Anda di halaman 1dari 6

SISTEM PAKAR UNTUK MENDETEKSI SECARA DINI PENYAKIT LUPUS DENGAN METODE DEMPSTER SHAFER BERBASIS WEB Dr.

Ana Kurniawati, ST.,MMSI *), Prastia Puspita Saputri **) Jurusan Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer Universitas Gunadarma Jl. Margonda Raya No.100 Pondok Cina, Depok 16424, Indonesia Email : prasetya_puspita@live.com *) Dosen Sistem Informasi Universitas Gunadarma **) Mahasiswa Sistem Informasi Universitas Gunadarma

Abstraksi Sistem Pakar (Expert Sistem) secara umum adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia kedalam komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti biasa yang dilakukan oleh para ahli. Lupus adalah penyakit autoimun dengan melibatkan berbagai manifestasi klinis bervariasi. Lupus adalah penyakit yang tidak bisa disembuhkan tapi bisa dideteksi secara dini dan segara diterapi maka dapat memperbesar survival rate penderita. Sistem pakar ini berbasis web dengan menggunakan PHP dan Mysql sebagai basis data. Dengan metode inferensi yang digunakan adalah forward chaining, yaitu proses inferensi yang memulai pencarian dari premis atau data masukan berupa gejala menuju pada konklusi yaitu kesimpulan. Selain itu, sistem pakar ini juga menggunakan metode dempster shafer sebagai metode untuk menghitung nilai kepercayaan atas gejela yang diberikan oleh pasien.

Kata Kunci : Dempster Shafer, Forward Chaining, Lupus, Sistem Pakar

1.

PENDAHULUAN

Sistem Pakar ( Expert System ) adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan ke dalam komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah manusia seperti yang dilakukan para ahli. Sistem pakar yang baik dirancang agar

dapat meyelesaikan suatu masalah tertentu dengan meniru kerja dari para pakar. Lupus merupakan penyakit autoimun yang ditandai dengan aktivitas sel darah putih yang berlebihan sehingga menjadi

overacting dan menyerang organ tubuh sendiri. Lupus juga mengenai banyak organ tubuh dan memiliki gejala klinis yang sangat bervariasi sehingga dikenal juga dengan nama penyakit seribu wajah. Penyakit Lupus ini

bersifat kronis dan ditandai dengan adanya remisi (masa penyakit tidak bergejala) dan eksaserbasi (masa penyakit memperlihatkan gejala yang khas).

2.
2.1

TINJAUAN PUSTAKA
Sistem Pakar

Sistem pakar adalah suatu program komputer yang dirancang untuk mengambil keputusan seperti keputusan yang diambil oleh seorang atau beberapa orang pakar. Sistem pakar adalah sistem perangkat lunak komputer yang menggunakan ilmu, fakta, dan teknik berpikir dalam pengambilan keputusan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang biasanya hanya dapat diselesaikan oleh tenaga ahli dalam bidang yang bersangkutan (Marimin, 1992). Komponen utama pada struktur sistem pakar (Hu et al, 1987) meliputi: 1. Basis Pengetahuan (Knowladge Base) 2. Mesin Inferensi (Inference Engine) 3. Basis Data ( Database ) 4. Antarmuka Pemakai (User Interface)
2.2 Dempster Shafer

reasoning(fungsi kepercayaan dan pemikiran yang masuk akal), yang digunakan untuk mengkombinasikan potongan informasi yang terpisah ( bukti) untuk mengkalkulasi kemungkinan dari suatu peristiwa. Teori ini dikembangkan oleh Arthur P. Dempster dan Glenn Shafer. Secara umum teori Dempster-Shafer ditulis dalam suatu interval : [Belief, Palusibility] [2.1] Belief (Bel) adalah ukuran kekuatan evidence dalam mendukung suatu himpinan proposisi. Jika bernilai 0 mengindikasikan bahwa tidak ada evidence, dan Palusibility (Pl) jika bernilai 1 menunjukkan adanya kepastian. Plausibility dinotasikan sebagai :

Pl(s) = 1 Bel(s). [2.2] Apabila diketahui X adalah subset dari , dengan m1 sebagai fungsi

Teori Dempster-Shafer adalah suatu teori matematika untuk pembuktian ([SH76]) berdasarkan belief functions and plausible

densitasnya, dan Y juga merupakan subset dari dengan m2 sebagai fungsi densitasnya, maka dapat dibentuk fungsi kombinasi m1 dan m2 sebagai m3, yaitu :

pelaksanaannya dan mengimplementasikannya. Secara umum tampilan sistem pakar deteksi dini penyakit lupus metode Dempster Shafer dibagi menjadi 4 bagian utama. Halaman home, halaman informasi, halaman konsultasi, dan halaman buku tamu. 3.2 Representasi Pengetahuan

2.3 Penyakit Erithematosus

Sistemik

Lupus

Lupus adalah suatu kondisi yang dikarakteristikkan oleh peradangan kronis dari jaringanjaringan tubuh yang disebabkan oleh penyakit autoimun. Penyakit autoimun adalah penyakit yang terjadi ketika jaringan-jaringan tubuh diserang oleh sistem imunnya sendiri. Sistem imun adalah suatu sistem yang kompleks didalam tubuh yang dirancang untuk memerangi atau melawan agen-agen yang menular, seperti bakteri-bakteri dan penyerbu-penyerbu asing lainnya. Salah satu dari mekanisme yang digunakan oleh sistem imun untuk melawan infeksi-infeksi adalah memproduksi antibodi.

Dalam perancangan ini kaidah produksi dituliskan dalam bentuk pernyataan JIKA [premis] MAKA [konklusi]. Pada perancangan basis pengetahuan sistem pakar ini premis adalah gejala dan konklusi adalah jenis penyakit lupus, sehingga bentuk pernyataannya adalah JIKA [gejala] MAKA [jenis penyakit lupus]. Dan gejala tersebut dihubungkan dengan menggunakan operator logika DAN. Pengkonversian kaidah produksi menjadi tabel penyakit lupus dapat dilihat pada Tabel 3.1. Baris menunjukkan gejala dan kolom menunjukkan penyakit lupus. Tabel 3.1. Tabel Penyakit Lupus

3. ANALISIS PEMBAHASAN
3.1

DAN

Gambaran Umum Website

Dalam merancang suatu sistem, diperlukan sebuah konsep rancangan sehingga memudahkan dalam

Keterangan : A : Discoid Lupus Erythematosus B : Drug Induced Lupus C : Sistemic Lupus Erythematosus D : Lupus Tingkat Ringan Dalam tahap analisis pembuatan aplikasi ini digunakan pemodelan UML (Unifield Modeling Language). Sistem dideskripsikan dengan 3 diagram, yaitu Use Case diagram, Sequence Diagram, dan Class Diagram. 3.3.1 Use Case Diagram Pada diagram ini menggunakan 3 buah use case, yaitu login, menjawab pertanyaan dan mendapatkan hasil analisa penyakit. Hasil analisa yang didapat meliputi data pengguna, nama

E : Bukan Lupus

3.3 PEMODELAN SISTEM DENGAN UML penyakit, Gejala kepercayaan atau keakuratan test, keterangan, solusi, dan gejala gejala yang ditimbulkan. Semua data pengguna dan hasil analisa akan disimpan ke dalam database. Gambar use case dapat dilihat pada gambar 3.1 dibawah ini :

4.
4.1

IMPLEMENTASI
sedangkan untuk bukan lupus tidak terdapat gejala yang dirasakan. Input gejala dilakukan oleh user dengan menjawab pertanyaan pertanyaan sesuai dengan gejala yang dirasakan. Jika user merasakan gejala tersebut maka menjawab Ya jika tidak maka user menjawab Tidak dari hasil jawaban yang diberikan user tersebut didapat sebuah kesimpulan mengenai penyakit yang diderita oleh user.

Skenario Pengujian Pengujian dilakukan dengan melakukan percobaan identifikasi input gejala yang berbeda-beda. Gejala dari penyakit lupus terdiri dari 18 gejala penyakit dimana dari masingmasing gejala tersebut dibagi kedalam 5 jenis penyakit lupus yaitu, discoid lupus, drug induced lupus, sistemik lupus erythematosus, lupus tingkat ringan dan bukan lupus. untuk gejala dari penyakit lupus tingkat ringan hanya terdapat 2 gejala, discoid lupus terdapat 9 gejala, drug induced lupus terdapat 7 gejala, sistemik lupus erythematosus terdapat 9 gejala,

4.2

Hasil Pengujian Dari hasil pengujian terhadap kebenaran sistem yang dilakukan dengan melakukan input sebanyak 17 gejala yang dibagi kedalam masingmasing jenis lupus. Untuk lupus jenis tingkat ringan dengan prosentase sebesar 50%. Untuk bukan lupus sistem dapat mendeteksi dengan benar sebesar 50%. Untuk discoid lupus sistem hanya dapat mendeteksi dengan benar sebesar 93,34%. Untuk lupus jenis drug induced dengan prosentase sebesar 92,65%. Untuk lupus jenis sistemik lupus erythematosus sistem dapat mendeteksi dengan benar sebesar 93%.

Tabel 4.1 Tabel Pengujian Kebenaran Sistem

5.
5.1

PENUTUP
Kesimpulan gejala sistem dapat mendeteksi dengan benar sebanyak untuk masing-masing jenis lupus dengan prosentase sebesar 100%. 5.2 Saran Penelitian ini masih perlu untuk dikembangkan lagi, antara lain dengan melakukan penambahan video agar user lebih memahami tentang penyakit lupus. Dengan adanya sistem pakar ini diharapkan dapat membantu para dokter khususnya spesialis lupus dalam mendeteksi penyakit lupus secara cepat dan mudah.

Pengujian yang dilakukan terhadap sistem terdiri dari 2 jenis pengujian. Pengujian pertama dilakukan dengan uji coba kuisioner yang diberikan kepada user dan pengujian yang kedua dilakukan untuk menguji kebenaran dari sistem pakar dalam mendeteksi penyakit lupus berdasarkan gejala yang dimasukan. Dari hasil uji coba kuisioner yang diberikan, menyatakan sebanyak 96% setuju terhadap sistem pakar ini karena dapat memudahkan user dalam mendeteksi secara dini penyakit lupus. Hasil uji coba untuk pengujian terhadap kebenaran dari sistem pakar dengan melakukan input sebanyak 17

6.
[1]

DAFTAR PUSTAKA
Nugroho Bunafit, Membuat

[7]

Roviudin, Web Programming ( HTML,CSS, VBSCRIPT,

JAVASCRIPT), Mitra Wacana Media, Jakarta, 2008. [8] Sutisna Dadan, 7 Langkah Mudah Menjadi Web Master, Mediakita, Jakarta, 2007. [9] URL :

Aplikasi Sistem Pakar Dengan PHP dan Editor Dreamweaver, Gava Media, Yogyakarta, 2008 [2] Gunawan wahyu, Kebut Sehari Jadi Master PHP, Genius

Publisher, Yogyakarta, 2010. [3] Hakim Likmanul, Jalan Pintas Menjadi Master PHP, [10]

http://id.wikipedia.org/wiki/U ML, diakses tanggal 3 Juni 2011 URL :

Lokomedia, Yogyakarta, 2009. [4] Hakim Membongkar Trik Lukmanul, Rahasia

http://indyanameigarani.blog.u pi.edu/seminar/ diakses tanggal 5 Oktober 2011 [11] URL : http://henny-

Para Master PHP, Lokomedia, Yogyakarta, 2008. [5] Hakim Rahasia Lukmanul, PHP Trik

fmh.blogspot.com/2010/04/ben tuk-macam-penyakitlupus.html, diakses tanggal 15 Oktober 2011

Terbongkar

Lagi, Lokomedia, Yogyakarta, 2009. [6] Nugroho Bunafit, Latihan

Membuat Aplikasi Web PHP dan MySQL Dengan

Dreamweaver, Cetakan Kedua, Gava 2009. Media, Yogyakarta,