Anda di halaman 1dari 4

SIFILIS

Sifilis adalah penyakit kelamin yang disebabkan oleh infeksi Treponema pallidum, menular melalui hubungan seksual atau secara transmisi vertikal. Sifilis bersifat kronik, sistemik dan menyerang hampir semua alat tubuh (Saiful, 2000). Schaudinn dan Hoffman ( !0"), berhasil menemukan penyebab sifilis yaitu Treponema pallidum. #rganisme ini termasuk dalam ordo Spirochaetales, famili Spirochaetaceae dan genus Treponema dengan tingkat virulensi yang tinggi Treponema pallidum berbentuk spiral yang teratur rapat dengan $umlah lekukan sebanyak % & 2'. (an$angnya berkisar ) & " m dengan lebar 0, " m. *pabila difiksasi, Treponema pallidum terlihat seperti gelombang dengan pan$ang gelombang sebesar , m dan amplitudo 0,2 & 0,+ mm (,$uandi. *, 2000). Gejala dan Tanda -esi primer (.hancre/ulcus durum) biasanya muncul + minggu setelah terpa$an. -esi biasanya keras (indurasi), tidak sakit, terbentuk ulcus dengan mengeluarkan eksudat serosa di tempat masuknya mikroorganisme. 0asuknya mikroorganisme ke dalam darah ter$adi sebelum lesi primer muncul, biasanya ditandai dengan ter$adinya pembesaran kelen$ar limfe (bubo) regional, tidak sakit, keras non fluktuan. 1nfeksi $uga dapat ter$ adi tanpa ditemukannya ulcus durum yang $elas, misalnya kalau infeksi ter$adi di rectum atau cervik. 2alaupun tidak diberi pengobatan ulcus akan hilang sendiri setelah '3) minggu. Sepertiga dari kasus yang tidak diobati akan mengalami stadium generalisata, stadium dua, di mana muncul erupsi kulit yang kadangkala disertai dengan ge$ala kontitusional tubuh. Timbul makolo popular biasanya pada telapak tangan dan telapak kaki diikuti dengan limfa denopati. 4rupsi sekunder ini merupakan ge$alaklasik dari Sifilis yang akan hilang spontan dalam beberapa minggu atau sampai 2 bulan kemudian. (enderita stadium erupsi sekunder ini, sepertiga dari merekayang tidak diobati akan masuk ke dalam fase laten selama berminggu3minggu bahkan selama bertahun3tahun. (ada a5al fase laten sering muncul lesi infeksius yang berulang pada selaput lendir. Terserangnya Susunan Syaraf (usat (SS() ditandai dengan ge$ala meningitis sifilitik akut dan berlan$ut men$adi sifilis meningovaskuler dan akhirnya timbul paresis dan tabes dorsalis. (eriode laten ini kadangkala berlangsung seumur hidup. (ada ke$adian lain yang tidak dapat diramalkan, "320 tahun setelah infeksi ter$adi lesi aorta yang sangatberbahaya (sifilis kardiovaskuler) atau guma dapat muncul di kulit, saluran pencernaan tulang atau pada permukaan selaput lendir. Stadium a5al sifilis $arang sekali menimbulkan kematian atau disabilitasyang serius, sedangkan stadium lan$ut sifilis memperpendek umur, menurunkan kesehatan dan menurunkan produktivitas dan efisiensi ker$a. 0ereka yang terinfeksi sifilis dan pada saat yang sama $uga terkena infeksi H16 cenderung akan menderita sifilis SS(. 1nfeksi pada $anin ter$adi pada ibu yang menderita sifilis stadium a5al pada saat mengandung bayinya dan ini sering sekali ter$adi sedangkan frekuensinya makin $arang pada ibu yang menderita stadium lan$ut sifilis pada saat mengandung bayinya. 1nfeksi pada $anin dapat berakibat aborsi, stillbirth, atau kematian bayi karena lahir prematur atau lahir dengan 7erat 7adan -ahir 8endah (77-8) atau mati karena menderita penyakit sistemik. 1nfeksi congenital dapat berakibat munculnya manifestasi klinis yang muncul kemudian berupa ge$ala neurologis terserangnya SS(. ,an kadangkala infeksi konginital dapat mengakibatkan berbagai

kelainan fisik yang dapat menimbulkan stigmasasi di masyarakat seperti gigi Hutchinson, saddlenose (hidung pelana kuda), saber shins (tulang kering berbentuk pedang), keratitis interstitialis dan tuli. Sifilis congenital kadangkala asimtomatik, terutama pada minggu3 minggu setelah lahir (9ames .hin, 200)). Cara Penularan .ara penularan sifilis adalah dengan cara kontak langsung yaitu kontak dengan eksudat. Sifilis tiat infeksius dari lesi a5al kulit dan selaput lendir pada saat melakukan hubungan seksual dengan penderita sifilis. -esi bisa terlihat $elas ataupun tidak terlihat $elas. (ema$anan hampir seluruhnya ter$adi karena hubungan seksual. (enularan karena mencium atau pada saat menimang bayi dengan sifilis konginetal $arang sekali ter$adi. 1nfeksi transplasental ter$adi pada saat $anin berada dalam kandungan ibu menderita sifilis. Transfusi melalui darah donor bisa ter$adi $ika donor menderita sifilis pada stadium a5al. (enularan melalui barang3barang yang tercemar secara teoritis bisa ter$adi namun kenyataannya boleh dikatakan tidak pernah ter$adi.(etugas kesehatan pernah dilaporkan mengalami lesi primerpada tangan mereka setelah melakukan pemeriksaan penderita sifilis dengan lesi infeksius (9ames .hin, 200)). Cara Pencegahan *dapun cara pencegahan penyakit sifilis adalah sebagai berikut: . Selalu men$aga higienis (kebersihan;kesehatan) organ ginetalia. 2. 9angan lupa menggunakan kondom bila melakukan hubungan seks. +. 0intalah $arum suntik baru setiap kali menerima pelayanan medis yang menggunakan $arum suntik.

GONORRHEA
<#=#88H4* adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh =eisseria gonorrhoeae yang menginfeksi lapisan dalam uretra, leher rahim, rektum dan tenggorokan atau bagian putih mata (kon$ungtiva). <onore bisa menyebar melalui aliran darah ke bagian tubuh lainnya, terutama kulit dan persendian. (ada 5anita, gonore bisa naik ke saluran kelamin dan menginfeksi selaput di dalam panggul sehingga timbul nyeri panggul dan gangguan reproduksi. =. gonorrhoeae penghasil penisilinase (=<(() merupakan galur gonokokus yang mampu menghasilkan en>im penisilinase atau beta3laktamase yang dapat merusak penisilin men$adi senya5a inaktif, sehingga sukar diobati dengan penisilin dan derivatnya, 5alaupun dengan peninggian dosis. (ertama kali ditemukan pada pertengahan tahun !?03an dan dengan cepat meluas ke berbagai negara di dunia. ,i *frika 7arat, tempat pertama kali ditemukannya tetap merupakan endemik. Survei di @ilipina melaporkan sebanyak +0 & '0A isolat merupakan =<((, dan terutama ditemukan pada peker$a seks komersial. ,i 1ndonesia mulai dilaporkan pada tahun !%0 di 9akarta. ,i kota3kota besar 1ndonesia, =<(( terdapat sebanyak '0 & )0A, sedangkan di kota3kota kecil sampai saat ini belum diperoleh data mengenai hal itu. Gejala Klinis

0asa tunas gonore sangat singkat, pada pria umumnya berkisar antara 23" hari, kadang3kadang lebih lama. (ada 5aktu masa tunas sulit untuk ditentukan karena pada umumnya asimtomatik. Tempat masuk kuman pada pria di uretra menimbulkan uretritis. Bang paling sering adalah uretritis anterior akuta dan dapat men$alar ke proksimal, dan mengakibatkan komplikasi lokal, asendens serta diseminata. Celuhan sub$ektif berupa rasa gatal, panas di bagian distal uretra di sekitar orifisium uretra eksternum, kemudian disusul disuria, polakisuria, keluar duh tubuh dari u$ung uretra yang kadang3kadang orifisium uretra eksternum kemerahan, endema, dan ektropion. Tampak pula duh tubuh yang mukopurulen. (ada beberapa kasus dapat ter$adi pembesaran kelen$ar getah bening inguinal unilateral atau bilateral. <ambaran klinis dan per$alanan penyakit pada 5anita berbeda dari pria. Hal ini disebabkan oleh perbedaan anatomi fan fisiologi alat kelamin pria dan 5anita. (ada 5anita, penyakit akut maupun kronik, ge$ala sub$ektif $arang ditemukan dan hampir tidak pernah didapati kelainan ob$eitif. (ada umumnya 5anita datang berobat kalau sudah ada komplikasi. Sebagian besar penderita ditemukan pada 5aktu pemeriksaan antenatal atau pemeriksaan keluarga berencana. 1nfeksi pada 5anita pada mulanya hanya mengenai serviks uteri. ,apat asimtomatik, kadang3kadang menimbulkan rasa nyeri pada panggul ba5ah. (ada pemeriksaan serviks tampak merah dengan erosi dan sekret mukopurulen. ,uh tubuh akan terlihat lebih banyak, bila ter$adi servisitis akut atau disertai vaginitis yang disebabkan oleh Trichomonas vaginalis. Kom li!asi Complikasi gonore sangat erat hubungannya dengan susunan anatomi dan fatal genitalia. Complikasi lokal pada pria bisa berupa tisonitis (radang kelen$ar Tyson), parauretritis, littritis (radang kelen$ar -ittre), dan co5peritis (radang kelen$ar .o5per). Selain itu, infeksi dapat pula men$alar ke atas (asendens), sehingga ter$adi prostatitis, vesikulitis, funikulitis, epididimitis, yang dapat menimbulkan infertilitas. 1nfeksi dari uretra pars posterior, dapat mengenai tirgonum kandung kemih menimbulkan trigonitis, yang memberi ge$ala poliuria, disuria terminal, dan hematuria. (ada 5anita, infeksi pada serviks (servisitis gonore) dapat menimbulkan komplikasi salpingitis, ataupun penyakit radang penggul ((8(). (8( yang simtomatik ataupun asimtomati dapat mengakibatkan $aringan parut pada tuba sehingga menyebabkan infertilitas atau kehamilan ektopik. Selain itu bila infeksi mengenai uretra dapat ter$adi parauretritis, sedangkan pada kelen$ar 7artholin akan menyebabkan ter$adinya bartolinitis. Complikasi diseminata pada pria dan 5anita dapat berupa artritis, miokarditis, endokarditis, perikarditis, meningitis, dan dermatitis. Celainan yang timbul akibat hubungan kelamin selain cara genito3genital, pada pria dan 5anita dapat berupa infeksi nongenital, yaitu orofaringitis, proktitis, dan kon$ungtivitis. Pengo"a#an (ada pengobatan yang perlu diperhatikan adalah efektivitas, harga, dan sesedikit mungkin efek toksiknya. 9alur penatalaksanaan tergantung pada fasilitas diagnostik yang ada. (emilihan re$imen pengobatan sebaiknya mempertimbangkan pula tempat efeksi, resistensi galur =. gonorrhoeas terhadap antimikrobial, dan kemungkinan infeksi .hlamydia traehomatis yang ter$adi bersamaan. #leh karena seringkali ter$adi koinfeksi dengan .. Trachomatis, maka pada seorang dengan gonore dian$urkan pula untuk diberi pengobatan secara bersamaan dengan re$imen yang sesuai untuk .. Trachomatis. 7anyak

antibiotika yang aman dan efektif untuk mengobati gonore, membasmi =. gonorrhoeae, menghentikan rantai penularan, mengurangi ge$ala, dan mengurangi kemungkinan ter$adinya ge$ala sisa. (ada a5al tahun !)03an sampai tahun !?03an pilihan utama ialah penisilin D probenesid, kecuali di daerah yang tinggi insidens =eisseria gonorrhoeae penghasil penisilinase (=<((). Secara epidemiologis pengobatan yang dian$urkan adalah obat dengan dosis tunggal. #bat3obat yang dapat digunakan untuk pengobatan gonore dengan galur =<(( ialah: spektinomisin, kanamisin, sefalosporin, ofloksasin, sefiksim dan taimfenikol. (eningkaan frekuensi timbulnya galur =<(( ini ter$adi begitu cepat, dan harus kita 5aspadai. Carena itu pengobatan gonore dengan penisilin dan derivatnya perlu dipikirkan mengenai efektivitasnya. Pencegahan Entuk mencegah penularan gonore, gunakan kondom dalam melakukan hubungan seksual. 9ika menderita gonore, hindari hubungan seksual sampai pengobatan antibiotik selesai. 2alaupun sudah pernah terkena gonore, seseorang dapat terkena kembali, karena tidak akan terbentuk imunitas untuk gonore. Sarankan $uga pasangan seksual kita untuk diperiksa untuk mencegah infeksi lebih $auh dan mencegah penularan. Selain itu, $uga menyarankan para 5anita tuna susila agar selalu memeriksakan dirinya secara teratur, sehingga $ika terkena infeksi dapat segera diobati dengan benar.