Anda di halaman 1dari 4

IDENTIFIKASI SEJARAH HUKUM PEGAWAI NEGERI Penelusuran atau identifikasi sejarah hukum pegawai negeri di Indonesia digolongkan menjadi

dua, yaitu pada masa pra kemerdekaan dan masa kemerdekaan. 1. Masa Pra Kemerdekaan Pada masa pra kemerdekaan Indonesia, Kolonial Belanda memegang hampir seluruh elemen penting bangsa Indonesia pada waktu itu, termasuk praktek praktek birokrasi. Kolonialisme Belanda atas Indonesia ditandai dengan kedatangan VO !Verenigde Oostindische Compagnie" pada tahun #$%&, sebuah perusahaan monopoli dagang atas nama pemerintah Belanda.VO yang telah memonopoli sumber daya sumber daya yang ada di Indonesia waktu itu, mulai mengeluarkan kebijakan kebijakan yang terkait dengan birokrasi dan kepegawaian. Kebijakan terkenal dari VO pada saat itu adalah kebijakan pembentukan Pangreh Praja atau Korps Kepegawaian 'ipil Pribumi. 'istem birokrasi yang dipakai pada saat itu adalah 'istem pemerintahan tidak langsung, dimana pejabat Belanda yang berpangkat (ubernur )enderal menjalankan pemerintahan melalui perantara pejabat pribumi. Kemudian ditandai dengan terbitnya Regeling Reglement 1854 oleh Pemerintah Belanda sebagai dasar penerapan dekonsentrasi birokrasi yang pada akhirnya membentuk Binnen ands Bes!""r !pemerintahan dalam negeri" atau yang disebut juga Ge#es!e i$k Bes!""r !pemerintahan daerah". Pada tipe birokrasi ini, Pejabat seperti *esident diberikan kewenangan namun tetap bertanggung jawab pada (ubernur )enderal. Pemekaran daerdah adminitrasi terus dilakukan, menjadikan adanya integrasi elite pribumi ke dalam dinas +egara daerah setempat yang baru Penggunaan model birokrasi dekonsentrasi banyak mendapatkan tentangan dari berbagai pihak, hingga akhirnya terbit ,ndang ,ndang -esentralisasi #.%/ !Decentralisatie Wet 1903". ,, -esentralisasi membagi daerah daerah otonom

dengan bentuk (emeente !daerah kota", (ewest !Karesidenan", 0fdelingen !kabupaten". Pada masa ini, birokrasi semakin diperin1i dengan menetapkan Pejabat Belanda maupun pribumi sebagai Pegawai -inas Kolonial Belanda dan digaji sesuai ,ndang ,ndang. &. 2asa Kemerdekaan a. 2asa 0wal Kemerdekaan 3erdapat Instruksi Pemerintah *epublik Indonesia agar segenap Pegawai +egeri 'ipil tetap menduduki posnya, dan mendirikan kekuasaan +egara Kesatuan *epublik Indonesia dalam segala tingkatan. Keadaan pas1a proklamasi yang belum kondusif ditambah dengan kedatangan tentara sekutu, menjadikan kedudukan pegawai negeri menjadi bias. Pegawai +egeri 'ipil saat itu terpe1ah menjadi dua jenis. Pegawai +egeri 'ipil yang berada dalam daerah4daerah yang dikuasai oleh *epublik menjadi Pegawai +egeri 'ipil dan +egara Kesatuan *epublik Indonesia, sedang Pegawai +egeri 'ipil yang berada pada daerah4daerah pendudukan tentara 'ekutu ada yang menjadi Pegawai +egeri 'ipil dan Belanda dan ada pula yang lari dan menjadi Pegawai +egeri 'ipil dan +egara Kesatuan *epublik Indonesia. 'e1ara keseluruhan selama awal kemerdekaan, birokrasi masih tidak berjalan lan1ar dikarenakan suasana konflik, dimulai perang dengan 3entara sekutu !Oktober #.56", 0gresi 2iliter Belanda I !&# )uli #.57", Pemberontakan PKI 2adiun !#8 'eptember #.58", dan 0gresi 2iliter Belanda II !#. -esember #.58" b. 2asa -emokrasi 9iberal !#.6% #.6." 'istem pemerintahan pada era demokrasi liberal adalah menggunakan sistem pemerintahan parlementer, berdasarkan ,,-' #.6%. Pada saat penggunaan sistem parlementer ini juga terimbas dari keluarnya 2aklumat Pemerintah +o. : 3anggal / +o;ember #.56 tentang

pembentukan partai partai politik, yang mangakibatkan jumlah partai politik meningkat 1ukup tajam pada waktu itu. Keadaan sosiologis pada saat itu adalah, dengan banyaknya jumlah partai politik pada saat itu, pegawai negeri menjadi berafiliasi dengan partai politik. 'elain itu jumlah pegawai negeri juga meningkat tajam akibat pengaruh partai politik. 1. 2asa Orde 9ama !#.6. #.$6" 3erbit -ekrit Presiden 6 )uli #.6. yang menjadi perdebatan oleh pemimpin pemimpin partai politik Kemudian diterbitkan PP +o.& 3ahun #.6. yang isinya melarang pegawai golongan < !golongan pejabat tinggi birokrasi" menjadi anggota parpol. -engan terbitnya PP ini menimbulkan konsekuensi bagi seorang pegawai negeri, apakah tetap menjadi pegawai dengan keluar dari kepengurusan partai politik, atau berhenti dari pekerjaannya sebagai pegawai negeri dengan aktif dalam partai politik. d. 2asa Orde Baru Pada masa orde baru, peraturan yang terbit pertama kali adlah PP +o. $ 3ahun #.7% yang isinya mengatur kedudukan dan landasan sistem pembinaan pegawai se1ara komprehensif. -alam PP ini ditegaskan bahwa Pegawai bukan sebagai alat partai politik, tetapi merupakan aparatur +egara yang memegang peranan penting terlaksananya tugas pemerintahan. Kemudian pada tanggal &. +o;ember #.7#, disusul dengan terbitnya Kepres +o. 8& 3ahun #.7# yang membentuk se1ara resmi Korps Pegawai *epublik Indonesia !KO*P*I". Pasal & ayat & menegaskan =KO*P*I merupakan satu satunya wadah untuk menghimpun dan membina seluruh pegawai *I di luar kedinasan>. 0dapun tujuan pembentukan

Korpri didasarkan agar =Pegawai +egeri *I ikut memelihara dan memantapkan stabilitas politik dan sosial yang dinamis dalam +egara *I> PP +o./& tahun #.7& diterbitkan yang membentuk Badan 0dministrasi Kepegawaian +egara !B0K+" ?ingga pada akhirnya disahkan ,, +o.8 3ahun #.75 tentang Pokok Pokok Kepegawaian yang menyatakan tegas bahwa pegawai sebagai unsur aparatur +egara, abdi +egara, abdi masyarakat@.. e. 2asa *eformasi