis yang digunakan pada pembuatan margarine atau mentega. Panduan logam: 60% Ni dan 40% Cu logam tahan karat logam tahan asam

60% Ni, 25% Fe, 15% Cr

16

Kimia Anorganik

Tembaga (Cu) Terdapat di alam dalam keadaan bebas, juga sebagai senyawa-senyawa cuprite , chalcocite , malachite

Biloks Cu dalam senyawanya +1 dan +2. Cu dengan biloks +2, misal terusi berwarna biru.

Senyawa ini mudah larut dalam air dan larutannya berwarna biru. Terusi yang dipanaskan akan menyebabkan warna biru hilang sebab air kristalnya lepas membentuk padatan putih. Cu dengan biloks +1 bersifat tidak stabil berubah menjadi Cu2+.

Logam Cu berwarna kemerahan dan bersifat konduktor yang baik. Cu diperoleh dengan cara berikut: Pemekatan dengan cara flotasi Konsentrasi mengandung 25-30% Cu sebagai Cu2S dengan FeS sebagai pengotor. Konsentrat dipanaskan dengan silika (SiO2), terjadi dua cairan: a. Matte mengandung 30-60% Cu2S dan sedikit FeS b. Terak yang mengandung FeSiO3. Pemisahan terak. Mette dileburkan dengan silika, membentuk dua cairan: a. Logam putih Cu2S dengan Cu2O b. Terak Logam putih dilebur pada suhu 1200-1300 , sehingga diperoleh Cu kasar (blister copper).

Pemurnian (refining) Dilakukan dengan elektrolisis pada 50-60 dari larutan CuSO4 yang

diasamkan Cu murni sebagai katoda, Cu tidak murni sebagai anoda. Cu tidak murni terendapkan di katoda.

17

Kimia Anorganik

Penggunaan Cu dan senyawanya: Campuran dan disebut bubur BOURDEAUX digunakan

untuk membunuh hama tumbuh-tumbuhan. Untuk panduan logam Kuningan (Cu dan Zn) Perunggu (Cu dan Sn) Monel (Cu,Ni,dan Mn)

Beberapa reaksi kimia

Perak (Ag) Di alam terdapat dalam keadaan bebas atau sebagai Ag2S (argentite) Ag merupakan logam yang berwarna putih dan konduktor yang baik. Senyawa-senyawa Ag umumnya mempunyai biloks +1. Misalnya AgNO3 Pembuatan Ag.

Seng (Zn) Terdapat di alam sebagai zincite (ZnO) dan spalarite (ZnS) Zn dihasilkan dengan pemanggangan ZnS, kemudian ZnO direduksi dengan karbon pijar.

Suhu proses

, di atas suhu tersebut Zn menguap dan

dikondensasi menjadi debu Zn. Zn mudah bereaksi dengan asam membentuk H2

Zn2+ tidak berwarna dan dalam air terhidrolisis

18

Kimia Anorganik

ZnS digunakan sebagai pengubah berkas elektron menjadi cahaya tampak dalam layar TV.

Kadminium (Cd) Terdapat sebagai senyawa, misal CdS (greenokite) Dihasilkan sebagai hasil samping ekstraksi Pb dan Zn atau dihasilkan dengan mereduksi Cd2+ dan Zn: Mula-mula CdS dilarutkan dalam asam Larutn Cd2+ direduksi dengan Zn

Digunakan pada paduan logam, cat, dan produksi beberapa plastik Adanya Cd bebas diudara atau terlarut berbahya bagi manusia. Adanya Cd dalam tulang dapat menyebabkan tulang berpori dan mengalami keretakan. Cd dapat menggantikan Zn pada metabolisme lemak sehingga reaksi terhambat.

Emas (Au) Terdapat di alam dalam keadaan bebas atau sebagai calaverite (AuTl2) Biloks dalam senyawaan adalah +1 dan +3 Merupakan koduktor yang baik Au murni bersifat lunak, agar keras dicampur dengan logam lain. Emas 24 karat Cara memperoleh emas: Pemekatan bijih dilakukan dengan cara flotasi Konsentrat diaduk dengan larutan NaCN dan udara. emas murni

larutan direduksi dengan Zn dan Au dipisahkan

Emas tidak termakan oleh udara dan asam, tetapi larut dalam air raja/ aqua regia (HNO3(p) : 3HCl(p)) menghasilkan kompleks

19

Kimia Anorganik

Penggunaan Au: Jaminan moneter Perhiasan Komponen listrik kualitas tinggi

Raksa (Hg) Terdapat dalam mineral, misal sinabat (HgS). Pada suhu kamar berwujud cair, mudah menguap dan uapnya bersifat racun. BJ besar dan daya muatnya kecil sehingga dapat digunakan untuk termometer dan barometer. Bilangan oksidasi +1 Dan +2. Hg dihasilkan dengan pemangganan mineral HgS.

Hg melarutkan logam-logam Cu, Ag, Au, dan logam-logam alkali. Larutan logam dalam raksa disebut amalgam. Senyawa Hg dengan biloks +1 contohnya Hg2Cl2. Hg2Cl2 sukar larut dalam air. Hg2Cl2 bereaksi dengan larutan amonia membentuk padatan hitam.

Senyawa Hg dengan biloks +2, contoh HgCl2 bersifat racun. Larutan Hg2+ direaksikan dengan NaOH atau KOH terbentuk endapan HgO berwarna kuning.

Kuning Larutan Hg2+ ditambah larutan KI membentuk endapan jingga yang larut bila KI berlebihan membentuk senyawa komplek HgI42-. Hg2+(aq) + 2I-(aq) HgI2(s)

20

Kimia Anorganik

Jingga HgI2(s) + 2I-(aq) HgI42-(aq)

Senyawa komplek HgI4- dinamakan larutan nessler yang digunakan untuk menetapkan ion ammonium (NH4+). Penggunaan: HgO (berwarna kuning) digunakan sebagai komponen obat atau salep mata (tidak larut dalam air). Hg(NO3)2 digunakan pada pembuatan topi menimbulkan gangguan jiwa. Krom (Cr) Kromium adalah salah satu logam transisi yang penting ialah kromium. Sepuhan kromium (chrome plating) banyak digunakan pada peralatan sehari-hari, pada mobil dan sebagainya karena lapisan kromium ini sangat indah, keras dan melindungi logam lain dari korosi. Kromium juga penting dalam paduan logam dan digunakan dalam pembuatan stainless steel. Senayawa kromium mempunyai warna yang sangat menarik dan digunakan sebagai pigmen seperti kuning krom (timbal (II) kromat) dan hijau krom (kromium (III) oksida). Suatu senyawa kromium yang indah sekali adalah jamrud (emerald). Batu permata ini terbentuk jika sebagian ion aluminium dan mineral beryl, Be3Al2(Si6O18) diganti oleh ion kromium (III). Sifat kromium Kromium mempunyai konfigurasi elektron 3d54s1, sangat keras, mempunyai titik leleh dan titik didih tinggi diatas titik leleh dan titik didih unsure-unsur transisi lainnya. Bilangan oksidasi yang terpenting adalah +2, +3 dan +6. Jika dalam keadaan murni melarut dengan lambat sekali dalam asam encer membentuk garam kromium (II). berbahaya sebab

21

Kimia Anorganik

Beberapa sifat fisik logam kromium Lambang Nomor Atom Massa atom relative, Ar Konfigurasi elektron Jari-jari atom (nm) Jari-jari ion M3+ (nm) Keelektronegatifan Energi Ionisasi (I) kJ mol-1 Titik leleh / (C) Titik didih / (C) Bilangan Oksidasi Potensial elektroda (V) Kerapatan (g cm-3) M2+(aq) + 2e M(s) M3+(aq) + e M2+ (aq) 7,19 0,56 0,41 Cr 24 51,996 3d5 4s1 0,117 0.069 1,6 659 1890 2475 2,3,6

Ekstraksi Kromium Dalam bidang industri, kromium diperlukan dalam dua bentuk, yaitu kromium murni, dan aliasi besi-kromium yang disebut ferokromium. Logam kromium diekstrak dari bijihnya dalam tahapan berikut: 1. Kromium (III) dalam bijih diubah menjadi kromat (VI)

22

Kimia Anorganik

FeO . CrO3 (s) + 4 OH-(aq) + O2 FeO(s) + CrO42-(aq) + 2H2O(l) 2CrO42-(aq) 2. Redusi Cr (VI) menjadi Cr (III) Na2Cr2O7(s) + 2C(s) Cr2O72Cr2O72-(aq)

3. Reduksi kromium (III) oksida dengan aluminium (reaksi termit) Cr2O3(s) + 2Al(s) Al2O3(s) + Cr(s) Diperoleh logam kromium dengan kemurnian 97 99% Ferokromium diperoleh dengan mereduksi bijih dengan kokas atau silicon dalam tanur listrik. FeO . Cr2O3(s) + 4C(s) FeCr(s) + 4 CO(g) Reaksi senyawa Reaksi dan senyawa kromium yang penting hanya menyangkut kromium dengan bilangan oksidasi +2, +3 dan +6. Kromium (+2) Kromium (+3) Kromium (+6) Kompleks kromium Kromium (III) dapat membentuk berbagai kompleks dengan warna yang menarik. [Cr(NH3)6]3+ [Cr(NH3)5Cl]2+ [Cr(NH3)4Cl2]+ Kuning Merah lembayung Hijau

23

Kimia Anorganik

[Cr(NH3)3Cl3] [Cr(NH3)2Cl4]-

Ungu Jingga merah

Perubahan warna Cr (III) sangat menarik. Larutan mengandung Cr (III). Cr (H2O6)3+ berwarna ungu, apabila dipanaskan menjadi hijau karena terbentuk kompleks seperti Cr(H2O)4Cl2+ dan Cr(H2O)5SO4+. Pada suhu kamar kompleks yang berwarna hijau terurai, dan menjadi warna ungu. Penyepuhan Kromium (chromium plating) Ada dua aspek penting dalam penyepuhan kromium yaitu efek dekoratif dimana lapisan kromium itu indah, mengkilat, tidak kusam, dan member efek tahan panas, tahan pakai, tahan korosi serta koefisien geser rendah. Elektrolit dibuat dengan melarutkan kromium (VI) oksida, CrO3, dala air sehingga membentuk asam dikromat H2Cr2O7. Dalam penyepuhan ini sebagai katalis ditambah sedikit H2SO4 agar mempercepat pelapisan kromium. Proses penyepuhan ini berbeda dari penyepuhan lainnya. Sebagai anoda tidak digunakan logam kromium logam ini mudah larut dalam larutan asam. Anoda yang digunakan adalah aliasi Pb-Sn, yang tidak melarut dalam asam kromat. Reaksi pada elektroda sebagai berikut. Anoda : 2H2O(l) O2(g) + 4 H+(aq) + 4e Katoda : Cr2O72-(aq) + 14 H+(aq) + 12e 2 Cr(s) + 7 H2O(l) Kedalam wadah elektrolisis selalu ditambahkan CrO3 untuk menjaga konsentrasi kromium agar selalu tetap. Penggunaan kromium

24

Kimia Anorganik

Penggunaan kromium sangat terkenal karena penyepuhan kromium (chromium plating) yang memberikan dua sifat, yaitu dekoratif dan sifaft kekerasan. Ferokrom adalah nama aliasi dengan kadar kromium yang tinggi. Ferokrom ini dibuat dengan cara mereduksi kromit dengan karbon dalam tungku listrik yang biasanya digunakan untuk membuat baja kromium. Larutan K2Cr2O7 atau kromium (III) oksida CrO3 dalam asam sulfat pekat, adalah oksidator kuat yang biasanya digunakan untuk memncuci alat laboratorium. Na2Cr2O7 . 2H2O dalam jumlah yang tidak sedikit digunakan dalam penyamakan kulit, menghasilkan kulit samakan kromium. Dalam hal ini kromium membentuk senyawa yang tidak melarut dengan protein dalam kulit. Senyawa kromium dapat juga digunakan sebagai pigmen, yaitu PbCrO4 (kuning kromium) dan Cr2O3 (hijau kromium). Seperti yang sudah dijelaskan senyawa kromium digunakan dalam alat penganalisa napas. Alat ini digunakan polisi untuk menangkap peminum alcohol yang mengemudi mobil. Kromium (+2) o Logam Cr melarut dalam larutan HCl atau berwarna biru langit. membentuk

o Ion

dapat terbentuk dari reduksi larutan kromium (VI) (misal:

kromat atau dikromat) atau ion kromium (III) oleh Zn atau HCl.

Jingga o Potensial reduksi

hijau

biru langit Eo = 0,14 V sehinnga ion .

midah dioksidasi di udara menjadi ion

25

Kimia Anorganik

o Ion

dapat bereaksi dengan

atau

apabila terdapat

katalis serbuk logam.

Kromium (3+) o Ion kromium (III) merupakan ion yang paling stabil diantara kation logam transisi. o Dalam larutan, ion ini terdapat sebagai berwarna hijau. Apabila warna. berwarna hijau muda berwarna hijau tua o Dengan basa berwarna hijau muda. akan membentuk diganti dengan ion klorida, akan terjadi perubahan dan

Dalam basa berlebihan membentuk

o Komplek Cr (III) umumnya berwarna hijau baik dalam bentuk anion maupun kation. Contoh:

Kromium (+6) o Kromium (VI) oksida bersifat asam, sehingga dapat bereaksi

dengan basa membentuk ion kromat (VI)

dapat dioksidasi oleh yang berwarna kuning.

menghasilkan ion kromat

26

Kimia Anorganik

o Pengasaman ion kromat menghasilkan ion dikromat yang berwarna jingga.

Struktur

adalah tetrahedral dan ion

mempunyai

struktur tetrahedral rangkap. Besi (Fe) Terdapat di alam sebagai: Hematit merah ( Magnetit ( ) ) kadar fosfor rendah

Hematit coklat Siderit ( )

kadar fosfor tinggi

Firit (FeS)

tidak digunakan sebagai sumber besi.

Banyak dikenal dengan biloks +2 ( lebih stabil daripada Pengolahan besi

) dan +3 (

Dikenal dengan menggunakan tanur hembus, tahapannya sebagai berikut: Daerah pengeringan ( Kokas (C) dan bijih besi ( pada 500 C Daerah reduksi
o

) ) dari atas dikeringkan terlebih dahulu

Daerah karburasi (penyerapan)

27

Kimia Anorganik

Sebagian besi menyerap karbon Daerah pencairan: 1. 2. 3. Besi mencair pada 1000oC. Besi cair terlindung oleh lapisan terak dan oksida. Terak merupakan garam silikat sebagai hasil tambahan.

Untuk pupuk Besi yang dihasilkan pada proses tanur tinggi adalah besi kasar cair yang mengandung , mungkin terdapat silikon atau fosfor. Besi tuang dihasilkan dengan mengalirkan besi kasar cair tersebut ke dalam cetakan-cetakan dan grafit. Baja dibuat dari besi kasar cair dengan mengurangi kadar C (max )

Proses bessemer: udara panas dialirkan melalui lubang-lubang kecil pada konvertor yang berisi besi kasar cair, sehingga karbon dioksida menjadi

Dihasilkan baja Sifat besi dan senyawanya Besi bereaksi dengan uap air pada suhu tinggi

Besi bereaksi dengan HCl dan

encer

Dalam larutan asam kompleks


.

relatif stabil, tetapi

dalam suasana netral dan basa akan teroksidasi oleh udara membentuk

3+ Larutan [Fe(H2O)6 ] bersifat asam sebab mengalami hidrolisis.

28

Kimia Anorganik

Cara membedakan Fe2+ dengan Fe3+ dengan NaOH Fe2+(aq) + 2OH-(aq) Fe(OH)2(s) Fe3+(aq)+ 3OH-(aq) Fe(OH)3(s)
COKLAT KEMERAHAN

Penggunaan Fe: Baja sedang (0,09 0,2% C ; 0,05 1,0% Mn ; 0,2 0,75% Si) bersifat mudah dibentuk yang digunakan untuk jarum, pipa, dan badan mobil. Baja berkadar karbon tinggi, bersifat keras, digunakan untuk perkakas paku, pelat ( 0,4 - 0,9% C ; 0,5 1,0% Mn ; 0,2 -0,75% Si) Stainless stell (0,2 0,4% C; 18% Cr, 8% Ni) bersifat tahan korosi, digunakan untuk pisau dan perkakas. Baja mangan (0,4 0,9% C ; 13% Mn) bersifat kuat dan keras, digunakan untuk per. Baja wolfram ( 0,4 0,9% C ; 5% W), bersifat sangat keras dan digunakan untuk ujung alat pemotong. G. Pencemaran Logam Berat Pada mulanya ungkapan pencemaran logam berat hanya berkaitan dengan pencemaran merkuri, timbale dan cadmium. Namun kini ungkapan ini digunakan juga untuk pencemaran beberapa logam beracun seperti perak, arsen, kromium, tembaga, nikel, seng, dan barium. Pada bagian ini akan diuraiikan sedikit tentang tiga kasus yang telah dapat dijelaskan pengaruh pencemarannya yaitu merkuri, timbale dan cadmium. Merkuri Ada tiga bentuk merkuri yang sangat berbahaya jika masuk ke tubuh manusia. 1) Logam Merkuri Uap merkuri sangat berbahaya karena sangat beracun. Meskipun tekanan uap merkuri kecil dengan cepat uap merkuri meninggalkan permukaan merkuri yang terbuka. Uap merkuri yang terhirup segera masuk kedalam darah. Jika sampai ke otak, akan merusak jaringan otak. 2) Senyawa Merkuri Anorganik

29

Kimia Anorganik

Hanya senyawa merkuri yang melarut dapat menyebabkan keracunan. Merkuri (II) oksida berwarna kuning yang tidak melarut, sejak dahulu digunakan sebagai salah satu komponen salep mata. Sebaliknya merkuri (II) nitrat yang melarut digunakan pada manufaktur topi. Ditemukan banyak karyawan pabrik, menderita penyakit. Gigi menjadi ompong, badan gemetar dan menderita penyakit jiwa. Oleh karena itu ada peribahasa gila seperti tukang topi (mad as a hatter). Merkuri anorganik cenderung berakumulasi dihati dan diginjal. Dalam jumlah yang sedikit, mungkin tigdak berbahaya karena dapat keluar bersama urin namun bila dalam jumlah banyak sangat berbahaya. 3) Senyawa Merkuri Organik Ada dua macam senyawa merkuri organic yaitu dialkil seperti dimetil merrkuri (CH3)2Hg, dan monoalkil seperti (CH3)HgX, dengan X adalah halogen merkuri atau gugus nitrat. Senyawa ini dapat menumpuk dijaringan otak sehingga merusak otak. Merkuri masuk ke udara sebagai hasil pemanasan zat yang mengandung merkuri. Diperkirakan bahwa merkuri sebanyak 300ton per tahun masuk ke udara karena pembakaran batu bara. Merkuri masuk ke lingkungan air oleh proses alamiah

pelapukan. Namun dipercepat oleh manusia melalui limbah industry. Sumber utamanya adalah pabrik klor soda kaustik. Sumber lain ialah fungisida-merkuri untuk membasmi serangan fungi pada penyimpanan gandum. Fungisida ini adalah alkil merkuri yang sangat berbahaya. Didasar sungai yang berlumpur atau teluk, bakteri dapat mengubah merkuri anorganic menjadi metal merkuri beracun. Kerang-kerang dapat menimbun merrkuri 105 kali lebih besar dari konsentrasi merkuri di air sekelilingnya. Didalam tubuh manusia merkuri dapat menganggu enzim. Merkuri bereaksi dengan thio-Sh dalam protein enzin sehingga menghentikan reaksi kimia penting. Salah satu musibah yang menyedihkan adalah keracunan merkuri diteluk Minamata Jepang antara 1953 1965. Penduduk menderita penyakit aneh kehilangan koordinasi dan penglihatan

30

Kimia Anorganik

berkurang. Kira-kira 120 orang menderita penyakit aneh tersebut. Dan sebanyak 40 orang meniggal. Ditemukan bahwa penyakit ini disebabkan karena memakan ikan dan kerang yang mengandung merkuri. Dalam tubuh ikan telah terakumulasi merkuri yang bersumber dari pabrik plastic di hulu teluk. Kasus yang terjadi di Niigata juga di Jepang dimana 100 orang keracunan dan 6 orang meninggal. Kasus lain terjadi di Irak pada tahun 1971. Para petani memperoleh bibit gandum dalam kantong yang diberi tanda khusus. Gandum ini hanya untuk ditanam, karena telah diberi fungisida merkuri yang beracun. Petani yang tidak dapat membaca tanda beracun ini member gandum tersebut pada ternaknya. Sebagian gandum dibuat roti. Pengaruh merkurii ini tidak segera teramati. Hewan yang diberi gandum tersebut dijual ketempat pemotongan hewan. Dari sini tersebar daging yang terkontaminasi oleh merkuri. Pemerintah irak segera mengambil tindakan dan menghukum para petani yang bersalah. Karena ketakutan, petani membuang bibit

tersebut ke sungai Tigris, sehingga pencemaran merkuri menyebar ke air sungai. Timbal Ada beberapa cara timbal masuk ke lingkungan dan dalam tubuh manusia. Sumber utamanya adalah TEL (tetraethyl lead) yang digunakan dalam bensin sebagai anti knock. Akibat pembakaran bensin dalam mesin kendaraan bermotor, timbale masuk kedalam atmosfir. Sumber timbale yang lain yaitu cat dasar timbale. Pada dewasa ini sebagai cat dasar timbale digunakan titanium (IV) oksida yang tak beracun. Dalam tubuh, seperti halnya merkuri timbale bereaksi dengan gugus SH, dalam protein enzim sehingga menghambat terjadinya reaksi kimia. Selain itu timbale dapat mengganti kedudukan kalsium dalam tulang. Keracunan timbale jarang dialami oleh orang dewasa korban terbanyak adalah bayi dan anakanak. Keracunan timbale menyebabkan kerusakan pada otak, cacat mental, ketangkasan dan kemampuan bicara berkurang.

31

Kimia Anorganik

Kadmium Kadmium dihasilkan sebagai hasil samping ekstraksi timbale dan seng. Logam ini digunakan pada paduan logam, cat dan produksi beberapa plastic. Pembakaran bensin yang mengadung TEL dapat menghasilkan cadmium yang akan masuk ke udara. Cadmium dihasilkan juga dari pembakaran plastic dan rokok. Cadmium dapat mengganti kedudukan seng pada metabolism lemak sehingga menghambat beberapa reaksi. Selain dari pada itu kadmiium menggantikan ion kalsium. Adanya cadmium dalam tulang menyebabkan tulang berpori sehingga mudah retak. Cadmium dapat tertimbun dalam kerang. Tiram dalam air tak

tercemar dapat mengandung 0,05 ppm cadmium, sedangkan dalam air tercemar mencapai 5 ppm cadmium.

32

Kimia Anorganik

Daftar Pustaka

Achmad, Hiskia dan M.S Tupamahu. 2001. Struktur Atom, Struktur Molekul, & Sistem Periodik. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti. http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/29460/chapterII.pdf http://justChemistryITS.com http://www.scribd.com/doc/57365661/makalah-transisi http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-smk/kelas_xi/ekstraksi-besi/

33

Kimia Anorganik

34